<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Product Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/product/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/product/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Oct 2024 03:35:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Product Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/product/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Merancang Mission Statement Startup Sedari Dini</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/cara-merancang-mission-statement-startup-sedari-dini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 03:33:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10871</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurutmu, apa faktor paling penting dari sebuah bangunan rumah yang kuat? Genteng yang tahan panas? Cat yang anti pudar? Atau jendela dan pintu yang kokoh? Kalau kamu masih memikirkan hal-hal seputar eksterior dan interior, jawabannya salah, karena rumah yang kuat bisa berdiri tegak berkat fondasi yang tepat. Rumah yang dibangun di atas fondasi yang goyah, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/cara-merancang-mission-statement-startup-sedari-dini/">Cara Merancang Mission Statement Startup Sedari Dini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="95b2">Menurutmu, apa faktor paling penting dari sebuah bangunan rumah yang kuat? Genteng yang tahan panas? Cat yang anti pudar? Atau jendela dan pintu yang kokoh?</p>



<p id="76c8">Kalau kamu masih memikirkan hal-hal seputar eksterior dan interior, jawabannya salah, karena rumah yang kuat bisa berdiri tegak berkat fondasi yang tepat. Rumah yang dibangun di atas fondasi yang goyah, tidak akan bertahan lama. Analogi itu sama halnya dengan membangun startup.</p>



<p id="5e75">Produk yang dibuat dengan susah payah tidak akan&nbsp;<em>sustain&nbsp;</em>dan laku di pasar dalam jangka panjang, jika startup tidak punya&nbsp;<em>mission statement&nbsp;</em>yang jelas.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9721"><strong>Apa itu mission statement?</strong></h3>



<p id="19fe"><em>Mission statement&nbsp;</em>atau pernyataan misi adalah penjelasan mengenai tujuan startup dan cara mencapainya.&nbsp;<em>Mission statement&nbsp;</em>ini membantu pelanggan memahami alasan mereka perlu mengenal merekmu dan menggunakan produkmu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="08a2"><strong>Mengapa mission statement penting?</strong></h3>



<p id="f554">Alasannya, itu bisa dijadikan alat komunikasi yang menginformasikan tentang produk, target audiens, layanan, keyakinan, nilai, hingga rencana pertumbuhan dari startup.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="c1a8"><strong>Untuk siapa mission statement dibuat?</strong></h3>



<p id="56ac">Menurut ahli SDM,&nbsp;<em>mission statement&nbsp;</em>dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan motivasi karyawan, sedangkan&nbsp;<em>product manager</em>&nbsp;akan menggunakan&nbsp;<em>mission statement&nbsp;</em>untuk membangun kepercayaan dengan pelanggan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="4d3a"><strong>Bagaimana menentukan mission statement?</strong></h3>



<p id="2934">Untuk menciptakan&nbsp;<em>mission statement</em>, kamu bisa mulai dengan menjawab tiga pertanyaan berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Apa yang kami lakukan?</li>



<li>Untuk siapa kami melakukannya?</li>



<li>Bagaimana kami melakukannya?</li>
</ul>



<p id="db2c">Fokuslah pada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini, lalu gabungkan menjadi sebuah pernyataan singkat.</p>



<p id="1a05">Contoh mission statement dari ClickUp, sebuah platform produktivitas:</p>



<p id="d658">“Menghemat waktu orang dengan membuat dunia lebih produktif.”</p>



<p id="19f6"><em>Mission statement</em>&nbsp;yang tepat akan mengomunikasikan nilai-nilai yang mendasari tujuan tersebut. Pikirkan apa yang membuatmu peduli terhadap misi ini? Itulah hal yang harus kamu yakini dan sampaikan kepada pelanggan.</p>



<p id="47f8"><em>Mission statement&nbsp;</em>juga berfungsi sebagai bukti bahwa kamu berkomitmen untuk membantu pelanggan mencapai tujuan mereka melalui produk atau layanan yang kamu tawarkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="10bc"><strong>Berapa Banyak Mission Statement yang Dibutuhkan?</strong></h3>



<p id="5c61">Biasanya<em>&nbsp;mission statement&nbsp;</em>cukup satu kalimat, tapi bisa juga lebih, tergantung pada apa yang ingin kamu sampaikan. Yang penting, perhatikan beberapa karakteristik berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Misi inti startup tidak boleh berubah. Meskipun bisnismu berkembang, dari bekerja di gudang hingga ke kantor besar, misi inti startupmu harus tetap konsisten.</li>



<li>Cara mewujudkan misi bisa berubah, tapi misi itu sendiri harus tetap sama.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="44bd">Contoh Lainnya untuk Mission Statement</h3>



<p id="2f1b">Jika kamu masih bingung, semoga contoh&nbsp;<em>mission statement&nbsp;</em>dari kedua startup ini dapat membantumu lebih memahami.</p>



<p id="2863"><strong>Amazon:</strong></p>



<p id="8b47">“Kami berusaha untuk menawarkan harga serendah mungkin, pilihan terbaik yang tersedia, dan kenyamanan terbaik kepada pelanggan kami.”</p>



<p id="9da0">Amazon bermula dari sebuah situs web yang menjual buku, DVD, dan CD dengan harga yang miring. Saat ini, meski Amazon sudah berubah menjadi perusahaan raksasa di bidang teknologi, misi Amazon tentang harga, pilihan, dan kenyamanan pelanggan tidak pernah berubah.</p>



<p id="3444"><strong>Airbnb:</strong></p>



<p id="7126">“Airbnb hadir untuk menciptakan dunia tempat siapa pun dapat merasa diterima di mana pun, menyediakan perjalanan sehat yang bersifat lokal, autentik, beragam, inklusif, dan berkelanjutan.”</p>



<p id="331d">Cerita awal Airbnb bermula ketika pria yang menyewakan kasur di lantai ruang tamu pada para peserta konferensi yang tidak dapat memperoleh kamar hotel. Sekarang, Airbnb berhasil mengubah industri perhotelan dengan tuan rumah di 81.000 kota dan menyewakan kamar dan rumah pada jutaan pengguna di seluruh dunia. Hingga kini, Airbnb masih melanjutkan misinya untuk menyediakan wisata sehat secara lokal, autentik, beragam, inklusif, dan berkelanjutan.</p>



<p id="b1ca">Jadi, sudah siapkah merancang&nbsp;<em>mission statement&nbsp;</em>startupmu? Persiapkan dari sekarang, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="6824"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="95e1"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="da67"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----79ea33189a53--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/cara-merancang-mission-statement-startup-sedari-dini/">Cara Merancang Mission Statement Startup Sedari Dini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pilih Mana, Ekosistem Terbuka atau Tertutup untuk Startupmu?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/pilih-mana-ekosistem-terbuka-atau-tertutup-untuk-startupmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 03:27:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10865</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat membangun startup, kamu harus bisa menentukan ekosistem seperti apa yang akan kamu jalankan. Ekosistem terbuka atau tertutup? Dikutip dari artikel Harvard Business Review, kita perlu menentukan ini di awal karena sangat berkaitan dengan proses operasional, alur kerja, pemilihan pemasok, cara distribusi, dan lain-lain. Contohnya seperti produsen kendaraan listrik Tesla harus memutuskan apakah akan menjadikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pilih-mana-ekosistem-terbuka-atau-tertutup-untuk-startupmu/">Pilih Mana, Ekosistem Terbuka atau Tertutup untuk Startupmu?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b0eb">Saat membangun startup, kamu harus bisa menentukan ekosistem seperti apa yang akan kamu jalankan. Ekosistem terbuka atau tertutup?</p>



<p id="c71b">Dikutip dari artikel Harvard Business Review, kita perlu menentukan ini di awal karena sangat berkaitan dengan proses operasional, alur kerja, pemilihan pemasok, cara distribusi, dan lain-lain.</p>



<p id="6509">Contohnya seperti produsen kendaraan listrik Tesla harus memutuskan apakah akan menjadikan stasiun pengisian daya mereka eksklusif untuk mobil mereka atau tersedia untuk pesaing.</p>



<p id="cefe">Sebelum semakin dalam membahas ekosistem terbuka dan tertutup, kita perlu memahami bahwa ekosistem terbuka atau tertutup bukan hal yang rigid atau biner. Itu tidak 0 atau 1, melainkan sebuah spektrum yang dapat berkembang seiring berjalannya waktu. Dengan kata lain, itu bergantung kepada “seberapa tertutup” atau “seberapa terbuka”.</p>



<p id="9c4c">Misalnya dalam industri digital, keterbukaan ditandai dengan sistem yang memberikan akses terhadap pihak ketiga untuk mengembangkan produk pelengkap. Contohnya menyediakan API, perangkat pengembang perangkat lunak, dan dokumentasi. Bisa dilihat bahwa Apple mempertahankan kendali atas sistem operasi iOS dan perangkat seperti iPhone dan iPad, tetapi mengizinkan pengembangan aplikasi eksternal.</p>



<p id="ada3">Faktanya, sebagian besar sistem digital tidak sepenuhnya terbuka atau tertutup. Sebaliknya, mereka berjalan pada spektrum. Mengenali dan merangkul spektrum ini sangat penting bagi startup dalam menentukan standar keterbukaan yang ideal. Maka dari itu, startup perlu mempertimbangkan beberapa pertanyaan ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Seberapa ramah, perusahaanmu dalam merangkul keterbukaan?</li>



<li>Seberapa jauh keterbukaan itu?</li>
</ul>



<p id="ed0a">Misalnya kembali ke contoh Tesla:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Apakah akan membuka stasiun pengisian dayanya untuk pihak lain?</li>



<li>Apakah akan berbagi teknologi kendaraan tanpa pengemudi?</li>



<li>Apakah akan mengizinkan penggunaan paten atau kekayaan intelektualnya secara gratis?</li>
</ul>



<p id="1f43">Dengan mengenali hal itu, kamu akan lebih mudah untuk menentukan tingkat keterbukaan yang optimal.</p>



<p id="4c6e">Selanjutnya, bagaimana kamu akan memonetisasi dengan tingkat keterbukaan yang berbeda? Startup dengan ekosistem yang lebih terbuka pada umumnya cenderung memonetisasi layanan inti secara tidak langsung. Misalnya, melalui iklan atau dengan menawarkan layanan tambahan atau layanan pelengkap premium.</p>



<p id="ca05">Di sisi lain, perusahaan yang memimpin ekosistem yang lebih tertutup sering kali memonetisasi secara langsung dari produk atau layanan inti ekosistem dengan mengenakan biaya kepada pengguna akhir untuk manfaat langsung yang mereka terima dari produk inti ini dan pelengkapnya.</p>



<p id="30f6">Kesimpulannya, startup perlu mengevaluasi, apakah memiliki kemampuan untuk menerapkan model bisnis secara efektif berdasarkan tingkat keterbukaan yang dipilih.</p>



<p id="b43c">Kemudian, apa saja potensi risiko dan manfaat dari membuat sistem yang lebih terbuka? Baik risiko dan manfaatnya sangat bergantung pada konteks secara spesifik.</p>



<p id="d8d6">Selanjutnya, bagaimana kamu dapat menerapkan struktur tata kelola terpusat untuk mengurangi risiko ini tanpa mengurangi penciptaan nilai secara signifikan?</p>



<p id="0ebf">Ini sangat menantang karena kamu harus bisa menyeimbangkan kontrol ketat sekaligus mempertahankan budaya dan lingkungan yang inovatif dan kolaboratif.</p>



<p id="fc0e">Penting juga untuk memperhatikan segmen pengguna. Apakah tingkat keterbukaan yang berbeda akan menarik segmen pengguna yang berbeda? Sebab, berbagai tingkat keterbukaan dapat menghasilkan proposisi nilai yang berbeda.</p>



<p id="9aa0">Contoh umumnya, para pengguna lebih suka Android karena lebih fleksibel, sementara yang lain lebih memilih iPhone karena pengalaman pengguna yang memuaskan.</p>



<p id="02c5">Jadi, pertimbangkan dengan matang segala kemungkinan yang akan terjadi saat memutuskan ekosistem terbuka atau tertutup, dengan memperhatikan kondisi startup dan juga sumber daya yang dimiliki pada saat itu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="a1cf"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="cc0e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="0957"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----c30622aba10e--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pilih-mana-ekosistem-terbuka-atau-tertutup-untuk-startupmu/">Pilih Mana, Ekosistem Terbuka atau Tertutup untuk Startupmu?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Founder-Product Fit dari Kacamata Investor</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/melihat-founder-product-fit-dari-kacamata-investor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 03:50:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Fundraising]]></category>
		<category><![CDATA[Investors]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10743</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada satu fakta pahit yang harus diketahui semua founder, yaitu kenyataan kalau&#160;fundraising&#160;itu sangat susah. Kenapa? Menarik perhatian investor adalah salah satu tantangan besar yang harus dipecahkan oleh founder. Menurut artikel dari failory.com, faktanya, VC atau&#160;Venture Capital&#160;hanya serius terhadap 6% dari kesepakatan yang diberikan, dan kurang dari 1% startup akan didanai. Kok bisa ini bisa terjadi? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/melihat-founder-product-fit-dari-kacamata-investor/">Melihat Founder-Product Fit dari Kacamata Investor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="80f8">Ada satu fakta pahit yang harus diketahui semua founder, yaitu kenyataan kalau&nbsp;<em>fundraising&nbsp;</em>itu sangat susah. Kenapa?</p>



<p id="c655">Menarik perhatian investor adalah salah satu tantangan besar yang harus dipecahkan oleh founder. Menurut artikel dari failory.com, faktanya, VC atau&nbsp;<em>Venture Capital&nbsp;</em>hanya serius terhadap 6% dari kesepakatan yang diberikan, dan kurang dari 1% startup akan didanai.</p>



<p id="1b4e">Kok bisa ini bisa terjadi? Ternyata, banyak startup yang melewatkan&nbsp;<em>founder-product fit</em>. Mari ketahui ini lebih lanjut.</p>



<p id="5ba0">Tips pertama datang dari Slava Heretz, seorang mantan profesional keuangan strategis yang telah bekerja di lebih dari 75 startup yang didukung ventura. Heretz sudah banyak berpartisipasi dalam pertemuan investor, ditunjuk sebagai seorang penasihat terpercaya, atau sebagai founder.</p>



<p id="5507">Dilihat dari sudut pandang investor,&nbsp;<em>founder product fit&nbsp;</em>menjadi salah satu faktor kunci apakah investor setuju untuk bekerja sama dengan startup. Tim startup dapat menjelaskan&nbsp;<em>founder product fit&nbsp;</em>lewat&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>di bagian atau rubrik “<em>team</em>”.</p>



<p id="65a9">Sayangnya, tim startup seringkali hanya menjelaskan peran dari masing-masing posisi anggota tim. Padahal, ini tidak cukup untuk meyakinkan investor, loh.</p>



<p id="9ce3">Contohnya, ketika anggota tim sudah punya peran sempurna yang terdiri dari&nbsp;<em>hustler, hipster</em>, dan&nbsp;<em>hacker</em>. Peran&nbsp;<em>hipster</em>&nbsp;akan cenderung fokus pada pemasaran, desain, dan merek.&nbsp;<em>Hacker&nbsp;</em>berkutat dengan produk dan aspek teknis dari startup. Sementara,&nbsp;<em>hustler</em>&nbsp;akan banyak berurusan dengan visi, penjualan, TAM (<em>Total Addressable Market</em>), dan pertumbuhan.</p>



<p id="45d1">Di sini, tim harus bisa menjelaskan pada investor alasan mengapa harus memilih mereka. Bukan hanya sekadar menuliskan titel, peran, serta pengalaman.</p>



<p id="050f">Berikut ini beberapa pertimbangan investor ketika membaca&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>dari startup:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Apakah ada permintaan di pasar terhadap masalah yang coba dipecahkan oleh startup?</li>



<li>Apakah pasarnya besar dan berkembang?</li>



<li>Apakah tim ini bisa memberikan hasil yang maksimal?</li>
</ol>



<p id="1586">Poin-poin di atas akan membantu investor untuk memahami&nbsp;<em>founder-product fit,&nbsp;</em>yaitu kesesuaian pendiri dengan produk yang sedang dibangunnya.</p>



<p id="44a8">Untuk menganalisis tentang&nbsp;<em>founder-product fit,&nbsp;</em>kamu bisa menjawab beberapa pertanyaan ini:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Sebagai seorang founder, apakah proyek tersebut sesuai dengan tipe kepribadianmu?</li>



<li>Apakah kamu mempunyai cukup waktu untuk mendukung dan membangunnya?</li>



<li>Apakah ruang permasalahan cukup menarik untuk dikerjakan selama lebih dari 3 tahun?</li>



<li>Apakah kamu memiliki cara untuk terhubung dan menemukan pelanggan awal?</li>



<li>Apakah kamu memiliki keterampilan atau sumber daya untuk membangunnya?</li>



<li>Apakah itu sesuatu yang dapat kamu buat dan rilis dalam 3 bulan?</li>
</ol>



<p id="2984">Jika semua pertanyaan dapat dijawab dengan “ya”, maka kamu bisa optimis dan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan sejauh ini.</p>



<p id="c59f">Selanjutnya, menurut Heretz, kamu bisa menganalisis dan mempresentasikan kekuatan tim dengan menganalisis pertanyaan berikut:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Siapa yang paling mengetahui tantangan teknis? Mengapa?</li>



<li>Apakah mereka sudah menjalani masalahnya?</li>



<li>Apakah mereka mempelajarinya di universitas atau sekolah perdagangan terkenal? Apakah mereka memiliki pengalaman serupa melihat rekan kerja mengalami kesulitan, meskipun mereka sendiri tidak mengalaminya?</li>
</ol>



<p id="858c">Sebagai tambahan, kamu sebaiknya memiliki anggota tim yang mengetahui banyak hal tentang teknologi di balik penyelesaian masalah yang kamu pecahkan. Penting juga untuk memiliki seseorang yang mempunyai pengalaman menjual atau mempunyai jaringan di pemerintahan. Kamu juga bisa meminta saran kepada seseorang yang sebelumnya pernah mencoba memecahkan masalah serupa namun hasilnya kurang efektif. Dari pengalamannya, akan ada banyak masukan yang bisa kamu petik untuk memperoleh produk yang sesuai.</p>



<p id="ee39">Jika ternyata tidak ada satu orang pun di dalam tim-mu yang punya hal-hal itu, kamu perlu bekerja sangat keras untuk memikirkan kembali ide startupmu. Faktanya, founder sering melakukan sesuatu yang tidak berkaitan dengan bidang atau pengalamannya. Kuncinya adalah bisa melakukan apa yang kamu ketahui dan andal di bidang tersebut.</p>



<p id="ca49">Berikut salah satu referensi&nbsp;<em>slide</em>&nbsp;presentasi bagian ‘tim’ dari startup Slidebean yang telah mengumpulkan $1,6 juta yang bisa kamu contoh.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:700/0*v8_E_3LlC8DXU2WS" alt="" style="width:840px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sumber:&nbsp;</em><a href="https://www.failory.com/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>https://www.failory.com/</em></a></figcaption></figure>



<p id="468a">Selamat berjuang memperkuat <em>pitch deck</em>-mu, ya! Optimalkan kekuatan tim-mu dan semoga sukses meraih pendanaan pertama!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="8be0"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b116"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="93c4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----980d02229425--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/melihat-founder-product-fit-dari-kacamata-investor/">Melihat Founder-Product Fit dari Kacamata Investor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyampaikan Pesan Produk Lebih Efektif</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/menyampaikan-pesan-produk-lebih-efektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2024 03:21:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu pesan produk? Seperti maknanya secara harfiah, sebagai produsen atau pemasar, kita akan mengkomunikasikan nilai dari produk serta bagaimana relevansinya pada pelanggan. Langkah awalnya, kamu harus fokus pada positioning produkmu, dengan cara memahami pelangganmu. Kamu harus tahu persis apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kemudian, jelaskan apa yang kamu lakukan. Misalnya kamu menawarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyampaikan-pesan-produk-lebih-efektif/">Menyampaikan Pesan Produk Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="318f">Apa itu pesan produk?</p>



<p id="08c0">Seperti maknanya secara harfiah, sebagai produsen atau pemasar, kita akan mengkomunikasikan nilai dari produk serta bagaimana relevansinya pada pelanggan.</p>



<p id="a867">Langkah awalnya, kamu harus fokus pada positioning produkmu, dengan cara memahami pelangganmu. Kamu harus tahu persis apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan.</p>



<p id="02c9">Kemudian, jelaskan apa yang kamu lakukan. Misalnya kamu menawarkan produk perangkat lunak produktivitas yang dirancang untuk manajemen proyek. Kamu dapat membuat pesan yang menjelaskan tentang bagaimana perangkat lunak milikmu mampu menyederhanakan perencanaan proyek, manajemen tugas, dan kolaborasi tim. Selain itu, penting sekali untuk memahami apa saja tantangan dan&nbsp;<em>pain points&nbsp;</em>dari pelangganmu. Dengan mengidentifikasi titik permasalahan mereka, kamu dapat menawarkan solusi untuk menyelesaikan atau meringankannya.</p>



<p id="7c72">Di bawah ini adalah tips untuk menyampaikan pesan produk secara efektif. Yuk, simak dengan seksama!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="be1b"><strong>1. Mengetahui target audiens</strong></h3>



<p id="c2ea">Ini adalah inti dari semua strategimu. Memahami target audiens dengan baik adalah kuncinya. Bagaimana caranya agar memahami mereka?</p>



<p id="efa2">Kamu dapat melakukan riset pasar untuk mengidentifikasi target audiens. Tanyakan kebutuhan, kendala, preferensi, dan keinginan mereka. Kamu dapat memanfaatkan metode survei, wawancara, dan analisis data untuk mendapatkan wawasan penting tentang target audiens.</p>



<p id="1ba3">Berikut ini contoh efektif dan kurang efektif dari contoh perpesanan, seperti yang dikutip dari getvero.com:</p>



<p id="64a5">Contoh efektif:</p>



<p id="b6ea">Riset pasar kami mengungkapkan bahwa para profesional yang sibuk kesulitan mengatur tugas dan tenggat waktu mereka. Produk kami dirancang untuk menyederhanakan manajemen proyek, membantu para profesional tetap memantau beban kerja mereka dengan mudah.</p>



<p id="a0c9">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="f36d">Produk kami diperuntukkan bagi semua orang. Sangat bagus untuk manajemen tugas dan perencanaan proyek.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b566"><strong>2. Menentukan&nbsp;<em>Unique Selling Proposition&nbsp;</em>(USP)</strong></h3>



<p id="9027">Penting sekali untuk memasukkan USP dalam pesan produk, karena ini yang membedakanmu dari pesaing. Untuk bisa menentukan USP, kamu perlu mengidentifikasi fitur dan manfaat utama yang menjadikan produkmu unik dan berharga untuk pelanggan.</p>



<p id="3ec0">“Mengapa pelanggan harus memilih produkmu dibandingkan produk pesaing?”</p>



<p id="4a0b">Nah, jawabannya adalah USP milikmu yang jelas, ringkas, mudah diingat, dan meninggalkan kesan mendalam untuk target audiens.</p>



<p id="55b9">Contoh efektif:</p>



<p id="a66d">Tidak seperti alat manajemen proyek tradisional, perangkat lunak kami menawarkan fitur prioritas tugas unik yang didukung AI yang meningkatkan produktivitas sebesar 30%.</p>



<p id="4807">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="4cb1">Perangkat lunak kami canggih dan kaya fitur.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9f60"><strong>3. Menciptakan proposisi nilai dengan jelas</strong></h3>



<p id="b20c">Proposisi nilai merupakan pernyataan singkat yang menjelaskan tentang manfaat utama produk pada pelanggan.</p>



<p id="8d8f">“Masalah apa yang ingin produkmu pecahkan, dan apa manfaatnya bagi pelanggan?”</p>



<p id="14e1">Jawaban dari pertanyaan tersebut merupakan proposisi nilai. Fokuslah pada hasil yang dapat diberikan oleh produkmu, bukan hanya pada fitur-fiturnya.</p>



<p id="5de2">Contoh efektif:</p>



<p id="99f8">Bosan menggunakan banyak alat untuk manajemen proyek? Perangkat lunak lengkap kami menyederhanakan alur kerjamu, menghemat waktu berjam-jam dan mengurangi stres.</p>



<p id="a73b">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="3185">Perangkat lunak kami komprehensif dan efisien.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="42fc"><strong>4. Menggunakan bahasa yang mengutamakan pelanggan</strong></h3>



<p id="64e2">Agar pesannya dapat diterima dengan efektif oleh pelanggan, kamu perlu menyusunnya dari sudut pandang mereka. Kamu dapat berbicara melalui kebutuhan, keinginan, dan masalah dari pelanggan. Gunakan bahasa yang relevan dengan audiens sehingga mereka merasa terhubung secara emosional. Saat pelanggan merasa bahwa pesanmu sudah relevan, kemungkinan besar mereka akan lebih mudah untuk terlibat dengan produkmu.</p>



<p id="4730">Contoh efektif:</p>



<p id="bdf2">Terorganisir dengan mudah menggunakan perangkat lunak kami yang memahami kebutuhanmu dan beradaptasi dengan alur kerjamu.</p>



<p id="5b7d">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="3c12">Perangkat lunak kami kuat dan penuh fitur.</p>



<p id="6ea4">Semoga dari beberapa contoh yang efektif dan kurang efektif di atas, kamu bisa lebih memahami tentang cara menyampaikan pesan produk, sehingga pesan produk milikmu lebih tajam, kontekstual, dan juga tepat sasaran, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="f160"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2fb8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5134"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/tag/communication?source=post_page-----18ab25943404---------------communication-----------------"></a></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----18ab25943404--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyampaikan-pesan-produk-lebih-efektif/">Menyampaikan Pesan Produk Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menciptakan Budaya Kerja yang Berkualitas?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-menciptakan-budaya-kerja-yang-berkualitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2023 05:33:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Work Culture]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8747</guid>

					<description><![CDATA[<p>Produk yang berkualitas, berapa pun rentang harganya, akan selalu dicari oleh konsumen. Misalnya, produk yang bermain di harga rendah pun, orang akan tetap mencari produk yang ‘bagus dan murah’. Apalagi jika harga produk mahal, kualitas seakan sudah menjadi kewajiban karena harus sebanding, bahkan melebihi dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Kesimpulannya, apa pun produknya, kualitas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-menciptakan-budaya-kerja-yang-berkualitas/">Bagaimana Menciptakan Budaya Kerja yang Berkualitas?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="9220">Produk yang berkualitas, berapa pun rentang harganya, akan selalu dicari oleh konsumen. Misalnya, produk yang bermain di harga rendah pun, orang akan tetap mencari produk yang ‘bagus dan murah’. Apalagi jika harga produk mahal, kualitas seakan sudah menjadi kewajiban karena harus sebanding, bahkan melebihi dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Kesimpulannya, apa pun produknya, kualitas sangatlah penting.</p>



<p id="5b8e">Saat ini, hampir sebagian besar konsumen adalah orang yang cerdas dan cermat dalam mengambil keputusan pembelian. Mereka tidak segan mencari testimoni atau ulasan produk dari pelanggan terdahulu, menggulirkan layar&nbsp;<em>smartphone&nbsp;</em>dan membandingkan merek satu dengan lainnya, hingga mungkin menemukan data objektif yang disajikan oleh institusi misalnya Consumer Reports.</p>



<p id="286e">Bahkan, konsumen yang kecewa akan kualitas produk, berani menyuarakan pendapatnya di media sosial. Hal ini bisa saja membahayakan reputasi merek, hingga berimbas ke penurunan penjualan. Oleh karena itu, jika diurutkan hingga ke akar, produk yang berkualitas dapat tercipta apabila perusahaan membangun budaya kerja yang berorientasi akan kualitas. Lalu, bagaimana cara membangun budaya kualitas tersebut? Artikel ini akan menyajikan beberapa langkah dalam membangun budaya kualitas, dilansir dari artikel yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review.</p>



<p id="d59f"><strong>Penekanan kepemimpinan</strong></p>



<p id="33fc">Hal yang umumnya menjadi tantangan adalah, para pemimpin punya iktikad baik untuk menunjukkan kualitas, tetapi ada kesenjangan antara apa yang mereka katakan dengan apa yang dilakukan. Dampak buruknya, karyawan menjadi bias tentang arti kualitas, dan mempertanyakan apakah kualitas benar-benar penting. Contohnya datang dari perusahaan media penyimpanan, yaitu Seagate, yang menggunakan rangkaian mekanisme keterlibatan kepemimpinan untuk membantu para eksekutif mengidentifikasi kesenjangan antara keputusan mereka dan budaya perusahaan.</p>



<p id="7442">Caranya dengan menyepakati budaya ideal dan perilaku apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai budaya berorientasi kualitas. Langkah berikutnya, tim kualitas dan SDM akan membandingkan definisi ‘budaya ideal’ tersebut dengan pengamatan karyawan yang menceritakan tentang hal-hal yang perlu diperbaiki. Kemudian para pemimpin mengikuti lokakarya agar mereka berhasil dalam menemukan perilaku yang menghalangi mereka mencapai tujuan (yang sudah dibicarakan atau dinyatakan). Cerita tersebut merupakan kisah nyata tentang penerapan penekanan kepemimpinan terhadap budaya kualitas.</p>



<p id="314b"><strong>Memastikan kredibilitas pesan</strong></p>



<p id="5de0">Sepertinya hampir semua perusahaan mengunggulkan kualitas produk mereka di setiap pesan atau slogan. Namun hal itu akan sia-sia apabila pesan tersebut tidak dipercaya oleh karyawan. Para pemimpin yang kreatif dan cerdas paham betul tentang bagaimana menciptakan pesan yang berkualitas. Apa pun kampanyenya, pesan harus selalu ‘segar’ dan&nbsp;<em>update&nbsp;</em>sehingga beresonansi dengan karyawan, atau mereka merasa relevan dengan apa yang disampaikan oleh para pemimpinnya. Manajer dan pimpinan tim harus secara teratur menguji pesan dengan karyawan mereka serta memanfaatkan umpan balik untuk perbaikan secara terus-menerus.</p>



<p id="2cdd"><strong>Meningkatkan kepemilikan dan pemberdayaan karyawan</strong></p>



<p id="aaa0">Salah satu ciri dari budaya kualitas adalah karyawan bebas untuk memberi penilaian dalam situasi yang di luar aturan. Ini dapat dicapai dengan memberikan bimbingan yang tepat. Memberikan kebebasan selain di luar aturan, artinya memberikan karyawan ruang untuk berkreasi. Tidak hanya itu, karyawan juga bisa mengambil tindakan diskresi, yaitu bebas mengambil keputusan sendiri dalam situasi yang dihadapi (ini tentu ada pengecualian dan peraturan yang berlaku, tidak semata-mata ‘bebas’). Karyawan juga bisa menciptakan peluang dengan mengamati tindakan berkualitas yang ada di luar aturan. Selain itu, sesi diskusi kelompok dapat diciptakan untuk menentukan akar penyebab kesalahan dan mengidentifikasi tindakan korektif untuk meminimalisir terjadinya kesalahan.</p>



<p id="63d7">Untuk menciptakan budaya kualitas, maka perusahaan perlu mencoba satu-persatu dan melakukan banyak eksperimen. Tentu saja aturan tiap perusahaan akan berbeda. Namun, satu hal yang pasti, budaya berorientasi kualitas digerakkan oleh pemimpin perusahaan yang punya empati dan menerapkan nilai-nilai perusahaan dengan harapan dapat mengeluarkan produk-produk berkualitas yang dapat memecahkan masalah konsumen.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="b498"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="1418"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="2e49"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-menciptakan-budaya-kerja-yang-berkualitas/">Bagaimana Menciptakan Budaya Kerja yang Berkualitas?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manajer Produk vs Manajer Proyek, Mana yang Lebih Penting?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/manajer-produk-vs-manajer-proyek-mana-yang-lebih-penting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 02:59:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Product Management]]></category>
		<category><![CDATA[Project Management]]></category>
		<category><![CDATA[Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8604</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mengembangkan produk, ada dua peran penting yang ditilik dari namanya hampir mirip, padahal keduanya jelas berbeda. Tahukah kamu, apa saja posisi tersebut? Ya, kali ini kita akan membahas tentang manajer produk dan manajer proyek. Sekilas tampak mirip, dan masih banyak yang belum tahu tentang peran dan tanggung jawab, serta perbedaan yang mendasari pekerjaan mereka. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/manajer-produk-vs-manajer-proyek-mana-yang-lebih-penting/">Manajer Produk vs Manajer Proyek, Mana yang Lebih Penting?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="678b">Ketika mengembangkan produk, ada dua peran penting yang ditilik dari namanya hampir mirip, padahal keduanya jelas berbeda. Tahukah kamu, apa saja posisi tersebut?</p>



<p id="8ef7">Ya, kali ini kita akan membahas tentang manajer produk dan manajer proyek. Sekilas tampak mirip, dan masih banyak yang belum tahu tentang peran dan tanggung jawab, serta perbedaan yang mendasari pekerjaan mereka. Langsung saja yuk, cari tahu lewat artikel ini.</p>



<p id="42eb">Secara garis besar, manajer produk punya peran untuk menentukan hasil. Apa saja masalah yang dapat dijawab oleh produk kita? Bagaimana produk dapat digunakan oleh pelanggan? Manajer produk akan bekerja sama dengan tim untuk mengidentifikasi fitur-fitur yang dapat memecahkan masalah pengguna.</p>



<p id="9fce">Sedangkan manajer proyek berupaya dalam mengontrol alur kerja untuk dapat menghasilkan&nbsp;<em>output</em>&nbsp;yang maksimal. Manajer proyek adalah orang yang membantu mengelola proses, mengetahui output apa saja yang dibutuhkan, dan kapan tim harus mengerjakannya.</p>



<p id="ba54">Sebagai gambaran, berikut ini adalah contoh studi kasus peran manajer produk dan manajer proyek yang dilansir dari hotjar.com.</p>



<p id="f097">Misalnya dalam sebuah perusahaan&nbsp;<em>e-commerce</em>, manajer produk dan tim berfokus untuk menemukan masalah dan menyelesaikannya untuk pelanggan. Ketika riset, ternyata tim menemukan bahwa tingkat keranjang belanja yang ditinggalkan 20% lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.</p>



<p id="27f1">Manajer produk punya peran dalam melakukan riset pelanggan dan pasar serta menganalisis data perilaku pengguna. Tujuannya untuk memahami mengapa begitu banyak pembeli meninggalkan keranjang mereka pada tahun lalu dan menyusun rencana tindakan untuk mengurangi&nbsp;<em>churn&nbsp;</em>selama perjalanan belanja pelanggan.</p>



<p id="3df0">Ketika manajer produk menonton rekaman sesi pelanggan yang baru-baru ini meninggalkan keranjang mereka, hasilnya ternyata banyak penurunan di bagian ‘pilih opsi pengiriman’ dari proses&nbsp;<em>checkout</em>. Selanjutnya manajer produk melakukan pengecekan pada&nbsp;<em>heatmaps&nbsp;</em>yang menggambarkan tentang bagaimana pelanggan mengklik dan&nbsp;<em>scroll&nbsp;</em>dari situs belanja. Hasilnya pelanggan tidak lagi menemukan bagian FAQ tentang informasi pengiriman produk, yang ternyata bagian ini dipindahkan ketika desain ulang seluruh situs di awal tahun.</p>



<p id="1647">Dari data tersebut ditunjukkan bahwa keranjang yang ditinggalkan oleh pembeli mengalami peningkatkan akibat kurangnya transparansi tentang detail pengiriman. Dampaknya adalah tingkat kepercayaan pelanggan menurun dan mereka bingung selama proses&nbsp;<em>checkout</em>, yang mana keduanya sangat bertolak belakang dengan kepuasan pelanggan. Dari hasil diskusi dengan tim, manajer produk memutuskan bahwa solusi paling tepat adalah memperjelas informasi pengiriman di halaman&nbsp;<em>checkout</em>, daripada mengandalkan pelanggan untuk mengunjungi halaman FAQ secara terpisah.</p>



<p id="2eb0">Selanjutnya giliran manajer proyek. Ia harus memastikan bahwa tim produk, yang fokusnya hanya pada penerapan perubahan desain yang diperlukan di situs web, sudah berada di jalur dan alur kerja yang benar. Kemudian, manajer proyek melakukan pengawasan terhadap kemajuan proyek secara keseluruhan, mencatat risiko dan tanda bahaya dalam alur kerja produk untuk memastikan tidak ada kesulitan. Pada intinya manajer proyek memastikan bahwa setiap hal, sedetail apapun sudah berada di jalurnya.</p>



<p id="1917">Untuk itu, manajer proyek perlu berkoordinasi dengan tim lain yang terlibat untuk memastikan perubahan pada situs yang ditinjau dan disetujui oleh pemangku kepentingan sebelum ditayangkan. Analisis pemangku kepentingan ini berkaitan dengan:</p>



<p id="a51f">&#8211; Tim inventaris dan logistik, memastikan semua informasi yang ditambahkan ke situs web sudah benar.</p>



<p id="b67c">&#8211; Tim pemasaran, untuk memeriksa apakah pengiriman pesan sudah sesuai dengan merek.</p>



<p id="6cba">&#8211; Tim legal, memastikan tidak membuat klaim apapun yang menempatkan bisnis dalam posisi genting.</p>



<p id="a720">&#8211; Dan koordinasi dengan tim lainnya.</p>



<p id="380e">Tanpa adanya manajer proyek, komunikasi lintas tim akan kacau, alur kerja berantakan, yang akan berdampak pada produktivitas dan siklus hidup produk.</p>



<p id="b8e0">Kesuksesan manajer produk diukur dengan apakah inisiatif tersebut menghasilkan penurunan tingkat pengabaian keranjang belanja. Manajer produk fokus untuk memberikan nilai lebih pada pelanggan.</p>



<p id="0222">Sedangkan kesuksesan manajer proyek dihitung berdasarkan apakah situs web yang telah diperbarui sudah menyertakan waktu pengiriman dan detail yang penting di halaman<em>&nbsp;checkout</em>. Manajer proyek fokus memberikan apa yang telah disepakati (yaitu perubahan informasi detail pada proses&nbsp;<em>checkout</em>) sesuai dengan waktu dan anggaran.</p>



<p id="8ce5">Hal lain yang paling membedakan peran antara manajer produk dengan manajer proyek adalah segi&nbsp;<em>timeline.&nbsp;</em>Tanggung jawab manajer produk berkelanjutan pada suatu produk, sepanjang siklus hidup produk tersebut. Untuk itu, penting sekali bagi manajer produk untuk menetapkan visi dan tujuan produk secara jangka panjang. Proses merencanakan produk bersifat iteratif dan didasarkan pada pembelajaran berkelanjutan dari pengalaman produk (PX) serta kebutuhan pengguna yang terus berkembang.</p>



<p id="c6ae">Berbeda dengan manajer proyek yang mengelola alur kerja dalam rangka perubahan produk untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan dalam setiap jangka waktu proyek yang berbeda. Sehingga, apabila manajer produk mengemban tanggung jawab keseluruhan produk, maka manajer proyek hanya berperan ketika ditugaskan dalam proyek tertentu saja. Setelah pekerjaan tersebut selesai, maka manajer proyek sering berpindah ke proyek lainnya yang mungkin tidak terkait dengan produk sebelumnya.</p>



<p id="b61b">Nah, itu tadi penjelasan peran dan tanggung jawab dari manajer produk dan manajer proyek, serta perbedaan antara keduanya. Ternyata masing-masing punya tanggung jawab yang sama besar dalam menyumbang kesuksesan sebuah produk yang diluncurkan. Jadi, kolaborasi yang mumpuni antar lintas tim jadi kunci besar agar pengembangan produk dapat berjalan dengan lancar.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="eea1"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="60a7"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5427"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/manajer-produk-vs-manajer-proyek-mana-yang-lebih-penting/">Manajer Produk vs Manajer Proyek, Mana yang Lebih Penting?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Pengalaman Pengguna dengan Membuat Customer Journey Mapping</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/meningkatkan-pengalaman-pengguna-dengan-membuat-customer-journey-mapping/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2022 12:18:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Customer Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8520</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu&#160;customer journey mapping? Jika kamu ingin memahami pelanggan secara menyeluruh, maka kamu perlu membuat&#160;customer journey mapping. Gunanya agar kamu memahami jalur serta pengalaman pelanggan dalam tugas tertentu yang ingin mereka selesaikan. Umumnya,&#160;customer journey&#160;mencakup semua proses ketika pengguna menemukan, memutuskan, dan sudah menjadi pengguna aktif dari suatu layanan atau bisnis. Membuat&#160;customer journey&#160;mapping&#160;adalah tentang menceritakan pengalaman [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/meningkatkan-pengalaman-pengguna-dengan-membuat-customer-journey-mapping/">Meningkatkan Pengalaman Pengguna dengan Membuat Customer Journey Mapping</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="a912"><strong>Apa itu&nbsp;<em>customer journey mapping</em>?</strong></p>



<p id="de3d">Jika kamu ingin memahami pelanggan secara menyeluruh, maka kamu perlu membuat&nbsp;<em>customer journey mapping</em>. Gunanya agar kamu memahami jalur serta pengalaman pelanggan dalam tugas tertentu yang ingin mereka selesaikan. Umumnya,&nbsp;<em>customer journey</em>&nbsp;mencakup semua proses ketika pengguna menemukan, memutuskan, dan sudah menjadi pengguna aktif dari suatu layanan atau bisnis. Membuat&nbsp;<em>customer journey</em>&nbsp;<em>mapping&nbsp;</em>adalah tentang menceritakan pengalaman dari sudut pandang pelanggan, bukan dari perusahaan.</p>



<p id="4ad3"><strong>Mengapa&nbsp;<em>customer journey mapping</em>&nbsp;penting?</strong></p>



<p id="7b0c">Tahukah kamu bahwa&nbsp;<em>customer journey mapping&nbsp;</em>dapat memetakan perjalanan pelanggan sebagai pondasi untuk memahami kebutuhan pelanggan? Karena, kebutuhan pelanggan punya banyak elemen yang harus terpenuhi, misalnya kita harus mengetahui&nbsp;<em>pain points,&nbsp;</em>kentungan, motivasi pelanggan, pertanyaan, serta kecemasan mereka. Dengan memetakan&nbsp;<em>customer journey</em>, akan dapat mengungkap wawasan untuk seluruh tim, mulai dari CEO hingga bagian&nbsp;<em>customer service.&nbsp;</em>Bahkan pada umumnya, pengumpulan data didapatkan dari interaksi perusahaan dengan pelanggan.</p>



<p id="b44a"><em>Customer journey mapping</em>&nbsp;juga berguna untuk meningkatkan pengalaman produk. Tim pembuat produk juga lebih memahami tentang orang-orang yang akan dilayani mulai dari tahap awal hingga akhir. Produk juga dapat ditawarkan dengan bahasa yang digunakan oleh pelanggan sehingga mereka merasa relevan dengan layanan atau produk tersebut. Jadi, bahasa yang disampaikan kepada pelanggan mewakili tentang perjuangan, emosi, dan motivasi pelanggan. Seluruh tim produk akan lebih memahami konteks dari kacamata pengguna. Contohnya seperti dari mana pengguna berasal, bagaimana alurnya hingga pengguna bisa datang, dan apa yang ingin mereka capai.</p>



<p id="3073">Meningkatkan pengalaman pengguna melalui&nbsp;<em>customer journey mapping</em>&nbsp;juga dapat ditempuh lewat tim penjualan. Pemetaan yang dibuat akan memberikan rangkuman tentang bagaimana pengguna memasuki&nbsp;<em>marketing funnel</em>. Baik itu mulai dari tahapan&nbsp;<em>awareness,&nbsp;</em>melakukan&nbsp;<em>conversion,&nbsp;</em>hingga pelanggan dapat merekomendasikan produk dalam corong&nbsp;<em>advocacy.&nbsp;</em>Pemetaan&nbsp;<em>customer journey&nbsp;</em>juga dapat mengidentifikasi peluang dan celah baru dalam cara melayani pelanggan. Misalnya dalam menambah value hingga diferensiasi produk.</p>



<p id="d599"><strong>Apa saja langkah yang perlu dilakukan dalam membuat&nbsp;<em>customer journey mapping</em>?</strong></p>



<p id="db73">Pertama kali kamu dapat menggunakan prinsip pareto (80/20&nbsp;<em>rules</em>) untuk membuat peta pertama. Kemudian cari hal apa yang menjadi dampak terbesar dan berpengaruh pada perjalanan pelanggan. Selanjutnya, jika telah menemukan hal utama yang menjadi fokus, kamu dapat melangkah untuk mempelajari kasus-kasus khusus lainnya.</p>



<p id="cd43">Menjalani&nbsp;<em>brainstorming</em>&nbsp;dengan tim merupakan langkah yang tepat dan jabarkan langkah-langkah utama dalam setiap proses perjalanan pelanggan. Hal ini dapat menjadi pondasi dalam membangun dan menambahkan data penting dalam setiap tahapan perjalanan.</p>



<p id="a247">Agar pemetaan dapat berjalan dengan efektif sebelum mulai mengumpulkan data, kamu perlu memprioritaskan elemen mana yang penting. Misalnya mulai dari:</p>



<p id="e693">&#8211; Pengguna</p>



<p id="81d4">&#8211; Tugas atau aktivitas</p>



<p id="9d68">&#8211; Pertanyaan</p>



<p id="c369">&#8211; Wawasan atau masukan yang ingin ditingkatkan</p>



<p id="ec26">&#8211; Apa yang dipikirkan dan dirasakan pelanggan</p>



<p id="1cb2">&#8211; Apa yang didengar dan dilihat pelanggan</p>



<p id="939a">&#8211; Apa yang dikatakan dan dilakukan pelanggan</p>



<p id="2e75">&#8211; Emosi pelanggan</p>



<p id="6bd7">Setelah itu, kamu dapat mulai mengumpulkan berbagai data. Misalnya data dengan jenis kualitatif, seperti audit dari tim internal, wawancara pelanggan, observasi pelanggan, hingga studi jurnal pelanggan. Data juga dapat dikumpulkan berdasarkan kuantitasnya, seperti analisis dan metrik, survei terstruktur, dan pengukuran tugas serta proses.</p>



<p id="e73b">Aktivitas pemetaan <em>customer journey </em>bukanlah aktivitas yang hanya dilakukan sekali kemudian selesai. Ini perlu terus ditinjau serta dilakukan revisi apabila kamu dan tim menemukan wawasan dan data baru tentang pengalaman pelanggan.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="0eb8"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="63ce"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="923c"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/meningkatkan-pengalaman-pengguna-dengan-membuat-customer-journey-mapping/">Meningkatkan Pengalaman Pengguna dengan Membuat Customer Journey Mapping</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Burn Rate dan Runway Bagi Startup Tahap Awal</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/pentingnya-burn-rate-dan-runway-bagi-startup-tahap-awal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2022 06:11:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metrics]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8505</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam startup, ada istilah penting yang kerap digunakan sebagai acuan sebagai pengambilan keputusan terkait dengan pendanaan. Kali ini kita akan membahas tentang&#160;burn rate&#160;dan juga&#160;runway&#160;pada startup serta bagaimana cara menentukan&#160;burn rate&#160;dan&#160;runway. Berikut adalah penjelasannya. Apa itu&#160;burn rate? Burn rate&#160;adalah metrik yang harus diketahui dan digunakan oleh startup yang berada pada&#160;early stage.&#160;Burn rate&#160;juga dapat didefinisikan sebagai jumlah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pentingnya-burn-rate-dan-runway-bagi-startup-tahap-awal/">Pentingnya Burn Rate dan Runway Bagi Startup Tahap Awal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="02c1">Dalam startup, ada istilah penting yang kerap digunakan sebagai acuan sebagai pengambilan keputusan terkait dengan pendanaan. Kali ini kita akan membahas tentang&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;dan juga&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;pada startup serta bagaimana cara menentukan&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;dan<em>&nbsp;runway</em>. Berikut adalah penjelasannya.</p>



<p id="d257"><strong>Apa itu&nbsp;<em>burn rate</em>?</strong></p>



<p id="ade4"><em>Burn rate</em>&nbsp;adalah metrik yang harus diketahui dan digunakan oleh startup yang berada pada&nbsp;<em>early stage</em>.&nbsp;<em>Burn rate</em>&nbsp;juga dapat didefinisikan sebagai jumlah uang tunai yang keluar dari rekening bank perusahaan setiap bulan. Dilansir dari metabeta.com, ada dua jenis<em>&nbsp;burn rate</em>, yaitu:</p>



<p id="e59b"><em>Gross burn rate</em>&nbsp;adalah jumlah total biaya operasional yang dimiliki perusahaan setiap bulan (uang yang kamu keluarkan)</p>



<p id="9b49"><em>Net burn rate</em>&nbsp;adalah jumlah uang dari arus kas keluar setelah dikurangi arus kas masuk (uang yang hilang, atau arus kas negatif).</p>



<p id="9748">Agar lebih mudah, maka&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;dapat dihitung dengan cara:</p>



<p id="d71c"><em>Gross burn rate</em>&nbsp;= uang tunai dari operasional</p>



<p id="4117">Atau dapat juga dihitung sebagai Harga Pokok Penjualan (HPP, atau menggunakan istilah COGS yaitu&nbsp;<em>Cost of Goods Sold</em>) + biaya operasional (OPEX yaitu&nbsp;<em>operational expenses</em>).</p>



<p id="c960">Contohnya apabila setiap bulan kamu menerima uang masuk sebesar Rp3 juta dan membelanjakan Rp10 juta setiap bulan, maka&nbsp;<em>gross burn rate</em>&nbsp;adalah Rp10 juta. Sedangkan<em>&nbsp;net burn rate&nbsp;</em>adalah Rp7 juta. Artinya, jika kamu punya Rp50 juta di rekening bank, maka kamu punya 7 bulan tersisa sebelum kamu kehabisan uang tunai.</p>



<p id="be48">Kamu bisa mengecek berapa HPP serta OPEX dari startupmu dari laporan arus kas perusahaan atau melalui&nbsp;<em>platform&nbsp;</em>keuangan yang digunakan.</p>



<p id="2003">Lalu, apa gunanya jika kita sudah mengetahui berapa besaran&nbsp;<em>burn rate</em>?</p>



<p id="297c">Metrik digunakan sebagai pendukung dalam pengambilan keputusan. Founder dan investor umumnya menggunakan&nbsp;<em>gross burn rate</em>&nbsp;untuk membandingkan startup dengan perusahaan lain yang serupa.&nbsp;<em>Gross burn rate</em>&nbsp;mengindikasikan apakah perusahaan melakukan pengeluaran secara efisien atau berlebihan, sehingga pendiri dapat mengevaluasi dan membenahi cara mengeluarkan dana dengan lebih efisien.</p>



<p id="be9d">Sedangkan metrik&nbsp;<em>net burn rate</em>&nbsp;berguna dalam menghitung&nbsp;<em>runway,&nbsp;</em>yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan startup untuk dapat bertahan dalam bisnis menggunakan dana yang ada di rekening (<em>cash on hand</em>). Dengan mengetahui<em>&nbsp;burn rate&nbsp;</em>serta&nbsp;<em>runway</em>, pendiri dapat mempertimbangkan apakah mereka perlu memulai fundraising agar masa&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;bertambah panjang. Atau mungkin melakukan strategi lain seperti memangkas biaya-biaya yang kurang efektif dan lebih fokus untuk mengeluarkan biaya untuk hal yang prioritas.</p>



<p id="a53b">Dilansir dari metabeta.com, ini adalah simulasi tentang seberapa penting menghitung&nbsp;<em>burn rate&nbsp;</em>serta&nbsp;<em>runway&nbsp;</em>pada startup. Jika startup memiliki €1 juta di bank dan&nbsp;<em>net burn rate</em>&nbsp;sebesar €250 ribu, itu berarti mereka menghabiskan uang dengan cepat dan akan kehabisan uang dalam 4 bulan. Mereka perlu berinvestasi setidaknya €4,5 juta untuk memperpanjang&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;selama 18 bulan (umumnya inilah rata-rata&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;yang ‘aman’ pada startup). Perhitungan&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;dan<em>&nbsp;runway</em>&nbsp;dapat menjadi informasi untuk investor ketika bernegosiasi (apabila&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;pendek) atau pada startup (jika&nbsp;<em>runway&nbsp;</em>minimal 6 bulan).</p>



<p id="bd49">Selanjutnya, seperti apa tingkat <em>burn rate </em>yang dianggap baik? Sebenarnya <em>burn rate </em>bervariasi, namun yang dapat menjadi indikator adalah waktu tersisa yang dimiliki oleh startup. Umumnya, pendiri harus memiliki rencana matang selama 12 bulan ke depan. Menurut Mark Suster, “Penciptaan nilai startup harus setidaknya 3x jumlah uang tunai yang kamu ‘bakar’ atau kamu menyia-nyiakan nilai investor.” Menurutnya, startup perlu segera memonetisasi bisnis karena 99% perusahaan tidak mampu jika hanya berfokus pada pertumbuhan. Jadi, rencanakan strategi monetisasi sedini mungkin sebelum <em>runway</em>mu semakin memendek dan dana di rekening semakin menipis. Semangat ya <em>founder</em>!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="b0a8"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="035e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="856b"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pentingnya-burn-rate-dan-runway-bagi-startup-tahap-awal/">Pentingnya Burn Rate dan Runway Bagi Startup Tahap Awal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Metrik Ini untuk Melejitkan Retensi Pengguna Loyal</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/manfaatkan-metrik-ini-untuk-melejitkan-retensi-pengguna-loyal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2022 06:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metrics]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8499</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertumbuhan startup dinilai dari produknya yang terus berkembang. Salah satu tandanya adalah dengan bertambahnya pengguna baru dan tingkat retensi pengguna yang tinggi. Pengguna yang menggunakan produk secara berulang artinya menjadikan produk sebagai solusi dari permasalahan mereka. Hal ini dapat diukur dengan metrik yang disebut dengan ‘stickiness’. Dilansir dari metabeta.com,&#160;stickiness&#160;adalah metrik yang mengukur jumlah orang yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/manfaatkan-metrik-ini-untuk-melejitkan-retensi-pengguna-loyal/">Manfaatkan Metrik Ini untuk Melejitkan Retensi Pengguna Loyal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="636f">Pertumbuhan startup dinilai dari produknya yang terus berkembang. Salah satu tandanya adalah dengan bertambahnya pengguna baru dan tingkat retensi pengguna yang tinggi. Pengguna yang menggunakan produk secara berulang artinya menjadikan produk sebagai solusi dari permasalahan mereka. Hal ini dapat diukur dengan metrik yang disebut dengan ‘<em>stickiness</em>’.</p>



<p id="7b25">Dilansir dari metabeta.com,&nbsp;<em>stickiness</em>&nbsp;adalah metrik yang mengukur jumlah orang yang sangat terlibat dengan suatu produk. Keterlibatan pengguna yang tinggi artinya mereka sangat tertarik dengan produk dan berulang kali kembali menggunakannya.&nbsp;<em>Founder&nbsp;</em>dapat menggunakan metrik ini ketika akan melakukan&nbsp;<em>fundraising</em>.</p>



<p id="90fd">Tingkat&nbsp;<em>stickiness&nbsp;</em>yang tinggi dapat menandakan bahwa produkmu mencapai&nbsp;<em>product-market fit&nbsp;</em>dan pengguna benar-benar jatuh cinta dengan produkmu. Selanjutnya, bagaimana cara mengukur&nbsp;<em>stickiness</em>?</p>



<p id="12ac">Untuk mendapatkan persentase dari&nbsp;<em>stickiness</em>, kamu membutuhkan dua metrik lainnya yang saling berhubungan. Metrik tersebut adalah&nbsp;<strong>DAU (<em>Daily Active User</em>)</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>MAU (<em>Monthly Active User</em>)</strong>. Di mana kedua metrik ini bisa diperoleh? Kamu dapat mengeceknya melalui&nbsp;<em>tools analytics.&nbsp;</em>Baik DAU atau MAU juga dapat dilihat secara individual untuk menilai aktivasi dan retensi pengguna. Namun, jika dikaitkan, DAU dan MAU memiliki hubungan satu sama lain yang memberikan informasi yang baik dalam pengambilan keputusan.</p>



<p id="02c5">Secara definisi, dilansir dari metabeta.com, DAU menilai jumlah orang yang berinteraksi dengan produk setiap hari dan mendaftar pada tanggal sebelumnya. Sedangkan MAU mengukur jumlah orang yang berinteraksi dengan produk setiap bulan. Kemudian,&nbsp;<em>stickiness</em>&nbsp;adalah rasio antara jumlah orang yang menggunakan produk selama sebulan, dan dihitung setiap harinya.</p>



<p id="13ce">Persentase&nbsp;<em>stickiness</em>&nbsp;= DAU/MAU</p>



<p id="3a52">Misalnya, kamu memiliki 300 pengguna aktif bulanan, 30 di antaranya berinteraksi dengan produk setiap hari, maka&nbsp;<em>stickiness</em>&nbsp;produkmu adalah 10%.</p>



<p id="7af7">DAU dan MAU mengukur keaktifan pengguna. Dari sini, pendiri harus bisa memutuskan seperti apakah definisi ‘aktif’ yang ingin ditetapkan oleh tim. Definisi ‘aktif’ bisnis A tentu saja berbeda dengan bisnis B. Sebagai contoh, keaktifan pengguna Facebook dinilai dari jumlah foto yang diposting atau banyaknya permintaan pertemanan. Sedangkan Slack mengukur keaktifan dengan jumlah pesan yang dikirimkan lewat obrolan. Untuk itu, penting sekali bagi pendiri atau manajer produk untuk menentukan target keterlibatan atau keaktifan pengguna serta tindakan apa yang mereka lakukan.</p>



<p id="e6b9">Dalam menghitung DAU, jumlah pengguna baru tidak boleh diikutsertakan dari total jumlah DAU karena tidak&nbsp;<em>fair.&nbsp;</em>Pengguna baru serta pengguna aktif akan bercampur dan penghitungan&nbsp;<em>stickiness</em>&nbsp;menjadi bias.</p>



<p id="524f">DIkutip dari metabeta.com, standar DAU/MAU adalah 10–20%, dan hanya segelintir perusahaan yang mencapai 50% (sumber menurut Sequoia Capital). Mixpanel menerbitkan laporan tolok ukur pada tahun 2017, menunjukkan bahwa&nbsp;<em>stickiness</em>&nbsp;20% itu tergolong bagus, sedangkan di atas 25% adalah luar biasa.</p>



<p id="ca08">Kesimpulannya, dengan menghitung&nbsp;<em>stickiness</em>, maka pendiri dapat merencanakan strategi, apakah perusahaan perlu menambahkan biaya pemasaran dan penjualan tambahan? Tujuannya untuk meningkatkan&nbsp;<em>stickiness</em>&nbsp;dan mencegah pengguna melakukan&nbsp;<em>churn.&nbsp;</em>Dari tambahan dana untuk biaya pemasaran dan penjualan, pendiri misalnya bisa menerapkan notifikasi, penawaran, hingga panduan bantuan.</p>



<p id="4316">Kemudian akan lebih baik jika pendiri melakukan segmentasi pengguna yang punya keterlibatan tinggi daripada pengguna yang lain. Fungsinya agar pendiri dan tim lebih memahami tentang bagaimana pengalaman ‘pengguna spesial’ ini terhadap produk. Selanjutnya, pendiri dapat mengukur seperti apa ‘pengguna spesial’ ini menghabiskan waktunya di <em>platform</em>, tindakan apa yang diambil, tombol apa yang di klik, dan mengapa mereka melewatkan fitur tertentu. Ini akan sangat berguna dalam meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="4e02"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8dff"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="91df"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/manfaatkan-metrik-ini-untuk-melejitkan-retensi-pengguna-loyal/">Manfaatkan Metrik Ini untuk Melejitkan Retensi Pengguna Loyal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Salah Memperkirakan Metrik? Mungkin Ini Sebabnya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/salah-memperkirakan-metrik-mungkin-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2022 05:52:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metrics]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8490</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam membangun sebuah bisnis digital kamu perlu mengetahui metrik-metrik yang menentukan bagaimana perkembangan bisnis kamu. Metrik ini digunakan untuk melacak semua jenis data serta memiliki proses OKR terperinci dengan tim. Oleh karena itu, selain untuk mengukur data kamu juga perlu untuk meningkatkan bisnis yang kamu miliki. Namun sebelum itu, perlu untuk mengetahui definisi dari metrik. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/salah-memperkirakan-metrik-mungkin-ini-sebabnya/">Salah Memperkirakan Metrik? Mungkin Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="ac3a">Dalam membangun sebuah bisnis digital kamu perlu mengetahui metrik-metrik yang menentukan bagaimana perkembangan bisnis kamu. Metrik ini digunakan untuk melacak semua jenis data serta memiliki proses OKR terperinci dengan tim. Oleh karena itu, selain untuk mengukur data kamu juga perlu untuk meningkatkan bisnis yang kamu miliki.</p>



<p id="4da9">Namun sebelum itu, perlu untuk mengetahui definisi dari metrik.</p>



<p id="8320"><strong>Definisi Metrik</strong></p>



<p id="b5ed">Metrik adalah sesuatu yang dapat diukur dan diukur. Ada dua jenis utama metrik yaitu (1) Metrik alur yang digunakan mengukur sesuatu selama periode waktu tertentu (contoh: Pendapatan bulanan, Pengguna Aktif Mingguan), dan (2) metrik saham yang digunakan sebagai gambaran kuantitatif (contohnya: Uang Tunai, Piutang Usaha, Ekuitas). Sedangkan metrik bisnis biasanya diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori yaitu pemasaran, penjualan, keuangan, produk, operasi, dampak, dll. Beberapa komponen yang ada dalam metrik antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Indikator = merupakan metrik yang memiliki hubungan yang relevan dengan bisnis yaitu memberikan wawasan bisnis yang berguna mengenai topik tertentu.</li>



<li>KPI (<em>key performance indicator</em>) = merupakan indikator penting yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Aturan umum praktis dalam metrik adalah menjaga jumlah KPI Anda serendah mungkin.</li>
</ul>



<p id="763f"><strong>Jenis-jenis Metrik</strong></p>



<p id="21b6">Berikut ini merupakan beberapa jenis matriks yang harus dilacak dalam bisnis apapun yang salah satunya adalah&nbsp;<em>startup</em>.</p>



<p id="04d8"><strong><em>Vanity Metrics</em>&nbsp;(Metrik Kesombongan)</strong></p>



<p id="6124">Metrik ini yang paling sering digunakan seperti untuk mengetahui kunjungan situs web, pendaftaran baru, jumlah kepala, dan pekerjaan yang dibuat. Area yang biasa menonjolkan&nbsp;<em>vanity metrics&nbsp;</em>ini adalah media sosial. Hal ini mencakup halaman yang disukai, postingan yang disukai&nbsp;<em>followers</em>, dan lain-lain sebagai pengaruh saluran pada bisnis. Biasanya kinerja bisnis ini ditampilkan secara nyata jika bisnis kamu termasuk ke dalam bisnis&nbsp;<em>influencer</em>.</p>



<p id="70e3"><strong><em>Performance Metrics</em></strong></p>



<p id="b484">Metrik ini digunakan untuk membantu mengidentifikasi pola serta konsekuensi jangka panjang dari tindakan serta rencana yang kamu buat. Biasanya hal-hal yang diukur oleh pendiri atau manajer dalam matriks ini adalah Pendapatan, MRR, COGS, Margin kotor, Pengguna Aktif Bulanan,&nbsp;<em>Churn</em>,&nbsp;<em>Billings</em>, ACV, dan sebagainya. Hal ini bagus untuk mengetahui serta melacak hasil evaluasi keberhasilan strategi yang telah diterapkan sebelumnya. Namun meskipun begitu, hal ini belum cukup dan sulit untuk ditingkatkan karena bergantung pada serangkaian faktor keberhasilan seperti pemasaran konten, branding, nilai produk, tim penjualan, unit pengambilan keputusan pelanggan atau pengadaan, proses orientasi, kepuasan pelanggan,&nbsp;<em>churn</em>, dan keberuntungan (pertama-tama).</p>



<p id="86fc"><strong><em>Decision Metrics</em></strong></p>



<p id="d1dc">Metrik ini digunakan untuk mengukur tindakan serta keluaran data dan bukan hasil. Biasanya hal ini mencakup Jumlah posting media sosial per hari, Pelanggan baru mendaftar minggu ini, Panggilan penjualan, Prospek baru ditambahkan ke CRM,&nbsp;<em>Bug</em>&nbsp;diperbaiki, atau Tiket pelanggan ditutup. Hal-hal tersebut biasanya memiliki hubungan untuk kamu menentukan keputusan. Meskipun metrik ini mudah untuk ditingkatkan, tetapi mereka juga kadang sulit untuk diukur karena tidak memiliki relevansi jangka panjang. Tapi akan sulit bagi kamu untuk meningkatkan kinerja bisnis apabila tanpa menetapkan keputusan yang tepat, tanpa memahami keputusan yang perlu dibuat, tanpa melacak data, atau tanpa menggunakan data untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu agar metrik ini dapat lebih relevan, kamu dapat menambahkan “anotasi” ke diagram seperti log anotasi atau log riwayat. Hal ini berguna untuk kamu mengambil keputusan.</p>



<p id="4fef"><strong><em>Coincident Metrics</em></strong></p>



<p id="e825">Metrik ini digunakan untuk membandingkan kinerja atau penetapan tujuan kamu yang mana hal ini dapat membantu kamu dalam memahami kekuatan pasar, dinamika ekonomi secara keseluruhan atau kategori, dan persaingan.</p>



<p id="829c">Itulah beberapa metrik yang perlu kamu ketahui untuk mengelola sebuah <em>startup</em>. Jangan lupa untuk fokus terhadap detail-detail yang ada agar kamu tidak salah untuk memperkirakan metrik dalam bisnis kamu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="ef61"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="03ab"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ca04"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/salah-memperkirakan-metrik-mungkin-ini-sebabnya/">Salah Memperkirakan Metrik? Mungkin Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
