<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Team Work Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/team-work/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/team-work/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Aug 2024 04:25:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Team Work Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/team-work/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pusing Cari Co-founder? Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/pusing-cari-co-founder-ini-7-cara-yang-bisa-kamu-coba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 04:23:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah jadi hal yang wajar bagi para&#160;founder&#160;ketika di awal masa merintis bisnis akan kebingungan dalam mencari&#160;co-founder&#160;yang bisa membantu merealisasikan ide bisnisnya. Kalau kamu sedang mencari&#160;co-founder&#160;tapi bingung harus mulai dari mana, artikel ini bisa menjadi panduan dan memberimu wawasan menarik. Yuk, mulai! 1. Lingkup Pertemananmu Ini adalah tempat paling mudah dan dekat dalam mencari calon&#160;co-founder&#160;startupmu. Coba [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pusing-cari-co-founder-ini-7-cara-yang-bisa-kamu-coba/">Pusing Cari Co-founder? Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="2bc7">Sudah jadi hal yang wajar bagi para&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;ketika di awal masa merintis bisnis akan kebingungan dalam mencari&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;yang bisa membantu merealisasikan ide bisnisnya. Kalau kamu sedang mencari&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;tapi bingung harus mulai dari mana, artikel ini bisa menjadi panduan dan memberimu wawasan menarik. Yuk, mulai!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="90f1"><strong>1. Lingkup Pertemananmu</strong></h2>



<p id="22ac">Ini adalah tempat paling mudah dan dekat dalam mencari calon<em>&nbsp;co-founder&nbsp;</em>startupmu. Coba pikirkan teman-teman dekatmu dan catat dengan siapa sekiranya kamu bisa cocok bekerja sama dengan salah satunya.</p>



<p id="4fcf">Pastikan bahwa salah satu temanmu itu bisa mengerjakan ide bisnis yang punya karakteristik yang kamu cari. Jadi, bukan ‘mentang-mentang’ teman dekat, lantas kamu langsung menjadikan mereka sebagai&nbsp;<em>co-founder&nbsp;</em>karena mereka cocok diajak bekerja sama. Pastikan kamu punya kriteria yang mumpuni dan tetap objektif dalam memilih, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3336"><strong>2. Koneksi dari Temanmu</strong></h2>



<p id="e8c4">Kalau poin pertama ternyata gak ada yang cocok, tenang, kamu masih cari koneksi dari temannya-teman.</p>



<p id="4321">Kamu bisa bertanya pada temanmu, apakah mereka punya teman yang cocok untuk menjadi&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;startupmu. Jangan sepelekan koneksi ini karena bisa menjadi sumber mitra bisnis yang potensial, lho.</p>



<p id="3bec">Ceritakan seperti apa kriteria&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;yang kamu cari pada temanmu, sehingga ia bisa membantumu dalam berjejaring.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9d8d"><strong>3. Rekan di Universitas</strong></h2>



<p id="da8b">Kalau kamu masih kuliah, ini masa yang paling pas untuk mencari&nbsp;<em>co-founder</em>, terutama kalau kamu sudah tahu bahwa kamu akan membangun startup selama masih kuliah ataupun setelah lulus nanti.</p>



<p id="afa6">Kamu bisa berkenalan dengan orang-orang di kelas dan lingkungan sosial yang tepat, di mana mereka punya&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>dan sifat yang kamu jadikan kriteria sebagai&nbsp;<em>co-founder</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d5ed"><strong>4. Tempat Bekerja Sebelumnya</strong></h2>



<p id="67d9">Tempat kerja adalah salah satu&nbsp;<em>sweet spot&nbsp;</em>untuk mencari kandidat&nbsp;<em>co-founder</em>. Itu karena kita sedikit banyak mengetahui performa dan kinerja mereka saat bekerja.</p>



<p id="1795">Kamu bisa mengingat-ingat dan membuat daftar orang-orang yang tepat dan cakap untuk menjadi mitra bisnismu. Kamu bisa mengajak mereka bertemu, minum kopi, dan berdiskusi tentang ide bisnismu. Tanyakan apa pendapat mereka tentang hal tersebut dan jangan segan untuk mengajak mereka menjadi bagian dari perjalanan bisnismu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="45a8"><strong>4. Berjejaring di Media Sosial</strong></h2>



<p id="9dfb">Sekarang, kita coba peruntungan yang lebih luas lagi cakupannya lewat media sosial. Kamu bisa memanfaatkan media sosial seperti Twitter/X untuk mencari&nbsp;<em>co-founder</em>. Misalnya dengan mencari lewat&nbsp;<em>hashtag</em>&nbsp;yang relevan terkait startup atau industri yang kamu jalani.</p>



<p id="0f7d">Cara terbaik untuk menemukan<em>&nbsp;co-founder</em>&nbsp;lewat media sosial adalah secara organik, yaitu dengan sering menulis status, berinteraksi dengan orang-orang yang mengikutimu,&nbsp;<em>repost</em>, atau membalas komentar orang lain. Jika kamu aktif di platform media sosial secara teratur, kamu punya peluang lebih untuk bisa terhubung dengan calon&nbsp;<em>co-founder</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c584"><strong>5. Koneksi di LinkedIn</strong></h2>



<p id="694f">Kamu juga bisa memanfaatkan situs yang menghubungkan jaringan profesional via LinkedIn. Cobalah untuk bergabung dengan grup LinkedIn yang berbeda dengan industrimu atau grup startup secara&nbsp;<em>general</em>. Dari situ, kamu bisa terhubung dengan orang-orang yang tertarik untuk mengerjakan proyek bersama. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur pengalaman kerja, sertifikasi, dan informasi lain yang tertera dalam profil LinkedIn dari kandidat&nbsp;<em>co-founder</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bc32"><strong>6. Acara dan Konferensi</strong></h2>



<p id="5731">Ini adalah salah satu tempat yang paling cocok untuk mendapatkan&nbsp;<em>co-founder</em>, terutama jika acara dan konferensinya berhubungan dengan industri atau startup. Kamu bisa berkenalan langsung dengan mereka, bertukar nomor kontak, dan wawasan penting yang bisa memberikanmu gambaran terkait profil&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;yang tepat.</p>



<p id="88ae">Rutinlah untuk mencari informasi tentang acara dan konferensi terdekat yang ada di kota atau sekitar tempatmu tinggal, yang bisa dijangkau. Cobalah untuk proaktif menghubungi&nbsp;<em>contact person&nbsp;</em>dari acara tersebut untuk mendapatkan informasi paling valid dan berguna demi kepentinganmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9553"><strong>7. Inkubator dan Akselerator</strong></h2>



<p id="5517">Wadah&nbsp;<em>offline&nbsp;</em>selanjutnya yang bisa kamu manfaatkan adalah lewat program inkubator dan akselerator. Di mana, kamu akan bertemu dengan beberapa pendiri lain, mentor, dan penasihat yang mungkin bisa menghubungkanmu dengan&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;yang ada di luar program.</p>



<p id="5a92">Manfaatkanlah kesempatan untuk mengenal banyak orang di program tersebut, dan tanyakan apa yang sedang mereka kerjakan. Mungkin kamu akan menemukan orang yang memiliki ide serupa dan memutuskan untuk menggabungkan kekuatan.</p>



<p id="58db">Namun, kamu perlu lebih jeli dan seksama ketika mencari&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;lewat kedua program ini. Sebab umumnya, akselerator bersifat lebih kompetitif dan mengharuskanmu untuk memiliki MVP sebagai bahan pertimbangan dan penilaian dari penyelenggara acara. Sebaliknya, program inkubator umumnya lebih ‘santai’ dan lebih cocok untuk startup.</p>



<p id="a010">Ibarat pepatah, ada 1000 jalan menuju Roma, maka mencari&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;pun juga banyak jalannya. Kamu perlu menemukan jalan yang tepat untuk bisa menemukan tujuan yang tepat. Tapi, bagaimana bisa tahu jalannya jika tidak mencobanya? Jadi, selamat berusaha, ya<em>&nbsp;founder</em>!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="ddc8"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="daed"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="55b3"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----f1e75d07cde1--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pusing-cari-co-founder-ini-7-cara-yang-bisa-kamu-coba/">Pusing Cari Co-founder? Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>43% Founder dan Co-founder Berselisih dan Bubar, Antisipasi dengan Cara Ini</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/43-founder-dan-co-founder-berselisih-dan-bubar-antisipasi-dengan-cara-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2024 04:02:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10822</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahukah kamu, sebanyak 43%&#160;lead founder&#160;startup akhirnya ‘membeli’ salah satu pendiri (co-founder) mereka karena perselisihan pribadi hingga perebutan kekuasaan. Ini disebutkan dari sumber elitebusinessmagazine.co.uk di mana perselisihan bisa terjadi karena perbedaan pola pikir. Lead founder&#160;mencari keahlian dari&#160;co-founder, sedangkan&#160;co-founder&#160;mencari kecocokan dari&#160;lead founder. Jadi, bagaimana supaya&#160;lead founder&#160;dapat menemukan&#160;co-founder&#160;yang tepat dan bisa bekerja sama dengan baik? Berikut adalah penjelasannya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/43-founder-dan-co-founder-berselisih-dan-bubar-antisipasi-dengan-cara-ini/">43% Founder dan Co-founder Berselisih dan Bubar, Antisipasi dengan Cara Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="8888">Tahukah kamu, sebanyak 43%&nbsp;<em>lead founder</em>&nbsp;startup akhirnya ‘membeli’ salah satu pendiri (<em>co-founder</em>) mereka karena perselisihan pribadi hingga perebutan kekuasaan. Ini disebutkan dari sumber elitebusinessmagazine.co.uk di mana perselisihan bisa terjadi karena perbedaan pola pikir.</p>



<p id="6c05"><em>Lead founder</em>&nbsp;mencari keahlian dari&nbsp;<em>co-founder</em>, sedangkan&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;mencari kecocokan dari&nbsp;<em>lead founder</em>. Jadi, bagaimana supaya&nbsp;<em>lead founder</em>&nbsp;dapat menemukan&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;yang tepat dan bisa bekerja sama dengan baik? Berikut adalah penjelasannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b701"><strong>Melihat dan menempatkan diri dari sudut pandang orang lain</strong></h2>



<p id="8de3">Sering kali ada perbedaan signifikan antara pola pikir&nbsp;<em>lead founder&nbsp;</em>dengan&nbsp;<em>co-founder.</em>&nbsp;Ini terjadi karena&nbsp;<em>lead founder</em>&nbsp;sudah lebih dulu terjun menangani startup sejak awal, sehingga mereka sudah memikirkan detail ide bisnis sebelum mereka mencari<em>&nbsp;co-founder</em>.</p>



<p id="89c4">Selain itu,&nbsp;<em>lead founder</em>&nbsp;punya banyak tugas yang menyita fokus dan perhatian mereka. Mereka terus dikejar kebutuhan dan tenggat waktu yang mendesak, serta mereka harus mencari seseorang yang bisa membantu dalam menyelesaikan pekerjaan di startup.</p>



<p id="d2f0">Di sisi lain,&nbsp;<em>co-founder&nbsp;</em>punya pola pikir yang sedikit berbeda dari&nbsp;<em>lead founder</em>. Mereka tidak bekerja sedari awal di startup tersebut, sehingga bisa jadi belum terlalu paham tentang ide besar dan gagasan utama secara detail. Mereka bisa melihat adanya visi misi dari startup, tapi belum tentu memahami hal tersebut sepenuhnya seperti yang dilakukan oleh&nbsp;<em>lead founder.</em></p>



<p id="690d"><strong>Kesimpulannya,&nbsp;<em>lead founder&nbsp;</em>memikirkan kebutuhan di startup. Di sisi lain,<em>&nbsp;co-founder&nbsp;</em>memikirkan keinginan untuk masuk di startup tersebut.</strong></p>



<p id="4bc4">Maka, jalan tengahnya adalah, sering-sering mengingat banyaknya perbedaan pola pikir dan pendapat dari kedua peran tersebut. Masing-masing harus belajar untuk menempatkan diri pada posisi orang lain. Dengan begitu, mereka akan lebih memahami mengapa lawan bicaranya punya opini kuat tentang hal tertentu, dan akan memudahkan komunikasi ke depannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3277"><strong>Tidak mengabaikan aspek interpersonal dalam percakapan awal</strong></h2>



<p id="db83">Penelitian yang dilakukan oleh Travis Howell, Steven Gray, dan Esther Sackett dan dipublikasikan di Harvard Business Review, menemukan perbedaan mencolok tentang&nbsp;<em>partnership</em>.&nbsp;<strong>Para&nbsp;<em>lead founder</em>&nbsp;lebih fokus membicarakan tentang keterampilan dan eksekusi bisnis, sedangkan&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;lebih berfokus tentang hal interpersonal seperti mendiskusikan minat, hobi, komunitas, kontak, atau nilai-nilai yang sama.</strong></p>



<p id="b60d">Hal tersebut bukan berarti bahwa<em>&nbsp;lead founde</em>r tidak bisa membicarakan tentang hal-hal interpersonal, akan tetapi mereka punya prioritas yang berbeda.</p>



<p id="cef6">Untuk itu,&nbsp;<em>lead founder</em>&nbsp;perlu memperhatikan masalah tentang interpersonal sejak awal ketika sedang mencari&nbsp;<em>co-founder</em>, karena bagi&nbsp;<em>co-founder&nbsp;</em>hal tersebut sangat penting terkait kecocokan kerja dengan&nbsp;<em>lead founder</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="00b9"><strong>Merancang ide bersama-sama</strong></h2>



<p id="4c1d">Pada dasarnya, ada dua pendekatan dalam memulai kemitraan bisnis. Pendekatan pertama, yang umumnya sudah banyak dilakukan oleh orang-orang adalah&nbsp;<em>lead founder&nbsp;</em>menciptakan ide sendiri dan mencari&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;yang bersedia membantunya.</p>



<p id="c138">Pendekatan kedua, baik<em>&nbsp;lead founder</em>&nbsp;maupun&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;memutuskan untuk menjadi mitra bisnis dan menciptakan ide bersama-sama. Nah, pendekatan inilah yang direkomendasikan oleh Konstantin Guericke, salah satu pendiri LinkedIn.</p>



<p id="da3f">Pendekatan kedua bisa menjadi cara untuk menghindari sulitnya mencari ‘jodoh’ dalam bisnis bagi&nbsp;<em>lead founder</em>. Dengan mengomunikasikan hal-hal yang bisa disepakati bersama, ada banyak manfaat yang didapatkan, salah satunya terhindar dari risiko pola pikir yang beda jauh seperti yang sudah dijelaskan dalam poin sebelumnya.</p>



<p id="69f8">Meski mencari mitra bisnis bukan hal yang mudah. Namun, dengan memahami tentang sudut pandang, motivasi, dan bagaimana cara lawan bicara kita berpikir, tentu akan memudahkan&nbsp;<em>lead founder</em>&nbsp;dalam menemukan<em>&nbsp;co-founder</em>&nbsp;untuk startupnya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="395b"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="1a61"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="f523"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/43-founder-dan-co-founder-berselisih-dan-bubar-antisipasi-dengan-cara-ini/">43% Founder dan Co-founder Berselisih dan Bubar, Antisipasi dengan Cara Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Tips Menjaga Semangat Tim saat Proyek Tidak Berjalan Lancar</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/8-tips-menjaga-semangat-tim-saat-proyek-tidak-berjalan-lancar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 03:27:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Culture]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10791</guid>

					<description><![CDATA[<p>Founder, kamu mungkin sering menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola proyek. Salah satu tantangan terbesar yang mungkin kamu hadapi adalah menjaga motivasi tim saat proyek tidak berjalan sesuai rencana. Dalam artikel Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kali ini, kami akan membagikan beberapa tips untuk menjaga semanagt tim tetap tinggi meski proyek sedang tidak berjalan lancar. Yuk, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/8-tips-menjaga-semangat-tim-saat-proyek-tidak-berjalan-lancar/">8 Tips Menjaga Semangat Tim saat Proyek Tidak Berjalan Lancar</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Founder, kamu mungkin sering menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola proyek. Salah satu tantangan terbesar yang mungkin kamu hadapi adalah menjaga motivasi tim saat proyek tidak berjalan sesuai rencana.</p>



<p id="0b1e">Dalam artikel Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kali ini, kami akan membagikan beberapa tips untuk menjaga semanagt tim tetap tinggi meski proyek sedang tidak berjalan lancar. Yuk, kita simak dari tips pertama!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9d5d">1. Jaga komunikasi tetap terbuka</h2>



<p id="e48b">Saat proyek yang dikerjakan sedang mengalami hambatan, komunikasi menjadi kunci utama. Jangan biarkan ketidakjelasan dan spekulasi merusak moral tim. Sampaikan situasi yang sebenarnya secara transparan, termasuk tantangan yang dihadapi dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasinya. Dengan begitu, tim akan merasa dihargai dan lebih memahami posisi mereka dalam proyek.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="78fb">2. Tetap fokus pada tujuan akhir</h2>



<p id="73b0">Ketika menghadapi masalah, kamu mungkin terjebak dalam detail-detail kecil yang bisa memicu stres. Jadi, langkah yang bisa kamu ambil adalah dengan mengajak tim untuk fokus pada gambaran besar. Tujuannya agar mereka tetap bersemangat dan melihat makna dari usaha yang mereka lakukan. Ini termasuk mengingatkan tim tentang tujuan akhir proyek dan dampak positif yang akan dihasilkan nantinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e803">3. Berikan dukungan kepada tim</h2>



<p id="2528">Tim yang merasa didukung akan lebih termotivasi untuk mencari solusi. Pastikan mereka memiliki sumber daya yang diperlukan, baik itu berupa alat kerja, pelatihan, atau dukungan secara emosional. Jangan ragu mengadakan sesi&nbsp;<em>brainstorming&nbsp;</em>untuk mencari solusi bersama, karena bisa membuat tim merasa lebih terlibat dan berkontribusi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7f0d">4. Akui dan rayakan setiap kemajuan kecil</h2>



<p id="298c">Saat proyek tidak berjalan sesuai rencana, setiap kemajuan kecil patut dirayakan. Pengakuan terhadap upaya dan pencapaian individu atau tim bisa menjadi dorongan moral yang sangat berharga. Kamu bisa mengadakan perayaan kecil atau sekadar memberikan pujian langsung kepada anggota tim yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b557">5. Lakukan evaluasi dan adaptasi strategi</h2>



<p id="222d">Tips menjaga semangat tim yang berikutnya adalah dengan terus melakukan evaluasi terhadap strategi yang digunakan dalam proyek. Jangan lupa libatkan tim dalam proses evaluasi ini sehingga mereka merasa memiliki kontrol dan tanggung jawab atas perkembangan proyek.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="83ce">6. Jaga work-life balance</h2>



<p id="bfc2">Proyek yang mengalami masalah seringkali membuat tim bekerja lebih keras dan dalam waktu yang lebih lama. Namun, penting untuk tetap menjaga&nbsp;<em>work-life balance&nbsp;</em>atau keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Pastikan tim kamu memiliki waktu istirahat yang cukup dan tidak merasa terbebani secara berlebihan. Keseimbangan ini akan membantu menjaga kesehatan mental dan fisik mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="60f3">7. Berikan contoh positif</h2>



<p id="1a76">Sebagai pemimpin, sikap dan tindakanmu akan sangat mempengaruhi tim. Tetaplah tenang dan positif meskipun ada begitu banyak tantangan yang harus diselesaikan. Tunjukkan bahwa kamu percaya pada kemampuan tim untuk mengatasi masalah. Harapannya sikap positif kamu akan menular dan membantu tim tetap termotivasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1476">8. Gunakan pendekatan yang fleksibel</h2>



<p id="f793">Terkadang rencana yang sudah kita susun dengan matang tetap tidak berjalan sesuai harapan. Dalam situasi seperti ini, fleksibilitas sangat dibutuhkan. Kamu harus selalu siap mengubah pendekatan, menyesuaikan target, atau bahkan mengubah metode kerja jika diperlukan. Dengan begitu, tim akan merasa bahwa mereka memiliki ruang untuk berinovasi dan mencari solusi terbaik.</p>



<p id="3280">Itu dia 8 tips untuk menjaga semangat tim tetap tinggi. Mengelola proyek yang tidak berjalan sesuai rencana memang bukan hal yang mudah. Namun, dengan komunikasi yang baik, dukungan yang tepat, dan sikap positif, kamu bisa menjaga motivasi tim tetap tinggi. Coba tanamkan pada dirimu bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk belajar dan berkembang. Dengan strategi yang tepat, tim kamu akan semakin kuat dan siap menghadapi tantangan berikutnya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="3d50"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0efb"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page-----5078717a298e--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/8-tips-menjaga-semangat-tim-saat-proyek-tidak-berjalan-lancar/">8 Tips Menjaga Semangat Tim saat Proyek Tidak Berjalan Lancar</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunci Startup Berhasil: Kerja Sama Tim</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kunci-startup-berhasil-kerja-sama-tim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 03:57:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[Teamwork]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10749</guid>

					<description><![CDATA[<p>Startup yang berhasil, mayoritas memiliki budaya kerja yang memukau. Setiap anggota timnya paham betul apa yang harus dikerjakan, dan bagaimana mereka bisa berperan maksimal dalam tim. Ini semua membutuhkan kerja sama tim yang kompak, agar startup berhasil mencapai tujuan. Tapi, sepenting apa kerja sama tim dalam sebuah startup? Ini adalah penjelasannya, berdasarkan data yang dilansir [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kunci-startup-berhasil-kerja-sama-tim/">Kunci Startup Berhasil: Kerja Sama Tim</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="aa13">Startup yang berhasil, mayoritas memiliki budaya kerja yang memukau. Setiap anggota timnya paham betul apa yang harus dikerjakan, dan bagaimana mereka bisa berperan maksimal dalam tim.</p>



<p id="d440">Ini semua membutuhkan kerja sama tim yang kompak, agar startup berhasil mencapai tujuan. Tapi, sepenting apa kerja sama tim dalam sebuah startup? Ini adalah penjelasannya, berdasarkan data yang dilansir dari beberapa sumber.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="821e"><strong>Meningkatkan kreativitas dan kinerja</strong></h2>



<p id="198f">Menurut McKinsey, perusahaan yang anggota timnya terdiri dari tim dengan latar belakang yang lebih beragam (dari segi etnis, usia, jenis kelamin, dan lain-lain), mengalami peningkatan kreativitas dan kinerja sebesar 35%. Mengapa bisa begitu?</p>



<p id="f64c">Banyak individu dengan latar belakang yang beragam ternyata bisa memberikan pengalaman dan perspektif yang lebih kaya dan menyeluruh terhadap suatu masalah. Jadi, carilah tim dengan latar belakang yang berbeda, meskipun itu berada di luar zona nyaman, tapi buktikanlah bahwa performamu akan semakin terasah dan meningkat.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="eb94"><strong>Mengurangi kelelahan</strong></h2>



<p id="a654">Dikutip dari indeed.com, lebih dari 50% karyawan melaporkan bahwa mereka merasa kelelahan.</p>



<p id="2774">Sebanyak 67% percaya bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kekalahan yang dialami semakin memburuk. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan kerja tim. Di mana, pekerjaan akan didelegasikan dan didistribusikan kepada anggota tim sehingga beban kerja akan lebih seimbang antar individu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4fa6"><strong>Meningkatkan semangat kerja karyawan</strong></h2>



<p id="10a6">Jangan muluk-muluk berbicara tentang meningkatkan produktivitas karyawan, jika mereka tidak semangat bekerja. Semangat kerja ternyata jadi kunci dari peningkatan produktivitas karyawan.</p>



<p id="391b">Semangat juga relevan dengan kinerja, di mana meningkatkan semangat karyawan bisa melalui kerja tim yang solid.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7858"><strong>Meningkatkan keuntungan</strong></h2>



<p id="e2ec">Sebuah survei yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit menemukan bahwa kerja tim yang buruk dapat menyebabkan hilangnya penjualan senilai antara $100.000 dan $999.999.</p>



<p id="9e18">Setelah mengetahui betapa pentingnya kerja sama yang baik dalam tim, kemudian bagaimana cara untuk meningkatkan kerja tim?</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Memperjelas peran</strong></h3>



<p id="deba">Setiap anggota tim harus tahu bagaimana mereka bisa memberikan performa terbaiknya dalam tim. Ini berarti mereka harus tahu sejauh mana mereka berperan.</p>



<p id="0d44">Maksudnya, bagaimana cara mereka berkontribusi, dan tidak berkontribusi. Tujuannya agar setiap karyawan tahu apa yang harus mereka kerjakan, apa yang menjadi spesialisasi dari setiap peran, menghindari melampaui batas, dan mengurangi pekerjaan duplikat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2979"><strong>2. Berkomunikasi setiap hari</strong></h3>



<p id="063a">Membangun kedekatan dalam tim dapat tercipta jika semua anggota rutin berkomunikasi setiap hari. Pikirkanlah bahwa kerja sama tim bukan hanya sesuatu hal yang transaksional, kaku, dan hanya dilakukan jika membutuhkan saja.</p>



<p id="ca82">Kerja sama tim yang kuat adalah tentang membangun hubungan satu sama lain. Di mana membangun hubungan ini bisa berarti melakukan pertukaran informasi, berbicara seputar hal informal, pertemuan formal dan informal, diskusi kelompok, hingga obrolan 1 on 1.</p>



<p id="b3fc">Kamu dapat memanfaatkan berbagai macam saluran komunikasi. Contohnya adalah:</p>



<p id="ac9a">&#8211; Tatap muka langsung</p>



<p id="a90e">&#8211;&nbsp;<em>Streaming</em></p>



<p id="392c">&#8211;&nbsp;<em>Video call</em></p>



<p id="f958">&#8211; Email</p>



<p id="2292">&#8211; Teks</p>



<p id="290e">&#8211; Whatsapp</p>



<p id="95a6">&#8211; Obrolan ringan di&nbsp;<em>pantry</em>&nbsp;kantor</p>



<p id="c418">&#8211; Dan lain-lain</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2734"><strong>3. Merayakan bersama</strong></h3>



<p id="0468">Saat bekerja, tentu ada tujuan, rencana, target, dan proses yang dijalani bersama tim. Itu semua membutuhkan tenaga yang besar dan waktu yang tidak sebentar.</p>



<p id="6eef">Maka, penting sekali bagi&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>untuk meluangkan waktu dalam merayakan proses perjalanan kerja bersama semua anggota tim.&nbsp;<em>Leader&nbsp;</em>bisa fokus pada pencapaian nyata yang didapatkan oleh antar individu, kelompok, dan bagaimana mereka bisa berkontribusi terhadap kemajuan tim.</p>



<p id="d4ac">Perayaan bisa diwujudkan dalam berbagai macam hal, misalnya:</p>



<p id="194a">&#8211;&nbsp;<em>Outing</em>&nbsp;kantor</p>



<p id="5b4f">&#8211; Promosi</p>



<p id="df6d">&#8211; Bonus</p>



<p id="5043">&#8211; Hari libur ekstra</p>



<p id="1400">&#8211; Tempat parkir utama</p>



<p id="05f3">&#8211; Pengakuan di seluruh perusahaan</p>



<p id="e9ea">&#8211; Penghargaan fisik (piala, medali, dan lain-lain)</p>



<p id="8a28">Merayakan keberhasilan sangat penting sebagai motivasi dan semangat agar semua tim merasa dihargai, sehingga mereka ingin lebih terlibat dan mau berkontribusi lebih besar untuk kemajuan tim dan perusahaan.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="ac55"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="34a3"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="a8ac"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----024e73858870--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kunci-startup-berhasil-kerja-sama-tim/">Kunci Startup Berhasil: Kerja Sama Tim</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Hal yang Harus Kamu Pertimbangkan Ketika Memilih Co-Founder!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-hal-yang-harus-kamu-pertimbangkan-ketika-memilih-co-founder/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2024 08:34:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Co-Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10639</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mendirikan dan mengembangkan startup tidak bisa dilakukan sendirian. Kamu membutuhkan sosok partner, atau&#160;co-founder&#160;sebagai teman berjuang dan bertukar pendapat sehingga startupmu dapat berkembang dengan baik. Tapi, mencari&#160;co-founder&#160;tidak sesederhana yang dibayangkan. Nyatanya, banyak kasus di mana&#160;co-founder&#160;mundur ditengah jalan, meninggalkan&#160;founder&#160;seorang diri melanjutkan startup. Tentunya, kamu ingin mempunyai&#160;co-founder&#160;yang membantu pekerjaanmu, bukan malah memperkeruh keadaan. Untuk itu, ada beberapa aspek [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-hal-yang-harus-kamu-pertimbangkan-ketika-memilih-co-founder/">5 Hal yang Harus Kamu Pertimbangkan Ketika Memilih Co-Founder!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="565b">Mendirikan dan mengembangkan startup tidak bisa dilakukan sendirian. Kamu membutuhkan sosok partner, atau&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;sebagai teman berjuang dan bertukar pendapat sehingga startupmu dapat berkembang dengan baik. Tapi, mencari&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;tidak sesederhana yang dibayangkan. Nyatanya, banyak kasus di mana&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;mundur ditengah jalan, meninggalkan<em>&nbsp;founder&nbsp;</em>seorang diri melanjutkan startup.</p>



<p id="f748">Tentunya, kamu ingin mempunyai&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;yang membantu pekerjaanmu, bukan malah memperkeruh keadaan. Untuk itu, ada beberapa aspek penting yang perlu kamu pertimbangkan ketika memilih&nbsp;<em>co-founder.</em></p>



<p id="3e84">Dilansir dari founder.com, inilah 5 aspek penting tersebut:</p>



<p id="5be5"><strong>1.</strong>&nbsp;<strong>Visi dalam berbisnis</strong></p>



<p id="3be4">Pastikan kamu mengetahui apa tujuan partnermu dalam berbisnis. Pastikan&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;berkomitmen dalam jangka panjang, bukan hanya sekedar mendirikan startup lalu mundur secepatnya. Intinya, kamu harus memiliki pemikiran dan visi yang sama dengan&nbsp;<em>co-founder.</em></p>



<p id="2794">Coba tanyakan kepada calon&nbsp;<em>co-founder</em>:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Bagaimana kamu melihat bisnis ini dalam 1 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun ke depan?”</li>



<li>“Menurutmu, apa arti kesuksesan?”</li>
</ul>



<p id="a773">Tidak ada jawaban yang benar atas pertanyaan di atas. Kamu hanya perlu memastikan bahwa kamu dan&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;berada di “jalan” yang sama.</p>



<p id="9441"><strong>2.</strong>&nbsp;<strong>Gaya berkomunikasi</strong></p>



<p id="ead4">Perhatikan juga bagaimana calon&nbsp;<em>co-founder&nbsp;</em>berkomunikasi. Apakah ia lebih suka berkomunikasi secara langsung, atau melalui media tertulis? Carilah<em>&nbsp;co-founder&nbsp;</em>dengan gaya komunikasi yang cocok denganmu agar kerja sama tim dapat berjalan lancar.</p>



<p id="e73a"><strong>3.</strong>&nbsp;<strong>Pengalaman dan kemampuan</strong></p>



<p id="980a">Cari tahu pengalaman&nbsp;<em>co-founder&nbsp;</em>dalam dunia bisnis. Pastikan&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;memiliki pemahaman yang kuat tentang industri yang ingin kamu geluti. Selain itu, carilah&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;yang dapat melengkapi kekuranganmu. Kamu tidak butuh partner bisnis dengan<em>&nbsp;skill</em>&nbsp;yang serupa denganmu. Sebaliknya, carilah<em>&nbsp;co-founder&nbsp;</em>yang membawa keterampilan baru sehingga startupmu bisa lebih berkembang.</p>



<p id="0906"><strong>4.</strong>&nbsp;<strong>Kepribadian dan latar belakang</strong></p>



<p id="4482">Yang tidak kalah penting, pastikan kamu dan&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;memiliki kepribadian yang cocok. Menjadi teman dekat di kehidupan personal bukanlah sebuah keharusan, tetapi pastikan kalian bisa berinterasi dengan baik dan saling memahami satu sama lain.</p>



<p id="be1e">Ketahui juga latar belakang pribadi&nbsp;<em>co-founder.</em>&nbsp;Pastikan tidak ada masalah yang berpotensi menjadi masalah besar di masa depan, seperti catatan kriminal atau masalah keuangan pribadi yang serius.</p>



<p id="434c"><strong>5.</strong>&nbsp;<strong>Pembagian keuntungan</strong></p>



<p id="ab40">Terakhir, tentukanlah dengan jelas pembagian profit atau keuntungan serta kepemilikan bisnis sejak awal. Kesepakatan ini akan membantu menghindari konflik di masa depan terkait dengan masalah keuangan dan kepemilikan.</p>



<p id="f013">Dengan mempertimbangkan aspek-aspek di atas, kamu bisa menemukan&nbsp;<em>co-founder&nbsp;</em>yang tepat mendukungmu merintis dan mengembangkan startup ke depannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="f384"><strong>Selanjutnya, Bagaimana Cara Menemukan Seorang&nbsp;<em>Co-Founder</em>?</strong></h3>



<p id="76f5">Setelah kamu mengetahui apa yang kamu cari dalam sosok&nbsp;<em>co-founder,</em>&nbsp;langkah berikutnya adalah mencari sosok tersebut. Beberapa cara untuk menemukan&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;yang cocok adalah melalui:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Media Sosial: Posting di platform seperti LinkedIn dan Facebook untuk membantumu menemukan teman lama atau rekan kerja yang tertarik membangun bisnis bersama.</li>



<li>Komunitas Bisnis: Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap startup untuk mencari <em>co-founder</em> potensial.</li>



<li>Rekan Kerja dan Karyawan: Pertimbangkan orang-orang yang pernah bekerja sama denganmu sebelumnya atau saat ini.</li>



<li>Teman: Teman bisa menjadi <em>co-founder</em> yang baik, asalkan pilihannya didasarkan pada potensi bisnis, bukan sekadar hubungan pribadi.</li>



<li>Mentor: Mentor memiliki wawasan atau koneksi yang bisa membantumu menemukan <em>co-founder</em> yang tepat.</li>
</ul>



<p id="78a3">Itulah beberapa tips memilih <em>co-founder </em>yang tepat dan cara mencarinya. Semoga artikel ini membantu, ya! Ingatlah bahwa menemukan <em>co-founder</em> bukan proses yang instan. Butuh kesabaran dan ketekunan hingga kamu menemukan partner bisnis yang tepat untuk perjalanan startupmu ke depannya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="86a4"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="ecd5"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="8480"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----490957e6c3e7--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-hal-yang-harus-kamu-pertimbangkan-ketika-memilih-co-founder/">5 Hal yang Harus Kamu Pertimbangkan Ketika Memilih Co-Founder!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Harus Tahu! Ini 4 Dorongan yang Memotivasi Karyawan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/pemimpin-harus-tahu-ini-4-dorongan-yang-memotivasi-karyawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2024 10:39:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Teamwork]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10569</guid>

					<description><![CDATA[<p>Satu hal yang masih menjadi tantangan besar bagi para pemberi kerja (perusahaan), adalah bagaimana agar karyawan dapat melakukan pekerjaan terbaik mereka, bahkan dalam keadaan sulit. Ini menjadi sebuah tugas besar yang dihadapi oleh hampir seluruh pemimpin di semua perusahaan dan organisasi. Untuk memahami alasan di balik motivasi kerja karyawan, kita perlu memperhatikan empat dorongan emosional [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pemimpin-harus-tahu-ini-4-dorongan-yang-memotivasi-karyawan/">Pemimpin Harus Tahu! Ini 4 Dorongan yang Memotivasi Karyawan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="bfb5">Satu hal yang masih menjadi tantangan besar bagi para pemberi kerja (perusahaan), adalah bagaimana agar karyawan dapat melakukan pekerjaan terbaik mereka, bahkan dalam keadaan sulit. Ini menjadi sebuah tugas besar yang dihadapi oleh hampir seluruh pemimpin di semua perusahaan dan organisasi.</p>



<p id="9b6e">Untuk memahami alasan di balik motivasi kerja karyawan, kita perlu memperhatikan empat dorongan emosional yang menjadi fondasinya. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang hal tersebut, berdasarkan sumber dari Harvard Business Review.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2f63"><strong>1. Dorongan untuk memperoleh sesuatu</strong></h3>



<p id="e029">Untuk meningkatkan kesejahteraan, manusia secara otomatis akan memperoleh barang yang dibutuhkannya. Saat kita gembira karena dorongan ini terpenuhi, maka hal sebaliknya juga bisa terjadi. Kita merasa tidak puas atau kecewa saat dorongan ini gagal. Hal ini berlaku untuk barang fisik (makanan, pakaian, dan lainnya), pengalaman (perjalanan, hiburan), peristiwa status sosial (promosi, dan lainnya). Dorongan untuk memperoleh sifatnya relatif, kita selalu membandingkan milik kita dan milik orang lain. Kita tidak pernah puas karena kita selalu menginginkan lebih.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b940"><strong>2. Dorongan untuk menjalin ikatan</strong></h3>



<p id="2f32">Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Saat kita menjalin ikatan dengan seseorang, muncul emosi positif yang kuat seperti cinta dan perhatian. Bila ikatan ini tidak terpenuhi, akan muncul kesepian dan anomi (keadaan sosial yang kacau).</p>



<p id="44c3">Nah, di tempat kerja, dorongan untuk terikat memberikan dorongan besar dalam motivasi saat karyawan merasa bangga ketika menjadi bagian dari perusahaan. Ini mengapa karyawan merasa sulit untuk keluar dari lingkarang divisi atau fungsional, dikarenakan keterikatan pada kelompok terdekat mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="cf85"><strong>3. Dorongan untuk memahami</strong></h3>



<p id="8e57">Di tempat kerja, keinginan untuk memahami berarti kemauan untuk memberikan kontribusi yang bermakna. Karyawan menjadi termotivasi oleh pekerjaan yang menantang karena memberi ruang untuk belajar dan tumbuh. Sebaliknya, mereka tidak antusias dengan pekerjaan yang tampak monoton atau tidak jelas. Kita sering mendengar adanya karyawan berbakat yang&nbsp;<em>resign&nbsp;</em>karena merasa erusahaannya tidak memberikan tantangan baru untuk bisa tumbuh, sehingga memutuskan untuk mencari tantangan di tempat lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3048"><strong>4. Dorongan untuk bertahan</strong></h3>



<p id="7acb">Secara alami, manusia akan membela diri terhadap orang terdekat, harta benda, gagasan dan keyakinan, hingga apa saja yang sudah kita raih. Kita akan bertahan dan membela diri terhadap ancaman yang datang dari luar. Bentuknya bisa dalam perilaku agresif atau defensif.</p>



<p id="8051">Jika hal ini terpenuhi, kita akan merasa aman dan percaya diri. Sebaliknya, akan muncul ketakutan dan kebencian. Di tempat kerja, dorongan untuk bertahan bisa berupa penolakan kelompok terhadap perubahan. Misalnya karyawan bisa merasa terpukul atau kecewa terhadap peraturan baru perusahaan, contohnya merger atau akuisisi.</p>



<p id="1c43">Keempat dorongan di atas tidak dapat diurutkan atau saling menggantikan. Jadi, untuk berhasil memotivasi karyawan sepenuhnya, kamu harus mengatasi keempat dorongan tersebut. Contohnya, kamu tidak bisa membayar karyawan dengan kompensasi besar dan berharap bahwa mereka akan antusias di tempat kerja di mana ikatan tidak dibina. Contoh lainnya, orang-orang dalam satu tim yang diberi kompensasi rendah atau bekerja keras di tugas yang membosankan tidak akan memiliki motivasi kerja yang kuat.</p>



<p id="1198">Bagi pemimpin, kamu tentu saja dapat membuat karyawan bekerja dalam keadaan seperti itu (keadaan tidak ideal). Karyawan juga punya motivasi lain, misalnya membutuhkan uang, atau tidak punya pilihan lain saat itu. Namun, kamu punya risiko tidak bisa memperoleh performa terbaik karyawan, dan bisa kehilangan karyawan jika mereka mendapat tawaran kesepakatan lain yang lebih baik. Kesimpulannya, untuk berhasil memotivasi karyawan sepenuhnya, kamu perlu menguasai keempat dorongan tersebut.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="3314"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c798"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6d1f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----f3780cc53809--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pemimpin-harus-tahu-ini-4-dorongan-yang-memotivasi-karyawan/">Pemimpin Harus Tahu! Ini 4 Dorongan yang Memotivasi Karyawan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seberapa Transparan Kita Perlu Bertindak sebagai Pemimpin?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/seberapa-transparan-kita-perlu-bertindak-sebagai-pemimpin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2024 03:03:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Teamwork]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak semua transparansi itu baik. Sebagai&#160;founder&#160;atau&#160;leader&#160;dalam tim, sikap transparansi adalah hal yang penting. Namun, jika sudah di tingkat atas, kamu perlu memperjelas bahwa transparansi bisa dibagi ke dalam beberapa faktor, dan itu tidak bisa disama ratakan dalam setiap kasusnya. Jadi, seperti apa sikap seorang pemimpin terhadap transparansi? Mari simak artikel ini yang inspirasi dan sumbernya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/seberapa-transparan-kita-perlu-bertindak-sebagai-pemimpin/">Seberapa Transparan Kita Perlu Bertindak sebagai Pemimpin?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="19fa">Tidak semua transparansi itu baik.</p>



<p id="22c5">Sebagai&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>dalam tim, sikap transparansi adalah hal yang penting. Namun, jika sudah di tingkat atas, kamu perlu memperjelas bahwa transparansi bisa dibagi ke dalam beberapa faktor, dan itu tidak bisa disama ratakan dalam setiap kasusnya. Jadi, seperti apa sikap seorang pemimpin terhadap transparansi? Mari simak artikel ini yang inspirasi dan sumbernya berasal dari Harvard Business Review.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b6df"><strong>Transparansi dalam pelaporan</strong></h2>



<p id="7bcb">Laporan pada umumnya bersifat dari bawah ke atas, atau disampaikan dari tingkat bawah untuk atasannya. Penting untuk tidak menyia-nyiakan waktu atasan dengan informasi yang tidak relevan. Maka dari itu, pelaporan ke atas membutuhkan transparansi secara penuh. Seringkali, pemimpin memilih untuk menutupi atau mengaburkan berita buruk, dan berharap bahwa semuanya akan membaik dengan sendirinya (padahal itu hal yang sulit).</p>



<p id="baa3">Kesimpulannya, kamu perlu melaporkan kebenaran tanpa rasa takut, meskipun hal tersebut mungkin tidak memberikan kesan yang baik bagi tim. Dengan begitu, kamu memberi kesempatan sedini mungkin untuk mengambil tindakan korektif dengan segera, dan menghindari mereka dari sikap tidak tahu apa-apa.</p>



<p id="859b">Memang, untuk menyampaikan transparansi yang sifatnya buruk, perlu keahlian dan juga keberanian. Itu harus disampaikan dengan hati-hati dan bijaksana. Misalnya memulainya dengan, “Saya pikir Anda harus mengetahui hal ini sesegera mungkin”. Jika masalah tersebut ditangani dengan segera, kamu punya kesempatan lebih besar untuk bisa menyelesaikannya dan mengubah hal yang negatif menjadi positif.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0ec8"><strong>Transparansi informasi</strong></h2>



<p id="d8e4">Satu hal penting yang bisa kita pelajari dalam hal transparansi informasi adalah, tidak semua hal boleh dan bisa untuk dibagikan. Tidak tepat untuk bersikap transparan pada semua orang tentang segala hal. Ini berlaku untuk manajemen secara ke atas, ke samping (sesama rekan kerja dengan tingkat yang sama), serta ke bawah.</p>



<p id="eca0">Contohnya kamu mungkin mengetahui informasi pribadi tentang seseorang di tim, misalnya kesulitan keuangan. Hal ini justru perlu dilindungi, karena informasi tersebut bukan milikmu yang pantas untuk dibagikan.</p>



<p id="578b">Jadi, jangan pernah memberi orang lain detail yang kamu tidak senang untuk membicarakannya, atau orang tersebut tidak relevan dengan masalah yang berkaitan. Melaporkan transparansi informasi dengan pihak yang tidak tepat justru akan memperburuk keadaan. Maka, berhati-hatilah dalam hal ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3309"><strong>Transparansi nilai dan perilaku</strong></h2>



<p id="897d">Banyak kasus pemimpin menjadi abai dan menutup mata terhadap hal buruk yang ia lihat. Kurangnya transparansi terhadap nilai dan perilaku yang buruk adalah hal yang tidak tepat. Akibatnya, praktik buruk menjadi mengakar, karena tidak adanya kepemimpinan yang berani dan kuat. Yang lebih mengerikan, nilai dan perilaku yang buruk bisa jadi dianggap normal karena tidak ada orang yang mengatakan bahwa hal tersebut salah.</p>



<p id="eaec">Mengutip dari artikel Harvard Business Review, hal yang perlu diperhatikan bagi para pemimpin adalah bahwa setiap organisasi memiliki tingkat toleransi yang tersirat terhadap perilaku buruk. Dibutuhkan keberanian nyata untuk menuntut standar yang lebih tinggi daripada yang ingin ditegakkan oleh organisasi.</p>



<p id="0462">Kesimpulannya, nilai dan perilaku yang buruk perlu disoroti jika kamu menemukannya. Orang-orang perlu tahu bahwa kamu sebagai pemimpin tidak akan mengabaikan perilaku yang meragukan di tingkat mana pun dalam organisasi. Untuk masalah etika kecil, mungkin cukup dengan melaporkannya saja ke atasan. Namun untuk kasus yang lebih serius, mungkin lebih tepat untuk melaporkannya ke HR, atau bahkan meneruskannya untuk pertimbangan hukum.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d435"><strong>Transparansi dalam pengambilan keputusan</strong></h2>



<p id="61fa">Menyebarkan informasi secara publik, secara tidak langsung berarti mereka berhak memberikan penilaian dan masukan. Hal tersebut bisa jadi mengundang mereka dalam proses pengambilan keputusan. Jika tidak ditangani dengan tepat, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi kualitas dan kecepatan dalam pengambilan keputusan.</p>



<p id="177c">Jadi, kamu perlu memutuskan siapa saja orang-orang yang bisa diajak untuk konsultasi terkait masalah tersebut. Batasi konsultasi pada dua kelompok utama. Yang pertama, orang yang memiliki keahlian untuk berkontribusi terhadap solusi. Yang kedua, mereka yang harus menerima hasil akhir dari keputusan tersebut. Hati-hati terhadap kata ‘inklusivitas’ yang bisa menjadi blunder, dan melibatkan terlalu banyak orang yang mungkin tidak relevan terhadap proses pengambilan keputusan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c82e"><strong>Transparansi pribadi</strong></h2>



<p id="7b72">Dalam dunia pekerjaan secara profesional, penting untuk bisa menetapkan batasan dan menjaga jarak. Bagaimana pun, tidak seorang pun di tempat kerja yang harus mendengar cerita secara lengkap tentang kisah burukmu dengan mantan kekasih (misalnya), atau masalahmu terkait situasi keluarga (contohnya). Penting untuk bersikap ramah terhadap orang lain, tapi tidak semua orang bisa dijadikan teman baik.</p>



<p id="2f0b">Saran paling tepat adalah kamu perlu punya kendali dengan rem yang kamu buat sendiri. Jadi, sebelum kamu membagikan sesuatu pada orang lain, tanyakan lebih dulu, “Apakah hal ini yang ingin saya bagikan dengan atasan saya? Apakah hal ini penting bagi mereka? Apakah hal ini justru membuang waktu mereka? Apakah mereka orang yang bisa membantu saya untuk urusan ini?”</p>



<p id="d398">Sebagai penutup, akan ada situasi di mana banyak hal terasa kabur, suram, sehingga kita tidak tahu bagaimana harus bertindak. Saat hal ini terjadi dan kamu merasa ragu tentang berapa banyak informasi yang harus diungkapkan, kamu dapat menggunakan uji tiga filter, yang kebanyakan orang sering menganggapnya bahwa kerangka ini dirancang oleh Socrates, seorang filsuf populer dari Yunani.</p>



<p id="cf2e">&#8211; Apakah itu benar?</p>



<p id="934b">&#8211; Apakah itu baik?</p>



<p id="583c">&#8211; Apakah itu berguna?</p>



<p id="bfa8">Menanyakan dan menjawab ketiga hal di atas dapat membantumu untuk mengambil sikap. Jadi, jangan terburu-buru melakukan sesuatu dan lakukan dengan hati-hati jika itu kaitannya dengan transparansi.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="2543"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2a48"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="a05b"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----b15135c0a9b8--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/seberapa-transparan-kita-perlu-bertindak-sebagai-pemimpin/">Seberapa Transparan Kita Perlu Bertindak sebagai Pemimpin?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Jadi Pemimpin Andalan yang Menyelesaikan Semua Masalah Tim-mu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/jangan-jadi-pemimpin-andalan-yang-menyelesaikan-semua-masalah-tim-mu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2024 03:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Teamworking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat kita menjadi&#160;founder, leader,&#160;atau memimpin sebuah tim, itu artinya kita memiliki kapabilitas yang lebih besar dari para anggotanya. Seringkali, godaan sebagai orang yang ‘lebih tahu’ adalah ingin menyelesaikan masalah anggota tim. Padahal, saat kamu melakukan pekerjaan mereka, alih-alih membimbing, kamu justru membiarkan mereka tidak berkembang. Tidak ada yang menang. Tim-mu masih payah, hanya kamu yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jangan-jadi-pemimpin-andalan-yang-menyelesaikan-semua-masalah-tim-mu/">Jangan Jadi Pemimpin Andalan yang Menyelesaikan Semua Masalah Tim-mu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="2994">Saat kita menjadi&nbsp;<em>founder, leader,&nbsp;</em>atau memimpin sebuah tim, itu artinya kita memiliki kapabilitas yang lebih besar dari para anggotanya. Seringkali, godaan sebagai orang yang ‘lebih tahu’ adalah ingin menyelesaikan masalah anggota tim. Padahal, saat kamu melakukan pekerjaan mereka, alih-alih membimbing, kamu justru membiarkan mereka tidak berkembang. Tidak ada yang menang. Tim-mu masih payah, hanya kamu yang unggul. Mereka gagal menerima kesempatan untuk belajar. Dan kamu, akan terus berkutat dengan banyaknya pekerjaan dari mereka yang harus diselesaikan. Sepertinya, hal ini terdengar sangat buruk, kan?</p>



<p id="1e65">Jika kejadian tersebut tidak ingin menimpamu, kamu perlu belajar kemampuan untuk&nbsp;<strong>‘melepaskan dalam memimpin’</strong>. Seperti apa itu?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d394"><strong>Beri tahu bagaimana cara tim meningkatkan skor dengan cara mereka sendiri</strong></h2>



<p id="77c8">Sebagai pemimpin baru, kamu mungkin merasa menjadi kapten tim yang ingin tampil baik dan prima di lapangan. Tapi, sebenarnya kamu bukanlah kaptennya. Kamu adalah pelatih, dan salah satu anggota tim-mu merupakan kaptennya. Tugasmu sebagai pelatih bukan turun ke lapangan dan main bola. Kamu perlu mengamati permainan, menyusun strategi kemenangan, memberikan bimbingan dan motivasi yang dibutuhkan oleh anggota tim-mu. Sama halnya seperti bekerja.</p>



<p id="09ca">Kamu perlu membuat papan skor terlihat dengan jelas, dan semua anggota tim-mu paham tentang hal itu. Komunikasikan apa yang penting agar skor dapat meningkat. Kamu juga dapat memberi arahan tentang seberapa jauh mereka harus bertindak, apa yang harus dilakukan, dan jangan dilakukan. Tetapkan ekspektasi yang jelas, dan semua anggota tim harus bisa bertanggung jawab terhadap proses yang mereka kerjakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b0bd"><strong>Mengajukan pertanyaan yang tepat</strong></h2>



<p id="6de9">Suatu pagi, satu orang anggota tim-mu datang menghadapmu di depan meja dengan raut muka gelisah. Kamu tahu saat itu juga bahwa mereka punya masalah. Dan topik pembicaraan pagi ini sepertinya sudah jelas. Jadi, setelah mereka ‘berkeluh kesah’, seringkali kamu sudah tahu apa jawabannya. Bisa jadi, kamu tergoda menyelesaikan masalah tersebut untuk mereka. Namun, itu bukan cara yang bijak.</p>



<p id="ec89">Seorang pemimpin yang terampil akan memberikan pertanyaan yang membuat anggota tim-nya berpikir dan menganalisa.</p>



<p id="b014">Usahakan kamu tidak memberitahukan jawabannya. Ajak mereka untuk berpikir kritis. Kamu dapat mengajukan pertanyaan ini pada diri sendiri:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1d39"><strong>“Apa hal terbaik yang dapat saya lakukan saat ini untuk membantu orang ini sukses?”</strong></h2>



<p id="bc65">Berangkat dari situ, kamu akan lebih mudah untuk mengajukan pertanyaan yang tepat kepada anggota tim-mu. Misalnya dengan bertanya:</p>



<p id="3635">Menurutmu apa inti permasalahan ini?</p>



<p id="e4c3">Pernahkah kamu memikirkan pendekatan alternatif?</p>



<p id="f8e6">Apa yang bisa kita korbankan tanpa mengurangi nilai proyek secara keseluruhan?</p>



<p id="ab37">Dengan siapa kamu dapat berbagi masalah untuk mencari perspektif yang berbeda?</p>



<p id="be4c">Dari pertanyaan tersebut, mereka akan belajar untuk berkembang, menggali lebih dalam tentang diri mereka, daripada mengandalkanmu sebagai solusi dari segala masalah. Kamu juga akan belajar tentang kapasitas dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="fc13"><strong>Pikirkan tentang masa depanmu</strong></h2>



<p id="47f0">Menyelesaikan PR dari anggota tim-mu memang sekilas terlihat efisien dari segi waktu. Masalah selesai, solusi datang, dan semuanya senang. Tapi bukan itu tujuan jangka panjangnya.</p>



<p id="1cc5">Memangnya kamu mau selamanya terikat sebagai pemimpin untuk mereka?</p>



<p id="d25e">Jika jawabanmu tidak, kamu sudah tepat. Alasannya, kamu juga perlu memikirkan masa depanmu.</p>



<p id="96a5">Jika kamu adalah seorang&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>yang punya visi untuk tumbuh dan maju dalam karir, jangan jadikan dirimu sendiri sebagai seorang yang sangat diperlukan dalam tim. Justru seharusnya, tim-mu dapat berkembang tanpa perlu bergantung sepenuhnya padamu. Bangunlah tim yang dapat berfungsi tanpamu, lalu naik ke level berikutnya dan bangunlah tim lain dengan kapasitas yang lebih besar atau tinggi. Ini yang akan membedakanmu sebagai pemimpin.</p>



<p id="abca">Sebagai penutup, kamu tidak perlu menjadi pemimpin yang dengan bangga disebut sebagai <em>superhero. </em>Berikan kesempatan anggota tim-mu untuk berkembang. Tumbuhkan rasa percaya untuk mereka, dengan begitu, semua pihak akan belajar bagaimana caranya menumbuhkan kapasitas menjadi anggota tim dan pemimpin yang lebih baik.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="093e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2d11"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="057d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----433fdd300ab0--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jangan-jadi-pemimpin-andalan-yang-menyelesaikan-semua-masalah-tim-mu/">Jangan Jadi Pemimpin Andalan yang Menyelesaikan Semua Masalah Tim-mu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Takut ‘Ditinggal Pergi’ oleh Karyawan? Ini yang Harus Kamu Lakukan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/takut-ditinggal-pergi-oleh-karyawan-ini-yang-harus-kamu-lakukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2023 14:12:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[Employee Engagement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10201</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika kamu punya karyawan yang berbakat, pintar, inisiatif, dan memiliki motivasi tinggi, maka bersiaplah suatu saat mereka akan&#160;resign. Bagaimana pun, risiko untuk&#160;resign&#160;dari para ‘karyawan ambisius’ memang tinggi. Itu karena mereka pada umumnya punya&#160;unique value&#160;sehingga banyak startup atau perusahaan lain yang juga ingin merekrutnya. Jika itu terjadi, rasanya memang sungguh menyakitkan. Pusing rasanya jika ditinggal pergi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/takut-ditinggal-pergi-oleh-karyawan-ini-yang-harus-kamu-lakukan/">Takut ‘Ditinggal Pergi’ oleh Karyawan? Ini yang Harus Kamu Lakukan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="8a18">Jika kamu punya karyawan yang berbakat, pintar, inisiatif, dan memiliki motivasi tinggi, maka bersiaplah suatu saat mereka akan&nbsp;<em>resign</em>. Bagaimana pun, risiko untuk&nbsp;<em>resign&nbsp;</em>dari para ‘karyawan ambisius’ memang tinggi. Itu karena mereka pada umumnya punya&nbsp;<em>unique value&nbsp;</em>sehingga banyak startup atau perusahaan lain yang juga ingin merekrutnya.</p>



<p id="38d5">Jika itu terjadi, rasanya memang sungguh menyakitkan. Pusing rasanya jika ditinggal pergi oleh karyawan ‘ambisius’. Bagaimana pun, mereka pasti juga ambisius untuk mengejar karir yang lebih baik, yang mungkin tidak bisa ditawarkan di startup. Mengganti bakat adalah kerja keras yang membuat lelah. Melatih karyawan baru membuang banyak tenaga dan biaya. Tak heran,&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>jadi punya ketakutan akan ditinggal oleh karyawan ambisius karena was-was keadaan jadi makin sulit.</p>



<p id="a6d3">Di sisi lain, menurut sparktoro.com, sebanyak 40% pekerja di seluruh dunia mengatakan kemungkinan besar mereka akan segera meninggalkan pekerjaannya. Dengan kata lain, 4 dari 10 orang karyawan di startup akan&nbsp;<em>resign.</em></p>



<p id="3f67">Jika ternyata suatu saat hal ini terjadi, tidak ada yang dapat kamu kendalikan, kecuali hal-hal ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mengendalikan reaksi emosional</li>



<li>Membuat rencana tentang meminimalkan hilangnya produktivitas (merekrut ulang, pelatihan, mengisi kesenjangan yang terjadi, atau melakukan lebih sedikit pekerjaan untuk sementara waktu)</li>



<li>Memperlakukan karyawan yang akan melakukan&nbsp;<em>resign&nbsp;</em>dengan baik</li>
</ul>



<p id="e34d">Untuk meminimalkan risiko kehilangan ‘karyawan idaman’, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Pertama, berinvestasilah agar startupmu menjadi tempat yang tidak ingin ditinggalkan oleh karyawan. Yang kedua, berinvestasilah dalam menjadikan startupmu tempat yang nyaman dengan tingkat gesekan yang tinggi.</p>



<p id="5fe3">Mengutip dari sparktoro.com, banyak perusahaan yang memiliki redundansi dan ekspektasi mengenai berapa banyak orang yang akan keluar dan perkiraan kapan mereka akan keluar. Bagi perusahaan besar, hal ini penting. Sedangkan, bagi startup yang mungkin punya sedikit pengalaman dalam hal pengurangan karyawan, hal ini jauh lebih menantang, tetapi tetap memungkinkan untuk dilakukan. Kuncinya terletak pada mengetahui penggantian dan hilangnya biaya produktivitas yang berkaitan dengan waktu dan uang.</p>



<p id="5008">Sebagai penutup, jika memang kamu merasa tidak sanggup untuk kehilangan karyawan yang berbakat dan ambisius, sebenarnya solusinya hanya satu, yakni dengan tidak mempekerjakan mereka. Startupmu tetap bisa menjadi perusahaan yang maksimal dengan para karyawan yang mungkin tidak terlalu ambisius, tetapi punya semangat tinggi untuk bekerja.</p>



<p id="adc4">Faktanya, tidak semua orang peduli terhadap karirnya. Banyak karyawan yang dengan senang hati meluangkan waktu dan bekerja sesuai dengan kebutuhan serta tidak menuntut atau dituntut lebih dari itu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="cd4a"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="cf1b"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d36a"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----b36dcebc3ef5--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/takut-ditinggal-pergi-oleh-karyawan-ini-yang-harus-kamu-lakukan/">Takut ‘Ditinggal Pergi’ oleh Karyawan? Ini yang Harus Kamu Lakukan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Pertanyaan yang Perlu Kamu Pastikan Sebelum Menjalin Kemitraan Bisnis</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/7-pertanyaan-yang-perlu-kamu-pastikan-sebelum-menjalin-kemitraan-bisnis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Oct 2023 04:27:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business Model]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business Partnerships]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10116</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam dunia bisnis yang kompetitif, menjalin kemitraan bisnis adalah salah satu langkah strategis yang bisa kamu lakukan. Namun, sebelum kamu terjun ke dalam kolaborasi tersebut, ada beberapa pertanyaan yang perlu kamu pertimbangkan dengan matang. Lewat sederet pertanyaan ini, kamu dapat memastikan bahwa kemitraan bisnis yang kamu bangun memiliki dasar yang kuat dan berpotensi sukses di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/7-pertanyaan-yang-perlu-kamu-pastikan-sebelum-menjalin-kemitraan-bisnis/">7 Pertanyaan yang Perlu Kamu Pastikan Sebelum Menjalin Kemitraan Bisnis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="f92f">Dalam dunia bisnis yang kompetitif, menjalin kemitraan bisnis adalah salah satu langkah strategis yang bisa kamu lakukan. Namun, sebelum kamu terjun ke dalam kolaborasi tersebut, ada beberapa pertanyaan yang perlu kamu pertimbangkan dengan matang. Lewat sederet pertanyaan ini, kamu dapat memastikan bahwa kemitraan bisnis yang kamu bangun memiliki dasar yang kuat dan berpotensi sukses di masa depan. Yuk, lihat dari daftar pertanyaan yang pertama!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="87d3">1. Apakah kita punya tujuan yang sama?</h2>



<p id="d466">Meskipun keuangan biasanya menjadi motivasi bersama, seberapa besar dan seberapa keras seseorang menginginkannya perlu menjadi pertimbangan penting. Seringkali mitra datang dengan perbedaan finansial yang signifikan denganmu.</p>



<p id="b0ae">Misalnya ada dua orang yang terlibat dalam suatu bisnis startup, di mana salah satu mitra telah sukses secara finansial sebelumnya. Bagi mitra tersebut, bisnis startup ini hanyalah suatu hal yang santai atau tidak menjadi prioritasnya. Namun, mitra yang lain memiliki kondisi sebaliknya, sehingga mereka sangat butuh bisnis tersebut bisa sukses.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2216">2. Seberapa keras kita akan bekerja?</h2>



<p id="655e">Pertimbangan ini termasuk seberapa banyak jam kerja mereka, apakah mereka akan menjawab email di malam hari atau akhir pekan, atau apakah mereka bersedia untuk bekerja saat hari libur ketika dibutuhkan.</p>



<p id="b6c0">Mengatasi aspek umum ini sangat penting untuk membentuk ekspektasi dan kesepakatan konkret sejak awal. Adanya perbedaan dalam kebiasaan kerja dapat diatasi dengan memberikan kompensasi yang sesuai. Dalam konteks ini, kesetaraan tidak berarti adil secara ekuitas.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7bb3">3. Bagaimana kita menghargai kontribusi masing-masing?</h2>



<p id="ca55">Ada sebuah contoh kasus di mana dalam perusahaan pakaian ada dua mitra yang memiliki peran berbeda, yakni salah satu mengurus desain, sedangkan yang lain mengurus bisnis. Meskipun perusahaannya sukses, tetapi ada kalanya perasaan tidak dihargai muncul di antara kedua mitra tersebut. Mereka memiliki pandangan berbeda tentang nilai kontribusi mereka. Salah satu mitra berpendapat bahwa desainnya sangat penting, sementara mitra lainnya berpendapat bahwa penjualan produk yang dihasilkan dari desain itulah yang menjadi&nbsp;<em>value&nbsp;</em>utama.</p>



<p id="8450">Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mengakui bahwa semua kontribusi dari setiap pihak sangat berharga dan layak mendapat pengakuan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0740">4. Bagaimana cara kita dalam mengambil keputusan sulit?</h2>



<p id="59bb">Situasi di mana kamu dan mitra dituntut untuk membuat keputusan sulit mungkin akan muncul di masa mendatang. Sebelum situasi tersebut terjadi, penting bagi kamu dan mitra untuk menentukan cara mengambil keputusan yang tepat di situasi tersebut.</p>



<p id="7197">Mitra bisnis seringkali membagi hak pengambilan keputusan, misalnya satu mitra bertanggung jawab atas keputusan pemasaran, sedangkan mitra lainnya bertanggung jawab atas keputusan terkait&nbsp;<em>human resources</em>. Namun, pertimbangkan juga bagaimana cara untuk mengambil keputusan sulit yang melibatkan perbedaan antara kamu dan mitra, terutama keputusan yang berisiko tinggi.</p>



<p id="bfde">Sebaiknya kamu dan mitra perlu menetapkan rencana atau mekanisme khusus untuk mengatasi perbedaan pendapat yang kuat dalam mengambil keputusan sulit tersebut sejak awal agar tidak mengganggu stabilitas dan keberlanjutan bisnis di masa depan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c9e2">5. Bagaimana cara kita mengatasi konflik?</h2>



<p id="7e74">Setiap orang memiliki gaya mengatasi konflik yang berbeda-beda. Beberapa orang merasa nyaman dengan perdebatan yang sengit, sementara orang lain mungkin merasa bahwa perdebatan sengit sebagai sesuatu yang menakutkan atau mengganggu. Nah, sebelum konflik serius pertama kali muncul, penting bagi kamu dan mitra untuk memahami gaya penyelesaian konflik satu sama lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="04bf">6. Apa strategi yang kita gunakan dalam mengelola bisnis?</h2>



<p id="1fda">Bagaimana rencana bisnis disusun dan diimplementasikan dapat menjadi sumber konflik antara kamu dan mitra, apalagi jika keduanya memiliki pandangan berbeda. Dalam kasus ini, komunikasi terbuka, pengertian satu sama lain, dan bersedia untuk menemukan kesepakatan adalah kunci dalam mengatasi risiko terjadinya konflik dalam kemitraan bisnis.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1e93">7. Bagaimana akhir dari kemitraan bisnis kita?</h2>



<p id="32aa">Setiap kemitraan pada akhirnya akan berakhir, entah itu berakhir dengan kegembiraan, kesedihan, atau justru gabungan keduanya. Oleh karena itu, penting bagi kamu dan mitra bisnis untuk merencanakan bagaimana kemitraan tersebut akan berakhir sejak awal. Buatlah perencanaan seperti pembagian aset, kepemilikan, dan hak kekayaan intelektual.</p>



<p id="0f18">Selain itu, penting juga untuk menetapkan perjanjian mengenai protokol komunikasi saat salah satu atau beberapa mitra ingin keluar dari kemitraan, serta perjanjian tentang larangan untuk menggaet karyawan atau pelanggan yang sudah ada. Dengan memiliki perjanjian yang jelas, kamu dan mitra dapat berpisah dengan damai.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="2263"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="729f"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="9a3d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page-----0be4e4b4d99e--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/7-pertanyaan-yang-perlu-kamu-pastikan-sebelum-menjalin-kemitraan-bisnis/">7 Pertanyaan yang Perlu Kamu Pastikan Sebelum Menjalin Kemitraan Bisnis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
