<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Failure Stories Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/failure-stories/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/failure-stories/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Sep 2023 09:58:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Failure Stories Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/failure-stories/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Lebih Dalam tentang Kegagalan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengenal-lebih-dalam-tentang-kegagalan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 14:18:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Failure]]></category>
		<category><![CDATA[Failure Stories]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9857</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu mendengar ‘mantra’ dari Silicon Valley,&#160;‘fail fast, fail often’? Gagal lebih cepat, gagal lebih sering. Kamu setuju nggak sama pepatah ini? Kenyataannya, membaca pepatah tersebut tidak sama kondisinya ketika kita sedang mengalaminya. Banyak yang bilang, ‘kegagalan itu baik’, ‘dari kegagalan kita bisa belajar’, ‘mari kita lanjutkan kegagalan’, dan seterusnya. Padahal, itu tidak sesederhana kelihatannya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-lebih-dalam-tentang-kegagalan/">Mengenal Lebih Dalam tentang Kegagalan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="8e6c">Pernahkah kamu mendengar ‘mantra’ dari Silicon Valley,&nbsp;<em>‘fail fast, fail often’?</em></p>



<p id="1dcf">Gagal lebih cepat, gagal lebih sering. Kamu setuju nggak sama pepatah ini?</p>



<p id="3bc4">Kenyataannya, membaca pepatah tersebut tidak sama kondisinya ketika kita sedang mengalaminya. Banyak yang bilang, ‘kegagalan itu baik’, ‘dari kegagalan kita bisa belajar’, ‘mari kita lanjutkan kegagalan’, dan seterusnya. Padahal, itu tidak sesederhana kelihatannya. Menghadapi kegagalan itu sulit. Gagal itu tidak enak. Ini sama tidak enaknya jika kita membicarakan tentang masa depan yang penuh ketidakpastian, bukan?</p>



<p id="0a96">Masalahnya, kita perlu teliti bahwa tidak semua kegagalan itu sama. Alasannya, ada dua jenis kegagalan yang perlu kita ketahui. Yang pertama, kegagalan yang harus diterima dengan tangan terbuka. Ini artinya, kegagalan yang memberikan penemuan dan memungkinkanmu untuk mengetahui dengan cepat apa yang harus dicoba selanjutnya.</p>



<p id="e77f">Yang kedua, adalah kegagalan fatal yang seharusnya tidak diterima. Maksudnya adalah kegagalan yang terjadi secara berulang, padahal kita tahu prosesnya tidak sesuai prosedur atau memenuhi kriteria.</p>



<p id="f580">Kemudian, jika kita memandang kegagalan dari perspektif yang lebih luas, hal terbaik yang bisa kita pelajari dari kegagalan adalah ketika kamu memiliki budaya yang mengizinkan kegagalan. Kegagalan di sini konteksnya adalah jenis kegagalan pertama, yang memberikan&nbsp;<em>insight&nbsp;</em>atau wawasan. Jika kamu berani menoleransi kegagalan, itu artinya kamu berani melompati tembok besar yang menghalangimu, meskipun di balik tembok itu ternyata kamu tetap terjatuh.</p>



<p id="8716">Budaya yang mengizinkan kegagalan tidak serta-merta timbul begitu saja. Itu hal yang sulit dan umumnya beririsan dengan budaya berinovasi. Pada umumnya ini juga bagian dari definisi perusahaan digital yang sering melakukan eksperimen, kemudian ternyata gagal. Startup cenderung lebih terbuka untuk mentolerir kegagalan.</p>



<p id="adb5">Hal yang perlu digarisbawahi, tidak semua industri bisa mentolerir adanya kegagalan. Contohnya, di industri penerbangan, kamu tentu tidak ingin ada pilot yang melakukan kegagalan ketika menerbangkan pesawat. Pun sama halnya dengan di industri kesehatan ketika dokter melakukan kegagalan saat merawat pasien sehingga terjadi malpraktik. Kita semua tidak menginginkan hal tersebut. Jadi, memang ada beberapa industri yang sama sekali tidak mentoleransi adanya kegagalan dan kita sudah tahu apa alasannya.</p>



<p id="4585">Selanjutnya, kegagalan adalah hasil dari sebuah upaya yang sudah dilakukan. Dengan kata lain, gagal adalah jawaban setelah kita melakukan eksperimen. Bagaimanapun, kita perlu merangkul budaya untuk pro-eksperimen. Dengan catatan, kita perlu melakukan eksperimen secara cerdas sehingga meminimalisir terjadinya kegagalan.</p>



<p id="112b">Contohnya begini, eksperimen cerdas adalah eksperimen yang terjadi di wilayah baru. Kamu punya wewenang untuk menemukan ‘resepnya’, menemukan&nbsp;<em>blue print</em>-nya, dan hipotesisnya. Eksperimen inilah yang harus kita sambut dengan tangan terbuka karena dapat menghasilkan penemuan yang berguna. Itu adalah wawasan berharga yang memungkinkan kita mengetahui dengan cepat hal apa yang harus dicoba selanjutnya.</p>



<p id="e003">Meskipun kita gagal setelah melakukan eksperimen cerdas, inilah yang dinamakan dengan kegagalan yang produktif. Di mana, kita mendapatkan pengetahuan baru serta berguna yang membantu kita semakin maju dalam menciptakan nilai yang ingin dibagikan ke pasar untuk pelanggan.</p>



<p id="d694">Jadi, kita tidak akan bisa mendapatkan pengetahuan yang berguna ini jika tidak mengalami kegagalan sebelumnya. Ssampai di poin ini, kamu akan semakin paham bahwa jenis kegagalan ini adalah hal yang perlu kamu rangkul. Tujuannya agar kamu semakin berani melakukan eksperimen cerdas!</p>



<p id="e8c9">Jadi, gimana? Kamu masih takut ketika merasakan kegagalan? Mengapa begitu? Coba ceritakan pendapatmu di kolom komentar, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="04bd"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="7cfc"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d7a1"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----87f3925b1e8--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-lebih-dalam-tentang-kegagalan/">Mengenal Lebih Dalam tentang Kegagalan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membiasakan Belajar dari Kegagalan Sekaligus Kesuksesan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/membiasakan-belajar-dari-kegagalan-sekaligus-kesuksesan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Apr 2023 03:26:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Failure]]></category>
		<category><![CDATA[Failure Stories]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Lessons]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Supaya mengurangi bias ketika membuat solusi Ada pepatah yang mengatakan bahwa ‘kegagalan adalah guru terbaik’. Hal itu tidak sepenuhnya salah. Hanya saja ternyata tidak tepat apabila diaplikasikan pada bisnis. Ternyata, menurut Emre Soyer dan Robin M. Hogarth dalam artikelnya yang ditulis di Harvard Business Review, mereka menuliskan tiga jebakan umum yang membuat para pemimpin jatuh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/membiasakan-belajar-dari-kegagalan-sekaligus-kesuksesan/">Membiasakan Belajar dari Kegagalan Sekaligus Kesuksesan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Supaya mengurangi bias ketika membuat solusi</p>



<p id="a944">Ada pepatah yang mengatakan bahwa ‘kegagalan adalah guru terbaik’. Hal itu tidak sepenuhnya salah. Hanya saja ternyata tidak tepat apabila diaplikasikan pada bisnis. Ternyata, menurut Emre Soyer dan Robin M. Hogarth dalam artikelnya yang ditulis di Harvard Business Review, mereka menuliskan tiga jebakan umum yang membuat para pemimpin jatuh ketika mencoba belajar dari kegagalan. Lebih lengkapnya, kamu dapat membaca artikel ini, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="268a"><strong>Jebakan 1:</strong></h2>



<h2 class="wp-block-heading" id="23ae"><strong>Berinvestasi pada strategi yang salah</strong></h2>



<p id="ec81">Ketika kesalahan terjadi, wajar apabila kita mencari tahu apa penyebab kesalahan tersebut dan mencari akar permasalahannya. Pada umumnya kita hanya berkutat pada meneliti kesalahan tersebut, tanpa memedulikan bagian lain yang berhasil. Namun, jika kita hanya mencari pola di antara kesalahan, hasilnya bisa saja tidak akurat.</p>



<p id="5e20">Contohnya kamu ingin meningkatkan kinerja tim penjualan, di mana 75% tenaga penjualanmu memenuhi target, sedangkan 25% sisanya tidak. Kemudian, kamu menganalisis mengapa 25% tim-mu mengalami kesulitan mencapai target dengan mendalami alur kerja mereka. Hasilnya ternyata sebagian besar karyawan tidak menggunakan alat pencatat terintegrasi dalam sistem manajemen kontak.</p>



<p id="8909">Kemudian, kamu menyimpulkan bahwa akar penyebabnya adalah masalah kinerja karena mereka tidak menggunakan pencatat terintegrasi tersebut. Solusinya, kamu berinvestasi dalam strategi pelatihan teknis dan prosedur pemantauan agar karyawan dapat memanfaatkan sistem dengan hasil maksimal.</p>



<p id="f4c9">Mungkin solusi tersebut terdengar masuk akal, tetapi apakah sudah tepat? Bagaimana jika ternyata mayoritas dari tenaga penjualan 75% yang berhasil mencapai target tidak menggunakan alat pencatat sistem?</p>



<p id="0b91">Kesimpulannya, penting sekali untuk menganalisis keberhasilan bersamaan dengan kegagalan, karena ada kemungkinan bahwa penyebab (yang ditemukan dalam kasus kegagalan) merupakan penyebab umum.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5f45"><strong>Jebakan 2:</strong></h2>



<h2 class="wp-block-heading" id="8a8d"><strong>Mengabaikan strategi yang akan membantu</strong></h2>



<p id="7f70">Dikutip dari Harvard Business Review, selain memberikan ilusi pemahaman berbasis data tentang akar penyebab kegagalan, berfokus secara eksklusif pada analisis hasil negatif juga dapat menyebabkan kita kehilangan strategi yang sebenarnya akan membantu meningkatkan kinerja di masa mendatang.</p>



<p id="3793">Jika mengambil contoh yang sama, mungkin analisis terhadap tenaga penjualan yang sukses akan mengungkapkan bahwa mereka semua mulai mempersiapkan panggilan penjualan penting seminggu sebelumnya. Sementara tenaga penjualan yang gagal cenderung ‘cuek’ dan tidak melakukan persiapan.</p>



<p id="7397">Persiapan memang bukanlah bagian dari sistem atau proses penjualan secara standar, sehingga analisis terhadap karyawan yang berkinerja buruk saja mungkin tidak akan mengidentifikasi ‘persiapan’ sebagai masalah yang penting. Tetapi, apabila tenaga penjualan yang berhasil juga diidentifikasi, hasilnya mungkin investasi yang dilakukan dalam alat manajemen waktu atau pertemuan tentang perencanaan mungkin menghasilkan dampak yang signifikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7251"><strong>Jebakan 3:</strong></h2>



<h2 class="wp-block-heading" id="ad08"><strong>Tidak memperhatikan kemungkinan hasil yang tampaknya baik ternyata didorong proses yang buruk</strong></h2>



<p id="1463">Kebanyakan orang tidak akan menyangka bahwa hasil baik yang selama ini didapat tidak mungkin dihasilkan dari proses yang buruk. Namun, ini bisa jadi jebakan yang berbahaya. Pada faktanya, hasil yang baik belum tentu berasal dari proses yang baik. Jadi jangan hanya berfokus pada pengurangan kegagalan saja, tanpa memahami apa yang menjadi penyebab dari kesuksesan. Sebab, pada akhirnya kita akan menemukan bahwa setidaknya sebagian dari pencapaian sebenarnya ada risiko yang menyelimuti dan ‘tidak tampak’.</p>



<p id="cfaa">Dengan contoh yang sama, misalnya tenaga penjualan yang memenuhi target bisa saja melakukan hal yang curang terhadap rekan-rekannya. Analisis masalah yang fokusnya pada tenaga penjualan yang tidak mencapai target saja akan berimbas tidak tercapainya solusi yang tepat.</p>



<p id="7403">Pengalaman masa lalu memberikan pelajaran yang berharga untuk masa sekarang dan yang akan datang, hanya jika dimanfaatkan secara efektif. ‘Efektif’ di sini ternyata konteksnya adalah belajar dari kegagalan sekaligus kesuksesan. Sebab, dengan begitu, kita akan mendapatkan banyak wawasan dari berbagai sudut pandang yang akan mengarahkan kita menuju solusi paling tepat dari masalah yang ada.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="bfbc"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f807"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6eb1"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/membiasakan-belajar-dari-kegagalan-sekaligus-kesuksesan/">Membiasakan Belajar dari Kegagalan Sekaligus Kesuksesan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
