<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Leadership Development Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/leadership-development/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/leadership-development/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Sep 2023 09:59:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Leadership Development Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/leadership-development/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jadi Leader Bertanggung Jawab Tanpa Harus Burnout</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/jadi-leader-bertanggung-jawab-tanpa-harus-burnout/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 14:14:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Burnout]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9853</guid>

					<description><![CDATA[<p>To do list&#160;hari ini: &#8211; Evaluasi kinerja tim produksi &#8211;&#160;Meeting&#160;dengan tim operasional jam 10 pagi &#8211; Cek ke&#160;finance&#160;tentang gaji pegawai &#8211;&#160;Follow up&#160;tim&#160;customer relationship&#160;tentang keluhan pelanggan &#8211; Cek tagihan sewa kantor &#8211;&#160;Follow up&#160;ke tim tentang&#160;renewal subscription apps Gimana, sudah mulai ‘puyeng’ belum baca&#160;to-do-list&#160;dari&#160;leader&#160;tim produksi? Itu hanya sebagian kecil yang bisa diambil dari tanggung jawab seorang&#160;leader. Memang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jadi-leader-bertanggung-jawab-tanpa-harus-burnout/">Jadi Leader Bertanggung Jawab Tanpa Harus Burnout</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="c616"><em>To do list</em>&nbsp;hari ini:</p>



<p id="838d">&#8211; Evaluasi kinerja tim produksi</p>



<p id="42ea">&#8211;&nbsp;<em>Meeting</em>&nbsp;dengan tim operasional jam 10 pagi</p>



<p id="bd6a">&#8211; Cek ke&nbsp;<em>finance</em>&nbsp;tentang gaji pegawai</p>



<p id="a614">&#8211;&nbsp;<em>Follow up</em>&nbsp;tim&nbsp;<em>customer relationship&nbsp;</em>tentang keluhan pelanggan</p>



<p id="4c23">&#8211; Cek tagihan sewa kantor</p>



<p id="3b22">&#8211;&nbsp;<em>Follow up</em>&nbsp;ke tim tentang&nbsp;<em>renewal subscription apps</em></p>



<p id="b7da">Gimana, sudah mulai ‘puyeng’ belum baca&nbsp;<em>to-do-list&nbsp;</em>dari&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>tim produksi?</p>



<p id="b336">Itu hanya sebagian kecil yang bisa diambil dari tanggung jawab seorang&nbsp;<em>leader</em>. Memang begitu banyak hal yang harus dipikirkan, dikerjakan, dan diselesaikan. Jika tidak dapat ditangani dengan tepat, beban kerja sedemikian besar dapat memicu&nbsp;<em>burnout&nbsp;</em>atau kelelahan. Pastinya, kamu tidak mau hal tersebut terjadi, bukan? Jadi, tenang dulu, beberapa tips berikut ini akan membantumu menjalani peran&nbsp;<em>leader</em>&nbsp;yang bertanggung jawab tanpa harus&nbsp;<em>burnout.&nbsp;</em>Simak baik-baik, ya!</p>



<p id="daf8">Dahulu, ada sebuah gagasan yang populer untuk dilakukan para&nbsp;<em>leader,&nbsp;</em>yaitu ‘kepemimpinan yang melayani’. Artinya,&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>mendahulukan kebutuhan tim di atas kebutuhan sendiri. Sisi positifnya, itu akan membawamu ke lingkungan kerja yang penuh kasih dan lebih humanis. Dalam kepemimpinan yang melayani, pesannya adalah,&nbsp;<em>leader</em>&nbsp;berperan untuk melayani orang lain, sehingga akan lebih fokus pada menyenangkan orang lain dan sulit untuk mengatakan tidak.</p>



<p id="5cf7">Namun, di era seperti sekarang, gagasan ‘kepemimpinan yang melayani’ dapat menjadi penyebab kelelahan atau&nbsp;<em>burnout.</em></p>



<p id="7b84">‘Kepemimpinan yang melayani’ bukan lagi sebuah gagasan yang relevan di era digital yang serba cepat seperti sekarang. Saat ini, kamu lebih tepat untuk menerapkan gagasan ‘kepemimpinan yang bertujuan’, yang fokusnya adalah menciptakan dampak positif. Itu akan membutuhkan pikiran strategis di mana ada beberapa aspek yang perlu diterapkan.</p>



<p id="4705">Pertama,&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>perlu sering untuk mengajak karyawan berinteraksi. Contohnya, ini adalah penerapan gagasan dari ‘kepemimpinan yang melayani’:</p>



<p id="dea9">&#8211; “Apa yang dapat saya lakukan untuk membantumu agar berhasil?”</p>



<p id="ce19">&#8211; “Dukungan seperti apa yang kamu butuhkan dari saya?”</p>



<p id="7898">Meskipun ini adalah pertanyaan yang sangat bagus, dan akan memberikan hasil yang lebih optimal daripada perintah kasar terhadap anggota tim,&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>justru akan menjebak diri sendiri dari kelelahan. Ia akan melayani dan bertanggung jawab penuh terhadap semua yang dilakukan anggota timnya. Ini tidak sepenuhnya salah, akan tetapi menciptakan efek negatif yaitu kelelahan.</p>



<p id="5468">Untuk itu,&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>dapat menciptakan perubahan untuk menyesuaikan diri ke tujuan yang lebih tepat. Misalnya dengan mengajukan pertanyaan:</p>



<p id="ee7d">&#8211; “Apa yang kamu perlukan agar berhasil mencapai tujuan kita?”</p>



<p id="f0de">&#8211; “Bantuan apa yang perlu kamu dapatkan?”</p>



<p id="9f06">Perubahan bahasa kecil ini ternyata berhasil mengubah dinamika emosional. Daripada pemimpin harus bertanggung jawab sepenuhnya untuk mendukung karyawannya, menanyakan kepada karyawan apa yang mereka butuhkan agar sukses akan menciptakan rasa tanggung jawab bersama.&nbsp;<em>Leader&nbsp;</em>akan memposisikan diri untuk memberikan dampak positif terhadap hasil kerja karyawannya, namun mereka tidak mengambil tanggung jawab penuh untuk mendukung hasil tersebut.</p>



<p id="50e4">Kedua, berhubungan dengan pengambilan keputusan. Ketika&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>menjadi pemimpin yang melayani, tantangannya adalah fokus untuk menyenangkan orang lain. Mengapa begitu? Alasannya akan ada banyak elemen pekerjaan, seperti tenggat waktu yang ketat dan umpan balik yang menantang, yang semuanya harus dilakukan pemimpin. Ketika seorang pemimpin menyusun keputusannya dari sudut pandang untuk membantu semaksimal mungkin, hal ini bisa menyebabkan kelelahan.</p>



<p id="537d">Sebaliknya, para pemimpin dapat menyusun keputusan mereka berdasarkan tujuan. Misalnya saja dalam rapat, daripada bertanya:</p>



<p id="1518">“Bagaimana perasaanmu mengenai hal ini?”</p>



<p id="1464">“Apakah hal tersebut layak untuk dilakukan?”</p>



<p id="9cc9">Pemimpin lebih baik bertanya:</p>



<p id="e65a">“Apa dampaknya?”</p>



<p id="bb29">“Bagaimana hal ini akan berdampak pada karyawan atau pelanggan kita?”</p>



<p id="1b74">Dari pertanyaan di atas, sudah jelas bahwa pemimpin mengajak karyawan untuk berpikir dan ikut berjuang memberikan yang terbaik sesuai dengan tujuan (misalnya meningkatkan kepuasan pelanggan).</p>



<p id="35c8">Pergeseran sudut pandang ini tampaknya terlihat sederhana, tetapi memberikan dampak yang besar apabila berhasil diterapkan. Itu akan mendorong tim untuk berpikir tentang bagaimana pekerjaan mereka berdampak pada tujuan organisasi secara keseluruhan. Hal ini akan mengubah cara berpikir anggota tim, sehingga melihat diri mereka adalah bagian yang nyata dari keseluruhan yang lebih besar dalam startup.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="4f41"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b97b"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="3791"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----57f263e49005--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/jadi-leader-bertanggung-jawab-tanpa-harus-burnout/">Jadi Leader Bertanggung Jawab Tanpa Harus Burnout</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Startup Harus Memiliki Dewan?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-harus-memiliki-dewan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2023 04:44:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Human Capital]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Board of Directors]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8692</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain peran-peran pemimpin seperti CEO, CMO, COO, dan&#160;chief&#160;yang lain, ternyata ada peran penting lain yang umum ada di startup. Peran&#160;leader&#160;ini disebut sebagai&#160;board,&#160;atau dalam bahasa Indonesia umum disebut sebagai dewan. Dilansir dari techcrunch.com, perusahaan harus memiliki BOD (Board of Directors) atau dewan direksi. Dewan tidak perlu rumit, atau bahkan lebih dari satu orang. Akan tetapi setiap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-harus-memiliki-dewan/">Mengapa Startup Harus Memiliki Dewan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="cd81">Selain peran-peran pemimpin seperti CEO, CMO, COO, dan&nbsp;<em>chief&nbsp;</em>yang lain, ternyata ada peran penting lain yang umum ada di startup. Peran&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>ini disebut sebagai&nbsp;<em>board,&nbsp;</em>atau dalam bahasa Indonesia umum disebut sebagai dewan.</p>



<p id="81f6">Dilansir dari techcrunch.com, perusahaan harus memiliki BOD (<em>Board of Directors</em>) atau dewan direksi. Dewan tidak perlu rumit, atau bahkan lebih dari satu orang. Akan tetapi setiap perusahaan harus memiliki dewan.</p>



<p id="788b"><em>Board&nbsp;</em>harus ada ketika kamu memulai sebuah perusahaan. Uniknya, tidak masalah apabila perusahaan hanya memiliki satu anggota dewan. Secara garis besar, dewan menangani urusan perusahaan seperti menerbitkan saham, menyiapkan rencana opsi saham, merencanakan penggalangan dana (<em>fundraising</em>) atau mendapatkan pinjaman. Di sebagian besar startup, pendiri biasanya akan menunjuk dirinya sendiri ke dewan direksi. Selanjutnya, pendiri akan menambahkan orang lain ke dalam jajaran dewan seiring dengan perusahaan yang terus tumbuh.</p>



<p id="68a2">Pada intinya, dewan bertanggung jawab untuk membuat keputusan penting bagi perusahaan. Misalnya kapan harus mengumpulkan uang, apakah perusahaan perlu diakuisisi, seperti apa rencana strategis ke depan, hingga apakah akan merekrut atau memecat manajemen senior. Jadi, posisi dewan sangatlah penting. Siapa yang menduduki kursi dewan haruslah orang yang memiliki pengalaman, berani mengambil keputusan, serta memiliki pengetahuan tentang perusahaan dan industri tempatnya beroperasi.</p>



<p id="d703">Jumlah orang yang duduk di kursi dewan dapat berkembang seiring dengan bertumbuhnya perusahaan. Tidak ada patokan atau standar tentang&nbsp;<em>board&nbsp;</em>di startup<em>.&nbsp;</em>Karena, ini semua tergantung pada tahapan perusahaan, jenis industrinya, lanskap persaingan, dan masih banyak lagi yang mempengaruhi. Namun, umumnya, perusahaan memilih untuk memiliki jumlah ganjil dalam susunan direksi. Tujuannya untuk meminimalisir risiko suara seri.</p>



<p id="06b9">Dikutip dari techcrunch.com, setelah tahapan&nbsp;<em>seed,&nbsp;</em>umumnya pendiri harus mengalokasikan kursi dewan untuk perusahaan atau orang yang memimpin putaran&nbsp;<em>seed</em>. Untuk memastikan bahwa tim pendiri tetap memegang kendali dewan, pengaturan yang cukup umum pada tahap ini adalah pemegang saham biasa (yaitu para pendiri) mempertahankan dua kursi dewan dan investor baru memiliki satu kursi. Hal ini dapat dijadikan gambaran tentang komposisi&nbsp;<em>board&nbsp;</em>ketika startupmu sedang berada pada putaran&nbsp;<em>seed.</em></p>



<p id="0537">Sebagai tambahan informasi, merupakan hal yang umum bagi komposisi&nbsp;<em>board&nbsp;</em>yang berisikan investor utama setiap putaran investasi baru. Itulah mengapa bahwa investor punya peran besar karena dapat menjadi anggota dewan baru. Bahkan sudah menjadi ‘hal biasa’ ketika investor meminta syarat kursi dewan dalam menawarkan investasi mereka. Ini dapat menjadi pertimbangan apakah pendiri akan menerima atau menolak tawaran investasi apabila investor mensyaratkan kursi dewan.</p>



<p id="456b">Menurut techcrunch.com, dewan juga bertugas untuk memberikan koneksi untuk perusahaan, sumber daya bermanfaat lainnya, dan menawarkan saran serta panduan secara keseluruhan. Anggota dewan merupakan&nbsp;<em>fiduciaries&nbsp;</em>atau fidusia. Sebab, mereka dipercaya untuk mengelola bisnis yang dimiliki oleh orang yang berbeda. Oleh karena itu, dewan punya tugas fidusia pada pemegang saham perusahaan. Tugas fidusia adalah kewajiban dewan untuk bertindak secara bertanggung jawab demi kepentingan terbaik pemegang saham. Ada kesalahpahaman umum yang muncul terkait peran dewan, misalnya melindungi nilai investasi mereka sendiri atau perusahaan mereka. Faktanya, tugas fidusia anggota dewan adalah memaksimalkan nilai bagi semua pemegang saham.</p>



<p id="62d0">Nah, itu tadi garis besar dari penjelasan tentang&nbsp;<em>board&nbsp;</em>atau dewan di startup. Semoga informasinya bermanfaat. Selanjutnya, peran apalagi yang ingin kamu ketahui di startup? Kamu bisa menuliskan idemu di kolom komentar, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="8f19"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="fbfc"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="498a"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-harus-memiliki-dewan/">Mengapa Startup Harus Memiliki Dewan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Manajer Menjadi Leader, Apa Saja yang Perlu Ditingkatkan?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/dari-manajer-menjadi-leader-apa-saja-yang-perlu-ditingkatkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 02:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Team Work]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Development]]></category>
		<category><![CDATA[Skills]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8595</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepemimpinan adalah ilmu yang terus berkembang, termasuk ketika seseorang mengalami perubahan posisi, atau istilahnya naik tangga karier. Misalnya ketika kamu yang dulunya menjabat sebagai manajer, kini ditunjuk dan diberi tugas untuk bisa menjadi pemimpin atau&#160;leader. Selain dari tanggung jawab yang lebih besar, ada perubahan drastis yang perlu dibiasakan oleh mantan manajer (karena sekarang sudah menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/dari-manajer-menjadi-leader-apa-saja-yang-perlu-ditingkatkan/">Dari Manajer Menjadi Leader, Apa Saja yang Perlu Ditingkatkan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="c0ad">Kepemimpinan adalah ilmu yang terus berkembang, termasuk ketika seseorang mengalami perubahan posisi, atau istilahnya naik tangga karier. Misalnya ketika kamu yang dulunya menjabat sebagai manajer, kini ditunjuk dan diberi tugas untuk bisa menjadi pemimpin atau&nbsp;<em>leader.</em></p>



<p id="8362">Selain dari tanggung jawab yang lebih besar, ada perubahan drastis yang perlu dibiasakan oleh mantan manajer (karena sekarang sudah menjadi pemimpin).</p>



<p id="11c5">Yang pertama adalah mengubah pola pikir dari yang semula spesialis menjadi generalis. Dahulu ketika masih menjabat sebagai manajer, pola pikir spesialis lebih diutamakan karena kebutuhan dalam memimpin satu fungsi kerja. Misalnya seorang manajer penjualan tentu akan fokus untuk mendalami spesialisasi penjualan, daripada mempelajari ilmu tentang penjenamaan, pemasaran, hingga sosial media audit.</p>



<p id="8f67">Yang perlu diingat, mengubah pola pikir dari spesialis menjadi generalis ternyata butuh waktu. Awal mula mungkin kamu akan merasa kesulitan, bingung, dan timbul rasa tidak percaya diri dengan kemampuan untuk membuat penilaian yang baik. Namun, perasaan tersebut jangan sampai membuatmu jatuh ke dalam perangkap, yaitu melakukan fungsi atau ilmu yang kamu ketahui dengan baik secara berlebihan dan mengatur sisanya dengan seadanya karena tidak paham dasar ilmunya.</p>



<p id="19c3">Jadi,&nbsp;<em>best practice&nbsp;</em>yang dapat diterapkan ketika seorang mantan manajer yang kini menjabat sebagai pemimpin adalah harus berlatih dalam membuat keputusan yang baik untuk bisnis secara menyeluruh (tidak hanya fokus pada satu bidang ilmu atau satu divisi saja). Untuk dapat melakukan hal itu, pemimpin perlu jeli dalam menelaah dan memahami bakat apa saja yang dimiliki oleh para anggota tim-nya. Setelah itu, pemimpin dapat melakukan delegasi tugas yang efektif. Jangan lupa tetapkan metrik yang tepat untuk mengevaluasi fungsi kinerja dari seluruh anggota tim.</p>



<p id="ebf2">Pemimpin perlu menambah wawasannya dalam pengetahuan umum tentang berbagai fungsi di perusahaan. Tujuannya tentu saja untuk ‘mempertajam’ jawaban ketika harus mengambil keputusan. Lebih dalam daripada harus menganalisis, pemimpin harus dapat melihat dari banyak sudut pandang ketika memutuskan sesuatu, serta dapat menjelaskan alasan dari keputusan tersebut.</p>



<p id="275f">Selanjutnya, ada hal lain yang tidak kalah menarik dari perubahan pola pikir sebuah transformasi dari posisi manajer menjadi pemimpin. Ketika menjadi manajer, ada banyak detail yang harus dipikirkan. Jadi, tidak heran kalau manajer adalah orang yang ahli taktik karena mendalami hal-hal konkret dan memutuskannya secara cepat dan tepat. Lain halnya ketika seorang manajer kini harus menduduki posisi sebagai pemimpin. Ada banyak kegiatan dan dinamika berbeda yang harus dijalani sebagai pemimpin, misalnya menghadiri banyak pertemuan, membuat keputusan, serta mengatur&nbsp;<em>growth&nbsp;</em>dari proyek pada seluruh divisi.</p>



<p id="9e1f">Untuk melakukan tugas-tugas tersebut, pemimpin harus bisa melakukan hal sebaliknya dari yang dilakukan manajer, yaitu membebaskan pikiran dari hal-hal detail. Pemimpin harus lebih meluangkan waktunya ke hal-hal yang ‘lebih tinggi’ atau mengadopsi pola pikir strategis.</p>



<p id="70eb">Mempelajari pola pikir strategis membutuhkan beberapa kemampuan penting yang dapat diasah.</p>



<p id="2336">Pertama, kamu perlu mengetahui kapan saat yang tepat untuk memperhatikan hal detail, dan kapan harus fokus pada gambaran secara keseluruhan (<em>big picture</em>). Jangan lupa bahwa hal detail dan&nbsp;<em>big picture&nbsp;</em>punya ‘benang merah’ yang menjadi koneksi, dan kamu harus jeli akan hal ini.</p>



<p id="8254">Yang kedua, kamu perlu berlatih untuk melakukan antisipasi dari pihak luar ketika menanggapi tentang kegiatan yang kamu lakukan. Pihak luar ini bisa jadi pesaing, regulator, media, hingga tokoh penting masyarakat.</p>



<p id="1f03">Beberapa tips di atas dapat kamu terapkan ketika sedang&nbsp;<em>shifting&nbsp;</em>dari posisi manajer ke posisi pemimpin. Kamu juga perlu hati-hati karena keterampilan yang dimiliki dan membawamu ke posisimu saat ini mungkin bukan keterampilan yang diperlukan untuk membawamu ke tujuan kamu selanjutnya. Hal itu tidak mengurangi pencapaianmu di masa lalu, tapi itu semua bukan hal yang kamu butuhkan untuk perjalanan selanjutnya.</p>



<p id="2327">Jadi, menyeleksi keterampilan dan melakukan&nbsp;<em>upgrade&nbsp;</em>pola pikir adalah langkah awal yang bijak dalam mengantarmu ke gerbang perjalanan yang lebih tinggi.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="8e37"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0796"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="9f83"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/dari-manajer-menjadi-leader-apa-saja-yang-perlu-ditingkatkan/">Dari Manajer Menjadi Leader, Apa Saja yang Perlu Ditingkatkan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Seseorang Bisa Menjadi Pemimpin?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengapa-seseorang-bisa-menjadi-pemimpin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 02:46:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Coaching]]></category>
		<category><![CDATA[Coaching Skills]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8591</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurutmu, mengapa seseorang bisa menjadi pemimpin yang sukses? Misalnya, mengapa bapak A berhasil menduduki kursi kepemimpinan di perusahaan dengan kinerja yang memuaskan? Sedangkan bapak B tidak bisa melakukan hal tersebut? Apa saja yang membuat seseorang berhasil menjadi pemimpin? Apakah mereka dikaruniai bakat yang hebat? Apakah mereka lulusan sekolah ternama? Apakah mereka orang yang populer? Semua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-seseorang-bisa-menjadi-pemimpin/">Mengapa Seseorang Bisa Menjadi Pemimpin?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="75bf">Menurutmu, mengapa seseorang bisa menjadi pemimpin yang sukses?</p>



<p id="6573">Misalnya, mengapa bapak A berhasil menduduki kursi kepemimpinan di perusahaan dengan kinerja yang memuaskan? Sedangkan bapak B tidak bisa melakukan hal tersebut? Apa saja yang membuat seseorang berhasil menjadi pemimpin?</p>



<p id="0ce9">Apakah mereka dikaruniai bakat yang hebat? Apakah mereka lulusan sekolah ternama? Apakah mereka orang yang populer?</p>



<p id="2862">Semua pertanyaan tersebut dijawab dalam artikel di bawah ini yang ditulis berdasarkan penjelasan dari artikel yang ditulis oleh Daniel Goleman dalam Harvard Business Review.</p>



<p id="8756">Ada beberapa kriteria pemimpin sukses yang mungkin bisa kita sebutkan, misalnya cerdas, visi yang mapan, tangguh, berkualitas, dan lainnya. Hal tersebut memang diperlukan sebagai pemimpin, namun ternyata tidak cukup. Ada hal lain yang kerap diabaikan namun sama pentingnya, yaitu kecerdasan emosional yang menjadi pembeda antara pemimpin yang luar biasa dengan yang ‘biasa-biasa saja’.</p>



<p id="990c">Menurut Goleman, ada beberapa hal yang menjadi komponen pembentuk dari kecerdasan emosional. Uniknya, tanpa kecerdasan emosional, pemimpin dapat menjadi orang yang jago, cerdas, dan punya banyak keunggulan lainnya, tapi tidak akan bisa menjadi ‘pemimpin yang hebat dan luar biasa.’</p>



<p id="7a9f">Poin pertama yang penting bagi seorang pemimpin adalah memiliki kesadaran diri (<em>self-awareness</em>). Kesadaran diri punya pemahaman tentang emosi, kekuatan, kelemahan, kebutuhan, dan dorongan seseorang. Pada umumnya, orang dengan kesadaran tinggi adalah orang yang tidak terlalu kritis atau terlalu berharap. Justru sebaliknya, mereka jujur dengan diri sendiri dan orang lain.</p>



<p id="6440">Mengenali bahwa diri ini punya kesadaran diri adalah dengan menelaah apakah kita punya kemampuan untuk menilai diri secara realistis dan berterus terang. Ciri orang dengan kesadaran diri tinggi adalah mampu bicara secara akurat dan terbuka, tidak berlebihan, dan mereka merasa nyaman membicarakan keterbatasan dan kekuatan yang dimiliki. Orang dengan kesadaran diri tinggi tahu kapasitas mereka, kapan harus menolak, dan kapan harus meminta bantuan.</p>



<p id="9602">Poin kedua adalah tentang regulasi diri&nbsp;<em>(self-regulation).&nbsp;</em>Mereka yang memiliki regulasi diri tinggi dapat menguasai diri ketika perubahan secara mendadak datang atau hal-hal terjadi di luar rencana. Mereka dapat menyikapi perubahan tersebut dengan sikap dewasa secara emosional, tidak terlalu panik, dapat mencari informasi penting, dan bertindak melakukan aksi yang nyata.</p>



<p id="295f">Poin ketiga dalam kecerdasan emosional adalah tentang motivasi. Mereka punya dorongan kuat untuk mencapai dan melampaui harapan diri sendiri maupun orang lain. Ciri yang jelas tampak pada hasrat untuk melakukan dan menyelesaikan sesuatu. Orang dengan motivasi tinggi cenderung menunjukkan sikap untuk menyelesaikan tantangan, kreatif, suka belajar, dan punya energi besar dalam melakukan sesuatu secara lebih baik. Motivasi tinggi juga dapat dibuktikan dengan komitmen akan kinerja dan terhadap organisasi. Ketika seorang pemimpin menyukai pekerjaan mereka, maka ia secara tidak langsung menunjukkan komitmen pada organisasi secara sungguh-sungguh.</p>



<p id="7ab6">Yang keempat, adalah tentang empati. Karena menjadi pemimpin itu sulit, banyak ide dan pikiran yang harus dikumpulkan dari para anggota tim. Tidak semuanya senada, dan konflik pada tim akan selalu ada. Namun kolaborasi yang kompak dan menghasilkan tujuan dapat dicapai apabila pemimpin menilai dengan empati. Yakni dengan merasakan dan memahami sudut pandang dari para anggota tim karena mereka memiliki hak dan kontribusi yang setara. Sederhananya, empati adalah tentang memahami susunan emosional para anggota tim. Tentu saja ini dapat dicapai apabila pemimpin memiliki cara pandang yang luas serta berpikiran terbuka.</p>



<p id="7dfb">Terakhir adalah tentang keahlian sosial (<em>social skill</em>), atau kemampuan berjejaring. Orang yang punya keterampilan ini umumnya memiliki kenalan yang banyak dan mampu menemukan titik temu dengan semua jenis orang. Umumnya orang dengan keterampilan sosial yang tinggi mahir dalam melakukan manajemen tim serta persuasi untuk mengajak orang lain mengikuti apa yang menjadi tujuannya. Ciri lainnya dari yaitu pemimpin ini dapat membentuk kolaborasi hebat, semangat untuk bekerja menyebar ke para anggota tim lain, serta mereka memiliki motivasi kuat untuk mencari solusi.</p>



<p id="bf6d">Kabar baiknya, semua poin di atas adalah hal yang dapat dipelajari dan dilatih. Memang tidak mudah, namun tidak ada yang tidak mungkin jika seorang pemimpin meluangkan waktu untuk belajar dan mau berkomitmen dalam meningkatkan kecerdasan emosionalnya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="1d99"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0995"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="25c3"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-seseorang-bisa-menjadi-pemimpin/">Mengapa Seseorang Bisa Menjadi Pemimpin?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
