<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Research Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/research/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/research/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Oct 2022 07:45:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Research Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/research/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mendapatkan Cakupan Media yang Lebih Luas dengan Inbound Marketing</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mendapatkan-cakupan-media-yang-lebih-luas-dengan-inbound-marketing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2022 07:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Inbound marketing&#160;adalah teknik pemasaran yang memanfaatkan konten yang menarik dan solutif, sehingga bisnismu dapat dengan mudah ditemukan konsumen dan mereka dapat menjadi pelangganmu. Istilah&#160;inbound marketing&#160;dikemukakan oleh Brian Halligan, CEO serta&#160;co-founder&#160;Hubspot. Cara pemasaran ini banyak diterapkan secara efektif, terutama dalam bisnis yang dilakukan secara daring.&#160;Inbound marketing&#160;memanfaatkan perilaku konsumen yang sehari-hari mengkonsumsi informasi melalui internet, seperti melihat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mendapatkan-cakupan-media-yang-lebih-luas-dengan-inbound-marketing/">Mendapatkan Cakupan Media yang Lebih Luas dengan Inbound Marketing</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b7a6"><em>Inbound marketing&nbsp;</em>adalah teknik pemasaran yang memanfaatkan konten yang menarik dan solutif, sehingga bisnismu dapat dengan mudah ditemukan konsumen dan mereka dapat menjadi pelangganmu. Istilah&nbsp;<em>inbound marketing&nbsp;</em>dikemukakan oleh Brian Halligan, CEO serta&nbsp;<em>co-founder&nbsp;</em>Hubspot. Cara pemasaran ini banyak diterapkan secara efektif, terutama dalam bisnis yang dilakukan secara daring.&nbsp;<em>Inbound marketing&nbsp;</em>memanfaatkan perilaku konsumen yang sehari-hari mengkonsumsi informasi melalui internet, seperti melihat media sosial, e-mail, menggunakan mesin pencari, berselancar di situs, hingga membaca artikel blog atau artikel berita. Tidak hanya itu, ternyata&nbsp;<em>inbound marketing</em>&nbsp;dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk mendapatkan cakupan media dengan lebih luas lagi. Penasaran seperti apa? Baca artikel ini sampai habis, ya!</p>



<p id="4a2d"><strong>1. Memanfaatkan konten untuk membangun jaringan pers</strong></p>



<p id="a42b">Titik tengah antara&nbsp;<em>inbound marketing</em>&nbsp;dengan&nbsp;<em>public relation</em>&nbsp;adalah konten. Karena,&nbsp;<em>inbound marketing</em>&nbsp;sangat dipengaruhi oleh kualitas konten. Dengan konten yang menarik, maka pengguna akan lebih mudah ‘datang sendiri’ tanpa perlu kita telepon terus-menerus layaknya metode outbound marketing. Selanjutnya, tahukah kamu bahwa kekuatan terbesar PR adalah kemampuan untuk mengubah informasi apa saja menjadi kisah yang menarik dengan sudut pandang yang relevan.</p>



<p id="d543">Jadi,<em>&nbsp;inbound marketing</em>&nbsp;dapat memanfaatkan kekuatan konten untuk menarik jurnalis. Contohnya dengan membuat artikel atau cerita menarik dan bernilai berita yang dapat dengan mudah ditemukan di mesin pencari dan media sosial. Dengan cara ini, maka media akan tertarik dengan&nbsp;<em>value&nbsp;</em>yang kita tampilkan lewat artikel atau konten yang berkualitas. Maka, mereka tak akan ragu untuk meninggalkan detail kontak agar dapat bekerja sama dengan startup tersebut.</p>



<p id="54e2"><strong>2. Terlihat menonjol melalui mesin pencari</strong></p>



<p id="e83c">Ingin dihubungi oleh jurnalis karena menerbitkan tulisan yang menarik? Maka kamu perlu memanfaatkan mesin pencari. Sebab, menurut penelitian, hanya 3% jurnalis yang menyatakan sangat bergantung pada siaran pers. Jadi, hanya ‘sedikit’ jurnalis yang selalu mengandalkan siaran pers dan mengecek&nbsp;<em>inbox&nbsp;</em>email. Sisanya, 97% jurnalis akan mencari sumber berita lewat mesin pencari.</p>



<p id="efb8"><strong>3. Membangun reputasi dan menjadi&nbsp;<em>thought leader</em></strong></p>



<p id="722a">Inti dari&nbsp;<em>inbound marketing&nbsp;</em>adalah memberikan edukasi audiens lewat konten sehingga mereka lebih mudah dalam mengambil keputusan. Jadi, tidak masalah untuk memanfaatkan keahlianmu untuk dibagikan ke audiens. Hal ini akan membantu untuk membentuk reputasimu sebagai orang yang memiliki pengetahuan dan menjadi pemimpin pemikiran.</p>



<p id="b9a1"><strong>4. Meningkatkan trafik secara organik pada konten</strong></p>



<p id="df02">Manfaat dalam menggunakan strategi<em>&nbsp;inbound marketing</em>&nbsp;dalam&nbsp;<em>public relation</em>&nbsp;adalah dapat meningkatkan strategi SEO (Search Engine Optimization). Caranya adalah dengan membagikan konten melalui saluran yang kamu miliki. Maka, konten yang dibagikan tersebut akan dapat tampil bagi siapa saja yang mencari informasi sejenis menggunakan mesin pencari. Namun, tentu saja ada syaratnya. Kamu harus dapat melakukan riset kata kunci secara tepat, sehingga pengguna menemukan konten yang kamu buat. Dengan memproduksi dan berbagi konten menggunakan banyak saluran, maka akan mempermudah konten tersebut untuk ‘naik’ dan bisa dikonsumsi oleh banyak orang.</p>



<p id="afcd">Cara di atas tidak akan ada artinya apabila konten tidak memiliki nilai yang kuat untuk dapat ditonjolkan. Karena,&nbsp;<em>inbound marketing</em>&nbsp;memanfaatkan kekuatan konten dengan membagikan informasi yang berguna bagi audiens yang relevan. Jadi, lakukan yang terbaik ketika kamu sedang membuat konten, ya. Semoga berhasil!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p id="ba3f"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="3735"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="f034"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mendapatkan-cakupan-media-yang-lebih-luas-dengan-inbound-marketing/">Mendapatkan Cakupan Media yang Lebih Luas dengan Inbound Marketing</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Pengujian Hipotesis dan Waktu Terbaik Menerapkannya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengenal-pengujian-hipotesis-dan-waktu-terbaik-menerapkannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2022 07:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7757</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu mengecek aplikasi yang ada di App Store atau Google Play Store dan mendapati bahwa aplikasi tersebut sudah diperbarui? Produk perangkat lunak selalu melakukan proses pembaruan karena ingin memvalidasi asumsi dan hipotesis yang membuat pengalaman produk lebih baik bagi para penggunanya. Adanya pembaruan seperti perubahan pada&#160;layout,&#160;atau pengalaman pengguna yang lebih mengesankan adalah hal yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-pengujian-hipotesis-dan-waktu-terbaik-menerapkannya/">Mengenal Pengujian Hipotesis dan Waktu Terbaik Menerapkannya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="c87c">Pernahkah kamu mengecek aplikasi yang ada di App Store atau Google Play Store dan mendapati bahwa aplikasi tersebut sudah diperbarui? Produk perangkat lunak selalu melakukan proses pembaruan karena ingin memvalidasi asumsi dan hipotesis yang membuat pengalaman produk lebih baik bagi para penggunanya. Adanya pembaruan seperti perubahan pada&nbsp;<em>layout,&nbsp;</em>atau pengalaman pengguna yang lebih mengesankan adalah hal yang umumnya diterapkan oleh tim startup. Namun, sebelum dilakukannya pembaruan aplikasi, anggota tim startup harus melalui berbagai pengujian hipotesis untuk melakukan validasi.</p>



<p id="3e82">Jadi, apa itu pengujian hipotesis?</p>



<p id="ea7e">Merupakan proses untuk validasi asumsi tentang desain dan fitur dengan tujuan memahami dampak yang terjadi bagi pengguna. Hipotesis diperlukan untuk mendefinisikan adanya keberhasilan atau kegagalan. Dikutip dari situs toptal.com, contohnya apabila manajer produk di Amazon punya hipotesis yang menunjukkan ulasan pelanggan tepat di sebelah gambar produk akan dapat meningkatkan konversi. Maka, keberhasilan ditentukan oleh tingkat konversi yang lebih tinggi. Kunci dari pengujian hipotesis adalah isolasi variabel yang berbeda agar dapat menghubungkan keberhasilan atau kegagalan dengan perubahan yang terjadi. Jadi, jika manajer produk Amazon memiliki hipotesis lebih lanjut yang menunjukkan ulasan pelanggan tepat di sebelah gambar produk akan meningkatkan konversi, tidak mungkin menguji kedua hipotesis pada saat yang bersamaan. Melakukan hal itu akan mengakibatkan kegagalan untuk menghubungkan sebab dan akibat dengan benar. Oleh karena itu, kedua perubahan tersebut harus diisolasi dan diuji satu per satu. Jadi, keputusan produk yang berhubungan dengan fitur, harus didukung oleh pengujian hipotesis untuk memvalidasi kinerja fitur.</p>



<p id="e3d0">Jadi, apa saja pengujian hipotesis yang umumnya dilakukan?</p>



<p id="2c46"><strong>1. A/B&nbsp;<em>testing</em></strong></p>



<p id="420b">Jika masih menggunakan contoh di atas, maka A/B&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>menguji di dua kondisi yang berbeda. Misalnya perubahan A adalah kondisi di mana ulasan diletakkan di sebelah gambar produk dan dirilis ke separuh pengguna, sedangkan kondisi B adalah kondisi awal sebelum adanya perubahan. Konversi akan diukur untuk setiap kelompok, yaitu kondisi A dan B, kemudian dibandingkan. Apabila hasilnya kondisi A menghasilkan konversi yang signifikan, maka hipotesis awal adalah benar, yakni konversi akan lebih tinggi apabila ulasan diletakkan di sebelah gambar produk. Kemudian perubahan ini dapat diaplikasikan dan diluncurkan ke semua pengguna.</p>



<p id="4b24">Kapan A/B&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>dapat digunakan?</p>



<p id="0fed">Kamu dapat menggunakan pengujian ini jika ingin menguji dua desain yang spesifik dan menginginkan hasil lebih cepat. Pengujian ini sangat tepat apabila kamu tidak punya banyak trafik ke situs karena hanya ingin menguji dua variabel saja, sehingga data yang signifikan tidak diperlukan. Kelebihan dilakukannya A/B&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>adalah lebih sedikit variabel yang memungkinkan data lebih mudah dilacak, sehingga kamu dapat gambaran sebenarnya tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak. Sedangkan kelemahannya adalah hanya terfokus pada dua variabel tunggal, sehingga hasil tes sangat fokus dan tidak dapat digeneralisasikan.</p>



<p id="39e0"><strong>2.&nbsp;<em>Multivariate testing</em></strong></p>



<p id="d1aa">Pengujian jenis ini dapat diaplikasikan apabila ada beberapa versi yang akan diuji. Misalnya, melanjutkan dari contoh tentang ulasan di sebelah gambar produk. Ada hipotesis bahwa gambar produk yang lebih besar akan menghasilkan tingkat konversi yang lebih tinggi. Namun, seberapa besar gambar yang dimaksud? Sebab, ‘besar’ atau ‘tidak besar’ dapat mengarah ke subjektifitas. Untuk itu, pengujian multivariat dapat dilakukan. Misalnya ada empat grup, yaitu A, B, C, D, yang masing-masing terdiri dari 25% pengguna. Grup A adalah pengguna yang tidak melihat adanya perubahan. Sedangkan grup B, C, dan D, masing-masingnya akan melihat gambar lebih besar dengan 1.1x, 1.3x, dan 1.5x. Semua varian diuji secara bersamaan untuk mengetahui mana yang terbaik.</p>



<p id="8782">Kapan&nbsp;<em>multivariate testing&nbsp;</em>dapat digunakan?</p>



<p id="98d3">Kamu dapat mengaplikasikan&nbsp;<em>multivariate testing&nbsp;</em>dengan syarat memiliki trafik yang signifikan. Selanjutnya, kelebihan dari&nbsp;<em>multivariate testing&nbsp;</em>adalah membantu mendesain ulang halaman dengan tujuan punya dampak yang paling besar. Hasil pengujian memiliki data yang lebih signifikan serta kamu dapat memperkirakan hasil karena banyaknya variabel yang diuji. Yang cukup menarik, bahwa ternyata trafik yang tinggi dapat menjadi kelemahan karena memang membutuhkan data yang cukup banyak apabila ingin menggunakan pengujian multivariat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p id="b6ea"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="3e64"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="2332"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-pengujian-hipotesis-dan-waktu-terbaik-menerapkannya/">Mengenal Pengujian Hipotesis dan Waktu Terbaik Menerapkannya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu Agile Product Management?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/apa-itu-agile-product-management/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2022 07:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7751</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurut hotjar.com,&#160;agile product management&#160;adalah pendekatan adaptif untuk perencanaan dan implementasi strategi produk di mana tim bekerja secara selaras untuk mencapai tujuan produk. Metode&#160;agile&#160;dalam manajemen produk menerapkan proses umpan balik pengguna yang lebih cepat, perbaikan produk secara terus-menerus (iterasi), serta umumnya penjualan yang lebih baik. Perbaikan produk yang dilakukan secara terus-menerus diolah dari data umpan balik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/apa-itu-agile-product-management/">Apa itu Agile Product Management?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="2a38">Menurut hotjar.com,&nbsp;<em>agile product management&nbsp;</em>adalah pendekatan adaptif untuk perencanaan dan implementasi strategi produk di mana tim bekerja secara selaras untuk mencapai tujuan produk. Metode&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>dalam manajemen produk menerapkan proses umpan balik pengguna yang lebih cepat, perbaikan produk secara terus-menerus (iterasi), serta umumnya penjualan yang lebih baik. Perbaikan produk yang dilakukan secara terus-menerus diolah dari data umpan balik dan analisis terhadap pelanggan.</p>



<p id="930f">Jadi, apa perbedaan metode&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>dengan metode pengembangan produk tradisional?</p>



<p id="16db">Mulanya, proses pengembangan produk adalah sebuah proses yang sulit untuk diorganisir, terutama sebelum munculnya metode&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>seperti Scrum atau Kanban.</p>



<p id="9aed">Bayangkan apabila tim produk dan pengembangan berjalan sendiri-sendiri, tidak ada proses sinkronisasi, serta&nbsp;<em>project manager&nbsp;</em>melihat indikator keberhasilan atau perubahan hanya menjelang berakhirnya proses pengembangan. Proses seperti ini dikenal sebagai metode&nbsp;<em>waterfall,&nbsp;</em>memiliki kekurangan karena tidak memiliki fleksibilitas, tidak efisien dari segi proses, dapat menyebabkan inovasi produk menjadi terlambat, sehingga tidak memuaskan hasrat akan kebutuhan pelanggan. Lambat laun, metode&nbsp;<em>waterfall&nbsp;</em>semakin tidak relevan karena tidak dapat menciptakan produk digital yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks.</p>



<p id="5a88">Sedangkan, metode&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>dijalankan secara teratur yang memungkinkan terjadinya perubahan dengan lebih cepat. Sebab, umpan balik pengguna sangat dimaksimalkan dalam proses ini, sehingga pengembangan produk tercipta berkat kebutuhan pelanggan yang dapat diakomodasi. Metode&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>tidak menekankan perubahan besar yang terjadi dalam waktu singkat, melainkan peningkatan kecil yang terus-menerus untuk mencapai tujuan akhir yang lebih besar. Kemudian, menggunakan metode&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>dapat membuat tim bekerja dengan lebih kompak karena menuntut adanya kolaborasi, responsif terhadap adanya perubahan, serta lebih produktif.</p>



<p id="b840">Namun, tidak akan lengkap rasanya jika tidak membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari metode&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>ini.</p>



<p id="34a3"><strong>Kelebihan metode&nbsp;<em>agile:</em></strong></p>



<p id="eb27"><em>Agile&nbsp;</em>dirancang untuk dapat mengadopsi pendekatan iteratif. Artinya, fitur akan diperkenalkan secara satu-persatu sekaligus mengumpulkan data pelanggan. Dengan&nbsp;<em>agile,&nbsp;</em>tim akan merasa lebih mudah dalam membangun&nbsp;<em>Minimum Viable Product&nbsp;</em>(MVP) sebelum membuat produk secara ‘utuh’. Kemudian, saat sudah waktunya untuk mengerjakan fitur secara lengkap, tim juga dapat mengumpulkan tanggapan pengguna. Jadi, masukan dari pengguna dapat segera diaplikasikan ke proses pengembangan produk. Selanjutnya, alur kerja&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>mengarah untuk memperoleh siklus respon yang lebih cepat ketika ada hal-hal yang perlu segera ditingkatkan, misalnya ketika memperbaiki&nbsp;<em>bug&nbsp;</em>atau memperkenalkan fitur baru. Kemudian,&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>dinilai lebih fleksibel dan lebih cepat ketika akan merilis fitur baru. Sebab, pekerjaannya dilakukan lintas divisi dan kolaborasi secara terus-menerus antara tim pemasaran, penjualan, dan pengembangan.</p>



<p id="0d1e"><strong>Kekurangan metode&nbsp;<em>agile</em>:</strong></p>



<p id="5ee2">Metode ini merupakan proses pengembangan yang cukup kompleks karena membutuhkan persetujuan dalam alur kerjanya. Untuk itu, akan ada peluang risiko yang ‘tidak mulus’ apabila prosesnya tidak diatur secara matang mulai dari tahap awal. Kemudian, adanya perubahan yang dinamis dalam struktur organisasi dengan pengenalan alur kerja baru, SOP baru, dan lain-lain dapat menjadi hal yang ‘rumit’ bagi para anggota tim untuk dapat beradaptasi.&nbsp;<em>Agile&nbsp;</em>juga cenderung ‘tidak pasti’ atau kurang dapat diprediksi, misalnya kapan kamu akan mengetahui hasilnya karena iterasinya dilakukan secara spontan. Proses iterasi ini dapat mengambil&nbsp;<em>timeline&nbsp;</em>secara beberapa putaran dan perubahannya berlangsung dengan cepat sehingga akan lebih sulit untuk dapat mengukur kinerja atau kemajuan.</p>



<p id="eeb2">Jadi, seperti apa praktik manajemen produk yang diadopsi menggunakan metode&nbsp;<em>agile</em>?</p>



<p id="eb71">Yang pertama dan paling utama, adalah membangun strategi produk yang kuat. Ini dapat dimulai dengan membuat visi produk: seperti apa tujuan bisnis yang ingin diciptakan, bagaimana pengguna dapat menggunakan produk, serta dampak dan manfaat yang ingin dibuat dengan produk tersebut.</p>



<p id="e5e0">Selanjutnya, sebisa mungkin mengamati dan menganalisis&nbsp;<em>pain points&nbsp;</em>yang dialami oleh pelanggan. Jangan lupa untuk menelaah tentang ruang lingkup serta persaingan produk yang ada. Kamu dapat menggunakan survei serta membuat analisis pesaing untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya. Kemudian, setelah kamu melakukan riset pengguna dan riset pasar, kamu dapat membuat kondisi akhir yang ideal dari produkmu yang seharusnya lebih baik daripada produk pesaing. Dari situ, buatlah rencana untuk mencapainya dengan&nbsp;<em>timeline&nbsp;</em>yang disesuaikan serta realistis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p id="df6e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="60f7"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="f76e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/apa-itu-agile-product-management/">Apa itu Agile Product Management?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founder Gak Cuma Harus Jago Pitching, Tapi Juga Berjejaring</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founder-gak-cuma-harus-jago-pitching-tapi-juga-berjejaring/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2022 07:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7605</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau ditanya, apa saja sih, kesibukan sebagai&#160;founder? Ternyata, tidak hanya berkutat di urusan teknis saja ya, seperti membangun MVP, berkonsultasi dengan mentor,&#160;pitching,&#160;dan lain-lain. Tapi,&#160;founder&#160;juga punya tugas lain yang harus selalu dikembangkan, lho. Salah satunya adalah berjejaring. Karena, dengan mengembangkan jaringan, banyak manfaat yang bisa didapatkan. Misalnya memperluas pertemanan, mendapatkan informasi penting, hingga menunjang karir dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-gak-cuma-harus-jago-pitching-tapi-juga-berjejaring/">Founder Gak Cuma Harus Jago Pitching, Tapi Juga Berjejaring</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e032">Kalau ditanya, apa saja sih, kesibukan sebagai&nbsp;<em>founder</em>?</p>



<p id="6663">Ternyata, tidak hanya berkutat di urusan teknis saja ya, seperti membangun MVP, berkonsultasi dengan mentor,&nbsp;<em>pitching,&nbsp;</em>dan lain-lain. Tapi,&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;juga punya tugas lain yang harus selalu dikembangkan, lho. Salah satunya adalah berjejaring. Karena, dengan mengembangkan jaringan, banyak manfaat yang bisa didapatkan. Misalnya memperluas pertemanan, mendapatkan informasi penting, hingga menunjang karir dan bisnis. Menurut Herminia Ibarra dan Mark Lee Hunter dalam artikelnya yang dipublikasikan di Harvard Business Review, ada beberapa jenis jaringan yang umumnya digunakan pemimpin dalam mengembangkan karirnya. Berikut adalah penjelasannya:</p>



<p id="7669"><strong>Jaringan operasional</strong></p>



<p id="b55f">Jaringan ini diarahkan untuk melakukan tugas yang diberikan seseorang secara lebih efektif. Jaringan ini melibatkan hubungan yang lebih kuat dengan teman-teman yang berkaitan dengan pekerjaan. Dalam jaringan ini, pemimpin perlu membangun hubungan yang baik dengan orang-orang yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan mereka. Misalnya laporan langsung dengan atasan, teman-teman dalam unit operasional, tim internal lainnya, serta pihak luar seperti pemasok, distributor, dan pelanggan. Tujuan dari membina jaringan operasional ini adalah menyelesaikan kerja sama dan koordinasi di antara orang-orang terkait dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada.</p>



<p id="c046"><strong>Jaringan pribadi</strong></p>



<p id="5962">Jaringan ini berhubungan dengan orang lain dari luar organisasi untuk belajar dan menemukan peluang demi kemajuan pribadi. Contohnya adalah ketika bergabung dengan asosiasi profesional, kelompok alumni, klub, hingga komunitas yang sesuai dengan minat pribadi. Tujuannya agar mendapatkan perspektif dan ilmu baru yang memungkinkan individu untuk maju dalam karir. Memperluas lingkaran perkenalan pribadi dapat memberikan manfaat seperti mendapat rujukan, informasi, hingga dukungan pengembangan seperti adanya pembinaan atau pendampingan. Jaringan pribadi umumnya punya sifat tidak terikat dan eksternal, contohnya berhubungan dengan orang-orang yang punya kesamaan dengan kita.</p>



<p id="716f"><strong>Jaringan strategis</strong></p>



<p id="e431">Jaringan ini berhubungan dengan pelayanan dan tujuan bisnis. Seorang pemimpin yang ada di jaringan ini punya tujuan untuk mendapatkan peluang baru bagi peningkatan perusahaan. Maka, jaringan strategis adalah tingkat yang paling tinggi dan seseorang yang bisa naik ke jaringan ini artinya dapat melalui ujian kepemimpinan. Untuk dapat mengembangkan jaringan ini adalah&nbsp;<em>leverage</em>, yaitu mengumpulkan informasi, dukungan, dan sumber daya dari satu sektor jaringan untuk mencapai hasil di sektor lain. Contoh nyata dari jaringan ini adalah dapat meyakinkan satu orang dalam jaringan untuk mendapatkan orang lain yang tidak ada dalam jaringan.</p>



<p id="c8de">Selanjutnya, salah satu cara yang sangat baik dalam membangun jejaring adalah dengan mengikuti kegiatan atau&nbsp;<em>event&nbsp;</em>yang berkaitan dengan startup. Contohnya dengan mengikuti Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, kamu bisa mendapatkan pertemanan dengan para&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;hingga para mentor yang ahli di bidangnya. Program ini adalah pembinaan untuk kamu yang ingin membuat solusi teknologi untuk berbagai permasalahan di Indonesia lewat startup digital. Tidak hanya itu saja, kamu bisa mendapatkan wawasan, bimbingan, serta jaringan dari ekosistem startup digital seluruh Indonesia. Caranya bagaimana? Kamu bisa unduh aplikasi 1000 Startup Digital lewat Google Play Store atau App Store. Dapatkan akses ke ratusan video, artikel, dan kelas tentang dasar-dasar mendirikan startup dari nol. Jangan lupa ajak teman-teman startupmu yang lain, ya!</p>



<p id="211a"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="a6a4"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="7e06"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-gak-cuma-harus-jago-pitching-tapi-juga-berjejaring/">Founder Gak Cuma Harus Jago Pitching, Tapi Juga Berjejaring</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inovasi vs Konsistensi? Sebenarnya Ini yang Konsumenmu Butuh</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/inovasi-vs-konsistensi-sebenarnya-ini-yang-konsumenmu-butuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2022 06:42:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7572</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai pendiri&#160;startup&#160;baru, pernahkah kamu terinspirasi dan takjub akan inovasi dan kesuksesan yang nampak sangat singkat dari pendahulumu? Tentu saja sebagai&#160;outsider, kesuksesan dari inovasi produk dan terobosan yang dipublikasikan secara besar-besaran itu terlihat sebagai jalan keluar menuju popularitas dan&#160;revenue&#160;di mata orang awam. Namun rupanya, untuk menganalisis kebutuhan pasar, dibutuhkan kepekaan yang tinggi tentang apa yang sebenarnya&#160;user&#160;kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/inovasi-vs-konsistensi-sebenarnya-ini-yang-konsumenmu-butuh/">Inovasi vs Konsistensi? Sebenarnya Ini yang Konsumenmu Butuh</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e995">Sebagai pendiri&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>baru, pernahkah kamu terinspirasi dan takjub akan inovasi dan kesuksesan yang nampak sangat singkat dari pendahulumu? Tentu saja sebagai&nbsp;<em>outsider</em>, kesuksesan dari inovasi produk dan terobosan yang dipublikasikan secara besar-besaran itu terlihat sebagai jalan keluar menuju popularitas dan&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;di mata orang awam.</p>



<p id="ca24">Namun rupanya, untuk menganalisis kebutuhan pasar, dibutuhkan kepekaan yang tinggi tentang apa yang sebenarnya&nbsp;<em>user</em>&nbsp;kamu butuhkan. Ini dia yang harus kamu pahami supaya terhindar dari bias yang tidak diperlukan:</p>



<p id="0219"><strong>Perbedaan Fitur dan Solusi</strong></p>



<p id="e4d8">Fitur baru tidak selalu dibutuhkan pengguna, namun solusi akan selalu dicari. Ada anggapan bahwa sebagai pengusaha, seringkali kita fokus pada perspektif pengusaha, dan kehilangan perspektif pengguna. Ketika kita terlalu berfokus pada perspektif tersebut dan mengabaikan kebutuhan pengguna, maka akan ada&nbsp;<em>cost</em>&nbsp;yang terbuang dari inovasi-inovasi yang sebenarnya tidak, atau belum mereka butuhkan.</p>



<p id="4eac">Bukan tugas pengguna untuk menerjemahkan inovasi menjadi sebuah solusi, sebab mereka pasti akan membeli produk sesuai dengan kebutuhan mereka. Mustahil memaksakan pengguna untuk menghabiskan waktu mereka untuk menggunakan produkmu sampai cocok dengan permasalahan mereka. Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa tangga; dalam kesusahan pun masih dipaksa berpikir.</p>



<p id="a1d0">Maka dari itu, jadilah produk yang&nbsp;<em>user friendly</em>&nbsp;dan ikuti terus perkembangan serta</p>



<p id="db35"><em>demand</em>&nbsp;dari pasarmu.</p>



<p id="28d6"><strong>Jangan Hanya Membuat&nbsp;<em>Product Roadmap</em>, namun Juga&nbsp;<em>Solution Roadmap</em></strong></p>



<p id="7960">Jika kamu terus-menerus memaksakan fitur baru pada ladang yang salah, tidak hanya waktu yang akan kamu buang, namun juga dana dari perusahaanmu (contoh: saat membuat MVP atau prototipe).</p>



<p id="e802">Maka, ciptakanlah&nbsp;<em>solution roadmap</em>&nbsp;pada produkmu secara keseluruhan, dan gunakanlah perspektif pengguna. Ajak tim produk untuk melakukan riset dan libatkanlah pengguna setiamu untuk menyuarakan kebutuhan mereka akan produkmu.&nbsp;<em>Solution roadmap&nbsp;</em>akan menjadi penuntun kamu dalam menciptakan&nbsp;<em>product roadmap</em>&nbsp;yang lebih efektif dan memiliki daya jual.</p>



<p id="a9be">Terbuai dengan&nbsp;<em>feedback</em>&nbsp;dari pengguna pun tidak baik. Evolusikanlah produkmu hingga bisa terus mengikut perkembangan penggunamu. Sehingga,&nbsp;<em>updates</em>&nbsp;dari fitur atau produk yang kamu miliki tidak harus menuntutmu untuk menciptakan produk baru secara terus-menerus. Manfaatkan saat-saat MVT dan catat dengan seksama bagaimana penggunamu menanggapi fitur-fiturmu. Ingat untuk tidak tenggelam dalam pujian dan kepuasan sesaat.</p>



<p id="c080"><strong>Tidak Hanya Solutif, namun Juga Komunikatif</strong></p>



<p id="6e16">Setelah meluncurkan sebuah fitur yang solutif dan benar-benar dibutuhkan pengguna pun, masih banyak pengguna yang sebenarnya butuh produkmu, namun mereka tidak menyadarinya. Maka dari itu, buatlah&nbsp;<em>copywriting</em>&nbsp;yang membuat mereka merasa ‘terpanggil’ dan ‘diikutsertakan’, dibanding hanya&nbsp;<em>hard-selling</em>&nbsp;yang memanggil dengan kata kunci ‘sekarang’ atau ‘segera’ (contoh: Belilah Sekarang!, Segera Lakukan Pembayaran!).</p>



<p id="58a1">Gunakanlah&nbsp;<em>copywriting</em>&nbsp;yang komunikatif dan kolaboratif, seperti “10 Menit Sampai, Pengiriman Express Permudah Rutinitasmu” atau “Sudah Jalan Berapa Langkah Hari Ini?”. Buat penggunamu merasa bahwa mereka ‘diajak’ dan ‘butuh’ akan produkmu.</p>



<p id="fc92">Lakukanlah riset dan kenali tren-tren diksi masa kini, supaya produkmu juga tidak terlihat usang dan selalu&nbsp;<em>relatable</em>&nbsp;dengan keadaan demografi pelangganmu.</p>



<p id="cee3">Ada banyak hal yang harus kamu perhatikan dalam menciptakan sebuah produk. Penting bagi kamu untuk terus berkembang dan mendengarkan kebutuhan penggunamu, sambil terus menciptakan sesuatu yang sesuai dengan panggilanmu. Semangat ya!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/inovasi-vs-konsistensi-sebenarnya-ini-yang-konsumenmu-butuh/">Inovasi vs Konsistensi? Sebenarnya Ini yang Konsumenmu Butuh</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lakukan 7 Hal Ini Agar Proses Mentoring Membuahkan Hasil</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/lakukan-7-hal-ini-agar-proses-mentoring-membuahkan-hasil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2022 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada beberapa hal yang bisa mendukung&#160;mentoring&#160;agar lebih efektif, efisien, dan berjalan dengan nyaman. Mari kita bahas satu per satu! Membangun sebuah bisnis atau startup tentu akan lebih baik jika kamu memiliki orang yang berpengalaman untuk menuntunmu. Bisa jadi, mereka adalah kolega, teman, atasan, bahkan mungkin keluargamu? Siapa pun itu, kamu bisa jadikan salah satunya sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/lakukan-7-hal-ini-agar-proses-mentoring-membuahkan-hasil/">Lakukan 7 Hal Ini Agar Proses Mentoring Membuahkan Hasil</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="fea5">Ada beberapa hal yang bisa mendukung&nbsp;<em>mentoring</em>&nbsp;agar lebih efektif, efisien, dan berjalan dengan nyaman. Mari kita bahas satu per satu!</p>



<p id="2e4b">Membangun sebuah bisnis atau startup tentu akan lebih baik jika kamu memiliki orang yang berpengalaman untuk menuntunmu. Bisa jadi, mereka adalah kolega, teman, atasan, bahkan mungkin keluargamu? Siapa pun itu, kamu bisa jadikan salah satunya sebagai mentor. Seorang mentor dapat mendukung, mengembangkan keterampilan, sampai meningkatkan kinerjamu agar tujuan akhirmu tercapai.</p>



<p id="9939">Kalau kamu sudah menemukan mentor yang tepat, langkah selanjutnya adalah lakukan pendampingan (<em>mentoring</em>) secara berkala. Ada beberapa hal yang bisa mendukung&nbsp;<em>mentoring&nbsp;</em>agar lebih efektif, efisien, dan berjalan dengan nyaman.</p>



<p id="08e7"><strong>1. Buatlah suasana santai &amp; hindari penggunaan kata ‘mentor’<br></strong>Saat akan ‘melamar’ seseorang untuk dijadikan mentor, coba mulai dengan ini,</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>“Halo, saya sedang mencoba untuk membuat XYZ, dan saya mendengar dari beberapa orang, kalau Anda mungkin dapat memberikan beberapa wawasan terkait hal tersebut. Mungkin Anda ada waktu bertemu untuk minum kopi? ”</em></p></blockquote>



<p id="09a4">Kamu bisa sampaikan juga hal-hal rinci yang mau kamu capai. Dengan begitu, keseriusanmu akan lebih terlihat, membuat mentor merasa memiliki keahlian luar biasa dan sedang dicari secara proaktif.</p>



<p id="1e69"><strong>2. Jangan menganggap&nbsp;<em>mentoring</em>&nbsp;seperti transaksi<br></strong>Jika kamu tidak hati-hati,&nbsp;<em>mentoring&nbsp;</em>bisa terasa berat sebelah. Kamu sering duduk dengan mentor, membelikan mereka kopi atau makanan, kemudian ‘mengunduh’ kebijaksanaan dan ilmu mereka. Kalau terus seperti itu, hubunganmu dengan mentor lambat laun akan semakin kaku dan menjadikannya sebatas hubungan profesional.</p>



<p id="2800">Cara terbaik untuk mencegahnya harus kamu lakukan dari pertemuan pertama. Kamu bisa memperdalam hubungan pribadi dan jangan memulainya dengan bisnis. Luangkan waktu untuk memahami jalur karier, tujuan, harapan, ketakutan, dan gaya hidup satu sama lain.</p>



<p id="7dbb"><strong>3. Selalu datang dengan membawa pertanyaan<br></strong>Mentor akan lebih senang jika kamu mengirimkan hal yang ingin diskusikan sebelumnya. Kamu bisa membuat daftar pertanyaan, Google Docs yang memungkinkan mentor untuk berkomentar dan mengajukan pertanyaan mereka sendiri tentang apa yang telah diuraikan, atau mungkin&nbsp;<em>slide deck</em>.</p>



<p id="9432">Idealnya, dalam setiap&nbsp;<em>mentoring&nbsp;</em>kamu datang dengan satu topik dan daftar pertanyaan singkat (3–5) yang akan memberi mentor kejelasan akan apa yang kamu butuhkan terkait topik tersebut.</p>



<p id="794a"><strong>4. Tanyakan&nbsp;<em>blind spot</em>&nbsp;pada setiap masalahmu<br></strong>Pengalaman memberi mentor sudut pandang berbeda dalam melihat banyak hal yang mungkin belum mampu kamu lihat. Mentor telah melihat bagaimana segala sesuatunya berjalan dan dapat mengenali pola dengan lebih mudah. Dengan begitu, kamu bisa tanyakan dan meminta saran atas permasalahan yang sedang kamu hadapi. Mungkin saja, mentormu pernah mengalami hal serupa dan memiliki cara terbaik untuk menghadapi masalah tersebut.</p>



<p id="3727"><strong>5. Usahakan untuk jujur dan transparan<br></strong>Ini sangat penting dilakukan antar kamu dan mentor. Jika merasa tidak nyaman untuk saling terbuka dalam membagikan informasi penting,&nbsp;<em>mentoring&nbsp;</em>tentu tidak akan berhasil. Ketika informasi yang kamu berikan tidak banyak dan lebih memilih untuk bungkam dalam beberapa situasi, mentor akan kesulitan membaca yang tersirat dan memberikan saran. Dalam hal ini kepercayaan dan sikap untuk saling menghormati memang harus dibangun.</p>



<p id="2f60"><strong>6. Fokus pada eksekusi<br></strong>Agar setiap&nbsp;<em>mentoring&nbsp;</em>menghasilkan progres, kamu perlu berkomitmen untuk melaksanakan apa yang mentor katakan. Dengan poin-poin diskusi yang ada, tanyakan “apa langkah selanjutnya?”, “apa yang sebaiknya dilakukan?”, “ bagaimana caranya agar bisa mencapai itu?” Dengan begitu, akan ada dorongan agar kamu menyelesaikan sesuatu.</p>



<p id="8fe3">Ketika bertemu lagi pada sesi berikutnya, kamu bisa mulai dengan melaporkan hal-hal yang sudah berhasil kamu lakukan. Kamu juga dapat menyampaikan kendala dan evaluasi terhadap eksekusi yang sudah dijalani.</p>



<p id="d91d"><strong>7. Usahakan punya beberapa mentor<br></strong>Pada saat tertentu, ketika masalah yang kamu hadapi cukup besar, penting untuk memiliki sejumlah perspektif dari orang-orang ahli yang kamu percaya. Maka dari itu, sebaiknya kamu melibatkan 2–3 mentor untuk mendukung perjalananmu membangun startup. Berkonsultasi dengan beberapa orang akan membuatmu semakin melihat satu hal secara lebih luas. Tiap tanggapan mentor bisa saling melengkapi, olah hal tersebut dan manfaatkan dengan sebaik mungkin.</p>



<p id="e344">Memiliki kesempatan untuk berbincang, berdiskusi, bahkan memecahkan masalah bersama dengan seorang ahli merupakan hal yang berharga. Mungkin tidak semua&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>atau pemilik bisnis mampu mencari dan mendapatkan orang yang tepat untuk dijadikan mentor. Maka dari itu, kalau kamu sudah menemukannya, jalin hubungan yang baik dan maksimalkan pontensi di setiap sesi&nbsp;<em>mentoring</em>.</p>



<p id="22d9">. . .</p>



<p id="74c3"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="3dcc"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6494"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/lakukan-7-hal-ini-agar-proses-mentoring-membuahkan-hasil/">Lakukan 7 Hal Ini Agar Proses Mentoring Membuahkan Hasil</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rencana Riset: Senjata Ampuh untuk Pengembangan Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rencana-riset-senjata-ampuh-untuk-pengembangan-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2021 04:59:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Research Plan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Development]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5154</guid>

					<description><![CDATA[<p>Riset yang baik adalah salah satu senjata rahasia yang harus ada pada startup. Sebab, untuk meluncurkan suatu produk yang bermanfaat bagi para penggunanya, riset yang matang sebelum produk tersebut diluncurkan adalah kuncinya. Rencana&#160;dan&#160;eksekusi&#160;riset yang matang adalah kombinasi sempurna untuk menghasilkan produk yang efektif dan efisien bagi konsumen. Selain itu, rencana riset juga digunakan untuk mengevaluasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rencana-riset-senjata-ampuh-untuk-pengembangan-startup/">Rencana Riset: Senjata Ampuh untuk Pengembangan Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*1YwJ2oDr3n5_oZT8HrQ1tw.jpeg" alt=""/></figure></div>



<p id="0445">Riset yang baik adalah salah satu senjata rahasia yang harus ada pada startup. Sebab, untuk meluncurkan suatu produk yang bermanfaat bagi para penggunanya, riset yang matang sebelum produk tersebut diluncurkan adalah kuncinya.</p>



<p id="33dd"><strong>Rencana</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>eksekusi&nbsp;</strong>riset yang matang adalah kombinasi sempurna untuk menghasilkan produk yang efektif dan efisien bagi konsumen.</p>



<p id="4f74">Selain itu, rencana riset juga digunakan untuk mengevaluasi poin-poin konsep dari pembentukan suatu startup.</p>



<p id="d118">Rencana riset terbagi menjadi tiga langkah utama, yaitu:</p>



<p id="7bba"><strong>1.</strong>&nbsp;<strong>Tentukan Tujuan Utama Riset</strong></p>



<p id="1d2b">Menentukan tujuan riset yang jelas adalah hal penting yang harus dilakukan sebelum melakukan riset. Sebab, tujuan riset yang jelas juga akan membuat kita lebih fokus pada pertanyaan yang akan membantu kita sehingga proses riset juga akan jauh dari kendala.</p>



<p id="11f0"><strong>2.</strong>&nbsp;<strong>Tentukan Sumber Riset yang Reliabel dan Terpercaya</strong></p>



<p id="f7d3">Selain tujuan riset awal yang jelas harus ditentukan, mencari sumber-sumber terpercaya agar riset tetap terjamin kualitasnya juga harus dilakukan. Pencarian Informasi terkait riset, menentukan siapa yang akan menjadi objek riset juga harus reliabel prosesnya.</p>



<p id="277b"><strong>3.</strong>&nbsp;<strong>Evaluasi Temuan Anda</strong></p>



<p id="eb49">Ketika hasil riset telah ada, kita juga wajib untuk mengevaluasi hasil-hasil tersebut; bisa dengan metode&nbsp;<em>checklist&nbsp;</em>untuk menyortir mana hasil yang sudah sesuai dengan tujuan riset, dan mana hasil riset yang ternyata belum sesuai. Hal ini akan membantu kita untuk meminimalisir kesalahan yang besar.</p>



<p id="0d0c">Jadi, bagaimana? Sudahkah tiga langkah utama ini diterapkan? Jika belum, cobalah untuk berdiskusi dengan tim mu dalam membangun startup dan lihatlah proses perkembangan startup mu setelah menerapkan tiga langkah utama ini.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>Tulisan ini dibuat oleh Lutfi Kurniawan</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rencana-riset-senjata-ampuh-untuk-pengembangan-startup/">Rencana Riset: Senjata Ampuh untuk Pengembangan Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kamu Perlu Tahu: Menggali Insight Lewat Proses Sintesis</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kamu-perlu-tahu-menggali-insight-lewat-proses-sintesis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2021 04:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Design Research]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Synthesis]]></category>
		<category><![CDATA[User Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5128</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam&#160;design research,&#160;keterampilan membuat&#160;synthesis&#160;sangatlah diperlukan.&#160;Synthesis&#160;sendiri pada umumnya adalah merangkum intisari dari proses pengumpulan data yang berasal dari beberapa sumber.&#160;Synthesis&#160;atau dalam bahasa Indonesia disebut sintesis, adalah komposisi dari bagian atau elemen yang dapat membentuk satu kesatuan. Salah satu cara untuk membuat sintesis menggunakan&#160;affinity diagram&#160;atau diagram afinitas. Affinity diagram&#160;bertujuan untuk mengumpulkan gagasan, opini, masalah, yang semuanya berasal dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kamu-perlu-tahu-menggali-insight-lewat-proses-sintesis/">Kamu Perlu Tahu: Menggali Insight Lewat Proses Sintesis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*HKXoQbh66Q33Xdqr" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@joszczepanska?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Jo Szczepanska</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure>



<p id="7b7c">Dalam&nbsp;<em>design research,&nbsp;</em>keterampilan membuat&nbsp;<em>synthesis&nbsp;</em>sangatlah diperlukan.&nbsp;<em>Synthesis&nbsp;</em>sendiri pada umumnya adalah merangkum intisari dari proses pengumpulan data yang berasal dari beberapa sumber.&nbsp;<em>Synthesis&nbsp;</em>atau dalam bahasa Indonesia disebut sintesis, adalah komposisi dari bagian atau elemen yang dapat membentuk satu kesatuan. Salah satu cara untuk membuat sintesis menggunakan&nbsp;<em>affinity diagram&nbsp;</em>atau diagram afinitas.</p>



<p id="3b5d"><em>Affinity diagram&nbsp;</em>bertujuan untuk mengumpulkan gagasan, opini, masalah, yang semuanya berasal dari data verbal. Dalam&nbsp;<em>affinity diagram,&nbsp;</em>seluruh data verbal ini kemudian dibagi menjadi beberapa kategori sesuai dengan jenis kelompoknya.</p>



<p id="52c1"><em>For your information, affinity diagram&nbsp;</em>ini juga disebut dengan metode KJ, yang diambil dari penemunya yaitu Kawakita Jiro pada tahun 1960-an. Metode&nbsp;<em>affinity diagram&nbsp;</em>biasanya digunakan jika terdapat banyak masalah atau situasi yang&nbsp;<em>chaotic.&nbsp;</em>Dengan dilakukannya metode ini, harapannya dapat menghasilkan solusi dan strategi yang tepat dari seluruh pihak yang terlibat dalam organisasi.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*ttCYoov7E69DJVep" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@jamesponddotco?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">James Pond</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="4493">Sebelum memulai metode ini, ada beberapa hal yang perlu disiapkan lebih dulu,&nbsp;<em>nih,&nbsp;</em>antara lain&nbsp;<em>sticky notes,&nbsp;</em>alat tulis, karton manila atau permukaan yang luas untuk membuat klasifikasi kategori (bisa juga menggunakan papan tulis, meja yang luas, atau di lantai).</p>



<p id="6e67">Selain membutuhkan peralatan, ada beberapa&nbsp;<em>skills</em>&nbsp;yang dibutuhkan untuk mengubah data menjadi&nbsp;<em>insights</em>, beberapa diantaranya adalah:</p>



<p id="47cc">&#8211; Data yang akurat yang dikumpulkan dari proses&nbsp;<em>user research</em></p>



<p id="bc2f">&#8211; Pengetahuan tentang psikologi dan perilaku manusia</p>



<p id="0dc9">&#8211; Pengetahuan tentang domain (industri, bisnis terkait, dan produk)</p>



<p id="be17">&#8211; Empati</p>



<p id="9656">&#8211; Ketelitian untuk menganalisis data berulang kali</p>



<p id="fc1c">Supaya lebih ringkas,&nbsp;<em>affinity diagram&nbsp;</em>dapat disederhanakan melalui 4 tahap seperti berikut:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*-eCbqkjMhR52e6Km" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@olloweb?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Agence Olloweb</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="f72c">1. Meringkas Data</p>



<p id="6396">Dari setiap sesi diskusi yang sudah berjalan dan catatan yang sudah dikumpulkan, cari setiap poin dari seluruh informasi. Agar lebih fokus, kamu dapat menuliskan satu poin informasi dalam satu&nbsp;<em>sticky notes.&nbsp;</em>Usahakan tulis secara singkat namun mencakup satu masalah yang dibahas ke dalam satu&nbsp;<em>sticky notes.&nbsp;</em>Gunanya adalah agar nantinya kamu tidak kesulitan dalam mengelompokkan ke dalam beberapa kategori.</p>



<p id="1a8e">2. Menemukan Pola</p>



<p id="dda5">Setelah mengumpulkan keseluruhan informasi, baca satu per satu dari informasi yang tertulis di&nbsp;<em>sticky notes.&nbsp;</em>Pahami keseluruhan bagian dari setiap informasi yang ada, kemudian temukan pola yang saling berkaitan satu sama lain. Kelompokkan pola tersebut ke dalam beberapa kategori, contohnya saja kategori&nbsp;<em>pain points,&nbsp;</em>demografi,&nbsp;<em>workflow,&nbsp;</em>dan lain-lain. Contohnya adalah sebagai berikut:</p>



<p id="896c">Informasi yang ada di dalam&nbsp;<em>sticky notes&nbsp;</em>adalah:</p>



<p id="6764">&#8211; Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP)</p>



<p id="60d2">&#8211;&nbsp;<em>Job description&nbsp;</em>saling bertabrakan</p>



<p id="c79f">&#8211; Tidak adanya pelatihan karyawan</p>



<p id="12e2">&#8211; Perputaran uang lambat</p>



<p id="f534">&#8211; Jumlah karyawan sedikit</p>



<p id="bab6">&#8211; Bahan baku sering datang terlambat</p>



<p id="33e9">&#8211; Piutang yang macet</p>



<p id="4e2d">Dari sekumpulan informasi di atas, kita dapat menemukan pola yang saling berkaitan. Kemudian membaginya ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:</p>



<p id="c149">Kategori Sistem:</p>



<p id="e3b7">&#8211; Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP)</p>



<p id="fef3">&#8211;&nbsp;<em>Job description&nbsp;</em>saling bertabrakan</p>



<p id="227b">Kategori Sumber Daya Manusia:</p>



<p id="a13f">&#8211; Tidak adanya pelatihan karyawan</p>



<p id="9477">&#8211; Jumlah karyawan sedikit</p>



<p id="6209">Kategori Keuangan:</p>



<p id="001c">&#8211; Piutang yang macet</p>



<p id="7b6c">&#8211; Perputaran uang lambat</p>



<p id="f538">Kategori Operasional:</p>



<p id="7d0d">&#8211; Bahan baku sering datang terlambat</p>



<p id="ed2d">3. Membuat&nbsp;<em>Insights</em></p>



<p id="8bb3">Selanjutnya adalah langkah untuk membuat&nbsp;<em>insights.&nbsp;</em>Tips paling mudah untuk dapat menggali&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>adalah dengan mencermati dalam setiap kepingan data yang berbeda, apakah mereka saling berkaitan satu sama lain. Kemudian apa saja yang mendasari perilaku dan kebutuhannya. Lalu kamu dapat mengatur ulang&nbsp;<em>sticky notes&nbsp;</em>sebelumnya menjadi beberapa&nbsp;<em>insights.&nbsp;</em>Untuk memperjelas saat menggali&nbsp;<em>insights,&nbsp;</em>kamu bisa menggunakan&nbsp;<em>format&nbsp;</em>pertanyaan seperti ini:</p>



<p id="e921">(<em>User</em>) perlu (<em>Sesuatu</em>) untuk mencapai (<em>Tujuan</em>)</p>



<p id="fcad">Namun, bagaimana cara menggali&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>yang nantinya relevan dan berdampak pada hasil penelitian?</p>



<p id="698f">Memang&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>yang dihasilkan akan berbeda-beda pada setiap orang. Akan tetapi, kamu dapat mencoba menemukan&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>melalui beberapa perspektif seperti:</p>



<p id="26ad">&#8211;&nbsp;<em>Insights&nbsp;</em>yang digali merupakan ide baru yang sama sekali berbeda dan melawan asumsi lama</p>



<p id="78f7">&#8211;&nbsp;<em>Insights&nbsp;</em>merupakan kebutuhan dan masalah yang dialami oleh&nbsp;<em>user&nbsp;</em>dan tidak dapat diterjemahkan secara&nbsp;<em>verbal</em></p>



<p id="5bf3">&#8211;&nbsp;<em>Insights&nbsp;</em>adalah sekumpulan fakta-fakta yang tersembunyi, contohnya saja seperti bagaimana alur berpikir konsumen sebelum memutuskan untuk membeli produk.</p>



<p id="3f60">4. Mengubah<em>&nbsp;Insight&nbsp;</em>ke Format yang Sesuai</p>



<p id="f6a3">Setelah kamu menemukan&nbsp;<em>insights,&nbsp;</em>selanjutnya kamu dapat mengubahnya ke dalam format yang sesuai agar dapat dibaca oleh orang lain. Beberapa&nbsp;<em>output&nbsp;</em>yang umum dalam&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>adalah&nbsp;<em>user persona, journey map,&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>empathy map.</em></p>



<p id="2b57">Semoga dengan empat langkah di atas, dapat membantumu untuk membuat sintesis dan menggali&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>dari&nbsp;<em>user,&nbsp;</em>ya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Sofy Nito.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kamu-perlu-tahu-menggali-insight-lewat-proses-sintesis/">Kamu Perlu Tahu: Menggali Insight Lewat Proses Sintesis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makin Mudah Riset dengan Membuat Rencana User Research</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/makin-mudah-riset-dengan-membuat-rencana-user-research/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2021 04:46:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Research And Development]]></category>
		<category><![CDATA[User Experience]]></category>
		<category><![CDATA[User Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada yang bilang, gagal dalam perencanaan itu berarti merencanakan kegagalan. Langsung terjun ke user untuk minta feedback bagi produkmu tanpa merencanakan apa saja yang ingin dicari tahu dan apa langkah selanjutnya, itu bisa jadi tindakan yang membuang waktumu karena tidak jelas di awal dari apa yang ingin dicapai. Maka dari itu, saat akan melakukan riset, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/makin-mudah-riset-dengan-membuat-rencana-user-research/">Makin Mudah Riset dengan Membuat Rencana User Research</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ada yang bilang, gagal dalam perencanaan itu berarti merencanakan kegagalan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*8D8jSOIvtDAGGB35" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@diggitymarketing?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Diggity Marketing</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="589a">Langsung terjun ke user untuk minta feedback bagi produkmu tanpa merencanakan apa saja yang ingin dicari tahu dan apa langkah selanjutnya, itu bisa jadi tindakan yang membuang waktumu karena tidak jelas di awal dari apa yang ingin dicapai.</p>



<p id="85c7">Maka dari itu, saat akan melakukan riset, kamu membutuhkan rencana&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>(RUR). Sebenarnya, RUR ini seperti panduan atau kerangka awal yang dibentuk bersama oleh tim. Jadi, saat nanti eksekusi, tim internal punya satu panduan yang sama sehingga memudahkan jalannya proses riset.</p>



<p id="2602"><strong>Mengapa harus membuat RUR?</strong></p>



<p id="4698">Banyak kasus riset terjadi setelah 2–3 minggu&nbsp;<em>project&nbsp;</em>berjalan,&nbsp;<em>scope&nbsp;</em>akan berubah menjadi terlalu luas dan tidak sesuai dengan fokus yang menjadi sasaran penelitian. Hal ini tentu saja akan mengubah lanskap riset dan arahnya menjadi tidak jelas. Selain itu, kesalahan yang terjadi membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa dikoreksi sehingga&nbsp;<em>timeline&nbsp;</em>yang sudah ditetapkan bisa mundur. Oleh karena itu, dengan membuat panduan melalui RUR, diharapkan&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>yang dikerjakan akan sesuai dengan pelaksanaan karena kerangkanya sudah dirumuskan terlebih dahulu.</p>



<p id="4af7"><strong>Lantas, gimana sih, cara bikin RUR?</strong></p>



<p id="0a06">Yuk, kita cek dulu tahap-tahapnya!</p>



<p id="fd85">Penjelasan di bawah ini sekaligus bisa jadi&nbsp;<em>template&nbsp;</em>supaya kamu lebih mudah saat akan bikin RUR, ya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*4W6Lo8DscuZKYBXL" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@georgiadelotz?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Georgia de Lotz</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="c621">1. Latar Belakang</p>



<p id="65b2">Isinya sedikit penjelasan singkat tentang apa dan mengapa penelitian ini dilakukan. Ibarat sebuah bangunan, ini pondasi yang paling pertama harus dibahas oleh tim sebelum memulai riset.</p>



<p id="cf49">2. Anggota</p>



<p id="57bb">Kamu bisa menulis siapa saja orang yang terlibat di dalam riset. Contohnya anggota tim internal seperti desainer, programmer, dan lain-lain.</p>



<p id="d1b9">3. Tujuan Penelitian</p>



<p id="bc16">Biasa disebut dengan&nbsp;<em>objective,&nbsp;</em>atau hasil apa yang ingin dicapai dari riset. Pada intinya,&nbsp;<em>output&nbsp;</em>riset akan bisa terjawab dari tujuan penelitian yang sudah ditentukan di awal.</p>



<p id="e605">4. Metode Penelitian</p>



<p id="c58e">Metode penelitian yang tepat akan membantumu menjawab tujuan penelitian. Misalnya saja untuk mengevaluasi produk atau prototipe, maka menggunakan metode&nbsp;<em>usability testing.&nbsp;</em>Beberapa metode lain yang kerap digunakan untuk&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>adalah melakukan&nbsp;<em>interview,&nbsp;</em>mengisi kuesioner, atau melakukan&nbsp;<em>focus group discussion.</em></p>



<p id="9d5d">5. Tujuan Bisnis</p>



<p id="8f62">Di bagian ini, kamu bisa mengisikan&nbsp;<em>key performance indicator&nbsp;</em>(KPI) dari sisi bisnis yang terkena dampak dari&nbsp;<em>user research.&nbsp;</em>Misalnya saja&nbsp;<em>revenue&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>acquisition.</em></p>



<p id="a69d">6. Peserta</p>



<p id="443a">Tulis siapa saja target pesertamu. Jangan lupa juga tentukan demografi, geografi, dan juga&nbsp;<em>list user&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>non-user.</em></p>



<p id="b848">7. Panduan wawancara</p>



<p id="4853">Kamu dapat menuliskan daftar pertanyaan di bagian ini serta beberapa&nbsp;<em>rules&nbsp;</em>yang mendukung saat wawancara, ya.</p>



<p id="9613">8.&nbsp;<em>Timeline</em></p>



<p id="dfa4">Rentang waktu dimulainya riset hingga selesai</p>



<p id="4542">Agar kamu lebih mudah dalam menyusun RUR, kamu dapat&nbsp;<em>brainstorming&nbsp;</em>dengan&nbsp;<em>product owners, designer&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>programmer,&nbsp;</em>serta tim terkait. Pastikan bahwa kalian semua punya kesepakatan di awal dalam membuat RUR. Ini untuk menghindari terjadinya miskomunikasi yang dapat menjadi kendala saat riset.</p>



<p id="7209">Supaya kamu lebih&nbsp;<em>clear&nbsp;</em>dalam memahami penyusunan RUR, berikut adalah contohnya:</p>



<p id="4e73">Sebuah startup dengan nama ‘Makan Sayur’ menyediakan jasa jual beli sayur dan buah segar. Tim ‘Makan Sayur’ yang terdiri dari&nbsp;<em>researcher&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>designer&nbsp;</em>ingin melakukan riset tentang bagaimana konsumen menggunakan aplikasi untuk membeli sayur dan buah.</p>



<p id="a2e0">Latar Belakang:</p>



<p id="0852">Tim internal ingin mengetahui bagaimana alur konsumen mulai dari kehabisan sayur dan buah segar, memikirkan dimana harus membeli, hingga akhirnya memutuskan untuk belanja melalui aplikasi ‘Makan Sayur’&nbsp;<em>(customer journey).</em></p>



<p id="decc">Anggota:</p>



<p id="2907"><em>Product owner, designer, researcher, programmer</em></p>



<p id="1ac0">Tujuan Penelitian:</p>



<p id="d842">Memahami&nbsp;<em>customer journey&nbsp;</em>secara&nbsp;<em>end-to-end&nbsp;</em>saat mempertimbangkan, memilih, hingga membeli sayur dan buah lewat aplikasi.</p>



<p id="fab4">Metode Penelitian:</p>



<p id="6141">20 kali sesi wawancara, @60 menit</p>



<p id="e27d">Sesi&nbsp;<em>Jobs-to-be-Done</em></p>



<p id="4cf5">Tujuan Bisnis:</p>



<p id="e144">Tingkat retensi konsumen</p>



<p id="22cc">Peserta:</p>



<p id="54ab">n = 20 orang</p>



<p id="e1e6">10 orang&nbsp;<em>user</em></p>



<p id="038b">10 orang&nbsp;<em>non-user</em></p>



<p id="2f5e"><em>Gender&nbsp;</em>laki-laki dan perempuan</p>



<p id="7955">Panduan wawancara:</p>



<p id="d4f6"><em>List&nbsp;</em>pertanyaan dibuat terpisah namun, beberapa diantaranya menggunakan metode TEDW. TEDW adalah pertanyaan yang mampu mengulik jawaban yang deskriptif karena orang akan terpancing untuk bercerita:</p>



<p id="c9c6"><em>Tell me about…&nbsp;</em>(Ceritakan pada saya tentang…)</p>



<p id="f151"><em>Explain…&nbsp;</em>(Tolong jelaskan…)</p>



<p id="11cb"><em>Describe…&nbsp;</em>(Deskripsikan…)</p>



<p id="b8e1"><em>Walk me through…&nbsp;</em>(Bantu saya memahami….)</p>



<p id="4592">Timeline:</p>



<p id="0364">6 minggu untuk semua proses mulai dari mencari kandidat peserta, penelitian kualitatif, analisis, survei, hingga analisis kuantitatif.</p>



<p id="92c2">Setelah itu, jika dirasa perlu, kamu dapat menambahkan lampiran. Di dalamnya bisa memuat informasi yang ditentukan sebelum membuat RUR. Contohnya adalah daftar hipotesis awal atau pemetaan akan poin-poin asumsi. Kamu juga bisa menambahkan hasil&nbsp;<em>meetup&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>Minutes of Meeting&nbsp;</em>(MOM) yang memuat hasil diskusi penting atau beberapa pertimbangan terkait tentang riset.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Sofy Nito.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/makin-mudah-riset-dengan-membuat-rencana-user-research/">Makin Mudah Riset dengan Membuat Rencana User Research</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Hal Kunci dalam Perencanaan Kampanye Media Sosial</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/7-hal-kunci-dalam-perencanaan-kampanye-media-sosial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2021 08:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=4500</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siapa yang kini tak luput dari media sosial — kanal yang memiliki direktori lengkap dari setiap konsumen di planet ini? Bahkan indeks dan target pemasaran dapat ditentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, dan ratusan detail lainnya. Media sosial menghadirkan ruang yang begitu detail dan lengkap. Hidup kita kerap dimudahkan dengan adanya media sosial. Maka, ungkapan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/7-hal-kunci-dalam-perencanaan-kampanye-media-sosial/">7 Hal Kunci dalam Perencanaan Kampanye Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/7-kunci-kampanye-sosial-media-1024x682.png" alt="" class="wp-image-7004" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/7-kunci-kampanye-sosial-media-1024x682.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/7-kunci-kampanye-sosial-media-300x200.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/7-kunci-kampanye-sosial-media-768x512.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/7-kunci-kampanye-sosial-media.png 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p id="195c">Siapa yang kini tak luput dari media sosial — kanal yang memiliki direktori lengkap dari setiap konsumen di planet ini? Bahkan indeks dan target pemasaran dapat ditentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, dan ratusan detail lainnya.</p>



<p id="b77a">Media sosial menghadirkan ruang yang begitu detail dan lengkap. Hidup kita kerap dimudahkan dengan adanya media sosial. Maka, ungkapan ini rasanya begitu tepat: kita hidup di masa depan.</p>



<p id="30c9">Tetapi, tentu saja, dengan kekuatan besar datanglah tanggung jawab besar. Media sosial adalah alat. Sebaik apa pun alat yang tersedia, jika tak digunakan dengan baik hanyalah berujung hasil tak maksimal.</p>



<p id="b1be">Ketika berbicara tentang iklan media sosial, eksekusi adalah segalanya, dan sembilan puluh persen pekerjaan sesungguhnya terjadi&nbsp;<strong>sebelum&nbsp;</strong>iklan diluncurkan. Pelik, ya?</p>



<p id="683d">Nah, ada tujuh langkah yang perlu kamu lakukan sebelum meluncurkan kampanye media sosial agar pesanmu bisa sampai ke audiens yang diinginkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="f5d8"><strong>1. Ketahui apa tujuan kamu</strong></h2>



<p id="7d17">Meluncurkan kampanye media sosial tanpa menetapkan apa tujuan kamu selayaknya memulai perlombaan tanpa mengetahui apa yang sebenarnya sedang kamu perjuangkan. Bagaimana kamu tahu ke mana kamu pergi, atau kapan kamu sampai di sana? Atau seberapa cepat kamu harus berlari?</p>



<p id="6516">Saat kamu merencanakan kampanye, pastikan kamu mengambil waktu yang cukup untuk benar-benar mematangkan serta mengasah tujuan kampanye.</p>



<p id="324f">Semakin spesifik tujuan kamu, semakin mudah untuk mengetahui apakah kamu mencapai sasaran.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="23df"><strong>2. Ketahui metrik yang akan kamu telisik</strong></h2>



<p id="e8c7">Langkah kedua menuju periklanan media sosial yang sukses: memutuskan metrik mana yang akan kamu lihat untuk menentukan seberapa efektif kampanye kamu dalam mencapai tujuan kamu.</p>



<p id="36c1">Metrik yang harus diperhatikan tentu bervariasi dari satu platform ke platform lainnya. Secara umum, berikut adalah bucket utama yang dapat kamu lihat:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3b58"><strong><em>Reach</em></strong></h3>



<p id="1ae8">Jumlah total orang yang telah melihat iklan kamu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="140f"><strong><em>Engagement</em></strong></h3>



<p id="b713">Metrik ini sangat bergantung pada platformnya. Untuk Twitter, engagement dapat mencakup&nbsp;<em>likes</em>,&nbsp;<em>share</em>, retweet, komentar, dan banyak lagi. Metrik ini mengidentifikasi seberapa baik iklan kamu dianggap relevan oleh audiens seberapa sukses iklanmu setelah disebar di jagad maya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="eeb1"><strong><em>Link clicks</em></strong></h3>



<p id="5b7a">Jumlah orang yang menganggap penawaran di iklan kamu cukup menarik sehingga mereka siap mempelajari lebih lanjut.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d11f"><strong><em>Conversion</em></strong></h3>



<p id="8cbf">Untuk kampanye yang berfokus pada penjualan, ini adalah yang terbesar: berapa banyak audiens kamu yang mengikuti arahanmu sampai ke halaman pendaftaran atau pra-pemesanan?&nbsp;<em>Link clicks</em>&nbsp;dan konversi memberikanmu beberapa informasi yang cukup penting tentang kampanye kamu secara keseluruhan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="17b5"><strong>Biaya per akuisisi (BPA)/<em>Cost per Acquisition (CPA)</em></strong></h3>



<p id="df3d">Dalam hal metrik, CPA jelas merupakan angka yang ingin kamu lacak untuk mengawasi pengeluaran kampanye kamu. Semakin rendah biaya per akuisisi kamu, semakin hemat biaya kampanye kamu.</p>



<p id="0587">Ketika berbicara tentang metrik, ada hal yang perlu diingat: jangan kumpulkan data kampanye hanya demi ‘melihat’ angka. Gunakan data yang terkumpul sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya dan pembuatan keputusan yang mampu mengarah ke kesuksesan produk kamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e362"><strong>3. Identifikasi audiens kamu</strong></h2>



<p id="42b3">Ada tiga jenis audiens utama yang dapat kamu targetkan melalui iklan media sosial.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="de69"><strong><em>Retargeting</em></strong></h3>



<p id="0de6">Penargetan ulang mengacu pada pengguna yang sudah memiliki eksposur ke produk kamu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="4c5d"><strong><em>Lookalike</em></strong></h3>



<p id="fe05">Pengguna yang “terlihat” seperti pengguna produkmu, pengunjung situs web, atau audiens lain yang sudah kamu miliki.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="5058"><strong><em>Interests/demographics</em></strong></h3>



<p id="e613">Jika kamu membangun audiens kamu dari awal, atau mencoba mencari tahu siapa audiens kamu, di sinilah kamu bisa memulai. Luangkan waktu untuk mengasah beberapa karakteristik utama atau demografi dalam menentukan target pasar kamu. Kemudian, asah pesan kampanyemu agar memiliki kedekatan dengan audiens yang ingin kamu sasar.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d7c4"><strong>4. Siapkan kanal yang akan kamu pakai</strong></h2>



<p id="161b">Langkah selanjutnya dalam periklanan media sosial: memahami bagaimana media sosial memenuhi kebutuhan kampanye produkmu.</p>



<p id="b0b8">Strategi media sosial tidak berguna jika kamu tidak memiliki rencana lanjutan, seperti apa yang ingin kamu lakukan setelah pengguna mengklik tautan yang kamu berikan? Kamu perlu memastikan bahwa pesan kampanyemu senantiasa konsisten dengan narasi serta pesan yang kamu tekankan di kanal lain produkmu.</p>



<p id="a61e">Dengan kata lain: jika kamu merencanakan beberapa kampanye media sosial yang berbeda, buat beberapa variasi halaman atau kanal yang berbeda, tetapi tetap dengan pesan kampanye yang sejalan.</p>



<p id="6bea">Ingat: iklan media sosial kamu tidak berdiri sendiri. Iklanmu sesungguhnya menjadi bagian dari sistem ‘tata surya’ yang bergerak dan saling berkaitan di semesta pemasaran startup kamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4fad"><strong>5. Bijak dalam menentukan anggaran kamu</strong></h2>



<p id="b5e1">Ini adalah pertanyaan di benak setiap founder yang kekurangan uang: berapa banyak uang yang harus aku keluarkan untuk kampanye media sosial dan mendapatkan hasil yang ingin aku capai?</p>



<p id="8d75"><em>Well,&nbsp;</em>sebenarnya tidak ada aturan baku dan instan.</p>



<p id="fe9e">Hal utama yang perlu kamu ketahui tentang pembelanjaan iklan media sosial: pahami korelasi berapa banyak yang kamu belanjakan dan berapa lama kamu harus menjalankan kampanye sebelum kamu mendapatkan hasil yang berarti.</p>



<p id="212b">Satu hal yang harus dihindari: jangan berasumsi bahwa lebih banyak uang yang dihabiskan secara otomatis akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Terus uji dan mengoptimalkan saat kamu meningkatkan belanja iklan. Pastikan kamu mengalokasikan anggaran untuk iklan dan kampanye yang memberi hasil baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="16ca"><strong>6. Menjadi unik dan relevan adalah jalan ninja</strong></h2>



<p id="27e7">Pertanyaan di benak semua orang adalah: apa sebenarnya yang membuat kampanye dan iklan media sosial begitu bagus?</p>



<p id="1136">Dua ramuan utamanya adalah: relevansi dan keunikan iklan kamu.</p>



<p id="3ac4">Ingat, rentang perhatian audiens kini lebih pendek dari yang sudah-sudah. Jika tidak relevan, kamu membuang-buang waktu dan uang kamu.”</p>



<p id="0d18">Dengan begitu banyak produk yang bersaing untuk mendapatkan perhatian konsumen, kamu benar-benar harus menonjol.</p>



<p id="8f33">Kreativitas menjadi ramuan kedua terpenting agar produkmu mendapatkan perhatian pengguna. Tak hanya itu, kamu juga harus berpikir tentang bagaimana pesan kamu tersampaikan dengan baik.</p>



<p id="a7e3">Publikasikan kampanyemu ke publik, lalu lihat hasil dan reaksi terhadap kampanye tersebut.</p>



<p id="916e">Dua elemen terbesar yang harus diuji dan dioptimalkan dari waktu ke waktu adalah kreativitas dan konten iklan. Fokuslah pada dua hal tersebut saat merencanakan kampanyemu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="6bb4"><strong>7. Uji, Optimalkan, Ulangi</strong></h2>



<p id="eefe">Setelah kampanye media sosial naik tayang, pekerjaan sesungguhnya baru saja dimulai. Peluncurak kampanye hanyalah garis awal. Sekarang kamu harus benar-benar menjalankannya, menentukan seberapa keras kamu harus mendorong untuk melewatinya — dan bagaimana kamu perlu menyesuaikan diri agar tetap berada di jalur.</p>



<p id="46dc">Referensi:</p>



<p><a href="https://www.startups.com/library/expert-advice/planning-social-media-advertising-campaign-7-things-need-figure-first">https://www.startups.com/library/expert-advice/planning-social-media-advertising-campaign-7-things-need-figure-first</a></p>



<p id="block-ae0e7b55-96ec-4228-80aa-a769ba0ed720">. . .</p>



<p id="block-017d065a-d209-4ec4-8013-9eb573a31859"><em>— Tulisan dibuat oleh Sattwika Duhita</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/7-hal-kunci-dalam-perencanaan-kampanye-media-sosial/">7 Hal Kunci dalam Perencanaan Kampanye Media Sosial</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
