Begini Strategi Pitching untuk Memikat Angel Investor

Sumber: freepik.com

Salah satu sumber pendanaan perusahaan bisa didapatkan dari investor. Inilah yang membuat banyak perusahaan berlomba-lomba untuk memikat investor yang mau mendanai perusahaan mereka. Tingginya kompetisi antar perusahaan membuat proses pencarian investor tidak mudah.

Jika ingin startup kamu mendapat suntikan dana dari angel investor, pastikan kamu menyajikan informasi penting dengan cara yang menarik. Ikuti strategi pitching berikut ini agar kamu dapat memikat angel investor.

Mulailah dengan Elevator Pitch

Hal pertama yang dapat kamu kirim ke angel investor adalah elevator pitch berisi penjelasan singkat seputar masalah yang kamu pecahkan, solusi yang kamu tawarkan, dan seberapa besar pasar yang kamu tawarkan dengan solusi tersebut.

Elevator pitch adalah presentasi singkat yang menjelaskan tentang bisnis kamu beserta rekam jejaknya. Pastikan kamu mencakup semua poin penting saat melakukan elevator pitch untuk menarik perhatian angel investor. Sebuah elevator pitch yang baik dapat membantu angel investor menentukan apakah mereka akan berinvestasi di perusahaan kamu atau tidak.

Memilah Informasi Penting

Ketika angel investor menanggapi email kamu, mereka akan memberi jawaban singkat antara “tidak” atau “iya” yang berarti meminta informasi lebih lanjut. Sebagian besar angel investor akan meminta executive summary atau pitch deck perusahaan kamu. Mereka lebih tertarik dengan informasi singkat sebelum menentukan apakah mereka ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan perusahaan kamu dan membuat kesepakatan atau tidak.

Sebaiknya jangan membanjiri email investor dengan setiap informasi terkini yang kamu miliki karena takut mereka tidak melihat semuanya. Mungkin mereka sedang meninjau penawaran lain di saat bersamaan sehingga mereka tidak dapat meninjau penawaranmu meskipun mereka menginginkannya. Cukup beritahu mereka bahwa kamu menyediakan informasi lebih lanjut jika dibutuhkan.

Membuat Ringkasan Business Plan

Dilansir dalam Startups.com, sebagian besar investor memilih pitch deck daripada executive summary dalam satu dekade terakhir. Executive summary adalah tulisan format naratif sebanyak dua sampai tiga halaman yang berisikan tentang rencana bisnis kamu.

Menyusun business plan sangat penting, karena dapat digunakan sebagai alat untuk mencari dana, sarana komunikasi bisnis, mempermudah menjalankan usaha, serta menjadi bahan untuk menyusun strategi dan evaluasi bisnis.

Untuk menyusun business plan, kamu harus mengenali bisnis kamu secara menyeluruh dan mendalam, tentukan arah dan tujuan yang jelas, tentukan target pasar yang tepat, dan tulis rencana bisnis kamu.

Menunjukkan Pitch Deck

Seorang founder startup perlu menyiapkan beberapa hal untuk mencari investor, mulai dari membuat prototype hingga membuat presentasi singkat.

Pada dasarnya sebuah pitch deck adalah rencana bisnis yang disampaikan secara ringkas. Para investor menyukai pitch deck, karena lebih singkat, cenderung menonjolkan visual daripada teks, dan biasanya hanya berisi 10 sampai 20 slide dokumen presentasi.

Karena kamu memiliki waktu yang sangat terbatas untuk presentasi di depan para investor, buatlah pitch deck sesingkat mungkin tapi tetap menggambarkan keseluruhan informasi mengenai startup kamu. Ini akan menjadi dokumen yang ditinjau oleh investor setelah meeting denganmu.

Memahami Tujuan Meeting Pitch

Setelah angel investor meninjau materimu dan membuat keputusan bahwa mereka tertarik untuk mengadakan pertemuan bisnis denganmu, susunlah jadwal untuk meeting pitch guna membangun hubungan. Siapkan pula ide baru, karena investor mungkin akan berinvestasi pada pengusaha yang mereka sukai dengan ragam ide yang memukau.

Selama meeting pitch, kamu akan menunjukkan pitch deck dan menjawab sejumlah pertanyaan. Tujuannya untuk menemukan aspek bisnis yang sesuai dengan investor. Tidak masalah jika investor menghabiskan waktu 60 menit hanya untuk membicarakan satu slide. Cobalah untuk tetap fokus dan berikan yang terbaik.

Tujuan dari meeting pitch pertama bukan untuk langsung mencapai kesepakatan, melainkan untuk membangun hubungan secara natural yang di kemudian hari berpotensi mengarah pada kesepakatan.

Selamat mencoba strategi pitching di atas dan jadilah diri sendiri untuk meyakinkan investor.

. . .

— Tulisan ini dibuat oleh Yurista Andina.

Bagikan artikel ini