fbpx

Mengubah Masalah menjadi Solusi untuk Berinovasi? Siapa Takut.

Photo by Clark Tibbs on Unsplash

Masalah memang sering datang tanpa permisi, siap-tidak-siap ya harus kita lalui. Mungkin untuk sebagian pihak, permasalahan dapat menjadi titik terendah dalam hidupnya, lalu akalnya diramu untuk berhenti dan meratapi rasa kecewa karena tidak bisa menerima keadaan, alih-alih “Tidak ada pilihan lain”. Tidak, kita di sini tidak untuk menyudutkan pihak yang memilih jalan hidup seperti itu, karena pastinya pola pikir manusia itu beragam dan tidak bisa dipaksakan. Tapi saya yakin, ketika satu pintu terkunci rapat karena kita tidak diizinkan masuk, pasti ada pintu lain yang bisa dibuka.

Pintu yang terkunci rapat adalah analogi dari masalah yang kita hadapi dan pintu lain yang bisa terbuka adalah analogi dari peluang. Ya, tulisan ini bertujuan agar kita dapat melihat masalah sebagai peluang untuk terus maju dan dapat membantu banyak pihak, tidak berhenti sampai di situ, siapa tahu kamu juga bisa berperan untuk membangun Indonesia, mari kita amin-kan. Di saat kamu sudah melihat sisi peluang atas permasalahan yang kamu hadapi, selanjutnya kamu harus menemukan solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan berinovasi untuk membangun startup. Begini caranya…

1. Tulislah permasalahan sehari-hari yang kamu temukan

Mulai dari kamu bangun tidur hingga tidur lagi, pastinya kamu tidak bisa luput dari masalah. Coba mulai siapkan satu buku saku khusus untuk menulis minimal satu masalah yang kamu temukan setiap harinya dan jangan lupa catat tanggalnya. Setelah harimu sudah selesai, sempatkan untuk mengulas kembali masalah-masalah yang sudah kamu tulis di hari itu, jangan lupa untuk mencantumkan solusi singkat dari setiap permasalahan yang kamu tulis.

2. Sortir dan riset sederhana

Setelah kamu merasa cukup dengan daftar masalah yang sudah kamu tulis, sekarang waktunya untuk menyortir ulang untuk menentukan satu sampai tiga masalah yang dirasa cukup berkesinambungan, tulis ulang dalam garis besar kira-kira masalah tersebut berdampak apa pada masyarakat? Kamu juga bisa melakukan riset sederhana kepada orang-orang yang ada di sekitarmu, apakah mereka merasakan hal yang sama? Solusi apa yang mereka harapkan untuk menyelesaikan masalah tersebut? Setelah data dari riset sudah dirasa cukup, kamu bisa menggabungkan solusi yang diharapkan oleh mereka dengan solusi yang kamu tawarkan untuk mencetuskan sebuah ide.

3. Diskusikan Idemu

Pasti sebagian dari kita pernah merasa seperti ini “Wah strategi yang tadi diucapkan oleh si A tuh pernah terpikirkan olehku beberapa waktu lalu, kenapa ngga aku suarakan saja ya? Kenapa aku malah diam saja?” Nah jangan biarkan idemu terpendam begitu saja atau bahkan berprasangka buruk kalau pihak lain akan menganggap idemu bodoh, jangan takut untuk mendiskusikan ide yang sudah kamu tampung kepada pihak yang menurutmu memiliki kredibilitas untuk membantumu menemukan solusi, tampung semua kritik dan saran yang diberikan agar strategimu semakin matang.

4. Berkolaborasi

Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kan? Sama halnya dengan membangun startup, ketika strategimu sudah rampung, kamu bisa mencari partner yang memiliki satu visi misi denganmu, yaitu untuk menciptakan solusi atas suatu masalah. Kalau kata orang, mencari partner itu ibarat mencari jodoh, cocok-cocokan, harus melengkapi satu sama lain, dan kalaupun ada sedikit perbedaan pendapat ya itu wajar saja, namanya juga kolaborasi, yang penting objektif dapat tercapai dengan baik.

Empat poin di atas mengingatkan kita kalau masalah itu akan selalu ada di dalam hidup, yang terpenting adalah kita harus berani untuk menghadapinya dan berani untuk terus maju dengan mencetuskan ide-ide yang dapat memecahkan masalah tersebut.

Windy Natriavi (Co-founder, Awantunai) dalam Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Mengutip kalimat Windy Natriavi selaku Co-Founder dari Awantunai pada rangkaian program Ignition di sesi panel utama dengan topik Startup Indonesia dan Peran Membangun Indonesia, beliau berkata “Peran startup adalah untuk mengganti behaviour dalam hal yang tidak saja menambah nilai, tapi juga long-lasting dan untuk memajukan masyarakat Indonesia dalam skala yang cepat”.

Pamitra Wineka (CEO, Tanihub) dalam Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Selain itu, di program yang sama dengan topik Startup Mentransformasi Permasalahan Sosial Menjadi Solusi yang dibawakan oleh Pamitra Wineka selaku CEO dari Tanihub, beliau berkata “Segala macam isu sosial adalah kesempatan yang bagus, dan Indonesia memiliki banyak problem yang harus dipecahkan. Kepekaan akan hal ini dapat membuat startup-mu sukses di kemudian hari”.

Startup-startup besar yang saat ini namanya sudah tidak asing di telingamu, juga memulai semuanya dengan jatuh-bangun, penuh air mata dan harapan yang sangat besar untuk memajukan Indonesia. Kalau kamu sudah pernah memulai untuk membangun sebuah startup namun belum berhasil, jangan menyerah ya untuk mengawali (lagi).

Kamu juga bisa loh untuk mengikuti rangkaian program yang dilaksanakan oleh Gerakan Nasional 1000 Startup Digital agar mendapat titik terang untuk menentukan langkah selanjutnya dalam membangun startup-mu. Mulai saja dulu, siapa tahu beberapa tahun lagi namamu akan berperan penting dalam membangun Indonesia.

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

— Tulisan dibuat oleh Nadja Pradya Tasynim.

Bagikan artikel ini