<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Company Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/company/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/company/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Dec 2021 04:06:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Company Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/company/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gak Perlu Berkelit, Begini Cara Menghadapi Obrolan yang Sulit</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/gak-perlu-berkelit-begini-cara-menghadapi-obrolan-yang-sulit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2021 05:35:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Human Capital]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Company]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5674</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat lagi ngobrol sama orang lain, mungkin ada hal yang membuat kita ngerasa nggak nyaman. Contohnya karena topik yang dibahas adalah tentang penilaian kinerja yang mungkin membuatmu deg-degan, kritikan dari atasan, atau penolakan yang diterima tim account executive dari penawaran yang ditujukan untuk client. Pada artikel kali ini, kita akan mempelajari beberapa cara yang bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/gak-perlu-berkelit-begini-cara-menghadapi-obrolan-yang-sulit/">Gak Perlu Berkelit, Begini Cara Menghadapi Obrolan yang Sulit</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.51.16-1024x557.png" alt="" class="wp-image-5676" width="581" height="315" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.51.16-1024x557.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.51.16-300x163.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.51.16-768x418.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.51.16.png 1264w" sizes="(max-width: 581px) 100vw, 581px" /></figure></div>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Saat lagi ngobrol sama orang lain, mungkin ada hal yang membuat kita ngerasa nggak nyaman. Contohnya karena topik yang dibahas adalah tentang penilaian kinerja yang mungkin membuatmu deg-degan, kritikan dari atasan, atau penolakan yang diterima tim account executive dari penawaran yang ditujukan untuk client.</p></blockquote>



<p>Pada artikel kali ini, kita akan mempelajari beberapa cara yang bisa digunakan saat menghadapi obrolan yang sulit. Namun, sebelum itu, kita cari tahu dulu apa saja yang menjadi penyebab percakapan menjadi kaku, kurang ‘ngalir’, atau kesulitan lainnya saat sedang mengobrol:</p>



<h2 class="wp-block-heading">Nggak Pede</h2>



<p>Jadi karena kita merasa bahwa nada dari lawan bicara kita terdengar mengintimidasi. Atau ini pertama kalinya mengobrol dengan lawan bicara sehingga kita belum mengenal betul seperti apa karakternya dan bagaimana cara meresponnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Takut Ditolak</h2>



<p><meta charset="utf-8">Sebagai makhluk sosial, manusia pasti ingin diakui dan merasa diterima oleh lingkungan sekitarnya. Begitu pun situasinya saat ada di dalam percakapan. Rasa takut ditolak idenya, atau saat bernegosiasi, kerap menjadi penghalang dan membuat percakapan tidak tersampaikan pesannya secara utuh, karena ada beberapa hal yang kita hindari untuk disampaikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Takut Menyakiti Orang Lain</h2>



<p><meta charset="utf-8">Saat berbicara, peluang untuk timbul konflik akan selalu ada. Entah itu perbedaan pendapat dan berdebat, adalah hal yang wajar terjadi dalam sebuah percakapan. Dari sini, kemudian akan timbul perasaan takut menyakiti hati orang lain dan menghindari adanya perselisihan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tidak Menyampaikan Tujuan dan Maksud dengan Jelas</h2>



<p><meta charset="utf-8">Dalam setiap komunikasi yang tercipta, akan selalu ada pesan yang disampaikan. Banyak orang terjebak di dalam obrolan yang ‘nggak nyambung’ atau kesannya membicarakan yang ‘itu-itu aja’ sehingga membuat percakapan menjadi sulit dan terkesan kabur maknanya.</p>



<p>Untuk mengatasi hal-hal di atas, teknik di bawah ini akan membantumu membuat obrolanmu lebih lancar dan menghindarkan dari terjadinya percakapan yang sulit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jangan Lupakan Persiapan</h2>



<p><meta charset="utf-8">Bak mau perang, kamu harus punya pedang dan tameng untuk menyerang dan bertahan. Begitu pula saat terlibat dalam sebuah percakapan, kamu harus punya persiapan mental dan emosional. <br></p>



<p>Percayalah, persiapan yang kamu lakukan akan menambah kepercayaan diri karena kamu sudah memahami poin apa saja yang akan kamu katakan. Kamu juga bisa memikirkan respon dari feedback yang diberikan oleh lawan bicara. Cari tahu juga profil dari orang yang akan kamu temui. Ini sangat penting untuk mengenal karakter lawan bicara agar pembicaraan nggak kaku. <br></p>



<p>Setidaknya, jika percakapan yang sulit terjadi, kamu sudah tahu respon seperti apa yang akan kamu berikan. Hal lain yang menentukan kondusif atau tidaknya sebuah pembicaraan adalah lokasi atau setting tempat. Misalnya, kamu sedang dealing project di kafe yang sedang ada live music. Tentu hal ini bisa mengganggu suasana saat ngobrol. Semakin kondusif tempat ngobrolnya, maka pembicaraannya juga semakin menyenangkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Buang Jauh Asumsi</h2>



<p>Pada dasarnya, asumsi itu seperti jebakan yang ada di depan mata. Terasa dekat, karena kita sendiri yang membuat asumsi tersebut, seakan asumsi tersebut memang valid. Asumsi bisa muncul terutama jika kita sudah sangat mengenal lawan bicara dan melihatnya dari sisi kacamata yang sama.</p>



<p>Padahal bisa jadi dia punya pandangan yang berbeda. Solusinya adalah cobalah untuk membuka pikiran akan peluang dan pendapat dari orang lain. Belajarlah untuk respect terhadap pandangan orang lain. Dengan ini<br>maka kamu berhasil membuka perspektif dan memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menjadi Setara</h2>



<p>Sikap ‘minder’ bisa muncul ketika percakapan berlangsung. Pada umumnya, hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan. Misal perbedaan usia, jabatan (antara atasan dengan staf), status pekerjaan (misal antara aktor dengan fans), atau beberapa pihak merasa bahwa pihak lain memiliki pengalaman lebih banyak, sedangkan dirinya sendiri masih merasa kurang mampu.</p>



<p>Ini merupakan sikap inferior yang harus dibuang jauh-jauh. Sebaliknya, tumbuhkan sikap percaya diri bahwa kita semua mampu menjalankan obrolan ini dengan baik. Caranya, kembali lagi ke poin pertama untuk melakukan persiapan dengan matang. Pembicaraan akan menjadi sulit jika salah satu orang merasa lebih paham dan lebih mengerti daripada yang lainnya.</p>



<p>Cobalah tidak memposisikan diri untuk lebih unggul atau kurang unggul dari lawan bicaramu. Jadilah setara atau selevel. Lakukan kontak mata saat berbicara dan gestur tubuh yang menandakan kalau kamu mendengarkan, menghormati, dan memahami sudut pandang mereka. Jangan mencoba untuk terlalu mendominasi percakapan atau mengambil alih sehingga kesannya kamu tidak memberikan ruang berbicara untuk mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Buat Percakapan Menjadi Sejelas Mungkin</h2>



<p>Salah satu penyebab percakapan menjadi sulit adalah karena terjadinya miskomunikasi. Solusi untuk menghadapi hal ini adalah menjelaskan tentang maksud yang kita inginkan kepada lawan bicara. Buat ia paham serta mengerti dengan apa yang kita sampaikan. Kamu juga bisa memberikan contoh spesifik untuk mendukung pernyataanmu sehingga lawan bicaramu punya perspektif yang sama denganmu.</p>



<p>Terakhir, kamu akan bisa punya obrolan yang berkualitas jika sering berlatih. Cobalah untuk menyampaikan ide dan gagasan, minimal kepada teman terdekat. Kemudian jika sudah terbiasa, kamu bisa mengajak orang lain di sekitarmu untuk membangun percakapan yang kondusif dan menyenangkan.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p>Artikel ini telah terbit pada&nbsp;<strong>Buku Saku RINTISAN Edisi 4: Leadership</strong>. Silakan&nbsp;<code><a href="https://1000startupdigital.id/rintisan/">klik link ini</a></code>&nbsp;untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/gak-perlu-berkelit-begini-cara-menghadapi-obrolan-yang-sulit/">Gak Perlu Berkelit, Begini Cara Menghadapi Obrolan yang Sulit</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Suka Duka 3 Jenjang Karir di Tech-Company</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/melihat-suka-duka-3-jenjang-karir-di-tech-company/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2021 04:14:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Career Path Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Career Paths]]></category>
		<category><![CDATA[Company]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tech]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5200</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jadi founder, manajer, atau karyawan? Semua punya susah dan senangnya masing-masing, kok. Pekerjaan merupakan bagian penting dari kehidupan. Oleh karena itu kamu perlu memikirkannya secara matang. Mulai dari bidang industri yang dipilih, posisi yang dituju, sampai jenjang karir yang memungkinkan untuk kamu dapat. Jenjang karir jadi salah satu hal yang sering terlupakan saat menyusun rencana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/melihat-suka-duka-3-jenjang-karir-di-tech-company/">Melihat Suka Duka 3 Jenjang Karir di Tech-Company</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*-EK0cmvuW4Eg--FY" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@israelandrxde?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Israel Andrade</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" id="e060"><p><strong><em>Jadi founder, manajer, atau karyawan? Semua punya susah dan senangnya masing-masing, kok.</em></strong></p></blockquote>



<p><a href="https://mayastidnastiti.medium.com/?source=post_page-----186721647f71--------------------------------"></a>Pekerjaan merupakan bagian penting dari kehidupan. Oleh karena itu kamu perlu memikirkannya secara matang. Mulai dari bidang industri yang dipilih, posisi yang dituju, sampai jenjang karir yang memungkinkan untuk kamu dapat. Jenjang karir jadi salah satu hal yang sering terlupakan saat menyusun rencana kerja. Biasanya kita akan terlalu fokus pada satu posisi yang sudah kita dapat dan jalani. Bahkan sering kali jadi terlalu dini dengan kenyamanan posisi karir kita. Padahal tujuan dari membuat rencana kerja tidak hanya untuk mencoba lalu menetap pada satu hal. Kamu perlu melihat, mencari, dan mempertimbangkan kesempatan-kesempatan yang bisa membuatmu lebih berkembang.</p>



<p id="8d86">Dalam&nbsp;<em>tech company</em>&nbsp;ada tiga jenjang karir yang masing-masing memiliki suka dukanya sendiri. Nah, dengan memetakan posisi jenjang karir serta mengetahui tantangan dalam tiap posisinya, kamu bisa lebih yakin dan siap untuk mengeksplorasi diri dalam berkarir. Yuk simak baik-baik, penjelasan berikut!</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="2022"><strong>1.&nbsp;<em>Founder</em></strong></h1>



<h2 class="wp-block-heading" id="e03b"><strong>Keuntungan menjadi&nbsp;<em>founder</em></strong></h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Bisa mengerjakan dan menciptakan sesuatu yang kamu suka</li><li>Menjadi pionir perubahan dan menghadirkan inovasi</li><li>Dikenal sebagai orang yang sangat bertanggung jawab</li><li>Mempunyai kesempatan untuk memilih orang yang akan bekerja di tim kamu</li><li>Mampu mempelajari keterampilan baru dengan cepat</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading" id="d311"><strong>Tantangan menjadi&nbsp;<em>founder</em></strong></h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Tingkat stres tinggi karena katanya “<em>even success hurts</em>”</li><li>Ada kemungkinan tidak bisa memaksimalkan pemasukan untuk keperluan pribadi saja</li><li>Untuk mencapai keberhasilan, seringkali membutuhkan jangka waktu panjang dan komitmen</li><li>Komitmen dan idealisme yang sudah dibangun dapat merusak relasi pribadi</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading" id="693c"><strong>Strategi untuk menjadi seorang&nbsp;<em>founder</em></strong></h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Cari rekan potensial yang bisa kamu ajak bekerja sama. Bentuklah tim yang memiliki keterampilan teknis untuk membantumu membuat&nbsp;<em>minimum viable product</em>&nbsp;(MVP)</li><li>Susun rencana keuangan. Apakah kamu punya cukup tabungan? Apakah ada teman/keluarga/pihak tertentu yang bisa memberikan investasi awal? Apakah kamu cukup berani untuk memulai&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;dengan sistem&nbsp;<em>bootstrapping</em>? Bisakah kamu mengurangi pengeluaran dan menabung dengan waktu 6–12 bulan untuk mengerjakan ide awal untuk perusahaan atau&nbsp;<em>startup</em>-mu?</li><li>Identifikasikan masalah yang ingin dipecahkan</li><li>Pastikan kamu memiliki gagasan tentang bagaimana memecahkan suatu masalah</li></ul>



<h1 class="wp-block-heading" id="92b6"><strong>2. Eksekutif (Manajer Senior di Perusahaan)</strong></h1>



<h2 class="wp-block-heading" id="e3bb"><strong>Keuntungan menjadi eksekutif perusahaan</strong></h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Memiliki pendapatan dan&nbsp;<em>benefit&nbsp;</em>yang stabil.</li><li>Tingkat prestise yang tinggi.</li><li>Bisa terus memiliki dampak besar karena tergabung dalam sebuah perusahaan yang sudah&nbsp;<em>settle</em>.</li><li>Tidak perlu membangun tim</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading" id="6fb1"><strong>Tantangan menjadi eksekutif perusahaan</strong></h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Ada kesulitan untuk naik ke posisi karir yang lebih tinggi lagi jika tanpa mengikuti politik internal perusahaan.</li><li>Kesuksesanmu dapat dihalangi atau bahkan dicegah oleh orang lain di dalam perusahaan.</li><li>Harus memiliki kemampuan untuk memilih perusahaan yang akan bertumbuh dan sukses.</li><li>Membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan tanggung jawab yang besar</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading" id="9904"><strong>Strategi menjadi seorang eksekutif di perusahaan</strong></h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Pilihlah perusahaan yang ada potensi berkembang pesat. Kalau kamu berhasil mendapat perusahaan tersebut di masa awalnya berdiri, kamu bisa mendapatkan lebih banyak tanggung jawab seiring pertumbuhan perusahaan. Sebagai contoh, kamu berhasil menjadi 100 orang pertama saat Gojek berdiri. Ada kemungkinan seiring pertumbuhannya yang pesat, kamu bisa lebih mudah memiliki jenjang karir sebagai eksekutif di Gojek karena telah menjadi bagian dari tim yang merintis Gojek.</li><li>Kamu juga bisa memilih bekerja di perusahaan mapan sehingga bisa memperluas porsi kerjamu antar departemen atau di anak perusahaan yang dimiliki.</li></ul>



<h1 class="wp-block-heading" id="fb18"><strong>3. Karyawan (kontributor individu / manajer menengah)</strong></h1>



<h2 class="wp-block-heading" id="37cb"><strong>Keuntungan menjadi karyawan</strong></h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Pendapatan stabil.</li><li>Lebih banyak pekerjaan dan lebih sedikit&nbsp;<em>meeting</em>/berdiskusi/memutuskan sesuatu.</li><li>Bisa memengaruhi pelanggan melalui pendekatan secara langsung.</li><li>Biasanya, karena&nbsp;<em>load&nbsp;</em>permintaan tinggi, kamu jadi memiliki fleksibilitas dalam bekerja.</li><li>Memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama teman dan keluarga.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading" id="8a80"><strong>Tantangan menjadi karyawan</strong></h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Produktivitas dapat dihalangi oleh manajemen perusahaan yang buruk.</li><li>Sering tidak memiliki kendali atas apa yang kamu kerjakan.</li><li>Ada kemungkinan tidak mempunyai suara dalam pengambilan keputusan meskipun kamu tahu keputusan yang tepat atau lebih baik untuk diambil.</li><li>Sulit untuk menjadi kaya.</li><li>Pekerjaan bisa jadi hal yang membosankan.</li><li>Kalau kamu tidak mampu mempertahankan keahlian, memenuhi permintaan tinggi, dan produktivitasmu menurun, bisa dengan mudah dipecat.</li></ul>



<h2 class="wp-block-heading" id="8e5e"><strong>Strategi untuk orang yang ingin jadi karyawan</strong></h2>



<ul class="wp-block-list"><li>Kamu perlu menemukan dan bergabung dengan perusahaan yang berkembang pesat atau menemukan perusahaan sukses yang terkenal. Kamu akan lebih mudah untuk beralih di antara perusahaan-perusahaan ternama jika ingin berganti tempat kerja.</li></ul>



<p id="e84b">Kalau kamu sudah mencermati jenjang karir yang ada, kamu bisa memulai untuk menyusun rencana pekerjaanmu. Apapun posisimu dan pekerjaanmu, ingat selalu bahwa setiap jenjang karir memiliki caranya sendiri untuk membentuk dirimu menjadi seorang yang profesional. Tetap semangat untuk terus berproses.</p>



<p class="has-text-align-center"><meta charset="utf-8">.  .  .</p>



<p id="4341"><a href="https://1000startupdigital.id/"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</p>



<p id="bdae">Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</p>



<p id="9098">Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center" id="block-ae0e7b55-96ec-4228-80aa-a769ba0ed720">.  .  .</p>



<p id="block-017d065a-d209-4ec4-8013-9eb573a31859"><em>— Tulisan dibuat oleh Mayasti Dwidya Nastiti</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/melihat-suka-duka-3-jenjang-karir-di-tech-company/">Melihat Suka Duka 3 Jenjang Karir di Tech-Company</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
