<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Strategy Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/strategy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/strategy/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Oct 2024 03:40:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Strategy Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/strategy/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mewujudkan Strategi Word of Mouth di Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mewujudkan-strategi-word-of-mouth-di-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 03:38:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Sales]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10874</guid>

					<description><![CDATA[<p>Coba ingat-ingat lagi, pernahkah kamu merekomendasikan tempat makan favorit atau produk kesukaanmu pada orang lain? Jika pernah, kamu sudah menerapkan apa yang namanya&#160;word of mouth strategy. Word of mouth&#160;atau WOM bukanlah sesuatu yang bisa kamu beli, tidak dapat diramalkan, sulit diukur, dan merupakan strategi pemasaran yang paling hemat biaya. Jadi, apa upaya yang bisa kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mewujudkan-strategi-word-of-mouth-di-startup/">Mewujudkan Strategi Word of Mouth di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="6490">Coba ingat-ingat lagi, pernahkah kamu merekomendasikan tempat makan favorit atau produk kesukaanmu pada orang lain? Jika pernah, kamu sudah menerapkan apa yang namanya&nbsp;<em>word of mouth strategy.</em></p>



<p id="2763"><em>Word of mouth&nbsp;</em>atau WOM bukanlah sesuatu yang bisa kamu beli, tidak dapat diramalkan, sulit diukur, dan merupakan strategi pemasaran yang paling hemat biaya.</p>



<p id="fd99">Jadi, apa upaya yang bisa kita lakukan untuk menjadikan WOM sebagai sebuah kenyataan?</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3c77"><strong>Menjual produk berkualitas</strong></h3>



<p id="87f7">Orang-orang akan mencari produk yang dapat menyelesaikan masalah mereka. Tapi, mereka akan selalu mengingat dan kembali mencari produk yang bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang lebih baik.</p>



<p id="9463">Ini berkaitan erat dengan pengalaman pelanggan. Berikan mereka pengalaman yang penuh perhatian, pengalaman berbelanja yang mudah, dan produk yang sesuai dengan yang diiklankan. Ini adalah syarat utama untuk bisa mendapatkan WOM.</p>



<p id="e621">Jangan lupa untuk berikan pengalaman sesuai dengan&nbsp;<em>branding.&nbsp;</em>Misalnya, jika sebuah restoran mengklaim mereka sebagai tempat makan ramah keluarga yang menawarkan menu makanan sehat, maka jangan merusak pengalaman pelanggan dengan tidak memberikan ruang untuk kursi makan anak dan tempat yang ramah bagi&nbsp;<em>stroller&nbsp;</em>bayi<em>.</em></p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9739"><strong>Proses pemesanan yang lancar dan UX situs yang lancar</strong></h3>



<p id="511e">Pastikan pengalaman pengguna yang baik agar calon pelanggan tidak meninggalkan keranjang belanja. Mereka bisa saja frustrasi dengan proses pembelian yang rumit, kurangnya informasi produk, atau terbatasnya opsi pembayaran (seperti bank transfer, kartu kredit, atau&nbsp;<em>e-wallet</em>). Contohnya, jika layanan transfer bank yang mereka gunakan tidak tersedia, mereka mungkin memutuskan untuk tidak melanjutkan pembelian.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9abd"><strong>Menjalankan proses operasional yang ketat</strong></h3>



<p id="8377">Menurut data dari Microsoft, 58% konsumen berhenti berbisnis dengan perusahaan karena satu pengalaman yang buruk.</p>



<p id="ed80">Untuk itu, jalankan proses operasional yang teliti dan ketat. Jangan sampai pesanan konsumen salah, pengiriman terlambat, atau hal-hal yang memicu pengalaman buruk lainnya. Satu pengalaman buruk saja bisa membuat pelanggan tidak segan untuk menyebarkan informasi buruk tentang bisnismu.</p>



<p id="6f7c">Agar hal itu tidak terjadi, kamu dapat memanfaatkan manajemen inventaris dengan baik, sehingga kamu tidak kekurangan atau kelebihan stok, menjalin mitra dengan&nbsp;<em>supplier,&nbsp;</em>hingga layanan purnajual yang memuaskan. Selalu buka pintu selebar mungkin bagi konsumen yang ingin menyampaikan keluhan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b473"><strong>Memberikan layanan yang terbaik bagi pelanggan</strong></h3>



<p id="9174">Meskipun ekspektasi layanan dan produk pasti berbeda-beda setiap pelanggan, kamu bisa menawarkan kebaikan dalam setiap layananmu. Misalnya sesederhana bekerja sama dengan pelanggan untuk membuat barang khusus, mengirimkan ucapan terima kasih secara personal, atau melakukan tindakan kebaikan.</p>



<p id="785c">Agar strategi&nbsp;<em>word of mouth&nbsp;</em>berhasil, bisnis harus bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang datang.&nbsp;<em>Founder&nbsp;</em>juga harus bisa mengedukasi setiap karyawan agar memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Jangan ragu untuk berikan kejutan dan hal-hal yang menyenangkan untuk pelanggan, sehingga mereka terdorong untuk memberi tahu orang lain tentang pengalaman tersebut. Pelanggan tidak akan segan untuk berbicara tentang bagaimana bisnismu memperlakukan mereka lebih dari apa yang mereka beli.</p>



<p id="9949">Strategi WOM memang unggul dari segi efisiensi biaya, tetapi hal ini tidak terjadi begitu saja. Senjata ampuh WOM adalah keterlibatan pelanggan yang tulus dengan target audiens lainnya. Ini adalah tentang komunikasi banyak arah. Koneksi yang tepat dan semakin berkembang dengan target audiens menjadikan mereka tidak segan untuk menjadi duta merek bagi bisnismu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="58bb"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="341b"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="8c33"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----e29c70e4b23b--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mewujudkan-strategi-word-of-mouth-di-startup/">Mewujudkan Strategi Word of Mouth di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Startup Tahap Awal, Sini Kumpul! Ini Tahapan dalam Membangun MVP</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/startup-tahap-awal-sini-kumpul-ini-tahapan-dalam-membangun-mvp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2024 12:25:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy Execution]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10669</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Duh, pusing banget cara menentukan dan membangun MVP!” Mungkin itulah yang menjadi tantangan startup tahap awal. Mereka harus bekerja dengan cepat untuk membangun MVP, kemudian melakukan pengujian pada pengguna. MVP (Minimum Viable Product) adalah batu loncatan awal sebagai daya tarik dari perwujudan ide startup. MVP bisa dibangun tanpa harus mengeluarkan banyak biaya membangun produk secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/startup-tahap-awal-sini-kumpul-ini-tahapan-dalam-membangun-mvp/">Startup Tahap Awal, Sini Kumpul! Ini Tahapan dalam Membangun MVP</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="2d49"><em>“Duh, pusing banget cara menentukan dan membangun MVP!”</em></p>



<p id="5be4">Mungkin itulah yang menjadi tantangan startup tahap awal. Mereka harus bekerja dengan cepat untuk membangun MVP, kemudian melakukan pengujian pada pengguna.</p>



<p id="a35b">MVP (<em>Minimum Viable Product</em>) adalah batu loncatan awal sebagai daya tarik dari perwujudan ide startup. MVP bisa dibangun tanpa harus mengeluarkan banyak biaya membangun produk secara utuh.</p>



<p id="7d2a"><em>Minimum Viable Product&nbsp;</em>adalah produk layak versi baru yang memungkinkan tim untuk melakukan validasi tentang pelanggan seoptimal mungkin, dengan usaha seminimal mungkin.</p>



<p id="b0f8">MVP adalah sarana yang tepat untuk menguji asumsi dan mengoptimalkan ide dalam&nbsp;<em>product market fit</em>, berdasarkan umpan balik yang didapatkan oleh para&nbsp;<em>early adopters&nbsp;</em>atau pengguna di tahap awal.</p>



<p id="142a">Jadi, apa yang harus dilakukan untuk membangun MVP? Simak tips berikut ini, ya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="caf6"><strong>1. Apa masalah terbesar yang dialami penggunamu?</strong></h3>



<p id="1b6b">Sebelum lebih jauh mendalami MVP, kamu perlu memperhatikan ini,</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Apa sih, yang sebenarnya dilakukan oleh produkmu?”</li>



<li>“Siapa saja pelangganmu?”</li>



<li>“Apa motivasi pelangganmu memilih produkmu?”</li>
</ul>



<p id="dcb6">Pertanyaan sederhana itu jawabannya bisa panjang dan mendetail, serta menginformasikan setiap keputusan yang kamu buat di masa depan.</p>



<p id="2118">Contohnya adalah yang dilakukan oleh startup Buffer lewat produknya berupa alat otomatisasi sosial. MVP-nya berupa&nbsp;<em>landing page&nbsp;</em>yang menjelaskan tentang apa saja yang dilakukan Buffer untuk pelanggan.</p>



<p id="163b">Pelanggan potensial diberikan pilihan untuk mendaftar dan mendapatkan pembaruan. Itu memberikan Buffer peluang untuk melakukan riset audiens. Di situ, pelanggan menjelaskan tentang motivasi mereka mau berlangganan, dan apa yang mereka inginkan dari produk Buffer.</p>



<p id="08c6">Kamu juga bisa mencari tahu cara membuat MVP dengan mengecek pesaing. Lihat apa yang mereka lakukan dengan lebih baik dan lebih buruk. Hal itu akan membantumu mengembangkan USP milikmu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="eab4"><strong>2. Menguraikan alur pengguna</strong></h3>



<p id="5e11">Alur pengguna adalah serangkaian tindakan yang akan dilakukan penggunamu ketika masuk ke produk/aplikasi/perangkat lunak milikmu. Contohnya, alur pengguna Uber adalah pelanggan menyewa kendaraan untuk membawa mereka pergi ke tempat yang ingin dituju.</p>



<p id="b73e">Kemudian, pengguna Spotify harus terlebih dahulu mencari atau mengetikkan nama band atau artis atau judul lagu yang mereka ingin dengarkan. Pengguna selanjutnya perlu memainkan lagu tersebut, mengkurasi, menemukan musik baru, dan lain-lain.</p>



<p id="f185">Saat kamu menguraikan tahapan apa saja yang akan dilakukan oleh pengguna, tulislah dengan rinci. Menyempurnakan alur pengguna dapat membantumu dalam mengenali bagian mana saja yang perlu ditingkatkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7f7b"><strong>3. Membaginya menjadi fitur inti</strong></h3>



<p id="0b40">Kamu sudah menentukan masalah dan USP di langkah awal. Selanjutnya, kamu bisa menjabarkan fitur apa saja yang akan ada di dalam produk. Kamu perlu berhati-hati karena tidak semua fitur harus dimasukkan dalam MVP. Namanya saja&nbsp;<em>Minimum Viable Product,</em>&nbsp;sudah jelas fitur yang dimasukkan adalah fitur paling minimum dan paling penting.</p>



<p id="1983">Bedakan antara fitur yang bagus untuk dimiliki dengan fitur yang benar-benar penting. Kamu perlu memprioritaskan fitur yang paling berguna dan memecahkan masalah pelanggan.</p>



<p id="3d9d">Jangan pilih kasih terhadap fitur tertentu, karena kita membangun produk untuk pengguna, bukan atas dasar ego kita. Kamu perlu berdiskusi dan bertukar pendapat dengan rekan-rekan di tim tentang hal ini. Mereka bisa memberikan sudut pandang baru tentang fitur prioritas yang mutlak harus ada, dan mana yang tidak akan disertakan dalam MVP.</p>



<p id="85d3">Dengan adanya MVP, kamu akan lebih fokus dalam mendalami fungsi inti produk. Tidak hanya itu, MVP membantu mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Waktu rilis produk juga lebih terjadwal dan tertata, sekaligus mengurangi risiko kerugian selama proses <em>development.</em></p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="28d8"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="69a8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5da9"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----917bace12abe--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/startup-tahap-awal-sini-kumpul-ini-tahapan-dalam-membangun-mvp/">Startup Tahap Awal, Sini Kumpul! Ini Tahapan dalam Membangun MVP</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resesi Tiba, Startup Harus Bagaimana?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/resesi-tiba-startup-harus-bagaimana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Oct 2023 04:41:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Reccesion]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10128</guid>

					<description><![CDATA[<p>Resesi erat kaitannya dengan krisis ekonomi. Hampir semua sektor terkena dampaknya, termasuk startup yang juga rentan ‘oleng’ saat kondisi makroekonomi berubah. Untuk dapat melewati resesi, sebagai&#160;Founder&#160;atau CEO, kamu perlu memperhatikan beberapa hal krusial ini. Sehinggga, startupmu bisa terus memperpanjang ‘umurnya’ dan bertahan sampai masa sulit itu berakhir. 1. Mengambil langkah tepat untuk memperpanjang&#160;runway&#160;milikmu Kondisi resesi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/resesi-tiba-startup-harus-bagaimana/">Resesi Tiba, Startup Harus Bagaimana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="06b8">Resesi erat kaitannya dengan krisis ekonomi. Hampir semua sektor terkena dampaknya, termasuk startup yang juga rentan ‘oleng’ saat kondisi makroekonomi berubah.</p>



<p id="ad43">Untuk dapat melewati resesi, sebagai&nbsp;<em>Founder</em>&nbsp;atau CEO, kamu perlu memperhatikan beberapa hal krusial ini. Sehinggga, startupmu bisa terus memperpanjang ‘umurnya’ dan bertahan sampai masa sulit itu berakhir.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ab60"><strong>1. Mengambil langkah tepat untuk memperpanjang&nbsp;<em>runway&nbsp;</em>milikmu</strong></h2>



<p id="ef20">Kondisi resesi adalah kondisi di mana bisnis pada umumnya kesulitan untuk meningkatkan modal. Akibatnya, startup perlu memperpanjang&nbsp;<em>runway&nbsp;</em>atau ‘tanggal di mana uangmu habis’. Oleh karena itu, kamu perlu memikirkan strategi bagaimana cara untuk bisa ‘bertahan hidup’ dengan modal yang kamu punya. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengeluarkan uang hanya untuk menjadikan produk dengan lebih baik.</p>



<p id="311c">Pilihan yang kedua, kamu dapat mengeluarkan uang untuk mendorong penjualan baru. Kamu dapat meniadakan biaya untuk inisiatif baru atau pengeluaran yang ‘menyenangkan’, kecuali ada inisiatif yang punya peluang tinggi untuk sukses dalam jangka pendek. Di masa kritis resesi,&nbsp;<em>cash is king,&nbsp;</em>atau uang tunai adalah raja, sehingga pastikan bahwa kamu punya cukup uang untuk melakukan strategi berikutnya. Kamu juga bisa mengambil jalur kredit untuk menambah modal ekuitas dengan suku bunga yang masuk akal.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3d75"><strong>2. Proaktif untuk merangkul pelanggan terbaikmu</strong></h2>



<p id="4c2c">Jika kamu berpikir bahwa masa kritis adalah salah satu kesempatan emas untuk bangkit, maka hal itu adalah benar. Banyak startup yang justru mendulang kesuksesan ketika berada di masa kritis karena berani menangkap peluang.</p>



<p id="28a1">Salah satu caranya, CEO dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan terbaik. Ingatlah bahwa semua orang mengalami resesi, tidak hanya perusahaan saja, tetapi juga pelanggan. Untuk itu, ini adalah kesempatan baik bagi CEO untuk menghabiskan waktu bersama agen penjualan untuk mengunjungi pelanggan.</p>



<p id="9cb5">Apabila kamu tidak bisa bertatap muka langsung dengan pelanggan, maka melakukan&nbsp;<em>video conference&nbsp;</em>adalah langkah yang tepat daripada sama sekali tidak menemui mereka. Jadilah CEO yang menggunakan waktu terbaikmu ketika krisis untuk berbicara pada pelanggan dan melakukan penjualan. Perlu diingat, sebenarnya akan lebih mudah dan murah untuk menjual lebih banyak produk kepada pelanggan lama dibandingkan mengakuisisi pelanggan baru.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bd09"><strong>3. Merangkul karyawan terbaik</strong></h2>



<p id="51e2">Resesi memberikan dampak bagi setiap pihak, mulai dari perusahan, pelanggan, hingga karyawan. Sudah menjadi hal yang wajar apabila kondisi yang sedang tidak baik ini membuat mereka memikirkan kembali pilihan karirnya. Jika mereka mulai ragu dengan kelangsungan hidup perusahaan, mereka akan mulai menerima tawaran dari perusahaan-perusahaan lain, yang bisa memberikan ‘lebih banyak’ dibandingkan yang mereka dapatkan saat ini.</p>



<p id="8477">Untuk itu, sebagai CEO kamu dapat ‘merangkul’ karyawan terbaikmu. Kamu dapat menghabiskan waktu bersama karyawan terbaik untuk mengetahui seperti apa pola pikir mereka. Mengelola dan mempertahankan momen yang tepat, akan sangat penting agar karyawan terbaikmu tidak ‘pergi’.</p>



<p id="bbce">Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan menawarkan hibah opsi saham tambahan kepada karyawan puncak untuk memastikan mereka tidak menerima panggilan rekrutmen dari pihak lain. Hal tersebut akan lebih mudah untuk dilakukan berusaha mencoba melakukan penawaran balik setelah karyawanmu sudah punya pilihan lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="8ab5"><strong>4. Tonjolkan budaya kerja di kantor</strong></h2>



<p id="7a95">Salah satu faktor yang menentukan tinggi atau rendahnya retensi karyawan adalah budaya kerja. Karyawan yang memilih untuk tetap bekerja denganmu perlu diapresiasi agar mereka ‘setia’ dan menambatkan jalan karirnya pada startupmu. Tunjukkan bagaimana mereka dapat memahami dan menonjolkan nilai mereka saat bekerja denganmu, kompensasi yang sesuai, bahagia secara fisik dan mental, serta merasa telah membuat perbedaan. Itu semua dapat dicapai dengan dukungan budaya kerja dan komunikasi antar&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>serta anggota timnya.</p>



<p id="e2e2">Misalnya, seperti yang dilakukan Black Duck Software, sebuah startup keamanan perusahaan yang menciptakan budaya kesetaraan dan pembelajaran. Di Black Duck Software, setiap karyawan adalah pemegang saham dan memandang perusahaan sebagai miliknya. Mereka menciptakan peluang pembelajaran dan pendidikan, sehingga karyawan merasa mereka terus belajar dan tumbuh menjadi bagian dari perusahaan.</p>



<p id="e1ca">Kesimpulannya, agar startup berhasil menempa diri menjadi lebih kuat, CEO dan jajaran direksi perlu menghemat uang tunai, memperhatikan pelanggan, karyawan, serta budaya kerja yang ada.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="cde5"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="4d24"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="3857"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----42e62877f497--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/resesi-tiba-startup-harus-bagaimana/">Resesi Tiba, Startup Harus Bagaimana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Memanfaatkan Upselling untuk Meningkatkan Pendapatan!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-cara-memanfaatkan-upselling-untuk-meningkatkan-pendapatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2023 04:34:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Upselling&#160;artinya menjual produk yang harganya lebih mahal dari yang sudah dimiliki atau dibeli oleh pelanggan. Misalnya, jika pelanggan membeli&#160;handphone&#160;seharga 10 juta dan penjual menawarkan&#160;handphone&#160;lain dengan harga 15 juta, itu adalah&#160;upselling. Upselling&#160;sering dikaitkan dan bersinggungan dengan&#160;cross selling,&#160;di mana&#160;cross selling&#160;umumnya adalah menawarkan produk lain sebagai tambahan atau pelengkap suatu produk. Jika penjual menawarkan&#160;handphone&#160;seharga 15 juta dan&#160;headphone&#160;seharga 2 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-cara-memanfaatkan-upselling-untuk-meningkatkan-pendapatan/">Ini Cara Memanfaatkan Upselling untuk Meningkatkan Pendapatan!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="6fc0"><em>Upselling</em>&nbsp;artinya menjual produk yang harganya lebih mahal dari yang sudah dimiliki atau dibeli oleh pelanggan. Misalnya, jika pelanggan membeli&nbsp;<em>handphone&nbsp;</em>seharga 10 juta dan penjual menawarkan&nbsp;<em>handphone&nbsp;</em>lain dengan harga 15 juta, itu adalah&nbsp;<em>upselling.</em></p>



<p id="e413"><em>Upselling&nbsp;</em>sering dikaitkan dan bersinggungan dengan&nbsp;<em>cross selling,&nbsp;</em>di mana&nbsp;<em>cross selling&nbsp;</em>umumnya adalah menawarkan produk lain sebagai tambahan atau pelengkap suatu produk. Jika penjual menawarkan&nbsp;<em>handphone&nbsp;</em>seharga 15 juta dan&nbsp;<em>headphone&nbsp;</em>seharga 2 juta, maka hal ini disebut dengan&nbsp;<em>cross selling.</em></p>



<p id="dff0">Dua cara penjualan tersebut pada dasarnya adalah hal yang sama, meskipun produk yang dijual berbeda.&nbsp;<em>Upselling&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>cross selling&nbsp;</em>membantu pelanggan mendapatkan nilai lebih dari bisnismu, membantu startup mendapatkan loyalitas lebih tinggi, dan tentunya mempertebal dompet startup!</p>



<p id="b090">Sebenarnya, ada banyak metode untuk melakukan&nbsp;<em>upselling.&nbsp;</em>Namun, kita dapat mengambil wawasan dari contoh metode&nbsp;<em>upselling&nbsp;</em>yang diterapkan oleh beberapa startup di bawah ini:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ae8e"><strong>1. Meningkatkan penjualan dalam aplikasi</strong></h2>



<p id="8b0a">Contoh pertama datang dari startup yang menawarkan layanan ruang penyimpanan&nbsp;<em>cloud,&nbsp;</em>yaitu Dropbox. Ketika pelanggan mendekati akhir dari&nbsp;<em>storage&nbsp;</em>yang tersedia, mereka akan diminta untuk melakukan&nbsp;<em>upgrade&nbsp;</em>versi setiap kali pelanggan memeriksa&nbsp;<em>free space&nbsp;</em>yang ada di aplikasi.</p>



<p id="75ca">Jika dilakukan pada waktu dan tempat yang relevan, metode ini akan membantu pelanggan untuk mengetahui dan mengingat bahwa solusi sudah tersedia ketika masalah mereka muncul.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ec8f"><strong>2. Melakukan&nbsp;<em>upselling&nbsp;</em>pada keranjang belanja</strong></h2>



<p id="e827">Umumnya, metode ini kerap digunakan oleh&nbsp;<em>e-commerce&nbsp;</em>untuk meningkatkan pendapatan mereka. Misalnya, ketika pelanggan ingin memesan bunga untuk acara perayaan, mereka akan ditawarkan opsi hadiah yang ‘lebih baik’. Misalnya, alih-alih ‘hanya’ memesan bunga, pelanggan dapat menambahkan hadiah balon atau boneka beruang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9845"><strong>3. Meningkatkan penjualan dalam interaksi dukungan pelanggan</strong></h2>



<p id="7df2">Ini dapat dilakukan ketika sesi&nbsp;<em>live chat&nbsp;</em>dengan pelanggan. Contohnya dengan menawarkan produk yang membantu menyelesaikan masalah mereka. Metode&nbsp;<em>upsell&nbsp;</em>ini populer karena dapat membantu pelanggan menyelesaikan masalahnya dengan menghubungi tim dukungan pelanggan. Tidak hanya itu,&nbsp;<em>upsell&nbsp;</em>dapat memberikan nilai tambah yakni dengan membantu pelanggan menawarkan kenyamanan tambahan dari produk pendukung atau layanan lain yang bisa diberikan oleh startup.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="526e"><strong>4. Melakukan&nbsp;<em>upsell&nbsp;</em>setelah pencapaian kesuksesan pelanggan</strong></h2>



<p id="935c">Ada beberapa&nbsp;<em>timing&nbsp;</em>yang tepat untukmu melakukan&nbsp;<em>upsell,&nbsp;</em>salah satunya ketika pelanggan telah mencapai titik tertentu dalam membangun hubungan jangka panjang dengan produk atau merekmu. Misalnya seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Menjadi pelanggan selama setahun</li>



<li>Menghabiskan sejumlah jam tertentu di aplikasi</li>



<li>Menyelesaikan sejumlah tugas tertentu dalam produk</li>



<li><em>Login</em>&nbsp;beberapa kali</li>



<li>Menginstal integrasi atau&nbsp;<em>add-on</em>&nbsp;tertentu</li>
</ul>



<p id="030b">Titik pencapaian tersebut membuktikan bahwa mereka adalah pelanggan yang kerap menggunakan produkmu. Gunakan momen tersebut sebagai peluang emas untuk mengingatkan pelanggan tentang nilai yang dapat mereka peroleh ketika menggunakan produkmu. Kamu juga perlu memikirkan strategi bagaimana caranya untuk meningkatkan penjualan agar mereka dapat melangkah lebih jauh (lebih lama menggunakan produkmu, merekomendasikan produkmu ke orang lain, dan lain-lain).</p>



<p id="da91">Kemudian, yang menjadi poin penting, kamu dapat memanfaatkan <em>upselling </em>tidak hanya untuk pendapatan saja, tetapi juga untuk memberikan layanan terbaik pada pelanggan, memberikan mereka nilai lebih, dan membuat pelangganmu lebih bahagia ketika menggunakan produkmu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="085a"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="48d6"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b69e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----303e8725850c--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-cara-memanfaatkan-upselling-untuk-meningkatkan-pendapatan/">Ini Cara Memanfaatkan Upselling untuk Meningkatkan Pendapatan!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Merancang Strategi Bisnis dari Futuris</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/belajar-merancang-strategi-bisnis-dari-futuris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jun 2023 09:57:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Business Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9278</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang-orang yang punya keahlian dalam merancang strategi perusahaan dapat belajar dari sudut pandang yang dilihat oleh&#160;futurist&#160;dalam melihat waktu. Futuris atau disebut dengan futurolog adalah ilmuwan sosial yang punya keahlian dalam ilmu futurologi. Seorang futuris dapat mengeksplorasi prediksi dan kemungkinan tentang masa depan serta bagaimana hal tersebut bisa muncul dari masa sekarang. Jika kamu akan mengerjakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/belajar-merancang-strategi-bisnis-dari-futuris/">Belajar Merancang Strategi Bisnis dari Futuris</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e03a">Orang-orang yang punya keahlian dalam merancang strategi perusahaan dapat belajar dari sudut pandang yang dilihat oleh&nbsp;<em>futurist&nbsp;</em>dalam melihat waktu. Futuris atau disebut dengan futurolog adalah ilmuwan sosial yang punya keahlian dalam ilmu futurologi. Seorang futuris dapat mengeksplorasi prediksi dan kemungkinan tentang masa depan serta bagaimana hal tersebut bisa muncul dari masa sekarang.</p>



<p id="1623">Jika kamu akan mengerjakan proyek yang memerlukan prediksi tentang apa yang akan terjadi bertahun-tahun dari sekarang, kamu perlu mempertimbangkan kerangka ‘’<em>time cones</em>’ atau corong waktu. Alih-alih menggunakan ‘<em>time line</em>’ layaknya mayoritas orang, akan lebih tepat menggunakan corong waktu dalam ‘memprediksi’ dan membuat strategi tentang perencanaan masa depan.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:1400/0*G3q-GmYJNNd5webs" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">Sumber: Amy Webb, artikel Harvard Business Review</figcaption></figure>



<p id="d55f">Kerucut ini terdiri dari empat bagian yang berbeda, yaitu:</p>



<p id="2cc9">Taktik: rentang waktunya terjadi dalam 1–2 tahun lagi dengan kepastian tinggi</p>



<p id="1742">Strategi: rentang waktunya terjadi dalam 2–5 tahun lagi dengan kepastian sedang</p>



<p id="367d">Visi: rentang waktunya terjadi dalam 5–10 tahun lagi dengan kepastian rendah</p>



<p id="a53a">Evolusi tingkat sistem: rentang waktunya terjadi dalam 10+ tahun lagi dengan hampir tanpa kepastian</p>



<p id="70a4">Secara singkatnya, kerangka corong waktu ini bekerja dengan cara memvisualisasikan pemikiran jangka pendek dan jangka panjang yang kamu miliki secara bersamaan. Setelah itu, kamu dapat mengidentifikasi peristiwa yang sangat mungkin terjadi yang sudah ada data atau buktinya, lalu teruskan hingga beberapa tahun mendatang, sesuai dengan kategori waktu yang ada di corong waktu.</p>



<p id="9010">Corong waktu ini didefinisikan oleh Amy Webb dan dipublikasikan di artikel Harvard Business Review. Menurut Webb, tepi kerucut dapat diklasifikasikan sebagai kejadian yang sangat mungkin terjadi yang sudah ada data atau buktinya. Jumlah waktunya dapat bervariasi, tergantung pada proyek, organisasi, atau industrinya. Namun, secara umum periode waktunya adalah 12 hingga 24 bulan. Jenis perencanaannya bersifat taktis, misalnya mendesain ulang produk atau mengidentifikasi dan menargetkan segmen pelanggan baru.</p>



<p id="d77e">Keputusan taktis harus dibuat dan disesuaikan dengan strategi startup. Strategi yang umumnya diambil di bagian taktis misalnya menentukan prioritas, mengalokasikan sumber daya, dan melakukan perubahan personel yang diperlukan. Siklus yang akan terjadi pada umumnya adalah mengejar pesaing, memperoleh pendatang baru, dan datangnya gangguan dari eksternal. Jangan kaget jika hal ini terjadi berulang-ulang karena siklusnya memang seperti itu.</p>



<p id="c443">Itulah mengapa kamu perlu menerima dan memahami akan ada banyak ketidakpastian saat kamu mengkalibrasi ulang visi startup secara berkala. Visi startup tidak dapat mencakup semua detail yang ada, karena masih ada banyak hal yang tidak diketahui.</p>



<p id="d2ec">Selanjutnya, founder dan jajaran inti tim startup dapat merumuskan visi yang kuat dalam rentang 10 hingga 15 tahun ke depan. Dengan catatan, startup perlu terbuka dan merangkul banyak hal yang akan terjadi, seperti tren teknologi baru, peristiwa global, perubahan sosial, pergeseran ekonomi, hingga peristiwa luar biasa seperti pandemi COVID-19.</p>



<p id="cace">Pemimpin startup perlu ekstra hati-hati dalam menghadapi gangguan yang terjadi dalam sistem yang dapat terjadi di masa depan. Apabila pemimpin tidak punya pemahaman yang kuat tentang bagaimana industri harus berkembang memenuhi tuntutan teknologi baru, tidak memahami tentang regulasi di pasar, dan lain-lain, maka akan ada risiko pihak lain yang menggeser posisimu.</p>



<p id="dfbb">Semakin bergeser ke kanan, corong waktu yang berbentuk kerucut ini akan semakin meluas, karena tidak mungkin untuk menghitung kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang tidak terduga. Jadi, tindakan yang perlu diambil harus menggambarkan arah yang startup harapkan dari perkembangan industri yang terjadi.</p>



<p id="9195">Berbeda dengan&nbsp;<em>time line&nbsp;</em>yang berisi tanggal dan tenggat waktu yang kaku, corong waktu selalu bergerak maju. Jadi, ketika kamu mendapatkan data dan bukti dan saat membuat kemajuan, bagian awal kerucut dan kategori taktis bisa selalu ‘dikonfigurasi’ ulang di masa sekarang. Harapannya, startup dapat menjadi entitas yang fleksibel dan dapat menyikapi dan terus bergerak serta berkembang ketika merespons perkembangan yang datang.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="5063"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="4a34"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="db99"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----6970ddd737e9--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/belajar-merancang-strategi-bisnis-dari-futuris/">Belajar Merancang Strategi Bisnis dari Futuris</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jika Startup Harus Pivot, Apa yang Harus Dilakukan?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/jika-startup-harus-pivot-apa-yang-harus-dilakukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jun 2023 09:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Disruption]]></category>
		<category><![CDATA[Pivot]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perubahan cepat yang terjadi dapat menjadi penyebab dari startup yang harus pivot. Bukan tanpa tanda, startup memang dapat pivot apabila sudah tidak relevan lagi menyelesaikan misi lamanya. Secara teori, mengubah arah adalah hal yang wajar dan baik untuk bisnis. Alasannya, menempuh kesuksesan tidak ditempuh secara linier atau garis lurus. Contohnya, Twitter diluncurkan sebagai direktori podcast, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jika-startup-harus-pivot-apa-yang-harus-dilakukan/">Jika Startup Harus Pivot, Apa yang Harus Dilakukan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="4c3c">Perubahan cepat yang terjadi dapat menjadi penyebab dari startup yang harus pivot. Bukan tanpa tanda, startup memang dapat pivot apabila sudah tidak relevan lagi menyelesaikan misi lamanya. Secara teori, mengubah arah adalah hal yang wajar dan baik untuk bisnis. Alasannya, menempuh kesuksesan tidak ditempuh secara linier atau garis lurus. Contohnya, Twitter diluncurkan sebagai direktori podcast, Yelp dimulai sebagai layanan email otomatis, dan YouTube pernah menjadi situs kencan.</p>



<p id="e28f">Namun, pivot yang tidak dilakukan dengan cermat dapat menjadi masalah. Penyimpangan dapat menyebabkan investor, karyawan, media, hingga pelanggan merasa kebingungan.</p>



<p id="6939">Sebagai gambaran, pengusaha bekerja layaknya ilmuwan yang menghasilkan dan menguji hipotesis untuk menemukan solusi yang tepat untuk ditawarkan. Hal itulah yang menjadi titik utama dari pendekatan&nbsp;<em>lean startup&nbsp;</em>yang sangat fenomenal. Namun, menjadi pengusaha ternyata perlu kemahiran layaknya seorang politisi. Ia perlu percaya diri dalam meyakinkan audiens apabila terjadi pergeseran dari posisi awal.</p>



<p id="1363">Keterampilan tersebut menjadi penting terutama ketika pandemi COVID-19 berlangsung. Banyak bisnis yang semula tumbuh dengan pesat, kemudian menjadi ambruk ketika dipukul pandemi. Untuk itu, startup perlu merancang model bisnis baru dan merumuskan kembali strategi mereka.</p>



<p id="9f44">Untuk mengantisipasi penolakan yang terjadi dari pemangku kepentingan saat pivot berlangsung, sebelum terjadi pivot, pemimpin perlu membuat narasi yang luas. Yaitu layaknya payung yang membuka kesempatan luas bagi peluang baru apabila perubahan yang mendadak terjadi. Bukan narasi sempit yang tidak menyisakan ruang sedikitpun untuk berbelok atau pahitnya, bermanuver ketika perubahan terjadi.</p>



<p id="31d7">Misalnya dengan melakukan promosi yang efektif dan memiliki daya tarik emosional dengan menggarisbawahi tujuan yang lebih besar. Peta jalan memang diperlukan, akan tetapi akan lebih penting untuk mencapai tujuan. Ini bukan berarti bahwa pengusaha tidak kredibel atau tidak disiplin ketika pivot harus dilakukan.</p>



<p id="45ba">Selain itu, untuk tahapan awal startup, pemimpin perlu menekankan prinsip yang dapat diterima lebih luas, terutama ditujukan untuk pemangku kepentingan. Contohnya datang dari Netflix ketika sang&nbsp;<em>founder</em>, Reed Hastings, mengantisipasi peralihan ke video streaming. Di awal ia menekankan tujuan untuk menawarkan tontonan video rumahan terbaik untuk semua orang. Ia mengemas narasi sebagai ‘tontonan’, bukan ‘DVD’ yang merupakan produk Netflix di fase awal. Kemudian, ketika industri semakin berkembang dan teknologi berubah, orang-orang meninggalkan DVD dan beralih ke tontonan digital. Dengan begitu, ambisi Hastings di awal masih masuk akal. Hastings mengatakan dia akan bersiap untuk menyediakan layanan&nbsp;<em>video on demand&nbsp;</em>apabila teknologi sudah siap.</p>



<p id="f209">Startup mungkin menemukan peluang besar di tengah krisis. Misalnya ketika pandemi COVID-19 dan orang banyak melakukan aktivitas di dalam rumah. Dampak seperti itu ternyata jangka panjang dan mengubah perilaku konsumen. Hal tersebut tidak dapat ditebak oleh siapa pun. Maka untuk dapat bertahan, di fase awal, startup perlu menyusun narasi dengan gambaran besar yang tepat untuk mencapai tujuan. Tujuannya untuk mengantisipasi, apabila diharuskan untuk pivot, startup sudah siap untuk bermanuver, bergerak dengan gesit, serta dapat dengan efektif melibatkan pemangku kepentingan.</p>



<p class="has-text-align-center">&#8230;</p>



<p id="98ca"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8869"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="01b3"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----2c4d0f8dbd6f--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jika-startup-harus-pivot-apa-yang-harus-dilakukan/">Jika Startup Harus Pivot, Apa yang Harus Dilakukan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seberapa Selaras Strategimu dengan Realitanya? Cek Lewat 3 Langkah Ini</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/seberapa-selaras-strategimu-dengan-realitanya-cek-lewat-3-langkah-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 May 2023 01:24:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai founder, kamu perlu memperluas sudut pandang dan belajar banyak ilmu baru. Tidak hanya berbicara tentang teknologi saja, kamu juga perlu paham tentang manajemen bisnis dan bagaimana cara menerapkan strategi bisnis di perusahaan. Artikel kali ini ditulis bersumber dari sebuah artikel menarik yang dipublikasikan di Harvard Business Review. Sekarang, kita akan membahas masalah yang sering [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/seberapa-selaras-strategimu-dengan-realitanya-cek-lewat-3-langkah-ini/">Seberapa Selaras Strategimu dengan Realitanya? Cek Lewat 3 Langkah Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="3986">Sebagai founder, kamu perlu memperluas sudut pandang dan belajar banyak ilmu baru. Tidak hanya berbicara tentang teknologi saja, kamu juga perlu paham tentang manajemen bisnis dan bagaimana cara menerapkan strategi bisnis di perusahaan. Artikel kali ini ditulis bersumber dari sebuah artikel menarik yang dipublikasikan di Harvard Business Review. Sekarang, kita akan membahas masalah yang sering dialami oleh para pemimpin perusahaan, yaitu tentang kesenjangan strategi yang dibuat dengan keadaan nyata di lapangan.</p>



<p id="27d6">Menurut HBR, pahitnya, keselarasan strategis yang sebenarnya antara karyawan, manajer, dan eksekutif ternyata dua hingga tiga kali lebih rendah daripada keselarasan yang dirasakan. Maksudnya, orang berpikir bahwa apa yang dilakukan sudah selaras dengan strategi yang ditetapkan. Namun kenyataannya, masing-masing orang punya pemahaman yang sangat berbeda sehingga muncul kesenjangan yang harus diatasi. Untuk itu, para pemimpin perlu berfokus untuk mendorong peningkatan nilai pelanggan, yang beberapa langkahnya akan diuraikan sebagai berikut:</p>



<p id="5fc7"><strong>1. Fokus strategi untuk mendorong nilai pelanggan</strong></p>



<p id="27f5">Dalam posisimu saat ini, coba kamu baca ulang strategi yang telah dibuat. Apakah itu semua sudah mencerminkan nilai pelanggan? Apakah rencana yang diatur sudah mengedepankan pelanggan? Jika jawabannya tidak, maka kamu perlu merombak ulang dan memikirkan bagaimana sebaiknya strategi yang mendorong nilai pelanggan dapat dibuat.</p>



<p id="b789">Berdasarkan penelitian yang dilakukan di tahun 2023 oleh link.springer.com terhadap 245 makalah akademik, menemukan bahwa perusahaan yang memprioritaskan kepuasan pelanggan ternyata dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik di berbagai hal. Misalnya lebih baik dalam segi penjualan, keuntungan, arus kas, harga saham, dan masih banyak lagi.</p>



<p id="37a7">Studi lain yang berjudul ‘Return on Strategy-Customer Alignment’ dan diterbitkan di papers.ssrn.com menunjukkan bahwa perusahaan yang membangun strategi untuk mendukung kebutuhan pelanggan memiliki biaya yang lebih rendah dan pendapatan, keuntungan, dan penilaian yang lebih tinggi. Apabila eksekutif, manajer, hingga karyawan selaras dengan strategi yang berfokus pada pelanggan, mereka cenderung tidak ‘menghabiskan uang’ dengan sia-sia atau menghabiskan sumber daya tanpa mendorong nilai pelanggan.</p>



<p id="0041"><strong>2. Tempatkan strategi dalam pekerjaan sehari-hari karyawan</strong></p>



<p id="3352">Setelah langkah pertama sudah dikerjakan, saatnya strategi yang telah dibuat diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari karyawan, terutama karyawan lini depan yang bertemu langsung dengan pelanggan. Pemimpin perlu memastikan bahwa strategi baru tersebut dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari semua karyawan, artinya langkah-langkah yang tersebut adalah aktual, dan bukan hanya ‘strategi’ yang ditulis di atas kertas. Alasannya, tidak semua karyawan akan memahami betul implementasi strategi dalam keseharian mereka. Strategi tidak bisa begitu saja diletakkan di pekerjaan mereka, itu harus diuraikan sebagai langkah-langkah kecil atau pekerjaan rutin dan harian mereka. Lagi pula, karyawan lini depan dan manajer di lapanganlah yang menciptakan nilai bagi pelanggan. Maka dari itu, pekerjaan sehari-hari mereka yang paling penting dalam merealisasikan strategi nilai pelanggan.</p>



<p id="857c">Salah satu contoh nyata datang dari distributor suku cadang mobil Swagelok Southeast Texas. Presidennya, yaitu Chris Jones menggambarkan banyak inisiatif yang berfokus secara internal yang dilakukan oleh timnya, kecuali untuk meningkatkan nilai pelanggan.Tahun 2021, organisasi mengidentifikasi penawaran cepat sebagai kebutuhan pelanggan yang penting dan mereka ingin mencapai hal tersebut. Solusinya, mereka menghentikan atau menunda sebagian besar inisiatif internal. Sebaliknya, mereka memusatkan perhatian, upaya, dan energi untuk berfokus pada pelanggan. Beberapa upaya yang dilakukan adalah memberi perwakilan layanan pelanggan kami antarmuka komputer yang diperbarui dan disederhanakan, memberi lebih banyak pelatihan, dan segala hal lain yang mendukung pekerjaan mereka. Hasilnya, mereka berhasil mengurangi waktu penawaran rata-rata dari 18 jam menjadi lima jam, dan lebih dari 95% pelanggan kami puas dengan waktu penawaran.</p>



<p id="8142"><strong>3. Strategi diterapkan menggunakan dialog</strong></p>



<p id="cfaf">Arahan strategi dari atas ke bawah cenderung kuno dan tidak menghasilkan dampak seperti yang diharapkan. Untuk itu, pemimpin perlu mengubah cara mengimplementasikan menggunakan dialog. Para pemimpin tingkat atas harus ingat bahwa implementasi strategi paling penting bukan di tangan mereka, melainkan oleh manajemen menengah dan karyawan garis depan. Pemimpin perlu secara aktif meminta umpan balik dari seluruh karyawan yang ada di perusahaan. Tidak hanya itu, pemimpin harus memasang telinga baik-baik dan mendengarkan karyawan serta mengajaknya untuk berdialog.</p>



<p id="b360">Pengalaman ini dialami oleh Margaret Seeliger, SVP Strategi Global di divisi Energi &amp; Sumber Daya Sodexo, saat menjelaskan bagaimana timnya mengunjungi lebih dari 50 lokasi di seluruh dunia untuk terhubung langsung dengan karyawan di lini depan. Dari dialog yang ada, tim akhirnya menemukan bahwa karyawan butuh banyak dukungan pada tugas tertentu. Oleh karena itu, perusahaan menerapkan strategi yang diberikan secara langsung dari umpan balik karyawan. Hasilnya mengagumkan, mereka mendapatkan kenaikan pendapatan sebesar 24%, pengurangan biaya sebesar 5%, dan peningkatan dua poin untuk kepuasan pelanggan.</p>



<p id="4b7f">Nah, itu tadi beberapa langkah yang dapat kamu praktikkan di startupmu dalam rangka menyelaraskan strategi dengan taktik dan realitanya di lapangan. Semangat mencoba dan berusaha, ya founder!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="b770"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d8da"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d0d4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----545275c6827f--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/seberapa-selaras-strategimu-dengan-realitanya-cek-lewat-3-langkah-ini/">Seberapa Selaras Strategimu dengan Realitanya? Cek Lewat 3 Langkah Ini</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenali Tipe Customer yang Sejiwa dengan Startupmu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengenali-tipe-customer-yang-sejiwa-dengan-startupmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2022 03:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7360</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu mungkin familiar dengan kuis-kuis lama di Facebook soal ‘Siapa Jodohmu Nanti?’, atau artis mana yang ‘kamu banget’? Nah, inilah yang umumnya disebut dengan&#160;archetype, atau terjemahan kasarnya: pola dasar, yaitu apa yang kira-kira bisa dijadikan label atas kecenderungan sifat atau watak seseorang. Nah,&#160;founders,&#160;sekarang saatnya mencari tahu tipe&#160;customer&#160;seperti apa yang sejiwa dengan produkmu! Mungkin pertanyaan di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenali-tipe-customer-yang-sejiwa-dengan-startupmu/">Mengenali Tipe Customer yang Sejiwa dengan Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="ec5d">Kamu mungkin familiar dengan kuis-kuis lama di Facebook soal ‘Siapa Jodohmu Nanti?’, atau artis mana yang ‘<em>kamu banget</em>’? Nah, inilah yang umumnya disebut dengan&nbsp;<em>archetype</em>, atau terjemahan kasarnya: pola dasar, yaitu apa yang kira-kira bisa dijadikan label atas kecenderungan sifat atau watak seseorang. Nah,&nbsp;<em>founders,&nbsp;</em>sekarang saatnya mencari tahu tipe&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;seperti apa yang sejiwa dengan produkmu!</p>



<p id="86aa">Mungkin pertanyaan di benak kamu saat ini adalah: “apa gunanya mengetahui tipe-tipe&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;saya?”. Hal ini sebenarnya sangat membantu&nbsp;<em>startup</em>mu memetakan value dan&nbsp;<em>target market</em>&nbsp;dari barang dan jasa yang kamu jual, sehingga kamu pun bisa memahami&nbsp;<strong>nilai jual</strong>,&nbsp;<strong>target penjualan</strong>,&nbsp;<strong>target audiens</strong>, serta&nbsp;<strong>panjangnya umur ide&nbsp;<em>startup</em>mu</strong>.</p>



<p id="412f">Dengan mengetahui karakter orang yang berpotensi menjadi pengguna produkmu, kamu bisa tahu target audiens iklan dan promosimu serta bagaimana perkembangan&nbsp;<em>demand</em>&nbsp;mereka. Dengan begitu, kamu pun bisa melakukan inovasi yang tepat guna.</p>



<p id="e042">Kamu memang bisa menggolongkan&nbsp;<em>customer</em>mu berdasarkan demografi; umur, tempat tinggal, dan profesi mereka. Namun, data tersebut masih kurang dalam menjelaskan keterikatan seperti apa yang bisa muncul antara mereka dan&nbsp;<em>startup</em>mu.</p>



<p id="5ba2">Agar kamu memiliki gambaran dalam menentukan&nbsp;<em>archetype</em>&nbsp;dari&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;kamu, berikut ini adalah jenis-jenis&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;menurut Dominick Sorrentino (via Brafton):</p>



<p id="7d35"><strong><em>The data detective</em>&nbsp;</strong>adalah jenis&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;yang selalu mengawas KPI kamu dan selalu ingin tahu mengenai data&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu (yang berarti menuntut transparansi pada&nbsp;<em>customer</em>). Seringkali rasa penasaran mereka pun muncul dari impulsivitas.</p>



<p id="7c93"><strong><em>The creative renegade</em>&nbsp;</strong>adalah jenis&nbsp;<em>customer&nbsp;</em>yang tidak hanya ‘<em>think outside the box</em>’ saja, namun mereka berani keluar dari zona tersebut. Sering kali berpikir dalam pola ‘<em>what if?</em>’ dan berpikir secara luas.&nbsp;<em>Customer&nbsp;</em>seperti ini biasanya sangat berbakat dan berani mengambil risiko.</p>



<p id="a776"><strong><em>The Swiss Army marketer</em>&nbsp;</strong>sendiri adalah orang yang sigap dan cepat bekerja. Hampir tidak ada yang tidak bisa mereka lakukan karena mereka adalah tipikal&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;yang multitalenta. Bahkan mereka pun bisa menyelesaikan masalah secara efisien, terlepas dari banyaknya kemampuan yang mereka kuasai.</p>



<p id="79c0"><strong><em>The specialist</em>&nbsp;</strong>merupakan kebalikan dari&nbsp;<em>The Swiss Army marketer</em>. Mereka hanya fokus dan menguasai satu kemampuan dengan sangat mendalam (contohnya&nbsp;<em>email marketing, social media marketing&nbsp;</em>atau<em>&nbsp;technical SEO</em>), hingga bisa menjadi figur yang paling diandalkan dalam lini pekerjaannya.</p>



<p id="b995"><strong><em>The money marketer</em>&nbsp;</strong>adalah&nbsp;<em>customer&nbsp;</em>yang sangat terobsesi dengan nilai komersil dan sangat baik dalam mengetahui cara untuk mengubah&nbsp;<em>marketing efforts</em>&nbsp;menjadi peluang baru untuk mendapat keuntungan.</p>



<p id="de00"><strong><em>Pertanyaannya: apakah&nbsp;</em>customer archetype&nbsp;<em>hanya terbatas pada hal-hal di atas?</em></strong></p>



<p id="44d7">Tentu saja tidak. Sebutan-sebutan tersebut bahkan hanyalah sebuah label kreatif yang dibuat oleh Dominick untuk menandai tipe-tipe&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;yang ia observasi. Kamu bisa menciptakan label tersendiri untuk jenis-jenis&nbsp;<em>target customer&nbsp;</em>yang kamu sasar, dan mengkategorikan mereka sesuai dengan kebutuhan&nbsp;<em>startup</em>mu. Bila&nbsp;<em>startup</em>mu bergerak di bidang medis, kamu juga bisa menggunakan istilah medis untuk melabeli keunikan masing-masing&nbsp;<em>archetype</em>&nbsp;dari targetmu.</p>



<p id="c231">Untuk mempermudah risetmu, kamu juga bisa menggunakan&nbsp;<em>tools</em>&nbsp;seperti Google Analytics, Google Trends, Search Console dan CRM kamu.</p>



<p id="e1be">Niscaya setelah menemukan&nbsp;<em>archetype</em>&nbsp;dari target&nbsp;<em>customer</em>mu, perkembangan&nbsp;<em>startup</em>mu lebih terarah dan menemukan&nbsp;<em>niche</em>nya sendiri. Semangat!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="14d1"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f918"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="53fe"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenali-tipe-customer-yang-sejiwa-dengan-startupmu/">Mengenali Tipe Customer yang Sejiwa dengan Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
