<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>User Research Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/user-research/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/user-research/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Dec 2021 06:31:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>User Research Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/user-research/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kamu Perlu Tahu: Menggali Insight Lewat Proses Sintesis</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kamu-perlu-tahu-menggali-insight-lewat-proses-sintesis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2021 04:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Design Research]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Synthesis]]></category>
		<category><![CDATA[User Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5128</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam&#160;design research,&#160;keterampilan membuat&#160;synthesis&#160;sangatlah diperlukan.&#160;Synthesis&#160;sendiri pada umumnya adalah merangkum intisari dari proses pengumpulan data yang berasal dari beberapa sumber.&#160;Synthesis&#160;atau dalam bahasa Indonesia disebut sintesis, adalah komposisi dari bagian atau elemen yang dapat membentuk satu kesatuan. Salah satu cara untuk membuat sintesis menggunakan&#160;affinity diagram&#160;atau diagram afinitas. Affinity diagram&#160;bertujuan untuk mengumpulkan gagasan, opini, masalah, yang semuanya berasal dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kamu-perlu-tahu-menggali-insight-lewat-proses-sintesis/">Kamu Perlu Tahu: Menggali Insight Lewat Proses Sintesis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*HKXoQbh66Q33Xdqr" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@joszczepanska?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Jo Szczepanska</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure>



<p id="7b7c">Dalam&nbsp;<em>design research,&nbsp;</em>keterampilan membuat&nbsp;<em>synthesis&nbsp;</em>sangatlah diperlukan.&nbsp;<em>Synthesis&nbsp;</em>sendiri pada umumnya adalah merangkum intisari dari proses pengumpulan data yang berasal dari beberapa sumber.&nbsp;<em>Synthesis&nbsp;</em>atau dalam bahasa Indonesia disebut sintesis, adalah komposisi dari bagian atau elemen yang dapat membentuk satu kesatuan. Salah satu cara untuk membuat sintesis menggunakan&nbsp;<em>affinity diagram&nbsp;</em>atau diagram afinitas.</p>



<p id="3b5d"><em>Affinity diagram&nbsp;</em>bertujuan untuk mengumpulkan gagasan, opini, masalah, yang semuanya berasal dari data verbal. Dalam&nbsp;<em>affinity diagram,&nbsp;</em>seluruh data verbal ini kemudian dibagi menjadi beberapa kategori sesuai dengan jenis kelompoknya.</p>



<p id="52c1"><em>For your information, affinity diagram&nbsp;</em>ini juga disebut dengan metode KJ, yang diambil dari penemunya yaitu Kawakita Jiro pada tahun 1960-an. Metode&nbsp;<em>affinity diagram&nbsp;</em>biasanya digunakan jika terdapat banyak masalah atau situasi yang&nbsp;<em>chaotic.&nbsp;</em>Dengan dilakukannya metode ini, harapannya dapat menghasilkan solusi dan strategi yang tepat dari seluruh pihak yang terlibat dalam organisasi.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*ttCYoov7E69DJVep" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@jamesponddotco?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">James Pond</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="4493">Sebelum memulai metode ini, ada beberapa hal yang perlu disiapkan lebih dulu,&nbsp;<em>nih,&nbsp;</em>antara lain&nbsp;<em>sticky notes,&nbsp;</em>alat tulis, karton manila atau permukaan yang luas untuk membuat klasifikasi kategori (bisa juga menggunakan papan tulis, meja yang luas, atau di lantai).</p>



<p id="6e67">Selain membutuhkan peralatan, ada beberapa&nbsp;<em>skills</em>&nbsp;yang dibutuhkan untuk mengubah data menjadi&nbsp;<em>insights</em>, beberapa diantaranya adalah:</p>



<p id="47cc">&#8211; Data yang akurat yang dikumpulkan dari proses&nbsp;<em>user research</em></p>



<p id="bc2f">&#8211; Pengetahuan tentang psikologi dan perilaku manusia</p>



<p id="0dc9">&#8211; Pengetahuan tentang domain (industri, bisnis terkait, dan produk)</p>



<p id="be17">&#8211; Empati</p>



<p id="9656">&#8211; Ketelitian untuk menganalisis data berulang kali</p>



<p id="fc1c">Supaya lebih ringkas,&nbsp;<em>affinity diagram&nbsp;</em>dapat disederhanakan melalui 4 tahap seperti berikut:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*-eCbqkjMhR52e6Km" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@olloweb?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Agence Olloweb</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="f72c">1. Meringkas Data</p>



<p id="6396">Dari setiap sesi diskusi yang sudah berjalan dan catatan yang sudah dikumpulkan, cari setiap poin dari seluruh informasi. Agar lebih fokus, kamu dapat menuliskan satu poin informasi dalam satu&nbsp;<em>sticky notes.&nbsp;</em>Usahakan tulis secara singkat namun mencakup satu masalah yang dibahas ke dalam satu&nbsp;<em>sticky notes.&nbsp;</em>Gunanya adalah agar nantinya kamu tidak kesulitan dalam mengelompokkan ke dalam beberapa kategori.</p>



<p id="1a8e">2. Menemukan Pola</p>



<p id="dda5">Setelah mengumpulkan keseluruhan informasi, baca satu per satu dari informasi yang tertulis di&nbsp;<em>sticky notes.&nbsp;</em>Pahami keseluruhan bagian dari setiap informasi yang ada, kemudian temukan pola yang saling berkaitan satu sama lain. Kelompokkan pola tersebut ke dalam beberapa kategori, contohnya saja kategori&nbsp;<em>pain points,&nbsp;</em>demografi,&nbsp;<em>workflow,&nbsp;</em>dan lain-lain. Contohnya adalah sebagai berikut:</p>



<p id="896c">Informasi yang ada di dalam&nbsp;<em>sticky notes&nbsp;</em>adalah:</p>



<p id="6764">&#8211; Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP)</p>



<p id="60d2">&#8211;&nbsp;<em>Job description&nbsp;</em>saling bertabrakan</p>



<p id="c79f">&#8211; Tidak adanya pelatihan karyawan</p>



<p id="12e2">&#8211; Perputaran uang lambat</p>



<p id="f534">&#8211; Jumlah karyawan sedikit</p>



<p id="bab6">&#8211; Bahan baku sering datang terlambat</p>



<p id="33e9">&#8211; Piutang yang macet</p>



<p id="4e2d">Dari sekumpulan informasi di atas, kita dapat menemukan pola yang saling berkaitan. Kemudian membaginya ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:</p>



<p id="c149">Kategori Sistem:</p>



<p id="e3b7">&#8211; Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP)</p>



<p id="fef3">&#8211;&nbsp;<em>Job description&nbsp;</em>saling bertabrakan</p>



<p id="227b">Kategori Sumber Daya Manusia:</p>



<p id="a13f">&#8211; Tidak adanya pelatihan karyawan</p>



<p id="9477">&#8211; Jumlah karyawan sedikit</p>



<p id="6209">Kategori Keuangan:</p>



<p id="001c">&#8211; Piutang yang macet</p>



<p id="7b6c">&#8211; Perputaran uang lambat</p>



<p id="f538">Kategori Operasional:</p>



<p id="7d0d">&#8211; Bahan baku sering datang terlambat</p>



<p id="ed2d">3. Membuat&nbsp;<em>Insights</em></p>



<p id="8bb3">Selanjutnya adalah langkah untuk membuat&nbsp;<em>insights.&nbsp;</em>Tips paling mudah untuk dapat menggali&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>adalah dengan mencermati dalam setiap kepingan data yang berbeda, apakah mereka saling berkaitan satu sama lain. Kemudian apa saja yang mendasari perilaku dan kebutuhannya. Lalu kamu dapat mengatur ulang&nbsp;<em>sticky notes&nbsp;</em>sebelumnya menjadi beberapa&nbsp;<em>insights.&nbsp;</em>Untuk memperjelas saat menggali&nbsp;<em>insights,&nbsp;</em>kamu bisa menggunakan&nbsp;<em>format&nbsp;</em>pertanyaan seperti ini:</p>



<p id="e921">(<em>User</em>) perlu (<em>Sesuatu</em>) untuk mencapai (<em>Tujuan</em>)</p>



<p id="fcad">Namun, bagaimana cara menggali&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>yang nantinya relevan dan berdampak pada hasil penelitian?</p>



<p id="698f">Memang&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>yang dihasilkan akan berbeda-beda pada setiap orang. Akan tetapi, kamu dapat mencoba menemukan&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>melalui beberapa perspektif seperti:</p>



<p id="26ad">&#8211;&nbsp;<em>Insights&nbsp;</em>yang digali merupakan ide baru yang sama sekali berbeda dan melawan asumsi lama</p>



<p id="78f7">&#8211;&nbsp;<em>Insights&nbsp;</em>merupakan kebutuhan dan masalah yang dialami oleh&nbsp;<em>user&nbsp;</em>dan tidak dapat diterjemahkan secara&nbsp;<em>verbal</em></p>



<p id="5bf3">&#8211;&nbsp;<em>Insights&nbsp;</em>adalah sekumpulan fakta-fakta yang tersembunyi, contohnya saja seperti bagaimana alur berpikir konsumen sebelum memutuskan untuk membeli produk.</p>



<p id="3f60">4. Mengubah<em>&nbsp;Insight&nbsp;</em>ke Format yang Sesuai</p>



<p id="f6a3">Setelah kamu menemukan&nbsp;<em>insights,&nbsp;</em>selanjutnya kamu dapat mengubahnya ke dalam format yang sesuai agar dapat dibaca oleh orang lain. Beberapa&nbsp;<em>output&nbsp;</em>yang umum dalam&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>adalah&nbsp;<em>user persona, journey map,&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>empathy map.</em></p>



<p id="2b57">Semoga dengan empat langkah di atas, dapat membantumu untuk membuat sintesis dan menggali&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>dari&nbsp;<em>user,&nbsp;</em>ya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Sofy Nito.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kamu-perlu-tahu-menggali-insight-lewat-proses-sintesis/">Kamu Perlu Tahu: Menggali Insight Lewat Proses Sintesis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makin Mudah Riset dengan Membuat Rencana User Research</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/makin-mudah-riset-dengan-membuat-rencana-user-research/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2021 04:46:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Research And Development]]></category>
		<category><![CDATA[User Experience]]></category>
		<category><![CDATA[User Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada yang bilang, gagal dalam perencanaan itu berarti merencanakan kegagalan. Langsung terjun ke user untuk minta feedback bagi produkmu tanpa merencanakan apa saja yang ingin dicari tahu dan apa langkah selanjutnya, itu bisa jadi tindakan yang membuang waktumu karena tidak jelas di awal dari apa yang ingin dicapai. Maka dari itu, saat akan melakukan riset, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/makin-mudah-riset-dengan-membuat-rencana-user-research/">Makin Mudah Riset dengan Membuat Rencana User Research</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ada yang bilang, gagal dalam perencanaan itu berarti merencanakan kegagalan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*8D8jSOIvtDAGGB35" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@diggitymarketing?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Diggity Marketing</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="589a">Langsung terjun ke user untuk minta feedback bagi produkmu tanpa merencanakan apa saja yang ingin dicari tahu dan apa langkah selanjutnya, itu bisa jadi tindakan yang membuang waktumu karena tidak jelas di awal dari apa yang ingin dicapai.</p>



<p id="85c7">Maka dari itu, saat akan melakukan riset, kamu membutuhkan rencana&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>(RUR). Sebenarnya, RUR ini seperti panduan atau kerangka awal yang dibentuk bersama oleh tim. Jadi, saat nanti eksekusi, tim internal punya satu panduan yang sama sehingga memudahkan jalannya proses riset.</p>



<p id="2602"><strong>Mengapa harus membuat RUR?</strong></p>



<p id="4698">Banyak kasus riset terjadi setelah 2–3 minggu&nbsp;<em>project&nbsp;</em>berjalan,&nbsp;<em>scope&nbsp;</em>akan berubah menjadi terlalu luas dan tidak sesuai dengan fokus yang menjadi sasaran penelitian. Hal ini tentu saja akan mengubah lanskap riset dan arahnya menjadi tidak jelas. Selain itu, kesalahan yang terjadi membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa dikoreksi sehingga&nbsp;<em>timeline&nbsp;</em>yang sudah ditetapkan bisa mundur. Oleh karena itu, dengan membuat panduan melalui RUR, diharapkan&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>yang dikerjakan akan sesuai dengan pelaksanaan karena kerangkanya sudah dirumuskan terlebih dahulu.</p>



<p id="4af7"><strong>Lantas, gimana sih, cara bikin RUR?</strong></p>



<p id="0a06">Yuk, kita cek dulu tahap-tahapnya!</p>



<p id="fd85">Penjelasan di bawah ini sekaligus bisa jadi&nbsp;<em>template&nbsp;</em>supaya kamu lebih mudah saat akan bikin RUR, ya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*4W6Lo8DscuZKYBXL" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@georgiadelotz?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Georgia de Lotz</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="c621">1. Latar Belakang</p>



<p id="65b2">Isinya sedikit penjelasan singkat tentang apa dan mengapa penelitian ini dilakukan. Ibarat sebuah bangunan, ini pondasi yang paling pertama harus dibahas oleh tim sebelum memulai riset.</p>



<p id="cf49">2. Anggota</p>



<p id="57bb">Kamu bisa menulis siapa saja orang yang terlibat di dalam riset. Contohnya anggota tim internal seperti desainer, programmer, dan lain-lain.</p>



<p id="d1b9">3. Tujuan Penelitian</p>



<p id="bc16">Biasa disebut dengan&nbsp;<em>objective,&nbsp;</em>atau hasil apa yang ingin dicapai dari riset. Pada intinya,&nbsp;<em>output&nbsp;</em>riset akan bisa terjawab dari tujuan penelitian yang sudah ditentukan di awal.</p>



<p id="e605">4. Metode Penelitian</p>



<p id="c58e">Metode penelitian yang tepat akan membantumu menjawab tujuan penelitian. Misalnya saja untuk mengevaluasi produk atau prototipe, maka menggunakan metode&nbsp;<em>usability testing.&nbsp;</em>Beberapa metode lain yang kerap digunakan untuk&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>adalah melakukan&nbsp;<em>interview,&nbsp;</em>mengisi kuesioner, atau melakukan&nbsp;<em>focus group discussion.</em></p>



<p id="9d5d">5. Tujuan Bisnis</p>



<p id="8f62">Di bagian ini, kamu bisa mengisikan&nbsp;<em>key performance indicator&nbsp;</em>(KPI) dari sisi bisnis yang terkena dampak dari&nbsp;<em>user research.&nbsp;</em>Misalnya saja&nbsp;<em>revenue&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>acquisition.</em></p>



<p id="a69d">6. Peserta</p>



<p id="443a">Tulis siapa saja target pesertamu. Jangan lupa juga tentukan demografi, geografi, dan juga&nbsp;<em>list user&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>non-user.</em></p>



<p id="b848">7. Panduan wawancara</p>



<p id="4853">Kamu dapat menuliskan daftar pertanyaan di bagian ini serta beberapa&nbsp;<em>rules&nbsp;</em>yang mendukung saat wawancara, ya.</p>



<p id="9613">8.&nbsp;<em>Timeline</em></p>



<p id="dfa4">Rentang waktu dimulainya riset hingga selesai</p>



<p id="4542">Agar kamu lebih mudah dalam menyusun RUR, kamu dapat&nbsp;<em>brainstorming&nbsp;</em>dengan&nbsp;<em>product owners, designer&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>programmer,&nbsp;</em>serta tim terkait. Pastikan bahwa kalian semua punya kesepakatan di awal dalam membuat RUR. Ini untuk menghindari terjadinya miskomunikasi yang dapat menjadi kendala saat riset.</p>



<p id="7209">Supaya kamu lebih&nbsp;<em>clear&nbsp;</em>dalam memahami penyusunan RUR, berikut adalah contohnya:</p>



<p id="4e73">Sebuah startup dengan nama ‘Makan Sayur’ menyediakan jasa jual beli sayur dan buah segar. Tim ‘Makan Sayur’ yang terdiri dari&nbsp;<em>researcher&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>designer&nbsp;</em>ingin melakukan riset tentang bagaimana konsumen menggunakan aplikasi untuk membeli sayur dan buah.</p>



<p id="a2e0">Latar Belakang:</p>



<p id="0852">Tim internal ingin mengetahui bagaimana alur konsumen mulai dari kehabisan sayur dan buah segar, memikirkan dimana harus membeli, hingga akhirnya memutuskan untuk belanja melalui aplikasi ‘Makan Sayur’&nbsp;<em>(customer journey).</em></p>



<p id="decc">Anggota:</p>



<p id="2907"><em>Product owner, designer, researcher, programmer</em></p>



<p id="1ac0">Tujuan Penelitian:</p>



<p id="d842">Memahami&nbsp;<em>customer journey&nbsp;</em>secara&nbsp;<em>end-to-end&nbsp;</em>saat mempertimbangkan, memilih, hingga membeli sayur dan buah lewat aplikasi.</p>



<p id="fab4">Metode Penelitian:</p>



<p id="6141">20 kali sesi wawancara, @60 menit</p>



<p id="e27d">Sesi&nbsp;<em>Jobs-to-be-Done</em></p>



<p id="4cf5">Tujuan Bisnis:</p>



<p id="e144">Tingkat retensi konsumen</p>



<p id="22cc">Peserta:</p>



<p id="54ab">n = 20 orang</p>



<p id="e1e6">10 orang&nbsp;<em>user</em></p>



<p id="038b">10 orang&nbsp;<em>non-user</em></p>



<p id="2f5e"><em>Gender&nbsp;</em>laki-laki dan perempuan</p>



<p id="7955">Panduan wawancara:</p>



<p id="d4f6"><em>List&nbsp;</em>pertanyaan dibuat terpisah namun, beberapa diantaranya menggunakan metode TEDW. TEDW adalah pertanyaan yang mampu mengulik jawaban yang deskriptif karena orang akan terpancing untuk bercerita:</p>



<p id="c9c6"><em>Tell me about…&nbsp;</em>(Ceritakan pada saya tentang…)</p>



<p id="f151"><em>Explain…&nbsp;</em>(Tolong jelaskan…)</p>



<p id="11cb"><em>Describe…&nbsp;</em>(Deskripsikan…)</p>



<p id="b8e1"><em>Walk me through…&nbsp;</em>(Bantu saya memahami….)</p>



<p id="4592">Timeline:</p>



<p id="0364">6 minggu untuk semua proses mulai dari mencari kandidat peserta, penelitian kualitatif, analisis, survei, hingga analisis kuantitatif.</p>



<p id="92c2">Setelah itu, jika dirasa perlu, kamu dapat menambahkan lampiran. Di dalamnya bisa memuat informasi yang ditentukan sebelum membuat RUR. Contohnya adalah daftar hipotesis awal atau pemetaan akan poin-poin asumsi. Kamu juga bisa menambahkan hasil&nbsp;<em>meetup&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>Minutes of Meeting&nbsp;</em>(MOM) yang memuat hasil diskusi penting atau beberapa pertimbangan terkait tentang riset.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Sofy Nito.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/makin-mudah-riset-dengan-membuat-rencana-user-research/">Makin Mudah Riset dengan Membuat Rencana User Research</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berapa Jumlah Orang yang Tepat Saat User Research?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/berapa-jumlah-orang-yang-tepat-saat-user-research/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 May 2021 15:09:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Research And Development]]></category>
		<category><![CDATA[User Experience]]></category>
		<category><![CDATA[User Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5124</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukan berdasarkan jumlah kancing baju, ini tips menentukan jumlah user di penelitianmu. Pernahkah kamu merasa kebingungan saat akan menentukan berapa orang yang tepat sebagai sampel dari penelitianmu? Jika jumlah&#160;user&#160;sedikit,&#160;kok&#160;malah ragu, ya? Takutnya nanti&#160;impactnya&#160;nggak&#160;signifikan. Kalau&#160;user&#160;banyak, bakal kewalahan dan ribet nggak, ya? Nah, agar kamu nggak bingung, lebih baik kamu mundur sejenak dan mulai mengingat kembali tujuan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berapa-jumlah-orang-yang-tepat-saat-user-research/">Berapa Jumlah Orang yang Tepat Saat User Research?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*QIMy8QgbPeUJkBsD" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@uxindo?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">UX Indonesia</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="8f44"><em>Bukan berdasarkan jumlah kancing baju, ini tips menentukan jumlah user di penelitianmu.</em></p>



<p id="9135">Pernahkah kamu merasa kebingungan saat akan menentukan berapa orang yang tepat sebagai sampel dari penelitianmu?</p>



<p id="a607">Jika jumlah&nbsp;<em>user</em>&nbsp;sedikit,&nbsp;<em>kok</em>&nbsp;malah ragu, ya? Takutnya nanti&nbsp;<em>impact</em>nya&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>signifikan.</p>



<p id="e30c">Kalau&nbsp;<em>user&nbsp;</em>banyak, bakal kewalahan dan ribet nggak, ya?</p>



<p id="aecf">Nah, agar kamu nggak bingung, lebih baik kamu mundur sejenak dan mulai mengingat kembali tujuan awalmu untuk&nbsp;<em>user research.</em></p>



<p id="b8a7">Misalnya, kamu berniat untuk mendesain produk dari nol. Maka&nbsp;<em>user&nbsp;</em>dengan jumlah yang banyak adalah ide yang tepat. Alasannya karena membuat produk dari nol itu butuh&nbsp;<em>effort&nbsp;</em>yang gede banget. Dengan ini, kamu butuh banyak&nbsp;<em>audience&nbsp;</em>dimana kamu bisa&nbsp;<em>explore&nbsp;</em>perilaku, pengalaman, cara berpikir, pengambilan keputusan dari&nbsp;<em>user,&nbsp;</em>hingga interaksi&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang akan membantu penciptaan produk baru.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*OCI1TNJkTI8RqB2E" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@youxventures?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">You X Ventures</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="7ce6">Namun konsekuensinya dari jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang besar, maka kamu harus punya banyak waktu dan juga menyediakan anggaran dana yang memadai.</p>



<p id="18f1">Lalu, bagaimana jika tujuan penelitiannya untuk melakukan pengembangan fitur? Atau melakukan&nbsp;<em>usability testing</em>? (mengevaluasi&nbsp;<em>user experience</em>).</p>



<p id="28b3">Dengan ini, kamu bisa mengambil sampel<em>&nbsp;user&nbsp;</em>yang jumlahnya kurang dari jika kamu ingin membuat produk mulai dari nol.</p>



<p id="91c5">Tujuannya adalah kamu bisa lebih fokus karena&nbsp;<em>scope&nbsp;</em>penelitiannya tidak terlalu luas.</p>



<p id="0ed8">Dalam merencanakan riset produk, tim internal perlu tahu berapa banyak&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang diperlukan dalam sesi&nbsp;<em>interview.&nbsp;</em>Beberapa tips praktikal yang bisa kamu terapkan saat menentukan jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>adalah sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Mulai dengan lima&nbsp;<em>user&nbsp;</em>terlebih dahulu</li><li>Apabila domain (industri, bisnis terkait, dan produk) lebih kompleks, maka kamu dapat menambah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>sesuai dengan kelipatan angka lima.</li><li>Jika terjadi masalah atau&nbsp;<em>chaos,&nbsp;</em>maka kamu dapat menambahkan satu hingga tiga&nbsp;<em>interview&nbsp;</em>tambahan pada setiap&nbsp;<em>user&nbsp;</em>untuk mengurai masalahnya.</li></ul>



<p id="76d1">Rekomendasi untuk memulai dengan lima&nbsp;<em>user&nbsp;</em>ini dapat berlaku pada semua jenis&nbsp;<em>project,&nbsp;</em>baik itu&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>pada&nbsp;<em>website,&nbsp;</em>pembuatan aplikasi di PC, hingga&nbsp;<em>mobile apps.&nbsp;</em>Alasan mengapa lima&nbsp;<em>user&nbsp;</em>adalah angka yang paling tepat karena punya pengaruh yang signifikan pada&nbsp;<em>return on investment&nbsp;</em>(ROI). Semakin banyak jumlah partisipan yang diikutsertakan saat riset, maka akan meningkatkan anggaran penelitian, namun hasil&nbsp;<em>output&nbsp;</em>yang didapat justru mencapai penurunan.</p>



<p id="ffbf">Sebagai catatan tambahan, ada beberapa pengecualian yang berkaitan dengan banyaknya jumlah partisipan dibandingkan jenis penelitian yang sedang dikerjakan:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Riset kuantitatif untuk statistik: lakukan tes minimal 20&nbsp;<em>user&nbsp;</em>untuk memperoleh angka yang signifikan</li><li>Riset untuk&nbsp;<em>card sorting</em>: uji kepada 15&nbsp;<em>user&nbsp;</em>pada tiap grup</li><li>Riset untuk&nbsp;<em>eyetracking</em>: rekomendasi terbaik untuk jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>adalah 39 orang</li></ul>



<p id="f3fd">Faktor lain yang sangat menentukan banyak sedikitnya sampel<em>&nbsp;</em>saat riset adalah anggaran dan waktu. Bagaimanapun juga, kamu perlu meluangkan banyak waktu untuk melakukan pendekatan kepada&nbsp;<em>user,&nbsp;</em>seperti berkenalan, mengajaknya ikut wawancara, mencocokkan jadwal&nbsp;<em>interview&nbsp;</em>yang tepat, tahap wawancara, hingga analisis. Sama halnya dengan anggaran, semakin banyak jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang menjadi&nbsp;<em>target,&nbsp;</em>maka akan semakin besar pula anggaran yang dibutuhkan.</p>



<p id="3780">Jika bisa disimpulkan, jumlah sampel yang dibutuhkan saat penelitian sifatnya sangat kondisional. Misalkan dalam sebuah&nbsp;<em>project&nbsp;</em>A<em>,&nbsp;</em>5 orang&nbsp;<em>user&nbsp;</em>bisa memberikan hasil yang signifikan bagi tim desain dan&nbsp;<em>researcher.&nbsp;</em>Namun, lain halnya dengan&nbsp;<em>project&nbsp;</em>B yang membutuhkan&nbsp;<em>user&nbsp;</em>sebanyak 100 orang.</p>



<p id="3a52">Untuk memulainya, kamu bisa mencoba dengan 5&nbsp;<em>user&nbsp;</em>terlebih dahulu, dan bisa ditingkatkan sesuai kelipatan (jangan lupa sesuaikan dengan kompleksitas&nbsp;<em>project&nbsp;</em>milikmu, ya).</p>



<p id="8463">Selain itu, sebelum memutuskan jumlah&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang tepat untuk penelitian, ada baiknya kamu mempertimbangkan beberapa faktor berikut:</p>



<p id="18bb">&#8211; Tujuan penelitian (penelitian eksploratif, deskriptif, atau eksplanatif)</p>



<p id="7ab1">&#8211; Seperti apa target&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang kamu tuju</p>



<p id="6249">&#8211;&nbsp;<em>Timeline</em>&nbsp;dan alokasi&nbsp;<em>budget</em></p>



<p id="90f9">&#8211; Jenis penelitian (kuantitatif atau kualitatif)</p>



<p id="a573">Semoga dengan adanya panduan ini, kamu nggak bingung lagi untuk memilih jumlah&nbsp;<em>sampel&nbsp;</em>saat&nbsp;<em>user research,&nbsp;</em>ya!</p>



<p id="9b17"><em>Happy researching!</em></p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Sofy Nito.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berapa-jumlah-orang-yang-tepat-saat-user-research/">Berapa Jumlah Orang yang Tepat Saat User Research?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>User Research dengan Hati, Kunci Sukses Tumbuhkan Empati</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/user-research-dengan-hati-kunci-sukses-tumbuhkan-empati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 May 2021 14:57:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[User Research]]></category>
		<category><![CDATA[UX Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5121</guid>

					<description><![CDATA[<p>“People ignores design that ignores people” -Frank Chimero Planning&#160;udah,&#160;brainstorming&#160;udah, sekarang saatnya&#160;user research! Tapi, apa yang perlu dipersiapkan ya, sebelum melakukan&#160;user research? Kunci sukses dalam menjalani&#160;user research&#160;adalah menaruh empati pada apa yang dialami oleh&#160;user.&#160;Nah, tidak jarang ada startup founder yang melakukan riset hanya untuk menjustifikasi inovasi yang dia buat. Dari sana, ia bias untuk mendengar masukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/user-research-dengan-hati-kunci-sukses-tumbuhkan-empati/">User Research dengan Hati, Kunci Sukses Tumbuhkan Empati</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*fc4D7D9urHFu0rbm8cpP2Q.jpeg" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@dtravisphd?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">David Travis</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/s/photos/user-research?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="b043"><em>“People ignores design that ignores people”</em></p>



<p id="bc2c"><em>-Frank Chimero</em></p>



<p id="b1e7"><em>Planning&nbsp;</em>udah,&nbsp;<em>brainstorming&nbsp;</em>udah, sekarang saatnya&nbsp;<em>user research</em>!</p>



<p id="cef7">Tapi, apa yang perlu dipersiapkan ya, sebelum melakukan&nbsp;<em>user research</em>?</p>



<p id="c1f5">Kunci sukses dalam menjalani&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>adalah menaruh empati pada apa yang dialami oleh&nbsp;<em>user.&nbsp;</em>Nah, tidak jarang ada startup founder yang melakukan riset hanya untuk menjustifikasi inovasi yang dia buat. Dari sana, ia bias untuk mendengar masukan dari user, hanya fokus mencari pembenaran atau kalimat dukungan dari user yang membuktikan bahwa inovasi yang dibuat itu memang dibutuhkan. Wah, bahaya banget kan! Makanya, latih dulu rasa empatimu, berikut adalah cara yang bisa kamu coba!</p>



<p id="2734"><strong>1. Jadi Pendengar yang Baik</strong></p>



<p id="eb31">Sepertinya ini terlihat mudah, ya? Namun, menjadi pendengar yang baik, ternyata cukup sulit,&nbsp;<em>lho</em>! Ini karena otak manusia cenderung menyetujui apa yang menjadi keyakinannya. Apabila kita mendengarkan orang lain, maka kadang muncul opini atau rasa ingin menyanggah. Atau bahkan kadang pengen banget komen, barang sedikit aja.</p>



<p id="a106">Nyatanya, sebagai&nbsp;<em>researcher, skill&nbsp;</em>mendengar ini harus dilatih. Dengan belajar mendengarkan orang lain, maka kamu sekaligus belajar tentang menjadi objektif dan fokus terhadap apa yang&nbsp;<em>user</em>&nbsp;utarakan.</p>



<p id="07cd"><strong>2. Buang Jauh Ego</strong></p>



<p id="7bb1">Sifat dasar manusia adalah menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Hal ini yang bisa menghambat proses empati saat&nbsp;<em>user research.&nbsp;</em>Cobalah untuk menampilkan sikap terbuka saat melakukan&nbsp;<em>user research.&nbsp;</em>Biasanya, gestur dan gerak-gerik&nbsp;<em>user&nbsp;</em>akan mirip dengan&nbsp;<em>researcher.&nbsp;</em>Apabila kamu sanggup membuang jauh ego, membuka diri, dan menerima segala jawaban dengan cermat, ini bisa membuat&nbsp;<em>user&nbsp;</em>merasa nyaman sehingga hasil yang didapat akan lebih padat informasi.</p>



<p id="048e"><strong>3. Penuh dengan Rasa Ingin Tahu</strong></p>



<p id="5200">Penuhi pikiran dengan rasa ingin tahu. Dengan ini, kamu akan semakin terbuka dengan adanya pertanyaan detail yang nantinya merujuk pada&nbsp;<em>insight</em>. Anggap bahwa kamu tidak tahu apapun tentang topik kali ini, walaupun kamu sudah mempersiapkannya dengan sangat matang. Seperti kata Steve Jobs,&nbsp;<em>“Stay hungry, stay foolish”</em>.</p>



<p id="078c">Untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kamu bisa melibatkan seluruh indera untuk larut dalam proses selama&nbsp;<em>user research.&nbsp;</em>Ini akan menumbuhkan&nbsp;<em>sense of belonging&nbsp;</em>yang tinggi karena kamu punya rasa ikut serta dalam prosesnya.</p>



<p id="cb7c"><strong>4. Jam Terbang Observasi</strong></p>



<p id="c7c2"><em>“Practice makes perfect”</em></p>



<p id="d096"><em>Quotes&nbsp;</em>di atas gak pernah bohong.</p>



<p id="477d">Menumbuhkan rasa empati waktu&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>bisa banget dilakukan kalau kamu sering melakukan&nbsp;<em>user research.</em></p>



<p id="92de">Yash, semakin lama kamu berhadapan dengan&nbsp;<em>user,&nbsp;</em>memilah pertanyaan yang tepat, mendengarkan orang berbicara, sampai analisis informasi yang didapat, akan meningkatkan rasa empatimu. Contohnya, dari sebuah studi wawancara, kamu sangat bisa mengeksplorasi banyak hal dari kegiatan tersebut. Sebutlah mengamati gerak-gerik&nbsp;<em>user,&nbsp;</em>membaca bahasa tubuh, ekspresi non-verbal yang menyimpan pesan tersendiri, hingga raut wajah yang ditampilkan. Dengan melakukan ini secara terus menerus, sebagai&nbsp;<em>researcher&nbsp;</em>akan bisa peka terhadap apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dialami oleh&nbsp;<em>user.</em></p>



<p id="4e93"><strong>5. Tukar Posisi</strong></p>



<p id="294b">Kamu dapat memposisikan diri sebagai&nbsp;<em>user&nbsp;</em>yang punya masalah. Latih kemampuan menempatkan diri ini agar bisa merasakan apa yang mereka alami. Ini bertujuan agar produk yang dibuat bukan hanya terlihat bagus secara tampilan saja, namun memang benar-benar tepat guna. Salah satu trik terbaik yang bisa diterapkan adalah memancing rasa kepedulian terhadap&nbsp;<em>user.&nbsp;</em>Jika kamu peduli, maka secara naluriah akan timbul keinginan untuk melakukan tindakan dan turun tangan untuk mengatasi masalah&nbsp;<em>user.</em></p>



<p id="7385">Nah, itu dia lima cara yang dapat kamu coba untuk mengasah rasa empatimu sebelum terjun melakukan&nbsp;<em>user research</em>. Memang tidak mudah untuk mencoba menerapkan kebiasaan baru, tapi ya mulai aja dulu, latih satu persatu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><meta charset="utf-8"><em>— Tulisan dibuat oleh Sofy Nito.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/user-research-dengan-hati-kunci-sukses-tumbuhkan-empati/">User Research dengan Hati, Kunci Sukses Tumbuhkan Empati</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, Ini 7 Kesalahan Saat User Research</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/hati-hati-ini-7-kesalahan-saat-user-research/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 May 2021 14:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Research And Development]]></category>
		<category><![CDATA[User Research]]></category>
		<category><![CDATA[User Research Resources]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5119</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah berapa kali kamu melakukan&#160;user research? Belasan kali? Puluhan kali? User research&#160;yang dilakukan berulang-ulang namun kualitasnya kurang oke, rasanya jadi percuma. Pernah dengar istilah ini nggak,&#160;“Quality over quantity”? Ini istilah yang tepat banget diaplikasikan ke&#160;user research. User research&#160;tahap yang krusial banget buat dilakukan namun rawan terjadi kesalahan. Atau mungkin selama ini kamu pernah melakukan kesalahan&#160;user [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hati-hati-ini-7-kesalahan-saat-user-research/">Hati-hati, Ini 7 Kesalahan Saat User Research</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*BWP3GOA_MTOCMaOS" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@uxindo?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">UX Indonesia</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure>



<p id="27da">Sudah berapa kali kamu melakukan&nbsp;<em>user research</em>?</p>



<p id="b6eb">Belasan kali? Puluhan kali?</p>



<p id="0d39"><em>User research&nbsp;</em>yang dilakukan berulang-ulang namun kualitasnya kurang oke, rasanya jadi percuma. Pernah dengar istilah ini nggak,&nbsp;<em>“Quality over quantity”</em>?</p>



<p id="8a3c">Ini istilah yang tepat banget diaplikasikan ke&nbsp;<em>user research.</em></p>



<p id="245d"><em>User research&nbsp;</em>tahap yang krusial banget buat dilakukan namun rawan terjadi kesalahan. Atau mungkin selama ini kamu pernah melakukan kesalahan&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>tapi nggak sadar kalau itu salah. Supaya nggak ngulangin lagi dan bisa menghindari, cermati lebih dalam yuk tentang 7 kesalahan&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>berikut ini:</p>



<p id="1ef1"><strong>1. Kredibilitas</strong></p>



<p id="d72f">Tanda kalau kesalahan kredibilitas terjadi adalah menanyakan apa yang&nbsp;<em>user&nbsp;</em>inginkan dan meyakini bahwa jawaban tersebut benar. Bisa jadi yang mereka katakan hanya opini pribadi. Kesalahan ini terjadi karena pertanyaan yang diajukan saat&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>juga kurang tepat. Contoh pertanyaan yang salah:</p>



<p id="bc58">Dari ketiga jenis produk ini, mana yang paling kamu sukai? Dan mengapa?</p>



<p id="6dc5">Cara untuk mengetahui apa yang orang inginkan, adalah bukan dengan menanyakan langsung ke orang yang bersangkutan.</p>



<p id="bbd7">Lantas, bagaimana caranya?</p>



<p id="0762">Cara paling tepat untuk mendapatkan hasil&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>adalah dengan observasi. Amati objek dan lakukan analisis. Proses ini akan menghasilkan&nbsp;<em>insight</em>&nbsp;yang membawa pada sebuah hipotesis. Salah satu cara untuk observasi adalah dengan menganalisis bagaimana masalah tersebut berhasil dipecahkan.</p>



<p id="cd89"><strong>2. Dogmatisme</strong></p>



<p id="2f72">“Kalau banyak orang yang percaya, berarti hal itu benar adanya”</p>



<p id="42a0">Nah kalimat itu adalah kesalahan&nbsp;<em>dogmatis&nbsp;</em>yang bisa terjadi saat&nbsp;<em>user research.&nbsp;</em>Secara lebih jelasnya, dogmatisme adalah kecenderungan untuk percaya tanpa berpikir terlebih dahulu karena banyak orang yang mempercayai hal tersebut.</p>



<p id="ad40">Contohnya, banyak orang percaya bahwa salah satu cara&nbsp;<em>user research</em>&nbsp;yang tepat dengan melakukan survey. Kenapa orang percaya? Karena banyak orang yang melakukan survey sehingga cenderung mereka menganggap survey adalah metode yang paling tepat. Padahal sebenarnya masih ada cara lain untuk melakukan&nbsp;<em>user research</em>, contohnya dengan wawancara dan riset melalui&nbsp;<em>website</em>.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*LK4vEcMYRg84muzh" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@dtravisphd?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">David Travis</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure>



<p id="7537"><strong>3. Bias</strong></p>



<p id="bd1c">Bias bisa terjadi jika terdapat kesalahan sistematis dalam memahami pikiran seseorang dengan cara yang tidak sama.</p>



<p id="f4c6">Ada beberapa jenis bias yang dapat terjadi. Antara lain, bias seleksi, adalah kesalahan sistematik karena keliru dalam memilih subjek. Setelah itu ada bias informasi, yang muncul karena informasi yang dikumpulkan dari subjek penelitian tidak tepat.</p>



<p id="4945">Yang ketiga ada bias recall. Terjadi karena responden salah mengingat dan melaporkan paparan yang dia alami.</p>



<p id="3969">Agar terhindar dari bias, kamu dapat melakukan wawancara tanpa landasan minat pribadi. Karena pada tujuannya,&nbsp;<em>user research</em>&nbsp;dilakukan untuk menggali kebenaran, bukan mendapatkan hasil yang diinginkan.</p>



<p id="f72f"><strong>4. Obskurantisme</strong></p>



<p id="209e">Mungkin memang istilahnya agak susah disebutkan, ya. Tapi maksudnya adalah, tindakan yang sengaja memberikan informasi dengan tidak lengkap dengan tujuan agar tidak ada yang tanya atau&nbsp;<em>follow up.&nbsp;</em>Jadi sebenarnya sengaja membangun ketidaktahuan agar informasi yang benar hanya diketahui oleh pihak tertentu.</p>



<p id="9f37">Cara agar tidak terjebak dalam dosa ini adalah membangun budaya yang fokus kepada&nbsp;<em>user.&nbsp;</em>Ini semua dilakukan agar saat&nbsp;<em>user research,&nbsp;</em>semua orang punya tanggung jawab yang sama besarnya untuk terlibat dengan&nbsp;<em>user.</em></p>



<p id="12fc"><strong>5. Kemalasan</strong></p>



<p id="97fd">Mager atau males jadi alasan yang dapat mengganggu segala aspek, termasuk dalam&nbsp;<em>user research, lho.</em></p>



<p id="7ab7">Contoh kemalasan saat&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>adalah tidak mau repot untuk mencari data baru, karena persona hampir mirip dengan studi kasus&nbsp;<em>project&nbsp;</em>sebelumnya. Akibatnya, tim desain dan&nbsp;<em>researcher&nbsp;</em>menggunakan data lama karena&nbsp;<em>case</em>nya mirip, seolah-olah ini sah buat dilakukan. Padahal, kemalasan cari data&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>seharusnya dihindari banget supaya kita bisa dapat informasi yang valid.</p>



<p id="4029"><strong>6. Ketidakjelasan</strong></p>



<p id="e63e">Ini bisa terjadi karena tim yang gagal fokus saat merencanakan pertanyaan utama pada&nbsp;<em>user research.&nbsp;</em>Melalui&nbsp;<em>user research,&nbsp;</em>kamu dapat&nbsp;<em>explore&nbsp;</em>banyak hal melalui pertanyaan yang banyak namun lebih lengkap. Ibaratnya, kamu fokus untuk melihat&nbsp;<em>big picture,</em>&nbsp;sekaligus menaruh perhatian lebih kepada hal yang detail.</p>



<p id="0133"><strong>7. Keangkuhan</strong></p>



<p id="229d">Angkuh yang dimaksud di sini adalah kebanggaan terhadap hasil yang didapat dari&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>secara berlebihan. Misalnya, saat laporanmu sudah selesai, tentu saja ada rasa bangga karena telah berhasil menyelesaikan&nbsp;<em>user research.&nbsp;</em>Selanjutnya, karena sudah merasa puas akan hasil pencapaian, maka kamu berhenti melakukan proses analisis. Kesalahan ini yang sebaiknya tidak dilakukan. Karena poin setelah membuat laporan&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>adalah mengubah data menjadi informasi yang diolah menjadi&nbsp;<em>insight&nbsp;</em>untuk pengembangan produk.</p>



<p id="7062">Gimana, ada berapa poin yang “menyentil”-mu? Tidak apa-apa kalau kamu menemukan beberapa poin itu relevan dengan apa yang kamu lakukan. Sudah merupakan langkah yang baik untuk memahami kekurangan diri, supaya selalu ada yang dapat kamu tingkatkan lagi! Menjadi orang yang telat mengetahui itu lebih baik daripada menjadi orang yang tidak tahu kalau ia tidak tahu.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hati-hati-ini-7-kesalahan-saat-user-research/">Hati-hati, Ini 7 Kesalahan Saat User Research</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
