<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keuangan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/keuangan/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2024 11:04:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Keuangan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/keuangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Alasan Mengapa Pendapatan Startup Belum Sesuai Harapan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-alasan-mengapa-pendapatan-startup-belum-sesuai-harapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2024 10:59:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Revenue]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[startup digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10683</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi founder startup memang perjuangan yang tidak mudah, ya. Faktanya, mayoritas startup bisa bertahan hanya sekitar 2 tahun pertama, lalu gugur sebelum memasuki tahun kelima. Hanya ada 10% startup yang bisa bertahan menjadi perusahaan yang stabil. Tapi, bukan berarti kamu harus menyerah. Jika startupmu belum menunjukkan pendapatan yang baik, ada beberapa hal yang bisa kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-alasan-mengapa-pendapatan-startup-belum-sesuai-harapan/">5 Alasan Mengapa Pendapatan Startup Belum Sesuai Harapan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="4011">Menjadi founder startup memang perjuangan yang tidak mudah, ya. Faktanya, mayoritas startup bisa bertahan hanya sekitar 2 tahun pertama, lalu gugur sebelum memasuki tahun kelima. Hanya ada 10% startup yang bisa bertahan menjadi perusahaan yang stabil. Tapi, bukan berarti kamu harus menyerah. Jika startupmu belum menunjukkan pendapatan yang baik, ada beberapa hal yang bisa kamu evaluasi.</p>



<p id="677d">Dilansir dari foundr.com, artikel kali ini akan membahas 5 faktor yang perlu kamu perhatikan untuk membantumu meningkatkan pendapatan startup. Yuk, cermati dengan seksama!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="15c1"><strong>1. Tidak Ada&nbsp;<em>Product-Market Fit</em></strong></h3>



<p id="aa01">Banyak startup yang berfokus memberikan solusi menarik dibandingkan memberikan apa yang dibutuhkan pasar. Hasilnya, banyak pula yang tidak bisa bertahan. Ingatlah bahwa solusi menarik tidak selalu menghasilkan uang.</p>



<p id="79b4">Mari kita ambil contoh dari produk ‘Spectacles’ dari Snapchat. ‘Snapchat Spectacles’ adalah kacamata yang bisa merekam momen keseharian kita serta langsung terhubung dengan<em>&nbsp;smartphone</em>&nbsp;lewat aplikasi. ‘Spectacles’ memang produk yang terlihat unik dan keren, namun produk ini gagal menarik perhatian pasar. Selama ini, pengguna media sosial tidak kesulitan saat merekam video lewat&nbsp;<em>handphone.</em>&nbsp;Sehingga, mengapa harus mengeluarkan banyak uang untuk membeli ‘Spectacles’? Itulah kira-kira yang dipikirkan audiens.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="88f8"><strong>2. Ketatnya Persaingan Bisnis</strong></h3>



<p id="68fc">Persaingan bisnis akan selalu ada. Untuk itu, kamu perlu mental yang kuat serta ketangguhan untuk unggul dari kompetitor. Kamu bisa melakukan cara-cara berikut ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pivot produk untuk menyasar pasar yang tidak begitu kompetitif.</li>



<li>Identifikasi <em>Unique Selling Proposition</em> (USP) atau nilai produk yang tidak dimiliki kompetitor.</li>



<li><em>Upgrade</em> produkmu untuk mengalahkan produk pesaing.</li>
</ul>



<p id="f213">Jika pesaingmu adalah perusahaan-perusahaan besar, maka pikirkanlah poin-poin yang bisa kamu terapkan untuk memenangkan hati pelanggan. Misalnya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Fokus pada <em>niche </em>spesifik yang mungkin diabaikan oleh perusahaan besar.</li>



<li>Utamakan keunggulan produk lokal yang lebih relevan bagi target audiens di wilayahmu.</li>



<li>Berikan layanan pelanggan yang sangat responsif dan cepat untuk membangun loyalitas dan kepuasan pelanggan.</li>



<li>Bangun <em>branding</em> yang kuat untuk membedakanmu dari pesaing.</li>



<li>Membuat produk yang ramah lingkungan untuk menarik pelanggan yang peduli pada isu-isu keberlanjutan.</li>



<li>Tunjukkan komitmen startupmu terhadap kegiatan filantropi dan kontribusi sosial.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="e495"><strong>3.&nbsp;<em>Budget&nbsp;</em>Berlebihan untuk Iklan</strong></h3>



<p id="8d60">Banyak startup yang mengiklankan produk digital secara besar-besaran di berbagai kanal tanpa menganalisis mana iklan yang memilki&nbsp;<em>performance</em>&nbsp;baik dan mana yang tidak. Konsekuensinya, mereka harus menanggung biaya iklan yang membengkak tanpa pendapatan yang mengimbangi.</p>



<p id="6968">Jadi, lakukan analisis data pada setiap pemasangan iklan atau&nbsp;<em>ads</em>&nbsp;yang telah kamu lakukan. Lanjutkan iklan yang membuahkan hasil dan hentikan iklan yang hanya menguras<em>&nbsp;budget&nbsp;</em>perusahaan. Dengan rutin menganalisis hasil data, kamu pasti akan mengetahui audiens mana yang cocok dengan iklan dan produkmu. Kamu pun jadi memiliki target audiens yang lebih matang dan dapat memaksimalkan biaya akuisisi dengan efektif.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="cd02"><strong>4. Model Bisnis Tidak Sesuai</strong></h3>



<p id="d845">Bisa jadi bisnismu belum memperoleh keuntungan karena model bisnis yang belum sesuai. Merekonstruksi ulang model bisnis memang tidak mudah, tapi setidaknya kamu tidak perlu mengembangkan produk dari awal atau harus mencari&nbsp;<em>product-market fit&nbsp;</em>kembali. Lakukanlah hal-hal ini untuk membantumu mendapatkan model bisnis yang tepat:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Dapatkan perspektif baru dari rekan bisnis, sesama founder startup, atau konsultasi dengan mentor berpengalaman.</li>



<li>Identifikasi pro dan kontra bisnis model yang dimiliki oleh kompetitor.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="03f1"><strong>5. Masalah Harga</strong></h3>



<p id="32e2">Apakah harga produkmu terlalu murah hingga tidak bisa menutup biaya produksi? Atau, terlalu mahal hingga tidak bisa menarik banyak pelanggan? Coba deh, renungkan lagi kesesuaian harga produkmu. Temukanlah titik harga yang “pas” dengan mempertimbangkan harga pasar, biaya produksi, gaji karyawanmu, dan penghasilan rata-rata target audiens. Carilah cara untuk menambah nilai produkmu agar bisa menaikkan harga produk.</p>



<p id="70c5">Itulah 5 faktor yang membuat startupmu kesulitan menaikkan pendapatan. Kalau kamu ingin punya kesempatan berkonsultasi dengan mentor dari praktisi digital berpengalaman, jangan lupa untuk ikutan program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, ya! Semangat terus, founder!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="6964"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0002"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="0670"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----b61597da2998--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-alasan-mengapa-pendapatan-startup-belum-sesuai-harapan/">5 Alasan Mengapa Pendapatan Startup Belum Sesuai Harapan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudahkah Kamu Memahami Barrier to Entry pada Startupmu?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/sudahkah-kamu-memahami-barrier-to-entry-pada-startupmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 14:07:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat merintis startup, kita perlu mencari tahu apa saja yang dapat menjadi hambatan ketika akan masuk ke pasar. Dengan memahami hambatan yang masuk pada industri tertentu, kamu bisa bersikap lebih hati-hati dalam membuat strategi terbaik agar berhasil bersaing dengan startup dan perusahaan lain. Berkaitan dengan itu, kita akan membahas lebih lanjut tentang&#160;barrier to entry.&#160;Apa&#160;sih&#160;itu? Barrier [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/sudahkah-kamu-memahami-barrier-to-entry-pada-startupmu/">Sudahkah Kamu Memahami Barrier to Entry pada Startupmu?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="2fed">Saat merintis startup, kita perlu mencari tahu apa saja yang dapat menjadi hambatan ketika akan masuk ke pasar. Dengan memahami hambatan yang masuk pada industri tertentu, kamu bisa bersikap lebih hati-hati dalam membuat strategi terbaik agar berhasil bersaing dengan startup dan perusahaan lain. Berkaitan dengan itu, kita akan membahas lebih lanjut tentang&nbsp;<em>barrier to entry.&nbsp;</em>Apa&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;itu?</p>



<p id="5425"><em>Barrier to entry&nbsp;</em>adalah biaya tinggi atau hambatan yang menghalangi bisnis baru untuk masuk ke pasar dan bersaing dengan bisnis lain.</p>



<p id="c3a3">Pada umumnya, ada beberapa sumber dari&nbsp;<em>barrier to entry</em>, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Skala ekonomi</strong></li>
</ul>



<p id="050c">Perusahaan yang sudah mapan punya keunggulan biaya dibandingkan dengan perusahaan baru. Mereka bisa memperkecil biaya operasional karena volume produksi yang lebih tinggi sehingga membantu menjaga&nbsp;<em>fixed cost&nbsp;</em>tetap rendah.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Diferensiasi produk</strong></li>
</ul>



<p id="e602">Produk yang punya kekuatan di pasar umumnya berhasil mengkomunikasikan manfaatnya kepada target marketnya. Maka dari itu, pendatang baru akan lebih sulit untuk bisa menerobos pasar jika tidak punya strategi yang tepat.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Persyaratan modal</strong></li>
</ul>



<p id="5d88">Ini terdengar klasik, tetapi nyata adanya. Alasannya, persyaratan modal mengacu pada sumber daya keuangan yang diperlukan agar roda bisnis terus berputar.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Biaya peralihan</strong></li>
</ul>



<p id="198b">Biaya peralihan atau&nbsp;<em>switching cost&nbsp;</em>mengacu pada biaya satu kali yang harus dikeluarkan pembeli untuk beralih ke produk lain. Produk yang kamu tawarkan mungkin secara teknis merupakan solusi yang lebih baik, tetapi jika biaya untuk beralih terlalu tinggi, pelanggan sering kali akan tetap menggunakan solusi yang diberikan oleh perusahaan lain.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Akses terhadap saluran distribusi</strong></li>
</ul>



<p id="44e2">Saluran distribusi mengacu pada proses pengiriman produk atau logistik. Ini bisa jadi penghalang yang kuat untuk masuk ke pasar. Kamu perlu mencari tahu apakah saluran distribusinya terbuka, atau ada beberapa sumber yang mengendalikan semuanya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kerugian biaya tidak bergantung pada skala</strong></li>
</ul>



<p id="e6e9">Contohnya adalah perusahaan punya keunggulan yang tidak dapat ditiru oleh pesaing, seperti teknologi eksklusif.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kebijakan pemerintah</strong></li>
</ul>



<p id="1246">Pada umumnya, pemerintah sebagai regulator akan memegang kendali terhadap pasar. Contohnya adalah persyaratan perizinan dan dokumentasi lain yang diperlukan untuk memulai dan mengembangkan bisnis.</p>



<p id="c68d">Contoh dari&nbsp;<em>barrier to entry&nbsp;</em>adalah persyaratan pendidikan dan perizinan dari pemerintah. Misalnya, kamu ingin membuka jasa potong rambut&nbsp;<em>homecare&nbsp;</em>melalui aplikasi<em>,&nbsp;</em>maka kamu perlu mengeluarkan modal besar untuk berbagai sertifikasi atau izin membuka praktik layanan tertentu. Hal ini dapat menjadi&nbsp;<em>barrier to entry&nbsp;</em>bagi perusahaan baru yang mungkin tidak punya arus kas dalam jumlah besar.</p>



<p id="f975">Dari beberapa sumber <em>barrier to entry </em>di atas, menurutmu, apa saja yang menjadi penghalangmu untuk masuk ke pasar?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="1087"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="64fe"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="307c"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----bf7cd945e7f7--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/sudahkah-kamu-memahami-barrier-to-entry-pada-startupmu/">Sudahkah Kamu Memahami Barrier to Entry pada Startupmu?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Tips Mendasar tentang Keuangan untuk Founder</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/3-tips-mendasar-tentang-keuangan-untuk-founder/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 May 2023 01:13:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9078</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berdasarkan studi yang dilakukan oleh CB Insights pada tahun 2018, sebanyak 29% bisnis kecil gagal karena kehabisan uang tunai. Salah satu penyebabnya kemungkinan akibat manajemen uang yang buruk dari pemimpinnya. Meskipun semua orang tidak memiliki bakat dalam manajemen keuangan, setidaknya para pemimpin harus paham betul tentang dasar keuangan, agar bisnis dapat berjalan secara keberlanjutan dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-tips-mendasar-tentang-keuangan-untuk-founder/">3 Tips Mendasar tentang Keuangan untuk Founder</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="722b">Berdasarkan studi yang dilakukan oleh CB Insights pada tahun 2018, sebanyak 29% bisnis kecil gagal karena kehabisan uang tunai. Salah satu penyebabnya kemungkinan akibat manajemen uang yang buruk dari pemimpinnya. Meskipun semua orang tidak memiliki bakat dalam manajemen keuangan, setidaknya para pemimpin harus paham betul tentang dasar keuangan, agar bisnis dapat berjalan secara keberlanjutan dan terhindar dari risiko keuangan. Mari ketahui tentang 3 tips mendasar bagi founder tentang keuangan berikut ini.</p>



<p id="c609"><strong>1. Ketahui finansial mendasar</strong></p>



<p id="e3d6">Meskipun kamu bukanlah seorang&nbsp;<em>financial expert,&nbsp;</em>tetapi sebelum mencari orang yang tepat, kamu perlu mengetahui tentang dasar keuangan. Layaknya founder yang memang harus memahami seputar keuangan, nantinya kamu dapat menjelaskan pada orang lain yang bukan ahli keuangan. Jadi, setidaknya kamu punya pondasi ilmu keuangan sehingga kamu memahami jika nanti ada risiko atau masalah yang muncul di kemudian hari. Jangan sampai kamu mengalami risiko gagal bayar karena tidak mampu untuk melacak pengeluaran, pendapatan, upah, investasi, dan lainnya.</p>



<p id="e46b">Menurut “The Megaphone Of Main Street: Report on America’s Small Businesses” dari Score, 27 persen pengusaha yang disurvei mengatakan mencari layanan keuangan sangat penting untuk kesuksesan bisnis mereka. Meskipun mudah bagi founder untuk mengatur semuanya ketika bisnis masih dalam tahap awal, akan tetapi kamu perlu mengingat bahwa suatu saat bisnismu akan berkembang. Maka dari itu, penting sekali untuk memikirkan sistem keuangan yang&nbsp;<em>scalable,&nbsp;</em>seperti pendukung khusus dalam mengelola syarat, kontrak, tagihan, dan lain-lain.</p>



<p id="161b"><strong>2. Memikirkan tentang diri sendiri</strong></p>



<p id="8ac4">Founder perlu menentukan batasan, seberapa jauh kamu bisa terlibat dalam keuangan perusahaan. Misalnya, jika kamu punya kecenderungan untuk mengawasi aspek bisnis, kamu harus bersikap realistis tentang tingkat kemampuan atau dasar ilmu yang kamu miliki. Contohnya, jika perusahaan beralih untuk memutuskan menggunakan sistem akuntansi tunai ke akuntansi akrual, apakah kamu yakin tentang cara mengawasi dua set pembukuan atau memperkirakan laba tunai versus laba akrual? Banyak juga founder dan pengusaha yang memilih untuk menyewa profesional keuangan dengan pengalaman tinggi.</p>



<p id="e8d1"><strong>3. Ciptakan&nbsp;<em>checks and balances</em></strong></p>



<p id="7603">Startup harus terus tumbuh. Begitupun dengan sistem yang menyertainya, termasuk sistem keuangannya. Kamu perlu memiliki operasi keuangan yang solid. Semakin dini kamu melakukan analisis dan pemeriksaan terhadap keuangan, akan semakin sedikit redundansi serta risiko keuangan yang terjadi.</p>



<p id="8929">Misalnya, membuat aturan tentang meminta dua orang melihat cek apa pun yang memiliki nilai lebih dari $500. Selanjutnya, perlu persetujuan ganda untuk melakukan pembayaran besar dengan jumlah nominal tertentu.</p>



<p id="eb63">Pada intinya, founder bisa menjadi orang yang canggih dalam merealisasikan ide sehingga memperoleh pundi-pundi uang yang berlimpah. Namun, kamu tidak harus menjadi orang yang mengelolanya, sehingga kamu perlu memastikan ada orang yang dipercaya untuk mengelola sistemnya, dan kamu dapat dengan mudah melacak hasilnya secara&nbsp;<em>real time&nbsp;</em>dan akurat.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="7287"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="1066"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="fa01"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----adf3bfb6368d--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-tips-mendasar-tentang-keuangan-untuk-founder/">3 Tips Mendasar tentang Keuangan untuk Founder</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Profitabilitas vs Growth, Mana yang Lebih Penting?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/profitabilitas-vs-growth-mana-yang-lebih-penting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 06:29:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Business Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Growth]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8616</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembicaraan mengenai keuntungan dan pertumbuhan di startup sudah lama menjadi pembahasan yang cukup alot. Agar bisnis dapat terus&#160;survive,&#160;profitabilitas atau keuntungan dan pertumbuhan sangat penting bagi startup. Bagaimanapun, profitabilitas sangat penting untuk keberadaan perusahaan, sedangkan pertumbuhan juga punya peran besar untuk memainkan kelangsungan hidup jangka panjang. Dilansir dari bothsidesofthetable.com, supaya dapat tumbuh lebih cepat, bisnis membutuhkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/profitabilitas-vs-growth-mana-yang-lebih-penting/">Profitabilitas vs Growth, Mana yang Lebih Penting?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="a082">Pembicaraan mengenai keuntungan dan pertumbuhan di startup sudah lama menjadi pembahasan yang cukup alot. Agar bisnis dapat terus&nbsp;<em>survive,&nbsp;</em>profitabilitas atau keuntungan dan pertumbuhan sangat penting bagi startup. Bagaimanapun, profitabilitas sangat penting untuk keberadaan perusahaan, sedangkan pertumbuhan juga punya peran besar untuk memainkan kelangsungan hidup jangka panjang.</p>



<p id="8e64">Dilansir dari bothsidesofthetable.com, supaya dapat tumbuh lebih cepat, bisnis membutuhkan sumber daya hari ini untuk mendanai pertumbuhan yang mungkin tidak akan datang selama 6 bulan hingga satu tahun. Ini semua diwakili dengan staf penjualan.</p>



<p id="8f9e">Misalnya jika kamu mempekerjakan 6 perwakilan penjualan senior di bulan Januari dengan gaji 120 juta / tahun, maka kamu telah mengambil biaya tambahan 60 juta per bulan, namun staf penjualan ini mungkin tidak akan menutup bisnis baru selama 6 bulan. Profitabilitas kamu akan turun selama 2 kuartal sementara di sisi lain, pertumbuhanmu mungkin meningkat secara dramatis di kuartal 3–12. Dari ilustrasi ini, sudahkan kamu memahami perbedaan peran dari profitabilitas dan pertumbuhan?</p>



<p id="ed9c">Pada umumnya, 70–80% dari biaya sebagian besar startup adalah biaya gaji karyawan. Dengan kata lain, apabila perusahaan ada di fase tidak menguntungkan, ada peluang besar di mana mereka mengembangkan staf mereka di atas pendapatan yang diperoleh. Jika ternyata perusahaan tidak punya neraca yang kuat dan tidak dapat mempekerjakan lebih banyak orang, itu bukanlah suatu masalah. Namun konsekuensinya dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat, sehingga profitabilitas perlu lebih dikedepankan.</p>



<p id="deb9">Ketika mengevaluasi perusahaan, apa yang harus diprioritaskan, profitabilitas atau pertumbuhan? Perusahaan yang berkembang, seperti layaknya banyak startup mungkin belum bisa menghasilkan keuntungan. Di sisi lain, hal itu memberikan peluang investasi yang besar. Sedangkan kurangnya profitabilitas bisa menjadi peringatan bahwa ada sesuatu yang tidak ‘pas’ yang sedang terjadi di perusahaan.</p>



<p id="e716">Jadi, mana yang lebih penting?</p>



<p id="431f">Pertanyaan ini dapat dijawab dengan mempertimbangkan, “apa tujuanmu dalam perusahaan?”</p>



<p id="c894">Misalnya, apakah kamu berencana menjalankan bisnis yang lebih kecil dengan mempertahankan keuntungan yang sehat? Apakah kamu akan ‘menjual’ perusahaan dalam beberapa waktu mendatang? Apakah kamu ingin meningkatkan nilai jual di mata VC dan membangun perusahaan yang tumbuh lebih cepat?</p>



<p id="2198">Evaluasi hal-hal yang menjadi penentu tujuan perusahaanmu. Misalnya, jika kamu ingin meningkatkan nilai dan bekerjasama dengan VC, kamu perlu mempertimbangkan ulang bahwa sering kali investor punya kecenderungan untuk memedulikan pertumbuhan daripada keuntungan. Bagaimana pun VC tidak akan pernah mendanai perusahaan yang pertumbuhannya lambat.</p>



<p id="39cd">Berbicara mengenai pendapatan, ada satu hal menarik yang perlu didalami lebih lanjut. Perhatikanlah ‘kualitas’ pendapatan. Apakah kamu menjual satu atau beberapa lini produk?</p>



<p id="c466">Apakah 20% pelanggan menghasilkan 80% pendapatan?</p>



<p id="e049">Atau apakah 3 pelanggan yang melakukan pembelian terbesar mewakili 80% pendapatan?</p>



<p id="b49d">Hal di atas dinamakan konsentrasi pendapatan. Semakin terkonsentrasi pendapatan perusahaanmu, maka risiko penurunan pendapatan di masa depan akan semakin tinggi.</p>



<p id="b8cb">Kemudian, bagaimana cara menyeimbangkan profitabilitas dan pertumbuhan bagi startup?</p>



<p id="493b">Dilansir dari usechalkboard.com, baik profitabilitas dan pertumbuhan sangat bergantung pada faktor-faktor seperti:</p>



<p id="1b70">-Produk atau layanan</p>



<p id="c077">-Pasar tempat bisnismu berada</p>



<p id="2f94">-Apakah kamu termasuk pemain pertama</p>



<p id="ba25">-Model bisnis</p>



<p id="dabe">-Biaya akuisisi pelanggan</p>



<p id="2a7f">-Pendapatan per pelanggan</p>



<p id="14f9">-Arus kas</p>



<p id="56ce">Berdasarkan faktor tersebut, kamu dapat mengambil langkah berikut untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan profitabilitas:</p>



<p id="f766">-Pastikan bahwa kamu memiliki cukup uang tunai untuk mengelola pengeluaran selama enam bulan.</p>



<p id="64f5">-Mengurangi penjualan atau siklus konversi tunai.</p>



<p id="c5ee">-Investasi dalam pertumbuhan seharusnya hanya terjadi setelah kamu melampaui target keuntungan.</p>



<p id="f4e7">-Bersedia mengubah produk atau layanan dan harganya untuk mendapatkan kecocokan pasar yang tepat.</p>



<p id="d980">-Pahami nilai setiap pelanggan dan fokus pada mereka yang memberimu pendapatan maksimum.</p>



<p id="a7db">-Fokus pada retensi pelanggan dan dorong pelanggan yang sudah ada untuk merujuk pelanggan baru.</p>



<p id="399b">Kesimpulannya, memilih antara kedua hal di atas kembali lagi kepada tujuan perusahaanmu. Namun, jangan lupakan untuk terus mengedepankan kemampuan dalam menyesuaikan strategi saat realita di pasar mulai berubah secara cepat, tidak semata memilih antara profitabilitas atau pertumbuhan saja.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="108f"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b7c2"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="48d9"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/profitabilitas-vs-growth-mana-yang-lebih-penting/">Profitabilitas vs Growth, Mana yang Lebih Penting?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mengatur Pricing pada MVP yang Akan Rilis?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengatur-pricing-pada-mvp-yang-akan-rilis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 06:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[MVP]]></category>
		<category><![CDATA[Pricing Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8610</guid>

					<description><![CDATA[<p>dan tentu saja momen pertama yang ‘cukup menegangkan’. Startup harus mendapatkan harga yang tepat ketika akan meluncurkan MVP, atau produk akan ‘mati’ ketika diluncurkan. Tantangannya, tidak ada aturan baku dalam menentukan harga produk baru. Tidak ada jawaban presisi yang mengajarkan bagaimana perusahaan bisa masuk ke pasar baru dengan sukses dan pelanggan memperoleh nilai dari produk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengatur-pricing-pada-mvp-yang-akan-rilis/">Bagaimana Mengatur Pricing pada MVP yang Akan Rilis?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="0527">dan tentu saja momen pertama yang ‘cukup menegangkan’. Startup harus mendapatkan harga yang tepat ketika akan meluncurkan MVP, atau produk akan ‘mati’ ketika diluncurkan. Tantangannya, tidak ada aturan baku dalam menentukan harga produk baru.</p>



<p id="9cad">Tidak ada jawaban presisi yang mengajarkan bagaimana perusahaan bisa masuk ke pasar baru dengan sukses dan pelanggan memperoleh nilai dari produk yang ditawarkan. Namun jangan khawatir, beberapa penjelasan di bawah ini dapat menjadi wawasan bagimu ketika akan meluncurkan MVP. Terutama saat menentukan&nbsp;<em>pricing&nbsp;</em>yang tepat, yang dikutip dari jproco.medium.com.</p>



<p id="3cc5"><strong>Tidak perlu takut membebankan biaya</strong></p>



<p id="a88d">Jika kamu merasa tidak nyaman membebankan biaya dalam jumlah penuh ketika produk muncul setelah MVP, itu artinya kamu belum siap merilis MVP. Jadi, jangan paksa untuk sesegera mungkin merilisnya tanpa persiapan yang matang.</p>



<p id="1a08">Gambarannya seperti ini, ketika MVP telah rilis, maka semua beban dianggap ditimpakan pada produsen produk, dengan sesedikit mungkin dibebankan kepada konsumen produk. Untuk itu, agar pelanggan tetap mendapatkan nilai yang mereka harapkan, kamu dapat menjalankan uji coba dengan MVP dan membebankan harga diskon untuk sementara waktu. Beri penjelasan bahwa diskon hanya tersedia selama durasi program uji coba dan setelah itu akan diterbitkan dengan harga ‘penuh’.</p>



<p id="c452"><strong>Gunakan trik psikologis dengan memanfaatkan harga penetrasi</strong></p>



<p id="5aeb">Bagaimanapun, di dunia ini tidak ada yang gratis. Ada penukar dari kata ‘gratis’. Sebagai contoh, kamu tetap harus membayar jumlah minimal Rp100 Ribu untuk bisa mendapatkan&nbsp;<em>cashback&nbsp;</em>Rp20 Ribu. Gratis tidak semata-mata gratis, karena kamu tetap harus membutuhkan kuota internet untuk memproses&nbsp;<em>cashback&nbsp;</em>melalui aplikasi. Sampai di sini, mungkin kamu sudah lebih memahami apa konteks dari ‘tidak ada yang gratis di dunia ini.’</p>



<p id="2175">Hal serupa sama seperti barang digital. Jika kamu ingin memberikan MVP secara gratis, kamu hanya boleh melakukannya sebagai program promosi. Misalnya promo harus dibatasi, untuk jenis pelanggan tertentu, untuk waktu yang singkat, dan hanya sampai kuantitas tertentu.</p>



<p id="813f">Ada hal-hal yang ‘tidak tampak’ yang perlu dibebankan dari kata ‘MVP yang gratis’. Misalnya data dari kontak pengguna dan umpan balik.</p>



<p id="caed">Jika startup punya strategi merebut pangsa pasar, kamu bisa memanfaatkan dalam penetapan harga&nbsp;<em>penetration pricing</em>. Contohnya adalah menagih pelanggan $1 untuk produk seharga $15, atau $10 untuk produk seharga $100. Kelihatannya memang ‘rugi’. Tapi, penetrasi harga memainkan beberapa hal penting.</p>



<p id="4881">Pertama, kamu mendapatkan data kontak pengguna dan informasi pembayaran yang berharga.</p>



<p id="2d56">Kedua, ini membuat trik psikologis di mata pengguna agar tidak ‘menyia-nyiakan produk’ karena mereka telah mengeluarkan sejumlah uang untuk itu. Sebab, ada kecenderungan untuk menyia-nyiakan apa yang telah kita dapatkan secara gratis. Contoh jika kamu mendapatkan tiket gratis ke konser musik, mungkin bisa dengan mudah kamu tidak menghadirinya jika memang tidak ingin datang.</p>



<p id="ec3e">Beda halnya jika kamu memberi ‘beban sedikit’ dalam bentuk harga kepada pengguna, maka mereka akan memberi perhatian yang layak untuk produk yang kamu ciptakan, dan tidak menyia-nyiakan karena mendapat produk ‘gratisan’.</p>



<p id="6f63"><strong>Jangan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>terhadap harga produk, namun lakukan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>pada harga diskon</strong></p>



<p id="0763">Melakukan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>seperti A/B&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>pada harga produk rasanya tidak etis. Itu dapat berakibat pada pelanggan yang kecewa (jika mereka mengetahuinya). Jika ingin melakukan&nbsp;<em>testing,&nbsp;</em>lakukanlah pada harga diskon. Atau mungkin kamu dapat menguji produk dengan titik harga yang dipilih, dan dipasarkan dengan segmen yang cukup besar untuk memberikan perbandingan hasil yang signifikan. Pada intinya, kamu dapat melakukan cara apapun asalkan etis, tidak membuat kesal pelanggan, dan kamu mendapatkan data yang valid dari hasil&nbsp;<em>testing.&nbsp;</em>Misalnya ketika kamu mulai mencari tahu tingkat konversi pada beberapa titik harga, sebut saja $1, $5, $20, dan mulai terlihat adanya penolakan, maka kamu akan lebih memahami di titik mana pelanggan menemukan nilai dari produkmu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="0954"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="eb83"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b74e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengatur-pricing-pada-mvp-yang-akan-rilis/">Bagaimana Mengatur Pricing pada MVP yang Akan Rilis?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Burn Rate dan Batas Terbaiknya untuk Startupmu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengenal-burn-rate-dan-batas-terbaiknya-untuk-startupmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2022 06:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Burn Rate]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8512</guid>

					<description><![CDATA[<p>Founders, modal dan keuangan merupakan hal penting dalam membangun&#160;startup. Untuk memulai suatu perusahaan, tentu kamu harus tahu tingkat “burn rate” yang dapat ditoleransi perusahaanmu apabila dana tersebut hilang setiap bulan, terutama jika kebutuhannya untuk investasi (gaji para staf serta sarana dan prasarana). Oleh karena itu, berikut ini 1000s berikan informasi mengenai&#160;burn rate&#160;serta tips untuk mengetahui [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-burn-rate-dan-batas-terbaiknya-untuk-startupmu/">Mengenal Burn Rate dan Batas Terbaiknya untuk Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="bdcf"><em>Founders</em>, modal dan keuangan merupakan hal penting dalam membangun&nbsp;<em>startup</em>. Untuk memulai suatu perusahaan, tentu kamu harus tahu tingkat “<em>burn rate</em>” yang dapat ditoleransi perusahaanmu apabila dana tersebut hilang setiap bulan, terutama jika kebutuhannya untuk investasi (gaji para staf serta sarana dan prasarana).</p>



<p id="364b">Oleh karena itu, berikut ini 1000s berikan informasi mengenai&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;serta tips untuk mengetahui batasannya bagi&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu.</p>



<p id="597c"><strong>Pembakaran Kotor vs. Pembakaran Bersih</strong></p>



<p id="d8dc"><em>Burn rate&nbsp;</em>merupakan jumlah uang yang kamu bakar setiap bulan.&nbsp;<em>Burn rate&nbsp;</em>terbagi menjadi pembakaran kotor dan pembakaran bersih. Pembakaran kotor merupakan basis biaya kamu, sedangkan pembakaran bersih merupakan tingkat perbedaan antara pendapatan dengan biaya kamu. Penting untuk mengetahui<em>&nbsp;burn rate</em>&nbsp;adalah untuk sampai kepada perhitungan cepat mengenai berapa bulan modal yang kamu miliki sebelum kamu kehabisan modal tersebut. Biasanya investor menanyakan&nbsp;<em>burn</em>&nbsp;<em>rate&nbsp;</em>yang mengacu ke pembakaran bersih.</p>



<p id="7239"><strong>Pertumbuhan vs. Profitabilitas</strong></p>



<p id="f280">Perusahaan yang meningkatkan pendapatan dengan cepat dan dengan margin kotor yang tinggi sering kali harus menginvestasikan modal sebanyak mungkin dalam pertumbuhan yang dapat mereka kelola secara bertanggung jawab. Karena ketika kamu menemukan sebuah produk atau pasar yang sesuai dan perusahaan kamu tumbuh pada skala yang sangat cepat, kamu ingin merebut pangsa pasar tersebut sebelum persaingan dimulai. Beberapa tujuan berinvestasi seperti di bidang teknik (untuk mempertahankan keunggulan produk Anda), kantor atau lokasi baru (untuk menangkap pasar sebelum yang lain), serta pemasaran (untuk menarik perhatian konsumen sebelum orang lain melakukannya), aktivitas tersebut kebanyakan menghabiskan modal sebelum pendapatan mereka menghasilkan.</p>



<p id="4dee"><strong>Ketersediaan Modal</strong></p>



<p id="2ae3">Yang terpenting,&nbsp;<em>value creation</em>&nbsp;kamu harus setidaknya 3x jumlah modal yang kamu bakar atau kamu akan menyia-nyiakan nilai investor. Apabila memiliki hubungan yang kuat dengan investor, memiliki neraca yang kuat (banyak modal), memiliki bisnis yang tumbuh dengan baik, atau kinerja kamu sangat kuat, kamu tentu yakin dapat menaikkan modal lebih mudah dan mentolerir tingkat pembakaran yang tinggi. Hal tersebut juga bergantung dengan kepercayaan investor, sehingga semakin banyak kamu membakar, semakin tinggi&nbsp;<em>leverage investor</em>&nbsp;yang relatif terhadap kamu jika mulai kehabisan modal dan tidak memiliki pilihan.</p>



<p id="33e2"><strong>Penilaian</strong></p>



<p id="23b7">Kamu harus selalu memperhatikan keadaan pribadi dan kondisi pasar karena tidak ada jumlah&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;yang “tepat”. Berikut ini merupakan beberapa panduannya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Perhatikan baik-baik&nbsp;<em>runway&nbsp;</em>kamu</li>



<li>Pahami bagaimana utang usaha dapat memperpendek proyeksi kamu</li>



<li>Jika Pra-VC perhatikan bahwa di masa-masa sulit, modal dapat lebih lama dikumpulkan</li>



<li>Jika kamu telah meningkatkan VC, pastikan kamu juga memiliki komunikasi terbuka mengenai pendanaan serta rencanakan dengan VC tentang&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;yang tepat</li>
</ul>



<p id="7dc2">Itulah beberapa hal mengenai<em> burn rate </em>dan batasan nilai yang dapat kamu terapkan di <em>startup</em>-mu. Sebagai <em>founder</em>, kamu harus serba bisa dan tidak hanya memperhatikan satu divisi saja. Memperhatikan keuangan, <em>runway</em>, dan kas perusahaanmu merupakan hal terpenting yang bisa kamu lakukan untuk memperpanjang umur usahamu. Jangan menyerah untuk terus belajar, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="bb7b"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="08f2"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="0b88"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-burn-rate-dan-batas-terbaiknya-untuk-startupmu/">Mengenal Burn Rate dan Batas Terbaiknya untuk Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Strategi Finansial dalam Proses Pendanaan Startup Tahap Awal</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/pentingnya-strategi-finansial-dalam-proses-pendanaan-startup-tahap-awal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2022 06:20:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Ignition]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8311</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika startup sedang dirintis, modal kerap kali menjadi sebuah hal yang jika tidak diantisipasi dengan cermat, dapat menjadi batu sandungan. Permasalahan terkait pendanaan harus dipikirkan secara matang mulai dari awal startup berdiri, bahkan ketika startup baru mengeluarkan ide-ide briliannya. Tapi, apa saja sekiranya hal yang perlu dipersiapkan oleh pendiri startup terkait dengan pendanaan? Upaya apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pentingnya-strategi-finansial-dalam-proses-pendanaan-startup-tahap-awal/">Pentingnya Strategi Finansial dalam Proses Pendanaan Startup Tahap Awal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="01dc">Ketika startup sedang dirintis, modal kerap kali menjadi sebuah hal yang jika tidak diantisipasi dengan cermat, dapat menjadi batu sandungan. Permasalahan terkait pendanaan harus dipikirkan secara matang mulai dari awal startup berdiri, bahkan ketika startup baru mengeluarkan ide-ide briliannya. Tapi, apa saja sekiranya hal yang perlu dipersiapkan oleh pendiri startup terkait dengan pendanaan? Upaya apa yang dilakukan startup agar memperoleh pendanaan?</p>



<p id="dac2">Bekerja sama dengan GoTo Financial dalam Breakout Session di Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, acara ini dibawakan oleh moderator Rechelle Rumawas, Public Policy &amp; Government Relation GoTo Financial. Hadir sebagai pembicara yaitu Putri Rusli, Head of Merchant Partnership &amp; Brand Strategy GoTo Financial, dan Dea Deviana, Head of Online Payments Strategy Midtrans.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="1000 x GoTo Financial: Pentingnya Strategi Finansial dalam Proses Pendanaan Startup Tahap Awal" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/2LqM0JfN0ac?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>1000 x GoTo Financial: Pentingnya Strategi Finansial dalam Proses Pendanaan Startup Tahap Awal<br></figcaption></figure>



<p id="4e1b">Artikel di bawah ini merangkum diskusi hangat mereka yang bisa kamu baca di sini:</p>



<p id="1c12"><em>Bootstrapping</em>&nbsp;atau sistem pendanaan yang mengandalkan kekuatan internal dari pendiri, umumnya kerap dilakukan oleh startup yang ada di fase awal. Misalnya mengandalkan dana dari pribadi, hingga meminta bantuan dari teman dekat atau keluarga. Namun, seiring skala pertumbuhan perusahaan yang semakin besar, tentu tidak bisa hanya mengandalkan sistem&nbsp;<em>bootstrapping</em>. Pendiri perlu mencari bantuan dari pihak eksternal terkait pendanaan agar bisnis bisa&nbsp;<em>sustainable</em>. Kemudian, apa saja hal atau&nbsp;<em>resource&nbsp;</em>yang perlu disiapkan ketika akan melakukan pendanaan?</p>



<p id="3b3a">Sebelum melangkah jauh ke sana, mari fokus terlebih dahulu pada tahap&nbsp;<em>bootstrapping</em>. Di tahapan ini, startup pada umumnya belum bisa menghasilkan pendapatan. Sebab,&nbsp;<em>bootstrapping</em>&nbsp;identik dengan startup yang masih ada dalam fase&nbsp;<em>ideation</em>&nbsp;atau tahap mengumpulkan dan mewujudkan ide. Setelah<em>&nbsp;ideation</em>&nbsp;selesai, akan ada momen di mana&nbsp;<em>traction&nbsp;</em>mulai terlihat dan semakin meningkat, yang menandakan bahwa ada potensi&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang perlu digali lebih dalam. Kesimpulannya, pendanaan baru bisa diraih pada tahap&nbsp;<em>seed</em>, yakni ketika&nbsp;<em>traction&nbsp;</em>dirasa ‘cukup mumpuni’ dan startup telah mendapatkan&nbsp;<em>revenue.</em></p>



<p id="72e1">Untuk itu, jika startupmu masih ada dalam tahap&nbsp;<em>ideation</em>, kamu harus mencari strategi untuk menaikkan&nbsp;<em>traction</em>&nbsp;dan memperoleh&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;untuk bisa mendapatkan&nbsp;<em>seed funding</em>. Dari&nbsp;<em>seed funding</em>, startup bisa terus ‘naik level’ untuk mendapatkan pendanaan series A, B, hingga C, tentunya apabila perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari segi&nbsp;<em>revenue</em>,&nbsp;<em>user</em>, dan pengukuran lainnya, hingga valid secara&nbsp;<em>business model</em>.</p>



<p id="6c96">Sejalan dengan upaya pendiri untuk bisa meningkatkan&nbsp;<em>growth</em>, startup harus rutin dan disiplin untuk menerapkan perilaku keuangan perusahaan yang sehat. Contohnya dengan melakukan pencatatan&nbsp;<em>cash flow</em>&nbsp;hingga proyeksi&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;agar dapat menempuh target&nbsp;<em>growth&nbsp;</em>yang diharapkan. Selain itu, startup perlu untuk menjalin komunikasi yang baik dengan&nbsp;<em>financial partner&nbsp;</em>yang memiliki visi dan misi yang selaras. Hal ini dilakukan agar saat tiba waktunya pendanaan, startup dapat bekerja sama dengan&nbsp;<em>financial partner</em>&nbsp;dan mencapai tujuan keuangan yang diharapkan.</p>



<p id="eb02">Lalu, kapan waktu yang tepat bagi startup untuk dapat mempersiapkan strategi keuangan? Jawabannya adalah secepat mungkin. Bahkan saat startup masih punya ‘ide’ saja, pendiri harus mulai memikirkan bagaimana pengelolaan keuangan startup nantinya.</p>



<p id="51b5">Karena, pendiri tentu saja ingin punya bisnis yang berkelanjutan, tidak bergantung pada keberadaan&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;atau sokongan dana dari pihak luar. Bisnis dengan ide cemerlang serta dapat menyelesaikan masalah pengguna tidaklah cukup. Perlu dipikirkan sejak awal bagaimana caranya agar roda keuangan bisnis tetap berputar dan bisnis terus tumbuh.</p>



<p id="4475">Berbicara tentang ide menarik serta dapat menyelesaikan masalah pengguna, kedua faktor tersebut memang menjadi daya tarik bagi investor. Namun tidak hanya itu, investor ternyata mempertimbangkan tentang, ‘Bagaimana cara menyelesaikan masalahnya? Apakah caranya sulit atau mudah? Atau dengan kata lain,&nbsp;<em>user experience&nbsp;</em>seperti apa yang ingin kita suguhkan pada pengguna?’</p>



<p id="9bf9">Jangan lupa ketika sampai pada tahap&nbsp;<em>payment</em>, startup harus memberikan pengalaman yang menyenangkan. Proses transaksi tidak boleh rumit dan menyulitkan, karena pengguna otomatis akan mundur dan tidak tertarik lagi untuk menggunakan produk tersebut. Dan yang paling jelas, investor pasti akan mencari&nbsp;<em>return</em>&nbsp;pada setiap dana yang digelontorkan untuk berjalannya startup. Maka pastikan bahwa memang startupmu layak untuk mendapatkan pendanaan dengan menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkaca pada data.</p>



<p id="4518">Kamu ingin #RintisSolusiDigital dan membuat startup, namun masih bingung harus mulai dari mana? Mari rintis startupmu bersama mentor dan praktisi digital dengan bergabung di Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Cari tahu lebih lanjut dengan mengunduh aplikasinya sekarang di Play Store dan App Store atau kunjungi&nbsp;<a href="http://1000startupdigital.id/aplikasi" rel="noreferrer noopener" target="_blank">http://1000startupdigital.id/aplikasi</a></p>



<p id="d6e4">Buka dan telusuri aplikasi #1000StartupDigital untuk terus&nbsp;<em>update&nbsp;</em>dan ikuti programnya sekarang, yuk!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="354c"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0f1e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="29d8"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pentingnya-strategi-finansial-dalam-proses-pendanaan-startup-tahap-awal/">Pentingnya Strategi Finansial dalam Proses Pendanaan Startup Tahap Awal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Evolusi Dompet Digital untuk Transaksi Masa Depan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/evolusi-dompet-digital-untuk-transaksi-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2022 06:11:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Dompet Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8304</guid>

					<description><![CDATA[<p>Munculnya dompet digital bagai angin segar di industri keuangan, khususnya&#160;financial technology&#160;(fintech). Dengan fungsi&#160;e-wallet&#160;saat ini, kira-kira seperti apa inovasi yang akan muncul dan melengkapi fungsi dompet digital di masa depan? Kali ini dalam Breakout Session di Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, kami bekerja sama dengan DANA untuk berdiskusi seputar dompet digital melalui tema ‘Evolusi Dompet [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/evolusi-dompet-digital-untuk-transaksi-masa-depan/">Evolusi Dompet Digital untuk Transaksi Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="526b">Munculnya dompet digital bagai angin segar di industri keuangan, khususnya&nbsp;<em>financial technology</em>&nbsp;(<em>fintech</em>). Dengan fungsi&nbsp;<em>e-wallet</em>&nbsp;saat ini, kira-kira seperti apa inovasi yang akan muncul dan melengkapi fungsi dompet digital di masa depan?</p>



<p id="cbca">Kali ini dalam Breakout Session di Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, kami bekerja sama dengan DANA untuk berdiskusi seputar dompet digital melalui tema ‘Evolusi Dompet Digital untuk Transaksi Masa Depan’. Acara ini dibawakan oleh moderator Reancy Triashari sebagai Government Relation Lead DANA dan menghadirkan pembicara Ivan Kusuma, Head of Investment &amp; Insurance DANA dan Erwin Utama, Business Venture Head DANA.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="1000 x DANA: Evolusi Dompet Digital untuk Transaksi Masa Depan" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/5dQFYYG-S1w?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>1000 x DANA: Evolusi Dompet Digital untuk Transaksi Masa Depan</figcaption></figure>



<p id="be97">Artikel di bawah ini merangkum diskusi hangat mereka yang bisa kamu baca di sini:</p>



<p id="b027">Indonesia punya potensi besar dalam industri&nbsp;<em>e-wallet</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>financial technology</em>&nbsp;(<em>fintech</em>) pada tahun ini. Mengapa? Karena peluangnya terbuka lebar dilihat dari jumlah populasi penduduk Indonesia yang menempati peringkat empat di dunia, yakni sekitar 210 juta. Di mana sekitar 69% dari populasi tersebut diisi oleh masyarakat dengan usia produktif. Artinya, negara kita tidak hanya menang dari segi kuantitas, namun juga kualitas. Ini menunjukkan bahwa bonus demografi nyata adanya dan berdampak sebagai ‘modal besar’ untuk para pelaku industri.</p>



<p id="a1a4">Dengan jumlah populasi sebanyak itu, persentase penetrasi internet sebesar 70%. Artinya mayoritas masyarakat Indonesia sudah melek digital, dengan 199 juta orang pengguna&nbsp;<em>smartphone.&nbsp;</em>Meskipun negara kita menang dari segi populasi, namun tantangan akan selalu ada. Literasi keuangan (dihitung menggunakan&nbsp;<em>financial inclusion rate</em>) negara Indonesia tergolong masih rendah, yaitu hanya 75%, lebih rendah dibandingkan negara lain di ASEAN seperti Malaysia dan Singapura.</p>



<p id="81c2">Alasannya karena masyarakat masih terbiasa melakukan pembayaran menggunakan uang tunai atau disebut dengan&nbsp;<em>cash.&nbsp;</em>Padahal, pembayaran menggunakan&nbsp;<em>cash&nbsp;</em>akan selalu mengeluarkan&nbsp;<em>operational cost</em>&nbsp;dibandingkan dengan pembayaran&nbsp;<em>cashless.&nbsp;</em>Dari segi keamanan dan kepraktisan, melakukan pembayaran secara&nbsp;<em>cashless&nbsp;</em>jauh lebih unggul dibandingkan pembayaran menggunakan&nbsp;<em>cash.&nbsp;</em>Untuk itulah, masyarakat perlu lebih ditingkatkan kesadarannya akan pemanfaatan atau penggunaan dompet digital (<em>e-wallet</em>) yang mendukung pembayaran secara&nbsp;<em>cashless.</em></p>



<p id="0984">Didukung dengan momen pandemi yang ternyata justru punya dampak positif bagi industri&nbsp;<em>fintech,&nbsp;</em>masyarakat lebih banyak yang memanfaatkan pembayaran secara&nbsp;<em>cashless.&nbsp;</em>Alasannya tentu saja karena menjaga jarak dan mengurangi kontak fisik sehingga akan lebih aman jika melakukan pembayaran menggunakan nontunai. Perilaku masyarakat akan penggunaan uang nontunai ini menjadi kebiasaan baru akibat dari pandemi COVID-19. Kehadiran dompet digital atau&nbsp;<em>e-wallet&nbsp;</em>memberi kemudahan bagi kegiatan masyarakat sehari-hari.</p>



<p id="11d2"><em>E-wallet</em>&nbsp;menawarkan produk dan layanan keuangan ke pengguna, dengan menargetkan populasi&nbsp;<em>unbanked</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>underbanked</em>&nbsp;yang masih merasa kesulitan untuk mengakses layanan keuangan. Istilah&nbsp;<em>unbanked</em>&nbsp;adalah individu yang sudah cukup umur namun tidak memiliki rekening bank. Sedangkan&nbsp;<em>underbanked</em>&nbsp;adalah individu yang sudah memiliki akses layanan keuangan namun masih sangat sederhana, misalnya hanya tabungan. Untuk itu, masyarakat yang tergolong pada target tersebut harus diberikan edukasi atau&nbsp;<em>awareness.&nbsp;</em>Tujuannya agar mereka memahami bahwa&nbsp;<em>e-wallet</em>&nbsp;hadir untuk membantu pengguna membuat keputusan penting dalam mengelola keuangan pribadinya.</p>



<p id="0d93">Utilisasi penggunaan&nbsp;<em>e-wallet&nbsp;</em>kini sudah sangat luas, bukan hanya untuk transfer saja. Namun bisa untuk membayar tagihan listrik, air, telepon, dan tagihan-lainnya. Selain itu,&nbsp;<em>e-wallet</em>&nbsp;juga dapat dimanfaatkan untuk menikmati layanan lainnya seperti asuransi dan investasi.</p>



<p id="6923">Harapannya&nbsp;<em>e-wallet&nbsp;</em>dapat semakin berkembang dan berevolusi menjadi&nbsp;<em>smart wallet,&nbsp;</em>yang dapat menyimpan&nbsp;<em>personal ID</em>&nbsp;seperti KTP, SIM,&nbsp;<em>cryptocurrency,&nbsp;</em>bahkan NFT&nbsp;<em>assets</em>. Tidak hanya itu saja, masih ada potensi besar lain di masa depan yang dapat dimanfaatkan oleh dompet digital, misalnya pengembangan terhadap IoT (<em>Internet of Things</em>),<em>&nbsp;blockchain technology</em>, AI (<em>Artificial Intelligence</em>), hingga metaverse. Karena,&nbsp;<em>financial technology</em>&nbsp;akan terus berevolusi dengan sangat cepat, menghadirkan berbagai inovasi yang dapat digunakan oleh pengguna.</p>



<p id="d467">Kamu ingin #RintisSolusiDigital dan membuat startup, namun masih bingung harus mulai dari mana? Mari rintis startupmu bersama mentor dan praktisi digital dengan bergabung di Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Cari tahu lebih lanjut dengan mengunduh aplikasinya sekarang di Play Store dan App Store atau kunjungi&nbsp;<a href="http://1000startupdigital.id/aplikasi" rel="noreferrer noopener" target="_blank">http://1000startupdigital.id/aplikasi</a></p>



<p id="fc37">Buka dan telusuri aplikasi #1000StartupDigital untuk terus <em>update </em>dan ikuti programnya sekarang, yuk!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="e4af"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0e82"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="a2b3"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/evolusi-dompet-digital-untuk-transaksi-masa-depan/">Evolusi Dompet Digital untuk Transaksi Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hindari Gagal Menangani Revenue, Begini Caranya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/hindari-gagal-menangani-revenue-begini-caranya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelumnya, 1000s telah mengulas mengenai&#160;runway&#160;dan&#160;revenue&#160;pada&#160;startup. Dana dalam sebuah&#160;startup&#160;adalah sebuah roda yang menggerakkan ide luar biasamu untuk tetap hidup. Ada banyak jebakan dalam menjadi seorang&#160;founder, terutama ketika terdapat peluang yang menggiurkan dan berlabel ‘beneficial&#160;untuk&#160;startupmu’. Hati-hati akan jebakan&#160;feel-good task&#160;ini, sebab dengan&#160;cost&#160;yang besar, belum tentu dampaknya pun besar dan berkelanjutan bagi&#160;startup&#160;kamu. Ada beberapa kesalahan yang biasanya terjadi saat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hindari-gagal-menangani-revenue-begini-caranya/">Hindari Gagal Menangani Revenue, Begini Caranya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="bf55">Sebelumnya, 1000s telah mengulas mengenai&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;pada&nbsp;<em>startup</em>. Dana dalam sebuah&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;adalah sebuah roda yang menggerakkan ide luar biasamu untuk tetap hidup. Ada banyak jebakan dalam menjadi seorang&nbsp;<em>founder</em>, terutama ketika terdapat peluang yang menggiurkan dan berlabel ‘<em>beneficial</em>&nbsp;untuk&nbsp;<em>startup</em>mu’. Hati-hati akan jebakan&nbsp;<em>feel-good task</em>&nbsp;ini, sebab dengan&nbsp;<em>cost&nbsp;</em>yang besar, belum tentu dampaknya pun besar dan berkelanjutan bagi&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu.</p>



<p id="40aa">Ada beberapa kesalahan yang biasanya terjadi saat kamu menangani&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;perusahaanmu sebagai seorang&nbsp;<em>founder</em>. Kamu bisa menyimaknya di sini, dan mencari tahu cara menanganinya juga.</p>



<p id="ac73"><strong>Tak Bisa Membedakan Menghasilkan&nbsp;<em>Revenue</em>&nbsp;dan Mencari Dana</strong></p>



<p id="50f0">Ide besar terkadang membutuhkan dana yang besar juga. Ini tidak terjadi dalam semalam. Setiap orang memiliki aliran dana dan peta bisnis yang berbeda, jadi jangan terpaku dari situ. Membuat&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;dan mencari dana merupakan hal yang harus kamu perhatikan dengan sangat ketat, dan tidak bisa diperlakukan seperti sihir yang bisa terjadi dalam semalam.</p>



<p id="d490">Hal yang harus diingat adalah:&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;dan dana merupakan dua hal yang berbeda. Dana yang kamu miliki bisa kamu dapatkan dari investor, sementara&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;adalah pendapatan kotor dari produk atau jasa yang kamu jual. Maka sebelum mulai mendapatkan&nbsp;<em>revenue,&nbsp;</em>ada dana yang kamu butuhkan untuk membangun&nbsp;<em>startup</em>mu.</p>



<p id="17b0">Saran dari Joe Procopio, seorang entrepreneur dan coach, adalah membagi-bagi dana yang ada menjadi bagian-bagian kecil, dan menggunakan sebagian kecil dana tersebut sampai mendapatkan&nbsp;<em>revenue</em>, sehingga kamu terhindar dari dana boros yang berlebih.</p>



<p id="25b7"><strong>Membangun Perusahaan Sebelum Mematangkan Produk</strong></p>



<p id="51d9">Penting untuk mematangkan produk sebelum mendirikan perusahaan atau membuat PT, apalagi untuk perizinan sebuah PT butuh dana yang cukup besar. Memiliki prestise dan bentuk fisik yang menandakan bahwa perusahaanmu ‘hidup’ memang menyenangkan, namun hindari berfokus pada pengeluaran-pengeluaran ini sebelum produkmu matang dan siap jual:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em>Website</em>&nbsp;atau kehadiran di media sosial</li><li>Logo atau statatmen&nbsp;<em>brand</em></li><li>Jajaran direksi,&nbsp;<em>advisor</em>&nbsp;atau manajemen</li><li>Perencanaan finansial berskala besar.</li><li>Kantor yang besar, baju perusahaan, atau&nbsp;<em>merchandise</em>.</li></ul>



<p id="e0b6">Bukannya startup tidak boleh memiliki hal-hal ini. Tetapi bagaimana dinamisnya pendapatan awal harus diperhatikan dengan saksama, dan penting juga untuk memikirkan tujuan sebenarnya dari keberadaan hal-hal di atas. Contoh umum dari jebakan ini adalah membangun aplikasi web yang luar biasa dan kemudian menyadari semua hal yang benar-benar dibutuhkan&nbsp;<em>end user</em>&nbsp;hanyalah tiga atau empat klik dari aplikasi yang lebih sederhana.</p>



<p id="b5bf"><strong>Membentuk dan Mempekerjakan sebuah Tim sebelum Mematangkan Produk</strong></p>



<p id="a5cb">Menjalankan startup memang sulit bila dilakukan sendiri. Tetapi untuk kesehatan mental kamu sebagai&nbsp;<em>founder</em>, serta untuk integritas visimu, masuk akal untuk mencapai sejauh mungkin pendapatan kamu dengan tim yang ada dan secukupnya saja.</p>



<p id="2922">Kamu mungkin bukan ahli di bidang&nbsp;<em>coding</em>, tetapi ada sejumlah alat SaaS yang dapat membawa kamu menuju ke MVP yang kamu harapkan. Contoh lainnnya, kamu mungkin bukan ahli keuangan, tetapi kebanyakan dari kita dapat memanfaatkan fungsi dari&nbsp;<em>software-software</em>&nbsp;spreadsheet di tahap-tahap awal perusahaanmu.</p>



<p id="6d1e">Bila kamu pun masih ragu, kamu pun perlu mengingat bahwa sebagai&nbsp;<em>founder</em>, memang sebaiknya kamu bisa menguasai banyak hal untuk mengawasi kemajuan&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu ke depannya meski telah memiliki&nbsp;<em>staff</em>&nbsp;sekalipun. Bahkan bisa saja kamu tidak memiliki sentuhan ajaib di dunia penjualan, tetapi jika idemu cukup bagus, mungkin saja orang yang tepat untuk menyampaikannya ke tangan pelanggan pertamamu.</p>



<p id="39bb">Dalam merintis&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;di tahap awal, hematlah pengeluaranmu sebaik mungkin dengan dana seefisien mungkin, terutama bila kamu memulai dengan&nbsp;<em>bootstraping</em>. Demi&nbsp;<em>runway startup</em>&nbsp;yang lebih panjang, kamu harus cermat dalam mengawasi danamu. Semangat, ya!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hindari-gagal-menangani-revenue-begini-caranya/">Hindari Gagal Menangani Revenue, Begini Caranya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tepis Kebuntuan, Ini Cara Baru Mencari Aliran Dana Startupmu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tepis-kebuntuan-ini-cara-baru-mencari-aliran-dana-startupmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2022 08:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Dana]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelumnya, 1000s menyarankan kamu untuk&#160;membaca peluang bisnis dan keadaan pasar saat ini. Pada awal hingga pertengahan pandemi COVID-19, banyak usaha yang gulung tikar akibat kondisi yang mencekik dan ketiadaan aliran dana. Maka dari itu, kamu harus memahami pentingnya aliran dana untuk meneruskan usahamu. Setiap usaha punya sumber dan cara mencari aliran dana yang berbeda-beda. Namun, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tepis-kebuntuan-ini-cara-baru-mencari-aliran-dana-startupmu/">Tepis Kebuntuan, Ini Cara Baru Mencari Aliran Dana Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="1953">Sebelumnya, 1000s menyarankan kamu untuk&nbsp;<a href="https://1000startupdigital.id/5-cara-sukseskan-strategi-bisnismu/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">membaca peluang bisnis dan keadaan pasar saat ini</a>. Pada awal hingga pertengahan pandemi COVID-19, banyak usaha yang gulung tikar akibat kondisi yang mencekik dan ketiadaan aliran dana. Maka dari itu, kamu harus memahami pentingnya aliran dana untuk meneruskan usahamu.</p>



<p id="dd89">Setiap usaha punya sumber dan cara mencari aliran dana yang berbeda-beda. Namun, ketika cara lamamu sudah mandek, kamu perlu inspirasi seputar aliran dana demi mensukseskan usahamu. Mau tahu apa saja yang bisa kamu coba?</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="559a"><strong>Cari ‘Kebocoran’ dalam Aliran Danamu</strong></h3>



<p id="a297">Melalui bukunya, Hugh Macfarlane mengenalkan istilah&nbsp;<em>leaky funnel</em>. Menurut Kasey Kaplan, setiap bisnis pasti mempunyai aliran dana bocor yang bisa ditambal. Pastikan kebocoran tersebut berbasis data, sehingga kamu tidak kebingungan dan membuang waktu melakukan ‘solusi’ yang tidak dibutuhkan perusahaanmu.</p>



<p id="31af">Solusi mendasar yang bisa kamu lakukan adalah fokus pada peningkatan penjualan, dan jangkau lagi para pelanggan lama yang sudah familiar dengan produkmu. Sebagai&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;pun kamu harus semakin&nbsp;<em>up-to date</em>&nbsp;dengan perkembangan&nbsp;<em>digital marketing</em>&nbsp;dan menggunakan&nbsp;<em>digital tools</em>&nbsp;semaksimal mungkin, sesuai dengan tren dan algoritma yang ada.</p>



<p id="7bed">Kebocoran-kebocoran yang kamu tambal ini pun sebaiknya tidak dicari berdasarkan asumsi, melainkan harus sesuai data. Jika sebagai&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;kamu belum menaruh perhatian pada data-data finansial yang dipegang oleh divisi&nbsp;<em>finance</em>mu, sebaiknya lakukanlah mulai dari sekarang.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b868"><strong>Fleksibel dalam Memodifikasi Model Bisnis</strong></h3>



<p id="ae5d">Dalam masa-masa genting seperti pandemi COVID-19, dibutuhkan kreativitas dan kecepatan dalam memahami&nbsp;<em>demand</em>&nbsp;masyarakat nasional, bahkan global. Karenanya,&nbsp;<em>fixed mindset</em>&nbsp;bukanlah sebuah pilihan yang tepat. Anthony Russo menekankan bahwa kamu tidak harus melakukan perubahan yang ekstrim pada model bisnismu. Berjalanlah pada lajur yang berbeda, namun tetap pada rute yang sama. Ambil contoh, selama masa pandemi,&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;<em>edutech</em>&nbsp;bisa memfokuskan penjualan mereka kepada kursus&nbsp;<em>online</em>&nbsp;dibanding menyalurkan guru les&nbsp;<em>freelance</em>&nbsp;yang datang ke rumah siswa.</p>



<p id="8b20">Intinya, kenali dengan cermat model bisnismu, dan lakukan&nbsp;<em>pivoting</em>&nbsp;sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada masa ini. Kesempatan tidak datang dua kali, maka manfaatkanlah setiap peluang yang ada untuk memperbaiki&nbsp;<em>cash flow</em>&nbsp;perusahaanmu. Terbukalah terhadap berbagai masukan dari&nbsp;<em>co-founder</em>, investor,&nbsp;<em>advisor</em>, maupun&nbsp;<em>staff</em>mu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="830f"><strong>Berikan&nbsp;<em>Added Value&nbsp;</em>dan Promo dalam Bisnismu</strong></h3>



<p id="953d">Untuk meningkatkan aliran pendapatan baru dalam bisnis, tentu kamu juga butuh meyakinkan pembeli baru maupun pembeli lama kamu bahwa produkmu layak dilirik. Pada masa pandemi, kebutuhan masyarakat pun berubah; kebutuhan&nbsp;<em>hand sanitizer</em>&nbsp;dan masker bertambah, kontak dengan pemberi jasa yang datang ke rumah dikurangi, dan&nbsp;<em>online delivery</em>&nbsp;meningkat. Jika produkmu dianggap tersier oleh masyarakat pada situasi tertentu, maka sudah saatnya bagi kamu untuk memberikan&nbsp;<em>added value</em>&nbsp;pada produkmu!</p>



<p id="7e48">Contohnya, jika produkmu adalah sebuah kosmetik, berikanlah&nbsp;<em>added value</em>&nbsp;berupa formulasi yang dapat melindungi kulit dari sinar UV, atau sesimpel memberikan&nbsp;<em>sponge</em>&nbsp;atau aplikator gratis bagi pembelimu dalam satu&nbsp;<em>bundle</em>.</p>



<p id="01b1">Kamu juga bisa meningkatkan penjualan dengan memberikan promo maupun&nbsp;<em>best deal bundle</em>. Jika promo dirasa memberatkan penjualanmu, maka gunakanlah&nbsp;<em>bundling</em>&nbsp;promo untuk memancing pembeli. Hal ini juga meningkatkan pengalaman mereka akan varian lain yang kamu jual, sehingga varian lain dari produk yang kamu jual lebih banyak dikenal.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="78b0"><strong>Berorientasi pada Pelanggan</strong></h3>



<p id="928b">Selain investasi, pembelian dari&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;adalah pendapatan utamamu. Maka dari itu, kenali dengan dalam kebutuhan dan masukan dari&nbsp;<em>customer</em>mu. Gunakan media sosial perusahaanmu sebaik mungkin, pancing dengan CTA yang membuat mereka nyaman untuk memberikan masukan dan evaluasi di kolom komentar, dan pertimbangkan masukan-masukan tersebut sebagai ide baru untuk menyesuaikan&nbsp;<em>demand</em>&nbsp;masyarakat saat ini. Hal ini bisa dilakukan semua orang, baik usahamu B2B maupun B2C. Cukup sesuaikan strategi di atas dengan cara komunikasi yang paling cocok dengan klienmu.</p>



<p id="a665">Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan media sosial bisnismu secara maksimal dengan memilih KOL yang tepat dengan&nbsp;<em>target market</em>mu. KOL tidak harus selalu figur yang viral, namun bisa juga seorang figur yang sangat berpengaruh opini dan kegiatannya dalam pangsa pasarmu (seperti KOL yang memang&nbsp;<em>reviewer</em>&nbsp;<em>gadget</em>&nbsp;ataupun aktivis lingkungan).</p>



<p id="a948">Terdapat banyak tantangan menuju profit, namun dengan teknik yang baik dan keterbukaan pikiran akan hal-hal baru yang bisa kamu pelajari dari banyak sumber, kamu pasti bisa melewati masa-masa sulit bisnismu. Jangan menyerah, ya!</p>



<p class="has-text-align-center" id="9a06">. . .</p>



<p id="6dbf"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b8f4"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="7e80"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tepis-kebuntuan-ini-cara-baru-mencari-aliran-dana-startupmu/">Tepis Kebuntuan, Ini Cara Baru Mencari Aliran Dana Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
