fbpx

Pemimpin Harus Tahu! Ini 4 Dorongan yang Memotivasi Karyawan

Satu hal yang masih menjadi tantangan besar bagi para pemberi kerja (perusahaan), adalah bagaimana agar karyawan dapat melakukan pekerjaan terbaik mereka, bahkan dalam keadaan sulit. Ini menjadi sebuah tugas besar yang dihadapi oleh hampir seluruh pemimpin di semua perusahaan dan organisasi.

Untuk memahami alasan di balik motivasi kerja karyawan, kita perlu memperhatikan empat dorongan emosional yang menjadi fondasinya. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang hal tersebut, berdasarkan sumber dari Harvard Business Review.

1. Dorongan untuk memperoleh sesuatu

Untuk meningkatkan kesejahteraan, manusia secara otomatis akan memperoleh barang yang dibutuhkannya. Saat kita gembira karena dorongan ini terpenuhi, maka hal sebaliknya juga bisa terjadi. Kita merasa tidak puas atau kecewa saat dorongan ini gagal. Hal ini berlaku untuk barang fisik (makanan, pakaian, dan lainnya), pengalaman (perjalanan, hiburan), peristiwa status sosial (promosi, dan lainnya). Dorongan untuk memperoleh sifatnya relatif, kita selalu membandingkan milik kita dan milik orang lain. Kita tidak pernah puas karena kita selalu menginginkan lebih.

2. Dorongan untuk menjalin ikatan

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Saat kita menjalin ikatan dengan seseorang, muncul emosi positif yang kuat seperti cinta dan perhatian. Bila ikatan ini tidak terpenuhi, akan muncul kesepian dan anomi (keadaan sosial yang kacau).

Nah, di tempat kerja, dorongan untuk terikat memberikan dorongan besar dalam motivasi saat karyawan merasa bangga ketika menjadi bagian dari perusahaan. Ini mengapa karyawan merasa sulit untuk keluar dari lingkarang divisi atau fungsional, dikarenakan keterikatan pada kelompok terdekat mereka.

3. Dorongan untuk memahami

Di tempat kerja, keinginan untuk memahami berarti kemauan untuk memberikan kontribusi yang bermakna. Karyawan menjadi termotivasi oleh pekerjaan yang menantang karena memberi ruang untuk belajar dan tumbuh. Sebaliknya, mereka tidak antusias dengan pekerjaan yang tampak monoton atau tidak jelas. Kita sering mendengar adanya karyawan berbakat yang resign karena merasa erusahaannya tidak memberikan tantangan baru untuk bisa tumbuh, sehingga memutuskan untuk mencari tantangan di tempat lain.

4. Dorongan untuk bertahan

Secara alami, manusia akan membela diri terhadap orang terdekat, harta benda, gagasan dan keyakinan, hingga apa saja yang sudah kita raih. Kita akan bertahan dan membela diri terhadap ancaman yang datang dari luar. Bentuknya bisa dalam perilaku agresif atau defensif.

Jika hal ini terpenuhi, kita akan merasa aman dan percaya diri. Sebaliknya, akan muncul ketakutan dan kebencian. Di tempat kerja, dorongan untuk bertahan bisa berupa penolakan kelompok terhadap perubahan. Misalnya karyawan bisa merasa terpukul atau kecewa terhadap peraturan baru perusahaan, contohnya merger atau akuisisi.

Keempat dorongan di atas tidak dapat diurutkan atau saling menggantikan. Jadi, untuk berhasil memotivasi karyawan sepenuhnya, kamu harus mengatasi keempat dorongan tersebut. Contohnya, kamu tidak bisa membayar karyawan dengan kompensasi besar dan berharap bahwa mereka akan antusias di tempat kerja di mana ikatan tidak dibina. Contoh lainnya, orang-orang dalam satu tim yang diberi kompensasi rendah atau bekerja keras di tugas yang membosankan tidak akan memiliki motivasi kerja yang kuat.

Bagi pemimpin, kamu tentu saja dapat membuat karyawan bekerja dalam keadaan seperti itu (keadaan tidak ideal). Karyawan juga punya motivasi lain, misalnya membutuhkan uang, atau tidak punya pilihan lain saat itu. Namun, kamu punya risiko tidak bisa memperoleh performa terbaik karyawan, dan bisa kehilangan karyawan jika mereka mendapat tawaran kesepakatan lain yang lebih baik. Kesimpulannya, untuk berhasil memotivasi karyawan sepenuhnya, kamu perlu menguasai keempat dorongan tersebut.

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini