<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pitch Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/pitch/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/pitch/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Nov 2022 04:23:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Pitch Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/pitch/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jangan Sepelekan Poin Penting Ini agar Demo Day-mu Berhasil</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/jangan-sepelekan-poin-penting-ini-agar-demo-day-mu-berhasil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2022 04:22:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Demo Day]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu&#160;demo day&#160;telah tiba. Akhirnya momen ini datang juga setelah penantianmu yang cukup lama. Menerjemahkan ide hingga merealisasikan menjadi sebuah produk yang siap untuk ditawarkan. Jadi, apa saja yang harus dipersiapkan? Yang pertama dan perlu dipahami, ingatlah bahwa jangan sampai terkecoh oleh produkmu sendiri. Maksudnya bagaimana? Sebagai pembuat produk, pastilah kamu memahami tentang seluk beluk dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jangan-sepelekan-poin-penting-ini-agar-demo-day-mu-berhasil/">Jangan Sepelekan Poin Penting Ini agar Demo Day-mu Berhasil</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="7ee2">Waktu&nbsp;<em>demo day&nbsp;</em>telah tiba. Akhirnya momen ini datang juga setelah penantianmu yang cukup lama. Menerjemahkan ide hingga merealisasikan menjadi sebuah produk yang siap untuk ditawarkan. Jadi, apa saja yang harus dipersiapkan?</p>



<p id="5b71">Yang pertama dan perlu dipahami, ingatlah bahwa jangan sampai terkecoh oleh produkmu sendiri. Maksudnya bagaimana? Sebagai pembuat produk, pastilah kamu memahami tentang seluk beluk dan menguasai tentang produkmu. Namun, kamu perlu bersikap hati-hati. Pasalnya, kamu punya peluang untuk membuat pelangganmu bosan karena lebih fokus untuk menunjukkan semua hal, yakni setiap detail produk kepada pelanggan.</p>



<p id="cf6d">Jadi, daripada kamu mengingat setiap hal terkecil tentang produkmu, akan lebih baik jika bersiap untuk memikirkan sekiranya pertanyaan apa saja yang akan masuk ketika&nbsp;<em>demo day&nbsp;</em>nanti. Jika kamu dapat menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kamu akan lebih mudah menguasai demo karena memiliki pengetahuan secara holistik.</p>



<p id="51fb">Selanjutnya, kamu perlu menampilkan sikap terbuka terhadap siapa pun yang kamu ajak bicara. Berikut adalah contoh kalimat yang tepat dan dikutip dari review.firstround.com ketika akan mengajukan pertanyaan kepada audiens. “Saya akan memulai percakapan hari ini dengan meluangkan waktu hanya lima menit untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu. Tujuannya agar saya dapat memahami fitur mana yang paling penting bagimu.”</p>



<p id="eeac">Membatasi waktu ketika presentasi ini sangat penting. Jadi jangan sampai kamu melewatkan hal ini karena kamu tidak ingin untuk melewatkan kesempatan dalam mendapatkan fokus pelanggan. Dengan mengatakan, ‘meluangkan waktu lima menit.’ kamu akan membuat audiens untuk mengikuti arahanmu dan tidak bisa diinterupsi.</p>



<p id="34f2">Beralih ke bagian selanjutnya. Ada satu cara yang efektif ketika kamu sedang mempresentasikan produk di hari demo. Ucapkan perkataan yang audiens dapat membayangkannya secara jelas. Dan apabila memungkinkan, ajak audiens untuk membayangkan seperti apa kehidupan mereka apabila terbantu menggunakan produk atau layanan yang kamu tawarkan. Kemudian, tatkala mereka memikirkannya, kamu dapat menunjukkan kepada mereka mengapa alasan mereka sudah benar. Kamu dapat menceritakan mengapa segalanya menjadi lebih baik apabila mereka dapat menggunakan produkmu.</p>



<p id="f5fd">Contoh nyata datang dari sepatu Nike. “Bagaimana Michael Jordan memulai revolusi sepatu kets?” Jika kamu melihat iklan sepatu Air Jordans, maka alasannya menjadi jelas bahwa orang-orang membeli sepatu mereka bukan karena produknya yang baik. Mereka membelinya karena mereka ingin bisa menjadi seperti Michael Jordan. Pembeli dapat melihat visi tentang apa yang mereka inginkan, serta apa yang mereka yakini dapat mereka capai. Hal ini diungkapkan oleh Robert Falcone dalam artikel yang dipublikasikan oleh review.firstround.com.</p>



<p id="d667">Selanjutnya, jangan lupa untuk menunjukkan fitur yang dapat membantu pelangganmu memahami apa saja yang mereka butuhkan sehingga kamu berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. Pelajari cara mereka berkomunikasi sehingga kamu dapat memahami maksud, tujuan, serta apa saja yang mereka butuhkan.</p>



<p id="610b">Demo yang tepat lebih menjurus kepada percakapan tentang produkmu sebagai latar belakang. Jadi, akan lebih baik apabila kamu meluangkan sesi tanya jawab dengan proporsi yang tinggi ketika demo. Tujuannya tentu untuk mendapatkan umpan balik atau pendapat yang penting dari audiens. Untuk mengawalinya, kamu dapat memberikan pertanyaan terbuka. Harapannya agar audiens memiliki pendapat dan mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.</p>



<p id="2574">Kemudian, sebisa mungkin untuk mengalihkan pertanyaan yang tidak menjual aspek produkmu. Upayakan untuk tetap fokus dalam menjawab berbagai pertanyaan yang masuk dari calon pelanggan. Apabila kamu ternyata mengalami kesulitan ketika menjawab, jurus terbaik adalah dengan memberikan pertanyaan tanggapan. Sebagai contoh, kamu dapat menindaklanjuti apa yang mereka tanyakan dengan pertanyaanmu sendiri. Kamu dapat menimbang, sebenarnya apa motif mereka menanyakan hal tersebut. Apakah mereka benar-benar tidak memahami? Atau mereka memikirkan bahwa pesaing menawarkan hal yang lebih baik?</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="d498"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="34a9"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="f071"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jangan-sepelekan-poin-penting-ini-agar-demo-day-mu-berhasil/">Jangan Sepelekan Poin Penting Ini agar Demo Day-mu Berhasil</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hindari 4 Kesalahan Umum Ini saat Storytelling</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/hindari-4-kesalahan-umum-ini-saat-storytelling/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 07:51:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8419</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam mempromosikan produknya, perusahaan umumnya mengandalkan ‘otak kiri’nya yang kerap mempertimbangkan logika, harga, serta menjual spesifikasi produk. Namun menurut Daniel Pink, “Otak kanan yang dominan adalah salah satu sumber baru bagi terciptanya keunggulan kompetitif.” Meningkatkan keterlibatan menggunakan otak kanan dapat dilakukan dengan menggabungkan ide dan emosi. Cara paling tepat untuk merealisasikan hal itu adalah dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hindari-4-kesalahan-umum-ini-saat-storytelling/">Hindari 4 Kesalahan Umum Ini saat Storytelling</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="4906">Dalam mempromosikan produknya, perusahaan umumnya mengandalkan ‘otak kiri’nya yang kerap mempertimbangkan logika, harga, serta menjual spesifikasi produk.</p>



<p id="f0be">Namun menurut Daniel Pink, “Otak kanan yang dominan adalah salah satu sumber baru bagi terciptanya keunggulan kompetitif.” Meningkatkan keterlibatan menggunakan otak kanan dapat dilakukan dengan menggabungkan ide dan emosi. Cara paling tepat untuk merealisasikan hal itu adalah dengan bercerita. Namun, ada beberapa kesalahan yang kerap terjadi ketika seseorang sedang melakukan&nbsp;<em>storytelling.</em></p>



<p id="ef8e">Apa saja kesalahan tersebut? Dilansir dari artikel yang dipublikasikan di review.firstround.com, berikut adalah penjelasannya:</p>



<p id="82c7"><strong>1. Menceritakan, bukan menunjukkan</strong></p>



<p id="e4f5">Dalam bercerita, alih-alih berbicara dan menunjukkan semuanya di hadapan audiens, ada baiknya kamu menceritakannya secara lengkap. Beri tahu audiens apa yang harus mereka lakukan, apa yang harus mereka rasakan, hingga apa yang harus mereka alami. Dengan begitu, kamu seakan membimbing mereka mengambil kesimpulan sendiri, bukan menunjukkan secara terang-terangan. Percayalah bahwa audiensmu tidak hanya mampu mencerna informasi, namun juga aktif mendengarkan cerita sembari membayangkan dan mengambil kesimpulan.</p>



<p id="998c"><strong>2. Terlalu banyak jargon dengan kata-kata sulit</strong></p>



<p id="bd01">Steve Jobs bercerita dalam kampanye&nbsp;<em>Think Different&nbsp;</em>yang terkenal, “Bagi saya, pemasaran adalah tentang nilai. Ini adalah dunia yang sangat rumit, ini adalah dunia yang sangat bising, dan kita tidak akan mendapatkan kesempatan untuk membuat orang ingat banyak tentang kita. Jadi kita harus sangat jelas tentang apa yang kita ingin mereka ketahui tentang kita.”</p>



<p id="a4c4">Jadi, gunakanlah kata-kata yang jelas dan mudah dicerna oleh audiensmu. Bercerita menggunakan istilah teknis yang sulit, terdengar ‘canggih’ dan hanya dipahami segelintir kelompok, menggunakan akronim, adalah cara paling mudah untuk membuatmu kehilangan audiens.</p>



<p id="f326"><strong>3. Terlalu impersonal</strong></p>



<p id="dbaa">Bayangkan apabila produk dijual dengan menyelipkan pesan yang tidak personal bagi audiensnya. Menurutmu, apakah produk tersebut akan diminati? Jawabannya tidak. Produk yang impersonal akan lebih sulit untuk diterima oleh audiens karena mereka merasa tidak relevan. Apa pun produk yang kamu jual, baik itu sayur, perabot dapur,&nbsp;<em>hard tech,&nbsp;</em>hingga alat medis, usahakan selalu mempersonalisasikan protagonis dalam cerita. Ciptakan karakter protagonis ini tampak nyata sehingga audiens tidak sabar apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka merasa terlibat dan masuk ke dalam cerita yang diperankan oleh protagonis tersebut.</p>



<p id="6ce1">Contohnya datang dari&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>Subway, sebuah restoran cepat saji yang mengusung&nbsp;<em>healthy food.&nbsp;</em>Subway terkenal mengambil kesempatan untuk menaikkan pendapatan menjadi berkali lipat. Bagaimana caranya? Ini berawal dari seorang mahasiswa bernama Jared Fogle yang membuktikan bahwa ia bisa menurunkan berat badan dengan luar biasa menggunakan diet&nbsp;<em>sandwich&nbsp;</em>dari Subway.</p>



<p id="683b">Cara ini jauh lebih menarik daripada melakukan promo pilihan&nbsp;<em>sandwich&nbsp;</em>baru yang lebih sehat. Fogle menggunakan produk Subway untuk merealisasikan kehidupan yang lebih baik. Mulanya, ceritanya ditulis di koran kampus, hingga selanjutnya ia menjadi aset oleh waralaba Subway lokal, dan berlanjut oleh agen iklan Subway Chicago. Cerita Fogle mengalir sebagai kampanye utama untuk Subway selama 10 tahun dan berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan tersebut.</p>



<p id="c856"><strong>4. Tidak otentik</strong></p>



<p id="9595">Ada sebuah cerita yang menggambarkan tentang hal yang tidak otentik. Di Washington, terdapat pusat perawatan kanker besar yang pernah bertanya kepada seorang pasien bernama Audrey untuk menggunakan fotonya dalam kampanye kesadaran kanker. Ia kebetulan adalah atlet triatlon. Saat iklan tersebut mulai dijalankan (kala itu di bus dan majalah), Audrey dan jaringannya (teman, keluarga, hingga rekan sesama atlet) sangat terkejut karena ia diposisikan sebagai penyintas kanker. Bagi orang yang mengenal Audrey, institusi tersebut telah mencoreng kredibilitasnya. Bagaimanapun, orang ingin mendengar dan tergerak oleh kisah nyata. Maka dari itu, jadikan cerita sebagai bagian dari budayamu, sehingga dapat mengakar kuat dan direpresentasikan dalam setiap kegiatan yang ada di perusahaan.</p>



<p id="c073">Itu tadi beberapa kesalahan yang umumnya terjadi ketika seseorang sedang melakukan <em>storytelling. </em>Apakah kamu pernah melakukan salah satunya? Atau bagaimana strategimu dalam memanfaatkan cerita untuk menambah nilai perusahaan atau produkmu?</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="3a8c"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="30f4"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ed8d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hindari-4-kesalahan-umum-ini-saat-storytelling/">Hindari 4 Kesalahan Umum Ini saat Storytelling</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Presentasimu Hebat dan Memukau? Pelajari 4 Tips Ini</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ingin-presentasimu-hebat-dan-memukau-pelajari-4-tips-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2022 07:44:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8415</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu bayangkan: hampir setiap kegiatan di startup pasti akan melibatkan ‘presentasi’? Baik itu menjelaskan ide kepada anggota tim atau rekan kerja, menarik perhatian investor untuk pendanaan, hingga merekrut karyawan baru. Presentasi adalah berkomunikasi di hadapan para audiens dan membicarakan suatu topik atau informasi. Dengan memiliki kemampuan komunikasi dalam presentasi yang hebat, kamu dapat membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-presentasimu-hebat-dan-memukau-pelajari-4-tips-ini/">Ingin Presentasimu Hebat dan Memukau? Pelajari 4 Tips Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="f17b">Pernahkah kamu bayangkan: hampir setiap kegiatan di startup pasti akan melibatkan ‘presentasi’? Baik itu menjelaskan ide kepada anggota tim atau rekan kerja, menarik perhatian investor untuk pendanaan, hingga merekrut karyawan baru.</p>



<p id="aefb">Presentasi adalah berkomunikasi di hadapan para audiens dan membicarakan suatu topik atau informasi. Dengan memiliki kemampuan komunikasi dalam presentasi yang hebat, kamu dapat membuat dirimu terlihat berbeda dengan pesaing atau orang lain. Audiens pun akan terpikat dan mengingat hal-hal penting yang kamu bicarakan. Untuk itu, kamu perlu berlatih tips presentasi hebat yang dapat memukau audiens, yang dikutip dari artikel Harvard Business Review berikut ini.</p>



<p id="d590"><strong>1. Semakin sedikit kata dan slide, semakin baik presentasimu</strong></p>



<p id="180c">Ada cerita menarik dari perusahaan konsultan ternama McKinsey. Salah satu mitra memberi instruksi pada karyawan baru untuk mengurangi dek PowerPoint secara signifikan dengan mengganti setiap 20 slide dengan hanya 2 slide. Hal ini agar presentasi fokus pada poin yang penting saja.</p>



<p id="e8df">Untuk itu, kurangi bagian presentasi pada dek yang sekiranya bukan merupakan topik utama. Beberapa pidato dan dokumen terkenal serta berpengaruh mayoritas durasinya pendek. Contohnya pidato Gettysburg yang panjangnya hanya 272 kata dan pidato pelantikan John F. Kennedy yang kurang dari 15 menit.</p>



<p id="d09a"><strong>2. Tidak menggunakan poin-poin</strong></p>



<p id="6804">Menyampaikan pesan pada presentasi menggunakan poin bukanlah cara yang efektif. Jika ingin pesanmu sampai kepada audiens, kamu bisa meniru cara Steve Jobs. Ia tidak pernah menampilkan poin-poin dalam deknya. Sebaliknya, ia menggunakan&nbsp;<strong>foto dan teks</strong>&nbsp;untuk memperkuat pesannya. Para ilmuwan menyebut gambar memiliki kekuatan lebih dalam menyampaikan makna, ini disebut dengan “superioritas gambar.”</p>



<p id="f4a6">Menurut ahli biologi molekuler John Medina, manusia memiliki kekuatan besar dalam mengingat gambar. “Dengarkan sepotong informasi, tiga hari kemudian kamu akan mengingat 10% darinya. Jika ditambahkan gambar, kamu bisa mengingat 65% informasinya.”</p>



<p id="8ea6"><strong>3. Berlatih menyampaikan vokal</strong></p>



<p id="c696">Menurut studi penelitian oleh profesor pemasaran Wharton, Jonah Berger, pembicara yang memvariasikan kecepatan, nada, dan volume suara dirasa lebih efektif. Pembicara yang memodulasi suara akan tampak lebih percaya diri. Misalnya memberi suara lebih tinggi ketika menyampaikan poin utama, atau berhenti sejenak setelah menyampaikan poin penting.</p>



<p id="c01b">Jadi, ketahui pesan mana yang menjadi fokus utama sehingga kamu dapat berlatih untuk memberi penekanan atau meninggikan nada ketika mengucapkan kalimat tersebut. Dengan begitu, presentasimu akan punya daya tarik lebih dan mudah dipahami oleh audiens.</p>



<p id="4331"><strong>4. Ciptakan momen menyenangkan dengan audiens</strong></p>



<p id="382e">Tahukah kamu bahwa audiens tidak akan ingat data dan visual dek yang kamu sajikan? Yang mereka ingat adalah momen di mana presentasimu memberikan mereka kesan ‘wow’ dan menarik perhatian mereka.</p>



<p id="4c92">Munculnya momen tidak terduga akan menarik perhatian audiens yang mudah bosan. Contohnya seperti presentasi Bill Gates pada tahun 2009 ketika menjelaskan tentang Bill &amp; Melinda Gates Foundation yang punya program untuk mengurangi penyebaran nyamuk malaria. Sewaktu di atas panggung, Gates berkata, “Malaria ditularkan oleh nyamuk. Saya membawa beberapa ke sini supaya kalian semua bisa merasakannya.” Kemudian Gates berjalan ke tengah panggung, dan membuka tutup dari toples kecil berisi nyamuk yang tidak terinfeksi. “Kami akan membiarkan mereka berkeliaran di sekitar auditorium sedikit.”</p>



<p id="2873">Momen tersebut begitu berhasil menarik perhatian penonton karena termasuk momen ‘wow’.</p>



<p id="ba2a">Jadi, bagaimana sudahkah kamu siap untuk mempraktikkan tips di atas dan menjadi makin percaya diri ketika presentasi?</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="41ab"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c70f"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ccc4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-presentasimu-hebat-dan-memukau-pelajari-4-tips-ini/">Ingin Presentasimu Hebat dan Memukau? Pelajari 4 Tips Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyelami Seni Mempengaruhi Orang Lewat Persuasi</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/menyelami-seni-mempengaruhi-orang-lewat-persuasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2022 07:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hampir di setiap kesempatan dalam kehidupan kita, akan ada waktu saat kita membutuhkan persuasi atau seni mempengaruhi orang lain. Mulai dari menjual barang, melakukan wawancara, hingga mungkin mengajak orang lain untuk menjadi&#160;co-founder,&#160;atau mitra kerja. Uniknya, seni persuasi akan selalu berbeda kondisinya, apa yang berhasil dalam situasi A, bisa jadi tidak berhasil dalam situasi B. Itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyelami-seni-mempengaruhi-orang-lewat-persuasi/">Menyelami Seni Mempengaruhi Orang Lewat Persuasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="41e4">Hampir di setiap kesempatan dalam kehidupan kita, akan ada waktu saat kita membutuhkan persuasi atau seni mempengaruhi orang lain. Mulai dari menjual barang, melakukan wawancara, hingga mungkin mengajak orang lain untuk menjadi&nbsp;<em>co-founder,&nbsp;</em>atau mitra kerja. Uniknya, seni persuasi akan selalu berbeda kondisinya, apa yang berhasil dalam situasi A, bisa jadi tidak berhasil dalam situasi B. Itu artinya, orang yang melakukan seni persuasi harus menguasai teknik dalam mempengaruhi orang lain, yang sifatnya kondisional. Itulah mengapa disebut dengan ‘seni’ karena tidak ada aturan bakunya. Untuk itu, kamu perlu mengetahui beberapa hal yang penting dan berpengaruh ketika akan melakukan persuasi. Cek dulu di bawah ini, ya.</p>



<p id="1339">1. Adanya timbal balik</p>



<p id="d616">Seperti prinsip sebab akibat, jika kita membantu seseorang, orang tersebut akan lebih mungkin untuk membantumu apabila kamu membutuhkannya. Kata ‘mungkin’ memang harus disematkan karena tidak semua orang merasa perlu melakukan tindakan timbal balik. Namun pada umumnya, mayoritas orang tidak suka jika merasa berhutang kepada orang lain dan akan berusaha untuk ‘menyeimbangkannya’. Analoginya sama seperti stan di toko yang memberikan sampel makanan atau sampel produk dengan tujuan membuat konsumen lebih rentan untuk membeli produk setelah mencoba sampelnya.</p>



<p id="906f">2. Komitmen dan konsistensi</p>



<p id="22f7">Jika kamu bisa membuat seseorang berkomitmen pada sesuatu, mereka punya peluang lebih besar untuk menindaklanjutinya. Misalnya, jika seorang pemimpin meninggalkan ruangan rapat tanpa menyetujui keputusan, maka setiap orang yang hadir punya peluang lebih kecil dalam menyatakan komitmen atau mengerjakan tugas yang diberikan.</p>



<p id="e7e6">3.&nbsp;<em>Social proof</em></p>



<p id="19a9">Contoh dari&nbsp;<em>social proof&nbsp;</em>adalah kesaksian dan penggunaan dari para ahli, misalnya seperti ‘Bayangkan 9 dari 10 pekerja kantoran profesional menggunakan alat ini’. Hal ini adalah contoh penggunaan bukti sosial dalam mempengaruhi orang lain.</p>



<p id="cf4f">4. Menyukai</p>



<p id="75e1">Memang ini terkesan subjektif, namun jika kita percaya dengan orang lain, rasanya kita relatif kenal, dekat, atau menyukai orang tersebut. Rasa kepercayaan dan pengaruh dapat timbul dari rasa suka. Umumnya, kita akan lebih menyukai orang yang punya kemiripan dan yang menarik. Menarik dalam arti dapat diajak diskusi dan ‘nyambung’ saat diskusi, atau bisa jadi menarik karena orang tersebut memiliki&nbsp;<em>value&nbsp;</em>lebih. Jadi, merupakan hal yang wajar apabila jika ada seseorang yang menyukaimu, mereka akan punya kecenderungan untuk mengatakan ‘ya’ kepadamu.</p>



<p id="136e">5. Menciptakan kelangkaan</p>



<p id="5428">Dengan kelangkaan, orang akan cenderung lebih percaya dan tergerak untuk bertindak. Misalnya melakukan pembelian atau hal lainnya. Jika kamu dapat menciptakan urgensi, maka orang akan lebih mungkin untuk melakukan tindakan dan terdorong atas persuasimu.</p>



<p id="e5d1">6. Membangun hubungan</p>



<p id="62d9">Berbicara tentang seni persuasi, erat kaitannya dengan membangun hubungan. Karena, akan lebih mudah meyakinkan orang yang kamu kenal. Kamu tidak akan tahu orang tersebut jika tidak berusaha untuk terhubung dengan mereka. Koneksi yang dijalin tidak hanya membantu mengekspresikan ide dan argumen, namun juga membantu meningkatkan rasa percaya audiens. Terlebih jika kamu mengetahui apa saja yang diinginkan audiens, maka kamu dapat memasukkannya ke dalam penawaran sehingga kamu punya proposisi yang saling menguntungkan.</p>



<p id="443e">7. Mempelajari informasi dan latar belakang audiens</p>



<p id="786c">Menggali informasi tentang audiens, entah itu rekan kerja, atasan, karyawan, hingga klien, akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang cara mereka berpikir dan berkomunikasi. Dari situ, kamu bisa membuat strategi komunikasi yang sesuai dengan pola pikir dan gaya komunikasi mereka.</p>



<p id="50cb">8. Mengamati dan mendengarkan dengan aktif</p>



<p id="c533">Untuk bisa persuasi, kita harus bisa bertindak sebagai komunikator yang terampil. Artinya, membangun hubungan dua arah secara aktif, baik menjadi pendengar yang aktif dan pengamat yang teliti. Untuk itu, kamu bisa mencoba untuk mencermati hal-hal tentang bagaimana audiens mengungkapkan rasa setuju dan tidak setuju. Selain itu, kamu perlu memahami cara mereka menunjukkan rasa pedulinya, bahkan ketika mereka tidak mau berkomitmen.</p>



<p id="ab51">9. Menyajikan ide&nbsp;<em>win-win&nbsp;</em>kepada audiens</p>



<p id="3a49">Tidak ada orang yang ingin dirugikan. Ini adalah kodrat manusia yang menjadi kebutuhan. Agar berhasil dalam persuasi, kamu sebaiknya memberi kesempatan dan menunjukkan bahwa kamu membantu mereka untuk ‘menang’. Kamu perlu berlatih untuk bisa menyampaikan pendapat dengan mantap dan meyakinkan, sehingga orang dapat dengan mudah menilai dan melihat apa keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Cari tahu apa saja tujuan mereka dan hubungkan dengan ide-idemu. Setelah itu, bantu mereka mencapai tujuan dengan ide-ide yang kamu miliki sehingga kamu punya&nbsp;<em>positioning&nbsp;</em>yang kuat.</p>



<p id="5a9a">10. Kelola emosi</p>



<p id="e8d6">Banyak studi menunjukkan bahwa emosi sangat berkaitan dengan proses pengambilan keputusan. Emosi yang kamu tunjukkan ke orang lain akan berpengaruh, apakah mereka akan setuju atau tidak kepadamu. Jika orang lain merasa tidak yakin dengan apa yang kamu bicarakan, kemungkinan besar mereka tidak akan setuju terhadapmu. Untuk itu, penting sekali untuk menunjukkan emosi yang positif pada orang lain. Tunjukkan bahwa kamu percaya diri ketika mengungkapkan ide sehingga akan lebih mudah dalam melakukan persuasi.</p>



<p id="c102"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="cccf"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c19f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyelami-seni-mempengaruhi-orang-lewat-persuasi/">Menyelami Seni Mempengaruhi Orang Lewat Persuasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Sekedar Bicara, Kuasai Skill Storytelling yang Lebih Memikat￼</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tak-sekedar-bicara-kuasai-skill-storytelling-yang-lebih-memikat%ef%bf%bc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2022 06:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7582</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seringkali kita mengabaikan pentingnya&#160;public speaking.&#160;Padahal, apa yang kita bicarakan bisa sangat berdampak bagi banyak orang, terutama bagi bisnis kita. Ada nilai tambah bagi mereka yang mampu menjual gagasan maupun produk secara persuasif. Bagi para perintis&#160;startup&#160;di tahap awal, mari tingkatkan kemampuan&#160;public speakingmu, dengan kekuatan&#160;storytelling. Konsep Kenal Pasar Penting bagi seorang&#160;public speaker&#160;untuk mengenal kepada siapa dan&#160;market&#160;seperti apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tak-sekedar-bicara-kuasai-skill-storytelling-yang-lebih-memikat%ef%bf%bc/">Tak Sekedar Bicara, Kuasai Skill Storytelling yang Lebih Memikat￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="5059">Seringkali kita mengabaikan pentingnya&nbsp;<em>public speaking.&nbsp;</em>Padahal, apa yang kita bicarakan bisa sangat berdampak bagi banyak orang, terutama bagi bisnis kita. Ada nilai tambah bagi mereka yang mampu menjual gagasan maupun produk secara persuasif. Bagi para perintis&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;di tahap awal, mari tingkatkan kemampuan&nbsp;<em>public speaking</em>mu, dengan kekuatan&nbsp;<em>storytelling</em>.</p>



<p id="e92d"><strong>Konsep Kenal Pasar</strong></p>



<p id="6bf1">Penting bagi seorang&nbsp;<em>public speaker</em>&nbsp;untuk mengenal kepada siapa dan&nbsp;<em>market</em>&nbsp;seperti apa yang akan dia hadapi. Sebelum mulai ‘mempengaruhi’ orang lain, hindari terjebak dalam stigma ‘tukang obat’; pastikan pesanmu dapat dipahami&nbsp;<em>core message</em>nya oleh para pendengar dan bukanlah gaung kosong semata. Selain itu, kenali juga gaya pembawaan seperti apa yang bisa ‘mengikat’ pasarmu, dan topik seperti apa yang menarik perhatian mereka untuk mendengarkan isi dari pembicaraanmu.</p>



<p id="5190">Tentukan terlebih dahulu narasi seperti apa yang ingin kamu sampaikan. Apakah perkenalan produk, identitas perusahaan, ataupun menawarkan kerja sama investasi. Pahami benang merah yang ingin kamu siapkan, dan hindari&nbsp;<em>template</em>. Memiliki sebuah ciri khas memang penting, namun&nbsp;<em>template</em>&nbsp;justru akan membuat kamu terlihat repetitif dan tidak&nbsp;<em>genuine</em>.</p>



<p id="5293">Ingat bahwa berbicara kepada konsumen yang&nbsp;<em>segmented</em>, konsumen yang luas, dan berbicara kepada&nbsp;<em>stakeholders</em>&nbsp;merupakan tiga hal yang membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda. Petakanlah isi kepalamu dengan baik, dan pastikan kamu kenal betul dengan targetmu.</p>



<p id="b04a"><strong>Dari Diri Sendiri, tapi Tidak&nbsp;<em>Self-Centered</em></strong></p>



<p id="ca9b">Poin-poin personal dalam narasi yang ingin kamu sampaikan sangatlah penting. Contohnya: pengalaman pribadi, keresahan yang mendorongmu untuk maju, dan hal terpenting dalam perjalananmu saat ini. Ada garis tipis yang harus kamu perhatikan dalam narasi personal sehingga kamu terhindar dari egosentrisme yang membahas keakuan di setiap cerita. Pendengarmu butuh&nbsp;<em>personality</em>&nbsp;dalam ceritamu, namun pemerannya tidak harus selalu kamu seorang. Bawa juga orang-orang penting dalam perjalananmu, seperti pengguna pertama, karyawan pertama, maupun pengalaman&nbsp;<em>beta testing&nbsp;</em>pertama.</p>



<p id="165d">Dalam membawa pengalaman dan perasaan pribadi ke dalam&nbsp;<em>storytelling</em>mu, perhatikan pula bumbu-bumbu personal ini bisa dibawa ke pasar yang spesifik atau umum, dan hindari pengulangan berlebihan, agar pendengarmu bisa merasakan ketulusan dalam kisahmu. Sebagai&nbsp;<em>founder</em>, kamu boleh menjadi pemeran utama, namun jangan biarkan kamu berputar sebagai poros dalam ceritamu. Berilah&nbsp;<em>spotlight</em>&nbsp;yang pantas diterima oleh&nbsp;<em>co-founder</em>mu, karyawan-karyawanmu, peserta&nbsp;<em>beta tester</em>mu,&nbsp;<em>user</em>&nbsp;pertamamu, bahkan peran-peran profesional lain yang seringkali terlupakan pada proses pembentukan tahap awal.</p>



<p id="f196"><strong><em>Startup</em>, Permasalahan, dan Solusi</strong></p>



<p id="92c1">Banyak pendiri&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang ingin menjadikan&nbsp;<em>startup</em>nya sebagai jawaban permasalahan bagi calon&nbsp;<em>user</em>nya dan menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Jika kamu menginginkan hal yang sama, kamu bisa mulai mengidentifikasi masalah yang ingin kamu selesaikan dari produkmu. Mengacu kepada poin sebelumnya, kamu bisa mengacu kepada keresahanmu dan alasanmu mendirikan&nbsp;<em>startup</em>mu saat ini.</p>



<p id="0df8">Gunakan&nbsp;<em>guiding questions&nbsp;</em>ini untuk menjabarkan masalah yang dihadapi oleh&nbsp;<em>startup</em>mu:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Apakah&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kompetitor terbesarmu?</li><li>Apa tantangan pasar yang harus kamu selesaikan?</li><li>Transformasi apa yang bisa kamu lakukan pada industri yang sedang stagnan?</li><li>Kolaborasi seperti apa yang bisa kamu jadikan solusi?</li></ol>



<p id="67d4"><em>Guiding</em>&nbsp;<em>questions</em>&nbsp;ini akan mempermudah kerangka&nbsp;<em>storytelling</em>mu menjadi lebih tertata dan meyakinkan. Permasalahan yang harus dijawab oleh perusahaanmu akan menggugah kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari karyawan yang lebih produktif dan tertantang, sampai investor baru yang akan sangat menunjang perusahaanmu.</p>



<p id="03d3"><strong>Pertahankan Keaslian dan Kejujuran Ceritamu</strong></p>



<p id="c6fa">Hindari penambahan kalimat-kalimat bombastis, cerita berlebihan, maupun hal-hal yang menghilangkan simpati masyarakat saat mendengar ceritamu. Kamu butuh mempertahankan keaslian cerita demi mendapatkan kepercayaan yang berkelanjutan dari target ceritamu. Hal-hal berlebihan akan sulit dipertahankan secara konsisten, maka jangan persulit dirimu dengan perkara yang tidak bisa kamu pertanggungjawabkan,</p>



<p id="db5c">Banyak&nbsp;<em>user</em>&nbsp;maupun investor yang menyukai kesederhanaan,&nbsp;<em>down-to-earth</em>&nbsp;dan dekat dengan masyarakat. Maka jangan terlalu khawatir bahwa kisah nyatamu kurang menjual maupun kurang keren, sebab perusahaan yang&nbsp;<em>settled</em>&nbsp;akan menemukan investor terbaiknya.&nbsp;<em>Brand identity</em>&nbsp;yang diiringi&nbsp;<em>storytelling</em>&nbsp;yang kental akan memudahkan masyarakat untuk percaya dan memahami masalah, pengembangan, dan solusi yang kamu tawarkan.</p>



<p id="a15f">Latihlah terus kerangka&nbsp;<em>storytelling&nbsp;</em>yang kamu buat<em>.&nbsp;</em>Ciptakan cerita menjual yang&nbsp;<em>genuine</em>&nbsp;dan memikat hati target pasarmu. Tidak ada hasil yang baik tanpa latihan yang rutin. Semangat selalu,&nbsp;<em>founders</em>!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tak-sekedar-bicara-kuasai-skill-storytelling-yang-lebih-memikat%ef%bf%bc/">Tak Sekedar Bicara, Kuasai Skill Storytelling yang Lebih Memikat￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Bumbu Wajib untuk Sajikan Presentasi yang ‘Legit’</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-bumbu-wajib-untuk-sajikan-presentasi-yang-legit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 May 2022 10:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7614</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berbicara di depan orang, baik sedikit atau banyak selalu memiliki tantangannya sendiri. Bagi sebagian orang, momen tersebut akan jadi lebih mengerikan ketika mereka harus mempresentasikan dan meyakinkan orang lain akan ide-ide yang disampaikan. Sejalan dengan itu, nyatanya para ahli juga mengatakan bahwa&#160;public speaking&#160;menempati peringkat teratas dalam daftar ketakutan orang-orang. Mungkin tatapan&#160;audience&#160;membuatmu merasa terintimidasi, mungkin kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-bumbu-wajib-untuk-sajikan-presentasi-yang-legit/">5 Bumbu Wajib untuk Sajikan Presentasi yang ‘Legit’</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="873d">Berbicara di depan orang, baik sedikit atau banyak selalu memiliki tantangannya sendiri. Bagi sebagian orang, momen tersebut akan jadi lebih mengerikan ketika mereka harus mempresentasikan dan meyakinkan orang lain akan ide-ide yang disampaikan. Sejalan dengan itu, nyatanya para ahli juga mengatakan bahwa&nbsp;<em>public speaking&nbsp;</em>menempati peringkat teratas dalam daftar ketakutan orang-orang.</p>



<p id="fd50">Mungkin tatapan&nbsp;<em>audience&nbsp;</em>membuatmu merasa terintimidasi, mungkin kamu bingung dengan gestur tubuh yang tepat, mungkin persiapanmu jadi buyar karena terlalu memikirkan anggapan orang lain terhadap materimu. Apa pun ketakutannya, semua sangat wajar dirasakan ketika sudah berada di hadapan&nbsp;<em>audience&nbsp;</em>yang akan menyimak presentasimu.</p>



<p id="29b5">Kunci utama untuk mengurangi rasa takutmu adalah melakukan persiapan yang maksimal. Lalu pertanyaannya, apa saja yang sudah kamu persiapkan untuk presentasimu? Apakah persiapanmu sudah benar-benar maksimal? Kalau masih ragu menjawab pertanyaan tersebut, coba simak dan lakukan 5 hal berikut saat mempersiapkan presentasi.</p>



<p id="3d15"><strong>1. Mencari tahu dan memahami&nbsp;<em>audience<br></em></strong>Sebelum mulai membuat&nbsp;<em>slide</em>, sebaiknya kamu melakukan riset dan teliti orang-orang yang akan mendengarkan presentasimu. Identifikasikan umur,&nbsp;<em>gender</em>, atau latar belakang, Itu akan memengaruhi caramu menyusun kalimat dan bahasa yang akan kamu pakai. Sebisa mungkin kamu juga mencari tahu ketertarikan mereka, apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Hal tersebut akan membantumu mempertajam konten presentasimu.</p>



<p id="4b92"><strong>2. Membuat pembukaan memikat dan meyakinkan<br></strong>Menurut&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;Public Words, Nick Morgan, ada tiga kesalahan klasik yang cenderung sering dilakukan seseorang pada awal presentasi. Pertama, memperkenalkan diri dengan cara yang bertele-tele. Kedua, memberi tahu audiens apa yang akan kamu katakan. Terakhir, basa basi kosong seperti mengatakan,</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“<em>Wah, senang berada di sini. Bagaimana perjalanan Anda ke sini? Belakangan ini di mana-mana macet dan membuat kita harus menghabiskan banyak waktu di jalan.</em>”</p></blockquote>



<p id="002a">Beberapa orang melakukan ketiga hal tersebut dengan tujuan ‘pemanasan’ ke&nbsp;<em>audience</em>, namun sebenarnya pembukaan semacam itu hanya membuat waktumu terbuang. Pembukaan seharusnya menjadi pintu gerbang yang memiliki daya tarik agar bisa memikat perhatian&nbsp;<em>audience&nbsp;</em>untuk masuk ke materi yang mau kamu sampaikan. Kamu bisa gunakan video pendek, statistik atau angka mencengangkan, kalimat pernyataan menohok, sampai mengajak&nbsp;<em>audience</em>&nbsp;untuk berimajinasi.</p>



<p id="cc78"><strong>3. Mengemas presentasi jadi sebuah cerita<br></strong>Cerita akan lebih mudah menggerakan hati dan membuka jembatan koneksi antar kamu dengan penonton. Agar terlihat mengalir, cerita sebaiknya membungkus informasi untuk membantu&nbsp;<em>audience</em>&nbsp;menyerap dan mengingat pesanmu dengan cara yang mudah.</p>



<p id="2724">Selama menjabarkan materi, kamu bisa bercerita dengan menggunakan sudut pandang orang kedua atau orang ketiga, agar&nbsp;<em>audience</em>&nbsp;diajak ikut membayangkan kondisi dirinya atau kondisi orang lain sesuai dengan hal-hal yang kamu sampaikan. Kamu juga bisa selipkan anekdot atau cerita yang menghibur di sela-sela presentasimu untuk&nbsp;<em>ice breaking</em>.</p>



<p id="573f"><strong>4. Memusatkan pikiran pada hal-hal positif<br></strong>Ketika akan mulai presentasi, mungkin muncul pikiran dan kekhawatiran baru yang bisa membuat kamu terlihat gugup dan hilang fokus. Agar mengurangi itu, saat melakukan persiapan, kamu bisa membanjiri dirimu dengan kalimat positif seperti “<em>Aku pasti bisa melewati ini</em>” atau “<em>Persiapanku sudah matang, aku pasti bisa lancar mempresentasikannya</em>”. Mungkin terasa aneh, tapi kekuatan&nbsp;<em>mindset</em>&nbsp;sangat membantumu mengurangi pikiran negatif yang muncul.</p>



<p id="f0d9"><strong>5. Berlatih dihadapan teman atau kolega<br></strong>Ini merupakan cara terbaik untuk membuatmu semakin siap menghadapi&nbsp;<em>audience</em>. Kamu bisa melakukan simulasi presentasi dengan mengajak teman atau kolega untuk menyimak presentasimu. Setelah selesai berlatih, temanmu bisa menyampaikan komentar terhadap caramu menguraikan konten, hal apa yang perlu ditingkatkan dan dihilangkan.</p>



<p id="a0a1">Kamu juga bisa meminta temanmu merekam proses latihan tersebut supaya kamu bisa melihat dan mengidentifikasi ekspresi dan gerak tubuh yang bisa mendukung alur cerita dan presentasimu.</p>



<p id="1d09">Nah, dengan semua ini, persiapan presentasimu jadi semakin mantap! Ingat, tujuan utama dalam presentasi adalah menyampaikan sebuah pesan. Fokuslah pada pesan tersebut, pastikan&nbsp;<em>audience</em>&nbsp;memahami maksud dari materi yang kamu paparkan.</p>



<p id="fcad">Kalau setelah presentasi kamu masih merasa belum puas dan berpikir “<em>Duh harusnya tadi aku begitu</em>” atau “<em>Kenapa tadi aku gak menyampaikan ini ya</em>”, itu tandanya kamu telah belajar sesuatu dan punya tingkat koreksi diri yang baik. Jangan dibawa berlarut-larut menjadi sebuah penyesalan ya, kamu bisa tingkatkan pada kesempatan presentasi selanjutnya.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-bumbu-wajib-untuk-sajikan-presentasi-yang-legit/">5 Bumbu Wajib untuk Sajikan Presentasi yang ‘Legit’</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Trik Pitching Menginspirasi: Buatlah Mengalir seperti Cerita</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/trik-pitching-menginspirasi-buatlah-mengalir-seperti-cerita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2022 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7263</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari ratusan pidato, ditemukan bahwa penyaji yang paling efektif menggunakan teknik yang sama dengan para pendongeng hebat: bercerita dan mengingatkan orang tentang kondisi terkini, kemudian mengungkapkan cara menuju kondisi yang lebih baik dengan analogi konflik yang perlu diselesaikan. Ketegangan dari konflik tersebut membantu para pencerita membujuk penonton untuk mengadopsi pola pikir baru atau berperilaku berbeda [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/trik-pitching-menginspirasi-buatlah-mengalir-seperti-cerita/">Trik Pitching Menginspirasi: Buatlah Mengalir seperti Cerita</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="f151">Dari ratusan pidato, ditemukan bahwa penyaji yang paling efektif menggunakan teknik yang sama dengan para pendongeng hebat: bercerita dan mengingatkan orang tentang kondisi terkini, kemudian mengungkapkan cara menuju kondisi yang lebih baik dengan analogi konflik yang perlu diselesaikan.</p>



<p id="76ef">Ketegangan dari konflik tersebut membantu para pencerita membujuk penonton untuk mengadopsi pola pikir baru atau berperilaku berbeda — untuk beralih dari ‘apa yang ada’ menjadi ‘apa yang bisa terjadi’. Dengan mengikuti struktur cerita tiga bagian (awal, tengah, akhir), mereka menciptakan pesan yang mudah dicerna, diingat, dan diceritakan kembali.</p>



<p id="69b6">Jika divisualisasikan, kira-kira seperti inilah struktur cerita yang bersifat persuasif:</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*mjI8R3GFemozM9kJ" alt=""/><figcaption><em>Sumber: hbr.org</em></figcaption></figure>



<p id="a4d1">Nah, supaya&nbsp;<em>pitching</em>&#8211;<em>my</em>&nbsp;berhasil&nbsp;<em>goal,&nbsp;</em>kamu bisa meramunya seperti cerita; mengalir, memiliki plot twist, mengandung ‘konflik’, dan tentunya dilengkapi solusi untuk menyudahi ‘konflik’ tersebut. Kamu bisa meramu presentasi dengan langkah ini:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0f12"><strong>1. Rangkai ‘pembukaan’ yang bisa menjadi kenangan para audiens</strong></h2>



<p id="0b24">Mulailah dengan menggambarkan kehidupan seperti yang dirasakan anggota tim. Buatlah mereka mengangguk setuju dengan yang kamu ceritakan. Dalam situasi ini, anggukan anggota tim bisa menjadi salah satu ukuran apa kamu berhasil membawa mereka turut ke dalam suasana yang kamu bangun, serta mengartikulasikan hal yang mereka pahami dan rasakan. Hal ini menciptakan ikatan antara kamu dan mereka, sehingga lebih mudah membuka mereka untuk mendengar ide-ide kamu.</p>



<p id="ee06">Setelah kamu bercerita tentang apa yang terjadi, perkenalkan visi kamu tentang apa yang bisa terjadi. Kamu bisa menunjukkan perbedaan signifikan terkait kondisi saat ini dan visi yang ingin kamu tawarkan. Contohnya:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong><em>What is</em></strong><em>&nbsp;</em>(apa yang&nbsp;<strong>telah</strong>&nbsp;terjadi): “kita gagal mencapai sebagian target keuangan Q3 karena kekurangan staf.”</p><p><strong><em>What could be</em></strong><em>&nbsp;</em>(apa yang&nbsp;<strong>bisa</strong>&nbsp;terjadi): “namun, kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan menggandeng beberapa klien besar.”</p></blockquote>



<p id="3466">Setelah kamu menentukan celah itu, gunakan sisa presentasi untuk menjembataninya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="019c"><strong>2. Kembangkan bagian tengah&nbsp;<em>pitching</em></strong></h2>



<p id="119c">Setelah anggota tim menyadari bahwa kondisi mereka sedang tidak baik-baik saja, terus mainkan kontras antara apa yang ada dan apa yang bisa terjadi.</p>



<p id="7e8e">Misalnya, kondisi pendapatan startupmu sedang menurun, tetapi kamu ingin memotivasi karyawan untuk terus meningkatkan kinerjanya. Kamu dapat menyusun bagian tengah presentasi seperti ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong><em>What is</em>:</strong>&nbsp;Kita tidak mencapai target Q3 sebesar sekitar 15 persen.</p><p><strong><em>What could be</em>:</strong>&nbsp;Performa kita harus lebih baik di Q4 agar kita bisa membayar bonus.</p><p><strong><em>What is</em>:</strong>&nbsp;Kita memiliki enam klien baru..</p><p><strong><em>What could be</em>:</strong>&nbsp;Dua di antaranya berpotensi menghasilkan lebih banyak pendapatan daripada yang dilakukan klien terbaik kita saat ini.</p><p><strong><em>What is</em>:&nbsp;</strong>Klien baru akan meminta kita siapkan teknologi&nbsp;<em>virtual reality&nbsp;</em>untuk mendukung kerjanya di dalam startup ini.</p><p><strong><em>What could be</em>:&nbsp;</strong>Kita akan mendatangkan pakar untuk membantu proses implementasi teknologi terbaru yang dibutuhkan.</p></blockquote>



<p id="d8d1">Saat kamu bergerak bolak-balik antara apa yang ada dan apa yang bisa terjadi, penonton akan lebih terpikat mendengarkan presentasimu hingga akhir.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="6860"><strong>3. Tutup dengan&nbsp;<em>set goal&nbsp;</em>bersama</strong></h2>



<p id="bcf7">Tentu kamu tidak ingin mengakhiri&nbsp;<em>pitching</em>&nbsp;dengan memberi daftar tugas yang memberatkan. Sertakan ajakan bagi para anggota tim untuk bertindak. Buat ajakan tersebut itu menginspirasi sehingga orang ingin betul-betul bergerak dan mengambil tindakan. Jelaskan apa yang disebut dengan ‘kebahagiaan baru’ (<em>new bliss</em>): betapa jauh lebih baik dunia mereka ketika mereka mengadopsi ide-ide kamu.</p>



<p id="71c6">Jadi, jika misalnya kamu ingin menutup presentasi tentang kondisi Q3 seperti contoh di atas, kamu dapat menutupnya dengan cara ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong><em>Call to action</em></strong>: Dibutuhkan kerja ekstra dari semua departemen untuk membuat nomor Q4, dan dengan begitu kita dapat mengirimkan produk ke klien baru kita tepat waktu dan tanpa kesalahan.</p><p><strong><em>New bliss</em>:</strong>&nbsp;Saya paham kita hampir patah arang — tetapi bertahanlah di sana. Ini adalah kesempatan kita untuk bekerja sama seperti tim juara, dan segalanya akan menjadi lebih mudah jika kita berhasil. Dan apa&nbsp;<em>reward&nbsp;</em>yang bisa kita ambil jika memenuhi target Q4? Tentu saja bonus, ditambah hari libur di akhir tahun.</p></blockquote>



<p id="c89c">Dengan menentukan target serta ‘imbalan’ di masa depan, kamu menunjukkan kepada anggota tim bahwa semangat serta peningkatan kinerja mereka akan sepadan dengan usaha mereka. Itu akan memenuhi kebutuhan mereka, bukan hanya kebutuhanmu.</p>



<p id="ab45">Sebuah&nbsp;<em>pitching</em>&nbsp;atau presentasi memang hanya sebuah alat bantu untuk menyampaikan ide besar kepada para anggota tim. Namun, jika kamu tahu bagaimana cara menyampaikan presentasi yang menginspirasi, tentu alat ini akan membantumu menggerakkan anggota tim mencapai&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>bersama. Jadi, selamat menginspirasi lewat presentasi!</p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p id="d4f2"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="19bf"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6d72"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/trik-pitching-menginspirasi-buatlah-mengalir-seperti-cerita/">Trik Pitching Menginspirasi: Buatlah Mengalir seperti Cerita</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Jurus 3 Elevator Pitch yang Bisa Bikin Calon Investor Segera Jatuh Cinta</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengenal-jurus-3-elevator-pitch-yang-bisa-bikin-calon-investor-segera-jatuh-cinta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2021 07:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=6729</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang filsuf bernama Seneca pernah berkata, “Keberuntungan terjadi kala persiapan bertemu dengan peluang di saat yang tepat”. Nah, walau begitu, ada hal yang bisa kita lakukan agar keberuntungan bisa kian mantap: menyiapkan ‘amunisi’ yang tepat ketika peluang itu akhirnya mengetuk. Salah satu amunisi yang bisa kamu siapkan adalah Elevator Pitch, atau disebut juga sebagai “Quickpitch”. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-jurus-3-elevator-pitch-yang-bisa-bikin-calon-investor-segera-jatuh-cinta/">Mengenal Jurus 3 Elevator Pitch yang Bisa Bikin Calon Investor Segera Jatuh Cinta</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*3YB7UtMroG5n-Gmy" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@martinpechy?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Martin Péchy</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Unsplash</a></figcaption></figure>



<p id="393c">Seorang filsuf bernama Seneca pernah berkata, “Keberuntungan terjadi kala persiapan bertemu dengan peluang di saat yang tepat”. Nah, walau begitu, ada hal yang bisa kita lakukan agar keberuntungan bisa kian mantap: menyiapkan ‘amunisi’ yang tepat ketika peluang itu akhirnya mengetuk.</p>



<p id="4f35">Salah satu amunisi yang bisa kamu siapkan adalah Elevator Pitch, atau disebut juga sebagai “Quickpitch”. Amunisi ini penting untuk kamu siapkan sedari awal karena kamu tidak pernah tahu di mana peluang itu akan datang — bisa di acara networking, di terminal MRT, bahkan di antrean kopi di Starbucks.</p>



<p id="99f4">Jika kamu menemukan peluang berbicara dengan seseorang yang bisa menjadi calon investor/pengguna/mitra/konektor — apakah kamu siap untuk mempromosikannya dengan cara yang cepat dan kuat?</p>



<p id="552f">Susan Wojcicki, CEO YouTube pernah berkata, biasanya orang membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menjelaskan kepadanya apa yang mereka lakukan dan apa nilainya. Padahal, jika mereka tidak bisa melakukan itu dalam satu menit, mereka telah kehilangan dia.</p>



<p id="eaf5">Dan Susan tidak sendirian… Di zaman yang meluas dan serba cepat, jika kita belum menarik perhatian seseorang dalam 30 detik (beberapa bahkan mungkin menyebut 10 detik) maka kita telah membuang kesempatan itu.</p>



<p id="66b5">Hati-hati, hanya menyatakan apa yang kamu lakukan atau apa yang dilakukan perusahaan kamu dengan istilah yang rumit atau membosankan berpotensi membuat percakapan berlangsung secara canggung, kemudian berhenti begitu saja.</p>



<p id="e8cf">Karenanya, ada 3 pitch elevator yang harus kamu miliki dan inilah cara membuatnya siap untuk digunakan:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ea36"><strong>1. Pitch Elevator (yang Sesungguhnya)</strong></h2>



<p id="21da">Salah satu contoh penggunaan&nbsp;<em>elevator pitch&nbsp;</em>yang sesungguhnya dilakukan dalam sebuah acara Elevator World Tour, di mana 100 startup mendapatkan kesempatan untuk melakukan pitching kepada investor di lift dan bersaing mendapatkan harga tunai yang cukup besar.</p>



<p id="ce0d">Ini telah terjadi di Paris, Toronto, Tel Aviv dan banyak lagi — dan selalu di gedung yang sangat tinggi di mana waktu dari lantai dasar ke atas dan kembali ke bawah ditempuh selama rata-rata 1 menit 26 detik.</p>



<p id="9c7d">Karenanya, siapkan&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>yang dapat dilakukan dalam waktu satu menit dengan ruang sekitar 30 detik untuk tanya jawab.</p>



<p id="66c2">Apa saja formula isi dari&nbsp;<em>pitch&nbsp;</em>ini? Masalah yang kamu pecahkan + solusi kamu + beberapa fakta mengejutkan tentang pasar atau sesuatu yang menakjubkan yang telah kamu capai.</p>



<p id="1646">Dengan formula ini, kamu akan lebih mudah menarik minat mereka untuk mengajukan pertanyaan dan melanjutkan percakapan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0ad4"><strong>2. Pitch “Jabat Tangan”</strong></h2>



<p id="503e">Inilah yang biasanya terjadi di acara networking; orang-orang berseliweran, mengobrol, dan ungkapan “jadi apa yang kamu lakukan?” adalah pertanyaan yang tentunya kamu tunggu-tunggu.</p>



<p id="0bcd">Dalam kesempatan ini, kamu memiliki sekitar 20 detik untuk mengambilnya. Dan isinya masih tetap sama seperti formula sebelumnya: Masalah + Solusi + Fakta yang menarik tetapi lebih ringkas.</p>



<p id="b2ac">Pitch ini adalah versi yang lebih pendek, namun kuat.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2c41"><strong>3. Pitching “Eyeblink”</strong></h2>



<p id="c160">Coba bayangkan ini: kamu tengah berada di sebuah konferensi, lalu melihat Mark Zuckerberg berjalan melewati kamu dan kamu memiliki perusahaan yang sempurna untuk akuisisi Facebook.</p>



<p id="09d5">Tentu Zuck tidak akan berdiri menunggu kamu, kan? Kamulah yang harus secara proaktif melakukan pitching dan membuatnya tertarik mendengarkanmu, sehingga dia merasa waktunya tak terbuang sia-sia saat mendengarkan pitching-mu.</p>



<p id="c949">Seperti namanya,&nbsp;<em>eyeblink&nbsp;</em>pitching dilakukan dalam tempo waktu yang singkat: hanya dalam sekejap mata. Karenanya,&nbsp;<em>eyeblink&nbsp;</em>pitch membutuhkan kemampuan meramu kata-kata yang langsung menarik perhatian orang sasaranmu</p>



<p id="59a9">Idealnya, siapkan sekitar 6–7 “Eyeblink” yang berbeda untuk disesuaikan dan ditujukan ke orang yang tepat.</p>



<p id="4d85">Jika mengajukan penawaran kepada investor atau pengguna potensial, ubahlah sedikit dengan menyentuh&nbsp;<em>pain point&nbsp;</em>yang lebih sesuai secara personal bagi masing-masing mereka.</p>



<p id="54bc">Seorang investor mungkin lebih tertarik pada&nbsp;<em>pain point</em>&nbsp;pengguna dan bagaimana hal itu akan menghasilkan uang, sementara para pengguna potensial akan lebih mudah tertarik dengan memahami bagaimana hal itu dapat membuat hidup mereka lebih baik.</p>



<p id="6f85">Buat Elevator Pitch kamu, lalu buat beberapa versi. Setelah itu, keluarlah dan berlatih, berlatih, dan berlatih pada siapa saja dan semua orang.</p>



<p id="aee4">Semakin nyaman kamu merasa saat berupaya memberi pitching terbaik bagi para calon investor atau pengguna, maka semakin kamu bisa menjadi kreatif dan mengubahnya sesuai kebutuhan setiap orang yang berbeda secara cepat.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="9bb8"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="77b9"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="1c2c"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p><em>— Tulisan ini dibuat oleh </em>Sattwika Duhita.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-jurus-3-elevator-pitch-yang-bisa-bikin-calon-investor-segera-jatuh-cinta/">Mengenal Jurus 3 Elevator Pitch yang Bisa Bikin Calon Investor Segera Jatuh Cinta</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Strategi Pitching untuk Memikat Angel Investor</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/begini-strategi-pitching-untuk-memikat-angel-investor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2021 08:55:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Angel Investor]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=6262</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu sumber pendanaan perusahaan bisa didapatkan dari investor. Inilah yang membuat banyak perusahaan berlomba-lomba untuk memikat investor yang mau mendanai perusahaan mereka. Tingginya kompetisi antar perusahaan membuat proses pencarian investor tidak mudah. Jika ingin&#160;startup&#160;kamu mendapat suntikan dana dari&#160;angel investor, pastikan kamu menyajikan informasi penting dengan cara yang menarik. Ikuti strategi&#160;pitching&#160;berikut ini agar kamu dapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/begini-strategi-pitching-untuk-memikat-angel-investor/">Begini Strategi Pitching untuk Memikat Angel Investor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/PItching-to-Angel-Investor-B-1024x682.png" alt="" class="wp-image-7010" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/PItching-to-Angel-Investor-B-1024x682.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/PItching-to-Angel-Investor-B-300x200.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/PItching-to-Angel-Investor-B-768x512.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/PItching-to-Angel-Investor-B.png 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p id="f31a">Salah satu sumber pendanaan perusahaan bisa didapatkan dari investor. Inilah yang membuat banyak perusahaan berlomba-lomba untuk memikat investor yang mau mendanai perusahaan mereka. Tingginya kompetisi antar perusahaan membuat proses pencarian investor tidak mudah.</p>



<p id="83d6">Jika ingin&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kamu mendapat suntikan dana dari&nbsp;<em>angel investor</em>, pastikan kamu menyajikan informasi penting dengan cara yang menarik. Ikuti strategi&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>berikut ini agar kamu dapat memikat&nbsp;<em>angel investor</em>.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="08b8">Mulailah dengan Elevator Pitch</h1>



<p id="8dde">Hal pertama yang dapat kamu kirim ke&nbsp;<em>angel investor&nbsp;</em>adalah&nbsp;<em>elevator pitch</em>&nbsp;berisi penjelasan singkat seputar masalah yang kamu pecahkan, solusi yang kamu tawarkan, dan seberapa besar pasar yang kamu tawarkan dengan solusi tersebut.</p>



<p id="d0b0"><em>Elevator pitch&nbsp;</em>adalah presentasi singkat yang menjelaskan tentang bisnis kamu beserta rekam jejaknya. Pastikan kamu mencakup semua poin penting saat melakukan&nbsp;<em>elevator pitch&nbsp;</em>untuk menarik perhatian&nbsp;<em>angel investor</em>. Sebuah&nbsp;<em>elevator pitch&nbsp;</em>yang baik dapat membantu&nbsp;<em>angel investor&nbsp;</em>menentukan apakah mereka akan berinvestasi di perusahaan kamu atau tidak.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="cf4b">Memilah Informasi Penting</h1>



<p id="b4b6">Ketika&nbsp;<em>angel investor&nbsp;</em>menanggapi email kamu, mereka akan memberi jawaban singkat antara “tidak” atau “iya” yang berarti meminta informasi lebih lanjut. Sebagian besar&nbsp;<em>angel investor&nbsp;</em>akan meminta&nbsp;<em>executive summary&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>perusahaan kamu. Mereka lebih tertarik dengan informasi singkat sebelum menentukan apakah mereka ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan perusahaan kamu dan membuat kesepakatan atau tidak.</p>



<p id="4041">Sebaiknya jangan membanjiri email investor dengan setiap informasi terkini yang kamu miliki karena takut mereka tidak melihat semuanya. Mungkin mereka sedang meninjau penawaran lain di saat bersamaan sehingga mereka tidak dapat meninjau penawaranmu meskipun mereka menginginkannya. Cukup beritahu mereka bahwa kamu menyediakan informasi lebih lanjut jika dibutuhkan.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="f35c">Membuat Ringkasan Business Plan</h1>



<p id="8041">Dilansir dalam&nbsp;<em>Startups.com</em>, sebagian besar investor memilih&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>daripada&nbsp;<em>executive summary</em>&nbsp;dalam satu dekade terakhir.&nbsp;<em>Executive summary&nbsp;</em>adalah tulisan format naratif sebanyak dua sampai tiga halaman yang berisikan tentang rencana bisnis kamu.</p>



<p id="96a8">Menyusun&nbsp;<em>business plan&nbsp;</em>sangat penting, karena dapat digunakan sebagai alat untuk mencari dana, sarana komunikasi bisnis, mempermudah menjalankan usaha, serta menjadi bahan untuk menyusun strategi dan evaluasi bisnis.</p>



<p id="3468">Untuk menyusun&nbsp;<em>business plan</em>, kamu harus mengenali bisnis kamu secara menyeluruh dan mendalam, tentukan arah dan tujuan yang jelas, tentukan target pasar yang tepat, dan tulis rencana bisnis kamu.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="c683">Menunjukkan Pitch Deck</h1>



<p id="4649">Seorang&nbsp;<em>founder startup&nbsp;</em>perlu menyiapkan beberapa hal untuk mencari investor, mulai dari membuat&nbsp;<em>prototype&nbsp;</em>hingga membuat presentasi singkat.</p>



<p id="04bc">Pada dasarnya sebuah&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>adalah rencana bisnis yang disampaikan secara ringkas. Para investor menyukai&nbsp;<em>pitch deck</em>, karena lebih singkat, cenderung menonjolkan visual daripada teks, dan biasanya hanya berisi 10 sampai 20&nbsp;<em>slide&nbsp;</em>dokumen presentasi.</p>



<p id="b633">Karena kamu memiliki waktu yang sangat terbatas untuk presentasi di depan para investor, buatlah&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>sesingkat mungkin tapi tetap menggambarkan keseluruhan informasi mengenai&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kamu. Ini akan menjadi dokumen yang ditinjau oleh investor setelah&nbsp;<em>meeting&nbsp;</em>denganmu.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="ba12">Memahami Tujuan Meeting Pitch</h1>



<p id="aef2">Setelah&nbsp;<em>angel investor&nbsp;</em>meninjau materimu dan membuat keputusan bahwa mereka tertarik untuk mengadakan pertemuan bisnis denganmu, susunlah jadwal untuk&nbsp;<em>meeting pitch</em>&nbsp;guna membangun hubungan. Siapkan pula ide baru, karena investor mungkin akan berinvestasi pada pengusaha yang mereka sukai dengan ragam ide yang memukau.</p>



<p id="ea26">Selama&nbsp;<em>meeting pitch</em>, kamu akan menunjukkan&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>dan menjawab sejumlah pertanyaan. Tujuannya untuk menemukan aspek bisnis yang sesuai dengan investor. Tidak masalah jika investor menghabiskan waktu 60 menit hanya untuk membicarakan satu&nbsp;<em>slide</em>. Cobalah untuk tetap fokus dan berikan yang terbaik.</p>



<p id="4020">Tujuan dari&nbsp;<em>meeting pitch&nbsp;</em>pertama bukan untuk langsung mencapai kesepakatan, melainkan untuk membangun hubungan secara natural yang di kemudian hari berpotensi mengarah pada kesepakatan.</p>



<p id="92ff">Selamat mencoba strategi&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>di atas dan jadilah diri sendiri untuk meyakinkan investor.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan ini dibuat oleh Yurista Andina.</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page-----1bb85e69b8b4-----------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/begini-strategi-pitching-untuk-memikat-angel-investor/">Begini Strategi Pitching untuk Memikat Angel Investor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Aset Penting Agar Sukses Melakukan Pitching</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/6-aset-penting-agar-sukses-melakukan-pitching/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2021 08:50:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business Plan]]></category>
		<category><![CDATA[Elevator Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[Investors]]></category>
		<category><![CDATA[Pitch Deck]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=6259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai seorang pebisnis, kamu harus pandai meyakinkan orang lain untuk menjadi pelangganmu. Salah satu caranya adalah lewat&#160;pitching&#160;yang digunakan untuk meyakinkan calon pembeli membeli produk, jasa, atau mendukung proyek tertentu. Metode&#160;pitching&#160;biasanya menggunakan presentasi singkat yang meyakinkan. Ada beberapa aset yang bisa kamu buat untuk mendukung kegiatan&#160;pitching. Apa saja? Yuk, simak di bawah ini. 1. Elevator Pitch [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/6-aset-penting-agar-sukses-melakukan-pitching/">6 Aset Penting Agar Sukses Melakukan Pitching</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*ISunHsWPPVFy-58Fchl1ug.jpeg" alt=""/><figcaption>Sumber: unsplash.com</figcaption></figure>



<p id="3883">Sebagai seorang pebisnis, kamu harus pandai meyakinkan orang lain untuk menjadi pelangganmu. Salah satu caranya adalah lewat&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>yang digunakan untuk meyakinkan calon pembeli membeli produk, jasa, atau mendukung proyek tertentu.</p>



<p id="4e36">Metode&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>biasanya menggunakan presentasi singkat yang meyakinkan. Ada beberapa aset yang bisa kamu buat untuk mendukung kegiatan&nbsp;<em>pitching</em>. Apa saja? Yuk, simak di bawah ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="a6af">1. Elevator Pitch</h1>



<p id="ba14">Ada kalanya kamu hanya punya sedikit waktu untuk mempromosikan barang atau jasa bisnismu kepada klien. Inilah mengapa kamu harus pandai memanfaatkan waktu presentasi sebaik-baiknya saat melakukan&nbsp;<em>elevator pitch</em>.</p>



<p id="90a3"><em>Elevator pitch</em>&nbsp;adalah jenis presentasi bisnis singkat berdurasi sekitar 10 menit di mana kamu mempresentasikan bisnis saat bertemu dengan klien maupun investor di waktu yang super singkat.</p>



<p id="cbbc">Jenis presentasi ini<em>&nbsp;</em>sering kali digunakan dalam teks pembukaan email, presentasi,&nbsp;<em>meeting&nbsp;</em>dengan klien, pameran karier, dan aplikasi LinkedIn. Jika belum familier, perbanyak latihan agar kamu terbiasa melakukan&nbsp;<em>elevator pitch</em>. Sampaikan apa permasalahannya, bagaimana cara kamu menyelesaikan masalah tersebut, dan siapa yang menjadi target konsumen.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="3643">2. Pitch Deck</h1>



<p id="6647">Sampaikan rencana bisnismu dengan singkat dan jelas dalam bentuk&nbsp;<em>slide&nbsp;</em>presentasi. Dengan&nbsp;<em>pitch deck</em>, kamu bisa menjelaskan apa saja yang sedang atau telah bisnismu kerjakan kepada klien agar mereka tertarik mendanai&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kamu.</p>



<p id="adba">Berbeda dari&nbsp;<em>executive summary&nbsp;</em>yang banyak menggunakan teks,&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>lebih menonjolkan visual dan penjelasan disampaikan dalam bentuk&nbsp;<em>highlight&nbsp;</em>atau poin-poin singkat. Banyak menampilkan aset visual dapat mempermudah kamu menyampaikan&nbsp;<em>value&nbsp;</em>dari berbagai ide.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="93c4">3. Executive Summary</h1>



<p id="a26a"><em>Executive summary&nbsp;</em>atau ringkasan eksekutif adalah rencana bisnis yang disampaikan dalam bentuk ringkasan. Isinya termasuk gambaran bisnis, target pasar, dan produk yang dibuat.</p>



<p id="59c5">Buatlah&nbsp;<em>executive summary&nbsp;</em>yang inventif agar orang lain tertarik untuk mengetahui rencana bisnis kamu. Ringkasan ini juga bisa kamu bagikan kepada calon investor agar mereka punya gambaran mengenai rencana bisnismu ke depan secara mendetail lewat narasi yang ringkas.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="2770">4. Business Plan</h1>



<p id="a0e7">Sebelum memulai bisnis, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan target konsumen dan manfaat produk kamu untuk mereka. Lalu cari mentor bisnis dan buatlah&nbsp;<em>business plan</em>.</p>



<p id="4816"><em>Business plan&nbsp;</em>adalah dokumen tertulis yang di dalamnya tercantum tujuan bisnis dan cara mencapai tujuan tersebut. Sebab itu, kamu harus menyusun dokumen ini secara matang agar benar-benar menggambarkan sifat bisnismu.</p>



<p id="5035">Ada beberapa jenis&nbsp;<em>business plan&nbsp;</em>yang perlu kamu pahami, di antaranya:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em>Startup business plan.</em></li><li><em>Strategic business plan.</em></li><li><em>Operations business plan.</em></li><li><em>Development business plan.</em></li><li><em>Growth business plan.</em></li></ul>



<p id="f852">Membuat&nbsp;<em>business plan&nbsp;</em>akan memakan banyak waktu jika kamu ingin menggali setiap langkah rencana bisnis dari awal sampai akhir. Jika kamu berencana membuat&nbsp;<em>business plan&nbsp;</em>yang rinci, pastikan kamu memasukkan informasi penting dan relevan. Atau kamu juga bisa memulai dengan&nbsp;<em>business plan&nbsp;</em>ringkas yang mudah dicerna, seperti&nbsp;<em>executive summary&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>pitch deck</em>.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="3888">5. Situs Web</h1>



<p id="b702">Tampilkan informasi pendukung di situs web agar bisa dijadikan sebagai referensi orang-orang yang tertarik mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan kamu.</p>



<p id="6138">Situs web berguna untuk menyediakan “brosur” seputar ide bisnis kamu yang mencakup penjelasan singkat tentang tujuan bisnis, atau bisa juga berupa blog pribadi yang membahas tentang suatu permasalahan.</p>



<p id="6737">Hal terpenting dari situs web adalah memberikan pandangan profesional tentang perusahaan kamu dan apa yang ingin kamu capai. Dengan adanya situs web juga membantu kamu mengarahkan orang untuk berlangganan&nbsp;<em>newsletter</em>.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="3606">6. Dokumen Keuangan</h1>



<p id="ba6d">Dokumen keuangan dapat mencakup beberapa aspek bisnis kamu, mulai dari perkiraan pendapatan, biaya operasional, hingga arus kas. Dalam sebuah dokumen keuangan, setidaknya mencakup beberapa aspek dari gambaran keuangan kamu.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Revenue projections</em>&nbsp;(perkiraan pendapatan).&nbsp;</strong>Jelaskan dari mana sumber pendapatan dalam periode tertentu. Tidak ada yang tahu persis berapa banyak pendapatan yang akan dihasilkan untuk tahun-tahun mendatang. Jadi, gunakan ini untuk memperkirakan kemungkinan yang terjadi di masa depan.</li><li><strong><em>Operational expenses&nbsp;</em>(biaya operasional)</strong>. Seiring pertumbuhan perusahaan, penting untuk mencatat segala jenis pengeluaran. Ini akan menjelaskan bagaimana staf, biaya produk, pemasaran, dan biaya&nbsp;<em>overhead&nbsp;</em>(sewa dan persediaan) akan meningkat seiring pertumbuhan bisnis kamu.</li><li><strong><em>Cash flow (arus kas)</em></strong><em>.&nbsp;</em>Mirip dengan perkiraan pendapatan dan biaya operasional, arus kas harus merinci bagian dengan tepat tentang pendapatan dan pengeluaran dari bisnismu. Informasi yang disampaikan cenderung bervariasi tergantung jenis usaha.</li></ul>



<p id="56e6">Nah, itu dia beberapa aset yang bisa kamu buat untuk mendukung kegiatan&nbsp;<em>pitching</em>. Proses pembuatannya mungkin akan memakan banyak waktu dan kamu perlu pandai memilah mana saja informasi penting yang sebaiknya dimasukkan ke dalam dokumen. Selamat mencoba, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><meta charset="utf-8"><em>— Tulisan ini dibuat oleh Yurista Andina.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/6-aset-penting-agar-sukses-melakukan-pitching/">6 Aset Penting Agar Sukses Melakukan Pitching</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
