fbpx

3 Tips Mendasar tentang Keuangan untuk Founder

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh CB Insights pada tahun 2018, sebanyak 29% bisnis kecil gagal karena kehabisan uang tunai. Salah satu penyebabnya kemungkinan akibat manajemen uang yang buruk dari pemimpinnya. Meskipun semua orang tidak memiliki bakat dalam manajemen keuangan, setidaknya para pemimpin harus paham betul tentang dasar keuangan, agar bisnis dapat berjalan secara keberlanjutan dan terhindar dari risiko keuangan. Mari ketahui tentang 3 tips mendasar bagi founder tentang keuangan berikut ini.

1. Ketahui finansial mendasar

Meskipun kamu bukanlah seorang financial expert, tetapi sebelum mencari orang yang tepat, kamu perlu mengetahui tentang dasar keuangan. Layaknya founder yang memang harus memahami seputar keuangan, nantinya kamu dapat menjelaskan pada orang lain yang bukan ahli keuangan. Jadi, setidaknya kamu punya pondasi ilmu keuangan sehingga kamu memahami jika nanti ada risiko atau masalah yang muncul di kemudian hari. Jangan sampai kamu mengalami risiko gagal bayar karena tidak mampu untuk melacak pengeluaran, pendapatan, upah, investasi, dan lainnya.

Menurut “The Megaphone Of Main Street: Report on America’s Small Businesses” dari Score, 27 persen pengusaha yang disurvei mengatakan mencari layanan keuangan sangat penting untuk kesuksesan bisnis mereka. Meskipun mudah bagi founder untuk mengatur semuanya ketika bisnis masih dalam tahap awal, akan tetapi kamu perlu mengingat bahwa suatu saat bisnismu akan berkembang. Maka dari itu, penting sekali untuk memikirkan sistem keuangan yang scalable, seperti pendukung khusus dalam mengelola syarat, kontrak, tagihan, dan lain-lain.

2. Memikirkan tentang diri sendiri

Founder perlu menentukan batasan, seberapa jauh kamu bisa terlibat dalam keuangan perusahaan. Misalnya, jika kamu punya kecenderungan untuk mengawasi aspek bisnis, kamu harus bersikap realistis tentang tingkat kemampuan atau dasar ilmu yang kamu miliki. Contohnya, jika perusahaan beralih untuk memutuskan menggunakan sistem akuntansi tunai ke akuntansi akrual, apakah kamu yakin tentang cara mengawasi dua set pembukuan atau memperkirakan laba tunai versus laba akrual? Banyak juga founder dan pengusaha yang memilih untuk menyewa profesional keuangan dengan pengalaman tinggi.

3. Ciptakan checks and balances

Startup harus terus tumbuh. Begitupun dengan sistem yang menyertainya, termasuk sistem keuangannya. Kamu perlu memiliki operasi keuangan yang solid. Semakin dini kamu melakukan analisis dan pemeriksaan terhadap keuangan, akan semakin sedikit redundansi serta risiko keuangan yang terjadi.

Misalnya, membuat aturan tentang meminta dua orang melihat cek apa pun yang memiliki nilai lebih dari $500. Selanjutnya, perlu persetujuan ganda untuk melakukan pembayaran besar dengan jumlah nominal tertentu.

Pada intinya, founder bisa menjadi orang yang canggih dalam merealisasikan ide sehingga memperoleh pundi-pundi uang yang berlimpah. Namun, kamu tidak harus menjadi orang yang mengelolanya, sehingga kamu perlu memastikan ada orang yang dipercaya untuk mengelola sistemnya, dan kamu dapat dengan mudah melacak hasilnya secara real time dan akurat.

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini