<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kepemimpinan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/kepemimpinan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/kepemimpinan/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Mar 2024 03:13:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Kepemimpinan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/kepemimpinan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Perubahan yang Harus Kamu Hadapi Saat Menjadi Leader</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-perubahan-yang-harus-kamu-hadapi-saat-menjadi-leader/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2024 03:06:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Teamwork]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat, kamu naik jabatan menjadi Team Leader!&#160;Naik jabatan dan menjadi pemimpin sebuah tim memang jadi hal yang patut dirayakan, karena itu artinya perusahaan percaya dengan potensi dan semangat kerja yang kamu miliki. Di sisi lain, akan ada banyak perubahan dalam dunia kerja yang harus kamu hadapi. Mulai dari bertambahnya tanggung jawab, cara kerja yang tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-perubahan-yang-harus-kamu-hadapi-saat-menjadi-leader/">5 Perubahan yang Harus Kamu Hadapi Saat Menjadi Leader</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e142">Selamat, kamu naik jabatan menjadi T<em>eam Leader!</em>&nbsp;Naik jabatan dan menjadi pemimpin sebuah tim memang jadi hal yang patut dirayakan, karena itu artinya perusahaan percaya dengan potensi dan semangat kerja yang kamu miliki.</p>



<p id="a894">Di sisi lain, akan ada banyak perubahan dalam dunia kerja yang harus kamu hadapi. Mulai dari bertambahnya tanggung jawab, cara kerja yang tidak lagi individualis, hingga bagaimana kamu dan tim saling memperlakukan satu sama lain.</p>



<p id="2037">Apa saja perubahan-perubahan tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1878"><strong>1. Rekan satu tim bukanlah temanmu lagi.</strong></h2>



<p id="2056">Ketika masih menjadi anggota tim, mungkin kamu telah menjalin hubungan pertemanan yang erat dengan rekanmu. Mulai dari berbagi keluh kesah pekerjaan, hingga curhatan pengalaman pribadi. Namun, sebagai&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>kamu harus bersikap lebih profesional dan mampu menjaga batasan dengan anggota tim. Kamu harus dapat menilai pekerjaan anggotamu secara objektif dan tidak memihak berdasarkan hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="43e6"><strong>2. Tanggung jawab tim.</strong></h2>



<p id="0aa7">Jika sebelumnya kamu fokus dan bertanggung jawab pada pekerjaanmu saja, kini kamu juga memiliki tanggung jawab terhadap setiap anggota tim. Seperti, memastikan setiap anggota memiliki objektif kerja yang jelas, memastikan kesejahteraan fisik dan mental mereka, memberikan masukan dan saran yang diperlukan dalam pekerjaan, hingga memberikan arahan yang jelas dan terarah. Mengenali karakter setiap anggota akan sangat membantumu dalam mengemban tanggung jawab ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="775f"><strong>3. Kepercayaan untuk mengelola sumber daya.</strong></h2>



<p id="6b71">Sebagai pemimpin, kamu punya tanggung jawab untuk mengelola sumber daya yang telah dipercayakan padamu, mulai dari karyawan, uang, hingga aset-aset. Kamu harus bisa memastikan agar sumber daya yang kamu kelola dapat mendatangkan manfaat bagi perusahan. Yakinlah bahwa hal tersebut pada akhirnya juga akan mendatangkan manfaat untukmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4465"><strong>4. Harus berkontribusi lebih luas.</strong></h2>



<p id="9f55"><em>Leader&nbsp;</em>yang hebat tidak hanya melaksanakan tanggung jawabnya sendiri, tetapi juga tanggung jawab tim. Kamu diharapkan untuk dapat mengoptimalkan hasil kerja tim dan harus siap mengorbankan pekerjaan individu demi keberhasilan bersama.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b5b8"><strong>5. Suportif dengan keputusan tim eksekutif.</strong></h2>



<p id="8da9">Saat masih menjadi anggota, mungkin kamu tidak pernah berada dalam satu ruangan dengan CEO. Lain halnya ketika kamu sudah menjadi<em>&nbsp;leader,</em>&nbsp;di mana kamu bertanggung jawab untuk melaporkan perkembangan dan hasil kerja tim. Sebagai&nbsp;<em>leader,</em>&nbsp;kamu diharapkan untuk selalu mendukung keputusan dari tim eksekutif.</p>



<p id="28a9">Ini bukan berarti kamu tidak dapat bertanya “mengapa” atau “bagaimana” terkait sebuah keputusan, tetapi pada akhirnya kamu diberikan kepercayaan dan dibayar untuk melaksanakan amanat kerja sesuai dengan keputusan atasan. Kamu mungkin akan menjumpai banyak tantangan baru sebagai&nbsp;<em>leader.&nbsp;</em>Itu wajar&nbsp;<em>kok,</em>&nbsp;karena tidak mungkin menjadi sosok pemimpin yang sempurna sejak awal.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5f75"><strong>Nah, ada beberapa keterampilan yang penting untuk kamu miliki agar bisa jadi&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>yang baik.</strong></h2>



<p id="cfe3">Pertama, jadilah pemimpin yang mempunyai nilai-nilai yang sejalan dengan perusahaan. Kamu juga harus memiliki kemampuan bernegosiasi yang efektif dan tahu cara menyelesaikan konflik dengan nyaman.</p>



<p id="581a">Kamu juga akan menghadapi berbagai rintangan dan tantangan baru. Karena itu, kamu harus bisa menjadi sosok yang tahan banting dan bisa mengambil pelajaran serta berkembang dari kesulitan yang dialami. Terakhir, jadilah&nbsp;<em>decision maker</em>&nbsp;atau pengambil keputusan yang cepat dan tepat, sehingga kamu bisa mendahulukan pesaingmu.</p>



<p id="3d38">Menjadi&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>berarti bertanggung jawab atas segala hal yang telah dilakukan oleh setiap anggota tim. Memang tidak mudah, namun percayalah dengan kemampuanmu dan teruslah belajar untuk menjadi pemimpin yang lebih baik setiap harinya.</p>



<p id="5833">Semoga artikel ini bisa membantumu untuk mempersiapkan diri menjadi <em>leader</em> yang baik, ya! Semangat terus dalam menciptakan inovasi digital dan membangun negeri. Karena Indonesia maju, mulai dari kamu!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="763a"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="5da9"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="7227"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----b54bb25be80d--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-perubahan-yang-harus-kamu-hadapi-saat-menjadi-leader/">5 Perubahan yang Harus Kamu Hadapi Saat Menjadi Leader</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founder, Inilah Kekuatan dari Komunikasi yang Wajib Kamu Tahu!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founder-inilah-kekuatan-dari-komunikasi-yang-wajib-kamu-tahu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2023 10:05:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu faktor terpenting untuk jadi pemimpin hebat. Menjadi founder memang bukan sesuatu yang mudah. Dalam dunia startup yang semakin kompetitif ini, founder harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan efektif. Nyatanya, kemampuan komunikasi adalah salah satu kualitas terpenting dalam kepemimpinan, yang bisa menjadi landasan kuat untuk membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, mitra bisnis, serta manfaat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-inilah-kekuatan-dari-komunikasi-yang-wajib-kamu-tahu/">Founder, Inilah Kekuatan dari Komunikasi yang Wajib Kamu Tahu!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu faktor terpenting untuk jadi pemimpin hebat.</p>



<p id="be13">Menjadi founder memang bukan sesuatu yang mudah. Dalam dunia startup yang semakin kompetitif ini, founder harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan efektif. Nyatanya, kemampuan komunikasi adalah salah satu kualitas terpenting dalam kepemimpinan, yang bisa menjadi landasan kuat untuk membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, mitra bisnis, serta manfaat lainnya.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Komunikasi yang <em>Powerful</em></strong></li>
</ol>



<p id="bfaa">Sebelum membahas manfaat dari komunikasi, kamu harus tahu dulu nih, seperti apa sih komunikasi yang&nbsp;<em>powerful&nbsp;</em>itu? Sebagai perumpamaan, seorang CEO seringkali harus membuat keputusan dalam waktu 5 menit tentang sesuatu yang biasanya membutuhkan waktu 5 bulan sebelum keputusan dibuat.</p>



<p id="b32e">Dalam hal ini, CEO tersebut mempunyai prinsip, yaitu jika orang yang mempresentasikan proposalnya terlihat percaya diri, maka dia akan menyetujui proposal tersebut. Jika terlihat gugup dan tidak percaya diri dengan proposalnya, maka dia akan menolak.</p>



<p id="47fe">Nah, bayangkan jika kamu menjadi orang yang sedang mempersentasikan startupmu di hadapan para investor. Jika kamu memiliki komunikasi yang&nbsp;<em>powerful,</em>&nbsp;maka peluang diterimanya proposalmu akan semakin besar.</p>



<p id="45e9"><strong>2. Memahami Perbedaan Gaya Bahasa</strong></p>



<p id="9a2a">Gaya bahasa dapat memengaruhi hubungan kita dengan orang sekitar, termasuk rekan-rekan, investor, dan pelanggan. Selain memiliki komunikasi yang efektif, kamu juga perlu memahami bagaimana cara masing-masing anggota tim berkomunikasi. Karena, perbedaan gaya bahasa bisa menyebabkan miskomunikasi antar kolega, loh.</p>



<p id="1417">Misalnya, kamu ingin memberitahu anggota tim kamu untuk menulis ulang laporan. Pertama, kamu memberikan poin-poin yang sudah baik dalam laporan tersebut. Kemudian, barulah kamu memberikan tanda untuk bagian mana saja yang harus diperbaiki, yang merupakan poin utama. Rekanmu bisa memahami dan menerima masukan tersebut. Namun, hasil revisi laporan yang dikerjakannya hanya menunjukkan perbaikan minor dan tidak menyelesaikan poin utama pada laporan tersebut.</p>



<p id="c4ba">Contoh kasus di atas disebabkan oleh adanya perbedaan gaya bahasa&nbsp;<em>(linguistic styles).&nbsp;</em>Mungkin menurutmu, memulai dengan memberikan pujian adalah hal yang seharusnya dilakukan agar tidak ‘menjatuhkan’ anggotamu dengan langsung mengkritik. Namun, menurut anggotamu, apa yang kamu katakan pertama kali adalah poin utama, sehingga apa yang kamu katakan selanjutnya (poin kritik atau masukan) bukanlah hal yang mendesak untuk segera dilakukan.</p>



<p id="d81f">Untuk menghindari miskomunikasi seperti itu, kamu harus punya kepekaan untuk memahami gaya bahasa yang tepat bagi setiap anggota tim kamu, ya!</p>



<p id="8fbd"><strong>3. Manfaat dari Komunikasi</strong></p>



<p id="7551"><strong>Mengartikulasikan Visi Startup</strong></p>



<p id="388d">Memiliki kemampuan dan pemahaman komunikasi tentunya punya banyak manfaat. Pertama, kekuatan berkomunikasi memungkinkan founder untuk mengartikulasikan visi startupnya dengan jelas dan meyakinkan. Dengan komunikasi yang baik, kamu bisa meyakinkan bahwa visi kamu sangatlah penting, sehingga calon investor dan anggota tim bisa memberikan kamu dukungan penuh.</p>



<p id="326c"><strong>Menumbuhkan Loyalitas Pelanggan</strong></p>



<p id="9c9d">Selain itu, dengan komunikasi kamu juga bisa menjalin hubungan yang kuat dengan pelanggan. Dalam memulai startup, pelanggan adalah aset yang sangat berharga. Bangunlah hubungan yang baik dengan mereka seperti mendengarkan masukan dan tanggapan mereka tentang produkmu, menjawab pertanyaan mereka sebagai bentuk&nbsp;<em>customer service&nbsp;</em>yang baik, dan terus mengembangkan produk berdasarkan masukan dari pelanggan. Dengan mendengarkan konsumen dan membangun komunikasi yang baik, kamu bisa meningkatkan loyalitas pelanggan dan membuat startupmu lebih&nbsp;<em>secure.</em></p>



<p id="5e69"><strong>Memperoleh Mitra Bisnis</strong></p>



<p id="ecf2">Komunikasi juga sangat penting untuk menjalin mitra bisnis yang sukses. Mitra bisnis dapat membantumu memperluas koneksi dan mendapatkan sumber daya tambahan. Jika kamu bisa berkomunikasi dengan efektif dalam bernegosiasi, menyampaikan tujuan bersama, dan mengatasi perbedaan pendapat, maka peluangmu untuk memiliki banyak mitra akan terbuka semakin luas sehingga startupmu bisa semakin berkembang.</p>



<p id="4341"><strong>Menjadi Pemimpin yang Baik</strong></p>



<p id="d788">Yang tidak kalah penting, kemampuan berkomunikasi akan membantumu dalam membangun dan menjadi pemimpin yang baik. Dengan komunikasi yang efektif, kamu bisa menyampaikan harapan, tujuan, dan tugas kepada anggota tim dengan jelas. Tentunya, kembali lagi pada kemampuanmu untuk memahami perspektif dan gaya bahasa anggotamu, ya.</p>



<p id="547a">Itulah beberapa hal tentang kekuatan berkomunikasi yang wajib kamu tahu sebagai founder startup. Semoga, artikel ini bisa membantumu untuk menjadi pemimpin yang lebih baik, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="5bad"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8d2c"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5086"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----6ee36b3cdab8--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-inilah-kekuatan-dari-komunikasi-yang-wajib-kamu-tahu/">Founder, Inilah Kekuatan dari Komunikasi yang Wajib Kamu Tahu!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tidak Hanya Gaji, Ternyata Inilah Hal yang diharapkan oleh Karyawan!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tidak-hanya-gaji-ternyata-inilah-hal-yang-diharapkan-oleh-karyawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Mar 2023 08:57:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8768</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bantu karyawanmu menemukan tujuan dalam bekerja. Tidak dapat dipungkiri, tujuan terbesar dari bekerja adalah untuk menghasilkan uang. Namun, setiap karyawan juga mengemban nilai dan tujuan sebagai seorang manusia. Tujuan personal yang sejalan dengan perusahaan akan membuat karyawan menjadi loyal. Jika kamu perhatikan, generasi sekarang memiliki tingkat&#160;turnover&#160;yang cenderung tinggi karena mereka sangat mementingkan nilai apa yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tidak-hanya-gaji-ternyata-inilah-hal-yang-diharapkan-oleh-karyawan/">Tidak Hanya Gaji, Ternyata Inilah Hal yang diharapkan oleh Karyawan!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bantu karyawanmu menemukan tujuan dalam bekerja.</p>



<p id="7fe3">Tidak dapat dipungkiri, tujuan terbesar dari bekerja adalah untuk menghasilkan uang. Namun, setiap karyawan juga mengemban nilai dan tujuan sebagai seorang manusia. Tujuan personal yang sejalan dengan perusahaan akan membuat karyawan menjadi loyal. Jika kamu perhatikan, generasi sekarang memiliki tingkat&nbsp;<em>turnover</em>&nbsp;yang cenderung tinggi karena mereka sangat mementingkan nilai apa yang dapat mereka peroleh selama mengabdi di suatu perusahaan.</p>



<p id="6c9d">Karyawan yang memiliki nilai yang sama dengan perusahaan akan jauh lebih loyal dan lebih bersedia untuk merekomendasikan perusahaan ke teman-temannya. Untuk itu, sebagai seorang&nbsp;<em>leader,&nbsp;</em>penting bagimu untuk membantu karyawan dalam menemukan tujuan.</p>



<p id="2d45">Sebagai&nbsp;<em>founder</em>, kamu harus mampu mendeskripsikan bagaimana pekerjaan dapat sejalan dengan tujuan personal. Untuk itu, kamu harus dapat memahami apa yang karyawanmu inginkan yang mungkin belum mereka peroleh di startupmu Setelah itu, barulah kamu dapat mengambil langkah untuk mendukung karyawanmu menemukan tujuan mereka di tempat kerja.</p>



<p id="1f28">Jika kamu sukses melakukannya, kamu dapat membuat startupmu menjadi tempat bekerja yang jauh lebih baik dengan karyawan yang semakin loyal.</p>



<p id="f17f">Berikut ini langkah-langkah yang dapat kamu terapkan untuk membantu karyawanmu menemukan tujuan. Simak dengan seksama, ya!</p>



<p id="1841"><strong>1.</strong>&nbsp;<strong>Pahami dahulu tujuan startupmu</strong></p>



<p id="6b8d">Coba deh, pikirkan lagi apakah tujuan startupmu memang dapat memberikan dampak untuk masyarakat? Jika iya, apakah startupmu sudah menjalankan tujuan tersebut selama ini? Sebagai pemimpin, jadilah orang pertama yang memikirkan tujuan tersebut.</p>



<p id="a79d">Setelah yakin dengan tujuan startupmu, langkah selanjutnya adalah melakukan “pengecekan.” Kamu bisa membuat kartu penilaian untuk memantau komitmen karyawan terhadap tujuan perusahaan. Penilaian yang dilakukan secara rutin membantumu menemukan masalah lebih cepat sehingga bisa mengambil solusi yang tepat. Jika ingin lebih serius, kamu bisa menambahkan&nbsp;<em>metric purpose</em>&nbsp;pada penilaian kinerja karyawan.</p>



<p id="3f4c"><strong>2.</strong>&nbsp;<strong>Berikan kesempatan untuk refleksi diri</strong></p>



<p id="de26">Kamu juga bisa mendorong karyawan untuk mencari tahu tujuan mereka. Caranya, buatlah sesi kumpul khusus untuk merefleksikan makna bekerja. Sesi renungan ini akan membuat karyawanmu lebih semangat ke kantor, terlebih ketika mereka sadar bahwa apa yang mereka kerjakan akan memberikan dampak baik untuk sekitar.</p>



<p id="22d5">Kamu juga bisa mendelegasikan kegiatan ini sebagai tugas untuk para manager. Seorang manager harus memiliki komunikasi yang baik dengan anggota timnya. Jadi, manager bisa menjadi orang pertama dalam sebuah tim dalam membagikan tujuan personal yang ingin diraihnya di perusahaan.</p>



<p id="f55a">Cara ini sangat baik untuk dilakukan demi meningkatkan produktivitas karyawan. Faktanya, karyawan yang diberikan kesempatan untuk refleksi diri akan lebih mudah untuk menemukan kesamaan antara tujuan personalnya dengan tujuan perusahaan. Sehingga, karyawan pun jadi semakin semangat bekerja.</p>



<p id="8d84"><strong>3.</strong>&nbsp;<strong>Bimbing karyawan dalam melaksanakan tujuan</strong></p>



<p id="22ca">Setelah menemukan kesamaan tujuan, saatnya kamu memberikan kesempatan kepada karyawanmu untuk mewujudkan tujuan tersebut dalam pekerjaan sehari-hari. Mulailah dengan membantu mereka menerapkan makna personal ketika mengerjakan pekerjaan. Dengan menunjukkan kepedulianmu akan tujuan pribadi mereka, karyawan akan merasa lebih terpenuhi secara emosional. Pekerjaan yang dilakukan dengan penuh&nbsp;<em>passion&nbsp;</em>tentunya akan berdampak positif untuk startupmu, bukan?</p>



<p id="0ebc">Kamu bisa mengajak karyawanmu untuk mengajukan pertanyaan serta membagikan ide tentang bagaimana caranya memenuhi tujuan personal mereka. Percaya deh, karyawan yang mempunyai tujuan pasti akan lebih bekerja keras dan senang berinovasi.</p>



<p id="cd6b"><em>Founder,</em>&nbsp;itulah beberapa cara untuk membantu karyawanmu menemukan tujuan dalam bekerja. Dengan memberikan perhatian kepada setiap karyawan, loyalitas akan tumbuh dan karyawanmu dapat bekerja dengan lebih maksimal. Rasa khawatir akan hilangnya karyawan berharga pun akan berkurang.</p>



<p id="d21c">Semoga artikel ini membantu, ya! Tetaplah semangat menjadi pemimpin yang bisa merangkul rekan-rekannya untuk membangun Indonesia yang lebih baik!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="1733"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="7a5e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="7ca2"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tidak-hanya-gaji-ternyata-inilah-hal-yang-diharapkan-oleh-karyawan/">Tidak Hanya Gaji, Ternyata Inilah Hal yang diharapkan oleh Karyawan!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founder, Ini Cara Efektif Meminta Masukan dari Advisor</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founder-ini-cara-efektif-meminta-masukan-dari-advisor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2022 02:45:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai seorang founder, kita cenderung dituntut menjadi ahli dalam segala hal; mulai dari mempunyai visi besar, karisma yang dapat memikat investor dan pegawai, serta ketajaman insting dalam berbisnis. Ditambah dengan adanya tantangan pandemi, founder semakin ‘didesak’ untuk segera mengadopsi strategi bisnis yang tepat dan bertahan lama. Namun sebenarnya, kamu tidak perlu merasa sendirian. Kolaborasi adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-ini-cara-efektif-meminta-masukan-dari-advisor/">Founder, Ini Cara Efektif Meminta Masukan dari Advisor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="66a9">Sebagai seorang founder, kita cenderung dituntut menjadi ahli dalam segala hal; mulai dari mempunyai visi besar, karisma yang dapat memikat investor dan pegawai, serta ketajaman insting dalam berbisnis. Ditambah dengan adanya tantangan pandemi, founder semakin ‘didesak’ untuk segera mengadopsi strategi bisnis yang tepat dan bertahan lama.</p>



<p id="7598">Namun sebenarnya, kamu tidak perlu merasa sendirian. Kolaborasi adalah hal yang sangat penting dalam berbisnis, termasuk meminta saran dan berkonsultasi dengan advisor dan juga investor.</p>



<p id="fae3">Tentunya, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang mempunyai segala jawaban atas kesulitanmu. Sehingga, kamu perlu memiliki kemampuan untuk dapat mengambil kesimpulan dari berbagai pendapat. Setelah itu, kamu harus mampu menciptakan langkah baru untuk perusahaanmu berdasarkan kesimpulan tersebut.</p>



<p id="331b">Berikut ini langkah-langkah yang dapat kamu terapkan dalam meminta saran dari advisor. Yuk, cermati dengan baik agar kamu bisa menjadi founder yang semakin keren!</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Pegang kendali atas hubunganmu dengan advisor</strong></li>
</ol>



<p id="a6db">Advisor, terutama investor, memiliki pengaruh yang sangat penting saat kamu mengambil keputusan bisnis. Agar proses pengambilan keputusan tidak menjadi rumit, kamu harus bisa memegang kendali atas hubunganmu.</p>



<p id="595b">Caranya, buatlah dinamika<em>&nbsp;sparring</em>&nbsp;antara kamu dan advisor. Saat berkonsultasi, kamu dapat terlebih dahulu mengutarakan pemikiran dan rencana bisnismu, sementara advisor akan memberikan saran berdasarkan pengalaman mereka sebagai catatan tambahan.</p>



<p id="082a">Advisor yang baik akan selalu membawamu kembali ke dalam inti permasalahan yang berusaha kamu pecahkan, yang akan melatih kemampuan berargumenmu. Sebagai founder, kamu dapat memilih kapan sebuah saran harus kamu dengar dan kapan kamu sebaiknya melakukan rencana sesuai caramu sendiri.</p>



<p id="cb89"><strong>2. Fokus pada bagaimana bisnismu dapat berkembang</strong></p>



<p id="68c1">Daripada berpaku pada apa yang advisor lakukan di masa lalu, fokuslah pada keadaanmu sekarang dan meminta masukan berdasarkan kondisi perusahaanmu. Berikut adalah contoh pertanyaan yang dapat kamu terapkan:</p>



<p id="cfa6"><em>“Saya ingin membangun tim sales dan sedang mencari orang pertama untuk saya rekrut. Ini adalah target customer kami, pendapatan rata-rata per customer, dan gambaran proses sales kami. Bagaimanakah langkah yang harus saya ambil selanjutnya?”</em></p>



<p id="110e"><strong>3. Maksimalkan hubunganmu dengan advisor</strong></p>



<p id="9645">Kesuksesan sebuah bisnis dapat diukur secara kuantitatif, seperti besarnya pendapatan, retensi pelanggan, dan sebagainya. Sebaliknya, kesuksesan hubunganmu dengan advisor cenderung bersifat kualitatif.</p>



<p id="3db8">Berikut ini adalah ciri-ciri bahwa kamu telah memiliki hubungan yang baik dan rekat dengan advisor:</p>



<p id="6e18">a. Setiap konsultasi akan berakhir, kamu selalu merasa ingin mengobrol lebih lama<br>b. Advisor selalu bersikap responsif terhadap kebutuhanmu dan perusahaan<br>c. Kamu merasa seperti mengalami “lompatan besar” akan pengetahuan berbisnismu setiap kali kamu berkonsultasi</p>



<p id="048c">Bagaimana, founders? Apakah kamu dan advisor telah memenuhi hal-hal di atas?</p>



<p id="e36c"><strong>4. Lakukan&nbsp;<em>follow up progress</em>&nbsp;dari hasil masukan</strong></p>



<p id="88f5">Terakhir, jangan lupa untuk melakukan&nbsp;<em>follow-up</em>&nbsp;<em>progress</em>&nbsp;kerja berdasarkan masukan yang telah diberikan oleh advisor. Dengan begitu, advisor akan merasa dihargai dan semakin bersemangat untuk membimbingmu dalam berbisnis.</p>



<p id="05cf">Kamu dapat membuat suatu dokumen berisi masukan dalam bentuk&nbsp;<em>one liner</em>. Di sebelah one liner, kamu dapat menuliskan&nbsp;<em>progress&nbsp;</em>yang sudah kamu kerjakan berdasarkan masukan tersebut. Kamu dapat mengisi dokumen ini secara rutin, setidaknya setiap enam bulan. Dengan adanya dokumen ini, kamu dapat membagikan&nbsp;<em>progress&nbsp;</em>kerjamu kepada advisor, investor, maupun mentor dengan mudah dan teroganisir.</p>



<p id="8a89">Itulah beberapa cara yang dapat kamu terapkan dalam berkonsultasi dengan advisor. Semoga dengan menerapkan hal-hal di atas, kamu dapat bekerja lebih efektif dan jadi founder yang lebih keren, ya.</p>



<p id="d71e">Selamat mencoba!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="8e6e"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b1ac"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="4683"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-ini-cara-efektif-meminta-masukan-dari-advisor/">Founder, Ini Cara Efektif Meminta Masukan dari Advisor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Tepat Pemimpin Menjadi Storyteller Hebat</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kiat-tepat-pemimpin-menjadi-storyteller-hebat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2022 01:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Storyteller]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7416</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kata siapa pemimpin tidak perlu mengasah kemampuan bercerita? Ada pepatah yang mengatakan, “pemimpin yang baik adalah pencerita yang hebat”. Itu karena kemampuan untuk bercerita sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan. Tidak percaya? Ambil contoh bahwa pemimpin yang menjadi pencerita hebat, akan berhasil memenangkan hati investor untuk menyuntik dana investasi. Mau contoh lainnya? Divisi bagian penjualan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kiat-tepat-pemimpin-menjadi-storyteller-hebat/">Kiat Tepat Pemimpin Menjadi Storyteller Hebat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="85c6">Kata siapa pemimpin tidak perlu mengasah kemampuan bercerita?</p>



<p id="2eb2">Ada pepatah yang mengatakan, “pemimpin yang baik adalah pencerita yang hebat”.</p>



<p id="ee24">Itu karena kemampuan untuk bercerita sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan. Tidak percaya? Ambil contoh bahwa pemimpin yang menjadi pencerita hebat, akan berhasil memenangkan hati investor untuk menyuntik dana investasi. Mau contoh lainnya? Divisi bagian penjualan yang pandai bercerita dapat&nbsp;<em>closing&nbsp;</em>dan mendapatkan persetujuan dari klien. Rasanya semua orang (tidak hanya pemimpin saja) ternyata perlu mengasah keterampilan untuk&nbsp;<em>story telling&nbsp;</em>atau bercerita. Jadi, bagaimana caranya?</p>



<p id="6daf">Simak penjelasan yang satu ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1bbe"><strong>Membangun kerangka cerita</strong></h3>



<p id="b9d2">Dalam bercerita, kita akan lebih mudah jika punya arah yang jelas. Seperti apa alurnya, bagaimana cara bercerita, cara memulai, dan mengakhiri cerita. Ini semua disusun dalam sebuah kerangka cerita. Ada 3 hal penting yang menjadi pondasi sebuah kerangka agar cerita kita relevan dengan audiens:</p>



<p id="1493">&#8211; Kalimat pertamamu dalam mengawali cerita</p>



<p id="3b13">&#8211; Pengalaman mengajak audiens untuk ikut serta merasakan apa yang kamu ceritakan</p>



<p id="5b0c">&#8211; Momen refleksi, yaitu saat audiens berpikir bahwa ‘aku pernah mengalami momen itu’, atau ‘aku sepertinya akan mengalami hal tersebut’.</p>



<p id="9fe5">Saat menuliskan kerangka cerita, gunakan ketiga hal tersebut. Tujuannya agar kamu dapat menciptakan keintiman dan kedekatan dengan audiens. Anggap bahwa mereka menggunakan kacamata yang sama denganmu. Anggaplah bahwa mereka juga bisa berada di posisimu dalam sudut pandang yang sama.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="61be"><strong>Mengombinasikan seni persuasi dan sains</strong></h3>



<p id="6718">Dalam bercerita, tidak perlu menceritakan semua hal dari A hingga Z kepada audiens. Mereka tidak akan tertarik dengan informasi yang terlalu melebar sehingga menghilangkan fokus pada inti ceritanya. Kepemimpinan bukan tentang merancang visi secara sempurna. Apa yang orang pikir adalah visi, sebenarnya adalah persuasi.</p>



<p id="a83d">Jadi, dalam bercerita, tidak perlu berkutat dengan angka dan data yang ditampilkan ‘apa adanya’ karena itu membosankan. Yang perlu kamu lakukan adalah mengubah angka menjadi sesuatu yang bernilai dan bisa diangkat sebagai cerita. Caranya dengan meringkasnya menjadi sebuah sorotan utama.</p>



<p id="f6b9">Misalnya, kamu ingin bercerita bahwa pada tahun ini, penjualan gawai pintar untuk merek X meningkat sebanyak 35% daripada tahun sebelumnya. Agar tidak terlalu monoton dan membosankan, kamu dapat mengemasnya seperti:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Tontonan apa yang kamu lihat lewat gawai?&nbsp;<em>(mengajak audiens untuk berefleksi)</em></li><li>Permainan apa yang kamu sukai dari&nbsp;<em>smartphone</em>?</li><li>Aplikasi dari gawai apa yang digunakan ketika bekerja?</li></ul>



<p id="1202">Kita semua butuh gawai, terlebih di era pandemi karena manusia sangat bergantung pada kebutuhan untuk daring. Itulah yang menjadi penyebab dari kenaikan penjualan gawai merek X sebesar 35%.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b0d5"><strong>Berani menceritakan tentang kegagalan</strong></h3>



<p id="852b">Pemimpin yang berani adalah yang mau menceritakan tentang kegagalannya. Menceritakan tentang hal-hal yang emosional, rentan, dan rapuh, adalah hal yang paling orisinil yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin. Itu membuktikan bahwa kamu sebagai seorang pemimpin adalah ‘manusia’. Dengan ini, maka pandangan audiens terhadap kita adalah sama, karena kita sama-sama manusia (menghilangkan status sosial, jabatan, dan perbedaan level saat bercerita). Secara tidak langsung, hal tersebut dapat memupuk kepercayaan dari audiens, sehingga lebih mudah terhubung denganmu. Bercerita tentang kegagalan memberikan pemahaman bahwa kamu sebagai pemimpin mengizinkan orang lain untuk mengambil risiko dalam pekerjaan mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="84a0"><strong>Merekmu adalah ceritamu. Sampaikan ini dengan pesan yang mudah dipahami</strong></h3>



<p id="aeca">Pemimpin biasanya terjebak dan terintimidasi oleh penyampaian&nbsp;<em>branding.&nbsp;</em>Bahwa&nbsp;<em>branding&nbsp;</em>adalah sesuatu yang&nbsp;<em>textbook,&nbsp;</em>baku, dan harus dijelaskan dengan bahasa yang sulit. Nyatanya tidak seperti itu. Kamu dapat bercerita tentang kisah dalam membangun startup, mengapa kamu melakukannya, dan untuk siapa hal tersebut dilakukan. Pesan-pesan yang disampaikan dengan ‘sederhana’ ini akan lebih ‘mengena’ di hati audiens.</p>



<p id="57d0">Selanjutnya, kamu dapat mengaitkan produkmu dengan kisah pribadi dari pelangganmu. Bahwa dengan menggunakan produkmu, hidup pelanggan menjadi berubah dan merasa terbantu, apa yang pelanggan dapatkan dari produkmu, apa saja yang kamu janjikan kepada pelanggan dalam produk, bagaimana cara meningkatkan kehidupan pelanggan, serta posisimu terhadap pesaing.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="3f51"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f6f7"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="391d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kiat-tepat-pemimpin-menjadi-storyteller-hebat/">Kiat Tepat Pemimpin Menjadi Storyteller Hebat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founders, Pahami 6 Elemen Ini supaya Keputusanmu Lebih ‘Tajam’</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founders-pahami-6-elemen-ini-supaya-keputusanmu-lebih-tajam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2022 05:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7341</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa tugas besar dari menjadi seorang CEO? Ternyata jadi CEO itu harus terbiasa melakukan penilaian dan mengambil keputusan setiap harinya. Penilaian adalah salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Kemampuan ini menggabungkan kualitas pribadi dengan pengetahuan dan pengalaman yang relevan untuk membentuk opini serta membuat keputusan. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-pahami-6-elemen-ini-supaya-keputusanmu-lebih-tajam/">Founders, Pahami 6 Elemen Ini supaya Keputusanmu Lebih ‘Tajam’</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="f719">Apa tugas besar dari menjadi seorang CEO?</p>



<p id="d605">Ternyata jadi CEO itu harus terbiasa melakukan penilaian dan mengambil keputusan setiap harinya.</p>



<p id="53ec">Penilaian adalah salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Kemampuan ini menggabungkan kualitas pribadi dengan pengetahuan dan pengalaman yang relevan untuk membentuk opini serta membuat keputusan. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Noel Tichy dan Warren Bennis, penulis dari buku How Winning Leaders Make Great Calls.</p>



<p id="ea0c">Dilansir dari artikel yang dipublikasikan Sir Andrew Likierman melalui&nbsp;<em>Harvard Business Review,</em>&nbsp;ada enam elemen dasar penilaian yang baik dan dibutuhkan oleh para pemimpin. Berikut ini penjelasan lengkapnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="35d6"><strong>1. Menjadi pendengar yang perhatian dan pembaca yang teliti</strong></h2>



<p id="0531">Bagaimana membuat penilaian yang bijak apabila dilakukan dengan terburu-buru? Tentu hasilnya tidak maksimal, ya. Tapi, hal seperti ini ternyata kerap dilakukan oleh banyak pemimpin, lho. Sebab, secara tidak sadar mereka kurang menyerap dan menyaring informasi yang didapatkan.</p>



<p id="c82e">Penyebab lainnya adalah para pemimpin ini tidak cukup kritis terhadap apa yang mereka dengar dan atau baca. Padahal penilaian dan keputusan yang baik seharusnya bisa mengubah pengetahuan menjadi pemahaman. Untuk itu, cobalah untuk menjadi pendengar aktif. Yaitu mendengarkan dengan penuh perhatian, menangkap pesan yang tidak dikatakan, hingga membaca arti dari bahasa tubuh.</p>



<p id="3a91">Pendengar aktif juga berarti mengajukan pertanyaan serta memeriksa kesimpulan terkait informasi yang diberikan. Lain halnya dengan mendengarkan, pemimpin yang bijak adalah pembaca yang teliti. Mereka terbiasa untuk menelaah data, mencari tahu dari mana asal data yang menjadi dasar, serta kemungkinan minat dari orang-orang yang memasok data tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c3c5"><strong>2. Mencari banyak informasi yang berbeda</strong></h2>



<p id="5c71">Seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru yang terbaik. Jadi, menggunakan pengalaman sendiri sebagai bahan pembelajaran adalah hal yang tepat. Akan tetapi, jangan persempit pemikiran dengan menjadikan pengalaman pribadi sebagai referensi. Kamu bisa memperluas pemikiran dan pandanganmu melalui pengalaman orang lain.</p>



<p id="50b9">Jadi mulai dari sekarang, kamu bisa mengembangkan banyak sumber dari orang-orang terpercaya yang berperan memberi tahu apa yang kamu butuhkan, bukan memberi tahu apa yang ingin kamu dengar. Jangan mencari orang dengan prinsip ‘asal bos senang’. Alasannya, pemimpin butuh informasi dari banyak sumber dan objektif. Bahkan, bisa jadi informasi yang kamu tidak setuju ternyata malah memberikan tantangan yang kamu butuhkan dan membawa dampak positif.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="30a8"><strong>3. Kaitkan dengan pengalaman yang relevan</strong></h2>



<p id="fc99">Pemimpin dapat mengaitkan pengalaman yang relevan untuk mengambil keputusan. Namun, sebaiknya kamu kini perlu melakukan evaluasi tentang seberapa tepat kamu menggunakan pengalaman ketika membuat kebijakan?</p>



<p id="004e">Apa saja yang berjalan dengan baik ketika memasukkan unsur pengalaman dalam membuat keputusan?</p>



<p id="4c51">Atau apa saja hal buruk yang terjadi?</p>



<p id="2cca">Jika perlu, catat hal-hal yang benar dan yang tidak tepat ketika menggunakan acuan pengalaman sebagai referensi dalam memberikan penilaian. Sebab, ada kemungkinan hal-hal yang sama terjadi lagi jika tidak teliti. Pemimpin dengan pengalaman yang mendalam juga punya risiko untuk jatuh ke dalam kebiasaan yang berujung hasil tidak objektif karena terlalu mengandalkan kebiasaan atau kejadian masa lampau. Selanjutnya, kamu dapat menambah ‘kamus’ pengalamanmu melalui bekerja dengan banyak orang. Bagaimana pun, hal ini akan sangat berguna untuk referensi pengambilan keputusan di masa yang akan datang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1935"><strong>4. Berani mengenali dan menantang bias</strong></h2>



<p id="91c4">Ketika memproses informasi, sangat penting untuk memahami dan mengatasi bias kita sendiri. Untuk itu, cobalah untuk memahami, mengidentifikasi, dan menerima sudut pandang yang berbeda dari orang lain. Kamu juga dapat membiasakan diri dengan bermain peran dan simulasi. Tujuannya untuk dapat memaksa dan membiasakan pikiran untuk menganalisis agenda dan tujuan dari setiap peran. Misalnya, tujuan antara CEO bekerja dan tujuan karyawan bekerja, tentu saja akan sangat berbeda. Maka dari itu, penting bagimu untuk menyediakan ruang yang aman terhadap adanya perbedaan pendapat.</p>



<p id="72e7"><strong>5. Kumpulkan beberapa pilihan kemungkinan solusi</strong></p>



<p id="7250">Ketika akan memutuskan, jangan persempit pilihan menjadi A dan B saja. Para pemimpin cerdas menerima banyak pilihan untuk dijadikan kemungkinan solusi. Pertimbangkan juga dalam setiap pilihan akan ada risiko dan konsekuensi yang tidak diinginkan.</p>



<p id="1adc">Pemimpin tidak perlu memikirkan semua kemungkinan pilihan, namun fokuslah untuk memastikan bahwa manajemen dan tim dapat memberikan berbagai kemungkinan, melawan bias, serta berani memunculkan pilihan yang mungkin sangat berbeda. Sebagai pemimpin, kamu punya kesempatan untuk bisa mengklarifikasi informasi-informasi yang ditawarkan kepadamu, terlebih informasi yang bersifat buruk. Gali dan cari tahu tentang adanya kemungkinan fakta penting yang hilang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e878"><strong>6. Pertimbangkan siapa yang akan mengeksekusi solusi</strong></h2>



<p id="25d1">Ketika pilihan sudah diambil dan semua sepakat, pemimpin mungkin bisa sejenak mengambil nafas lega karena solusi sudah hadir di depan mata. Namun, masih ada satu tugas lagi yang perlu dikerjakan, yaitu memastikan siapa pihak yang tepat untuk mengeksekusi solusi.</p>



<p id="614c">Pemimpin dengan keterampilan penilaian yang baik dapat mengantisipasi adanya risiko dan paham siapa yang paling tepat mengelolanya. Ketika melakukan penilaian, kamu dapat memastikan bahwa pengalaman orang yang merekomendasikan solusi sudah relevan atau sesuai dengan konteksnya.</p>



<p id="281b">Pada akhirnya, semua keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan oleh pemimpin berujung pada penilaian yang tepat. Banyak pemimpin punya ambisi besar namun tidak dapat memberikan penilaian sehingga melakukan kesalahan dalam keuangan. Ada pula pemimpin dengan pesona dan wibawanya, tanpa penilaian ternyata juga bisa menjerumuskan anggota timnya ke arah yang buruk. Untuk itulah, keterampilan dalam menilai dan mengambil keputusan harus terus diasah dan dipraktikkan.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="5688"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="9bf1"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="f063"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-pahami-6-elemen-ini-supaya-keputusanmu-lebih-tajam/">Founders, Pahami 6 Elemen Ini supaya Keputusanmu Lebih ‘Tajam’</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali Fase Kedua CEO Startup dan Perannya di Perusahaan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kenali-fase-kedua-ceo-startup-dan-perannya-di-perusahaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2021 07:15:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[CEO]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=6193</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah startup dapat dikatakan sukses jika sudah melewati tiga fase besar selama proses berkembang. Pada setiap fase itu pula pekerjaan seorang CEO berubah secara signifikan.&#160; Artikel ini lebih membahas tentang bagaimana cara menjadi CEO yang hebat pada fase kedua. Ada tugas-tugas level tertinggi yang hanya bisa diselesaikan oleh CEO. Mau tahu apa saja? Yuk disimak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kenali-fase-kedua-ceo-startup-dan-perannya-di-perusahaan/">Kenali Fase Kedua CEO Startup dan Perannya di Perusahaan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="572" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/11/Screen-Shot-2021-11-10-at-13.57.41-1024x572.png" alt="" class="wp-image-6198" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/11/Screen-Shot-2021-11-10-at-13.57.41-1024x572.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/11/Screen-Shot-2021-11-10-at-13.57.41-300x168.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/11/Screen-Shot-2021-11-10-at-13.57.41-768x429.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/11/Screen-Shot-2021-11-10-at-13.57.41.png 1188w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Sebuah <em>startup </em>dapat dikatakan sukses jika sudah melewati tiga fase besar selama proses berkembang. Pada setiap fase itu pula pekerjaan seorang CEO berubah secara signifikan.&nbsp;</p></blockquote>



<p>Artikel ini lebih membahas tentang bagaimana cara menjadi CEO yang hebat pada fase kedua. Ada tugas-tugas level tertinggi yang hanya bisa diselesaikan oleh CEO. Mau tahu apa saja? Yuk disimak informasinya!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>CEO dan Tiga Fase Besar</strong></h2>



<p>Pahami apa saja yang termasuk tiga fase besar selama proses pertumbuhan dan perkembangan <em>startup</em> yang nantinya berpengaruh pada tugas seorang CEO, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Fase pertama.</strong> Tugas CEO adalah menciptakan produk yang disukai oleh pengguna.&nbsp;</li><li><strong>Fase kedua.</strong> CEO membangun perusahaan untuk memaksimalkan peluang munculnya produk.&nbsp;</li><li><strong>Fase ketiga.</strong> Keuntungan dari bisnis utama diinvestasikan ke dalam ide produk yang baru dan transformatif.</li></ul>



<p>Banyak CEO yang berhasil bertransisi dari fase pertama ke fase kedua, tapi banyak pula yang gagal. Padahal CEO memegang peran penting dalam mencapai keberhasilan perusahaan dan menghadapi setiap tantangan.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tugas yang tidak bisa didelegasikan oleh CEO</strong></h2>



<p>Pada fase kedua, tugas kamu sebagai CEO adalah mendelegasikan semua yang kamu lakukan di fase satu. Tujuannya supaya kamu punya waktu untuk fokus pada tugas operasional penting yang dilakukan pada fase kedua.&nbsp;</p>



<p>Daftar tugas yang tidak bisa didelegasikan oleh CEO pada fase dua di antaranya:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Memastikan semua tim bekerja sama dengan baik</strong></h3>



<p>Hanya CEO yang dapat mempekerjakan tim <em>senior leadership </em>untuk perusahaan dan memastikan mereka bekerja sama dengan baik. Mengevaluasi kinerja <em>senior executive </em>juga merupakan tantangan tersendiri. Kamu harus pandai mengevaluasi seberapa produktif pegawai mereka dan seberapa baik mereka saat bekerja sama dengan tim <em>executive </em>lainnya.</p>



<p>Rekrut tim dengan visi dan misi yang sejalan dengan kamu. Kumpulkan <em>feedback </em>dari mereka, tapi pastikan keputusan akhir tetap berada di tangan kamu.&nbsp;</p>



<p>Pekerjaan kamu selesai ketika seluruh tim <em>leadership </em>telah dibentuk. Proses ini memang memakan banyak waktu, yakni sekitar 50% waktu kamu digunakan hanya untuk merekrut dan mengelola tim senior.&nbsp;</p>



<p>Namun, setelah kamu berhasil melatih mereka untuk bekerja sama dengan baik, kemungkinan keterlibatan kamu di masa depan akan lebih sedikit.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Menciptakan tujuan dan keselarasan</strong></h3>



<p>Tugas kedua yang tidak dapat didelegasikan oleh CEO adalah menciptakan tujuan dan keselarasan di perusahaan.&nbsp;</p>



<p>Ketika sebuah <em>startup </em>memiliki pegawai kurang dari 10 orang, akan lebih mudah untuk membuat semua orang tetap selaras. Mereka akan dengan mudah mendengar dan memahami apa yang sedang terjadi, mengetahui tujuan pekerjaan mereka, dan dapat menyumbang suara saat mengambil keputusan. Komunikasi sederhana seperti ini mumudahkan kamu dalam menciptakan keselarasan.&nbsp;</p>



<p>Lain ceritanya ketika kamu mempekerjakan lebih banyak orang di lokasi kantor yang berbeda, serta dari latar belakang dan fungsi yang lebih luas, seperti <em>sales, finance, </em>dan sebagainya. Menciptakan keselarasan akan jauh lebih sulit.&nbsp;</p>



<p>Dalam sebuah <em>startup </em>dengan pegawai yang lebih banyak, kamu sebagai CEO mungkin tidak dapat bertemu langsung dengan semua orang yang bergabung di perusahaan. Bahkan kamu mungkin tidak dapat menghadiri sesi <em>onboarding</em> pegawai.&nbsp;</p>



<p>Pada fase pertama, ibaratnya kamu adalah pendayung utama di atas kapal. Namun, tugas kamu berubah pada fase kedua. Kamu tidak lagi menjadi pendayung, melainkan orang yang mengukur kecepatan dan kinerja setiap pendayung yang jumlahnya lebih banyak.&nbsp;</p>



<p>Sudah terbayang bukan?</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Membentuk dan memelihara budaya kerja perusahaan</strong></h3>



<p>Pada dasarnya, budaya kerja di kantor ditentukan oleh cara setiap pegawai memperlakukan satu sama lain. Budaya mulai terbentuk saat orang kedua bergabung dalam <em>startup </em>kamu.&nbsp;</p>



<p>Bagaimana <em>founder </em>dan pegawai awal bertindak satu sama lain pada masa awal <em>startup </em>didirikan, tanpa disadari membentuk budaya yang bertahan selama bertahun-tahun.&nbsp;</p>



<p>Namun, perlu dicatat bahwa menciptakan budaya yang baik bukan tugas CEO saja, melainkan tanggung jawab semua orang yang bekerja di perusahaan. CEO mendorong <em>founder </em>dan pegawai di awal untuk bekerja sama menyusun nilai dan norma perilaku yang aspiratif bagi semua orang.&nbsp;</p>



<p>Supaya budaya dapat ditegakkan dengan sendirinya, nilai-nilai tersebut harus selaras dengan cara perusahaan bertindak di masa lalu.&nbsp;</p>



<p>Sebaliknya, jika kamu tidak ingin perusahaan bertindak seperti masa lalu, maka berikan contoh yang jelas dan buat semua orang di bagian <em>leadership </em>bertindak seperti kamu.</p>



<p>Kalau begitu, siapkah kamu mengarungi fase kedua sebagai CEO <em>startup</em>?</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>ReferensI:</p>



<p><a href="https://www.ycombinator.com/library/3k-what-s-the-second-job-of-a-startup-ceo">https://www.ycombinator.com/library/3k-what-s-the-second-job-of-a-startup-ceo</a></p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan ini dibuat oleh Yurista Andina.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kenali-fase-kedua-ceo-startup-dan-perannya-di-perusahaan/">Kenali Fase Kedua CEO Startup dan Perannya di Perusahaan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
