<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunikasi Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/komunikasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/komunikasi/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Dec 2024 03:38:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Komunikasi Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/komunikasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>7 Langkah Menemukan Tone of Voice untuk Brand Kamu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/7-langkah-menemukan-tone-of-voice-untuk-brand-kamu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2024 03:35:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Brands]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10967</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu merasa pesan yang kamu sampaikan lewat media sosial atau&#160;email marketing&#160;belum berhasil “kena” di audiens? Udah berusaha bikin konten menarik, tapi responsnya biasa aja. Atau lebih parah, audiens malah bingung dengan gaya komunikasi&#160;brand&#160;kamu. Kalau iya, bisa jadi kamu belum menemukan&#160;tone of voice&#160;yang pas untuk&#160;brand&#160;kamu. Apa itu brand tone of voice? Sederhananya,&#160;brand tone of voice&#160;adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/7-langkah-menemukan-tone-of-voice-untuk-brand-kamu/">7 Langkah Menemukan Tone of Voice untuk Brand Kamu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="6858">Pernahkah kamu merasa pesan yang kamu sampaikan lewat media sosial atau&nbsp;<em>email marketing</em>&nbsp;belum berhasil “kena” di audiens? Udah berusaha bikin konten menarik, tapi responsnya biasa aja. Atau lebih parah, audiens malah bingung dengan gaya komunikasi&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu. Kalau iya, bisa jadi kamu belum menemukan&nbsp;<em>tone of voice&nbsp;</em>yang pas untuk&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="258a">Apa itu brand tone of voice?</h2>



<p id="64ff">Sederhananya,&nbsp;<em>brand tone of voice&nbsp;</em>adalah cara&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu “berbicara” dengan audiens. Gaya komunikasi ini mencerminkan kepribadian dan nilai-nilai yang dimiliki oleh&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu.</p>



<p id="fbee">Misalnya,&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>yang ramah biasanya pakai bahasa santai dan hangat, sedangkan&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>yang profesional cenderung menggunakan bahasa formal dan&nbsp;<em>to the point</em>.</p>



<p id="a69c">Dengan menentukan gaya komunikasi<em>&nbsp;</em>ini bikin audiens tahu siapa kamu, apa yang kamu perjuangkan, dan kenapa mereka harus peduli sama&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e5c1">Cara Menemukan Tone of Voice yang Tepat untuk Brand Kamu</h2>



<p id="8bec">Kalau&nbsp;<em>tone of voice</em>&nbsp;sudah pas, kamu bisa membangun kepercayaan audiens dan membuat mereka jadi loyal. Tapi, gimana caranya menemukan&nbsp;<em>tone of voice&nbsp;</em>yang cocok untuk&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu? Yuk, ikuti tujuh langkah berikut ini!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="5a83"><strong>1. Tentukan Nilai dan Kepribadian Brand Kamu</strong></h3>



<p id="9f6b">Langkah pertama adalah memahami siapa kamu sebagai&nbsp;<em>brand</em>. Apa nilai utama yang&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu perjuangkan? Apakah kamu ingin dikenal sebagai inovatif, ramah, atau profesional? Selain itu, pikirkan juga kepribadian brand kamu, apakah lebih santai, serius, atau humoris?</p>



<p id="4266">Contohnya, kalau kamu founder&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>teknologi, mungkin nilai seperti “inovasi” atau “kecepatan” yang jadi fokus utama. Sedangkan kepribadian bisa lebih modern dan optimis.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="e755"><strong>2. Pahami Siapa Target Audiens Kamu</strong></h3>



<p id="0cca">Kamu harus tahu siapa yang ingin kamu ajak bicara. Apa kebutuhan, preferensi, dan tantangan mereka? Dengan memahami audiens, kamu bisa menyusun komunikasi yang benar-benar ngena. Coba anggap audiens kamu seperti mitra bisnis yang ingin kamu kenal lebih dekat. Lakukan riset mendalam tentang gaya komunikasi yang mereka sukai.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3427"><strong>3. Lirik Kompetitor</strong></h3>



<p id="696c">Coba intip gaya komunikasi kompetitor. Apa yang mereka lakukan dengan baik dan apa yang mungkin kurang efektif? Dari sini, kamu bisa menemukan celah untuk bikin&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu lebih menonjol.</p>



<p id="0679">Tapi jangan sekadar meniru, ya. Gunakan&nbsp;<em>insight&nbsp;</em>yang kamu temukan untuk membuat&nbsp;<em>tone of voice</em>&nbsp;yang lebih otentik dan beda dari yang lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="f48f"><strong>4. Pilih Gaya Komunikasi yang Sesuai</strong></h3>



<p id="4270">Saatnya memutuskan bagaimana&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu mau terdengar. Apakah lebih santai dan seru, atau lebih serius dan informatif? Pastikan gaya ini cocok sama audiens dan&nbsp;<em>platform&nbsp;</em>yang kamu gunakan.</p>



<p id="cf61">Contohnya untuk&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kuliner, gaya santai dan menggugah selera mungkin lebih cocok di Instagram. Lain halnya dengan&nbsp;<em>fintech startup</em>, gaya komunikasinya mungkin lebih serius di LinkedIn.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="e596"><strong>5. Buat Panduan Gaya Komunikasi</strong></h3>



<p id="6b18">Dokumentasikan aturan-aturan gaya komunikasi kamu dalam panduan&nbsp;<em>tone of voice</em>. Panduan ini harus mencakup kata-kata yang boleh digunakan, yang harus dihindari, serta contoh-contoh komunikasi untuk berbagai platform. Dengan panduan ini, tim kamu akan lebih konsisten dalam menyampaikan pesan, terlepas dari siapa yang menulisnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7756"><strong>6. Konsisten Itu Kunci</strong></h3>



<p id="9605">Audiens lebih percaya sama&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>yang konsisten. Sebuah riset menunjukkan bahwa 87% konsumen lebih suka&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>yang punya gaya komunikasi konsisten di berbagai kanal.</p>



<p id="b29f">Jadi, pastikan<em>&nbsp;tone of voice</em>&nbsp;yang kamu pilih sudah sama di semua&nbsp;<em>platform</em>, mulai dari media sosial, email, sampai&nbsp;<em>website</em>. Jika dibutuhkan, kamu bisa melakukan eksperimen kecil untuk mengukur respons audiens dan sesuaikan dengan gaya komunikasimu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9cfc"><strong>7. Selaraskan dengan Strategi Bisnis</strong></h3>



<p id="b958">Langkah terakhir untuk menemukan&nbsp;<em>tone of voice&nbsp;</em>untuk&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu adalah dengan memastikan bahwa gaya komunikasi kamu sudah sejalan dengan visi dan tujuan bisnis. Kalau visi kamu ingin jadi pelopor di industri tertentu, gaya komunikasi kamu juga harus mencerminkan itu.</p>



<p id="b8a2">Ingatlah bahwa&nbsp;<em>tone of voice</em>&nbsp;yang tepat bukan sekadar bikin pesan kamu tersampaikan ke audiens, tapi juga membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan audiens.</p>



<p id="a536">Dengan mengikuti 7 langkah ini, kamu tidak hanya punya gaya komunikasi yang kuat, tapi juga bikin&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu makin relevan di mata audiens. Selamat mencoba, dan jangan lupa terus evaluasi supaya hasilnya semakin maksimal, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="a75c"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b336"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c031"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/7-langkah-menemukan-tone-of-voice-untuk-brand-kamu/">7 Langkah Menemukan Tone of Voice untuk Brand Kamu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Cara Tingkatkan Kemampuan Delegasi untuk ‘First-Time Manager’</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-cara-tingkatkan-kemampuan-delegasi-untuk-first-time-manager/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2024 03:01:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Teamwork]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu merupakan seorang manajer atau leader yang sering kewalahan dengan pekerjaanmu? Coba kita cari tahu bersama penyebabnya ya! Salah satu yang bisa coba kamu tanyakan dan refleksikan adalah “Apakah aku sudah melakukan pendelegasian tugas dengan baik?” Ketika kamu memiliki wewenang, mendelegasikan pekerjaan ke tim kerja merupakan sebuah kemampuan yang juga harus diasah. Tak cukup hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-cara-tingkatkan-kemampuan-delegasi-untuk-first-time-manager/">5 Cara Tingkatkan Kemampuan Delegasi untuk ‘First-Time Manager’</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://medium.com/@mayastidnastiti?source=post_page-----8db74369eef5--------------------------------"></a></p>



<p id="9c99">Kamu merupakan seorang manajer atau leader yang sering kewalahan dengan pekerjaanmu? Coba kita cari tahu bersama penyebabnya ya!</p>



<p id="d93f">Salah satu yang bisa coba kamu tanyakan dan refleksikan adalah “<em>Apakah aku sudah melakukan pendelegasian tugas dengan baik?</em>”</p>



<p id="f310">Ketika kamu memiliki wewenang, mendelegasikan pekerjaan ke tim kerja merupakan sebuah kemampuan yang juga harus diasah. Tak cukup hanya cakap dalam melakukan pekerjaan harian, kamu juga harus bisa membagikan tanggung jawab pekerjaan ke orang yang tepat dengan arahan kerja yang efektif dan efisien.</p>



<p id="7c7f">Dalam kasus tertentu, kebanyakan orang dipromosikan dan mendapat jabatan manajer atau bahkan lebih tinggi karena telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Posisi manajer tersebut sebenarnya sudah tidak lagi menuntut kamu untuk melakukan&nbsp;<em>day-to-day work</em>, melainkan hal yang lebih penting yaitu mengatur dan mengelola tim serta proyek dalam skala yang lebih besar.</p>



<p id="90d6">Namun, sering kali manajer terjebak untuk bisa melakukan banyak hal yang biasa dilakukan di peran sebelumnya dengan kualitas lebih baik. Hal tersebut biasanya terjadi karena mereka ingin membuktikan ke perusahaan atau atasannya bahwa mereka tidak salah memilih manajer. Padahal kondisi tersebut bisa menghambat kinerja yang merugikan dirimu bahkan tim kamu.</p>



<p id="92d4">Meski bagi sebagian manajer rasanya tidak nyaman atau ragu-ragu ketika akan mendelegasikan pekerjaannya, delegasi jadi salah satu cara agar semua bisa sama-sama nyaman dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Kalau kamu masih perlu mengasah kemampuan pendelegasian tersebut, coba pahami 5 tahapan berikut ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d88a"><strong>1. Mengubah Pola Pikir Sebagai Pemimpin</strong></h2>



<p id="2053">Sebagai seseorang yang terbiasa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, mungkin kamu merasa nyaman untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Namun, di posisi ini kamu harus bisa mengubah pola pikir pekerjaanmu dari ‘<em>doing</em>’ menjadi ‘<em>managing</em>’.</p>



<p id="8700">Sebagai manajer, kesuksesanmu tidak lagi diukur dari seberapa baik kamu menyelesaikan pekerjaan, melainkan dari seberapa baik kamu membantu tim untuk berkembang, mencapai tujuan mereka, dan berkontribusi pada visi perusahaan.</p>



<p id="a001">Dengan mulai mengubah pemahaman tersebut, langkah berikutnya adalah menyadari bahwa kedepannya kamu perlu membantu tim belajar dan memberikan mereka kesempatan untuk mengerjakan tugas yang lebih menantang. Ingat selalu bahwa delegasi adalah tentang melepaskan sebagian kendalimu namun meningkatkan sikap tanggung jawab akan pekerjaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7a9f"><strong>2. Menentukan Pekerjaan dan Penanggung Jawabnya</strong></h2>



<p id="0dbe">Buat daftar pekerjaan dengan mengurutkan skala prioritas serta tingkat kesulitannya. Dari hal tersebut kamu bisa mengatur mana pekerjaan yang akan kamu pegang dan mana yang akan didelegasikan.</p>



<p id="3de5">Daftar pekerjaan yang akan dibagi ke tim kamu juga perlu dicocokkan sesuai dengan kemampuan tim. Ketika menyusun daftar ini, pikirkan sebaik mungkin agar setiap pekerjaan bisa terdistribusi secara rata.</p>



<p id="923f">Untuk membantumu membagi pekerjaan tersebut, coba susun dengan menanyakan hal-hal berikut:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="dd5c"><strong>“Apa saja pekerjaaan yang termasuk high-level?”</strong></h3>



<p id="b841">Proyek&nbsp;<em>high-level&nbsp;</em>ini biasanya berkontribusi pada prioritas strategis jangka panjang perusahaan dan sering kali memerlukan pengalaman dan keahlianmu sebagai pemimpin. Tugas atau pekerjaan tersebut sebaiknya tidak didelegasikan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1530"><strong>“Apa saja pekerjaan yang bisa jadi kesempatan belajar bagi tim?”</strong></h3>



<p id="8bd4">Setiap tugas dan pekerjaan yang kamu delegasikan sebaiknya bisa membantu anggota timmu berkembang, baik dengan memberikan mereka visibilitas yang lebih besar atau menantang mereka untuk bisa belajar dan bertumbuh. Idealnya, pekerjaan tersebut harus selaras dengan kekuatan, tujuan, atau rencana pengembangan karier anggota tim kamu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a8f0"><strong>“Dari sebuah proyek atau pekerjaan, bagian mana yang perlu kolaborasi dan didukung dengan keahlian anggota tim tertentu?”</strong></h3>



<p id="9870">Jika kamu masih merasa ragu untuk mendelegasikan seluruh proyek, kamu bisa pertimbangkan bentuk lain dari delegasi. Silakan mendelegasikan bagian-bagian yang memerlukan keahlian khusus dari anggota tim kamu. Sehingga kamu bisa lebih fokus pada tugas utama, sementara anggota tim kamu mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="558a"><strong>3. Komunikasikan Tugas dan Peran dengan Jelas</strong></h2>



<p id="f5e7">Anggota tim kamu perlu memahami apa saja yang kamu delegasikan, alasan mereka dipilih, dan apa yang kamu harapkan dari hasil kerja anggota tim kamu. Oleh karena itu, selain melakukan&nbsp;<em>briefing&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>alignment&nbsp;</em>pekerjaan, kamu juga perlu melakukan hal-hal berikut:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2195"><strong>Set jadwal 1-<em>on</em>-1</strong></h3>



<p id="b1b4">Gunakan kesempatan ini untuk menjelaskan secara rinci hal-hal diluar teknis pekerjaan, seperti apa yang kamu harapkan dan alasan kamu mendelegasikan pekerjaan tersebut. Dalam sesi ini kamu harus mempersilakan tim kamu untuk bertanya atau menanggapi pekerjaan darimu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d1aa"><strong>Memberi waktu untuk anggota tim kamu memahami pekerjaannya</strong></h3>



<p id="dee8">Tim kamu perlu memproses informasi yang diterima, hal ini akan memantik tim kamu menyampaikan pertanyaan atau pendapat yang mungkin bisa menarik untuk diolah.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="857a"><strong>Pertegas peran dan&nbsp;<em>timeline</em></strong></h3>



<p id="0eb5">Kamu perlu berdiskusi&nbsp;<em>load&nbsp;</em>pekerjaan yang sedang dipegang atau kendala yang dihadapi. Agar dalam menegaskan peran dan&nbsp;<em>timeline&nbsp;</em>tidak menyulitkan kedua pihak. Sampaikan juga hal-hal terkait&nbsp;<em>update&nbsp;</em>progres pekerjaan, atau sejauh mana tim kamu bisa membuat keputusan secara mandiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2fb8"><strong>4. Berikan Apresiasi dan Tanggapan Positif</strong></h2>



<p id="4659">Saat mengadakan&nbsp;<em>update&nbsp;</em>pekerjaan, berikan tanggapan yang konstruktif dan apresiasi kepada anggota tim. Jika hasilnya masih belum memuaskan, ajukan pertanyaan dengan jelas untuk membantu mereka mengevaluasi kinerja mereka sendiri sebelum kamu memberikan pandangan.</p>



<p id="c1c0">Selain itu, penting untuk menekankan bagaimana kontribusi mereka mendukung tujuan tim atau perusahaan. Jika mereka suka dipuji di depan umum, pertimbangkan untuk memberikan apresiasi di platform atau media komunikasi tim kerjamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="8578"><strong>5. Lakukan Evaluasi Kinerja Bersama</strong></h2>



<p id="48ed">Setelah pekerjaan yang kamu delegasikan tersebut selesai, ajak anggota tim untuk melakukan evaluasi bersama guna meninjau bagaimana proses tersebut berjalan dari sudut pandang mereka.</p>



<p id="2dbc">Tanyakan hal-hal seperti, “Bagaimana pengalaman ini bagi kamu?” “Apa yang kamu pelajari dari ini?” atau “Apa hambatan tersulit?”. Melalui percakapan ini, kamu bisa menemukan cara untuk lebih mendukung anggota tim di waktu mendatang sekaligus mengidentifikasi cara meningkatkan kemampuan delegasimu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="24cb">Kesimpulan</h2>



<p id="e600">Jadi, dari langkah-langkah di atas, tugas utama kamu akan lebih banyak menetapkan tujuan dan harapan, sementara anggota tim kamulah yang menentukan cara terbaik untuk mencapainya.</p>



<p id="9102">Tentu tidak bisa secara instan dan ideal kamu terapkan langsung. Proses delegasi ini akan memakan banyak waktu hingga akhirnya bisa mencapai hasil kerja yang sepadan. Akan tetapi setidaknya kamu sudah memulai dari sekarang karena jika kamu tidak andal dalam mendelegasikan tugas, kamu tidak akan bisa berkembang sebagai pemimpin.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="1e19"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0f29"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="183d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-cara-tingkatkan-kemampuan-delegasi-untuk-first-time-manager/">5 Cara Tingkatkan Kemampuan Delegasi untuk ‘First-Time Manager’</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Cara Ampuh Mengomunikasikan Strategi Startupmu!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/3-cara-ampuh-mengomunikasikan-strategi-startupmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2024 03:21:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[startup digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Founder, coba ingat-ingat deh, seperti apa kamu bekerja ketika masih menjadi karyawan? Apakah kamu bekerja dengan mengetahui strategi dan tujuan perusahaan? Atau, langsung bekerja tanpa mengetahui tujuannya? Sering banget nih, terjadi komunikasi yang kurang lancar antara petinggi dan karyawan. Di satu sisi, karyawan merasa sungkan untuk menanyakan banyak hal, sehingga atasan harus menjelaskan strategi dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-cara-ampuh-mengomunikasikan-strategi-startupmu/">3 Cara Ampuh Mengomunikasikan Strategi Startupmu!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b3b2">Founder, coba ingat-ingat deh, seperti apa kamu bekerja ketika masih menjadi karyawan? Apakah kamu bekerja dengan mengetahui strategi dan tujuan perusahaan? Atau, langsung bekerja tanpa mengetahui tujuannya?</p>



<p id="679c">Sering banget nih, terjadi komunikasi yang kurang lancar antara petinggi dan karyawan. Di satu sisi, karyawan merasa sungkan untuk menanyakan banyak hal, sehingga atasan harus menjelaskan strategi dan visi perusahaan dengan susah payah. Tidak jarang juga terjadi miskomunikasi. Kamu maunya A, eh, tim kamu justru mengerjakan B.</p>



<p id="39d2">Terus, gimana cara agar tim kamu memahami strategi startupmu? Dilansir dari Harvard Business Review, artikel ini akan memberikan 3 tips yang mudah untuk kamu terapkan!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="89d7"><strong>1. Beri Alasan Kenapa Ide Ditolak</strong></h3>



<p id="54bd">Kita bisa jadi karyawan yang baik. Tapi, menjadi pemimpin yang baik itu cukup sulit. Seringkali kita tidak sadar kalau arahan yang kita berikan kepada tim masih belum jelas. Di lain sisi, anggota tim seringkali sungkan untuk memastikan permintaanmu. Nah, salah satu cara untuk memperbaiki komunikasi dengan tim adalah dengan menjelaskan alasan dibalik penolakan ide yang diajukan tim kamu. Ini bisa membantu tim memahami mengapa suatu strategi dipilih.</p>



<p id="5572">Sebagai contoh, perusahaan Edward Jones memilih untuk menargetkan investor individu di daerah pedesaan, bukan di kota besar, dan menawarkan produk yang aman dan transparan. Dengan menjelaskan alternatif yang ditolak, seperti tidak menjual produk derivatif yang berisiko atau tidak memiliki kantor besar di kota besar, karyawan dapat lebih memahami logika di balik keputusan strategi tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d52b"><strong>2. Hubungkan dengan Tujuan Perusahaan</strong></h3>



<p id="d107">Kamu juga bisa menjelaskan apa hubungan keputusan yang kamu buat dengan tujuan startupmu. Misalnya, DPG Media Group, perusahaan media terkemuka di Belgia dan Belanda, selalu menjelaskan keputusan strategis mereka dengan mengaitkannya dengan tujuan perusahaan untuk menyediakan jurnalisme profesional berkualitas tinggi dalam bentuk digital. Ketika mereka memutuskan untuk melakukan akuisisi atau berfokus pada pasar tertentu, keputusan tersebut selalu dikaitkan dengan tujuan utama mereka. Ini membuat karyawan lebih mudah memahami alasan di balik setiap keputusan tanpa harus mengetahui semua detail proses pengambilan keputusan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a29d"><strong>3. Libatkan Tim dalam Pengembangan Strategi</strong></h3>



<p id="0327">Melibatkan tim dalam proses pengembangan strategi dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi mereka saat menjalankan strategi tersebut. Ada berbagai cara untuk melibatkan anggota tim, misalnya dengan meminta masukan dan&nbsp;<em>feedback,&nbsp;</em>hingga partisipasi aktif dalam&nbsp;<em>workshop</em>&nbsp;dengan tema strategi.</p>



<p id="9d33">Sebagai contoh, perusahaan minuman Premium-Kollektiv di Jerman memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk membahas strategi melalui email, di mana setiap orang dapat mengajukan atau menanggapi isu-isu yang diajukan. Langkah ini menghadirkan berbagai perspektif sehingga keputusan yang diambil merupakan kesepakatan kolektif.</p>



<p id="213c">Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan peran teknologi, loh. Bridgestone, produsen ban global, melakukan survei dengan bantuan kecerdasan buatan/AI untuk mengumpulkan wawasan dari karyawan secara efisien dan dalam skala besar. Dengan begitu, karyawan merasa dilibatkan secara interaktif sehingga didapatlah wawasan berharga yang dapat digunakan untuk merencanakan strategi.</p>



<p id="4b97">Nah, itulah 3 cara ampuh mengomunikasikan strategi startupmu. Agar strategi perusahaan dapat dijalankan dengan efektif, setiap anggota tim perlu mengetahui dan memahami pilihan yang dibuat oleh startupmu. Sebagai pemimpin, kamu perlu menemukan cara-cara alternatif untuk membantu karyawan memahami dan menghargai pilihan-pilihan strategi mereka.</p>



<p id="0376">Semoga dengan menerapkan tips ini, kamu dan tim bisa sejalan dalam bekerja dan meraih tujuan bisnis bersama-sama, ya. Semangat terus, founder!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="d011"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="a436"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="0810"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----9976d26dacca--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-cara-ampuh-mengomunikasikan-strategi-startupmu/">3 Cara Ampuh Mengomunikasikan Strategi Startupmu!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Memberikan Kritik ke Manajer? Ini Etikanya!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mau-memberikan-kritik-ke-manajer-ini-etikanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 10:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10563</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat bekerja, ada kalanya kamu merasa tidak nyaman dengan sikap atau perlakuan dari manajer atau atasanmu. Misalnya, mereka sering menyela pembicaraan, mengkritikmu di depan banyak orang, merendahkanmu, dan hal tidak menyenangkan lainnya. Jika ini terjadi terus-terusan, kamu perlu mengambil sikap dengan memberikan kritik untuk manajermu. Namun, memberikan umpan balik pada orang lain yang punya kekuasaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-memberikan-kritik-ke-manajer-ini-etikanya/">Mau Memberikan Kritik ke Manajer? Ini Etikanya!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="371f">Saat bekerja, ada kalanya kamu merasa tidak nyaman dengan sikap atau perlakuan dari manajer atau atasanmu. Misalnya, mereka sering menyela pembicaraan, mengkritikmu di depan banyak orang, merendahkanmu, dan hal tidak menyenangkan lainnya. Jika ini terjadi terus-terusan, kamu perlu mengambil sikap dengan memberikan kritik untuk manajermu.</p>



<p id="597f">Namun, memberikan umpan balik pada orang lain yang punya kekuasaan lebih besar juga membutuhkan keberanian yang besar. Lalu, bagaimana cara mengkritik manajer?</p>



<p id="fcb0">Berikut adalah etikanya, berdasarkan sumber dari artikel Harvard Business Review.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="6b49"><strong>A. Langkah pertama: Tanyakan dulu diri sendiri</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>Tanyakan ke diri sendiri, “Apakah kritik ini memang perlu?”</li>
</ul>



<p id="c6f8">Jika manajermu melakukan perlakuan tidak menyenangkan tersebut sesekali karena hari yang buruk, kamu lebih baik membiarkannya. Namun, jika hal itu berulang, maka kamu perlu mengungkitnya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Apakah potensi biayanya lebih besar daripada manfaatnya? Seberapa pentingkah hal ini bagimu?”</li>
</ul>



<p id="5172">Jika manajermu punya peran besar untuk membantumu berkembang dan bekerja lebih baik, pertimbangkan apakah umpan balik yang kritis ini akan menurunkan kualitas hubunganmu dengannya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Apakah manajermu akan menghargai pendapatmu? Akankah ia bersikap defensif?</li>
</ul>



<p id="f560">Kamu dapat melakukan riset dengan mengamati bagaimana manajermu menanggapi umpan balik dari bawahan lainnya. Mintalah rekan-rekanmu untuk melihat apakah mereka dapat memberimu wawasan, atau ujilah dengan memberikan umpan balik yang netral atau positif kepada manajermu, lalu perhatikan tanggapannya.</p>



<p id="2a96">Jika kamu merasa kritik yang disampaikan lewat percakapan bukan cara terbaik, kamu dapat melakukan metode penyampaian umpan balik lainnya, misalnya dengan survei anonim.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="bec1"><strong>B. Langkah kedua: Persiapan</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>Atur dan blokir waktu di kalender manajermu</li>
</ul>



<p id="5145">Upayakan untuk melakukan sesi umpan balik dalam satu atau dua hari setelah kejadian berlangsung agar semua orang masih ingat kejadiannya. Beri tahu manajermu bahwa kamu ingin bertemu sebentar dan jelaskan apa yang akan dibicarakan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Berlatih sebelum melakukan percakapan</li>
</ul>



<p id="2b89">Berikut adalah contoh percakapan awal yang bisa memberikanmu wawasan:</p>



<p id="9f55">“Terima kasih, Daniel. Saya sangat menghargai Anda meluangkan waktu untuk mendengarkan saya. Ada sesuatu dalam pikiran saya dari pertemuan tim terakhir kita. Saya ingin memberi tahu Anda bagaimana perasaan saya karena menurut saya kejujuran penting bagi kita untuk menjaga hubungan yang kuat. Apakah itu tidak masalah bagimu?”</p>



<p id="13a2">Selanjutnya, kamu perlu memperhatikan respon manajermu. Jika dia mengucapkan terima kasih dan menyampaikan kekhawatirannya dengan cara konstruktif, maka kamu bisa lanjut ke tahap berikutnya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Memilih model umpan balik</li>
</ul>



<p id="4f94">Ada satu model umpan balik yaitu SBI (<em>Situation — Behavior — Impact</em>), yang fokusnya adalah dialog dua arah. Jika dijalankan dengan tepat, SBI menjadi alat yang tepat untuk menguasai percakapan yang sulit. Contohnya seperti ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Tunjukkan kapan dan di mana perilaku tertentu terjadi (situasinya) untuk menentukan konteksnya. Contoh: “Selama pertemuan tim kita Kamis ini, ketika saya sedang mempresentasikan riset pasar…”</li>



<li>Jelaskan secara rinci apa yang kamu lihat atau dengar (perilaku spesifiknya). Contoh: “Selama rapat tim kita hari Kamis ini, ketika saya sedang mempresentasikan riset pasar, saya perhatikan Anda menyela saya tiga kali…”</li>



<li>Jelaskan dampaknya (bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi pikiran dan perasaanmu). Contoh: “Selama rapat tim kita hari Kamis ini, ketika saya sedang mempresentasikan riset pasar, saya perhatikan bahwa Anda menyela saya tiga kali dan hal itu membuat saya merasa diremehkan.”</li>
</ul>



<p id="3639">Yang paling penting, ingat dengan tepat kata-katamu. Kata ‘menyela dengan sering’ menunjukkan ketidakjelasan dibandingkan kata ‘menyela tiga kali’. Sebab, ‘sering’ memiliki perspektif yang berbeda-beda untuk tiap orang.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="364b"><strong>C. Langkah ketiga: Lakukan percakapan</strong></h3>



<p id="6755">Tibalah hari di mana kamu akan menyampaikan kritik kepada manajermu. Ingatlah untuk berbaik sangka pada diri sendiri karena kenyataannya mungkin berbeda dari ekspektasi.</p>



<p id="e180">Setelah kamu menyampaikan inti dari kritiknya, kamu dapat jeda sebentar. Berikan manajermu waktu yang cukup untuk merenung dan memberikan tanggapan.</p>



<p id="e7f2">Jika respon manajermu cenderung defensif, ada beberapa cara untuk membuat situasi menjadi lebih baik. Pertama, kamu bisa meminta maaf atas dampaknya, bukan meminta maaf atas kritikmu. Kamu dapat menjelaskan niat dan meminta klarifikasi.</p>



<p id="bf21">Contohnya, “Saya minta maaf karena ini membuatmu kesal. Saya ingin melakukan percakapan yang dapat membantu saya berkembang dan membantu kami bekerja sama dengan lebih baik. Bisakah Anda membantu saya memahami mengapa masukan saya membuat Anda kesal?”</p>



<p id="003f">Cara kedua, kamu bisa memilih untuk tidak berkata apa-apa. Diam bisa menjadi solusi dan membantu meredakan ketegangan. Tunggu sampai manajermu selesai bicara, dan pertimbangkan poin pertama.</p>



<p id="426d">Cara ketiga, kamu bisa meninggalkan ruangan dengan hormat. Jika manajermu marah, sebaiknya kamu dapat mengakhiri pertemuan tersebut untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.</p>



<p id="5fac">Contoh percakapannya, “Saya minta maaf karena hal ini membuat Anda kesal. Mungkin kita bisa membicarakan hal ini lain kali?”. Ini untuk memberikan waktu tenang sebelum ia mengungkitnya lagi (contohnya jika sikap menyelanya masih berlanjut).</p>



<p id="e8c2">Itulah beberapa tips untuk memberikan kritik ke manajer atau atasan. Semoga artikel ini membantumu untuk bisa bekerja dengan lebih baik!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="0223"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d2de"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="edde"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----c6c1a9864ef7--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-memberikan-kritik-ke-manajer-ini-etikanya/">Mau Memberikan Kritik ke Manajer? Ini Etikanya!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Email Penting Tidak Dibalas? Coba Ini Agar Emailmu Cepat Direspon</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/email-penting-tidak-dibalas-coba-ini-agar-emailmu-cepat-direspon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2024 03:25:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10350</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak ada satu pun orang yang ingin diabaikan. Lalu, bagaimana dengan email penting yang tidak dibalas? Padahal kita butuh balasan yang cepat, karena harus mengerjakan banyak hal lain yang juga mendesak. Tenang, hal itu pasti akan terjadi dalam setiap bisnis. Pesan tidak dibalas. Pesan hanya dibaca. Pesan belum dibuka hingga berhari-hari. Pesan dibalas tetapi tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/email-penting-tidak-dibalas-coba-ini-agar-emailmu-cepat-direspon/">Email Penting Tidak Dibalas? Coba Ini Agar Emailmu Cepat Direspon</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="d74c">Tidak ada satu pun orang yang ingin diabaikan. Lalu, bagaimana dengan email penting yang tidak dibalas? Padahal kita butuh balasan yang cepat, karena harus mengerjakan banyak hal lain yang juga mendesak.</p>



<p id="5ddd">Tenang, hal itu pasti akan terjadi dalam setiap bisnis. Pesan tidak dibalas. Pesan hanya dibaca. Pesan belum dibuka hingga berhari-hari. Pesan dibalas tetapi tidak sesuai konteks. Dan mungkin permasalahan lain yang juga pernah kamu alami.</p>



<p id="fc9c">Apalagi jika ternyata kamu harus melakukan&nbsp;<em>follow up,&nbsp;</em>atau konfirmasi ulang dari pesan yang sudah diabaikan sebelumnya. Ini bisa jadi terasa canggung jika kamu harus melakukannya secara berulang.&nbsp;<em>“Capek banget gak sih, dicuekin?”</em>, kalau boleh curhat, mungkin kamu akan mengeluh seperti itu. Namun, sebelum kamu sempat mengeluh, boleh&nbsp;<em>banget&nbsp;</em>untuk menerapkan beberapa tips di bawah ini, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bb43"><strong>Memodifikasi subjek email</strong></h2>



<p id="95d0">Menurut Harvard Business Review, 47% email berhasil dibuka karena subjeknya menarik. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa baris subjek dengan empat kata memiliki&nbsp;<em>open rates&nbsp;</em>(atau tingkat keterbukaan) paling tinggi. Ini masuk akal karena hampir dua pertiga email dibaca melalui&nbsp;<em>smartphone.&nbsp;</em>Jadi, hindari menulis subjek email terlalu panjang, ya. Itu membutuhkan latihan, tapi bukan berarti kamu tidak bisa.</p>



<p id="8b20">Contohnya datang dari Paul yang ingin menulis email ke rekannya agar menandatangani rencana komunikasi terkait pengumuman kepindahannya ke grup baru. Subjek emailnya tertulis, “Rencana komunikasi tim sebelum pengumuman perusahaan”. Menurutmu, apakah subjeknya sudah menarik? Benar, email pertamanya tidak direspon oleh rekannya.</p>



<p id="a897">Untuk itu, Paul mengirim email lagi dan mengubah subjeknya menjadi, “Mendesak: rencana komunikasi”. Email tersebut ternyata mendapat balasan segera. Memang, begitu pentingnya subjek email terhadap respon dan balasan dari penerima email. Namun, tidak semua email bersifat mendesak seperti kasus yang ada pada Paul, kamu tetap harus hati-hati dalam memilih kata.</p>



<p id="ef09">Kamu perlu menghindari frasa umum seperti&nbsp;<em>“follow up”</em>&nbsp;(menindaklanjuti), kata “pengumuman”, atau kata lain yang dirasa tidak langsung menuju inti atau tidak terlalu mewakili isi email. Sarannya, kamu dapat menggunakan baris subjek untuk memberikan tinjauan singkat pada penerima email tentang apa yang kamu minta. Misalnya, “langkah selanjutnya untuk proyek X” atau “pertanyaan tentang lamaran pekerjaan X”.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="abf2"><strong>Memperhatikan nada bicara</strong></h2>



<p id="7871">Dalam menulis, kamu perlu hati-hati ketika mencantumkan setiap kalimatnya. Alasannya, nada bicara yang tidak disebutkan ini bisa menjadi salah arti. Contoh, jika kamu menulis “tidak”, orang lain akan sulit membayangkan apakah orang yang berbicara mengucapkan kata tersebut sambil tersenyum atau ekspresi yang ketus, bukan?</p>



<p id="5045">Jika memang niatmu ingin menuliskan “tidak” secara halus, kamu akan lebih baik menuliskan “untuk kali ini sepertinya kami tidak bisa menerimanya” dibandingkan dengan menuliskan “tidak” saja. Sampai di sini, semoga kamu menjadi lebih jelas, ya.</p>



<p id="6403">Email yang berisi pesan terdengar ramah dan sopan, memiliki tingkat respon 10–15% lebih tinggi dibandingkan pesan yang lebih netral. Contohnya email yang berisi pesan dengan nada netral adalah:</p>



<p id="ce27">“Tolong kirimkan masukanmu mengenai proyek saya paling lambat hari Kamis.”</p>



<p id="31ec">Kamu dapat membandingkannya dengan email ini dengan nada yang lebih positif:</p>



<p id="9679">“Mengingat pengalamanmu dengan proyek semacam ini, saya ingin mendapatkan masukan mengenai pekerjaan yang telah saya lakukan sejauh ini. Ini akan menjadi kemenangan besar bagi saya dan tim, jadi kami menghargai waktumu untuk mengirimkan segala pemikiran dan idemu paling lambat hari Kamis.”</p>



<p id="5e02">Beda, bukan?</p>



<p id="8ce2">Email pertama dengan nada yang netral bisa menjadi salah arti sebagai pesan yang menuntut. Sebaliknya, email kedua terkesan lebih optimis dan mengapresiasi penerimanya, dan itu sangat membantu penerima untuk lebih bersemangat dalam mengerjakan tugasnya tepat waktu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="f2db"><strong>Singkat dan sederhana</strong></h2>



<p id="2bba">Penerima email akan lebih memilih untuk membaca email pendek dengan bahasa yang mudah dipahami, dibandingkan dengan membaca email berisi empat halaman yang ditulis dengan istilah canggih dan rumit. Pesan yang efektif adalah pesan singkat yang mudah dipindai. Menurut penelitian, jumlah kata dalam email yang efektif adalah 75 hingga 100 kata, akan tetapi bisa juga lebih, tergantung dari kasusnya. Email dengan jumlah kata 75–100 justru menghasilkan respon tertinggi hingga 51%. Artinya, jika kamu meneruskan email awal, pesan balasan akan menjadi lebih singkat.</p>



<p id="67a0">Begitu pula dengan penggunaan bahasa yang sederhana. Menurut penelitian, email dengan bahasa sederhana menghasilkan tingkat respon tertinggi 53%, sedangkan email panjang dan rumit sering dikesampingkan dan akan ditinjau kembali nanti.</p>



<p id="5d7a">Dalam setiap proses bisnis, akan ada fase ketika pihak lain tidak membalas pesan kita. Semoga dengan menerapkan beberapa tips di atas, pesanmu akan lebih cepat mendapat respon, dan proses bisnismu dapat berjalan lebih lancar.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="849f"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="ef22"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c85f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----e2bc7f183312--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/email-penting-tidak-dibalas-coba-ini-agar-emailmu-cepat-direspon/">Email Penting Tidak Dibalas? Coba Ini Agar Emailmu Cepat Direspon</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara yang Tepat Menerima dan Memberi Pujian di Tempat Kerja</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/cara-yang-tepat-menerima-dan-memberi-pujian-di-tempat-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2024 03:19:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10344</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memuji orang lain di tempat kerja ternyata bukan hal yang mudah. Sepertinya terkesan remeh dan gampang untuk dilakukan, tetapi jika cara dan niatnya tidak tepat, pujian justru bisa memberikan rasa tidak nyaman terhadap penerimanya. Namun, jika pujian dilakukan dengan baik, itu bisa jadi salah satu cara paling ampuh untuk memberi tahu seseorang bahwa kita menghargainya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/cara-yang-tepat-menerima-dan-memberi-pujian-di-tempat-kerja/">Cara yang Tepat Menerima dan Memberi Pujian di Tempat Kerja</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="8568">Memuji orang lain di tempat kerja ternyata bukan hal yang mudah. Sepertinya terkesan remeh dan gampang untuk dilakukan, tetapi jika cara dan niatnya tidak tepat, pujian justru bisa memberikan rasa tidak nyaman terhadap penerimanya.</p>



<p id="6c91">Namun, jika pujian dilakukan dengan baik, itu bisa jadi salah satu cara paling ampuh untuk memberi tahu seseorang bahwa kita menghargainya.</p>



<p id="f506">Bagaimana agar pujianmu tidak disalahartikan?</p>



<p id="ec71">Bagaimana cara merespon pujian dari orang lain untukmu?</p>



<p id="c479">Simak beberapa wawasan yang menarik tentang menerima dan memberi pujian di bawah ini, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5d54"><strong>Cara menerima pujian</strong></h2>



<p id="368e">Tahukah kamu, bahwa ketika ada seseorang memujimu, itu berarti mereka sedang menyampaikan pengaruh apa yang kamu lakukan terhadap mereka. Sebenarnya, tidak masalah jika kamu mau setuju atau tidak terhadap pujian dari mereka. Anggap saja pujian tersebut adalah hadiah dan terimalah dengan baik.</p>



<p id="2623">Jadi, cara paling tepat untuk menanggapi pujian yang datang adalah mengucapkan “terima kasih”. Jika pujian tersebut membawa perubahan, beri tahu orang tersebut. Jika kamu canggung dan merasa belum pantas menerimanya, kamu bisa mengatakan, “Saya sedang berusaha menjadi lebih baik dalam menerima pujian. Terima kasih.”</p>



<p id="596f">Apa ada cara lainnya untuk bisa menanggapi pujian? Kamu bisa menggunakan kalimat ini, seperti yang dikutip dari artikel Harvard Business Review.</p>



<p id="c6b6">“Terima kasih, aku senang mendengarnya.”</p>



<p id="7197">“Saya benar-benar memikirkan hal ini, terima kasih telah memperhatikan.”</p>



<p id="ef92">“Terima kasih, saya sangat menghargai bahwa kamu meluangkan waktu untuk mengungkapkan hal itu.”</p>



<p id="53ab">“Terima kasih, saya senang mendengarmu merasa seperti itu!”</p>



<p id="7d89">Bagaimana jika ternyata orang lain memujimu atas pekerjaan orang lain? Kamu bisa menanggapinya seperti ini:</p>



<p id="53da">“Senang sekali mendengarmu merasa seperti itu! Sebenarnya Amanda-lah yang berada di balik proyek ini. Jika kamu punya waktu sebentar, dia akan senang mendengarkan perasaanmu.</p>



<p id="dee0">Kalimat lainnya bisa jadi:</p>



<p id="b651">“Saya ingin sekali mendapat pujian, tapi John-lah yang bertanggung jawab atas hal ini. Saya akan menyampaikan tanggapanmu ketika saya bertemu dengannya hari ini.”</p>



<p id="86f6">Misalnya, jika kamu seorang&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>dari tim, dan ada orang lain yang memujimu karena peranmu dalam memimpin tim, pastikan untuk terlebih dahulu menerima pujian, dilanjutkan dengan mengakui upaya tim. Kalimatnya bisa menjadi:</p>



<p id="2614">“Terima kasih telah memperhatikan, sungguh menyenangkan mendengarnya. Semua orang di tim kami telah bekerja sangat keras dalam hal ini selama beberapa minggu terakhir. Saya akan menyampaikan tanggapanmu pada pertemuan kita berikutnya.”</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5bb6"><strong>Bagaimana memberikan pujian yang berkesan</strong></h2>



<p id="26ce">Pujian yang berkesan dan berdampak terhadap penerimanya adalah pesan yang autentik dan spesifik, serta fokus pada proses yang mereka jalani, bukan fokus pada hasilnya.</p>



<p id="aff0">Cara pertama, pastikan bahwa niatmu tulus. Jangan memuji orang lain sebelum mereka melakukan sesuatu, melunakkan hatinya sebelum memberikan tugas atau umpan balik yang sulit, atau pujian untuk menghibur orang lain setelah mereka melakukan kesalahan. Jika niatmu tidak tulus, maka jangan harap bahwa pujianmu akan tulus.</p>



<p id="4b9b">Ada satu aturan tidak tertulis dalam memberikan pujian, yaitu jangan memuji orang lain karena kamu merasa harus melakukannya. Namun, pujilah orang lain karena kamu merasa terdorong untuk memberi tahu bagaimana pengaruhnya terhadapmu atau orang lain.</p>



<p id="8338">Saat memuji orang lain, usahakan untuk menyebutkan dengan spesifik, sama halnya ketika kamu memberikan umpan balik. Kesimpulannya, jika memuji orang lain, jangan melakukannya dengan ‘tanggung’ sehingga orang tersebut justru bertanya-tanya mengapa kamu memuji mereka dengan tiba-tiba.</p>



<p id="02f0">Ini adalah contoh pujian yang ‘tanggung’:</p>



<p id="44e8">“Itu tadi menakjubkan!” (apa yang menakjubkan?)</p>



<p id="5ba5">“Aku bangga padamu.” (dalam hal apa?)</p>



<p id="72e2">“Terima kasih telah mencatat dalam pertemuan ini.” (Itu memang tugasku, lalu apa spesialnya?)</p>



<p id="6fbc">Saat kita membagikan pujian, menjadi spesifik sehingga orang lain memahami konteks ucapan kita adalah hal yang penting. Jika pujian jelas dan tulus, orang lain akan paham, apa yang sebenarnya kita ungkapkan dan alasannya.</p>



<p id="3858">Contoh pujian yang tidak jelas:</p>



<p id="8f19">“Terima kasih telah mencatat dalam pertemuan ini,&nbsp;<em>keren banget</em>!”</p>



<p id="228b">Contoh pujian yang spesifik:</p>



<p id="9578">“Desi, saya tahu tugasmu adalah membuat catatan dalam rapat, tetapi karena kamu melakukannya dengan sangat baik, saya tahu saya bisa santai dan fokus melakukan pekerjaan saya. Terima kasih.”</p>



<p id="129c">Menurut penelitian dari Christopher Littlefield yang ia tulis dalam HBR, orang jarang ingin diakui atas hasilnya. Mereka lebih menginginkan pujian atas proses dan upaya yang dilakukan. Pujian yang hanya fokus pada hasil justru menimbulkan kekhawatiran penerimanya karena takut tidak bisa memberikan hasil yang sama di lain hari. Contoh pujian yang tepat adalah:</p>



<p id="2dbc">“Rian, saya kagum dengan acara yang kamu buat untuk klien. Saya bahkan tidak dapat membayangkan seluruh waktu, kerja, dan kreativitas yang dihabiskan untuk merealisasikan proyek itu. Terima kasih atas semua segala upayamu di balik layar proyek ini.”</p>



<p id="cff5">Jika kamu ingin memberikan pujian yang berdampak, berikan orang tersebut gambaran tentang apa yang kamu alami dan rasakan, serta bagaimana pengaruhnya terhadapmu atau orang lain. Contohnya adalah:</p>



<p id="639f">“Sita, saya ingin memberi tahumu bahwa saya sangat menghargai caramu memimpin tim kami. Di tim terakhir saya, saya tidak pernah ingin berbagi ide karena takut atasan saya akan menolaknya. Sejak hari pertama, saya menyaksikan bagaimana kamu mendorong kita semua untuk berbicara dan berbagi ide, dan saya merasa nyaman untuk mengambil risiko. Saya sangat menikmati bekerja untukmu dan merasa seperti saya berkembang setiap hari. Terima kasih.”</p>



<p id="9ad5">Kesimpulannya, menerima pujian dan memberi pujian tidak bisa serta merta dilakukan dengan mulus. Bagaimana pun, itu membutuhkan latihan untuk mewujudkan kebiasaan dalam menerima dan memberi pujian dengan tepat. Terlebih budaya kita di Indonesia, justru kerap ‘meremehkan’ orang yang memberi pujian karena kita merasa belum pantas menerima pujian tersebut. Jadi, tidak perlu takut atau merasa canggung karena memang perubahan tersebut perlu upaya dan latihan, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="69af"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="5aa1"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="26a0"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----bef2601c0616--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/cara-yang-tepat-menerima-dan-memberi-pujian-di-tempat-kerja/">Cara yang Tepat Menerima dan Memberi Pujian di Tempat Kerja</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Meningkatkan Rasa Respect Karyawan pada Leader? Ini Praktiknya Menurut Penelitian</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ingin-meningkatkan-rasa-respect-karyawan-pada-leader-ini-praktiknya-menurut-penelitian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jan 2024 03:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada beberapa wawasan menarik yang dapat kita pelajari dari penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business Review tentang menunjukkan rasa hormat. Inilah beberapa petunjuk tentang aktivitas sehari-hari yang praktikal dan dapat diterapkan oleh&#160;leader&#160;untuk meningkatkan rasa hormat pada karyawannya. a. Menghargai keberagaman Tema ‘keberagaman’ memang sebenarnya cukup rumit untuk diaplikasikan, terutama di tempat kerja dengan perbedaan latar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-meningkatkan-rasa-respect-karyawan-pada-leader-ini-praktiknya-menurut-penelitian/">Ingin Meningkatkan Rasa Respect Karyawan pada Leader? Ini Praktiknya Menurut Penelitian</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="487e">Ada beberapa wawasan menarik yang dapat kita pelajari dari penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business Review tentang menunjukkan rasa hormat. Inilah beberapa petunjuk tentang aktivitas sehari-hari yang praktikal dan dapat diterapkan oleh&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>untuk meningkatkan rasa hormat pada karyawannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="ab55"><strong>a. Menghargai keberagaman</strong></h3>



<p id="e8c8">Tema ‘keberagaman’ memang sebenarnya cukup rumit untuk diaplikasikan, terutama di tempat kerja dengan perbedaan latar belakang karyawan yang kompleks. Tetapi, ini tidak berarti mustahil. Beberapa ‘alasan’ umum dari karyawan yang merasa tidak dihargai adalah karena ‘mereka merasa berbeda’ atau ‘merasa tidak cocok’. Mengapa mereka bisa merasa berbeda dan tidak cocok?</p>



<p id="9196">Itulah mengapa penting sekali bagi&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>di startup untuk memperlakukan karyawan secara adil dan setara.&nbsp;<em>Leader&nbsp;</em>perlu tahu apa saja yang menjadi&nbsp;<em>blind spot&nbsp;</em>atau kekhawatiran karyawan. Sebab, karyawan yang merasa diakui, merasa setara, dan cocok, adalah landasan paling awal dari munculnya rasa hormat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b29a"><strong>b. Terhubung dengan masalah dan kekhawatiran karyawan</strong></h3>



<p id="5f8b">Faktanya,&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>perlu menjaga tingkat keakraban dengan karyawan untuk membangun rasa hormat. Meskipun, secara realistis,&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>tidak bisa untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada setiap karyawan, tetapi itu masih bisa diupayakan. Bagaimana caranya?</p>



<p id="88df"><em>Leader&nbsp;</em>harus berusaha untuk menyampaikan bahwa mereka selalu ada untuk karyawan yang punya masalah dan ingin berbagi kekhawatirannya. Tunjukkan bahwa kamu sebagai&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>punya misi untuk tetap berhubungan dengan sebanyak mungkin karyawan yang kamu bisa, untuk mengetahui kabar mereka dan mendukungnya saat diperlukan. Beberapa pertanyaan yang bisa ‘memancing’ percakapan yang lebih pribadi adalah:</p>



<p id="b620">“Apakah kami memungkinkanmu untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi?”</p>



<p id="38f0">“Bagaimana kabar keluargamu saat ini?”</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d9be"><strong>c. Dapat dipercaya</strong></h3>



<p id="8204">Tahukah kamu, bahwa perasaan tidak dipercaya dapat menular?</p>



<p id="9cdb">Berdasarkan penelitian dari Harvard Business Review tentang kepercayaan, jika satu orang di tim tidak mempercayai kamu sebagai atasan, hal ini akan menurunkan tingkat kepercayaan anggota tim lainnya secara signifikan. Ini adalah emosi yang menular.</p>



<p id="a7c3">Kepercayaan dapat ditingkatkan oleh tiga faktor, yakni hubungan positif, berbagi keahlian/pengetahuan, dan konsistensi. Jika kamu sebagai&nbsp;<em>leader</em>&nbsp;karyawan dengan hormat, itu juga berkorelasi positif dengan meningkatkan kepercayaan mereka terhadapmu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d3ef"><strong>d. Menyelesaikan konflik</strong></h3>



<p id="d11c">Menurut artikel dari Harvard Business Review, konflik dalam sebuah tim ibarat api kecil di hutan. Jika diketahui lebih awal akan mudah dipadamkan, tetapi jika diabaikan dapat menimbulkan kerusakan yang parah. Untuk itu,&nbsp;<em>leader</em>&nbsp;perlu menyelesaikan konflik dengan cepat ketika hal tersebut terjadi.&nbsp;<em>Leader</em>&nbsp;yang penuh hormat tidak akan mundur saat ada konflik. Justru mereka akan bersedia terlibat dalam penyelesaian konflik.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="bd55"><strong>e. Menyeimbangkan ‘hasil’ dengan rasa peduli terhadap orang lain</strong></h3>



<p id="af8b">Saat hasil lebih penting daripada orang yang memberikannya, orang akan merasa tidak dihargai. Untuk itu&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>perlu menyeimbangkan hasil dengan kenyataan yang dihadapi oleh karyawan yang menghasilkannya. Perusahaan dan&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>secara proaktif harus mendengarkan kebutuhan dan masukan dari karyawan untuk membangun budaya kerja yang sehat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d547"><strong>f. Mendorong diskusi terbuka atas permasalahan dan perbedaan pendapat</strong></h3>



<p id="7310">Salah satu cara menyampaikan rasa hormat adalah dengan bertanya pada orang lain. Tapi itu saja tidak cukup. Sebagai pemimpin, ada tiga langkah dasar yang dapat dilakukan. Pertama, bertanya dengan jelas dan kontekstual. Kedua, aktif mendengarkan. Ketiga, kamu harus mengambil aksi untuk terlibat. Saat&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>bersedia untuk menampung pendapat, menggali masalah, dan menerima perbedaan yang terjadi, itu menunjukkan bahwa&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>menghargai karyawan sekaligus menaruh rasa hormat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="5b94"><strong>g. Memberikan umpan balik yang jujur dengan cara yang bermanfaat</strong></h3>



<p id="c5a4">Memberikan umpan balik adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh&nbsp;<em>leader.&nbsp;</em>Alasannya, jika disampaikan dengan cara yang tidak tepat, hasilnya tidak akan baik. Umpan balik harus disampaikan secara jujur dengan cara yang tepat. Misalnya jika seorang karyawan melakukan 90% pekerjaannya dengan benar dan 10% salah, umpan balik yang jujur akan menghasilkan 90% positif dan hanya 10% yang bersifat korektif.</p>



<p id="deb4">Sebaliknya, pada kebanyakan kasus, <em>leader </em>justru memberikan 0% umpan balik positif dan 10% umpan balik korektif. Hal itu justru menyiratkan bahwa <em>leader </em>hanya peduli dengan kesalahan atau kekeliruan. Sikap menunjukkan perilaku negatif, tanpa menyeimbangkannya dengan tanggapan positif, dapat membuat karyawan merasa tidak dihargai.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="9d9c"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="280e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c7fc"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----a0543a237f0f--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-meningkatkan-rasa-respect-karyawan-pada-leader-ini-praktiknya-menurut-penelitian/">Ingin Meningkatkan Rasa Respect Karyawan pada Leader? Ini Praktiknya Menurut Penelitian</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ternyata, Ini Cara Mempertahankan Pelanggan dengan Tepat!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ternyata-ini-cara-mempertahankan-pelanggan-dengan-tepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 05:29:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Customer Relation]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9627</guid>

					<description><![CDATA[<p>Founder, percayakah kamu? Jika ingin mendapatkan pelanggan baru, kamu harus mengeluarkan biaya antara 5 hingga 25 kali lebih mahal dibandingkan jika kamu memilih untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Hal ini dikarenakan saat kamu berfokus untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada, kamu tidak perlu menghabiskan waktu dan sumber daya lainnya untuk mencari pelanggan baru. Kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ternyata-ini-cara-mempertahankan-pelanggan-dengan-tepat/">Ternyata, Ini Cara Mempertahankan Pelanggan dengan Tepat!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="96b1">Founder, percayakah kamu? Jika ingin mendapatkan pelanggan baru, kamu harus mengeluarkan biaya antara 5 hingga 25 kali lebih mahal dibandingkan jika kamu memilih untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Hal ini dikarenakan saat kamu berfokus untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada, kamu tidak perlu menghabiskan waktu dan sumber daya lainnya untuk mencari pelanggan baru. Kamu hanya perlu membuat pelangganmu menjadi loyal dan meningkatkan kepuasan mereka.</p>



<p id="8e3d">Faktanya, riset menunjukkan bahwa meningkatkan tingkat retensi pelanggan sebesar 5% bisa menambah keuntungan startupmu senilai 25% hingga 95%. Menakjubkan, bukan?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="58c2"><strong><em>Mengenal Customer Churn Rate</em></strong></h2>



<p id="edaa">Kamu perlu tahu siapa pelanggan yang tepat untuk kamu pertahankan. Untuk mengetahuinya, kamu bisa menggunakan metrik&nbsp;<em>customer churn rate</em>, yaitu persentase pelanggan yang berhenti menggunakan produkmu dalam periode tertentu.</p>



<p id="4542">Umumnya,&nbsp;<em>churn rate</em>&nbsp;dihitung setiap tahun. Namun, startup yang menyediakan pembayaran produk secara bulanan seperti layanan telekomunikasi atau pun layanan&nbsp;<em>software</em>&nbsp;biasanya menggunakan periode bulanan. Kamu juga bisa menghitung&nbsp;<em>churn rate&nbsp;</em>tiap bulan jika tingkat&nbsp;<em>churn rate</em>&nbsp;pelangganmu cenderung cepat.</p>



<p id="e74c">Apa sih, fungsi dari mengetahui&nbsp;<em>customer churn rate?</em>&nbsp;Persentase ini bisa menjadi tolok ukur kondisi kesehatan startupmu. Semakin tinggi tingkat&nbsp;<em>churn,&nbsp;</em>maka semakin rendah potensi kelangsungan bisnismu. Sebaliknya, jika&nbsp;<em>customer churn rate</em>&nbsp;kamu rendah, kamu bisa menjadikan poin tersebut untuk meyakinkan lebih banyak calon investor!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="6905"><strong>Bagaimana Cara Menggunakan C<em>ustomer Churn Rate?</em></strong></h2>



<p id="434e">Perubahan dalam&nbsp;<em>customer churn rate</em>&nbsp;menjadi sinyal apakah bisnismu berjalan baik atau tidak. Jika angkanya menurun, berarti produkmu semakin diminati konsumen. Jika angkanya meningkat, berarti kamu perlu mencari tahu alasan mengapa pelanggan mengakhiri hubungan dengan produkmu, lalu mencari cara untuk mengembalikan ketertarikan mereka.</p>



<p id="f8c1">Ketika kamu sudah mengetahui bahwa lebih banyak pelanggan datang atau berhenti, kamu bisa menyesuaikan strategi pemasaran maupun pendekatan pelanggan dengan lebih mudah. Jadi, bagaimana cara kamu berinteraksi dengan pelanggan juga ditentukan oleh hasil metrik ini.</p>



<p id="a10a">Kamu bisa melihat&nbsp;<em>churn rate</em>&nbsp;pada tingkatan segmen tertentu. Misalnya, “berapa banyak pelanggan usia 18–25 tahun yang berhenti menggunakan produk bulan ini?” Bahkan, banyak juga loh, perusahaan yang melihat&nbsp;<em>customer churn rate</em>&nbsp;pada tiap individu pelanggan! Hal ini bisa dilakukan bergantung pada sistem data startupmu. Dengan menggunakan&nbsp;<em>big data</em>, kamu tidak hanya bisa memahami apa yang terjadi pada pelangganmu dalam periode terakhir, tapi juga memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.</p>



<p id="de2c">Hal ini sudah diterapkan oleh banyak perusahaan, salah satunya adalah HubSpot, perusahaan dari Boston yang menyediakan layanan&nbsp;<em>software</em>&nbsp;<em>inbound marketing&nbsp;</em>untuk bisnis kecil dan menengah.&nbsp;<em>Software</em>&nbsp;HubSpot yang berbasis<em>&nbsp;Cloud</em>&nbsp;ini memungkinkan perusahaan untuk melacak penggunaan alat dan fiturnya secara&nbsp;<em>real-time.</em></p>



<p id="8a36">Ketika mengalami krisis ekonomi pada tahun 2008 dan&nbsp;<em>customer churn rate</em>&nbsp;melonjak, HubSpot menyelidiki<em>&nbsp;churn rate&nbsp;</em>untuk mengetahui pelanggan mana yang lebih mungkin untuk berhenti memakai layanannya dan kapan itu akan terjadi. Dengan Analisa tersebut, HubSpot bisa menargetkan pelanggan yang mungkin akan membatalkan layanan dan memberikan penawaran menarik seperti pelatihan tambahan tentang fitur tertentu, dan lainnya. Sehingga, pelanggan bisa memanfaatkan nilai produk dengan lebih baik dan ingin memakai produk kembali.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="56c7">Bagaimana Cara Menghitung Churn Rate?</h2>



<p id="551f">Menghitung<em>&nbsp;churn rate</em>&nbsp;itu cukup mudah, kok. Rumusnya adalah jumlah total pelanggan yang berhenti menggunakan produkmu selama periode tertentu, dibagi oleh total pelanggan di awal periode tersebut. Meskipun churn rate terkesan seperti sesuatu yang negatif, tapi kamu tidak perlu menganggapnya sebagai sesuatu yang pasti. Justru, kamu bisa menjadikan ini peluang dalam memberikan pelayanan yang lebih untuk pelanggan ditargetkan.</p>



<p id="5284">Selain itu, jangan lupa untuk menganalisis hasil dari tingkat&nbsp;<em>curn rate</em>&nbsp;startupmu, ya. Kamu bisa berdiskusi dengan anggota tim dan menanyakan, “apa yang menyebabkan&nbsp;<em>turnover</em>&nbsp;di kalangan pelanggan?” atau “apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan pelanggan?” Dengan begitu, mengetahui&nbsp;<em>customer churn rate</em>&nbsp;akan membantu startupmu untuk berkembang lebih baik lagi.</p>



<p id="8c7c">Itulah cara untuk mempertahankan pelanggan dengan bantuan&nbsp;<em>customer churn rate.&nbsp;</em>Semoga, artikel ini bisa menambah wawasan baru untuk kamu dalam membangun startup, ya! Teruslah semangat menjadi founder terampil yang membawa perubahan baik bagi Indonesia!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="a319"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c625"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="58f0"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----c92a9ff3a148--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ternyata-ini-cara-mempertahankan-pelanggan-dengan-tepat/">Ternyata, Ini Cara Mempertahankan Pelanggan dengan Tepat!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Taktik Jadi Negosiator Andal</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/taktik-jadi-negosiator-andal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 04:56:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Negotiation]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9618</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi negosiator andal dapat membantumu mencapai keputusan bisnis yang lebih baik, mendapatkan peluang besar, serta berhasil&#160;deal&#160;dalam kesepakatan penting. Jadi, seperti apa taktiknya? Mendengar lebih banyak daripada berbicara Ada anggapan keliru yang banyak didengungkan orang tentang negosiator handal, ‘negosiator hebat tahu semua hal yang benar untuk dikatakan dan mereka tahu bagaimana cara mengakali orang’. Ternyata anggapan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/taktik-jadi-negosiator-andal/">Taktik Jadi Negosiator Andal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="a213">Menjadi negosiator andal dapat membantumu mencapai keputusan bisnis yang lebih baik, mendapatkan peluang besar, serta berhasil&nbsp;<em>deal&nbsp;</em>dalam kesepakatan penting. Jadi, seperti apa taktiknya?</p>



<p id="1502"><strong>Mendengar lebih banyak daripada berbicara</strong></p>



<p id="f6cb">Ada anggapan keliru yang banyak didengungkan orang tentang negosiator handal, ‘negosiator hebat tahu semua hal yang benar untuk dikatakan dan mereka tahu bagaimana cara mengakali orang’. Ternyata anggapan itu salah besar.</p>



<p id="9587">Negosiator yang sukses bukan tentang berbicara lebih banyak, melainkan tentang mendengarkan dan menyerap informasi lebih banyak. Ketika mendengarkan, kamu akan memahami apa yang diinginkan pihak lain dan membantumu berbicara di saat yang tepat untuk mencapai&nbsp;<em>win-win</em>. Jika kamu mempraktikkan untuk mendengarkan tanpa menunggu kapan waktu untuk giliran berbicara tiba, kamu akan benar-benar memahami apa yang diinginkan pihak lain. Selain itu, kamu membantu orang lain merasa didengarkan dan dipahami. Hal itu dapat membantu menciptakan suasana, membangun hubungan yang baik terhadap lawan bicara, dan meningkatkan peluang agar hasil kesepakatannya memuaskan.</p>



<p id="de8d"><strong>Menyampaikan pesan menggunakan&nbsp;<em>framing method</em></strong></p>



<p id="a66e">Hal yang unik dari komunikasi adalah persepsi dapat ‘ditangkap’ dengan berbeda pada setiap orang, tergantung bagaimana pesannya disampaikan. Dengan kata lain, kamu dapat menginterpretasikan informasi secara berbeda dengan memanfaatkan&nbsp;<em>framing method.&nbsp;</em>Sebenarnya, hal ini termasuk bias kognitif, namun kamu dapat menggunakan trik ini untuk meningkatkan negosiasimu. Contohnya seperti ini, menurutmu akan lebih menarik apabila kemasan produk yogurt menampilkan tulisan ’80 bebas lemak’, daripada menampilkan tulisan ‘mengandung 20% lemak’. Sampai di sini, mungkin kamu akan lebih paham tentang penggunaan&nbsp;<em>framing method.&nbsp;</em>Contoh lainnya, kamu ingin closing dengan harga Rp150 juta tetapi klienmu menginginkan Rp125 juta. Cobalah untuk ‘membingkai’ apa yang kamu tawarkan, misalnya produkmu dapat mengatasi risiko yang tidak dimiliki produk lain.</p>



<p id="ff9b"><strong>Melakukan persiapan untuk kompromi</strong></p>



<p id="a718">Seringkali, kamu perlu menyerahkan sesuatu untuk mencapai kesepakatan bersama. Meski semua hubungan membutuhkan beberapa tingkat kompromi, hal tersebut bukanlah hal yang buruk. Untuk itu, kamu perlu menyiapkan rencana untuk membuat kompromi atau perlu melakukan rencana B, apabila rencana A belum berhasil. Bahkan, yang sering terjadi adalah ketika kita perlu merealisasikan rencana B, sebenarnya bisa menempatkanmu pada posisi yang lebih kuat. Untuk merencanakan apa yang dapat dan tidak dapat dikompromikan, tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang bersedia saya berikan untuk peluang/kesepakatan/produk/hubungan ini?” Selanjutnya, fokuslah pada hal yang benar-benar penting, dan jangan biarkan detail kecil terlupakan sehingga dapat menggagalkan kesepakatan.</p>



<p id="54a0"><strong>Melakukan penawaran pertama</strong></p>



<p id="1625">Jangan takut untuk menawarkan terlebih dahulu. Alasannya, ketika berbicara tentang negosiasi, kamu harus selalu menjadi yang pertama mengatakan angka. Mengapa? Itu karena angka awal menentukan nada untuk sisa negosiasi. Menjadi orang pertama yang menyebutkan nomor memberimu kendali atas proses negosiasi. Hal ini disebut dengan&nbsp;<em>anchoring.&nbsp;</em>Bahkan jika angka yang kamu sebutkan sangat tinggi atau sangat rendah, kamu tetap dapat mengarahkan percakapan negosiasi ke arah pilihanmu.</p>



<p id="2e45">Jika angka pertama sangat tinggi, kamu telah membiaskan negosiasi untuk condong lebih tinggi. Dalam kebanyakan kasus, angka yang sangat tinggi ini akan diabaikan. Namun, kamu sudah memancing dengan harga yang lebih tinggi daripada jika kamu menawarkan harga yang jauh lebih rendah.</p>



<p id="d6b9"><strong>Mengidentifikasi akar masalah</strong></p>



<p id="a699">Dalam beberapa kasus, masalah dan solusi mungkin sudah terlihat jelas. Misalnya ketika kamu melakukan penawaran harga dengan&nbsp;<em>supplier,&nbsp;</em>kamu dan mereka sama-sama tahu bahwa mereka akan terus menawarkan harga terbaik sebagai ganti layanan atau produk yang ditawarkan untuk perusahaanmu. Namun di beberapa kasus lain, terkadang masalahnya tidak jelas.</p>



<p id="2914">Jika tujuan dari proses negosiasi adalah untuk memecahkan masalah, maka mengkomunikasikan masalah sebenarnya menjadi aspek kunci dari taktik negosiasi. Agar berhasil, kamu perlu memahami solusi atau hasil yang dicari. Artinya, kamu perlu menyampaikan masalah yang sebenarnya terjadi, bukan hanya masalah yang paling tampak atau yang ada di permukaan.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="af74"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c655"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d10e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----d09883bbca51--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/taktik-jadi-negosiator-andal/">Taktik Jadi Negosiator Andal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Mundur, Ini Cara Mengatasi Ketakutan saat Public Speaking</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/jangan-mundur-ini-cara-mengatasi-ketakutan-saat-public-speaking/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 04:46:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Public Speaking]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9608</guid>

					<description><![CDATA[<p>Public speaking&#160;adalah keterampilan yang seharusnya dipelajari oleh siapa pun. Baik itu seorang eksekutif seperti CEO, pemimpin divisi, hingga anggota tim startup. Alasannya, akan ada masa di mana kamu perlu menjelaskan informasi kepada orang banyak, dan hal ini membutuhkan keterampilan yang mumpuni dengan latihan yang berulang. Untuk itu, kamu dapat menyiapkan diri mulai dari sekarang dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jangan-mundur-ini-cara-mengatasi-ketakutan-saat-public-speaking/">Jangan Mundur, Ini Cara Mengatasi Ketakutan saat Public Speaking</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="de70"><em>Public speaking</em>&nbsp;adalah keterampilan yang seharusnya dipelajari oleh siapa pun. Baik itu seorang eksekutif seperti CEO, pemimpin divisi, hingga anggota tim startup. Alasannya, akan ada masa di mana kamu perlu menjelaskan informasi kepada orang banyak, dan hal ini membutuhkan keterampilan yang mumpuni dengan latihan yang berulang. Untuk itu, kamu dapat menyiapkan diri mulai dari sekarang dengan mengasah keterampilan&nbsp;<em>public speaking.&nbsp;</em>Seperti apa caranya? Dan bagaimana cara mengurangi rasa gugup ketika tampil di hadapan banyak orang? Berikut adalah tipsnya.</p>



<p id="704f"><strong>Ketika kamu bersiap-siap, mulailah memikirkan tentang audiensmu</strong></p>



<p id="b3b8">Kesalahan pertama, kita umumnya langsung memulai dengan topik dan membahas detailnya. Sebaliknya, mulailah dengan audiens. Dengan begitu, kamu akan fokus untuk menyelesaikan masalah mereka. Misalnya, kamu dapat bertanya hal-hal seputar audiens seperti berikut:</p>



<p id="8cf4">Siapa yang akan berada di ruangan itu?</p>



<p id="061e">Mengapa mereka ada di sana?</p>



<p id="d84d">Apa yang mereka butuhkan?</p>



<p id="b31a">Cobalah jawab pertanyaan tersebut secara spesifik untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens. Selanjutnya, kamu dapat membuat pesan presentasi seakan sedang berbicara langsung dengan audiens dan menjawab kegelisahan mereka.</p>



<p id="f924"><strong>Tepat sebelum berbicara, fokuskan kembali otakmu.</strong></p>



<p id="9870">Daripada berpikir, “semua orang akan menilaiku, bagaimana jika aku gagal?”, lebih baik katakan pada diri sendiri tentang, “presentasi ini akan membantu audiensmu, jadi lakukan yang terbaik”. Hal tersebut akan sangat membantumu untuk mengurangi rasa gugup. Alasannya, rasa gugup pada umumnya dapat muncul karena kamu terlalu fokus terhadap diri sendiri, seperti ‘Apakah nanti penampilanku akan memuaskan?’, ‘Apakah semua orang akan melihatku dan mempermalukanku?’. Padahal sebenarnya audiens melihatmu secara netral dan tidak memberimu beban sama sekali. Untuk itu, rilekslah dan berikan penampilan terbaikmu agar audiens merasakan manfaat dari pesan yang disampaikan.</p>



<p id="6daa"><strong>Saat kamu berbicara, lakukan kontak mata.</strong></p>



<p id="1a3c">Salah satu kesalahan terbesar yang kita buat adalah berbicara kepada orang-orang sebagai sebuah kelompok. Buruknya, kita umumnya memindai semua ruangan, mencoba melihat semua orang sekaligus, dan akhirnya terhubung dengan siapa pun. Padahal, kenyataannya, setiap orang di ruangan mendengarkanmu sebagai individu. Jadi cara terbaik untuk terhubung dengan audiensmu adalah dengan berbicara kepada mereka sebagai individu. Caranya dengan melakukan kontak mata terus-menerus dengan satu orang per pikiran. Meski ini sulit, tapi yakinlah kamu bisa dengan memperbanyak latihan dan jam terbang.</p>



<p id="6c53">Hal yang sudah dijelaskan ini membutuhkan kekuatan dan kemurahan hati untuk berbagi pesan dan memberikan manfaat bagi audiens yang akan datang. Jika niat untuk berbicara di depan publik sudah bagus, maka hal tersebut dapat mengubah pengalaman yang menegangkan menjadi pengalaman yang memberi manfaat dan membantu orang lain dengan informasi yang disampaikan. Pembicara yang berhasil akan berbicara lebih tenang, lebih santai, tidak terburu-buru, dan memberikan informasi secara jelas, akan lebih efektif dalam memenangkan hati audiens dan membuat dampak yang diinginkan.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="b6c7"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="dae4"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="fd81"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----70715caa21f9--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jangan-mundur-ini-cara-mengatasi-ketakutan-saat-public-speaking/">Jangan Mundur, Ini Cara Mengatasi Ketakutan saat Public Speaking</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
