<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Produktivitas Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/produktivitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/produktivitas/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Dec 2024 04:08:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Produktivitas Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/produktivitas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Maksimalkan Produktivitas Tim dengan Strategi Talent Density</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/maksimalkan-produktivitas-tim-dengan-strategi-talent-density/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 04:05:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Talent Management]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10986</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat mengembangkan startup, apa yang paling kamu pertimbangkan? Mungkin ide-ide kreatif, strategi pemasaran, atau rencana pertumbuhan. Tapi ada satu hal yang sering jadi tantangan besar, yaitu bagaimana membuat tim tetap produktif tanpa harus buru-buru menambah banyak orang. Microsoft co-founder, Bill Gates, pernah berada dalam situasi yang mirip. Di sebuah wawancara pada tahun 1993, dia tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/maksimalkan-produktivitas-tim-dengan-strategi-talent-density/">Maksimalkan Produktivitas Tim dengan Strategi Talent Density</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="03a5">Saat mengembangkan startup, apa yang paling kamu pertimbangkan? Mungkin ide-ide kreatif, strategi pemasaran, atau rencana pertumbuhan. Tapi ada satu hal yang sering jadi tantangan besar, yaitu bagaimana membuat tim tetap produktif tanpa harus buru-buru menambah banyak orang.</p>



<p id="1c03">Microsoft co-founder, Bill Gates, pernah berada dalam situasi yang mirip. Di sebuah wawancara pada tahun 1993, dia tidak berbicara panjang lebar tentang teknologi atau software engineering. Sebaliknya, dia menyoroti keputusan besar di bidang SDM, yaitu mengajak Steve Ballmer, teman lamanya, bergabung dengan Microsoft.</p>



<p id="60ec">Kehadiran Ballmer membawa perubahan besar. Dia tidak hanya datang dengan ide-ide bisnis yang segar, tetapi juga energi yang mampu menggerakkan seluruh perusahaan. Ballmer bukan hanya menambah keahlian baru, tapi dia juga membuat pertumbuhan Microsoft melejit.</p>



<p id="1379">Inilah yang disebut sebagai kekuatan talenta tim atau<em>&nbsp;talent density</em>. Konsep ini bukan cuma soal menambah orang-orang hebat, tetapi juga menciptakan lingkungan di mana kehadiran individu tersebut bisa membuat semua orang bekerja lebih baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0054"><strong>Tantangan&nbsp;<em>Bell Curve</em>&nbsp;dan Pentingnya&nbsp;<em>Talent Density</em></strong></h2>



<p id="68b4">Selama ini, banyak perusahaan masih terjebak dengan pendekatan tradisional, yaitu mengukur kinerja karyawan dengan<em>&nbsp;bell curve</em>. Sistem ini cenderung membuat perusahaan menerima kinerja yang biasa-biasa saja, padahal seharusnya bisa mendorong setiap individu untuk mencapai performa terbaik.</p>



<p id="223e">Di sisi lain, pendekatan&nbsp;<em>talent density</em>&nbsp;fokus memastikan bahwa setiap keputusan rekrutmen atau promosi benar-benar meningkatkan kemampuan tim secara keseluruhan. Dengan dukungan dan pelatihan yang tepat, setiap individu bisa mencapai potensi maksimal. Dan mereka yang termasuk&nbsp;<em>hyper-performers</em>&nbsp;harus mendapat penghargaan yang layak.</p>



<p id="2ffc">Sayangnya, kenyataannya tidak selalu sejalan. Sistem evaluasi berbasis&nbsp;<em>bell curve&nbsp;</em>bisa membuat talenta terbaik merasa tidak mendapat ruang yang pantas. Ada juga manajer yang merasa terancam oleh kehadiran karyawan yang bekerja dengan sangat baik, sehingga mereka cenderung menghindari merekrut orang-orang hebat.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="8b50"><strong>Prioritaskan Talent Density, Bukan Jumlah Karyawan</strong></h2>



<p id="c1e9">Banyak startup masih menganggap bahwa menambah karyawan dengan cepat akan langsung mempercepat pertumbuhan. Dorongan untuk “<em>hire to grow</em>” membuat tim sering terburu-buru menambah anggota. Tapi kenyataannya, menambah jumlah orang tidak selalu sebanding dengan hasil yang didapat.</p>



<p id="f9f9">Contohnya bisa dilihat pada Netflix. Dengan hanya 13.000 karyawan di seluruh dunia, mereka mampu menghasilkan pendapatan per karyawan yang jauh lebih tinggi dibandingkan perusahaan teknologi lain. Rahasia mereka? Memilih dan mempertahankan talenta terbaik, bukan sekadar memperbanyak jumlah karyawan.</p>



<p id="a7ad">Pelajaran yang bisa diambil adalah: jangan tergesa-gesa menambah orang. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0553"><strong>Strategi Membangun Tim yang Kuat</strong></h2>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Ubah Cara Rekrutmen</strong>. Tim rekrutmen seharusnya tidak sekadar memenuhi kebutuhan jumlah karyawan. Mereka harus memastikan bahwa setiap orang yang direkrut benar-benar membawa dampak besar pada produktivitas tim. Kadang, memprioritaskan kandidat internal yang sudah memahami budaya perusahaan lebih efektif.</li>



<li><strong>Posisikan Orang Berdasarkan Kekuatan Mereka</strong>. Ini tidak hanya berlaku untuk karyawan baru. Setiap anggota tim perlu terus berkontribusi secara signifikan. Dorong mereka untuk mengembangkan keterampilan, karena tanpa pertumbuhan, mereka bisa mengurangi<em> talent density </em>di tim.</li>



<li><strong>Berinvestasi pada Talenta Terbaik</strong>. Seperti tim olahraga profesional, perusahaan tidak bisa berharap pada performa bintang dengan bayaran rata-rata. Kamu juga harus siap untuk berinvestasi lebih pada orang-orang yang benar-benar mendorong performa perusahaan.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading" id="5824"><strong><em>Talent Density</em>&nbsp;adalah Kunci di Era AI</strong></h2>



<p id="a3ae">Di tengah perubahan yang dibawa oleh AI, perusahaan perlu memiliki tim yang gesit, adaptif, dan piawai dalam memanfaatkan teknologi dengan cepat. Perusahaan-perusahaan besar memahami bahwa hanya sedikit orang yang benar-benar menjadi pendorong utama kesuksesan perusahaan, dan mereka memastikan individu ini terus termotivasi dan dihargai.</p>



<p id="0888">Jadi, daripada hanya fokus menambah jumlah karyawan, penting untuk memikirkan bagaimana setiap anggota tim bisa membawa dampak besar. Dengan strategi yang tepat, startup bisa menjadi tempat kerja yang penuh energi, inovasi, dan siap menghadapi persaingan pasar.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="72fb"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="478c"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ffea"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@ristianadputri?source=post_page---byline--55db8f0d9cd5--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/maksimalkan-produktivitas-tim-dengan-strategi-talent-density/">Maksimalkan Produktivitas Tim dengan Strategi Talent Density</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>25 Nasihat untuk Menjadi Produktif</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/25-nasihat-untuk-menjadi-produktif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 04:42:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Time Management]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10840</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang pemimpin dan pebisnis yang produktif selalu punya keinginan yang harus dicapai setiap harinya. Namun, dengan segudang tanggung jawab yang harus dijalankan, menjadi produktif bisa menjadi tantangan besar bagi mereka. Memang, tidak ada hari yang mulus. Pasti akan ada hari yang sibuk, seakan tidak ada waktu, bahkan hari yang tidak menyenangkan. Tapi tidak apa-apa, karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/25-nasihat-untuk-menjadi-produktif/">25 Nasihat untuk Menjadi Produktif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seorang pemimpin dan pebisnis yang produktif selalu punya keinginan yang harus dicapai setiap harinya. Namun, dengan segudang tanggung jawab yang harus dijalankan, menjadi produktif bisa menjadi tantangan besar bagi mereka.</p>



<p id="f657">Memang, tidak ada hari yang mulus. Pasti akan ada hari yang sibuk, seakan tidak ada waktu, bahkan hari yang tidak menyenangkan. Tapi tidak apa-apa, karena kehidupan adalah hal yang dinamis.</p>



<p id="e486">Untuk membuat produktivitas semakin terasah, kamu bisa memberikan suntikan motivasi lewat beberapa tips produktivitas ini. Cek, dulu, yuk!</p>



<p id="876c">1. Waktu pagi adalah momen krusial yang akan menentukan bagaimana kamu akan menghabiskan 24 jam-mu ke depan. Jadi tentukan semuanya sejak pagi, atau malam sebelumnya.</p>



<p id="0e33">2. Fokuslah untuk mengembangkan keterampilan dan diri setiap harinya, karena ini berfungsi sebagai bahan bakar untuk produktivitasmu.</p>



<p id="a767">3. Tidak perlu muluk-muluk, jadilah 1% lebih baik setiap harinya.</p>



<p id="773a">4. Jauhi pikiran “jalani apa yang terjadi”. Sebaliknya, pemimpin harus punya tujuan yang jelas, kemana mereka akan melangkah.</p>



<p id="b703">5. Membuat tujuan secara spesifik dan realistis dapat membantu memprioritaskan tugas mana yang benar-benar penting.</p>



<p id="fa02">6. Miliki kalender yang bisa kamu akses kapan pun dan dimana pun.</p>



<p id="322b">7. Kalender yang terstruktur dengan baik sangat penting untuk melaksanakan rencanamu secara efektif.</p>



<p id="5378">8. Pastikan di dalam kalendermu sebaiknya hanya menyertakan tugas-tugas yang selaras dengan tujuan dan penting bagi kesuksesan bisnis dan personal.</p>



<p id="d0b7">9. Waktu adalah salah satu sumber daya paling berharga bagi para CEO dan pemimpin yang ingin memenangkan harinya. Pahitnya, waktu tidak bisa digantikan atau diputar kembali, maka manfaatkanlah waktu semaksimal dan sebijak mungkin.</p>



<p id="6b56">10. Kita hidup di era di mana bisnis harus bergerak dengan kecepatan sangat tinggi. Akibatnya, kemampuan untuk mengatur waktu dan energi secara efektif lebih dari sekedar keterampilan, kuasai hal ini.</p>



<p id="f6dc">11. Memaksimalkan setiap jam dalam sehari sangat penting bagi para pemimpin karena mereka bertanggung jawab untuk membuat keputusan penting dan mendorong keberhasilan bisnis mereka.</p>



<p id="e9cd">12. Rapat tiada henti bisa menjadi jebakan, membuat kewalahan, dan menjadi faktor utama dalam menghabiskan waktu. Jadi, kuasai manajemen energi dan waktu dalam membuat pertemuan.</p>



<p id="844e">13. Tidak ada hari yang sempurna, kecuali kamu merancang dan menciptakannya.</p>



<p id="7c85">14. Miliki tempat khusus untuk merancang kegiatanmu dengan suasana dan pola pikir yang jernih. Ini akan membantumu menaikkan&nbsp;<em>mood&nbsp;</em>dalam mengerjakan tugas dan prioritas yang harus diselesaikan.</p>



<p id="e7af">15. Seperti teori masker oksigen, di mana kamu harus memakai masker oksigen terlebih dahulu sebelum membantu orang lain, prinsip ini berlaku juga untuk produktivitas. Kamu harus memprioritaskan diri sendiri untuk berkembang dan bisa menjadi produktif, sebelum mendorong orang lain (karyawan dan tim-mu) berhasil menjadi produktif.</p>



<p id="6831">16. Cobalah untuk menjawab dua pertanyaan ini setiap paginya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Apa yang bisa kamu lakukan untuk menjadikan diri kuat secara fisik, mental, emosional, dan spiritual?</li>



<li>Apa yang kamu lakukan untuk mempertahankan tingkat kebahagiaan dan menjadi versi terbaik dari dirimu?</li>
</ul>



<p id="c60d">17. Buat ‘ruang fleksibel’ di dalam kalendermu untuk hal-hal yang tidak terduga.</p>



<p id="57a5">18. Ruang fleksibel adalah blok waktu yang sengaja kamu alokasikan untuk hal mendesak atau tidak terduga yang akan menyita waktu dan perhatianmu. Ini bisa jadi waktu untuk diri sendiri atau orang lain.</p>



<p id="6209">19. Lakukan delegasi tugas dengan cermat lewat orang-orang yang tepat.</p>



<p id="ceac">20. Jangan lupa memberi penghargaan dan pengakuan terhadap diri sendiri setelah selesai mengerjakan banyak prioritas.</p>



<p id="af94">21. Selalu terbuka terhadap&nbsp;<em>update&nbsp;</em>dan tren dari teknologi yang bisa membantumu meningkatkan efisiensi dalam bekerja dan produktivitas secara keseluruhan.</p>



<p id="e4a3">22. Gunakan&nbsp;<em>tools&nbsp;</em>seperti&nbsp;<em>project management,&nbsp;</em>alat kolaborasi tim, hingga sistem otomasi bisnis.</p>



<p id="53e3">23. Jangan menyia-nyiakan waktu mengadakan pertemuan yang bisa diselesaikan lewat&nbsp;<em>chat&nbsp;</em>atau email.</p>



<p id="ca73">24. Cobalah banyak cara untuk menuju produktivitas, misalnya seperti teknik tertentu, metode, cara kerja, dan lain-lain.</p>



<p id="bc37">25. Jika kamu rutin untuk melakukan eksplorasi seperti di poin sebelumnya, kamu akan tahu mana cara atau metode paling tepat untukmu menuju produktivitas maksimal. Karena, tidak setiap cara akan cocok dipakai oleh setiap orang. Jadi, kenalilah cara dan metodemu sendiri, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="f1e7"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f5c5"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----1b623fc27fd3--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/25-nasihat-untuk-menjadi-produktif/">25 Nasihat untuk Menjadi Produktif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Cara Jitu Mengembangkan Etika Kerja</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-cara-jitu-mengembangkan-etika-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2024 10:28:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Ethics]]></category>
		<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dikutip dari artikel Harvard Business Review, etos kerja mengacu pada seperangkat prinsip moral, nilai-nilai, dan sikap seputar cara bertindak di tempat kerja. Hal ini sering kali mencakup perilaku apa yang secara umum dapat diterima dan pantas atau tidak. Kualitas seperti keandalan, produktivitas, kepemilikan, dan dukungan tim menunjukkan integritas profesional atau komitmen kuat terhadap perilaku etis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-cara-jitu-mengembangkan-etika-kerja/">5 Cara Jitu Mengembangkan Etika Kerja</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="ee76">Dikutip dari artikel Harvard Business Review, etos kerja mengacu pada seperangkat prinsip moral, nilai-nilai, dan sikap seputar cara bertindak di tempat kerja. Hal ini sering kali mencakup perilaku apa yang secara umum dapat diterima dan pantas atau tidak.</p>



<p id="f6ea">Kualitas seperti keandalan, produktivitas, kepemilikan, dan dukungan tim menunjukkan integritas profesional atau komitmen kuat terhadap perilaku etis di tempat kerja. Sebaliknya, kualitas kerja yang rendah, keterlambatan, atau kurangnya perhatian terhadap detail menunjukkan etos kerja yang buruk.</p>



<p id="56cb">Gimana sih cara mengembangkan etika kerja yang bermanfaat? Yuk, simak artikel ini!</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Mengikuti petunjuk dari rekan kerja, mentor, dan atasan</strong></h3>



<p id="8de8">Jika kamu adalah karyawan baru, maka cara paling mudah adalah dengan menjadi pengamat. Coba amati, bagaimana perilaku rekan kerjamu dalam rapat? Bagaimana cara mereka berkomunikasi? Itu menjadi petunjuk terbaik tentang etika mereka.</p>



<p id="0597">Beda tempat, beda pula etikanya. Misalnya, perusahaan A mengharuskan karyawannya membuat agenda sebelum rapat, sedangkan perusahaan B lebih santai terhadap agenda. Contoh lainnya, perusahaan A mengomunikasikan secara formal tentang pembaruan perkembangan proyek, sedangkan perusahaan B hanya mengumumkannya lewat pesan singkat Slack.</p>



<p id="81cb">Kamu juga dapat proaktif untuk bertanya pada manajer atau sesama rekan kerja. Kamu harus tahu “bagaimana segala sesuatunya dikerjakan” di perusahaan tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="569d"><strong>2. Mengembangkan disiplin diri</strong></h3>



<p id="5008">Ada masa di mana kita melakukan sesuatu dengan santai, merasa tidak produktif, hingga menunda-nunda. Solusinya, kamu perlu melatih rasa disiplin yang akan membantu memahami cara bekerja, ritme kerja, dan bagaimana cara memotivasi diri.</p>



<p id="0b36">Kamu dapat mempertimbangkan tugas yang mudah dilakukan dan tugas yang sulit. Kemudian pikirkan tugas apa yang memiliki dampak terbesar untuk perusahaan, tugas yang membantumu mencapai tujuan, dan tugas yang prioritasnya lebih rendah.</p>



<p id="76b0">Dalam menyelesaikan tugas yang sulit dan menguras lebih banyak energi, kamu dapat menghubungi rekan kerja untuk berkonsultasi, melakukan kolaborasi, atau memberikan hadiah sederhana atau apresiasi kepada rekanmu saat tugas tersebut sudah selesai.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b29c"><strong>3. Memprioritaskan tugas setiap hari</strong></h3>



<p id="6cd9">Pada pagi hari atau malam sebelumnya, kamu dapat meluangkan waktu sebentar untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diselesaikan. Tentukan tugas mendesak yang harus diselesaikan segera, dan tugas yang berkontribusi terhadap proyek jangka panjang. Pastikan kamu punya cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya.</p>



<p id="9f7e">Jangan menunda pekerjaan paling sulit untuk dikerjakan terakhir. Jika ini terjadi, kamu dapat memetakan beberapa pencapaian yang perlu dilakukan, atau membaginya ke dalam beberapa langkah kecil yang lebih mudah untuk dilakukan. Semakin sering kamu berlatih untuk memprioritaskan dan melakukan tugas, maka kamu akan semakin terampil dan semakin kuat mentalnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9a5e"><strong>4. Berpikir dari sudut pandang pemilik</strong></h3>



<p id="f07f">Ketika menjadi founder atau pemimpin, tentu kamu akan berjuang keras untuk bisa membuat startupmu semakin maju, kan? Jika kamu merupakan karyawan, kamu bisa meningkatkan rasa kepemilikan terhadap pekerjaan dengan proaktif melakukan langkah-langkah kecil yang tepat sasaran.</p>



<p id="b108">Misalnya, sampaikan apa yang menjadi pertanyaanmu atau hal-hal lain yang dirasa masih belum jelas kepada rekan tim. Mengetahui sedikit informasi jauh lebih baik daripada tidak mengetahui informasi penting sama sekali.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="ef25"><strong>5. Kepentingan kelompok di atas kepentingan individu</strong></h3>



<p id="73f3">Saat bekerja, sangat mudah untuk fokus melakukan pekerjaan agar kita bisa dipromosikan atau dihargai di tempat kerja. Namun, ingatlah untuk tidak berperilaku sombong atau pamer di saat orang lain belum berhasil mengerjakan pekerjaannya dengan baik.</p>



<p id="9193">Cobalah untuk berpikir dari kacamata positif. Ketika orang lain mengecewakanmu (misalnya, pekerjaan tidak selesai, banyak revisi), pikirkan bagaimana kamu dapat mendukungnya sehingga semua anggota tim memperoleh manfaatnya. Kamu bisa berbagai strategi untuk bekerja bersama dengan teman-teman dan belajar memahami perspektif berbeda dari mereka.</p>



<p id="678f">Mengembangkan etika kerja tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, namun juga mempermudah proses pekerjaanmu dengan rekan lainnya. Jadi, kolaborasi akan sangat membantu untuk memberikan nilai tambah dari pekerjaan yang kita lakukan. Kamu juga akan mengembangkan keahlian lain dalam berkomunikasi dan meningkatkan reputasi sebagai pribadi yang andal dalam bekerja.</p>



<p id="691f">Dengan mempraktikkan strategi yang sudah dijelaskan dalam artikel ini, kamu akan berhasil mengembangkan etos kerja yang kuat. Selamat mencoba dan semangat terus untuk bertumbuh, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="d4ea"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2589"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="892e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----14c9e28f8598--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-cara-jitu-mengembangkan-etika-kerja/">5 Cara Jitu Mengembangkan Etika Kerja</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karyawan Lama Cemas karena Founder yang Dulunya Dekat, Kini ‘Terasa Jauh’, Harus Bagaimana?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/karyawan-lama-cemas-karena-founder-yang-dulunya-dekat-kini-terasa-jauh-harus-bagaimana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2023 04:53:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat startup semakin berkembang dan menambahkan lebih banyak personil seperti karyawan baru di&#160;entry level&#160;dan juga manajer, karyawan awal bisa jadi merasa kehilangan sosok&#160;founder. Bayangkan sepertinya baru kemarin kamu sebagai&#160;founder&#160;bekerja dan duduk dengan enam orang karyawanmu, berbagi ruang yang sama, bahkan menggunakan meja yang sama. Obrolan ringan hingga berat semuanya dapat mengalir bebas, menjalin komunikasi dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/karyawan-lama-cemas-karena-founder-yang-dulunya-dekat-kini-terasa-jauh-harus-bagaimana/">Karyawan Lama Cemas karena Founder yang Dulunya Dekat, Kini ‘Terasa Jauh’, Harus Bagaimana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e164">Saat startup semakin berkembang dan menambahkan lebih banyak personil seperti karyawan baru di&nbsp;<em>entry level&nbsp;</em>dan juga manajer, karyawan awal bisa jadi merasa kehilangan sosok&nbsp;<em>founder.</em></p>



<p id="976f">Bayangkan sepertinya baru kemarin kamu sebagai&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>bekerja dan duduk dengan enam orang karyawanmu, berbagi ruang yang sama, bahkan menggunakan meja yang sama. Obrolan ringan hingga berat semuanya dapat mengalir bebas, menjalin komunikasi dan hubungan yang dekat dengan semua personil.</p>



<p id="d077">Kemudian, saat startup sudah semakin maju dan membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia, karyawan lama mungkin merasakan kecemasan karena&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>yang dulunya dekat dan mudah ditemui sehari-hari, sekarang terasa jauh. Jadi, apa yang perlu dilakukan&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>untuk mengatasi hal ini?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="25e6"><strong>1. Mendiskusikan dengan tim secara transparan</strong></h2>



<p id="1476">Startup yang semakin berkembang, perlu mengubah alur penyampaian informasi, cara kerja, dan mungkin banyak hal lainnya. Hal ini alamiah karena startup terus bertumbuh, akan tetapi&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>dan tim perlu mengelola ekspektasi. Dari yang semula semua informasi bisa menyebar dengan cepat karena semua tim bekerja dalam ruang yang sama, kini tentu saja berbeda.&nbsp;<em>Founder</em>&nbsp;perlu mengungkapkan keterbukaan informasi pada anggota timnya.</p>



<p id="f9b0">Misalnya, “Ini kabar yang menggembirakan karena startup kita semakin berkembang. Namun, ini artinya kita juga perlu mengubah cara kerja yang lama, dan sebagian dari kita tidak akan lagi mengetahui segala informasi dibandingkan sebelumnya.”</p>



<p id="5ad6">Di sisi lain, ini adalah kesempatan tepat untuk&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>agar bisa bertanya pada tim tentang apa saja yang mereka butuhkan dan di mana kesenjangan terbesar yang mereka rasakan. Ceritakan kepada mereka bahwa kamu sebagai&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>mampu membantu mereka. Namun, perlu digarisbawahi bahwa kamu mungkin tidak dapat memenuhi semua permintaan mereka. Contohnya, tidak semua karyawan akan tahu masalah yang ada di level direksi seperti yang mungkin terjadi di masa lalu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ebe4"><strong>2. Memastikan bahwa kamu sebagai&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>mudah dihubungi oleh anggota tim</strong></h2>



<p id="b7d0">Ini adalah salah satu cara untuk membangun kedekatan dengan karyawan.&nbsp;<em>Founder&nbsp;</em>perlu meluangkan waktu baik secara terstruktur atau tidak terstruktur. Misalnya dengan membuat jam kantor terbuka atau makan siang dan belajar untuk anggota tim selain bawahan langsung dari&nbsp;<em>founder.&nbsp;</em>Mengagendakan ‘jam buka kantor’ sebagai contoh 1–2 jam per minggu, artinya siapa saja dapat mampir ke kantor dan membuka sesi diskusi singkat dengan&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>(atau menggunakan&nbsp;<em>video conference&nbsp;</em>jika jarak jauh).</p>



<p id="5692">Kamu juga dapat memperjelas bahwa sesi diskusi tersebut bertujuan untuk mengobrol atau melontarkan ide, bukan untuk pengambilan keputusan atau membuat strategi yang membutuhkan jangka waktu lama dalam membahasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="fdcc"><strong>3. Menetapkan batasan dan mendorong ‘karyawan lama’ untuk rajin berkonsultasi dengan atasannya</strong></h2>



<p id="c208">Bagi sebagian ‘karyawan lama’, sosok&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>bisa jadi teman dekat karena dahulu sering berdiskusi langsung dalam satu ruangan. Namun, sekarang situasinya menjadi berbeda. Sebagai&nbsp;<em>founder,&nbsp;</em>kamu tetap bisa bersikap terbuka untuk mendengarkan ide atau keluhan mereka, akan tetapi kamu bisa mengarahkan mereka ke atasan barunya dalam mengambil keputusan.</p>



<p id="b036">Dengan begitu, kamu menetapkan batasan sekaligus menjalin komunikasi yang terbuka dengan karyawan lama. Sebenarnya hal ini tidak berlaku untuk karyawan lama saja dan dapat diaplikasikan untuk semua karyawan. Cara tersebut dapat membangun hubungan komunikasi yang menciptakan budaya transparansi, percaya, dan hormat di antara anggota tim startup.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="7855"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8b02"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="719c"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----8336f24ff96b--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/karyawan-lama-cemas-karena-founder-yang-dulunya-dekat-kini-terasa-jauh-harus-bagaimana/">Karyawan Lama Cemas karena Founder yang Dulunya Dekat, Kini ‘Terasa Jauh’, Harus Bagaimana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merasa Jenuh dengan Pekerjaanmu? Lakukan 5 Hal Ini, Yuk!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/merasa-jenuh-dengan-pekerjaanmu-lakukan-5-hal-ini-yuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 01:37:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Ikigai]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9929</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apakah kamu sedang dalam fase jenuh bekerja? Mengalokasikan 8 hingga 9 jam dalam sehari untuk bekerja memang menguras banyak energi dan waktu. Belum lagi ditambah waktu yang kamu habiskan untuk bepergian ke kantor dan rumah. Terlepas dari banyaknya waktu yang terpakai untuk bekerja, nyatanya banyak orang yang tidak menyukai pekerjaannya. Mereka tetap memiliki kekhawatiran akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/merasa-jenuh-dengan-pekerjaanmu-lakukan-5-hal-ini-yuk/">Merasa Jenuh dengan Pekerjaanmu? Lakukan 5 Hal Ini, Yuk!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="6ddb">Apakah kamu sedang dalam fase jenuh bekerja? Mengalokasikan 8 hingga 9 jam dalam sehari untuk bekerja memang menguras banyak energi dan waktu. Belum lagi ditambah waktu yang kamu habiskan untuk bepergian ke kantor dan rumah. Terlepas dari banyaknya waktu yang terpakai untuk bekerja, nyatanya banyak orang yang tidak menyukai pekerjaannya. Mereka tetap memiliki kekhawatiran akan masa depan dan merasa hilang arah dengan pekerjaan yang ia miliki.</p>



<p id="deee">Sayang sekali, bukan? Padahal, kita sudah mengorbankan banyak waktu untuk pekerjaan kita. Nah, jika kamu sedang merasa ‘terperangkap’ dengan sistem 9–5, kamu harus segera mencari jalan keluar. Artikel kali ini akan membahas beberapa tips untuk membantumu melakukan refleksi diri dan kembali menemukan semangat dalam berkarir.</p>



<p id="ce17"><strong>1.</strong>&nbsp;<strong>Berani Bertaruh untuk Diri Sendiri</strong></p>



<p id="ff0f">Pernakah kamu berpikir kalau pekerjaanmu saat ini adalah zona nyamanmu? Hati-hati! Terlalu lama berada di zona nyaman bisa membuatmu bosan dan merasa terperangkap dengan pekerjaanmu, loh.</p>



<p id="dbd2">Kamu perlu mencari cara untuk bisa keluar dari zona nyaman. Hal tersebut memang tidak mudah dilakukan, tapi akan lebih sulit lagi untuk memaksa diri sendiri menyukai pekerjaan yang tidak menarik minatmu. Jadi, beranilah untuk mencari pekerjaan yang membuatmu bersemangat dan tertantang agar kamu bisa menunjukkan seluruh potensi yang ada dalam dirimu.</p>



<p id="e267"><strong>2.</strong>&nbsp;<strong>Menemukan Ikigai</strong></p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:700/1*qNNzYd3SE1Z09d_IaJOdGA.jpeg" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">sumber:&nbsp;<a href="http://www.5elementswisdom.com/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">www.5elementswisdom.com</a></figcaption></figure>



<p id="6da6">Ikigai adalah sebuah filosofi Jepang untuk menemukan kebahagiaan dalam hidup. Menurut ikigai, kebahagiaanmu terletak di tengah empat hal yang saling berhubungan. Yaitu:</p>



<p id="3594">· Misi: Apa yang kamu sukai?<br>· Pekerjaan: Apa yang dibutuhkan dunia?<br>· Profesi: Apa yang bisa membiayai hidupmu?<br>· Gairah: Apa yang kamu kuasai?</p>



<p id="664c">Masing-masing elemen ini memiliki dampak pada kebahagiaan, kesehatan, keuangan, dan pengejaran intelektualmu. Sederhananya, keempat elemen ini sangatlah penting karena menjadi alasan untuk kamu hidup dan bangun pagi setiap harinya. Dengan menerapkan ikigai, bekerja tidak hanya sekedar mencari uang, namun juga menemukan tujuan dari karirmu.</p>



<p id="3d01"><strong>3.</strong>&nbsp;<strong>Berkarya Lewat Digital</strong></p>



<p id="d0d2">Mungkin kamu bertanya-tanya, “Harus mulai dari mana untuk menemukan ikigai?” Kalau kamu masih bingung, kamu bisa mulai dengan membuat suatu karya sebagai&nbsp;<em>personal project.&nbsp;</em>Kini, menjadi&nbsp;<em>creator&nbsp;</em>memilki banyak peluang dengan bantuan media sosial dan platform&nbsp;<em>online&nbsp;</em>lainnya. Buatlah karya untuk menyalurkan bakat dan minatmu yang mungkin belum bisa kamu salurkan di tempat kerja.</p>



<p id="b68c">Kamu tidak perlu langsung berpikir untuk menghasilkan uang dari karyamu. Karena, menjadi&nbsp;<em>fulltime creator</em>&nbsp;membutuhkan konsistensi dan juga waktu. Alih-alih menjadikan uang sebagai motivasi, anggaplah berkarya di ruang digital sebagai batu loncatan dalam perjalananmu untuk ‘bebas’ dari kejenuhan dan menemukan ikigai!</p>



<p id="74a3"><strong>4.</strong>&nbsp;<strong>Kekuatan Berjejaring</strong></p>



<p id="f693">Seperti halnya berkarya di ruang digital, berjejaring adalah cara lain untuk membuka peluang. Berjejaring tidak hanya sekedar bertemu orang baru, namun juga membangun dan menjaga hubungan dengan baik. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mulai berjejaring:</p>



<p id="4b2a">· Cobalah&nbsp;<em>reach out</em>&nbsp;ke atasan atau orang yang kamu kagumi di bidangmu<br>· Cari teman atau koneksi yang bisa memperkenalkanmu kepada sosok yang kamu kagumi<br>· Makan siang dan mengobrol dengan rekan kerja baru<br>· Mengikuti komunitas&nbsp;<em>online</em>&nbsp;di bidangmu</p>



<p id="d2a0">Sebagai contoh, kamu menyukai karya dari seorang kreator. Cobalah untuk menghubunginya lewat&nbsp;<em>chat</em>&nbsp;personal di sosial media. Katakan bahwa kamu menggemari karya-karyanya dan ingin mengobrol lebih jauh dengannya. Siapa tahu, apresiasi yang kamu berikan membuatnya tertarik untuk mengobrol dan memberikanmu banyak saran. Tidak ada salahnya mencoba, bukan?</p>



<p id="a975"><strong>5.</strong>&nbsp;<strong>Lakukan Keinginanmu Tanpa Menunggu Motivasi</strong></p>



<p id="04ef">Banyak orang berpikir, untuk berubah dan keluar dari kejenuhan, mereka membutuhkan motivasi besar. Tapi sebenarnya, aksi dan motivasi bagaikan satu roda yang bergerak bersamaan. Jika kamu sudah beraksi, percayalah motivasi untuk terus berjuang akan datang dengan sendirinya. Sama halnya dengan motivasi yang membuatmu terus berusaha meraih tujuan.</p>



<p id="9ff9">Jadi, alih-alih menunggu kilatan motivasi muncul, lakukanlah langkah perubahanmu sekarang. Seperti poin yang disebutkan di atas, kamu bisa mulai dengan mencari celah untuk keluar dari zona nyaman, membuat karya sesuai&nbsp;<em>passion,</em>&nbsp;berjejaring dengan orang baru, dan cara-cara lainnya yang menuntunmu kepada tujuan hidup atau ikigai. Siapa tahu, suatu hari nanti kamu bisa membangun startup yang kamu impikan, bukan?</p>



<p id="1481">Semoga, tips-tips ini dapat membantumu menghilangkan kejenuhan dari pekerjaanmu dan menemukan kembali semangat berkarir. Jangan pernah menyerah untuk meraih karir impian dan cita-cita, ya! Sekecil apapun langkah perubahanmu kini, akan memberikan dampak besar untuk masa depanmu nanti!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="1390"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0895"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6a2d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----84c7c46e2a58--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/merasa-jenuh-dengan-pekerjaanmu-lakukan-5-hal-ini-yuk/">Merasa Jenuh dengan Pekerjaanmu? Lakukan 5 Hal Ini, Yuk!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Mengambil Keputusan dengan Lebih Baik?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ingin-mengambil-keputusan-dengan-lebih-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jul 2023 04:51:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Decision Making]]></category>
		<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9611</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap hari kita mengambil keputusan. Mulai dari rute mana yang ingin ditempuh ketika berangkat kerja, menu makan hari ini, hingga keputusan sulit yang berkaitan dengan pekerjaan. Pertanyaannya, bagaimana agar kita dapat mengambil keputusan dengan lebih baik? Jawabannya adalah berlatih menggunakan metode OODA&#160;loop. Jika kamu semakin terlatih menggunakan OODA&#160;loop,&#160;maka kamu ‘otomatis’ punya kemampuan lebih baik dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-mengambil-keputusan-dengan-lebih-baik/">Ingin Mengambil Keputusan dengan Lebih Baik?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b355">Setiap hari kita mengambil keputusan. Mulai dari rute mana yang ingin ditempuh ketika berangkat kerja, menu makan hari ini, hingga keputusan sulit yang berkaitan dengan pekerjaan.</p>



<p id="fb6c">Pertanyaannya, bagaimana agar kita dapat mengambil keputusan dengan lebih baik? Jawabannya adalah berlatih menggunakan metode OODA&nbsp;<em>loop</em>.</p>



<p id="32cd">Jika kamu semakin terlatih menggunakan OODA&nbsp;<em>loop,&nbsp;</em>maka kamu ‘otomatis’ punya kemampuan lebih baik dalam mengambil keputusan (dari segi hasil, durasi, dan lain-lain). Berikut merupakan tahapan dan penjelasan tentang OODA&nbsp;<em>loop:</em></p>



<p id="18de"><strong><em>Observe</em>/mengamati</strong></p>



<p id="7d26">Mengamati adalah tentang pengambilan data. Ingat, bahwa konteksnya adalah ‘mengambil data’, artinya kamu diminta untuk mengumpulkan data yang relevan sebanyak mungkin, bukan memahami data. Tindakan mengobservasi membutuhkan sikap untuk berpikiran terbuka, waspada, sekaligus berkesadaran. Contoh tindakan mengamati adalah ketika kamu tiba di suatu tempat yang baru pertama kali didatangi. Setelah sampai di situ, kamu akan melihat siapa saja yang akan di sana. Apakah kamu bertemu dengan seseorang yang dikenal? Seperti apa situasinya di sana? Apakah ramai atau sepi? Apakah tempatnya rapi atau berantakan? Dan lain-lain. Nah, seperti itulah gambaran ketika kamu melakukan observasi terhadap informasi, ya.</p>



<p id="dd48"><strong><em>Orient</em>/mengorientasikan</strong></p>



<p id="5fbe">Bagian 1:&nbsp;<em>mental model</em></p>



<p id="f9eb">Benahi cara berpikir tentang data, menempatkan data dalam narasi, dan menempatkannya dalam penilaian dan tindakan kita. Dengan menggunakan&nbsp;<em>mental model&nbsp;</em>secara benar dan meninggalkan model yang salah (seperti bias logika), kamu dapat mengarahkan diri untuk mengambil keputusan dengan lebih benar. Inilah manfaat dari melakukan OODA&nbsp;<em>loop,&nbsp;</em>bahkan setelah nantinya keputusan sudah berhasil dibuat.</p>



<p id="8dcd">Bagian 2:&nbsp;<em>mental rehearsal drills&nbsp;</em>(latihan mental)</p>



<p id="9ed0">Melakukan latihan di pikiranmu tentang apa yang mungkin terjadi. Tujuannya untuk mengarahkan pada konteks masa depan. Inti dari latihan mental ini adalah untuk melakukan latihan di pikiran tentang apa yang mungkin terjadi di dunia nyata. Dampaknya, di masa depan kamu tidak akan terkejut atau keluar dari jangkauan ketika ternyata kamu perlu melakukan kegiatan atau aktivitas tersebut. Ini sangat bermanfaat untuk mempersingkat waktu reaksimu, sehingga melatih respon dan memberikan pemikiran yang lebih tajam.</p>



<p id="9a57"><strong><em>Decide</em>/memutuskan</strong></p>



<p id="1e37">Memutuskan adalah hasil yang diharapkan, yang merupakan inti dari pengambilan keputusan dari OODA&nbsp;<em>loop.&nbsp;</em>Di tahapan ini, kamu membuat hipotesis terbaik berdasarkan data yang sudah dikumpulkan di tahapan sebelumnya. Agar lebih mudah, kamu dapat membuat hipotesis dengan cara, “jika saya mengambil tindakan ini, maka hasil ini (yang saya inginkan) akan terjadi”.</p>



<p id="794d"><strong>Act/bertindak</strong></p>



<p id="738a">Di tahapan ini, kamu dapat menguji hipotesis yang dibuat pada bagian&nbsp;<em>decide.&nbsp;</em>Kemudian, karena ini adalah&nbsp;<em>loop</em>, kamu dapat mengulanginya dari langkah pertama apabila pengujian hipotesisnya tidak valid. Untuk mengantisipasi terjadinya perputaran&nbsp;<em>loop,&nbsp;</em>kamu dapat merekam proses ketika pengujian hipotesis, sehingga kamu dapat memberikan upaya yang terbaik di putaran berikutnya. Kamu dapat mengambil tindakan, mencatat hasil sebagai data untuk pengamatan di putaran selanjutnya, kemudian mengulangi prosesnya. Kamu perlu terus mengamati dengan niatan supaya berhasil mengambil keputusan terbaik di waktu selanjutnya.</p>



<p id="459a">Menerapkan OODA&nbsp;<em>loop&nbsp;</em>sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan, ternyata menghasilkan proses agar kita dapat meningkatkan kerendahan itu. Itu karena kita akan belajar lebih baik dari pengalaman sebelumnya dan mengambil wawasan terbaik yang dapat digunakan pada putaran berikutnya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="8064"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d8cf"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="9f3f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----fca73a985733--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ingin-mengambil-keputusan-dengan-lebih-baik/">Ingin Mengambil Keputusan dengan Lebih Baik?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa 24 Jam dalam Sehari Terasa Kurang? Itu Tandanya Kamu Butuh Keterampilan Manajemen Waktu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengapa-24-jam-dalam-sehari-terasa-kurang-itu-tandanya-kamu-butuh-keterampilan-manajemen-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2023 10:02:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Time Management]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu menanyakan judul artikel ini? Setiap orang punya 24 jam yang sama. Namun, apa yang membedakan waktu dalam sehari seorang presiden (misalnya), dengan kita? Mengapa ada orang yang bisa mencapai tujuannya, sedangkan yang lain tidak? Mengapa ada orang yang berhasil melakukan manajemen waktu, sedangkan sisanya tidak? Mengapa banyak orang menuliskan ‘ingin produktif’, ‘ingin pinter [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-24-jam-dalam-sehari-terasa-kurang-itu-tandanya-kamu-butuh-keterampilan-manajemen-waktu/">Mengapa 24 Jam dalam Sehari Terasa Kurang? Itu Tandanya Kamu Butuh Keterampilan Manajemen Waktu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="764d">Pernahkah kamu menanyakan judul artikel ini?</p>



<p id="b768">Setiap orang punya 24 jam yang sama. Namun, apa yang membedakan waktu dalam sehari seorang presiden (misalnya), dengan kita?</p>



<p id="1c8d">Mengapa ada orang yang bisa mencapai tujuannya, sedangkan yang lain tidak?</p>



<p id="02b4">Mengapa ada orang yang berhasil melakukan manajemen waktu, sedangkan sisanya tidak?</p>



<p id="e02d">Mengapa banyak orang menuliskan ‘ingin produktif’, ‘ingin pinter manajemen waktu’, atau ‘ingin fokus mencapai hal penting’ ketika menuliskan resolusi setiap tahun, namun di akhir tahun ia tidak berhasil mencapainya?</p>



<p id="dbf4">Semua pertanyaan itu akan dijawab jika kamu berhasil mengembangkan keterampilan manajemen waktu. Pada dasarnya, itu dibagi dalam tiga bidang utama, menurut Erich C. Dierdorff yang menuliskan pemikirannya dalam artikel Harvard Business Review. Lebih lengkapnya dijelaskan seperti ini.</p>



<p id="c7b2"><strong>Mengembangkan keterampilan kesadaran</strong></p>



<p id="fe12">‘Kesadaran’ dalam konteks ini adalah berpikir realistis tentang waktu yang kamu miliki dan memahami bahwa sumber daya yang dimiliki jumlahnya terbatas. Beberapa saran terkait mengembangkan keterampilan kesadaran antara lain:</p>



<p id="e09e">&#8211; Kamu dapat mencari waktu di mana kamu menampilkan kinerja terbaik, dan prioritaskan tujuan utamamu agar dapat dikerjakan di waktu tersebut.</p>



<p id="d1f7">&#8211; Perlakukanlah waktu seperti uang. Kamu perlu membagi kategori waktu menjadi ‘waktu tetap’ (pekerjaan yang harus dilakukan) dan ‘waktu bebas’ (pekerjaan yang ingin dilakukan).</p>



<p id="839a">&#8211; Mencoba untuk mencatat waktu, seperti berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan tugas, bukan berapa banyak waktu yang tersisa.</p>



<p id="5c85">&#8211; Mencoba mempraktikkan ‘perspektif masa depan’, yaitu bagaimana tugas yang harus dilakukan saat ini akan membantu atau merugikanmu di masa depan.</p>



<p id="e865">&#8211; Menghindari ‘<em>sunk cost fallacy’,&nbsp;</em>atau kekeliruan sikap terhadap biaya yang hangus. Contohnya jika kamu berpikir menghabiskan terlalu banyak waktu ketika mengerjakan sesuatu, kamu dapat mundur sejenak dan mengevaluasi kepentingannya. Contohnya, apakah hasilnya berharga? Siapa yang akan terpengaruh jika ini selesai atau tidak selesai? Dan pertanyaan evaluasi lainnya.</p>



<p id="8824"><strong>Mengembangkan keterampilan pengaturan</strong></p>



<p id="2ee6">Pengaturan adalah keterampilan dalam merancang dan mengatur tujuan, rencana, jadwal, dan tugas sehingga waktu dapat digunakan secara efektif dan efisien.</p>



<p id="a122">&#8211; Jangan hanya mencantumkan tugas serta&nbsp;<em>event&nbsp;</em>yang akan berlangsung saja. Namun, kamu perlu pemprioritaskan kegiatan dan hal lain yang wajib dilakukan.</p>



<p id="1f52">&#8211; Tugas yang mendesak dan penting harus dilakukan terlebih dahulu.</p>



<p id="9dc9">&#8211; Menggunakan aplikasi kalender. Kamu dapat mencatat tanggal, tenggat waktu, atau detail penting lainnya dalam kalender. Agar lebih mudah, kamu dapat memasukkan entri label atau mengkategorikannya berdasarkan warna.</p>



<p id="7286">&#8211; Menjadwalkan waktu untuk diri sendiri, terutama untuk mendedikasikan proyek terpenting dalam hidupmu.</p>



<p id="05e8">&#8211; Mengurangi kesalahan perkiraan. Saat menyusun rencana, mintalah umpan balik dari pihak yang netral tentang perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu.</p>



<p id="c6fe">&#8211; Mencoba menyelesaikan setengah dari tujuan yang ditetapkan, terutama untuk tujuan yang sangat menantang. Kamu dapat ‘mencicilnya’ dengan menyelesaikan setengah tujuannya agar tidak terlalu sulit.</p>



<p id="b4d8"><strong>Mengembangkan keterampilan adaptasi</strong></p>



<p id="23f9">Keterampilan adaptasi adalah tentang memantau penggunaan waktu ketika melakukan aktivitas, termasuk menyesuaikan dengan interupsi atau mengubah prioritas.</p>



<p id="0e67">&#8211; Mencoba untuk melakukan&nbsp;<em>‘habit stacking’</em>&nbsp;atau menumpuk kebiasaan. Contohnya adalah dengan melacak kemajuan harian setiap malam ketika jeda waktu makan malam.</p>



<p id="7753">&#8211; Menggunakan trik waktu singkat. Ketika tugas sulit, berikan target maksimal 15 hingga 30 menit ketika mengerjakan, sehingga kamu dapat memulai pekerjaan tersebut dan berhasil mengalahkan rasa menunda-nunda.</p>



<p id="3fbe">&#8211; Membuat pengingat dengan jelas. Tidak hanya satu atau dua kata yang berkaitan dengan tugas, namun buatlah pengingat yang menekankan pentingnya tugas, kualitas yang diharapkan, atau aspek lain yang penting.</p>



<p id="2c60">&#8211; Membuat rencana darurat.</p>



<p id="952d">&#8211; Membuat slot waktu agar tidak ada orang yang mengganggu dan blokir situs media sosial selama waktu kerja kritis.</p>



<p id="382d">Semoga tips dan trik di atas dapat membantumu mencapai keterampilan manajemen waktu yang lebih hebat lagi, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="b207"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="eb39"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="e241"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----6c83796e52f0--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-24-jam-dalam-sehari-terasa-kurang-itu-tandanya-kamu-butuh-keterampilan-manajemen-waktu/">Mengapa 24 Jam dalam Sehari Terasa Kurang? Itu Tandanya Kamu Butuh Keterampilan Manajemen Waktu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rapat Terus Bikin Penat? Ini 5 Cara untuk Meningkatkan Keefektifan Saat Rapat</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rapat-terus-bikin-penat-ini-5-cara-untuk-meningkatkan-keefektifan-saat-rapat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2022 07:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hampir sebagian besar waktu saat bekerja, akan ada rapat atau pertemuan dalam tim. Rapat ini bisa saja berjalan dengan cepat, hingga berlangsung dengan lama sekali. Baik itu diselesaikan cepat atau lambat, rapat atau pertemuan memang ‘memakan’ banyak waktu. Untuk itu, praktik terbaiknya adalah dengan membiasakan diri terhadap hal-hal yang dapat meningkatkan keefektifan saat pertemuan berlangsung. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rapat-terus-bikin-penat-ini-5-cara-untuk-meningkatkan-keefektifan-saat-rapat/">Rapat Terus Bikin Penat? Ini 5 Cara untuk Meningkatkan Keefektifan Saat Rapat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="a49b">Hampir sebagian besar waktu saat bekerja, akan ada rapat atau pertemuan dalam tim. Rapat ini bisa saja berjalan dengan cepat, hingga berlangsung dengan lama sekali. Baik itu diselesaikan cepat atau lambat, rapat atau pertemuan memang ‘memakan’ banyak waktu. Untuk itu, praktik terbaiknya adalah dengan membiasakan diri terhadap hal-hal yang dapat meningkatkan keefektifan saat pertemuan berlangsung. Contohnya seperti apa? Kamu dapat ketahui lebih jauh lewat artikel berikut ini, ya.</p>



<p id="7a13">1. Membuat batasan dengan jelas</p>



<p id="b270">Agar tidak&nbsp;<em>burnout,&nbsp;</em>sebaiknya setiap individu harus membuat batasan dengan jelas. Ini adalah salah satu tips merawat dan memelihara mental selama banyak pekerjaan yang harus diselesaikan menggunakan&nbsp;<em>meeting online.&nbsp;</em>Kuncinya dengan mendengarkan dan menciptakan ruang. Terutama sebagai pemimpin, kamu tidak perlu langsung memberikan saran dan mencoba memecahkan masalah yang ada. Kamu bisa mendorong mereka untuk mencoba memecahkan masalah dengan arahan darimu. Ini juga akan meningkatkan proses berpikir kreatif dan kerja sama antar tim dengan lebih baik.</p>



<p id="a5dc">2. Melakukan evaluasi secara berkala</p>



<p id="d754">Agar kinerja tim semakin efektif, maka harus ada pertemuan&nbsp;<em>1 on 1&nbsp;</em>antara anggota tim dengan pimpinannya. Contohnya adalah mengevaluasi tiga hal yang berjalan baik di bulan lalu, tiga hal yang berjalan kurang maksimal di bulan lalu, serta tiga hal penting yang ingin dilakukan bulan berikutnya.</p>



<p id="0146">3. Mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang lebih banyak</p>



<p id="fd9b">Faktanya, tidak setiap pertemuan yang digelar bisa berjalan dengan lancar. Terkadang, konflik terjadi dan perdebatan dalam ruang pertemuan bisa berlangsung dengan ‘panas’. Untuk menyiasati hal ini, ciptakanlah budaya untuk berpikir lebih jernih dengan berhenti sejenak. Cobalah untuk menganalisa masing-masing pendapat dan berani untuk melihat perspektif orang lain secara lebih koheren. Hal ini akan membantu untuk membawa informasi ke titik terang yang baru, yang mungkin bisa menjadi jalan untuk membantu memutuskan pilihan mana yang lebih tepat. Dengan membuat orang lain berbagi perspektif mereka, kamu bisa mengumpulkan banyak poin dan data yang mengarah pada kebenaran secara lebih akurat.</p>



<p id="d45a">4. Memastikan pesan-pesan penting yang ‘terselip’ dalam obrolan</p>



<p id="f3f1">Saat ada pertemuan, waktu akan terasa berjalan lebih cepat karena ada banyak pembicaraan yang terjadi. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan ketika sesi pertemuan selesai, ‘Apa saja hasil pembicaraan dari pertemuan tadi? Manakah yang merupakan opini? Dan mana yang menjadi keputusan?’. Jadi, sebagai peserta pertemuan, kita harus bisa membedakan mana yang harus menjadi prioritas dan mana yang bukan. Saran terbaik adalah, biarkanlah kamu ‘ikut arus’ ke dalam ide-ide yang dikemukakan, namun batasi jumlahnya. Misalnya apabila ada rekan kerja atau atasan memberikan saran spesifik yang mungkin tidak kamu setujui, selalu tanyakan dengan detail apa maksud dari permintaan tersebut. Pastikan kamu menanyakan, apakah itu suatu keputusan atau tidak? Jika memang itu sebuah keputusan, maka respon seperti, ‘Saya akan menindaklanjuti poin tersebut lagi bersama Anda (sebutkan nama orangnya). Maka dengan begitu, orang lain akan merasa dihargai dan permintaan akan pekerjaan menjadi lebih jelas.</p>



<p id="48ee">5. Hati-hati terjebak dalam pemikiran kelompok</p>



<p id="e90d">Saat rapat berlangsung, ada beberapa orang yang sering dianggap ‘aktif’ dan banyak memberikan masukan. Begitu pula sebaliknya. Untuk meminimalisir orang-orang yang cenderung lebih ‘pasif’ agar tidak terjebak dalam pemikiran kelompok dan berbicara ‘Saya ikut apa kata konsensus saja,’ kamu bisa mencoba cara ini. Luangkan waktu agar setiap individu memberikan sumbangsih idenya, dan rapat digunakan sebagai ajang untuk mengevaluasi ide-ide tersebut secara berkelompok. Ada beberapa studi dari Harvard Business Review tentang hal ini. Yakni dengan memberi para eksekutif dua minggu sebelum waktu rapat untuk menuliskan apa yang menurut mereka harus menjadi tiga fokus untuk tahun mendatang.</p>



<p id="e00a">Selanjutnya, masing-masing eksekutif mendapat waktu lima menit di rapat untuk membicarakan saran mereka. Kemudian memasukkan semua saran ke dalam daftar. Setiap eksekutif kemudian membuat peringkat yang mengurutkan apa saja lima inisiatif yang menurutnya bisa menjadi prioritas. Cara ini dirasa lebih berhasil karena membiarkan semua orang untuk memikirkan tujuan secara individu, sekaligus menghindari jebakan pemikiran kelompok. Kemudian, cara tersebut dinilai lebih bijaksana karena tidak ada banyak urgensi saat ide ‘dipaksa’ untuk ada saat rapat berlangsung.</p>



<p id="5389">Nah, itu tadi 5 cara yang dapat kamu lakukan untuk membuat rapat atau pertemuan berlangsung dengan lebih efektif. Akan lebih baik untuk membiasakan hal tersebut sehingga menjadi budaya bagi setiap individu dalam lingkungan kerja. Selain itu, dengan rapat yang berjalan dengan efektif, maka kinerja masing-masing orang tentu punya peluang lebih besar mengalami peningkatan. Sebab, keputusan dan ide-ide yang berhasil direalisasikan setelah rapat berlangsung dapat terjadi karena kerja sama yang baik mulai dari tiap individu, hingga antar kelompok.</p>



<p id="8d79"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="61e8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="649f"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rapat-terus-bikin-penat-ini-5-cara-untuk-meningkatkan-keefektifan-saat-rapat/">Rapat Terus Bikin Penat? Ini 5 Cara untuk Meningkatkan Keefektifan Saat Rapat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founders, Saatnya Mulai Menekankan Nilai Manajemen Waktu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founders-saatnya-mulai-menekankan-nilai-manajemen-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2022 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7578</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengulangan akan tips-tips produktivitas memang membuat mereka terdengar sebagai gaung kosong yang menghilangkan minat kita untuk mengimplementasikannya. Padahal, ada banyak&#160;productivity&#160;hacks&#160;yang tinggi manfaat bagi para&#160;founders&#160;dalam menjalankan bisnisnya, terutama bagi kamu yang baru memulai. Manajemen waktu merupakan salah satu hal penting tersebut. Maka, untuk menghindari kemalasan kita dalam melakukannya, simak hal-hal yang bisa kamu lakukan di sini, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-saatnya-mulai-menekankan-nilai-manajemen-waktu/">Founders, Saatnya Mulai Menekankan Nilai Manajemen Waktu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="387d">Pengulangan akan tips-tips produktivitas memang membuat mereka terdengar sebagai gaung kosong yang menghilangkan minat kita untuk mengimplementasikannya. Padahal, ada banyak&nbsp;<em>productivity</em>&nbsp;<em>hacks</em>&nbsp;yang tinggi manfaat bagi para&nbsp;<em>founders</em>&nbsp;dalam menjalankan bisnisnya, terutama bagi kamu yang baru memulai.</p>



<p id="3d7f">Manajemen waktu merupakan salah satu hal penting tersebut. Maka, untuk menghindari kemalasan kita dalam melakukannya, simak hal-hal yang bisa kamu lakukan di sini, ya.</p>



<p id="e407"><strong>Tiga Poin Utama Manajemen Waktu</strong></p>



<p id="1cbb">Menurut Erich C. Dierdorff, seorang PhD di bidang Psikologi Industri dan Organisasi dari North Carolina State University, ada tiga tahap yang bisa kamu lakukan untuk memulai manajemen waktumu</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong><em>Awareness:&nbsp;</em></strong>menyadari dan berpikir realistis bahwa&nbsp;<em>waktu adalah sumber daya yang terbatas</em>. Kamu hanya punya 24 dalam sehari. Hari esok pasti punya kesusahannya sendiri.</li><li><strong><em>Arrangement:&nbsp;</em></strong>buat sebuah tujuan, rencana, jadwal, dan tugas yang efisien secara waktu. Kenali ritme kerja dan waktu yang kamu punya dalam sehari (misal, 9 jam waktu kerja), dan aturlah sesuai kebutuhan dan kenyamanan produktivitasmu.</li><li><strong><em>Adaptation:&nbsp;</em></strong><em>list</em>&nbsp;yang kamu buat bukanlah hiasan semata. Meski begitu, kamu tidak harus segera mampu mengimplementasikannya dengan sempurna. Maka, ikutilah dulu perkembangan diri sendiri selama seminggu sampai sebulan, dan bila harus ada perubahan, cocokkanlah perubahan itu dengan kapasitas dirimu.</li></ul>



<p id="1d94"><strong>Alasan di Balik Pentingnya Manajemen Waktu</strong></p>



<p id="0eab"><strong></strong>Di balik semua metode yang ada di internet maupun buku, ternyata bukan satu metode yang benar-benar menjamin kesuksesan secara saklek, namun metode-metode yang bisa kamu fleksibelkan pada ritme kerjamu sehari-hari. Ini adalah alasan pertama kenapa manajemen waktu sangatlah penting: tidak ada pakem yang bisa kamu jiplak dan pasti sukses dalam sehari, bahkan sebulan. Maka dari itu, keputusan untuk bereksplorasi sepenuhnya ada di tangan kamu.<strong><br></strong>Alasan kedua adalah, menurut jurnal&nbsp;<a href="https://journals.aom.org/doi/abs/10.5465/amp.2016.0166#" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Brad Eon</a>&nbsp;and&nbsp;<a href="https://journals.aom.org/doi/abs/10.5465/amp.2016.0166#" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Herman Aguinis</a><strong>&nbsp;</strong>yang berjudul It’s About Time: New Perspectives and Insights on Time Management, manajemen waktu adalah&nbsp;<strong>proses pembuatan keputusan yang merestrukturisasi, melindungi, dan mengatur waktu seseorang dalam mengubah keadaan sekitarnya.&nbsp;</strong>Maka, jangan sepelekan sesuatu yang bisa berpengaruh besar terhadap gaya hidup dan&nbsp;<em>decision making</em>&nbsp;kamu sebagai seorang pendiri&nbsp;<em>startup</em>.</p>



<p id="4915"><strong>Cara Terbaik Menemukan Ritmemu</strong></p>



<p id="0055">1000 Startup Digital juga tidak akan menjanjikan satu metode saklek dalam manajemen waktu. Maka dari itu, ini adalah tips yang bisa kamu manfaatkan untuk menemukan ritmemu sendiri:</p>



<p id="2f8e"><strong>Tumbuhkan kesadaran diri dalam manajemen waktumu</strong>. Tidak disarankan untuk bergerak secara&nbsp;<em>autopilot</em>&nbsp;selama mendirikan&nbsp;<em>startup</em>. Kamu harus memiliki perencanaan matang, kesadaran dan elaborasi diri dalam setiap metode yang kamu gunakan, agar bisa mengetahui dan mengevaluasi diri. Karena manajemen waktu ini adalah kepentingan personal, kamu tidak bisa selamanya bergantung dengan&nbsp;<em>personal assistant</em>&nbsp;atau rekan bisnis untuk memberikan&nbsp;<em>second opinion</em>.</p>



<p id="a625"><strong>Bedakan antara preferensi dan&nbsp;<em>mood</em>.&nbsp;</strong>Menjadi seseorang yang&nbsp;<em>mood-driven</em>&nbsp;berbeda dengan mengekspresikan emosi. Maka dari itu, jangan sampai&nbsp;<em>mood</em>&nbsp;kamu menguasai pengambilan keputusan kamu dalam mendirikan&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;dan mengatur waktu. Buatlah keputusan yang&nbsp;<em>pas</em>&nbsp;dengan waktumu, kesiapanmu, fasilitasmu, jenis model bisnismu, jumlah karyawan dan rekan bisnismu, serta kehidupan yang kamu jalani secara luas.</p>



<p id="0377"><strong>Kenali dirimu sendiri</strong>. Hal ini penting karena kamu harus tahu kapasitasmu dalam memilih jenis manajemen waktu yang mau kamu ambil. Bila kamu adalah&nbsp;<em>family person</em>, maka jangan siksa dirimu dan berubah menjadi seorang&nbsp;<em>workaholic</em>. Hilangkan pola pikir bahwa semua pendiri&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;harus ‘menyiksa diri’ dan mengorbankan keluarga. Bila kamu seorang&nbsp;<em>workaholic</em>&nbsp;dan menemukan ketenangan dalam pekerjaanmu, jangan juga paksakan dirimu untuk beristirahat terlalu lama hanya karena pihak luar melabelimu ‘<em>toxic overworking</em>’.</p>



<p id="dfc9"><strong>Setelah tumbuh, asah kesadaran dirimu ke arah yang lebih baik</strong>. Kamu bisa mendata pada jam-jam berapa saja kamu aktif dan segar dalam berpikir, menghargai waktu dan menyadari hari esok bukan berarti 24 + 9 jam (hari ini adalah hari ini, esok adalah esok), berpikir ke depan dan selalu buat perencanaan, serta hindari&nbsp;<em>sunk cost fallacy</em>. Hindari saat-saat di mana kamu terlalu lama melakukan suatu aktivitas tanpa bertanya apa manfaatnya dan apa resikonya jika hal tersebut tidak selesai. Intinya, buatlah skala prioritas.</p>



<p id="3aaa">Penting bagi seorang&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;untuk terus memiliki&nbsp;<em>growth mindset</em>&nbsp;dan berkembang dalam memperkaya&nbsp;<em>softskill</em>. Jangan bosan untuk terus bereksplorasi, ya!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-saatnya-mulai-menekankan-nilai-manajemen-waktu/">Founders, Saatnya Mulai Menekankan Nilai Manajemen Waktu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memahami Pentingnya Lawyer dalam Venture Deal</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/memahami-pentingnya-lawyer-dalam-venture-deal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2022 03:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Deal]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7246</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hal-hal berkenaan proses investasi baiknya founders perlu mendapat bantuan dari yang ahli. Peran investasi dalam sebuah&#160;startup&#160;besar banget, sampai-sampai kalau kita mendengar dua kata itu disandingkan dalam satu topik, kita langsung familiar bahwa ada “money talk” dalam percakapan tersebut. Nah, tapi bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan investasi? Biasanya penggiat&#160;startup&#160;mengandalkan&#160;venture capital&#160;untuk mendapatkan investasi dari lembaga keuangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/memahami-pentingnya-lawyer-dalam-venture-deal/">Memahami Pentingnya Lawyer dalam Venture Deal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading" id="2c9d">Hal-hal berkenaan proses investasi baiknya founders perlu mendapat bantuan dari yang ahli.</h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*YR9sdFjibjFrL71NWGxw4Q.png" alt=""/></figure>



<p id="c99d">Peran investasi dalam sebuah&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;besar banget, sampai-sampai kalau kita mendengar dua kata itu disandingkan dalam satu topik, kita langsung familiar bahwa ada “money talk” dalam percakapan tersebut. Nah, tapi bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan investasi?</p>



<p id="f098">Biasanya penggiat&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;mengandalkan&nbsp;<em>venture capital</em>&nbsp;untuk mendapatkan investasi dari lembaga keuangan maupun perseorangan yang memiliki kemampuan finansial tinggi untuk menanamkan sahamnya dalam&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu. Di sinilah kamu perlu membuat kesepakatan dan data-data penting yang menyokong kelanjutan perjanjian antara kedua belah pihak. Makanya, kadang-kadang pemilik&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;banyak yang menggunakan pengacara atau&nbsp;<em>lawyer</em>&nbsp;untuk membantu memberikan mereka bimbingan legal.</p>



<p id="d250">Masalahnya, ada pendapat lain nih mengenai itu, yaitu&nbsp;<em>cost</em>&nbsp;atau biaya yang harus dikeluarkan dalam bekerja bersama&nbsp;<em>lawyer</em>, terutama sebuah&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang baru berdiri belum tentu memiliki dana sebanyak itu untuk terus-menerus menggunakan jasa&nbsp;<em>lawyer</em>.</p>



<p id="a201">Untuk hal tersebut, kamu bisa mengurus proses investasi bersama dengan investor kamu saja berdasarkan pakem dari dokumen-dokumen yang sudah umum digunakan (contoh:&nbsp;<a href="https://www.startupblog.com/safe-to-kiss-the-next-generation-of-startup-financing/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">SAFE dan KISS</a>) yang memang cukup simpel.</p>



<p id="d804">Namun kadang memang akan ada kesepakatan-kesepakatan yang tidak diatur dalam format SAFE dan KISS, yang seringkali harus kamu perhatikan resiko serta efeknya terhadap&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu. Nah, di sini ternyata peran legal dibutuhkan. Sebab meski nantinya hanya sebelah pihak saja yang menggunakan jasa pengacara, tugas pengacara yang menangani investasi ini adalah tetap memperhatikan apakah ada diskriminasi atau pelanggaran dalam kesepakatan investasi ini.</p>



<p id="d13c"><strong><em>Pertanyaannya, apa aja sih yang bisa dibantu oleh pengacara dalam proses kesepakatan venture?</em></strong></p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a9a1"><strong>1. Term Sheet</strong></h3>



<p id="58fc">Saat kamu mendapatkan investor, ia akan memberikan kepada kamu kesepakatan dan syarat-syarat yang biasanya digunakan, yang disebut juga dengan&nbsp;<em>term sheet</em>. Di sini, peran pengacara dalam&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu adalah&nbsp;<strong>menegaskan kembali syarat-syarat dalam ranah legal, membantu bernegosiasi,&nbsp;</strong>dan&nbsp;<strong>mengecek validitas dari syarat-syarat yang diberikan.</strong></p>



<p id="1e51">Biasanya&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>menggunakan jasa pengacara untuk meminimalisasi resiko dari kesepakatan yang ditetapkan oleh investor. Setelah itu, pengacara tersebut juga bisa membantu pengusaha&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;untuk mencari cara paling optimal untuk mengatur kesepakatan antara kedua pihak dan menemukan instrumen investasi yang paling tepat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="914e"><strong>2. LDD (Legal Due Diligence) dan VDD (Vendor Due Diligence)</strong></h3>



<p id="712b">Due Diligence digunakan untuk mendapatkan informasi dan fakta material mengenai suatu usaha. LDD digunakan oleh investor sebagai bagian dari kesepakatan, sementara VDD digunakan oleh&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;sebelum kesepakatan dibuat.</p>



<p id="5f6d">Pada tahap awal, dokumen-dokumen ini digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan identitas perusahaan dan&nbsp;<em>intellectual properties</em>, namun kedepannya, dokumen-dokumen ini bisa digunakan untuk hal-hal lain, seperti membantu investor mengawasi hubungan dengan personel inti, perjanjian dengan klien-klien, dan kesepakatan dalam investasi-investasi sebelumnya.</p>



<p id="e334">Due Diligence berkaitan pula dengan Term Sheet. Bila kamu memutuskan untuk menggunakan jasa pengacara, maka pengacaramu akan membantu kamu untuk mengatur ulang segala kesepakatan yang ada sehingga kedepannya, investasi ini tidak akan merugikan&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="37f2"><strong>3. Dokumen Investasi</strong></h3>



<p id="5c82">Segala dokumen investasi biasanya disediakan oleh investor, sesuai dengan ketentuan yang ingin mereka berikan kepada pemilik&nbsp;<em>startup</em>. Dokumen-dokumen lainnya, seperti perizinan&nbsp;<em>startup</em>, kontrak kesepakatan, dan lain-lain.</p>



<p id="ea5b">Jadi, tidak hanya Term Sheet, LDD dan VDD saja yang bisa diawasi dan dibantu oleh pengacara, namun dokumen-dokumen lain pun bisa ditangani oleh pengacara dan dibantu proses negosiasinya.</p>



<p id="f97f">Dari pro dan kontra yang telah dijelaskan sebelumnya, serta fungsi-fungsi pengacara yang telah kita bahas sebelumnya, sudahkah kamu mempertimbangkan untuk menggunakan jasa pengacara dalam prosesmu mencari investor?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="4177"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="31fb"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="f0fd"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/memahami-pentingnya-lawyer-dalam-venture-deal/">Memahami Pentingnya Lawyer dalam Venture Deal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
