<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rintisan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/rintisan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/rintisan/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 May 2024 08:56:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Rintisan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/rintisan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belajar Jadi Founder Visioner di Temu Gagasan Rintisan Edisi Visionary!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/belajar-jadi-founder-visioner-di-temu-gagasan-rintisan-edisi-visionary/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2024 08:53:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Temu Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10647</guid>

					<description><![CDATA[<p>Serunya bertemu dan menggali inti Rintisan bersama Founder &#38; Co-Founder Startup! Pada Minggu, 28 April 2024, Temu Gagasan Vol. 38 membawakan topik tentang&#160;mindset&#160;visioner yang harus dimiliki founder startup! Di acara ini, para peserta mendapatkan berbagai&#160;insight&#160;untuk memperkaya&#160;skills&#160;sebagai founder visioner.&#160;Mindset&#160;visioner sangatlah penting, loh. Karena, seorang founder tidak hanya harus memiliki kreatifitas dalam berinovasi, namun juga dalam memberikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/belajar-jadi-founder-visioner-di-temu-gagasan-rintisan-edisi-visionary/">Belajar Jadi Founder Visioner di Temu Gagasan Rintisan Edisi Visionary!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="3d5c">Serunya bertemu dan menggali inti Rintisan bersama Founder &amp; Co-Founder Startup!</p>



<p id="c7f5">Pada Minggu, 28 April 2024, Temu Gagasan Vol. 38 membawakan topik tentang&nbsp;<em>mindset&nbsp;</em>visioner yang harus dimiliki founder startup! Di acara ini, para peserta mendapatkan berbagai&nbsp;<em>insight</em>&nbsp;untuk memperkaya&nbsp;<em>skills</em>&nbsp;sebagai founder visioner.&nbsp;<em>Mindset</em>&nbsp;visioner sangatlah penting, loh. Karena, seorang founder tidak hanya harus memiliki kreatifitas dalam berinovasi, namun juga dalam memberikan arah dan tujuan strategis untuk mencapai visi bersama.</p>



<p id="2012">Temu Gagasan Vol.38 ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Nadia Amalia (CEO &amp; Co-Founder, Fintelite), Shiely Venessa (CEO &amp; Co-Founder, FIT&amp;VIT), dan Hesti Rosa (CEO &amp; Co-Founder, Mebiso).</p>



<p id="af20">Pada sesi “Panel Visionary: Cultivating the Mindset of Visionary Leaders,” Nadia Amalia dan Shiely Venessa membagikan tips mengaplikasikan&nbsp;<em>mindset&nbsp;</em>atau pemikiran visioner berdasarkan pengalaman mereka. Mereka juga menceritakan tantangan-tantangan yang mereka hadapi dan cara menyelesaikannya menggunakan&nbsp;<em>mindset</em>&nbsp;visioner.</p>



<p id="f4ad">Shiely Venessa menceritakan awal mula mendirikan FIT&amp;VIT, yaitu startup yang bertujuan membantu banyak orang menerapkan gaya hidup sehat dengan praktis. Menurut Shiely,<em>&nbsp;mindset&nbsp;</em>visioner adalah bagaimana kita bisa menyelesaikan suatu masalah dengan berani mengambil langkah.</p>



<p id="c059">“Kalau kita punya visi tapi kita gak tau kenapa alasan kita membuat visi itu, itu bahaya. Ketika kita mau punya visi yang bagus, kita harus punya masalah yang ingin diselesaikan, bukan cuma sesuatu yang terlihat keren,” ucap Shiely.</p>



<p id="f6ed">Nadia Amalia juga membagikan pengalamannya ketika membangun Fintelite, yaitu startup digital yang bergerak di bidang keuangan. Menurutnya, pemimpin visioner adalah sosok yang bisa memotivasi anggotanya. Selain itu, pemimpin visioner juga punya motivasi personal untuk memotivasi dirinya sendiri agar tidak pernah menyerah.</p>



<p id="84e8">“Saya membuat startup di bidang literasi keuangan dan inklusi keuangan, karena dulu saya punya masalah di keluarga. Kami pernah ditipu dalam investasi bodong sehingga saya tidak bisa ke sekolah impian saya. Inilah yang bikin saya menggebu-gebu. Kita jadi punya alasan buat kita sendiri biar kita punya alasan untuk terus bertahan,” ucap Nadia.</p>



<p id="6d7c">Selanjutnya, sesi Panel Profil Startup menghadirkan narasumber Hesti Rosa sebagai CEO &amp; Co-Founder Mebiso. Mebiso.com adalah startup digital yang bergerak di bidang&nbsp;<em>Intelectual Property</em>&nbsp;(IP). Mebiso menyediakan platform perlindungan atau jasa merek menggunakan&nbsp;<em>Artificial Intelligence</em>&nbsp;(AI) yang membantu pengusaha melindungi mereknya secara&nbsp;<em>real time.</em></p>



<p id="e272">Hesti membagikan pengalamannya ketika jatuh bangun mendirikan Mebiso. Menurutnya, kalau tekad untuk menjadi founder sudah kuat, maka kita harus siap dengan konsekuensi yang ada.</p>



<p id="31b8">“Kita harus meyakinkan klien, meyakinkan orang-orang kalau startup kita ini amanah, gak bohong. Ini tidak semudah yang terlihat. Dulu ya, memang berdarah-darah. Tapi kalau mau jadi founder, tekad kita harus kuat,” ucap Hesti.</p>



<p id="862f">Temu Gagasan kali ini juga diramaikan oleh&nbsp;<em>games,</em>&nbsp;loh. Salah satu peserta yang menjadi pemenang sesi<em>&nbsp;games,</em>&nbsp;Teren, memberikan apresiasi untuk acara Temu Gagasan ini. Menurutnya, ada banyak&nbsp;<em>insight</em>&nbsp;menarik yang ia dapatkan.</p>



<p id="6efc">“Menurutku, yang paling menarik adalah terkait transparansi. Karena kita sebagai&nbsp;<em>founder</em>, kita punya partner, punya tim, jadi kita harus bisa transparan. Tanpa adanya transparansi, kita gak tau isi hati tim kita,” ujarnya.</p>



<p id="cd5f">Terakhir, Hesti memberikan pesan dan harapan kepada anak-anak muda di Indonesia yang ingin merintis startup.</p>



<p id="7df8">“Untuk teman-teman yang lagi merintis startup, terus semangat dan jangan lupa untuk&nbsp;<em>stay relate.</em>&nbsp;Carilah mentor biar kalian gak stres sendirian dan berkomunitas seperti di program dan kegiatan 1000 Startup Digital,” tutup Hesti.</p>



<p id="a550">Nah, itulah beberapa&nbsp;<em>insights</em>&nbsp;dari acara Temu Gagasan edisi<em>&nbsp;“</em>Visionary!”<em>&nbsp;</em>Kamu enggak mau ketinggalan acara Temu Gagasan selanjutnya? Pantengin terus media sosial @1000StartupDigital untuk mendapatkan info terbaru seputar pendaftaran Temu Gagasan, ya.</p>



<p id="3b2a">Sampai bertemu di Temu Gagasan selanjutnya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="8149"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="ac38"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="3c52"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----32a54d19c391--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/belajar-jadi-founder-visioner-di-temu-gagasan-rintisan-edisi-visionary/">Belajar Jadi Founder Visioner di Temu Gagasan Rintisan Edisi Visionary!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Recommendation System Membuat Pengguna TikTok Kecanduan Scrolling Berjam-jam!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/recommendation-system-membuat-pengguna-tiktok-kecanduan-scrolling-berjam-jam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Feb 2024 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Data Science]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10311</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepopuleran TikTok tidak perlu diragukan lagi! Tapi, TikTok berhasil membuat penggunanya kecanduan? Teknik Data Science apa sebenarnya yang terapkan oleh TikTok? Simak pembahasan&#160;Recommendation System&#160;yang diterapkan TikTok! Recommendation System&#160;atau Sistem Rekomendasi bukanlah sesuatu yang baru bagi para penggiat&#160;Data Science.&#160;Sebaliknya, beberapa orang menganggapnya sebagai teknologi AI lama yang kurang menarik, seperti&#160;Image Recognition&#160;atau&#160;Language Generation.&#160;Namun, sistem rekomendasi tetap menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/recommendation-system-membuat-pengguna-tiktok-kecanduan-scrolling-berjam-jam/">Recommendation System Membuat Pengguna TikTok Kecanduan Scrolling Berjam-jam!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="612f">Kepopuleran TikTok tidak perlu diragukan lagi! Tapi, TikTok berhasil membuat penggunanya kecanduan? Teknik Data Science apa sebenarnya yang terapkan oleh TikTok? Simak pembahasan&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;yang diterapkan TikTok!</p>



<p id="34f9"><em>Recommendation System</em>&nbsp;atau Sistem Rekomendasi bukanlah sesuatu yang baru bagi para penggiat&nbsp;<em>Data Science.&nbsp;</em>Sebaliknya, beberapa orang menganggapnya sebagai teknologi AI lama yang kurang menarik, seperti&nbsp;<em>Image Recognition</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>Language Generation.</em>&nbsp;Namun, sistem rekomendasi tetap menjadi salah satu teknologi AI yang paling dominan dan luas penggunaannya di hampir semua platform&nbsp;<em>online.</em>&nbsp;Contohnya adalah rekomendasi video di YouTube, kampanye email yang diterima dari Amazon, dan rekomendasi artikel di Google ketika melakukan pencarian dengan kata kunci tertentu.</p>



<p id="d2be">Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gomez-Uribe dan Neil Hunt, kepala produk Netflix, diketahui bahwa personalisasi dan rekomendasi telah berhasil menghemat lebih dari $1 miliar per tahun bagi Netflix. Fakta ini menunjukkan bahwa sebanyak 80% pelanggan Netflix memilih untuk menonton video dari daftar saran mesin yang disediakan. Kehebatan teknologi personalisasi dan rekomendasi ini juga sukses dimanfaatkan oleh TikTok, sebuah platform media sosial, yang mampu membuat penggunanya kecanduan untuk menggulirkan konten selama berjam-jam.</p>



<p id="8b52">Mari kita lihat bagaimana teknologi ini diaplikasikan di TikTok!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="8f50">Mengenal TikTok Lebih Dalam</h2>



<p id="0407">TikTok adalah sebuah platform media sosial yang sangat populer, yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan video pendek dengan berbagai topik menarik. Tidak heran bahwa aplikasi ini telah menarik perhatian dunia, karena telah diunduh lebih dari 2 miliar kali di seluruh dunia melalui App Store dan Google Play. Menurut data dari SensorTower, terlihat bahwa jumlah unduhan video TikTok terus meningkat secara global, menjadi semakin populer dari waktu ke waktu.</p>



<p id="8268">Hal menarik yang sejalan dengan tren peningkatan global ini adalah fakta bahwa rata-rata pengguna TikTok menghabiskan waktu sekitar 52 menit setiap harinya di aplikasi tersebut. Menariknya lagi, angka ini masih kalah dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan oleh pengguna Snapchat, Instagram, dan Facebook masing-masing sekitar 26 menit, 29 menit, dan 37 menit.</p>



<p id="2ff8">Strategi pertumbuhan TikTok yang meliputi aplikasi video pendek berdurasi 60 detik dengan konten-konten meme, komedi, tarian, dan talenta telah membuatnya menjadi sangat populer. Selain itu, kepopuleran TikTok juga tidak terlepas dari sistem rekomendasi terbaik yang dapat menyesuaikan minat pengguna sehingga konten yang disajikan relevan dengan keinginan mereka. Sistem rekomendasi ini memiliki dampak yang signifikan, yaitu mempercepat pengguna untuk merasa senang dan terus menerus melihat konten, sehingga sulit untuk berhenti menelusuri TikTok. Beberapa orang menyebutnya sebagai “The Ultimate Time Killers That Suck Up Your Spare Time”, artinya TikTok bisa menyedot waktu luang secara signifikan, bahkan ada yang mengatakan bahwa “5 menit di TikTok sama dengan 1 jam di kehidupan nyata”.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4ac8">Pola Dasar&nbsp;<em>Recommendation System&nbsp;</em>TikTok</h2>



<p id="d843">Pola dasar&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;TikTok didasarkan pada prinsip “User-Centric Design”, yang berarti sistem hanya akan merekomendasikan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna. Proses ini dimulai dari penyesuaian awal hingga rekomendasi eksplisit untuk pengguna aktif. Misalnya, jika pengguna menonton video tarian, maka umpan akan disesuaikan dengan kategori hiburan pada awalnya. Selanjutnya, TikTok akan melacak perilaku pengguna untuk analisis lebih lanjut dan memberikan rekomendasi yang tepat karena telah dipersonalisasi hanya untuk pengguna tersebut.</p>



<p id="0737">Pola dasar TikTok terdiri dari 3 proses utama, yaitu memberikan tag pada konten untuk menjelaskan isi konten tersebut, membuat profil pengguna yang mungkin diminati oleh konsumen, dan melatih serta menyajikan algoritma rekomendasi.</p>



<p id="aa5d">Secara lebih detail&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;TikTok memiliki lima poin, yaitu data, fitur, tujuan, algoritma, dan mekanisme pelatihan.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Data</strong></li>
</ol>



<p id="27f5"><em>Recommendation System&nbsp;</em>ini dapat digambarkan oleh sebuah fungsi yang dipengaruhi oleh tiga input data, yaitu Data Konten (karakteristik atau isinya membahas apa), Data Pengguna (label minat, karier, usia, jenis kelamin, demografi dll), Data Skenario (melacak minat konsumen apakah terjadi pergeseran preferensi pengguna).</p>



<p id="9e0f"><strong>2. Fitur</strong></p>



<p id="3ba4">Setelah data dikumpulkan, kita perlu membentuk fitur-fitur penting sebagai input ke dalam&nbsp;<em>Recommendation System.</em></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Fitur Korelasi : berisi gambaran hubungan antara atribut konten dan tag (label) pengguna, termasuk pencocokan kata kunci, tag klasifikasi, pencocokan sumber, tag tema, dan fitur laten seperti jarak vektor antara pengguna dan konten.</li>



<li>Fitur Skenario Pengguna : berisi rekayasa dari data skenario termasuk lokasi geografis, waktu, tag acara, dll.</li>



<li>Fitur Trend: berisi tren global, topik hangat, kata kunci teratas, tema tren, dll.</li>



<li>Fitur Kolaboratif: berisi analisis perilaku kolaboratif dari grup pengguna yang serupa (klik, minat, kata kunci, tema), bukan hanya mempertimbangkan riwayat satu pengguna (teknik penyaringan kolaboratif).</li>
</ul>



<p id="9485"><strong>3. Tujuan</strong></p>



<p id="d72d">Tujuan dari sebuah&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;tentu saja meningkatkan&nbsp;<em>engagement&nbsp;</em>konsumen seperti rasio klik-tayang, waktu membaca, suka, komentar, dan&nbsp;<em>repost</em>&nbsp;adalah semua tujuan yang dapat dihitung. Selain itu, terdapat tujuan yang tidak berwujud lainnya yang sulit dievaluasi seperti indicator sebelumnya seperti apakah&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;dapat menjaga komunitas dan ekosistem yang sehat dengan tidak mencegah penipuan, pornografi, berita hoax dan masalah lainnya terkait etis.</p>



<p id="f11b"><strong>4. Algoritma</strong></p>



<p id="b9ba">Langkah-langkah penyelesaian masalah (merekomendasikan konten) alias algoritma&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;umumnya didasarkan oleh perilaku pengguna dan komunitas secara kolektif sehingga biasanya menggunakan model penyaringan kolaboratif (<em>Collaborative Filtering Model</em>), meskipun terdapat model lain seperti&nbsp;<em>Logistic Regression model,</em>&nbsp;<em>Factorization Machine</em>, GBD, dan&nbsp;<em>Deep Learning.</em></p>



<p id="5c5e">Selain algoritma rekomendasi utama, TikTok juga perlu melatih algoritma klasifikasi konten dan algoritma pembuatan profil pengguna. Hal ini sangat penting sebab dapat dikatakan mustahil apabila melakukan pembentukan fitur secara manual karena begitu besar konten dan pengguna serta perkembangan lainnya. Alhasil dengan membangun kedua algoritma umum ini proses algoritma&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;dapat dilakukan otomatis sehingga lebih efisien dan efektif.</p>



<p id="2fb7"><strong>5. Mekanisme Pelatihan</strong></p>



<p id="bc7d">Keseluruhan proses pelatihan adalah&nbsp;<em>server online</em>&nbsp;menangkap data&nbsp;<em>real-time</em>&nbsp;kemudian menyimpannya. Setelah itu, kemungkinan besar TikTok memanfaatkan&nbsp;<em>Storm cluster&nbsp;</em>untuk menggunakan data yang disimpan dan menghasilkan fitur produk, kemudian menyimpan fitur baru dan label rekomendasi sebagai set pelatihan baru. Lalu melatih ulang parameter model dan menyimpan model kemudian memperbarui daftar rekomendasi sisi klien. Proses ini dilakukan terus menerus dengan cepat mulai dari menangkap umpan balik baru (tindakan pengguna) hingga memperbarui model sisi klien.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="83e8">Alur kerja&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;TikTok</h2>



<p id="817e">Memang faktanya TikTok tidak pernah mengungkapkan secara<em>&nbsp;gambling</em>&nbsp;algoritma intinya kepada publik atau komunitas teknologi. Tetapi berdasarkan berbagai informasi yang diposting melalui perusahaan dan sebagainya, digambarkan berikut.</p>



<p id="a2d0"><strong>1. Sistem Duo-Audit untuk&nbsp;<em>User Generated Content</em>&nbsp;(UGC)</strong></p>



<p id="cf80">Proses ini bertugas untuk menyaring konten video yang dilakukan melalui tinjauan mesin dan manual. Tinjauan mesin memanfaatkan misalnya&nbsp;<em>Computer Vision&nbsp;</em>(sebuah konsep memberikan komputer kemampuan melihat) untuk dapat mengidentifikasi gambar dan kata kunci video Anda. Setelah dideteksi oleh tinjauan mesin sebagai mencurigakan maka teknisi akan meninjaunya secara manual. Jika diidentifikasi sebagai pelanggaran peraturan, video tersebut akan dihapus, dan akun tersebut akan ditangguhkan.</p>



<p id="cbc3"><strong>2. Uji Coba</strong></p>



<p id="121d">Ketika konten lulus tinjauan duo-audit, maka akan dimasukkan ke dalam kumpulan lalu lintas pengguna kecil. Misalnya, setelah video baru Anda melewati proses peninjauan, TikTok akan menetapkan lalu lintas awal 200–300 pengguna aktif, dari sana Anda dapat memperoleh hingga beberapa ribu eksposur (sorotan). Dalam mekanisme ini, kreator baru bisa bersaing dengan&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>sosial (yang mungkin memiliki puluhan ribu pengikut), karena mereka memiliki titik awal yang sama, yaitu uji coba awal.</p>



<p id="4771"><strong>3. Penimbangan Berbasis Metrik</strong></p>



<p id="dcae">Melalui kumpulan lalu lintas awal, video dapat memperoleh ribuan penayangan, dan data tersebut akan dikumpulkan dan dianalisis. Metrik yang harus dipertimbangkan dalam analisis meliputi like (suka), tampilan, tampilan lengkap, komentar, pengikut, posting ulang, bagikan dll., kemudian menggunakan metrik tersebut untuk memberikan skor akun Anda (apakah Anda pembuat konten berkualitas tinggi atau tidak). Jika mesin memutuskan untuk menimbang konten Anda, 10% teratas maka akan diberi tambahan 10.000–100.000 eksposur lalu lintas.</p>



<p id="ada9"><strong>4. Penguat Profil Pengguna</strong></p>



<p id="c5b9">Umpan balik dari kumpulan lalu lintas langkah 2 akan dianalisis lebih lanjut untuk keputusan penggunaan penguat profil pengguna. Pada langkah ini, konten yang unggul akan diperkuat dan diperkuat dalam kelompok pengguna tertentu (misalnya, penggemar olahraga, pencinta mode) alias akan semakin populer akun pengguna tersebut.</p>



<p id="27cd"><strong>5. Kumpulan Trending</strong></p>



<p id="2398">Kurang dari 1% konten pada akhirnya akan masuk ke bagian&nbsp;<em>Trending.</em>&nbsp;Jumlah eksposur yang bisa didapat konten di kumpulan ini jauh lebih tinggi daripada yang lain. Karena konten yang sedang tren akan direkomendasikan ke semua pengguna dengan semaksimum mungkin atau acuh tak acuh.</p>



<p id="ce6b"><strong>6. Trending Tertunda</strong></p>



<p id="4e83">Beberapa Tiktoker (pengguna TikTok) akan menyadari bahwa konten mereka tiba-tiba mendapat daya tarik yang luar biasa setelah berminggu-minggu memposting dengan kinerja rata-rata. Hal ini disebab dua hal, pertama adalah TikTok memiliki algoritma yang dapat melihat kembali konten lama dan mempertimbangkannya menjadi kandidat berkualitas tinggi untuk diekspos, kedua adalah efek&nbsp;<em>trending</em>&nbsp;di salah satu video Tiktoker sehingga mengarahkan lalu lintas ke halaman utama Tiktoker tersebut sehingga meningkatkan penayangan konten lama.</p>



<p id="b79e"><strong>Kesimpulan</strong></p>



<p id="9d04">Kita telah membahas banyak hal tentang TikTok dan&nbsp;<em>Recommendation System</em>-nya, yang berhasil membuat aplikasi ini menjadi pesaing serius bagi raksasa media sosial lainnya seperti Instagram dan Facebook.&nbsp;<em>Recommendation System&nbsp;</em>TikTok sangat mempengaruhi psikologi pengguna melalui rangsangan cepat yang terus-menerus dari konten yang sesuai dengan minat mereka.</p>



<p id="33e0">Dalam pola dasar&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;TikTok, fokusnya adalah pada keinginan pengguna, yang memungkinkan rekomendasi yang dipersonalisasi dan membuat pengguna ketagihan untuk menghabiskan waktu berjam-jam di aplikasi. Kita juga membahas bagaimana data, fitur, tujuan, algoritma, dan mekanisme pelatihan saling terkait dalam pola dasar<em>&nbsp;Recommendation System</em>&nbsp;TikTok. Selain itu, kita juga telah membahas alur kerja&nbsp;<em>Recommendation System</em>&nbsp;TikTok, yang dapat membuat sebuah konten<em>&nbsp;trending</em>&nbsp;dan menjadi viral.</p>



<p id="0665">Data dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri, dan jika Anda tertarik mempelajari lebih lanjut tentang data dan ingin menjadi seorang Data Scientist yang handal, Anda dapat mengikuti&nbsp;<em>Bootcamp</em>&nbsp;Algoritma DataScience yang memiliki serangkaian program yang dapat membantu Anda menguasai dunia data di industri yang Anda minati.<br><br>Yuk, bergabung bersama Algoritma sekarang!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="eeaf"><em>Artikel ini merupakan kontribusi dari Algoritma. Algoritma merupakan sekolah data science di Indonesia dengan kurikulum yang relevan dengan industri dan instruktur yang berpengalaman lama di machine learning, Artificial intelligence, dan data visualisasi. Kini, Algoritma telah mendidik lebih dari 1,000 murid dan lebih dari 100 korporat partner.</em></p>



<p id="f8c4"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="e781"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="2b24"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----da4f0da4d73c--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/recommendation-system-membuat-pengguna-tiktok-kecanduan-scrolling-berjam-jam/">Recommendation System Membuat Pengguna TikTok Kecanduan Scrolling Berjam-jam!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Segudang Tips Membangun Budaya Kerja Positif di Temu Gagasan Rintisan: People-Oriented</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/segudang-tips-membangun-budaya-kerja-positif-di-temu-gagasan-rintisan-people-oriented/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Feb 2024 02:50:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Temu Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[People Oriented Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10326</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi seorang&#160;founder&#160;berarti berperan sebagai pemimpin perusahaan dan seluruh anggota tim di dalamnya. Nah, di sinilah kerja sama dan komunikasi tim harus terjaga demi kelancaran kerja dan tercapainya visi bersama. Tanpa adanya hal tersebut, mustahil untuk mencapai target perusahaan seorang diri. Pada Sabtu, 17 Februari 2024, Temu Gagasan Rintisan Vol. 36 membahas segudang tips terkait&#160;skill people-oriented&#160;yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/segudang-tips-membangun-budaya-kerja-positif-di-temu-gagasan-rintisan-people-oriented/">Segudang Tips Membangun Budaya Kerja Positif di Temu Gagasan Rintisan: People-Oriented</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="5a40">Menjadi seorang&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;berarti berperan sebagai pemimpin perusahaan dan seluruh anggota tim di dalamnya. Nah, di sinilah kerja sama dan komunikasi tim harus terjaga demi kelancaran kerja dan tercapainya visi bersama. Tanpa adanya hal tersebut, mustahil untuk mencapai target perusahaan seorang diri.</p>



<p id="fdc7">Pada Sabtu, 17 Februari 2024, Temu Gagasan Rintisan Vol. 36 membahas segudang tips terkait&nbsp;<em>skill people-oriented</em>&nbsp;yang wajib dikuasai&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;untuk mencapai keberhasilan jangka panjang startup. Mulai dari cara membangun budaya kerja positif, hingga cara memberikan peluang pertumbuhan pribadi untuk tim.</p>



<p id="6c3a">Temu Gagasan kali ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu M. Cipta Suhada (Director of People &amp; Finance, BASE), Andika Permana Putra (People Development, Paxel Indonesia), dan Cahyo Nugroho (CEO &amp; Founder, bawahtanah.co.id).</p>



<p id="71bb">Pada sesi “Panel People-Oriented: Driving Team Performance through People-Oriented Approaches,” M. Cipta menekankan pentingnya menanamkan budaya kerja yang memberikan ruang untuk belajar bagi karyawannya. Pertama-tama, penting untuk memiliki anggota tim yang berpikiran terbuka dan mau belajar hal-hal baru.</p>



<p id="beba">Dengan modal keinginan belajar dari tiap anggota, perusahaan bisa memberikan fasilitas seperti&nbsp;<em>training&nbsp;</em>(pelatihan)<em>&nbsp;</em>maupun kursus daring<em>&nbsp;</em>untuk menunjang berkembangnya keterampilan karyawan. Sebagai contoh, di startup BASE, terdapat program beasiswa setiap bulannya untuk membiayai platform belajar bagi karyawan sesuai dengan bidang ilmu yang mereka minati.</p>



<p id="b539">Andika menambahkan, kita juga bisa mengadakan<em>&nbsp;post-test</em>&nbsp;atau tes akhir untuk mengetahui tingkat keberhasilan<em>&nbsp;training&nbsp;</em>dan memotivasi karyawan untuk terus belajar. Kita juga bisa mengukur performa kerja karyawan dengan data secara berkala dan memberikan apresiasi sekaligus masukan untuk setiap karyawan.</p>



<p id="6c12">“<em>Tools&nbsp;</em>pertama adalah keinginan untuk belajar dari karyawan. Selanjutnya, mulailah dari&nbsp;<em>company culture&nbsp;</em>yang tepat. Kalau memang perusahaan butuh, pasti akan seleksi alam sendiri, yang mau belajar bakal&nbsp;<em>stay</em>&nbsp;dan nunjukkin keinginan untuk belajar,” ucap M. Cipta.</p>



<p id="861c">Usai panel pertama, acara dilanjutkan dengan sesi Panel Profil Startup bersama Cahyo Nugroho sebagai CEO &amp; Founder bawahtanah.co.id, yaitu startup digital yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan dan energi. Startup ini menyediakan berbagai pelatihan di bidang pertambangan, mulai dari perencanaan, pengelolaan, operasional, hingga pengembangan karyawan. Saat ini, bawahtanah.id memiliki lebih dari 7000 alumni, 100 kelas, serta dipercaya oleh lebih dari 20 perusahaan tambang besar di Indonesia.</p>



<p id="9211">Cahyo mendirikan bawahtanah.id untuk menjawab masalah yang ia sadari ketika masih bekerja di perusahaan pertambangan. Ia melihat bahwa setiap daerah di Indonesia punya sumber daya alam yang luar biasa, namun sayangnya kampus-kampus ternama hanya terpusat di Pulau Jawa. Dari masalah tersebut, Cahyo mendirikan bawahtanah.id untuk memberikan pelatihan&nbsp;<em>online</em>&nbsp;berkualitas di bidang pertambangan.</p>



<p id="1f49">Salah satu pelajaran berharga yang Cahyo dapatkan ketika beralih karir dari karyawan dan mendirikan bawahtanah.id adalah&nbsp;<em>mindset</em>&nbsp;mental&nbsp;<em>founder.&nbsp;</em>Ketika menjadi karyawan, ia hanya perlu fokus pada&nbsp;<em>output&nbsp;</em>kerja divisinya. Namun, menjadi&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>berarti harus memiliki&nbsp;<em>skill</em>&nbsp;‘jualan,’ mulai dari menawarkan produk ke investor, hingga bagaimana cara menjual ide dan gagasan ke rekan kerja.</p>



<p id="f6b9">Tahun ini, bawahtanah.id berencana menyelenggarakan&nbsp;<em>roadshow</em>&nbsp;untuk menjawab kendala sinyal yang sering ditemui pengguna<em>&nbsp;</em>ketika mengakses pembelajaran secara&nbsp;<em>online.</em>&nbsp;<em>Roadshow&nbsp;</em>ini akan diadakan dari Sabang hingga Merauke demi memberikan kesempatan pelatihan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.</p>



<p id="1038">Terakhir, Cahyo menitipkan pesan berharga untuk anak-anak muda Indonesia yang bermimpi mendirikan startup.</p>



<p id="9d9d">“Untuk teman-teman yang sedang mendirikan startup, jangan menyerah. Perjalanan kita masih panjang karena tidak ada kesuksesan yang diraih dengan mudah,” tutup Cahyo.</p>



<p id="9a79">Itulah beberapa&nbsp;<em>insights</em>&nbsp;yang bisa didapatkan dari acara Temu Gagasan edisi<em>&nbsp;People-Oriented.</em>&nbsp;Kamu ingin menghadiri acara Temu Gagasan selanjutnya? Pantengin terus media sosial @1000StartupDigital untuk mendapatkan info terbaru seputar pendaftaran Temu Gagasan, ya.</p>



<p id="010e">Sampai bertemu di Temu Gagasan selanjutnya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="093f"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0e65"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6c6f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----50f9bd57ff0c--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/segudang-tips-membangun-budaya-kerja-positif-di-temu-gagasan-rintisan-people-oriented/">Segudang Tips Membangun Budaya Kerja Positif di Temu Gagasan Rintisan: People-Oriented</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sharing Strategi Memilih dan Menyambut Karyawan Baru di Temu Gagasan Rintisan: Recruitment &#038; Onboarding!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/sharing-strategi-memilih-dan-menyambut-karyawan-baru-di-temu-gagasan-rintisan-recruitment-onboarding/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2024 07:47:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Temu Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Onboarding]]></category>
		<category><![CDATA[Recruitment]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Merintis startup bukan hanya soal mengembangkan produk dan layanan. Dibalik itu, ada kerja sama tim yang harus dibangun dan dipertahankan agar startup bisa berkembang dengan baik. Pada Sabtu, 20 januari 2024, para calon&#160;founder&#160;bertukar cerita dengan pegiat startup digital, khususnya mengenai strategi dalam mencari anggota tim yang tepat dan tips orientasi (onboarding).&#160;Acara ini sekaligus menjadi momen [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/sharing-strategi-memilih-dan-menyambut-karyawan-baru-di-temu-gagasan-rintisan-recruitment-onboarding/">Sharing Strategi Memilih dan Menyambut Karyawan Baru di Temu Gagasan Rintisan: Recruitment &amp; Onboarding!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="405e">Merintis startup bukan hanya soal mengembangkan produk dan layanan. Dibalik itu, ada kerja sama tim yang harus dibangun dan dipertahankan agar startup bisa berkembang dengan baik.</p>



<p id="2d50">Pada Sabtu, 20 januari 2024, para calon&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;bertukar cerita dengan pegiat startup digital, khususnya mengenai strategi dalam mencari anggota tim yang tepat dan tips orientasi (<em>onboarding).&nbsp;</em>Acara ini sekaligus menjadi momen perilisan Buku Saku Rintisan Volume 35:&nbsp;<em>Recruitment &amp; Onboarding.</em></p>



<p id="0c30">Temu Gagasan kali ini menghadirkan pembicara dari Automotive Startup, DANA Indonesia, dan Fisiohome. Para narasumber membagikan tips dan trik untuk mengenal calon anggota tim dengan lebih efektif saat proses seleksi hingga masa&nbsp;<em>onboarding&nbsp;</em>demi tercapainya visi bersama.</p>



<p id="9266">Pada sesi “Panel Recruitment &amp; Onboarding: Recruit the Right Talent, Onboard the Right Way,” dihadirkan dua narasumber, yaitu Jeanne Ross (Talent Acquisition &amp; Employer Branding Lead, Automotive Startup) dan Jesslyn Jevinna (People Onboarding &amp; Program Associate, DANA Indonesia).</p>



<p id="d683">Dalam panel tersebut, Jeanne membagikan tips cara menarik kandidat berkualitas, yaitu dengan membangun&nbsp;<em>employer branding&nbsp;</em>dan memaksimalkan media sosial. Menurutnya, di dunia startup yang<em>&nbsp;agile</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>fast-paced&nbsp;</em>ini, kita harus bisa merekrut kandidat berkualitas dalam waktu singkat. Jesslyn menambahkan, kita dapat menggunakan sistem digital demi mempercepat dan mengoptimalkan proses rekrutmen &amp;&nbsp;<em>onboarding.</em></p>



<p id="5489">Dalam proses merekrut karyawan, penting juga untuk memastikan kandidat memahami nilai budaya perusahaan. Hal ini agar kandidat yang terpilih dapat mengemban nilai yang sama dengan perusahaan, sehingga visi bersama bisa dicapai lebih mudah. Oleh karena itu, membangun dan mempertahankan budaya perusahaan tidak boleh dilupakan, dengan melibatkan seluruh karyawan dalam pelaksanaannya. Caranya, kita bisa mengadakan&nbsp;<em>training</em>&nbsp;/pelatihan berkala mengenai budaya dan nilai-nilai yang dipegang perusahaan.</p>



<p id="81af">Selanjutnya, dalam masa&nbsp;<em>onboarding,&nbsp;</em>penting untuk memiliki strategi yang efektif melalui sistem&nbsp;<em>checkpoints&nbsp;</em>untuk memastikan tim bisa beradaptasi di perusahaan serta menjaga komunikasi yang baik antara tim dengan anggota baru. Dengan adanya&nbsp;<em>onboarding</em>&nbsp;yang efektif, karyawan baru akan merasa selaras dengan perusahaan sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik.</p>



<p id="72f1">Selain itu, berikan informasi yang cukup kepada karyawan baru untuk membantu mereka bertahan dan berkembang di perusahaan. Adakan juga pertemuan rutin antara manajemen dan karyawan baru untuk meninjau perkembangan mereka selama masa percobaan.</p>



<p id="873d">Setelah panel pertama usai, acara dilanjutkan dengan sesi Panel Profil Startup bersama Hasnal Wenes sebagai CEO &amp; Founder Fisiohome. Fisiohome adalah startup kesehatan yang mengembangkan platform<em>&nbsp;home visit</em>&nbsp;fisioterapi yang menghubungkan antara pasien dan fisioterapis terdekat.</p>



<p id="5fd5">Hasnal membagikan pengalamannya dalam membangun kepercayaan&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;pada tahap awal startup. Menurut Hasnal, kita harus mengakui bahwa segala sesuatu tidak bisa langsung sempurna di awal. Selama enam bulan pertama, Hasnal dan tim fokus untuk mendapatkan kepercayaan konsumen dengan cara memberikan pelayanan fisioterapi terbaik tanpa keharusan bagi pasien untuk melakukan pembayaran di awal.</p>



<p id="77c7">“Lumayan banyak juga kita minusnya di situ. Karena kalau&nbsp;<em>after treatment</em>&nbsp;kita baru minta pembayaran, bisa aja<em>&nbsp;customer&nbsp;</em>nggak bayar, dan itu juga kejadian di kita. Kita menganggap itu sebagai bahan bakar buat belajar bangun bisnis di tahun-tahun awal,” ucap Hasnal.</p>



<p id="a3d4">Dengan misi mendapatkan kepercayaan konsumen tersebut, perlahan semakin banyak pelanggan yang tertarik memakai jasa Fisiohome, hingga akhirnya startup tersebut berani mengubah sistem pembayaran menjadi pembayaran di awal. Kini, tingkat pemesanan ulang (<em>repeat order</em>) Fisiohome mencapai 60% atau lebih. Untuk terus meningkatkan&nbsp;<em>after sales</em>, Fisiohome memiliki divisi Customer Relations yang berperan memberikan saran paket fisioterapi sesuai dengan keluhan pasien.</p>



<p id="fe73">Itulah beberapa&nbsp;<em>insights</em>&nbsp;dari sekian banyak ilmu berharga yang bisa didapat dari acara Temu Gagasan edisi<em>&nbsp;Recruitment &amp; Onboarding!</em>&nbsp;Kamu ingin menghadiri acara Temu Gagasan selanjutnya? Pantengin terus media sosial @1000StartupDigital untuk mendapatkan info terbaru seputar pendaftaran Temu Gagasan!</p>



<p id="b82f">Sampai bertemu di Temu Gagasan selanjutnya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="2c29"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d134"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="52f4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----23770f72dfdc--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/sharing-strategi-memilih-dan-menyambut-karyawan-baru-di-temu-gagasan-rintisan-recruitment-onboarding/">Sharing Strategi Memilih dan Menyambut Karyawan Baru di Temu Gagasan Rintisan: Recruitment &amp; Onboarding!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbagi Tips Membangun Tim yang Kompak di Temu Gagasan Rintisan: Collaborative Teams!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/berbagi-tips-membangun-tim-yang-kompak-di-temu-gagasan-rintisan-collaborative-teams/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2023 02:53:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Temu Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[Collaborative Teams]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10230</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membangun sebuah bisnis bukan hanya tentang ketangguhan dan kemampuan&#160;founder&#160;selama proses merintis. Startup yang sukses bertahan dan berkembang memiliki kerja sama di balik layar. Dengan adanya kolaborasi tim yang baik, kita bisa mengeksekusi ide-ide solutif dan inovasi tanpa batas. Lalu, gimana sih cara membangun tim yang kolaboratif? Pada Sabtu, 2 Desember 2023, para pegiat startup digital [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berbagi-tips-membangun-tim-yang-kompak-di-temu-gagasan-rintisan-collaborative-teams/">Berbagi Tips Membangun Tim yang Kompak di Temu Gagasan Rintisan: Collaborative Teams!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="ec2d">Membangun sebuah bisnis bukan hanya tentang ketangguhan dan kemampuan&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;selama proses merintis. Startup yang sukses bertahan dan berkembang memiliki kerja sama di balik layar. Dengan adanya kolaborasi tim yang baik, kita bisa mengeksekusi ide-ide solutif dan inovasi tanpa batas.</p>



<p id="ba6e">Lalu, gimana sih cara membangun tim yang kolaboratif?</p>



<p id="6829">Pada Sabtu, 2 Desember 2023, para pegiat startup digital dan calon&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>muda bertemu dan menggali strategi dalam membentuk kolaborasi tim yang&nbsp;<em>solid&nbsp;</em>di acara Temu Gagasan Rintisan edisi&nbsp;<em>Collaborative Teams!</em></p>



<p id="7fdb">Kali ini, Temu Gagasan menghadirkan pembicara dari Atma, eFishery, dan Booble.id. Di Temu Gagasan ini, para pembicara membagikan pandangannya tentang makna kolaborasi tim untuk keberhasilan startup, mengatasi tantangan dan konflik dalam tim, hingga pengaruh tren<em>&nbsp;flexible working&nbsp;</em>pada keefektivan kinerja tim.</p>



<p id="bac3">Pada sesi “Panel Collaborative Teams: Maximizing Startup Potential Through Collaborative Teams,” terdapat dua pembicara, yaitu Naomi Joesoef (Head of HR, Atma) dan Satrio Sih Pinandhito (Corporate Communications Manager, eFishery) serta Karlina Devita Sari (Product Business Manager, Xylo Indonesia) sebagai moderator.</p>



<p id="0042">Selama sesi panel ini, Naomi dan Satrio memberikan banyak tips untuk para calon&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>terkait kunci tim yang kolaboratif. Menurut Satrio, mendekatkan diri dengan setiap anggota tim sangatlah penting demi menjaga produktivitas.</p>



<p id="f3c5">Satrio menerapkan sistem&nbsp;<em>check in&nbsp;</em>setiap senin pagi bersama anggota timnya untuk mengetahui prioritas pekerjaan di satu minggu ke depan. Selain itu, ia juga mengadakan sesi<em>&nbsp;one-on-one&nbsp;</em>dengan setiap anggota tim untuk mengetahui adanya kendala ataupun kesulitan yang tengah dialami timnya. Menurutnya, sesi&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;sangatlah penting untuk mengevaluasi anggota tim yang mengalami penurunan performa. Dengan mendekatkan diri dengan tim, mendengarkan masalah pribadi yang mungkin sedang mereka alami, kita bisa memberikan solusi dan bantuan agar pekerjaan dapat tetap terselesaikan dengan baik.</p>



<p id="8e9f">Sementara, Naomi memberikan tips mengenai cara menunjukkan kepercayaan kepada tim. Memberikan kebebasan kepada tim untuk berkreativitas dan mengungkapkan ide-ide mereka adalah langkah yang dilakukan seorang pemimpin yang baik. Untuk mencegah adanya sistem&nbsp;<em>micro-managing,</em>&nbsp;Naomi mengatakan bahwa sebagai&nbsp;<em>founder,</em>&nbsp;kita tidaklah wajib untuk mengikuti setiap rapat. Kita bisa membaca MoM&nbsp;<em>(Minutes of Meeting)</em>&nbsp;untuk mengetahui hasil rapat setiap tim.</p>



<p id="0573">Setelah panel pertama usai, acara dilanjutkan dengan sesi Panel Profil Startup bersama Rudianto, Founder Booble.id, yaitu aplikasi kasir yang terintegrasi dengan laporan keuangan yang memudahkan transaksi bisnis.</p>



<p id="834d">Sebelum terjun ke dunia startup, Rudianto memiliki latar belakang di bidang&nbsp;<em>programming.</em>&nbsp;Di satu titik, Rudianto ingin mencoba menekuni bidang lain, sehingga ia mengikuti program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Setelah mendapatkan wawasan dari mentor-mentor berpengalaman dan bertemu banyak calon&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;lainnya, Rudianto akhirnya fokus untuk merintis dan mengembangkan Booble.id.</p>



<p id="29b9">Menurut Rudianto, memilih anggota tim yang tepat sangatlah penting dalam keberlangsungan startup. Jika seorang anggota tidak lagi memiliki semangat dalam bekerja dan mencapai visi-misi yang sama, tidak ada gunanya untuk mempertahankan anggota tersebut. Karena pada akhirnya, setiap tim memiliki kontribusi yang besar demi terciptanya kolaborasi tim yang baik, sehingga dapat menghasilkan<em>&nbsp;output</em>&nbsp;kerja yang maksimal.</p>



<p id="2657">Itulah beberapa&nbsp;<em>insights</em>&nbsp;dari sekian banyak ilmu berharga yang bisa didapat dari acara Temu Gagasan edisi<em>&nbsp;Collaborative Teams!&nbsp;</em>Kamu ingin menghadiri acara Temu Gagasan selanjutnya? Pantengin terus media sosial @1000StartupDigital untuk mendapatkan info terbaru seputar pendaftaran Temu Gagasan!</p>



<p id="03f6">Sampai bertemu di Temu Gagasan selanjutnya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="a88c"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f865"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="4898"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----f2299f974c18--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berbagi-tips-membangun-tim-yang-kompak-di-temu-gagasan-rintisan-collaborative-teams/">Berbagi Tips Membangun Tim yang Kompak di Temu Gagasan Rintisan: Collaborative Teams!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memahami Kekuatan Storytelling untuk Presentasi Memukau di Temu Gagasan Rintisan: Persuasi &#038; Presentasi</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/memahami-kekuatan-storytelling-untuk-presentasi-memukau-di-temu-gagasan-rintisan-persuasi-presentasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Apr 2023 09:42:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch & Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8931</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bertemu dan menggali inti Rintisan bersama founder startup Jahitin dan Dynamic Buzz! Kemampuan persuasi dan presentasi sangat diperlukan oleh seorang founder startup, karena hal itu dapat memengaruhi keberhasilan bisnismu. Memiliki kemampuan tersebut dapat memudahkanmu dalam menjelaskan dan meyakinkan tentang visi, misi, dan value bisnismu kepada investor hingga pelanggan. Guna meningkatkan kemampuan persuasi dan presentasimu, Gerakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/memahami-kekuatan-storytelling-untuk-presentasi-memukau-di-temu-gagasan-rintisan-persuasi-presentasi/">Memahami Kekuatan Storytelling untuk Presentasi Memukau di Temu Gagasan Rintisan: Persuasi &amp; Presentasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bertemu dan menggali inti Rintisan bersama founder startup Jahitin dan Dynamic Buzz!</p>



<p>Kemampuan persuasi dan presentasi sangat diperlukan oleh seorang founder startup, karena hal itu dapat memengaruhi keberhasilan bisnismu. Memiliki kemampuan tersebut dapat memudahkanmu dalam menjelaskan dan meyakinkan tentang visi, misi, dan value bisnismu kepada investor hingga pelanggan.</p>



<p>Guna meningkatkan kemampuan persuasi dan presentasimu, Gerakan Nasional #1000StartupDigital menyelenggarakan acara Temu Gagasan yang sekaligus menjadi momen perilisan volume terbaru buku saku Rintisan, serta menjadi ruang temu para peserta untuk berjejaring.</p>



<p>Di acara Temu Gagasan edisi Persuasi &amp; Presentasi yang diadakan pada Sabtu, 15 Maret 2023 lalu, para peserta mendapat tips dan trik langsung dari ahlinya tentang cara memahami berbagai strategi yang harus disiapkan ketika hendak meyakinkan seseorang atau pihak-pihak tertentu.</p>



<p>Pada panel diskusi “The Power of Words: Crafting Persuasive Story for Powerful Presentations”, Asri Wijayanti,<em> Founder</em> dan CEO Jahitin dan Dayang Melati, <em>Founder</em> dan CEO Dynamic Buzz berbagi wawasan tentang teknik-teknik persuasi dan presentasi yang bisa diterapkan agar berhasil mempersuasi audiens, mulai dari menyusun narasi, mempersiapkan visual aids dan properties, hingga membangun kepercayaan diri saat <em>pitching</em>.</p>



<p>Asri Wijayanti dari Jahitin membagikan tiga teknik <em>pitching</em> yang pernah dia dapatkan dari mentornya. Dimulai dari trik pertama, yakni selalu ingat bahwa penonton tidak punya ekspektasi apa pun ketika kita sedang <em>pitching</em>. Kedua, lakukan afirmasi untuk meningkatkan kepercayaan diri dan merangsang pikiran positif. Ketiga, lakukan latihan senam vokal agar tidak ada kata atau kalimat yang salah ucap, karena hal ini sangat krusial selama sesi pitching berlangsung.</p>



<p>Kemudian Dayang Melati dari Dynamic Buzz menambahkan trik <em>pitching</em> lainnya yang bisa dipraktikkan, yakni dengan menerapkan teknik <em>storytelling</em>. Menurut Dayang, storytelling sangat penting untuk menyulap sebuah presentasi menjadi lebih menarik untuk didengar. Dayang menyarankan untuk selalu menyebutkan atau menampilkan angka agar bisa menarik perhatian audiens. Tak hanya itu, storytelling juga harus diikuti dengan visual yang memukau agar audiens lebih mudah memahami informasi yang disajikan.</p>



<p>Jam terbang memang tidak bisa bohong untuk bisa menyempurnakan kemampuan presentasi, tapi di acara Temu Gagasan edisi kali ini, Asri dan Dayang juga membagikan tips agar kamu lebih percaya diri saat pitching di depan investor.</p>



<p>Menurut Dayang, seseorang harus memiliki role model untuk dipelajari teknik andalannya untuk kemudian dimodifikasi sesuai gayamu. Selain itu, seseorang juga harus memiliki rasa percaya diri yang kuat sebelum akhirnya bisa meyakinkan orang lain.</p>



<p>“<em>We need to have a really clear vivid role model</em>, sehingga teman-teman bisa melihat rahasia dia, baru habis itu modifikasi dengan style yang teman-teman nyaman. Lalu yang kedua adalah we need to believe in ourselves. Kalau kita tidak percaya kepada diri kita, <em>we are a joke</em>. Mau ngapain aja kalau we don’t believe we can handle this things, yaudah gain experience aja dulu. Karena ketika kita bangun bisnis, kalau orangnya nggak percaya sama dirinya sendiri it will be nothing.”</p>



<p>Kemudian Asri juga membagikan bagaimana cara agar seseorang bisa lebih percaya diri saat pitching. Caranya adalah dengan terus berlatih di depan kaca, merekam diri sendiri saat latihan untuk mengetahui kelemahan yang perlu diperbaiki, dan membuat storyline agar persiapannya lebih matang.</p>



<p>“Jadi, aku akan percaya diri ketika aku sudah memastikan apa yang teman-teman tonton sebelum ini, caranya dengan latihan pitching di depan kaca. Lalu yang kedua biasanya aku record untuk mengetahui mana kata-kata yang kurang bagus jika disampaikan. Kemudian buatlah storyline agar lebih siap.”</p>



<p>Acara Temu Gagasan ini dihadiri oleh berbagai peserta, seperti pembaca setia buku saku Rintisan, calon pendiri startup, dan anak muda yang baru merintis bisnis. Jangan lewatkan kesempatanmu untuk ikut serta dalam acara Temu Gagasan berikutnya dengan memantau media sosial #1000StartupDigital agar kamu tidak kelewatan saat pendaftaran dibuka.</p>



<p>Sampai jumpa di acara Temu Gagasan berikutnya!</p>



<p>. . .</p>



<p>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</p>



<p>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</p>



<p>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/memahami-kekuatan-storytelling-untuk-presentasi-memukau-di-temu-gagasan-rintisan-persuasi-presentasi/">Memahami Kekuatan Storytelling untuk Presentasi Memukau di Temu Gagasan Rintisan: Persuasi &amp; Presentasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Kerangka Ide untuk Mantapkan Startupmu￼</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-kerangka-ide-untuk-mantapkan-startupmu%ef%bf%bc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2022 06:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7565</guid>

					<description><![CDATA[<p>Proses pengembangan ide&#160;startup&#160;sering kali menjadi proses paling mendebarkan bagi banyak perintis&#160;startup. Di sinilah semua ide brilian,&#160;passion, impian, sampai ambisi kamu bisa dicurahkan. Nah, supaya proses penting ini tidak hanya menjadi sebuah euforia semata, mari pelajari bagaimana caranya supaya kamu bisa memantapkan idemu dengan kerangka pemikiran yang lebih apik! Jangan Takut Berpikir Jangka Panjang Founders&#160;kerap terjebak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-kerangka-ide-untuk-mantapkan-startupmu%ef%bf%bc/">5 Kerangka Ide untuk Mantapkan Startupmu￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b485">Proses pengembangan ide&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;sering kali menjadi proses paling mendebarkan bagi banyak perintis&nbsp;<em>startup</em>. Di sinilah semua ide brilian,&nbsp;<em>passion</em>, impian, sampai ambisi kamu bisa dicurahkan. Nah, supaya proses penting ini tidak hanya menjadi sebuah euforia semata, mari pelajari bagaimana caranya supaya kamu bisa memantapkan idemu dengan kerangka pemikiran yang lebih apik!</p>



<p id="9d01"><strong>Jangan Takut Berpikir Jangka Panjang</strong></p>



<p id="1158">F<em>ounders&nbsp;</em>kerap terjebak dalam perbedaan ‘berpikir futuristik’ dan ‘berpikir tidak realistis’. Berpikir jangka panjang merupakan salah satu kelebihan yang harus dimiliki seorang&nbsp;<em>founders</em>&nbsp;untuk bisa mempertahankan napas dari&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang ia miliki dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan klien.</p>



<p id="98d3">Masa depan memang sulit diprediksi. Namun, pola pikir yang terbuka dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang digunakan oleh&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;sangat penting sebagai daya pembeda&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;dengan jenis bisnis lainnya. Menurut Howard Morgan (<em>co-founder</em>&nbsp;dari First Round Capital), besar-kecilnya sebuah ide tidak dibedakan dari pendiri&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>baru ataupun lama, melainkan dari rasa berani mereka dalam proses&nbsp;<em>ideation</em>. Hindarilah rasa malu dalam berpikir futuristik.</p>



<p id="2cf5"><strong>Gunakan Jurus ‘3 Pertanyaan’</strong></p>



<p id="653c">Ada 3 pertanyaan yang bisa kamu gunakan untuk memetakan ide&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang ada di kepalamu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>“<em>Apa permasalahan di sekitar saya yang bisa saya pecahkan?</em>”&nbsp;</strong>— Cakupan area yang bisa kamu gunakan untuk dijadikan target bisa bervariasi. Kenali kapasitas dirimu dan tentukan cakupanmu sejak awal, sebab hal ini juga bisa berkaitan erat dengan target dari&nbsp;<em>market</em>&nbsp;pada&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu ke depannya.</li><li></li><li><strong>“<em>Apa kelebihan saya yang bisa bermanfaat bagi bisnis ini?</em>”&nbsp;</strong>— Konsep kenal diri penting bagi pengembangan karier kamu sebagai seorang&nbsp;<em>founder</em>. Kenali apa saja kelebihan kamu sebagai seorang&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;(<em>public speaking, financing, IT,&nbsp;</em>dan lainnya), dan mantapkan poin tersebut. Jika ada kelebihan yang mau kamu kuasai, jangan ragu dan menunda latihanmu. Sebab, menjadi seorang&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;yang menguasai maupun perhatian akan aspek-aspek lain dalam bisnis, akan membantu kamu semakin berkembang dan kuat.</li><li></li><li><strong>“<em>Bagaimana ide ini bisa menjadi bisnis yang berkelanjutan?</em>”&nbsp;</strong>— Sangat disayangkan bila sebuah ide luar biasa mati begitu saja karena ketidakmampuan tim maupun pendiri untuk konsisten dalam menjalankannya. Selain memiliki ide yang keren, kamu pun harus memikirkan kapasitas, sumber daya, dan kemampuan kamu serta tim kamu dalam melanjutkan bisnis tersebut sampai jangka panjang. Maka saat kamu&nbsp;<em>brainstorming</em>, jangan lupa untuk ajak rekan bisnismu mengelaborasi pertanyaan ini.</li><li></li></ul>



<p id="2d23"><strong>Cari Ide dari Tempat yang Tak Terduga</strong></p>



<p id="cb36">Mencari ide maupun hal-hal positif yang dapat dicontoh dari lini&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;lain merupakan hal yang lumrah. Meski&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu bergerak di bidang investasi, tidak ada salahnya melihat contoh-contoh baik; teknologi yang dipakai, pengelolaan&nbsp;<em>cash flow</em>, pengembangan prototipe atau proses MVT dari bidang transportasi maupun F&amp;B. Dengan cermat, kamu bisa mengadaptasi hal-hal tak terduga tersebut menjadi sebuah inovasi.</p>



<p id="91ab">Luasnya wawasan kamu akan trik dan cara&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;lain bertahan di dalam dinamika bisnis akan membuat kamu menjadi&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;yang&nbsp;<em>open-minded</em>&nbsp;dan bisa berkreasi&nbsp;<em>out of the box</em>.</p>



<p id="91c5"><strong>Gunakan ‘Jobs-to-be-Done’ Framework</strong></p>



<p id="c299">Sunita Mohandy, seorang&nbsp;<em>angel investor</em>, menggunakan JBDT (<em>jobs-to-be-done</em>)&nbsp;<em>framework</em>. Pada&nbsp;<a href="https://docs.google.com/document/d/1NmKemkMOJh4DVLmTMhVUgLjG9i0_-5mqsEdCQcYH6wI/edit" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>docs</em></a>&nbsp;ini, ia telah menjabarkan kerangka pikiran yang biasa ia pakai pasca kelulusannya dari Standford University.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1280/0*YFq2f3bvej94nTz5" alt=""/></figure>



<p id="6119">Foto di atas juga merupakan salah satu bagan yang digunakan untuk menggagas ide&nbsp;<em>startup</em>. Sebagai contoh, bagan ini bisa digunakan untuk mengetahui pekerjaan atau kesempatan apa yang sebaiknya dihindari karena tidak begitu menghasilkan dalam proses-proses awal pembentukan&nbsp;<em>startup</em>.</p>



<p id="4d88"><strong>Biarkan Idemu ‘Resting’ Sebentar</strong></p>



<p id="edcc">Dalam menggagas sebuah ide, seorang pemimpin kerap ingin segera merealisasikan idenya ke dalam bentuk yang ia inginkan. Sebaiknya, dalam tahap&nbsp;<em>ideation</em>&nbsp;ini, kamu bisa menggunakan waktu untuk beristirahat dari&nbsp;<em>euforia</em>&nbsp;dan menyempurnakan lagi idemu sesuai dengan keadaan yang ada. Gunakan juga waktu luang ini untuk memprediksikan apa yang akan terjadi pada saat kamu memulai eksekusi dari idemu.</p>



<p id="e846">Memberi ruang kepada idemu sebelum direalisasikan akan membuatmu lebih terbuka dan teliti terhadap kekurangan yang sekiranya muncul dalam idemu. Kamu bisa melihat kekurangan dari idemu dengan sudut pandang ‘orang ketiga’, terutama bila kamu membuat&nbsp;<em>framework&nbsp;</em>dalam bentuk tulisan maupun visualisasi lainnya yang bisa dijadikan acuan.</p>



<p id="dcbe">Tidak ada kata berhenti dalam menyempurnakan&nbsp;<em>startup</em>, jadi jangan menyerah ya!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-kerangka-ide-untuk-mantapkan-startupmu%ef%bf%bc/">5 Kerangka Ide untuk Mantapkan Startupmu￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Langkah Pertama Membuat Produk yang Valuable</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/4-langkah-pertama-membuat-produk-yang-valuable/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2022 11:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7627</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mulai merintis startup, tentu kamu berangkat dari kegelisahan akan permasalahan yang ditemukan. Lalu, muncul dorongan untuk menuntaskan masalah tersebut dengan menghadirkan solusi dalam bentuk sebuah produk. Meski berangkat dari kesadaranmu sendiri, produk yang akan kamu ciptakan tentu tidak kamu pakai seorang diri, pastinya ada banyak orang yang juga membutuhkan produkmu. Karenanya, dalam menciptakan produk, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-langkah-pertama-membuat-produk-yang-valuable/">4 Langkah Pertama Membuat Produk yang Valuable</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="92fd">Ketika mulai merintis startup, tentu kamu berangkat dari kegelisahan akan permasalahan yang ditemukan. Lalu, muncul dorongan untuk menuntaskan masalah tersebut dengan menghadirkan solusi dalam bentuk sebuah produk. Meski berangkat dari kesadaranmu sendiri, produk yang akan kamu ciptakan tentu tidak kamu pakai seorang diri, pastinya ada banyak orang yang juga membutuhkan produkmu.</p>



<p id="17dd">Karenanya, dalam menciptakan produk, kamu perlu mengumpulkan pendapat dan pandangan orang lain atau paling tidak orang yang akan menggunakan produkmu juga.</p>



<p id="8a0e">Mengetahui pendapat orang lain akan produkmu menjadi hal penting saat memasuki tahap&nbsp;<em>early stage startup</em>. Saat itu, kamu tentu sudah menghasilkan&nbsp;<em>Minimum Viable Product</em>&nbsp;(MVP). Langkah selanjutnya, kamu harus mampu membuat pengguna yang ada tetap bertahan agar bisa menentukan model bisnis dan strategi pemasaran yang tepat untuk ke depannya.</p>



<p id="d80e">Salah satu cara ampuh membuat penggunamu tetap bertahan adalah dengan membuat produkmu berharga bagi mereka. Sebuah produk sebaiknya tidak hanya memiliki nilai guna saja tapi juga mengandung makna dan nilai (<em>valuable</em>).</p>



<p id="b529">Lalu, gimana cara membuat atau menyempurnakan produk agar bisa&nbsp;<em>valuable</em>&nbsp;di mata pengguna dan target&nbsp;<em>user&nbsp;</em>lainnya? Coba ikuti langkah-langkah berikut ya!</p>



<p id="98f6"><strong>1. Temukan solusi yang sesuai dengan permasalahan<br></strong>Kamu memang bisa memulai dari permasalahan yang kamu rasakan, namun akan lebih baik lagi jika kamu mampu menemukan keluhan lain dari permasalahan yang sama denganmu. Tentu itu akan memperkaya penglihatanmu akan satu masalah. Cari ragam keluhan dari&nbsp;<em>user</em>, lalu mulai pikirkan solusi-solusi yang mungkin bisa kamu ciptakan.</p>



<p id="9f93">Supaya lebih tergambar polanya, kamu bisa membuat 2 tabel. Tabel pertama, tuliskan keluhan atau permasalahan&nbsp;<em>user</em>&nbsp;dan pada tabel kedua, buatlah daftar solusinya. Pertemukan solusi dengan keluhan yang paling cocok, itu akan jadi ‘<em>clue</em>’<em>&nbsp;</em>pertama membuat produk solutif idaman&nbsp;<em>user</em>.</p>



<p id="ebc7"><strong>2. Cari tahu alasan&nbsp;<em>user</em>&nbsp;menginginkan produkmu<br></strong>Kamu akan membuat produk yang&nbsp;<em>valuable</em>&nbsp;bagi&nbsp;<em>user</em>, maka tanyakan dan dengarkanlah apa yang&nbsp;<em>user</em>&nbsp;butuhkan. Kalau sudah mendapatkan jawabannya, sampaikan hal tersebut saat akan menawarkan produk, “<em>pengolahan sampah bisa jadi lebih praktis lho kalau pakai aplikasi ini. Cuma sekali klik, sampah di rumahmu akan diangkut secara rutin, jadi tidak ada lagi sampah yang menumpuk di lingkunganmu. Sistem pemilahan sampah yang ada di aplikasi juga membuatmu turut berperan merawat bumi</em>”</p>



<p id="8144">Pernyataanmu harus diakhiri dengan nilai bagi pengguna. Hal tersebut harus membingkai masalah untuk memprioritaskan kebutuhan dan keinginan pengguna. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan hati&nbsp;<em>user</em>-mu agar mereka bertahan dan terus memakai produkmu.</p>



<p id="d63c">Kalau kamu mendahulukan kepentingan bisnis di awal, justru jadi langkah yang salah. Kamu tidak akan bisa membuat produk yang solutif secara efektif karena orientasimu masih terpaku pada keinginanmu atau startupmu.</p>



<p id="7d71"><strong>3. Wujudkan keinginan&nbsp;<em>user</em>&nbsp;sesuai dengan visi misi startupmu</strong></p>



<p id="569e">Sebagai&nbsp;<em>founder</em>, ingat selalu bahwa kamu memiliki kendali untuk memilah keinginan dan kebutuhan&nbsp;<em>user</em>&nbsp;yang akan dieksekusi pada produkmu. Segala kemauan&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang sekiranya tidak sejalan dengan nilai dan bidang startupmu boleh kamu kalahkan. Kamu bisa kolaborasikan dengan kemampuan tim serta visi misi startupmu agar tidak kehilangan identitas.</p>



<p id="4e42"><strong>4. Rancang fitur andalan dengan memahami keluhan&nbsp;<em>user<br></em></strong>Langkah terakhir, mulailah rancang produkmu. Setelah menanyakan dan mendengar harapan serta keluhan&nbsp;<em>user&nbsp;</em>terhadap suatu permasalahan, kamu perlu benar-benar memahami poin-poin pandangan mereka. Dengan begitu, kamu bisa fokus memikirkan dan merumuskan solusi apa yang paling sesuai dan mampu kamu tawarkan.</p>



<p id="faaa">Solusi tersebut tentu tidak hanya berdiam dalam pikiran atau dokumen-dokumenmu. Wujudkan itu menjadi salah satu fitur andalan dalam produk atau aplikasimu. Buatlah&nbsp;<em>user</em>&nbsp;bersemangat untuk mencoba&nbsp;<em>prototype</em>-mu.</p>



<p id="e0ae">Jadi, kesimpulan utama dari keempat langkah di atas adalah penting buatmu memahami secara mendalam kebutuhan&nbsp;<em>user</em>-mu. Kalau kamu sudah berhasil membuat produk yang layak dan berguna, kamu perlu terus menaikkan standar menjadi produk yang bernilai dan disukai&nbsp;<em>user</em>. Inilah yang menjadi daya tarik utama bagi&nbsp;<em>user&nbsp;</em>untuk memakai produkmu secara terus menerus.</p>



<p id="5b6d"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="9ac3"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="cf14"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-langkah-pertama-membuat-produk-yang-valuable/">4 Langkah Pertama Membuat Produk yang Valuable</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Jalur Karier di Industri Teknologi, Mana Paling Cocok Untukmu?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/3-jalur-karier-di-industri-teknologi-mana-paling-cocok-untukmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2021 08:15:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Human Capital]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5772</guid>

					<description><![CDATA[<p>1. Founder Kelebihan Bisa mengerjakan sesuatu yang disukai Karena punya tanggung jawab yang tinggi,bisa berdampak pada peningkatan produktivitas yang juga tinggi Dapat memilih dan menyusun tim kerja sendiri Pada umumnya punya keterampilan untuk bisa belajar hal baru dengan cepat dan dapat beradaptasi dengan situasi dengan cepat Tantangan Rawan stres Bertanggung jawab atas ‘kehidupan’ banyak orang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-jalur-karier-di-industri-teknologi-mana-paling-cocok-untukmu/">3 Jalur Karier di Industri Teknologi, Mana Paling Cocok Untukmu?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.13.07.png" alt="" class="wp-image-5773" width="838" height="643" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.13.07.png 604w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.13.07-300x230.png 300w" sizes="(max-width: 838px) 100vw, 838px" /></figure>



<h1 class="wp-block-heading"><strong>1. </strong><span style="text-decoration: underline;">Founder</span></h1>



<h2 class="wp-block-heading">Kelebihan</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Bisa mengerjakan sesuatu yang disukai</li><li>Karena punya tanggung jawab yang tinggi,<br>bisa berdampak pada peningkatan produktivitas yang juga tinggi</li><li>Dapat memilih dan menyusun tim kerja sendiri</li><li>Pada umumnya punya keterampilan untuk bisa belajar hal baru dengan cepat dan dapat beradaptasi dengan situasi dengan cepat</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Tantangan</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Rawan stres</li><li>Bertanggung jawab atas ‘kehidupan’ banyak orang</li><li>Saat memulai rasanya sangat berat, terutama dari segi finansial, keterampilan, atau koneksi yang harus dibangun</li><li>Untuk bisa <em>scale up </em>butuh komitmen tinggi ditambah kesabaran akan waktu</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Saran untuk orang yang ingin memilih karier sebagai <em>founder</em>:</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Mengidentifikasi orang yang punya potensi untuk diajak kerja sama sebagai anggota tim</li><li>Mempelajari rencana keuangan. Kemudian cek untuk sumber modal awal, apakah bisa <em style="color: initial; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, &quot;Segoe UI&quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &quot;Helvetica Neue&quot;, sans-serif;">bootstrapping</em><span style="color: initial; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, &quot;Segoe UI&quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &quot;Helvetica Neue&quot;, sans-serif;">. Atau misal, apakah kamu memiliki teman atau keluarga yang bisa mendukung untuk pendanaan awal, dan lain-lain.</span><br></li><li>Identifikasi permasalahan utama dan solusi yang bisa ditawarkan</li></ul>



<h1 class="wp-block-heading">2. <span style="text-decoration: underline;">Eksekutif</span></h1>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>(Jabatan seperti manajer senior atau lebih tinggi di perusahaan besar.)</em></p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Kelebihan</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Pendapatan stabil</li><li>Terkesan memiliki tingkat wibawa yang tinggi (tingkat prestise hanya bisa didapatkan jika <em>founder </em>tergolong sangat sukses)</li><li>Punya peluang lebih besar untuk memberikan dampak lebih (mengingat startup punya kemungkinan untuk gagal)</li><li>Tidak perlu membangun tim dan mendapatkan pendanaan awal saat memulai</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Tantangan</h2>



<ul class="wp-block-list"><li> Menaiki tangga karier butuh komitmen tinggi, pada umumnya juga berurusan dengan politik kantor</li><li>Kesuksesan dapat dihalangi oleh orang lain yang ada dalam organisasi  </li><li>Membutuhkan waktu lama untuk bisa sukses dan juga naik jabatan</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Saran untuk orang yang ingin memilih karier sebagai eksekutif:</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Pilihan pertama, pilih perusahaan yang berkembang dan tumbuh dengan cepat. Apabila berhasil bergabung dengan perusahaan lebih awal, maka akan lebih banyak peluang untukmu bisa mendapatkan tanggung jawab lebih seiring dengan berkembangnya perusahaan. Misalnya, kamu berhasil bergabung dengan 100 orang karyawan di saat awal berkembangnya Facebook serta bekerja selama sepuluh tahun, maka peluang untuk bisa menjadi eksekutif akan lebih besar. Namun tentu saja tidak mudah untuk memberikan kepercayaan kita terhadap perusahaan yang mungkin baru berdiri dan belum bisa diprediksi apakah sampai sepuluh tahun ke depan dan seterusnya akan masih tetap tumbuh.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Pilihan kedua, bekerja di perusahaan yang lebih stabil. Biasanya orang-orang yang berhasil menduduki posisi eksekutif adalah mereka yang berpindah pekerjaan secara diagonal (naik jenjang karier) di antara beberapa perusahaan stabil lainnya. Contohnya, kamu mulai magang di Google, kemudian bekerja di tempat yang sama, berpindah ke Dropbox sebagai pemimpin tim, dan berpindah lagi ke perusahaan lain ke jenjang yang lebih tinggi.</li></ul>



<h1 class="wp-block-heading">3. <span style="text-decoration: underline;">Karyawan</span></h1>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>(Staf atau manajer kelas menengah.)</em></p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Kelebihan</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Pendapatan stabil</li><li>Melakukan pekerjaan teknis lebih banyak, namun frekuensi rapat tidak terlalu sering</li><li>Seringkali dekat dengan pelanggan akhir</li><li>Mengatur jam kerja atau <em>work life balance </em>dengan lebih fleksibel</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Tantangan</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Seberapa banyak jumlah pekerjaan sangat dipengaruhi oleh kualitas manajemen di kantor</li><li>Kurang memiliki kendali atas apa yang dikerjakan</li><li>Memiliki sedikit peluang untuk memberikan pendapat hingga mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan</li><li>Jika tidak berusaha meningkatkan keterampilan dan kinerja yang menurun, maka peluang untuk dicoret dari daftar karyawan akan lebih besar</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading">Saran untuk orang yang ingin memilih karier sebagai karyawan:</h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Sebagian besar memiliki pola yang sama seperti karier sebagai eksekutif. Karena dengan menjadi karyawan, maka kamu memiliki pilihan untuk bergabung dengan perusahaan yang masih berkembang, atau yang lebih stabil.</li></ul>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Dari ketiga peran dan pilihan jalur karier sebagai founder, eksekutif, atau karyawan, apa pun yang nantinya kamu pilih dan jalani, lakukan dengan sebaik mungkin. Karena setiap hal yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab, akan memberikan dampak yang besar, baik itu untuk pengembangan diri, jenjang karier yang lebih baik, hingga memberikan manfaat bagi banyak orang.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p>Artikel ini telah terbit pada&nbsp;<strong>Buku Saku RINTISAN Edisi 12: Kesehatan</strong>. Silakan&nbsp;<code><a href="https://1000startupdigital.id/rintisan/">klik link ini</a></code>&nbsp;untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-jalur-karier-di-industri-teknologi-mana-paling-cocok-untukmu/">3 Jalur Karier di Industri Teknologi, Mana Paling Cocok Untukmu?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mitos, Fakta, dan Pertimbangan Penting saat Membuat MVP</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mitos-fakta-dan-pertimbangan-penting-saat-membuat-mvp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2021 08:14:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[MVP]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekelompok anak muda membahas dan berdebat tentang ide startup serta rencana apa yang harus mereka eksekusi ke dalam MVP. Menimbang banyak hal dan memutuskan, fitur apa yang paling baik untuk dimasukkan ke produk, fitur mana yang tidak perlu dimasukkan, hingga menghabiskan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Familiar dengan situasi seperti ini? Kondisi di atas umum terjadi saat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mitos-fakta-dan-pertimbangan-penting-saat-membuat-mvp/">Mitos, Fakta, dan Pertimbangan Penting saat Membuat MVP</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.07.20.png" alt="" class="wp-image-5770" width="840" height="794" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.07.20.png 609w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.07.20-300x284.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.07.20-24x24.png 24w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Sekelompok anak muda membahas dan berdebat tentang ide <em>startup </em>serta rencana apa yang harus mereka eksekusi ke dalam MVP. Menimbang banyak hal dan memutuskan, fitur apa yang paling baik untuk dimasukkan ke produk, fitur mana yang tidak perlu dimasukkan, hingga menghabiskan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Familiar dengan situasi seperti ini?</p><p>Kondisi di atas umum terjadi saat <em>startup </em>memasuki fase membangun MVP. Namun, apakah mereka sebenarnya sudah mengetahui dan memahami tentang MVP? Seringkali, <em>startup </em>terjebak dalam mitos tentang MVP seperti:</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-14.59.59.png" alt="" class="wp-image-5763" width="841" height="319" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-14.59.59.png 622w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-14.59.59-300x113.png 300w" sizes="(max-width: 841px) 100vw, 841px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Padahal, faktanya</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.00.50.png" alt="" class="wp-image-5764" width="842" height="320" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.00.50.png 622w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.00.50-300x114.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Ya, MVP adalah proses yang dilakukan berulang-ulang hingga tercapai sebuah hasil yang bisa digunakan oleh calon pelanggan. Dilansir dari ycombinator.com, berikut adalah beberapa pertanyaan yang layak dipertimbangkan saat membangun MVP:</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="638" height="535" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.01.38.png" alt="" class="wp-image-5765" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.01.38.png 638w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.01.38-300x252.png 300w" sizes="(max-width: 638px) 100vw, 638px" /></figure>



<p>Saat kamu membangun produk atau layanan, pasti akan ada banyak asumsi. Misalnya, kamu berasumsi sudah mengetahui apa saja yang dicari oleh pengguna, seperti apa desain yang tepat, bagaimana pemasaran dijalankan, model bisnis apa yang paling cocok, dan lain-lain. Masalahnya, kamu tidak tahu asumsi mana yang salah, dan mana yang benar. Lantas, bagaimana cara mengetahuinya?</p>



<p>Ujilah asumsi dengan menempatkan produkmu di depan pengguna secepat mungkin. Dengan ini, kamu akan tahu mana yang harus dikoreksi, mana yang harus dicoret dari daftar, dan mana yang perlu ditambahkan. Ini proses yang sangat berharga, yaitu mendapatkan umpan balik tentang produkmu dari pengguna secepat mungkin.</p>



<p>Proses ini tidak dilakukan sekali, melainkan berulang-ulang. Akan ada banyak sekali percobaan dan kesalahan yang dilakukan, tetapi itu wajar.</p>



<p>Sekali lagi, MVP lebih tepatnya bukan merupakan sebuah produk, melainkan sebuah proses. Kita akan menyebut hal ini dengan pendekatan MVP <em>as a process</em>. Mari lanjut ke contoh, ya.</p>



<p>Sebuah tim ingin membuat produk yang pelanggannya adalah pemilik restoran. Nantinya produk tersebut bisa jadi berupa mobile apps dengan beberapa fitur seperti kalender, galeri foto, fitur chat, ulasan restoran, sinkronisasi ke media sosial, fitur pemesanan yang mudah, kupon diskon, dan lain-lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lalu, kira-kira seperti apa MVP yang harus mereka buat?</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Menggunakan pendekatan MVP <em>as a process</em>, berikut adalah tahapannya:</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.03.29.png" alt="" class="wp-image-5766" width="839" height="428" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.03.29.png 614w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.03.29-300x153.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Katakanlah asumsi paling berisiko adalah pemilik restoran ingin membuat mobile apps, sehingga MVPnya mungkin seperti mock up dari mobile apps. Kemudian, para anggota tim turun ke lapangan untuk melakukan riset dan mewawancarai pemilik restoran, mereka menanyakan beberapa pertanyaan seperti berikut:</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.04.21.png" alt="" class="wp-image-5767" width="839" height="613" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.04.21.png 615w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.04.21-300x219.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<p>Kamu juga bisa menunjukkan mock up yang sudah kamu buat secara sederhana, dan peragakan apakah hal tersebut bisa menjadi solusi yang tepat untuk masalah yang mereka hadapi.</p>



<p>Setelah melakukan riset di lapangan, kamu dan anggota tim mendapatkan fakta bahwa ternyata para pemilik restoran tidak punya minat besar untuk memiliki mobile apps yang dapat mendukung operasional restoran. Berita buruknya, mungkin kamu dan tim akan kecewa. Namun, kabar baiknya, kamu tidak perlu membuang waktu terlalu lama untuk melakukan pengembangan produk dan penambahan fitur yang tidak perlu. Di sisi lain, kamu mendapatkan fakta bahwa para pemilik restoran yang tidak tertarik pada mobile apps, justru tertarik pada situs yang desainnya sederhana dan mudah digunakan. Voila!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Eksperimen sudah dilakukan dan kamu mendapatkan validasinya. Bukankah ini sebuah kemajuan?</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Tapi, jalan masih panjang. Proses membangun MVP belum selesai. Kamu harus mengulangi tahapan MVP <em>as a process </em>untuk membangun MVP dari data eksperimen yang paling baru.</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.05.43.png" alt="" class="wp-image-5768" width="839" height="317" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.05.43.png 490w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.05.43-300x113.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Asumsi berikutnya mungkin adalah pembuatan static website untuk beberapa pemilik restoran yang menyatakan minatnya serta melihat respon mereka.</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.06.29.png" alt="" class="wp-image-5769" width="842" height="255" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.06.29.png 551w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.06.29-300x91.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Dan beberapa pertanyaan lain untuk uji asumsi yang dapat kamu klarifikasi langsung ke para pemilik restoran.</h2>



<p>Dari riset, para pemilik restoran bersedia membayar situs tersebut dengan mekanisme pembayaran beberapa bulan layanan dengan metode transfer otomatis (ini sekaligus memastikan kamu tidak membuang waktu untuk membuat sistem penagihan), kemudian membuatkan situs untuk mereka.</p>



<p>Tanyakan kembali, apa saja eksperimen terkecil dan paling minimal untuk menguji asumsi tersebut?</p>



<p>MVP mu mungkin adalah landing page yang menjelaskan apa yang akan kamu tawarkan ke pelanggan, menunjukkan mock up situs sebelumnya, dan membuat kolom pengisian alamat alamat e-mail pelanggan untuk pemberitahuan tentang update selanjutnya jika kamu sudah meluncurkan produk dalam versi beta. Kemudian kamu bisa memasang iklan sebagai pemasaran agar trafik landing page bisa diakses sesuai dengan target pelanggan yang tepat. Secara singkat, inilah proses MVP. Jangan lupa untuk selalu menguji MVPmu menggunakan pertimbangan dua pertimbangan penting di atas dan menggunakan metode MVP <em>as a process </em>untuk mendapatkan hasil yang maksimal.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mitos-fakta-dan-pertimbangan-penting-saat-membuat-mvp/">Mitos, Fakta, dan Pertimbangan Penting saat Membuat MVP</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
