<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Startup Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/cerita-startup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/cerita-startup/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Dec 2021 05:21:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Cerita Startup Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/cerita-startup/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BTW Edutech: Menyiapkan Garda Depan Bangsa</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/btw-edutech-menyiapkan-garda-depan-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Dec 2021 08:09:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5730</guid>

					<description><![CDATA[<p>ELEVATOR PITCH BTW Edutech adalah Ekosistem Edukasi berbasis Teknologi Informasi yang dikembangkan oleh PT. Bina TBTW Edutech Wiratama (BTW) yang berfokus pada (1) penyediaan layanan bimbingan dan pelatihan berbagai tahapan seleksi masuk PTN, PTK, ASN, TNI dan Polri; (2) layanan pendidikan dan manajemen talenta berbasis Teknologi serta (3) fasilitasi bantuan pendidikan. VISION Menyiapkan Calon Aparatur [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/btw-edutech-menyiapkan-garda-depan-bangsa/">BTW Edutech: Menyiapkan Garda Depan Bangsa</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.31.32.png" alt="" class="wp-image-5731" width="840" height="458" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.31.32.png 608w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.31.32-300x163.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>ELEVATOR PITCH</strong></p><p>BTW Edutech adalah Ekosistem Edukasi berbasis Teknologi Informasi yang dikembangkan oleh PT. Bina TBTW Edutech Wiratama (BTW) yang berfokus pada (1) penyediaan layanan bimbingan dan pelatihan berbagai tahapan seleksi masuk PTN, PTK, ASN, TNI dan Polri; (2) layanan pendidikan dan manajemen talenta berbasis Teknologi serta (3) fasilitasi bantuan pendidikan.</p><p><strong>VISION</strong></p><p>Menyiapkan Calon Aparatur Negara dan SDM Unggul untuk Indonesia Maju 2045</p><p><em><strong>FOUNDER</strong></em></p><p>Standly Suwandhi, ATD., MT. </p><p>Yayuk Sri Rahayu, ST., MT.</p><p>Drs. I Made Rentin, AP., M.Si. </p><p>Pande Putu Widya O., S.Kom.</p><p><strong>DIDIRIKAN</strong></p><p>2018</p><p><strong>INDUSTRI</strong></p><p>Pendidikan</p><p><strong>JUMLAH TIM</strong></p><p>38 orang</p><p><strong>FASE PENDANAAN</strong></p><p>Bootstrap</p></blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Kali ini, Rintisan mewawancarai Standly Suwandhi, salah satu <em>founder </em>startup BTW Edutech.</p></blockquote>



<hr class="wp-block-separator"/>



<h2 class="wp-block-heading">Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang dalam membuat BTW Edutech?</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.36.32.png" alt="" class="wp-image-5732" width="767" height="343" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.36.32.png 605w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.36.32-300x134.png 300w" sizes="(max-width: 767px) 100vw, 767px" /></figure></div>



<p>BTW Edutech sesungguhnya lahir dari keprihatinan akan tingginya angka ketidaklulusan dalam tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), baik dalam penerimaan ASN/ CPNS maupun Sekolah Kedinasan yang memiliki program ikatan dinas menjadi PNS.</p>



<p>Sebagai seorang PNS yang merupakan alumni sekolah kedinasan, saya mempelajari dan kemudian menemukan bahwa terdapat setidaknya 3 (tiga) faktor penyebab kegagalan para peserta dalam tahapan SKD ini, yakni: (1) Kurangnya pengayaan soal-soal yang diujikan; (2) Tidak terbiasa dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang digunakan oleh BKN, serta; (3) Kurang menguasai strategi mengerjakan soal-soal SKD.</p>



<p>Untuk menjawab permasalahan di atas, maka pada tahun 2018 saya menggagas berdirinya bimbingan belajar Bina Taruna Wiratama (Bimbel BTW) yang saat itu mengkhusus pada penyiapan siswa bimbel dalam menghadapi tahapan SKD dalam penerimaan Sekolah Kedinasan (PT Kedinasan/PTK). Saat ini bimbel BTW telah berkembang sebagai sebuah ekosistem edukasi berbasis teknologi informasi dengan nama BTW Edutech (www.btwedutech.com) yang berfokus pada: (1) Penyediaan layanan bimbingan dan pelatihan berbagai tahapan seleksi masuk PTN, PTK, ASN, TNI dan Polri; (2) Layanan pendidikan dan manajemen talenta berbasis Teknologi Informasi, serta; (3) Fasilitasi bantuan pendidikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa visi yang ingin dicapai oleh BTW Edutech?</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.39.39.png" alt="" class="wp-image-5733" width="840" height="379" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.39.39.png 608w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.39.39-300x135.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<p>BTW Edutech di inisiasi untuk memberikan akses seluas- luasnya pada Talenta Muda Indonesia guna mendapatkan kesetaraan solusi dalam menghadapi persaingan menjadi calon Aparatur Negara dan SDM unggul lainnya untuk mewujudkan visi Indonesia Maju 2045. Untuk itu, visi yang ingin dicapai oleh BTW Edutech adalah: Menyiapkan Calon Aparatur Negara dan SDM Unggul untuk Indonesia Maju 2045.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sebelum membuat startup, apa pekerjaan/kegiatan Anda sebelumnya? Mengapa memutuskan untuk membuat startup?</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.40.55.png" alt="" class="wp-image-5734" width="390" height="418"/></figure></div>



<p>Sebelum mendirikan startup ini, saya adalah seorang PNS dan hingga saat ini juga masih berstatus sebagai PNS sekaligus sebagai dosen pada salah satu sekolah kedinasan. Keputusan membuat startup ini selain sebagai wujud keprihatinan seperti yang saya utarakan di atas, juga sebagai wujud kontribusi untuk turut mempersiapkan SDM yang unggul. Selain itu secara <em>team</em>, bersama dengan beberapa PNS dan dosen yang berdomisili di Bali dan dengan dukungan beberapa talenta muda Bali di Bidang Teknologi Informasi, kami memiliki mimpi untuk melahirkan sebuah startup lokal yang berdampak nasional sehingga Bali tidak hanya dikenal dengan pariwisatanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis BTW Edutech? Apakah tantangan tersebut sudah diprediksi sebelumnya, atau di luar prediksi?</h2>



<p>Tantangan terbesar di tahun pertama dalam merintis startup BTW Edutech adalah pada penyesuaian fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi SMART BTW, termasuk penyesuaian bisnis proses dari berbagai program dan produk yang akan dipasarkan. Hal ini menjadi tantangan terbesar ditahun pertama dan bahkan masih menjadi tantangan sampai saat ini, mengingat beragamnya jenis layanan yang disediakan dalam aplikasi SMART BTW maupun beragamnya program dan produk yang dimiliki BTW Edutech.</p>



<p>Tantangan tersebut tentunya sudah diprediksi akan terjadi. Hal ini memang sesuai dengan karakteristik program dan produk di ekosistem BTW Edutech yang memang sangat beragam. Di sisi lain, minimnya pengalamanan di dunia startup, membuat <em>team </em>harus menerapkan sistem “<em>learning by doing</em>” sekaligus harus berani melakukan perubahan-perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang ada.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana perkembangan BTW Edutech saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan BTW Edutech sekarang?</h2>



<p>Perkembangan BTW Edutech saat ini sangat menggembirakan, baik dari layanan bimbel online maupun offline. Di Bimbel online, pengguna aplikasi SMART BTW saat ini tercatat lebih dari 125.000 pengguna, dengan rating di playstore mencapai 4,8 dari 5. Aplikasi Smart BTW juga telah tersedia di platform iOS. Untuk layanan bimbel offline, kami telah memiliki kantor cabang di Magelang, Lombok, Tegal dan Palu.</p>



<p>Fokus yang sedang dikerjakan BTW Edutech saat ini dari sisi layanan bimbel online adalah mengembangkan dan menyempurnakan bebe- rapa fitur yang telah ada, baik dari kemudahan akses maupun kecepatan akses. Dari sisi layanan offline, kami sedang berfokus mengembangkan beberapa cabang BTW Edutech. Sedangkan dari sisi sumber daya manusia, kami sedang berfokus untuk membentuk tim yang memiliki budaya kerja di dunia startup yang mampu beradaptasi dengan perubahan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa kompetitor BTW Edutech saat ini?</h2>



<p>Kompetitor BTW Edutech adalah beberapa penyelenggara bimbingan belajar kedinasan, baik online maupun offline. Merujuk pada tulisan di forum kaskus bulan Mei 2020, terdapat 6 bimbel kedinasan yang direkomendasikan, yakni:</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Bimbel Stanbrain</strong></li><li><strong>Bimbel BTW Edutech </strong></li><li><strong>Bimbel Apta School</strong></li><li><strong>Bimbel Kedinasan.id </strong></li><li><strong>Bimbel Ruang Guru </strong></li><li><strong>Bimbel Zenius</strong></li></ol>



<h2 class="wp-block-heading">Apa keunikan utama yang ditawarkan BTW Edutech bagi penggunanya?</h2>



<p>Selain memberikan layanan berupa akses soal- soal untuk berbagai tahapan seleksi berbasis CAT, layanan raport, pembahasan materi dan soal serta dan layanan ranking <em>tryout </em>online, keunikan utama yang ditawarkan oleh BTW Edutech melalui aplikasi SMART BTW adalah layanan pilihan jurusan/program studi dan peta persaingan di masing-masing sekolah kedinasan.</p>



<p>Dengan demikian, siswa BTW Edutech dapat mengetahui pilihan sekolah dan prodi yang sesuai dengan kualifikasi fisik dan pendidikannya, sekaligus mengetahui peluang kelulusannya di jurusan yang akan dipilih. Keunikan lainnya adalah layanan pengiriman absensi kehadiran, hasil <em>tryout</em>, raport dan informasi lainya secara <em>real-time </em>langsung ke Whatsapp orangtua/wali.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan BTW Edutech?</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.44.16.png" alt="" class="wp-image-5735" width="839" height="297" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.44.16.png 606w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.44.16-300x106.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<p>Hal yang paling berpengaruh dalam pertumbuhan startup kami adalah tim. Tim adalah kunci utama keberlangsungan pertumbuhan perusahaan. Dengan adanya tim yang kuat, handal dan memahami dunia kerja di bidang startup, maka pertumbuhan perusahaan kami pun semakin pesat. Adanya akses internet yang semakin luas juga menjadi salah satu pengaruh dari pertumbuhan kami. Dengan demikian, jangkauan akses layanan aplikasi kami juga akan semakin luas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih BTW Edutech?</h2>



<p>Salah satu capaian terbesar yang pernah diraih adalah mendapatkan peringkat ke-2 bimbel kedinasan online yang direkomendasikan tahun 2020, sebagaimana yang dimuat dalam forum Kaskus (<a href="reff: https://www. kaskus.co.id/thread/6-rekomendasi-bimbel-kedinasan-online-2020/">reff: https://www. kaskus.co.id/thread/6-rekomendasi-bimbel-kedinasan-online-2020/</a>). Untuk bimbel offline, pada tahun 2019 dan 2020, tingkat kelulusan siswa kami mencapai 80 %. Hal ini sangat membanggakan mengingat berdasarkan perbandingan jumlah kuota dan pelamar, maka rata-rata peluang kelulusan seorang peserta seleksi sekolah kedinasan hanya di bawah 10%.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa prioritas utama dari BTW Edutech dalam 2 tahun mendatang?</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.46.08.png" alt="" class="wp-image-5736" width="841" height="527" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.46.08.png 604w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-13.46.08-300x188.png 300w" sizes="(max-width: 841px) 100vw, 841px" /></figure>



<p>Terdapat 3 (tiga) prioritas utama yang akan dikerjakan BTW Edutech pada 2 (dua) tahun mendatang. Pertama, pembenahan manajerial, baik di sisi SDM, keuangan dan operasional. Kedua, meningkatkan jumlah pengguna aplikasi SMARTBTW untuk memperluas akses pasar online. Ketiga, memperluas cabang BTW Edutech di berbagai kota untuk memberikan layanan bagi peserta bimbel yang juga menginginkan adanya pembelajaran dengan metode tatap muka. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan mentoring dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Kominfo. Kami juga sangat terbuka untuk masuknya pendanaan maupun adanya kerjasama <em>franchise </em>BTW edutech dalam pengelolaan cabang di berbagai kota.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah ada pesan untuk teman-teman pembaca yang sedang merintis startup?</h2>



<p>Bagi yang sedang merintis startup, pesan saya adalah jangan pernah menyerah untuk meraih sukses. Di BTW Edutech kami memiliki filosofi: ide itu butuh eksekusi, komitmen dan inovasi untuk mewujudkannya. Tanpa ketiganya, ide hanya sebatas <em>halu!</em>. So, Tetap semangat dan kerjakan ide yang kalian miliki dengan komit. Jangan takut salah. Jangan alergi dengan perubahan. Teruslah berinovasi. Semoga kalian menjadi yang terbaik di kemudian hari.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p>Artikel ini telah terbit pada&nbsp;<strong>Buku Saku RINTISAN Edisi 11: Pendidikan.</strong> Silakan&nbsp;<code><a href="https://1000startupdigital.id/rintisan/">klik link ini</a></code>&nbsp;untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/btw-edutech-menyiapkan-garda-depan-bangsa/">BTW Edutech: Menyiapkan Garda Depan Bangsa</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Career.Support: Mitra Pusat Karir Terintegrasi</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/career-support-mitra-pusat-karir-terintegrasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 08:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5810</guid>

					<description><![CDATA[<p>ELEVATOR PITCH Digitally integrated end-to-end career development platform. VISION One platform, three portals, go digital and go national. FOUNDER Lena Soenarto DIDIRIKAN 2019 INDUSTRI HR Tech JUMLAH TIM 15 orang FASE PENDANAAN Pre-Seed Kali ini, Rintisan mewawancarai Lena Soenarto, founder dari Career. Support yang berdiri sejak tahun 2019. Career.Support adalah mitra pusat karir nomor 1 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/career-support-mitra-pusat-karir-terintegrasi/">Career.Support: Mitra Pusat Karir Terintegrasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.06.17.png" alt="" class="wp-image-5811" width="839" height="602" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.06.17.png 606w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.06.17-300x215.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>ELEVATOR PITCH</strong></p><p>Digitally integrated end-to-end career development <em>platform</em>.</p><p><strong>VISION</strong></p><p><em>One platform, three portals, go digital and go national.</em></p><p><em><strong>FOUNDER</strong></em></p><p>Lena Soenarto</p><p><strong>DIDIRIKAN</strong></p><p>2019</p><p><strong>INDUSTRI</strong></p><p>HR Tech</p><p><strong>JUMLAH TIM</strong></p><p>15 orang</p><p><strong>FASE PENDANAAN</strong></p><p><em>Pre-Seed</em></p></blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Kali ini, Rintisan mewawancarai<strong> Lena Soenarto</strong>, founder dari <strong>Career. Support </strong>yang berdiri sejak tahun 2019.</p></blockquote>



<p>Career.Support adalah mitra pusat karir nomor 1 di Indonesia yang menyediakan <em>platform </em>digital end to end yang terintegrasi secara digital. Kami memiliki 3 <em>platform </em>terintegrasi yang menghubungkan sekolah, kandidat, dan perusahaan secara bersamaan. Kami menyediakan layanan bagi SMK dan Perguruan Tinggi dalam bentuk portal pusat karir yang membantu mereka “<strong><em>Go Digital Dan Go National</em></strong>”. Dengan menggunakan <em>platform </em>kami, sekolah dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswa dan alumninya, memiliki database siswa yang terintegrasi secara digital, menyelenggarakan bursa kerja <em>online </em>dan melaksanakan tracer study yang terstandardisasi.</p>



<p>Jika seorang siswa bisa mendapatkan pekerjaan yang mereka sukai, mereka cenderung berkinerja lebih baik dan sebagai imbalannya mereka akan dihargai lebih baik oleh perusahaan dengan peningkatan gaji dan kesejahteraannya. Dengan lebih banyak pendapatan yang diterima, maka hal tersebut dapat mendorong peningkatan konsumsi bagi mereka keluarganya yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.</p>



<p>Untuk perusahaan kecil dan menengah yang ingin merekrut pekerja magang dan lulusan baru, mereka dapat memilih untuk bergabung dengan bursa kerja <em>online </em>dari sekolah mana pun di <em>platform </em>kami. Hal ini meningkatkan efisiensi perekrutan dengan biaya dan usaha yang minimal.</p>



<p><em>One platform, three portals, go digital and go national.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang dalam membuat Career.Support?</span></h2>



<p>Pada tahun 2016, pemerintah mulai mendorong siswa untuk bersekolah di SMK agar mereka dapat lebih siap memasuki dunia kerja dengan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kemudian kami melakukan beberapa survei kepada SMK, <em>fresh graduate</em>, dan perusahaan. Dari hasil survei tersebut, kami menemukan bahwa terdapat beberapa masalah umum yang menghambat penyerapan tenaga kerja bagi lulusan baru. Pertama adalah banyaknya SMK yang belum memiliki Pusat Karir yang memadai, apalagi portal pusat karir digital untuk menunjang tugas mereka.</p>



<p>Kedua, banyaknya lulusan SMK di kota-kota kecil dan pedesaan yang memiliki kesempatan kerja terbatas karena informasi lowongan pekerjaan dan magang yang tidak merata antar daerah. Ketiga, Sulitnya perusahaan kecil dan menengah yang membutuhkan pekerja magang dan lulusan baru SMK. Perusahaan tersebut harus berkomunikasi dengan satu per satu SMK untuk mengakses siswa mereka atau mengikuti bursa kerja yang diadakan oleh sekolah. Hal ini benar-benar memakan waktu dan biaya yang mahal.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa visi yang ingin dicapai oleh Career.Support?</span></h2>



<p>Visi kami adalah untuk memfasilitasi lulusan baru agar memiliki akses yang lebih baik terhadap peluang kerja dan magang secara nasional. Kami melakukan digitalisasi pusat karir yang terdapat di SMK dan juga perguruan tinggi di seluruh Indonesia agar dapat berjejaring dengan perusahaan-perusahaan secara nasional untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja bagi lulusan baru SMK dan Perguruan Tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Sebelum membuat <em>startup</em>, apa pekerjaan/kegiatan Anda sebelumnya? Mengapa memutuskan untuk membuat <em>startup</em>?</span></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.11.20.png" alt="" class="wp-image-5812" width="444" height="490" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.11.20.png 350w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.11.20-273x300.png 273w" sizes="(max-width: 444px) 100vw, 444px" /></figure></div>



<p>Saya memiliki pengalaman lebih dari satu dekade bekerja di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dengan perusahaan seperti KPMG dan Huawei Technologies di Amerika Serikat. Ketika saya kembali ke Indonesia, saya ingin menggunakan latar belakang profesional saya untuk menciptakan bisnis yang dapat membantu banyak orang Indonesia. Saya ingin berbagi pengalaman saya dengan sebanyak mungkin anak muda dan membantu mereka membuat pilihan karir yang lebih baik. Apalagi belum banyak perusahaan yang memfokuskan peran bisnis dan sosialnya untuk memberdayakan pusat karir dan membantu lulusan baru SMK/ Perguruan Tinggi untuk bisa mencapai karir impiannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis Career.Support? Apakah tantangan tersebut sudah diprediksi sebelumnya, atau di luar prediksi?</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.12.04.png" alt="" class="wp-image-5813" width="842" height="746" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.12.04.png 605w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.12.04-300x266.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<p>Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah mengundang Kepala Sekolah dan PIC pusat karir untuk mencoba sistem kami. Banyak dari mereka yang tidak paham teknologi dan merasa enggan untuk mencoba teknologi baru. Mereka merasa nyaman dengan cara konvensional yang selama ini telah mereka lakukan. Padahal perkembangan zaman menuntut kita melakukan transformasi secara digital agar dapat meningkatkan efektifitas dari peran yang kita lakukan. Ini sesuai dengan prediksi kami sehingga kami sadar bahwa kami harus terus mengedukasi pentingnya digitalisasi pusat karir untuk meningkatkan efektifitas peran pusat karir SMK dan Perguruan Tinggi melalui teknologi digital.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Bagaimana perkembangan Career.Support saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan Career.Support sekarang?</span></h2>



<p>Career.Support hampir menyelesaikan seluruh fitur utama yang ingin kami tawarkan kepada pengguna. Saat ini kami berfokus untuk mengembangkan bisnis dengan bermitra bersama lebih banyak pusat karir dan perusahaan, kami juga akan terus memberikan fitur dan layanan terbaik yang kami miliki agar dapat mendukung peran pusat karir SMK dan Perguruan Tinggi di Indonesia.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa keunikan utama yang ditawarkan Career.Support bagi penggunanya?</span></h2>



<p>Kami adalah Mitra Pusat Karir yang bekerja secara langsung dengan sekolah untuk menawarkan <em>platform </em>digital agar dapat mereka gunakan. Melalui sistem yang mengintegrasikan antara sekolah, lulusan baru, dan perusahaan secara digital, kami menghadirkan media yang tepat untuk mendukung peran pusat karir, mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja bagi lulusan baru, dan mempermudah perusahaan dalam melakukan rekrutmen. Keunikan inilah yang hanya dimiliki oleh Career Support. Selain itu pusat karir sekolah dapat berkomunikasi dengan siswa dan alumninya tanpa email atau telepon, sekolah dapat memiliki database siswa yang terintegrasi secara digital, sekolah juga dapat melakukan job fair <em>online </em>untuk meningkatkan networking dengan perusahaan dan juga melakukan tracer study (survei tahunan terhadap alumni yang diwajibkan oleh kementerian pendidikan).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan Career.Support?</span></h2>



<p>Memilih teknologi yang tepat untuk membuat <em>platform </em>kami dapat digunakan oleh sekolah, kandidat, dan perusahaan adalah salah satu faktor kunci. Teknologi telah membantu kami menjalankan tugas dengan lebih efisien, menghemat biaya, tenaga kerja, dan membuat prosesnya menjadi lebih sederhana. Melalui gerakan “Pusat Karir Go Digital and National’ kami terus mendorong adanya transformasi digital yang menghubungkan sekolah dan kandidat dengan perusahaan secara nasional sebagai solusi dari tuntutan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih Career.Support?</span></h2>



<p>Pencapaian yang paling signifikan adalah memvalidasi dan memastikan bahwa produk yang kami bangun sesuai dengan target pasar kami. Kami telah meningkatkan jumlah sekolah dan siswa yang mendaftar secara signifikan pada paruh pertama tahun 2021 dibandingkan dengan sepanjang tahun 2020.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa prioritas utama dari Career.Support dalam 2 tahun mendatang?</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.14.27.png" alt="" class="wp-image-5814" width="842" height="656" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.14.27.png 603w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-18.14.27-300x234.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<p>Tujuan kami adalah mengajak sebanyak mungkin sekolah agar dapat memiliki portal digital pusat karir yang efektif sehingga dapat membantu lulusan baru dan siswa yang ingin mencari kerja atau magang untuk mendapatkan pekerjaannya secara nasional di Indonesia. Bayangkan saja seorang siswa mengerjakan sesuatu yang mereka sukai, mereka kemungkinan besar akan berusaha ekstra untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Begitu pimpinannya melihat bahwa mereka berkinerja baik, pimpinan tersebut akan memberi penghargaan kepada siswa dengan gaji dan bonus yang lebih baik. Dengan cara ini, siswa akan memiliki peningkatan pendapatan yang akan turut mensejahterakannya dan keluarga mereka. Hal itulah yang akan menjadi pendorong perekonomian Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang. Sehingga kehadiran Career Support memberikan <em>multi-player effect </em>yang tidak hanya mendukung sekolah, kandidat, dan perusahaan, tapi juga turut serta mensejahterakan banyak keluarga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p>Artikel ini telah terbit pada&nbsp;<strong>Buku Saku RINTISAN Edisi 13: Fintech</strong>. Silakan&nbsp;<code><a href="https://1000startupdigital.id/rintisan/">klik link ini</a></code>&nbsp;untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/career-support-mitra-pusat-karir-terintegrasi/">Career.Support: Mitra Pusat Karir Terintegrasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Feedloop: Bantu Bisnis untuk Bertransformasi Digital</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/feedloop-bantu-bisnis-untuk-bertransformasi-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2021 08:16:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Feedloop]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5776</guid>

					<description><![CDATA[<p>ELEVATOR PITCH Feedloop menyediakan software sebagai building blocks untuk mendigitalisasi kebutuhan operasional dari enterprise. VISION Menjadi operating system untuk bisnis dan usaha FOUNDER Ahmad Rizqi Meydiarso, M. Ajie Santika, Ronaldi Kurniawan Saphala DIDIRIKAN Desember 2018 INDUSTRI Enterprise SaaS JUMLAH TIM 40 orang FASE PENDANAAN Pre-Series A Narasumber profil startup kali ini adalah salah satu founder [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/feedloop-bantu-bisnis-untuk-bertransformasi-digital/">Feedloop: Bantu Bisnis untuk Bertransformasi Digital</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.30.58.png" alt="" class="wp-image-5777" width="841" height="570" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.30.58.png 604w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.30.58-300x204.png 300w" sizes="(max-width: 841px) 100vw, 841px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>ELEVATOR PITCH</strong></p><p><strong>Feedloop </strong>menyediakan <em>software </em>sebagai <em>building blocks </em>untuk mendigitalisasi kebutuhan operasional dari <em>enterprise</em>.</p><p><strong>VISION</strong></p><p>Menjadi <em>operating system </em>untuk bisnis dan usaha</p><p><em><strong>FOUNDER</strong></em></p><p>Ahmad Rizqi Meydiarso, M. Ajie Santika, Ronaldi Kurniawan Saphala</p><p><strong>DIDIRIKAN</strong></p><p>Desember 2018</p><p><strong>INDUSTRI</strong></p><p>Enterprise SaaS</p><p><strong>JUMLAH TIM</strong></p><p>40 orang</p><p><strong>FASE PENDANAAN</strong></p><p><em>Pre-Series </em>A</p></blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Narasumber profil <em>startup </em>kali ini adalah salah satu <em>founder </em>dari Feedloop, yakni <strong>Ahmad Rizqi Meydiarso</strong>.</p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang dalam membuat Feedloop?</span></h2>



<p>Saya bergelut di bidang <em>startup </em>sejak akhir tahun 2015. Waktu itu saya masih tinggal di Jerman dan bekerja selama enam tahun di perusahaan pesawat terbang Airbus. Saat itu saya bekerja sebagai <em>System Engineer </em>dan <em>Architect</em>. Pada akhir tahun 2015, saya memutuskan untuk pulang ke Indonesia setelah diajak oleh teman saya,Irzan Raditya, untuk turut mendirikan <em>startup</em>nya yang saat itu bernama YesBoss. Singkat cerita, saya bergabung dan membangun Tim Teknologi dari Yesboss, yakni sebuah <em>startup </em>virtual assistant yang dapat membantu pelanggan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan melalui chat.</p>



<p>Namun, sangat disayangkan perjalanan Yesboss cukup singkat dikarenakan tingginya biaya operasional dari layanan tersebut. Akhirnya kami pivot <em>startup </em>tersebut menjadi Kata.ai, sebuah platform yang menyediakan <em>chatbot </em>untuk membantu berbagai bisnis menyediakan layanan <em>chat </em>kepada pelanggannya.</p>



<p>Di tahun 2018, saya berkontemplasi akan apa yang sebenarnya ingin saya lakukan kedepannya, sembari merencanakan untuk pulang ke Jerman. Waktu itu saya bertemu dengan Co-<em>Founder </em>saya, Ajie, seorang teman lama sejak jenjang SMP ketika di Bandung yang juga seorang </p>



<p><em>certified coach</em>. Dari proses <em>coaching </em>itu terbuka lah mata saya tentang <em>sense of mission </em>saya yang ingin membangun sebuah perusahaan berbasis teknologi yang membantu bisnis layaknya Salesforce dan SAP dari Indonesia. Dengan harapan suatu saat dapat berkontribusi secara devisa kepada negeri ini. Di situ saya mendapatkan pencerahan bahwa perusahaan yang saya ingin bangun adalah sebuah <em>business</em> <em>enabler</em>. Mungkin juga dikarenakan sebelumnya saya selalu berkutik di bidang <em>tech-platform </em>saat bekerja di Airbus dan Kata.ai.</p>



<p>Saat itu saya memutuskan mengajak Ajie yang sebelumnya berpengalaman mendirikan beberapa perusahaan Game Studio, dan Ronaldi yang sedang bekerja di Gojek sebagai Co- <em>founder </em>untuk membangun Feedloop.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa visi yang ingin dicapai oleh Feedloop?</span></h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Visi dari Feedloop sendiri adalah menyediakan <em>building blocks </em>berupa sistem operasi yang diperuntukkan bagi semua kebutuhan bisnis yang <em>extensible </em>dan <em>scalable </em>sehingga dapat membantu perkembangan bisnis dari level menengah hingga skala pemain global.</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.35.28.png" alt="" class="wp-image-5778" width="840" height="530" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.35.28.png 605w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.35.28-300x189.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<p>Ketika masih sekolah dulu, saya suka berkhayal dan entah kenapa saya suka berkhayal menjadi pimpinan dari sebuah perusahaan yang menyaingi Microsoft &amp; SAP. Entah bagaimana hal itu terpatri di benak saya, bahwa tujuan hidup saya adalah membangun sebuah perusahaan seperti dua perusahaan tersebut, tepatnya sebuah <em>enterprise enabler</em>.</p>



<p>Memang mungkin jaman sekarang di Indonesia ini belum <em>sexy</em>, walaupun begitu saya sangat <em>determined </em>dan yakin bahwa membangun <em>software giant </em>berbasis di Indonesia adalah hal yang mungkin dilakukan.</p>



<p>Visi dari Feedloop sendiri adalah menyediakan <em>building blocks </em>berupa sistem operasi yang diperuntukkan bagi semua kebutuhan bisnis yang <em>extensible </em>dan <em>scalable </em>sehingga dapat membantu perkembangan bisnis dari level menengah hingga skala pemain global.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Sebelum membuat <em>startup</em>, apa pekerjaan/ kegiatan Anda sebelumnya? Mengapa memutuskan untuk membuat <em>startup</em>?</span></h2>



<p>Saya berdomisili di Jerman sejak duduk di bangku SMP. Dari kelas sembilan, saya sudah menggeluti bidang <em>programming </em>secara otodidak dan merilis beberapa <em>software open-source </em>dan bekerja lepasan untuk perusahaan <em>startup </em>Amerika. Ketika menempuh pendidikan SMA, saya mengikuti program kuliah dini dan mendapatkan beasiswa dari Airbus. Dalam program tersebut, saya berkuliah dan bekerja silang setiap tiga bulan sekali. Di sana saya terpapar dengan sistem elektronika kabin dan kokpit. Setelah lulus kuliah, saya lanjut bekerja di Toulouse, Perancis, di bidang Avionics System dan Airforce Base di Manching, sebuah kotamadya dekat Munich di departemen untuk simulasi dari pesawat tempur Eurofighter.</p>



<p>Waktu itu saya cukup merindukan bekerja di <em>startup</em>, karena pace bekerja di perusahaan pesawat terbang seperti Airbus tidak begitu cepat. Bayangkan, pesawat baru hanya dirancang sekitar lima tahun sekali. Dan memang dari kecil, saya memiliki impian untuk mendirikan perusahaan sendiri. Sewaktu teman saya, Irzan, yang berdomisili di Berlin mengajak saya untuk mendirikan <em>startup</em>, saya tertarik melihat ekosistem <em>startup </em>di Jakarta yang sudah mulai terbentuk. Di sana lah saya bertekad untuk kembali ke Indonesia, meskipun orang tua sempat tidak setuju, terutama Ibu saya yang cukup bangga anaknya bekerja di Airbus.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis Feedloop? Apakah tantangan tersebut sudah diprediksi sebelumnya, atau di luar prediksi?</span></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.37.07.png" alt="" class="wp-image-5779" width="513" height="417"/></figure></div>



<p>Feedloop merupakan <em>startup </em>kedua saya setelah YesBoss/Kata.ai. Sewaktu di Kata.ai, saya memegang peran sebagai <em>Chief Technology Officer </em>(CTO) yang perannya cukup berbeda dengan CEO. Hal itu juga berarti cita-cita saya yang cukup besar tidak bisa langsung serta- merta direalisasikan. Jadi memang di awal saya cukup <em>struggling to get off the ground</em>.</p>



<p>Awal-awal mendirikan Feedloop, kami cukup <em>struggling </em>untuk mencari celah dimana harus memulai. Karena walaupun cita-cita kami ingin  menjadi <em>end-to-end enabler </em>untuk perusahaan, kami harus mulai dengan sebuah produk yang dapat menjawab kebutuhan pelanggan yang urgent dan paling menantang.</p>



<p>Jadi kami memulai dengan sebuah <em>product feedback analytics</em>. Salah satu tantangan bagi kami adalah bagaimana caranya merilis MVP (<em>Minimum Viable Product</em>) dengan cepat. Membuat <em>software </em>bagi B2B itu cukup menantang karena hasilnya mungkin tidak dapat langsung terlihat, serta membutuhkan waktu untuk menyiapkan fitur yang dapat memuaskan kebutuhan bisnis yang menggunakan jasa kami. Selain itu, karena tidak bisa langsung dijual, cukup berat bagi kami untuk mempertahankan moral dari tim. Sampai akhirnya, di awal tahun 2020 kami hampir kehabisa dana dan pemasukan bisnis juga belum ada.</p>



<p>Waktu itu saya cukup stres karena untuk mendapatkan pendanaan tambahan, kami belum memiliki <em>traction </em>yang memadai. Memutar otak, saya kebetulan bertemu dengan Managing DIrector Accenture yang dulu sampat bekerja bersama di suatu proyek ketika masih di Kata. ai. Kebetulan dia ingin membuat sebuah <em>product customer analytics </em>yang mirip dengan produk yang sedang kami bangun. Akhirnya Accenture memberikan Feedloop pendanaan untuk mengerjakan produk tersebut. Di Q4 2020 kami sudah bisa <em>go-to-market</em>, lambat laun mendapatkan semakin banyak pelanggan, dan revenuenya pun melonjak.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Bagaimana perkembangan Feedloop saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan Feedloop sekarang?</span></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.39.45.png" alt="" class="wp-image-5780" width="721" height="770" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.39.45.png 607w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.39.45-281x300.png 281w" sizes="(max-width: 721px) 100vw, 721px" /></figure></div>



<p>Di akhir tahun 2020 dan awal 2021 ini perkembangan kami cukup pesat. Saat ini kami memiliki 40+ karyawan dan belasan pelanggan dengan kondisi keuangan yang cukup sehat, karena kami bisa mendapatkan <em>revenue </em>dan lini bisnis B2B tidak memakan biaya <em>marketing </em>yang tinggi. Sebenarnya kami bisa sangat <em>profitable </em>namun kami memilih untuk <em>reinvesting revenue </em>yang didapatkan untuk menambah jumlah tim dan terus memperbaiki produk.</p>



<p>Kami memiliki 2 produk, yakni <em>Customer Analytics Software </em>yang bernama Accenture Intelligent Experience Platform (AIXP), sebuah <em>Co-Product </em>dengan Accenture seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Produk tersebut memberikan bisnis sebuah <em>visibility </em>tentang perilaku konsumen selama berinteraksi dengan bisnis tersebut dan wawasan tentang apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan <em>customer experience</em>. Selain itu, produk tersebut mengotomasi interaksi bisnis dengan <em>customer </em>seperti mengirim email/sms/ <em>push notification </em>secara otomatis.</p>



<p>Selain itu kami memiliki sebuah <em>Application Platform </em>yang bernama Qore, sebuah platform yang memudahkan perusahaan membuat aplikasi bisnis internal untuk mendigitalisasi proses-proses yang sebelumnya manual. Dengan platform ini, bisnis bisa mengorganisir dan mengintegrasi data-data mereka dan juga membuat aplikasi dengan <em>application builder </em>kita secara mudah dan <em>agile</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa keunikan utama yang ditawarkan Feedloop bagi penggunanya?</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.42.06.png" alt="" class="wp-image-5781" width="839" height="444" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.42.06.png 606w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.42.06-300x159.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<p>Kami satu-satunya perusahaan lokal Indonesia yang menyediakan perangkat lunak di kategori ini. Karena masih jarang <em>startup </em>indonesia yang bergerak di teknologi perangkat lunak seperti kami. Selain itu, sejak pandemi COVID-19, kebutuhan-kebutuhan perusahaan di Indonesia akan digitalisasi semakin tinggi dan menyebabkan urgensi untuk beralih ke <em>digital channels </em>semakin besar. Untuk itu, mereka membutuhkan solusi-solusi yang dapat membantu mereka cepat mengimplementasikan aplikasi baik internal maupun eksternal, serta untuk mengerti kebutuhan user mereka.</p>



<p>Membuat <em>platform </em>seperti yang kami punya cukup menantang dan membutuhkan <em>know- how </em>dan investasi engineering yang besar. Oleh karena itu, produk kami tidak mudah untuk direplikasi dan ini merupakan suatu keunggulan yang kami miliki.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan Feedloop?</span></h2>



<p>Karena kami adalah sebuah <em>startup </em>B2B, reputasi adalah aset utama bagi kami. Dengan mendapatkan kepercayaan dari perusahaan perusahaan besar dan memastikan penyampaian produk kami sesuai atau bahkan melampaui ekspektasi klien, kami bisa memperbesar account-account kami sehingga tidak hanya menaikkan pendapatan dari klien yang sudah ada, namun juga mendapat kepercayaan dari klien-klien besar lainnya. Sehingga semakin lama Feedloop berdiri, semakin mature produk kami dan lebih mudah mendapatkan klien baru.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih Feedloop?</span></h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Pencapaian terbesar kami saat ini adalah klien dari luar Indonesia pertama yaitu Accenture Singapore, dan mereka bilang bahwa mereka sangat terkesan dengan <em>engineering quality </em>dari Feedloop.</p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Apa prioritas utama dari Feedloop dalam 2 tahun mendatang?</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.43.59.png" alt="" class="wp-image-5782" width="836" height="400" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.43.59.png 604w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-15.43.59-300x144.png 300w" sizes="(max-width: 836px) 100vw, 836px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Yang pasti kami akan melanjutkan pengembangan dari produk-produk kami, sehingga kualitasnya lebih <em>mature</em>, dan membangun kanal distribusi atas produk kami. Salah satu cita-cita kami juga untuk masuk ke Gartner Cool Vendor list dan membangun beberapa <em>early customer </em>dari luar negeri.</p></blockquote>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p>Artikel ini telah terbit pada&nbsp;<strong>Buku Saku RINTISAN Edisi 11: Kesehatan</strong>. Silakan&nbsp;<code><a href="https://1000startupdigital.id/rintisan/">klik link ini</a></code>&nbsp;untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/feedloop-bantu-bisnis-untuk-bertransformasi-digital/">Feedloop: Bantu Bisnis untuk Bertransformasi Digital</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aruna: Bersama Bikin Nelayan Berdaya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/aruna-bersama-bikin-nelayan-berdaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2021 03:30:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[#1000StartupDigital]]></category>
		<category><![CDATA[#ProfilStartup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5182</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aruna adalah startup perdagangan perikanan yang terintegrasi di Indonesia. Didirikan oleh Farid Naufal Aslam, Indraka Fadhlillah, dan Utari Octavianty pada tahun 2015, saat ini jumlah tim Aruna terdiri dari ± 180 orang dengan fase pendanaan Series&#160;B. Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang dalam membuat Aruna? Apa visi yang ingin dicapai oleh Aruna? Kali ini, Rintisan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/aruna-bersama-bikin-nelayan-berdaya/">Aruna: Bersama Bikin Nelayan Berdaya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1980/1*NSfbsWgXf1nGBjTWAO0l4Q.jpeg" alt=""/></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Aruna adalah startup perdagangan perikanan yang terintegrasi di Indonesia. Didirikan oleh Farid Naufal Aslam, Indraka Fadhlillah, dan Utari Octavianty pada tahun 2015, saat ini jumlah tim Aruna terdiri dari ± 180 orang dengan fase pendanaan Series&nbsp;B.</em></p></blockquote>



<p><strong>Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang dalam membuat Aruna? Apa visi yang ingin dicapai oleh Aruna?</strong></p>



<p>Kali ini, Rintisan mewawancarai Utari Octavianty, salah satu founder startup Aruna yang berkecimpung di bisnis perikanan digital di Indonesia. Aruna didirikan pada tahun 2015 oleh tiga orang, yakni saya sendiri, Farid Naufal Aslam, dan Indraka Fadhlillah. Kami bertiga merupakan teman satu universitas di kota Bandung dan kebetulan memiliki perhatian dan kekhawatiran yang sama terkait industri perikanan di Indonesia. Kami melihat bahwa Indonesia memiliki potensi kemaritiman yang sangat besar, secara 70% luas negara ini merupakan lautan. Tetapi kami kebingungan karena di kota-kota yang jauh dari pesisir, seperti Bandung, masih sulit untuk mengonsumsi seafood segar.</p>



<p>Sewaktu kami pelajari lebih jauh, kami menemukan kenyataan yang bertolak belakang. Meskipun Indonesia memiliki potensi kemaritiman yang besar, sayangnya 25% masyarakat yang tinggal di pesisir pantai berkontribusi cukup banyak terhadap angka kemiskinan di Indonesia.</p>



<p>Selain karena alasan tersebut, kami memutuskan untuk merintis startup di bidang perikanan karena dua dari tiga founder Aruna berasal dari daerah pesisir. Saya dari pesisir Balkpapan, Kalimantan Timur, sedangkan Indraka berasal dari daerah Indramayu-Karawang, Jawa Barat. Karena kami berasal dari pesisir dan belajar tentang teknologi ketika kuliah, kami jadi berpikir bagaimana memecahkan masalah di industri ini. Akhirnya, pada saat itu muncullah ide untuk menghubungkan kelompok nelayan untuk mendapatkan pembeli serta akses pasar yang lebih baik, sehingga pendapatan para nelayan meningkat dan kehidupan mereka dapat menjadi lebih sejahtera.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1980/1*-kIj1shurQDZlulzBVTFnQ.jpeg" alt=""/></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa visi yang ingin dicapai oleh&nbsp;Aruna?</strong></h4>



<p>Aruna memiliki visi ‘making the sea a better livelihood for all’, yang berarti kami ingin menjadikan laut Indonesia sebagai sumber kehidupan yang lebih baik untuk semua. Karena sebagian besar luas Indonesia adalah laut, kami ingin dengan adanya sumber daya ini, masyarakat yang hidup disekitarnya dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Maka dari itu, kami juga sering mengampanyekan bahwa laut itu ada dan diciptakan untuk semua orang. Serta untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kian berkembang karena potensi kemaritimannya.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Sebelum membuat startup, apa pekerjaan/kegiatan Anda sebelumnya? Mengapa memutuskan untuk membuat&nbsp;startup?</strong></h4>



<p>Saya belum pernah bekerja sebelum mendirikan Aruna, karena pada tahun 2015 itu kami masih duduk di bangku kuliah. Meskipun sebelum memulai Aruna kami sudah beberapa kali membangun bisnis. Ada bisnis yang dijalani bersama-sama bertiga, ada juga yang secara individual. Para founder Aruna ada yang pernah punya startup, bisnis konveksi, maupun bisnis dengan keluarga di rumah. Mungkin latar belakang kami bertiga yang cukup familiar dengan kegiatan kewirausahaan membuat kami lebih yakin dan maju terus membangun Aruna.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis Aruna? Apakah tantangan tersebut sudah diprediksi sebelumnya, atau di luar prediksi?</strong></h4>



<p>Sewaktu mendirikan Aruna, modal kami berasal dari ikut lomba-lomba dan kompetisi, sehingga jumlahnya pun terbatas. Sudah dari kompetisi, kami pernah kena tipu pula. Dan jika hanya terpaku dengan modal, tentu kami tidak akan punya alasan lagi untuk melanjutkan bisnis ini. Namun, saat itu kami bertiga samasama berpikir kalau bisnis ini harus tetap dilanjutkan. Karena kami yakin kalau bukan kami yang mengembangkan, siapa lagi yang mau merealisasikan? Sementara sewaktu kami ke lapangan dan mengobrol dengan para nelayan, harapan mereka sudah banyak terhadap kami. Akhirnya kami memutuskan untuk bootstrapping, semua dikerjakan demi mengumpulkan modal supaya transaksi bisnis bisa terus berjalan.</p>



<p>Ketika mulai berjalan, tantangan selanjutnya adalah mendapatkan kepercayaan orang lain. Karena kami memulai usaha ini di usia yang cukup muda dan belum lulus kuliah, tidak mudah bagi kami meyakinkan ke pihak-pihak lain, terutama para nelayan, untuk mau bergabung menjadi stakeholder Aruna. Yang kedua, pastinya ada keterbatasan dari sisi akses yang kami miliki. Akses jejaring yang masih minim, tidak adanya modal, serta harus turun ke lapangan mempromosikan Aruna juga menjadi hal yang menantang. Kami memang sudah memprediksi bahwa akan terjadi masalah-masalah seperti itu, tapi kami tetap coba jalani terlebih dahulu.</p>



<p>Selain itu, dalam bisnis ini, lebih sulit mengumpulkan dan mengedukasi nelayan untuk mau menjadi mitra Aruna daripada mencari calon konsumen. Karena para nelayan ini tersebar di berbagai pulau, pesisir, dan banyak yang berada di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan) yang infrastrukturnya saja masih minim. Jadi jumlah nelayan yang mengerti teknologi pun masih sedikit jumlahnya. Untuk hal ini, kami menggunakan skema local heroes di beberapa daerah. Local heroes ini merupakan anak muda pesisir, anak nelayan, atau anak muda yang tidak ingin bekerja di kota dan mau kembali ke desanya untuk berkontribusi. Mereka kami titipkan aplikasi Aruna untuk mengumpulkan data nelayan, mensosialisasikan perihal sustainable fishing, quality control, sekaligus menjadi group manager dari para nelayan di daerah itu.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana perkembangan Aruna saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan Aruna sekarang?</strong></h4>



<p>Saat ini Aruna sedang fokus memperbanyak titik-titik suplai, atau titik-titik lokasi nelayan yang bisa diajak bergabung di Aruna. Kami sedang ekspansi ke beberapa pulau, seperti Maluku, Nusa Tenggara, dan beberapa daerah di Indonesia Timur dan pulau Jawa. Selain itu, tahun ini kami juga sedang memperluas jaringan ke beberapa konsumen dengan melakukan ekspansi ke beberapa negara, serta menambah varian produk. Sejauh ini top product Aruna adalah kepiting rajungan dan lobster, dan tahun ini kami akan menambah jenis ikan-ikan juga.</p>



<p>Kalau terkait dengan model bisnis, konsumen Aruna saat ini banyaknya masih B2B (business to business). Karena dengan skala pembelian yang besar, kami bisa mengirimkan ke pulau atau atau negara tertentu. Sedangkan untuk pembelian skala kecil, kami masih dalam percobaan selama setahun sejak pandemi COVID-19, dengan bekerjasama dengan beberapa e-commerce untuk memasarkan hasil tangkapan nelayan di cakupan daerah Jabodetabek.</p>



<p>Saingan Aruna saat ini adalah perusahaanperusahaan perikanan konvensional. Kalau di daerah kecil biasanya ada tengkulak yang mengumpulkan hasil tangkapan nelayan dan mengatur permodalan nelayan. Namun para tengkulak ini membeli hasil laut dengan harga rendah atau bahkan dihutangkan terlebih dahulu, sehingga para nelayan tidak begitu mendapat banyak keuntungan dan taraf hidupnya rata-rata masih berada di bawah garis kemiskinan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa keunikan utama yang ditawarkan Aruna bagi penggunanya?</strong></h4>



<p>Dibandingkan para kompetitornya, Aruna menawarkan para nelayan akses market yang lebih baik. Para tengkulak yang ada biasanya hanya bisa memberikan akses market lokal, atau yang paling jauh dijual ke Jakarta. Sedangkan Aruna langsung menyambungkan kelompok nelayan ini ke pembeli akhir yang lokasinya tidak terbatas di Indonesia saja, misalnya restoran di Singapura, hotel, atau pabrik di Amerika. Dampak dari hal ini, nelayan bisa mempunyai pendapatan yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga taraf hidup mereka pun dapat semakin meningkat.</p>



<p>Selain itu, Aruna juga membantu para nelayan mengetahui harga estimasi yang akan diterima, karena kami memiliki data standar harga yang diminta oleh konsumen dan informasi terkait regulasi internasional, faktor musim, dan hal lain yang mempengaruhi perubahan harga. Dari situ harga akan diolah di sistem Aruna dan diinformasikan kepada nelayan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan Aruna? Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih&nbsp;Aruna?</strong></h4>



<p>Yang pasti, misi dari Aruna itu sendiri. Karena tanpa misi dan objektif yang jelas, modal yang kami miliki bisa digunakan tidak pada tempatnya dan tidak menghasilkan sesuatu yang produktif. Selanjutnya adalah anggota tim yang mengerjakan core business di Aruna. Semakin Aruna bertumbuh, kunci keberhasilan Aruna bukan lagi di founders nya saja, tapi juga semua tim yang ada di dalamnya. Oh ya, tim kami disebut dengan Nakama Aruna. Awalnya tim hanya berjumlah tiga orang, siapa lagi kalau bukan founders nya sendiri yang mulai implementasi bisnis di awal-awal, datang ke lapangan, dan mengerjakan semuanya sendiri. Sekitar 1 tahun kemudian, di 2016, beberapa mahasiswa magang yang mau turut membantu kami ajak bergabung di Aruna. Hingga tahun 2017 ketika bisnis sudah sedikit established, barulah kami punya karyawan sendiri.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih&nbsp;Aruna?</strong></h4>



<p>Kami selalu berharap untuk dapat mencapai hal baru lagi dan lagi di setiap tahunnya. Tapi untuk saat ini, pencapaian terbesar Aruna adalah semakin banyak daerah dan nelayan yang bergabung di Aruna. Ditambah lagi ketika melihat beberapa nelayan itu taraf hidupnya menjadi lebih baik. Ada keluarga nelayan yang jadi bisa menyekolahkan anaknya, menyisihkan pendapatan untuk ditabung bahkan investasi. Hal-hal tersebut adalah salah satu parameter keberhasilan Aruna. Artinya, teknologi yang kita buat dapat bermanfaatnya bukan hanya untuk Aruna, tapi juga untuk nelayan sebagai mitra Aruna.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa prioritas utama dari Aruna dalam 2 tahun mendatang?</strong></h4>



<p>Yang paling utama adalah ekspansi dari sisi komunitas nelayan. Saat ini, Aruna baru tersebar di 32 titik, dan dalam dua tahun kedepan kami punya target untuk menjangkau 200–300 titik. Kedua, kami ingin ekspansi dari sisi produk dan konsumen. Meskipun saat ini Aruna sudah melebarkan pasar ke berbagai negara, harapannya kami bisa memasuki lebih banyak lagi negara dengan lebih banyak varian komoditas hasil laut. Kami juga akan berusaha agar teknologi yang menunjang bisnis Aruna bisa dikembangkan lebih baik lagi.</p>



<p>Sedikit tips bagi teman-teman yang ingin memulai ekspor produk bisnisnya ke pasar internasional, kita harus mau riset sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan teknologi digital yang ada. Kita harus mengetahui negara mana yang mau kita approach dan aturan ekspor-impor di negara tersebut, karena setiap negara memiliki regulasi yang berbeda-beda. Lalu jangan malas untuk aktif berjejaring baik dengan konsumen, jaringan bisnis, maupun komunitas ekspor-impor. Karena kepercayaan dari existing customer saja tidak cukup, kita juga perlu mendapatkan kepercayaan dari negara kita sendiri. Entah mengusahakan untuk dapat endorsement dari pemerintah maupun kedutaan, agar calon konsumen dari negara lain lebih mudah percaya dengan perusahaan dan produk yang kita miliki. Tapi jangan lupa untuk selalu berhati-hati dan mengecek ulang kredibilitas calon konsumen agar kita tidak kena tipu. Andalkan semua koneksi dan komunitas yang ada, sehingga kita bisa tetap berbisnis dengan aman dan sesuai aturan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apakah ada pesan untuk teman-teman pembaca yang sedang merintis&nbsp;startup?</strong></h4>



<p>Merintis startup itu bukanlah hal yang mudah. Sekarang, kan, istilah startup sudah semakin populer dibandingkan waktu dulu kami membangun Aruna. Teman-teman pasti lebih mudah mendapatkan referensi dan ilmunya. Tapi menurut saya, jangan sampai kita memulai startup karena ikut-ikutan tren. Merintis startup itu sama saja seperti membuat bisnis pada umumnya, dan kunci dari bisnis adalah profit. Jadi kita harus memikirkan baik-baik skala bisnis yang mau dibuat ini sebesar apa ke depannya? Rencana bisnisnya akan dieksplor seperti apa? Dan jangan memulai bisnis setengah-setengah, karena proses berbisnis itu sendiri akan memunculkan banyak masalah (seperti tidak punya modal, anggota tim, atau keterbatasan lainya). Kalau kita tidak punya niat 100% untuk bisnis, kita akan mudah menyerah ketika ditimpa masalah tersebut. Kita juga harus memikirkan apakah potensi bisnis ini bisa di scale-up? Jadi bukan hanya mengejar profit, tapi pengembangan bisnis ke depannya juga harus jelas mau seperti apa.</p>



<p>Terakhir, untuk teman-teman yang baru memulai, jangan membatasi diri. Di era ini, tidak hanya mudah mencari informasi, tapi juga lebih mudah berjejaring dan membangun koneksi secara online. Hal ini juga bisa membantu teman-teman yang baru mau memulai startup untuk bisa lebih maju lagi.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Tulisan ini juga dipublikasikan pada <a href="https://1000startupdigital.id/bukusaku-rintisan/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Buku Saku RINTISAN</a> Volume 10.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a> adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em> The Digital Energy of Asia</em> dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p>Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong <em>early-stage startup</em> pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Aulia Mahiranissa</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/aruna-bersama-bikin-nelayan-berdaya/">Aruna: Bersama Bikin Nelayan Berdaya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biteship: Beragam Kurir dalam Satu Platform</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/biteship-beragam-kurir-dalam-satu-platform/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2021 03:23:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5183</guid>

					<description><![CDATA[<p>Biteship adalah apapun yang Anda butuhkan untuk mempermudah pengiriman dari bisnis Anda; free pick up, API Integration, COD, semuanya dalam satu platform. Didirikan oleh Mirsa Sadikin dan Afra Sausan di tahun 2019, saat ini Biteship berada di fase pendanaan pre-seed&#160;funding. Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang dalam membuat Biteship? Apa visi yang ingin dicapai oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/biteship-beragam-kurir-dalam-satu-platform/">Biteship: Beragam Kurir dalam Satu Platform</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Biteship adalah apapun yang Anda butuhkan untuk mempermudah pengiriman dari bisnis Anda; free pick up, API Integration, COD, semuanya dalam satu platform. Didirikan oleh Mirsa Sadikin dan Afra Sausan di tahun 2019, saat ini Biteship berada di fase pendanaan pre-seed&nbsp;funding.</em></p></blockquote>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang dalam membuat Biteship? Apa visi yang ingin dicapai oleh Biteship?</strong></h4>



<p>Cerita mengenai awal mula berdirinya Biteship pasti akan bercerita bagaimana kami memutuskan untuk melakukan pivot startup kami sebelumnya yang bernama Noompang. Noompang sendiri adalah ride sharing platform yang dimulai pada tahun 2017.</p>



<p>Pada tahun 2019, sesuatu yang seru terjadi di mana kami membuat sebuah produk untuk Noompang bernama Coolinary yang sedikit banyak bersentuhan dengan logistik. Tugas kami pada saat itu adalah mengirimkan makanan antar kota dalam waktu beberapa jam supaya tetap menjaga kesegaran makanan tersebut.</p>



<p>Dalam prosesnya, satu order Coolinary menggunakan beberapa layanan logistik. Ketika harus menggunakan beberapa layanan logistik tersebut kami merasakan 2 hal; yang pertama adalah pain point dan yang kedua adalah opportunity. Di saat yang sama, Kami berbincang dengan teman yang memiliki permasalahan logistik di bisnisnya. Ketika kami mencoba mempelajari masalahnya, solusi dari masalah tersebut adalah apa yang kami jalankan saat ini, yaitu Biteship.</p>



<p>Setelah kami cari tahu lebih dalam mengenai industri logistik, kami malah merasa semakin ingin untuk terjun dan mendalami industrinya terutama di era ketika semua hal sudah menjadi online seperti sekarang. Jika diperhatikan, semua produk fisik yang ada di internet dapat dikirim ke mana pun kita mau. Tapi disisi lain, cara konsumen melihat jasa shipping sudah berbeda dari beberapa tahun silam karena pertumbuhan di industri logistik itu sendiri.</p>



<p>Konsumen memiliki ekspektasi yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Maka dari itu, Biteship hadir supaya dapat memudahkan para penjual baik yang sudah mulai atau baru mulai untuk bisa tetap relevan berada di pasar, dan dapat berkompetisi tanpa harus mengkhawatirkan metode pengirimannya. Biteship sendiri ingin konsumen kami bisa mengirimkan barang dari mana saja dan ke mana saja pembelinya berada. Caranya bagaimana? Di sini lah magicnya Biteship, kami mengubah proses shipping dari yang tadinya sebuah masalah menjadi sebuah solusi untuk konsumen kami agar tetap bisa menjual dan bertumbuh lebih besar.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Sebelum membuat startup, apa pekerjaan/kegiatan Anda sebelumnya? Mengapa memutuskan untuk membuat&nbsp;startup?</strong></h4>



<p>Dari semester akhir kuliah saya ketika di Bandung, saya sudah bergabung dengan Mirsa di Noompang. Dari saya masih bekerja sebagai intern hingga full-time, dan bekerja erat dengan C-level bahkan mentor dari Noompang. Kesempatan semacam itu yang paling aku suka ketika bekerja di startup, aku bisa mendapatkan saran dari orang-orang yang expert dan pekerjaanku benar-benar berpengaruh untuk seluruh tim atau bahkan startup itu sendiri. Kalau ditanya kenapa membuat startup, dalam kasusku adalah Biteship, sesuai dengan jawabanku di pertanyaan sebelumnya.</p>



<p>Kalau aku pribadi, dari kecil sering dengar nasihat Bapak katanya lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah, selain itu aku punya cita-cita dari kecil ingin menjadi berkat bagi banyak orang dengan membuat sesuatu yang memberikan peluang dan bernilai bagi orang lain.</p>



<p>Setelah aku bekerja di startup dan membangun startupku sendiri, perasaan yang sering muncul adalah fulfilling. Dan bagiku, mencapai mimpiku sembari aku merasa fulfilling itu bisa dicapai dengan membangun Biteship.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1980/1*2rdULlmLUQGyvAophJV5Cg.jpeg" alt=""/></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis Biteship? Apakah tantangan tersebut sudah diprediksi sebelumnya, atau di luar prediksi?</strong></h4>



<p>Wah… Kalau tantangan nih banyak sekali. Mulai dari bagaimana cara mendapatkan klien supaya bisa kami akuisisi dan churn ratenya kalau bisa nol koma sekian persen, sampai ke masalah funding. Tapi yang namanya bisnis, tantangan akan selalu ada dan muncul tinggal bagaimana kami sebagai pelaku bisnis menghadapinya.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1980/1*UVT4-7Tm_Bfx5Cs-RTRSgw.jpeg" alt=""/></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan Biteship?</strong></h4>



<p>Banyak sekali. Dari sisi internal kami, saya dan Mirsa bergotong-royong ketika kami menemukan tantangan yang di luar prediksi kami. Kami juga berusaha untuk tetap mendengarkan apa masalah logistik yang dihadapi oleh klien sehingga kami bisa memberikan solusi yang tepat dan sudah pasti berguna untuk mereka. Kami juga mengikuti beberapa akselerator startup dan bertemu dengan mentor-mentor yang sudah lebih lama terjun di dunia bisnis dan berdiskusi mengenai apa yang sedang kami hadapi. Sering kali kami mendapatkan ilmu baru yang tidak terprediksi sebelumnya dari mentor-mentor yang kami temui.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana perkembangan Biteship saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan Biteship sekarang? Apa keunikan utama yang ditawarkan Biteship bagi penggunanya?</strong></h4>



<p>Saat ini Biteship memiliki 3 produk: aplikasi seluler, web-dashboard, dan API Integration. Pengguna kami dibebaskan untuk memilih solusi untuk logistik mereka berdasarkan kebutuhan. Untuk API Integration sendiri kami membuat infrastruktur logistik yang sangat ringkas, mudah, dan terjangkau. Kami terkoneksi dengan +25 kurir di Indonesia (termasuk untuk pengiriman ke luar negeri) dengan sangat transparan. Kami bisa dengan mudah ditemukan di Google, pengguna kami juga dapat melakukan self registration. Dan jika ada developer yang melihat API documentation yang kami miliki, pasti mereka akan jatuh cinta. Dengan Biteship, para pemilik bisnis dapat melakukan integrasi satu kali dengan Biteship dan langsung terkoneksi dengan +25 kurir yang tersedia dengan mudah.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih Biteship?</strong></h4>



<p>Pencapaian terbesar di Biteship bagi saya pribadi adalah ketika melihat klien kami tumbuh besar dengan layanan kami. Di saat kami bisa menyelesaikan permasalahan logistik dan menjadikan Biteship sebagai superpower mereka adalah hal yang priceless bagi saya. And I am really proud that Biteship can solve real problems with real solutions.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa prioritas utama dari Biteship dalam 2 tahun mendatang?</strong></h4>



<p>Tentu banyak sekali agenda kami untuk 2 tahun mendatang. Salah satu yang pasti dan utama adalah kami akan terus berfokus untuk menyediakan dan menyederhanakan logistik untuk para pemilik bisnis mulai dari yang berjualan kecil-kecilan via media sosial sampai pemilik bisnis yang sudah memiliki supply chain sendiri. Kami terus menambah logistik yang terintegrasi dengan kami dan juga terus mengedukasi pasar mengenai produk kami, sehingga apa yang kami tawarkan sebagai solusi akan tetap relevan seiring berjalannya waktu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p><em>Biteship merupakan salah satu alumni dari program pembinaan early-stage startup yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, yakni program ‘Startup Studio Indonesia’. Untuk tahu lebih banyak tentang program ini, silahkan mengunjungi website </em><a href="http://startupstudio.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>startupstudio.id</em></a><em>.</em></p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p>Tulisan ini juga dipublikasikan pada <a href="https://1000startupdigital.id/bukusaku-rintisan/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Buku Saku RINTISAN</a> Volume 9.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a> adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em> The Digital Energy of Asia</em> dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p>Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong <em>early-stage startup</em> pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Aulia Mahiranissa</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/biteship-beragam-kurir-dalam-satu-platform/">Biteship: Beragam Kurir dalam Satu Platform</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Justika: Mendapat Bantuan Hukum Semudah Memesan Makanan Online</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/justika-mendapat-bantuan-hukum-semudah-memesan-makanan-online/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2021 16:54:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=4730</guid>

					<description><![CDATA[<p>Justika adalah platform bagi masyarakat dan konsultan hukum untuk bertemu, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan hukum dengan cara yang lebih efektif dan efisien tanpa dibatasi ruang dan waktu. Dengan visi ‘Memberikan akses pelayanan hukum yang mudah dan bisa dijangkau seluruh masyarakat Indonesia’, Justika didirikan pada tahun 2016 oleh tiga founders: Ahmad Fikri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/justika-mendapat-bantuan-hukum-semudah-memesan-makanan-online/">Justika: Mendapat Bantuan Hukum Semudah Memesan Makanan Online</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Justika adalah platform bagi masyarakat dan konsultan hukum untuk bertemu, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan hukum dengan cara yang lebih efektif dan efisien tanpa dibatasi ruang dan waktu. Dengan visi ‘Memberikan akses pelayanan hukum yang mudah dan bisa dijangkau seluruh masyarakat Indonesia’, Justika didirikan pada tahun 2016 oleh tiga founders: Ahmad Fikri Assegaf, Melvin Sumapung, dan Muh. Husein. Saat ini, jumlah tim Justika adalah sebanyak 13 orang dengan status fase pendanaan Angel Funding.</em></p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading" id="3b7f"><strong>Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang/inspirasi dalam membuat Justika?</strong></h2>



<p id="8b24">Pada awalnya Justika bukan dimulai dari saya saja, namun diinisiasi pertama kali oleh Ahmad Fikri Assegaf dan didirikan secara legal di tahun 2016, ungkap Co-Founder dan CEO Justika, Melvin Sumapung. Justika berada di bawah naungan hukumonline.com, yakni website yang bertujuan mengedukasi dan memberi pencerahan kepada masyarakat tentang dunia hukum di Indonesia. Saat ini hukumonline.com memberikan layanan berupa akses ke pusat data perundang-undangan, menyediakan ringkasan analisis peraturan terbaru, mengadakan seminar dan pelatihan terkait isu hukum terkini, dan sebagai media promosi serta publikasi sosialisasi kebijakan dan/atau peraturan perundangundangan yang dikeluarkan pemerintah. Jumlah view dari hukumonline.com sendiri sudah mencapai jutaan. Maka dikarenakan ingin melebarkan fungsinya di bidang pelayanan hukum dan merasa kebutuhan masyarakat tentang akses informasi dan solusi hukum sangat penting, hukumonline.com berpikir untuk fokus dilayanan tersebut. Dari situ lahirlah Justika sebagai platform layanan hukum yang lebih mudah digunakan oleh masyarakat awam sekalipun.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="8dc8"><strong>Apa visi yang ingin dicapai oleh Justika?</strong></h2>



<p id="dc8f">Saat ini ada beberapa hal yang ingin kami capai. Karena kami menemukan bahwa dari 270 juta penduduk Indonesia, 70% dari mereka yang mengalami masalah hukum memilih untuk menyerah dan tidak melakukan apa pun untuk memperjuangkan hak hukumnya. Mereka bingung harus berbuat apa dan meminta bantuan kemana. Maka satu tahun terakhir kami benar-benar fokus mencari solusi akses pelayanan hukum yang mudah dan bisa menjangkau berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Sehingga orang yang tadinya mau menyerah dan tidak tahu harus berbuat apa, begitu menggunakan Justika menjadi mau maju dan mencoba memperjuangkan hak hukumnya terlebih dahulu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0702"><strong>Sebelum membuat startup, apa pekerjaan/kegiatan Anda sebelumnya?</strong></h2>



<p id="ad50">Mengapa memutuskan untuk membuat startup? Pekerjaan saya sebelumnya berkutat di bidang business strategy dan teknologi di sebuah perusahaan telekomunikasi, di sana saya mendapat banyak paparan tentang pengembangan bisnis di bidang teknologi. Setelahnya saya bekerja di salah satu BUMN untuk membantu proses implementasi teknologi juga. Sejak saat itulah saya mulai menyadari bahwa pemahaman tentang hukum itu sangat penting, sehingga orang maupun korporasi tidak ketakutan dalam mengambil keputusan-keputusan hukum. Lalu ketika saya bekerja di Dattabot, saya bertanggung jawab mengurusi analisis data perusahaan dan terlibat dalam proyek pembuatan semacam “Google for Lawyers”. Karena pada dasarnya para pengacara di Indonesia juga membutuhkan akses untuk mencari dasar peraturan hukum dalam mengerjakan suatu kasus. Dari sana saya berkenalan dengan hukumonline.com, yang akhirnya berlanjut ke pengembangan Justika. Karena saya merasa platform digital yang bisa dengan mudah menghubungkan pengacara dengan kliennya belum pernah ada di Indonesia, jadi saya mau mengisi bagian itu agar bisa memberi impact positif bagi masyarakat Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="379" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/1_LA-h809gokm2p56N3Pc39g-1024x379.jpeg" alt="" class="wp-image-4731" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/1_LA-h809gokm2p56N3Pc39g-1024x379.jpeg 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/1_LA-h809gokm2p56N3Pc39g-300x111.jpeg 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/1_LA-h809gokm2p56N3Pc39g-768x284.jpeg 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/1_LA-h809gokm2p56N3Pc39g.jpeg 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="b341"><strong>Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis Justika? Apakah tantangan tersebut sudah diprediksi sebelumnya, atau di luar prediksi?</strong></h2>



<p id="57e9">Di awal-awal, semua tantangan di luar prediksi bagi saya. Tetapi tantangan utama dalam mengembangkan Justika adalah menempatkan tim pada posisi yang tepat. Tahun 2018 hingga 2019 bisa dibilang menjadi learning cost yang memang harus dijalani hingga menemukan strategi yang pas. Justika sendiri sudah gontaganti anggota tim mungkin sepuluh hingga belasan kali hingga saat ini. Jadi lumayan banyak trial and error dalam pembentukan tim Justika sendiri. Karena dengan orang-orang yang tepat, eksperimen-eksperimen yang dilakukan Justika lebih membuahkan hasil.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d73d"><strong>Bagaimana perkembangan Justika saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan Justika sekarang?</strong></h2>



<p id="b20e">Fokus utama saat ini adalah meningkatkan jumlah orang yang butuh bantuan hukum untuk mau mencoba Justika terlebih dahulu agar bisa memperjuangkan hak hukumnya. Karena secara prinsip, banyak orang tidak tahu bahwa masalah yang mereka hadapi itu ada dasar hukumnya dan sangat bisa diperjuangkan keadilannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="01ed"><strong>Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan Justika?</strong></h2>



<p id="2324">Yang paling berpengaruh besar adalah kemampuan tim internal Justika dalam menemukan the right pair of problem and solution. Misalnya ketika di awal kami menggunakan layanan telepon bagi klien, tapi ternyata cara tersebut ternyata tidak cukup mudah dan nyaman untuk customer. Maka dari itu akhirnya kami mencoba pakai layanan chatting sehingga penjelasan yang diterima kedua belah pihak bisa sangat jelas.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="74c5"><strong>Apa keunikan utama yang ditawarkan Justika bagi penggunanya?</strong></h2>



<p id="6c56">Klien tidak perlu pusing memikirkan apakah pengacaranya memiliki rekam jejak yang bagus, karena aspek itu telah dikurasi oleh Justika. Dengan hanya menuliskan 2–3 kalimat penjelasan mengenai permasalahan yang sedang dihadapi.</p>



<p id="5575">Proses yang perlu dilakukan juga hanya membutuhkan waktu dua menit hingga bisa berbicara dengan pengacara yang dipilihkan. Jika berlanjut, pengacaranya akan melihat apabila ada dokumen yang perlu di review lebih dalam, dan jika klien berkenan melanjutkan pelayanannya, mereka tinggal mengunggah dokumen tersebut dengan biaya tambah yang telah ter-standardisasi. Ada juga kasus yang membutuhkan layanan mediasi, disiapkan dokumen untuk pihak lawannya, hingga pendampingan di pengadilan. Layanan Justika ini bersifat end-to-end, dan klien juga tidak perlu ragu jika tidak ingin melanjutkan pelayanan Justika ke tahap selanjutnya, karena seluruh riwayat laporan dicatat di Justika dan dapat diakses sewaktu-waktu oleh klien.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e9de"><strong>Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih Justika?</strong></h2>



<p id="6393">Buat saya, it’s not about the awards, tapi lebih besar dari itu. Kita sudah bisa melayani 15.000 klien yang memiliki masalah hukum. Mereka yang awalnya menyerah dan tidak tahu harus mencari bantuan kemana, akhirnya bisa mendapat bantuan dari Justika. Itu adalah pencapaian terbesar bagi saya. Meskipun Justika belum punya banyak resources, pun belum mengeluarkan biaya yang banyak untuk pemasaran, tapi Justika sudah bisa membantu belasan ribu orang, dan menurut saya itu adalah hal yang paling memuaskan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="44f4"><strong>Apa prioritas utama dari Justika dalam 2 tahun mendatang?</strong></h2>



<p id="2c2f">Prioritas Justika kedepannya adalah membuat produk-produk yang dapat membantu klien Justika lebih jauh lagi dari sekedar konsultasi. Tahap-tahap konsultasi hukum lanjutan, misalnya menentukan mediasi yang cocok untuk klien, atau pendampingan hukum bagaimana caranya agar lebih murah, terjangkau, dan mudah digunakan. Serta membuat produk-produk yang benar-benar cocok dan dapat menjawab kebutuhan klien dengan cara yang paling optimal. Harapan kedepannya, bukan hanya pengacara yang menjadi mitra Justika, tetapi juga berbagai pelayanan yang komplementer dan serupa, misalnya kenotariatan. Lalu untuk pemasaran, Justika akan menjalin kerjasama dengan berbagai macam institusi yang komplementer. Misalnya, layanan hukum waris akan berhubungan dengan platform religi, dan sebagainya. Selama pandemi di tahun 2020 kami bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk memberikan konsultasi gratis bagi UMKM yang terdampak selama pandemi, selain itu juga membantu korban kekerasan dalam rumah tangga bersama Asia Foundation.</p>



<p id="7e11">—</p>



<p id="e995"><em>Justika merupakan salah satu alumni dari program pembinaan early-stage startup yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, yakni program ‘Startup Studio Indonesia’. Untuk tahu lebih banyak tentang program ini, silahkan mengunjungi website&nbsp;</em><a href="http://startupstudio.id/"><em>startupstudio.id</em></a><em>.</em></p>



<p id="7ef3">Tulisan ini juga dipublikasikan pada&nbsp;<a href="https://1000startupdigital.id/bukusaku-rintisan/">Buku Saku RINTISAN</a>&nbsp;Volume 8.</p>



<p id="9ee9"><a href="https://1000startupdigital.id/"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a>&nbsp;adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em>&nbsp;The Digital Energy of Asia</em>&nbsp;dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p id="e8f8">Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong&nbsp;<em>early-stage startup</em>&nbsp;pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p id="454b">Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Aulia Mahiranissa</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/justika-mendapat-bantuan-hukum-semudah-memesan-makanan-online/">Justika: Mendapat Bantuan Hukum Semudah Memesan Makanan Online</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riliv: Jaga Imunitas dengan Aplikasi Kesehatan Mental</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/riliv-jaga-imunitas-dengan-aplikasi-kesehatan-mental/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2021 16:46:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=4726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Riliv&#160;adalah layanan kesehatan mental berbasis teknologi yang mendukung self-help dengan meditasi serta konseling online dengan psikolog profesional&#160;dengan visi ‘to create peace of mind and smile all over the world’. Startup ini didirikan pada tahun 2015 oleh kakak-beradik, Audrey Maximillian Herli dan Audy Christoper Herli, dengan jumlah tim sebanyak 20 orang dan dalam fase pendanaan seed [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/riliv-jaga-imunitas-dengan-aplikasi-kesehatan-mental/">Riliv: Jaga Imunitas dengan Aplikasi Kesehatan Mental</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong><em>Riliv&nbsp;</em></strong><em>adalah layanan kesehatan mental berbasis teknologi yang mendukung self-help dengan meditasi serta konseling online dengan psikolog profesional</em>&nbsp;<em>dengan visi ‘to create peace of mind and smile all over the world’. Startup ini didirikan pada tahun 2015 oleh kakak-beradik, Audrey Maximillian Herli dan Audy Christoper Herli, dengan jumlah tim sebanyak 20 orang dan dalam fase pendanaan seed funding.</em></p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading" id="602b"><strong>Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang/inspirasi dalam membuat Riliv?</strong></h2>



<p id="295d">Ide lahirnya Riliv berawal dari observasi di lingkungan sekitar. Salah satu founder Riliv, Maxi, melihat banyak teman-temannya yang cukup sering mencurahkan perasaannya di media sosial. Namun, bukannya mendapat solusi atas permasalahan yang mereka hadapi, tidak jarang mereka malah mendapatkan perundungan dari sana. Hal itu menimbulkan pertanyaan, mengapa orang-orang lebih memilih menceritakan permasalahan pribadinya di media sosial daripada bercerita di tempat yang tepat agar mereka bisa mendapatkan solusi yang memang dibutuhkan?</p>



<p id="8f47">Selain itu, menurut WHO, setiap 40 detik terdapat satu orang meninggal dunia dikarenakan bunuh diri akibat depresi. Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 menyebutkan bahwa di Indonesia tingkat rasio depresi dan kecemasan mencapai 14 juta orang, dan satu dari tujuh orang mengalami masalah kesehatan jiwa di tempat kerja. Akibat dari kondisi ini dapat menjadi serius jika dibiarkan berlarut-larut. Maka dari itu, Riliv dibuat dengan harapan bisa mengurangi angka tersebut ke depannya. Dengan adanya Riliv, masyarakat menjadi punya tempat cerita dan konseling dengan psikolog di mana pun dan kapan pun via online.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="438e"><strong>Apa visi yang ingin dicapai oleh Riliv?</strong></h2>



<p id="a116">Visi dari Riliv adalah “to create peace of mind and smile all over the world”. Caranya adalah dengan membantu orang-orang stuck dan membutuhkan tempat untuk bercerita dengan metode yang tepat. Karena kebutuhan orang berbeda-beda, jadi Riliv berusaha sedemikian rupa untuk menyediakan akses penyembuhan serta pencegahan yang terkait dengan kesehatan mental.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="10e5"><strong>Sebelum membuat startup, apa pekerjaan/kegiatan Anda sebelumnya Mengapa memutuskan untuk membuat startup?</strong></h2>



<p id="c766">Di tahun 2015, dua founder kakak-beradik, yakni Audrey Maximillian Herli dan Audy Christopher Herli, mengikuti program inkubasi dan akselerasi startup kreatif berbasis teknologi yang disebut program Start Surabaya. Dari program berdurasi tiga bulan tersebut, konsep startup Riliv dikembangkan dari tahap ide hingga eksekusi dengan kegiatan yang beragam seperti lokakarya, seminar, pelatihan, dan konsultasi. Hasilnya ide startup Riliv tersebut menjadi semakin matang hingga akhirnya kini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dalam wawancaranya, Maxi menegaskan bahwa ia sangat ingin berbuat sesuatu untuk membantu teman-teman sekitarnya dalam hal kesehatan mental.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="621" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_EId_YMVd0CV7JuwY-1024x621.png" alt="" class="wp-image-4727" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_EId_YMVd0CV7JuwY-1024x621.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_EId_YMVd0CV7JuwY-300x182.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_EId_YMVd0CV7JuwY-768x466.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_EId_YMVd0CV7JuwY.png 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="a93c"><strong>Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis Riliv? Apakah tantangan tersebut sudah diprediksi sebelumnya, atau di luar prediksi?</strong></h2>



<p id="572a">Masing-masing startup pasti memiliki tantangan yang berbeda-beda dalam proses merintisnya. Bagi founder Riliv, bukan tentang eksekusi konsep yang menjadi tantangan terberat. Namun proses di awal-awal terkait dengan keyakinan terhadap nilai utama atau ‘Why’ dari ide yang diajukan, dan bagaimana bisa meyakinkan diri sendiri dan tim untuk mengeksekusi suatu ide. Kritik maupun keraguan dari orang-orang sekitar kerap kali terjadi dikarenakan industri kesehatan mental belum umum pada saat itu.</p>



<p id="a9cb">Menurut Maxi, meskipun akan banyak mendapatkan masukan serta opini yang beragam dari berbagai pihak di sepanjang perjalanan merintis startup, penting bagi tim internalnya untuk mampu memvalidasi data-data yang terkait dengan keberlangsungan startupnya di masa depan. Karena pada akhirnya, tim internalnya lah yang benar-benar mengetahui bagaimana situasi di lapangan. Dengan kemampuan tersebut, sebuah startup bisa lebih yakin dalam melangkah dan menggapai tujuannya. Karena suatu ide yang baru tidak akan pernah mudah untuk diimplementasikan dan diterima oleh masyarakat.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bc2a"><strong>Bagaimana perkembangan Riliv saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan Riliv sekarang?</strong></h2>



<p id="ca32">Saat ini, Riliv ingin dibangun menjadi onestop mental health service. Jadi tidak hanya memfasilitasi konseling masalah pribadi dengan psikolog yang sifatnya kuratif, namun juga menyediakan fasilitas kesehatan mental yang bersifat preventif seperti konten dan platform untuk meditasi, journaling, atau bahkan mood tracking. Sehingga keberadaan Riliv bisa selalu dekat dengan penggunanya setiap hari.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ef67"><strong>Apa keunikan utama yang ditawarkan Riliv bagi penggunanya?</strong></h2>



<p id="08b4">Dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi kesehatan sejenis, fitur-fitur pada Riliv sangat bisa menjadi bagian dari gaya hidup penggunanya. Sehingga lebih mudah bagi penggunanya untuk lebih ‘mindful’ terhadap apa yang sedang mereka rasakan, bisa lebih mudah mencari solusi permasalahannya, serta berujung masyarakat yang akhirnya lebih bahagia dan produktif.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1f88"><strong>Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan Riliv?</strong></h2>



<p id="8a25">Riliv tidak akan berkembang hingga seperti saat ini jika bukan karena orang-orang yang terlibat di dalamnya. Karena di startup, sumber daya manusia merupakan hal utama yang menentukan maju tidaknya bisnis. Pentingnya anggota tim dan partner yang memiliki visi yang sama, yakni yang bukan hanya fokus pada proses bisnis Riliv, melainkan juga percaya kalau Riliv bisa membantu banyak orang mengatasi depresi dan permasalahan mental lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c316"><strong>Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih Riliv?</strong></h2>



<p id="9c2f">Bagaimana Riliv bisa memberikan layanan kesehatan mental kepada masyarakat. Namun Riliv belum ingin berpuas diri dengan apa yang telah dicapai dan merasa harus terus berusaha lebih keras agar dapat diterima seluruh masyarakat Indonesia.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="40aa"><strong>Apa prioritas utama dari Riliv dalam 2 tahun mendatang?</strong></h2>



<p id="baeb">Prioritas utamanya adalah memberikan layanan seluas-luasnya alias ekspansi pasar. Riliv tidak akan terlalu fokus pada pegembangan produk karena sejauh ini sudah cukup matang. Harapannya, apa yang Riliv tawarkan bisa tersampaikan ke seluruh lapisan masyarakat. Maka dari itu, perusahaan ini juga sangat membuka kesempatan kolaborasi bagi pihak-pihak yang memiliki visi yang sejalan dengan Riliv.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Riliv, Aplikasi Curhat Online | Mata Najwa" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/UqumtMMV51s?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p id="ea50">Tulisan ini juga dipublikasikan pada&nbsp;<a href="https://1000startupdigital.id/bukusaku-rintisan/">Buku Saku RINTISAN</a>&nbsp;Volume 7.</p>



<p id="9ee9"><a href="https://1000startupdigital.id/"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a>&nbsp;adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em>&nbsp;The Digital Energy of Asia</em>&nbsp;dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p id="e8f8">Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong&nbsp;<em>early-stage startup</em>&nbsp;pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p id="454b">Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Aulia Mahiranissa</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/riliv-jaga-imunitas-dengan-aplikasi-kesehatan-mental/">Riliv: Jaga Imunitas dengan Aplikasi Kesehatan Mental</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jahitin: Berdayakan Penjahit Rumahan Indonesia</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/jahitin-berdayakan-penjahit-rumahan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2021 16:44:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=4723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jahitin.com&#160;adalah startup yang menghubungkan penjahit rumahan dengan pelanggan yang membutuhkan jasa menjahit. Visinya adalah mentransformasi kehidupan para penjahit melalui akses pasar yang lebih mudah dan juga peningkatan pendidikan keterampilan. Foundernya, Asri Wijayanti, mendirikan Jahitin pada bulan September 2016. Dengan jumlah tim sebanyak delapan orang di bulan Agustus 2020 yang lalu, Jahitin berada dalam fase pendanaan&#160;bootsrapping. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jahitin-berdayakan-penjahit-rumahan-indonesia/">Jahitin: Berdayakan Penjahit Rumahan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="d895"><strong>Jahitin.com&nbsp;</strong>adalah startup yang menghubungkan penjahit rumahan dengan pelanggan yang membutuhkan jasa menjahit. Visinya adalah mentransformasi kehidupan para penjahit melalui akses pasar yang lebih mudah dan juga peningkatan pendidikan keterampilan. Foundernya, Asri Wijayanti, mendirikan Jahitin pada bulan September 2016. Dengan jumlah tim sebanyak delapan orang di bulan Agustus 2020 yang lalu, Jahitin berada dalam fase pendanaan&nbsp;<em>bootsrapping.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading" id="97de"><strong>Apa inspirasi awal dalam membuat Jahitin ini? Apakah berdasarkan sebuah permasalahan di masyarakat atau mungkin berdasarkan tren?</strong></h2>



<p id="d51e">Startup saya berawal dari permasalahan pribadi yang saya alami sejak tahun 2009, yaitu susahnya mendapatkan penjahit yang bisa&nbsp;<em>available&nbsp;</em>dan bisa menyelesaikan jahitan tepat waktu di dekat lokasi saya. Hal itu hampir selalu terulang setiap tahun.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="54a3"><strong>Sebelum membuat startup, apa pekerjaan/kegiatan Anda sebelumnya? Mengapa memutuskan untuk membuat startup?</strong></h2>



<p id="b170">Saya pertama kali merintis startup ini saat saya masih menjadi mahasiswi semester 5. Berawal dari rasa penasaran ingin tahu tentang dunia startup setelah mengikuti Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di gedung ITS, saya menemukan hal baru yang membuat saya terpanggil yaitu menciptakan solusi untuk negeri.</p>



<p id="0039">Sebagai mahasiswa Ilmu Ekonomi, saya paham betul bagaimana kondisi kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia tidak bisa diselesaikan hanya dalam sekejap mata. Butuh proses dan waktu yang cukup lama untuk memutus mata rantainya, salah satunya yaitu melalui pemanfaatan teknologi. Karena penjahit merupakan salah satu profesi yang masih didominasi dengan upah yang tidak adil, kondisi tempat kerja yang berbahaya dan juga banyak permasalahan lainnya, saya melihat startup sebagai harapan baru untuk mempercepat dan memperluas cakupan usaha penyelesaian berbagai permasalahan penjahit di Indonesia. Untuk itulah, saya memutuskan untuk membangun Jahitin.com dengan harapan dapat membantu meningkatkan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) penjahit dan keluarganya sebagai upaya pemutus mata rantai kemiskinan di Indonesia sehingga bisa tercipta generasi dengan kualitas SDM yang lebih baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2e76"><strong>Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis Jahitin? Apakah tantangan itu sudah diprediksi sebelumnya atau di luar prediksi?</strong></h2>



<p id="7864">Ada beberapa hal yang menjadi tantangan terbesar Jahitin, diantaranya:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Modal yang minim</li><li>Susahnya membuat penjahit memiliki standar yang cukup baik untuk membuat customer puas, padahal sebagai founder saya tidak memiliki pengetahuan di dunia jahit menjahit</li><li>Menemukan tim</li></ol>



<p id="bf95">Nomor 1 ada di dalam prediksi. Karena selama inkubasi kami mendapatkan pengetahuan terkait startup dalam berbagai kondisi keuangan, walaupun dengan pendapatan yang minim, Jahitin bisa memutarkan kembali uangnya untuk menumbuhkan perusahaan sedikit demi sedikit. Alhamdulillah, pada 2020 ini, Jahitin mampu menyewa rumah untuk digunakan sebagai kantor dan hiring tim full-time sebanyak 8 orang.</p>



<p id="2594">Nomor 2 dan 3 tidak ada di dalam prediksi. Selama ini, saat melakukan&nbsp;<em>market validation</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>in-depth interview</em>&nbsp;kepada para penjahit, saya berasumsi bahwa penjahit yang sudah pernah menghasilkan jahitan yang bagus, selamanya akan menghasilkan jahitan yang bagus. Namun, ternyata itu salah. Banyak model permintaan&nbsp;<em>customer&nbsp;</em>yang<em>&nbsp;up to date,</em>&nbsp;sedangkan penjahit tidak familiar dengan polanya. Hal ini yang membuat penjahit kewalahan dan angka errornya masih cukup tinggi. Oleh karena itu, kami melakukan&nbsp;<em>pivot&nbsp;</em>dan mengembangkan Jahitin Academy untuk meningkatkan&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>dan pengetahuan penjahit terlebih dahulu.</p>



<p id="0e28">Sedangkan untuk menemukan team yang tepat, yang saya lakukan adalah saya akan&nbsp;<em>hire&nbsp;</em>orang baik yang pernah bekerja bersama saya, maupun pernah bekerja dengan team saya. Sehingga, saya mengetahui sikapnya saat menyelesaikan masalah dan sifatnya ketika mengerjakan sesuatu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4de0"><strong>Bagaimana perkembangan Jahitin saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan sekarang ini?</strong></h2>



<p id="7760">Saat ini, Jahitin bekerja sama dengan berbagai pihak di lintas sektor untuk memproduksi set APD dan masker yang akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan juga masyarakat untuk membantu melandaikan kurva pandemi Covid-19.</p>



<p id="cbb1">Lalu, Jahitin juga sedang mengembangkan Jahitin Academy yang akan membantu penjahit di seluruh Indonesia untuk dapat mengakses kelas pelatihan kapan saja dan di mana saja secara&nbsp;<em>online&nbsp;</em>selama mereka memiliki akses koneksi Internet dan juga secara&nbsp;<em>offline&nbsp;</em>dengan kurikulum yang telah dirancang secara khusus menyesuaikan trend pasar saat ini. Jahitin Academy akan dilaunching pada tahun ini.</p>



<p id="4dc8">Selain itu, Jahitin juga sedang dalam tahapan mencari pendanaan (<em>fundraising</em>).</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="58da"><strong>Apa keunikan utama yang ditawarkan Jahitin bagi penggunanya?</strong></h2>



<p id="1b74">Jahitin mengelompokkan penjahit sesuai spesialisasi mereka masing-masing. Tujuannya adalah agar penjahit dapat mengerjakan order dengan lebih cepat dan meminimalisasi error, sehingga kualitas jahitan yang dihasilkan penjahit semakin bagus. Jahitin pun membuat customer lebih mudah untuk melakukan order secara online.</p>



<p id="3ed3">Kami pun memiliki program kemitraan di mana Jahitin bekerjasama dengan perusahaan yang mau menyumbangkan dana dalam bentuk pemberian subsidi beasiswa belajar kepada para penjahit. Dengan program kemitraan tersebut, kami harap bisa memberikan peluang bagi semua penjahit di seluruh penjuru Indonesia, di segala lapisan ekonomi, untuk dapat mengakses materi peningkatan&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>dan juga pengetahuan melalui Jahitin Academy.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3560"><strong>Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan Jahitin?</strong></h2>



<p id="9cfc">Tiga hal yang paling berpengaruh besar dalam pertumbuhan Jahitin adalah belajar,&nbsp;<em>persistence,&nbsp;</em>dan kolaborasi:</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Belajar</strong>: Jahitin lahir ketika saya mengikuti program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital batch 1 pada tahun 2016. Ketika mengikuti program ini, tidak terbesit sekalipun bahwa saya bisa membuat sebuah startup yang bisa bertahan hingga saat ini, karena niat awal saya hanya ingin belajar mengenai dunia startup. Namun, setelah mengikuti setiap tahapan di #1000startup digital, saya bertemu banyak sekali mentor yang keren dan menginspirasi. Itu membuat saya semakin yakin untuk bisa membangun sebuah startup yang mampu menjadi solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada di Indonesia dan memberikan manfaat ke banyak pihak.</li><li><strong>Persistence</strong>: Startup tidak pernah lepas dari kata pasti dan permanen. Sama halnya dengan Jahitin, banyak kesalahan yang telah kami lakukan di setiap langkah menjalankan hari demi harinya. Mulai dari kekecewaan customer, asumsi terhadap market yang tidak terbukti, KPI yang tidak tercapai, website error, dan banyak hal hal yang yang sering membuat patah semangat dan hilang harapan. Namun, hal ini tidak lantas membuat saya berhenti dan menyerah. Karena saya percaya janji Tuhan, di setiap lahirnya permasalahan pasti ada solusinya dan kewajiban manusia hanyalah berusaha. Jika saat web ngga jadi-jadi, saya nyerah, mungkin domain Jahitin ngga akan pernah terdaftar. Jika saat team saya mundur satu persatu, saya nyerah, mungkin ngga akan ada PT. Revolusi Fesyen Indonesia saat ini. Jika saat CTO saya meninggal, saya menyerah, mungkin Jahitin Academy ngga akan pernah bisa diakses secara online. Saya pun yakin, apapun yang sedang kita alami saat ini dan di masa lalu, apakah itu baik atau buruk, setiap peristiwanya merupakan cara Tuhan mempersiapkan diri kita menjadi ‘versi terbaik kita’ di masa depan.</li><li><strong>Kolaborasi</strong>: Berkolaborasi adalah salah satu kunci utama dalam pertumbuhan Jahitin. Tidak hanya kolaborasi dengan sesama startup, Jahitin juga sering melakukan kolaborasi lintas sektor baik dari bersama pemerintah maupun sektor swasta. Hal ini menambah network Jahitin yang menjadi semakin luas, meningkatkan&nbsp;<em>brand exposure</em>, memperluas jangkauan&nbsp;<em>impact</em>. Selain itu, berkolaborasi antar sektor juga memberikan sudut pandang dan ilmu baru yang belum pernah terlintas di kepala saya sebagai startup founder.</li></ol>



<h2 class="wp-block-heading" id="eaca"><strong>Apa pencapaian terbesar yang diraih Jahitin?</strong></h2>



<p id="94fa">Menyelenggarakan Jahitin Academy untuk membuat masker dan APD secara gratis kepada 466 penjahit di berbagai wilayah di Indonesia dalam dalam waktu satu bulan dan memberikan sedikit nafas untuk teman-teman penjahit pekerja harian yang harus terkena PHK massal secara tiba-tiba di masa pandemi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="77f5"><strong>Apa prioritas utama dari Jahitin dalam 2 tahun mendatang?</strong></h2>



<p id="cdb5">Prioritas kami saat ini adalah kami ingin memperluas dan memperdalam dampak sosial Jahitin dengan cara mengembangkan layanan Jahitin&nbsp;<em>online service</em>&nbsp;dan Jahitin Academy agar dapat diakses oleh lebih banyak penjahit dan customer di seluruh Indonesia, tak terkecuali mereka yang berada di daerah tertinggal.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1e98"><strong>Apa mimpi terbesar Anda untuk Jahitin?</strong></h2>



<p id="2c4e">Mimpi terbesar saya untuk Jahitin adalah Jahitin dapat berkembang lebih besar agar bisa cukup kuat untuk merangkul lebih banyak penjahit dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi penjahit dan keluarganya. Saya pun ingin Jahitin dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia dengan kualitas penjahitnya yang terbaik di antara negara-negara lain.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Terobosan Jahitin.com Untuk Memudahkan User" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/A2wcWVHRASs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p id="e36d">Tulisan ini juga dipublikasikan pada&nbsp;<a href="https://1000startupdigital.id/bukusaku-rintisan/">Buku Saku RINTISAN</a>&nbsp;Volume 2.</p>



<p id="2fe0"><a href="https://1000startupdigital.id/"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a>&nbsp;adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em>&nbsp;The Digital Energy of Asia</em>&nbsp;dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p id="4256">Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong&nbsp;<em>early-stage startup</em>&nbsp;pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p id="9718">Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Aulia Mahiranissa</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jahitin-berdayakan-penjahit-rumahan-indonesia/">Jahitin: Berdayakan Penjahit Rumahan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tumbasin: Belanja di Pasar dalam Satu Aplikasi</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tumbasin-belanja-di-pasar-dalam-satu-aplikasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2021 16:43:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=4718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tumbasin&#160;adalah&#160;platform&#160;aplikasi yang membantu masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional dengan visi&#160;memberdayakan pasar tradisional dengan teknologi.&#160;Ketiga founders nya: Bayu Mahendra Saubig, Muhammad Fu’ad Hasbi, dan Tri Asworo Mituhu mendirikan Tumbasin pada tahun 2017. Pada bulan September 2020, Tumbasin berada pada fase pendanaan&#160;angel round&#160;dengan jumlah tim sebanyak 30 orang. Apa inspirasi awal dalam membuat Tumbasin ini? Apakah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tumbasin-belanja-di-pasar-dalam-satu-aplikasi/">Tumbasin: Belanja di Pasar dalam Satu Aplikasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="73d7"><strong>Tumbasin&nbsp;</strong>adalah&nbsp;<em>platform</em>&nbsp;aplikasi yang membantu masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional dengan visi&nbsp;<strong><em>memberdayakan pasar tradisional dengan teknologi.</em></strong>&nbsp;Ketiga founders nya: Bayu Mahendra Saubig, Muhammad Fu’ad Hasbi, dan Tri Asworo Mituhu mendirikan Tumbasin pada tahun 2017. Pada bulan September 2020, Tumbasin berada pada fase pendanaan&nbsp;<em>angel round</em>&nbsp;dengan jumlah tim sebanyak 30 orang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b363"><strong>Apa inspirasi awal dalam membuat Tumbasin ini? Apakah berdasarkan sebuah permasalahan di masyarakat atau mungkin berdasarkan tren?</strong></h2>



<p id="6089">Tumbasin hadir untuk membantu ekosistem pasar tradisional dengan teknologi. Ide ini terwujud karena melihat turunnya pertumbuhan pasar tradisional dari tahun ke tahun hingga -8%. Padahal pasar tradisional merupakan salah satu hal yang memberikan dampak terhadap pilar ekonomi bangsa dan menggerakkan kehidupan masyarakat. Saat ini, tercatat ada 12 juta pedagang pasar tradisional di 14.000 pasar yang tersebar di 512 kota di Indonesia. Melihat peluang dan potensi yang besar, Tumbasin hadir sebagai solusi untuk mendekatkan pasar tradisional dengan masyarakat melalui aplikasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e9d9"><strong>Sebelum membuat<em>&nbsp;startup</em>, apa pekerjaan/kegiatan Anda sebelumnya? Mengapa memutuskan untuk membuat&nbsp;<em>startup</em>?</strong></h2>



<p id="6106">Di akhir tahun 2016, kami mengikuti program 1000 Startup Digital. Di sana, kami bertiga, dengan latar belakang yang berbeda satu sama lain, berkenalan dan akhirnya bersepakat untuk membuat sebuah tim. Dengan dipimpin oleh CEO Bayu Mahendra Saubig, yang sebelumnya bekerja 8 tahun di salah satu BUMN, lalu Muhammad Fuad Hasbi dengan latar belakang pendidikan statistik dan pengalaman kerja di media harian, serta Tri Asworo Mituhu dengan&nbsp;<em>background</em>&nbsp;pendidikan Sistem Informasi.</p>



<p id="4fec">Kami yakin, dengan visi yang selaras, yakni membantu pasar tradisional untuk bisa&nbsp;<em>go online</em>, maka kami dapat membantu meningkatkan perekonomian dari sektor terkecil, yaitu melalui pasar tradisional.</p>



<p id="2cca">Alasan terbesar kami mengapa memilih pasar tradisional adalah, karena masalah ini harus diselesaikan oleh banyak pihak. Tidak hanya menunggu pemerintah dalam membangun infrastruktur fisiknya saja, tetapi juga tetapi juga membutuhkan peran dari sisi pedagang dalam meningkatkan penjualan, serta sinergi dari Tumbasin melalui penyediaan sarana teknologi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d761"><strong>Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis Tumbasin? Apakah tantangan itu sudah diprediksi sebelumnya atau di luar prediksi?</strong></h2>



<p id="b706">Kami realistis bahwa tantangan akan selalu ada. Namun, dengan persiapan dan perencanaan yang baik, kami akan lebih siap untuk menghadapinya. Terkait dengan hal itu, tantangan seperti saat validasi&nbsp;<em>customer&nbsp;</em>yang tepat, efisiensi modal, hingga akhirnya mendapatkan&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;awal melalui pesan Whatsapp di awal tahun 2017. Dari sini lah, kami mulai bertumbuh dengan mengawali langkah dari pembuatan website hingga ke aplikasi setelah melalui proses riset yang cukup panjang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0b28"><strong>Bagaimana perkembangan Tumbasin saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan sekarang ini?</strong></h2>



<p id="0e68">Tumbasin kini sudah hadir di 8 kota di Indonesia, yakni di Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang Selatan, Malang, dan Makassar. Jumlah pasar tradisional yang sudah bekerja sama dengan Tumbasin sebanyak 33 pasar. Fokus Tumbasin saat ini adalah meningkatkan jumlah pengguna hingga akhir tahun 2020 di 8 kota tersebut. Selain itu bisa terus menambah pasar tradisional lain untuk bisa bergabung bersama Tumbasin.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d638"><strong>Apa keunikan utama yang ditawarkan Tumbasin bagi penggunanya?</strong></h2>



<p id="487a">Tumbasin sifatnya&nbsp;<em>hyperlocal</em>. Kami menjadikan pasar tradisional sebagai&nbsp;<em>channel</em>&nbsp;operasional kami. Di mana Tumbasin menjadikan pasar tradisional sebagai titik pengambilan barang serta para pedagang pasar sebagai mitra utama. Keunikan yang kami unggulkan adalah menjamin kualitas dan garansi produk kembali jika terbukti barang yang diterima&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;kurang memuaskan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1017" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_IyyQGwXyEalr0KG8-1024x1017.png" alt="" class="wp-image-4720" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_IyyQGwXyEalr0KG8-1024x1017.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_IyyQGwXyEalr0KG8-300x298.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_IyyQGwXyEalr0KG8-150x150.png 150w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_IyyQGwXyEalr0KG8-768x763.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_IyyQGwXyEalr0KG8.png 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="ab1b"><strong>Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan Tumbasin?</strong></h2>



<p id="ab5c">Peran besar Tumbasin sehingga dapat berkembang hingga saat ini tidak terlepas dari&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;yang solid dan bersedia untuk saling mendengarkan jika ada kritik atau saran. Selain itu, kami sadar bahwa dengan membuka&nbsp;<em>networking</em>&nbsp;yang luas, kami bisa mendapatkan banyak masukan dari mentor-mentor yang sudah berpengalaman sebelumnya, juga melakukan iterasi untuk setiap permasalahan agar bisa tercapai solusinya.</p>



<p id="c2d9">Di sisi operasional, kami memastikan pelayanan yang memuaskan bagi customer. Sehingga setiap bulannya, pengguna Tumbasin bisa terus meningkat dengan upaya dan strategi yang telah kami terapkan dan evaluasi secara berkala.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_h6FxWw8LI45pdFaN-1024x683.png" alt="" class="wp-image-4719" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_h6FxWw8LI45pdFaN-1024x683.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_h6FxWw8LI45pdFaN-300x200.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_h6FxWw8LI45pdFaN-768x512.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/07/0_h6FxWw8LI45pdFaN.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="0c6d"><strong>Apa pencapaian terbesar yang diraih Tumbasin?</strong></h2>



<p id="0ac2">Sejak pandemi Covid19, kami mengerti bahwa perilaku berbelanja&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;mengalami pergeseran besar. Dari sini, Tumbasin hadir sebagai solusi agar&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;dapat berbelanja di pasar tradisional tanpa harus keluar rumah. Selain itu, kami bisa melakukan ekspansi ke beberapa kota sejak bulan April 2020 dan dipercaya oleh 2 pemerintah kota, yaitu pemerintah kota Semarang dan Malang untuk melakukan digitalisasi terhadap pasar-pasar tradisional.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d19a"><strong>Apa prioritas utama dari Tumbasin dalam 2 tahun mendatang?</strong></h2>



<p id="cefb">Tumbasin fokus untuk menambah&nbsp;<em>base customer&nbsp;</em>di tiap kota operasional. Target Tumbasin di awal 2022 adalah bisa beroperasi di 500 pasar tradisional di 30 kota di Indonesia.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7e8b"><strong>Apa mimpi terbesar Anda untuk Tumbasin?</strong></h2>



<p id="e3d1">Kami punya keinginan agar Tumbasin bisa beroperasi di seluruh pasar tradisional di Indonesia, yaitu di 512 kota dan kabupaten. Selanjutnya, Tumbasin bisa menjadi solusi utama yang menghubungkan dan mempertemukan pasar tradisional dengan kebutuhan harian masyarakat Indonesia. Dengan ini, pasar tradisional akan memiliki daya saing yang lebih di era dengan pertumbuhan teknologi pesat seperti saat ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://www.youtube.com/watch?v=RjY2TulldPM
</div></figure>



<p id="695e">Tulisan ini juga dipublikasikan pada&nbsp;<a href="https://1000startupdigital.id/bukusaku-rintisan/">Buku Saku RINTISAN</a>&nbsp;Volume 3.</p>



<p id="3cb0"><a href="https://1000startupdigital.id/"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a>&nbsp;adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em>&nbsp;The Digital Energy of Asia</em>&nbsp;dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p id="43b4">Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong&nbsp;<em>early-stage startup</em>&nbsp;pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p id="e074">Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Aulia Mahiranissa</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tumbasin-belanja-di-pasar-dalam-satu-aplikasi/">Tumbasin: Belanja di Pasar dalam Satu Aplikasi</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
