<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Product-Market Fit Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/product-market-fit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/product-market-fit/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Aug 2024 02:53:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Product-Market Fit Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/product-market-fit/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Langkah Penting untuk Bisa Memahami Pelangganmu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-langkah-penting-untuk-bisa-memahami-pelangganmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 02:45:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10801</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada banyak hal yang harus kamu selesaikan sebagai founder startup. Mulai dari pengembangan produk, pencarian pendanaan, hingga membangun tim yang solid. Namun, ada satu aspek penting yang sering terabaikan, padahal kunci sukses bisnismu terletak di sini, yaitu&#160;memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun, founder seringkali terlalu fokus pada inovasi produk dan teknologi, sehingga jadi lupa bahwa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-langkah-penting-untuk-bisa-memahami-pelangganmu/">5 Langkah Penting untuk Bisa Memahami Pelangganmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="43e3">Ada banyak hal yang harus kamu selesaikan sebagai founder startup. Mulai dari pengembangan produk, pencarian pendanaan, hingga membangun tim yang solid. Namun, ada satu aspek penting yang sering terabaikan, padahal kunci sukses bisnismu terletak di sini, yaitu&nbsp;<strong>memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan.</strong></p>



<p id="14e4">Namun, founder seringkali terlalu fokus pada inovasi produk dan teknologi, sehingga jadi lupa bahwa tanpa pelanggan, bisnis tidak akan bertahan. Kamu mungkin punya produk yang luar biasa, tetapi jika tidak sesuai dengan apa yang diinginkan atau dibutuhkan pelanggan, produk kamu tidak akan laku di pasaran.</p>



<p id="d6d4">Memahami pelanggan bukan hanya tentang demografi mereka, tapi juga tentang mengerti masalah, keinginan, dan kebiasaan mereka. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar lebih bisa memahami pelanggan?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1fcd">1. Pertama-tama Pahami Product-Market Fit</h2>



<p id="5666"><em>Product-market fit&nbsp;</em>lebih dari sekadar memiliki pasar untuk produk, tetapi ini tentang menciptakan produk atau layanan yang sangat sesuai dengan audiensmu sehingga menjadi solusi yang tak tergantikan bagi mereka.</p>



<p id="1157">Mencapai titik penting ini bagi startup menandai transisi dari ketidakpastian menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Tanpa&nbsp;<em>product-market fit</em>, bahkan produk yang paling inovatif dan didesain dengan baik pun mungkin sulit mendapatkan perhatian di pasar.</p>



<p id="33f0">Sekarang, coba lakukan beberapa hal ini agar kamu dapat memahami&nbsp;<em>product-market fit&nbsp;</em>untuk bisnismu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="35c3"><strong>Riset Pasar</strong></h3>



<p id="2171">Lakukan riset pasar untuk mengidentifikasi siapa target pelangganmu. Kamu bisa menggunakan survei&nbsp;<em>online</em>, wawancara langsung, atau menganalisis data dari media sosial. Selain itu, jangan ragu untuk menggunakan alat analitik yang ada seperti Google Analytics untuk melihat dari mana pengunjung datang dan bagaimana mereka berinteraksi dengan situs web bisnismu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="76d1"><strong>Bangun Persona Pelanggan</strong></h3>



<p id="740d">Buat profil persona pelanggan secara detail yang mencakup informasi seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, minat, dan tantangan yang mereka hadapi. Dengan memiliki persona ini, kamu bisa lebih fokus dalam menyusun strategi pemasaran dan pengembangan produk yang tepat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="46a8"><strong>Dengarkan&nbsp;<em>Feedback yang Diberikan</em></strong></h3>



<p id="4289">Setelah produkmu diluncurkan, segera kumpulkan&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>dari pelanggan yang bisa dilakukan melalui ulasan&nbsp;<em>online</em>, survei kepuasan pelanggan, atau&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>langsung melalui layanan pelanggan. Setelah semuanya terkumpul, analisis&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>tersebut dan gunakan untuk memperbaiki produk atau layananmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="964c">2. Menyediakan Solusi, Bukan Hanya Produk</h2>



<p id="a11d">Setelah memahami pelangganmu, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa produk atau layananmu benar-benar menawarkan solusi untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Jadi, jangan hanya menjual fitur, tapi juga manfaat nyata yang bisa mereka rasakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0527">3. Komunikasikan Nilai Produkmu dengan Jelas</h2>



<p id="d602">Pastikan kamu dapat mengkomunikasikan nilai dari produkmu dengan jelas kepada pelanggan. Jangan terlalu teknis jika targetmu adalah pengguna umum. Sebaiknya gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan sesuai dengan target audiensmu. Kemudian pastikan kamu menjelaskan bagaimana produkmu bisa membantu mereka dengan cara yang relevan dan semenarik mungkin.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b840">4. Lakukan Pengujian dan Validasi</h2>



<p id="94f4">Pasar dan kebutuhan pelanggan selalu berubah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, kamu harus selalu siap untuk menguji dan menyesuaikan produk atau layananmu. Lakukan iterasi berdasarkan data dan&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>yang kamu terima. Kamu tidak perlu takut untuk melakukan perubahan jika itu berarti produkmu akan lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2fd1">5. Bangun Hubungan Jangka Panjang dengan Pelanggan</h2>



<p id="b5f3">Sukses jangka panjang dalam bisnis tidak hanya datang dari penjualan satu kali, tapi dari hubungan yang kamu bangun dengan pelanggan. Pastikan kamu menjaga komunikasi yang baik dengan mereka, menyediakan layanan pelanggan yang responsif, dan terus menawarkan nilai tambah. Pelanggan yang puas akan menjadi pendukung setia dan bisa membawa lebih banyak bisnis melalui rekomendasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bc19">Kesimpulan</h2>



<p id="7a0b">Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan adalah fondasi dari setiap bisnis yang sukses. Sebaiknya jangan terjebak hanya pada teknologi dan inovasi produk, tapi selalu ingat bahwa pelanggan adalah raja. Dengan riset yang tepat, komunikasi yang efektif, dan adaptasi yang cepat, kamu bisa memastikan bahwa startupmu tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang pesat. Jadi, selalu tempatkan pelanggan di pusat setiap keputusan bisnismu, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="59c7"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f640"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="cbc9"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page-----d8aa6cdcf491--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-langkah-penting-untuk-bisa-memahami-pelangganmu/">5 Langkah Penting untuk Bisa Memahami Pelangganmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Startup Harus Melakukan Survei Product Market Fit?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-harus-melakukan-survei-product-market-fit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2024 12:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Surveys]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10666</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam artikel sebelumnya, sudah dijelaskan sedikit tentang survei PMF. Di artikel ini, kita akan membahasnya lebih detail, ya. Jadi, apa sih, survei kesesuaian pasar produk (PMF&#160;survey)? Secara singkat, survei PMF memuat pertanyaan utama yaitu, “Bagaimana perasaan Anda jika Anda tidak dapat lagi menggunakan produk kami?” Bagi startup yang menjalankan survei, harus memberikan pilihan pada pengguna [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-harus-melakukan-survei-product-market-fit/">Mengapa Startup Harus Melakukan Survei Product Market Fit?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="87ef">Dalam artikel sebelumnya, sudah dijelaskan sedikit tentang survei PMF. Di artikel ini, kita akan membahasnya lebih detail, ya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="dbe4"><strong>Jadi, apa sih, survei kesesuaian pasar produk (PMF&nbsp;<em>survey</em>)?</strong></h3>



<p id="45f4">Secara singkat, survei PMF memuat pertanyaan utama yaitu, “Bagaimana perasaan Anda jika Anda tidak dapat lagi menggunakan produk kami?”</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7ab1"><strong>Bagi startup yang menjalankan survei, harus memberikan pilihan pada pengguna untuk menjawab dengan memilih salah satu pilihan ini:</strong></h3>



<ol class="wp-block-list">
<li>Mengecewakan.</li>



<li>Agak kecewa.</li>



<li>Tidak kecewa.</li>



<li>Saya tidak menggunakan produk ini.</li>
</ol>



<p id="e5c4">Setelah survei dibagikan dan kamu sudah mengetahui hasilnya, bagaimana untuk mengetahui apakah sudah mencapai PMF atau belum? Nah, indikatornya sebanyak minimal 40% memilih jawaban ‘sangat kecewa’.</p>



<p id="9251">Kemudian, untuk mendapatkan umpan balik yang lebih dalam, kamu juga bisa menanyakan pertanyaan terbuka seperti, “Mengapa Anda memilih jawaban tersebut?”</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="eee5"><strong>Selain pertanyaan utama tadi, kamu juga dapat menambahkan beberapa pertanyaan lain, seperti:</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Apa yang akan Anda gunakan sebagai alternatif produk kami?” (Membantu memahami kesesuaian produkmu dengan pesaing).</li>



<li>“Apa manfaat terbesar yang Anda terima dari produk kami?” (Membantumu memahami nilai yang diperoleh pelanggan dari produkmu).</li>



<li>“Sudahkah Anda merekomendasikan produk kami kepada siapa pun yang Anda kenal?” (Membantu mengukur seberapa puas pelanggan dan mengidentifikasi siapa promotor terbesarmu).</li>



<li>“Menurut Anda, tipe orang seperti apa yang paling mendapat manfaat dari produk kami?” (Membantumu mengidentifikasi siapa target pasar agar memiliki PMF yang lebih baik).</li>



<li>“Bagaimana kami dapat meningkatkan produk kami untuk memberi Anda lebih banyak manfaat?” (Salah satu indikator PMF adalah orang-orang meminta fitur dan peningkatan, jadi orang yang langsung menjawab pertanyaan ini adalah pertanda baik).</li>



<li>“Bolehkah kami menghubungi Anda melalui email untuk mendapatkan klarifikasi tentang tanggapan Anda?” (Mendapatkan data pelanggan yang sudah mencoba produkmu).</li>
</ul>



<p id="31b0">Dari data yang nantinya kamu kumpulkan, itu adalah orang-orang yang bisa kamu kirimi lagi survei di masa mendatang atau melakukan wawancara pelanggan. Tujuannya untuk menggali wawasan demi pengembangan produk di masa depan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="8310"><strong>Tapi sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk melakukan survei PMF?</strong></h3>



<p id="de0b">Kamu dapat melakukannya ketika melihat tanda-tanda ini terjadi pada startup:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pertumbuhan bisnis yang lambat</li>



<li>Kamu ingin meningkatkan skala bisnis dan memperoleh wawasan pelanggan</li>



<li>Ada perubahan signifikan pada produk atau pengenalan fitur baru</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="d7c9"><strong>Selanjutnya, bagaimana cara menganalisis hasil survei PMF?</strong></h3>



<p id="a35b">Batasan atau indikator bahwa kamu sudah mencapai PMF adalah sebesar 40%. Jika kamu sudah melampaui angka itu, artinya kamu sudah mencapai PMF. Selamat, itu pertanda baik dan harus dilanjutkan dengan cara mempelajari keinginan pelanggan. Tidak hanya itu, kamu perlu melakukan eksplorasi lebih jauh untuk bisa meningkatkan kepuasan pelanggan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="c930"><strong>Jadi, bagaimana jika hasilnya kurang dari 40%?</strong></h3>



<p id="4711">Kamu perlu memperhatikan komentar pelanggan dan memposisikan produk ulang produkmu. Tujuannya untuk menjawab kekhawatiran target pasar sekaligus menciptakan permintaan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="604a"><strong>Lalu, bagaimana cara mengirim survei PMF?</strong></h3>



<p id="be38">Kamu bisa mengirimkannya pada sampel acak pengguna yang sudah menggunakan produkmu, minimal dua kali dalam dua minggu terakhir. Dengan catatan, itu berkaitan dengan seberapa banyak pengguna yang sudah ada saat ini. Bisa jadi, jika jumlah penggunanya sedikit, kamu harus mengirimkan survei ke semua pengguna yang masuk dalam kriteria.</p>



<p id="3d9f">Setelah survei dikirim, amati apa yang terjadi, catat hasilnya secara sistematis wawasan yang telah kamu dapatkan, dan rencanakan tindakan selanjutnya. Kamu juga bisa melakukan survei PMF secara berkala. Tujuannya agar bisa membandingkan hasil dari berbagai survei PMF yang ada di periode sebelumnya. Ini akan sangat bagus dalam iterasi produk.</p>



<p id="8564">Jumlah responden dalam survei ini berkisar antara 40–50 orang agar surveinya valid. Tentu saja, semakin banyak tanggapan yang masuk, hasilnya bisa semakin baik. Namun, startup yang mungkin masih memiliki pengguna dalam jumlah sedikit, bisa mengoptimalkan hasil survei dengan responden berjumlah 40–50 orang.</p>



<p id="45b1">Jadi, sudah siapkah kamu untuk melakukan survei PMF?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="32f2"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="332d"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="8164"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----3804a96d3613--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-harus-melakukan-survei-product-market-fit/">Mengapa Startup Harus Melakukan Survei Product Market Fit?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Memanfaatkan Upselling untuk Meningkatkan Pendapatan!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-cara-memanfaatkan-upselling-untuk-meningkatkan-pendapatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2023 04:34:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Upselling&#160;artinya menjual produk yang harganya lebih mahal dari yang sudah dimiliki atau dibeli oleh pelanggan. Misalnya, jika pelanggan membeli&#160;handphone&#160;seharga 10 juta dan penjual menawarkan&#160;handphone&#160;lain dengan harga 15 juta, itu adalah&#160;upselling. Upselling&#160;sering dikaitkan dan bersinggungan dengan&#160;cross selling,&#160;di mana&#160;cross selling&#160;umumnya adalah menawarkan produk lain sebagai tambahan atau pelengkap suatu produk. Jika penjual menawarkan&#160;handphone&#160;seharga 15 juta dan&#160;headphone&#160;seharga 2 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-cara-memanfaatkan-upselling-untuk-meningkatkan-pendapatan/">Ini Cara Memanfaatkan Upselling untuk Meningkatkan Pendapatan!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="6fc0"><em>Upselling</em>&nbsp;artinya menjual produk yang harganya lebih mahal dari yang sudah dimiliki atau dibeli oleh pelanggan. Misalnya, jika pelanggan membeli&nbsp;<em>handphone&nbsp;</em>seharga 10 juta dan penjual menawarkan&nbsp;<em>handphone&nbsp;</em>lain dengan harga 15 juta, itu adalah&nbsp;<em>upselling.</em></p>



<p id="e413"><em>Upselling&nbsp;</em>sering dikaitkan dan bersinggungan dengan&nbsp;<em>cross selling,&nbsp;</em>di mana&nbsp;<em>cross selling&nbsp;</em>umumnya adalah menawarkan produk lain sebagai tambahan atau pelengkap suatu produk. Jika penjual menawarkan&nbsp;<em>handphone&nbsp;</em>seharga 15 juta dan&nbsp;<em>headphone&nbsp;</em>seharga 2 juta, maka hal ini disebut dengan&nbsp;<em>cross selling.</em></p>



<p id="dff0">Dua cara penjualan tersebut pada dasarnya adalah hal yang sama, meskipun produk yang dijual berbeda.&nbsp;<em>Upselling&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>cross selling&nbsp;</em>membantu pelanggan mendapatkan nilai lebih dari bisnismu, membantu startup mendapatkan loyalitas lebih tinggi, dan tentunya mempertebal dompet startup!</p>



<p id="b090">Sebenarnya, ada banyak metode untuk melakukan&nbsp;<em>upselling.&nbsp;</em>Namun, kita dapat mengambil wawasan dari contoh metode&nbsp;<em>upselling&nbsp;</em>yang diterapkan oleh beberapa startup di bawah ini:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ae8e"><strong>1. Meningkatkan penjualan dalam aplikasi</strong></h2>



<p id="8b0a">Contoh pertama datang dari startup yang menawarkan layanan ruang penyimpanan&nbsp;<em>cloud,&nbsp;</em>yaitu Dropbox. Ketika pelanggan mendekati akhir dari&nbsp;<em>storage&nbsp;</em>yang tersedia, mereka akan diminta untuk melakukan&nbsp;<em>upgrade&nbsp;</em>versi setiap kali pelanggan memeriksa&nbsp;<em>free space&nbsp;</em>yang ada di aplikasi.</p>



<p id="75ca">Jika dilakukan pada waktu dan tempat yang relevan, metode ini akan membantu pelanggan untuk mengetahui dan mengingat bahwa solusi sudah tersedia ketika masalah mereka muncul.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ec8f"><strong>2. Melakukan&nbsp;<em>upselling&nbsp;</em>pada keranjang belanja</strong></h2>



<p id="e827">Umumnya, metode ini kerap digunakan oleh&nbsp;<em>e-commerce&nbsp;</em>untuk meningkatkan pendapatan mereka. Misalnya, ketika pelanggan ingin memesan bunga untuk acara perayaan, mereka akan ditawarkan opsi hadiah yang ‘lebih baik’. Misalnya, alih-alih ‘hanya’ memesan bunga, pelanggan dapat menambahkan hadiah balon atau boneka beruang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9845"><strong>3. Meningkatkan penjualan dalam interaksi dukungan pelanggan</strong></h2>



<p id="7df2">Ini dapat dilakukan ketika sesi&nbsp;<em>live chat&nbsp;</em>dengan pelanggan. Contohnya dengan menawarkan produk yang membantu menyelesaikan masalah mereka. Metode&nbsp;<em>upsell&nbsp;</em>ini populer karena dapat membantu pelanggan menyelesaikan masalahnya dengan menghubungi tim dukungan pelanggan. Tidak hanya itu,&nbsp;<em>upsell&nbsp;</em>dapat memberikan nilai tambah yakni dengan membantu pelanggan menawarkan kenyamanan tambahan dari produk pendukung atau layanan lain yang bisa diberikan oleh startup.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="526e"><strong>4. Melakukan&nbsp;<em>upsell&nbsp;</em>setelah pencapaian kesuksesan pelanggan</strong></h2>



<p id="935c">Ada beberapa&nbsp;<em>timing&nbsp;</em>yang tepat untukmu melakukan&nbsp;<em>upsell,&nbsp;</em>salah satunya ketika pelanggan telah mencapai titik tertentu dalam membangun hubungan jangka panjang dengan produk atau merekmu. Misalnya seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Menjadi pelanggan selama setahun</li>



<li>Menghabiskan sejumlah jam tertentu di aplikasi</li>



<li>Menyelesaikan sejumlah tugas tertentu dalam produk</li>



<li><em>Login</em>&nbsp;beberapa kali</li>



<li>Menginstal integrasi atau&nbsp;<em>add-on</em>&nbsp;tertentu</li>
</ul>



<p id="030b">Titik pencapaian tersebut membuktikan bahwa mereka adalah pelanggan yang kerap menggunakan produkmu. Gunakan momen tersebut sebagai peluang emas untuk mengingatkan pelanggan tentang nilai yang dapat mereka peroleh ketika menggunakan produkmu. Kamu juga perlu memikirkan strategi bagaimana caranya untuk meningkatkan penjualan agar mereka dapat melangkah lebih jauh (lebih lama menggunakan produkmu, merekomendasikan produkmu ke orang lain, dan lain-lain).</p>



<p id="da91">Kemudian, yang menjadi poin penting, kamu dapat memanfaatkan <em>upselling </em>tidak hanya untuk pendapatan saja, tetapi juga untuk memberikan layanan terbaik pada pelanggan, memberikan mereka nilai lebih, dan membuat pelangganmu lebih bahagia ketika menggunakan produkmu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="085a"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="48d6"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b69e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----303e8725850c--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-cara-memanfaatkan-upselling-untuk-meningkatkan-pendapatan/">Ini Cara Memanfaatkan Upselling untuk Meningkatkan Pendapatan!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Strategi Akuisisi Pelanggan Mirip dengan Berkencan?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/benarkah-strategi-akuisisi-pelanggan-mirip-dengan-berkencan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2023 06:37:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Acquisition]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Growth Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8968</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika berbicara tentang akuisisi pelanggan, maka kita perlu menilik komentar menarik yang datang dari pakar&#160;growth hacking&#160;yaitu Brian Swichkow, yang merupakan founder Ghost Influence. Menurut Swichkow, strategi akuisisi pelanggan memiliki kemiripan dengan strategi kencan. Ada tahapan di mana merek perlu melakukan pendekatan dengan pelanggan, hingga di momen tertentu, mereka yakin untuk melakukan konversi. Di bawah ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/benarkah-strategi-akuisisi-pelanggan-mirip-dengan-berkencan/">Benarkah Strategi Akuisisi Pelanggan Mirip dengan Berkencan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e486">Ketika berbicara tentang akuisisi pelanggan, maka kita perlu menilik komentar menarik yang datang dari pakar&nbsp;<em>growth hacking&nbsp;</em>yaitu Brian Swichkow, yang merupakan founder Ghost Influence. Menurut Swichkow, strategi akuisisi pelanggan memiliki kemiripan dengan strategi kencan. Ada tahapan di mana merek perlu melakukan pendekatan dengan pelanggan, hingga di momen tertentu, mereka yakin untuk melakukan konversi. Di bawah ini adalah beberapa tips yang dikutip dari artikel startups.com</p>



<p id="85f7"><strong>Aturan pertama: tidak terburu-buru</strong></p>



<p id="0fb9">Jika dalam pertemuan pertama dengan pelangganmu, kamu sudah menyuruhnya untuk membeli produkmu, kira-kira apa yang akan dilakukan mereka? Pilihannya ada dua, bisa menolak dengan halus, atau menolak tegas dan kabur dari hadapanmu. Layaknya ketika akan berkencan, pasti seseorang akan berkenalan dahulu dengan calon pasangannya. Seperti itu juga yang terjadi ketika melakukan akuisisi pelanggan. Interaksi pertama sangat penting. Jadi, kamu bisa pikat hati mereka dengan pelan-pelan.</p>



<p id="f09d">Menurut Aaron Zakowzski,&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>Zammo Digital Marketing, kamu bisa memulai dengan menawarkan komitmen paling rendah, di mana kamu tidak mengharapkan calon pelanggan untuk melakukan terlalu banyak aktivitas dalam interaksi pertamanya. Misalnya dengan mengunduh<em>&nbsp;e-book</em>&nbsp;atau memasukkan alamat&nbsp;<em>e-mail</em>. Komitmen rendah seperti itu memberi pelanggan kesempatan untuk bersikap ramah kepadamu. Hal tersebut juga memberimu kesempatan untuk membangkitkan minat mereka sebelum mereka memberikan komitmen yang lebih besar, alias melakukan konversi. Ada satu hal lagi yang penting dalam fase ini, yaitu jangan pernah memaksakan kehendak pelanggan.</p>



<p id="5182"><strong>Aturan kedua: berempati terhadap pelanggan</strong></p>



<p id="3d3d">Menurut Brian Swichkow, ketika mengembangkan pengalaman untuk audiensmu, cobalah untuk meluangkan waktu sejenak. Tujuannya agar kamu dapat mempertimbangkan apa saja yang cocok dan dapat ditawarkan pada mereka. Misalnya, ketika kamu akan membuat Facebook Ads atau&nbsp;<em>banner ads&nbsp;</em>di situs favorit mereka, cobalah untuk menanyakan pada diri sendiri tentang bagaimana perasaan mereka ketika melihat iklanmu. Selanjutnya, kamu dapat mencoba memahami pengalaman mereka dan mengembangkan ‘<em>action</em>’ lain untuk bertindak ke langkah berikutnya.</p>



<p id="d6b4"><strong>Aturan ketiga: jadi diri sendiri</strong></p>



<p id="4a4a">Unsur penting yang harus dimiliki ketika sedang mengakuisisi pelanggan adalah keaslian. Ini dapat dimulai sejak hari pertama saat kamu berinteraksi dengan mereka. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh John Doherty, founder dari Credo, yang sebaiknya kamu pertimbangkan adalah, “Apakah kamu menetapkan harapan kepada pelanggan?”</p>



<p id="12a7">“Apa yang akan pelanggan dapatkan darimu?”</p>



<p id="aa0e">“Bagaimana caramu memperkenalkan diri dengan pelanggan?”</p>



<p id="5484">Pertanyaan di atas berkaitan dengan&nbsp;<em>connecting.&nbsp;</em>Karena orang terhubung dengan orang, bukan terhubung dengan merek. Maka, jadilah merek yang relevan dan mewakili audiensmu.</p>



<p id="2e58">Analoginya, membina hubungan dengan pelanggan (akuisisi pelanggan) sama seperti mencintai seseorang dengan setia. Tunjukkan bahwa kamu memiliki cinta dengan tulus, punya niat baik. Tunjukkan bahwa kamu memiliki sesuatu (hal berharga) yang pantas untuk ditawarkan dan dimiliki pelanggan. Kemudian yang terakhir, jangan pernah memaksa dan melakukan cara curang ketika ingin mendapatkan pelanggan.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="1250"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="ed78"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="976d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/benarkah-strategi-akuisisi-pelanggan-mirip-dengan-berkencan/">Benarkah Strategi Akuisisi Pelanggan Mirip dengan Berkencan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Ampuh Menghilangkan Gugup saat Berbicara di Publik</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/cara-ampuh-menghilangkan-gugup-saat-berbicara-di-publik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7603</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai founder atau anggota tim startup, pasti ada kalanya kita diharuskan untuk berbicara di depan publik. Misalnya ketika sedang presentasi pekerjaan, mengenalkan diri ketika wawancara, hingga&#160;pitching&#160;dan berhadapan dengan investor. Ketika berbicara di depan umum, ada perasaan seperti gugup, grogi, tidak percaya diri, yang dapat menghambat kita saat berbicara. Bahkan ada istilah khusus yang menggambarkan hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/cara-ampuh-menghilangkan-gugup-saat-berbicara-di-publik/">Cara Ampuh Menghilangkan Gugup saat Berbicara di Publik</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="aa16">Sebagai founder atau anggota tim startup, pasti ada kalanya kita diharuskan untuk berbicara di depan publik. Misalnya ketika sedang presentasi pekerjaan, mengenalkan diri ketika wawancara, hingga&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>dan berhadapan dengan investor. Ketika berbicara di depan umum, ada perasaan seperti gugup, grogi, tidak percaya diri, yang dapat menghambat kita saat berbicara. Bahkan ada istilah khusus yang menggambarkan hal ini, yaitu demam panggung. Gugup ketika berbicara di depan publik tidak bisa disepelekan, sebab hal ini dapat mengganggu koknsentrasi ketika berbicara. Tidak hanya itu saja, pesan yang akan disampaikan juga bisa tidak utuh karena dikalahkan oleh rasa gugupnya. Kemudian, bagaimana cara menghilangkan rasa gugup ketika sedang berbicara di depan publik? Berikut adalah tips yang dapat kamu praktikkan, ya.</p>



<p id="5af2">1. Pikirkan tentang audiensmu</p>



<p id="a93d">Saat akan berbicara di depan orang banyak, kamu punya misi besar untuk bisa meruntuhkan tembok yang menghalangi antara kamu dan audiensmu. Bagaimana caranya? Lepaskanlah apa yang menjadi pikiran dan ketakutanmu. Cobalah untuk fokus terhadap audiensmu. Kamu dapat melakukan ini ketika sedang melakukan persiapan. Mulailah dengan mencari informasi seperti:</p>



<p id="4794">&#8211; Siapa saja orang-orang yang akan hadir dan menyaksikan saya bercerita?</p>



<p id="9247">&#8211; Mengapa orang-orang tersebut ada di ruangan tersebut?</p>



<p id="922d">&#8211; Apa saja yang mereka butuhkan?</p>



<p id="a51c">Dan mungkin berbagai macam pertanyaan lain seputar audiens yang bisa kamu jawab dengan teliti.</p>



<p id="fb6d">Setelah itu, kamu bisa mengidentifikasi kebutuhan audiens, dan buatlah pesan yang menjawab tentang kebutuhan tersebut.</p>



<p id="64b6">2. Sebelum kamu berbicara, fokus kembali ke otak</p>



<p id="153d">Menurutmu, kapan waktu yang paling bisa membuat gugup ketika sedang berbicara di publik? Jawabannya adalah tepat ketika sebelum kamu berbicara, mungkin sedang berada di balik panggung, atau sesederhana menyiapkan&nbsp;<em>checklist&nbsp;</em>ketika nanti tampil. Mengapa momen tersebut menjadi waktu paling kritis dan membuat gugup? Itu karena otak memberi penilaian, “Semua orang nanti akan melihat saya. Bagaimana jika nanti aku gagal?”. Ketika hal ini terjadi, kamu bisa segera memfokuskan kembali ke otakmu. Ingatlah bahwa kamu ada di sini adalah untuk membantu audiens. Katakan tegas pada otak kita bahwa ‘saya harus bisa menyampaikan pesan ini untuk audiens, karena mereka membutuhkannya’. Percayalah, jika kamu berhasil melakukan ini, maka perlahan gugup akan berkurang dan rasa percaya diri akan semakin bertambah.</p>



<p id="49c1">3. Ketika kamu berbicara, lakukanlah kontak mata</p>



<p id="ac61">Menurut Sarah Gershman dari artikel yang ditulisnya di HBR, salah satu kesalahan terbesar yang kita buat ketika berbicara kepada orang banyak adalah berbicara sebagai sebuah kelompok. Kita memindai ruangan, mencoba melihat semua orang sekaligus. Faktanya, setiap orang yang ada di ruangan itu mendengarkanmu sebagai individu. Jadi, cara paling tepat untuk bisa terhubung dengan audiens adalah dengan berbicara sebagai individu. Caranya dengan melakukan kontak mata yang berkelanjutan dengan satu orang per pikiran. Contohnya adalah dengan berbicara dan menatap kepada satu orang saja saat menghabiskan satu klausa penuh. Dengan menggunakan cara ini, maka kamu berusaha untuk fokus pada satu orang tiap satu waktu. Hasilnya setiap orang di ruangan tersebut akan merasakan bahwa kamu hanya berbicara dengan mereka.</p>



<p id="88d6">Meskipun cara-cara di atas memang menantang dan tidak mudah, tapi yakinlah bahwa kamu bisa melakukannya. Perbanyak latihan dan melakukan simulasi dengan beberapa orang rekanmu sebagai audiens akan sangat membantu dalam berbicara di depan publik.</p>



<p id="c88e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f465"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="3e07"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/cara-ampuh-menghilangkan-gugup-saat-berbicara-di-publik/">Cara Ampuh Menghilangkan Gugup saat Berbicara di Publik</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founders, Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Pivot!￼</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founders-lakukan-5-hal-ini-sebelum-pivot%ef%bf%bc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2022 05:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7545</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada banyak alasan untuk melakukan&#160;pivot, tetapi pastikan kamu hanya melakukan&#160;pivot&#160;jika diperlukan. Iringi juga dengan perencanaan yang matang dan bijaksana. Karena banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan, berikut ini kami bagikan 5 hal yang perlu&#160;founders&#160;lakukan sebelum memutuskan untuk&#160;pivot. 1. Fokus pada masalah, bukan solusi Salah satu kesalahan&#160;founder&#160;yang umum terjadi yakni mereka hanya fokus menemukan solusi dan menghabiskan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-lakukan-5-hal-ini-sebelum-pivot%ef%bf%bc/">Founders, Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Pivot!￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="caf6">Ada banyak alasan untuk melakukan&nbsp;<em>pivot</em>, tetapi pastikan kamu hanya melakukan&nbsp;<em>pivot&nbsp;</em>jika diperlukan. Iringi juga dengan perencanaan yang matang dan bijaksana. Karena banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan, berikut ini kami bagikan 5 hal yang perlu&nbsp;<em>founders&nbsp;</em>lakukan sebelum memutuskan untuk&nbsp;<em>pivot</em>.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="8517">1. Fokus pada masalah, bukan solusi</h1>



<p id="632b">Salah satu kesalahan&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>yang umum terjadi yakni mereka hanya fokus menemukan solusi dan menghabiskan banyak waktu untuk sesuatu yang belum tentu berhasil. Sebaiknya pahami apa permasalahan yang sedang kamu hadapi sebelum mencari solusinya.</p>



<p id="5ab0">Tanamkan pola pikir visioner untuk menjadi&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>hebat yang dapat menemukan solusi dari setiap permasalahan yang ada di dunia. Apabila seorang&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>tidak dapat memprediksi masa depan, kamu berisiko bertemu dengan yang namanya kegagalan.</p>



<p id="7905">Agar bisa lebih fokus pada masalah daripada solusi, pertama-tama buatlah kerangka masalah yang perlu kamu pecahkan, bukan solusi yang akan kamu bangun. Bayangkan kamu seorang dokter yang harus mengobati seorang pasien. Sebelum mengobati gejala penyakitnya, kamu perlu tahu terlebih dahulu penyebab munculnya penyakit yang diderita pasien tersebut.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="6e70">2. Kombinasikan firasat dengan penalaran logis</h1>



<p id="27a6">Contoh kasus, kamu sedang mengembangkan startup di bidang&nbsp;<em>financial technology&nbsp;</em>dan kamu sudah melakukan segalanya untuk mencapai targetmu. Namun, kamu merasa tidak ada perkembangan yang signifikan, padahal kompetitormu di bidang yang sama telah berhasil membentuk pasar mereka sendiri.</p>



<p id="6420">Dalam menemukan Product-Market Fit, kamu perlu tahu kapan harus terus berjuang untuk mengembangkan startup-mu dan kapan harus&nbsp;<em>pivot</em>. Kemampuan ini berasal dari kombinasi antara firasat dan logika. Ketika firasatmu tahu bahwa kamu tidak berada di jalan yang benar, kamu permu memutar otak untuk dapat memahami mengapa caramu tidak berfungsi untuk target pasarmu.</p>



<p id="1aad">Penalaran logis yang dikombinasikan dengan firasat memberikan kamu kepercayaan diri untuk&nbsp;<em>pivot&nbsp;</em>dan mempertimbangkan kembali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar. Hal ini wajar, karena dalam perjalanan startup ada kalanya kamu perlu bertahan dan ada kalanya kamu perlu&nbsp;<em>pivot</em>. Untuk mendapatkan keyakinan di jalan yang benar, validasi firasatmu dengan logika dan penelitian agar tidak terjebak dalam dilema tak berujung.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="baed">3. Dengarkan&nbsp;<em>feedback</em>&nbsp;dari pelanggan</h1>



<p id="999d">Jadikan&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>yang kamu terima dari pelanggan sebagai indikator untuk menentukan apakah kamu harus melakukan pivot atau tidak. Jika kamu terus mendapat&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>negatif dari pelanggan seperti “harga terlalu mahal”, “fitur tidak memadai”, “proses pembelian terlalu rumit”, atau bahkan “ada produk lain yang lebih baik daripada produlmu”, mungkin ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbanganmu sebelum memutuskan untuk pivot.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="19af">4. Buat deadline MVP</h1>



<p id="123c"><em>Minimum viable product&nbsp;</em>(MVP) adalah salah satu strategi pengembangan produk dalam startup. Sebelum memutuskan untuk&nbsp;<em>pivot</em>, sebaiknya buat&nbsp;<em>deadline&nbsp;</em>MVP terlebih dahulu.&nbsp;<em>Deadline&nbsp;</em>yang agresif dapat mencegahmu agar tidak terhanyut memikirkan detail yang sebenarnya tidak penting untuk startupmu.</p>



<p id="f63a">Sampai&nbsp;<em>deadline&nbsp;</em>yang ditentukan, MVP kamu harus mengenai inti masalah yang ingin dipecahkan. Pastikan kamu tidak terjebak dalam satu ide atau produk yang kamu bangga-banggakan saat ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="3731">5. Pastikan keputusan pivot menghadirkan peluang untuk berkembang</h1>



<p id="e3a2">Pivot bisa menjadi keputusan yang menguntungkan startup ketika sedang mengalami hambatan atau tidak bisa melangkah lebih jauh lagi. Namun, jika kamu memutuskan pivot tanpa memikirkan ke mana arah pergi selanjutnya, kemungkinan besar kamu akan menemukan hambatan lain dalam keadaan yang berbeda.</p>



<p id="edb2">Guna mencegah hal tersebut, pastikan kamu tidak hanya mempertimbangkan untuk beralih dari jalan awalmu, tetapi juga mempertimbangkan peluang yang mungkin muncul untuk pertumbuhan startup dan ekspansi di jalur barumu.</p>



<p id="a3b4">Jika pasar yang baru lebih kecil, basis pelanggan kurang beragam, atau terlalu banyak kompetitor, maka tidak ada gunanya mengambil risiko untuk pivot dan memulai bisnis lain. Jadi, teruslah mencari jalan baru yang punya peluang bagus untuk startupmu ke depannya.</p>



<p id="989c">Itu dia 5 hal yang perlu&nbsp;<em>founders&nbsp;</em>lakukan sebelum&nbsp;<em>pivot&nbsp;</em>demi mencapai kesuksesan bisnismu. Temukan pula tips dan trik lainnya di blog 1000 Startup Digital untuk menambah wawasanmu seputar startup.</p>



<p id="2d35">. . .</p>



<p id="12e1"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2e20"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="fcc0"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-lakukan-5-hal-ini-sebelum-pivot%ef%bf%bc/">Founders, Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Pivot!￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mitos Product-Market Fit yang Perlu Kamu Buang Jauh-jauh￼</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mitos-product-market-fit-yang-perlu-kamu-buang-jauh-jauh%ef%bf%bc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2022 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7530</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu&#160;product market fit? Definisi&#160;product market fit&#160;datang dari Marc Andreessen, yakni berada di pasar yang baik dengan produk yang dapat memuaskan pasar tersebut. Ciri apabila produk belum mencapai&#160;product market fit&#160;antara lain: Pelanggan belum mendapatkan manfaat dari produk Tidak ada pemasaran dari mulut ke mulut Pertumbuhan produk lambat Ulasan pelanggan buruk Siklus penjualan memakan waktu lama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mitos-product-market-fit-yang-perlu-kamu-buang-jauh-jauh%ef%bf%bc/">Mitos Product-Market Fit yang Perlu Kamu Buang Jauh-jauh￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="ed91">Apa itu&nbsp;<em>product market fit</em>?</p>



<p id="3fe5">Definisi&nbsp;<em>product market fit&nbsp;</em>datang dari Marc Andreessen, yakni berada di pasar yang baik dengan produk yang dapat memuaskan pasar tersebut. Ciri apabila produk belum mencapai<em>&nbsp;product market fit</em>&nbsp;antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Pelanggan belum mendapatkan manfaat dari produk</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Tidak ada pemasaran dari mulut ke mulut</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Pertumbuhan produk lambat</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Ulasan pelanggan buruk</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Siklus penjualan memakan waktu lama</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Penjualan jarang <em>closing</em></li></ul>



<p id="4f82">Begitu pula sebaliknya, jika ciri-ciri pelanggan mendapatkan manfaat produk, produk menjadi viral dan menjadi omongan banyak orang, pertumbuhan produk cepat, maka itu merupakan tanda bahwa produk mencapai&nbsp;<em>product market fit</em>.</p>



<p id="8622">Bagaimana contoh perusahaan yang sudah mencapai&nbsp;<em>product market fit</em>?</p>



<p id="40a7">Saat masa awal Google terbentuk, Google masih berjuang dalam menjadi jawara di pangsa pasar, berebut posisi dengan mesin pencari lain. Layaknya pesaing lainnya, Google mendulang keuntungan dengan cara menawarkan lahan iklan dalam hasil pencarian.</p>



<p id="c3b5">Kemudian, di 2003, Google memperkenalkan konsep baru bernama AdSense. Setelah melalui riset mendalam, tim Google menemukan fakta bahwa pemilik bisnis ingin menampilkan iklan di luar halaman pencarian. Untuk itulah mereka menciptakan AdSense, dengan teknologi baru yang dapat memindai situs secara otomatis dan menciptakan iklan yang relevan.</p>



<p id="fefc">Contohnya, kamu adalah pemilik bisnis yang menjual jasa tiket pesawat. Kemudian kamu membayar AdSense agar iklan produkmu secara otomatis muncul di situs perjalanan. Keberhasilan Google dalam menangkap kebutuhan pasar, membawa mereka mendapatkan 11 juta pengguna AdSense di tahun 2017 dengan pendapatan $95 miliar per tahun.</p>



<p id="b3f6">Karena&nbsp;<em>product market fit</em>&nbsp;ini merupakan hal penting yang sering dibahas dalam startup, terkadang pada pembahasannya muncul mitos-mitos yang beredar. Akibatnya, mitos-mitos ini dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi para&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>dan anggota tim. Agar kamu tidak terjebak dalam informasi yang salah, berikut adalah mitos seputar&nbsp;<em>product market fit</em>&nbsp;yang perlu kamu tahu.</p>



<p id="916a"><strong>Mitos ke-1</strong></p>



<p id="5b9d"><strong><em>Product market fit</em>&nbsp;dicapai secara spontan</strong></p>



<p id="cd7b">Faktanya, produk yang bertemu dengan pasar yang cocok bukan seperti ‘AHA&nbsp;<em>moment</em>’ yang tiba-tiba terjadi. Perjalanan menempuh&nbsp;<em>product market fit</em>&nbsp;adalah proses panjang yang melelahkan; berjibaku dengan riset panjang, wawancara dengan pelanggan berulang kali, membuat ramuan produk yang pas dengan kebutuhan pelanggan, pembuatan prototipe, dan uji coba beruntun. Langkah dalam menemukan<em>&nbsp;product market fit&nbsp;</em>secara garis besar dijabarkan oleh Dan Olsen dalam bukunya yang berjudul&nbsp;<em>Lean Product Process</em>. Tahapannya dimulai dengan menuliskan hipotesis awal, melakukan pengujian, tahap validasi, mengubah produk dan proposisi nilai, dan siklus ini terus berulang hingga terlihat hasil yang menguntungkan.</p>



<p id="df54"><strong>Mitos ke-2</strong></p>



<p id="f46e"><strong>Ada tanda-tanda bahwa produk sudah mencapai<em>&nbsp;product market fit</em></strong></p>



<p id="5338">Sebenarnya, hal ini tidak sepenuhnya salah. Memang sejatinya ada beberapa tanda bahwa kita sudah mencapai titik&nbsp;<em>product market fit</em>. Namun, kita harus hati-hati karena bisa jadi bias. Bagaimana pun, waktu dan perjalanan akan membantu mengungkap apakah ini memang tanda&nbsp;<em>product market fit</em>&nbsp;atau bukan. Contohnya jika kasusnya seperti ini, apabila kamu belum menguji produk dalam waktu yang lama namun masih menjual, kamu bisa memperhatikan jenis pelanggan yang membeli produk. Jika pelanggan cenderung masuk ke dalam persona pembeli, ada kemungkinan kamu sedang perjalanan menuju&nbsp;<em>product market fit.</em>&nbsp;Namun, jika ternyata pelanggan hanya membeli sekali, artinya kamu tidak menuju&nbsp;<em>product market fit</em>, melainkan ada masalah pada retensi pelanggan.</p>



<p id="168a"><strong>Mitos ke-3</strong></p>



<p id="5131"><strong>Mencapai&nbsp;<em>product market fit</em>&nbsp;artinya lebih unggul dari kompetitor</strong></p>



<p id="b716">Sekilas pernyataan ini ada benarnya. Tapi tidak begitu. Faktanya, menempuh&nbsp;<em>product market fit</em>&nbsp;adalah sebuah awal perjalanan dalam mengembangkan bisnis. Sebab, kunci keberhasilan dalam persaingan bisnis adalah pasar yang tepat dan basis pelanggan yang sesuai.</p>



<p id="0bc8"><strong>Mitos ke-4</strong></p>



<p id="17cb"><strong><em>Product market fit&nbsp;</em>artinya bisnismu punya potensi untuk menguasai pasar</strong></p>



<p id="5d9e">Ini adalah mitos karena pasar yang menguntungkan dan sangat kompetitif dipengaruhi oleh banyak sekali faktor. Agar terukur, pemilik bisnis bisa menghitung TAM (<em>Total Addressable Market</em>), yang memberikan perkiraan kasar tentang ukuran pasar, termasuk banyaknya pesaing, kemungkinan adanya pelanggan, dan potensi pendapatan yang dimiliki pasar. Setelah TAM sudah diketahui, selanjutnya hitunglah SAM (<em>Service Available Market</em>), atau peluang pasar yang ada dalam kompetensi inti bisnis. Terakhir adalah SOB (<em>Serviceable Obtainable Market</em>), yang menentukan berapa banyak pasar yang dapat dipengaruhi secara realistis.</p>



<p id="d04a">Itu sebabnya, pasar kompetitif terdiri dari segmen yang beragam. Setelah mencoba mengukur skala bisnis di satu bagian pasar dan sukses, belum jaminan akan sukses lagi jika melakukannya di segmen yang berbeda.</p>



<p id="7749">Memang dalam menempuh&nbsp;<em>product market fit</em>,&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>butuh pengetahuan, semangat, dan keyakinan dalam mengalokasikan energi serta sumber daya di perusahaan. Dengan mengetahui apa yang benar dan kurang tepat dalam menempuh&nbsp;<em>product market fit</em>, akan sangat membantu dalam mencapainya dan penting bagi pertumbuhan bisnis.</p>



<p id="ee8d"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2851"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d6f0"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mitos-product-market-fit-yang-perlu-kamu-buang-jauh-jauh%ef%bf%bc/">Mitos Product-Market Fit yang Perlu Kamu Buang Jauh-jauh￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Menemukan Product-Market Fit?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-cara-menemukan-product-market-fit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 05:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7336</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Validasi ide checked” “Bikin MVP juga udah” “Wawancara pengguna selesai” “Kayaknya semua tahap sudah dikerjakan, tapi kenapa susah sekali produk kita diterima pasar?” Founder, apakah kamu pernah mengalami situasi yang sama? Jika ya, artinya kamu belum menemukan&#160;product-market fit&#160;dan harus membaca artikel ini sampai akhir. Apa itu&#160;product-market fit? Menurut Marc Andressen,&#160;product-market fit&#160;artinya kamu ada di pasar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-cara-menemukan-product-market-fit/">Bagaimana Cara Menemukan Product-Market Fit?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="a957">“Validasi ide checked”</p>



<p id="a8ba">“Bikin MVP juga udah”</p>



<p id="0243">“Wawancara pengguna selesai”</p>



<p id="96f2">“Kayaknya semua tahap sudah dikerjakan, tapi kenapa susah sekali produk kita diterima pasar?”</p>



<p id="743c">Founder, apakah kamu pernah mengalami situasi yang sama? Jika ya, artinya kamu belum menemukan&nbsp;<em>product-market fit</em>&nbsp;dan harus membaca artikel ini sampai akhir.</p>



<p id="ac66">Apa itu&nbsp;<em>product-market fit</em>?</p>



<p id="a5c5">Menurut Marc Andressen,&nbsp;<em>product-market fit</em>&nbsp;artinya kamu ada di pasar yang tepat dengan produk yang dapat memuaskan pasar. Fase ini adalah keadaan sementara di mana produkmu dapat memecahkan masalah yang cukup besar dengan solusi yang tepat untuk pelangganmu.</p>



<p id="cee2">Apa tanda dari&nbsp;<em>product-market fit</em>?</p>



<p id="cf0d">1. Jika produkmu punya tingkat penjualan, konversi, dan keterlibatan pengguna yang tinggi</p>



<p id="f579">2. Jika produkmu setidaknya punya 40% pelanggan dalam jangka waktu yang lama</p>



<p id="f2e4">3. Jika biaya mendapatkan pelanggan 3 kali lebih kecil dari&nbsp;<em>lifetime value</em></p>



<p id="a55d">4. Jika produkmu keluar dari pasar, 40% pelangganmu akan sangat kecewa</p>



<p id="b6cf">Apa tanda jika tidak tercapai&nbsp;<em>product-market fit</em>?</p>



<p id="eb89">Apabila produkmu tidak memenuhi syarat seperti di atas, selain itu ada beberapa kriteria lainnya, yakni:</p>



<p id="496c">1. Identitas pelanggan tidak jelas</p>



<p id="9864">2. Tidak memiliki perjalanan pelanggan yang jelas</p>



<p id="009e">3. Pengguna gratis tidak menggunakan produkmu</p>



<p id="4e19">4. Siklus penjualan lambat, atau tidak ada sama sekali</p>



<p id="8f2f">5. Pelanggan langsung meninggalkan produkmu setelah dilakukan uji coba</p>



<p id="1edb">Bagaimana cara mencapai&nbsp;<em>product-market fit</em>?</p>



<p id="24e9">Setidaknya ada enam cara yang bisa dilakukan, antara lain:</p>



<p id="86fe">1. Selaraskan tujuan tim produk dengan CEO</p>



<p id="987f">Untuk dapat mencapai&nbsp;<em>product-market fit</em>, tentukan terlebih dahulu, seperti apa kondisi ideal<em>&nbsp;product-market fit</em>&nbsp;yang ingin dicapai?</p>



<p id="29df">Apakah peningkatan pengguna besar-besaran?</p>



<p id="f7cf">Apakah pertumbuhan pendapatan yang tinggi?</p>



<p id="a09b">Atau mungkin tujuan lainnya?</p>



<p id="1834">Kemudian, selaraskan dengan pencapaian keuangan perusahaanmu. Siapa pun pemimpin yang menangani produk (contohnya Manajer Produk) perlu berdiskusi dengan CEO untuk menyepakati strategi produk dan keuangan di perusahaan.</p>



<p id="9e3f">2. Membuat hipotesis produk</p>



<p id="278f">Cara membuat hipotesis produk adalah dengan mengecek saluran data internal dan eksternal. Misalnya dengan mengamati&nbsp;<em>analytics&nbsp;</em>produk, mengecek kompetitor, serta berbicara dengan pelanggan. Kemudian, tempatkan hipotesis produk di satu tempat agar mudah dalam mengevaluasinya.</p>



<p id="db80">3. Memprioritaskan hipotesis produk</p>



<p id="8a39">Setelah hipotesis produk terbentuk, saatnya kamu menyusunnya berdasarkan skala prioritas. Untuk itu, undanglah anggota tim intimu, misalnya CTO, desainer, CEO, dan lainnya. Namun, jagalah agar tidak terlalu banyak melibatkan orang. Pertemuan dengan empat atau lima orang sudah cukup untuk membahas prioritas hipotesis produk. Lalu, bagaimana cara mengurutkan hipotesisnya?</p>



<p id="4bfa">Kamu bisa memberi label atau keterangan menggunakan beberapa indikator pada setiap hipotesisnya. Indikator pertama adalah label ‘dampak’, yakni seberapa besar kemungkinan kamu dapat mencapai tujuan produk dalam kurun waktu triwulanan.</p>



<p id="7a38">Indikator kedua adalah label ‘keyakinan’, yakni seberapa banyak kamu memahami hipotesis dan seberapa tinggi risikonya.</p>



<p id="27b0">Indikator ketiga adalah label ‘upaya’, yakni perkiraan berdasarkan solusi teknologi.</p>



<p id="4193">4. Mencari umpan balik</p>



<p id="64b9">Ini saatnya kamu melakukan validasi terhadap berbagai hipotesis yang sudah disusun berdasarkan prioritasnya. Kamu butuh lima orang pelanggan untuk diajak diskusi tentang hipotesis produk. Kini, tugasmu adalah mencari tahu apakah gagasan yang kamu miliki layak diwujudkan atau tidak. Kamu dapat menggunakan data wawasan pelanggan secara kualitatif dan kuantitatif, sehingga kamu mendapatkan hasilnya secara objektif.</p>



<p id="0150">5. Buat eksperimen produk</p>



<p id="3e86">Data pelanggan kini sudah terkumpul, sekarang saatnya bereksperimen. Kamu dapat menyebut fase ini dengan MVP atau pembuatan prototipe. Tujuannya adalah memvalidasi hipotesis lebih lanjut lewat data yang sudah dimiliki.</p>



<p id="cb57">Untuk dapat menemukan&nbsp;<em>product-market fit</em>, setidaknya kamu harus memiliki data hak milik atau&nbsp;<em>proprietary data,&nbsp;</em>di antaranya adalah:</p>



<p id="7e80">-Perilaku unik pelangganmu</p>



<p id="361e">-Perjalanan pelanggan</p>



<p id="e353">-Sensitivitas harga dari target pasar</p>



<p id="29c4">-Fitur ide untuk iterasi</p>



<p id="c6c1">Kamu dapat melakukan A/B&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>pada fase ini. Bisa juga dengan membuat demo produk yang tidak memenuhi kebutuhan pelanggan yang sebenarnya. Atau alternatif lainnya adalah membuat MVP. Semuanya tergantung dari sumber data yang dimiliki serta perhitungan risiko dalam eksperimen.</p>



<p id="a271">6. Evaluasi</p>



<p id="c8d6">Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi traksi dengan memperhatikan tanda-tanda dari product-market fit<em>&nbsp;</em>seperti yang sudah dituliskan dalam langkah poin nomor satu.</p>



<p id="e206">-Pendapatan, konversi, dan keterlibatan bertumbuh secara organik dan eksponensial</p>



<p id="6577">-Retensi pengguna tinggi, minimal 40% dari pelanggan baru</p>



<p id="88e5">-Biaya akuisisi pelanggan vs biaya&nbsp;<em>customer lifecycle&nbsp;</em>adalah 3:1</p>



<p id="6d17">-Minimal 40% produk yang sangat kecewa bila produkmu keluar dari pasar</p>



<p id="bb46">Apabila tanda-tanda tersebut terpenuhi, maka selamat, kamu telah mencapai&nbsp;<em>product-market fit.&nbsp;</em>Namun apabila skenario yang kurang beruntung terjadi, maka kamu harus mencari tahu mengapa pelanggan berhenti menggunakan produkmu. Jangan menyerah dan ubah pola pikirmu bahwa ini peluang untuk mengumpulkan wawasan baru dan menikmati prosesnya lagi.</p>



<p id="d4f4">*Artikel ini ditulis berdasarkan sumber dari blog productcoalition.com dengan judul How to Find Product-Market Fit</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="71ce"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="e05d"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="1e9b"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-cara-menemukan-product-market-fit/">Bagaimana Cara Menemukan Product-Market Fit?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
