fbpx

Jurus Membuat Audiens Tetap Fokus Selama Kamu Presentasi!

75% populasi orang takut dengan public speaking. Pernyataan tersebut dikutip dari blogs.ifals.ufl.edu, yang menunjukkan bahwa berbicara di depan umum ternyata cukup ‘ditakuti’. Salah satunya termasuk presentasi, bisa jadi momok untuk sebagian besar orang.

Salah satu alasannya, bisa jadi karena mencuri perhatian audiens itu sulit sekali di era yang serba cepat seperti saat ini. Audiens disuguhi dengan berbagai macam platform digital. Setiap harinya audiens dihadapkan dengan banjir informasi yang begitu deras sehingga akan timbul rasa ‘kewalahan’ untuk menyaring mana informasi yang valid dan yang tidak. Kita terbiasa untuk hidup serba cepat dan ingin instan, sehingga semakin sulit menangkap dan mempertahankan perhatian dari audiens. Ini yang membuat presentasi jadi suatu hal yang menakutkan karena tantangannya begitu besar.

Jika kita sedang melakukan presentasi, bagaimana cara agar menjaga audiens tetap fokus untuk mendengarkan apa yang kita sampaikan?

Kamu perlu menghadapi tantangan pertama, di mana misinya adalah mencuri perhatian audiens. Jika misi tantangan pertama tercapai, kamu bisa lanjut ke tantangan yang kedua, yakni mempertahankan perhatian audiens. Bagaimana caranya? Keterlibatan adalah kuncinya. Kamu bisa memanfaatkan teknik keterlibatan agar audiens fokus pada presentasimu.

Ajak untuk terlibat secara fisik

Secara sains, teorinya adalah ke mana pun tubuh pergi, otak akan mengikuti. Untuk itu, kamu dapat mengajak audiens untuk melakukan sesuatu dengan tubuhnya untuk membangun keterlibatan. Entah itu mengadakan presentasi tatap muka, atau secara virtual, kamu dapat merencanakan untuk mengajak audiens terlibat secara fisik dalam kegiatan presentasimu. Misalnya meminta orang menonton video, membaca selebaran, klik sesuatu di layar, atau menggunakan reaksi virtual.

Ajak untuk terlibat secara mental

Selanjutnya, kamu dapat mengajak audiens untuk keluar dari zona nyaman. Biarkan mereka tidak hanya duduk manis menonton presentasimu, mungkin pikiran mereka berlarian kesana-kemari dan tidak fokus dengan pesanmu. Ajak mereka untuk terlibat secara kognitif lewat tiga cara sederhana. Pertama, mengajukan pertanyaan sepanjang presentasi. Kedua, memasukkan pernyataan, data, dan statistik yang provokatif. Terakhir, memperkenalkan analogi cerdas.

Yang pertama, ketika kamu mengajukan pertanyaan, orang secara otomatis akan berpikir, apa jawaban yang ingin mereka utarakan. Hal tersebut mengubah mereka dari yang semula mendengarkan secara pasif, menjadi berpartisipasi secara aktif. Kedua, pernyataan provokatif atau data yang menarik ternyata membangkitkan rasa ingin tahu dari audiens. Mereka cenderung akan berpikir untuk mengajukan pertanyaan secara internal. Dengan kata lain, mereka akan tenggelam dalam pikirannya sendiri dan bertanya, apakah mereka sependapat dengan pesanmu atau tidak.

Ketiga, analogi yang mudah dipahami. Ini akan membuat audiens membandingkan apa yang mereka ketahui dengan apa yang tidak. Maksudnya, kita menggunakan hal yang familiar untuk menjelaskan hal yang tidak familiar. Memanfaatkan analogi adalah sebuah cara cerdas untuk mengundang audiens terlibat lebih dalam dan membuat mereka berpikir secara aktif.

Ajak untuk terlibat secara linguistik

Melibatkan audiens secara linguistik artinya menggunakan kata-kata inklusif dalam presentasi sehingga audiens merasakan kedekatan denganmu. Jika mereka merasa nyaman mendengarkan pesanmu, mereka akan merasakan bahwa tidak ada jarak antara mereka denganmu. Ini kabar yang sangat baik. Jadi, manfaatkan penggunaan kata-kata seperti ‘kita’, ‘kamu’, menyebutkan nama peserta, mencoba untuk mengajak audiens seperti, ‘bayangkan jika kamu…’, dan seterusnya.

Menggabungkan teknik keterlibatan

Kamu bisa menggabungkan teknik keterlibatan dalam satu waktu untuk meningkatkan efeknya. Misalnya melakukan jajak pendapat (polling questions).

Itu tadi beberapa teknik yang dapat kamu manfaatkan agar audiens bisa mendengarkan presentasimu dengan fokus dan penuh perhatian. Mereka akan lekat memperhatikan dan mencerna setiap kalimat yang kamu sampaikan. Baik itu responnya mereka setuju, merasa relevan dan menerima pendapatmu, atau bahkan sebaliknya. Latihlah teknik keterlibatan itu secara konsisten. Kamu dapat menggunakannya kapan saja dalam situasi komunikasi, misalnya memulai rapat, presentasi mingguan, atau promosi.

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini