<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Project Management Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/project-management/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/project-management/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Feb 2024 09:56:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Project Management Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/project-management/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Alasan Mengapa Project Manager Harus Berpikir Seperti Founder Startup!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-alasan-mengapa-project-manager-harus-berpikir-seperti-founder-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 02:56:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Project Management]]></category>
		<category><![CDATA[Project Manager]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10234</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang Project Manager berperan memimpin timnya untuk mencapai&#160;goals&#160;yang spesifik, tepat waktu, dan sesuai dengan&#160;budget&#160;yang ditentukan. Proyek ini bisa dalam bentuk meluncurkan produk baru, mengimplementasikan sebuah sistem, atau menyelesaikan masalah pelanggan. Ini berarti,&#160;Project Manager&#160;harus memiliki&#160;skill&#160;perencanaan dan eksekusi yang baik. Mulai dari mendefiniskan sebuah pekerjaan, menentukan ukuran keberhasilan, menyusun rencana kerja, mengalokasikan sumber daya, memonitor progres kerja, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-alasan-mengapa-project-manager-harus-berpikir-seperti-founder-startup/">Ini Alasan Mengapa Project Manager Harus Berpikir Seperti Founder Startup!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="8140">Seorang Project Manager berperan memimpin timnya untuk mencapai&nbsp;<em>goals&nbsp;</em>yang spesifik, tepat waktu, dan sesuai dengan&nbsp;<em>budget</em>&nbsp;yang ditentukan. Proyek ini bisa dalam bentuk meluncurkan produk baru, mengimplementasikan sebuah sistem, atau menyelesaikan masalah pelanggan.</p>



<p id="2cde">Ini berarti,<em>&nbsp;Project Manager</em>&nbsp;harus memiliki&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>perencanaan dan eksekusi yang baik. Mulai dari mendefiniskan sebuah pekerjaan, menentukan ukuran keberhasilan, menyusun rencana kerja, mengalokasikan sumber daya, memonitor progres kerja, hingga memastikan proyek selesai tepat waktu.</p>



<p id="6331">Tidak mudah, ya? Apalagi, dunia startup dan proyek-proyek besar selalu penuh dengan ketidakpastian. Ketika rencana yang sudah kamu susun matang-matang ternyata tidak berjalan dengan baik, Project Manager harus bisa berpikir layaknya&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>startup yang selalu siap menghadapi dunia bisnis yang dinamis.</p>



<p id="ee1b"><strong>Project Manager yang sukses mengurusi proyek besar ternyata memiliki&nbsp;<em>mindset&nbsp;</em>ini:&nbsp;</strong>Menyesuaikan diri dengan perubahan dan pembaharuan. Layaknya&nbsp;<em>founder,</em>&nbsp;manager harus kreatif menemukan langkah dan proses baru di setiap kondisi, daripada hanya bergantung pada rencana kerja yang sudah ada.</p>



<p id="2cb9"><strong>Mengapa kita tidak bisa mengabaikan pola pikir startup?</strong></p>



<p id="a1cf">Dilansir dari Harvard Business Review, mari kita lihat studi kasus ketika Project Manager hanya berfokus pada proses eksekusi tanpa mengadopsi&nbsp;<em>mindset&nbsp;</em>startup.</p>



<p id="2085">Seorang CEO sebuah perusahaan makanan kemasan meminta pimpinan tim IT untuk menerapkan sistem pelaporan keuangan perusahaan yang bisa mengumpulkan dan menggabungkan data dari semua merek makanan, untuk melihat kinerja perusahaan secara keseluruhan. Target pengerjaan proyek ini adalah 1 tahun.</p>



<p id="01f7">Berdasarkan permintaan CEO tersebut,&nbsp;<em>agile project</em>&nbsp;ini pada dasarnya adalah tentang mengimplementasikan sebuah&nbsp;<em>software</em>&nbsp;atau perangkat lunak. Setelah 9 bulan berjalan dan menghabiskan berjuta-juta dolar, sistem akhirnya diluncurkan di mana setiap merek menampilkan rangkaian laporan yang serupa. Mulai dari volume penjualan, inventaris, biaya per unit, dan lainnya. Namun, masalahnya ada pada satuan pengukuran dan definisi produk yang berbeda-beda untuk setiap merek. Ada yang menggunakan pounds, kilogram, satuan unit per kaleng, dan lainnya.</p>



<p id="da2a">Sehingga, walaupun&nbsp;<em>software&nbsp;</em>berhasil diluncurkan, perusahaan masih memerlukan banyak perbaikan manual dan melakukan&nbsp;<em>coding&nbsp;</em>ulang. Pada akhirnya, meskipun telah mengeluarkan banyak biaya, proyek ini tidak begitu membawa banyak manfaat untuk perusahaan.</p>



<p id="5339">Pelajaran yang bisa diambil, sebagai Project Manager kamu harus melatih kemampuan “discovery” atau penemuan. Dalam kasus ini adalah “penemuan” akan kesadaran bahwa setiap merek memiliki satuan ukurnya masing-masing, sehingga tidak bisa disatukan begitu saja. Kamu juga perlu memiliki&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>negosiasi, kemampuan bereksperimen, dan kemampuan untuk menciptakan visi bersama agar seluruh tim yang terlibat memahami pentingnya langkah yang kamu rekomendasikan.</p>



<p id="4468"><strong>Pendekatan startup terhadap manajemen proyek</strong></p>



<p id="d3a9">Ada 4&nbsp;<em>tools</em>&nbsp;yang sangat penting untuk Project Manager, yaitu:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong><em>Project management canvas</em>:&nbsp;</strong>Dokumen satu halaman yang berisikan proposisi nilai proyek, siapa saja pemangku kepentingan, partner potensial, dan sumber daya yang dibutuhkan. Dengan begitu, kamu bisa melihat bagaimana setiap aspek saling berperan dan berhubungan, serta menemukan pertanyaan besar yang bisa kamu selesaikan di awal.</li>



<li><strong><em>Customer development process:</em></strong>&nbsp;Diskusikan kanvas proyek dengan&nbsp;<em>stakeholders&nbsp;</em>dan partner potensial untuk mengetahui bagaimana proyekmu dapat membantu mereka.</li>



<li><strong><em>Minimum viable project:</em>&nbsp;</strong>Lakukan eksperimen skala kecil untuk memperoleh hasil awal. Ini akan menjadi pembelajaranmu untuk kemudian dievaluasi dan diperbaiki.</li>



<li><strong>Strategi untuk&nbsp;<em>scale-up:</em>&nbsp;</strong>Setelah bereksperimen kecil, mulailah menuju implementasi proyek pada skala yang lebih luas.</li>
</ol>



<p id="7783">Dengan&nbsp;<em>tools-tools</em>&nbsp;ini, kamu bisa bergerak secara iteratif menuju&nbsp;<em>goals</em>&nbsp;proyekmu melalui tahapan penemuan, pembelajaran, percobaan, dan&nbsp;<em>scaling.</em></p>



<p id="a40f">Itulah alasan pentingnya memiliki pola pikir startup dalam mengemban tugas sebagai Project Manager. Semoga, tips-tips yang diberikan ini bisa mendukung proyekmu untuk jadi lebih sukses lagi. Semangat, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="d32c"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d47c"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="00c8"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-alasan-mengapa-project-manager-harus-berpikir-seperti-founder-startup/">Ini Alasan Mengapa Project Manager Harus Berpikir Seperti Founder Startup!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manajer Produk vs Manajer Proyek, Mana yang Lebih Penting?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/manajer-produk-vs-manajer-proyek-mana-yang-lebih-penting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 02:59:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Product Management]]></category>
		<category><![CDATA[Project Management]]></category>
		<category><![CDATA[Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8604</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mengembangkan produk, ada dua peran penting yang ditilik dari namanya hampir mirip, padahal keduanya jelas berbeda. Tahukah kamu, apa saja posisi tersebut? Ya, kali ini kita akan membahas tentang manajer produk dan manajer proyek. Sekilas tampak mirip, dan masih banyak yang belum tahu tentang peran dan tanggung jawab, serta perbedaan yang mendasari pekerjaan mereka. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/manajer-produk-vs-manajer-proyek-mana-yang-lebih-penting/">Manajer Produk vs Manajer Proyek, Mana yang Lebih Penting?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="678b">Ketika mengembangkan produk, ada dua peran penting yang ditilik dari namanya hampir mirip, padahal keduanya jelas berbeda. Tahukah kamu, apa saja posisi tersebut?</p>



<p id="8ef7">Ya, kali ini kita akan membahas tentang manajer produk dan manajer proyek. Sekilas tampak mirip, dan masih banyak yang belum tahu tentang peran dan tanggung jawab, serta perbedaan yang mendasari pekerjaan mereka. Langsung saja yuk, cari tahu lewat artikel ini.</p>



<p id="42eb">Secara garis besar, manajer produk punya peran untuk menentukan hasil. Apa saja masalah yang dapat dijawab oleh produk kita? Bagaimana produk dapat digunakan oleh pelanggan? Manajer produk akan bekerja sama dengan tim untuk mengidentifikasi fitur-fitur yang dapat memecahkan masalah pengguna.</p>



<p id="9fce">Sedangkan manajer proyek berupaya dalam mengontrol alur kerja untuk dapat menghasilkan&nbsp;<em>output</em>&nbsp;yang maksimal. Manajer proyek adalah orang yang membantu mengelola proses, mengetahui output apa saja yang dibutuhkan, dan kapan tim harus mengerjakannya.</p>



<p id="ba54">Sebagai gambaran, berikut ini adalah contoh studi kasus peran manajer produk dan manajer proyek yang dilansir dari hotjar.com.</p>



<p id="f097">Misalnya dalam sebuah perusahaan&nbsp;<em>e-commerce</em>, manajer produk dan tim berfokus untuk menemukan masalah dan menyelesaikannya untuk pelanggan. Ketika riset, ternyata tim menemukan bahwa tingkat keranjang belanja yang ditinggalkan 20% lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.</p>



<p id="27f1">Manajer produk punya peran dalam melakukan riset pelanggan dan pasar serta menganalisis data perilaku pengguna. Tujuannya untuk memahami mengapa begitu banyak pembeli meninggalkan keranjang mereka pada tahun lalu dan menyusun rencana tindakan untuk mengurangi&nbsp;<em>churn&nbsp;</em>selama perjalanan belanja pelanggan.</p>



<p id="3df0">Ketika manajer produk menonton rekaman sesi pelanggan yang baru-baru ini meninggalkan keranjang mereka, hasilnya ternyata banyak penurunan di bagian ‘pilih opsi pengiriman’ dari proses&nbsp;<em>checkout</em>. Selanjutnya manajer produk melakukan pengecekan pada&nbsp;<em>heatmaps&nbsp;</em>yang menggambarkan tentang bagaimana pelanggan mengklik dan&nbsp;<em>scroll&nbsp;</em>dari situs belanja. Hasilnya pelanggan tidak lagi menemukan bagian FAQ tentang informasi pengiriman produk, yang ternyata bagian ini dipindahkan ketika desain ulang seluruh situs di awal tahun.</p>



<p id="1647">Dari data tersebut ditunjukkan bahwa keranjang yang ditinggalkan oleh pembeli mengalami peningkatkan akibat kurangnya transparansi tentang detail pengiriman. Dampaknya adalah tingkat kepercayaan pelanggan menurun dan mereka bingung selama proses&nbsp;<em>checkout</em>, yang mana keduanya sangat bertolak belakang dengan kepuasan pelanggan. Dari hasil diskusi dengan tim, manajer produk memutuskan bahwa solusi paling tepat adalah memperjelas informasi pengiriman di halaman&nbsp;<em>checkout</em>, daripada mengandalkan pelanggan untuk mengunjungi halaman FAQ secara terpisah.</p>



<p id="2eb0">Selanjutnya giliran manajer proyek. Ia harus memastikan bahwa tim produk, yang fokusnya hanya pada penerapan perubahan desain yang diperlukan di situs web, sudah berada di jalur dan alur kerja yang benar. Kemudian, manajer proyek melakukan pengawasan terhadap kemajuan proyek secara keseluruhan, mencatat risiko dan tanda bahaya dalam alur kerja produk untuk memastikan tidak ada kesulitan. Pada intinya manajer proyek memastikan bahwa setiap hal, sedetail apapun sudah berada di jalurnya.</p>



<p id="1917">Untuk itu, manajer proyek perlu berkoordinasi dengan tim lain yang terlibat untuk memastikan perubahan pada situs yang ditinjau dan disetujui oleh pemangku kepentingan sebelum ditayangkan. Analisis pemangku kepentingan ini berkaitan dengan:</p>



<p id="a51f">&#8211; Tim inventaris dan logistik, memastikan semua informasi yang ditambahkan ke situs web sudah benar.</p>



<p id="b67c">&#8211; Tim pemasaran, untuk memeriksa apakah pengiriman pesan sudah sesuai dengan merek.</p>



<p id="6cba">&#8211; Tim legal, memastikan tidak membuat klaim apapun yang menempatkan bisnis dalam posisi genting.</p>



<p id="a720">&#8211; Dan koordinasi dengan tim lainnya.</p>



<p id="380e">Tanpa adanya manajer proyek, komunikasi lintas tim akan kacau, alur kerja berantakan, yang akan berdampak pada produktivitas dan siklus hidup produk.</p>



<p id="b8e0">Kesuksesan manajer produk diukur dengan apakah inisiatif tersebut menghasilkan penurunan tingkat pengabaian keranjang belanja. Manajer produk fokus untuk memberikan nilai lebih pada pelanggan.</p>



<p id="0222">Sedangkan kesuksesan manajer proyek dihitung berdasarkan apakah situs web yang telah diperbarui sudah menyertakan waktu pengiriman dan detail yang penting di halaman<em>&nbsp;checkout</em>. Manajer proyek fokus memberikan apa yang telah disepakati (yaitu perubahan informasi detail pada proses&nbsp;<em>checkout</em>) sesuai dengan waktu dan anggaran.</p>



<p id="8ce5">Hal lain yang paling membedakan peran antara manajer produk dengan manajer proyek adalah segi&nbsp;<em>timeline.&nbsp;</em>Tanggung jawab manajer produk berkelanjutan pada suatu produk, sepanjang siklus hidup produk tersebut. Untuk itu, penting sekali bagi manajer produk untuk menetapkan visi dan tujuan produk secara jangka panjang. Proses merencanakan produk bersifat iteratif dan didasarkan pada pembelajaran berkelanjutan dari pengalaman produk (PX) serta kebutuhan pengguna yang terus berkembang.</p>



<p id="c6ae">Berbeda dengan manajer proyek yang mengelola alur kerja dalam rangka perubahan produk untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan dalam setiap jangka waktu proyek yang berbeda. Sehingga, apabila manajer produk mengemban tanggung jawab keseluruhan produk, maka manajer proyek hanya berperan ketika ditugaskan dalam proyek tertentu saja. Setelah pekerjaan tersebut selesai, maka manajer proyek sering berpindah ke proyek lainnya yang mungkin tidak terkait dengan produk sebelumnya.</p>



<p id="b61b">Nah, itu tadi penjelasan peran dan tanggung jawab dari manajer produk dan manajer proyek, serta perbedaan antara keduanya. Ternyata masing-masing punya tanggung jawab yang sama besar dalam menyumbang kesuksesan sebuah produk yang diluncurkan. Jadi, kolaborasi yang mumpuni antar lintas tim jadi kunci besar agar pengembangan produk dapat berjalan dengan lancar.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="eea1"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="60a7"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5427"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/manajer-produk-vs-manajer-proyek-mana-yang-lebih-penting/">Manajer Produk vs Manajer Proyek, Mana yang Lebih Penting?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
