<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tim Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/tim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/tim/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Oct 2022 02:11:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Tim Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/tim/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimana Mengembangkan Jenjang Karir di Startup?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengembangkan-jenjang-karir-di-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2022 07:42:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Human Capital]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7759</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah kah kamu mengalami ada di persimpangan jalan, “harus bagaimana lagi ya, supaya aku bisa berkembang di startup?” Atau mungkin kamu pernah mempertanyakan hal ini, “bagaimana jenjang karirku di startup?” Jika kamu sedang merisaukan hal tersebut, maka artikel di bawah ini sangat tepat untuk kamu baca, resapi, dan adopsi untuk kebaikan masa depanmu. 1. Peka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengembangkan-jenjang-karir-di-startup/">Bagaimana Mengembangkan Jenjang Karir di Startup?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="891d">Pernah kah kamu mengalami ada di persimpangan jalan, “harus bagaimana lagi ya, supaya aku bisa berkembang di startup?”</p>



<p id="ad61">Atau mungkin kamu pernah mempertanyakan hal ini, “bagaimana jenjang karirku di startup?”</p>



<p id="76be">Jika kamu sedang merisaukan hal tersebut, maka artikel di bawah ini sangat tepat untuk kamu baca, resapi, dan adopsi untuk kebaikan masa depanmu.</p>



<p id="3921"><strong>1. Peka terhadap segala kemungkinan yang terbuka</strong></p>



<p id="2200">Untuk dapat punya karir yang cemerlang, kamu harus punya pandangan yang luas dan pandai mencari peluang. Terlebih apabila baru saja bekerja di kantor baru, maka sebagai seorang pekerja profesional, terkadang harus menjadi orang yang benar-benar teliti seperti detektif, mencari informasi penting, hingga memeriksa peluang. Hal ini mungkin lebih mudah dilakukan dalam skala perusahaan yang kecil. Namun apabila di perusahaan global, hal ini akan lebih menantang. Untuk menyikapi hal ini, tiap individu harus proaktif dalam mencari informasi serta menjalin percakapan dengan para pemimpin. Itulah alasannya mengapa sangat penting untuk berjejaring baik di dalam maupun luar perusahaan, sehingga kamu punya pandangan tentang area bisnis atau kesempatan emas yang mungkin tersembunyi.</p>



<p id="6359"><strong>2. Jangan ragu berkonsultasi dengan divisi personalia</strong></p>



<p id="9e6e">Divisi personalia atau HRD dapat menjadi teman yang tepat bagimu untuk berdiskusi tentang masalah jenjang karir. Kamu dapat bertanya ke HRD tentang saran terbaik bagi program pengembangan karir atau mungkin program lain yang mendukung. Contohnya adalah konferensi atau perwakilan kantor dalam acara khusus, kursus untuk meningkatkan keterampilan, atau mungkin hal lain yang perlu dibicarakan lebih jauh. Umumnya HRD akan sangat terbuka mengenai hal ini dan menghargai nilai dari para karyawan yang ingin lebih maju serta meminta dukungan dalam program pengembangan karyawan.</p>



<p id="2863"><strong>3. Jadilah proaktif, jangan hanya menunggu&nbsp;<em>open recruitment</em></strong></p>



<p id="7591">Menunggu saat perusahaan membuka lowongan ibarat menunggu sesuatu yang tidak pasti. Kalaupun membuka lowongan, belum tentu posisi yang ditawarkan sesuai dengan kualifikasi diri. Maka sebaiknya, identifikasi peluang secara mandiri. Contohnya seperti yang dituliskan dalam buku Reinventing You karya Dorie Clark. Ia menuliskan bahwa ada seorang konsultan manajemen bernama Joanne Chang yang mengubah dirinya hingga menjadi koki sukses. Chang bercerita bahwa alih-alih menunggu lowongan pekerjaan baru, ia menulis surat pribadi kepada selusin koki terkenal yang dikagumi dan menjelaskan mengapa ia ingin bekerja dengan mereka. Pendekatan seperti ini justru membuatnya berbeda dan memberinya pekerjaan dalam beberapa hari, meskipun ia tidak memiliki kredensial secara formal.</p>



<p id="0bdb"><strong>4. Memiliki mentor atau orang yang berpengaruh</strong></p>



<p id="79dc">Logikanya, jika ingin memiliki jenjang karir yang sukses di perusahaan, selain memiliki keterampilan yang mumpuni, individu juga harus menjalin relasi yang baik dengan atasan. Contohnya, terlibat aktif dalam proyek-proyek yang ditangani perusahaan. Tidak hanya itu, usahakan untuk memiliki mentor yang bersedia untuk membimbing dan memberi koreksi sehingga kamu tahu tentang kemajuan karirmu.</p>



<p id="fee0">Memang sulit rasanya apabila kamu sedang ada di momen bingung harus bagaimana lagi untuk bisa berkembang di startup. Namun, jangan pernah menyerah dan selalu lihat celah yang dapat dijadikan peluang signifikan untuk mengembangkan karir sesuai dengan kebutuhan perusahaan, keterampilan dan minat diri. Semoga tips di atas dapat membantumu dalam membangun masa depan profesional di startup, ya. Semangat!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p id="621b"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f914"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="8e79"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengembangkan-jenjang-karir-di-startup/">Bagaimana Mengembangkan Jenjang Karir di Startup?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tips Membangun Teamwork yang Hebat</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-tips-membangun-teamwork-yang-hebat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7740</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teamwork&#160;yang hebat bisa terbentuk jika semua anggota tim yang terlibat dapat menjalankan perannya dengan baik dan benar. Namun, perlu diingat bahwa setiap anggota tim memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta pengalaman kerja yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan strategi yang kuat agar pekerjaan bisa berjalan lancar. Pada artikel Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kali ini, kami akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-tips-membangun-teamwork-yang-hebat/">5 Tips Membangun Teamwork yang Hebat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="27ce"><em>Teamwork&nbsp;</em>yang hebat bisa terbentuk jika semua anggota tim yang terlibat dapat menjalankan perannya dengan baik dan benar. Namun, perlu diingat bahwa setiap anggota tim memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta pengalaman kerja yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan strategi yang kuat agar pekerjaan bisa berjalan lancar.</p>



<p id="a4ab">Pada artikel Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kali ini, kami akan membagikan tips yang bisa kamu praktikkan untuk membangun&nbsp;<em>teamwork&nbsp;</em>yang hebat. Mau tahu apa saja tipsnya? Marik simak dari poin pertama.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="f464">1. Ada tantangan yang memotivasi</h2>



<p id="8b8c">Sebuah tim yang hebat memiliki landasan yang dapat menyalurkan energi, mampu mengarahkan, dan melibatkan seluruh anggota tim. Ketika ada tim yang tidak tahu apa tugas yang sebenarnya sedang mereka kerjakan dan tidak memiliki tujuan yang jelas, maka tim tersebut lebih berisiko kehilangan motivasi. Maka dari itu, sebuah tim harus menghadapi tantangan yang memotivasi, tetapi tidak terlalu sulit untuk dikerjakan agar tidak memicu rasa putus asa.</p>



<p id="eeaf">Selain itu, masing-masing anggota tim juga harus tahu apa tujuan mereka, baik itu ingin memperoleh imbalan seperti pengakuat, gaji, dan promosi, maupun kepuasan dan rasa bahagia karena telah mengerjakan sesuatu yang bermakna.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="32da">2. Struktur tim yang kuat dengan keragaman</h2>



<p id="7fc4">Dibutuhkan kombinasi, jumlah anggota yang tepat, tugas yang dibagi secara merata, dan aturan kuat untuk mencegah perilaku destruktif agar mendorong terciptanya dinamika kerja yang positif.</p>



<p id="a779">Setiap individu tidak harus memiliki&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>teknis dan sosial yang luar biasa. Utamakan keragaman dalam pengetahuan dan cara pandang, serta ragam usia, ras, dan jenis kelamin agar tim kamu lebih kreatif dan menghindari&nbsp;<em>groupthink</em>.</p>



<p id="0717"><em>Groupthink&nbsp;</em>adalah kondisi ketika sekelompok orang salah membuat keputusan akibat tekanan psikologis setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan pandangan&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>dan anggota lainnya. Jangan sampai terjadi hal seperti ini ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d856">3. Hanya menambah anggota tim jika diperlukan</h2>



<p id="c5b8">Tim yang besar dengan jumlah anggota yang banyak akan lebih rentan mengalami komunikasi yang buruk. Selain itu, dari segi pengeluaran biaya pun akan lebih tinggi karena merekrut lebih banyak orang untuk meningkatkan dukungan dari berbagai lokasi, divisi, dan fungsi.</p>



<p id="aad2">Sebagai&nbsp;<em>leader</em>, kamu harus berpikir matang-matang jika ingin menambahkan anggota tim. Sebelum membuka lowongan untuk anggota baru, pikirkan apa&nbsp;<em>value&nbsp;</em>unik yang akan mereka bawa ke dalam tim?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0962">4. Mengembangkan pola pikir bersama</h2>



<p id="ad4a">Dulu, sebuah tim biasanya terdiri dari satu kelompok anggota yang cukup homogen yang bekerja sambil bertatap muka dan cenderung memiliki kesamaan pola pikir. Namun, hal ini tidak lagi terjadi di masa sekarang yang cenderung menganggap diri sendiri bukan sebagai satu kelompok yang kohesif, melainkan sebagai beberapa sub kelompok yang lebih kecil. Hal ini dapat terjadi akibat jarak, keragaman, dan komunikasi digital.</p>



<p id="4357">Sebagai&nbsp;<em>leader</em>, kamu perlu mengembangkan identitas dan pemahaman bersama agar tercipta pola pikir bersama di antara anggota tim. Pengembangan pola pikir ini membantu keberhasilan kamu dan anggota tim kamu dalam mencapai tujuan bersama.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="6cbf">5. Memberi dukungan dari banyak segi</h2>



<p id="a81f">Tips membangun&nbsp;<em>teamwork&nbsp;</em>yang hebat berikutnya adalah dengan memberi dukungan yang tepat guna meningkatkan efektivitas tim. Dukungan ini termasuk memberi dukungan lewat sistem penghargaan yang memperkuat kinerja, sistem informasi yang menyediakan akses ke data yang dibutuhkan untuk pekerjaan, dan sistem pendidikan yang menawarkan pelatihan. Ada pun dukungan dari segi sumber daya material yang dibutuhkan untuk mempermudah pekerjaan, seperti pendanaan dan bantuan teknologi.</p>



<p id="38f8">Meskipun tidak ada tim yang mendapatkan semua hal yang diinginkan, kamu sebagai&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>dapat mengatasi banyak masalah dengan meluangkan waktu untuk menyiapkan bagian-bagian penting sejak awal.</p>



<p id="0d54">Itu dia tips membangun&nbsp;<em>teamwork&nbsp;</em>yang hebat. Meskipun tidak mudah menyatukan banyak kepala untuk mencapai tujuan yang sama, tapi kamu tetap bisa mengusahakannya menggunakan pendekatan sistematis untuk menganalisis seberapa solid tim kamu, serta mengidentifikasi apa saja peningkatan yang dibutuhkan. Selamat mencoba!</p>



<p id="b0c4">. . .</p>



<p id="7edf"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c9cb"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d728"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-tips-membangun-teamwork-yang-hebat/">5 Tips Membangun Teamwork yang Hebat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rapat Terus Bikin Penat? Ini 5 Cara untuk Meningkatkan Keefektifan Saat Rapat</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rapat-terus-bikin-penat-ini-5-cara-untuk-meningkatkan-keefektifan-saat-rapat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2022 07:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hampir sebagian besar waktu saat bekerja, akan ada rapat atau pertemuan dalam tim. Rapat ini bisa saja berjalan dengan cepat, hingga berlangsung dengan lama sekali. Baik itu diselesaikan cepat atau lambat, rapat atau pertemuan memang ‘memakan’ banyak waktu. Untuk itu, praktik terbaiknya adalah dengan membiasakan diri terhadap hal-hal yang dapat meningkatkan keefektifan saat pertemuan berlangsung. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rapat-terus-bikin-penat-ini-5-cara-untuk-meningkatkan-keefektifan-saat-rapat/">Rapat Terus Bikin Penat? Ini 5 Cara untuk Meningkatkan Keefektifan Saat Rapat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="a49b">Hampir sebagian besar waktu saat bekerja, akan ada rapat atau pertemuan dalam tim. Rapat ini bisa saja berjalan dengan cepat, hingga berlangsung dengan lama sekali. Baik itu diselesaikan cepat atau lambat, rapat atau pertemuan memang ‘memakan’ banyak waktu. Untuk itu, praktik terbaiknya adalah dengan membiasakan diri terhadap hal-hal yang dapat meningkatkan keefektifan saat pertemuan berlangsung. Contohnya seperti apa? Kamu dapat ketahui lebih jauh lewat artikel berikut ini, ya.</p>



<p id="7a13">1. Membuat batasan dengan jelas</p>



<p id="b270">Agar tidak&nbsp;<em>burnout,&nbsp;</em>sebaiknya setiap individu harus membuat batasan dengan jelas. Ini adalah salah satu tips merawat dan memelihara mental selama banyak pekerjaan yang harus diselesaikan menggunakan&nbsp;<em>meeting online.&nbsp;</em>Kuncinya dengan mendengarkan dan menciptakan ruang. Terutama sebagai pemimpin, kamu tidak perlu langsung memberikan saran dan mencoba memecahkan masalah yang ada. Kamu bisa mendorong mereka untuk mencoba memecahkan masalah dengan arahan darimu. Ini juga akan meningkatkan proses berpikir kreatif dan kerja sama antar tim dengan lebih baik.</p>



<p id="a5dc">2. Melakukan evaluasi secara berkala</p>



<p id="d754">Agar kinerja tim semakin efektif, maka harus ada pertemuan&nbsp;<em>1 on 1&nbsp;</em>antara anggota tim dengan pimpinannya. Contohnya adalah mengevaluasi tiga hal yang berjalan baik di bulan lalu, tiga hal yang berjalan kurang maksimal di bulan lalu, serta tiga hal penting yang ingin dilakukan bulan berikutnya.</p>



<p id="0146">3. Mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang lebih banyak</p>



<p id="fd9b">Faktanya, tidak setiap pertemuan yang digelar bisa berjalan dengan lancar. Terkadang, konflik terjadi dan perdebatan dalam ruang pertemuan bisa berlangsung dengan ‘panas’. Untuk menyiasati hal ini, ciptakanlah budaya untuk berpikir lebih jernih dengan berhenti sejenak. Cobalah untuk menganalisa masing-masing pendapat dan berani untuk melihat perspektif orang lain secara lebih koheren. Hal ini akan membantu untuk membawa informasi ke titik terang yang baru, yang mungkin bisa menjadi jalan untuk membantu memutuskan pilihan mana yang lebih tepat. Dengan membuat orang lain berbagi perspektif mereka, kamu bisa mengumpulkan banyak poin dan data yang mengarah pada kebenaran secara lebih akurat.</p>



<p id="d45a">4. Memastikan pesan-pesan penting yang ‘terselip’ dalam obrolan</p>



<p id="f3f1">Saat ada pertemuan, waktu akan terasa berjalan lebih cepat karena ada banyak pembicaraan yang terjadi. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan ketika sesi pertemuan selesai, ‘Apa saja hasil pembicaraan dari pertemuan tadi? Manakah yang merupakan opini? Dan mana yang menjadi keputusan?’. Jadi, sebagai peserta pertemuan, kita harus bisa membedakan mana yang harus menjadi prioritas dan mana yang bukan. Saran terbaik adalah, biarkanlah kamu ‘ikut arus’ ke dalam ide-ide yang dikemukakan, namun batasi jumlahnya. Misalnya apabila ada rekan kerja atau atasan memberikan saran spesifik yang mungkin tidak kamu setujui, selalu tanyakan dengan detail apa maksud dari permintaan tersebut. Pastikan kamu menanyakan, apakah itu suatu keputusan atau tidak? Jika memang itu sebuah keputusan, maka respon seperti, ‘Saya akan menindaklanjuti poin tersebut lagi bersama Anda (sebutkan nama orangnya). Maka dengan begitu, orang lain akan merasa dihargai dan permintaan akan pekerjaan menjadi lebih jelas.</p>



<p id="48ee">5. Hati-hati terjebak dalam pemikiran kelompok</p>



<p id="e90d">Saat rapat berlangsung, ada beberapa orang yang sering dianggap ‘aktif’ dan banyak memberikan masukan. Begitu pula sebaliknya. Untuk meminimalisir orang-orang yang cenderung lebih ‘pasif’ agar tidak terjebak dalam pemikiran kelompok dan berbicara ‘Saya ikut apa kata konsensus saja,’ kamu bisa mencoba cara ini. Luangkan waktu agar setiap individu memberikan sumbangsih idenya, dan rapat digunakan sebagai ajang untuk mengevaluasi ide-ide tersebut secara berkelompok. Ada beberapa studi dari Harvard Business Review tentang hal ini. Yakni dengan memberi para eksekutif dua minggu sebelum waktu rapat untuk menuliskan apa yang menurut mereka harus menjadi tiga fokus untuk tahun mendatang.</p>



<p id="e00a">Selanjutnya, masing-masing eksekutif mendapat waktu lima menit di rapat untuk membicarakan saran mereka. Kemudian memasukkan semua saran ke dalam daftar. Setiap eksekutif kemudian membuat peringkat yang mengurutkan apa saja lima inisiatif yang menurutnya bisa menjadi prioritas. Cara ini dirasa lebih berhasil karena membiarkan semua orang untuk memikirkan tujuan secara individu, sekaligus menghindari jebakan pemikiran kelompok. Kemudian, cara tersebut dinilai lebih bijaksana karena tidak ada banyak urgensi saat ide ‘dipaksa’ untuk ada saat rapat berlangsung.</p>



<p id="5389">Nah, itu tadi 5 cara yang dapat kamu lakukan untuk membuat rapat atau pertemuan berlangsung dengan lebih efektif. Akan lebih baik untuk membiasakan hal tersebut sehingga menjadi budaya bagi setiap individu dalam lingkungan kerja. Selain itu, dengan rapat yang berjalan dengan efektif, maka kinerja masing-masing orang tentu punya peluang lebih besar mengalami peningkatan. Sebab, keputusan dan ide-ide yang berhasil direalisasikan setelah rapat berlangsung dapat terjadi karena kerja sama yang baik mulai dari tiap individu, hingga antar kelompok.</p>



<p id="8d79"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="61e8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="649f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rapat-terus-bikin-penat-ini-5-cara-untuk-meningkatkan-keefektifan-saat-rapat/">Rapat Terus Bikin Penat? Ini 5 Cara untuk Meningkatkan Keefektifan Saat Rapat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simak Cara Menghitung Revenue, Agar Tak Kecolongan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/simak-cara-menghitung-revenue-agar-tak-kecolongan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2022 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7585</guid>

					<description><![CDATA[<p>Founders, dalam setiap bisnis pasti memiliki yang namanya pendapatan (revenue) yang salah satunya adalah Pendapat Berulang Bulanan (MRR). MRR ini dapat diartikan sebagai suatu jumlah pendapatan berulang yang diperoleh setiap bulan dari bisnis berbasis langganan. Penting untuk mengawasi Revenue agar kamu dapat memperkirakan bagaimana pertumbuhan perusahaan, membuat model proyeksi keuangan, serta memahami kinerja karyawan kamu. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/simak-cara-menghitung-revenue-agar-tak-kecolongan/">Simak Cara Menghitung Revenue, Agar Tak Kecolongan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="5583"><em>Founders</em>, dalam setiap bisnis pasti memiliki yang namanya pendapatan (<em>revenue</em>) yang salah satunya adalah Pendapat Berulang Bulanan (MRR). MRR ini dapat diartikan sebagai suatu jumlah pendapatan berulang yang diperoleh setiap bulan dari bisnis berbasis langganan.</p>



<p id="95cd">Penting untuk mengawasi Revenue agar kamu dapat memperkirakan bagaimana pertumbuhan perusahaan, membuat model proyeksi keuangan, serta memahami kinerja karyawan kamu. Bagian ini juga lah yang ingin dilihat oleh investor yang bekerjasama dengan perusahaan kamu.</p>



<p id="7989">Diana Niculae Grigorescu menjelaskan jika MRR penting untuk dilacak secara terpisah agar kamu dapat melihat pandangan yang realistis mengenai kinerja perusahaan. Berikut ini merupakan istilah-istilah dalam MRR, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>New MRR</strong> = merupakan pendapatan diperoleh dari pendaftaran pelanggan baru.</li><li><strong>Expansion MRR/upsell/upgrade</strong> = merupakan pendapatan yang diperoleh dari penjualan sesuatu yang ekstra kepada pelanggan yang telah ada. Dalam hal ini perlu untuk memikirkan fitur baru, pengguna tambahan pada paket, peningkatan ke paket yang lebih kuat, dll.</li><li><strong>MRR Contractions</strong> = merupakan pendapatan yang hilang karena pelanggan melakukan downgrade ke paket yang lebih murah.</li><li><strong>Churn MRR</strong> = merupakan pendapatan yang hilang dari langganan yang dibatalkan.</li></ul>



<p id="25c6">Hitungan sederhana di tahap awal untuk startup dapat menggunakan rumus menjumlahkan semua pendapatan berulang atau mengalihkan jumlah pelanggan dengan Pendapatan Rata-rata per Pengguna.</p>



<p id="3d0d"><strong>MRR = Jumlah pelanggan × Pendapatan Rata-rata per Pengguna</strong></p>



<p id="8c2a"><em>Contoh:</em></p>



<p id="cae7"><em>jika Anda memiliki 3 pelanggan, dua yang membayar $80, dan satu yang membayar $1,200 untuk langganan tahunan, Anda memiliki MRR (2x$80) + ($1,200/12) = $260. ARPU akan menjadi $87.</em></p>



<p id="78e7">Kalau kamu bisa menggunakan perhitungan yang lebih aman untuk menghitung semua variasi MRR dengan rumus:</p>



<p id="aa4c"><strong>MRR Baru Bersih = MRR Baru + MRR Ekspansi — MRR Kontraksi — MRR Churn</strong></p>



<p id="b43a"><em>Contoh:</em></p>



<p id="2f10"><em>Katakanlah Anda memiliki 5 pelanggan baru untuk paket $49, 2 yang meningkatkan ke paket $79, satu yang turun dari $79 menjadi $49, dan 3 yang membatalkan langganan $49 sama sekali. Itu berarti MRR Baru Bersih = 5x$49 + 2x$30 — $30–3x$49= $128.</em></p>



<p id="6a43">Jika kamu ingin melihat pertumbuhan MoM (pertumbuhan bulan ke bulan) kamu dapat menggunakan rumus berikut:</p>



<p id="67a1"><strong>Tingkat Pertumbuhan MRR (%) = MRR Bersih Bulan B — MRR Bersih Bulan A / MRR Bersih Bulan A × 100</strong></p>



<p id="cbc7">Biaya satu kali harus dikecualikan. Metrik di atas hanya dapat digunakan untuk melacak pendapatan berulang bukan arus kas masuk.</p>



<p id="00e2">Kebanyakan orang menggunakan spreadsheet untuk melacak data ini, atau alat akuntansi yang lebih canggih yang memiliki fitur ini terintegrasi. Karena rumus-rumus di atas bukan metrik yang diakui GAAP, beberapa platform tidak memiliki fitur ini (atau hanya memiliki MRR tingkat atas, tanpa churn, ekspansi, dll).</p>



<p id="abe2">Pendapat Berulang Bulanan/MRR ini termasuk ke dalam metrik penting bagi tim penjualan, pemasaran, dan produk. Divisi penjualan memiliki fokus untuk memperoleh pelanggan yang baru sedangkan divisi pemasaran serta produk memiliki fokus untuk menjaga serta memelihara pelanggan yang ada, menaikkan level penjualan, melakukan penjualan silang, serta memastikan tingkat churn bertahan di posisi negatif.</p>



<p id="7782">Karena matriks ini digunakan untuk menghitung nilai seumur hidup pelanggan (LTV atau CLTV), Manager staff atau pendiri dapat mengetahui proses uang masuk apabila MRR dikerjakan ke berbagai kelompok. Keragaman atau variasi pada persentase pertumbuhan merupakan salah satu hal yang normal sehingga&nbsp;<strong>wajib</strong>&nbsp;untuk tidak melaporkan informasi palsu atau membuat angka-angka kosong yang mana hal tersebut akan menimbulkan ketidak sesuaian pada data.</p>



<p id="d769">Ketika masih menggali berbagai macam informasi untuk memperoleh kecocokan pasar produk, startup biasanya memiliki angka nol yang memperlambat pertumbuhan di awal. Baru kemudian setelah mengetahui strategi pasar yang cocok saraf akan mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi dengan pertumbuhan yang menjadi lebih mantap.</p>



<p id="7b1c">Selain dengan matriks perhitungan MRR di atas kamu juga perlu mengetahui berbagai macam matriks selain untuk menghitung pendapatan kamu agar perusahaan jika melakukan evaluasi yang tepat serta memberikan keputusan yang baik bagi perusahaan.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/simak-cara-menghitung-revenue-agar-tak-kecolongan/">Simak Cara Menghitung Revenue, Agar Tak Kecolongan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Sekedar Bicara, Kuasai Skill Storytelling yang Lebih Memikat￼</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tak-sekedar-bicara-kuasai-skill-storytelling-yang-lebih-memikat%ef%bf%bc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2022 06:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7582</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seringkali kita mengabaikan pentingnya&#160;public speaking.&#160;Padahal, apa yang kita bicarakan bisa sangat berdampak bagi banyak orang, terutama bagi bisnis kita. Ada nilai tambah bagi mereka yang mampu menjual gagasan maupun produk secara persuasif. Bagi para perintis&#160;startup&#160;di tahap awal, mari tingkatkan kemampuan&#160;public speakingmu, dengan kekuatan&#160;storytelling. Konsep Kenal Pasar Penting bagi seorang&#160;public speaker&#160;untuk mengenal kepada siapa dan&#160;market&#160;seperti apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tak-sekedar-bicara-kuasai-skill-storytelling-yang-lebih-memikat%ef%bf%bc/">Tak Sekedar Bicara, Kuasai Skill Storytelling yang Lebih Memikat￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="5059">Seringkali kita mengabaikan pentingnya&nbsp;<em>public speaking.&nbsp;</em>Padahal, apa yang kita bicarakan bisa sangat berdampak bagi banyak orang, terutama bagi bisnis kita. Ada nilai tambah bagi mereka yang mampu menjual gagasan maupun produk secara persuasif. Bagi para perintis&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;di tahap awal, mari tingkatkan kemampuan&nbsp;<em>public speaking</em>mu, dengan kekuatan&nbsp;<em>storytelling</em>.</p>



<p id="e92d"><strong>Konsep Kenal Pasar</strong></p>



<p id="6bf1">Penting bagi seorang&nbsp;<em>public speaker</em>&nbsp;untuk mengenal kepada siapa dan&nbsp;<em>market</em>&nbsp;seperti apa yang akan dia hadapi. Sebelum mulai ‘mempengaruhi’ orang lain, hindari terjebak dalam stigma ‘tukang obat’; pastikan pesanmu dapat dipahami&nbsp;<em>core message</em>nya oleh para pendengar dan bukanlah gaung kosong semata. Selain itu, kenali juga gaya pembawaan seperti apa yang bisa ‘mengikat’ pasarmu, dan topik seperti apa yang menarik perhatian mereka untuk mendengarkan isi dari pembicaraanmu.</p>



<p id="5190">Tentukan terlebih dahulu narasi seperti apa yang ingin kamu sampaikan. Apakah perkenalan produk, identitas perusahaan, ataupun menawarkan kerja sama investasi. Pahami benang merah yang ingin kamu siapkan, dan hindari&nbsp;<em>template</em>. Memiliki sebuah ciri khas memang penting, namun&nbsp;<em>template</em>&nbsp;justru akan membuat kamu terlihat repetitif dan tidak&nbsp;<em>genuine</em>.</p>



<p id="5293">Ingat bahwa berbicara kepada konsumen yang&nbsp;<em>segmented</em>, konsumen yang luas, dan berbicara kepada&nbsp;<em>stakeholders</em>&nbsp;merupakan tiga hal yang membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda. Petakanlah isi kepalamu dengan baik, dan pastikan kamu kenal betul dengan targetmu.</p>



<p id="b04a"><strong>Dari Diri Sendiri, tapi Tidak&nbsp;<em>Self-Centered</em></strong></p>



<p id="ca9b">Poin-poin personal dalam narasi yang ingin kamu sampaikan sangatlah penting. Contohnya: pengalaman pribadi, keresahan yang mendorongmu untuk maju, dan hal terpenting dalam perjalananmu saat ini. Ada garis tipis yang harus kamu perhatikan dalam narasi personal sehingga kamu terhindar dari egosentrisme yang membahas keakuan di setiap cerita. Pendengarmu butuh&nbsp;<em>personality</em>&nbsp;dalam ceritamu, namun pemerannya tidak harus selalu kamu seorang. Bawa juga orang-orang penting dalam perjalananmu, seperti pengguna pertama, karyawan pertama, maupun pengalaman&nbsp;<em>beta testing&nbsp;</em>pertama.</p>



<p id="165d">Dalam membawa pengalaman dan perasaan pribadi ke dalam&nbsp;<em>storytelling</em>mu, perhatikan pula bumbu-bumbu personal ini bisa dibawa ke pasar yang spesifik atau umum, dan hindari pengulangan berlebihan, agar pendengarmu bisa merasakan ketulusan dalam kisahmu. Sebagai&nbsp;<em>founder</em>, kamu boleh menjadi pemeran utama, namun jangan biarkan kamu berputar sebagai poros dalam ceritamu. Berilah&nbsp;<em>spotlight</em>&nbsp;yang pantas diterima oleh&nbsp;<em>co-founder</em>mu, karyawan-karyawanmu, peserta&nbsp;<em>beta tester</em>mu,&nbsp;<em>user</em>&nbsp;pertamamu, bahkan peran-peran profesional lain yang seringkali terlupakan pada proses pembentukan tahap awal.</p>



<p id="f196"><strong><em>Startup</em>, Permasalahan, dan Solusi</strong></p>



<p id="92c1">Banyak pendiri&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang ingin menjadikan&nbsp;<em>startup</em>nya sebagai jawaban permasalahan bagi calon&nbsp;<em>user</em>nya dan menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Jika kamu menginginkan hal yang sama, kamu bisa mulai mengidentifikasi masalah yang ingin kamu selesaikan dari produkmu. Mengacu kepada poin sebelumnya, kamu bisa mengacu kepada keresahanmu dan alasanmu mendirikan&nbsp;<em>startup</em>mu saat ini.</p>



<p id="0df8">Gunakan&nbsp;<em>guiding questions&nbsp;</em>ini untuk menjabarkan masalah yang dihadapi oleh&nbsp;<em>startup</em>mu:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Apakah&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kompetitor terbesarmu?</li><li>Apa tantangan pasar yang harus kamu selesaikan?</li><li>Transformasi apa yang bisa kamu lakukan pada industri yang sedang stagnan?</li><li>Kolaborasi seperti apa yang bisa kamu jadikan solusi?</li></ol>



<p id="67d4"><em>Guiding</em>&nbsp;<em>questions</em>&nbsp;ini akan mempermudah kerangka&nbsp;<em>storytelling</em>mu menjadi lebih tertata dan meyakinkan. Permasalahan yang harus dijawab oleh perusahaanmu akan menggugah kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari karyawan yang lebih produktif dan tertantang, sampai investor baru yang akan sangat menunjang perusahaanmu.</p>



<p id="03d3"><strong>Pertahankan Keaslian dan Kejujuran Ceritamu</strong></p>



<p id="c6fa">Hindari penambahan kalimat-kalimat bombastis, cerita berlebihan, maupun hal-hal yang menghilangkan simpati masyarakat saat mendengar ceritamu. Kamu butuh mempertahankan keaslian cerita demi mendapatkan kepercayaan yang berkelanjutan dari target ceritamu. Hal-hal berlebihan akan sulit dipertahankan secara konsisten, maka jangan persulit dirimu dengan perkara yang tidak bisa kamu pertanggungjawabkan,</p>



<p id="db5c">Banyak&nbsp;<em>user</em>&nbsp;maupun investor yang menyukai kesederhanaan,&nbsp;<em>down-to-earth</em>&nbsp;dan dekat dengan masyarakat. Maka jangan terlalu khawatir bahwa kisah nyatamu kurang menjual maupun kurang keren, sebab perusahaan yang&nbsp;<em>settled</em>&nbsp;akan menemukan investor terbaiknya.&nbsp;<em>Brand identity</em>&nbsp;yang diiringi&nbsp;<em>storytelling</em>&nbsp;yang kental akan memudahkan masyarakat untuk percaya dan memahami masalah, pengembangan, dan solusi yang kamu tawarkan.</p>



<p id="a15f">Latihlah terus kerangka&nbsp;<em>storytelling&nbsp;</em>yang kamu buat<em>.&nbsp;</em>Ciptakan cerita menjual yang&nbsp;<em>genuine</em>&nbsp;dan memikat hati target pasarmu. Tidak ada hasil yang baik tanpa latihan yang rutin. Semangat selalu,&nbsp;<em>founders</em>!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tak-sekedar-bicara-kuasai-skill-storytelling-yang-lebih-memikat%ef%bf%bc/">Tak Sekedar Bicara, Kuasai Skill Storytelling yang Lebih Memikat￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founders, Saatnya Mulai Menekankan Nilai Manajemen Waktu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founders-saatnya-mulai-menekankan-nilai-manajemen-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2022 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7578</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengulangan akan tips-tips produktivitas memang membuat mereka terdengar sebagai gaung kosong yang menghilangkan minat kita untuk mengimplementasikannya. Padahal, ada banyak&#160;productivity&#160;hacks&#160;yang tinggi manfaat bagi para&#160;founders&#160;dalam menjalankan bisnisnya, terutama bagi kamu yang baru memulai. Manajemen waktu merupakan salah satu hal penting tersebut. Maka, untuk menghindari kemalasan kita dalam melakukannya, simak hal-hal yang bisa kamu lakukan di sini, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-saatnya-mulai-menekankan-nilai-manajemen-waktu/">Founders, Saatnya Mulai Menekankan Nilai Manajemen Waktu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="387d">Pengulangan akan tips-tips produktivitas memang membuat mereka terdengar sebagai gaung kosong yang menghilangkan minat kita untuk mengimplementasikannya. Padahal, ada banyak&nbsp;<em>productivity</em>&nbsp;<em>hacks</em>&nbsp;yang tinggi manfaat bagi para&nbsp;<em>founders</em>&nbsp;dalam menjalankan bisnisnya, terutama bagi kamu yang baru memulai.</p>



<p id="3d7f">Manajemen waktu merupakan salah satu hal penting tersebut. Maka, untuk menghindari kemalasan kita dalam melakukannya, simak hal-hal yang bisa kamu lakukan di sini, ya.</p>



<p id="e407"><strong>Tiga Poin Utama Manajemen Waktu</strong></p>



<p id="1cbb">Menurut Erich C. Dierdorff, seorang PhD di bidang Psikologi Industri dan Organisasi dari North Carolina State University, ada tiga tahap yang bisa kamu lakukan untuk memulai manajemen waktumu</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Awareness:&nbsp;</em></strong>menyadari dan berpikir realistis bahwa&nbsp;<em>waktu adalah sumber daya yang terbatas</em>. Kamu hanya punya 24 dalam sehari. Hari esok pasti punya kesusahannya sendiri.</li><li><strong><em>Arrangement:&nbsp;</em></strong>buat sebuah tujuan, rencana, jadwal, dan tugas yang efisien secara waktu. Kenali ritme kerja dan waktu yang kamu punya dalam sehari (misal, 9 jam waktu kerja), dan aturlah sesuai kebutuhan dan kenyamanan produktivitasmu.</li><li><strong><em>Adaptation:&nbsp;</em></strong><em>list</em>&nbsp;yang kamu buat bukanlah hiasan semata. Meski begitu, kamu tidak harus segera mampu mengimplementasikannya dengan sempurna. Maka, ikutilah dulu perkembangan diri sendiri selama seminggu sampai sebulan, dan bila harus ada perubahan, cocokkanlah perubahan itu dengan kapasitas dirimu.</li></ul>



<p id="1d94"><strong>Alasan di Balik Pentingnya Manajemen Waktu</strong></p>



<p id="0eab"><strong></strong>Di balik semua metode yang ada di internet maupun buku, ternyata bukan satu metode yang benar-benar menjamin kesuksesan secara saklek, namun metode-metode yang bisa kamu fleksibelkan pada ritme kerjamu sehari-hari. Ini adalah alasan pertama kenapa manajemen waktu sangatlah penting: tidak ada pakem yang bisa kamu jiplak dan pasti sukses dalam sehari, bahkan sebulan. Maka dari itu, keputusan untuk bereksplorasi sepenuhnya ada di tangan kamu.<strong><br></strong>Alasan kedua adalah, menurut jurnal&nbsp;<a href="https://journals.aom.org/doi/abs/10.5465/amp.2016.0166#" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Brad Eon</a>&nbsp;and&nbsp;<a href="https://journals.aom.org/doi/abs/10.5465/amp.2016.0166#" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Herman Aguinis</a><strong>&nbsp;</strong>yang berjudul It’s About Time: New Perspectives and Insights on Time Management, manajemen waktu adalah&nbsp;<strong>proses pembuatan keputusan yang merestrukturisasi, melindungi, dan mengatur waktu seseorang dalam mengubah keadaan sekitarnya.&nbsp;</strong>Maka, jangan sepelekan sesuatu yang bisa berpengaruh besar terhadap gaya hidup dan&nbsp;<em>decision making</em>&nbsp;kamu sebagai seorang pendiri&nbsp;<em>startup</em>.</p>



<p id="4915"><strong>Cara Terbaik Menemukan Ritmemu</strong></p>



<p id="0055">1000 Startup Digital juga tidak akan menjanjikan satu metode saklek dalam manajemen waktu. Maka dari itu, ini adalah tips yang bisa kamu manfaatkan untuk menemukan ritmemu sendiri:</p>



<p id="2f8e"><strong>Tumbuhkan kesadaran diri dalam manajemen waktumu</strong>. Tidak disarankan untuk bergerak secara&nbsp;<em>autopilot</em>&nbsp;selama mendirikan&nbsp;<em>startup</em>. Kamu harus memiliki perencanaan matang, kesadaran dan elaborasi diri dalam setiap metode yang kamu gunakan, agar bisa mengetahui dan mengevaluasi diri. Karena manajemen waktu ini adalah kepentingan personal, kamu tidak bisa selamanya bergantung dengan&nbsp;<em>personal assistant</em>&nbsp;atau rekan bisnis untuk memberikan&nbsp;<em>second opinion</em>.</p>



<p id="a625"><strong>Bedakan antara preferensi dan&nbsp;<em>mood</em>.&nbsp;</strong>Menjadi seseorang yang&nbsp;<em>mood-driven</em>&nbsp;berbeda dengan mengekspresikan emosi. Maka dari itu, jangan sampai&nbsp;<em>mood</em>&nbsp;kamu menguasai pengambilan keputusan kamu dalam mendirikan&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;dan mengatur waktu. Buatlah keputusan yang&nbsp;<em>pas</em>&nbsp;dengan waktumu, kesiapanmu, fasilitasmu, jenis model bisnismu, jumlah karyawan dan rekan bisnismu, serta kehidupan yang kamu jalani secara luas.</p>



<p id="0377"><strong>Kenali dirimu sendiri</strong>. Hal ini penting karena kamu harus tahu kapasitasmu dalam memilih jenis manajemen waktu yang mau kamu ambil. Bila kamu adalah&nbsp;<em>family person</em>, maka jangan siksa dirimu dan berubah menjadi seorang&nbsp;<em>workaholic</em>. Hilangkan pola pikir bahwa semua pendiri&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;harus ‘menyiksa diri’ dan mengorbankan keluarga. Bila kamu seorang&nbsp;<em>workaholic</em>&nbsp;dan menemukan ketenangan dalam pekerjaanmu, jangan juga paksakan dirimu untuk beristirahat terlalu lama hanya karena pihak luar melabelimu ‘<em>toxic overworking</em>’.</p>



<p id="dfc9"><strong>Setelah tumbuh, asah kesadaran dirimu ke arah yang lebih baik</strong>. Kamu bisa mendata pada jam-jam berapa saja kamu aktif dan segar dalam berpikir, menghargai waktu dan menyadari hari esok bukan berarti 24 + 9 jam (hari ini adalah hari ini, esok adalah esok), berpikir ke depan dan selalu buat perencanaan, serta hindari&nbsp;<em>sunk cost fallacy</em>. Hindari saat-saat di mana kamu terlalu lama melakukan suatu aktivitas tanpa bertanya apa manfaatnya dan apa resikonya jika hal tersebut tidak selesai. Intinya, buatlah skala prioritas.</p>



<p id="3aaa">Penting bagi seorang&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;untuk terus memiliki&nbsp;<em>growth mindset</em>&nbsp;dan berkembang dalam memperkaya&nbsp;<em>softskill</em>. Jangan bosan untuk terus bereksplorasi, ya!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-saatnya-mulai-menekankan-nilai-manajemen-waktu/">Founders, Saatnya Mulai Menekankan Nilai Manajemen Waktu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Memulai One-on-one Session di Kantormu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-cara-memulai-one-on-one-session-di-kantormu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2022 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Human Capital]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7569</guid>

					<description><![CDATA[<p>One-on-one&#160;session&#160;idealnya diadakan oleh manajerial untuk mengetahui performa karyawan, perkembangan maupun hambatan yang dilalui karyawan selama bekerja. Sayangnya, banyak yang tidak memanfaatkan peluang ini dengan baik, dikarenakan terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan monoton seputar performa kerja saja. Padahal, ada banyak loh yang bisa kamu ketahui dari karyawanmu. “Bagaimana saya mempersiapkan&#160;one-on-one session&#160;yang baik?” One-on-one&#160;session&#160;yang baik adalah yang seimbang; kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-cara-memulai-one-on-one-session-di-kantormu/">Ini Cara Memulai One-on-one Session di Kantormu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="65b6"><em>One-on-one</em>&nbsp;<em>session</em>&nbsp;idealnya diadakan oleh manajerial untuk mengetahui performa karyawan, perkembangan maupun hambatan yang dilalui karyawan selama bekerja. Sayangnya, banyak yang tidak memanfaatkan peluang ini dengan baik, dikarenakan terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan monoton seputar performa kerja saja. Padahal, ada banyak loh yang bisa kamu ketahui dari karyawanmu.</p>



<p id="066f"><strong>“Bagaimana saya mempersiapkan&nbsp;<em>one-on-one session</em>&nbsp;yang baik?”</strong></p>



<p id="e666"><em>One-on-one</em>&nbsp;<em>session</em>&nbsp;yang baik adalah yang seimbang; kita bisa membangun kepercayaan yang personal kepada karyawan, sembari tetap profesional dan tidak kehilangan tujuan awal. Tidak hanya kamu, karyawan pun harus memahami pentingnya&nbsp;<em>one-on-one session</em>. Maka, sebelum berharap mereka memiliki kesadaran terhadap hal itu, tanamkanlah terlebih dahulu kepada mereka.</p>



<p id="831e">Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan&nbsp;<em>one-on-one session</em>:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>10/10/10 Model</strong>&nbsp;— Menurut James Carr (<em>Director of Engineering&nbsp;</em>di<em>&nbsp;</em>Reify Health), metode 10/10/10 pas untuk&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;<em>session</em>&nbsp;selama 30 menit. 10 menit pertama membahas kesan mereka selama bekerja, 10 menit berikutnya kamu bisa membahas yang ingin kamu sampaikan, dan 10 menit terakhir bisa untuk pembahasan&nbsp;<em>plan</em>&nbsp;jangka panjang.</li><li><strong>The Completely Hands-off Model&nbsp;</strong>— Menurut Lorena Scott (<em>Chief People Officer</em>&nbsp;di Caseware),&nbsp;<em>one-on-one session</em>&nbsp;bisa juga digunakan untuk melengkapi&nbsp;<em>performance review&nbsp;</em>yang diadakan secara berkala. Hal ini bisa ditekankan, terutama bagi kantor-kantor yang melakukan&nbsp;<em>performance review&nbsp;</em>enam bulan sekali. Dalam jarak tersebut,&nbsp;<em>one-on-one session</em>&nbsp;bisa menggantikan&nbsp;<em>gap</em>nya.</li><li><strong>The ‘set meeting guidelines and let them run with it’&nbsp;</strong>— Menurut Bronwyn Smith,&nbsp;<em>Head of Merchant Experience</em>&nbsp;di Shopify, menentukan agenda dan peraturan&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;sangatlah penting. Sisanya,&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;sebaiknya fleksibel mengikuti ke mana karyawan membawa alurnya.</li></ul>



<p id="137c"><strong>“Apa saja pertanyaan yang bisa saya tanyakan ke karyawan saya?”</strong></p>



<p id="2203">Kami paham bahwa seringkali seorang HR maupun atasan takut&nbsp;<em>offside</em>&nbsp;dalam menggali hal-hal yang ingin diketahui dari karyawannya. Satu hal yang harus kamu ingat adalah profesionalitas dan fokus kepada pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan perkembangan karir mereka dan kemajuan perusahaan kamu.</p>



<p id="76b1">Menurut Hiba Amin, seorang Senior Marketing Manager dari Demand Generation, ada empat hal yang menjadi fokusnya dalam merencanakan&nbsp;<em>one-on-one session</em>:</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="267d"><strong>Growth</strong></h1>



<p id="5e45">Di sini kamu bisa bertanya seputar perkembangan personal dan profesional dari karyawanmu. Fokuslah kepada sejauh apa mereka bertumbuh, apa yang menghambat mereka, dan apa yang bisa kamu bantu sebagai atasan untuk meningkatkan produktivitas mereka. Menurut Gallup, ketika seorang karyawan konsisten dengan&nbsp;<em>performance feedback</em>nya, maka ia telah memiliki keterikatan yang sehat pada tempat kerjanya secara psikologis maupun emosional.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="64dd">Motivation</h1>



<p id="d996">Percakapan yang berpusat pada motivasi sangatlah baik bagi kelangsungan&nbsp;<em>one-on-one session</em>mu. Dari sini juga kamu bisa mengetahui apa yang membuat karyawanmu senang, memicu semangat mereka, atau bahkan menjadi penghalang mereka dalam bekerja. Sedikit mirip dengan&nbsp;<em>growth</em>, namun di sini kamu bisa memancing reaksi mereka yang apa adanya, dan bukan dari pertanyaan yang secara blak-blakan kamu tanyakan.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="57e2">Communication</h1>



<p id="b25f">Bukan hanya karyawan, tapi sebagai HR maupun&nbsp;<em>founder</em>, kamu juga bisa mengembangkan<em>&nbsp;skill</em>&nbsp;komunikasimu lewat berinteraksi bersama mereka. Lewat interaksi ini, kamu bisa juga menerka seperti apa dan apa saja yang karyawanmu resap dari kamu, kerja samanya dengan divisi lain, maupun lingkaran pertemanannya di kantor.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="8e25">Work</h1>



<p id="d380">Hal paling berbahaya dari topik seputar kantor adalah kemungkinan&nbsp;<em>one-on-one session</em>&nbsp;menjadi&nbsp;<em>‘daily reports</em>’. Hal ini tentu harus dibedakan, meski memang&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;bisa mendukung datamu dalam melakukan&nbsp;<em>review</em>&nbsp;nantinya. Kamu bisa membawa pembicaraan dengan santai, atau menegaskan karyawanmu untuk ‘santai aja’ selama&nbsp;<em>one-on-one</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-cara-memulai-one-on-one-session-di-kantormu/">Ini Cara Memulai One-on-one Session di Kantormu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia di Balik Komunikasi yang Tepat Sasaran</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-komunikasi-yang-tepat-sasaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2022 06:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam menjalankan sebuah bisnis, kamu perlu berkomunikasi secara efisien dengan sesama demi keberhasilan proyekmu. Berikut ini adalah trik yang dapat kamu praktikkan untuk mengasah kemampuan komunikasimu, baik sebagai&#160;founder, maupun sebagai&#160;staff. Simak di sini, yuk! “Saya introvert, memangnya bisa diubah?” Dalam berkomunikasi, tentunya seorang&#160;founder&#160;maupun&#160;C-level&#160;harus memiliki kemampuan persuasi untuk meyakinkan pihak eksternal percaya perusahaan mereka. Sayangnya, sering [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-komunikasi-yang-tepat-sasaran/">Rahasia di Balik Komunikasi yang Tepat Sasaran</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="9493">Dalam menjalankan sebuah bisnis, kamu perlu berkomunikasi secara efisien dengan sesama demi keberhasilan proyekmu. Berikut ini adalah trik yang dapat kamu praktikkan untuk mengasah kemampuan komunikasimu, baik sebagai&nbsp;<em>founder</em>, maupun sebagai&nbsp;<em>staff</em>. Simak di sini, yuk!</p>



<p id="520c"><strong>“Saya introvert, memangnya bisa diubah?”</strong></p>



<p id="f81c">Dalam berkomunikasi, tentunya seorang<em>&nbsp;founder</em>&nbsp;maupun&nbsp;<em>C-level</em>&nbsp;harus memiliki kemampuan persuasi untuk meyakinkan pihak eksternal percaya perusahaan mereka. Sayangnya, sering kali pendiri&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;terjebak dalam stigma ‘introvert vs. ekstrovert’.</p>



<p id="7dab">Padahal Carl Jung, penemu istilah ini, membuat penggolongan ekstrovert dan introvert untuk mempelajari cara manusia untuk memulihkan dan mengarahkan energi; apakah lewat interaksi sosial, atau menghabiskan waktu sendiri? Ini bukanlah tolak ukur dari kemampuanmu berkomunikasi.</p>



<p id="2a6a">Jadi, jika kamu seorang introvert, jangan terjebak dalam stigma bahwa kamu tidak bisa mempelajari ilmu komunikasi persuasif. Namun, hanya karena pekerjaanmu menuntutmu untuk berkomunikasi secara aktif, bukan berarti kamu pun mengubah haluan gaya hidup di kehidupan pribadimu. Penting juga untuk memisahkan dua hal tersebut di saat-saat tertentu, agar kamu bisa mencapai&nbsp;<em>work-life balance</em>.</p>



<p id="b3e4"><strong>Apa Reaksi Otak Kita saat Berkomunikasi?</strong></p>



<p id="2622">Seorang neurosains bernama Uri Hasson, telah meneliti fenomena reaksi otak dalam berkomunikasi sejak tahun 2008. Pada percobaannya, ia menemukan bahwa jika seseorang berhasil menyampaikan informasi dan&nbsp;<em>storytelling</em>&nbsp;yang ia bawakan dengan baik, maka gelombang otak pembicara dan pendengar akan menunjukkan bentuk dan pola yang sama (saling bersinergi). Maka, jangan sepelekan kekuatan komunikasi dan&nbsp;<em>public speaking</em>.</p>



<p id="7157"><strong>Hal-Hal yang Harus Kamu Perhatikan dalam Berkomunikasi</strong></p>



<p id="d589">Ada sepuluh hal penting yang ditekankan oleh Dr. Marla Gottschalk (ahli Psikologi Industri dan Organisasi) dalam berkomunikasi. Ia percaya tips ini dapat menunjang karir kamu sebagai pekerja maupun sebagai&nbsp;<em>founder</em>.</p>



<p id="60e7">Pertama, perhatikanlah&nbsp;<strong>kurasi dalam pikiranmu</strong>. Anggap dirimu sebuah&nbsp;<em>brand</em>&nbsp;yang bernilai, maka apapun yang kamu ucapkan sangatlah penting untuk dipilah. Usahakan untuk tidak selamanya&nbsp;<strong>menghindari perkara sulit&nbsp;</strong>seperti berdebat, saling berantukan ego, atau konflik. Sebab, hal ini akan menguji sejauh apa kemampuan komunikasimu.</p>



<p id="3ba3"><strong>Jadilah diri sendiri dan jangan takut untuk berbagi hal yang kamu suka</strong>. Dengan menjadi versi diri yang paling otentik, kamu akan menghindari kesalahpahaman dari orang di sekitarmu. Kamu juga bisa mencoba terbuka dengan bercerita mengenai hal-hal yang menggugah kamu, dan meminta mereka untuk balik terbuka kepada kamu dan tim kamu. Kendati begitu, tetaplah hindari kecenderungan&nbsp;<em>oversharing</em>.</p>



<p id="1a2c"><strong>Perbanyak ilmu</strong>&nbsp;dari berbagai sumber, seperti Domestika, Udemy, Skillshare, dan kursus-kursus daring lainnya. Kamu bisa bereksperimen dengan&nbsp;<em>mind map</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>presentation deck&nbsp;</em>yang menarik. Bahkan saat ini, sudah banyak kantor yang mengasah&nbsp;<em>public speaking</em>&nbsp;karyawannya dengan memberi mereka ruang untuk mempresentasikan hobi dan hal-hal nyeleneh yang menarik perhatian mereka, seperti soal&nbsp;<em>boyband&nbsp;</em>Kpop, fenomena unik lingkungan, sampai binatang peliharaan mereka sendiri.</p>



<p id="e850">Dengan&nbsp;<em>small exercise</em>&nbsp;dan keterbukaan, kamu bisa mengasah dirimu tanpa terpaku sepenuhnya kepada teori-teori yang mengikat.</p>



<p id="7103"><strong>Kenali Juga: Meta Model dalam&nbsp;<em>Neuro-Linguistic Programming</em></strong></p>



<p id="a140"><em>Meta model</em>&nbsp;adalah bentuk awal dari sebuah model yang ingin kamu buat. Namun dalam NLP (<em>neuro-linguistic</em>&nbsp;<em>programming&nbsp;</em>atau pendekatan neurosains dalam kecerdasan linguistik manusia),&nbsp;<em>meta model</em>&nbsp;adalah serangkai penyesuaian mental dan lingual yang mengarahkan manusia kepada hasil-hasil akhir perilaku sesuai target positif yang diinginkan. Tujuan dari&nbsp;<em>meta model</em>&nbsp;dalam NLP adalah menenangkan&nbsp;<em>amygdala</em>&nbsp;manusia sehingga tidak lagi berespons secara serabutan atau mendadak, melainkan lebih tenang dalam berkomunikasi dengan orang di sekitar kita terlepas dari keadaan atau respon yang mereka berikan.</p>



<p id="2723">Menurut Khalid Halim (<em>founder</em>&nbsp;dari Reboot.io, sebuah&nbsp;<em>coaching firm</em>) Ada empat&nbsp;<em>meta model</em>&nbsp;yang bisa kita jadikan acuan demi mendapatkan komunikasi efektif:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Hasil akhir dari manajemen yang baik adalah tim yang memiliki performa tinggi;</li><li>Fungsi utama dari tim adalah mengkoordinasi tindakan mereka;</li><li>Manusia mengkoordinasikan tindakan mereka melalui komunikasi;</li><li>Komunikasi hadir didasari oleh setiap kepercayaan, nilai, dan identitas seseorang;</li><li>Kepercayaan, nilai, dan identitas tersebut adalah&nbsp;<em>filter</em>&nbsp;yang mereka gunakan untuk memandang dunia (ini yang disebut&nbsp;<em>meta model</em>)</li></ul>



<p id="3a80">Meski metode ini dianggap&nbsp;<em>pseudoscience&nbsp;</em>oleh para ahli psikiatri, jika kamu merasa ada poin dan acuan yang bisa kamu gunakan untuk perkembangan dirimu, jangan takut untuk bereksperimen dengan cara ini, ya!</p>



<p id="dcb2"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="96dc"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="fa06"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-komunikasi-yang-tepat-sasaran/">Rahasia di Balik Komunikasi yang Tepat Sasaran</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali Cara Membangun Kecerdasan Emosional Tim Kamu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kenali-cara-membangun-kecerdasan-emosional-tim-kamu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 May 2022 06:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7550</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang percaya dengan pentingnya tiga tipe kecerdasan: IQ, EQ, dan SQ. Selain mencari karyawan yang cerdas dan kompeten, tentunya penting bagi kamu sebagai&#160;founder&#160;untuk memiliki karyawan yang mampu bersosialisasi, komunikatif, dan memiliki kemampuan mendengar dan menyimak pada kerabat kerjanya. Ada juga cara-cara lain yang bisa kamu tiru dan praktekkan, loh. Pertama, pahami urgensinya Sejak istilah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kenali-cara-membangun-kecerdasan-emosional-tim-kamu/">Kenali Cara Membangun Kecerdasan Emosional Tim Kamu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b738">Banyak orang percaya dengan pentingnya tiga tipe kecerdasan: IQ, EQ, dan SQ. Selain mencari karyawan yang cerdas dan kompeten, tentunya penting bagi kamu sebagai&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;untuk memiliki karyawan yang mampu bersosialisasi, komunikatif, dan memiliki kemampuan mendengar dan menyimak pada kerabat kerjanya.</p>



<p id="3937">Ada juga cara-cara lain yang bisa kamu tiru dan praktekkan, loh.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0eed"><strong>Pertama, pahami urgensinya</strong></h2>



<p id="226d">Sejak istilah ini dikenal tahun 1990an, orang-orang mulai menyadari sesuatu yang sudah ada di ujung lidah mereka, sesuatu yang mereka sadar telah mereka miliki, dan kini hal itu punya nama:&nbsp;<em>emotional intelligence</em>.</p>



<p id="341d">Hal ini tentu penting dalam menjalankan sebuah perusahaan. Sekumpulan manusia tentu akan terikat dalam hubungan sosial. Maka dari itu, sebagai&nbsp;<em>founder</em>, kamu perlu memahami secara spesifik tentang pentingnya kerja sama, partisipasi tim dalam&nbsp;<em>brainstorming</em>, perencanaan jangka panjang perusahaan, sampai keputusan-keputusan penting lainnya sesuai porsi mereka. Penting pula untuk memiliki karyawan yang berkomitmen pada tujuan dan visi misi perusahaan.</p>



<p id="9661">Menurut HBR, ada tiga hal yang penting dalam kelangsungan sebuah tim: kepercayaan satu sama lain, identitas kelompok, dan keberhasilan sebuah grup, yang berarti, kecerdasan emosional&nbsp;<strong>sangat penting dalam menjalankan sebuah tim maupun divisi, inilah hal yang meningkatkan produktivitas pekerja</strong>.</p>



<p id="4570">Harapannya, setelah kamu membangun tim yang memiliki kecerdasan emosional yang baik, maka perusahaanmu makin dekat dengan profit, kesuksesan, serta meminimalisir konflik dan pengunduran diri karyawan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d881"><strong>Kedua, pahami prosesnya</strong></h2>



<p id="79a9">Anggota yang cerdas secara emosional tidak membuat timnya serta-merta menjadi cerdas secara kolektif. Maka dari itu, setelah menemukan anggota tim dengan kecerdasan emosional yang kamu butuhkan, masih ada tahap lain yang harus kamu lakukan, yaitu&nbsp;<strong>menegaskan identitas tim</strong>.</p>



<p id="2a91">Sebagai&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;tahap awal, kamu bisa terjun langsung ke berbagai divisi untuk menegaskan secara bertahap tentang&nbsp;<strong>identitas perusahaan</strong>&nbsp;dan seperti apa tim yang mau kamu bentuk. Dari situ tentu akan terlihat siapa saja yang pas secara kultur dengan visi dan misi kamu.</p>



<p id="6165">Hal terakhir yang patut kamu sadari adalah membangun identitas dan kecerdasan emosional sebuah tim akan lebih sulit dibanding personal. Tim kamu akan berinteraksi dengan berbagai cara yang mereka ketahui sejak kecil, atau ciri khas yang masih terbawa dari almamater, organisasi, maupun tempat kerja lama mereka.</p>



<p id="ded2">Konsep kecerdasan emosional yang dijelaskan oleh Daniel Goleman (seorang psikolog dan penulis) adalah karakteristik utama seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi adalah mereka&nbsp;<em>menyadari</em>&nbsp;emosi mereka dan mampu&nbsp;<em>menanggulangi</em>&nbsp;hal tersebut dengan baik. Maka, carilah terlebih dahulu hal tersebut supaya tim kamu lebih ciamik dan lancar dalam bekerja sama, berbagi, dan berjalan beriringan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ae29"><strong>Ketiga, coba cara-cara ini untuk meningkatkannya</strong></h2>



<p id="1af3">Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional tim kamu. Kamu bisa mulai mencari bibit-bibit karyawan yang cerdas secara emosional melalui&nbsp;<em>one-on-one</em>&nbsp;<em>session</em>. Kenali bagaimana mereka menamai apa yang mereka rasa sebagai sebuah masalah di tempat kerja, serta telusuri cara mereka menyelesaikan masalah tersebut.</p>



<p id="38a6">Kamu juga bisa memberikan kegiatan-kegiatan menyenangkan pada&nbsp;<em>town hall</em>&nbsp;bagi setiap tim, beri&nbsp;<em>reward</em>&nbsp;atas kerja sama mereka yang baik bagimu, dan beri afirmasi serta tegaskan sejauh apa mereka telah mencapai target yang kamu buat. Kamu juga bisa mengadakan&nbsp;<em>outing</em>&nbsp;secara berkala, agar setiap karyawan bisa memiliki ikatan batin dan sosial yang kuat di luar pekerjaan.</p>



<p id="1535">Dalam dunia kerja memang pertemanan dan keakraban tidak selalu menjadi yang terutama, tapi bila hal ini meningkatkan produktivitas kerja dan kesuksesan visi misi perusahaanmu dalam jangka panjang, tentunya ini tidak salah untuk dicoba, bukan? Yuk, semangat dalam membentuk tim yang cerdas secara emosional!</p>



<p id="7461"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8e67"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="154b"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kenali-cara-membangun-kecerdasan-emosional-tim-kamu/">Kenali Cara Membangun Kecerdasan Emosional Tim Kamu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founders, Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Pivot!￼</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founders-lakukan-5-hal-ini-sebelum-pivot%ef%bf%bc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2022 05:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7545</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada banyak alasan untuk melakukan&#160;pivot, tetapi pastikan kamu hanya melakukan&#160;pivot&#160;jika diperlukan. Iringi juga dengan perencanaan yang matang dan bijaksana. Karena banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan, berikut ini kami bagikan 5 hal yang perlu&#160;founders&#160;lakukan sebelum memutuskan untuk&#160;pivot. 1. Fokus pada masalah, bukan solusi Salah satu kesalahan&#160;founder&#160;yang umum terjadi yakni mereka hanya fokus menemukan solusi dan menghabiskan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-lakukan-5-hal-ini-sebelum-pivot%ef%bf%bc/">Founders, Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Pivot!￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="caf6">Ada banyak alasan untuk melakukan&nbsp;<em>pivot</em>, tetapi pastikan kamu hanya melakukan&nbsp;<em>pivot&nbsp;</em>jika diperlukan. Iringi juga dengan perencanaan yang matang dan bijaksana. Karena banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan, berikut ini kami bagikan 5 hal yang perlu&nbsp;<em>founders&nbsp;</em>lakukan sebelum memutuskan untuk&nbsp;<em>pivot</em>.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="8517">1. Fokus pada masalah, bukan solusi</h1>



<p id="632b">Salah satu kesalahan&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>yang umum terjadi yakni mereka hanya fokus menemukan solusi dan menghabiskan banyak waktu untuk sesuatu yang belum tentu berhasil. Sebaiknya pahami apa permasalahan yang sedang kamu hadapi sebelum mencari solusinya.</p>



<p id="5ab0">Tanamkan pola pikir visioner untuk menjadi&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>hebat yang dapat menemukan solusi dari setiap permasalahan yang ada di dunia. Apabila seorang&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>tidak dapat memprediksi masa depan, kamu berisiko bertemu dengan yang namanya kegagalan.</p>



<p id="7905">Agar bisa lebih fokus pada masalah daripada solusi, pertama-tama buatlah kerangka masalah yang perlu kamu pecahkan, bukan solusi yang akan kamu bangun. Bayangkan kamu seorang dokter yang harus mengobati seorang pasien. Sebelum mengobati gejala penyakitnya, kamu perlu tahu terlebih dahulu penyebab munculnya penyakit yang diderita pasien tersebut.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="6e70">2. Kombinasikan firasat dengan penalaran logis</h1>



<p id="27a6">Contoh kasus, kamu sedang mengembangkan startup di bidang&nbsp;<em>financial technology&nbsp;</em>dan kamu sudah melakukan segalanya untuk mencapai targetmu. Namun, kamu merasa tidak ada perkembangan yang signifikan, padahal kompetitormu di bidang yang sama telah berhasil membentuk pasar mereka sendiri.</p>



<p id="6420">Dalam menemukan Product-Market Fit, kamu perlu tahu kapan harus terus berjuang untuk mengembangkan startup-mu dan kapan harus&nbsp;<em>pivot</em>. Kemampuan ini berasal dari kombinasi antara firasat dan logika. Ketika firasatmu tahu bahwa kamu tidak berada di jalan yang benar, kamu permu memutar otak untuk dapat memahami mengapa caramu tidak berfungsi untuk target pasarmu.</p>



<p id="1aad">Penalaran logis yang dikombinasikan dengan firasat memberikan kamu kepercayaan diri untuk&nbsp;<em>pivot&nbsp;</em>dan mempertimbangkan kembali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar. Hal ini wajar, karena dalam perjalanan startup ada kalanya kamu perlu bertahan dan ada kalanya kamu perlu&nbsp;<em>pivot</em>. Untuk mendapatkan keyakinan di jalan yang benar, validasi firasatmu dengan logika dan penelitian agar tidak terjebak dalam dilema tak berujung.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="baed">3. Dengarkan&nbsp;<em>feedback</em>&nbsp;dari pelanggan</h1>



<p id="999d">Jadikan&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>yang kamu terima dari pelanggan sebagai indikator untuk menentukan apakah kamu harus melakukan pivot atau tidak. Jika kamu terus mendapat&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>negatif dari pelanggan seperti “harga terlalu mahal”, “fitur tidak memadai”, “proses pembelian terlalu rumit”, atau bahkan “ada produk lain yang lebih baik daripada produlmu”, mungkin ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbanganmu sebelum memutuskan untuk pivot.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="19af">4. Buat deadline MVP</h1>



<p id="123c"><em>Minimum viable product&nbsp;</em>(MVP) adalah salah satu strategi pengembangan produk dalam startup. Sebelum memutuskan untuk&nbsp;<em>pivot</em>, sebaiknya buat&nbsp;<em>deadline&nbsp;</em>MVP terlebih dahulu.&nbsp;<em>Deadline&nbsp;</em>yang agresif dapat mencegahmu agar tidak terhanyut memikirkan detail yang sebenarnya tidak penting untuk startupmu.</p>



<p id="f63a">Sampai&nbsp;<em>deadline&nbsp;</em>yang ditentukan, MVP kamu harus mengenai inti masalah yang ingin dipecahkan. Pastikan kamu tidak terjebak dalam satu ide atau produk yang kamu bangga-banggakan saat ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="3731">5. Pastikan keputusan pivot menghadirkan peluang untuk berkembang</h1>



<p id="e3a2">Pivot bisa menjadi keputusan yang menguntungkan startup ketika sedang mengalami hambatan atau tidak bisa melangkah lebih jauh lagi. Namun, jika kamu memutuskan pivot tanpa memikirkan ke mana arah pergi selanjutnya, kemungkinan besar kamu akan menemukan hambatan lain dalam keadaan yang berbeda.</p>



<p id="edb2">Guna mencegah hal tersebut, pastikan kamu tidak hanya mempertimbangkan untuk beralih dari jalan awalmu, tetapi juga mempertimbangkan peluang yang mungkin muncul untuk pertumbuhan startup dan ekspansi di jalur barumu.</p>



<p id="a3b4">Jika pasar yang baru lebih kecil, basis pelanggan kurang beragam, atau terlalu banyak kompetitor, maka tidak ada gunanya mengambil risiko untuk pivot dan memulai bisnis lain. Jadi, teruslah mencari jalan baru yang punya peluang bagus untuk startupmu ke depannya.</p>



<p id="989c">Itu dia 5 hal yang perlu&nbsp;<em>founders&nbsp;</em>lakukan sebelum&nbsp;<em>pivot&nbsp;</em>demi mencapai kesuksesan bisnismu. Temukan pula tips dan trik lainnya di blog 1000 Startup Digital untuk menambah wawasanmu seputar startup.</p>



<p id="2d35">. . .</p>



<p id="12e1"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2e20"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="fcc0"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-lakukan-5-hal-ini-sebelum-pivot%ef%bf%bc/">Founders, Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Pivot!￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
