<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pola Pikir Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/pola-pikir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/pola-pikir/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Jul 2023 04:59:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Pola Pikir Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/pola-pikir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jika Startup Harus Pivot, Apa yang Harus Dilakukan?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/jika-startup-harus-pivot-apa-yang-harus-dilakukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jun 2023 09:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Disruption]]></category>
		<category><![CDATA[Pivot]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perubahan cepat yang terjadi dapat menjadi penyebab dari startup yang harus pivot. Bukan tanpa tanda, startup memang dapat pivot apabila sudah tidak relevan lagi menyelesaikan misi lamanya. Secara teori, mengubah arah adalah hal yang wajar dan baik untuk bisnis. Alasannya, menempuh kesuksesan tidak ditempuh secara linier atau garis lurus. Contohnya, Twitter diluncurkan sebagai direktori podcast, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jika-startup-harus-pivot-apa-yang-harus-dilakukan/">Jika Startup Harus Pivot, Apa yang Harus Dilakukan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="4c3c">Perubahan cepat yang terjadi dapat menjadi penyebab dari startup yang harus pivot. Bukan tanpa tanda, startup memang dapat pivot apabila sudah tidak relevan lagi menyelesaikan misi lamanya. Secara teori, mengubah arah adalah hal yang wajar dan baik untuk bisnis. Alasannya, menempuh kesuksesan tidak ditempuh secara linier atau garis lurus. Contohnya, Twitter diluncurkan sebagai direktori podcast, Yelp dimulai sebagai layanan email otomatis, dan YouTube pernah menjadi situs kencan.</p>



<p id="e28f">Namun, pivot yang tidak dilakukan dengan cermat dapat menjadi masalah. Penyimpangan dapat menyebabkan investor, karyawan, media, hingga pelanggan merasa kebingungan.</p>



<p id="6939">Sebagai gambaran, pengusaha bekerja layaknya ilmuwan yang menghasilkan dan menguji hipotesis untuk menemukan solusi yang tepat untuk ditawarkan. Hal itulah yang menjadi titik utama dari pendekatan&nbsp;<em>lean startup&nbsp;</em>yang sangat fenomenal. Namun, menjadi pengusaha ternyata perlu kemahiran layaknya seorang politisi. Ia perlu percaya diri dalam meyakinkan audiens apabila terjadi pergeseran dari posisi awal.</p>



<p id="1363">Keterampilan tersebut menjadi penting terutama ketika pandemi COVID-19 berlangsung. Banyak bisnis yang semula tumbuh dengan pesat, kemudian menjadi ambruk ketika dipukul pandemi. Untuk itu, startup perlu merancang model bisnis baru dan merumuskan kembali strategi mereka.</p>



<p id="9f44">Untuk mengantisipasi penolakan yang terjadi dari pemangku kepentingan saat pivot berlangsung, sebelum terjadi pivot, pemimpin perlu membuat narasi yang luas. Yaitu layaknya payung yang membuka kesempatan luas bagi peluang baru apabila perubahan yang mendadak terjadi. Bukan narasi sempit yang tidak menyisakan ruang sedikitpun untuk berbelok atau pahitnya, bermanuver ketika perubahan terjadi.</p>



<p id="31d7">Misalnya dengan melakukan promosi yang efektif dan memiliki daya tarik emosional dengan menggarisbawahi tujuan yang lebih besar. Peta jalan memang diperlukan, akan tetapi akan lebih penting untuk mencapai tujuan. Ini bukan berarti bahwa pengusaha tidak kredibel atau tidak disiplin ketika pivot harus dilakukan.</p>



<p id="45ba">Selain itu, untuk tahapan awal startup, pemimpin perlu menekankan prinsip yang dapat diterima lebih luas, terutama ditujukan untuk pemangku kepentingan. Contohnya datang dari Netflix ketika sang&nbsp;<em>founder</em>, Reed Hastings, mengantisipasi peralihan ke video streaming. Di awal ia menekankan tujuan untuk menawarkan tontonan video rumahan terbaik untuk semua orang. Ia mengemas narasi sebagai ‘tontonan’, bukan ‘DVD’ yang merupakan produk Netflix di fase awal. Kemudian, ketika industri semakin berkembang dan teknologi berubah, orang-orang meninggalkan DVD dan beralih ke tontonan digital. Dengan begitu, ambisi Hastings di awal masih masuk akal. Hastings mengatakan dia akan bersiap untuk menyediakan layanan&nbsp;<em>video on demand&nbsp;</em>apabila teknologi sudah siap.</p>



<p id="f209">Startup mungkin menemukan peluang besar di tengah krisis. Misalnya ketika pandemi COVID-19 dan orang banyak melakukan aktivitas di dalam rumah. Dampak seperti itu ternyata jangka panjang dan mengubah perilaku konsumen. Hal tersebut tidak dapat ditebak oleh siapa pun. Maka untuk dapat bertahan, di fase awal, startup perlu menyusun narasi dengan gambaran besar yang tepat untuk mencapai tujuan. Tujuannya untuk mengantisipasi, apabila diharuskan untuk pivot, startup sudah siap untuk bermanuver, bergerak dengan gesit, serta dapat dengan efektif melibatkan pemangku kepentingan.</p>



<p class="has-text-align-center">&#8230;</p>



<p id="98ca"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8869"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="01b3"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----2c4d0f8dbd6f--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jika-startup-harus-pivot-apa-yang-harus-dilakukan/">Jika Startup Harus Pivot, Apa yang Harus Dilakukan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tugas Seorang Desainer pada Tahap Awal￼</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tugas-seorang-desainer-pada-tahap-awal%ef%bf%bc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Sep 2022 06:24:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Human Capital]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Ignitiion]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8314</guid>

					<description><![CDATA[<p>Puas atau tidaknya pengguna ketika menggunakan produk digital salah satunya ditentukan dari peran desainer di baliknya. Bagaimana tidak, desain menjadi salah satu elemen yang paling penting dalam sebuah produk digital. Maka tidak heran jika desainer merupakan orang yang punya tanggung jawab besar ketika sebuah produk diluncurkan. Jadi, apa saja tugas desainer pada tahap awal berdirinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tugas-seorang-desainer-pada-tahap-awal%ef%bf%bc/">Tugas Seorang Desainer pada Tahap Awal￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="902d">Puas atau tidaknya pengguna ketika menggunakan produk digital salah satunya ditentukan dari peran desainer di baliknya. Bagaimana tidak, desain menjadi salah satu elemen yang paling penting dalam sebuah produk digital. Maka tidak heran jika desainer merupakan orang yang punya tanggung jawab besar ketika sebuah produk diluncurkan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Jadi, apa saja tugas desainer pada tahap awal berdirinya startup? Bagaimana peran desainer dalam perjalanan sebuah startup?</p></blockquote>



<p id="6234">Bekerja sama dengan Apple Developer Academy dalam Breakout Session di Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, acara ini dibawakan oleh moderator Adityo Nugroho, Marketing Section Head at Apple Developer Academy. Hadir sebagai pembicara yaitu John Keating sebagai Design Facilitator dan Geraldio Tosca, UI/UX Monecate App.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="1000 x Apple Developer Academy: Tugas Seorang Desainer pada Tahap Awal Startup" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/yDJZp27SpH4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>1000 x Apple Developer Academy: Tugas Seorang Desainer pada Tahap Awal Startup</figcaption></figure>



<p id="408a">Artikel di bawah ini merangkum diskusi hangat mereka yang bisa kamu baca di sini:</p>



<p id="86ea">Berbicara tentang desainer, ternyata tidak hanya berkaitan dengan orang yang ahli mendesain dan mahir dalam urusan seni. Desainer dalam ranah bisnis startup lebih tepatnya adalah orang yang dapat menyelesaikan permasalahan pengguna menggunakan keterampilan desain.</p>



<p id="4516">Lalu, seperti apa peran seorang desainer agar dapat menyelesaikan permasalahan pengguna?&nbsp;<strong>Yang pertama tentu saja dekat dengan mereka.</strong>&nbsp;Desainer perlu memahami siapa saja pengguna produknya, personanya seperti apa, apa saja masalah yang mereka hadapi, serta alternatif solusi apa yang bisa desainer ciptakan. Karena, desainer, terutama yang bekerja pada startup di tahap awal sering terjebak dan mendesain untuk dirinya sendiri, bukan untuk pengguna.</p>



<p id="b10b"><strong>Tips yang kedua yaitu mengembangkan&nbsp;<em>T-shape skills</em>.</strong>&nbsp;Bayangkan bentuk huruf T. Garis vertikalnya menandakan bahwa desainer perlu mendalami ilmunya agar semakin mahir dan menguasai bidang desain. Kemudian, garis horizontalnya menunjukkan bahwa desainer perlu mengetahui dan mengerti apa saja yang dilakukan oleh anggota tim yang lain. Bagaimana produk ke depannya, serta mana saja yang mungkin sulit untuk diimplementasikan anggota tim yang lain. Desainer tidak bisa bekerja seorang diri. Ia perlu berkolaborasi misalnya dengan&nbsp;<em>copywriter, researcher,&nbsp;</em>hingga&nbsp;<em>programmer&nbsp;</em>untuk dapat membuat produk.</p>



<p id="ad3a"><strong>Tips ketiga adalah desainer sebaiknya mengupayakan untuk dapat kerja secara rapi dan konsisten.&nbsp;</strong>Karena desain yang dibuat tidak untuk dilihat oleh diri sendiri. Tentu saja banyak atribut yang perlu diperhatikan seperti komponen, elemen,&nbsp;<em>spacing</em>,&nbsp;<em>color</em>,&nbsp;<em>name, handoff</em>, dan lain-lain.</p>



<p id="5753"><strong>Tips selanjutnya tentang peran desainer adalah terus belajar dan latihan, serta tidak lupa untuk berbagi dan berkolaborasi.&nbsp;</strong>Banyak&nbsp;<em>tools</em>, cara, hingga metode baru yang dapat dikulik dan dipelajari lebih dalam agar ilmu yang dimiliki dapat bermanfaat ketika membangun sebuah produk.</p>



<p id="b724">Dalam bekerja, desainer perlu memupuk semangatnya dan percaya dengan kontribusi yang diberikan. Karena jika desainer tidak percaya dengan karyanya, bagaimana bisa meyakinkan pengguna untuk dapat percaya dan menggunakan produk tersebut. Desainer membutuhkan rasa percaya diri bahwa ia bisa menjadi seorang&nbsp;<em>problem solver.</em></p>



<p id="473d">Jangan lupa untuk terus mengasah skill dalam berkomunikasi. Karena mahir saja tidaklah cukup. Contohnya desainer perlu banyak berdiskusi dengan tim IT dan bisnis. Dengan komunikasi yang baik, maka desainer dapat menyampaikan ide dan dapat diakomodir dengan lebih mudah oleh tim lainnya ketika proses pengembangan ide berlangsung.</p>



<p id="ff9d">Kamu ingin #RintisSolusiDigital dan membuat startup, namun masih bingung harus mulai dari mana? Mari rintis startupmu bersama mentor dan praktisi digital dengan bergabung di Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Cari tahu lebih lanjut dengan mengunduh aplikasinya sekarang di Play Store dan App Store atau kunjungi&nbsp;<a href="http://1000startupdigital.id/aplikasi" rel="noreferrer noopener" target="_blank">http://1000startupdigital.id/aplikasi</a></p>



<p id="469c">Buka dan telusuri aplikasi #1000StartupDigital untuk terus&nbsp;<em>update&nbsp;</em>dan ikuti programnya sekarang, yuk!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="1f42"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="64d2"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="7522"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tugas-seorang-desainer-pada-tahap-awal%ef%bf%bc/">Tugas Seorang Desainer pada Tahap Awal￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fixing vs Coaching, Mana yang Lebih Efektif Menyelesaikan Masalah?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/fixing-vs-coaching-mana-yang-lebih-efektif-menyelesaikan-masalah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2022 07:29:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Fixing vs Coaching]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7186</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang manajer hebat tahu bagaimana cara membangun tim yang bisa terus berkembang. Namun, tak sedikit dari mereka yang masih kewalahan dalam memimpin dan mengorganisir timnya karena kurang pengetahuan dan hilang arah di tengah jalan. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya seorang manajer mampu menguasai lebih dari satu gaya pendekatan untuk memberikan solusi kepada anggota tim kamu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/fixing-vs-coaching-mana-yang-lebih-efektif-menyelesaikan-masalah/">Fixing vs Coaching, Mana yang Lebih Efektif Menyelesaikan Masalah?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="672" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/04/Screen-Shot-2022-04-11-at-14.41.15-2-1024x672.png" alt="" class="wp-image-7193" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/04/Screen-Shot-2022-04-11-at-14.41.15-2-1024x672.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/04/Screen-Shot-2022-04-11-at-14.41.15-2-300x197.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/04/Screen-Shot-2022-04-11-at-14.41.15-2-768x504.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/04/Screen-Shot-2022-04-11-at-14.41.15-2.png 1252w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p id="8ab2">Seorang manajer hebat tahu bagaimana cara membangun tim yang bisa terus berkembang. Namun, tak sedikit dari mereka yang masih kewalahan dalam memimpin dan mengorganisir timnya karena kurang pengetahuan dan hilang arah di tengah jalan.</p>



<p id="496c">Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya seorang manajer mampu menguasai lebih dari satu gaya pendekatan untuk memberikan solusi kepada anggota tim kamu, seperti&nbsp;<em>fixing&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>coaching</em>. Dengan menguasai kedua pendekatan tersebut, pilihlah yang paling cocok untuk diimplementasikan ke tim kamu.</p>



<p id="27fe">Di antara&nbsp;<em>fixing&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>coaching</em>, mana yang lebih baik dipraktikkan oleh seorang manajer? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="7d1d">Fixing, naluri alamiah manajer</h1>



<p id="a9ec">Pertama ada yang namanya&nbsp;<em>fixing</em>. Secara harfiah, “fixing” dapat diartikan sebagai “memperbaiki”.</p>



<p id="4983">Pendekatan&nbsp;<em>fixing&nbsp;</em>tidak selalu buruk kok, tetapi dalam kebanyakan situasi manajer cenderung langsung berpikir untuk segera memperbaiki suatu permasalahan. Rasanya belum afdal kalau belum menemukan jalan keluar. Mungkin ini sudah menjadi naluri alamiah manajer.</p>



<p id="02ea">Kebanyakan manajer cenderung memilih pendekatan&nbsp;<em>fixing,&nbsp;</em>karena mereka berasumsi bahwa pengalaman mereka relevan dengan situasi yang sedang orang lain alami. Mereka juga kerap merasa mengetahui masalah orang lain dan ingin memberi nasihat. Akan tetapi, tindakan tersebut berisiko menyebabkan:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Salah memberi solusi dan malah memperburuk keadaan.</li><li>Hanya memberi solusi yang bersifat sementara, bukan solusi yang dapat menyelesaikan masalah sampai tuntas.</li><li>Anggota tim jadi ketergantungan kepada manajer untuk menyelesaikan masalah mereka.</li></ul>



<h1 class="wp-block-heading" id="fd10">Mengarahkan dengan pendekatan coaching</h1>



<p id="6b86">Sedikit berbeda dari pendekatan&nbsp;<em>fixing&nbsp;</em>yang cenderung berusaha menyelesaikan masalah orang lain, gaya pendekatan&nbsp;<em>coaching</em>&nbsp;justru melatih orang untuk menyelesaikan masalah mereka dengan mencari cara yang paling tepat.</p>



<p id="b267">Jika dibandingkan dengan gaya pendekatan&nbsp;<em>fixing</em>, pendekatan&nbsp;<em>coaching</em>&nbsp;dianggap lebih efektif dipraktikkan dalam banyak situasi.&nbsp;<em>Coaching&nbsp;</em>memungkinkan kamu mengalihkan fokus dari diri sendiri ke orang lain yang sedang kamu arahkan.</p>



<p id="c3e9">Istilah “coaching” mungkin sedikit membingungkan, terutama di dunia startup yang banyak menggunakan istilah ini dalam berbagai makna. Kamu bisa mendefinisikan&nbsp;<em>coaching&nbsp;</em>sebagai cara mengarahkan seseorang ke tempat yang mereka inginkan dengan memilih jalan yang bijaksana dan membuat mereka bertanggung jawab untuk mencapai tujuan mereka.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong><em>“Coaching is a skill, while being a manager is a role.”</em></strong></p></blockquote>



<p id="53fb">Ada dua fondasi untuk memulai gaya pendekatan&nbsp;<em>coaching</em>, yaitu&nbsp;<em>empathic listening&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>open and honest questions</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="882a">1. Empathic Listening</h2>



<p id="570b"><em>Emphatic listening&nbsp;</em>berarti kamu mendengarkan cerita orang lain dengan penuh empati sebelum bereaksi dan menanggapi. Berikut ini beberapa contoh pertanyaan yang bisa kamu lontarkan untuk diri sendiri sebelum bereaksi:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Apa yang dia butuhkan dariku?</li><li>Bagaimana cara agar aku bisa membantu dia menemukan solusi?</li><li>Apa yang harus aku katakan selanjutnya?</li><li>Apa kesimpulan yang harus aku sampaikan kepadanya?</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading" id="c72c">2. Open and Honest Questions</h2>



<p id="0b9e">Ada dua jenis pertanyaan, yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup yang cenderung membatasi bagaimana orang lain menjawab. Berikut ini beberapa contoh pertanyaan terbuka yang bisa kamu ajukan:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Apakah kamu mau menjawab pertanyaan berdasarkan survei atau&nbsp;<em>user interview</em>? Alasannya?</li><li>Pernahkah kamu mencoba cara X untuk memecahkan masalahmu?</li></ul>



<h1 class="wp-block-heading" id="2c74">Kapan sebaiknya tidak menggunakan coaching?</h1>



<p id="2f4c">Hanya mengandalkan gaya pendekatan&nbsp;<em>coaching&nbsp;</em>belum tentu selalu efektif, karena ini hanya salah satu dari sekian banyak&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>yang dibutuhkan oleh seorang manajer.&nbsp;<em>Skill&nbsp;</em>lain seperti menetapkan target dan membuat keputusan juga tak kalah penting dimiliki oleh seorang manajer.</p>



<p id="a627">Ada pun beberapa momen di mana kamu sebaiknya tidak menggunakan pendekatan&nbsp;<em>coaching</em>, seperti:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9c42">1. Menangani masalah berisiko tinggi</h2>



<p id="5b60">Pendekatan&nbsp;<em>coaching&nbsp;</em>dianggap kurang tepat digunakan jika masalah yang sedang dihadapi sangat penting dan mendesak, serta tanggung jawab menjadi beban bagi anggota tim kamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b2de">2. Menjadikan&nbsp;<em>coaching&nbsp;</em>sebagai pengganti feedback</h2>



<p id="dc87"><em>Coaching&nbsp;</em>bukan pengganti&nbsp;<em>feedback</em>, melainkan sesuatu dapat memperkuat efektivitas&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>yang diberikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d1e7">3. Melatih anggota tim baru</h2>



<p id="95fa"><em>Coaching&nbsp;</em>paling efektif digunakan ketika anggota tim kamu sudah memiliki kompetensi dasar dalam mengerjakan suatu tugas, bukan digunakan kepada anggota tim baru.</p>



<p id="d6c5">Ingatlah bahwa kamu tidak akan selalu mempraktikkan pendekatan&nbsp;<em>fixing&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>coaching&nbsp;</em>dengan benar. Mungkin kamu pernah mengajukan pertanyaan yang tidak masuk akal atau tidak berhasil menemukan solusi. Ini bukan masalah. Teruslah berusaha untuk mengasah kemampuanmu dari waktu ke waktu dan buatlah dampak besar untuk tim kamu. Semangat!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="7e49"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="fc91"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="4c1d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/fixing-vs-coaching-mana-yang-lebih-efektif-menyelesaikan-masalah/">Fixing vs Coaching, Mana yang Lebih Efektif Menyelesaikan Masalah?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Fondasi Bisnis yang Wajib Diketahui sebelum Bikin Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-fondasi-bisnis-yang-wajib-diketahui-sebelum-bikin-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2022 08:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[cash flow]]></category>
		<category><![CDATA[fondasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[merintis usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=6960</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mau bikin startup, tapi nggak punya&#160;background&#160;bisnis. Emang bisa? Jawabannya bisa, tapi kamu mungkin akan kewalahan. Namun, kamu bisa menyiasatinya dengan mempelajari dasar-dasar teknik pemasaran (marketing), sehingga setidaknya kamu dapat membaca laporan keuangan dan P&#38;L Statement.&#160;Skill&#160;tersebut sama pentingnya dengan memahami cara membuat produk atau layanan yang akan kamu tawarkan ke target pasar. Sebagai bagian dari cara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-fondasi-bisnis-yang-wajib-diketahui-sebelum-bikin-startup/">5 Fondasi Bisnis yang Wajib Diketahui sebelum Bikin Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mau bikin startup, tapi nggak punya&nbsp;<em>background&nbsp;</em>bisnis. Emang bisa?</p>



<p id="7c6b">Jawabannya bisa, tapi kamu mungkin akan kewalahan.</p>



<p id="809d">Namun, kamu bisa menyiasatinya dengan mempelajari dasar-dasar teknik pemasaran (<em>marketing</em>), sehingga setidaknya kamu dapat membaca laporan keuangan dan P&amp;L Statement.&nbsp;<em>Skill&nbsp;</em>tersebut sama pentingnya dengan memahami cara membuat produk atau layanan yang akan kamu tawarkan ke target pasar.</p>



<p id="fbb4">Sebagai bagian dari cara membuat startup, berikut ini 5 fondasi bisnis yang wajib kamu ketahui.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="e855">1. Mengenal Startup-mu Sendiri</h1>



<p id="435c">Sebagai founder, apakah kamu sudah memiliki pemahaman yang baik tentang startup kamu sendiri?</p>



<p id="39e3">Ingatlah bahwa kamu tidak perlu menjadi seorang ahli atau spesialis untuk meluncurkan startup yang sukses, tapi setidaknya kamu mesti paham bagaimana gambaran keuangan startup kamu saat ini dan di masa depan.</p>



<p id="3895">Sebelum mengambil langkah yang lebih jauh, pertama-tama mari pahami dari yang paling dekat dulu, yakni mengenali startup kamu sendiri. Kalau masih terbesit keraguan, berarti ini saatnya kamu membuat daftar pertanyaan, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Apakah startup kamu membawa solusi bagi pasar?</li><li>Apa&nbsp;<em>value proposition&nbsp;</em>yang dipegang oleh startup kamu?</li><li>Siapa yang menjadi target pasar startup kamu?</li><li>Bagaimana kesempatan startup kamu di masa depan?</li><li>Bagaimana dengan peluang profit dan pertumbuhannya?</li><li>Siapa yang menjadi kompetitor terbesarmu?</li></ul>



<h1 class="wp-block-heading" id="e78c">2. Melek Finansial</h1>



<p id="03f5">Melek finansial merupakan salah satu investasi penting yang bisa kamu gunakan sebagai fondasi awal startup-mu. Meskipun bukan spesialis di bidang keuangan, tapi memahami dasar-dasar pembukuan, pajak perusahaan, dan kebutuhan akuntansi lainnya merupakan&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>wajib seorang founder startup.</p>



<p id="7d58">Apakah kamu sudah familier dengan istilah P&amp;L Statement?</p>



<p id="9956"><em>Profit and Loss Statement&nbsp;</em>(P&amp;L Statement) adalah laporan laba dan rugi selama periode tertentu yang berisikan informasi tentang mampu atau tidaknya startup kamu menghasilkan laba dengan meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya pengeluaran, atau keduanya.</p>



<p id="2b73">Mulai sekarang pelajari cara membaca P&amp;L Statement dan pahami perbedaan antara pembiayaan dari hasil utang dan pembiayaan dari hasil ekuitas, karena keduanya berkaitan erat dengan keuangan startup-mu. Nggak ada kata terlambat untuk belajar finansial, ya!</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>“Finance without strategy is just numbers and strategy without finance is just dreaming.” — Emmanuel Faber, Mantan CEO Danone.</strong></p></blockquote>



<h1 class="wp-block-heading" id="d024">3. Strategi Meningkatkan Cash Flow</h1>



<p id="9736">Ada banyak tantangan yang akan founder hadapi saat baru meluncurkan startup, salah satunya permasalahan dalam mengelola&nbsp;<em>cash flow</em>.</p>



<p id="a616"><em>Cash flow&nbsp;</em>atau arus kas adalah laporan keuangan untuk melacak semua pemasukan dan pengeluaran perusahaan, sehingga apabila ada penurunan atau kenaikan pendapatan bisa lebih mudah diketahui.</p>



<p id="a10c">Berapa banyak uang yang dapat diharapkan dari startup kamu? Berapa banyak dari total uang tersebut yang terhitung sebagai keuntungan? Serta berapa banyak yang akan digunakan untuk mendanai kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari?</p>



<p id="c0d4">Dengan memahami&nbsp;<em>cash flow</em>, berarti kamu juga punya pemahaman dasar tentang opsi yang dapat dipilih untuk pembiayaan dan&nbsp;<em>fundraising</em>, termasuk&nbsp;<em>venture capital&nbsp;</em>(VC),&nbsp;<em>angel investors</em>,&nbsp;<em>crowdfunding</em>,&nbsp;<em>self-funding</em>, dan masih banyak lagi.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="de09">4. Memenuhi Persyaratan Hukum Bisnis</h1>



<p id="e85c">Fondasi bisnis berikutnya yang perlu founder ketahui yaitu memastikan semua persyaratan peraturan dan hukum telah dipenuhi. Aspek hukum bisnis antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Struktur bisnis, seperti perseroan terbatas, koperasi, kemitraan, dan kepemilikan tunggal.</li><li>Nama bisnis, pastikan nama perusahaan kamu tidak melanggar hak kekayaan intelektual orang lain.</li><li>Nomor pajak.</li><li>Lisensi dan izin usaha.</li></ul>



<p id="fafc">Dengan memahami aturan legalitas, kamu dapat mengelola kekayaan intelektual dan mempertahankan hak bisnismu. Pelajari juga kekayaan intelektual lainnya, seperti merek dagang, hak cipta, dan paten.</p>



<p id="5643">Nah, guna meminimalkan risiko, perlindungan asuransi akan sangat penting bagi bidang usaha industri vital. Perkaya dirimu dengan informasi tentang berbagai jenis produk asuransi yang tersedia, seperti kewajiban umum, kewajiban profesional, kompensasi pekerja, dan lain-lain.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="d6b9">5. Memahami Dasar-dasar Teknik Pemasaran</h1>



<p id="a5fd">Dalam sebuah survei “What Skills Should an Aspiring Founder Prioritize?” yang bersumber dari&nbsp;<em>Survey of 141 Harvard Business School Alumni Who Have Founded Companies</em>, teknik pemasaran menjadi salah satu&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>yang dibutuhkan dari seorang founder. Ini termasuk&nbsp;<em>skill</em>&nbsp;<em>sizing the market</em>,&nbsp;<em>product positioning</em>,&nbsp;<em>pricing</em>, dan&nbsp;<em>conversion rate optimization&nbsp;</em>(CRO).</p>



<p id="77fc">Setiap pengusaha yang baru menginjakkan kaki di medan tempur setidaknya harus memahami dasar-dasar teknik pemasaran untuk menciptakan strategi yang tepat agar dapat memenuhi kebutuhan pasar. Dengan begitu, kamu dapat mendorong mereka dalam membuat keputusan. Pelanggan atau calon pelanggan tidak membuat keputusan pembelian secepat itu, mereka perlu dibujuk dan diyakinkan.</p>



<p id="eb2a">Itu dia 5 fondasi bisnis yang wajib diketahui founder sebelum bikin startup. Apakah kamu sudah memenuhi kelima dasar bisnis tersebut?</p>



<p id="5db0">Temukan kiat-kiat bermanfaat lainnya seputar startup hanya di blog&nbsp;<a href="https://1000startupdigital.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Gerakan 1000 Startup Digital</a>. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman atau komunitas kamu yang sedang sama-sama berjuang membangun startup, ya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p id="25dc"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="e7c4"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ff74"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-fondasi-bisnis-yang-wajib-diketahui-sebelum-bikin-startup/">5 Fondasi Bisnis yang Wajib Diketahui sebelum Bikin Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengubah Masalah menjadi Solusi untuk Berinovasi? Siapa Takut.</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengubah-masalah-menjadi-solusi-untuk-berinovasi-siapa-takut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 04:21:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Innovation]]></category>
		<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5392</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masalah memang sering datang tanpa permisi, siap-tidak-siap ya harus kita lalui. Mungkin untuk sebagian pihak, permasalahan dapat menjadi titik terendah dalam hidupnya, lalu akalnya diramu untuk berhenti dan meratapi rasa kecewa karena tidak bisa menerima keadaan, alih-alih “Tidak ada pilihan lain”. Tidak, kita di sini tidak untuk menyudutkan pihak yang memilih jalan hidup seperti itu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengubah-masalah-menjadi-solusi-untuk-berinovasi-siapa-takut/">Mengubah Masalah menjadi Solusi untuk Berinovasi? Siapa Takut.</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*1NmxcsVu2ZeLr3RqF4rCVw.jpeg" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@clarktibbs?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Clark Tibbs</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/collections/1270524/innovation?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Unsplash</a></figcaption></figure>



<p id="6a8b">Masalah memang sering datang tanpa permisi, siap-tidak-siap ya harus kita lalui. Mungkin untuk sebagian pihak, permasalahan dapat menjadi titik terendah dalam hidupnya, lalu akalnya diramu untuk berhenti dan meratapi rasa kecewa karena tidak bisa menerima keadaan, alih-alih “Tidak ada pilihan lain”. Tidak, kita di sini tidak untuk menyudutkan pihak yang memilih jalan hidup seperti itu, karena pastinya pola pikir manusia itu beragam dan tidak bisa dipaksakan. Tapi saya yakin, ketika satu pintu terkunci rapat karena kita tidak diizinkan masuk, pasti ada pintu lain yang bisa dibuka.</p>



<p id="6fd3">Pintu yang terkunci rapat adalah analogi dari masalah yang kita hadapi dan pintu lain yang bisa terbuka adalah analogi dari peluang. Ya, tulisan ini bertujuan agar kita dapat melihat masalah sebagai peluang untuk terus maju dan dapat membantu banyak pihak, tidak berhenti sampai di situ, siapa tahu kamu juga bisa berperan untuk membangun Indonesia, mari kita amin-kan. Di saat kamu sudah melihat sisi peluang atas permasalahan yang kamu hadapi, selanjutnya kamu harus menemukan solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan berinovasi untuk membangun startup. Begini caranya…</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0c43"><strong>1. Tulislah permasalahan sehari-hari yang kamu temukan</strong></h2>



<p id="065f">Mulai dari kamu bangun tidur hingga tidur lagi, pastinya kamu tidak bisa luput dari masalah. Coba mulai siapkan satu buku saku khusus untuk menulis minimal satu masalah yang kamu temukan setiap harinya dan jangan lupa catat tanggalnya. Setelah harimu sudah selesai, sempatkan untuk mengulas kembali masalah-masalah yang sudah kamu tulis di hari itu, jangan lupa untuk mencantumkan solusi singkat dari setiap permasalahan yang kamu tulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="524e"><strong>2. Sortir dan riset sederhana</strong></h2>



<p id="ec4c">Setelah kamu merasa cukup dengan daftar masalah yang sudah kamu tulis, sekarang waktunya untuk menyortir ulang untuk menentukan satu sampai tiga masalah yang dirasa cukup berkesinambungan, tulis ulang dalam garis besar kira-kira masalah tersebut berdampak apa pada masyarakat? Kamu juga bisa melakukan riset sederhana kepada orang-orang yang ada di sekitarmu, apakah mereka merasakan hal yang sama? Solusi apa yang mereka harapkan untuk menyelesaikan masalah tersebut? Setelah data dari riset sudah dirasa cukup, kamu bisa menggabungkan solusi yang diharapkan oleh mereka dengan solusi yang kamu tawarkan untuk mencetuskan sebuah ide.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="cb83"><strong>3. Diskusikan Idemu</strong></h2>



<p id="8d20">Pasti sebagian dari kita pernah merasa seperti ini “Wah strategi yang tadi diucapkan oleh si A tuh pernah terpikirkan olehku beberapa waktu lalu, kenapa ngga aku suarakan saja ya? Kenapa aku malah diam saja?” Nah jangan biarkan idemu terpendam begitu saja atau bahkan berprasangka buruk kalau pihak lain akan menganggap idemu bodoh, jangan takut untuk mendiskusikan ide yang sudah kamu tampung kepada pihak yang menurutmu memiliki kredibilitas untuk membantumu menemukan solusi, tampung semua kritik dan saran yang diberikan agar strategimu semakin matang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b1c0"><strong>4. Berkolaborasi</strong></h2>



<p id="705f">Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kan? Sama halnya dengan membangun startup, ketika strategimu sudah rampung, kamu bisa mencari&nbsp;<em>partner</em>&nbsp;yang memiliki satu visi misi denganmu, yaitu untuk menciptakan solusi atas suatu masalah. Kalau kata orang, mencari&nbsp;<em>partner&nbsp;</em>itu ibarat mencari jodoh, cocok-cocokan, harus melengkapi satu sama lain, dan kalaupun ada sedikit perbedaan pendapat ya itu wajar saja, namanya juga kolaborasi, yang penting objektif dapat tercapai dengan baik.</p>



<p id="2470">Empat poin di atas mengingatkan kita kalau masalah itu akan selalu ada di dalam hidup, yang terpenting adalah kita harus berani untuk menghadapinya dan berani untuk terus maju dengan mencetuskan ide-ide yang dapat memecahkan masalah tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/467/1*jUjfAdNA_ngs7946vN4qfA.jpeg" alt="" width="840" height="560"/><figcaption>Windy Natriavi (Co-founder, Awantunai) dalam Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</figcaption></figure>



<p id="a897">Mengutip kalimat Windy Natriavi selaku Co-Founder dari Awantunai pada rangkaian program<strong>&nbsp;Ignition</strong>&nbsp;di sesi panel utama dengan topik&nbsp;<strong>Startup Indonesia dan Peran Membangun Indonesia</strong>, beliau berkata “Peran startup adalah untuk mengganti behaviour dalam hal yang tidak saja menambah nilai, tapi juga&nbsp;<em>long-lasting</em>&nbsp;dan untuk memajukan masyarakat Indonesia dalam skala yang cepat”.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/467/1*nfWg24RPBECM4Lw6IVOG6g.jpeg" alt="" width="839" height="560"/><figcaption>Pamitra Wineka (CEO, Tanihub) dalam Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</figcaption></figure>



<p id="013c">Selain itu, di program yang sama dengan topik&nbsp;<strong>Startup Mentransformasi Permasalahan Sosial Menjadi Solusi&nbsp;</strong>yang dibawakan oleh Pamitra Wineka selaku CEO dari Tanihub, beliau berkata “Segala macam isu sosial adalah kesempatan yang bagus, dan Indonesia memiliki banyak&nbsp;<em>problem</em>&nbsp;yang harus dipecahkan. Kepekaan akan hal ini dapat membuat startup-mu sukses di kemudian hari”.</p>



<p id="a89c">Startup-startup besar yang saat ini namanya sudah tidak asing di telingamu, juga memulai semuanya dengan jatuh-bangun, penuh air mata dan harapan yang sangat besar untuk memajukan Indonesia. Kalau kamu sudah pernah memulai untuk membangun sebuah startup namun belum berhasil, jangan menyerah ya untuk mengawali (lagi).</p>



<p id="899c">Kamu juga bisa loh untuk mengikuti rangkaian program yang dilaksanakan oleh Gerakan Nasional 1000 Startup Digital agar mendapat titik terang untuk menentukan langkah selanjutnya dalam membangun startup-mu. Mulai saja dulu, siapa tahu beberapa tahun lagi namamu akan berperan penting dalam membangun Indonesia.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="5a3e"><a href="https://1000startupdigital.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="fda4"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="495c"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p></p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Nadja Pradya Tasynim.</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@nadjatasynim23?source=post_page-----20f258a01474--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengubah-masalah-menjadi-solusi-untuk-berinovasi-siapa-takut/">Mengubah Masalah menjadi Solusi untuk Berinovasi? Siapa Takut.</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rencana Riset: Senjata Ampuh untuk Pengembangan Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rencana-riset-senjata-ampuh-untuk-pengembangan-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2021 04:59:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Research Plan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Development]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5154</guid>

					<description><![CDATA[<p>Riset yang baik adalah salah satu senjata rahasia yang harus ada pada startup. Sebab, untuk meluncurkan suatu produk yang bermanfaat bagi para penggunanya, riset yang matang sebelum produk tersebut diluncurkan adalah kuncinya. Rencana&#160;dan&#160;eksekusi&#160;riset yang matang adalah kombinasi sempurna untuk menghasilkan produk yang efektif dan efisien bagi konsumen. Selain itu, rencana riset juga digunakan untuk mengevaluasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rencana-riset-senjata-ampuh-untuk-pengembangan-startup/">Rencana Riset: Senjata Ampuh untuk Pengembangan Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*1YwJ2oDr3n5_oZT8HrQ1tw.jpeg" alt=""/></figure></div>



<p id="0445">Riset yang baik adalah salah satu senjata rahasia yang harus ada pada startup. Sebab, untuk meluncurkan suatu produk yang bermanfaat bagi para penggunanya, riset yang matang sebelum produk tersebut diluncurkan adalah kuncinya.</p>



<p id="33dd"><strong>Rencana</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>eksekusi&nbsp;</strong>riset yang matang adalah kombinasi sempurna untuk menghasilkan produk yang efektif dan efisien bagi konsumen.</p>



<p id="4f74">Selain itu, rencana riset juga digunakan untuk mengevaluasi poin-poin konsep dari pembentukan suatu startup.</p>



<p id="d118">Rencana riset terbagi menjadi tiga langkah utama, yaitu:</p>



<p id="7bba"><strong>1.</strong>&nbsp;<strong>Tentukan Tujuan Utama Riset</strong></p>



<p id="1d2b">Menentukan tujuan riset yang jelas adalah hal penting yang harus dilakukan sebelum melakukan riset. Sebab, tujuan riset yang jelas juga akan membuat kita lebih fokus pada pertanyaan yang akan membantu kita sehingga proses riset juga akan jauh dari kendala.</p>



<p id="11f0"><strong>2.</strong>&nbsp;<strong>Tentukan Sumber Riset yang Reliabel dan Terpercaya</strong></p>



<p id="f7d3">Selain tujuan riset awal yang jelas harus ditentukan, mencari sumber-sumber terpercaya agar riset tetap terjamin kualitasnya juga harus dilakukan. Pencarian Informasi terkait riset, menentukan siapa yang akan menjadi objek riset juga harus reliabel prosesnya.</p>



<p id="277b"><strong>3.</strong>&nbsp;<strong>Evaluasi Temuan Anda</strong></p>



<p id="eb49">Ketika hasil riset telah ada, kita juga wajib untuk mengevaluasi hasil-hasil tersebut; bisa dengan metode&nbsp;<em>checklist&nbsp;</em>untuk menyortir mana hasil yang sudah sesuai dengan tujuan riset, dan mana hasil riset yang ternyata belum sesuai. Hal ini akan membantu kita untuk meminimalisir kesalahan yang besar.</p>



<p id="0d0c">Jadi, bagaimana? Sudahkah tiga langkah utama ini diterapkan? Jika belum, cobalah untuk berdiskusi dengan tim mu dalam membangun startup dan lihatlah proses perkembangan startup mu setelah menerapkan tiga langkah utama ini.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>Tulisan ini dibuat oleh Lutfi Kurniawan</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rencana-riset-senjata-ampuh-untuk-pengembangan-startup/">Rencana Riset: Senjata Ampuh untuk Pengembangan Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Membangun Startup Di Masa Krisis</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tips-membangun-startup-di-masa-krisis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2021 15:40:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5136</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam masa krisis pandemi ini, membangun startup bisa jadi terasa lebih sulit. Namun, jika kamu dapat mengetahui peluang dari permasalahan yang dapat dipecahkan, bisa jadi startupmu akan meroket karena solusinya benar-benar dibutuhkan dalam situasi yang memaksa masyarakat untuk terus beradaptasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips untuk kamu yang memulai startup saat pandemi: [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tips-membangun-startup-di-masa-krisis/">Tips Membangun Startup Di Masa Krisis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*wCWGtCy0lpRNAQw0U7jbrA.jpeg" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@markuswinkler?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Markus Winkler</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/s/photos/crisis?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="0fd5">Dalam masa krisis pandemi ini, membangun startup bisa jadi terasa lebih sulit. Namun, jika kamu dapat mengetahui peluang dari permasalahan yang dapat dipecahkan, bisa jadi startupmu akan meroket karena solusinya benar-benar dibutuhkan dalam situasi yang memaksa masyarakat untuk terus beradaptasi.</p>



<p id="2b0b">Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips untuk kamu yang memulai startup saat pandemi:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Memperbesar pemasukan, meminimalkan pengeluaran.</p></blockquote>



<p id="ba75">Prinsip di atas terdengar sederhana, namun sebenarnya itu akan sangat efektif jika benar-benar diterapkan. Jangan hanya berpikir pada frasa awal “memperbesar pemasukan” karena bagian setelahnya itu penting untuk segera diterapkan. Mengapa? Karena itu adalah faktor yang ada dalam kontrolmu, tidak bergantung pada pihak lain.</p>



<p id="55d5"><em>Revenue</em>&nbsp;yang besar bisa jadi sebuah tolok ukur yang objektif dalam kinerja sebuah perusahaan. Namun, apakah beban yang dikeluarkan perusahaan kurang dari pendapatan yang diterima? Apakah&nbsp;<em>cashflow</em>nya benar-benar menunjukkan angka positif? Karena, kasus yang terjadi, beberapa perusahaan yang mengalami kebocoran&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;diakibatkan tidak mampu dalam mengidentifikasi penyebabnya.</p>



<p id="2e3a">Menjadi hati-hati saat menjalankan strategi dan melakukan evaluasi merupakan cara cermat yang patut dilakukan. Untuk itu, inilah beberapa penyebab yang bisa pelajari agar kamu terhindar dari&nbsp;<em>revenue bocor&nbsp;</em>yang berujung merugi (karena itu adalah hal utama yang ingin kamu hindari saat krisis ini bukan?)</p>



<p id="f21c"><strong>1. Paket&nbsp;<em>Unlimited</em>&nbsp;untuk&nbsp;<em>Early User</em></strong></p>



<p id="d3f1">Bagi pengguna awal, mendapatkan tawaran paket&nbsp;<em>unlimited</em>&nbsp;seperti mendapatkan rejeki nomplok. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk mendapatkan layanan yang maksimal. Terlihat legit dan menggiurkan, bukan? Namun, dari sudut pandang&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>dan tim startup, menawarkan sesuatu tanpa batas kepada pengguna awal seperti langkah pertama terjerumus dalam malapetaka.</p>



<p id="3a62">Memang, semakin banyak&nbsp;<em>user</em>&nbsp;yang tertarik untuk menggunakan layananmu,&nbsp;<em>traction</em>&nbsp;yang kamu dapatkan terlihat semakin besar. Akan tetapi, seiring pertumbuhan bisnis, cara tersebut bisa menjadi sumber kebocoran&nbsp;<em>revenue</em>, lho. Karena, pada akhirnya, semakin banyak pengguna, artinya akan semakin banyak permintaan dukungan pelanggan (menambah&nbsp;<em>resource</em>, tambahan kapasitas server, dukungan tim&nbsp;<em>customer service,&nbsp;</em>dan lain sebagainya).</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*aFfUzp5HQyY-V0hs" alt=""/></figure></div>



<p id="9c6c"><strong>2. Free Trial Terlalu Lama</strong></p>



<p id="01f7">Kita semua mengerti bahwa sesuatu yang gratis akan banyak menarik minat calon&nbsp;<em>customer</em>. Dalam hal ini, kita berbicara tentang&nbsp;<em>free trial&nbsp;</em>yang diberikan kepada calon&nbsp;<em>buyer</em>, katakanlah dalam rentang waktu 2 bulan. Setelah dilihat hasilnya, misalnya, sebanyak 30%&nbsp;<em>user</em>&nbsp;yang menggunakan&nbsp;<em>free trial</em>&nbsp;tidak melanjutkan<em>&nbsp;subscription</em>&nbsp;berbayar.</p>



<p id="f716">Dari sini, kamu bisa mengevaluasi dan menawarkan solusi untuk kasus ini. Contoh penerapannya bisa dengan mengurangi jangka waktu untuk&nbsp;<em>free trial</em>. Atau kamu bisa lebih fokus untuk menawarkan bantuan dan fitur-fitur yang aplikatif pada paket&nbsp;<em>free trial&nbsp;</em>sehingga&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;merasa terbantu dan membutuhkan layanan berbayar. Ini karena produkmu bisa menjadi solusi dari permasalahan mereka. Kemudian, saat mereka sudah memasukkan banyak data ke dalam layananmu, mereka akan merasa sia-sia jika tidak melanjutkan&nbsp;<em>subscription</em>.</p>



<p id="a864"><strong>3. Tidak Mengoptimalkan<em>&nbsp;Step</em>&nbsp;Pembayaran</strong></p>



<p id="766c">Salah satu kasus nyata yang kerap dihadapi&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;mengenai bocornya pendapatan adalah calon&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;yang gagal melakukan pembayaran. Setelah berbagai macam tahapan<em>&nbsp;</em>yang telah calon customer lalui, mulai dari menaruh perhatian pada layananmu, tertarik dan mencari tahu lebih lanjut, menanyakan paket layanan kepada&nbsp;<em>customer service,&nbsp;</em>hingga mengisi formulir pembayaran, ternyata tahap pembayaran tidak dilalui dengan mulus. Celakanya, kamu kehilangan calon pelanggan potensial.</p>



<p id="8f72">Bagaimana hal itu bisa terjadi? Banyak sekali penyebabnya. Kamu harus melakukan&nbsp;<em>testing</em>&nbsp;dan melakukan analisa terkait hal ini. Bisa jadi karena alternatif pilihan pembayaran yang tidak lengkap. Bocornya pendapatan bisa sesederhana bank yang dimiliki calon&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;tidak sama dengan bank tempat pembayaran yang bisnismu sediakan. Mereka enggan mengeluarkan biaya lebih karena pembayaran yang dilakukan di bank yang berbeda akan dikenakan&nbsp;<em>charge&nbsp;</em>tambahan. Atau ternyata, calon customer tidak punya rekening bank dan layananmu tidak menyediakan pembayaran dengan COD (<em>cash on delivery</em>).</p>



<p id="e421">Jika layananmu bisa diakses secara internasional, maka sediakan beberapa alternatif pembayaran, baik itu melalui&nbsp;<em>credit card</em>&nbsp;atau pun bekerja sama dengan vendor&nbsp;<em>payment gateway</em>. Apapun kemungkinan yang bisa membuat calon&nbsp;<em>customer&nbsp;</em>kabur karena merasa kesulitan untuk melengkapi proses pembayaran, kamu dan tim harus bisa mengklasifikasi dan mencoba menyediakan solusi agar mereka semakin mudah dan nyaman dalam menggunakan layananmu.</p>



<p id="4ac6"><strong>4. Menjadi Aplikasi yang ‘Sempurna’</strong></p>



<p id="8da3">Alih-alih merasakan manfaat layaknya toko&nbsp;<em>‘one stop shopping’</em>&nbsp;yang menyediakan semua kebutuhan pelanggan dalam satu tempat, memasukkan semua fitur ke dalam aplikasi untuk mengejar ‘kesempurnaan’, adalah hal yang kurang bijak. Di satu sisi, menjadi terlengkap, termudah, dan mungkin “ter” yang lainnya, bisa jadi keunggulan. Tapi, di sisi yang lainnya, tidak semua pelanggan memerlukan banyak fitur untuk memenuhi kebutuhannya.</p>



<p id="959f">Contohnya adalah, startup Imagine yang menyediakan jasa&nbsp;<em>photo directory</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>editing photo</em>&nbsp;menawarkan paket&nbsp;<em>bundling</em>&nbsp;untuk jutaan foto tanpa&nbsp;<em>copyright</em>, aplikasi editing lewat&nbsp;<em>smartphone</em>, sekaligus ratusan filter foto untuk mempercantik tampilan. Daripada menjual semuanya dalam satu paket, akan lebih baik jika memisahkan fitur ke dalam beberapa produk atau penawaran yang berbeda. Bisa jadi&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;A hanya membutuhkan filter saja, sedangkan&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;B hanya membutuhkan&nbsp;<em>photo directory&nbsp;</em>dan aplikasi editing foto. Cobalah untuk memaksimalkan pelayanan dan memberikan beberapa alternatif terbaik bagi pelanggan, dan biarkan mereka yang memilihnya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Buat strategi digital marketing yang baik!</p></blockquote>



<p id="c8fc">Strategi pemasaran digital yang kuat dapat membantu meningkatkan bisnis baru kamu melalui masa-masa yang tidak pasti. Komunikasi yang transparan dan tetap menjaga konsistensi komunikasi pada brnad Anda secara online adalah dua cara utama untuk membangun loyalitas pelanggan saat pandemi dan seterusnya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Bangun koneksi dengan user melalui media sosial.</p></blockquote>



<p id="969b">Media sosial adalah cara terbaik untuk mendatangkan pelanggan baru dan berbagi pembaruan dengan pelanggan saat pandemi. Tentu saja kamu ingin mempromosikan produk/jasa startupmu dan kegiatan virtual apa pun yang kamu adakan, tetapi kamu tidak boleh hanya menjual, menjual, menjual. Gunakan akun sosial startupmu untuk benar-benar terlibat dengan usermu dan membuat mereka bersemangat inovasi yang diluncurkan oleh startupmu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Selalu adaptif dan berpikir positif.</p></blockquote>



<p id="bda5">Kemampuan beradaptasi adalah kunci sukses untuk setiap founder dan bisnis mereka. Miliki rencana, tetapi pastikan untuk tetap fleksibel dan adaptif dalam menghadapi perubahan. Di atas segalanya, tetaplah positif. Meskipun meluncurkan startup saat ini memiliki tantangan uniknya sendiri, itu jauh dari tidak mungkin.</p>



<p class="has-text-align-center"> .  .  . </p>



<p id="3534">Semoga dari poin-poin di atas dapat dipahami dan segera dicoba dalam startupmu. Selain itu, solusi yang ditawarkan dari beberapa permasalahan di atas juga bisa menjadi bahan evaluasi untuk tim agar ke depannya fitur dan layanan yang diberikan bisa menjadi lebih tepat guna.</p>



<p id="a59a">Terakhir, dan yang paling penting, pastikan kamu terhubung dengan jejaring para founder yang juga sedang memulai startupnya. Ini akan membuat kamu memiliki lebih banyak motivasi karena merasa adanya teman senasib sepenanggungan. Di mana mencari mereka?&nbsp;<strong>Temukan di platform Networking #1000StartupDigital!</strong>&nbsp;Kamu akan dapat terhubung dengan para founder dari berbagai kota di Indonesia secara virtual.&nbsp;<strong>Jika kamu sudah terdaftar dalam platform 1000startupdigital.id, pastikan untuk mengunjungi&nbsp;</strong><a href="https://networking.1000startupdigital.id/?utm_source=Medium&amp;utm_medium=Post&amp;utm_campaign=Tips_Startup_Krisis"><strong>laman Networking ini</strong></a><strong>&nbsp;dan segera berjejaring!</strong></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tips-membangun-startup-di-masa-krisis/">Tips Membangun Startup Di Masa Krisis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kata Founder: Hiring Like a Pro</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kata-founder-hiring-like-a-pro/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2021 08:43:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Membangun Tim]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=4517</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hiring atau rekrutmen anggota tim baru adalah salah satu aktivitas terpenting startup kita. Dalam bukunya, Scaling Up, Verne Harnish mengatakan bahwa konsekuensi kerugian atas rekrutmen yang buruk mencapai 15 kali dari gaji tahunan orang tersebut. Biaya langsung, seperti tidak optimalnya capaian individu/tim, hingga biaya tidak langsung seperti tidak kondusifnya lapangan kerja dan beratnya keputusan memberhentikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kata-founder-hiring-like-a-pro/">Kata Founder: Hiring Like a Pro</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Hiring atau rekrutmen anggota tim baru adalah salah satu aktivitas terpenting startup kita. Dalam bukunya, Scaling Up, Verne Harnish mengatakan bahwa konsekuensi kerugian atas rekrutmen yang buruk mencapai 15 kali dari gaji tahunan orang tersebut. Biaya langsung, seperti tidak optimalnya capaian individu/tim, hingga biaya tidak langsung seperti tidak kondusifnya lapangan kerja dan beratnya keputusan memberhentikan karyawan, adalah beberapa diantara biaya yang harus ditanggung oleh rekrutmen yang tidak tepat.</em></p></blockquote>



<p id="3105">Saking pentingnya aktivitas rekrutmen ini, tanggung jawab hiring ini terkadang menjadi salah satu tanggung jawab dari CEO sebuah startup, selain memastikan tersedianya nafas yang cukup bagi perusahaannya. Beberapa hal yang bisa menjadi pedoman kita dalam melakukan proses rekrutmen antara lain:</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="0602">Hiring Slowly</h1>



<p id="e479">Hal pertama yang perlu kita ingat dalam melakukan rekrutmen adalah berhati-hati sebelum kita memutuskan untuk merekrut karyawan baru.<strong>&nbsp;Pikirkanlah baik-baik apakah keputusan menambah SDM merupakan faktor kebutuhan perusahaan atau ego belaka.</strong>&nbsp;Penambahan tim bukan sekedar menambah tenaga, tapi juga menambah kompleksitas, potensi masalah, dan juga menambah massa organisasi yang memungkinkan memperlambat gerak dan menyulitkan perubahan/adaptabilitas perusahaan.</p>



<p id="0275">Perusahaan yang sudah terlanjur punya banyak karyawan lebih sulit untuk melakukan perubahan besar dalam organisasi dan bisnisnya dibandingkan ketika mereka masih kecil. Besarnya massa/berat perusahaan membuat gerak menjadi lebih lambat karena banyaknya orang yang dibawa dalam kendaraan kita.</p>



<p id="7351">Kita banyak terjerumus oleh pandangan parameter perusahaan sukses dan besar tergambarkan dari besarnya anggota tim yang dimiliki perusahaan tersebut. Ketika kita bertanya kepada seorang entrepreneur, “Berapa jumlah anggota tim Anda?” kita akan cenderung takjub ketika muncul angka yang besar.<strong>&nbsp;Padahal besarnya organisasi perusahaan tidak melulu berkorelasi dengan baiknya performa bisnis mereka, namun itu jelas berkorelasi dengan besarnya gaji, tunjangan, kompleksitas, sistem organisasi, alur komunikasi, meeting, lisensi software, hardware, dan sebagainya.</strong></p>



<p id="8712">Peningkatan jumlah karyawan pada saat yang belum tepat bisa menjadi langkah berbahaya. Peningkatan biaya operasional perusahaan harus jadi konsekuensi komitmen ke depan yang sulit ditarik lagi. Sementara di sisi lain, startup kita masih dalam fase validasi produk market fit dan bisnis model.</p>



<p id="12cb">Jangan jadikan besarnya jumlah tim kita sebagai parameter utama untuk mengukur performa bisnis sebuah perusahaan. Performa bisnis tergambarkan dari apakah produk kita diterima, disukai, memenuhi kebutuhan target market kita, yang kemudian konsumsi produk tersebut menimbulkan income yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya menghasilkan produk tersebut. Selebihnya adalah sarana pendukung untuk mencapai kondisi tersebut, jangan dibalik.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*Mz-ksJQWYAih1c7I" alt=""/><figcaption>Karyawan Awal Google ketika Berlibur di Lake Tahoe, California</figcaption></figure>



<p id="1e7b">Salah satu langkah untuk berhati-hati dalam melakukan rekrutmen adalah dengan merekrut tambahan anggota ketika sebuah pekerjaan tidak dapat lagi dikerjakan oleh satu orang. Selama masih bisa ditangani oleh satu orang, kenapa harus menambah orang untuk mengerjakan hal yang sama. Jangan sampai kita jatuh pada kondisi merekrut banyak orang, tapi tidak banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan, sehingga kita akan mengada-adakan pekerjaan untuk memastikan tim kita tetap sibuk.</p>



<p id="2af9">Hal yang sangat membuat stress bagi seorang anggota berkualitas ketika mereka harus mengerjakan sebuah pekerjaan yang tidak berdampak signifikan pada perusahaannya. Hal itu akan memicu masalah lanjutan: tidak terberdayakannya ia, tidak optimalnya perkembangan dirinya, dan tidak besar juga tantangan untuk membuatnya bertumbuh. Ujungnya, bisa saja orang berkualitas tersebut memilih hengkang hanya karena perencanaan dan pengelolaan organisasi kita yang tidak baik.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="3054">Hiring Only the “A Player”</h1>



<p id="ecd9">Tidak ada yang lebih baik dibandingkan mendapatkan talenta terbaik dalam perusahaan kita. Jika merekrut orang yang salah menimbulkan biaya yang tidak sedikit, merekrut orang yang berkualitas juga sebaliknya, dapat membawa hasil yang signifikan. Seorang dengan kualitas terbaik, setara dengan performa 3 orang dengan kualitas biasa-biasa saja.</p>



<p id="8a06">Alan Eustace, mantan Senior VP Knowledge di Google bahkan mengatakan, “top engineer nilainya sebanding dengan 300 kali bahkan lebih dari average engineer”. Terlebih jika mereka punya karakteristik seperti seorang founder di perusahaan kita, mereka yang akan menjadi motor penggerak penuh inisiatif untuk perbaikan perusahaan.</p>



<p id="8d85"><strong>Biasanya untuk mendapatkan probabilitas seorang A player yang besar kita membutuhkan minimal 20 orang kandidat.</strong>&nbsp;Belum lagi mendetaksi mereka dalam proses seleksi kita adalah tantangan tersendiri. Itulah mengapa penting sekali berhati-hari saat melakukan rekrutmen untuk mendapatkan hasil terbaik.</p>



<p id="fded">Banyak cara yang digunakan oleh beragam perusahaan untuk memastikan mereka merekrut calon karyawan terbaik. Google misalnya, dalam proses seleksi karyawannya, mereka melakukan 15 hingga 25 kali proses interview. Setiap interview dilakukan oleh para Googlers dan mereka bisa menghabiskan 10 jam waktu kerja mereka untuk sesi interview hingga menulis&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>dan laporan tertulis untuk sesi interview selanjutnya.</p>



<p id="8e7e">Keputusan melakukan rekrutmennya pun tidak pernah dilakukan oleh seorang individu, tapi selalu dengan sebuah tim komite, terdiri dari beberapa divisi untuk mencegah bias dan subjektivitas. Dengan proses yang panjang dan melelahkan itu, Google tetap menjadi salah satu perusahaan paling kompetitif dalam merekrut pegawai sedunia. Dari 3 juta orang pelamar, Google hanya menerima 7 ribu orang, berarti acceptance rate mereka sekitar 0.25%, jauh lebih kecil dari acceptance rate Stanford, Harvard, atau universitas Ivy League lainnya.</p>



<p id="6d06">Langkah lainnya, pastikan kandidat yang mengikuti proses seleksi adalah orang yang berkualitas. Menggunakan referral dari orang yang berkualitas di tim kita bisa menjadi cara efektif, terutama di fase awal perusahaan.&nbsp;<strong>Seorang A player tahu dan berteman dengan A player lainnya.</strong></p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1200/0*yaTMRrzTMSat4dxB" alt=""/><figcaption>Salah satu billboard Google untuk memancing para top engineer mendaftar di Google</figcaption></figure>



<p id="558c">Google menggunakan teknik&nbsp;<em>referral&nbsp;</em>ini dengan sangat optimal. Sejak hari-hari pertama seorang karyawan baru, bagian People Operations Google akan langsung bertanya siapa jejaring mereka yang merupakan orang terbaik di bidangnya. Lalu Google bisa melakukan pendekatan aktif kepada orang tersebut.</p>



<p id="9a86">Biasanya orang-orang dengan kualitas tinggi, jarang berburu pekerjaan lewat satu lowongan ke lowongan yang lainnya. Seorang A player dengan cepat diburu oleh banyak perusahaan, kalau tidak mereka sudah betah di perusahaannya karena mendapat perlakukan sepadan dengan kualitas mereka. Oleh karena itu mereka harus dideteksi, didatangi, ditawarkan, dan diajak untuk bergabung.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="8ede">Not Just Unstructured Interview</h1>



<p id="9781">Transparansi dalam bursa tenaga kerja tidak se-transparan bursa pemain sepak bola. Kita bisa mengetahui jelas performa seorang pemain dari rekaman permainan di klubnya saat ini, kita bisa melihatnya secara langsung, namun tidak untuk tenaga kerja. Kita hanya dapat informasi dari resume/riwayat hidup mereka.</p>



<p id="0baf">Cara untuk menggali lebih dalam kualitas seseorang tidak lain saat sesi interview berlangsung. Nah sayangnya, kebanyakan sesi interview justru berisi pertanyaan yang tidak substansial tuk menggali hal tersebut.</p>



<p id="2792">Pertanyaan seperti, “beritahu aku tentang dirimu?”, “apa saja kelemahan terbesarmu?”, “apa saja kelebihan terbaikmu?” tidak bernar-benar mampu menjawab kebutuhan kita. Pertanyaan itu lebih bertujuan mengkonfirmasi impresi yang kita pikirkan saat pertama kali bertemu dengan sang kandidat, belum cukup tuk menggali bagaimana kualitas dirinya.</p>



<p id="b428">Pertanyaan yang menguji kecerdasan dan analisis seseorang biasanya populer digunakan, seperti “berapa banyak bola golf yang bisa masuk dalam 1 bus?”, “perkirakan jumlah pom bensin di jakarta?”. Tapi model pertanyaan itu sudah mulai ditinggalkan. Martin Gonzales, salah satu people operations staff Google mengatakan, pertanyaan seperti itu menimbulkan bias, tidak benar-benar merepresentasikan kualitas orang tersebut ketika bekerja. Google dulu pernah menggunakan pertanyaan model seperti itu, tapi sekarang sudah ditinggalkan.</p>



<p id="2bbe">Google punya repositori database kumpulan pertanyaan yang dapat digunakan oleh para recruiters mereka. Database itu tersimpan di internal tools mereka bernama qDroid. Para interviewer bisa melihat contoh pertanyaan dan jenis atribut yang bisa diuji melalui pertanyaan tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/938/0*K_8IwyMNXvV7y6eP" alt=""/><figcaption>Google qDroid, Internal Repository Tools Google berisi daftar pertanyaan untuk interview.</figcaption></figure>



<p id="3d84">Buat kita yang belum punya banyak database pertanyaan interview, ada ratusan contoh pertanyaan interview yang bisa jadi&nbsp;<em>benchmark&nbsp;</em>di&nbsp;<a href="http://www.va.gov/pbi/questions.asp">www.va.gov/pbi/questions.asp</a></p>



<p id="91e9">Cara kita melakukan interview juga sangat berpengaruh, dan salah satu cara yang paling baik untuk mengetahui performance sang kandidat menurut penelitian adalah dengan melihat cara mereka bekerja secara langsung.</p>



<p id="0568">Untuk posisi engineer misalnya, minta mereka saat sesi interview untuk mengerjakan beberapa contoh kasus. Bukan dengan bertanya “ceritakan pada saya bagaimana kamu menyelesaikan masalah ini”, tapi dengan meminta “tolong tuliskan algoritma untuk menyelesaikan masalah ini”.</p>



<p id="5874">Saya dan tim juga masih belajar bagaimana menjalankan proses rekrutmen yang optimal, semoga beberapa hal di atas bisa berguna untuk kita semua.</p>



<p id="f9c9">Pada akhirnya proses rekrutmen anggota tim kita memang bukan hal yang sederhana, baik bagi sang kandidat maupun perusahaan kita.&nbsp;<strong>Menjalani proses bergabung ke sebuah perusahaan adalah keputusan besar bagi sang kandidat, jadi hargailah itu.&nbsp;</strong>Buatlah sesi interaksi dan interview kita bersamanya menjadi menyenangkan dan sangat nyaman.</p>



<p id="13e9">Salah satu parameter apakah kita melakukannya dengan benar bisa dengan menanyakan pertanyaan “apakah mereka akan merekomendasikan teman mereka untuk melamar di perusahaan ini”. Ketika mereka mendapat penolakan atau belum cocok bergabung di perusahaan kita tapi mereka menjawab Ya untuk pertanyaan tersebut, maka itu salah satu tanda kita memperlakukan mereka dengan baik.</p>



<p id="b8ba">Tulisan ini telah dimuat dalam blog pribadi Andreas Senjaya pada 22 Februari 2017, dan juga dipublikasikan pada&nbsp;<a href="https://1000startupdigital.id/bukusaku-rintisan/">Buku Saku RINTISAN</a>&nbsp;Volume 7.</p>



<p id="d831">Sumber:&nbsp;<a href="http://senjaya.net/hiring-like-pro/">http://senjaya.net/hiring-like-pro/</a></p>



<p id="ec65"><a href="https://1000startupdigital.id/"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a>&nbsp;adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em>&nbsp;The Digital Energy of Asia</em>&nbsp;dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p id="abab">Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong&nbsp;<em>early-stage startup</em>&nbsp;pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p id="0d71">Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Aulia Mahiranissa</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kata-founder-hiring-like-a-pro/">Kata Founder: Hiring Like a Pro</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Caranya supaya Kamu Tetap Jadi Founder yang Rileks</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-caranya-supaya-kamu-tetap-jadi-founder-yang-rileks/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2021 08:30:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=4494</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak founder yang berpikir begini: setelah 20 tahun mendirikan perusahaan, mereka akan punya lebih banyak waktu luang. Hitung-hitung semacam ‘bayar utang’ bersenang-senang sebab 20 tahun belakangan tak bisa&#160;happy-go-lucky&#160;dan sebaliknya malah diisi dengan kerja, kerja, kerja. Ya, tentu saja itu sebuah pemikiran yang optimis. Namun, hal yang sering tidak disadari adalah: waktu luang tak akan muncul [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-caranya-supaya-kamu-tetap-jadi-founder-yang-rileks/">Ini Caranya supaya Kamu Tetap Jadi Founder yang Rileks</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="4db4">Banyak founder yang berpikir begini: setelah 20 tahun mendirikan perusahaan, mereka akan punya lebih banyak waktu luang. Hitung-hitung semacam ‘bayar utang’ bersenang-senang sebab 20 tahun belakangan tak bisa&nbsp;<em>happy-go-lucky&nbsp;</em>dan sebaliknya malah diisi dengan kerja, kerja, kerja.</p>



<p id="8334">Ya, tentu saja itu sebuah pemikiran yang optimis. Namun, hal yang sering tidak disadari adalah: waktu luang tak akan muncul begitu saja kalau bukan kamu sendiri yang menciptakannya. Ibaratnya, kamu enggak akan bisa berlibur kalau bukan kamu yang&nbsp;<strong><em>berniat</em>&nbsp;</strong>meluangkan waktu dan merencanakan liburan.</p>



<p id="1f49">Padahal, waktu luang untuk bersenang-senang itu penting (!!) supaya kamu tetap bisa berpikir jernih dan kreatif saat kembali bekerja. Nah, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya bisa jadi founders yang tetap bersenang-senang, alias rileks dan waras.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="838d"><strong>1. Belajar menerima bahwa memang, ya, hidupmu tak akan lagi sama…</strong></h2>



<p id="9573">Tentunya, salah satu ‘kenikmatan’ menjadi seorang startup founder adalah kamu bisa mengatur sendiri seluruh jadwal, durasi kerja, hingga tempat kerja. Kamu tak lagi terikat dengan aturan jam kerja 9–5 (yang bahkan sering kali molor hingga malam), atau terikat dengan aturan yang mengharuskan kamu bekerja di kantor. Kamu bisa memilih mau bekerja di mana pun yang kamu inginkan. Namun, ingatkan dirimu untuk: tidak terlena! Sebab realitanya bisa sungguh tak senikmat yang dibayangkan; waktu yang habis untuk memikirkan bisnis dan membuat keputusan besar atau menyelesaikan masalah yang muncul dan butuh solusi segera.</p>



<p id="e81a">Maka, menjadi penting bagimu untuk bisa memahami dan menerima diri sendiri yang tak lagi merasa leluasa seperti sedia kala. Ada kalanya kamu merasa kesepian. Karenanya, kamu harus…</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="69fb"><strong>2. Cari lingkaran pertemanan yang suportif</strong></h2>



<p id="3dfa"><strong>Bertemanlah dengan sesama founder lain atau wirausahawan.</strong></p>



<p id="892e">Mereka memahami perkuangan yang ditempuh pemimpin dalam membangun bisnis. Jaringan pertemanan yang kuat bisa membuat kamu tangguh dalam menghadapi situasi sulit.</p>



<p id="c972">Memiliki teman yang memiliki cara pikir serupa dan bisa memahami kondisi sebagai seorang startup founder akan membantumu menghadapi waktu-waktu berat saat menjadi founder. Jaringan pertemanan yang positif akan menjauhkanmu dari perasaan kesepian dan akan senantiasa mengingatkanmu semua akan baik-baik saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e135"><strong>3. Jadwalkan waktu luang dan isilah dengan hal bermanfaat</strong></h2>



<p id="6b0e"><strong>Manfaatkan waktu jeda di antara jam kerja untuk dirimu sendiri,&nbsp;</strong>seperti berolahraga, memperkaya ilmu dengan ikut kursus atau membaca buku, serta menjalin kontak dengan keluarga dan teman.</p>



<p id="2baf">Perlu diakui bahwa kini hari-harimu terasa lebih padat bagai tak ada waktu untuk dirimu sendiri. Namun, kamu bisa mengambil waktu sejenak untuk olahraga ringan di sela jadwal meeting, atau makan siang bersama keluarga. Apresiasi setiap waktu yang ada agar kamu bisa membaginya dengan bijak antara pekerjaan dan dirimu sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="308a"><strong>4. Membuat skala prioritas dan jangan sungkan bilang ‘tidak</strong></h2>



<p id="e970"><strong>Tidak semua ajakan harus dijawab dengan anggukan.</strong></p>



<p id="9895">Kamu punya hak untuk bilang ‘tidak’ terhadap sesuatu yang belum mendesak dan tidak prioritas. Jangan sampai karena kamu merasa seorang founder harus senantiasa menjadi ‘go-getter’, kamu mengiyakan semua undangan pertemuan dan presentasi. Prioritaskan apa yang paling penting dan menunjang untuk dirimu.</p>



<p id="529a">Pada akhirnya..</p>



<p id="ea1a">Nikmatilah hidupmu sebagai seorang startup founder. Kadang hidup memang butuh usaha lebih untuk sesuatu yang lebih baik. Tetap semangat, sebab&nbsp;<em>what does not kill you makes you stronger. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f609.png" alt="😉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></em></p>



<p id="66e7">Referensi:</p>



<figure class="wp-block-embed"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://www.startups.com/library/expert-advice/5-tips-find-worklife-balance-starting-company
</div></figure>



<figure class="wp-block-embed"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://www.forbes.com/sites/marenbannon/2020/02/10/startup-founder-mental-health-why-it-matters-and-how-to-boost-it/?sh=6fd12c931bf1
</div></figure>



<p class="has-text-align-center" id="block-ae0e7b55-96ec-4228-80aa-a769ba0ed720">.  .  .</p>



<p id="block-017d065a-d209-4ec4-8013-9eb573a31859"><em>— Tulisan dibuat oleh Sattwika Duhita</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-caranya-supaya-kamu-tetap-jadi-founder-yang-rileks/">Ini Caranya supaya Kamu Tetap Jadi Founder yang Rileks</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berapa Jumlah Orang yang Tepat Saat User Research?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/berapa-jumlah-orang-yang-tepat-saat-user-research/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 May 2021 15:09:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Research And Development]]></category>
		<category><![CDATA[User Experience]]></category>
		<category><![CDATA[User Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5124</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukan berdasarkan jumlah kancing baju, ini tips menentukan jumlah user di penelitianmu. Pernahkah kamu merasa kebingungan saat akan menentukan berapa orang yang tepat sebagai sampel dari penelitianmu? Jika jumlah&#160;user&#160;sedikit,&#160;kok&#160;malah ragu, ya? Takutnya nanti&#160;impactnya&#160;nggak&#160;signifikan. Kalau&#160;user&#160;banyak, bakal kewalahan dan ribet nggak, ya? Nah, agar kamu nggak bingung, lebih baik kamu mundur sejenak dan mulai mengingat kembali tujuan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berapa-jumlah-orang-yang-tepat-saat-user-research/">Berapa Jumlah Orang yang Tepat Saat User Research?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*QIMy8QgbPeUJkBsD" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@uxindo?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">UX Indonesia</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="8f44"><em>Bukan berdasarkan jumlah kancing baju, ini tips menentukan jumlah user di penelitianmu.</em></p>



<p id="9135">Pernahkah kamu merasa kebingungan saat akan menentukan berapa orang yang tepat sebagai sampel dari penelitianmu?</p>



<p id="a607">Jika jumlah&nbsp;<em>user</em>&nbsp;sedikit,&nbsp;<em>kok</em>&nbsp;malah ragu, ya? Takutnya nanti&nbsp;<em>impact</em>nya&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>signifikan.</p>



<p id="e30c">Kalau&nbsp;<em>user&nbsp;</em>banyak, bakal kewalahan dan ribet nggak, ya?</p>



<p id="aecf">Nah, agar kamu nggak bingung, lebih baik kamu mundur sejenak dan mulai mengingat kembali tujuan awalmu untuk&nbsp;<em>user research.</em></p>



<p id="b8a7">Misalnya, kamu berniat untuk mendesain produk dari nol. Maka&nbsp;<em>user&nbsp;</em>dengan jumlah yang banyak adalah ide yang tepat. Alasannya karena membuat produk dari nol itu butuh&nbsp;<em>effort&nbsp;</em>yang gede banget. Dengan ini, kamu butuh banyak&nbsp;<em>audience&nbsp;</em>dimana kamu bisa&nbsp;<em>explore&nbsp;</em>perilaku, pengalaman, cara berpikir, pengambilan keputusan dari&nbsp;<em>user,&nbsp;</em>hingga interaksi&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang akan membantu penciptaan produk baru.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*OCI1TNJkTI8RqB2E" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@youxventures?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">You X Ventures</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="7ce6">Namun konsekuensinya dari jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang besar, maka kamu harus punya banyak waktu dan juga menyediakan anggaran dana yang memadai.</p>



<p id="18f1">Lalu, bagaimana jika tujuan penelitiannya untuk melakukan pengembangan fitur? Atau melakukan&nbsp;<em>usability testing</em>? (mengevaluasi&nbsp;<em>user experience</em>).</p>



<p id="28b3">Dengan ini, kamu bisa mengambil sampel<em>&nbsp;user&nbsp;</em>yang jumlahnya kurang dari jika kamu ingin membuat produk mulai dari nol.</p>



<p id="91c5">Tujuannya adalah kamu bisa lebih fokus karena&nbsp;<em>scope&nbsp;</em>penelitiannya tidak terlalu luas.</p>



<p id="0ed8">Dalam merencanakan riset produk, tim internal perlu tahu berapa banyak&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang diperlukan dalam sesi&nbsp;<em>interview.&nbsp;</em>Beberapa tips praktikal yang bisa kamu terapkan saat menentukan jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>adalah sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Mulai dengan lima&nbsp;<em>user&nbsp;</em>terlebih dahulu</li><li>Apabila domain (industri, bisnis terkait, dan produk) lebih kompleks, maka kamu dapat menambah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>sesuai dengan kelipatan angka lima.</li><li>Jika terjadi masalah atau&nbsp;<em>chaos,&nbsp;</em>maka kamu dapat menambahkan satu hingga tiga&nbsp;<em>interview&nbsp;</em>tambahan pada setiap&nbsp;<em>user&nbsp;</em>untuk mengurai masalahnya.</li></ul>



<p id="76d1">Rekomendasi untuk memulai dengan lima&nbsp;<em>user&nbsp;</em>ini dapat berlaku pada semua jenis&nbsp;<em>project,&nbsp;</em>baik itu&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>pada&nbsp;<em>website,&nbsp;</em>pembuatan aplikasi di PC, hingga&nbsp;<em>mobile apps.&nbsp;</em>Alasan mengapa lima&nbsp;<em>user&nbsp;</em>adalah angka yang paling tepat karena punya pengaruh yang signifikan pada&nbsp;<em>return on investment&nbsp;</em>(ROI). Semakin banyak jumlah partisipan yang diikutsertakan saat riset, maka akan meningkatkan anggaran penelitian, namun hasil&nbsp;<em>output&nbsp;</em>yang didapat justru mencapai penurunan.</p>



<p id="ffbf">Sebagai catatan tambahan, ada beberapa pengecualian yang berkaitan dengan banyaknya jumlah partisipan dibandingkan jenis penelitian yang sedang dikerjakan:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Riset kuantitatif untuk statistik: lakukan tes minimal 20&nbsp;<em>user&nbsp;</em>untuk memperoleh angka yang signifikan</li><li>Riset untuk&nbsp;<em>card sorting</em>: uji kepada 15&nbsp;<em>user&nbsp;</em>pada tiap grup</li><li>Riset untuk&nbsp;<em>eyetracking</em>: rekomendasi terbaik untuk jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>adalah 39 orang</li></ul>



<p id="f3fd">Faktor lain yang sangat menentukan banyak sedikitnya sampel<em>&nbsp;</em>saat riset adalah anggaran dan waktu. Bagaimanapun juga, kamu perlu meluangkan banyak waktu untuk melakukan pendekatan kepada&nbsp;<em>user,&nbsp;</em>seperti berkenalan, mengajaknya ikut wawancara, mencocokkan jadwal&nbsp;<em>interview&nbsp;</em>yang tepat, tahap wawancara, hingga analisis. Sama halnya dengan anggaran, semakin banyak jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang menjadi&nbsp;<em>target,&nbsp;</em>maka akan semakin besar pula anggaran yang dibutuhkan.</p>



<p id="3780">Jika bisa disimpulkan, jumlah sampel yang dibutuhkan saat penelitian sifatnya sangat kondisional. Misalkan dalam sebuah&nbsp;<em>project&nbsp;</em>A<em>,&nbsp;</em>5 orang&nbsp;<em>user&nbsp;</em>bisa memberikan hasil yang signifikan bagi tim desain dan&nbsp;<em>researcher.&nbsp;</em>Namun, lain halnya dengan&nbsp;<em>project&nbsp;</em>B yang membutuhkan&nbsp;<em>user&nbsp;</em>sebanyak 100 orang.</p>



<p id="3a52">Untuk memulainya, kamu bisa mencoba dengan 5&nbsp;<em>user&nbsp;</em>terlebih dahulu, dan bisa ditingkatkan sesuai kelipatan (jangan lupa sesuaikan dengan kompleksitas&nbsp;<em>project&nbsp;</em>milikmu, ya).</p>



<p id="8463">Selain itu, sebelum memutuskan jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang tepat untuk penelitian, ada baiknya kamu mempertimbangkan beberapa faktor berikut:</p>



<p id="18bb">&#8211; Tujuan penelitian (penelitian eksploratif, deskriptif, atau eksplanatif)</p>



<p id="7ab1">&#8211; Seperti apa target&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang kamu tuju</p>



<p id="6249">&#8211;&nbsp;<em>Timeline</em>&nbsp;dan alokasi&nbsp;<em>budget</em></p>



<p id="90f9">&#8211; Jenis penelitian (kuantitatif atau kualitatif)</p>



<p id="a573">Semoga dengan adanya panduan ini, kamu nggak bingung lagi untuk memilih jumlah&nbsp;<em>sampel&nbsp;</em>saat&nbsp;<em>user research,&nbsp;</em>ya!</p>



<p id="9b17"><em>Happy researching!</em></p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Sofy Nito.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berapa-jumlah-orang-yang-tepat-saat-user-research/">Berapa Jumlah Orang yang Tepat Saat User Research?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
