<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Produk Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/produk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/produk/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Apr 2024 08:33:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Produk Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/produk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kesulitan Cari Ide untuk Produk Baru? Coba Terapkan 5 Langkah Ini!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kesulitan-cari-ide-untuk-produk-baru-coba-terapkan-5-langkah-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2024 08:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap harinya, beragam produk digital bermunculan di internet. Di tengah banyaknya persaingan, mendapatkan ide produk yang segar menjadi tantangan tersendiri. Tidak jarang, kita menghabiskan banyak waktu untuk mencari ide di internet, tetapi tidak kunjung menemukan ide produk yang menarik. Daripada hanya berselancar di internet, ada 5 langkah yang bisa kamu terapkan untuk mendapatkan ide baru. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kesulitan-cari-ide-untuk-produk-baru-coba-terapkan-5-langkah-ini/">Kesulitan Cari Ide untuk Produk Baru? Coba Terapkan 5 Langkah Ini!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="22b4">Setiap harinya, beragam produk digital bermunculan di internet. Di tengah banyaknya persaingan, mendapatkan ide produk yang segar menjadi tantangan tersendiri. Tidak jarang, kita menghabiskan banyak waktu untuk mencari ide di internet, tetapi tidak kunjung menemukan ide produk yang menarik.</p>



<p id="b9f0">Daripada hanya berselancar di internet, ada 5 langkah yang bisa kamu terapkan untuk mendapatkan ide baru. Sebelum itu, kamu perlu memahami dulu apa yang dimaksud dengan ide produk yang “bagus”.</p>



<p id="57d8">Produk yang bagus adalah yang dapat menyelesaikan masalah target audiens. Sebelum mencari ide, kamu harus menentukan masalah yang ingin kamu selesaikan. Selain itu, produk juga harus mempunyai<em>&nbsp;Unique Selling Proposition</em>&nbsp;(USP) yang membuatnya menonjol dari produk pesaing. Misalnya, USP produkmu adalah fiturnya yang unik, harga yang bersahabat, atau kecepatan pengiriman. Jangan lupa, ide produkmu harus punya potensi keuntungan untuk jangka panjang.</p>



<p id="1819">Nah,sekarang mari kita dalami langkah-langkah mencari ide produk, dilansir dari foundr.com :</p>



<p id="cff7"><strong>1. Tanyakan konsumen.</strong></p>



<p id="a043">Pepatah mengatakan, konsumen selalu tahu apa yang terbaik. Mintalah konsumen untuk mengisi kuisioner, atau wawancarai mereka untuk menemukan masalah yang bisa kamu selesaikan lewat produk baru.</p>



<p id="0d2a">Kalau kamu belum mempunyai konsumen, mulailah dari mengidentifikasi target pasar. Kamu bisa memulai startup dibidang yang kamu sukai, loh. Misalnya, kamu gemar mendaki gunung dan ingin membuat produk untuk para pendaki. Untuk mencari ide, kamu bisa bergabung dalam komunitas pendaki&nbsp;<em>online,</em>&nbsp;komunitas&nbsp;<em>backpacker,&nbsp;</em>dan lainnya. Cermati percakapan di komunitas tersebut lalu catat permasalahan yang sering dihadapi oleh para pendaki.</p>



<p id="a225"><strong>2. Ikuti perkembangan tren.</strong></p>



<p id="d6e3">Kunjungilah website&nbsp;<em>e-commerce</em>&nbsp;atau media sosial, lalu cari tahu produk yang sedang naik daun. Coba amati, apa yang membuat produk tersebut sangat laris? Bisakah kamu membuat produk serupa yang lebih baik?</p>



<p id="fcf4">Perlu diingat, digitalisasi membuat tren berkembang cepat. Kalau kamu terlambat mengikuti tren, kamu berisiko menghabiskan uang untuk produk yang sudah tidak menarik di mata konsumen.</p>



<p id="f2ea"><strong>3. Jangan takut untuk “mencuri” ide.</strong></p>



<p id="05f0">Di era serba ada ini, kamu tidak perlu memikirkan ide yang benar-benar original. Maksudnya, kamu bisa mencontoh produk orang lain, lalu tirulah dan modifikasi produk tersebut agar bisa lebih baik lagi.</p>



<p id="cfd6">Ketika membuat mobil listrik, Elon Musk sebenarnya tidak memiliki ide awal yang revolusioner. Dia membuat mobil dengan model yang sudah populer selama bertahun-tahun. Bedanya, dia memodifikasi mobil menjadi elektrik, sehingga berhasil mendapatkan perhatian konsumen dari berbagai negara.</p>



<p id="6222"><strong>4. Temukan masalahmu sendiri.</strong></p>



<p id="7103">Salah satu cara terbaik mencari ide adalah bertanya kepada diri sendiri. Kesulitan apa yang baru-baru ini kamu hadapi? Jangan meremehkan masalahmu, karena bisa jadi ada banyak orang yang mengalami masalah sepertimu. Mengubah masalahmu menjadi solusi adalah cara mencari ide dengan cepat tanpa perlu riset yang intensif.</p>



<p id="e6df">Coba lihat awal mula berdirinya Airbnb. Berawal dari kesulitan Joe Gebbia dan Brian Chesky untuk membayar uang sewa rumah, mereka memutuskan untuk menyewakan kasur angin di ruang tamu mereka kepada peserta konferensi di San Francisco. Hari berikutnya, mereka langsung membuat website. Enam hari kemudian, mereka sudah memiliki tiga orang penyewa!</p>



<p id="7baf"><strong>5. Eksperimen dengan<em>&nbsp;tools</em>&nbsp;AI.</strong></p>



<p id="0af4">Memang, AI (<em>Artificial Intelligence</em>) tidak bisa menggantikan peran&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;dalam berpendapat. Tapi setidaknya, kamu bisa mendapatkan bantuan dalam proses validasi ide produkmu.</p>



<p id="8509">Cobalah bertanya kepada ChatGPT tentang produk potensial di industri yang kamu minati. Lakukan percakapan dengan ChatGPT hingga kamu berhasil mengerucutkan ide produk. Kemudian, mintalah masukan yang bisa membantumu memperjelas ide produk tersebut.</p>



<p id="3eaa"><em>Founder,</em> itulah beberapa langkah mencari ide produk yang segar dan solutif! Dari kelima langkah di atas, mana yang sudah kamu terapkan?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="45e1"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="09ed"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="92dc"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kesulitan-cari-ide-untuk-produk-baru-coba-terapkan-5-langkah-ini/">Kesulitan Cari Ide untuk Produk Baru? Coba Terapkan 5 Langkah Ini!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menghitung Biaya Akuisisi Pelanggan?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-menghitung-biaya-akuisisi-pelanggan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2022 06:08:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metrics]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8502</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertumbuhan bisnis pada startup dapat diukur dengan melacak aktivitas pemasaran serta penjualan dalam kanal digital. Pertumbuhan bisnis ini dapat berupa mencapai strategi&#160;digital marketing&#160;seperti&#160;ads, kampanye, dan lain-lain. Beberapa pertumbuhan ini harus diukur dan dilacak, apakah fungsinya sudah berjalan dengan maksimal atau perlu dilakukan evaluasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menghitung CAC (Customer Acquisition Cost) atau yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-menghitung-biaya-akuisisi-pelanggan/">Bagaimana Menghitung Biaya Akuisisi Pelanggan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="32c0">Pertumbuhan bisnis pada startup dapat diukur dengan melacak aktivitas pemasaran serta penjualan dalam kanal digital. Pertumbuhan bisnis ini dapat berupa mencapai strategi&nbsp;<em>digital marketing</em>&nbsp;seperti&nbsp;<em>ads</em>, kampanye, dan lain-lain. Beberapa pertumbuhan ini harus diukur dan dilacak, apakah fungsinya sudah berjalan dengan maksimal atau perlu dilakukan evaluasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menghitung CAC (<em>Customer Acquisition Cost</em>) atau yang disebut dengan biaya akuisisi pelanggan.</p>



<p id="92da">Dilansir dari metabeta.com,&nbsp;<em>Customer Acquisition Cost&nbsp;</em>(CAC) atau disebut dengan biaya akuisisi pelanggan merupakan metrik yang mengukur jumlah uang yang dikeluarkan perusahaan untuk mendatangkan pelanggan baru. CAC berguna bagi&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>untuk menelaah profitabilitas perusahaan dalam jangka waktu pendek dan panjang. Tidak hanya itu, CAC juga punya peran dalam proses pengambilan keputusan investor. CAC memiliki kaitan dengan metrik LTV (<em>Life Time Value</em>) yang memberikan investor wawasan tentang seperti apa laba atas investasi itu (<em>Return on Investment&nbsp;</em>atau ROI).</p>



<p id="33e5">Bagaimana cara menghitung CAC?</p>



<p id="e54a">(Total pengeluaran yang berhubungan dengan aktivitas penjualan + pemasaran) : jumlah pelanggan baru</p>



<p id="f01e">Pengeluaran ini termasuk dengan:</p>



<p id="8a80">&#8211; Gaji staf pemasaran &amp; penjualan (termasuk pajak gaji)</p>



<p id="a04c">&#8211; Biaya iklan</p>



<p id="4692">&#8211; Produksi kolateral pemasaran</p>



<p id="79b7">&#8211; Biaya perjalanan terkait penjualan (staf penjualan atau manajemen yang melakukan perjalanan ke klien atau pameran dagang)</p>



<p id="96b8">&#8211; Biaya untuk&nbsp;<em>subscribe tools&nbsp;</em>yang berhubungan dengan penjualan dan pemasaran</p>



<p id="ae28">Contohnya apabila startup mengeluarkan Rp20 juta untuk kegiatan pemasaran dan penjualan serta menghasilkan 200.000 orang pelanggan baru, maka CAC = Rp20 juta : 200.000 = Rp100</p>



<p id="eada">Kemudian, ada dua metrik lain yang punya kaitan erat dengan CAC serta memberikan wawasan yang lebih baik tentang kinerja perusahaan. Apa saja metrik tersebut?</p>



<p id="3d12"><strong>1. Rasio LTV:CAC</strong></p>



<p id="5491">Ini adalah rasio biaya dalam mengakuisisi satu pelanggan dan nilai yang dibawa pelanggan ke perusahaan selama masa pakainya. Untuk bisnis dengan model bisnis&nbsp;<em>subscription</em>, pelanggan yang pernah menang idealnya diharapkan untuk datang lagi. Maksudnya, kamu dapat memenangkan lebih banyak dari pelanggan tersebut, dengan sedikit biaya hingga nol untuk mendapatkannya.</p>



<p id="7bb7"><strong>2. CAC&nbsp;<em>payback</em></strong></p>



<p id="89f7">Dilansir dari metabeta.com, CAC merupakan jumlah waktu di mana bisnis memulihkan uang yang dihabiskan untuk mendapatkan pelanggannya. Contohnya kamu punya CAC $1.000 tetapi kamu mendapatkan $50/bulan dari pelanggan baru. Artinya, kamu membutuhkan waktu 20 bulan untuk memulihkan uang yang kamu keluarkan untuk mendapatkan pelanggan tersebut. Umumnya hal ini terlalu lama, sehingga CAC harus dipangkas agar lebih optimal.</p>



<p id="007b">Apa keuntungan yang didapatkan dengan mengetahui dan menghitung CAC? Proses penganggaran perusahaanmu akan lebih terstruktur. Kamu dapat membagi segmentasi dalam&nbsp;<em>funneling&nbsp;</em>yang digunakan untuk menggaet pelanggan. Misalnya Google Ads,&nbsp;<em>backlink, cold email,&nbsp;</em>dan lain-lain. Dari data tersebut, lacaklah satu-persatu. Maka, kamu dapat mengetahui mana yang memiliki kinerja lebih baik.</p>



<p id="afb1">Selanjutnya, rasio LTV:CAC memberikan informasi penting bagi pendiri dan investor tentang apa yang diharapkan dari ROI. Serta, memberi tahu kapan perusahaan akan mencapai BEP (<em>Break Even Point</em>) atau titik impas dan mulai memperoleh keuntungan.</p>



<p id="e17f">Ketika menghitung CAC, kamu harus mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi apakah CAC milikmu sudah tergolong sehat atau belum. Hal ini dipengaruhi oleh jenis model bisnis, tahap perusahaan, jenis industri, serta metrik penting lainnya yang berpengaruh pada CAC. Ketika kamu mulai membandingkan, cobalah untuk mengecek perusahaan yang serupa dengan perusahaanmu.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="a6aa"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="add6"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="110a"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-menghitung-biaya-akuisisi-pelanggan/">Bagaimana Menghitung Biaya Akuisisi Pelanggan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MoSCoW, Metode Sederhana untuk Menentukan Prioritas</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/moscow-metode-sederhana-untuk-menentukan-prioritas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2022 05:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8484</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyaknya tugas yang harus dilakukan untuk menyelesaikan proyek tak jarang membuatmu kewalahan. Guna mencegah hal tersebut, kamu bisa mencoba metode sederhana yang dapat membantumu menentukan prioritas, namanya metode MoSCoW. Apa itu metode MoSCoW? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di artikel Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang satu ini! Apa Itu Metode [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/moscow-metode-sederhana-untuk-menentukan-prioritas/">MoSCoW, Metode Sederhana untuk Menentukan Prioritas</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="fa4c">Banyaknya tugas yang harus dilakukan untuk menyelesaikan proyek tak jarang membuatmu kewalahan. Guna mencegah hal tersebut, kamu bisa mencoba metode sederhana yang dapat membantumu menentukan prioritas, namanya metode MoSCoW.</p>



<p id="dd37">Apa itu metode MoSCoW? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di artikel Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang satu ini!</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="1b0e">Apa Itu Metode MoSCoW?</h1>



<p id="92be">MoSCoW adalah metode yang digunakan untuk menentukan prioritas, urgensi, dan relevansi setiap tugas dengan membaginya ke dalam beberapa kategori, yaitu&nbsp;<em>must-have, should-have, could-have,&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>won’t have</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9603">Must Have</h2>



<p id="262b"><em>Must-have&nbsp;</em>adalah kategori pekerjaan yang wajib kamu selesaikan demi mencapai kesuksesan. Dengan mempertimbangkan apa saja yang harus dimiliki sejak awal, kamu jadi tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk berhasil mencapai target.</p>



<p id="e514">Beberapa faktor yang membedakan&nbsp;<em>must-have&nbsp;</em>dengan kategori lainnya yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Diferensiasi dicapai dengan memastikan produk atau layananmu dapat memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan.</li>



<li>Dilakukan untuk mencapai kesuksesan di pasar. Penting bagi kamu untuk mengetahui apa saja yang membuat pelanggan perlu membeli produk atau layananmu, caranya dengan menemukan strategi pemasaran yang tepat.</li>



<li>Agar kamu dapat berinteraksi dengan pelanggan sebelum dan sesudah pembelian.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading" id="f4e7">Should Have</h2>



<p id="c5d2">Berbeda dengan&nbsp;<em>must-have</em>,&nbsp;<em>should-have&nbsp;</em>lebih mengelompokkan pada pekerjaan yang di dalamnya memang penting, tapi tanpa ada pekerjaan tersebut pun proyekmu tetap bisa berfungsi dengan baik.</p>



<p id="10bf"><em>Should-have&nbsp;</em>juga tak kalah penting untuk membantu menambah&nbsp;<em>value&nbsp;</em>produk atau layananmu, hanya saja kurang penting untuk fungsionalitasnya. Kamu juga tidak harus segera menyelesaikannya dalam jangka waktu dekat.</p>



<p id="e59e">Oleh sebab itu, kamu perlu cermat dalam membuat daftar prioritas. Jika kamu memang perlu memprioritaskan fitur yang harus dimiliki atau jika sumber daya yang kamu miliki terbatas, kamu dapat menjadwalkan ulang fitur yang seharusnya kamu rilis saat ini untuk dirilis di waktu mendatang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2a78">Could Have</h2>



<p id="acf7"><em>Could-have&nbsp;</em>merupakan kategori pekerjaan yang bersifat opsional. Meskipun pekerjaan dalam kategori ini tidak dikerjakan, proyekmu tetap bisa selesai dengan baik. Namun, jika pekerjaan diselesaikan tepat waktu, maka pekerjaan ini bisa membuat proyekmu lebih baik lagi.</p>



<p id="5e03">Kategori ini merupakan bagian non-esensial dari produkmu yang akan berdampak lebih kecil jika tidak disertakan saat rilis. Kamu bisa menjadwalkan ulang mereka jika diperlukan perbaikan atau inovasi tapi butuh lebih banyak waktu dan sumber daya untuk bisa menyelesaikannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ffbb">Will Not Have (Won’t Have)</h2>



<p id="7a57">Terakhir ada kategori&nbsp;<em>won’t have&nbsp;</em>di mana berisi pekerjaan yang tidak akan dikerjakan setidaknya untuk saat ini. Beberapa pekerjaan yang termasuk di dalamnya akan diprioritaskan dalam proyek atau kesempatannya lainnya, tapi ada kemungkinan juga tidak akan dikerjakan sama sekali.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="e416">Kelebihan dan Kekurangan Metode MoSCoW</h1>



<p id="2766">Sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan metode MoSCoW, penting bagi kamu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu. Berikut ini kelebihan dan kekurangan metode MoSCoW:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d283">Kelebihan Metode MoSCoW</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Punya alasan yang lebih mendetail untuk menentukan prioritas karena sudah dibagi ke dalam 4 kategori. Selalu ada alasan yang jelas mengapa setiap tugas bisa masuk ke dalam kategori tertentu.</li>



<li>Adanya 4 kategori membuatmu lebih mudah dalam membagi prioritas. Metode penentuan prioritasnya sangat sederhana dengan memandang setiap tugas sebagai prioritas tinggi, sedang, atau rendah.</li>



<li>Menciptakan urutan prioritas yang jelas, sehingga kamu dapat mengetahui tugas mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Pembagian yang jelas juga membantumu untuk memberi gambaran kepada pemangku kepentingan tentang apa saja tugas yang benar-benar penting untuk pencapaian berikutnya.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading" id="c992">Kekurangan Metode MoSCoW</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Membuat semua hal jadi terlihat penting dan harus dilakukan.</li>



<li>Kurang membantu untuk memprioritaskan&nbsp;<em>backlog&nbsp;</em>produk yang bersaing dengan produk lain dengan banyak fitur yang sama pentingnya.</li>
</ul>



<p id="3590">Apakah kamu tertarik menggunakan metode MoSCoW untuk menyusun prioritas proyekmu? Dengan menggunakan metode MoSCoW, kamu jadi punya gagasan yang lebih baik tentang urgensi dan relevansi setiap tugas. Coba latihan membagi beberapa hal ke dalam 4 kategori MoSCoW mulai dari sekarang dan lihat hasilnya. Selamat mencoba.</p>



<p class="has-text-align-center" id="31bb">. . .</p>



<p id="a12e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="1eb7"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="2632"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/moscow-metode-sederhana-untuk-menentukan-prioritas/">MoSCoW, Metode Sederhana untuk Menentukan Prioritas</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mantapkan Ide Startupmu dengan Minimum Viable Testing</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mantapkan-ide-startupmu-dengan-minimum-viable-testing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2022 03:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Minimum Viable Testing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7357</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu melihat sebuah demo&#160;games&#160;atau sampel dari produk yang sedang digalang dananya di Kickstarter atau Indiegogo? Mungkin beberapa dari kamu pun cukup familiar dengan P.T atau&#160;Playable Trailer&#160;dari proyek Silent Hill yang tidak dilanjutkan oleh Hideo Kojima akibat selisih pendapatnya dengan Konami. Produk tersebut adalah bentuk dari&#160;Minimum Viable Product&#160;(MVP), yakni produk yang diluncurkan oleh sebuah&#160;startup&#160;untuk tes [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mantapkan-ide-startupmu-dengan-minimum-viable-testing/">Mantapkan Ide Startupmu dengan Minimum Viable Testing</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="7889">Pernahkah kamu melihat sebuah demo&nbsp;<em>games</em>&nbsp;atau sampel dari produk yang sedang digalang dananya di Kickstarter atau Indiegogo? Mungkin beberapa dari kamu pun cukup familiar dengan P.T atau&nbsp;<em>Playable Trailer</em>&nbsp;dari proyek Silent Hill yang tidak dilanjutkan oleh Hideo Kojima akibat selisih pendapatnya dengan Konami.</p>



<p id="8f6e">Produk tersebut adalah bentuk dari&nbsp;<em>Minimum Viable Product&nbsp;</em>(MVP), yakni produk yang diluncurkan oleh sebuah&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;untuk tes kelayakan jual dari produk atau jasa yang dipasarkan. Proses penyebaran dan pengumpulan data konsumen tersebut dinamakan&nbsp;<em>Minimum Viable Testing</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e5b3"><strong>Manfaat Minimum Viable Testing</strong></h2>



<p id="449e">Setiap bisnis perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang agar mendapatkan profit. Menurut Eric Ries (penulis dari The Lean Startup), MVP adalah “versi lain dari sebuah produk baru yang memberikan kesempatan bagi&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;untuk mempelajari dan mengumpulkan data yang dibutuhkan tentang&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;secara maksimal dengan usaha yang lebih sedikit”.</p>



<p id="c44f">Manfaat lain dari MVT adalah&nbsp;<strong>efisiensi waktu</strong>. Dengan melakukan MVT, banyak perusahaan mampu menghemat waktu dan mempercepat peluncuran produk. Dalam periode peluncuran MVP, di saat yang bersamaan,&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;tersebut telah mendapatkan publikasi dan pengguna potensial.</p>



<p id="68da"><strong>Menghemat pengeluaran</strong>&nbsp;merupakan pertimbangan lain yang bisa kamu pikirkan untuk melakukan MVT. Dengan hanya meluncurkan fitur-fitur utama dan terpenting yang ingin kamu tes secara langsung pada calon pengguna, kamu tidak harus memasukkan semua hal dalam MVPmu, yang prosesnya tentu memakan dana yang lebih besar.</p>



<p id="7df1">Salah satu contoh perusahaan yang sukses dengan MVT-nya adalah Uber. Sebelum berbasis aplikasi, Uber merupakan jasa transportasi berbasis web. Kesuksesan web tersebut membuat Uber berkembang menjadi salah satu layanan jasa transportasi terbesar di dunia.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3fd8"><strong>Cara Melakukan Minimum Viable Test yang Tepat Guna</strong></h2>



<p id="a541">Menurut Gagan Biyani (<em>founder</em>&nbsp;Udemy), ada&nbsp;<strong>tiga hal esensial</strong>&nbsp;yang harus diperhatikan oleh pendiri&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;dalam membuat&nbsp;<em>Minimum Viable Product</em>. Pertama, kamu harus menanyakan dua pertanyaan ini kepada diri sendiri:&nbsp;<em>apa yang bisa saya janjikan pada&nbsp;</em>customer<em>&nbsp;saya? Apa hal utama yang mereka cari dari produk saya?&nbsp;</em>Fokuslah kepada hal-hal yang simpel dan menyasar tepat kepada kebutuhan&nbsp;<em>target market</em>&nbsp;kamu.</p>



<p id="9a6c">Berikutnya, kamu harus mempersiapkan diri dan memperkirakan skenario terburuk apa saja yang bisa terjadi dengan&nbsp;<em>MVP</em>-mu. Apakah yang membuat hal ini tidak berhasil? Apa yang secara tiba-tiba bisa mengubah sistem yang sudah familiar dengan&nbsp;<em>startup</em>mu? Persiapkan pula rencana pemasaran yang solid dan kenali&nbsp;<em>target market</em>&nbsp;kamu agar tidak membuang waktu selama melakukan MVT.</p>



<p id="fff0">Terakhir, fokus pada inti utama produkmu. Gagan Biyani menyebutnya dengan ‘<em>atomic unit</em>’ dan mencontohkan Google, Amazon, serta Coinbase dengan&nbsp;<em>atomic unit&nbsp;</em>mereka masing-masing (mesin pencari, pembelian buku daring, dan transaksi kripto). Jika kamu bisa menjawab dengan singkat dan tepat mengenai&nbsp;<em>atomic unit</em>&nbsp;dari produkmu, maka sangat besar kemungkinan bahwa MVP yang akan kamu sebarkan ke konsumen potensial ini akan sukses dan tepat guna.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="f7da"><strong>Yang Harus Diperhatikan dalam Minimum Viable Testing</strong></h2>



<p id="b434">Sering kali, sebuah&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;tidak memilih fitur yang tepat untuk diuji ke publik karena terjebak dalam&nbsp;<em>mindset</em>&nbsp;‘<em>testing</em>’ dan ‘efisiensi’. Padahal, karena MVT sendiri melibatkan partisipan organik dengan potensi besar menjadi pengguna tetap produk/jasa kamu, sebaiknya maksimalkanlah kesempatan ini dan cermat dalam memilih apa yang ingin kamu sajikan kepada khalayak umum.</p>



<p id="722d">Kesalahan awam dalam MVT adalah tidak adanya titik tengah antara dua keputusan ini, yaitu&nbsp;<strong>meluncurkan fitur secara berlebihan&nbsp;</strong>dan&nbsp;<strong>terlalu sedikit menonjolkan fitur penting</strong>. Rundingkan baik-baik dengan tim&nbsp;<em>product</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>marketing</em>&nbsp;mengenai apa yang bisa menjadi&nbsp;<em>selling point</em>&nbsp;dari produkmu, karena siapa tahu, fitur itulah yang akan menonjol dan membuat pembeda bagi produkmu di mata masyarakat.</p>



<p id="b846">Ingat bahwa setiap keputusan bisnis perlu pertimbangan yang matang dan kesan pertama akan selalu membekas di hati calon konsumenmu. Jangan menyerah untuk terus berinovasi, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="6f4c"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="cd41"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="77ac"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mantapkan-ide-startupmu-dengan-minimum-viable-testing/">Mantapkan Ide Startupmu dengan Minimum Viable Testing</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MVP Dapat Membantu Kesuksesan Startupmu di Tahap Awal</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mvp-dapat-membantu-kesuksesan-startupmu-di-tahap-awal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2021 06:59:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=6731</guid>

					<description><![CDATA[<p>MVP adalah salah satu tahapan terpenting dan cukup menentukan&#160;lifecycle&#160;produk kamu loh, karena dapat memudahkan produkmu menembus pasar tanpa harus merogoh kocek yang besar. Sebentar, sebentar, jadi MVP itu apa sih? MVP yang dimaksud adalah&#160;Minimum Viable Product&#160;yaitu produk dengan fitur-fitur dasar yang belum terlalu canggih (minimalis), namun memiliki nilai guna yang cukup tinggi karena dapat menjawab [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mvp-dapat-membantu-kesuksesan-startupmu-di-tahap-awal/">MVP Dapat Membantu Kesuksesan Startupmu di Tahap Awal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*Uvapo1E2mCgNJexlbnbCFA.jpeg" alt=""/></figure>



<p id="2103">MVP adalah salah satu tahapan terpenting dan cukup menentukan&nbsp;<em>lifecycle</em>&nbsp;produk kamu loh, karena dapat memudahkan produkmu menembus pasar tanpa harus merogoh kocek yang besar.</p>



<p id="20f4">Sebentar, sebentar, jadi MVP itu apa sih? MVP yang dimaksud adalah&nbsp;<em>Minimum Viable Product</em>&nbsp;yaitu produk dengan fitur-fitur dasar yang belum terlalu canggih (minimalis), namun memiliki nilai guna yang cukup tinggi karena dapat menjawab kebutuhan pasar secara akurat.</p>



<p id="b959">Biasanya MVP ini digunakan untuk pengembangan produk, dengan tujuan untuk mengumpulkan&nbsp;<em>feedback</em>&nbsp;positif dan negatif dari&nbsp;<em>user</em>.&nbsp;<em>Feedback</em>&nbsp;ini nantinya bisa diolah untuk menghasilkan produk akhir yang pastinya lebih sempurna! Jadi ingat ya teman-teman MVP yang sedang dibahas itu bukan&nbsp;<em>Most Valuable Player</em>.</p>



<p id="8b91">Bagi beberapa&nbsp;<em>first-time</em>&nbsp;<em>founder</em>s, merealisasikan ide mungkin terlihat mudah. Nyatanya, banyak dari mereka yang gagal pada percobaan pertama. Menurut CB Insights, lebih dari 50% startup gagal pada 4 tahun pertama mereka. 42% gagal karena kurangnya kebutuhan pasar, 29% gagal karena kehabisan uang dan 14% gagal karena mengabaikan pelanggan.</p>



<p id="bf7f">Kalau kamu bertanya-tanya “Lalu korelasinya dengan tidak merogoh kocek yang besar tuh apa?”. Begini contoh mudahnya, kamu akan memasarkan produk dengan fitur canggih a, b, c, d, e yang ‘menurutmu’ sangat baik dan dibutuhkan oleh masyarakat, tanpa ‘cek ombak’ terlebih dahulu. Nyatanya setelah produk tersebut rilis, masyarakat hanya membutuhkan fitur a dan b saja dari produkmu. Akhirnya kamu seperti membakar uang untuk membuat fitur c, d, dan e. Lain halnya jika kamu membuat MVP terlebih dahulu, pastinya kamu bisa menghemat lebih banyak biaya, bukan?</p>



<p id="58e4">Para&nbsp;<em>founders</em>&nbsp;memang harus mempelajari proses MVP ini secara bertahap dan seringkali dihadapi dengan banyak kesulitan. Karena startup itu bersifat kontra-intuitif, kamu tidak bisa dan tidak boleh menebak-nebak, semuanya harus berdasarkan riset, riset, dan riset. Tenang, proses ini merupakan tantangan yang lumrah kok dalam mendirikan startup, dan memang harus kamu lalui, ngga akan nyesel kok.</p>



<p id="135c">Nah, berikut adalah hal-hal yang dapat membantu kesuksesan startupmu di tahap awal, namun seringkali diabaikan oleh para&nbsp;<em>first-time</em>&nbsp;<em>founder</em>s:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Mengenal&nbsp;<em>users</em>&nbsp;lebih dekat<br></strong>Salah satu prinsip inti dari model bisnis startup adalah&nbsp;<em>user-centered</em>, yaitu berfokus pada kebutuhan&nbsp;<em>users</em>&nbsp;atau pengguna. Kamu akan menghadapi banyak kesulitan jika mengabaikan kebutuhan&nbsp;<em>users</em>.&nbsp;<em>Product Development should go hand-in-hand with Customer Development</em>, keduanya memiliki kedudukan yang sama untuk menentukan kesuksesan startupmu.<br>Nah, MVP yang nantinya akan kamu buat memang bertujuan agar&nbsp;<em>Product Development&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>Customer Development&nbsp;</em>startupmu dapat berjalan secara beriringan.</li></ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“The Customer Development model is not a replacement for the Product Development model, but a companion.”<em>&nbsp;-Steve Blank.</em></p></blockquote>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Fokus pada satu sampai dua inti produk<br></strong>Metodologi Lean Startup menetapkan bahwa produk pada dasarnya adalah sekumpulan hipotesis yang belum teruji dan harus dikonfirmasi oleh pasar/<em>users</em>. Sebagai seorang&nbsp;<em>founders</em>, kamu mungkin memiliki banyak ide mengenai produk yang ingin kamu ciptakan. Namun — begitu kamu mencapai tahap MVP — kamu harus mempersempit ide-ide tersebut ke satu atau dua ide inti untuk produk yang akan kamu ciptakan nantinya. Dengan membuat MVP, kamu juga bisa meminimalisir risiko kerugian saat mengembangkan produkmu.</li></ul>



<p id="b32c">Sekarang sudah terbayang, kan, betapa pentingnya MVP ini untuk kesuksesan startupmu?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="c10f"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="dbf4"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="8d4f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p><meta charset="utf-8"><em>— Tulisan ini dibuat oleh </em>Nadja Pradya Tasynim.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mvp-dapat-membantu-kesuksesan-startupmu-di-tahap-awal/">MVP Dapat Membantu Kesuksesan Startupmu di Tahap Awal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mitos, Fakta, dan Pertimbangan Penting saat Membuat MVP</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mitos-fakta-dan-pertimbangan-penting-saat-membuat-mvp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2021 08:14:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[MVP]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekelompok anak muda membahas dan berdebat tentang ide startup serta rencana apa yang harus mereka eksekusi ke dalam MVP. Menimbang banyak hal dan memutuskan, fitur apa yang paling baik untuk dimasukkan ke produk, fitur mana yang tidak perlu dimasukkan, hingga menghabiskan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Familiar dengan situasi seperti ini? Kondisi di atas umum terjadi saat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mitos-fakta-dan-pertimbangan-penting-saat-membuat-mvp/">Mitos, Fakta, dan Pertimbangan Penting saat Membuat MVP</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.07.20.png" alt="" class="wp-image-5770" width="840" height="794" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.07.20.png 609w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.07.20-300x284.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.07.20-24x24.png 24w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Sekelompok anak muda membahas dan berdebat tentang ide <em>startup </em>serta rencana apa yang harus mereka eksekusi ke dalam MVP. Menimbang banyak hal dan memutuskan, fitur apa yang paling baik untuk dimasukkan ke produk, fitur mana yang tidak perlu dimasukkan, hingga menghabiskan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Familiar dengan situasi seperti ini?</p><p>Kondisi di atas umum terjadi saat <em>startup </em>memasuki fase membangun MVP. Namun, apakah mereka sebenarnya sudah mengetahui dan memahami tentang MVP? Seringkali, <em>startup </em>terjebak dalam mitos tentang MVP seperti:</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-14.59.59.png" alt="" class="wp-image-5763" width="841" height="319" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-14.59.59.png 622w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-14.59.59-300x113.png 300w" sizes="(max-width: 841px) 100vw, 841px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Padahal, faktanya</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.00.50.png" alt="" class="wp-image-5764" width="842" height="320" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.00.50.png 622w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.00.50-300x114.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Ya, MVP adalah proses yang dilakukan berulang-ulang hingga tercapai sebuah hasil yang bisa digunakan oleh calon pelanggan. Dilansir dari ycombinator.com, berikut adalah beberapa pertanyaan yang layak dipertimbangkan saat membangun MVP:</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="638" height="535" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.01.38.png" alt="" class="wp-image-5765" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.01.38.png 638w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.01.38-300x252.png 300w" sizes="(max-width: 638px) 100vw, 638px" /></figure>



<p>Saat kamu membangun produk atau layanan, pasti akan ada banyak asumsi. Misalnya, kamu berasumsi sudah mengetahui apa saja yang dicari oleh pengguna, seperti apa desain yang tepat, bagaimana pemasaran dijalankan, model bisnis apa yang paling cocok, dan lain-lain. Masalahnya, kamu tidak tahu asumsi mana yang salah, dan mana yang benar. Lantas, bagaimana cara mengetahuinya?</p>



<p>Ujilah asumsi dengan menempatkan produkmu di depan pengguna secepat mungkin. Dengan ini, kamu akan tahu mana yang harus dikoreksi, mana yang harus dicoret dari daftar, dan mana yang perlu ditambahkan. Ini proses yang sangat berharga, yaitu mendapatkan umpan balik tentang produkmu dari pengguna secepat mungkin.</p>



<p>Proses ini tidak dilakukan sekali, melainkan berulang-ulang. Akan ada banyak sekali percobaan dan kesalahan yang dilakukan, tetapi itu wajar.</p>



<p>Sekali lagi, MVP lebih tepatnya bukan merupakan sebuah produk, melainkan sebuah proses. Kita akan menyebut hal ini dengan pendekatan MVP <em>as a process</em>. Mari lanjut ke contoh, ya.</p>



<p>Sebuah tim ingin membuat produk yang pelanggannya adalah pemilik restoran. Nantinya produk tersebut bisa jadi berupa mobile apps dengan beberapa fitur seperti kalender, galeri foto, fitur chat, ulasan restoran, sinkronisasi ke media sosial, fitur pemesanan yang mudah, kupon diskon, dan lain-lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lalu, kira-kira seperti apa MVP yang harus mereka buat?</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Menggunakan pendekatan MVP <em>as a process</em>, berikut adalah tahapannya:</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.03.29.png" alt="" class="wp-image-5766" width="839" height="428" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.03.29.png 614w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.03.29-300x153.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Katakanlah asumsi paling berisiko adalah pemilik restoran ingin membuat mobile apps, sehingga MVPnya mungkin seperti mock up dari mobile apps. Kemudian, para anggota tim turun ke lapangan untuk melakukan riset dan mewawancarai pemilik restoran, mereka menanyakan beberapa pertanyaan seperti berikut:</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.04.21.png" alt="" class="wp-image-5767" width="839" height="613" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.04.21.png 615w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.04.21-300x219.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<p>Kamu juga bisa menunjukkan mock up yang sudah kamu buat secara sederhana, dan peragakan apakah hal tersebut bisa menjadi solusi yang tepat untuk masalah yang mereka hadapi.</p>



<p>Setelah melakukan riset di lapangan, kamu dan anggota tim mendapatkan fakta bahwa ternyata para pemilik restoran tidak punya minat besar untuk memiliki mobile apps yang dapat mendukung operasional restoran. Berita buruknya, mungkin kamu dan tim akan kecewa. Namun, kabar baiknya, kamu tidak perlu membuang waktu terlalu lama untuk melakukan pengembangan produk dan penambahan fitur yang tidak perlu. Di sisi lain, kamu mendapatkan fakta bahwa para pemilik restoran yang tidak tertarik pada mobile apps, justru tertarik pada situs yang desainnya sederhana dan mudah digunakan. Voila!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Eksperimen sudah dilakukan dan kamu mendapatkan validasinya. Bukankah ini sebuah kemajuan?</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Tapi, jalan masih panjang. Proses membangun MVP belum selesai. Kamu harus mengulangi tahapan MVP <em>as a process </em>untuk membangun MVP dari data eksperimen yang paling baru.</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.05.43.png" alt="" class="wp-image-5768" width="839" height="317" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.05.43.png 490w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.05.43-300x113.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Asumsi berikutnya mungkin adalah pembuatan static website untuk beberapa pemilik restoran yang menyatakan minatnya serta melihat respon mereka.</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.06.29.png" alt="" class="wp-image-5769" width="842" height="255" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.06.29.png 551w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.06.29-300x91.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Dan beberapa pertanyaan lain untuk uji asumsi yang dapat kamu klarifikasi langsung ke para pemilik restoran.</h2>



<p>Dari riset, para pemilik restoran bersedia membayar situs tersebut dengan mekanisme pembayaran beberapa bulan layanan dengan metode transfer otomatis (ini sekaligus memastikan kamu tidak membuang waktu untuk membuat sistem penagihan), kemudian membuatkan situs untuk mereka.</p>



<p>Tanyakan kembali, apa saja eksperimen terkecil dan paling minimal untuk menguji asumsi tersebut?</p>



<p>MVP mu mungkin adalah landing page yang menjelaskan apa yang akan kamu tawarkan ke pelanggan, menunjukkan mock up situs sebelumnya, dan membuat kolom pengisian alamat alamat e-mail pelanggan untuk pemberitahuan tentang update selanjutnya jika kamu sudah meluncurkan produk dalam versi beta. Kemudian kamu bisa memasang iklan sebagai pemasaran agar trafik landing page bisa diakses sesuai dengan target pelanggan yang tepat. Secara singkat, inilah proses MVP. Jangan lupa untuk selalu menguji MVPmu menggunakan pertimbangan dua pertimbangan penting di atas dan menggunakan metode MVP <em>as a process </em>untuk mendapatkan hasil yang maksimal.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mitos-fakta-dan-pertimbangan-penting-saat-membuat-mvp/">Mitos, Fakta, dan Pertimbangan Penting saat Membuat MVP</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
