<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Public Relation Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/public-relation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/public-relation/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Oct 2023 09:42:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Public Relation Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/public-relation/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Penting Public Relation untuk Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tips-penting-public-relation-untuk-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 01:45:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Collaboration]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9936</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai startup, penting untuk mempelajari tentang&#160;public relation&#160;(PR), terutama menjalin koneksi dengan media. Alasannya, publikasi di media merupakan salah satu cara promosi yang bisa dilakukan agar startup bisa dikenal oleh lebih banyak orang. Berikut adalah beberapa poin penting yang bisa kamu aplikasikan untuk membuat startupmu lebih menonjol dengan mendalami PR. 1. Menomorsatukan Produk di Atas Segalanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tips-penting-public-relation-untuk-startup/">Tips Penting Public Relation untuk Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="92f5">Sebagai startup, penting untuk mempelajari tentang&nbsp;<em>public relation&nbsp;</em>(PR), terutama menjalin koneksi dengan media. Alasannya, publikasi di media merupakan salah satu cara promosi yang bisa dilakukan agar startup bisa dikenal oleh lebih banyak orang. Berikut adalah beberapa poin penting yang bisa kamu aplikasikan untuk membuat startupmu lebih menonjol dengan mendalami PR.</p>



<p id="e48e"><strong>1. Menomorsatukan Produk di Atas Segalanya</strong></p>



<p id="7997">Setiap program PR yang sukses selalu mengandalkan produk di atas segalanya. Meskipun bagi startup yang berada di tahap awal pada umumnya mengalami keterbatasan anggaran, tahanlah godaan untuk melakukan perilisan produk secara terburu-buru.</p>



<p id="755f">Pastikan produk yang akan dirilis sudah dilakukan pengujian dan disempurnakan secara memadai. Mengapa begitu? Sebab pers dan kritikus lain akan sangat mencermati produk yang rilis. Bahkan, seorang PR profesional yang sangat ahli pun tidak dapat memberikan kompensasi atas produk yang buruk. Pastikan produkmu memukau pelanggan dan juga kalangan media sejak hari pertama diluncurkan. Jika hal itu berhasil, maka publisitas besar akan menyusul di kemudian hari.</p>



<p id="8ffe"><strong>2. Berinvestasi pada&nbsp;<em>Public Relation</em></strong></p>



<p id="d9ab">Salah satu hal yang patut dipertimbangkan ketika berbicara tentang investasi startup adalah berinvestasi terhadap&nbsp;<em>public relation.&nbsp;</em>Hal itu dapat menciptakan manfaat yang luas dan terukur dalam mencapai tujuan bisnis. PR yang tepat dapat menciptakan kredibilitas sehingga publik dapat mempercayai startupmu.</p>



<p id="f70e">Investasi yang telah dikeluarkan tidak akan percuma karena kepercayaan pada startup dapat dikonversikan langsung ke penjualan. Seperti kisah dari Brian Chesky, salah satu pendiri Airbnb, “Airbnb berhasil mendapatkan lebih dari 0,5 juta artikel pada tahun lalu, pada tahun 2020. Dan kami memiliki pangsa media yang sama banyaknya dengan gabungan sebagian besar perusahaan perjalanan besar lainnya.”</p>



<p id="27d4"><strong>3. Matangkan&nbsp;<em>Elevator Pitch</em></strong></p>



<p id="7fd0"><em>Elevator pitch</em>&nbsp;adalah senjata paling ampuh untuk memikat investor, jurnalis, atau pihak lain yang ingin diajak kerja sama. Terutama dalam industri media, melibatkan jurnalis sejak awal merupakan pekerjaan paling menantang. Untuk itu, kamu perlu matangkan&nbsp;<em>elevator pitch</em>, sehingga jika tiba waktu yang tepat untuk menyuguhkannya pada orang lain, kamu sudah siap untuk mengambil kesempatan emas tersebut.</p>



<p id="96e7">Buatlah presentasi secara singkat. Jangan terlalu panjang, usahakan tidak lebih dari beberapa paragraf pendek yang bisa habis dibaca dalam waktu kurang dari satu menit. Kamu hanya punya waktu singkat untuk mencuri hati jurnalis, maka susunlah ide sebagai&nbsp;<em>teaser&nbsp;</em>yang dirancang dengan memikat.</p>



<p id="6080"><strong>4. Ketahui Siapa Jurnalis yang Menjadi Targetmu</strong></p>



<p id="e93b">Kamu dapat menargetkan jurnalis tertentu yang sesuai dengan industrimu. Agar lebih mudah, buatlah dokumen yang menjelaskan tentang daftar reporter dan publikasi yang telah mereka tulis. Karena, semakin tepat kamu menentukan jurnalis mana yang akan diajak kerja sama, maka kamu punya peluang makin tinggi untuk sukses.</p>



<p id="fcb4">Salah cara ini dapat kamu lakukan adalah menentukan audiens. Kemudian, kamu dapat melakukan riset tentang latar belakang jurnalis. Temukan berita yang relevan dengan apa yang ingin kamu sampaikan. Misalnya, pertanyaan seperti apa yang sekiranya akan jurnalis jawab? Tren apa yang muncul dalam cerita mereka? Cerita mana yang memiliki&nbsp;<em>engagement&nbsp;</em>paling banyak? Dan kira-kira mengapa?</p>



<p id="4cc1">Berikut adalah beberapa tips yang dapat diadopsi ketika membuat&nbsp;<em>pitch:</em></p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Buatlah secara singkat dan tepat sasaran.</li>



<li>Buatlah secara personal. ‘Mengapa kamu menghubungi mereka?’</li>



<li>Buat&nbsp;<em>hook&nbsp;</em>atau kalimat yang sangat menonjol dan mengajak mereka untuk ‘mengiyakan’ ajakanmu.</li>
</ol>



<p id="263b"><strong>5. Buat Narasi yang Berdampak</strong></p>



<p id="a9db">Pada umumnya, jurnalis tidak menulis tentang produk baru “XYZ”, akan tetapi mereka meliput dalam konteks artikel yang punya kategori lebih besar atau dikaitkan dengan tren terkini. Untuk itu, kamu dapat mengemas ide cerita yang relevan dengan isu terkini, tentang bagaimana perusahaanmu bisa membuat dampak penting, atau bisa bersaing di pasar karena memberikan nilai unik pada pelanggan.</p>



<p id="69b5">Startup yang baik memiliki kekuatan public relations yang kuat. Selamat membangun<em>&nbsp;public relations, founder!</em></p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="907e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="5c50"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="50e6"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----a938204bb2b7--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tips-penting-public-relation-untuk-startup/">Tips Penting Public Relation untuk Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Menjaga dan Meningkatkan Kepercayaan Konsumen</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/strategi-menjaga-dan-meningkatkan-kepercayaan-konsumen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2023 04:23:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Customer Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Sales]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8673</guid>

					<description><![CDATA[<p>Data statistik menunjukkan bahwa survei yang dilakukan pada tahun 2021 terhadap 1.000 konsumen menyimpulkan bahwa lebih dari 80% menganggap kepercayaan sebagai faktor penentu dalam keputusan pembelian. Hal tersebut dikutip dari artikel yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review yang memberikan rekomendasi tentang strategi pemasaran bagi merek agar berhasil mempertahankan dan menumbuhkan kepercayaan konsumen. 1. Menjadi pemimpin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/strategi-menjaga-dan-meningkatkan-kepercayaan-konsumen/">Strategi Menjaga dan Meningkatkan Kepercayaan Konsumen</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b454">Data statistik menunjukkan bahwa survei yang dilakukan pada tahun 2021 terhadap 1.000 konsumen menyimpulkan bahwa lebih dari 80% menganggap kepercayaan sebagai faktor penentu dalam keputusan pembelian. Hal tersebut dikutip dari artikel yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review yang memberikan rekomendasi tentang strategi pemasaran bagi merek agar berhasil mempertahankan dan menumbuhkan kepercayaan konsumen.</p>



<p id="7438"><strong>1. Menjadi pemimpin yang dapat dipercaya</strong></p>



<p id="de8d">Studi yang dilakukan oleh perusahaan PR Edelman, pada tahun 2021, bisnis masih dianggap lebih dapat dipercaya daripada pemerintah, LSM, dan media berita. Hal ini mengharuskan pemimpin perusahaan juga ikut terlibat untuk bisa menjadi orang yang dipercaya. Menurut Barometer Kepercayaan Edelman 2021, 53% responden percaya bahwa pemimpin bisnis memiliki kewajiban untuk mengisi kekosongan informasi yang ditinggalkan oleh media berita. Singkatnya, perusahaan tidak perlu memberikan basa-basi pada publik. Kredibilitas perusahaan jauh lebih mahal harganya daripada keuntungan jangka pendek apa pun.</p>



<p id="3531">Contoh yang tidak untuk ditiru datang dari perusahan kosmetik<em>&nbsp;</em>Glossier. Perusahaan tersebut mengkampanyekan anti-rasisme kepada publik, namun ternyata tidak selaras dengan cerita dari mantan karyawan tentang diskriminasi dan toksisitas di tempat kerja. Jadi, pastikan kamu untuk selalu menyelaraskan informasi yang disebarkan untuk publik dengan langkah-langkah aktual. Menjaga ‘pesan’ perusahaan tidak berlebihan sangat membantu dan akan melindungi perusahaan dari potensi kesalahan PR di kemudian hari.</p>



<p id="bc52"><strong>2. Menghindari kebenaran yang setengah-setengah</strong></p>



<p id="ca13">Dikutip dari artikel Harvard Business Review, jika kita berhadapan dengan pengadilan opini publik, kelalaian sama dengan berbohong. Jika suatu klaim memerlukan penghilangan, maka jangan gunakan itu; dan jika kamu membuat kesalahan, cara terbaik adalah dengan mengakuinya. Kamu mungkin menemukan konsumen yang pemaaf jika kamu menunjukkan penyesalan. Apabila ada kegagalan di masa lalu kemudian kita menunjukkan kejujuran, ini dapat menjadi dasar kepercayaan konsumen, afinitas merek, dan keterlibatan konsumen dalam jangka panjang.</p>



<p id="c6d7"><strong>3. Menyesuaikan dengan kondisi konsumen</strong></p>



<p id="f376">Untuk dapat menjaga kepercayaan konsumen, bisnis harus terus mengevaluasi keefektifan upaya pemasaran dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut:</p>



<p id="0648">Apa sentimen pelanggan kami? Negatif? Positif?</p>



<p id="6d77">Apa peringkat kesukaan kami? Apakah mereka naik? Atau turun?</p>



<p id="0538">Apakah audiens terlibat dengan konten kita?</p>



<p id="cc14">Dan apakah kita menepati janji pada konsumen?</p>



<p id="94de">Jika bisnis secara konsisten dan rutin ‘memeriksa’ konsumen, kamu akan menemukan bahwa bisnis dapat lebih mudah memenuhi bahkan melampaui preferensi mereka yang terus berkembang. Contohnya adalah Bryanna Evans, manajer media sosial pada merek wewangian rumah SECC, memberi tahu Buffer bahwa strategi yang didukung media sosial timnya berfokus pada keterlibatan pelanggan dalam umpan. Tim sosial medianya tidak hanya merespons setiap kali seseorang meninggalkan komentar, tetapi juga memelihara minat konsumen dengan memposting kuis, kontes, dan hadiah secara teratur. Akibatnya, SECC berhasil membangun pasukan loyalis dan meningkatkan pendapatan bulanannya dari $20.000-$30.000 menjadi lebih dari $100.000.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="95f0"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8705"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5140"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/strategi-menjaga-dan-meningkatkan-kepercayaan-konsumen/">Strategi Menjaga dan Meningkatkan Kepercayaan Konsumen</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founder, Ini Alasan Pentingnya Meluncurkan Produk Secara Diam-Diam!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founder-ini-alasan-pentingnya-meluncurkan-produk-secara-diam-diam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2022 05:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founder]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8455</guid>

					<description><![CDATA[<p>Simpan pengumuman besarmu untuk nanti. 😉 Membangun bisnis yang sukses membutuhkan daya tarik konsumen. Namun, hal tersebut tidak dapat kamu raih begitu saja dalam satu hari. Jadi, mengapa banyak perusahaan yang baru mengadakan pengumuman produk secara besar-besaran di hari peluncuran? Padahal, strategi tersebut cenderung memiliki banyak resiko, loh. Jika startupmu belum diketahui banyak orang, coba [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-ini-alasan-pentingnya-meluncurkan-produk-secara-diam-diam/">Founder, Ini Alasan Pentingnya Meluncurkan Produk Secara Diam-Diam!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading" id="35eb">Simpan pengumuman besarmu untuk nanti. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f609.png" alt="😉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></h2>



<p id="e441">Membangun bisnis yang sukses membutuhkan daya tarik konsumen. Namun, hal tersebut tidak dapat kamu raih begitu saja dalam satu hari. Jadi, mengapa banyak perusahaan yang baru mengadakan pengumuman produk secara besar-besaran di hari peluncuran? Padahal, strategi tersebut cenderung memiliki banyak resiko, loh.</p>



<p id="95f1">Jika startupmu belum diketahui banyak orang, coba terapkan ‘soft launching’ atau peluncuran secara diam-diam. Tidak perlu melakukan sesuatu yang heboh atau besar, karena memang belum waktunya kamu tiba di tahap itu.</p>



<p id="38de">Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa startup yang masih ditahap awal disarankan untuk melakukan peluncuran secara diam-diam. Simak baik-baik ya, founder!</p>



<p id="3fa5"><strong>1.</strong>&nbsp;<strong>Efek nihil dari&nbsp;<em>pre-release publicity</em></strong></p>



<p id="7086">Sebelum tanggal peluncuran, startup seringkali melakukan&nbsp;<em>pre-release publicity&nbsp;</em>yang bertujuan mempublikasikan kepada publik bahwa mereka akan meluncurkan produk baru.</p>



<p id="0dbf"><em>Pre-release publicity</em>&nbsp;umumnya diawali dengan penulisan&nbsp;<em>press release</em>&nbsp;yang diunggah lewat media sosial dan website, menggunakan&nbsp;<em>landing page</em>&nbsp;dengan&nbsp;<em>beta signup</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>email list signup.</em>&nbsp;Setelah itu, biasanya startup akan mendapatkan ucapan selamat atas peluncuran produk dari koneksi terdekatnya.</p>



<p id="d1c1">Namun kenyataannya, banyak founder yang bingung, mengapa tidak ada calon konsumen yang mendaftar ke dalam beta program atau email list mereka. Ditambah lagi, mereka gagal meraih&nbsp;<em>exposure&nbsp;</em>dari media karena peluncuran produk dianggap kurang menarik. Startup juga tetap kesulitan untuk menjadi viral meskipun koneksi mereka telah mengetahui adanya peluncuran produk.</p>



<p id="8bd8"><strong>2.</strong>&nbsp;<strong>Ucapan selamat bukan berarti kesuksesan</strong></p>



<p id="9d99">Peluncuran produk adalah langkah pertamamu dalam mengenalkan produk ke publik. Jadi, mendapatkan ucapan selamat atas peluncuran produk bukan berarti kamu telah meraih kesuksesan.</p>



<p id="84db">Sering kali, founder terbawa suasana bahagia atas peluncuran produknya sehingga lupa memprioritaskan langkah selanjutnya yang justru lebih penting.</p>



<p id="db25">Saat memulai sesuatu, kamu tidak perlu membuat seluruh dunia mengetahuinya. Kamu cukup menginformasikan orang-orang terdekat yang dapat membantumu. Tidak perlu berambisi untuk menjadi viral, karena yang kamu butuhkan hanyalah daya tarik dari target konsumen.</p>



<p id="8d2c"><strong>3.</strong>&nbsp;<strong>Risiko dari peluncuran produk besar-besaran</strong></p>



<p id="21ca">Tanpa adanya daya tarik, kamu akan kesulitan untuk membedakan apakah produk yang kamu harapkan akan disukai orang-orang, akan serupa dengan produk yang dapat membuat startup-mu sukses. Mengadakan&nbsp;<em>pre-release publicity&nbsp;</em>berisiko menawarkan calon konsumen sebuah barang ‘palsu,’ alias produk yang dapat saja kamu ubah nantinya sesuai kondisi pasar.</p>



<p id="ef81">Saat startup-mu sudah mempunyai pelanggan, dan pelanggan tersebut membeli produkmu yang menurut mereka bernilai, produkmu dapat saja terlihat berbeda dengan ide awal yang kamu tawarkan saat peluncuran produk.</p>



<p id="f4ec">Coba bayangkan, jika kamu mengundang seluruh dunia untuk melihat peluncuran produk, nantinya kamu pasti akan mendapat banyak komentar dan komplain berdasarkan ekspetasi orang-orang terhadap produkmu di awal peluncuran.</p>



<p id="befa"><strong>4. Siapa target konsumenmu yang sesungguhnya?</strong></p>



<p id="df44">Saat meluncurkan sebuah produk, yang terpenting adalah melayani calon konsumen yang akan paling berpengaruh dalam membentuk pasarmu. Temukanlah konsumen yang membutuhkan produkmu, dan fokuslah untuk menjual produkmu kepada mereka.</p>



<p id="9b00">Peluncuran besar-besaran hanya akan menimbulkan beragam risiko. Mulai dari tingginya ekspetasi, hingga konsumen yang kecewa dengan produkmu yang berubah. Tentu saja, hal ini bukan berarti kamu harus terus beroperasi tanpa publikasi. Selain memberi tahu keluarga dan teman terdekat tentang bisnismu, seluruh publikasi yang kamu lakukan harus ditargetkan sesuai target konsumenmu.</p>



<p id="876b">Setelah startup-mu tumbuh, memiliki sejumlah pelanggan loyal, barulah kamu dapat beraksi dalam skala besar. Buatlah kerja sama seperti partnership, rancang milestone/tonggak pencapaian perusahaan, promo diskon besar, dan hal lainnya sebagai validasi nilai produkmu bagi konsumen. Di tahap itulah kamu punya alasan untuk membuat orang-orang beraksi membeli produkmu.</p>



<p id="5956">Bagaimana, <em>founder</em>? Sudah mengerti cara merancang peluncuran produk yang benar? Pantau terus blog #1000StartupDigital untuk tahu lebih banyak seputar cara membangun startup, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="528d"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f907"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="f0b9"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-ini-alasan-pentingnya-meluncurkan-produk-secara-diam-diam/">Founder, Ini Alasan Pentingnya Meluncurkan Produk Secara Diam-Diam!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Unggul dalam Public Relation Meski Startup Baru Dirintis? Begini Caranya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ingin-unggul-dalam-public-relation-meski-startup-baru-dirintis-begini-caranya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2022 04:14:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berbicara tentang PR atau&#160;Public Relation, ternyata memiliki cara berpikir yang sama ketika membangun produk. Produk merupakan sebuah solusi yang diciptakan untuk mengatasi masalah orang. Jadi, ketika akan memulai langkah barumu dalam perjalanan PR, maka kamu perlu memastikan: &#8211; Apa saja yang benar-benar dibutuhkan pelanggan? &#8211; Seperti apa bahasa yang digunakan? &#8211; Hal-hal seperti apa yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-unggul-dalam-public-relation-meski-startup-baru-dirintis-begini-caranya/">Ingin Unggul dalam Public Relation Meski Startup Baru Dirintis? Begini Caranya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="f075">Berbicara tentang PR atau<em>&nbsp;Public Relation</em>, ternyata memiliki cara berpikir yang sama ketika membangun produk. Produk merupakan sebuah solusi yang diciptakan untuk mengatasi masalah orang. Jadi, ketika akan memulai langkah barumu dalam perjalanan PR, maka kamu perlu memastikan:</p>



<p id="1e9b">&#8211; Apa saja yang benar-benar dibutuhkan pelanggan?</p>



<p id="22a0">&#8211; Seperti apa bahasa yang digunakan?</p>



<p id="eb28">&#8211; Hal-hal seperti apa yang relevan bagi mereka?</p>



<p id="dab8">Dari sini, kamu punya tantangan baru untuk menyusun cerita yang sesuai dengan mereka. Berikut ini adalah beberapa tahapan awal yang dapat kamu aplikasikan ketika sedang menjalankan&nbsp;<em>public relation</em>, menurut Terra Carmichael, VP Komunikasi Global di Eventbrite, dikutip dari artikel review.firstround.com.</p>



<p id="f4cf"><strong>1. Rencanakan strateginya</strong></p>



<p id="acc8">Sebelum merencanakan strategi, kamu harus tahu apa yang ingin kamu ceritakan kepada orang lain. Hal spesifik apa yang dapat membedakanmu dengan yang lain dan kamu ingin agar orang lain mengetahui hal ini?</p>



<p id="8d7d">Contohnya, perusahan A memiliki tim&nbsp;<em>engineer&nbsp;</em>yang kuat, atau perusahaan B fokus dalam mencapai kepuasan pelanggan.</p>



<p id="79cf">Kamu dapat menulis apa saja pesan yang ingin kamu sampaikan kepada publik. Selanjutnya, cari data yang mendukung. Kemudian jangan lupa berikan bukti dan informasi penting yang akan ditunjukkan kepada pers agar mereka yakin tentang argumen yang kamu buat.</p>



<p id="145c"><strong>2. Jangan sampaikan jargon</strong></p>



<p id="5445">Dalam menyampaikan berita ke khalayak umum, abaikan jargon. Milikilah asumsi bahwa audiensmu tidak mengetahui tentang kata-kata atau istilah khusus dalam industrimu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya jarak antara merek dengan audiens. Sebaliknya, kamu harus dapat menjelaskan produk atau layanan yang ditawarkan dengan bahasa yang mudah dipahami dan jauh dari kata-kata ‘yang terdengar asing’ bagi audiens.</p>



<p id="aaae"><strong>3. Tentukan siapa saja yang akan mendapatkan informasi tentang usahamu</strong></p>



<p id="a97e">Kamu dapat menargetkan jurnalis tertentu yang sesuai dengan industrimu. Agar lebih mudah, buatlah dokumen yang menjelaskan tentang daftar reporter dan publikasi yang telah mereka tulis. Karena, semakin tepat kamu menentukan jurnalis mana yang akan diajak kerja sama, maka kamu punya peluang makin tinggi untuk sukses.</p>



<p id="12a2">Beberapa cara ini dapat kamu lakukan, antara lain menentukan audiens. Kemudian, kamu dapat melakukan riset tentang latar belakang jurnalis. Temukan berita yang relevan dengan apa yang ingin kamu sampaikan. Misalnya, pertanyaan seperti apa yang sekiranya akan jurnalis jawab? Tren apa yang muncul dalam cerita mereka? Cerita mana yang memiliki&nbsp;<em>engagement&nbsp;</em>paling banyak? Dan kira-kira mengapa?</p>



<p id="28b1"><strong>4. Menjalin komunikasi yang baik dengan jurnalis</strong></p>



<p id="a9c4">Mulai dari sekarang, kamu perlu membangun hubungan yang baik dengan jurnalis. Jika perusahaanmu belum mapan, maka hadirilah acara dan jangan ragu berkenalan dengan jurnalis. Ada beberapa kiat khusus yang dapat kamu terapkan ketika akan menjalin komunikasi dengan jurnalis. Yang pertama, kamu harus dapat menarik perhatian mereka dengan menyampaikan kalimat pembuka yang menarik. Selanjutnya, kamu dapat bertemu dan menjalin komunikasi dengan mereka secara rutin. Usahakan agar jurnalis mengenalimu sebagai pribadi, sehingga kedekatan akan lebih mudah terjalin. Setelah itu, jangan lupa untuk merawat hubungan yang telah terjalin dengan baik. Misalnya kamu juga ingin tahu tentang minat mereka di dalam dan luar pekerjaan, kemudian lakukan dengan tulis. Kamu dapat membagikan komentar tentang cerita mereka. Contohnya, “Selamat atas karyamu,” namun jangan berikan dengan berlebihan.</p>



<p id="2c1a">Sebagai penutup, jangan sampai kamu terlena dengan kalimat ini, “Kebanyakan orang berpikir tentang cerita yang ingin disampaikan, namun justru lupa bahwa cerita mereka nantinya akan dibaca oleh audiens.” Jadi, jangan sampai kamu justru lupa akan fokusmu, ya. Selamat merangkai cerita dari usahamu.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="8b8d"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="21d5"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="9687"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-unggul-dalam-public-relation-meski-startup-baru-dirintis-begini-caranya/">Ingin Unggul dalam Public Relation Meski Startup Baru Dirintis? Begini Caranya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Startup Menjalin Koneksi dengan Media?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-cara-startup-menjalin-koneksi-dengan-media/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2022 07:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai startup, penting untuk mempelajari tentang&#160;public relation&#160;(PR), terutama menjalin koneksi dengan media. Apalagi pada umumnya startup memiliki keterbatasan dari segi sumber daya sehingga mungkin tidak punya&#160;budget&#160;melimpah untuk dapat berhubungan dengan media. Namun, dalam artikel ini, kamu akan menemui beberapa panduan dan langkah praktis yang dapat diaplikasikan ketika kamu ingin menjalin jejaring dengan para jurnalis dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-cara-startup-menjalin-koneksi-dengan-media/">Bagaimana Cara Startup Menjalin Koneksi dengan Media?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="6758">Sebagai startup, penting untuk mempelajari tentang&nbsp;<em>public relation&nbsp;</em>(PR), terutama menjalin koneksi dengan media. Apalagi pada umumnya startup memiliki keterbatasan dari segi sumber daya sehingga mungkin tidak punya&nbsp;<em>budget&nbsp;</em>melimpah untuk dapat berhubungan dengan media. Namun, dalam artikel ini, kamu akan menemui beberapa panduan dan langkah praktis yang dapat diaplikasikan ketika kamu ingin menjalin jejaring dengan para jurnalis dan media. Berikut adalah rangkumannya.</p>



<p id="8ef4">Mengapa startup perlu membangun hubungan dengan media?</p>



<p id="fadf">Salah satu cara paling efektif yang dapat digunakan oleh startup untuk dapat menjangkau audiens lebih luas adalah menggunakan&nbsp;<em>public relation&nbsp;</em>(PR). Karena, kanal yang dimiliki oleh startup akan lebih sulit untuk mencapai audiens dalam jumlah besar, kecuali kamu kebetulan konten yang kemudian mendadak viral. Berbeda dengan media, mereka umumnya sudah punya ‘nama’ dan memiliki audiens sehingga cerita yang mereka tayangkan akan dibaca oleh lebih banyak orang. Selain itu, startup yang muncul di media akan jauh lebih menarik perhatian investor global.</p>



<p id="8196">Jadi, bagaimana langkah awal dalam membangun hubungan dengan media? Pertama-tama, kamu perlu membangun hubungan yang baik dengan jurnalis yang sesuai. Karena, peluang keberhasilan cerita startupmu akan sangat berhubungan dengan jurnalis yang tepat untuk diajak kerja sama.</p>



<p id="34f7">Kemudian, bagaimana cara menghubungi jurnalis?</p>



<p id="1029">Kamu dapat mengidentifikasi metode kontak yang disukai oleh jurnalis yang ingin kamu dekati. Misalnya jika ia aktif menggunakan Twitter, maka mereka biasanya mencantumkan email di bio, atau mungkin bisa menghubungi lewat LinkedIn, bahkan Instagram. Yang paling penting, jangan mengirim pesan berkali-kali melalui beberapa kanal secara bersamaan. Namun, jangan lupa untuk selalu melakukan&nbsp;<em>follow up,&nbsp;</em>karena jurnalis umumnya sibuk. Selanjutnya, apabila kamu tidak dibalas pesannya oleh jurnalis A, maka kamu dapat beralih untuk menghubungi jurnalis B. Memang, cara seperti ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tetapi, apabila kamu mau berinvestasi dalam membangun hubungan dengan jurnalis, maka seiring berjalannya waktu, kemungkinan besar kamu menjadi sumber yang dijangkau jurnalis apabila mereka ingin menulis cerita dan mendapatkan wawasan darimu.</p>



<p id="89a4">Berikut ini merupakan beberapa poin penting yang dapat dilakukan apabila ingin membangun hubungan dengan media, yang dilansir dari forbes.com:</p>



<p id="1ce0"><strong>1. Kamu dapat menetapkan apa yang menjadi tujuan PR-mu</strong></p>



<p id="f3d1">Ada banyak hal yang dilakukan melalui&nbsp;<em>public relation,&nbsp;</em>misalnya perekrutan, menjangkau pelanggan, hingga melakukan penggalangan dana. Jadi, kamu harus mampu mengaitkan dengan tujuan bisnismu. Dari sini nanti kamu dapat lebih mudah untuk mencari tahu siapa orang yang ingin kamu hubungi, apa alasannya, dan bagaimana caranya. Misalnya apabila kamu mencari pelanggan, maka kamu dapat menerbitkan publikasi perdagangan serta industri yang dibaca oleh target audiensmu. Sedangkan jika bisnismu sedang meluncurkan produk, maka kamu dapat membuat liputan pers yang ditujukan untuk personamu.</p>



<p id="881a"><strong>2. Membangun literasi mediamu</strong></p>



<p id="31c7">Bagaimanapun, kamu harus membaca berita yang relevan di industrimu. Tujuannya untuk mengetahui apa yang kini menjadi tren. Kamu juga dapat mengambil wawasan yang dapat menjadi inspirasi dan membantu bisnismu untuk terlihat lebih menonjol di mata para jurnalis.</p>



<p id="290a"><strong>3. Membuat daftar jurnalis</strong></p>



<p id="a46f">Kamu dapat meningkatkan literasi media di anggota tim. Caranya dengan menyiapkan lembar dokumen yang berisi daftar para jurnalis yang ingin dihubungi, daftar publikasi yang pernah mereka tulis, akun media sosial, e-mail, hingga nomor telepon. Selain itu, perhatikan pula reporter mana yang menulis tentang industri dan sektor yang relevan dengan bisnismu. Ini akan meningkatkan pengetahuanmu tentang literasi media.</p>



<p id="75b7"><strong>4. Membuat&nbsp;<em>pitch&nbsp;</em>yang menarik dan memikat hati</strong></p>



<p id="16d2">Para jurnalis adalah orang yang pandai dalam mengolah informasi serta menuliskannya lewat kata-kata. Maka, pastikan kamu selalu mempersonalisasi&nbsp;<em>pitch&nbsp;</em>yang ada di e-mail atau media sosial sebelum mengirimkannya kepada jurnalis. Berikut adalah beberapa tips dari forbes.com yang dapat diadopsi ketika membuat&nbsp;<em>pitch:</em></p>



<p id="7697">&#8211; Buatlah secara singkat dan tepat sasaran. Jurnalis adalah orang yang sibuk, maka jangan tulis secara bertele-tele. Buat mereka langsung memahami apa yang kamu tulis dalam satu kali baca.</p>



<p id="40d6">&#8211; Buatlah secara personal. ‘Mengapa kamu menghubungi mereka?’</p>



<p id="1951">&#8211; Buat&nbsp;<em>hook&nbsp;</em>atau kalimat yang sangat menonjol dan mengajak mereka untuk ‘mengiyakan’ ajakanmu. Kamu dapat berpromosi sesuai dengan tren yang sedang dibicarakan orang. Atau kamu dapat&nbsp;<em>connecting the dots&nbsp;</em>antara peristiwa terkini dengan apa yang sedang terjadi di bisnismu untuk membuat promosi semakin menarik.</p>



<p id="a902">Semoga beberapa tips ini dapat menjadi panduanmu dalam memulai strategi&nbsp;<em>public relation&nbsp;</em>yang baru atau memberikanmu kemudahan dalam berkoneksi dengan media, ya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p id="49cc"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="1e07"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6291"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-cara-startup-menjalin-koneksi-dengan-media/">Bagaimana Cara Startup Menjalin Koneksi dengan Media?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketahui Kesalahan yang Sering Dilakukan Founder ketika Membangun Brand</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ketahui-kesalahan-yang-sering-dilakukan-founder-ketika-membangun-brand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2022 07:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai upaya awal dalam merintis startup, jenama (brand) adalah sesuatu hal yang menjadi dasar ketika akan membuat produk. Dalam perjalanan membuat produk, akan ada beberapa hal yang menjadi titik kritis dan rawan mengalami kesalahan. Berikut ini akan dijabarkan beberapa kesalahan yang sering dilakukan&#160;founder&#160;ketika membangun jenama, yang dipaparkan oleh Arielle Jackson, seorang pakar pemasaran yang telah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ketahui-kesalahan-yang-sering-dilakukan-founder-ketika-membangun-brand/">Ketahui Kesalahan yang Sering Dilakukan Founder ketika Membangun Brand</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="30cd">Sebagai upaya awal dalam merintis startup, jenama (<em>brand</em>) adalah sesuatu hal yang menjadi dasar ketika akan membuat produk. Dalam perjalanan membuat produk, akan ada beberapa hal yang menjadi titik kritis dan rawan mengalami kesalahan. Berikut ini akan dijabarkan beberapa kesalahan yang sering dilakukan&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;ketika membangun jenama, yang dipaparkan oleh Arielle Jackson, seorang pakar pemasaran yang telah membantu ratusan startup. Jackson menekankan startup untuk berfokus pada dasar-dasarnya terlebih dahulu, seperti menentukan tujuan,&nbsp;<em>positioning,&nbsp;</em>hingga kepribadian. Karena, hal tersebut merupakan elemen yang penting dari strategi jenama. Lebih lanjutnya, kamu dapat membaca artikel ini sampai tuntas, ya.</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Tidak mempelajari dasar-dasarnya</strong></li></ol>



<p id="0ce0">Sering kali, hal eputar pemasaran langsung dilakukan dengan tergesa-gesa. Contohnya, membuat halaman&nbsp;<em>landing page&nbsp;</em>tanpa persiapan yang matang, iterasi dan membuat logo perusahaan, dan lain-lain. Padahal, sebelum sampai di titik tersebut, startup harus memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.</p>



<p id="8b6b">Ada tiga langkah yang dapat memudahkan proses&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>membangun jenama.</p>



<p id="4089"><strong>Langkah pertama,</strong>&nbsp;menentukan tujuan perusahaan</p>



<p id="e41b">Tujuan perusahaan adalah tentang ‘mengapa kamu membangun ini?’ dan ‘mengapa orang lain harus peduli?’</p>



<p id="335f"><strong>Langkah kedua</strong>, merencanakan&nbsp;<em>positioning&nbsp;</em>produk</p>



<p id="b390">Ini adalah tentang:</p>



<p id="3518">&#8211; Apa hal yang akan kamu tawarkan ke pasar?</p>



<p id="4569">&#8211; Apa fungsinya?</p>



<p id="607b">&#8211; Seperti apa kategori produknya?</p>



<p id="f2ff">&#8211; Untuk siapa produk ini dibuat?</p>



<p id="86f4">&#8211; Mengapa orang harus peduli dengan produk ini?</p>



<p id="fc77">&#8211; Siapa yang kamu lawan?</p>



<p id="74c3">&#8211; Bagaimana diferensiasi produkmu?</p>



<p id="7854"><strong>Langkah ketiga, mengembangkan kepribadian jenama</strong></p>



<p id="326b">Analoginya adalah, jika perusahaan itu adalah seseorang, orang ini akan seperti apa? Umumnya kepribadian jenama dihasilkan dalam bentuk&nbsp;<em>copy&nbsp;</em>dan sekaligus berisi tentang identitas visual.</p>



<p id="a8f3"><strong>2. Melebih-lebihkan tujuan</strong></p>



<p id="afc0">Startup yang telah membuat pernyataan dasar seperti tujuan, visi, misi, serangkaian nilai, hingga&nbsp;<em>tagline,&nbsp;</em>umumnya hanya menuliskan hal tersebut sebagai pelengkap dan kata-kata saja, bukan sebagai prinsip dan panduan dalam mengambil keputusan. Tips terbaik dalam membuat tujuan adalah dengan memfokuskannya untuk membuat pesan ke pihak luar: ‘perubahan apa yang ingin kamu lihat di dunia dari produkmu, terlepas dari memikirkan keuntungan finansial?’</p>



<p id="41c4">Misalnya tujuan Nike adalah membawa inspirasi dan inovasi bagi atlet di dunia. Dan tujuan Google adalah mengatur informasi dunia, membuatnya dapat diakses dan berguna secara universal.</p>



<p id="697b"><strong>3. Tidak mempertimbangkan kategori secara cermat</strong></p>



<p id="b151">Konteks kategori di sini adalah bagian dari pekerjaan dan penentuan posisi yang lebih luas. Misalnya, kamu harus bisa membuat pernyataan, perusahaan X adalah Y yang melakukan Z. Dan Y adalah kategori di mana kamu membuat produk. Karena, jika kamu tidak dapat mengartikulasikan apa yang kamu perjuangkan dan di mana kategori bermain, kamu tidak dapat mengambil posisi di benak pelanggan sebagai targetmu. Pilihannya adalah bermain di kategori yang sudah ada atau membuat kategori baru.</p>



<p id="7298">Jika ingin bermain di kategori yang sudah ada, orang akan punya pemahaman tentang kondisi pasar yang sudah ada. Namun, hal ini bisa mengintimidasi karena pasti sudah ada pemain lama. Contohnya ketika Google ingin bermain di kategori webmail gratis, mereka harus mengalahkan Yahoo! Mail dan Hotmail. Sedangkan ketika Uber bermain di kategori baru, pasti butuh waktu bagi orang-orang agar teredukasi dengan kategori ini, sekaligus butuh biaya yang besar. Contohnya adalah Uber yang bermain dalam kategori&nbsp;<em>ridesharing.</em></p>



<p id="e815"><strong>4. Menentukan manfaat emosional, bukan fungsional dalam pesan awal</strong></p>



<p id="80d5">Jika kamu adalah startup yang baru memulai, usahakan untuk menulis manfaat fungsional di atas manfaat emosional. Untuk memudahkan, kamu bisa membuat daftar manfaat fungsional yang kamu miliki dan manfaat fungsional. Contohnya datang dari Eero, yang membuat pesan ‘Selimuti rumahmu dengan wifi yang cepat dan andal.’ Mereka tetap membawa manfaat fungsional dengan ‘cepat dan andal’ namun sedikit menyentuh sisi emosional dengan mengatakan ‘selimuti’.</p>



<p id="f482"><strong>5. Lupa memberikan kepribadian jenama</strong></p>



<p id="5ac5">Umumnya, startup mayoritas siap dengan tipografi, palet warna, dan logo, namun kerap melupakan kepribadian jenama,&nbsp;<em>tone,&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>voice&nbsp;</em>dari jenama. Contohnya seperti ini, jika kamu memberi tahu orang lain tentang kepribadianmu, seperti mudah didekati, suka membantu, baik hati, rajin, dan baik, pada dasarnya semuanya sama saja dan diulang-ulang hingga lima kali. Namun jika kamu bercerita bahwa kamu adalah sosok yang optimis, setia, suka berpetualang, suka tantangan, dan berprestasi, maka orang lain akan lebih mudah punya gambaran tentang dirimu.</p>



<p id="83a0">Nah, itu tadi beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan para founder ketika membangun jenama. Tujuannya agar kamu bisa lebih berhati-hati dan terhindar dari kesalahan-kesalahan ini, ya. Semangat dalam membangun jenama startupmu!</p>



<p id="974e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0197"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="bf16"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ketahui-kesalahan-yang-sering-dilakukan-founder-ketika-membangun-brand/">Ketahui Kesalahan yang Sering Dilakukan Founder ketika Membangun Brand</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini 4 Kesalahan Umum yang Bisa Bikin Startupmu Gampang Miskomunikasi</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-4-kesalahan-umum-yang-bisa-bikin-startupmu-gampang-miskomunikasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2022 08:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Miskomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika berbicara tentang&#160;public relation,&#160;banyak startup fokuskan energinya untuk mencari kesempatan wawancara oleh media dan diliput dalam berita. Namun sayangnya, kerap kali startup melupakan satu bagian penting yang datang setelahnya: tentang&#160;apa yang boleh dan tidak boleh dikatakan kepada pihak luar. Jika salah memberi pernyataan atau tidak sengaja menyebutkan hal sensitif perusahaan, hal ini akan berbalik menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-4-kesalahan-umum-yang-bisa-bikin-startupmu-gampang-miskomunikasi/">Ini 4 Kesalahan Umum yang Bisa Bikin Startupmu Gampang Miskomunikasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="2a0a">Ketika berbicara tentang&nbsp;<em>public relation,&nbsp;</em>banyak startup fokuskan energinya untuk mencari kesempatan wawancara oleh media dan diliput dalam berita. Namun sayangnya, kerap kali startup melupakan satu bagian penting yang datang setelahnya: tentang&nbsp;<em>apa yang boleh dan tidak boleh dikatakan kepada pihak luar.</em></p>



<p id="c36c">Jika salah memberi pernyataan atau tidak sengaja menyebutkan hal sensitif perusahaan, hal ini akan berbalik menjadi blunder dan memberi citra buruk bagi startup. Nah, para&nbsp;<em>founders,&nbsp;</em>jika kamu sedang membangun startup dan strategi komunikasinya, ketahui empat kesalahan umum ini dan langkah menghindarinya:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="e103"><strong>Kesalahan #1: Melebih-lebihkan fakta atau memberi pernyataan palsu</strong></h3>



<p id="e657">Pernah dengar slogan “fake it ‘till you make it”? Secara singkat, slogan ini bermakna untuk terus mempercayai hal yang belum terjadi hingga akhirnya menjadi kenyataannya. Misalnya, kamu sebagai&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>startup terus mengamini dan mengumumkan pada dunia bahwa startupmu akan segera menjadi&nbsp;<em>unicorn</em>&nbsp;(walau nyatanya masih dalam tahap validasi idea).</p>



<p id="bb7b">Nah… optimis dan bermimpi besar memang boleh, tetapi jangan sampai hal ini disampaikan pada publik saat nyatanya kondisi startupmu masih dalam tahap awal atau belum mencapai target.</p>



<p id="2ea2">Ketika berbicara di hadapan publik, jadilah diri sendiri dan hanya sampaikan fakta serta data yang sebenar-benarnya, alias jangan dibuat-buat. Hindari kesalahan ini dengan&nbsp;<strong>mengingat kembali visi, misi, serta nilai startup&nbsp;</strong>dan&nbsp;<strong>menjadi diri sendiri.</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading" id="dd92"><strong>Kesalahan #2: Membagikan terlalu banyak informasi</strong></h3>



<p id="ed6a">Sebagai seorang&nbsp;<em>founder,&nbsp;</em>kamu harus bijak memilah dan memilih informasi yang ingin disampaikan ke publik. Jangan sampai terlalu banyak informasi yang kamu beri berbalik menjadi bumerang yang diarahkan ke startupmu saat situasi genting.</p>



<p id="0360">Ada beberapa trik yang bisa kamu lakukan untuk terhindar dari ketidaksengajaan menyebarkan informasi terlalu banyak ke publik, yakni:</p>



<p id="3329"><strong>Jangan merasa ‘harus’ mengisi keheningan.&nbsp;</strong>Kerap kali dalam sebuah acara, konferensi pers, atau wawancara, para wartawan akan duduk tenang di hadapanmu hingga kamu selesai berbicara. Terkadang mereka akan melempar pertanyaan, tetapi lebih sering duduk diam mendengarkan. Tak jarang hal ini berujung pada keheningan yang mungkin membuatmu merasa enggan atau tidak nyaman. Nah, rasa tidak nyaman ini sering menjadi celah bagi para&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>untuk tak sengaja menjelaskan informasi yang sesungguhnya tak perlu diketahui publik demi memecah keheningan. Maka, prinsip utama tips ini adalah&nbsp;<strong>pahami betul apa yang ingin kamu sampaikan dan berhentilah ketika kamu sudah usai menyampaikan semua pesanmu.</strong></p>



<p id="9da2"><strong>Ingat apa peranmu.&nbsp;</strong>Bersikap ramah kepada siapapun memang penting, tetapi tetap batasi informasi yang mau kamu bagikan. Jangan sampai karena merasa akrab, kamu pun kebablasan membocorkan rahasia dapurmu (oops).</p>



<p id="78bb"><strong>Tetap berpegang pada fakta.&nbsp;</strong>Ingat, pernyataan palsu bisa menjadi bumerang berbahaya bagi kredibilitas startupmu, loh. Jadi, lebih baik ceritakan fakta dan kondisi yang sebenarnya ketimbang menutupi kebenaran, ya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="13e6"><strong>Kesalahan #3: Menjawab pertanyaan media secara serampangan</strong></h3>



<p id="c042">Kita tidak bisa mengatur bagaimana seorang wartawan akan menulis tentang startupmu. Yang bisa kita atur adalah jawaban seperti apa yang kita berikan pada mereka. Karenanya, sebelum terjun langsung ke konferensi pers atau bertemu wartawan, ada baiknya kamu siapkan sebuah dokumen atau&nbsp;<em>talking notes&nbsp;</em>yang berisi rangkaian pesan dan jawaban yang ingin kamu sampaikan pada media.</p>



<p id="0388">Jika ada pertanyaan di luar dugaan, kamu bisa menggunakan trik&nbsp;<strong><em>block and bridge&nbsp;</em></strong>yang membantumu membuat&nbsp;<em>framing&nbsp;</em>agar tidak melenceng dan tetap sesuai dengan pesan yang ingin kamu sampaikan. Seperti inilah salah satu bentuk jawaban dengan trik&nbsp;<em>block and bridge:</em></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Observasi Anda sangat menarik. Namun, yang sebetulnya menjadi akar masalah adalah…”</p><p>“Pertanyaan yang Anda berikan sangat menarik dan menyentuh isu penting. Pandangan kami terhadap isu ini adalah…”</p></blockquote>



<h3 class="wp-block-heading" id="21ca"><strong>Kesalahan #4: Terlalu fokus ke luar, melupakan yang di dalam</strong></h3>



<p id="84e4">Tak jarang startup terlalu fokus membangun komunikasi ke luar organisasi dan melupakan komunikasi internal. Padahal, komunikasi internal pun sangat penting dalam menjaga dan mempertahankan pesan yang ingin dibawa startup.</p>



<p id="72c5">Karenanya, sebelum menyampaikan pesan atau pernyataan ke pihak eksternal, pastikan pihak internal pun memahami pesan tersebut sesuai dengan apa yang akan disampaikan di luar. Jika terjadi perbedaan pesan yang berbeda di antara pihak internal dan eksternal, sangatlah mungkin terjadi simpang siur di kedua belah pihak dan berujung pernyataan yang tidak sesuai dengan apa yang sebetulnya ingin disampaikan oleh startupmu.</p>



<p id="3fcf">Nah, kini kamu telah memahami 4 kesalahan umum yang kerap terjadi dalam ranah komunikasi serta&nbsp;<em>public relation&nbsp;</em>startup. Karenanya, ingat selalu 4 kesalahan ini agar startupmu terhindari dari blunder yang bisa bikin kamu pusing 7 keliling <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f631.png" alt="😱" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<p id="1e15">Semangat membangun startup yang berdampak dan tepat sasaran, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="55a8"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="033c"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6f3d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-4-kesalahan-umum-yang-bisa-bikin-startupmu-gampang-miskomunikasi/">Ini 4 Kesalahan Umum yang Bisa Bikin Startupmu Gampang Miskomunikasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
