<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Startup Lessons Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/startup-lessons/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/startup-lessons/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Feb 2024 07:56:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Startup Lessons Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/startup-lessons/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa Itu Startup Hybrid?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/apa-itu-startup-hybrid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2024 03:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Lessons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10243</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perusahaan lama atau yang sudah eksis dan besar memang punya banyak sumber daya yang dapat menjadi keunggulan. Sebutlah produk yang sudah punya nama, pelanggan, proses operasional yang matang, lisensi, jalur distribusi, modal, hingga pemasaran. Namun, perusahaan lama ternyata punya satu celah yang dapat menjadi kelemahan, yakni tidak punya kemampuan kewirausahaan untuk mengubah ide nol menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/apa-itu-startup-hybrid/">Apa Itu Startup Hybrid?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="79da">Perusahaan lama atau yang sudah eksis dan besar memang punya banyak sumber daya yang dapat menjadi keunggulan. Sebutlah produk yang sudah punya nama, pelanggan, proses operasional yang matang, lisensi, jalur distribusi, modal, hingga pemasaran.</p>



<p id="2781">Namun, perusahaan lama ternyata punya satu celah yang dapat menjadi kelemahan, yakni tidak punya kemampuan kewirausahaan untuk mengubah ide nol menjadi sebuah hal yang bernilai. Di mana, hal itu justru dimiliki oleh startup yang dapat bertindak dengan fleksibel, cepat, dan juga&nbsp;<em>agile.</em></p>



<p id="32e8">Berdasarkan hal tersebut, muncullah startup&nbsp;<em>hybrid</em>, yang menggabungkan aset perusahaan lama dan kemampuan kewirausahaan dari startup.</p>



<p id="9a39">Bagaimana agar startup<em>&nbsp;hybrid&nbsp;</em>berhasil?</p>



<p id="a3e0">Ada beberapa poin penting yang mempengaruhi keberhasilan startup hibrid. Sebut saja struktur perusahaan, pemimpin, tim, hingga kemampuan kewirausahaan dalam menemukan kebutuhan nyata yang belum terpenuhi dengan cepat. Tantangan bagi perusahaan adalah menyadari bahwa kemampuan kewirausahaan adalah keahlian yang sama pentingnya dengan pemasaran atau keuangan.</p>



<p id="abf8">Mengutip dari artikel Harvard Business Review, penemuan kewirausahaan dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan yang sebenarnya. Pengusaha biasanya tidak melakukan hal itu dengan melakukan&nbsp;<em>focus group discussion</em>&nbsp;atau mengandalkan riset pasar bekas. Sebaliknya, mereka malah menerapkan teknik etnografi, menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mewawancarai dan mengamati pelanggan secara mendalam dan tatap muka sebanyak 12 hingga 16 kali (bahkan lebih banyak).</p>



<p id="b986">Penelitian kualitatif yang mendalam dapat mengungkap peluang yang terlewatkan oleh orang lain. Mathias Entenmann, partner BCG X yang menjadi penasihat Heycar, menceritakan sebuah pengalaman menarik. Ia mengatakan, “Awalnya kami mengira pasar mobil bekas sudah cukup jenuh, dan Volkswagen sudah terlambat bertahun-tahun untuk memasukinya. Namun ketika kami melihat lebih dekat, kami menyadari bahwa pasar sudah rusak, dan masih banyak ruang untuk inovasi dan disrupsi.”</p>



<p id="3609">Dengan terlibat secara langsung, VW mengetahui betapa frustasinya para dealer dan konsumen terhadap pasar mobil&nbsp;<em>online&nbsp;</em>yang sering dipenuhi oleh<em>&nbsp;listing&nbsp;</em>palsu.</p>



<p id="7c9c">Fase penemuan seperti itu biasanya berlangsung sekitar 10 minggu dan menghasilkan ratusan ide berdasarkan gesekan yang teridentifikasi di pasar. Tim kemudian menguji setiap ide dengan mengajukan empat pertanyaan sederhana dengan urutan sebagai berikut:</p>



<p id="9455">1. Apakah gesekan itu penting? (berhubungan dengan keinginan)</p>



<p id="1e1a">2. Bisakah ide kita memperbaikinya? (berhubungan dengan kelayakan)</p>



<p id="9792">3. Bisakah kita mengalahkan ide pesaing? (keberlangsungan)</p>



<p id="4401">4. Apakah idenya akan berkembang? (skalabilitas)</p>



<p id="4a41">Setelah beberapa masalah besar teridentifikasi, tim melakukan pembuatan prototipe dan pengujian cepat untuk menentukan kelayakan dan kelangsungan hidup.</p>



<p id="7451">Misalnya, di UPS, tim startup&nbsp;<em>hybrid</em>&nbsp;memperhatikan bahwa pemilik UMKM menghabiskan akhir pekan dengan bekerja lembur untuk mengemas dan mengirimkan tumpukan pesanan.</p>



<p id="6785">Bagaimana jika UPS dapat membangun layanan pergudangan dan logistik&nbsp;<em>end-to-end&nbsp;</em>seperti divisi pemenuhan Amazon, tetapi terbuka untuk semua orang?</p>



<p id="2a33">Bagaimana layanan seperti itu akan dibuat prototipenya?</p>



<p id="a2b4">Nick Basford, wakil presiden UPS untuk ritel global dan e-commerce, menjelaskan tentang menemukan bisnis kecil yang menjual knalpot secara&nbsp;<em>online</em>, menyewa unit penyimpanan untuknya, dan meniru platform yang layak. MVP tersebut ternyata membuktikan bahwa ia berhasil dibangun untuk melayani pelanggan dengan baik, dan startup&nbsp;<em>hybrid</em>&nbsp;UPS, yaitu Ware2Go, telah berkembang secara menguntungkan selama empat tahun terakhir.</p>



<p id="6928">Pada akhirnya, perkembangan teknologi yang semakin meroket ternyata dapat memunculkan kolaborasi antara perusahaan lama dengan startup (perusahaan teknologi). Saat teknologi berhasil mendobrak tantangan yang sudah biasa, perusahaan lama perlu memutar otak untuk bisa menjadi perusahaan teknologi, sebelum startup memahami bisnis perusahaan lama.</p>



<p id="73d8">Ternyata, jika dirancang dan dikelola dengan baik, startup <em>hybrid</em> dapat menciptakan pertumbuhan baru dari aset perusahaan lama yang sudah ada, untuk mencapai proses transformasi, mentransfer wawasan dan kemampuan ke perusahaan lama, serta membantu bisnis untuk meningkatkan skalanya di masa depan.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="1178"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="fec6"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="e539"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----0590c4b230d0--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/apa-itu-startup-hybrid/">Apa Itu Startup Hybrid?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Critical Mass Theory of Startups: Mengapa Kecepatan Menjadi Kunci Kesuksesan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/critical-mass-theory-of-startups-mengapa-kecepatan-menjadi-kunci-kesuksesan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2023 01:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Culture]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Lessons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9926</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam dunia startup, waktu adalah aset yang sangat berharga. Kesuksesan atau kegagalan sering kali ditentukan oleh seberapa efisien dan cepat sebuah perusahaan dapat beradaptasi, berkembang, dan merespons perubahan pasar. Kamu dituntut untuk meluncurkan produk atau layanan lebih cepat daripada kompetitor, bisa mengumpulkan modal dengan cepat, dan mampu merespons&#160;feedback&#160;pelanggan sesegera mungkin, karena setiap hari yang terbuang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/critical-mass-theory-of-startups-mengapa-kecepatan-menjadi-kunci-kesuksesan/">Critical Mass Theory of Startups: Mengapa Kecepatan Menjadi Kunci Kesuksesan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page-----1fa54ddb5c8b--------------------------------"></a>Dalam dunia startup, waktu adalah aset yang sangat berharga. Kesuksesan atau kegagalan sering kali ditentukan oleh seberapa efisien dan cepat sebuah perusahaan dapat beradaptasi, berkembang, dan merespons perubahan pasar.</p>



<p id="802a">Kamu dituntut untuk meluncurkan produk atau layanan lebih cepat daripada kompetitor, bisa mengumpulkan modal dengan cepat, dan mampu merespons&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>pelanggan sesegera mungkin, karena setiap hari yang terbuang bisa membuatmu berisiko melewatkan peluang-peluang baru.</p>



<p id="9844">Oleh karena itu, dalam lingkungan yang dinamis seperti ini, kemampuan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak dan mengambil tindakan dengan cepat adalah kunci kesuksesan sebuah startup.</p>



<p id="c210">Ada yang namanya “Critical Mass Theory of Startups”, yaitu kerangka kerja untuk membantumu memahami kapan waktu yang tepat untuk memulai sebuah startup. Ini merupakan titik kritis di mana produk atau pasar mengalami transformasi yang cepat atau bahkan sangat mendadak, yaitu&nbsp;<strong>saat tersedia teknologi pendukung, adanya dorongan ekonomi, dan lahirnya budaya baru.</strong></p>



<p id="1958">Simak artikel ini untuk penjelasan lebih lengkapnya, ya!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d34c"><strong>1. Ketersediaan Teknologi Pendukung</strong></h3>



<p id="a16b">Salah satu faktor penting dalam menentukan&nbsp;<em>timing&nbsp;</em>yang tepat adalah ketersediaan teknologi pendukung. Adanya asisten virtual seperti Alexa, layanan&nbsp;<em>online streaming&nbsp;</em>seperti Twitch dan Netflix, dan perangkat yang dapat dikenakan seperti AirPods tidak dapat berjalan dengan sempurna tanpa teknologi seperti&nbsp;<em>low-latency voice recognition</em>&nbsp;(pengenalan suara latensi rendah),&nbsp;<em>smartphone</em>,&nbsp;<em>Bluetooth,&nbsp;</em>dan sensor.</p>



<p id="9827">Jika sebuah startup memasuki pasar tanpa memanfaatkan infrastruktur teknologi yang tepat, peluang mereka untuk menarik perhatian pasar akan sangat terbatas. Kamu bisa belajar dari para pendiri perusahaan terkemuka di dunia. Karena, mereka pasti memiliki pemahaman yang mendalam tentang evolusi teknologi dan mampu memprediksi kapan teknologi yang mereka gunakan berada pada titik puncaknya serta siap mengalami perubahan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="8497"><strong>2. Dorongan Ekonomi</strong></h3>



<p id="9b4b">Sebagai&nbsp;<em>founder,&nbsp;</em>kamu harus selalu&nbsp;<em>update&nbsp;</em>dengan tren perkembangan ekonomi agar dapat menciptakan peluang baru. Tren ini bisa termasuk pergeseran dari bisnis yang tidak menguntungkan menjadi menguntungkan, atau transformasi dari produk dan layanan yang mahal menjadi terjangkau berkat skala ekonomi.</p>



<p id="6566">Peluang juga bisa muncul ketika layanan yang sebelumnya terjangkau menjadi mahal, seperti pendidikan atau perawatan anak. Harga yang tinggi, seperti langganan TV kabel telah mendorong pertumbuhan layanan&nbsp;<em>streaming&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>gig economy</em>.</p>



<p id="7889">Selain itu, faktor-faktor makroekonomi seperti resesi telah menciptakan&nbsp;<em>sharing economy</em>, seperti perusahaan Airbnb dan Lyft yang muncul setelah krisis keuangan.&nbsp;<em>Sharing economy&nbsp;</em>sendiri adalah aktivitas ekonomi yang memanfaatkan teknologi untuk memfasilitasi individu dalam meminjamkan atau menyewakan asetnya kepada pihak lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="0861"><strong>3. Lahirnya Budaya Baru</strong></h3>



<p id="f853">Cara kita berinteraksi dengan teknologi berubah dengan cepat dan perubahan perilaku tersebut dapat memengaruhi kesuksesan suatu segmen pasar.</p>



<p id="6d5d">Contohnya, kesuksesan Instagram yang melibatkan perubahan budaya yang terjadi selama 20 tahun, yakni mulai dari munculnya platform&nbsp;<em>blogging&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>vlogging</em>, hingga munculnya Facebook dan budaya&nbsp;<em>selfie</em>. Para pelopor Instagram telah berhasil mengubah pandangan masyakat dari berbagi foto atau video dengan orang asing di internet adalah kegiatan berbahaya menjadi kegiatan lazim di mana semua orang bebas berbagi foto atau video di akun mereka.</p>



<p id="73ea">Penerimaan budaya baru ini mungkin terasa abstrak, tetapi hal ini merupakan bagian penting dari kesuksesan suatu segmen pasar. Selain itu, perubahan budaya dapat mengarah pada perubahan regulasi yang dapat memiliki dampak besar pada keberlanjutan suatu segmen tertentu.</p>



<p id="e140">Kamu mungkin tidak selalu bisa mengendalikan ketiga hal tersebut, karena semuanya juga tergantung pada faktor-faktor di luar kendalimu. Namun, dengan memahami dan menggabungkan elemen-elemen tersebut, kamu bisa menemukan peluang baru dalam berbisnis yang tentunya akan memengaruhi masa depan startupmu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="16b0"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="a72f"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c766"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/critical-mass-theory-of-startups-mengapa-kecepatan-menjadi-kunci-kesuksesan/">Critical Mass Theory of Startups: Mengapa Kecepatan Menjadi Kunci Kesuksesan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkenalan dengan Peran Product Manager di Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/berkenalan-dengan-peran-product-manager-di-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 14:05:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Manager]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Lessons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9844</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak bisnis digital dan teknologi semakin meningkat, ada satu peran yang sangat dicari di startup karena punya posisi penting. Ini adalah Product Manager (PM)! PM ternyata jadi peran yang punya banyak peminat di startup teknologi. Alasannya, startup butuh orang yang tepat dalam mengembangkan produk yang dibutuhkan dan disukai oleh penggunanya. PM punya tujuan untuk memaksimalkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berkenalan-dengan-peran-product-manager-di-startup/">Berkenalan dengan Peran Product Manager di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b0d8">Sejak bisnis digital dan teknologi semakin meningkat, ada satu peran yang sangat dicari di startup karena punya posisi penting. Ini adalah Product Manager (PM)!</p>



<p id="1a97">PM ternyata jadi peran yang punya banyak peminat di startup teknologi. Alasannya, startup butuh orang yang tepat dalam mengembangkan produk yang dibutuhkan dan disukai oleh penggunanya.</p>



<p id="3c35">PM punya tujuan untuk memaksimalkan penjualan dan pendapatan lewat produk-produk yang dikembangkan. Tapi, nggak cuma ‘ngurus’ pengembangan produk aja, PM juga berkutat di ranah pembenahan bisnis, peluncuran produk, hingga menentukan strategi pemasaran suatu produk.</p>



<p id="b4df">Jadi, apa saja hal utama yang dilakukan oleh PM? Simak penjelasan di bawah ini biar kamu makin faham, ya!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="6099"><strong>1. Menciptakan</strong></h2>



<p id="a7cd">Peran ini melibatkan eksplorasi ide-ide dan membangun sesuatu yang baru untuk produk atau membangun produk dari awal. Lingkup pekerjaan dari ‘menciptakan’ pada umumnya adalah memahami pasar dan kesenjangannya, keluhan dan kebutuhan pelanggan, serta menciptakan solusi dengan pelanggan. Seorang PM akan banyak bekerja sama dengan divisi lain ketika menciptakan produk. Divisi ini akan dibahas di bagian berikutnya, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b859">2. Mempertahankan / <em>maintaining</em></h2>



<p id="30a2">Fokus utamanya adalah mempertahankan produk yang konsisten dan berkualitas tinggi akan memberikan nilai yang besar bagi bisnis. Misalnya, jika pelanggan yang ada saat ini kurang loyal dan lebih ketat dalam mengeluarkan uangnya untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk itu, seorang PM perlu mendapatkan data operasional (misalnya jumlah pengguna terdaftar, berapa banyak pengguna aktif saat ini, dan yang sudah berlangganan). Selanjutnya, PM dapat memantau, mendiskusikan, dan melakukan perubahan pada proses internal atau produk itu sendiri. Fase mempertahankan produk ini punya prioritas penting untuk memperbaiki masalah yang paling mengganggu dan berdampak pada sebagian besar pengguna.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5ff2">3. Pertumbuhan</h2>



<p id="f172">Pada bagian pertumbuhan, seorang PM perlu memiliki kemampuan untuk melihat tren yang sedang berlangsung, pasar, pesaing, dan mengidentifikasi peluang. Sumber peluang lain yang dapat diandalkan adalah data operasional, karena data tersebut dapat memberi informasi bagi PM tentang bidang-bidang yang memiliki skor rendah dan memerlukan perbaikan.</p>



<p id="b397">Selanjutnya, dengan siapa saja PM perlu berkoordinasi? Umumnya, sebagai PM kamu akan berkoordinasi dengan mereka ini:</p>



<p id="eb0b">1. Tim&nbsp;<em>data insights<br></em>PM perlu bekerja dengan tim wawasan untuk memahami dan menerjemahkan data ke dalam alur cerita yang ramah dan menarik untuk mempengaruhi orang lain.</p>



<p id="6c2c">2. Tim pengiriman<br>Umumnya terdiri dari pengembang, penguji, manajer proyek, pemilik produk, dan desainer. Tim akan bekerja sama untuk membangun solusi yang didorong oleh manajer produk.</p>



<p id="ae2d">3. Tim riset pelanggan<br>Tim ini adalah jembatan bagi antara produk dan pelanggan. Oleh karena itu, mereka akan fokus terutama pada riset pengguna dan menghasilkan ide.</p>



<p id="9503">4. Tim produk<br>PM dan&nbsp;<em>lead product&nbsp;</em>lainnya adalah rekan kerja yang berharga untuk memunculkan ide dan berkomunikasi.</p>



<p id="0a80">5. Tim manajemen program<br>Tim ini membantu untuk menyusun rencana, mengelola risiko, menjaga akuntabilitas orang, dan penting sekali untuk mengingat detail-detail kecil.</p>



<p id="d3d2">6. Tim dukungan layanan<br>Tim ini menangani masalah dan keluhan pelanggan.</p>



<p id="f027">Seorang PM juga membutuhkan karakter yang mengutamakan pelanggan dan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk mereka. PM yang handal akan terbiasa menjalankan banyak tantangan sehingga perlu punya rasa percaya diri dan optimis yang besar. Namun, PM juga harus punya sikap tegas untuk menentukan prioritas tugas agar semuanya dapat berjalan sesuai waktunya.</p>



<p id="0add">Itu tadi adalah sekelumit cerita tentang peran Product Manager secara lebih dalam. Di artikel berikutnya, peran penting apa yang ada di startup yang kamu ingin agar kita mengulasnya? Jangan ragu bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="a850"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8017"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="28a3"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----3ea2a40914f5--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berkenalan-dengan-peran-product-manager-di-startup/">Berkenalan dengan Peran Product Manager di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membiasakan Belajar dari Kegagalan Sekaligus Kesuksesan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/membiasakan-belajar-dari-kegagalan-sekaligus-kesuksesan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Apr 2023 03:26:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Failure]]></category>
		<category><![CDATA[Failure Stories]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Lessons]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Supaya mengurangi bias ketika membuat solusi Ada pepatah yang mengatakan bahwa ‘kegagalan adalah guru terbaik’. Hal itu tidak sepenuhnya salah. Hanya saja ternyata tidak tepat apabila diaplikasikan pada bisnis. Ternyata, menurut Emre Soyer dan Robin M. Hogarth dalam artikelnya yang ditulis di Harvard Business Review, mereka menuliskan tiga jebakan umum yang membuat para pemimpin jatuh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/membiasakan-belajar-dari-kegagalan-sekaligus-kesuksesan/">Membiasakan Belajar dari Kegagalan Sekaligus Kesuksesan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Supaya mengurangi bias ketika membuat solusi</p>



<p id="a944">Ada pepatah yang mengatakan bahwa ‘kegagalan adalah guru terbaik’. Hal itu tidak sepenuhnya salah. Hanya saja ternyata tidak tepat apabila diaplikasikan pada bisnis. Ternyata, menurut Emre Soyer dan Robin M. Hogarth dalam artikelnya yang ditulis di Harvard Business Review, mereka menuliskan tiga jebakan umum yang membuat para pemimpin jatuh ketika mencoba belajar dari kegagalan. Lebih lengkapnya, kamu dapat membaca artikel ini, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="268a"><strong>Jebakan 1:</strong></h2>



<h2 class="wp-block-heading" id="23ae"><strong>Berinvestasi pada strategi yang salah</strong></h2>



<p id="ec81">Ketika kesalahan terjadi, wajar apabila kita mencari tahu apa penyebab kesalahan tersebut dan mencari akar permasalahannya. Pada umumnya kita hanya berkutat pada meneliti kesalahan tersebut, tanpa memedulikan bagian lain yang berhasil. Namun, jika kita hanya mencari pola di antara kesalahan, hasilnya bisa saja tidak akurat.</p>



<p id="5e20">Contohnya kamu ingin meningkatkan kinerja tim penjualan, di mana 75% tenaga penjualanmu memenuhi target, sedangkan 25% sisanya tidak. Kemudian, kamu menganalisis mengapa 25% tim-mu mengalami kesulitan mencapai target dengan mendalami alur kerja mereka. Hasilnya ternyata sebagian besar karyawan tidak menggunakan alat pencatat terintegrasi dalam sistem manajemen kontak.</p>



<p id="8909">Kemudian, kamu menyimpulkan bahwa akar penyebabnya adalah masalah kinerja karena mereka tidak menggunakan pencatat terintegrasi tersebut. Solusinya, kamu berinvestasi dalam strategi pelatihan teknis dan prosedur pemantauan agar karyawan dapat memanfaatkan sistem dengan hasil maksimal.</p>



<p id="f4c9">Mungkin solusi tersebut terdengar masuk akal, tetapi apakah sudah tepat? Bagaimana jika ternyata mayoritas dari tenaga penjualan 75% yang berhasil mencapai target tidak menggunakan alat pencatat sistem?</p>



<p id="0b91">Kesimpulannya, penting sekali untuk menganalisis keberhasilan bersamaan dengan kegagalan, karena ada kemungkinan bahwa penyebab (yang ditemukan dalam kasus kegagalan) merupakan penyebab umum.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5f45"><strong>Jebakan 2:</strong></h2>



<h2 class="wp-block-heading" id="8a8d"><strong>Mengabaikan strategi yang akan membantu</strong></h2>



<p id="7f70">Dikutip dari Harvard Business Review, selain memberikan ilusi pemahaman berbasis data tentang akar penyebab kegagalan, berfokus secara eksklusif pada analisis hasil negatif juga dapat menyebabkan kita kehilangan strategi yang sebenarnya akan membantu meningkatkan kinerja di masa mendatang.</p>



<p id="3793">Jika mengambil contoh yang sama, mungkin analisis terhadap tenaga penjualan yang sukses akan mengungkapkan bahwa mereka semua mulai mempersiapkan panggilan penjualan penting seminggu sebelumnya. Sementara tenaga penjualan yang gagal cenderung ‘cuek’ dan tidak melakukan persiapan.</p>



<p id="7397">Persiapan memang bukanlah bagian dari sistem atau proses penjualan secara standar, sehingga analisis terhadap karyawan yang berkinerja buruk saja mungkin tidak akan mengidentifikasi ‘persiapan’ sebagai masalah yang penting. Tetapi, apabila tenaga penjualan yang berhasil juga diidentifikasi, hasilnya mungkin investasi yang dilakukan dalam alat manajemen waktu atau pertemuan tentang perencanaan mungkin menghasilkan dampak yang signifikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7251"><strong>Jebakan 3:</strong></h2>



<h2 class="wp-block-heading" id="ad08"><strong>Tidak memperhatikan kemungkinan hasil yang tampaknya baik ternyata didorong proses yang buruk</strong></h2>



<p id="1463">Kebanyakan orang tidak akan menyangka bahwa hasil baik yang selama ini didapat tidak mungkin dihasilkan dari proses yang buruk. Namun, ini bisa jadi jebakan yang berbahaya. Pada faktanya, hasil yang baik belum tentu berasal dari proses yang baik. Jadi jangan hanya berfokus pada pengurangan kegagalan saja, tanpa memahami apa yang menjadi penyebab dari kesuksesan. Sebab, pada akhirnya kita akan menemukan bahwa setidaknya sebagian dari pencapaian sebenarnya ada risiko yang menyelimuti dan ‘tidak tampak’.</p>



<p id="cfaa">Dengan contoh yang sama, misalnya tenaga penjualan yang memenuhi target bisa saja melakukan hal yang curang terhadap rekan-rekannya. Analisis masalah yang fokusnya pada tenaga penjualan yang tidak mencapai target saja akan berimbas tidak tercapainya solusi yang tepat.</p>



<p id="7403">Pengalaman masa lalu memberikan pelajaran yang berharga untuk masa sekarang dan yang akan datang, hanya jika dimanfaatkan secara efektif. ‘Efektif’ di sini ternyata konteksnya adalah belajar dari kegagalan sekaligus kesuksesan. Sebab, dengan begitu, kita akan mendapatkan banyak wawasan dari berbagai sudut pandang yang akan mengarahkan kita menuju solusi paling tepat dari masalah yang ada.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="bfbc"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f807"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6eb1"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/membiasakan-belajar-dari-kegagalan-sekaligus-kesuksesan/">Membiasakan Belajar dari Kegagalan Sekaligus Kesuksesan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Startup Sering Gagal? Ini Alasannya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-sering-gagal-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2023 04:35:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business Model]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Lessons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8683</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahukah kamu, ternyata dua pertiga perusahaan rintisan atau startup tidak pernah menunjukkan hasil yang positif. Kaget mengetahui hal ini, seorang profesor kewirausahaan di Harvard Business School bernama Tom Eisenmann melakukan penelitian tentang hal ini. Eisenmenn menuangkan penelitiannya tentang startup dalam sebuah buku yang berjudul ‘Why Startup Fail’. Berikut adalah ringkasan dari artikelnya yang dilansir dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-sering-gagal-ini-alasannya/">Mengapa Startup Sering Gagal? Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="cbee">Tahukah kamu, ternyata dua pertiga perusahaan rintisan atau startup tidak pernah menunjukkan hasil yang positif. Kaget mengetahui hal ini, seorang profesor kewirausahaan di Harvard Business School bernama Tom Eisenmann melakukan penelitian tentang hal ini. Eisenmenn menuangkan penelitiannya tentang startup dalam sebuah buku yang berjudul ‘Why Startup Fail’. Berikut adalah ringkasan dari artikelnya yang dilansir dari artikel Harvard Business Review.</p>



<p id="e68b">Gagalnya perusahaan tidak selalu tentang pendiri. Ada banyak orang lain yang ikut memegang andil penting dalam kehancuran perusahaan. Sebut saja karyawan, mitra strategis, hingga investor.</p>



<p id="713b">Menurut Eisenmann, VC akan mencari pendiri melalui beberapa karakteristik, antara lain ketangguhan, semangat, pengalaman memimpin tim start-up, dan sebagainya. Terlepas dari kemampuan andal yang dimiliki oleh pendiri, ada pihak lain yang memegang kontribusi besar terhadap kemajuan perusahaan. Atau sebaliknya, berkontribusi dalam menjatuhkan perusahaan. Untuk itu, sangat penting untuk memastikan semua kolaborator dari perusahaan memiliki kemampuan dan sepak terjang yang mumpuni. Ini termasuk pemangku kepentingan yang luas, karyawan, mitra strategis, dan investor, semuanya dapat berperan dalam kejatuhan usaha.</p>



<p id="e028">Kemudian, awal pembentukan startup juga mempengaruhi berhasil atau gagalnya perusahaan. Ada langkah penting yang umumnya ditempuh oleh para pendiri, yaitu melalui&nbsp;<em>lean startup.&nbsp;</em>Salah satu tahapan yang kerap terlewatkan oleh pendiri adalah meneliti kebutuhan pelanggan sebelum menguji produk. Kebutuhan pasar dan kebutuhan pelanggan adalah yang utama. Jadi, produk dengan fitur yang luar biasa namun tidak menjawab kebutuhan pasar dan pelanggan sama dengan sia-sia.</p>



<p id="fd8e">Menurut Eisenmenn, banyak pengusaha yang mengaku menjalankan konsep&nbsp;<em>lean startup&nbsp;</em>namun hanya mengadopsi sebagian saja. Secara khusus, mereka meluncurkan MVP dan mengulanginya setelah mendapatkan umpan balik. MVP berfungsi untuk menguji bagaimana tanggapan pelanggan terhadap produk sehingga para pendiri dapat meminimalisir risiko, misalnya dari segi waktu dan uang untuk membangun dan memasarkan produk yang ternyata tidak dibutuhkan oleh satu orang pun.</p>



<p id="11d0">Namun apabila pendiri tidak meneliti tentang kebutuhan pelanggan sebelum memulai MVP mereka, pendiri akhirnya membuang-buang waktu dan modal yang berharga untuk MVP yang kemungkinan besar tidak sesuai dengan target marketnya. Eisenmenn menyebut hal ini dengan istilah&nbsp;<em>false starts&nbsp;</em>atau awal yang salah.</p>



<p id="db83">Untuk menghindari hal ini, tim dapat mendefinisikan masalah yang ingin diselesaikan, mendapatkan umpan balik satu per satu dari pelanggan potensial, dan memvalidasi kepada pelanggan secara langsung.</p>



<p id="dce4">Penting sekali untuk mewawancarai&nbsp;<em>early adopters</em>&nbsp;dan prospek yang punya potensi besar melakukan pembelian. Jika kebutuhan mereka bervariasi, pendiri harus mempertimbangkan perbedaan tersebut saat merumuskan peta jalan produk. Selain itu, wajib untuk melakukan analisis persaingan, termasuk pengujian pengguna atas solusi yang ada, untuk memahami kekuatan dan kekurangan produk pesaing. Langkah selanjutnya, survei dapat membantu tim dalam mengukur perilaku dan sikap pelanggan. Tujuannya untuk mengumpulkan data yang berguna saat melakukan segmentasi dan mengukur pasar potensial.</p>



<p id="96f3">Setelah pendiri mengidentifikasi segmen pelanggan prioritas dan benar-benar memahami kebutuhan mereka yang belum terpenuhi, langkah tim selanjutnya adalah melakukan brainstorming untuk mencapai berbagai solusi. Tim harus membuat prototipe beberapa konsep dan mendapatkan umpan balik melalui sesi empat mata dengan pelanggan potensial.</p>



<p id="c618">Yang terakhir, untuk dapat mengevaluasi solusi, tim harus melakukan serangkaian tes MVP. Artinya, tim menempatkan produk aktual di tangan pelanggan untuk melihat bagaimana tanggapan mereka. Agar pemborosan tidak terjadi, MVP terbaik adalah yang memiliki fidelitas terendah yang diperlukan untuk mendapatkan masukan yang andal.</p>



<p id="3fc2">Startup yang mengalami kegagalan pada tahun-tahun pertamanya menunjukkan bahwa pendiri perlu melakukan banyak hal secara ‘benar’ untuk dapat meminimalisir risiko kegagalan. Namun berita baiknya, kamu dapat menjadi salah satu dari sekian banyak startup yang berhasil dan sukses, dengan cara belajar dari pengalaman dan kesalahan dari startup lainnya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="d9c0"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="512e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c847"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-sering-gagal-ini-alasannya/">Mengapa Startup Sering Gagal? Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Startup yang Gagal Sustain Ternyata Melewatkan Tahapan Ini</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/startup-yang-gagal-sustain-ternyata-melewatkan-tahapan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2023 04:32:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Growth]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Lessons]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[Successful Entrepreneurs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8680</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam artikel kali ini, kita akan membandingkan cerita dari tiga perusahaan rintisan berbeda yang berkaitan dengan profitabilitas dan pertumbuhan, dilansir dari artikel yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review. Mari kita mulai ceritanya. Yang pertama datang dari King Digital Entertainment, yang mengukuhkan dirinya sebagai pengembang game gratis populer di smartphone. Basis penggunanya tumbuh secara eksponensial, berkat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/startup-yang-gagal-sustain-ternyata-melewatkan-tahapan-ini/">Startup yang Gagal Sustain Ternyata Melewatkan Tahapan Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="0761">Dalam artikel kali ini, kita akan membandingkan cerita dari tiga perusahaan rintisan berbeda yang berkaitan dengan profitabilitas dan pertumbuhan, dilansir dari artikel yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review. Mari kita mulai ceritanya.</p>



<p id="2cbe">Yang pertama datang dari King Digital Entertainment, yang mengukuhkan dirinya sebagai pengembang game gratis populer di smartphone. Basis penggunanya tumbuh secara eksponensial, berkat game fenomenal, Candy Crush Saga. Dari pertengahan 2012 hingga pertengahan 2013 perusahaan mengalami peningkatan pendapatan 12 kali lipat tetapi peningkatan biayanya hanya enam kali lipat. Dampaknya adalah peningkatan pendapatan operasional hampir 70 kali lipat, dari €10,5 juta menjadi €716 juta.</p>



<p id="81f7">Yang kedua adalah SoundCloud, sebagai platform berbagi audio online, sekaligus kompetitor sengit Spotify dan Apple Music. Dari 2012 hingga 2013, basis penggunanya tumbuh 15 kali lipat, yakni dari 10 juta menjadi 150 juta pengguna terdaftar. Namun, pendapatannya meningkat kurang dari 50%, dari €8 juta menjadi €11 juta, sementara biaya operasionalnya tumbuh 75%, dari €16,5 juta menjadi €28,5 juta.</p>



<p id="0413">Yang ketiga adalah WeWork, sebuah perusahaan rekan kerja yang terkenal, telah mengumpulkan $10 miliar dalam bentuk ekuitas dan utang. Pendapatan teratasnya berlipat ganda selama lima tahun berturut-turut, dan keanggotaannya tumbuh 10 kali lipat. Tetapi selama periode yang sama, biaya operasi meningkat dari $400 juta menjadi hampir $2 miliar, menyebabkan kerugian yang signifikan dan semakin dalam.</p>



<p id="a3d9">Menurutmu, dari studi kasus ketiga perusahaan rintisan di atas, manakah perusahaan yang&nbsp;<em>sustain</em>?</p>



<p id="d6d2">Jika kamu menjawab perusahaan yang pertama, atau King Digital Entertainment, maka jawabannya benar. King Digital Entertainment berhasil menjadi bisnis yang menguntungkan dan stabil. Mengapa King Digital Entertainment bisa sukses?</p>



<p id="4d04">Ternyata mereka terlibat dalam tahap perkembangan yang disebut ekstrapolasi, di mana sebuah perusahaan mengeksplorasi opsi pertumbuhan yang menguntungkan sambil mengeksploitasi skala dan ruang lingkup ekonomi. Ekstrapolasi adalah hal yang berbeda dari teori organisasi tradisional, yang mengatakan bahwa bisnis berada dalam mode eksplorasi atau mode eksploitasi.</p>



<p id="4f13">Perbedaannya, eksplorasi melibatkan pencarian&nbsp;<em>product market fit</em>. Ini akan menentukan apakah pelanggan memiliki masalah yang harus dipecahkan dan bersedia membeli produk yang dijual oleh perusahaan.</p>



<p id="8e24">Lain halnya dengan eksploitasi, dimulai ketika pendapatan terjadi dengan cepat dan pertumbuhan laba melambat. Pada fase ini perusahaan bertujuan untuk memperkuat keunggulan kompetitifnya dengan menyempurnakan model bisnis dan berusaha untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang secara bertahap demi mendapatkan keuntungan yang stabil.</p>



<p id="e7f4">Baik eksplorasi atau eksploitasi adalah tahapan yang sangat terkenal. Umumnya startup memulai dengan eksploitasi. Namun menurut pandangan penulis artikel Harvard Business Review, yaitu Jeffrey F. Rayport, Davide Sola, dan Martin Kupp, ekstrapolasi adalah fase kritis yang sering diabaikan oleh perusahaan. Tahap ekstrapolasi memiliki dua tujuan besar. Pertama, mengkonfirmasi sejauh mana&nbsp;<em>product market fit&nbsp;</em>berjalan, yang menunjukkan apakah permintaan dan penawaran menjanjikan. Kedua, adalah&nbsp;<em>profit market fit.&nbsp;</em>Ini menunjukkan peningkatan pendapatan yang cepat, serta menunjukkan bahwa setiap pelanggan baru mendatangkan pendapatan tambahan dan hanya menimbulkan biaya marjinal. Inilah kunci menuju pertumbuhan yang menguntungkan. Pada intinya, perusahaan harus membangun model bisnis yang berhasil meningkatkan pendapatan sambil mengurangi biaya unit variabel dan menahan biaya tetap.</p>



<p id="149c">Bagaimana agar ekstrapolasi berhasil? Ini disebutkan dalam ‘<em>the theory of constraint process’</em>, yang pertama kali dikodifikasikan oleh Eliyahu Goldratt dalam buku klasiknya, The Goal, yang menyatakan bahwa perusahaan dapat melakukannya dengan mengikuti lima langkah berikut:</p>



<p id="0e00">1. Artikulasikan sasaran pertumbuhan (misalnya, “mencapai peningkatan pendapatan lima kali lipat dan peningkatan margin operasi 10 kali lipat”) dan memeriksa apakah sumber untuk mencapai hal tersebut sudah tersedia. Sasaran yang dipilih akan dipengaruhi sebagian oleh realitas pasar, model bisnis, dan sebagian oleh tingkat ambisi tim pendiri.</p>



<p id="584f">2. Tentukan asumsi kritis yang mendasari model bisnismu. Ini harus didasarkan pada penilaian faktor apa yang harus ada untuk menghasilkan pertumbuhan. Misalnya, untuk meningkatkan pendapatan 10 kali lipat, kamu mungkin memerlukan lima kali pelanggan lebih banyak yang melakukan pembelian tiga kali lebih sering daripada yang dilakukan pelangganmu pada masa sekarang.</p>



<p id="60a1">3. Identifikasi kendala model bisnis atau segala rintangan yang menghambatmu mencapai tujuan pertumbuhan. Tuliskan pula secara urut solusi untuk mengatasinya. Misalnya, manajer mungkin menemukan bahwa biaya input tertentu merupakan kendala yang sangat besar atau pasarnya terlalu kecil. Teori kendala memberi tahu kita bahwa tidak ada rantai yang lebih kuat dari mata rantai terlemahnya, dan pemikiran itu berlaku untuk model bisnis. Setiap model akan memiliki satu atau lebih kendala yang membatasi keluarannya.</p>



<p id="2396">4. Kembangkan cara untuk meremediasi kendala yang paling signifikan. Kuncinya adalah menerapkan ‘eksperimen strategis’, di mana kamu dapat memvalidasi adaptasi atau inovasi dalam skala kecil sebelum menerapkannya ke seluruh bisnis.</p>



<p id="aec6">5. Setelah kendala pertama tidak lagi menjadi penghalang pertumbuhan, pilih kendala berikutnya dan perbaiki. Lanjutkan proses berulang ini sampai semua kendala yang signifikan telah teratasi.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="22a9"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f254"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ce40"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/startup-yang-gagal-sustain-ternyata-melewatkan-tahapan-ini/">Startup yang Gagal Sustain Ternyata Melewatkan Tahapan Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
