<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Product Development Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/product-development/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/product-development/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Dec 2024 03:43:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Product Development Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/product-development/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rahasia di Balik Product-Market Fit: Produk Kamu Sudah Tepat Sasaran?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-product-market-fit-produk-kamu-sudah-tepat-sasaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 03:39:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10970</guid>

					<description><![CDATA[<p>Product-market fit&#160;(PMF) adalah saat di mana produk kamu benar-benar cocok dengan kebutuhan pasar. Ini adalah momen penting ketika orang-orang merasa produk kamu jadi solusi yang nggak bisa mereka lepas. Tapi, gimana caranya memastikan produk kamu sudah mencapai PMF? Nah di artikel ini kita akan bahas tanda-tandanya, cara mengukurnya, dan beberapa kerangka kerja yang bisa membantu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-product-market-fit-produk-kamu-sudah-tepat-sasaran/">Rahasia di Balik Product-Market Fit: Produk Kamu Sudah Tepat Sasaran?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="6a41"><em>Product-market fit&nbsp;</em>(PMF) adalah saat di mana produk kamu benar-benar cocok dengan kebutuhan pasar. Ini adalah momen penting ketika orang-orang merasa produk kamu jadi solusi yang nggak bisa mereka lepas. Tapi, gimana caranya memastikan produk kamu sudah mencapai PMF?</p>



<p id="4c1e">Nah di artikel ini kita akan bahas tanda-tandanya, cara mengukurnya, dan beberapa kerangka kerja yang bisa membantu kamu memahami lebih dalam.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="fc28"><strong>3 Tanda Produk Kamu Sudah&nbsp;<em>Product-Market Fit</em></strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="7620"><strong>1. Permintaan Pasar Meningkat</strong></h3>



<p id="72ec">Kalau produk kamu tiba-tiba ramai dicari tanpa perlu promosi besar-besaran, itu merupakan salah satu tanda kamu sudah mencapai PMF. Biasanya ini terjadi karena pengguna mulai merekomendasikan produk kamu ke orang-orang terdekatnya.</p>



<p id="2408">Contoh: Netflix mulai&nbsp;<em>booming</em>&nbsp;setelah menawarkan langganan tanpa denda keterlambatan. Banyak orang yang tertarik sampai mereka kewalahan memenuhi permintaan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="aec3"><strong>2. Permintaan Terus Naik Secara Konsisten</strong></h3>



<p id="e2a2">Nggak semua startup langsung viral. Kadang pertumbuhan permintaannya pelan-pelan tapi stabil, sampai akhirnya terasa kalau produk kamu benar-benar dibutuhkan.</p>



<p id="9816">Contoh: Instacart awalnya hanya berhasil di segmen kecil. Tapi berkat rekomendasi dari pengguna, layanan mereka terus berkembang.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="dbb6">3.&nbsp;<strong>Produk Mulai Digunakan Secara Nyata</strong></h3>



<p id="15f4">Kamu tahu produkmu berhasil ketika orang-orang mulai memakainya tanpa perlu kamu promosikan.</p>



<p id="60c5">Contoh: Airbnb sadar mereka berhasil ketika pendiri mereka melihat ibunya sendiri memesan penginapan lewat platform mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="231d"><strong>4 Cara Mengukur PMF</strong></h2>



<p id="2547">Untuk mengetahui apakah kamu sudah berhasil mencapai PMF, coba lakukan langkah-langkah berikut ini:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7200"><strong>1. Survei Pelanggan</strong></h3>



<p id="e630">Cara mengukur&nbsp;<em>product-market fit&nbsp;</em>yang pertama adalah dengan melakukan survei pelanggan. Tanya langsung ke pelanggan untuk tahu pendapat mereka. Ada dua cara yang sering dipakai:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Survei PMF: </strong>Coba tanya, <em>“Seberapa kecewa kamu kalau produk ini nggak ada lagi?”</em> Kalau lebih dari 40% bilang “sangat kecewa,” kemungkinan besar produk kamu sudah PMF.</li>



<li><strong>NPS (<em>Net Promoter Score</em>): </strong>Tanyakan, <em>“Seberapa besar kemungkinan kamu merekomendasikan produk ini ke orang lain?”</em> Kalau skor yang diperoleh tinggi artinya kamu sudah di jalur yang benar.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="b4a4"><strong>2. Data Penggunaan &amp; Retensi Pelanggan</strong></h3>



<p id="ed1a">Lihat apakah pengguna terus memakai produk kamu setelah mencobanya. Kalau kurva retensinya stabil atau malah naik, berarti produk kamu memberikan nilai yang konsisten.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3298"><strong>3. Rasio LTV:CAC</strong></h3>



<p id="4c03">Hitung rasio antara nilai pelanggan dalam jangka panjang (<em>Lifetime Value</em>&nbsp;atau LTV) dengan biaya untuk mendapatkannya (<em>Customer Acquisition Cost</em>&nbsp;atau CAC). Rasio 3:1 atau lebih tinggi biasanya menunjukkan bahwa produk kamu menguntungkan dan punya daya tarik pasar.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1d3b"><strong>4. Pertumbuhan Organik</strong></h3>



<p id="be4c">Kalau produk kamu tumbuh pesat hanya karena rekomendasi pengguna tanpa banyak iklan, itu tanda kuat PMF.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5c51"><strong>3 Kerangka Kerja Mengukur PMF</strong></h2>



<p id="b0ad">Nah, selanjutnya kamu bisa mengukur PMF dengan tiga jenis&nbsp;<em>framework&nbsp;</em>atau kerangka kerja berikut ini:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2c50"><strong>1. The Trifecta (Brian Balfour)</strong></h3>



<p id="0fdc">PMF terjadi saat tiga elemen ini terpenuhi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Ada pertumbuhan pengguna yang signifikan.</li>



<li>Retensi pengguna tinggi.</li>



<li>Pengguna mendapatkan manfaat nyata dari produk.<br>Contoh: Snapchat menemukan PMF saat mereka punya lebih dari 200 ribu unduhan, 50% pengguna aktif harian, dan rata-rata 10 “snap” per hari.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="3889"><strong>2. Survei PMF ala Superhuman</strong></h3>



<p id="0546"><em>Superhuman&nbsp;</em>fokus pada pengguna yang bilang mereka nggak bisa hidup tanpa produk itu. Mereka mengembangkan produk dengan mendengarkan masukan dari pengguna paling setia.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="839b"><strong>3. Pendekatan Y Combinator</strong></h3>



<p id="bede">Pendekatan ini fokus pada metrik yang membuktikan produk kamu berguna. Contohnya, Airbnb mengukur jumlah pemesanan per pengguna untuk melihat apakah layanan mereka benar-benar dibutuhkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="f294"><strong>Hindari Metrik Berikut untuk Mengukur PMF</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="e0f9"><strong>Jumlah Pengguna Terdaftar</strong></h3>



<p id="edfe">Banyak yang daftar belum tentu banyak yang pakai. Ini cuma angka kosong.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="28ab"><strong>Rasio Konversi Tinggi</strong></h3>



<p id="34cf">Konversi tinggi nggak ada gunanya kalau pengguna nggak kembali lagi setelah mencoba.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="057c"><strong>Pengguna Gratis</strong></h3>



<p id="5cf0">Kalau cuma mengandalkan pengguna gratisan, belum tentu mereka benar-benar butuh produk kamu.</p>



<p id="d6be">Mencapai&nbsp;<em>product-market fit</em>&nbsp;itu perjalanan yang nggak instan. Kalau produk kamu belum sampai di titik ini, terus dengarkan pelanggan dan kembangkan produk kamu. Dengan kombinasi tanda, cara ukur, dan kerangka di atas, kamu bisa memastikan bahwa produk kamu benar-benar menjawab kebutuhan pasar. Selamat mencoba!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="aea6"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="9129"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="be84"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@ristianadputri?source=post_page---byline--3bdbdfe4df95--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-product-market-fit-produk-kamu-sudah-tepat-sasaran/">Rahasia di Balik Product-Market Fit: Produk Kamu Sudah Tepat Sasaran?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Langkah Penting untuk Bisa Memahami Pelangganmu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-langkah-penting-untuk-bisa-memahami-pelangganmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 02:45:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10801</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada banyak hal yang harus kamu selesaikan sebagai founder startup. Mulai dari pengembangan produk, pencarian pendanaan, hingga membangun tim yang solid. Namun, ada satu aspek penting yang sering terabaikan, padahal kunci sukses bisnismu terletak di sini, yaitu&#160;memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, founder seringkali terlalu fokus pada inovasi produk dan teknologi, sehingga jadi lupa bahwa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-langkah-penting-untuk-bisa-memahami-pelangganmu/">5 Langkah Penting untuk Bisa Memahami Pelangganmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="43e3">Ada banyak hal yang harus kamu selesaikan sebagai founder startup. Mulai dari pengembangan produk, pencarian pendanaan, hingga membangun tim yang solid. Namun, ada satu aspek penting yang sering terabaikan, padahal kunci sukses bisnismu terletak di sini, yaitu&nbsp;<strong>memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan.</strong></p>



<p id="14e4">Namun, founder seringkali terlalu fokus pada inovasi produk dan teknologi, sehingga jadi lupa bahwa tanpa pelanggan, bisnis tidak akan bertahan. Kamu mungkin punya produk yang luar biasa, tetapi jika tidak sesuai dengan apa yang diinginkan atau dibutuhkan pelanggan, produk kamu tidak akan laku di pasaran.</p>



<p id="d6d4">Memahami pelanggan bukan hanya tentang demografi mereka, tapi juga tentang mengerti masalah, keinginan, dan kebiasaan mereka. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar lebih bisa memahami pelanggan?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1fcd">1. Pertama-tama Pahami Product-Market Fit</h2>



<p id="5666"><em>Product-market fit&nbsp;</em>lebih dari sekadar memiliki pasar untuk produk, tetapi ini tentang menciptakan produk atau layanan yang sangat sesuai dengan audiensmu sehingga menjadi solusi yang tak tergantikan bagi mereka.</p>



<p id="1157">Mencapai titik penting ini bagi startup menandai transisi dari ketidakpastian menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Tanpa&nbsp;<em>product-market fit</em>, bahkan produk yang paling inovatif dan didesain dengan baik pun mungkin sulit mendapatkan perhatian di pasar.</p>



<p id="33f0">Sekarang, coba lakukan beberapa hal ini agar kamu dapat memahami&nbsp;<em>product-market fit&nbsp;</em>untuk bisnismu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="35c3"><strong>Riset Pasar</strong></h3>



<p id="2171">Lakukan riset pasar untuk mengidentifikasi siapa target pelangganmu. Kamu bisa menggunakan survei&nbsp;<em>online</em>, wawancara langsung, atau menganalisis data dari media sosial. Selain itu, jangan ragu untuk menggunakan alat analitik yang ada seperti Google Analytics untuk melihat dari mana pengunjung datang dan bagaimana mereka berinteraksi dengan situs web bisnismu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="76d1"><strong>Bangun Persona Pelanggan</strong></h3>



<p id="740d">Buat profil persona pelanggan secara detail yang mencakup informasi seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, minat, dan tantangan yang mereka hadapi. Dengan memiliki persona ini, kamu bisa lebih fokus dalam menyusun strategi pemasaran dan pengembangan produk yang tepat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="46a8"><strong>Dengarkan&nbsp;<em>Feedback yang Diberikan</em></strong></h3>



<p id="4289">Setelah produkmu diluncurkan, segera kumpulkan&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>dari pelanggan yang bisa dilakukan melalui ulasan&nbsp;<em>online</em>, survei kepuasan pelanggan, atau&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>langsung melalui layanan pelanggan. Setelah semuanya terkumpul, analisis&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>tersebut dan gunakan untuk memperbaiki produk atau layananmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="964c">2. Menyediakan Solusi, Bukan Hanya Produk</h2>



<p id="a11d">Setelah memahami pelangganmu, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa produk atau layananmu benar-benar menawarkan solusi untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Jadi, jangan hanya menjual fitur, tapi juga manfaat nyata yang bisa mereka rasakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0527">3. Komunikasikan Nilai Produkmu dengan Jelas</h2>



<p id="d602">Pastikan kamu dapat mengkomunikasikan nilai dari produkmu dengan jelas kepada pelanggan. Jangan terlalu teknis jika targetmu adalah pengguna umum. Sebaiknya gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan sesuai dengan target audiensmu. Kemudian pastikan kamu menjelaskan bagaimana produkmu bisa membantu mereka dengan cara yang relevan dan semenarik mungkin.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b840">4. Lakukan Pengujian dan Validasi</h2>



<p id="94f4">Pasar dan kebutuhan pelanggan selalu berubah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, kamu harus selalu siap untuk menguji dan menyesuaikan produk atau layananmu. Lakukan iterasi berdasarkan data dan&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>yang kamu terima. Kamu tidak perlu takut untuk melakukan perubahan jika itu berarti produkmu akan lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2fd1">5. Bangun Hubungan Jangka Panjang dengan Pelanggan</h2>



<p id="b5f3">Sukses jangka panjang dalam bisnis tidak hanya datang dari penjualan satu kali, tapi dari hubungan yang kamu bangun dengan pelanggan. Pastikan kamu menjaga komunikasi yang baik dengan mereka, menyediakan layanan pelanggan yang responsif, dan terus menawarkan nilai tambah. Pelanggan yang puas akan menjadi pendukung setia dan bisa membawa lebih banyak bisnis melalui rekomendasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bc19">Kesimpulan</h2>



<p id="7a0b">Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan adalah fondasi dari setiap bisnis yang sukses. Sebaiknya jangan terjebak hanya pada teknologi dan inovasi produk, tapi selalu ingat bahwa pelanggan adalah raja. Dengan riset yang tepat, komunikasi yang efektif, dan adaptasi yang cepat, kamu bisa memastikan bahwa startupmu tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang pesat. Jadi, selalu tempatkan pelanggan di pusat setiap keputusan bisnismu, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="59c7"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f640"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="cbc9"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page-----d8aa6cdcf491--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-langkah-penting-untuk-bisa-memahami-pelangganmu/">5 Langkah Penting untuk Bisa Memahami Pelangganmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyampaikan Pesan Produk Lebih Efektif</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/menyampaikan-pesan-produk-lebih-efektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2024 03:21:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu pesan produk? Seperti maknanya secara harfiah, sebagai produsen atau pemasar, kita akan mengkomunikasikan nilai dari produk serta bagaimana relevansinya pada pelanggan. Langkah awalnya, kamu harus fokus pada positioning produkmu, dengan cara memahami pelangganmu. Kamu harus tahu persis apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kemudian, jelaskan apa yang kamu lakukan. Misalnya kamu menawarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyampaikan-pesan-produk-lebih-efektif/">Menyampaikan Pesan Produk Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="318f">Apa itu pesan produk?</p>



<p id="08c0">Seperti maknanya secara harfiah, sebagai produsen atau pemasar, kita akan mengkomunikasikan nilai dari produk serta bagaimana relevansinya pada pelanggan.</p>



<p id="a867">Langkah awalnya, kamu harus fokus pada positioning produkmu, dengan cara memahami pelangganmu. Kamu harus tahu persis apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan.</p>



<p id="02c9">Kemudian, jelaskan apa yang kamu lakukan. Misalnya kamu menawarkan produk perangkat lunak produktivitas yang dirancang untuk manajemen proyek. Kamu dapat membuat pesan yang menjelaskan tentang bagaimana perangkat lunak milikmu mampu menyederhanakan perencanaan proyek, manajemen tugas, dan kolaborasi tim. Selain itu, penting sekali untuk memahami apa saja tantangan dan&nbsp;<em>pain points&nbsp;</em>dari pelangganmu. Dengan mengidentifikasi titik permasalahan mereka, kamu dapat menawarkan solusi untuk menyelesaikan atau meringankannya.</p>



<p id="7c72">Di bawah ini adalah tips untuk menyampaikan pesan produk secara efektif. Yuk, simak dengan seksama!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="be1b"><strong>1. Mengetahui target audiens</strong></h3>



<p id="c2ea">Ini adalah inti dari semua strategimu. Memahami target audiens dengan baik adalah kuncinya. Bagaimana caranya agar memahami mereka?</p>



<p id="efa2">Kamu dapat melakukan riset pasar untuk mengidentifikasi target audiens. Tanyakan kebutuhan, kendala, preferensi, dan keinginan mereka. Kamu dapat memanfaatkan metode survei, wawancara, dan analisis data untuk mendapatkan wawasan penting tentang target audiens.</p>



<p id="1ba3">Berikut ini contoh efektif dan kurang efektif dari contoh perpesanan, seperti yang dikutip dari getvero.com:</p>



<p id="64a5">Contoh efektif:</p>



<p id="b6ea">Riset pasar kami mengungkapkan bahwa para profesional yang sibuk kesulitan mengatur tugas dan tenggat waktu mereka. Produk kami dirancang untuk menyederhanakan manajemen proyek, membantu para profesional tetap memantau beban kerja mereka dengan mudah.</p>



<p id="a0c9">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="f36d">Produk kami diperuntukkan bagi semua orang. Sangat bagus untuk manajemen tugas dan perencanaan proyek.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b566"><strong>2. Menentukan&nbsp;<em>Unique Selling Proposition&nbsp;</em>(USP)</strong></h3>



<p id="9027">Penting sekali untuk memasukkan USP dalam pesan produk, karena ini yang membedakanmu dari pesaing. Untuk bisa menentukan USP, kamu perlu mengidentifikasi fitur dan manfaat utama yang menjadikan produkmu unik dan berharga untuk pelanggan.</p>



<p id="3ec0">“Mengapa pelanggan harus memilih produkmu dibandingkan produk pesaing?”</p>



<p id="4a0b">Nah, jawabannya adalah USP milikmu yang jelas, ringkas, mudah diingat, dan meninggalkan kesan mendalam untuk target audiens.</p>



<p id="55b9">Contoh efektif:</p>



<p id="a66d">Tidak seperti alat manajemen proyek tradisional, perangkat lunak kami menawarkan fitur prioritas tugas unik yang didukung AI yang meningkatkan produktivitas sebesar 30%.</p>



<p id="4807">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="4cb1">Perangkat lunak kami canggih dan kaya fitur.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9f60"><strong>3. Menciptakan proposisi nilai dengan jelas</strong></h3>



<p id="b20c">Proposisi nilai merupakan pernyataan singkat yang menjelaskan tentang manfaat utama produk pada pelanggan.</p>



<p id="8d8f">“Masalah apa yang ingin produkmu pecahkan, dan apa manfaatnya bagi pelanggan?”</p>



<p id="14e1">Jawaban dari pertanyaan tersebut merupakan proposisi nilai. Fokuslah pada hasil yang dapat diberikan oleh produkmu, bukan hanya pada fitur-fiturnya.</p>



<p id="5de2">Contoh efektif:</p>



<p id="99f8">Bosan menggunakan banyak alat untuk manajemen proyek? Perangkat lunak lengkap kami menyederhanakan alur kerjamu, menghemat waktu berjam-jam dan mengurangi stres.</p>



<p id="a73b">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="3185">Perangkat lunak kami komprehensif dan efisien.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="42fc"><strong>4. Menggunakan bahasa yang mengutamakan pelanggan</strong></h3>



<p id="64e2">Agar pesannya dapat diterima dengan efektif oleh pelanggan, kamu perlu menyusunnya dari sudut pandang mereka. Kamu dapat berbicara melalui kebutuhan, keinginan, dan masalah dari pelanggan. Gunakan bahasa yang relevan dengan audiens sehingga mereka merasa terhubung secara emosional. Saat pelanggan merasa bahwa pesanmu sudah relevan, kemungkinan besar mereka akan lebih mudah untuk terlibat dengan produkmu.</p>



<p id="4730">Contoh efektif:</p>



<p id="bdf2">Terorganisir dengan mudah menggunakan perangkat lunak kami yang memahami kebutuhanmu dan beradaptasi dengan alur kerjamu.</p>



<p id="5b7d">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="3c12">Perangkat lunak kami kuat dan penuh fitur.</p>



<p id="6ea4">Semoga dari beberapa contoh yang efektif dan kurang efektif di atas, kamu bisa lebih memahami tentang cara menyampaikan pesan produk, sehingga pesan produk milikmu lebih tajam, kontekstual, dan juga tepat sasaran, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="f160"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2fb8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5134"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/tag/communication?source=post_page-----18ab25943404---------------communication-----------------"></a></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----18ab25943404--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyampaikan-pesan-produk-lebih-efektif/">Menyampaikan Pesan Produk Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tahapan Memprioritaskan Tugas dalam Proses Pengembangan Produk</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-tahapan-memprioritaskan-tugas-dalam-proses-pengembangan-produk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2023 14:01:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9841</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterampilan mengelola prioritas adalah&#160;skill&#160;penting yang kamu butuhkan sebagai Product Manager dalam mengkoordinasi tugas. Karena, begitu banyak ‘tanggung jawab’ yang perlu dikerjakan oleh tim pengembang produk. Mulai dari permintaan eksekutif, perbaikan&#160;bug,&#160;hingga fitur khusus hasil umpan balik pelanggan. Untuk itu, kamu bisa memetakannya dengan kisi-kisi di bawah ini agar tim-mu punya&#160;roadmap&#160;dasar untuk membantu memprioritaskan tugas dan membagi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-tahapan-memprioritaskan-tugas-dalam-proses-pengembangan-produk/">Ini Tahapan Memprioritaskan Tugas dalam Proses Pengembangan Produk</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e0c2">Keterampilan mengelola prioritas adalah&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>penting yang kamu butuhkan sebagai Product Manager dalam mengkoordinasi tugas. Karena, begitu banyak ‘tanggung jawab’ yang perlu dikerjakan oleh tim pengembang produk. Mulai dari permintaan eksekutif, perbaikan&nbsp;<em>bug,</em>&nbsp;hingga fitur khusus hasil umpan balik pelanggan. Untuk itu, kamu bisa memetakannya dengan kisi-kisi di bawah ini agar tim-mu punya&nbsp;<em>roadmap</em>&nbsp;dasar untuk membantu memprioritaskan tugas dan membagi waktu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3206"><strong>Langkah 1: Menciptakan visi produk</strong></h2>



<p id="9d38">Coba isilah bagian yang ada di dalam kurung berikut ini, ya.</p>



<p id="40f8"><strong>Saat ini, ketika</strong>&nbsp;[segmen pelanggan]&nbsp;<strong>ingin</strong>&nbsp;[aktivitas/hasil yang diinginkan],&nbsp;<strong>mereka harus</strong>&nbsp;[solusi saat ini].&nbsp;<strong>Hal ini tidak dapat diterima, karena</strong>&nbsp;[kekurangan solusi saat ini].&nbsp;<strong>Kami membayangkan sebuah dunia di mana</strong>&nbsp;[kekurangan terselesaikan].&nbsp;<strong>Kami mewujudkan dunia ini melalui</strong>&nbsp;[teknologi/pendekatan dasar].</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3887"><strong>Langkah 2: Menghubungkan visi (yang ada pada langkah ke-1) dengan strategi produk</strong></h2>



<p id="9837">Ada 4 komponen strategi memprioritaskan produk menurut Geordie Kaytes, Radhika Dutt, dan Nidhi Aggarwal:</p>



<p id="9e45">1.&nbsp;<em>Real pain points</em>&nbsp;berarti “untuk siapa?” dan “apa kelemahan mereka?”</p>



<p id="aa27">2. Desain mengacu pada “fitur utama apa yang akan kamu desain ke dalam produk?” dan “bagaimana kamu mendeskripsikan merek dan&nbsp;<em>tone</em>?”</p>



<p id="b5b1">3. Kapabilitas menangani pertanyaan</p>



<p id="c278">“mengapa kita harus menjadi pihak yang melakukannya?” dan “apa kapabilitas unik yang kita miliki?”</p>



<p id="4035">4. Logistik membahas tentang saluran, seperti “apa strategi penetapan harga kami?” dan “media apa yang kami gunakan untuk menyampaikan hal ini?”</p>



<p id="5898">Jika itu semua digabungkan, maka tampilannya akan berbentuk tabel seperti ini:</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:1400/1*by6CZd7jB6787pl9qMITSg.png" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sumber:&nbsp;</em><a href="https://medium.com/agileinsider"><em>https://medium.com/agileinsider</em></a></figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="373d"><strong>Langkah 3: Menerapkan visi pada prioritas</strong></h2>



<p id="90c1">Selanjutnya, kamu dapat memanfaatkan grafik sederhana di bawah ini untuk mengevaluasi apa yang perlu mendapat perhatian tim dan apa yang bisa ditunda atau diabaikan. Dengan menggunakan visi untuk menyaring tugas atau pekerjaan, kamu dapat menentukan apa yang perlu dilakukan dan apa yang perlu dihindari.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:1400/0*ma2_xaDczjQDPhst" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">Sumber:&nbsp;<a href="https://medium.com/agileinsider">https://medium.com/agileinsider</a></figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="1788"><strong>Langkah 4: Menyelaraskan analisis dengan visi produk</strong></h2>



<p id="1ff7">Setelah kamu mengetahui urutan prioritasnya, kamu dapat memperkirakan estimasi hasilnya dan bagaimana langkah eksekusinya. Kamu juga dapat meningkatkan prioritas berdasarkan metrik dan keluaran yang tepat dan dikaitkan dengan kebahagiaan serta kepuasan pelanggan.</p>



<p id="ffe8">Selamat mempraktikkan!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="f6c1"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="fa3d"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="74c4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-tahapan-memprioritaskan-tugas-dalam-proses-pengembangan-produk/">Ini Tahapan Memprioritaskan Tugas dalam Proses Pengembangan Produk</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi Tools dalam Pengembangan Produk</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rekomendasi-tools-dalam-pengembangan-produk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2023 13:58:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tools For Design]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9838</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siapa yang setuju kalau mengembangkan produk adalah sebuah perjalanan panjang? Misalnya kamu harus menerima ratusan permintaan fitur masuk, perlu melakukan wawancara 1-on-1 dengan belasan orang pengguna, hingga menganalisis umpan balik yang masuk. Untuk itu, kamu perlu mengerjakannya dengan memanfaatkan&#160;tools&#160;pendukung agar prosesnya berjalan lebih cepat dan efisien. Kamu bisa melakukannya dengan beberapa&#160;tools&#160;pendukung seperti berikut. Productboard.com Tools&#160;ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rekomendasi-tools-dalam-pengembangan-produk/">Rekomendasi Tools dalam Pengembangan Produk</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b20f">Siapa yang setuju kalau mengembangkan produk adalah sebuah perjalanan panjang? Misalnya kamu harus menerima ratusan permintaan fitur masuk, perlu melakukan wawancara 1-on-1 dengan belasan orang pengguna, hingga menganalisis umpan balik yang masuk.</p>



<p id="5977">Untuk itu, kamu perlu mengerjakannya dengan memanfaatkan&nbsp;<em>tools</em>&nbsp;pendukung agar prosesnya berjalan lebih cepat dan efisien. Kamu bisa melakukannya dengan beberapa&nbsp;<em>tools</em>&nbsp;pendukung seperti berikut.</p>



<p id="ff36"><strong>Productboard.com</strong></p>



<p id="060c"><em>Tools</em>&nbsp;ini mampu meneruskan ide dan umpan balik ke inbox email yang secara otomatis menyimpannya dan dapat diberikan peringkat sebagai prioritas pengerjaan. DIkutip dari laman Medium Daniel Borowski yang menerbitkannya di Medium Agile Insider, startup Agile Insider memanfaatkan Productboard dalam kasus seperti ini:</p>



<p id="b40a">&#8211; Menambahkan hampir setiap ide produk ke<em>&nbsp;backlog</em>&nbsp;di Productboard, dan dapat memberi peringkat pada setiap fitur berdasarkan kriteria khusus seperti “pengurangan&nbsp;<em>churn</em>” dan “tingkat perusahaan”.</p>



<p id="9e41">&#8211; Saat berkomitmen untuk membuat fitur, Agile Insider dapat memeriksa semua masukan yang pernah diterima tentang fitur tersebut di Productboard.</p>



<p id="f713"><strong>Typeform.com</strong></p>



<p id="1609">Kamu dapat memanfaatkan&nbsp;<em>tools&nbsp;</em>tersebut untuk membuat survei sederhana dan menarik untuk mendapatkan masukan cepat dari pelanggan. Hasil dari survei tersebut akan sangat berguna jika berhasil diintegrasikan dengan lancar ke dalam pengalaman pengguna. Contoh kasus penggunaan Typeform yang dilakukan oleh Agile Insider:</p>



<p id="fe77">&#8211; Setelah pelanggan terlibat dengan fitur penting di platform, mereka selalu memiliki tautan ke formulir umpan balik yang didukung oleh Typeform. Tanggapannya langsung masuk ke saluran di Slack.</p>



<p id="8431">&#8211; Saat Agile Insider berpikir untuk meningkatkan fitur atau menambahkan fitur baru, kami menambahkan tombol ‘palsu’ untuk fitur tersebut, yang setelah di klik akan berbunyi: “Fitur ini masih dalam proses. Klik di sini untuk menyampaikan masukan Anda.” Tautan tersebut akan mengarahkan laman ke Typeform yang menanyakan pendapat mereka tentang fungsi tombol tersebut sehingga kami dapat lebih memahami ekspektasi.</p>



<p id="c5d1"><strong>SessionRewind.com</strong></p>



<p id="3956"><em>Tools</em>&nbsp;untuk menangkap setiap gerakan&nbsp;<em>mouse</em>&nbsp;dan klik dari pelanggan sehingga startup tahu betul apa yang ‘dikatakan’ pelanggan dibandingkan dengan yang dilakukan pelanggan. Contoh kasus penggunaan SessionRewind.com yang dilakukan oleh Agile Insider:</p>



<p id="1f03">&#8211; Jika pelanggan memberi tahu bahwa mereka mengalami kesulitan dalam menavigasi fitur atau pengalaman, Agile Insider akan menanyakan sesi mereka untuk menontonnya dan melihat apa yang mereka lakukan. Seiring waktu Agile Insider dapat meningkatkan kegunaan dengan memperhatikan pola kebingungan pelanggan.</p>



<p id="cae7">&#8211; Saat merilis fitur baru, Agile Insider menetapkan filter yang ditautkan oleh Slacks ke sesi tempat pengguna berinteraksi dengan fitur tersebut. Mereka juga telah menyimpan filter untuk pengalaman orientasi awal, pembatalan, peningkatan, dan aktivitas penting lainnya sehingga kami dapat mengamati&nbsp;<em>aha moment&nbsp;</em>yang terjadi.</p>



<p id="a7d9"><strong>TetraInsights.com</strong></p>



<p id="068a"><em>Tools</em>&nbsp;yang menghasilkan transkrip wawancara dengan pelanggan dan menyimpannya dalam repositori terindeks yang mudah dicari. Wawancara dengan pelanggan tentu sangat bermanfaat dan memberikan wawasan berharga. Namun, rekaman bisa sangat sulit untuk ditelaah jika dibagikan pada rekan kerja yang tidak punya cukup waktu untuk menontonnya dari awal hingga akhir. Contoh bagaimana Agile Insider menggunakannya:</p>



<p id="6fd1">&#8211; Saat mewawancarai pelanggan dan mereka mengatakan sesuatu yang benar-benar membuka mata, alih-alih membagikan keseluruhan video wawancara (yang tidak sempat ditonton oleh siapa pun), mereka hanya membuat cuplikan pernyataan kunci dan mengirimkannya ke tim untuk ditonton.</p>



<p id="48b4">&#8211; Agile Insider menandai setiap topik yang disebutkan dalam setiap cuplikan, sehingga ketika sudah siap untuk mengatasi masalah, mereka dapat dengan mudah menemukan buktinya untuk segera diselesaikan masalahnya.</p>



<p id="c88e">Itu tadi ringkasan dari beberapa&nbsp;<em>tools&nbsp;</em>pendukung yang bisa kamu manfaatkan dalam proses pengembangan produk. Semoga ulasannya bermanfaat, ya! Jika kamu punya masukan tentang rekomendasi&nbsp;<em>tools&nbsp;</em>lain atau membahas tentang topik bermanfaat lain, jangan ragu untuk tulis di kolom komentar, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="749e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="9e6e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d1b5"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----a3d1fa5b5556--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rekomendasi-tools-dalam-pengembangan-produk/">Rekomendasi Tools dalam Pengembangan Produk</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mengatur Pricing pada MVP yang Akan Rilis?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengatur-pricing-pada-mvp-yang-akan-rilis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 06:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[MVP]]></category>
		<category><![CDATA[Pricing Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8610</guid>

					<description><![CDATA[<p>dan tentu saja momen pertama yang ‘cukup menegangkan’. Startup harus mendapatkan harga yang tepat ketika akan meluncurkan MVP, atau produk akan ‘mati’ ketika diluncurkan. Tantangannya, tidak ada aturan baku dalam menentukan harga produk baru. Tidak ada jawaban presisi yang mengajarkan bagaimana perusahaan bisa masuk ke pasar baru dengan sukses dan pelanggan memperoleh nilai dari produk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengatur-pricing-pada-mvp-yang-akan-rilis/">Bagaimana Mengatur Pricing pada MVP yang Akan Rilis?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="0527">dan tentu saja momen pertama yang ‘cukup menegangkan’. Startup harus mendapatkan harga yang tepat ketika akan meluncurkan MVP, atau produk akan ‘mati’ ketika diluncurkan. Tantangannya, tidak ada aturan baku dalam menentukan harga produk baru.</p>



<p id="9cad">Tidak ada jawaban presisi yang mengajarkan bagaimana perusahaan bisa masuk ke pasar baru dengan sukses dan pelanggan memperoleh nilai dari produk yang ditawarkan. Namun jangan khawatir, beberapa penjelasan di bawah ini dapat menjadi wawasan bagimu ketika akan meluncurkan MVP. Terutama saat menentukan&nbsp;<em>pricing&nbsp;</em>yang tepat, yang dikutip dari jproco.medium.com.</p>



<p id="3cc5"><strong>Tidak perlu takut membebankan biaya</strong></p>



<p id="a88d">Jika kamu merasa tidak nyaman membebankan biaya dalam jumlah penuh ketika produk muncul setelah MVP, itu artinya kamu belum siap merilis MVP. Jadi, jangan paksa untuk sesegera mungkin merilisnya tanpa persiapan yang matang.</p>



<p id="1a08">Gambarannya seperti ini, ketika MVP telah rilis, maka semua beban dianggap ditimpakan pada produsen produk, dengan sesedikit mungkin dibebankan kepada konsumen produk. Untuk itu, agar pelanggan tetap mendapatkan nilai yang mereka harapkan, kamu dapat menjalankan uji coba dengan MVP dan membebankan harga diskon untuk sementara waktu. Beri penjelasan bahwa diskon hanya tersedia selama durasi program uji coba dan setelah itu akan diterbitkan dengan harga ‘penuh’.</p>



<p id="c452"><strong>Gunakan trik psikologis dengan memanfaatkan harga penetrasi</strong></p>



<p id="5aeb">Bagaimanapun, di dunia ini tidak ada yang gratis. Ada penukar dari kata ‘gratis’. Sebagai contoh, kamu tetap harus membayar jumlah minimal Rp100 Ribu untuk bisa mendapatkan&nbsp;<em>cashback&nbsp;</em>Rp20 Ribu. Gratis tidak semata-mata gratis, karena kamu tetap harus membutuhkan kuota internet untuk memproses&nbsp;<em>cashback&nbsp;</em>melalui aplikasi. Sampai di sini, mungkin kamu sudah lebih memahami apa konteks dari ‘tidak ada yang gratis di dunia ini.’</p>



<p id="2175">Hal serupa sama seperti barang digital. Jika kamu ingin memberikan MVP secara gratis, kamu hanya boleh melakukannya sebagai program promosi. Misalnya promo harus dibatasi, untuk jenis pelanggan tertentu, untuk waktu yang singkat, dan hanya sampai kuantitas tertentu.</p>



<p id="813f">Ada hal-hal yang ‘tidak tampak’ yang perlu dibebankan dari kata ‘MVP yang gratis’. Misalnya data dari kontak pengguna dan umpan balik.</p>



<p id="caed">Jika startup punya strategi merebut pangsa pasar, kamu bisa memanfaatkan dalam penetapan harga&nbsp;<em>penetration pricing</em>. Contohnya adalah menagih pelanggan $1 untuk produk seharga $15, atau $10 untuk produk seharga $100. Kelihatannya memang ‘rugi’. Tapi, penetrasi harga memainkan beberapa hal penting.</p>



<p id="4881">Pertama, kamu mendapatkan data kontak pengguna dan informasi pembayaran yang berharga.</p>



<p id="2d56">Kedua, ini membuat trik psikologis di mata pengguna agar tidak ‘menyia-nyiakan produk’ karena mereka telah mengeluarkan sejumlah uang untuk itu. Sebab, ada kecenderungan untuk menyia-nyiakan apa yang telah kita dapatkan secara gratis. Contoh jika kamu mendapatkan tiket gratis ke konser musik, mungkin bisa dengan mudah kamu tidak menghadirinya jika memang tidak ingin datang.</p>



<p id="ec3e">Beda halnya jika kamu memberi ‘beban sedikit’ dalam bentuk harga kepada pengguna, maka mereka akan memberi perhatian yang layak untuk produk yang kamu ciptakan, dan tidak menyia-nyiakan karena mendapat produk ‘gratisan’.</p>



<p id="6f63"><strong>Jangan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>terhadap harga produk, namun lakukan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>pada harga diskon</strong></p>



<p id="0763">Melakukan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>seperti A/B&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>pada harga produk rasanya tidak etis. Itu dapat berakibat pada pelanggan yang kecewa (jika mereka mengetahuinya). Jika ingin melakukan&nbsp;<em>testing,&nbsp;</em>lakukanlah pada harga diskon. Atau mungkin kamu dapat menguji produk dengan titik harga yang dipilih, dan dipasarkan dengan segmen yang cukup besar untuk memberikan perbandingan hasil yang signifikan. Pada intinya, kamu dapat melakukan cara apapun asalkan etis, tidak membuat kesal pelanggan, dan kamu mendapatkan data yang valid dari hasil&nbsp;<em>testing.&nbsp;</em>Misalnya ketika kamu mulai mencari tahu tingkat konversi pada beberapa titik harga, sebut saja $1, $5, $20, dan mulai terlihat adanya penolakan, maka kamu akan lebih memahami di titik mana pelanggan menemukan nilai dari produkmu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="0954"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="eb83"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b74e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengatur-pricing-pada-mvp-yang-akan-rilis/">Bagaimana Mengatur Pricing pada MVP yang Akan Rilis?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kamu Perlu Tahu: Menggali Insight Lewat Proses Sintesis</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kamu-perlu-tahu-menggali-insight-lewat-proses-sintesis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2021 04:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Design Research]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Synthesis]]></category>
		<category><![CDATA[User Research]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5128</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam&#160;design research,&#160;keterampilan membuat&#160;synthesis&#160;sangatlah diperlukan.&#160;Synthesis&#160;sendiri pada umumnya adalah merangkum intisari dari proses pengumpulan data yang berasal dari beberapa sumber.&#160;Synthesis&#160;atau dalam bahasa Indonesia disebut sintesis, adalah komposisi dari bagian atau elemen yang dapat membentuk satu kesatuan. Salah satu cara untuk membuat sintesis menggunakan&#160;affinity diagram&#160;atau diagram afinitas. Affinity diagram&#160;bertujuan untuk mengumpulkan gagasan, opini, masalah, yang semuanya berasal dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kamu-perlu-tahu-menggali-insight-lewat-proses-sintesis/">Kamu Perlu Tahu: Menggali Insight Lewat Proses Sintesis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*HKXoQbh66Q33Xdqr" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@joszczepanska?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Jo Szczepanska</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure>



<p id="7b7c">Dalam&nbsp;<em>design research,&nbsp;</em>keterampilan membuat&nbsp;<em>synthesis&nbsp;</em>sangatlah diperlukan.&nbsp;<em>Synthesis&nbsp;</em>sendiri pada umumnya adalah merangkum intisari dari proses pengumpulan data yang berasal dari beberapa sumber.&nbsp;<em>Synthesis&nbsp;</em>atau dalam bahasa Indonesia disebut sintesis, adalah komposisi dari bagian atau elemen yang dapat membentuk satu kesatuan. Salah satu cara untuk membuat sintesis menggunakan&nbsp;<em>affinity diagram&nbsp;</em>atau diagram afinitas.</p>



<p id="3b5d"><em>Affinity diagram&nbsp;</em>bertujuan untuk mengumpulkan gagasan, opini, masalah, yang semuanya berasal dari data verbal. Dalam&nbsp;<em>affinity diagram,&nbsp;</em>seluruh data verbal ini kemudian dibagi menjadi beberapa kategori sesuai dengan jenis kelompoknya.</p>



<p id="52c1"><em>For your information, affinity diagram&nbsp;</em>ini juga disebut dengan metode KJ, yang diambil dari penemunya yaitu Kawakita Jiro pada tahun 1960-an. Metode&nbsp;<em>affinity diagram&nbsp;</em>biasanya digunakan jika terdapat banyak masalah atau situasi yang&nbsp;<em>chaotic.&nbsp;</em>Dengan dilakukannya metode ini, harapannya dapat menghasilkan solusi dan strategi yang tepat dari seluruh pihak yang terlibat dalam organisasi.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*ttCYoov7E69DJVep" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@jamesponddotco?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">James Pond</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="4493">Sebelum memulai metode ini, ada beberapa hal yang perlu disiapkan lebih dulu,&nbsp;<em>nih,&nbsp;</em>antara lain&nbsp;<em>sticky notes,&nbsp;</em>alat tulis, karton manila atau permukaan yang luas untuk membuat klasifikasi kategori (bisa juga menggunakan papan tulis, meja yang luas, atau di lantai).</p>



<p id="6e67">Selain membutuhkan peralatan, ada beberapa&nbsp;<em>skills</em>&nbsp;yang dibutuhkan untuk mengubah data menjadi&nbsp;<em>insights</em>, beberapa diantaranya adalah:</p>



<p id="47cc">&#8211; Data yang akurat yang dikumpulkan dari proses&nbsp;<em>user research</em></p>



<p id="bc2f">&#8211; Pengetahuan tentang psikologi dan perilaku manusia</p>



<p id="0dc9">&#8211; Pengetahuan tentang domain (industri, bisnis terkait, dan produk)</p>



<p id="be17">&#8211; Empati</p>



<p id="9656">&#8211; Ketelitian untuk menganalisis data berulang kali</p>



<p id="fc1c">Supaya lebih ringkas,&nbsp;<em>affinity diagram&nbsp;</em>dapat disederhanakan melalui 4 tahap seperti berikut:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/700/0*-eCbqkjMhR52e6Km" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@olloweb?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Agence Olloweb</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure></div>



<p id="f72c">1. Meringkas Data</p>



<p id="6396">Dari setiap sesi diskusi yang sudah berjalan dan catatan yang sudah dikumpulkan, cari setiap poin dari seluruh informasi. Agar lebih fokus, kamu dapat menuliskan satu poin informasi dalam satu&nbsp;<em>sticky notes.&nbsp;</em>Usahakan tulis secara singkat namun mencakup satu masalah yang dibahas ke dalam satu&nbsp;<em>sticky notes.&nbsp;</em>Gunanya adalah agar nantinya kamu tidak kesulitan dalam mengelompokkan ke dalam beberapa kategori.</p>



<p id="1a8e">2. Menemukan Pola</p>



<p id="dda5">Setelah mengumpulkan keseluruhan informasi, baca satu per satu dari informasi yang tertulis di&nbsp;<em>sticky notes.&nbsp;</em>Pahami keseluruhan bagian dari setiap informasi yang ada, kemudian temukan pola yang saling berkaitan satu sama lain. Kelompokkan pola tersebut ke dalam beberapa kategori, contohnya saja kategori&nbsp;<em>pain points,&nbsp;</em>demografi,&nbsp;<em>workflow,&nbsp;</em>dan lain-lain. Contohnya adalah sebagai berikut:</p>



<p id="896c">Informasi yang ada di dalam&nbsp;<em>sticky notes&nbsp;</em>adalah:</p>



<p id="6764">&#8211; Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP)</p>



<p id="60d2">&#8211;&nbsp;<em>Job description&nbsp;</em>saling bertabrakan</p>



<p id="c79f">&#8211; Tidak adanya pelatihan karyawan</p>



<p id="12e2">&#8211; Perputaran uang lambat</p>



<p id="f534">&#8211; Jumlah karyawan sedikit</p>



<p id="bab6">&#8211; Bahan baku sering datang terlambat</p>



<p id="33e9">&#8211; Piutang yang macet</p>



<p id="4e2d">Dari sekumpulan informasi di atas, kita dapat menemukan pola yang saling berkaitan. Kemudian membaginya ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:</p>



<p id="c149">Kategori Sistem:</p>



<p id="e3b7">&#8211; Tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP)</p>



<p id="fef3">&#8211;&nbsp;<em>Job description&nbsp;</em>saling bertabrakan</p>



<p id="227b">Kategori Sumber Daya Manusia:</p>



<p id="a13f">&#8211; Tidak adanya pelatihan karyawan</p>



<p id="9477">&#8211; Jumlah karyawan sedikit</p>



<p id="6209">Kategori Keuangan:</p>



<p id="001c">&#8211; Piutang yang macet</p>



<p id="7b6c">&#8211; Perputaran uang lambat</p>



<p id="f538">Kategori Operasional:</p>



<p id="7d0d">&#8211; Bahan baku sering datang terlambat</p>



<p id="ed2d">3. Membuat&nbsp;<em>Insights</em></p>



<p id="8bb3">Selanjutnya adalah langkah untuk membuat&nbsp;<em>insights.&nbsp;</em>Tips paling mudah untuk dapat menggali&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>adalah dengan mencermati dalam setiap kepingan data yang berbeda, apakah mereka saling berkaitan satu sama lain. Kemudian apa saja yang mendasari perilaku dan kebutuhannya. Lalu kamu dapat mengatur ulang&nbsp;<em>sticky notes&nbsp;</em>sebelumnya menjadi beberapa&nbsp;<em>insights.&nbsp;</em>Untuk memperjelas saat menggali&nbsp;<em>insights,&nbsp;</em>kamu bisa menggunakan&nbsp;<em>format&nbsp;</em>pertanyaan seperti ini:</p>



<p id="e921">(<em>User</em>) perlu (<em>Sesuatu</em>) untuk mencapai (<em>Tujuan</em>)</p>



<p id="fcad">Namun, bagaimana cara menggali&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>yang nantinya relevan dan berdampak pada hasil penelitian?</p>



<p id="698f">Memang&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>yang dihasilkan akan berbeda-beda pada setiap orang. Akan tetapi, kamu dapat mencoba menemukan&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>melalui beberapa perspektif seperti:</p>



<p id="26ad">&#8211;&nbsp;<em>Insights&nbsp;</em>yang digali merupakan ide baru yang sama sekali berbeda dan melawan asumsi lama</p>



<p id="78f7">&#8211;&nbsp;<em>Insights&nbsp;</em>merupakan kebutuhan dan masalah yang dialami oleh&nbsp;<em>user&nbsp;</em>dan tidak dapat diterjemahkan secara&nbsp;<em>verbal</em></p>



<p id="5bf3">&#8211;&nbsp;<em>Insights&nbsp;</em>adalah sekumpulan fakta-fakta yang tersembunyi, contohnya saja seperti bagaimana alur berpikir konsumen sebelum memutuskan untuk membeli produk.</p>



<p id="3f60">4. Mengubah<em>&nbsp;Insight&nbsp;</em>ke Format yang Sesuai</p>



<p id="f6a3">Setelah kamu menemukan&nbsp;<em>insights,&nbsp;</em>selanjutnya kamu dapat mengubahnya ke dalam format yang sesuai agar dapat dibaca oleh orang lain. Beberapa&nbsp;<em>output&nbsp;</em>yang umum dalam&nbsp;<em>user research&nbsp;</em>adalah&nbsp;<em>user persona, journey map,&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>empathy map.</em></p>



<p id="2b57">Semoga dengan empat langkah di atas, dapat membantumu untuk membuat sintesis dan menggali&nbsp;<em>insights&nbsp;</em>dari&nbsp;<em>user,&nbsp;</em>ya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Sofy Nito.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kamu-perlu-tahu-menggali-insight-lewat-proses-sintesis/">Kamu Perlu Tahu: Menggali Insight Lewat Proses Sintesis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Memprioritaskan Teknologi Dalam Pengembangan Produk?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-memprioritaskan-teknologi-dalam-pengembangan-produk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 11:35:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tech Stack]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5074</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertimbangan awal: kapan targetmu untuk mencapai 10.000 user? “Kalau jualan makanan kan harus beli bahannya dulu, dimasak, dibungkus, disajiin atau dianter. Kalau anak startup mah enak ya, sekali bikin, udah deh dapet uang terus kalau usernya banyak.” Tak sedikit orang yang berpikir bikin startup yang produknya web atau app itu gampang. Jangan bilang kalau kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-memprioritaskan-teknologi-dalam-pengembangan-produk/">Bagaimana Memprioritaskan Teknologi Dalam Pengembangan Produk?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" id="475d"><p>Pertimbangan awal: kapan targetmu untuk mencapai 10.000 user?</p></blockquote>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*c1sZgdP-fcxQ0uMhAcUmZg.png" alt=""/></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Kalau jualan makanan kan harus beli bahannya dulu, dimasak, dibungkus, disajiin atau dianter. Kalau anak startup mah enak ya, sekali bikin, udah deh dapet uang terus kalau usernya banyak.”</p></blockquote>



<p id="cb03">Tak sedikit orang yang berpikir bikin startup yang produknya web atau app itu gampang. Jangan bilang kalau kamu adalah salah satunya di antara mereka ya!</p>



<p id="ab9e">Dalam membangun produk teknologi, banyak sekali riset yang harus dilakukan untuk memastikan fitur sesuai dengan kebutuhan pengguna.</p>



<p id="8e13">Dari riset yang dilakukan, banyak penyesuaian yang harus dilakukan. Ada yang mudah, ada yang susah. Pertanyaannya, yang mana dulu nih yang diprioritaskan?</p>



<p id="0c9e">Jangan-jangan, pas udah develop fitur sesuai feedback pengguna, tahunya nggak kepake?</p>



<p id="8eb1">Sebagai renungan, tonton dulu nih video-nya Chief Financial Officer-nya Zoom:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="How Zoom is handling the surge of new users and security concerns: CFO" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/ZsIVG2uv-j0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>Dalam 3 bulan, jumlah pengguna Zoom naik dari awalnya 10 juta…jadi 200 juta! Wih, dengan banyaknya isu keamanan yang diresahkan, gimana nge-handlenya tuh ya?</figcaption></figure>



<h1 class="wp-block-heading" id="e717">Gimana milih tools teknologi terbaik kalau startup kita mau scale?</h1>



<p id="2855">Untuk menjawab pertanyaan itu, harus kita lihat dari banyak sudut pandang!</p>



<p id="d71b">Biasanya untuk co-founder dengan bidang teknologi (hacker) bahasnya ini nih:</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*zDNu91sbAtYiultO8Z59dA.png" alt=""/><figcaption>Sumber: Slide Mas Reydi</figcaption></figure>



<p id="ecf6">Hal di atas, biasanya bikin co-founder yang latar belakangnya bisnis (hustler) dan desain (hipster) bingung. Memang, platform di atas itu punya kelebihannya masing-masing. Ada yang lebih canggih tapi ribet bikinnya. Ada yang mudah dan cepet bikinnya, tapi kalau user tambah banyak, performanya jadi turun. Nah, makanya kita harus lihat sudut pandang yang lebih luas dan strategis.</p>



<p id="bd7c">Namun, untuk memilih yang cocok, ada beberapa pertimbangan yang harus masuk dalam hitungan bagi para sahabat founder sekalian.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c547"><strong>1. Business Priorities vs Tech Agenda</strong></h2>



<p id="6ef9">Ingat, bikin startup itu utamanya bukan canggih-canggihan produk. Tapi, bikin produk yang bisa menyelesaikan masalah-nya user. Kejar ketepatgunaannya. Kalau mau canggih-canggihan, salurkan dengan ikutan hackathon aja.</p>



<p id="afc6">Oh iya, yang perlu diingat juga nih. Terpenting. Apapun teknologi yang mau kamu pakai, kamu harus pikirkan, nanti buat nyari talent yang bisa ngerjainnya gampang ngga? Kalau baru sanggup rekrut-rekrut anak magang yang masih kuliah, kamu harus luangin waktu untuk ngajarin lho.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="cbbd"><strong>2. Making Money vs Maintainable Infrastructure</strong></h2>



<p id="ec63">Oke, mungkin kamu udah punya rencana untuk infrastruktur teknologi yang mantap. Tapi uangnya belum ada. Silakan putar otak, cari alternatif&nbsp;<em>basic&nbsp;</em>yang sanggup kamu bayar, namun ga mengurangi performa produkmu. Sarannya, fokus kejar product-market fit dulu, biar keliatan duitnya, baru deh mantapin infrastruktur semaumu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7d14"><strong>3. Product Usability vs Maintainable Code</strong></h2>



<p id="235a">Sebelum menyentuh angka 10.000 user atau mencapai BEP (break even point),&nbsp;<strong>dahulukan usability daripada maintainability.</strong>&nbsp;Ya, walaupun bagusnya kalau bisa sejalan dua-duanya, lihat dulu, resource yang ngerjainnya menyanggupi ngga? Jangan sampai keteteran~</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="d045">Artikel ini berdasarkan sesi Inkubasi Minggu ke-1 dengan topik “<strong>Building a Scalable Technology Stack</strong>” oleh<strong>&nbsp;</strong><a href="https://id.linkedin.com/in/reydi"><strong>Reydi Sutandang</strong></a>, Chief Technology Officer&nbsp;<a href="https://www.happy5.co/">Happy5</a>&nbsp;pada 4 April 2020.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-memprioritaskan-teknologi-dalam-pengembangan-produk/">Bagaimana Memprioritaskan Teknologi Dalam Pengembangan Produk?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
