<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Strategi Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/strategi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/strategi/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Jul 2024 06:22:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Strategi Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/strategi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Strategi Membangun Tim yang Solid untuk Early-Stage Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-strategi-membangun-tim-yang-solid-untuk-early-stage-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 06:19:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10794</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membangun tim yang solid adalah salah satu langkah paling krusial untuk mencapai kesuksesan, khususnya&#160;early-stage startup. Tim yang tepat tidak hanya membantumu menjalankan visi, tetapi juga menjadi fondasi kuat agar startupmu bisa menghadapi berbagai tantangan. Nah, dalam artikel kali ini kami akan membagikan 5 strategi yang bisa kamu terapkan untuk membangun tim yang ideal dalam startupmu. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-strategi-membangun-tim-yang-solid-untuk-early-stage-startup/">5 Strategi Membangun Tim yang Solid untuk Early-Stage Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="fe5e">Membangun tim yang solid adalah salah satu langkah paling krusial untuk mencapai kesuksesan, khususnya&nbsp;<em>early-stage startup</em>. Tim yang tepat tidak hanya membantumu menjalankan visi, tetapi juga menjadi fondasi kuat agar startupmu bisa menghadapi berbagai tantangan.</p>



<p id="3407">Nah, dalam artikel kali ini kami akan membagikan 5 strategi yang bisa kamu terapkan untuk membangun tim yang ideal dalam startupmu. Mari kita simak sama-sama.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4144">1. Teliti saat merekrut anggota tim</h2>



<p id="a5cf">Jangan terburu-buru dalam proses rekrutmen, karena memilih anggota tim yang tepat itu sangat penting. Luangkan waktumu untuk benar-benar mengenal kandidat, bukan hanya dari segi keterampilan teknis, tetapi juga dari segi kepribadian dan kecocokan budaya kerja. Selain itu, pastikan pula mereka punya semangat kerja yang sama dengan visi dan misi startup kamu. Mengadakan beberapa tahap wawancara, termasuk tes&nbsp;<em>hard skill&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>soft skill</em>, bisa menjadi cara efektif untuk menemukan kandidat terbaik.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5e00">2. Fokus pada pengembangan keterampilan</h2>



<p id="a118">Setelah kamu berhasil merekrut anggota tim yang tepat, langkah berikutnya adalah memastikan mereka bisa terus berkembang. Ini tidak hanya tentang meningkatkan kemampuan mereka, tetapi juga menunjukkan bahwa kamu menghargai kontribusi mereka dan berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan profesional mereka. Kamu bisa mendukung mereka lewat pemberian beberapa latihan, seperti program&nbsp;<em>mentoring</em>,&nbsp;<em>workshop</em>, dan kursus&nbsp;<em>online.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7963">3. Ciptakan budaya kerja yang positif</h2>



<p id="095a">Budaya kerja yang positif adalah salah satu faktor penentu keberhasilan tim. Jadi, usahakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan dan mendukung, di mana setiap anggota tim merasa dihargai dan didengarkan. Dorong pula kolaborasi, komunikasi terbuka, dan kerja sama tim. Sebagai pemimpin, kamu harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai positif tersebut. Ingatlah bahwa budaya kerja yang baik akan meningkatkan motivasi dan produktivitas tim kamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9db8">4. Tetapkan tujuan yang jelas dan terukur</h2>



<p id="5ae1">Cara membentuk tim yang ideal berikutnya adalah dengan menetapkan tujuan yang jelas dan terukur untuk membantu tim agar tetap fokus dan termotivasi. Pastikan setiap anggota tim memahami visi besar startup kamu dan bagaimana kontribusi mereka berperan dalam mencapai tujuan tersebut. Kamu bisa menerapkan SMART&nbsp;<em>goals</em>, yaitu&nbsp;<em>Specific&nbsp;</em>(spesifik),&nbsp;<em>Measurable&nbsp;</em>(terukur),&nbsp;<em>Achievable&nbsp;</em>(bisa dicapai),&nbsp;<em>Relevant&nbsp;</em>(relevan),&nbsp;<em>Time-Based&nbsp;</em>(berbatas waktu). Kemudian lakukan evaluasi secara berkala kemajuan yang telah dicapai dan berikan apresiasi atas pencapaian mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="618f">5. Bangun Komunikasi yang Efektif</h2>



<p id="4fe4">Dengan melakukan komunikasi yang efektif, kamu dapat menghindari miskomunikasi dan konflik dalam tim. Jadi, pastikan kamu memiliki saluran komunikasi yang terbuka dan transparan. Gunakan alat komunikasi yang sesuai, seperti Slack atau Microsoft Teams, untuk memfasilitasi komunikasi harian. Selain itu, adakan pertemuan rutin untuk membahas perkembangan proyek, tantangan yang dihadapi, dan memberikan&nbsp;<em>feedback</em>. Jangan lupa untuk selalu mendengarkan masukan dari anggota tim kamu.</p>



<p id="f0b6">Membangun tim ideal dalam startup memang bukan tugas yang mudah, tetapi dengan strategi yang tepat, kamu bisa menciptakan tim yang solid dan produktif. Rekrut dengan cermat, fokus pada pengembangan keterampilan, ciptakan budaya kerja yang positif, tetapkan tujuan yang jelas, dan bangun komunikasi yang efektif. Dengan begitu, kamu bisa membawa startup kamu menuju kesuksesan.</p>



<p id="d592">Ingatlah bahwa tim yang hebat adalah aset terbesar dalam perjalanan membangun startup. Jadi, mulailah sekarang dan ciptakan dream team yang siap menghadapi setiap tantangan dan meraih setiap peluang yang ada. Selamat mencoba!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="e069"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="87b5"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d96d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page-----73bab3c5afa9--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-strategi-membangun-tim-yang-solid-untuk-early-stage-startup/">5 Strategi Membangun Tim yang Solid untuk Early-Stage Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Pivot Karir? Ini Strategi yang Bisa Kamu Terapkan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mau-pivot-karir-ini-strategi-yang-bisa-kamu-terapkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 04:24:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Career Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Career Change]]></category>
		<category><![CDATA[Career Development]]></category>
		<category><![CDATA[Careers]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10758</guid>

					<description><![CDATA[<p>Disrupsi teknologi dan perubahan zaman menyumbang alasan seseorang untuk melakukan pivot karir. Misalnya, 10 tahun lalu, seorang gym trainer tidak akan terpikirkan untuk mengajar clientnya lewat video atau Zoom karena terjadinya pandemi COVID-19. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa profesi bisa saja berubah secara total. Nah. inilah yang dinamakan pivot karir. Contohnya, karena banyaknya permintaan dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-pivot-karir-ini-strategi-yang-bisa-kamu-terapkan/">Mau Pivot Karir? Ini Strategi yang Bisa Kamu Terapkan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="07c1">Disrupsi teknologi dan perubahan zaman menyumbang alasan seseorang untuk melakukan pivot karir.</p>



<p id="38f0">Misalnya, 10 tahun lalu, seorang gym trainer tidak akan terpikirkan untuk mengajar clientnya lewat video atau Zoom karena terjadinya pandemi COVID-19.</p>



<p id="b23e">Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa profesi bisa saja berubah secara total. Nah. inilah yang dinamakan pivot karir. Contohnya, karena banyaknya permintaan dalam profesi<em>&nbsp;data analyst</em>, maka seseorang yang sebelumnya bekerja di bidang keuangan bisa berpindah haluan untuk belajar ilmu&nbsp;<em>data analyst.</em>&nbsp;Contoh lain, seorang guru pivot karir menjadi pemilik usaha&nbsp;<em>event organizer</em>.</p>



<p id="a70a">Apa pun profesi yang menjadi impianmu sejak lama, atau profesi yang memang mengharuskanmu untuk mengubah karir, ada beberapa hal penting yang bisa kamu lakukan. Yuk, simak artikel ini untuk tahu jawabannya!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a70a">1. <strong>Berkomitmen dengan waktu</strong></h3>



<p id="3e2d">Jika kamu ingin pivot dalam hal karir, sadarilah bahwa waktumu akan banyak terbagi. Kamu perlu membagi waktumu untuk tiga hal.</p>



<p id="de5a">Pertama, mengerjakan pekerjaan utama, meluangkan waktu untuk mengembangkan keterampilan baru tersebut, dan tidak bisa meninggalkan kehidupan pribadimu. Artinya, kamu harus berkomitmen penuh bahwa waktumu sudah tidak bisa seperti dulu lagi.</p>



<p id="7484">Kamu tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan ketiga hal tadi. Misalnya, kamu harus membatasi diri untuk tidak mengikuti acara TV favoritmu, menghadiri konser di akhir pekan, atau mengikuti program&nbsp;<em>volunteer</em>&nbsp;yang biasanya kamu lakukan.</p>



<p id="cd2f">Contoh lain, kamu masih bisa tidur 6–8 jam per hari, tetapi tidak bisa tidur siang di akhir pekan karena mengutamakan waktu untuk belajar hal baru. Kamu juga tetap bisa menikmati<em>&nbsp;quality time</em>&nbsp;dengan keluarga, tetapi perlu menyisihkan waktu untuk belajar, misalnya setelah pekerjaan rumah telah selesai.</p>



<p id="97b8">Kamu bisa memilih untuk tidak mengikuti kegiatan tertentu, akan tetapi jangan pernah mengorbankan kesehatan atau hubungan pentingmu dalam pivot karir, ya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a304"><strong>2. Pilih apa yang menjadi fokusmu</strong></h3>



<p id="1b80">Setelah kamu mantap untuk pivot karir, selanjutnya kamu bisa memilih apa yang akan kamu lakukan agar bisa sukses.</p>



<p id="16cc">Apa yang perlu dilakukan dalam bidang baru tersebut?</p>



<p id="fb5b">Apakah ada program pendidikan khusus untuk mendapatkan lisensi atau sertifikasi formal?</p>



<p id="fa88">Apakah bisa dilakukan dengan&nbsp;<em>self-learning</em>?</p>



<p id="5f2d">Ataukah harus praktik dengan mengambil pekerjaan sampingan?</p>



<p id="c172">Apa pun yang dibutuhkan, pastikan bahwa kamu tahu bahwa waktu tersebut sangat penting. Jika ternyata perlu sertifikasi, maka kamu harus mengikuti pendidikan tambahan sebagai syarat.</p>



<p id="bbe9">Jangan korbankan waktu untuk belajar secara mandiri apabila memang bidang pekerjaan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan secara&nbsp;<em>self learning</em>.</p>



<p id="6e1b">Sebaliknya, jika memang ternyata pekerjaan tersebut tidak memerlukan program formal, maka jangan menunda kesuksesan dan membuang banyak waktu dengan mengambil program khusus. Pilihlah fokusmu dan manfaatkan waktumu dengan bijak.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9279"><strong>3.&nbsp;<em>Layer in learning</em></strong></h3>



<p id="38c8">Istilah layer in learning bisa berarti belajar sambil&nbsp;<em>multitasking</em>. Pilihlah kegiatan yang tidak terlalu membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi (<em>deep work</em>).</p>



<p id="7bb8">Misalnya, jika kamu perlu mendengarkan materi pelajaran, kamu bisa melakukannya sambil berjalan atau berkendara ke tempat kerja. Ketika perlu mengantarkan anak untuk pergi latihan sepakbola atau menunggu di ruang praktik dokter, kamu bisa membaca atau menonton materi pelajaran di<em>&nbsp;smartphone</em>. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin karena setiap hal kecil sangat berarti.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="0949"><strong>4. Menentukan waktu</strong></h3>



<p id="9dd2">Jika kamu mengambil program pendidikan formal, kamu bisa menentukan waktu dengan lebih mudah. Alasannya, jadwal sekolah/kursus biasanya sudah pasti sehingga kamu bisa lebih fleksibel dalam mengatur jadwalnya.</p>



<p id="4c1d">Contohnya, jika kamu sedang mengambil S2 selain bekerja penuh waktu, kamu bisa kuliah setiap Rabu malam. Selanjutnya, mencicil materi di akhir pekan, dan menggunakan dua jam sebelum dan satu jam setelah pekerjaan kantor selesai untuk mengerjakan tugas. Dengan menginvestasikan waktu yang telah terjadwal, keterampilanmu akan semakin berkembang.</p>



<p id="1bfb">Selanjutnya, untuk sesuatu yang dikerjakan dengan&nbsp;<em>self learning</em>, kamu perlu memperjelas waktu untuk menyelesaikannya sendiri. Misalnya, kamu bisa memilih satu atau dua malam dalam seminggu di mana mereka akan menghabiskan waktu untuk belajar dengan durasi dari 90 menit hingga dua jam. Kemudian, kamu bisa belajar lebih lama di akhir pekan, yaitu tiga hingga empat jam.</p>



<p id="cdf9">Bagaimana pun, kamu akan perlu&nbsp;<em>trial and error</em>&nbsp;karena hanya kamu yang bisa menemukan waktu yang paling sesuai. Jangan menyerah karena cara yang berhasil di orang lain, bisa jadi tidak cocok untukmu. Misalnya, temanmu meluangkan waktu satu jam di pagi hari untuk belajar, yang mana hal ini tidak cocok bagimu yang bukan&nbsp;<em>morning person.</em></p>



<p id="aad8">Pada intinya, kamu perlu banyak bereksperimen dalam membagi waktu, tugas, dan memaksimalkan fokusmu secara konsisten. Semangat berjuang bagi kamu yang ingin pivot karir, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="cf64"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="ab68"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c354"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----18e1707091c8--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-pivot-karir-ini-strategi-yang-bisa-kamu-terapkan/">Mau Pivot Karir? Ini Strategi yang Bisa Kamu Terapkan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Langkah Mencapai Keunggulan Kompetitif</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/4-langkah-mencapai-keunggulan-kompetitif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 03:54:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10746</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa pun industri yang kamu geluti, akan selalu ada pesaing yang hadir. Itu justru bagus, karena artinya ada kebutuhan dari pasar yang harus dipenuhi. Tapi, untuk bisa memenangkan persaingan di pasar, kamu perlu punya keunggulan kompetitif. Bagaimana cara menguasainya dan menjadi lebih unggul daripada pesaing? Kamu bisa menerapkan empat langkah di bawah ini: Langkah pertama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-langkah-mencapai-keunggulan-kompetitif/">4 Langkah Mencapai Keunggulan Kompetitif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b874">Apa pun industri yang kamu geluti, akan selalu ada pesaing yang hadir. Itu justru bagus, karena artinya ada kebutuhan dari pasar yang harus dipenuhi.</p>



<p id="1b5a">Tapi, untuk bisa memenangkan persaingan di pasar, kamu perlu punya keunggulan kompetitif.</p>



<p id="a336">Bagaimana cara menguasainya dan menjadi lebih unggul daripada pesaing? Kamu bisa menerapkan empat langkah di bawah ini:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="dfdf"><strong>Langkah pertama</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="9582"><strong>Mengidentifikasi faktor kompetitif</strong></h3>



<p id="2ba3">Jika kamu disuruh untuk menyebutkan siapa saja pesaingmu, merek apa saja yang muncul di pikiranmu?</p>



<p id="21c7">Saat ini, cobalah untuk perluas cakupan dari pesaingmu. Misalnya jika kamu menjual kopi, maka pesaingmu bukan hanya Kopi Kenangan atau Janji Jiwa.</p>



<p id="5f65">Siapa pun yang menjual minuman kopi adalah pesaingmu. Baik itu minuman kopi yang ada di minimarket, sampai kedai kopi yang menawarkan dagangannya menggunakan gerobak di pinggir jalan.</p>



<p id="e589">Selanjutnya, dari sekian banyak pesaing yang sudah kamu amati, pikirkan apa yang membedakan bisnismu dengan pesaing?</p>



<p id="af76">Jika masih menggunakan contoh kopi, apakah itu dari segi harga kopi?</p>



<p id="874b">Apakah suasana kafenya berbeda?</p>



<p id="3553">Kecepatan layanan?</p>



<p id="44dc">Penggunaan produk ramah lingkungan?</p>



<p id="16f7">Keterlibatan dalam komunitas?</p>



<p id="804c">Atau hal lainnya?</p>



<p id="1ed8">Tulis semuanya secara lengkap dari hasil pengamatanmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="befe"><strong>Langkah kedua</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="bb87"><strong>Menilai diri sendiri dengan jujur</strong></h3>



<p id="b364">Semua merek pasti mengatakan produknya adalah yang terbaik. Namun, di langkah ini, kamu perlu menjadi jujur terhadap diri sendiri. Jangan pernah berasumsi.</p>



<p id="7f16">Sebaliknya, kamu dapat mengumpulkan umpan balik dari pelanggan dan pelanggan pesaing melalui survei. Kamu dapat menggunakan&nbsp;<em>tools&nbsp;</em>seperti&nbsp;<em>strategy canvas.</em></p>



<p id="784d">Selain itu, kamu juga perlu melakukan berbagai pengamatan lain seperti mengunjungi toko pesaing, meninjau situs web, membaca ulasan produk pesaing, mencoba produk pesaing, dan menilai secara objektif tentang produk tersebut.</p>



<p id="88c1">Ini semua bertujuan agar kamu lebih memahami posisi dalam persaingan yang kompetitif. Hasilnya, kamu akan memahami bagian mana saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.</p>



<p id="97c7">Pada intinya,&nbsp;<em>strategy canvas&nbsp;</em>adalah&nbsp;<em>tools&nbsp;</em>untuk mengidentifikasi di mana letak keunggulanmu, dan bagian mana yang bukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b890"><strong>Langkah ketiga</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="1e3a"><strong>Menentukan faktor keunggulanmu</strong></h3>



<p id="ee4c">Dari langkah kedua, kamu mulai bisa memetakan, apa saja yang menjadi keunggulan kompetitifmu? Kamu dapat mengevaluasinya dari:</p>



<p id="7e87">&#8211; Bagaimana dengan biaya produksimu? Apakah lebih unggul dari pesaing?</p>



<p id="cd7b">&#8211; Apa diferensiasi yang kamu miliki?</p>



<p id="f615">&#8211; Apakah kamu menargetkan segmen industri tertentu?</p>



<p id="1c79">&#8211; Apakah kamu melayani pelanggan dengan cara yang berbeda?</p>



<p id="f0fd">&#8211; Apakah produkmu diciptakan dengan inovasi?</p>



<p id="d912">&#8211; Atau, apakah budaya perusahaanmu relevan dengan target audiens?</p>



<p id="a929">Dan lain-lain</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1ac4"><strong>Langkah keempat</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="db5b"><strong>Menerapkan keunggulan kompetitifmu</strong></h3>



<p id="40ae">Setelah kamu tahu apa yang menjadi keunggulan kompetitifmu, perkuat hal itu. Jangan sia-siakan waktu, tenaga, dan biaya untuk memperkuat area lemah yang kamu tidak bisa menjadi dominan.</p>



<p id="04da">Akan lebih baik jika kamu bisa sedikit lebih unggul dibandingkan pesaing, atau tertinggal sedikit daripada mereka, akan tetapi kamu punya keunggulan yang sangat kuat di bagian lain.</p>



<p id="2b99">Sebagai alternatif, akmu dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan area di mana setidaknya kamu bisa setara dengan pesaing. Selanjutkan, lipat gandakan keunggulan kompetitifmu hingga pesaing tidak bisa mengejarmu.</p>



<p id="6bd2">Kamu dapat menemukan celah yang diabaikan oleh pesaing, dan tunjukkan bahwa itu yang menjadi kekuatanmu.</p>



<p id="8787">Keempat langkah tersebut harus dilakukan dengan memaknai setiap prosesnya. Beradaptasi dengan strategi baru bisa sangat melelahkan, untuk itu jangan lupa untuk menikmati setiap langkah yang sudah dilakukan.</p>



<p id="4788">Tidak perlu menjadi ikan kecil di kolam besar. Lebih baik untuk menjadi ikan yang dominan di perairan terbuka, dibandingkan menjadi ikan yang berdarah-darah di lautan lepas.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="ba02"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b471"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="9224"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----343ed6b970db--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-langkah-mencapai-keunggulan-kompetitif/">4 Langkah Mencapai Keunggulan Kompetitif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Salah Kaprah tentang Strategi vs Taktik</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/salah-kaprah-tentang-strategi-vs-taktik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2024 12:07:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Taktik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10652</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang salah mengartikan tentang strategi dan taktik. Mereka pikir, keduanya adalah hal yang sama. Nyatanya tidak. Menurut situs foundr.com, strategi adalah rencana yang dibuat untuk mencapai tujuan. Sementara, taktik adalah langkah realistis yang dilakukan untuk mencapai strategi. Taktik adalah bagian dari strategi, sehingga keduanya sangat penting, dan tidak bisa digantikan satu sama lain. Contohnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/salah-kaprah-tentang-strategi-vs-taktik/">Salah Kaprah tentang Strategi vs Taktik</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="1777">Banyak orang salah mengartikan tentang strategi dan taktik. Mereka pikir, keduanya adalah hal yang sama. Nyatanya tidak.</p>



<p id="cefa">Menurut situs foundr.com, strategi adalah rencana yang dibuat untuk mencapai tujuan. Sementara, taktik adalah langkah realistis yang dilakukan untuk mencapai strategi. Taktik adalah bagian dari strategi, sehingga keduanya sangat penting, dan tidak bisa digantikan satu sama lain.</p>



<p id="00cb">Contohnya, kamu sebagai&nbsp;<em>head of marketing division&nbsp;</em>menetapkan tujuan untuk meningkatkan&nbsp;<em>traffic&nbsp;</em>ke situs web sebanyak 100.000 kunjungan. Lalu, strategi yang kamu buat ada dua, yaitu:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Meningkatkan pengunjung organik ke situs web sebesar 50% menggunakan optimasi mesin pencari (SEO).</li>



<li>Menggunakan iklan media sosial untuk mengarahkan 25.000 <em>unique user</em> ke situs web.</li>
</ol>



<p id="ddf1">Di mana, taktik untuk mendukung strategi SEO adalah:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Menulis 15 artikel baru yang mengandung kata kunci dengan target tertentu.</li>



<li>Mengoptimalkan 15 postingan yang punya potensi buruk secara <em>traffic.</em></li>



<li>Melakukan audit situs web untuk menemukan kesalahan SEO yang mungkin menghambat kemajuan.</li>



<li>Mendapatkan 10 <em>backlink</em> baru berkualitas tinggi.</li>
</ol>



<p id="36f1">Sedangkan, taktik untuk mendukung iklan adalah:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Memanfaatkan Meta Ads untuk <em>retargeting.</em></li>



<li>Membuat postingan bersponsor di Instagram <em>Stories</em> yang akan dievaluasi setiap minggu.</li>



<li>Mengirim 250 InMail LinkedIn setiap minggu.</li>
</ol>



<p id="d92a"><strong>Mengapa strategi dan penting sangat penting?</strong></p>



<p id="f32b">Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa strategi dan taktik tidak bisa digantikan dan dipisahkan satu sama lain.</p>



<p id="6067">Jadi, langkah pertamamu adalah menetapkan tujuan. Ini adalah tahap paling awal dalam perencanaan bisnis. Tujuan yang kamu buat harus bisa menjelaskan apa yang ingin kamu capai secara konkrit.</p>



<p id="dec1">Kemudian, langkah kedua dari perencanaan bisnis adalah strategi. Ini mendukung cara untuk mencapai tujuanmu.</p>



<p id="5a77">Langkah ketiga dalam perencanaan bisnis yaitu taktik. Taktik adalah sebuah tindakan tahapan demi tahapan yang perlu kamu lakukan agar strategimu tercapai.</p>



<p id="063c">Jadi, sudah jelas bahwa tujuan tanpa strategi adalah angan-angan semata. Strategi tanpa taktik tidak akan berhasil mencapai tujuan. Taktik tanpa strategi sama saja seperti bekerja sia-sia.</p>



<p id="1108">Kemudian, seperti apa contoh tujuan, strategi, dan taktik? Berikut adalah contohnya, dengan sumber dari artikel foundr.com</p>



<p id="08b8">Tim pemasaran konten:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Tujuan bisnis: </strong>Mencapai tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun (YoY) sebesar 30% pada tanggal 31 Desember 2024.</li>



<li><strong>Strategi: </strong>Mendorong 50% <em>traffic </em>lebih banyak ke halaman harga situs web tanpa meningkatkan anggaran pemasaran.</li>



<li><strong>Taktik: </strong>Memperbaiki struktur tautan internal di seluruh postingan yang ada agar lebih sering mengarah ke halaman harga.</li>



<li><strong>Taktik: </strong>Menambahkan <em>Call to Action</em> (CTA) yang menarik di akhir postingan blog berkinerja tinggi agar pengguna mau mengunjungi halaman harga.</li>



<li><strong>Taktik: </strong>Menulis 5 postingan blog baru yang membantu menguraikan jargon dan elemen pada halaman harga.</li>
</ol>



<p id="6137">Tim Sumber Daya Manusia (SDM):</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Strategi: </strong>Mengisi semua lowongan pekerjaan yang terbuka untuk tim penjualan dan pemasaran sebelum musim liburan.</li>



<li><strong>Taktik: </strong>Melakukan posting untuk semua lowongan pekerjaan di LinkedIn, Indeed.com, dan ZipRecruiter.</li>



<li><strong>Taktik: </strong>Melibatkan agen perekrutan pihak ketiga untuk membantu posisi apa pun yang tidak terisi selama lebih dari 120 hari.</li>



<li><strong>Taktik: </strong>Menerapkan program rujukan karyawan dengan insentif sederhana.</li>
</ol>



<p id="5df4">Tim penelitian dan pengembangan (litbang):</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Strategi: </strong>Membedakan produk dari pesaing inti dengan menemukan proposisi penjualan unik (Unique Selling Proposition) sebelum 1 September 2024.</li>



<li><strong>Taktik: </strong>Meluncurkan survei ke pelanggan saat ini untuk meminta umpan balik.</li>



<li><strong>Taktik: </strong>Mengadakan <em>focus group discussion</em> dengan target pasar untuk mempelajari keinginan dan kebutuhan mereka.</li>



<li><strong>Taktik: </strong>Membuat laporan analisis pesaing terkini untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemain utama pasar.</li>
</ol>



<p id="8f77">Nah, itu tadi penjelasan lengkap tentang strategi dan taktik. Jika saat ini ternyata kamu masih salah pengertian tentang itu, tidak masalah, kok. Kamu bisa mempertajam lagi tujuan, strategi, dan taktik dari bisnismu sehingga akan lebih mudah dalam proses eksekusi ke depannya. Semangat para founder dan tim startup!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="a3ab"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="20c0"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="7cd5"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/salah-kaprah-tentang-strategi-vs-taktik/">Salah Kaprah tentang Strategi vs Taktik</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seperti Bermain Game, Meniti Karir Juga Memerlukan Strategi!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/seperti-bermain-game-meniti-karir-juga-memerlukan-strategi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2024 03:48:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sadar enggak sih, membangun karir itu seperti bermain&#160;game (permainan), loh. Saat mengambil keputusan karir, banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan agar tidak salah langkah dan bisa mencapai tujuan karirmu dalam waktu yang diinginkan. Seorang pemain atau&#160;gamer&#160;berarti orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik serta pintar mengantisipasi dan merespons apa yang terjadi di kehidupannya.&#160;Gamer&#160;yang andal melakukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/seperti-bermain-game-meniti-karir-juga-memerlukan-strategi/">Seperti Bermain Game, Meniti Karir Juga Memerlukan Strategi!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="8ffb">Sadar enggak sih, membangun karir itu seperti bermain&nbsp;<em>game (</em>permainan), loh. Saat mengambil keputusan karir, banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan agar tidak salah langkah dan bisa mencapai tujuan karirmu dalam waktu yang diinginkan.</p>



<p id="1eab">Seorang pemain atau<em>&nbsp;gamer&nbsp;</em>berarti orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik serta pintar mengantisipasi dan merespons apa yang terjadi di kehidupannya.&nbsp;<em>Gamer&nbsp;</em>yang andal melakukan suatu aksi dengan tujuan dan maksud yang jelas. Jika dihubungkan dengan ‘permainan’ karir, berarti kamu harus mengetahui apa tujuan karirmu disertai dengan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.</p>



<p id="c0d0">Sebelum menyusun strategi, kamu harus mengetahui dulu nih, ‘permainan’ apa yang sedang kamu mainkan? Dilansir dari Harvard Business Review, berikut ini 5 pertanyaan yang bisa membantumu refleksi diri untuk memperjelas arah karirmu.</p>



<p>1. <strong><em>Game</em> apa yang sedang kamu mainkan?</strong></p>



<p id="23a3">Di bawah ini adalah beberapa tipe ‘permainan’ yang sering dimainkan oleh orang-orang untuk meraih kesuksesan karirnya. Dari tipe-tipe permainan ini, cobalah identifikasi mana yang sudah kamu mainkan dan yang belum.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>Climb the ladder</em>: Mengikuti sistem promosi tradisional yang bertahap.</li>



<li><em>Follow the leader</em>: Mematuhi apa yang dikatakan atasan.</li>



<li><em>Follow your heart</em>: Fokus mengejar impian.</li>



<li><em>Commit</em>&nbsp;100%: Bekerja keras semaksimal mungkin.</li>



<li><em>Make a living</em>: Memandang pekerjaan sebagai sumber untuk mendukung<em>&nbsp;passion,</em>&nbsp;gaya hidup, atau keluarga.</li>



<li><em>Shine the brightest</em>: Mengerjakan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain.</li>



<li><em>Don’t rock the boat</em>: Menjadi&nbsp;<em>team player</em>&nbsp;yang baik.</li>



<li><em>Outlast your rivals</em>: Terus bertahan hingga menjadi yang paling unggul.</li>



<li><em>Play not to lose</em>: Menghindari risiko demi memastikan karir tetap terjaga.</li>



<li><em>Play to win</em>: Ambisi untuk menjadi yang nomor satu dalam karir.</li>
</ul>



<p id="f3e9">Coba tanya diri sendiri, “apakah permainan ini cocok dan membuatku nyaman? Apakah permainan tersebut mendukung skill dan&nbsp;<em>value</em>&nbsp;yang aku emban? Atau justru membuatku stres?”</p>



<p id="d032"><strong>2. Apa yang membuat&nbsp;<em>game</em>&nbsp;tersebut layak dimainkan?</strong></p>



<p id="c29c">Membangun karir ibaratnya seperti menyusun batu bata demi batu bata hingga akhirnya terciptalah bangunan yang megah.</p>



<p id="1dc0">Sekarang, coba renungkan, apa yang membuatmu termotivasi untuk ‘bermain’ dalam permainan karirmu? Jika pekerjaanmu kini terasa membosankan, kurang memotivasi, dan membuatmu merasa hampa, mungkin kamu perlu mempertimbangkan permainanmu kembali.</p>



<p id="4ad2">Kamu bisa mengubah&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>karir atau pun motivasimu. Misalnya,&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;awalmu adalah menjadi filsuf politik, namun kini berubah menjadi konsultan bisnis. Motivasi yang dulunya adalah “bekerja untuk menghasilkan uang,” kini menjadi “bekerja untuk membuat jejak di kehidupan”.</p>



<p id="da13"><strong>3. Bagaimana kamu mencetak skor?</strong></p>



<p id="6c58">Penting untuk mempunyai tolok ukur yang jelas dalam menentukan tingkat kesuksesan karirmu. Dalam ‘permainan’ ini, apakah kesuksesanmu dinilai dari uang, prestise, kehidupan yang damai, atau lainnya. Pertimbangkanlah hal tersebut sesuai dengan nilai yang kamu emban. Karena, mencetak skor tidak harus dilakukan dengan melampaui pencapaian orang lain. Jadi, mulailah dengan mamahami dirimu sendiri.</p>



<p id="e503">Kehidupan memberikan kita banyak pelajaran berharga yang membentuk kepribadian kita kini. Misalnya, di awal meniti karir, kamu memimpikan pekerjaan yang memberikan penghasilan sebanyak mungkin. Seiring bertambahnya pengalaman dan usia, kamu mungkin sudah merasa “selesai” dengan pekerjaan tersebut dan ingin mencoba hal baru yang memberikan&nbsp;<em>value</em>&nbsp;lebih. Kamu pun memutuskan untuk merintis startup demi memberikan suatu kontribusi untuk masyarakat.</p>



<p id="2484">Kamu menyadari bahwa&nbsp;<em>game</em>&nbsp;itulah yang ingin kamu mainkan sebagai perjalanan karirmu ke depannya.</p>



<p id="d014">Nah, semoga artikel ini membantumu dalam menentukan arah karir dan tujuan startupmu, ya! Semangat terus meniti karir sekaligus berkontribusi membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi!</p>



<p id="e52a"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="04d5"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="17bf"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----c29c8f9ef6b7--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/seperti-bermain-game-meniti-karir-juga-memerlukan-strategi/">Seperti Bermain Game, Meniti Karir Juga Memerlukan Strategi!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Alasan Mengapa Project Manager Harus Berpikir Seperti Founder Startup!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-alasan-mengapa-project-manager-harus-berpikir-seperti-founder-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 02:56:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Project Management]]></category>
		<category><![CDATA[Project Manager]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10234</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang Project Manager berperan memimpin timnya untuk mencapai&#160;goals&#160;yang spesifik, tepat waktu, dan sesuai dengan&#160;budget&#160;yang ditentukan. Proyek ini bisa dalam bentuk meluncurkan produk baru, mengimplementasikan sebuah sistem, atau menyelesaikan masalah pelanggan. Ini berarti,&#160;Project Manager&#160;harus memiliki&#160;skill&#160;perencanaan dan eksekusi yang baik. Mulai dari mendefiniskan sebuah pekerjaan, menentukan ukuran keberhasilan, menyusun rencana kerja, mengalokasikan sumber daya, memonitor progres kerja, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-alasan-mengapa-project-manager-harus-berpikir-seperti-founder-startup/">Ini Alasan Mengapa Project Manager Harus Berpikir Seperti Founder Startup!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="8140">Seorang Project Manager berperan memimpin timnya untuk mencapai&nbsp;<em>goals&nbsp;</em>yang spesifik, tepat waktu, dan sesuai dengan&nbsp;<em>budget</em>&nbsp;yang ditentukan. Proyek ini bisa dalam bentuk meluncurkan produk baru, mengimplementasikan sebuah sistem, atau menyelesaikan masalah pelanggan.</p>



<p id="2cde">Ini berarti,<em>&nbsp;Project Manager</em>&nbsp;harus memiliki&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>perencanaan dan eksekusi yang baik. Mulai dari mendefiniskan sebuah pekerjaan, menentukan ukuran keberhasilan, menyusun rencana kerja, mengalokasikan sumber daya, memonitor progres kerja, hingga memastikan proyek selesai tepat waktu.</p>



<p id="6331">Tidak mudah, ya? Apalagi, dunia startup dan proyek-proyek besar selalu penuh dengan ketidakpastian. Ketika rencana yang sudah kamu susun matang-matang ternyata tidak berjalan dengan baik, Project Manager harus bisa berpikir layaknya&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>startup yang selalu siap menghadapi dunia bisnis yang dinamis.</p>



<p id="ee1b"><strong>Project Manager yang sukses mengurusi proyek besar ternyata memiliki&nbsp;<em>mindset&nbsp;</em>ini:&nbsp;</strong>Menyesuaikan diri dengan perubahan dan pembaharuan. Layaknya&nbsp;<em>founder,</em>&nbsp;manager harus kreatif menemukan langkah dan proses baru di setiap kondisi, daripada hanya bergantung pada rencana kerja yang sudah ada.</p>



<p id="2cb9"><strong>Mengapa kita tidak bisa mengabaikan pola pikir startup?</strong></p>



<p id="a1cf">Dilansir dari Harvard Business Review, mari kita lihat studi kasus ketika Project Manager hanya berfokus pada proses eksekusi tanpa mengadopsi&nbsp;<em>mindset&nbsp;</em>startup.</p>



<p id="2085">Seorang CEO sebuah perusahaan makanan kemasan meminta pimpinan tim IT untuk menerapkan sistem pelaporan keuangan perusahaan yang bisa mengumpulkan dan menggabungkan data dari semua merek makanan, untuk melihat kinerja perusahaan secara keseluruhan. Target pengerjaan proyek ini adalah 1 tahun.</p>



<p id="01f7">Berdasarkan permintaan CEO tersebut,&nbsp;<em>agile project</em>&nbsp;ini pada dasarnya adalah tentang mengimplementasikan sebuah&nbsp;<em>software</em>&nbsp;atau perangkat lunak. Setelah 9 bulan berjalan dan menghabiskan berjuta-juta dolar, sistem akhirnya diluncurkan di mana setiap merek menampilkan rangkaian laporan yang serupa. Mulai dari volume penjualan, inventaris, biaya per unit, dan lainnya. Namun, masalahnya ada pada satuan pengukuran dan definisi produk yang berbeda-beda untuk setiap merek. Ada yang menggunakan pounds, kilogram, satuan unit per kaleng, dan lainnya.</p>



<p id="da2a">Sehingga, walaupun&nbsp;<em>software&nbsp;</em>berhasil diluncurkan, perusahaan masih memerlukan banyak perbaikan manual dan melakukan&nbsp;<em>coding&nbsp;</em>ulang. Pada akhirnya, meskipun telah mengeluarkan banyak biaya, proyek ini tidak begitu membawa banyak manfaat untuk perusahaan.</p>



<p id="5339">Pelajaran yang bisa diambil, sebagai Project Manager kamu harus melatih kemampuan “discovery” atau penemuan. Dalam kasus ini adalah “penemuan” akan kesadaran bahwa setiap merek memiliki satuan ukurnya masing-masing, sehingga tidak bisa disatukan begitu saja. Kamu juga perlu memiliki&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>negosiasi, kemampuan bereksperimen, dan kemampuan untuk menciptakan visi bersama agar seluruh tim yang terlibat memahami pentingnya langkah yang kamu rekomendasikan.</p>



<p id="4468"><strong>Pendekatan startup terhadap manajemen proyek</strong></p>



<p id="d3a9">Ada 4&nbsp;<em>tools</em>&nbsp;yang sangat penting untuk Project Manager, yaitu:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong><em>Project management canvas</em>:&nbsp;</strong>Dokumen satu halaman yang berisikan proposisi nilai proyek, siapa saja pemangku kepentingan, partner potensial, dan sumber daya yang dibutuhkan. Dengan begitu, kamu bisa melihat bagaimana setiap aspek saling berperan dan berhubungan, serta menemukan pertanyaan besar yang bisa kamu selesaikan di awal.</li>



<li><strong><em>Customer development process:</em></strong>&nbsp;Diskusikan kanvas proyek dengan&nbsp;<em>stakeholders&nbsp;</em>dan partner potensial untuk mengetahui bagaimana proyekmu dapat membantu mereka.</li>



<li><strong><em>Minimum viable project:</em>&nbsp;</strong>Lakukan eksperimen skala kecil untuk memperoleh hasil awal. Ini akan menjadi pembelajaranmu untuk kemudian dievaluasi dan diperbaiki.</li>



<li><strong>Strategi untuk&nbsp;<em>scale-up:</em>&nbsp;</strong>Setelah bereksperimen kecil, mulailah menuju implementasi proyek pada skala yang lebih luas.</li>
</ol>



<p id="7783">Dengan&nbsp;<em>tools-tools</em>&nbsp;ini, kamu bisa bergerak secara iteratif menuju&nbsp;<em>goals</em>&nbsp;proyekmu melalui tahapan penemuan, pembelajaran, percobaan, dan&nbsp;<em>scaling.</em></p>



<p id="a40f">Itulah alasan pentingnya memiliki pola pikir startup dalam mengemban tugas sebagai Project Manager. Semoga, tips-tips yang diberikan ini bisa mendukung proyekmu untuk jadi lebih sukses lagi. Semangat, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="d32c"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d47c"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="00c8"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-alasan-mengapa-project-manager-harus-berpikir-seperti-founder-startup/">Ini Alasan Mengapa Project Manager Harus Berpikir Seperti Founder Startup!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Menerapkan AI dalam Startup, Mulai dari mana?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ingin-menerapkan-ai-dalam-startup-mulai-dari-mana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 13:59:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Artificial Intelligence&#160;(AI) atau kecerdasan buatan, adalah teknologi baru yang transformatif. AI punya potensi dan peluang besar yang belum dapat kita bayangkan atau kuasai sepenuhnya. AI masih terus berkembang, dan startup yang mulai menggunakan AI punya peluang untuk lebih unggul dibandingkan mereka yang belgium menggunakannya. Sebagai&#160;founder&#160;dan anggota tim startup, bagaimana caranya bisa memanfaatkan AI? Apa yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-menerapkan-ai-dalam-startup-mulai-dari-mana/">Ingin Menerapkan AI dalam Startup, Mulai dari mana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="0ef6"><em>Artificial Intelligence&nbsp;</em>(AI) atau kecerdasan buatan, adalah teknologi baru yang transformatif. AI punya potensi dan peluang besar yang belum dapat kita bayangkan atau kuasai sepenuhnya. AI masih terus berkembang, dan startup yang mulai menggunakan AI punya peluang untuk lebih unggul dibandingkan mereka yang belgium menggunakannya.</p>



<p id="83f8">Sebagai&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>dan anggota tim startup, bagaimana caranya bisa memanfaatkan AI? Apa yang dapat kita yakini sebagai pondasi agar AI dapat dimanfaatkan dengan maksimal? Cari tahu jawabannya di artikel ini, yuk!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="cfd9"><strong>1. Meningkatkan rasa penasaran dan bereksperimen</strong></h2>



<p id="7156">Satu hal paling dasar yang dapat kamu coba adalah meningkatkan rasa penasaranmu akan teknologi AI. Cara terbaik untuk mempelajari adalah dengan menggunakannya. Jadi, banyaklah bereksperimen dalam menggunakan AI untuk menyelesaikan banyak hal.</p>



<p id="af04">Misalnya membuat pertanyaan wawancara, menulis memo, hingga mencari ide menggunakan Bing dan ChatGPT. Contoh lainnya adalah menggunakan Microsoft 365 Copilot untuk membuat&nbsp;<em>slide,&nbsp;</em>menemukan dan meringkas dokumen dengan topik yang sama, dan lain-lain. Semakin sering kamu menggunakan AI, maka akan lebih mudah untuk membayangkan bagaimana AI dapat digunakan oleh startupmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0e58"><strong>2. Memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas</strong></h2>



<p id="a9ea">Sekarang, kamu dapat membuat daftar pekerjaan yang sekiranya bisa dibantu oleh AI. Misalnya menyederhanakan tugas tertentu. Dikutip dari artikel Harvard Business Review, Copilot GitHub telah menulis 46% kode di repositorinya dan membantu&nbsp;<em>developer</em>&nbsp;membuat kode hingga 55% lebih cepat.</p>



<p id="14e0">Tentu saja&nbsp;<em>developer&nbsp;</em>dapat memanfaatkan banyak waktu ekstra untuk mengerjakan hal lainnya yang mungkin lebih mendesak. Bayangkan apa yang bisa dilakukan pengembang dengan waktu ekstra tersebut!</p>



<p id="2907">Contoh lainnya adalah alur kerja dan kegiatan yang sifatnya ‘berulang’ seperti penggajian, orientasi, atau&nbsp;<em>helpdesk&nbsp;</em>yang dapat disederhanakan dengan AI. Intinya, kamu dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bd2c"><strong>3. Mentransformasikan pengalaman</strong></h2>



<p id="8b02">AI berhasil memengaruhi cara bisnis bekerja dengan memberikan pengalaman yang lebih baik. Teknologi ini bisa mempercepat, menjadikan proses lebih efisien, atau benar-benar baru. Contoh sederhananya adalah teks prediktif di&nbsp;<em>smartphone,&nbsp;</em>penggunaan&nbsp;<em>chatbot,&nbsp;</em>hingga penelusuran yang disarankan ketika kamu menggunakan&nbsp;<em>search engine.</em></p>



<p id="66cc">Dikutip dari artikel Harvard Business Review, PwC menggunakan Azure OpenAI untuk memperluas dan membuat skala penawaran AI miliknya, sekaligus membantu klien di industri seperti asuransi atau layanan kesehatan untuk menata ulang bisnis mereka dengan memanfaatkan kekuatan AI generatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9347"><strong>4. Memprioritaskan keamanan dan AI yang bertanggung jawab</strong></h2>



<p id="967b">AI adalah teknologi yang masih terus berkembang. Maka, ia masih punya banyak ruang untuk bisa meningkatkan kemampuannya untuk membantu banyak orang. Di sisi lain, sekaligus meningkatkan risiko akan keamanan dan terjadinya hal buruk yang tidak diinginkan. Untuk itu, kita sebagai manusia perlu bisa menguasai dan mengelola risiko ini agar penggunaan AI dapat dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab.</p>



<p id="6e17">Menurut Harvard Business Review, keberhasilan inisiatif AI yang bertanggung jawab bergantung pada tiga hal. Pertama, dibutuhkan kepemimpinan yang berkomitmen dan terlibat. Kedua, perusahaan harus membangun model tata kelola yang inklusif dan pedoman yang dapat ditindaklanjuti. Terakhir, mereka juga harus berinvestasi pada AI yang bertanggung jawab dalam bentuk sistem rekayasa baru, inkubasi yang didorong oleh penelitian, dan pada orang-orang yang akan memastikan prinsip-prinsip AI yang bertanggung jawab dapat diterapkan.</p>



<p id="17aa">Seperti sebuah hal baru lainnya, saat pertama kali menggunakan AI, pasti akan muncul keraguan. Apakah teknologi ini benar-benar bisa mendukung startup, atau bahkan sebaliknya? Untuk itu, kamu perlu memikirkan strategi penerapan AI secara bertahap. Selain itu, cobalah merangkul ketangkasan dan perubahan, serta mempertahankan pola pikir belajar secara berkelanjutan. Tetap semangat dan semoga berhasil, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="a5b4"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="042e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="dacd"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----a7fceae49170--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-menerapkan-ai-dalam-startup-mulai-dari-mana/">Ingin Menerapkan AI dalam Startup, Mulai dari mana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadi Founder yang Tangguh dengan Membiasakan Hal Ini</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/jadi-founder-yang-tangguh-dengan-membiasakan-hal-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2023 13:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10189</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dunia startup yang dinamis memungkinkanmu untuk bermanuver secara cepat. Namun, sebelum berhasil melakukan segala sesuatu dengan cepat dan tepat, kamu perlu modal dengan membangun kebiasaan tertentu. Sebagai&#160;founder,&#160;kamu punya banyak peluang yang menanti. Agar bisa sukses, kamu perlu membiasakan diri terhadap beberapa hal, karena kesuksesan bukan sekadar keberuntungan atau kebetulan semata. Yuk, lakukan hal-hal di bawah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jadi-founder-yang-tangguh-dengan-membiasakan-hal-ini/">Jadi Founder yang Tangguh dengan Membiasakan Hal Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="daf4">Dunia startup yang dinamis memungkinkanmu untuk bermanuver secara cepat. Namun, sebelum berhasil melakukan segala sesuatu dengan cepat dan tepat, kamu perlu modal dengan membangun kebiasaan tertentu. Sebagai&nbsp;<em>founder,&nbsp;</em>kamu punya banyak peluang yang menanti. Agar bisa sukses, kamu perlu membiasakan diri terhadap beberapa hal, karena kesuksesan bukan sekadar keberuntungan atau kebetulan semata.</p>



<p id="5b43">Yuk, lakukan hal-hal di bawah ini secara konsisten dan jadikanlah kebiasaan. Dijamin deh, kamu akan merasakan dampak positifnya di kemudian hari.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5e76"><strong>1. Menyusun strategi dalam satu minggu ke depan</strong></h2>



<p id="fa34">Kamu perlu membiasakan diri dengan perencanaan, karena dalam bisnis, perencanaan adalah kunci. Oleh karena itu, pegang kendalimu dengan menyusun strategi selama satu minggu ke depan. Agar berhasil, kamu dapat membiasakan untuk menyisihkan waktu setiap akhir minggu untuk menguraikan tujuan, tugas, serta menetapkan prioritas.</p>



<p id="c1aa">Dengan melakukan perencanaan setiap akhir minggu, maka kamu akan meminimalisir risiko kekacauan ketika pengambilan keputusan di menit-menit terakhir. Tidak hanya itu, kamu juga berhasil memprioritaskan tujuanmu untuk fokus terhadap hal yang penting.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="a54b"><strong>2. ‘Jago’ merencanakan kegiatan menggunakan kalender</strong></h2>



<p id="82dc">Berkaitan dengan poin pertama, kamu dapat merencanakan tujuan, tugas, dan prioritas menggunakan kalender. Selalu perbarui jadwalmu agar kamu tahu mana yang harus disiapkan, dan mana yang bisa dikerjakan lain waktu. Kamu dapat menggabungkan pertemuan, tenggat waktu, atau prioritas menggunakan satu kalender yang sama. Ini akan sangat membantumu untuk mendapatkan&nbsp;<em>big picture&nbsp;</em>dari kegiatan secara menyeluruh. Mengalokasikan waktu secara bijak dan efisien adalah sebuah keterampilan yang patut untuk dilatih oleh para&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>startup. Kamu dapat memanfaatkan perencanaan menggunakan kalender secara digital atau cara konvensional, mana pun yang paling nyaman dan juga efektif untuk dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bcaf"><strong>3. Usahakan datang lebih awal</strong></h2>



<p id="1c3c">Kamu dapat mengupayakan untuk melakukan sesuatu serba lebih awal. Baik itu bangun lebih awal, datang ke tempat kerja lebih pagi, bertemu ke tempat pertemuan lebih cepat, dan lain-lain. Dengan begitu, kamu membiasakan diri untuk melatih disiplin, sekaligus menunjukkan rasa hormat terhadap waktu orang lain. Kamu juga secara tidak langsung menunjukkan karakter sebagai pebisnis yang tepat waktu dan disiplin. Melakukan segala sesuatu dengan ‘lebih awal’ memungkinkanmu untuk mengumpulkan ide, meninjau agenda kegiatan, hingga melakukan diskusi dengan jelas dan tidak terburu-buru.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c6be"><strong>4. Mengatur alarm</strong></h2>



<p id="b66e">Kamu dapat memanfaatkan alarm yang ada di&nbsp;<em>smartphone&nbsp;</em>untuk mempermudah hidup. Misalnya, kamu dapat menyalakan alarm atau notifikasi untuk kegiatan yang sudah direncanakan melalui kalender. Anggaplah ada pertemuan vendor di tanggal 10, maka kamu dapat memasang pengingat untuk meluangkan waktu sejenak mengumpulkan dokumen yang diperlukan pada tanggal 8.</p>



<p id="26a0">Menyalakan notifikasi atau alarm juga memberi sinyal kepada otak bahwa kamu perlu menyiapkan mental dan menyelaraskan diri dengan tujuan yang akan datang. Dampaknya bisa luar biasa, loh. Kamu akan merasa lebih percaya diri dan yakin untuk bisa mencapai tujuan dari setiap kegiatan yang akan dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="6c96"><strong>5. Mengembangkan jaringan</strong></h2>



<p id="1094">Sebagai <em>founder, </em>kamu perlu melebarkan sayap dengan mengembangkan jaringan secara profesional. Ketika berjejaring, prioritaskan untuk membangun hubungan penting dan bermakna daripada sekadar melakukan kegiatan formalitas untuk bertukar kartu nama. Salah satu caranya adalah dengan berusaha untuk memahami kebutuhan orang lain dan menawarkan bantuan dengan tulus. Jaringan yang kuat dapat membuka peluang lebih lebar untuk dapat menjalin kemitraan, kerja sama, serta wawasan penting yang berharga.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="3f54"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="201a"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="deeb"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----baa9ae006c23--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jadi-founder-yang-tangguh-dengan-membiasakan-hal-ini/">Jadi Founder yang Tangguh dengan Membiasakan Hal Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghindari Kegagalan Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/menghindari-kegagalan-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 13:42:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10178</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Dua pertiga dari startup tidak pernah menunjukkan keuntungan yang positif.” Pernyataan tersebut memang pahit dan mencengangkan, akan tetapi memang begitulah faktanya. Hal tersebut mendorong profesor kewirausahaan dan ahli ekonomi dari Harvard Business School bernama Tom Eisenmann untuk mencari tahu penyebabnya. Kabar baiknya, kesalahan awal yang umumnya dilakukan oleh startup yang gagal ternyata dapat dihindari dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menghindari-kegagalan-startup/">Menghindari Kegagalan Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="06b1">“Dua pertiga dari startup tidak pernah menunjukkan keuntungan yang positif.”</p>



<p id="d2c2">Pernyataan tersebut memang pahit dan mencengangkan, akan tetapi memang begitulah faktanya. Hal tersebut mendorong profesor kewirausahaan dan ahli ekonomi dari Harvard Business School bernama Tom Eisenmann untuk mencari tahu penyebabnya.</p>



<p id="2652">Kabar baiknya, kesalahan awal yang umumnya dilakukan oleh startup yang gagal ternyata dapat dihindari dengan mengikuti proses desain produk melalui tiga langkah yang terstruktur.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="86bc"><strong>1. Mendefinisikan masalah</strong></h2>



<p id="ee54">Mengerjakan dengan cepat tanpa terburu-buru itu perlu, karena menjadi tepat juga salah satu kunci, alih-alih mengandalkan kecepatan saja.</p>



<p id="a595">Berakar dari situ,<em>&nbsp;founder</em>&nbsp;perlu mendefinisikan masalah apa saja yang ada.&nbsp;<em>Founder</em>&nbsp;harus merangkul keberadaan masalah melalui&nbsp;<em>problem statement.</em>&nbsp;Dengan begitu, kamu akan lebih terarah untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan langkah yang tepat.</p>



<p id="bfed">Tidak perlu terburu-buru menyampaikan solusi atau menanyakan umpan balik pada pelanggan, jika masalahnya saja belum terdefinisikan dengan tepat. Fokuslah pada masalah pelanggan. Penting untuk mewawancarai calon pengguna awal dan calon pelanggan utama yang punya kecenderungan untuk membeli di kemudian hari. Keberhasilan akan bergantung pada daya tarik kedua kelompok, yang kebutuhannya mungkin berbeda. Maka dari itu,&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>perlu mengakomodasi kebutuhan tersebut ketika membuat&nbsp;<em>product roadmap.</em></p>



<p id="0c26">Selanjutnya,&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>juga perlu melakukan analisis persaingan, termasuk pengujian pengguna terhadap solusi yang ada agar berhasil memahami kekuatan dan kelemahan produk kompetitor. Startup juga dapat melakukan survei guna mengukur perilaku dan sikap pelanggan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9a92"><strong>2. Mengembangkan solusi</strong></h2>



<p id="f8e4">Setelah&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>melakukan survei dan mengidentifikasi segmen pelanggan prioritas, itu artinya kamu sudah sangat paham tentang kebutuhan mereka yang belum terpenuhi. Selanjutnya, kamu dapat berdiskusi tentang berbagai solusi yang dapat ditawarkan.</p>



<p id="39a2">Mulailah dengan membuat&nbsp;<em>prototype&nbsp;</em>berbagai konsep untuk mendapatkan umpan balik lewat sesi tatap muka dengan calon pelanggan. Lakukanlah uji coba dengan&nbsp;<em>prototype&nbsp;</em>tersebut dan ‘sempurnakanlah’ secara bertahap.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="53ac"><strong>3. Validasi terhadap solusi</strong></h2>



<p id="1a13">Untuk membuktikan apakah solusi tersebut sudah tepat, maka tim perlu melakukan validasi dengan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>MVP. Menguji MVP artinya menempatkan produk sebenarnya di tangan pelanggan secara nyata untuk melihat bagaimana respon mereka.</p>



<p id="b05c">Untuk menghindari pemborosan, MVP ‘palling baik’ adalah yang fidelitasnya rendah untuk mendapatkan umpan balik dengan objektif. MVP tidak memberikan fungsionalitas yang ‘tampak seperti’ atau ‘berfungsi seperti’ produk yang betul-betul sudah matang.</p>



<p id="e9cd">Keberhasilan dalam proses desain produk perlu perubahan pola pikir dari&nbsp;<em>founder.&nbsp;</em>Di awal, sudah jadi hal yang umum bila&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>punya asumsi terhadap masalah pelanggan yang akan mereka atasi.&nbsp;<em>Founder&nbsp;</em>sudah yakin dengan solusi yang akan ditawarkan. Namun, selama proses desain produk berjalan, penting bagi&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>untuk menghindari keterikatan emosional terhadap masalah dan solusi tertentu. Sebab,&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>harus mencoba untuk membuka pikiran terhadap kemungkinan lain yang akan terjadi. Di mana, proses tersebut akan mengungkapkan masalah yang lebih mendesak, atau solusi yang lebih tepat guna, dibandingkan dengan masalah dan solusi sebelumnya yang mungkin kamu tawarkan.</p>



<p id="41ba"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2c83"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b29f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----d11eefedad63--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menghindari-kegagalan-startup/">Menghindari Kegagalan Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Benarkah Caramu dalam Membuat Analisis SWOT?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/sudah-benarkah-caramu-dalam-membuat-analisis-swot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2022 09:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[SWOT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7323</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari itu Jumat. Jam sudah menunjukkan pukul 16.45, di mana sebentar lagi semua karyawan boleh pulang karena jam kerja usai. Namun, di detik menjelang berakhirnya jam kantor, kamu dan anggota tim dikejutkan dengan berita bahwa tetangga sebelah atau pesaing sengitmu mencapai puncak penjualannya dan mengungguli produkmu. Bubar sudah rencana akhir pekanmu. Itu karena sekarang yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/sudah-benarkah-caramu-dalam-membuat-analisis-swot/">Sudah Benarkah Caramu dalam Membuat Analisis SWOT?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hari itu Jumat. Jam sudah menunjukkan pukul 16.45, di mana sebentar lagi semua karyawan boleh pulang karena jam kerja usai. Namun, di detik menjelang berakhirnya jam kantor, kamu dan anggota tim dikejutkan dengan berita bahwa tetangga sebelah atau pesaing sengitmu mencapai puncak penjualannya dan mengungguli produkmu. Bubar sudah rencana akhir pekanmu. Itu karena sekarang yang muncul di pikiranmu hanyalah “bagaimana cara agar produkmu menang di pasar.” Lantas, bagaimana solusinya?</p>



<p>Ada banyak alat yang bisa digunakan sebagai pendukung untuk menganalisis pemasaran. Salah satunya adalah SWOT.</p>



<p>Kamu tidak asing dengan analisis ini? Atau sudah pernah menggunakannya?</p>



<p>Bagi yang belum familiar, SWOT adalah kependekan dari <em>Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat</em>. Ini melibatkan daftar yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang dihadapi oleh perusahaan, divisi, atau aspek lain. Nah, pertanyaannya: apakah kamu telah menyusun SWOT dengan urutan yang tepat?</p>



<p>Mari kita bahas lebih jauh lagi.</p>



<p>Pada umumnya, hasil analisis SWOT hampir selalu ditampilkan dengan tabel 2&#215;2, menggunakan satu dimensi yang mewakili faktor internal dan eksternal perusahaan, atau dimensi lain yang menggambarkan hal positif atau negatif. Contohnya seperti ini.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/800/0*3orHS6aVjt540eYm" alt="" width="770" height="826"/><figcaption>Sumber: liveplan.com</figcaption></figure>



<p>Yang perlu digarisbawahi, SWOT sebenarnya tidak dapat menjadi satu-satunya analisis yang dipakai karena SWOT merupakan daftar atau kategori dari faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan subjek yang dijadikan bahan evaluasi. Hasil dari penjabaran daftar atau kategori pada SWOT lebih cenderung termasuk wawasan atau <em>insight. </em>Jarang yang menampilkan solusi atau tindakan yang bisa dilakukan.</p>



<p><strong>Akan tetapi, SWOT bisa jadi alat yang tepat untuk menambah wawasan atau melakukan perencanaan apabila kamu mengubah cara penggunaannya. </strong>Pada umumnya, orang-orang terbiasa untuk mengerjakan secara urut. Yang pertama melakukan penjabaran tentang kekuatan (<em>Strength</em>), kelemahan (<em>Weakness</em>), peluang (<em>Opportunity</em>), dan yang terakhir adalah ancaman (<em>Threat</em>).&nbsp;</p>



<p>Apabila kamu menggunakan urutan seperti itu, pendekatan tersebut dirasa kurang efektif. Hal ini merujuk pada pengalaman Laurence Minsky dan David Aron dalam menjadi <em>coach</em> bagi berbagai jenama populer serta memiliki ribuan siswa. Mereka berdua menemukan bahwa cara mengidentifikasi faktor internal terlebih dahulu (kekuatan dan kelemahan), kemudian faktor eksternal (peluang dan ancaman), bukan cara yang tepat.</p>



<p><strong>Cara yang lebih tepat adalah dengan mengidentifikasi faktor eksternal terlebih dahulu, dilanjutkan dengan faktor internal. </strong>Mengapa pendekatan ini lebih disarankan?</p>



<p>Menurut Laurence Minsky dan David Aron dalam artikel yang dipublikasikan di <em>Harvard Business Review</em> menyebutkan, prioritas untuk fokus di faktor eksternal justru membuatmu berpikir lebih luas tentang faktor internal. Hal ini justru bisa mengurangi terjadinya bias. Maksudnya adalah, <strong>dengan meninjau faktor eksternal pertama kali, akan membantumu untuk mengungkap faktor internal yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya.</strong></p>



<p>Kemudian, kamu bisa mulai mendeskripsikan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi secara eksternal dan internal. Usahakan untuk menulis dengan jelas dan tidak terlalu subjektif dan menggunakan kalimat yang terlalu sederhana. Berikut adalah contoh yang kurang tepat: menulis “harga” atau “mesin” sebagai deskripsi dari faktor eksternal dan internal. Hal ini menimbulkan tanda tanya, seperti apa harga dan mesin yang bisa mempengaruhi faktor internal dan eksternal?</p>



<p>Jika memang faktor harga mempengaruhi, akan lebih tepat apabila penulisannya seperti ini: biaya harga produk lebih terjangkau daripada pesaing, atau perusahaan sanggup menjalankan beberapa strategi harga atau kampanye pemasaran.</p>



<p>Namun, tidak hanya cukup di situ saja, SWOT akan lebih sempurna apabila ditutup dengan adanya rekomendasi. Misalnya seperti ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Peluang: Promosi harga dapat dijalankan oleh perusahaan</p></blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Ancaman: Persaingan dapat menjatuhkan rencana-rencana yang sudah disusun oleh perusahaan</p></blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Kekuatan: Biaya produk lebih murah daripada kompetitor</p></blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Kelemahan: Karena sedang resesi ekonomi, orang-orang lebih pilih-pilih untuk belanja karena jumlah uang yang dimiliki terbatas</p></blockquote>



<p>Dari deskripsi tentang SWOT di atas, ada rekomendasi yang dapat dihasilkan, yakni:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Mengingat kondisi sedang resesi, kemampuan kami untuk melakukan penghematan biaya dibandingkan dengan kompetitor mengarah pada rekomendasi bahwa kami akan menurunkan harga jual.</p></blockquote>



<p>Untuk memudahkanmu dalam membuat rekomendasi, kamu bisa menggunakan <em>template </em>seperti:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>Mengingat kondisi (faktor eksternal)</strong>, <strong>kemampuan kami untuk (faktor internal) mengarah pada rekomendasi kami bahwa kami (rekomendasi).</strong></p></blockquote>



<p>Siap merumuskan SWOT dengan lebih baik? Mulai dengan urutan OTSW dan lengkapi dengan rekomendasi yang bisa dikembangkan secara menyeluruh, ya!</p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em> adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/sudah-benarkah-caramu-dalam-membuat-analisis-swot/">Sudah Benarkah Caramu dalam Membuat Analisis SWOT?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
