fbpx

5 Cara Jitu Mengembangkan Etika Kerja

Dikutip dari artikel Harvard Business Review, etos kerja mengacu pada seperangkat prinsip moral, nilai-nilai, dan sikap seputar cara bertindak di tempat kerja. Hal ini sering kali mencakup perilaku apa yang secara umum dapat diterima dan pantas atau tidak.

Kualitas seperti keandalan, produktivitas, kepemilikan, dan dukungan tim menunjukkan integritas profesional atau komitmen kuat terhadap perilaku etis di tempat kerja. Sebaliknya, kualitas kerja yang rendah, keterlambatan, atau kurangnya perhatian terhadap detail menunjukkan etos kerja yang buruk.

Gimana sih cara mengembangkan etika kerja yang bermanfaat? Yuk, simak artikel ini!

1. Mengikuti petunjuk dari rekan kerja, mentor, dan atasan

Jika kamu adalah karyawan baru, maka cara paling mudah adalah dengan menjadi pengamat. Coba amati, bagaimana perilaku rekan kerjamu dalam rapat? Bagaimana cara mereka berkomunikasi? Itu menjadi petunjuk terbaik tentang etika mereka.

Beda tempat, beda pula etikanya. Misalnya, perusahaan A mengharuskan karyawannya membuat agenda sebelum rapat, sedangkan perusahaan B lebih santai terhadap agenda. Contoh lainnya, perusahaan A mengomunikasikan secara formal tentang pembaruan perkembangan proyek, sedangkan perusahaan B hanya mengumumkannya lewat pesan singkat Slack.

Kamu juga dapat proaktif untuk bertanya pada manajer atau sesama rekan kerja. Kamu harus tahu “bagaimana segala sesuatunya dikerjakan” di perusahaan tersebut.

2. Mengembangkan disiplin diri

Ada masa di mana kita melakukan sesuatu dengan santai, merasa tidak produktif, hingga menunda-nunda. Solusinya, kamu perlu melatih rasa disiplin yang akan membantu memahami cara bekerja, ritme kerja, dan bagaimana cara memotivasi diri.

Kamu dapat mempertimbangkan tugas yang mudah dilakukan dan tugas yang sulit. Kemudian pikirkan tugas apa yang memiliki dampak terbesar untuk perusahaan, tugas yang membantumu mencapai tujuan, dan tugas yang prioritasnya lebih rendah.

Dalam menyelesaikan tugas yang sulit dan menguras lebih banyak energi, kamu dapat menghubungi rekan kerja untuk berkonsultasi, melakukan kolaborasi, atau memberikan hadiah sederhana atau apresiasi kepada rekanmu saat tugas tersebut sudah selesai.

3. Memprioritaskan tugas setiap hari

Pada pagi hari atau malam sebelumnya, kamu dapat meluangkan waktu sebentar untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diselesaikan. Tentukan tugas mendesak yang harus diselesaikan segera, dan tugas yang berkontribusi terhadap proyek jangka panjang. Pastikan kamu punya cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya.

Jangan menunda pekerjaan paling sulit untuk dikerjakan terakhir. Jika ini terjadi, kamu dapat memetakan beberapa pencapaian yang perlu dilakukan, atau membaginya ke dalam beberapa langkah kecil yang lebih mudah untuk dilakukan. Semakin sering kamu berlatih untuk memprioritaskan dan melakukan tugas, maka kamu akan semakin terampil dan semakin kuat mentalnya.

4. Berpikir dari sudut pandang pemilik

Ketika menjadi founder atau pemimpin, tentu kamu akan berjuang keras untuk bisa membuat startupmu semakin maju, kan? Jika kamu merupakan karyawan, kamu bisa meningkatkan rasa kepemilikan terhadap pekerjaan dengan proaktif melakukan langkah-langkah kecil yang tepat sasaran.

Misalnya, sampaikan apa yang menjadi pertanyaanmu atau hal-hal lain yang dirasa masih belum jelas kepada rekan tim. Mengetahui sedikit informasi jauh lebih baik daripada tidak mengetahui informasi penting sama sekali.

5. Kepentingan kelompok di atas kepentingan individu

Saat bekerja, sangat mudah untuk fokus melakukan pekerjaan agar kita bisa dipromosikan atau dihargai di tempat kerja. Namun, ingatlah untuk tidak berperilaku sombong atau pamer di saat orang lain belum berhasil mengerjakan pekerjaannya dengan baik.

Cobalah untuk berpikir dari kacamata positif. Ketika orang lain mengecewakanmu (misalnya, pekerjaan tidak selesai, banyak revisi), pikirkan bagaimana kamu dapat mendukungnya sehingga semua anggota tim memperoleh manfaatnya. Kamu bisa berbagai strategi untuk bekerja bersama dengan teman-teman dan belajar memahami perspektif berbeda dari mereka.

Mengembangkan etika kerja tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, namun juga mempermudah proses pekerjaanmu dengan rekan lainnya. Jadi, kolaborasi akan sangat membantu untuk memberikan nilai tambah dari pekerjaan yang kita lakukan. Kamu juga akan mengembangkan keahlian lain dalam berkomunikasi dan meningkatkan reputasi sebagai pribadi yang andal dalam bekerja.

Dengan mempraktikkan strategi yang sudah dijelaskan dalam artikel ini, kamu akan berhasil mengembangkan etos kerja yang kuat. Selamat mencoba dan semangat terus untuk bertumbuh, ya!

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini