<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Presentation Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/presentation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/presentation/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Aug 2024 04:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Presentation Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/presentation/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Founder: Panduan Singkat untuk Elevator Pitch</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tips-founder-panduan-singkat-untuk-elevator-pitch/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 04:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch & Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<category><![CDATA[Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10843</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu&#160;elevator pitch? Dikutip dari situs Asana,&#160;elevator pitch&#160;adalah kesempatan untuk membagikan ringkasan singkat tentang merek dan penawaran produk. Tetapi,&#160;pitch&#160;juga bisa menjadi kesempatan untuk menjalin relasi nyata yang dapat digunakan nantinya. Berapa waktu yang ideal untuk melakukan&#160;elevator pitch? Durasi adalah hal penting yang kerap diabaikan ketika membuat&#160;elevator pitch.&#160;Elevator pitch&#160;yang terlalu panjang tidak akan efektif. Jadi pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tips-founder-panduan-singkat-untuk-elevator-pitch/">Tips Founder: Panduan Singkat untuk Elevator Pitch</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading" id="7390">Apa itu<em>&nbsp;elevator pitch</em>?</h2>



<p id="cd13">Dikutip dari situs Asana,&nbsp;<em>elevator pitch</em>&nbsp;adalah kesempatan untuk membagikan ringkasan singkat tentang merek dan penawaran produk. Tetapi,&nbsp;<em>pitch</em>&nbsp;juga bisa menjadi kesempatan untuk menjalin relasi nyata yang dapat digunakan nantinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="28c1">Berapa waktu yang ideal untuk melakukan&nbsp;<em>elevator pitch</em>?</h2>



<p id="f66e">Durasi adalah hal penting yang kerap diabaikan ketika membuat&nbsp;<em>elevator pitch</em>.&nbsp;<em>Elevator pitch</em>&nbsp;yang terlalu panjang tidak akan efektif. Jadi pada umumnya, durasi&nbsp;<em>elevator pitch</em>&nbsp;tergantung pada topik dan orang yang akan menjadi target&nbsp;<em>pitch</em>nya. Namun secara garis besar,&nbsp;<em>pitch</em>&nbsp;harus dilakukan sesingkat mungkin dengan memilih poin penting dengan seksama.</p>



<p id="513a">Menurut penelitian yang dilakukan oleh Microsoft, rata-rata orang memiliki rentang perhatian sekitar delapan detik. Maka, durasi&nbsp;<em>elevator pitch</em>&nbsp;yang ideal adalah tidak lebih dari 30 detik.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="6589">Apa yang perlu dilakukan sebelum&nbsp;<em>elevator pitch</em>?</h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="b0ca"><strong>1. Menjelaskan tentang proposisi nilai</strong></h3>



<p id="66b6">Mengkomunikasikan tentang proposisi nilai adalah salah satu poin yang harus disampaikan saat&nbsp;<em>elevator pitch</em>. Ini menjadi intisari dan daya tarik dari apa yang kamu tawarkan ke pelanggan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="508b"><strong>2. Menyiapkan diri dengan penuh percaya diri</strong></h3>



<p id="59a3">Menyiapkan<em>&nbsp;elevator pitch</em>&nbsp;dengan percaya diri dan lancar butuh persiapan matang. Kamu bisa banyak berlatih seolah-olah sedang berbicara di atas panggung.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a874"><strong>3. Mengatur nada bicara, intonasi, dan artikulasi</strong></h3>



<p id="7ee9">Usahakan atur tempo dengan stabil saat berbicara dan gunakan bahasa tubuh yang baik. Menyampaikan&nbsp;<em>pitch</em>&nbsp;dengan terburu-buru akan membuat pesan ‘mengalir’ terlalu cepat dan tidak dipahami audiens.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="6a79"><strong>Tips<em>&nbsp;elevator pitch</em>&nbsp;dari para&nbsp;<em>founder</em></strong></h2>



<p id="384f">“Gunakan kerangka untuk membantumu menguraikan&nbsp;<em>elevator pitch</em>, seperti nama startupmu, siapa target pengguna, masalah pengguna, solusi yang bisa kamu berikan untuk masalah pengguna, serta bagaimana solusimu lebih baik daripada yang lain.”</p>



<p id="8c76">Michael Lisovetsky — HomeSwipe</p>



<p id="6ad4">“Buat kalimatmu menarik perhatian. Kuncinya, bedakan dirimu dari orang banyak, karena pikiran manusia pada dasarnya ingin tahu. Jadi, tariklah minat orang-orang dengan mengidentifikasi kualitas unik tentang bisnismu.”</p>



<p id="024c">Ashu Dubey — 12 Lab</p>



<p id="93f8">“Kalimat singkat kadang tidak memuat proposisi nilai dari startupmu. Tidak masalah menggunakan dua kalimat, yang lebih penting adalah waktu. Usahakan kamu bisa menjelaskannya dalam waktu kurang dari 30 detik.”</p>



<p id="11ac">Kaya DeMatteo — Bad Rhino</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9816"><strong>Contoh<em>&nbsp;elevator pitch</em>&nbsp;(sumber dari situs Asana)</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="d7f0">Contoh pertama</h3>



<p id="1ddb">Tim kami benar-benar kesulitan untuk beralih menjadi pekerja jarak jauh. Komunikasi tidak tertata dan orang-orang kesulitan menemukan informasi yang benar untuk menyelesaikan proyek. Tapi, untungnya, kami menemukan solusi untuk masalah kami.</p>



<p id="d875">Menerapkan alat manajemen proyek tidak hanya menambahkan produktivitas, tapi juga meningkatkan keseluruhan kerja sama tim. Setiap perusahaan memilih alat berbeda, tapi saya dapat tanpa ragu menyatakan bahwa perangkat lunak kami adalah yang terbaik dalam menghubungkan gol dengan pekerjaan yang dibutuhkan untuk mencapainya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="cdac">Contoh kedua</h3>



<p id="5420">Dalam industri mana pun atau sehebat apa pun dalam bekerja, pekerjaan memang rumit. Tapi, perangkat lunak manajemen proyek yang baik bisa membantu meningkatkan produktivitas dan komunikasi. Saya belum pernah melewatkan batas waktu selama bertahun-tahun. Jika tertarik dengan cara perangkat lunak tersebut membantu tim-mu, hubungi saya dan saya bisa menjelaskan selengkapnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d6a5">Contoh ketiga</h3>



<p id="6960">Kami punya pelanggan yang sepenuhnya beralih menjadi pekerja jarak jauh tahun ini dan butuh bantuan untuk memastikan batas waktu tercapai. Dengan bantuan kami, mereka bisa mendapatkan kembali hingga 10% dari waktu kerja mereka dan fokus pada hal yang lebih penting seperti perencanaan strategis.</p>



<p id="2bbf">Jadi, apa kamu sudah siap untuk menyampaikan&nbsp;<em>pitch</em>&nbsp;pertamamu?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="6cf5"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="a4e1"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="7c93"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----d99bc168d925--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tips-founder-panduan-singkat-untuk-elevator-pitch/">Tips Founder: Panduan Singkat untuk Elevator Pitch</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Tips Pitching Startup dari Ahlinya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/belajar-tips-pitching-startup-dari-ahlinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Oct 2023 04:30:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch & Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Pitching]]></category>
		<category><![CDATA[Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10119</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pitching&#160;menjadi sebuah kesempatan bagi startup untuk unjuk gigi dan ‘memperlihatkan taringnya’ di depan audiens. Kesempatan ini pula yang banyak membuat startup gagal karena gagal menarik perhatian audiens dan investor. Mereka kerap melakukan ‘kesalahan’ seperti menjabarkan terlalu banyak hal, atau melewatkan banyak poin penting yang seharusnya diceritakan. Untuk itu, agar kamu tidak melewatkan kesempatan berharga ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/belajar-tips-pitching-startup-dari-ahlinya/">Belajar Tips Pitching Startup dari Ahlinya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="43a2"><em>Pitching&nbsp;</em>menjadi sebuah kesempatan bagi startup untuk unjuk gigi dan ‘memperlihatkan taringnya’ di depan audiens. Kesempatan ini pula yang banyak membuat startup gagal karena gagal menarik perhatian audiens dan investor. Mereka kerap melakukan ‘kesalahan’ seperti menjabarkan terlalu banyak hal, atau melewatkan banyak poin penting yang seharusnya diceritakan.</p>



<p id="5853">Untuk itu, agar kamu tidak melewatkan kesempatan berharga ketika nanti&nbsp;<em>pitching,&nbsp;</em>kamu perlu melakukan persiapan sedari dini. Lewat artikel ini, kamu dapat menerapkan tips&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>yang dijelaskan oleh pakarnya, yaitu David Beckett, yang telah menjadi pelatih&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>selama belasan tahun untuk perusahaan dan startup, agar berhasil meningkatkan nilai mereka.</p>



<p id="e040">Sudah siapkah kamu? Mari kita mulai dari tips yang paling awal.</p>



<p id="5459"><strong>1. Mendengarkan audiensmu</strong></p>



<p id="82b0">Startup sering terkecoh dengan memberi tahu semua orang tentang produk yang telah dibangun dengan jerih payah dan tetes air mata. Namun faktanya, orang lain bisa jadi tidak peduli sama sekali. Untuk menghindari hal tersebut, kamu perlu lebih menyelami audiensmu. Promosimu harus selaras dan relevan dengan keinginan audiens.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Siapa audiensmu?</li>



<li>Apa yang sangat penting bagi mereka?</li>



<li>Bagaimana agar kamu bisa membuat orang lain terkesan?</li>
</ul>



<p id="eb7a"><strong>2. Fokus pada masalah dan solusinya</strong></p>



<p id="25d2"><em>Pitch&nbsp;</em>yang kamu tulis harus menjawab tentang&nbsp;<em>pain points&nbsp;</em>dan keuntungan yang didapatkan pelanggan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Apa akibat dari&nbsp;<em>pain points&nbsp;</em>yang dialami pelanggan?</li>



<li>Seberapa besar masalah yang mereka miliki?</li>



<li>Apakah mereka akan membayar agar masalah tersebut bisa selesai?</li>



<li>Bagaimana caramu memvalidasinya?</li>
</ul>



<p id="932e"><strong>3. Menetapkan tujuan yang jelas</strong></p>



<p id="a375">Kesimpulannya,&nbsp;<em>pitch&nbsp;</em>yang sukses akan membuat orang lain mengambil tindakan. Jika berbicara tentang investor, maka tindakannya adalah&nbsp;<em>dealing&nbsp;</em>untuk investasi. Namun, startup pada umumnya akan menempuh langkah ini sebelumnya. Misalnya, tindakan untuk membuat pertemuan lanjutan, perkenalan, atau sesederhana audiens memindai kode QR untuk mengetahui informasi lebih lanjut.</p>



<p id="3d6c">Kemudian, yang paling penting adalah menjaga koneksi setelah audiens melakukan tindakan yang kita inginkan. Serta, buatlah tujuan yang jelas dan mudah diingat.</p>



<p id="9efa"><strong>4. Menggunakan&nbsp;<em>post it&nbsp;</em>untuk menyusun alur cerita</strong></p>



<p id="9dfe">Setelah kamu menetapkan tujuan, kini tiba saatnya untuk menyusun strategi dalam mewujudkannya. Kamu dapat memanfaatkan&nbsp;<em>sticky notes&nbsp;</em>atau kertas tempel untuk menuangkan pemikiran dan idemu dan menyusunnya ke dalam alur cerita. Supaya lebih mudah, kamu dapat menggunakan Pitch Canvas yang disusun oleh Beckett, sebuah alat bercerita gratis yang dapat digunakan untuk menyusun promosimu.</p>



<p id="af6f"><strong>5. Tunjukkan nilaimu</strong></p>



<p id="15fa">Bisnis tidak bisa dijabarkan dengan konsep di atas kertas. Bisnis dapat dibuktikan dengan produk dan pelanggan yang tepat. Maka dari itu, investor ingin melihat bukti bahwa kamu dapat melaksanakan rencana dan strategimu. Misalnya, jika kamu punya daya tarik pelanggan, kamu dapat menjelaskan siapa saja yang menggunakan produk tersebut. Jika kamu punya demo, tunjukkan bagaimana demo tersebut bekerja.</p>



<p id="c40c"><strong>6. Pembukaan adalah kuncinya</strong></p>



<p id="ffc0">Investor dapat melihat ribuan penawaran dalam satu tahun dan mereka hampir tidak punya banyak waktu untuk bertele-tele. Untuk itu, syarat pertama yang mutlak harus kamu penuhi adalah menggunakan&nbsp;<em>opening&nbsp;</em>untuk membuat mereka terpikat. Sebab, jika pembukaan ini tidak berhasil memikat audiens, maka bagian selanjutnya hampir dipastikan tidak akan terlalu diperhatikan oleh audiens.</p>



<p id="8bd6"><strong>7. Percantik&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>secara verbal</strong></p>



<p id="e8e0">Setelah kamu memiliki&nbsp;<em>prototype&nbsp;</em>untuk promosi, kamu perlu menjelaskannya secara verbal. Untuk itu, kamu perlu banyak berlatih untuk mengucapkan dengan lantang di depan audiens. Jangan lupa untuk bertanya kepada audiens tentang respon dan masukan dari versi latihanmu, agar kamu dapat menyempurnakan penyampaian&nbsp;<em>pitching</em>nya. Penting sekali untuk mengatur kejelasan, fokus, ritme, serta penekanan terhadap kata-kata penting agar lebih menonjol.</p>



<p id="7e61"><strong>8. Sempurnakan dengan latihan</strong></p>



<p id="b45b">Beckett telah melakukan penelitian tentang kapasitas mendengarkan dan berbicara banyak orang. Kesimpulannya, kamu dapat berbicara maksimal 150 kata per menit. Jika berbicara lebih cepat dari itu, orang lain akan kesulitan untuk mengikuti. Kamu dapat berbicara sedikit lebih lambat agar orang dapat memproses pesan yang disampaikan.</p>



<p id="5788">Cobalah berlatih untuk menyampaikan pesan penting, dengan energi dan kecepatan yang cukup. Pada umumnya, 150 kata akan muat dalam kurang lebih sembilan kalimat. Jika promosinya disampaikan dalam durasi tiga menit, maka jumlahnya sekitar 27 kalimat. Ini dapat menjadi acuan untukmu dalam menyusun cerita agar pesannya dapat diterima oleh audiens dan membuat mereka melakukan tindakan.</p>



<p id="5d1d">Semoga sesi<em> pitching</em> kamu mendapatkan tanggapan yang positif, ya. Semangat terus, <em>Founder!</em></p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="1ad2"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="4dd0"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="86c8"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----3f52f02e29d7--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/belajar-tips-pitching-startup-dari-ahlinya/">Belajar Tips Pitching Startup dari Ahlinya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurus Membuat Audiens Tetap Fokus Selama Kamu Presentasi!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/jurus-membuat-audiens-tetap-fokus-selama-kamu-presentasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2023 14:21:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch & Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[Public Speaking]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9860</guid>

					<description><![CDATA[<p>75% populasi orang takut dengan&#160;public speaking. Pernyataan tersebut dikutip dari blogs.ifals.ufl.edu, yang menunjukkan bahwa berbicara di depan umum ternyata cukup ‘ditakuti’. Salah satunya termasuk presentasi, bisa jadi momok untuk sebagian besar orang. Salah satu alasannya, bisa jadi karena mencuri perhatian audiens itu sulit sekali di era yang serba cepat seperti saat ini. Audiens disuguhi dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jurus-membuat-audiens-tetap-fokus-selama-kamu-presentasi/">Jurus Membuat Audiens Tetap Fokus Selama Kamu Presentasi!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="8728">75% populasi orang takut dengan&nbsp;<em>public speaking</em>. Pernyataan tersebut dikutip dari blogs.ifals.ufl.edu, yang menunjukkan bahwa berbicara di depan umum ternyata cukup ‘ditakuti’. Salah satunya termasuk presentasi, bisa jadi momok untuk sebagian besar orang.</p>



<p id="d7ff">Salah satu alasannya, bisa jadi karena mencuri perhatian audiens itu sulit sekali di era yang serba cepat seperti saat ini. Audiens disuguhi dengan berbagai macam platform digital. Setiap harinya audiens dihadapkan dengan banjir informasi yang begitu deras sehingga akan timbul rasa ‘kewalahan’ untuk menyaring mana informasi yang valid dan yang tidak. Kita terbiasa untuk hidup serba cepat dan ingin instan, sehingga semakin sulit menangkap dan mempertahankan perhatian dari audiens. Ini yang membuat presentasi jadi suatu hal yang menakutkan karena tantangannya begitu besar.</p>



<p id="727e">Jika kita sedang melakukan presentasi, bagaimana cara agar menjaga audiens tetap fokus untuk mendengarkan apa yang kita sampaikan?</p>



<p id="a991">Kamu perlu menghadapi tantangan pertama, di mana misinya adalah mencuri perhatian audiens. Jika misi tantangan pertama tercapai, kamu bisa lanjut ke tantangan yang kedua, yakni mempertahankan perhatian audiens. Bagaimana caranya? Keterlibatan adalah kuncinya. Kamu bisa memanfaatkan teknik keterlibatan agar audiens fokus pada presentasimu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9403"><strong>Ajak untuk terlibat secara fisik</strong></h2>



<p id="a981">Secara sains, teorinya adalah ke mana pun tubuh pergi, otak akan mengikuti. Untuk itu, kamu dapat mengajak audiens untuk melakukan sesuatu dengan tubuhnya untuk membangun keterlibatan. Entah itu mengadakan presentasi tatap muka, atau secara virtual, kamu dapat merencanakan untuk mengajak audiens terlibat secara fisik dalam kegiatan presentasimu. Misalnya meminta orang menonton video, membaca selebaran, klik sesuatu di layar, atau menggunakan reaksi virtual.</p>



<p id="4063"><strong>Ajak untuk terlibat secara mental</strong></p>



<p id="ad83">Selanjutnya, kamu dapat mengajak audiens untuk keluar dari zona nyaman. Biarkan mereka tidak hanya duduk manis menonton presentasimu, mungkin pikiran mereka berlarian kesana-kemari dan tidak fokus dengan pesanmu. Ajak mereka untuk terlibat secara kognitif lewat tiga cara sederhana. Pertama, mengajukan pertanyaan sepanjang presentasi. Kedua, memasukkan pernyataan, data, dan statistik yang provokatif. Terakhir, memperkenalkan analogi cerdas.</p>



<p id="2ec3">Yang pertama, ketika kamu mengajukan pertanyaan, orang secara otomatis akan berpikir, apa jawaban yang ingin mereka utarakan. Hal tersebut mengubah mereka dari yang semula mendengarkan secara pasif, menjadi berpartisipasi secara aktif. Kedua, pernyataan provokatif atau data yang menarik ternyata membangkitkan rasa ingin tahu dari audiens. Mereka cenderung akan berpikir untuk mengajukan pertanyaan secara internal. Dengan kata lain, mereka akan tenggelam dalam pikirannya sendiri dan bertanya, apakah mereka sependapat dengan pesanmu atau tidak.</p>



<p id="8b8e">Ketiga, analogi yang mudah dipahami. Ini akan membuat audiens membandingkan apa yang mereka ketahui dengan apa yang tidak. Maksudnya, kita menggunakan hal yang familiar untuk menjelaskan hal yang tidak familiar. Memanfaatkan analogi adalah sebuah cara cerdas untuk mengundang audiens terlibat lebih dalam dan membuat mereka berpikir secara aktif.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="fc4f"><strong>Ajak untuk terlibat secara linguistik</strong></h2>



<p id="87a7">Melibatkan audiens secara linguistik artinya menggunakan kata-kata inklusif dalam presentasi sehingga audiens merasakan kedekatan denganmu. Jika mereka merasa nyaman mendengarkan pesanmu, mereka akan merasakan bahwa tidak ada jarak antara mereka denganmu. Ini kabar yang sangat baik. Jadi, manfaatkan penggunaan kata-kata seperti ‘kita’, ‘kamu’, menyebutkan nama peserta, mencoba untuk mengajak audiens seperti, ‘bayangkan jika kamu…’, dan seterusnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3bd9"><strong>Menggabungkan teknik keterlibatan</strong></h2>



<p id="a8e7">Kamu bisa menggabungkan teknik keterlibatan dalam satu waktu untuk meningkatkan efeknya. Misalnya melakukan jajak pendapat (<em>polling questions</em>).</p>



<p id="e12c">Itu tadi beberapa teknik yang dapat kamu manfaatkan agar audiens bisa mendengarkan presentasimu dengan fokus dan penuh perhatian. Mereka akan lekat memperhatikan dan mencerna setiap kalimat yang kamu sampaikan. Baik itu responnya mereka setuju, merasa relevan dan menerima pendapatmu, atau bahkan sebaliknya. Latihlah teknik keterlibatan itu secara konsisten. Kamu dapat menggunakannya kapan saja dalam situasi komunikasi, misalnya memulai rapat, presentasi mingguan, atau promosi.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="3925"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c7f9"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="2708"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----c4cfd4bb32e7--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jurus-membuat-audiens-tetap-fokus-selama-kamu-presentasi/">Jurus Membuat Audiens Tetap Fokus Selama Kamu Presentasi!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hindari 4 Kesalahan Umum Ini saat Storytelling</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/hindari-4-kesalahan-umum-ini-saat-storytelling/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 07:51:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8419</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam mempromosikan produknya, perusahaan umumnya mengandalkan ‘otak kiri’nya yang kerap mempertimbangkan logika, harga, serta menjual spesifikasi produk. Namun menurut Daniel Pink, “Otak kanan yang dominan adalah salah satu sumber baru bagi terciptanya keunggulan kompetitif.” Meningkatkan keterlibatan menggunakan otak kanan dapat dilakukan dengan menggabungkan ide dan emosi. Cara paling tepat untuk merealisasikan hal itu adalah dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hindari-4-kesalahan-umum-ini-saat-storytelling/">Hindari 4 Kesalahan Umum Ini saat Storytelling</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="4906">Dalam mempromosikan produknya, perusahaan umumnya mengandalkan ‘otak kiri’nya yang kerap mempertimbangkan logika, harga, serta menjual spesifikasi produk.</p>



<p id="f0be">Namun menurut Daniel Pink, “Otak kanan yang dominan adalah salah satu sumber baru bagi terciptanya keunggulan kompetitif.” Meningkatkan keterlibatan menggunakan otak kanan dapat dilakukan dengan menggabungkan ide dan emosi. Cara paling tepat untuk merealisasikan hal itu adalah dengan bercerita. Namun, ada beberapa kesalahan yang kerap terjadi ketika seseorang sedang melakukan&nbsp;<em>storytelling.</em></p>



<p id="ef8e">Apa saja kesalahan tersebut? Dilansir dari artikel yang dipublikasikan di review.firstround.com, berikut adalah penjelasannya:</p>



<p id="82c7"><strong>1. Menceritakan, bukan menunjukkan</strong></p>



<p id="e4f5">Dalam bercerita, alih-alih berbicara dan menunjukkan semuanya di hadapan audiens, ada baiknya kamu menceritakannya secara lengkap. Beri tahu audiens apa yang harus mereka lakukan, apa yang harus mereka rasakan, hingga apa yang harus mereka alami. Dengan begitu, kamu seakan membimbing mereka mengambil kesimpulan sendiri, bukan menunjukkan secara terang-terangan. Percayalah bahwa audiensmu tidak hanya mampu mencerna informasi, namun juga aktif mendengarkan cerita sembari membayangkan dan mengambil kesimpulan.</p>



<p id="998c"><strong>2. Terlalu banyak jargon dengan kata-kata sulit</strong></p>



<p id="bd01">Steve Jobs bercerita dalam kampanye&nbsp;<em>Think Different&nbsp;</em>yang terkenal, “Bagi saya, pemasaran adalah tentang nilai. Ini adalah dunia yang sangat rumit, ini adalah dunia yang sangat bising, dan kita tidak akan mendapatkan kesempatan untuk membuat orang ingat banyak tentang kita. Jadi kita harus sangat jelas tentang apa yang kita ingin mereka ketahui tentang kita.”</p>



<p id="a4c4">Jadi, gunakanlah kata-kata yang jelas dan mudah dicerna oleh audiensmu. Bercerita menggunakan istilah teknis yang sulit, terdengar ‘canggih’ dan hanya dipahami segelintir kelompok, menggunakan akronim, adalah cara paling mudah untuk membuatmu kehilangan audiens.</p>



<p id="f326"><strong>3. Terlalu impersonal</strong></p>



<p id="dbaa">Bayangkan apabila produk dijual dengan menyelipkan pesan yang tidak personal bagi audiensnya. Menurutmu, apakah produk tersebut akan diminati? Jawabannya tidak. Produk yang impersonal akan lebih sulit untuk diterima oleh audiens karena mereka merasa tidak relevan. Apa pun produk yang kamu jual, baik itu sayur, perabot dapur,&nbsp;<em>hard tech,&nbsp;</em>hingga alat medis, usahakan selalu mempersonalisasikan protagonis dalam cerita. Ciptakan karakter protagonis ini tampak nyata sehingga audiens tidak sabar apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka merasa terlibat dan masuk ke dalam cerita yang diperankan oleh protagonis tersebut.</p>



<p id="6ce1">Contohnya datang dari&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>Subway, sebuah restoran cepat saji yang mengusung&nbsp;<em>healthy food.&nbsp;</em>Subway terkenal mengambil kesempatan untuk menaikkan pendapatan menjadi berkali lipat. Bagaimana caranya? Ini berawal dari seorang mahasiswa bernama Jared Fogle yang membuktikan bahwa ia bisa menurunkan berat badan dengan luar biasa menggunakan diet&nbsp;<em>sandwich&nbsp;</em>dari Subway.</p>



<p id="683b">Cara ini jauh lebih menarik daripada melakukan promo pilihan&nbsp;<em>sandwich&nbsp;</em>baru yang lebih sehat. Fogle menggunakan produk Subway untuk merealisasikan kehidupan yang lebih baik. Mulanya, ceritanya ditulis di koran kampus, hingga selanjutnya ia menjadi aset oleh waralaba Subway lokal, dan berlanjut oleh agen iklan Subway Chicago. Cerita Fogle mengalir sebagai kampanye utama untuk Subway selama 10 tahun dan berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan tersebut.</p>



<p id="c856"><strong>4. Tidak otentik</strong></p>



<p id="9595">Ada sebuah cerita yang menggambarkan tentang hal yang tidak otentik. Di Washington, terdapat pusat perawatan kanker besar yang pernah bertanya kepada seorang pasien bernama Audrey untuk menggunakan fotonya dalam kampanye kesadaran kanker. Ia kebetulan adalah atlet triatlon. Saat iklan tersebut mulai dijalankan (kala itu di bus dan majalah), Audrey dan jaringannya (teman, keluarga, hingga rekan sesama atlet) sangat terkejut karena ia diposisikan sebagai penyintas kanker. Bagi orang yang mengenal Audrey, institusi tersebut telah mencoreng kredibilitasnya. Bagaimanapun, orang ingin mendengar dan tergerak oleh kisah nyata. Maka dari itu, jadikan cerita sebagai bagian dari budayamu, sehingga dapat mengakar kuat dan direpresentasikan dalam setiap kegiatan yang ada di perusahaan.</p>



<p id="c073">Itu tadi beberapa kesalahan yang umumnya terjadi ketika seseorang sedang melakukan <em>storytelling. </em>Apakah kamu pernah melakukan salah satunya? Atau bagaimana strategimu dalam memanfaatkan cerita untuk menambah nilai perusahaan atau produkmu?</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="3a8c"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="30f4"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ed8d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/hindari-4-kesalahan-umum-ini-saat-storytelling/">Hindari 4 Kesalahan Umum Ini saat Storytelling</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Presentasimu Hebat dan Memukau? Pelajari 4 Tips Ini</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ingin-presentasimu-hebat-dan-memukau-pelajari-4-tips-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2022 07:44:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pitch]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Presentation]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8415</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu bayangkan: hampir setiap kegiatan di startup pasti akan melibatkan ‘presentasi’? Baik itu menjelaskan ide kepada anggota tim atau rekan kerja, menarik perhatian investor untuk pendanaan, hingga merekrut karyawan baru. Presentasi adalah berkomunikasi di hadapan para audiens dan membicarakan suatu topik atau informasi. Dengan memiliki kemampuan komunikasi dalam presentasi yang hebat, kamu dapat membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-presentasimu-hebat-dan-memukau-pelajari-4-tips-ini/">Ingin Presentasimu Hebat dan Memukau? Pelajari 4 Tips Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="f17b">Pernahkah kamu bayangkan: hampir setiap kegiatan di startup pasti akan melibatkan ‘presentasi’? Baik itu menjelaskan ide kepada anggota tim atau rekan kerja, menarik perhatian investor untuk pendanaan, hingga merekrut karyawan baru.</p>



<p id="aefb">Presentasi adalah berkomunikasi di hadapan para audiens dan membicarakan suatu topik atau informasi. Dengan memiliki kemampuan komunikasi dalam presentasi yang hebat, kamu dapat membuat dirimu terlihat berbeda dengan pesaing atau orang lain. Audiens pun akan terpikat dan mengingat hal-hal penting yang kamu bicarakan. Untuk itu, kamu perlu berlatih tips presentasi hebat yang dapat memukau audiens, yang dikutip dari artikel Harvard Business Review berikut ini.</p>



<p id="d590"><strong>1. Semakin sedikit kata dan slide, semakin baik presentasimu</strong></p>



<p id="180c">Ada cerita menarik dari perusahaan konsultan ternama McKinsey. Salah satu mitra memberi instruksi pada karyawan baru untuk mengurangi dek PowerPoint secara signifikan dengan mengganti setiap 20 slide dengan hanya 2 slide. Hal ini agar presentasi fokus pada poin yang penting saja.</p>



<p id="e8df">Untuk itu, kurangi bagian presentasi pada dek yang sekiranya bukan merupakan topik utama. Beberapa pidato dan dokumen terkenal serta berpengaruh mayoritas durasinya pendek. Contohnya pidato Gettysburg yang panjangnya hanya 272 kata dan pidato pelantikan John F. Kennedy yang kurang dari 15 menit.</p>



<p id="d09a"><strong>2. Tidak menggunakan poin-poin</strong></p>



<p id="6804">Menyampaikan pesan pada presentasi menggunakan poin bukanlah cara yang efektif. Jika ingin pesanmu sampai kepada audiens, kamu bisa meniru cara Steve Jobs. Ia tidak pernah menampilkan poin-poin dalam deknya. Sebaliknya, ia menggunakan&nbsp;<strong>foto dan teks</strong>&nbsp;untuk memperkuat pesannya. Para ilmuwan menyebut gambar memiliki kekuatan lebih dalam menyampaikan makna, ini disebut dengan “superioritas gambar.”</p>



<p id="f4a6">Menurut ahli biologi molekuler John Medina, manusia memiliki kekuatan besar dalam mengingat gambar. “Dengarkan sepotong informasi, tiga hari kemudian kamu akan mengingat 10% darinya. Jika ditambahkan gambar, kamu bisa mengingat 65% informasinya.”</p>



<p id="8ea6"><strong>3. Berlatih menyampaikan vokal</strong></p>



<p id="c696">Menurut studi penelitian oleh profesor pemasaran Wharton, Jonah Berger, pembicara yang memvariasikan kecepatan, nada, dan volume suara dirasa lebih efektif. Pembicara yang memodulasi suara akan tampak lebih percaya diri. Misalnya memberi suara lebih tinggi ketika menyampaikan poin utama, atau berhenti sejenak setelah menyampaikan poin penting.</p>



<p id="c01b">Jadi, ketahui pesan mana yang menjadi fokus utama sehingga kamu dapat berlatih untuk memberi penekanan atau meninggikan nada ketika mengucapkan kalimat tersebut. Dengan begitu, presentasimu akan punya daya tarik lebih dan mudah dipahami oleh audiens.</p>



<p id="4331"><strong>4. Ciptakan momen menyenangkan dengan audiens</strong></p>



<p id="382e">Tahukah kamu bahwa audiens tidak akan ingat data dan visual dek yang kamu sajikan? Yang mereka ingat adalah momen di mana presentasimu memberikan mereka kesan ‘wow’ dan menarik perhatian mereka.</p>



<p id="4c92">Munculnya momen tidak terduga akan menarik perhatian audiens yang mudah bosan. Contohnya seperti presentasi Bill Gates pada tahun 2009 ketika menjelaskan tentang Bill &amp; Melinda Gates Foundation yang punya program untuk mengurangi penyebaran nyamuk malaria. Sewaktu di atas panggung, Gates berkata, “Malaria ditularkan oleh nyamuk. Saya membawa beberapa ke sini supaya kalian semua bisa merasakannya.” Kemudian Gates berjalan ke tengah panggung, dan membuka tutup dari toples kecil berisi nyamuk yang tidak terinfeksi. “Kami akan membiarkan mereka berkeliaran di sekitar auditorium sedikit.”</p>



<p id="2873">Momen tersebut begitu berhasil menarik perhatian penonton karena termasuk momen ‘wow’.</p>



<p id="ba2a">Jadi, bagaimana sudahkah kamu siap untuk mempraktikkan tips di atas dan menjadi makin percaya diri ketika presentasi?</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="41ab"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c70f"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ccc4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-presentasimu-hebat-dan-memukau-pelajari-4-tips-ini/">Ingin Presentasimu Hebat dan Memukau? Pelajari 4 Tips Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
