<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Startup story Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/startup-story/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/startup-story/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 May 2023 04:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Startup story Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/startup-story/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Memahami Kekuatan Storytelling untuk Presentasi Memukau di Temu Gagasan Rintisan: Persuasi &#038; Presentasi</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/memahami-kekuatan-storytelling-untuk-presentasi-memukau-di-temu-gagasan-rintisan-persuasi-presentasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Apr 2023 09:42:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch & Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8931</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bertemu dan menggali inti Rintisan bersama founder startup Jahitin dan Dynamic Buzz! Kemampuan persuasi dan presentasi sangat diperlukan oleh seorang founder startup, karena hal itu dapat memengaruhi keberhasilan bisnismu. Memiliki kemampuan tersebut dapat memudahkanmu dalam menjelaskan dan meyakinkan tentang visi, misi, dan value bisnismu kepada investor hingga pelanggan. Guna meningkatkan kemampuan persuasi dan presentasimu, Gerakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/memahami-kekuatan-storytelling-untuk-presentasi-memukau-di-temu-gagasan-rintisan-persuasi-presentasi/">Memahami Kekuatan Storytelling untuk Presentasi Memukau di Temu Gagasan Rintisan: Persuasi &amp; Presentasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bertemu dan menggali inti Rintisan bersama founder startup Jahitin dan Dynamic Buzz!</p>



<p>Kemampuan persuasi dan presentasi sangat diperlukan oleh seorang founder startup, karena hal itu dapat memengaruhi keberhasilan bisnismu. Memiliki kemampuan tersebut dapat memudahkanmu dalam menjelaskan dan meyakinkan tentang visi, misi, dan value bisnismu kepada investor hingga pelanggan.</p>



<p>Guna meningkatkan kemampuan persuasi dan presentasimu, Gerakan Nasional #1000StartupDigital menyelenggarakan acara Temu Gagasan yang sekaligus menjadi momen perilisan volume terbaru buku saku Rintisan, serta menjadi ruang temu para peserta untuk berjejaring.</p>



<p>Di acara Temu Gagasan edisi Persuasi &amp; Presentasi yang diadakan pada Sabtu, 15 Maret 2023 lalu, para peserta mendapat tips dan trik langsung dari ahlinya tentang cara memahami berbagai strategi yang harus disiapkan ketika hendak meyakinkan seseorang atau pihak-pihak tertentu.</p>



<p>Pada panel diskusi “The Power of Words: Crafting Persuasive Story for Powerful Presentations”, Asri Wijayanti,<em> Founder</em> dan CEO Jahitin dan Dayang Melati, <em>Founder</em> dan CEO Dynamic Buzz berbagi wawasan tentang teknik-teknik persuasi dan presentasi yang bisa diterapkan agar berhasil mempersuasi audiens, mulai dari menyusun narasi, mempersiapkan visual aids dan properties, hingga membangun kepercayaan diri saat <em>pitching</em>.</p>



<p>Asri Wijayanti dari Jahitin membagikan tiga teknik <em>pitching</em> yang pernah dia dapatkan dari mentornya. Dimulai dari trik pertama, yakni selalu ingat bahwa penonton tidak punya ekspektasi apa pun ketika kita sedang <em>pitching</em>. Kedua, lakukan afirmasi untuk meningkatkan kepercayaan diri dan merangsang pikiran positif. Ketiga, lakukan latihan senam vokal agar tidak ada kata atau kalimat yang salah ucap, karena hal ini sangat krusial selama sesi pitching berlangsung.</p>



<p>Kemudian Dayang Melati dari Dynamic Buzz menambahkan trik <em>pitching</em> lainnya yang bisa dipraktikkan, yakni dengan menerapkan teknik <em>storytelling</em>. Menurut Dayang, storytelling sangat penting untuk menyulap sebuah presentasi menjadi lebih menarik untuk didengar. Dayang menyarankan untuk selalu menyebutkan atau menampilkan angka agar bisa menarik perhatian audiens. Tak hanya itu, storytelling juga harus diikuti dengan visual yang memukau agar audiens lebih mudah memahami informasi yang disajikan.</p>



<p>Jam terbang memang tidak bisa bohong untuk bisa menyempurnakan kemampuan presentasi, tapi di acara Temu Gagasan edisi kali ini, Asri dan Dayang juga membagikan tips agar kamu lebih percaya diri saat pitching di depan investor.</p>



<p>Menurut Dayang, seseorang harus memiliki role model untuk dipelajari teknik andalannya untuk kemudian dimodifikasi sesuai gayamu. Selain itu, seseorang juga harus memiliki rasa percaya diri yang kuat sebelum akhirnya bisa meyakinkan orang lain.</p>



<p>“<em>We need to have a really clear vivid role model</em>, sehingga teman-teman bisa melihat rahasia dia, baru habis itu modifikasi dengan style yang teman-teman nyaman. Lalu yang kedua adalah we need to believe in ourselves. Kalau kita tidak percaya kepada diri kita, <em>we are a joke</em>. Mau ngapain aja kalau we don’t believe we can handle this things, yaudah gain experience aja dulu. Karena ketika kita bangun bisnis, kalau orangnya nggak percaya sama dirinya sendiri it will be nothing.”</p>



<p>Kemudian Asri juga membagikan bagaimana cara agar seseorang bisa lebih percaya diri saat pitching. Caranya adalah dengan terus berlatih di depan kaca, merekam diri sendiri saat latihan untuk mengetahui kelemahan yang perlu diperbaiki, dan membuat storyline agar persiapannya lebih matang.</p>



<p>“Jadi, aku akan percaya diri ketika aku sudah memastikan apa yang teman-teman tonton sebelum ini, caranya dengan latihan pitching di depan kaca. Lalu yang kedua biasanya aku record untuk mengetahui mana kata-kata yang kurang bagus jika disampaikan. Kemudian buatlah storyline agar lebih siap.”</p>



<p>Acara Temu Gagasan ini dihadiri oleh berbagai peserta, seperti pembaca setia buku saku Rintisan, calon pendiri startup, dan anak muda yang baru merintis bisnis. Jangan lewatkan kesempatanmu untuk ikut serta dalam acara Temu Gagasan berikutnya dengan memantau media sosial #1000StartupDigital agar kamu tidak kelewatan saat pendaftaran dibuka.</p>



<p>Sampai jumpa di acara Temu Gagasan berikutnya!</p>



<p>. . .</p>



<p>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</p>



<p>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</p>



<p>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/memahami-kekuatan-storytelling-untuk-presentasi-memukau-di-temu-gagasan-rintisan-persuasi-presentasi/">Memahami Kekuatan Storytelling untuk Presentasi Memukau di Temu Gagasan Rintisan: Persuasi &amp; Presentasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founder Gak Cuma Harus Jago Pitching, Tapi Juga Berjejaring</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founder-gak-cuma-harus-jago-pitching-tapi-juga-berjejaring/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2022 07:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7605</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau ditanya, apa saja sih, kesibukan sebagai&#160;founder? Ternyata, tidak hanya berkutat di urusan teknis saja ya, seperti membangun MVP, berkonsultasi dengan mentor,&#160;pitching,&#160;dan lain-lain. Tapi,&#160;founder&#160;juga punya tugas lain yang harus selalu dikembangkan, lho. Salah satunya adalah berjejaring. Karena, dengan mengembangkan jaringan, banyak manfaat yang bisa didapatkan. Misalnya memperluas pertemanan, mendapatkan informasi penting, hingga menunjang karir dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-gak-cuma-harus-jago-pitching-tapi-juga-berjejaring/">Founder Gak Cuma Harus Jago Pitching, Tapi Juga Berjejaring</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e032">Kalau ditanya, apa saja sih, kesibukan sebagai&nbsp;<em>founder</em>?</p>



<p id="6663">Ternyata, tidak hanya berkutat di urusan teknis saja ya, seperti membangun MVP, berkonsultasi dengan mentor,&nbsp;<em>pitching,&nbsp;</em>dan lain-lain. Tapi,&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;juga punya tugas lain yang harus selalu dikembangkan, lho. Salah satunya adalah berjejaring. Karena, dengan mengembangkan jaringan, banyak manfaat yang bisa didapatkan. Misalnya memperluas pertemanan, mendapatkan informasi penting, hingga menunjang karir dan bisnis. Menurut Herminia Ibarra dan Mark Lee Hunter dalam artikelnya yang dipublikasikan di Harvard Business Review, ada beberapa jenis jaringan yang umumnya digunakan pemimpin dalam mengembangkan karirnya. Berikut adalah penjelasannya:</p>



<p id="7669"><strong>Jaringan operasional</strong></p>



<p id="b55f">Jaringan ini diarahkan untuk melakukan tugas yang diberikan seseorang secara lebih efektif. Jaringan ini melibatkan hubungan yang lebih kuat dengan teman-teman yang berkaitan dengan pekerjaan. Dalam jaringan ini, pemimpin perlu membangun hubungan yang baik dengan orang-orang yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan mereka. Misalnya laporan langsung dengan atasan, teman-teman dalam unit operasional, tim internal lainnya, serta pihak luar seperti pemasok, distributor, dan pelanggan. Tujuan dari membina jaringan operasional ini adalah menyelesaikan kerja sama dan koordinasi di antara orang-orang terkait dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada.</p>



<p id="c046"><strong>Jaringan pribadi</strong></p>



<p id="5962">Jaringan ini berhubungan dengan orang lain dari luar organisasi untuk belajar dan menemukan peluang demi kemajuan pribadi. Contohnya adalah ketika bergabung dengan asosiasi profesional, kelompok alumni, klub, hingga komunitas yang sesuai dengan minat pribadi. Tujuannya agar mendapatkan perspektif dan ilmu baru yang memungkinkan individu untuk maju dalam karir. Memperluas lingkaran perkenalan pribadi dapat memberikan manfaat seperti mendapat rujukan, informasi, hingga dukungan pengembangan seperti adanya pembinaan atau pendampingan. Jaringan pribadi umumnya punya sifat tidak terikat dan eksternal, contohnya berhubungan dengan orang-orang yang punya kesamaan dengan kita.</p>



<p id="716f"><strong>Jaringan strategis</strong></p>



<p id="e431">Jaringan ini berhubungan dengan pelayanan dan tujuan bisnis. Seorang pemimpin yang ada di jaringan ini punya tujuan untuk mendapatkan peluang baru bagi peningkatan perusahaan. Maka, jaringan strategis adalah tingkat yang paling tinggi dan seseorang yang bisa naik ke jaringan ini artinya dapat melalui ujian kepemimpinan. Untuk dapat mengembangkan jaringan ini adalah&nbsp;<em>leverage</em>, yaitu mengumpulkan informasi, dukungan, dan sumber daya dari satu sektor jaringan untuk mencapai hasil di sektor lain. Contoh nyata dari jaringan ini adalah dapat meyakinkan satu orang dalam jaringan untuk mendapatkan orang lain yang tidak ada dalam jaringan.</p>



<p id="c8de">Selanjutnya, salah satu cara yang sangat baik dalam membangun jejaring adalah dengan mengikuti kegiatan atau&nbsp;<em>event&nbsp;</em>yang berkaitan dengan startup. Contohnya dengan mengikuti Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, kamu bisa mendapatkan pertemanan dengan para&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;hingga para mentor yang ahli di bidangnya. Program ini adalah pembinaan untuk kamu yang ingin membuat solusi teknologi untuk berbagai permasalahan di Indonesia lewat startup digital. Tidak hanya itu saja, kamu bisa mendapatkan wawasan, bimbingan, serta jaringan dari ekosistem startup digital seluruh Indonesia. Caranya bagaimana? Kamu bisa unduh aplikasi 1000 Startup Digital lewat Google Play Store atau App Store. Dapatkan akses ke ratusan video, artikel, dan kelas tentang dasar-dasar mendirikan startup dari nol. Jangan lupa ajak teman-teman startupmu yang lain, ya!</p>



<p id="211a"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="a6a4"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="7e06"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-gak-cuma-harus-jago-pitching-tapi-juga-berjejaring/">Founder Gak Cuma Harus Jago Pitching, Tapi Juga Berjejaring</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyelami Seni Mempengaruhi Orang Lewat Persuasi</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/menyelami-seni-mempengaruhi-orang-lewat-persuasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2022 07:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hampir di setiap kesempatan dalam kehidupan kita, akan ada waktu saat kita membutuhkan persuasi atau seni mempengaruhi orang lain. Mulai dari menjual barang, melakukan wawancara, hingga mungkin mengajak orang lain untuk menjadi&#160;co-founder,&#160;atau mitra kerja. Uniknya, seni persuasi akan selalu berbeda kondisinya, apa yang berhasil dalam situasi A, bisa jadi tidak berhasil dalam situasi B. Itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyelami-seni-mempengaruhi-orang-lewat-persuasi/">Menyelami Seni Mempengaruhi Orang Lewat Persuasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="41e4">Hampir di setiap kesempatan dalam kehidupan kita, akan ada waktu saat kita membutuhkan persuasi atau seni mempengaruhi orang lain. Mulai dari menjual barang, melakukan wawancara, hingga mungkin mengajak orang lain untuk menjadi&nbsp;<em>co-founder,&nbsp;</em>atau mitra kerja. Uniknya, seni persuasi akan selalu berbeda kondisinya, apa yang berhasil dalam situasi A, bisa jadi tidak berhasil dalam situasi B. Itu artinya, orang yang melakukan seni persuasi harus menguasai teknik dalam mempengaruhi orang lain, yang sifatnya kondisional. Itulah mengapa disebut dengan ‘seni’ karena tidak ada aturan bakunya. Untuk itu, kamu perlu mengetahui beberapa hal yang penting dan berpengaruh ketika akan melakukan persuasi. Cek dulu di bawah ini, ya.</p>



<p id="1339">1. Adanya timbal balik</p>



<p id="d616">Seperti prinsip sebab akibat, jika kita membantu seseorang, orang tersebut akan lebih mungkin untuk membantumu apabila kamu membutuhkannya. Kata ‘mungkin’ memang harus disematkan karena tidak semua orang merasa perlu melakukan tindakan timbal balik. Namun pada umumnya, mayoritas orang tidak suka jika merasa berhutang kepada orang lain dan akan berusaha untuk ‘menyeimbangkannya’. Analoginya sama seperti stan di toko yang memberikan sampel makanan atau sampel produk dengan tujuan membuat konsumen lebih rentan untuk membeli produk setelah mencoba sampelnya.</p>



<p id="906f">2. Komitmen dan konsistensi</p>



<p id="22f7">Jika kamu bisa membuat seseorang berkomitmen pada sesuatu, mereka punya peluang lebih besar untuk menindaklanjutinya. Misalnya, jika seorang pemimpin meninggalkan ruangan rapat tanpa menyetujui keputusan, maka setiap orang yang hadir punya peluang lebih kecil dalam menyatakan komitmen atau mengerjakan tugas yang diberikan.</p>



<p id="e7e6">3.&nbsp;<em>Social proof</em></p>



<p id="19a9">Contoh dari&nbsp;<em>social proof&nbsp;</em>adalah kesaksian dan penggunaan dari para ahli, misalnya seperti ‘Bayangkan 9 dari 10 pekerja kantoran profesional menggunakan alat ini’. Hal ini adalah contoh penggunaan bukti sosial dalam mempengaruhi orang lain.</p>



<p id="cf4f">4. Menyukai</p>



<p id="75e1">Memang ini terkesan subjektif, namun jika kita percaya dengan orang lain, rasanya kita relatif kenal, dekat, atau menyukai orang tersebut. Rasa kepercayaan dan pengaruh dapat timbul dari rasa suka. Umumnya, kita akan lebih menyukai orang yang punya kemiripan dan yang menarik. Menarik dalam arti dapat diajak diskusi dan ‘nyambung’ saat diskusi, atau bisa jadi menarik karena orang tersebut memiliki&nbsp;<em>value&nbsp;</em>lebih. Jadi, merupakan hal yang wajar apabila jika ada seseorang yang menyukaimu, mereka akan punya kecenderungan untuk mengatakan ‘ya’ kepadamu.</p>



<p id="136e">5. Menciptakan kelangkaan</p>



<p id="5428">Dengan kelangkaan, orang akan cenderung lebih percaya dan tergerak untuk bertindak. Misalnya melakukan pembelian atau hal lainnya. Jika kamu dapat menciptakan urgensi, maka orang akan lebih mungkin untuk melakukan tindakan dan terdorong atas persuasimu.</p>



<p id="e5d1">6. Membangun hubungan</p>



<p id="62d9">Berbicara tentang seni persuasi, erat kaitannya dengan membangun hubungan. Karena, akan lebih mudah meyakinkan orang yang kamu kenal. Kamu tidak akan tahu orang tersebut jika tidak berusaha untuk terhubung dengan mereka. Koneksi yang dijalin tidak hanya membantu mengekspresikan ide dan argumen, namun juga membantu meningkatkan rasa percaya audiens. Terlebih jika kamu mengetahui apa saja yang diinginkan audiens, maka kamu dapat memasukkannya ke dalam penawaran sehingga kamu punya proposisi yang saling menguntungkan.</p>



<p id="443e">7. Mempelajari informasi dan latar belakang audiens</p>



<p id="786c">Menggali informasi tentang audiens, entah itu rekan kerja, atasan, karyawan, hingga klien, akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang cara mereka berpikir dan berkomunikasi. Dari situ, kamu bisa membuat strategi komunikasi yang sesuai dengan pola pikir dan gaya komunikasi mereka.</p>



<p id="50cb">8. Mengamati dan mendengarkan dengan aktif</p>



<p id="c533">Untuk bisa persuasi, kita harus bisa bertindak sebagai komunikator yang terampil. Artinya, membangun hubungan dua arah secara aktif, baik menjadi pendengar yang aktif dan pengamat yang teliti. Untuk itu, kamu bisa mencoba untuk mencermati hal-hal tentang bagaimana audiens mengungkapkan rasa setuju dan tidak setuju. Selain itu, kamu perlu memahami cara mereka menunjukkan rasa pedulinya, bahkan ketika mereka tidak mau berkomitmen.</p>



<p id="ab51">9. Menyajikan ide&nbsp;<em>win-win&nbsp;</em>kepada audiens</p>



<p id="3a49">Tidak ada orang yang ingin dirugikan. Ini adalah kodrat manusia yang menjadi kebutuhan. Agar berhasil dalam persuasi, kamu sebaiknya memberi kesempatan dan menunjukkan bahwa kamu membantu mereka untuk ‘menang’. Kamu perlu berlatih untuk bisa menyampaikan pendapat dengan mantap dan meyakinkan, sehingga orang dapat dengan mudah menilai dan melihat apa keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Cari tahu apa saja tujuan mereka dan hubungkan dengan ide-idemu. Setelah itu, bantu mereka mencapai tujuan dengan ide-ide yang kamu miliki sehingga kamu punya&nbsp;<em>positioning&nbsp;</em>yang kuat.</p>



<p id="5a9a">10. Kelola emosi</p>



<p id="e8d6">Banyak studi menunjukkan bahwa emosi sangat berkaitan dengan proses pengambilan keputusan. Emosi yang kamu tunjukkan ke orang lain akan berpengaruh, apakah mereka akan setuju atau tidak kepadamu. Jika orang lain merasa tidak yakin dengan apa yang kamu bicarakan, kemungkinan besar mereka tidak akan setuju terhadapmu. Untuk itu, penting sekali untuk menunjukkan emosi yang positif pada orang lain. Tunjukkan bahwa kamu percaya diri ketika mengungkapkan ide sehingga akan lebih mudah dalam melakukan persuasi.</p>



<p id="c102"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="cccf"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c19f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyelami-seni-mempengaruhi-orang-lewat-persuasi/">Menyelami Seni Mempengaruhi Orang Lewat Persuasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rapat Terus Bikin Penat? Ini 5 Cara untuk Meningkatkan Keefektifan Saat Rapat</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rapat-terus-bikin-penat-ini-5-cara-untuk-meningkatkan-keefektifan-saat-rapat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2022 07:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hampir sebagian besar waktu saat bekerja, akan ada rapat atau pertemuan dalam tim. Rapat ini bisa saja berjalan dengan cepat, hingga berlangsung dengan lama sekali. Baik itu diselesaikan cepat atau lambat, rapat atau pertemuan memang ‘memakan’ banyak waktu. Untuk itu, praktik terbaiknya adalah dengan membiasakan diri terhadap hal-hal yang dapat meningkatkan keefektifan saat pertemuan berlangsung. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rapat-terus-bikin-penat-ini-5-cara-untuk-meningkatkan-keefektifan-saat-rapat/">Rapat Terus Bikin Penat? Ini 5 Cara untuk Meningkatkan Keefektifan Saat Rapat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="a49b">Hampir sebagian besar waktu saat bekerja, akan ada rapat atau pertemuan dalam tim. Rapat ini bisa saja berjalan dengan cepat, hingga berlangsung dengan lama sekali. Baik itu diselesaikan cepat atau lambat, rapat atau pertemuan memang ‘memakan’ banyak waktu. Untuk itu, praktik terbaiknya adalah dengan membiasakan diri terhadap hal-hal yang dapat meningkatkan keefektifan saat pertemuan berlangsung. Contohnya seperti apa? Kamu dapat ketahui lebih jauh lewat artikel berikut ini, ya.</p>



<p id="7a13">1. Membuat batasan dengan jelas</p>



<p id="b270">Agar tidak&nbsp;<em>burnout,&nbsp;</em>sebaiknya setiap individu harus membuat batasan dengan jelas. Ini adalah salah satu tips merawat dan memelihara mental selama banyak pekerjaan yang harus diselesaikan menggunakan&nbsp;<em>meeting online.&nbsp;</em>Kuncinya dengan mendengarkan dan menciptakan ruang. Terutama sebagai pemimpin, kamu tidak perlu langsung memberikan saran dan mencoba memecahkan masalah yang ada. Kamu bisa mendorong mereka untuk mencoba memecahkan masalah dengan arahan darimu. Ini juga akan meningkatkan proses berpikir kreatif dan kerja sama antar tim dengan lebih baik.</p>



<p id="a5dc">2. Melakukan evaluasi secara berkala</p>



<p id="d754">Agar kinerja tim semakin efektif, maka harus ada pertemuan&nbsp;<em>1 on 1&nbsp;</em>antara anggota tim dengan pimpinannya. Contohnya adalah mengevaluasi tiga hal yang berjalan baik di bulan lalu, tiga hal yang berjalan kurang maksimal di bulan lalu, serta tiga hal penting yang ingin dilakukan bulan berikutnya.</p>



<p id="0146">3. Mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang lebih banyak</p>



<p id="fd9b">Faktanya, tidak setiap pertemuan yang digelar bisa berjalan dengan lancar. Terkadang, konflik terjadi dan perdebatan dalam ruang pertemuan bisa berlangsung dengan ‘panas’. Untuk menyiasati hal ini, ciptakanlah budaya untuk berpikir lebih jernih dengan berhenti sejenak. Cobalah untuk menganalisa masing-masing pendapat dan berani untuk melihat perspektif orang lain secara lebih koheren. Hal ini akan membantu untuk membawa informasi ke titik terang yang baru, yang mungkin bisa menjadi jalan untuk membantu memutuskan pilihan mana yang lebih tepat. Dengan membuat orang lain berbagi perspektif mereka, kamu bisa mengumpulkan banyak poin dan data yang mengarah pada kebenaran secara lebih akurat.</p>



<p id="d45a">4. Memastikan pesan-pesan penting yang ‘terselip’ dalam obrolan</p>



<p id="f3f1">Saat ada pertemuan, waktu akan terasa berjalan lebih cepat karena ada banyak pembicaraan yang terjadi. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan ketika sesi pertemuan selesai, ‘Apa saja hasil pembicaraan dari pertemuan tadi? Manakah yang merupakan opini? Dan mana yang menjadi keputusan?’. Jadi, sebagai peserta pertemuan, kita harus bisa membedakan mana yang harus menjadi prioritas dan mana yang bukan. Saran terbaik adalah, biarkanlah kamu ‘ikut arus’ ke dalam ide-ide yang dikemukakan, namun batasi jumlahnya. Misalnya apabila ada rekan kerja atau atasan memberikan saran spesifik yang mungkin tidak kamu setujui, selalu tanyakan dengan detail apa maksud dari permintaan tersebut. Pastikan kamu menanyakan, apakah itu suatu keputusan atau tidak? Jika memang itu sebuah keputusan, maka respon seperti, ‘Saya akan menindaklanjuti poin tersebut lagi bersama Anda (sebutkan nama orangnya). Maka dengan begitu, orang lain akan merasa dihargai dan permintaan akan pekerjaan menjadi lebih jelas.</p>



<p id="48ee">5. Hati-hati terjebak dalam pemikiran kelompok</p>



<p id="e90d">Saat rapat berlangsung, ada beberapa orang yang sering dianggap ‘aktif’ dan banyak memberikan masukan. Begitu pula sebaliknya. Untuk meminimalisir orang-orang yang cenderung lebih ‘pasif’ agar tidak terjebak dalam pemikiran kelompok dan berbicara ‘Saya ikut apa kata konsensus saja,’ kamu bisa mencoba cara ini. Luangkan waktu agar setiap individu memberikan sumbangsih idenya, dan rapat digunakan sebagai ajang untuk mengevaluasi ide-ide tersebut secara berkelompok. Ada beberapa studi dari Harvard Business Review tentang hal ini. Yakni dengan memberi para eksekutif dua minggu sebelum waktu rapat untuk menuliskan apa yang menurut mereka harus menjadi tiga fokus untuk tahun mendatang.</p>



<p id="e00a">Selanjutnya, masing-masing eksekutif mendapat waktu lima menit di rapat untuk membicarakan saran mereka. Kemudian memasukkan semua saran ke dalam daftar. Setiap eksekutif kemudian membuat peringkat yang mengurutkan apa saja lima inisiatif yang menurutnya bisa menjadi prioritas. Cara ini dirasa lebih berhasil karena membiarkan semua orang untuk memikirkan tujuan secara individu, sekaligus menghindari jebakan pemikiran kelompok. Kemudian, cara tersebut dinilai lebih bijaksana karena tidak ada banyak urgensi saat ide ‘dipaksa’ untuk ada saat rapat berlangsung.</p>



<p id="5389">Nah, itu tadi 5 cara yang dapat kamu lakukan untuk membuat rapat atau pertemuan berlangsung dengan lebih efektif. Akan lebih baik untuk membiasakan hal tersebut sehingga menjadi budaya bagi setiap individu dalam lingkungan kerja. Selain itu, dengan rapat yang berjalan dengan efektif, maka kinerja masing-masing orang tentu punya peluang lebih besar mengalami peningkatan. Sebab, keputusan dan ide-ide yang berhasil direalisasikan setelah rapat berlangsung dapat terjadi karena kerja sama yang baik mulai dari tiap individu, hingga antar kelompok.</p>



<p id="8d79"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="61e8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="649f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rapat-terus-bikin-penat-ini-5-cara-untuk-meningkatkan-keefektifan-saat-rapat/">Rapat Terus Bikin Penat? Ini 5 Cara untuk Meningkatkan Keefektifan Saat Rapat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Memulai One-on-one Session di Kantormu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-cara-memulai-one-on-one-session-di-kantormu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2022 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Human Capital]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7569</guid>

					<description><![CDATA[<p>One-on-one&#160;session&#160;idealnya diadakan oleh manajerial untuk mengetahui performa karyawan, perkembangan maupun hambatan yang dilalui karyawan selama bekerja. Sayangnya, banyak yang tidak memanfaatkan peluang ini dengan baik, dikarenakan terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan monoton seputar performa kerja saja. Padahal, ada banyak loh yang bisa kamu ketahui dari karyawanmu. “Bagaimana saya mempersiapkan&#160;one-on-one session&#160;yang baik?” One-on-one&#160;session&#160;yang baik adalah yang seimbang; kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-cara-memulai-one-on-one-session-di-kantormu/">Ini Cara Memulai One-on-one Session di Kantormu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="65b6"><em>One-on-one</em>&nbsp;<em>session</em>&nbsp;idealnya diadakan oleh manajerial untuk mengetahui performa karyawan, perkembangan maupun hambatan yang dilalui karyawan selama bekerja. Sayangnya, banyak yang tidak memanfaatkan peluang ini dengan baik, dikarenakan terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan monoton seputar performa kerja saja. Padahal, ada banyak loh yang bisa kamu ketahui dari karyawanmu.</p>



<p id="066f"><strong>“Bagaimana saya mempersiapkan&nbsp;<em>one-on-one session</em>&nbsp;yang baik?”</strong></p>



<p id="e666"><em>One-on-one</em>&nbsp;<em>session</em>&nbsp;yang baik adalah yang seimbang; kita bisa membangun kepercayaan yang personal kepada karyawan, sembari tetap profesional dan tidak kehilangan tujuan awal. Tidak hanya kamu, karyawan pun harus memahami pentingnya&nbsp;<em>one-on-one session</em>. Maka, sebelum berharap mereka memiliki kesadaran terhadap hal itu, tanamkanlah terlebih dahulu kepada mereka.</p>



<p id="831e">Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan&nbsp;<em>one-on-one session</em>:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>10/10/10 Model</strong>&nbsp;— Menurut James Carr (<em>Director of Engineering&nbsp;</em>di<em>&nbsp;</em>Reify Health), metode 10/10/10 pas untuk&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;<em>session</em>&nbsp;selama 30 menit. 10 menit pertama membahas kesan mereka selama bekerja, 10 menit berikutnya kamu bisa membahas yang ingin kamu sampaikan, dan 10 menit terakhir bisa untuk pembahasan&nbsp;<em>plan</em>&nbsp;jangka panjang.</li><li><strong>The Completely Hands-off Model&nbsp;</strong>— Menurut Lorena Scott (<em>Chief People Officer</em>&nbsp;di Caseware),&nbsp;<em>one-on-one session</em>&nbsp;bisa juga digunakan untuk melengkapi&nbsp;<em>performance review&nbsp;</em>yang diadakan secara berkala. Hal ini bisa ditekankan, terutama bagi kantor-kantor yang melakukan&nbsp;<em>performance review&nbsp;</em>enam bulan sekali. Dalam jarak tersebut,&nbsp;<em>one-on-one session</em>&nbsp;bisa menggantikan&nbsp;<em>gap</em>nya.</li><li><strong>The ‘set meeting guidelines and let them run with it’&nbsp;</strong>— Menurut Bronwyn Smith,&nbsp;<em>Head of Merchant Experience</em>&nbsp;di Shopify, menentukan agenda dan peraturan&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;sangatlah penting. Sisanya,&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;sebaiknya fleksibel mengikuti ke mana karyawan membawa alurnya.</li></ul>



<p id="137c"><strong>“Apa saja pertanyaan yang bisa saya tanyakan ke karyawan saya?”</strong></p>



<p id="2203">Kami paham bahwa seringkali seorang HR maupun atasan takut&nbsp;<em>offside</em>&nbsp;dalam menggali hal-hal yang ingin diketahui dari karyawannya. Satu hal yang harus kamu ingat adalah profesionalitas dan fokus kepada pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan perkembangan karir mereka dan kemajuan perusahaan kamu.</p>



<p id="76b1">Menurut Hiba Amin, seorang Senior Marketing Manager dari Demand Generation, ada empat hal yang menjadi fokusnya dalam merencanakan&nbsp;<em>one-on-one session</em>:</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="267d"><strong>Growth</strong></h1>



<p id="5e45">Di sini kamu bisa bertanya seputar perkembangan personal dan profesional dari karyawanmu. Fokuslah kepada sejauh apa mereka bertumbuh, apa yang menghambat mereka, dan apa yang bisa kamu bantu sebagai atasan untuk meningkatkan produktivitas mereka. Menurut Gallup, ketika seorang karyawan konsisten dengan&nbsp;<em>performance feedback</em>nya, maka ia telah memiliki keterikatan yang sehat pada tempat kerjanya secara psikologis maupun emosional.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="64dd">Motivation</h1>



<p id="d996">Percakapan yang berpusat pada motivasi sangatlah baik bagi kelangsungan&nbsp;<em>one-on-one session</em>mu. Dari sini juga kamu bisa mengetahui apa yang membuat karyawanmu senang, memicu semangat mereka, atau bahkan menjadi penghalang mereka dalam bekerja. Sedikit mirip dengan&nbsp;<em>growth</em>, namun di sini kamu bisa memancing reaksi mereka yang apa adanya, dan bukan dari pertanyaan yang secara blak-blakan kamu tanyakan.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="57e2">Communication</h1>



<p id="b25f">Bukan hanya karyawan, tapi sebagai HR maupun&nbsp;<em>founder</em>, kamu juga bisa mengembangkan<em>&nbsp;skill</em>&nbsp;komunikasimu lewat berinteraksi bersama mereka. Lewat interaksi ini, kamu bisa juga menerka seperti apa dan apa saja yang karyawanmu resap dari kamu, kerja samanya dengan divisi lain, maupun lingkaran pertemanannya di kantor.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="8e25">Work</h1>



<p id="d380">Hal paling berbahaya dari topik seputar kantor adalah kemungkinan&nbsp;<em>one-on-one session</em>&nbsp;menjadi&nbsp;<em>‘daily reports</em>’. Hal ini tentu harus dibedakan, meski memang&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;bisa mendukung datamu dalam melakukan&nbsp;<em>review</em>&nbsp;nantinya. Kamu bisa membawa pembicaraan dengan santai, atau menegaskan karyawanmu untuk ‘santai aja’ selama&nbsp;<em>one-on-one</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-cara-memulai-one-on-one-session-di-kantormu/">Ini Cara Memulai One-on-one Session di Kantormu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia di Balik Komunikasi yang Tepat Sasaran</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-komunikasi-yang-tepat-sasaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2022 06:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam menjalankan sebuah bisnis, kamu perlu berkomunikasi secara efisien dengan sesama demi keberhasilan proyekmu. Berikut ini adalah trik yang dapat kamu praktikkan untuk mengasah kemampuan komunikasimu, baik sebagai&#160;founder, maupun sebagai&#160;staff. Simak di sini, yuk! “Saya introvert, memangnya bisa diubah?” Dalam berkomunikasi, tentunya seorang&#160;founder&#160;maupun&#160;C-level&#160;harus memiliki kemampuan persuasi untuk meyakinkan pihak eksternal percaya perusahaan mereka. Sayangnya, sering [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-komunikasi-yang-tepat-sasaran/">Rahasia di Balik Komunikasi yang Tepat Sasaran</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="9493">Dalam menjalankan sebuah bisnis, kamu perlu berkomunikasi secara efisien dengan sesama demi keberhasilan proyekmu. Berikut ini adalah trik yang dapat kamu praktikkan untuk mengasah kemampuan komunikasimu, baik sebagai&nbsp;<em>founder</em>, maupun sebagai&nbsp;<em>staff</em>. Simak di sini, yuk!</p>



<p id="520c"><strong>“Saya introvert, memangnya bisa diubah?”</strong></p>



<p id="f81c">Dalam berkomunikasi, tentunya seorang<em>&nbsp;founder</em>&nbsp;maupun&nbsp;<em>C-level</em>&nbsp;harus memiliki kemampuan persuasi untuk meyakinkan pihak eksternal percaya perusahaan mereka. Sayangnya, sering kali pendiri&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;terjebak dalam stigma ‘introvert vs. ekstrovert’.</p>



<p id="7dab">Padahal Carl Jung, penemu istilah ini, membuat penggolongan ekstrovert dan introvert untuk mempelajari cara manusia untuk memulihkan dan mengarahkan energi; apakah lewat interaksi sosial, atau menghabiskan waktu sendiri? Ini bukanlah tolak ukur dari kemampuanmu berkomunikasi.</p>



<p id="2a6a">Jadi, jika kamu seorang introvert, jangan terjebak dalam stigma bahwa kamu tidak bisa mempelajari ilmu komunikasi persuasif. Namun, hanya karena pekerjaanmu menuntutmu untuk berkomunikasi secara aktif, bukan berarti kamu pun mengubah haluan gaya hidup di kehidupan pribadimu. Penting juga untuk memisahkan dua hal tersebut di saat-saat tertentu, agar kamu bisa mencapai&nbsp;<em>work-life balance</em>.</p>



<p id="b3e4"><strong>Apa Reaksi Otak Kita saat Berkomunikasi?</strong></p>



<p id="2622">Seorang neurosains bernama Uri Hasson, telah meneliti fenomena reaksi otak dalam berkomunikasi sejak tahun 2008. Pada percobaannya, ia menemukan bahwa jika seseorang berhasil menyampaikan informasi dan&nbsp;<em>storytelling</em>&nbsp;yang ia bawakan dengan baik, maka gelombang otak pembicara dan pendengar akan menunjukkan bentuk dan pola yang sama (saling bersinergi). Maka, jangan sepelekan kekuatan komunikasi dan&nbsp;<em>public speaking</em>.</p>



<p id="7157"><strong>Hal-Hal yang Harus Kamu Perhatikan dalam Berkomunikasi</strong></p>



<p id="d589">Ada sepuluh hal penting yang ditekankan oleh Dr. Marla Gottschalk (ahli Psikologi Industri dan Organisasi) dalam berkomunikasi. Ia percaya tips ini dapat menunjang karir kamu sebagai pekerja maupun sebagai&nbsp;<em>founder</em>.</p>



<p id="60e7">Pertama, perhatikanlah&nbsp;<strong>kurasi dalam pikiranmu</strong>. Anggap dirimu sebuah&nbsp;<em>brand</em>&nbsp;yang bernilai, maka apapun yang kamu ucapkan sangatlah penting untuk dipilah. Usahakan untuk tidak selamanya&nbsp;<strong>menghindari perkara sulit&nbsp;</strong>seperti berdebat, saling berantukan ego, atau konflik. Sebab, hal ini akan menguji sejauh apa kemampuan komunikasimu.</p>



<p id="3ba3"><strong>Jadilah diri sendiri dan jangan takut untuk berbagi hal yang kamu suka</strong>. Dengan menjadi versi diri yang paling otentik, kamu akan menghindari kesalahpahaman dari orang di sekitarmu. Kamu juga bisa mencoba terbuka dengan bercerita mengenai hal-hal yang menggugah kamu, dan meminta mereka untuk balik terbuka kepada kamu dan tim kamu. Kendati begitu, tetaplah hindari kecenderungan&nbsp;<em>oversharing</em>.</p>



<p id="1a2c"><strong>Perbanyak ilmu</strong>&nbsp;dari berbagai sumber, seperti Domestika, Udemy, Skillshare, dan kursus-kursus daring lainnya. Kamu bisa bereksperimen dengan&nbsp;<em>mind map</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>presentation deck&nbsp;</em>yang menarik. Bahkan saat ini, sudah banyak kantor yang mengasah&nbsp;<em>public speaking</em>&nbsp;karyawannya dengan memberi mereka ruang untuk mempresentasikan hobi dan hal-hal nyeleneh yang menarik perhatian mereka, seperti soal&nbsp;<em>boyband&nbsp;</em>Kpop, fenomena unik lingkungan, sampai binatang peliharaan mereka sendiri.</p>



<p id="e850">Dengan&nbsp;<em>small exercise</em>&nbsp;dan keterbukaan, kamu bisa mengasah dirimu tanpa terpaku sepenuhnya kepada teori-teori yang mengikat.</p>



<p id="7103"><strong>Kenali Juga: Meta Model dalam&nbsp;<em>Neuro-Linguistic Programming</em></strong></p>



<p id="a140"><em>Meta model</em>&nbsp;adalah bentuk awal dari sebuah model yang ingin kamu buat. Namun dalam NLP (<em>neuro-linguistic</em>&nbsp;<em>programming&nbsp;</em>atau pendekatan neurosains dalam kecerdasan linguistik manusia),&nbsp;<em>meta model</em>&nbsp;adalah serangkai penyesuaian mental dan lingual yang mengarahkan manusia kepada hasil-hasil akhir perilaku sesuai target positif yang diinginkan. Tujuan dari&nbsp;<em>meta model</em>&nbsp;dalam NLP adalah menenangkan&nbsp;<em>amygdala</em>&nbsp;manusia sehingga tidak lagi berespons secara serabutan atau mendadak, melainkan lebih tenang dalam berkomunikasi dengan orang di sekitar kita terlepas dari keadaan atau respon yang mereka berikan.</p>



<p id="2723">Menurut Khalid Halim (<em>founder</em>&nbsp;dari Reboot.io, sebuah&nbsp;<em>coaching firm</em>) Ada empat&nbsp;<em>meta model</em>&nbsp;yang bisa kita jadikan acuan demi mendapatkan komunikasi efektif:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Hasil akhir dari manajemen yang baik adalah tim yang memiliki performa tinggi;</li><li>Fungsi utama dari tim adalah mengkoordinasi tindakan mereka;</li><li>Manusia mengkoordinasikan tindakan mereka melalui komunikasi;</li><li>Komunikasi hadir didasari oleh setiap kepercayaan, nilai, dan identitas seseorang;</li><li>Kepercayaan, nilai, dan identitas tersebut adalah&nbsp;<em>filter</em>&nbsp;yang mereka gunakan untuk memandang dunia (ini yang disebut&nbsp;<em>meta model</em>)</li></ul>



<p id="3a80">Meski metode ini dianggap&nbsp;<em>pseudoscience&nbsp;</em>oleh para ahli psikiatri, jika kamu merasa ada poin dan acuan yang bisa kamu gunakan untuk perkembangan dirimu, jangan takut untuk bereksperimen dengan cara ini, ya!</p>



<p id="dcb2"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="96dc"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="fa06"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-komunikasi-yang-tepat-sasaran/">Rahasia di Balik Komunikasi yang Tepat Sasaran</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Cara Menambah Nilai pada Strategi Bisnismu￼</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/3-cara-menambah-nilai-pada-strategi-bisnismu%ef%bf%bc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2022 06:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jauh sejak pandemi COVID-19 pun, para pelaku bisnis telah menyadari dinamika pasar. Hal ini mengharuskan mereka untuk terus berinovasi dan menciptakan strategi yang mampu membantu mereka bersaing dengan zaman. Setiap bidang bisnis membutuhkan strateginya masing-masing, seperti&#160;marketing strategy&#160;(untuk mengetahui bahkan membentuk selera pasar),&#160;corporate strategy&#160;(untuk mensiasati bisnis secara keseluruhan),&#160;global strategy&#160;(untuk memetakan strategi bisnis bagi perusahaan yang menargetkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-cara-menambah-nilai-pada-strategi-bisnismu%ef%bf%bc/">3 Cara Menambah Nilai pada Strategi Bisnismu￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="2136">Jauh sejak pandemi COVID-19 pun, para pelaku bisnis telah menyadari dinamika pasar. Hal ini mengharuskan mereka untuk terus berinovasi dan menciptakan strategi yang mampu membantu mereka bersaing dengan zaman.</p>



<p id="aaf9">Setiap bidang bisnis membutuhkan strateginya masing-masing, seperti&nbsp;<strong><em>marketing strategy</em></strong>&nbsp;(untuk mengetahui bahkan membentuk selera pasar),&nbsp;<strong><em>corporate strategy</em></strong>&nbsp;(untuk mensiasati bisnis secara keseluruhan),&nbsp;<strong><em>global strategy</em></strong>&nbsp;(untuk memetakan strategi bisnis bagi perusahaan yang menargetkan skala global),&nbsp;<strong><em>innovation strategy</em></strong><em>&nbsp;</em>(menambah inovasi dan menguatkan perusahaan dalam persaingan pasar),&nbsp;<strong><em>digital strategy</em></strong>&nbsp;(untuk menguatkan&nbsp;<em>internet presence</em>&nbsp;sebuah perusahaan),dan&nbsp;<strong><em>social strategy</em></strong>&nbsp;(untuk mengembangkan interaksi&nbsp;<em>brand</em>&nbsp;dengan pengguna).</p>



<p id="90e5">Namun, membebankan diri untuk terus berkutat pada strategi saja bukan hal yang efisien. Kamu bisa menghemat waktumu dengan menciptakan strategi yang cukup, namun bernilai tinggi. Strategi ini dinamakan&nbsp;<strong><em>value-based strategy</em>.&nbsp;</strong>Ini dia cara-caranya!</p>



<p id="21f6"><strong>Mengenali Pasar dan Resikomu</strong></p>



<p id="1621">Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat sebuah strategi adalah mengenali pasar bisnismu. Tentukan target dari produkmu dan kenali ciri-ciri mereka secara mendalam lewat&nbsp;<a href="https://1000startupdigital.id/mengenali-tipe-customer-yang-sejiwa-dengan-startupmu/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>customer archetype</em></a><em>&nbsp;</em>agar lebih maksimal dan terpusat.</p>



<p id="7a20">Setelah mengetahui&nbsp;<em>customer archetype</em>&nbsp;konsumenmu, kamu bisa mulai berinovasi dan menghasilkan strategi yang terpusat dan tidak buang energi. Kamu pun bisa mulai memberanikan diri untuk risiko dalam bisnismu. Semua bekal yang kamu miliki saat ini akan membantu dalam memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan dihadapi. Strategi tidak hanya diciptakan untuk mendapatkan&nbsp;<em>revenue</em>, tetapi juga menyelamatkan bisnismu saat kritis.</p>



<p id="53ec"><strong>Tingkatkan&nbsp;<em>Willingness to Pay</em>&nbsp;(WTP) dari&nbsp;<em>Customer</em>mu</strong></p>



<p id="c560">Banyak perusahaan yang terlalu fokus dengan&nbsp;<em>top-line growth</em>, alias pendapatan kotor dari usaha mereka. Tanpa mereka sadari, meningkatkan&nbsp;<em>value</em>&nbsp;produk dengan berinovasi mampu meningkatkan keinginan pelanggan untuk memilih produk mereka di antara sekian banyak kompetitor, bahkan bisa membuat pelanggan mau&nbsp;<em>repeat order</em>.</p>



<p id="bf47">Setiap bidang dalam&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;memiliki pandangan masing-masing dalam meningkatkan WTP. Alasan mengapa banyak orang memilih merk Apple yang lebih mahal dibanding merk lain adalah peningkatan WTP mereka dalam segi desain dan eksklusivitas. Sama halnya dengan Gucci yang meningkatkan WTP-nya lewat menjanjikan status sosial bagi pembelinya.</p>



<p id="3253"><strong>Meningkatkan&nbsp;<em>Willingness to Sell</em>&nbsp;(WTS) kepada Karyawan</strong></p>



<p id="e8e0">Strategi yang berkualitas hadir dari para karyawan produktif dalam menyumbangkan ide. Maka dari itu, meningkatkan&nbsp;<em>value</em>&nbsp;pada karyawan juga sangatlah penting. Selain kewajiban seperti asuransi kesehatan, ketenagakerjaan, jatah cuti, dan bonus performa, benefit pendukung seperti memfasilitasi&nbsp;<em>workshop</em>&nbsp;pengembangan karir dan&nbsp;<em>skill</em>, fasilitas-fasilitas pendukung untuk rekreasi, serta liburan kantor dapat memupuk semangat karyawan dan WTS mereka.</p>



<p id="9389">Dengan seimbangnya WTP dan WTS yang dimiliki, maka strategi bisnis yang diciptakan pun akan semakin efisien. Sebuah perusahaan&nbsp;<em>messaging</em>&nbsp;bernama Shift Message menggunakan pola&nbsp;<em>flexible working hours</em>. Selama 10 bulan uji coba, diketahui bahwa produktivitas karyawan meningkat sampai 6,8%, dan penjualan meningkat sampai tiga milyar dollar. Gap, sebuah perusahaan fesyen, bisa berhasil meningkatkan kualitas tidur dan produktivitas karyawannya dengan sangat baik dengan membatasi jam kerja secukupnya.</p>



<p id="9bc8"><strong>Manfaat dari&nbsp;<em>Value-based Strategy</em></strong></p>



<p id="6a32">Salah satu manfaat dari menekankan nilai dibanding&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;pada strategi bisnismu adalah&nbsp;<strong><em>unfair advantage</em></strong>&nbsp;(sesuatu yang tidak bisa ditiru dan dibeli kompetitor bisnis). Dengan strategi yang bernilai tinggi, maka akan dihasilkan keunggulan produk yang sulit ditiru oleh perusahaan lain.</p>



<p id="155a">Manfaat berikutnya adalah&nbsp;<strong>menarik konsumen dan karyawan dengan sendirinya</strong>. Jika kita berkaca pada cara Uber memberikan rasa aman pada para sopir perempuan, tidak hanya peningkatan karyawan perempuan yang sejahtera saja yang bisa Uber capai, namun juga kepercayaan dan keamanan bagi calon penumpang lainnya. Dengan memiliki strategi bisnis yang berprinsip kuat, Uber tidak harus bekerja ekstra dalam meningkatkan&nbsp;<em>revenue</em>.</p>



<p id="b4e1">Terakhir, perusahaan yang berbasis&nbsp;<em>value</em>&nbsp;akan&nbsp;<strong>cermat membedakan apa itu&nbsp;<em>pengganti</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>pelengkap</em>.&nbsp;</strong>Dua hal ini terlihat mudah dibedakan. Namun, pada praktik di bidang bisnis, sebuah perusahaan yang terlalu fokus pada kecepatan&nbsp;<em>revenue stream</em>&nbsp;dan mengira produknya dapat menjadi&nbsp;<em>substitute</em>&nbsp;justru akan kecolongan. Produk pelengkap akan meningkatkan pembelian kepada produk utama juga, sedangkan produk pengganti justru akan menyita perhatian pembeli untuk meninggalkan produk lama. Maka dari itu, kamu harus lebih cermat. Semoga bermanfaat, ya!</p>



<p id="e608">. . .</p>



<p id="b083"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="80c9"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="cb18"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-cara-menambah-nilai-pada-strategi-bisnismu%ef%bf%bc/">3 Cara Menambah Nilai pada Strategi Bisnismu￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali Cara Membangun Kecerdasan Emosional Tim Kamu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kenali-cara-membangun-kecerdasan-emosional-tim-kamu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 May 2022 06:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7550</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang percaya dengan pentingnya tiga tipe kecerdasan: IQ, EQ, dan SQ. Selain mencari karyawan yang cerdas dan kompeten, tentunya penting bagi kamu sebagai&#160;founder&#160;untuk memiliki karyawan yang mampu bersosialisasi, komunikatif, dan memiliki kemampuan mendengar dan menyimak pada kerabat kerjanya. Ada juga cara-cara lain yang bisa kamu tiru dan praktekkan, loh. Pertama, pahami urgensinya Sejak istilah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kenali-cara-membangun-kecerdasan-emosional-tim-kamu/">Kenali Cara Membangun Kecerdasan Emosional Tim Kamu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b738">Banyak orang percaya dengan pentingnya tiga tipe kecerdasan: IQ, EQ, dan SQ. Selain mencari karyawan yang cerdas dan kompeten, tentunya penting bagi kamu sebagai&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;untuk memiliki karyawan yang mampu bersosialisasi, komunikatif, dan memiliki kemampuan mendengar dan menyimak pada kerabat kerjanya.</p>



<p id="3937">Ada juga cara-cara lain yang bisa kamu tiru dan praktekkan, loh.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0eed"><strong>Pertama, pahami urgensinya</strong></h2>



<p id="226d">Sejak istilah ini dikenal tahun 1990an, orang-orang mulai menyadari sesuatu yang sudah ada di ujung lidah mereka, sesuatu yang mereka sadar telah mereka miliki, dan kini hal itu punya nama:&nbsp;<em>emotional intelligence</em>.</p>



<p id="341d">Hal ini tentu penting dalam menjalankan sebuah perusahaan. Sekumpulan manusia tentu akan terikat dalam hubungan sosial. Maka dari itu, sebagai&nbsp;<em>founder</em>, kamu perlu memahami secara spesifik tentang pentingnya kerja sama, partisipasi tim dalam&nbsp;<em>brainstorming</em>, perencanaan jangka panjang perusahaan, sampai keputusan-keputusan penting lainnya sesuai porsi mereka. Penting pula untuk memiliki karyawan yang berkomitmen pada tujuan dan visi misi perusahaan.</p>



<p id="9661">Menurut HBR, ada tiga hal yang penting dalam kelangsungan sebuah tim: kepercayaan satu sama lain, identitas kelompok, dan keberhasilan sebuah grup, yang berarti, kecerdasan emosional&nbsp;<strong>sangat penting dalam menjalankan sebuah tim maupun divisi, inilah hal yang meningkatkan produktivitas pekerja</strong>.</p>



<p id="4570">Harapannya, setelah kamu membangun tim yang memiliki kecerdasan emosional yang baik, maka perusahaanmu makin dekat dengan profit, kesuksesan, serta meminimalisir konflik dan pengunduran diri karyawan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d881"><strong>Kedua, pahami prosesnya</strong></h2>



<p id="79a9">Anggota yang cerdas secara emosional tidak membuat timnya serta-merta menjadi cerdas secara kolektif. Maka dari itu, setelah menemukan anggota tim dengan kecerdasan emosional yang kamu butuhkan, masih ada tahap lain yang harus kamu lakukan, yaitu&nbsp;<strong>menegaskan identitas tim</strong>.</p>



<p id="2a91">Sebagai&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;tahap awal, kamu bisa terjun langsung ke berbagai divisi untuk menegaskan secara bertahap tentang&nbsp;<strong>identitas perusahaan</strong>&nbsp;dan seperti apa tim yang mau kamu bentuk. Dari situ tentu akan terlihat siapa saja yang pas secara kultur dengan visi dan misi kamu.</p>



<p id="6165">Hal terakhir yang patut kamu sadari adalah membangun identitas dan kecerdasan emosional sebuah tim akan lebih sulit dibanding personal. Tim kamu akan berinteraksi dengan berbagai cara yang mereka ketahui sejak kecil, atau ciri khas yang masih terbawa dari almamater, organisasi, maupun tempat kerja lama mereka.</p>



<p id="ded2">Konsep kecerdasan emosional yang dijelaskan oleh Daniel Goleman (seorang psikolog dan penulis) adalah karakteristik utama seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi adalah mereka&nbsp;<em>menyadari</em>&nbsp;emosi mereka dan mampu&nbsp;<em>menanggulangi</em>&nbsp;hal tersebut dengan baik. Maka, carilah terlebih dahulu hal tersebut supaya tim kamu lebih ciamik dan lancar dalam bekerja sama, berbagi, dan berjalan beriringan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ae29"><strong>Ketiga, coba cara-cara ini untuk meningkatkannya</strong></h2>



<p id="1af3">Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional tim kamu. Kamu bisa mulai mencari bibit-bibit karyawan yang cerdas secara emosional melalui&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;<em>session</em>. Kenali bagaimana mereka menamai apa yang mereka rasa sebagai sebuah masalah di tempat kerja, serta telusuri cara mereka menyelesaikan masalah tersebut.</p>



<p id="38a6">Kamu juga bisa memberikan kegiatan-kegiatan menyenangkan pada&nbsp;<em>town hall</em>&nbsp;bagi setiap tim, beri&nbsp;<em>reward</em>&nbsp;atas kerja sama mereka yang baik bagimu, dan beri afirmasi serta tegaskan sejauh apa mereka telah mencapai target yang kamu buat. Kamu juga bisa mengadakan&nbsp;<em>outing</em>&nbsp;secara berkala, agar setiap karyawan bisa memiliki ikatan batin dan sosial yang kuat di luar pekerjaan.</p>



<p id="1535">Dalam dunia kerja memang pertemanan dan keakraban tidak selalu menjadi yang terutama, tapi bila hal ini meningkatkan produktivitas kerja dan kesuksesan visi misi perusahaanmu dalam jangka panjang, tentunya ini tidak salah untuk dicoba, bukan? Yuk, semangat dalam membentuk tim yang cerdas secara emosional!</p>



<p id="7461"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8e67"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="154b"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kenali-cara-membangun-kecerdasan-emosional-tim-kamu/">Kenali Cara Membangun Kecerdasan Emosional Tim Kamu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Langkah Pertama Membuat Produk yang Valuable</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/4-langkah-pertama-membuat-produk-yang-valuable/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2022 11:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7627</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mulai merintis startup, tentu kamu berangkat dari kegelisahan akan permasalahan yang ditemukan. Lalu, muncul dorongan untuk menuntaskan masalah tersebut dengan menghadirkan solusi dalam bentuk sebuah produk. Meski berangkat dari kesadaranmu sendiri, produk yang akan kamu ciptakan tentu tidak kamu pakai seorang diri, pastinya ada banyak orang yang juga membutuhkan produkmu. Karenanya, dalam menciptakan produk, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-langkah-pertama-membuat-produk-yang-valuable/">4 Langkah Pertama Membuat Produk yang Valuable</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="92fd">Ketika mulai merintis startup, tentu kamu berangkat dari kegelisahan akan permasalahan yang ditemukan. Lalu, muncul dorongan untuk menuntaskan masalah tersebut dengan menghadirkan solusi dalam bentuk sebuah produk. Meski berangkat dari kesadaranmu sendiri, produk yang akan kamu ciptakan tentu tidak kamu pakai seorang diri, pastinya ada banyak orang yang juga membutuhkan produkmu.</p>



<p id="17dd">Karenanya, dalam menciptakan produk, kamu perlu mengumpulkan pendapat dan pandangan orang lain atau paling tidak orang yang akan menggunakan produkmu juga.</p>



<p id="8a0e">Mengetahui pendapat orang lain akan produkmu menjadi hal penting saat memasuki tahap&nbsp;<em>early stage startup</em>. Saat itu, kamu tentu sudah menghasilkan&nbsp;<em>Minimum Viable Product</em>&nbsp;(MVP). Langkah selanjutnya, kamu harus mampu membuat pengguna yang ada tetap bertahan agar bisa menentukan model bisnis dan strategi pemasaran yang tepat untuk ke depannya.</p>



<p id="d80e">Salah satu cara ampuh membuat penggunamu tetap bertahan adalah dengan membuat produkmu berharga bagi mereka. Sebuah produk sebaiknya tidak hanya memiliki nilai guna saja tapi juga mengandung makna dan nilai (<em>valuable</em>).</p>



<p id="b529">Lalu, gimana cara membuat atau menyempurnakan produk agar bisa&nbsp;<em>valuable</em>&nbsp;di mata pengguna dan target&nbsp;<em>user&nbsp;</em>lainnya? Coba ikuti langkah-langkah berikut ya!</p>



<p id="98f6"><strong>1. Temukan solusi yang sesuai dengan permasalahan<br></strong>Kamu memang bisa memulai dari permasalahan yang kamu rasakan, namun akan lebih baik lagi jika kamu mampu menemukan keluhan lain dari permasalahan yang sama denganmu. Tentu itu akan memperkaya penglihatanmu akan satu masalah. Cari ragam keluhan dari&nbsp;<em>user</em>, lalu mulai pikirkan solusi-solusi yang mungkin bisa kamu ciptakan.</p>



<p id="9f93">Supaya lebih tergambar polanya, kamu bisa membuat 2 tabel. Tabel pertama, tuliskan keluhan atau permasalahan&nbsp;<em>user</em>&nbsp;dan pada tabel kedua, buatlah daftar solusinya. Pertemukan solusi dengan keluhan yang paling cocok, itu akan jadi ‘<em>clue</em>’<em>&nbsp;</em>pertama membuat produk solutif idaman&nbsp;<em>user</em>.</p>



<p id="ebc7"><strong>2. Cari tahu alasan&nbsp;<em>user</em>&nbsp;menginginkan produkmu<br></strong>Kamu akan membuat produk yang&nbsp;<em>valuable</em>&nbsp;bagi&nbsp;<em>user</em>, maka tanyakan dan dengarkanlah apa yang&nbsp;<em>user</em>&nbsp;butuhkan. Kalau sudah mendapatkan jawabannya, sampaikan hal tersebut saat akan menawarkan produk, “<em>pengolahan sampah bisa jadi lebih praktis lho kalau pakai aplikasi ini. Cuma sekali klik, sampah di rumahmu akan diangkut secara rutin, jadi tidak ada lagi sampah yang menumpuk di lingkunganmu. Sistem pemilahan sampah yang ada di aplikasi juga membuatmu turut berperan merawat bumi</em>”</p>



<p id="8144">Pernyataanmu harus diakhiri dengan nilai bagi pengguna. Hal tersebut harus membingkai masalah untuk memprioritaskan kebutuhan dan keinginan pengguna. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan hati&nbsp;<em>user</em>-mu agar mereka bertahan dan terus memakai produkmu.</p>



<p id="d63c">Kalau kamu mendahulukan kepentingan bisnis di awal, justru jadi langkah yang salah. Kamu tidak akan bisa membuat produk yang solutif secara efektif karena orientasimu masih terpaku pada keinginanmu atau startupmu.</p>



<p id="7d71"><strong>3. Wujudkan keinginan&nbsp;<em>user</em>&nbsp;sesuai dengan visi misi startupmu</strong></p>



<p id="569e">Sebagai&nbsp;<em>founder</em>, ingat selalu bahwa kamu memiliki kendali untuk memilah keinginan dan kebutuhan&nbsp;<em>user</em>&nbsp;yang akan dieksekusi pada produkmu. Segala kemauan&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang sekiranya tidak sejalan dengan nilai dan bidang startupmu boleh kamu kalahkan. Kamu bisa kolaborasikan dengan kemampuan tim serta visi misi startupmu agar tidak kehilangan identitas.</p>



<p id="4e42"><strong>4. Rancang fitur andalan dengan memahami keluhan&nbsp;<em>user<br></em></strong>Langkah terakhir, mulailah rancang produkmu. Setelah menanyakan dan mendengar harapan serta keluhan&nbsp;<em>user&nbsp;</em>terhadap suatu permasalahan, kamu perlu benar-benar memahami poin-poin pandangan mereka. Dengan begitu, kamu bisa fokus memikirkan dan merumuskan solusi apa yang paling sesuai dan mampu kamu tawarkan.</p>



<p id="faaa">Solusi tersebut tentu tidak hanya berdiam dalam pikiran atau dokumen-dokumenmu. Wujudkan itu menjadi salah satu fitur andalan dalam produk atau aplikasimu. Buatlah&nbsp;<em>user</em>&nbsp;bersemangat untuk mencoba&nbsp;<em>prototype</em>-mu.</p>



<p id="e0ae">Jadi, kesimpulan utama dari keempat langkah di atas adalah penting buatmu memahami secara mendalam kebutuhan&nbsp;<em>user</em>-mu. Kalau kamu sudah berhasil membuat produk yang layak dan berguna, kamu perlu terus menaikkan standar menjadi produk yang bernilai dan disukai&nbsp;<em>user</em>. Inilah yang menjadi daya tarik utama bagi&nbsp;<em>user&nbsp;</em>untuk memakai produkmu secara terus menerus.</p>



<p id="5b6d"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="9ac3"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="cf14"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-langkah-pertama-membuat-produk-yang-valuable/">4 Langkah Pertama Membuat Produk yang Valuable</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hindari Pitfall dengan Memperkirakan Cash Flow Kamu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/hindari-pitfall-dengan-memperkirakan-cash-flow-kamu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2022 07:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7634</guid>

					<description><![CDATA[<p>Uang merupakan kebutuhan yang fundamental dalam roda bisnis sebuah&#160;startup. Maka, dibutuhkan kecerdasan finansial sebagai seorang penggiat&#160;startup&#160;untuk mengelola&#160;cash flow&#160;perusahaan agar kamu bisa menentukan panjangnya&#160;runway&#160;perusahaanmu. Lalu, bagaimana cara yang paling pas? Hal Pertama yang Harus Diperhatikan Cash flow forecast&#160;adalah gambaran akan banyaknya uang yang dimiliki oleh&#160;startupmu setelah menghitung pemasukan dan pengeluaran&#160;dalam periode tertentu. Perkiraan ini akan membantumu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hindari-pitfall-dengan-memperkirakan-cash-flow-kamu/">Hindari Pitfall dengan Memperkirakan Cash Flow Kamu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="be22">Uang merupakan kebutuhan yang fundamental dalam roda bisnis sebuah&nbsp;<em>startup</em>. Maka, dibutuhkan kecerdasan finansial sebagai seorang penggiat&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;untuk mengelola&nbsp;<em>cash flow&nbsp;</em>perusahaan agar kamu bisa menentukan panjangnya&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;perusahaanmu. Lalu, bagaimana cara yang paling pas?</p>



<p id="86ae"><strong>Hal Pertama yang Harus Diperhatikan</strong></p>



<p id="80c4"><em>Cash flow forecast&nbsp;</em>adalah gambaran akan banyaknya uang yang dimiliki oleh&nbsp;<em>startup</em>mu setelah menghitung pemasukan dan pengeluaran<em>&nbsp;</em>dalam periode tertentu. Perkiraan ini akan membantumu mengawasi keadaan finansial&nbsp;<em>startup</em>, dan membantu menghitung&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;perusahaanmu.</p>



<p id="9c2e">Informasi yang harus kamu perhatikan untuk memonitor&nbsp;<em>cash flow&nbsp;</em>adalah pendapatan, slip gaji, depresiasi, dan bentuk pengeluaran lainnya yang diambil dari pemasukan perusahaanmu. Informasi tersebut bisa membantumu membuat&nbsp;<em>balance sheet</em>&nbsp;dan memperkirakan&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;perusahaanmu.</p>



<p id="7ed6">Selain itu, manfaat dari memperkirakan dan memperhatikan&nbsp;<em>cash flow</em>&nbsp;perusahaanmu adalah apakah perusahaanmu masih memiliki dana yang cukup untuk terus berjalan, sehingga kamu bisa membuat&nbsp;<em>plan</em>&nbsp;selanjutnya dan mencari jalan keluar jika menghadapi hambatan dana.</p>



<p id="26a9"><em>Pitfall</em>&nbsp;adalah ancaman yang tak terlihat dan kerap kali mengecoh para pelaku bisnis.&nbsp;<em>Pitfall&nbsp;</em>bisa muncul tiba-tiba sebelum kamu menyadarinya, bahkan di saat kamu sedang menghadapi masalah lain yang belum selesai. Salah satu langkah preventif yang bisa kamu lakukan adalah memperkirakan&nbsp;<em>cash flow</em>&nbsp;kamu.</p>



<p id="b561"><strong>Jenis-Jenis&nbsp;<em>Cash Flow Forecast</em></strong></p>



<p id="bfdf">Ada dua jenis&nbsp;<em>cash flow forecast</em>&nbsp;yang bisa kamu gunakan sesuai kebutuhan perusahaanmu:&nbsp;<em>direct method&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>indirect method</em>. Perbedaan dari dua metode ini ada pada kegunaan, cara, dan sumber datanya.&nbsp;<strong><em>Direct method</em>&nbsp;</strong>biasanya berfokus pada proyek jangka pendek (paling lama 90 hari) dan digunakan untuk memperkirakan&nbsp;<em>cash flow</em>&nbsp;dalam jangka pendek.&nbsp;<em>I</em><strong><em>ndirect method</em>&nbsp;</strong>yang digunakan untuk data sebelumnya dari&nbsp;<em>balance sheet</em>&nbsp;dan P&amp;L (<em>profit and lose</em>)&nbsp;<em>statements</em>.</p>



<p id="e049">Berdasarkan dua penggolongan tersebut, keduanya memiliki keunggulannya masing-masing. Meski lebih sering digunakan para pendiri&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>pada proses&nbsp;<em>budgeting</em>, penggunaan&nbsp;<em>indirect method&nbsp;</em>lebih rentan terhadap kesalahan, sebab jangka waktu penghitungan yang digunakan lebih panjang dibanding&nbsp;<em>direct method</em>. Itulah yang membuat&nbsp;<em>direct method</em>&nbsp;sedikit lebih unggul dibanding&nbsp;<em>indirect method</em>.</p>



<p id="6a2c">Biasanya seorang pelaku bisnis besar mulai fokus memperkirakan&nbsp;<em>cash flow&nbsp;</em>mereka pada akhir bulan.amun, sebagai perintis&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;baru, kamu bisa melakukan&nbsp;<em>extra miles</em>&nbsp;untuk perkembangan finansial&nbsp;<em>startup</em>mu sendiri dengan memperhatikan&nbsp;<em>cash flow</em>&nbsp;setiap seminggu sekali (lebih baik lagi: sehari sekali!)</p>



<p id="4b3f"><strong>Tiga Kesalahan yang Mengantarkan Kamu kepada&nbsp;<em>Pitfall</em></strong></p>



<p id="0928">Besar tuntutan bagi seorang&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;untuk fokus pada banyak aspek. Sebagai pemimpin, tidak disarankan untuk hanya fokus pada sesuatu yang kamu minati saja, sebab bawahanmu tetap membutuhkan pengawasan dan pengambilan keputusan darimu sebagai poros dari bisnis yang sedang berjalan. Maka, hal pertama bagi perintis&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang tidak begitu atentif dan tertarik akan dunia&nbsp;<em>finance</em>&nbsp;adalah mulai mempelajari dan menaruh perhatian pada bidang tersebut, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</p>



<p id="e149">Kesalahan pertama yang bisa mengantarkanmu pada&nbsp;<em>pitfall</em>&nbsp;adalah&nbsp;<strong>terlalu fokus pada kemungkinan terbaik</strong>. Optimisme adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam membangun sebuah usaha, namun keseimbangan juga hal yang tidak bisa kamu lupakan. Alur masuk dan keluar dari keuangan perusahaanmu tidak bisa selalu stabil dan sama persis seperti bulan-bulan sebelumnya. Maka, sebagai&nbsp;<em>founder</em>, persiapkanlah dirimu akan segala kemungkinan, dan teruslah monitor keuangan perusahaanmu.</p>



<p id="5d8e">Kesalahan kedua yang harus kamu hindari adalah&nbsp;<strong>memisahkan&nbsp;<em>cash flow</em>&nbsp;dengan&nbsp;<em>financial model</em>&nbsp;kamu</strong>.&nbsp;<em>Financial models</em>&nbsp;(<em>headcount plan</em>,&nbsp;<em>expenses forecast</em>, dan&nbsp;<em>sales quota capacity plan</em>) yang kamu buat sebaiknya sesuai dengan ekspektasi yang kamu miliki juga. Manfaat dari menyamakan&nbsp;<em>cash flow</em>&nbsp;dengan&nbsp;<em>financial model</em>mu adalah agar kamu mendapatkan gambaran tentang performa bisnismu secara keseluruhan dan memetakan strategi perkembangan perusahaanmu. Yang harus kamu lakukan adalah selalu memonitor seluruh kebutuhan pendanaan di setiap aspek dan divisi perusahaanmu secara&nbsp;<em>real-time</em>.</p>



<p id="a251">Hal terakhir yang harus kamu hindari adalah&nbsp;<strong>tidak berperan sama sekali dalam memperkirakan&nbsp;<em>cash flow</em></strong>. Kamu perlu terjun langsung pada prosesnya agar sungguh memahami kondisi keuangan perusahaan dan bisa membuat keputusan terbaik. Milikilah fleksibilitas dan pola pikir ‘<em>what-if</em>’ yang membuatmu mampu terjun kapanpun dan berpartisipasi pada pembuatan data keuangan. Contohnya, ketika&nbsp;<em>vendor</em>&nbsp;lama memintamu untuk membayar di muka, dan&nbsp;<em>vendor&nbsp;</em>baru meminta pembayaran per kuartal. Keputusan-keputusan seperti ini membutuhkan&nbsp;<em>decision making</em>&nbsp;darimu.</p>



<p id="f13f">Ada banyak aspek yang harus kamu perhatikan dalam mengembangkan sebuah&nbsp;<em>startup</em>, maka milikilah pola pikir yang terus berkembang dan terbuka untuk mempelajari, peduli, dan terjun ke dalam setiap aspek&nbsp;<em>startup</em>mu. Jangan menyerah dan terus belajar!</p>



<p id="de4e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c8a9"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="e951"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hindari-pitfall-dengan-memperkirakan-cash-flow-kamu/">Hindari Pitfall dengan Memperkirakan Cash Flow Kamu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
