<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ideation Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/ideation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/ideation/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Oct 2024 03:44:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Ideation Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/ideation/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Cara Memvalidasi Ide Startupmu Sebelum Diluncurkan ke Pasar</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/4-cara-memvalidasi-ide-startupmu-sebelum-diluncurkan-ke-pasar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 03:41:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Prototyping]]></category>
		<category><![CDATA[Sales]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10877</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu cara paling efektif untuk memvalidasi ide bisnis adalah dengan melakukan&#160;pre-sales. Pre-sales&#160;adalah strategi menjual produk atau layanan yang sebenarnya belum selesai dibuat. Ya, kamu tidak salah baca. Justru, penting untuk membuktikan apakah ketika produk sudah jadi nanti, akan ada banyak pengguna yang bersedia membayarnya. Karena produk belum tersedia dan pelanggan harus menunggu untuk mendapatkannya,&#160;pre-sales&#160;biasanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-cara-memvalidasi-ide-startupmu-sebelum-diluncurkan-ke-pasar/">4 Cara Memvalidasi Ide Startupmu Sebelum Diluncurkan ke Pasar</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b19c">Salah satu cara paling efektif untuk memvalidasi ide bisnis adalah dengan melakukan&nbsp;<em>pre-sales</em>.</p>



<p id="f8fa"><em>Pre-sales&nbsp;</em>adalah strategi menjual produk atau layanan yang sebenarnya belum selesai dibuat. Ya, kamu tidak salah baca. Justru, penting untuk membuktikan apakah ketika produk sudah jadi nanti, akan ada banyak pengguna yang bersedia membayarnya.</p>



<p id="7a11">Karena produk belum tersedia dan pelanggan harus menunggu untuk mendapatkannya,&nbsp;<em>pre-sales</em>&nbsp;biasanya ditawarkan dengan harga diskon atau dilengkapi berbagai bonus.</p>



<p id="d388">Dengan menerapkan kerangka kerja ini, kamu bisa mengetahui apakah ide startupmu tervalidasi atau tidak, biasanya dalam waktu 2–8 minggu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="012f"><strong>1. Menetapkan tujuan&nbsp;<em>pre-selling</em></strong></h3>



<p id="e7f2">Kamu bisa menggunakan kerangka SMART untuk menentukan tujuan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Specific </em>(spesifik): </strong>Tulis dengan jelas apa saja yang bisa membuat idemu tervalidasi.</li>



<li><strong><em>Measurable </em>(dapat diukur):</strong> Tetapkan jumlah penjualan atau pendapatan tertentu yang akan memvalidasi idemu. Kamu bisa memberi tahu pelanggan bahwa kamu hanya akan mengerjakan produk jika sudah mencapai target tersebut.</li>



<li><strong><em>Achievable </em>(dapat dicapai):</strong> Tentukan jumlah penjualan atau pendapatan yang wajar sebagai tujuan. Jangan lupa gunakan <em>pre-sales </em>untuk memvalidasi ide, bukan untuk mendapatkan pendanaan.</li>



<li><strong><em>Relevant </em>(berkaitan): </strong>Fokus pada penjualan atau pendapatan yang diterima. Abaikan metrik yang tidak berkaitan seperti <em>traffic </em>atau <em>newsletter subscription.</em></li>



<li><strong><em>Time-specific</em> (waktu yang jelas):</strong> Tulis jangka waktu yang harus dicapai untuk menjalankan eksperimen <em>pre-sales </em>ini. Jika kamu belum berhasil mencapai tujuan sesuai dengan tenggat waktu, maka idemu tidak tervalidasi.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="d30e"><strong>2. Membuat MVO (<em>Minimum Viable Offer</em>)</strong></h3>



<p id="80fe"><em>Minimum Viable Offer&nbsp;</em>adalah penawaran paling sederhana yang bisa kamu buat untuk menghasilkan penjualan. Beberapa jenis MVO yang bisa kamu tawarkan antara lain (pilih salah satu):</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Prototipe fungsional dasar</li>



<li><em>Landing page</em></li>



<li>Video penjelasan</li>



<li><em>Mock up</em></li>



<li>Dokumen atau email yang menjelaskan produk</li>
</ul>



<p id="db19">Umumnya,&nbsp;<em>landing page</em>&nbsp;bisa menjadi acuan yang jelas. Kamu dapat memasukkan penjelasan tentang produk atau layanan, menyertakan gambar atau video demo, serta menyediakan tombol pembelian.</p>



<p id="03b8">Dengan menambahkan visual, kamu bisa meningkatkan rasio konversi. Karena produkmu belum selesai, visual ini akan membantu memberikan gambaran kepada pelanggan tentang produk yang sedang dalam proses pembuatan. Beriku beberapa tips bisa diterapkan dalam merancang visual produkmu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mendesain beberapa tata letak sederhana dan mengambil tangkapan layar.</li>



<li>Menganimasikan tata letak agar tampak fungsional dan merekam video.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="cdf5">3. Menjual MVO</h3>



<p id="09a9">Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk memvalidasi ide startup lewat MVO, antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Memanfaatkan audiens (jika sudah punya) dengan membangun hubungan dan komunikasi yang kuat dengan mereka.</li>



<li><em>Branding</em>.</li>
</ul>



<p id="d28a">Kamu perlu sering berbagi dengan audiens tentang produkmu atau bagaimana proses di balik layar. Bagikan&nbsp;<em>milestone</em>,&nbsp;<em>screenshot</em>, metrik bisnis, atau apa pun yang relevan. Kamu bisa memanfaatkan X (Twitter), LinkedIn, platform komunitas, atau saluran lainnya yang kamu miliki. Melalui&nbsp;<em>branding</em>&nbsp;ini, kamu akan membangun kepercayaan dengan audiens, sekaligus menjangkau orang-orang yang tertarik pada perkembangan produkmu, bahkan yang berpotensi menjadi pelanggan.</p>



<p id="c35b">Selain itu, buat konten yang relevan dengan produkmu, tren, dan hal-hal yang dialami audiens, sehingga mereka merasa terhubung dengan perjalanan bisnismu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="533e"><strong>4. Menganalisis hasilnya</strong></h3>



<p id="b195"><strong>Jika kamu:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Tidak mencapai sasaran tetapi hampir berhasil.</li>



<li>Tidak mencapai sasaran tetapi merasa optimis tentang ide bisnis karena penemuanmu melalui eksperimen <em>pre-sales.</em></li>



<li>Tidak dapat mengerjakan eksperimen <em>pre-sales</em> dan ingin mencobanya lagi.</li>



<li>Mencapai sasaran, tetapi kamu masih tidak yakin tentang ide bisnismu.</li>
</ul>



<p id="88cc"><strong>Maka kamu dapat:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Menetapkan sasaran dan jadwal <em>pre-sales</em> baru, serta menjalankan eksperimen baru.</li>



<li>Menetapkan ulang <em>value proposition</em>, model harga, atau target pelanggan dan melakukan eksperimen <em>pre-sales </em>baru.</li>
</ul>



<p id="eef1"><strong>Jika kamu:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Tidak mencapai sasaran <em>pre-sales</em> dan tidak menemukan sesuatu yang benar-benar positif tentang ide bisnis.</li>



<li>Mencapai tujuan tetapi tidak ingin melanjutkan mengerjakan ide tersebut (mungkin karena apa yang kamu temukan dalam proses <em>pre-sales</em>).</li>
</ul>



<p id="b1f2"><strong>Maka kamu dapat:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Beralih ke ide bisnis berikutnya.</li>



<li>Jelaskan apa yang terjadi kepada orang-orang yang memesan produk atau layananmu (jika ada).</li>



<li>Lakukan pengembalian uang.</li>
</ul>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="c825"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="02e3"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="316e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----477e25f98642--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-cara-memvalidasi-ide-startupmu-sebelum-diluncurkan-ke-pasar/">4 Cara Memvalidasi Ide Startupmu Sebelum Diluncurkan ke Pasar</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pusing Mau Bikin Startup Apa? Ini Kerangka Berpikir yang Bisa Kamu Pakai</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/pusing-mau-bikin-startup-apa-ini-kerangka-berpikir-yang-bisa-kamu-pakai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2024 12:13:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita semua tahu kalau startup hadir untuk memecahkan masalah. Namun realitanya, para founder&#160;kerap kesulitan atau mengalami kebuntuan untuk memilih ide startup mana yang berpotensi menjadi&#160;sustainable business.&#160;Kalau kamu&#160;googling&#160;‘cara menghasilkan ide startup’, akan ada banyak tips di luar sana yang mungkin justru bikin kamu tambah pusing. Sebaliknya, kamu perlu menerapkan kerangka berpikir dalam menemukan ide yang sudah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pusing-mau-bikin-startup-apa-ini-kerangka-berpikir-yang-bisa-kamu-pakai/">Pusing Mau Bikin Startup Apa? Ini Kerangka Berpikir yang Bisa Kamu Pakai</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="c5b7">Kita semua tahu kalau startup hadir untuk memecahkan masalah. Namun realitanya, para founder<em>&nbsp;</em>kerap kesulitan atau mengalami kebuntuan untuk memilih ide startup mana yang berpotensi menjadi&nbsp;<em>sustainable business.&nbsp;</em>Kalau kamu&nbsp;<em>googling&nbsp;</em>‘cara menghasilkan ide startup’, akan ada banyak tips di luar sana yang mungkin justru bikin kamu tambah pusing.</p>



<p id="cd1f">Sebaliknya, kamu perlu menerapkan kerangka berpikir dalam menemukan ide yang sudah lebih banyak terbukti berhasil untuk startup yang sudah sukses.</p>



<p id="a1f2">Jadi, seperti apa kerangka berpikir untuk menghasilkan ide startup?</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Carilah FMF (<em>Founder</em> <em>Market Fit</em>)</strong></h3>



<p id="fb96">Istilah&nbsp;<em>founder market fit</em>&nbsp;diambil dari istilah&nbsp;<em>product market fit</em>. Di mana,&nbsp;<em>founder market fit&nbsp;</em>adalah keselarasan antara keterampilan, pengalaman, dan&nbsp;<em>passion&nbsp;</em>dari&nbsp;<em>founder</em>, sudah bisa memenuhi kebutuhan dan karakteristik dari pasar.</p>



<p id="c0f0">Dengan kata lain, cara terbaik untuk bisa menemukan ide startup adalah dengan memikirkan keahlian, pengalaman, dan hubungan (relasi), serta bagaimana hal tersebut bisa dimanfaatkan secara positif untuk membangun sebuah produk. Dengan menciptakan startup menggunakan keunggulan tersebut, artinya kamu mencapai&nbsp;<em>founder market fit</em>.</p>



<p id="99db">Jika kamu sudah punya rekan kerja atau<em>&nbsp;co-founder,&nbsp;</em>kamu dapat mempertimbangkan keahlian masing-masing dan menggabungkannya sehingga startupmu punya keunggulan unik (<em>unique value</em>).</p>



<p id="655f">Contohnya datang dari founder<em>&nbsp;</em>dan co-founder Microsoft, yaitu Paul Allen dan Bill Gates. Mereka punya&nbsp;<em>founder market fit</em>&nbsp;untuk Microsoft. Keduanya terampil dalam pemrograman komputer dan ilmu komputer, dan ide startup mereka memanfaatkan kedua keterampilan mereka dengan sempurna.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="acd1"><strong>2. Menyelesaikan masalah pribadi (<em>bottom up</em>)</strong></h3>



<p id="9f2d">Sudah banyak kisah nyata startup yang sukses di luaran sana ternyata berawal dari masalah pribadi yang dialami oleh para founder/co-foundernya. Contohnya datang dari para founder<em>&nbsp;</em>DoorDash yang berhasil membangun aplikasi pesan antar makanan. Startup mereka sukses besar lantaran mereka punya masalah besar tidak bisa mengirimkan makanan Thailand ke orang-orang yang tinggal di pinggiran kota. Mereka melihat kesulitan tersebut sebagai peluang dan menciptakan aplikasi pesan antar makanan yang mudah digunakan di mana saja.</p>



<p id="fa54">Buat kamu yang masih kuliah atau sudah bekerja, kamu bisa&nbsp;<em>flashback&nbsp;</em>dan memikirkan berbagai masalah yang sudah pernah kamu alami dalam kehidupan pribadi atau karir profesional. Lakukan&nbsp;<em>brainstorming,&nbsp;</em>dan pemetaan masalah yang memungkinkan munculnya peluang bisnis.</p>



<p id="8a39">Cara lainnya, kamu bisa memikirkan produk apa yang kamu harap orang lain bisa menciptakannya untukmu. Misalnya, kamu ingin punya aplikasi untuk membantumu antar jemput katering sehat dan menyesuaikan dengan kebutuhan dietmu. Nah, dari situ, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuatnya sendiri, alih-alih kamu berharap tidak pasti akan ada orang lain yang menciptakan aplikasi tersebut.</p>



<p id="9bb7">Sebenarnya tidak ada satupun manusia yang tidak punya masalah. Namun, jika kamu masih merasa kesulitan untuk memikirkan masalah, kamu bisa memikirkan ide produk baru untuk dipecahkan. Kamu bisa menempatkan diri di posisi orang lain atau melihat dari sudut pandang lain, sehingga memungkinkanmu untuk menemui masalah baru.</p>



<p id="9297">Salah satu praktik terbaik yang bisa kamu lakukan adalah membuat catatan harian selama minimal 15 hari. Kamu harus mencatat setiap masalah yang terjadi, agar membiasakan pola pikir sebagai founder.<em>&nbsp;</em>Di mana, founder punya kepekaan tinggi untuk mengubah masalah yang ada sebagai sebuah kesempatan bisnis yang prospektif. Selanjutnya, evaluasi catatanmu di hari ke-15 dan tentukan, wawasan apa yang bisa kamu ambil dari catatan tersebut untuk dipraktikkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b86c"><strong>3. Memunculkan ide terhadap sesuatu yang baru (<em>top down</em>)</strong></h3>



<p id="e86c">Ini berbeda dari poin sebelumnya, di mana ide yang hadir direalisasikan dari situasi terkini yang sedang terjadi. Contoh nyata adalah semua bisnis, produk, dan layanan baru yang muncul akibat pandemi COVID-19. Dari situasi pahit itu, ada banyak peraturan dan tantangan baru yang harus dihadapi agar kehidupan tetap berjalan normal.</p>



<p id="d4ce">Selama pandemi, banyak startup menciptakan aplikasi untuk melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Misalnya, penciptaan aplikasi bukti vaksinasi digital bagi mereka yang sering bepergian. Contohnya datang dari QuickHire, platform penemuan karir untuk tenaga kerja di bidang ekonomi dan jasa. QuickHire lahir karena begitu banyak orang yang kehilangan pekerjaan selama pandemi ini, terutama di industri jasa. Salah satu founder-nya yaitu Angela Muhwezi-Hall dan Deborah Gladney. Mereka melihat masalah tersebut sebagai hal yang genting dan membangun platform untuk membantu pekerja di industri jasa bisa mendapatkan pekerjaan dengan lebih mudah.</p>



<p id="c590">Itulah beberapa contoh kerangka berpikir yang bisa kamu terapkan dalam merintis startup. Tetap semangat dalam mencari solusi digital, founder!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="ed24"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="1eb8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="67ec"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----a0f16ae1fd32--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pusing-mau-bikin-startup-apa-ini-kerangka-berpikir-yang-bisa-kamu-pakai/">Pusing Mau Bikin Startup Apa? Ini Kerangka Berpikir yang Bisa Kamu Pakai</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesulitan Cari Ide untuk Produk Baru? Coba Terapkan 5 Langkah Ini!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kesulitan-cari-ide-untuk-produk-baru-coba-terapkan-5-langkah-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2024 08:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap harinya, beragam produk digital bermunculan di internet. Di tengah banyaknya persaingan, mendapatkan ide produk yang segar menjadi tantangan tersendiri. Tidak jarang, kita menghabiskan banyak waktu untuk mencari ide di internet, tetapi tidak kunjung menemukan ide produk yang menarik. Daripada hanya berselancar di internet, ada 5 langkah yang bisa kamu terapkan untuk mendapatkan ide baru. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kesulitan-cari-ide-untuk-produk-baru-coba-terapkan-5-langkah-ini/">Kesulitan Cari Ide untuk Produk Baru? Coba Terapkan 5 Langkah Ini!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="22b4">Setiap harinya, beragam produk digital bermunculan di internet. Di tengah banyaknya persaingan, mendapatkan ide produk yang segar menjadi tantangan tersendiri. Tidak jarang, kita menghabiskan banyak waktu untuk mencari ide di internet, tetapi tidak kunjung menemukan ide produk yang menarik.</p>



<p id="b9f0">Daripada hanya berselancar di internet, ada 5 langkah yang bisa kamu terapkan untuk mendapatkan ide baru. Sebelum itu, kamu perlu memahami dulu apa yang dimaksud dengan ide produk yang “bagus”.</p>



<p id="57d8">Produk yang bagus adalah yang dapat menyelesaikan masalah target audiens. Sebelum mencari ide, kamu harus menentukan masalah yang ingin kamu selesaikan. Selain itu, produk juga harus mempunyai<em>&nbsp;Unique Selling Proposition</em>&nbsp;(USP) yang membuatnya menonjol dari produk pesaing. Misalnya, USP produkmu adalah fiturnya yang unik, harga yang bersahabat, atau kecepatan pengiriman. Jangan lupa, ide produkmu harus punya potensi keuntungan untuk jangka panjang.</p>



<p id="1819">Nah,sekarang mari kita dalami langkah-langkah mencari ide produk, dilansir dari foundr.com :</p>



<p id="cff7"><strong>1. Tanyakan konsumen.</strong></p>



<p id="a043">Pepatah mengatakan, konsumen selalu tahu apa yang terbaik. Mintalah konsumen untuk mengisi kuisioner, atau wawancarai mereka untuk menemukan masalah yang bisa kamu selesaikan lewat produk baru.</p>



<p id="0d2a">Kalau kamu belum mempunyai konsumen, mulailah dari mengidentifikasi target pasar. Kamu bisa memulai startup dibidang yang kamu sukai, loh. Misalnya, kamu gemar mendaki gunung dan ingin membuat produk untuk para pendaki. Untuk mencari ide, kamu bisa bergabung dalam komunitas pendaki&nbsp;<em>online,</em>&nbsp;komunitas&nbsp;<em>backpacker,&nbsp;</em>dan lainnya. Cermati percakapan di komunitas tersebut lalu catat permasalahan yang sering dihadapi oleh para pendaki.</p>



<p id="a225"><strong>2. Ikuti perkembangan tren.</strong></p>



<p id="d6e3">Kunjungilah website&nbsp;<em>e-commerce</em>&nbsp;atau media sosial, lalu cari tahu produk yang sedang naik daun. Coba amati, apa yang membuat produk tersebut sangat laris? Bisakah kamu membuat produk serupa yang lebih baik?</p>



<p id="fcf4">Perlu diingat, digitalisasi membuat tren berkembang cepat. Kalau kamu terlambat mengikuti tren, kamu berisiko menghabiskan uang untuk produk yang sudah tidak menarik di mata konsumen.</p>



<p id="f2ea"><strong>3. Jangan takut untuk “mencuri” ide.</strong></p>



<p id="05f0">Di era serba ada ini, kamu tidak perlu memikirkan ide yang benar-benar original. Maksudnya, kamu bisa mencontoh produk orang lain, lalu tirulah dan modifikasi produk tersebut agar bisa lebih baik lagi.</p>



<p id="cfd6">Ketika membuat mobil listrik, Elon Musk sebenarnya tidak memiliki ide awal yang revolusioner. Dia membuat mobil dengan model yang sudah populer selama bertahun-tahun. Bedanya, dia memodifikasi mobil menjadi elektrik, sehingga berhasil mendapatkan perhatian konsumen dari berbagai negara.</p>



<p id="6222"><strong>4. Temukan masalahmu sendiri.</strong></p>



<p id="7103">Salah satu cara terbaik mencari ide adalah bertanya kepada diri sendiri. Kesulitan apa yang baru-baru ini kamu hadapi? Jangan meremehkan masalahmu, karena bisa jadi ada banyak orang yang mengalami masalah sepertimu. Mengubah masalahmu menjadi solusi adalah cara mencari ide dengan cepat tanpa perlu riset yang intensif.</p>



<p id="e6df">Coba lihat awal mula berdirinya Airbnb. Berawal dari kesulitan Joe Gebbia dan Brian Chesky untuk membayar uang sewa rumah, mereka memutuskan untuk menyewakan kasur angin di ruang tamu mereka kepada peserta konferensi di San Francisco. Hari berikutnya, mereka langsung membuat website. Enam hari kemudian, mereka sudah memiliki tiga orang penyewa!</p>



<p id="7baf"><strong>5. Eksperimen dengan<em>&nbsp;tools</em>&nbsp;AI.</strong></p>



<p id="0af4">Memang, AI (<em>Artificial Intelligence</em>) tidak bisa menggantikan peran&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;dalam berpendapat. Tapi setidaknya, kamu bisa mendapatkan bantuan dalam proses validasi ide produkmu.</p>



<p id="8509">Cobalah bertanya kepada ChatGPT tentang produk potensial di industri yang kamu minati. Lakukan percakapan dengan ChatGPT hingga kamu berhasil mengerucutkan ide produk. Kemudian, mintalah masukan yang bisa membantumu memperjelas ide produk tersebut.</p>



<p id="3eaa"><em>Founder,</em> itulah beberapa langkah mencari ide produk yang segar dan solutif! Dari kelima langkah di atas, mana yang sudah kamu terapkan?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="45e1"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="09ed"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="92dc"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kesulitan-cari-ide-untuk-produk-baru-coba-terapkan-5-langkah-ini/">Kesulitan Cari Ide untuk Produk Baru? Coba Terapkan 5 Langkah Ini!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karyawan Lama Cemas karena Founder yang Dulunya Dekat, Kini ‘Terasa Jauh’, Harus Bagaimana?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/karyawan-lama-cemas-karena-founder-yang-dulunya-dekat-kini-terasa-jauh-harus-bagaimana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2023 04:53:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat startup semakin berkembang dan menambahkan lebih banyak personil seperti karyawan baru di&#160;entry level&#160;dan juga manajer, karyawan awal bisa jadi merasa kehilangan sosok&#160;founder. Bayangkan sepertinya baru kemarin kamu sebagai&#160;founder&#160;bekerja dan duduk dengan enam orang karyawanmu, berbagi ruang yang sama, bahkan menggunakan meja yang sama. Obrolan ringan hingga berat semuanya dapat mengalir bebas, menjalin komunikasi dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/karyawan-lama-cemas-karena-founder-yang-dulunya-dekat-kini-terasa-jauh-harus-bagaimana/">Karyawan Lama Cemas karena Founder yang Dulunya Dekat, Kini ‘Terasa Jauh’, Harus Bagaimana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e164">Saat startup semakin berkembang dan menambahkan lebih banyak personil seperti karyawan baru di&nbsp;<em>entry level&nbsp;</em>dan juga manajer, karyawan awal bisa jadi merasa kehilangan sosok&nbsp;<em>founder.</em></p>



<p id="976f">Bayangkan sepertinya baru kemarin kamu sebagai&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>bekerja dan duduk dengan enam orang karyawanmu, berbagi ruang yang sama, bahkan menggunakan meja yang sama. Obrolan ringan hingga berat semuanya dapat mengalir bebas, menjalin komunikasi dan hubungan yang dekat dengan semua personil.</p>



<p id="d077">Kemudian, saat startup sudah semakin maju dan membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia, karyawan lama mungkin merasakan kecemasan karena&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>yang dulunya dekat dan mudah ditemui sehari-hari, sekarang terasa jauh. Jadi, apa yang perlu dilakukan&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>untuk mengatasi hal ini?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="25e6"><strong>1. Mendiskusikan dengan tim secara transparan</strong></h2>



<p id="1476">Startup yang semakin berkembang, perlu mengubah alur penyampaian informasi, cara kerja, dan mungkin banyak hal lainnya. Hal ini alamiah karena startup terus bertumbuh, akan tetapi&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>dan tim perlu mengelola ekspektasi. Dari yang semula semua informasi bisa menyebar dengan cepat karena semua tim bekerja dalam ruang yang sama, kini tentu saja berbeda.&nbsp;<em>Founder</em>&nbsp;perlu mengungkapkan keterbukaan informasi pada anggota timnya.</p>



<p id="f9b0">Misalnya, “Ini kabar yang menggembirakan karena startup kita semakin berkembang. Namun, ini artinya kita juga perlu mengubah cara kerja yang lama, dan sebagian dari kita tidak akan lagi mengetahui segala informasi dibandingkan sebelumnya.”</p>



<p id="5ad6">Di sisi lain, ini adalah kesempatan tepat untuk&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>agar bisa bertanya pada tim tentang apa saja yang mereka butuhkan dan di mana kesenjangan terbesar yang mereka rasakan. Ceritakan kepada mereka bahwa kamu sebagai&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>mampu membantu mereka. Namun, perlu digarisbawahi bahwa kamu mungkin tidak dapat memenuhi semua permintaan mereka. Contohnya, tidak semua karyawan akan tahu masalah yang ada di level direksi seperti yang mungkin terjadi di masa lalu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ebe4"><strong>2. Memastikan bahwa kamu sebagai&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>mudah dihubungi oleh anggota tim</strong></h2>



<p id="b7d0">Ini adalah salah satu cara untuk membangun kedekatan dengan karyawan.&nbsp;<em>Founder&nbsp;</em>perlu meluangkan waktu baik secara terstruktur atau tidak terstruktur. Misalnya dengan membuat jam kantor terbuka atau makan siang dan belajar untuk anggota tim selain bawahan langsung dari&nbsp;<em>founder.&nbsp;</em>Mengagendakan ‘jam buka kantor’ sebagai contoh 1–2 jam per minggu, artinya siapa saja dapat mampir ke kantor dan membuka sesi diskusi singkat dengan&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>(atau menggunakan&nbsp;<em>video conference&nbsp;</em>jika jarak jauh).</p>



<p id="5692">Kamu juga dapat memperjelas bahwa sesi diskusi tersebut bertujuan untuk mengobrol atau melontarkan ide, bukan untuk pengambilan keputusan atau membuat strategi yang membutuhkan jangka waktu lama dalam membahasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="fdcc"><strong>3. Menetapkan batasan dan mendorong ‘karyawan lama’ untuk rajin berkonsultasi dengan atasannya</strong></h2>



<p id="c208">Bagi sebagian ‘karyawan lama’, sosok&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>bisa jadi teman dekat karena dahulu sering berdiskusi langsung dalam satu ruangan. Namun, sekarang situasinya menjadi berbeda. Sebagai&nbsp;<em>founder,&nbsp;</em>kamu tetap bisa bersikap terbuka untuk mendengarkan ide atau keluhan mereka, akan tetapi kamu bisa mengarahkan mereka ke atasan barunya dalam mengambil keputusan.</p>



<p id="b036">Dengan begitu, kamu menetapkan batasan sekaligus menjalin komunikasi yang terbuka dengan karyawan lama. Sebenarnya hal ini tidak berlaku untuk karyawan lama saja dan dapat diaplikasikan untuk semua karyawan. Cara tersebut dapat membangun hubungan komunikasi yang menciptakan budaya transparansi, percaya, dan hormat di antara anggota tim startup.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="7855"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8b02"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="719c"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----8336f24ff96b--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/karyawan-lama-cemas-karena-founder-yang-dulunya-dekat-kini-terasa-jauh-harus-bagaimana/">Karyawan Lama Cemas karena Founder yang Dulunya Dekat, Kini ‘Terasa Jauh’, Harus Bagaimana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tetap Relevan di Tengah Persaingan Bisnis, Bagaimana Caranya?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tetap-relevan-di-tengah-persaingan-bisnis-bagaimana-caranya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2023 04:49:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Culture]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Competition]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10137</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dunia bisnis semakin modern dan dinamis, di mana lingkungan bergerak cepat dan banyak hal berhasil dilakukan lewat jarak jauh. Untuk itu,&#160;founder&#160;harus bisa tetap relevan dengan keadaan terkini dan tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan strategi&#160;agile. Strategi&#160;agile&#160;menawarkan hal yang berbeda dari strategi tradisional.&#160;Agile&#160;memprioritaskan tindakan, kemajuan, dan pemikiran cepat, dibandingkan dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tetap-relevan-di-tengah-persaingan-bisnis-bagaimana-caranya/">Tetap Relevan di Tengah Persaingan Bisnis, Bagaimana Caranya?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b681">Dunia bisnis semakin modern dan dinamis, di mana lingkungan bergerak cepat dan banyak hal berhasil dilakukan lewat jarak jauh. Untuk itu,&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>harus bisa tetap relevan dengan keadaan terkini dan tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan strategi&nbsp;<em>agile.</em></p>



<p id="6ba2">Strategi&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>menawarkan hal yang berbeda dari strategi tradisional.&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;memprioritaskan tindakan, kemajuan, dan pemikiran cepat, dibandingkan dengan menganalisis secara berlebihan.</p>



<p id="4b63">Strategi&nbsp;<em>agile</em>&nbsp;tidak menjabarkan tentang perencanaan rinci, melainkan lebih fokus pada melaksanakan implementasi secara berulang. Pada umumnya, ini terdiri dari tiga prinsip, yaitu memahami konteks, mengembangkan strategi, dan melaksanakan tindakan.</p>



<p id="3082">Strategi ini juga menghilangkan kebutuhan rencana yang ekstensif, di mana strategi dapat dirancang dan di saat yang bersamaan dapat diimplementasikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1314"><strong>Mengapa strategi<em>&nbsp;agile&nbsp;</em>sangat cocok diterapkan untuk startup?</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Mendorong fleksibilitas</strong></h3>



<ol class="wp-block-list">
<li></li>
</ol>



<p id="86f0">Startup harus beradaptasi dalam lingkungan yang berubah dengan cepat agar bisa terus tumbuh. Pada umumnya, startup punya keterbatasan terhadap sumber daya, sehingga membutuhkan penyusunan strategi&nbsp;<em>agile</em>&nbsp;yang memungkinkan fleksibilitas.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7b58"><strong>2. Berpikir kreatif dan menentukan prioritas</strong></h3>



<p id="2257">Strategi&nbsp;<em>agile</em>&nbsp;juga mendorong pemikiran kreatif sehingga kita bisa mengeksplorasi banyak peluang baru. Menyusun strategi&nbsp;<em>agile juga&nbsp;</em>membantu&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>untuk memecahkan masalah dengan titik kritis dan peluang yang bernilai tinggi. Karena keterbatasan sumber daya dan waktu, penting sekali untuk bisa menginvestasikan energi pada bidang yang diperkirakan dapat menghasilkan keuntungan besar.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="5451"><strong>3. Eksekusi yang cepat</strong></h3>



<p id="e6ef">Strategi&nbsp;<em>agile&nbsp;</em>memungkinkan&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;untuk menerapkannya dengan lincah dan diputuskan secara cepat. Misalnya, seperti merespon perubahan pasar dengan cepat dan tren yang muncul.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4290"><strong>Lalu, bagaimana aturan dan prinsip inti dari&nbsp;<em>agile?</em></strong></h2>



<p id="b8b2">Mengutip dari artikel entrepreneur.com, ada beberapa prinsip utama yang perlu kamu terapkan saat menggunakan strategi&nbsp;<em>agile,&nbsp;</em>yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Fokus pada tantangan yang paling kritis dan peluang bernilai tertinggi, daripada tujuan yang terlalu diagung-agungkan.</li>



<li>Mengatasi tantangan dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, alih-alih membuat rencana tiga hingga lima tahun yang kaku.</li>



<li>Masukkan kembali inovasi ke dalam strategi. Hindari membuat tolok ukur praktik terbaik dan sebaliknya, mendorong pemikiran kreatif.</li>



<li>Menggunakan pendekatan strategi yang selalu aktif, daripada memperlakukannya sebagai acara tahunan.</li>



<li>Berpikir sambil melakukan, daripada bekerja di balik pintu ruang rapat yang tertutup.</li>



<li>Melibatkan orang-orang dalam percakapan, daripada hanya mengandalkan analitik dan PowerPoint.</li>



<li>Mengambil kepemilikan dan tanggung jawab atas strategi, alih-alih menyerahkannya kepada konsultan.</li>
</ul>



<p id="35ae">Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menantang aturan tradisional yang dirasa sudah tidak relevan dengan situasi saat ini. Akan lebih bijaksana apabila kita dapat memanfaatkan kekuatan dari strategi&nbsp;<em>agile</em>. Untuk itu,&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>dan tim di startup harus menggunakan pola pikir aktif. Terus berpikir sembari bertindak. Mental harus dipupuk untuk dapat menghadapi masa sulit dengan tangguh dan percaya diri. Perkuat strategi dengan fokus untuk menyelesaikan masalah kritis dan melihat celah dan peluang yang bernilai.</p>



<p id="b67a">Semangat terus,&nbsp;<em>founder!</em></p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="4a20"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2fad"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b3d0"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----540817033b2f--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tetap-relevan-di-tengah-persaingan-bisnis-bagaimana-caranya/">Tetap Relevan di Tengah Persaingan Bisnis, Bagaimana Caranya?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Critical Mass Theory of Startups: Mengapa Kecepatan Menjadi Kunci Kesuksesan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/critical-mass-theory-of-startups-mengapa-kecepatan-menjadi-kunci-kesuksesan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2023 01:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Culture]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Lessons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9926</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam dunia startup, waktu adalah aset yang sangat berharga. Kesuksesan atau kegagalan sering kali ditentukan oleh seberapa efisien dan cepat sebuah perusahaan dapat beradaptasi, berkembang, dan merespons perubahan pasar. Kamu dituntut untuk meluncurkan produk atau layanan lebih cepat daripada kompetitor, bisa mengumpulkan modal dengan cepat, dan mampu merespons&#160;feedback&#160;pelanggan sesegera mungkin, karena setiap hari yang terbuang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/critical-mass-theory-of-startups-mengapa-kecepatan-menjadi-kunci-kesuksesan/">Critical Mass Theory of Startups: Mengapa Kecepatan Menjadi Kunci Kesuksesan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page-----1fa54ddb5c8b--------------------------------"></a>Dalam dunia startup, waktu adalah aset yang sangat berharga. Kesuksesan atau kegagalan sering kali ditentukan oleh seberapa efisien dan cepat sebuah perusahaan dapat beradaptasi, berkembang, dan merespons perubahan pasar.</p>



<p id="802a">Kamu dituntut untuk meluncurkan produk atau layanan lebih cepat daripada kompetitor, bisa mengumpulkan modal dengan cepat, dan mampu merespons&nbsp;<em>feedback&nbsp;</em>pelanggan sesegera mungkin, karena setiap hari yang terbuang bisa membuatmu berisiko melewatkan peluang-peluang baru.</p>



<p id="9844">Oleh karena itu, dalam lingkungan yang dinamis seperti ini, kemampuan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak dan mengambil tindakan dengan cepat adalah kunci kesuksesan sebuah startup.</p>



<p id="c210">Ada yang namanya “Critical Mass Theory of Startups”, yaitu kerangka kerja untuk membantumu memahami kapan waktu yang tepat untuk memulai sebuah startup. Ini merupakan titik kritis di mana produk atau pasar mengalami transformasi yang cepat atau bahkan sangat mendadak, yaitu&nbsp;<strong>saat tersedia teknologi pendukung, adanya dorongan ekonomi, dan lahirnya budaya baru.</strong></p>



<p id="1958">Simak artikel ini untuk penjelasan lebih lengkapnya, ya!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d34c"><strong>1. Ketersediaan Teknologi Pendukung</strong></h3>



<p id="a16b">Salah satu faktor penting dalam menentukan&nbsp;<em>timing&nbsp;</em>yang tepat adalah ketersediaan teknologi pendukung. Adanya asisten virtual seperti Alexa, layanan&nbsp;<em>online streaming&nbsp;</em>seperti Twitch dan Netflix, dan perangkat yang dapat dikenakan seperti AirPods tidak dapat berjalan dengan sempurna tanpa teknologi seperti&nbsp;<em>low-latency voice recognition</em>&nbsp;(pengenalan suara latensi rendah),&nbsp;<em>smartphone</em>,&nbsp;<em>Bluetooth,&nbsp;</em>dan sensor.</p>



<p id="9827">Jika sebuah startup memasuki pasar tanpa memanfaatkan infrastruktur teknologi yang tepat, peluang mereka untuk menarik perhatian pasar akan sangat terbatas. Kamu bisa belajar dari para pendiri perusahaan terkemuka di dunia. Karena, mereka pasti memiliki pemahaman yang mendalam tentang evolusi teknologi dan mampu memprediksi kapan teknologi yang mereka gunakan berada pada titik puncaknya serta siap mengalami perubahan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="8497"><strong>2. Dorongan Ekonomi</strong></h3>



<p id="9b4b">Sebagai&nbsp;<em>founder,&nbsp;</em>kamu harus selalu&nbsp;<em>update&nbsp;</em>dengan tren perkembangan ekonomi agar dapat menciptakan peluang baru. Tren ini bisa termasuk pergeseran dari bisnis yang tidak menguntungkan menjadi menguntungkan, atau transformasi dari produk dan layanan yang mahal menjadi terjangkau berkat skala ekonomi.</p>



<p id="6566">Peluang juga bisa muncul ketika layanan yang sebelumnya terjangkau menjadi mahal, seperti pendidikan atau perawatan anak. Harga yang tinggi, seperti langganan TV kabel telah mendorong pertumbuhan layanan&nbsp;<em>streaming&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>gig economy</em>.</p>



<p id="7889">Selain itu, faktor-faktor makroekonomi seperti resesi telah menciptakan&nbsp;<em>sharing economy</em>, seperti perusahaan Airbnb dan Lyft yang muncul setelah krisis keuangan.&nbsp;<em>Sharing economy&nbsp;</em>sendiri adalah aktivitas ekonomi yang memanfaatkan teknologi untuk memfasilitasi individu dalam meminjamkan atau menyewakan asetnya kepada pihak lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="0861"><strong>3. Lahirnya Budaya Baru</strong></h3>



<p id="f853">Cara kita berinteraksi dengan teknologi berubah dengan cepat dan perubahan perilaku tersebut dapat memengaruhi kesuksesan suatu segmen pasar.</p>



<p id="6d5d">Contohnya, kesuksesan Instagram yang melibatkan perubahan budaya yang terjadi selama 20 tahun, yakni mulai dari munculnya platform&nbsp;<em>blogging&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>vlogging</em>, hingga munculnya Facebook dan budaya&nbsp;<em>selfie</em>. Para pelopor Instagram telah berhasil mengubah pandangan masyakat dari berbagi foto atau video dengan orang asing di internet adalah kegiatan berbahaya menjadi kegiatan lazim di mana semua orang bebas berbagi foto atau video di akun mereka.</p>



<p id="73ea">Penerimaan budaya baru ini mungkin terasa abstrak, tetapi hal ini merupakan bagian penting dari kesuksesan suatu segmen pasar. Selain itu, perubahan budaya dapat mengarah pada perubahan regulasi yang dapat memiliki dampak besar pada keberlanjutan suatu segmen tertentu.</p>



<p id="e140">Kamu mungkin tidak selalu bisa mengendalikan ketiga hal tersebut, karena semuanya juga tergantung pada faktor-faktor di luar kendalimu. Namun, dengan memahami dan menggabungkan elemen-elemen tersebut, kamu bisa menemukan peluang baru dalam berbisnis yang tentunya akan memengaruhi masa depan startupmu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="16b0"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="a72f"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c766"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/critical-mass-theory-of-startups-mengapa-kecepatan-menjadi-kunci-kesuksesan/">Critical Mass Theory of Startups: Mengapa Kecepatan Menjadi Kunci Kesuksesan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Hal Ini dapat Meningkatkan Keterampilan Menulis Bisnis</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-hal-ini-dapat-meningkatkan-keterampilan-menulis-bisnis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2023 10:13:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9293</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang pendiri, ketua tim, hingga anggota startup sekalipun, pasti akan membutuhkan keterampilan menulis sesuai dengan bidang yang dijalaninya. Ilmu menulis dalam bidang bisnis dibutuhkan ketika sedang menyusun email untuk rekan kerja, membuat laporan penting untuk dewan, atau menulis ucapan terima kasih untuk pelanggan. Di bawah ini ada lima hal yang dapat kamu manfaatkan untuk memikat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-hal-ini-dapat-meningkatkan-keterampilan-menulis-bisnis/">5 Hal Ini dapat Meningkatkan Keterampilan Menulis Bisnis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="f954">Seorang pendiri, ketua tim, hingga anggota startup sekalipun, pasti akan membutuhkan keterampilan menulis sesuai dengan bidang yang dijalaninya. Ilmu menulis dalam bidang bisnis dibutuhkan ketika sedang menyusun email untuk rekan kerja, membuat laporan penting untuk dewan, atau menulis ucapan terima kasih untuk pelanggan. Di bawah ini ada lima hal yang dapat kamu manfaatkan untuk memikat pembaca dan membantu pesanmu semakin melekat di benak mereka. Ini ditulis berdasarkan artikel yang dimuat dalam Harvard Business Review dan ditulis oleh Bill Birchard, seorang penulis dan pelatih menulis yang telah bekerja sama dengan banyak pebisnis sukses. Berikut adalah rangkumannya.</p>



<p id="faae"><strong>1.&nbsp;<em>Simplicity</em>/kesederhanaan</strong></p>



<p id="d512">Menulis kalimat yang sederhana lebih mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat yang pendek, kata-kata yang familiar, dan sintaksis yang sederhana membuat pembaca tidak perlu mengerahkan banyak tenaga untuk memahami maksudmu. Sebaliknya, kalimat majemuk atau bertingkat atau kalimat pasif dapat memotong akurasi pemahaman sebesar 10% dan membutuhkan sepersepuluh detik lebih lama ketika orang membacanya.</p>



<p id="2499">Contohnya, daripada menulis ‘profit disukai oleh investor’, akan lebih baik diganti dengan ‘investor menyukai profit’. Tips untuk menulis sederhana adalah dengan membuang kata-kata asing dan menggunakan kalimat aktif. Taktik lainnya adalah mengunggulkan apa yang benar-benar penting dan membuang detail yang terlalu panjang.</p>



<p id="bd15"><strong>2.&nbsp;<em>Specificity/</em>kekhususan</strong></p>



<p id="21c3">Memilih kata yang spesifik pada tulisan dapat membangkitkan petak sirkuit. Lebih baik memilih ‘merpati’ dibandingkan ‘burung’, atau menghapus ‘makanan’ dan memilih ‘nasi goreng’. Menurut penelitian, kata-kata yang lebih spesifik berhasil mengaktifkan lebih banyak neuron di bagian visual dan jalur motorik otak daripada kata-kata umum, yang berarti kata-kata tersebut membuat otak memproses makna dengan lebih kuat.</p>



<p id="31fe">Menggunakan bahasa yang lebih jelas dan gamblang akan memberi penghargaan kepada pembaca. Trik lainnya yang bisa kamu gunakan adalah menampilkan frase singkat yang mudah diingat untuk membantu pembaca mempertahankan pesan yang kamu sampaikan. Misalnya ‘tipping point’ dari Malcolm Gladwell. Frasa ‘blue ocean strategy’ dari Guru manajemen W. Chan Kim dan Renée Mauborgne, serta ; essayist Nassim Nicholas Taleb, “black swan event.”</p>



<p id="3692">Taktik spesifisitas lainnya adalah memberi pembaca frase singkat yang mudah diingat untuk membantu mereka mempertahankan pesan Anda. Malcolm Gladwell menciptakan “titik kritis”. Guru manajemen W. Chan Kim dan Renée Mauborgne datang dengan “strategi samudra biru”; penulis esai Nassim Nicholas Taleb, “peristiwa angsa hitam”.</p>



<p id="1dc5"><strong>3.&nbsp;<em>Surprise</em>/kejutan</strong></p>



<p id="ecce">Pembaca ternyata menyukai kejutan. Dilihat dari sisi sains, otak terhubung untuk membuat prediksi tanpa henti, termasuk menebak kata berikutnya yang muncul di setiap baris teks. Untuk itu, kamu perlu menyelipkan beberapa kejutan yang membuat pesanmu melekat di benak pembaca. Dengan kejutan, pembaca akan menelusuri, mempelajari, dan menyimpan informasi yang didapatkannya. Memberi kejutan juga dapat berupa menyuguhkan pembaca hal-hal yang baru serta menggunakan permainan kata yang tidak biasa.</p>



<p id="440d"><strong>4.&nbsp;<em>Stirring language</em>/menggunakan bahasa yang ‘emosional’</strong></p>



<p id="a1f5">Untuk memikat hati pembaca, jangan mengandalkan kalimat yang membujuk lewat logika. Kamu dapat ‘membius’ pembaca dan membuat mereka merasa hanyut ketika membaca tulisanmu. Itu artinya, pembaca merasa fokus dan berusaha memahami tulisanmu. Tipsnya, kamu dapat menggunakan bahasa yang cenderung emosional, daripada logika (akan tetapi, perhatikan konteks bacaaannya juga, ya). Dalam ilmu sains, otak memproses konotasi emosional sebuah kata dalam waktu 200 milidetik setelah membacanya. Itu jauh lebih cepat daripada arti yang kita pahami. Jadi, ketika kita membaca materi yang bermuatan emosi, kita secara refleks bereaksi dengan perasaan. Misalnya perasaan takut, gembira, kagum, muak, dan lain-lain, karena otak kita telah dilatih untuk merespons dengan cara seperti itu. Contohnya, daripada menulis tentang ‘menantang persaingan’, kamu bisa menggunakan kalimat ‘mengecoh persaingan’, atau menggunakan kiasan lain sebagai metafora.</p>



<p id="e9a9"><strong>5.&nbsp;<em>Social content</em>/konten sosial</strong></p>



<p id="13dc">Menurut studi, otak manusia menginginkan sebuah hubungan, bahkan dalam apa yang kita baca. Beberapa unsur menarik yang bisa dimasukkan dalam bahan tulisan adalah deskripsi tentang orang, pemikiran orang, dan lain-lain yang memuat konten sosial. Bagian yang menyebutkan tentang orang atau kegiatan yang dilakukan, akan mengaktifkan otak serta menafsirkan sinyal sosial. Beberapa cara agar pembaca dapat terhubung denganmu serta tulisanmu adalah mengungkapkan lebih banyak hal atau jejak diri di dalamnya. Kamu dapat menuliskan suara atau pendapat, sudut pandang manusia, pandangan dunia, kosa kata, kecerdasan, sintaksis, hingga ritme puitis. Trik lainnya untuk melibatkan pembaca adalah menggunakan kata ganti orang kedua (kamu atau Anda).</p>



<p id="bf8a">Kelima hal tadi dapat kamu manfaatkan untuk dapat melibatkan pembaca ke dalam tulisan untuk tujuan bisnismu. Itu terbukti karena relevan dengan ilmu sains dan cara kerja otak manusia. Kelima hal tersebut apabila digunakan dengan tepat dapat memicu respons saraf dan membuat otak semakin memahami bacaan atau semakin terlatih. Selamat mencoba, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="665e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d78e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6cb2"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----3e9bb6a57439--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-hal-ini-dapat-meningkatkan-keterampilan-menulis-bisnis/">5 Hal Ini dapat Meningkatkan Keterampilan Menulis Bisnis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nggak Perlu Cari Ide yang Sempurna! Memangnya Kenapa?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/nggak-perlu-cari-ide-yang-sempurna-memangnya-kenapa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 01:20:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah tidak, kamu mengalami momen ketika lagi&#160;stuck&#160;dan buntu? Kamu merasa bahwa ide yang kamu miliki ‘nggak bagus-bagus amat’ dan tidak sempurna. Namun, tahukah kamu, bahwa semakin banyak waktu yang kamu habiskan untuk mengejar ‘ide yang brilian dan sempurna’, ternyata semakin sedikit waktumu yang tersisa untuk menyempurnakan ide tersebut, lho. Terus, percayakah kamu, kalau ternyata ide [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/nggak-perlu-cari-ide-yang-sempurna-memangnya-kenapa/">Nggak Perlu Cari Ide yang Sempurna! Memangnya Kenapa?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="7c06">Pernah tidak, kamu mengalami momen ketika lagi&nbsp;<em>stuck</em>&nbsp;dan buntu? Kamu merasa bahwa ide yang kamu miliki ‘nggak bagus-bagus amat’ dan tidak sempurna. Namun, tahukah kamu, bahwa semakin banyak waktu yang kamu habiskan untuk mengejar ‘ide yang brilian dan sempurna’, ternyata semakin sedikit waktumu yang tersisa untuk menyempurnakan ide tersebut, lho.</p>



<p id="69be">Terus, percayakah kamu, kalau ternyata ide yang sempurna itu cuma mitos? Ssst, ini bisa jadi fakta kalau kamu masih ngotot mencari ide yang sempurna. Padahal, ide yang sempurna itu tidak ada. Iya benar, tidak ada!</p>



<p id="e1cc">Jadi begini, sesempurna apa pun ide-mu, itu masih jadi sebuah konsep. Bukan realita, karena kamu belum mewujudkannya. Faktanya, di dunia realita, idemu akan dihajar sebanyak-banyaknya hingga hampir tidak menyerupai ide awal yang mungkin terpikirkan di otakmu.</p>



<p id="1804">Seringkali, kita terjebak dalam anggapan bahwa ide yang kita miliki sudah tepat. Padahal, ini bisa jadi pertanda buruk jika kamu hanya terus memikirkannya, dan bukan merealisasikannya. Sejatinya, ide hanyalah sebuah tahapan untuk iterasi. Sebab, ide bukanlah sesuatu yang sudah lengkap sejak awal. Ide perlu disempurnakan melalui proses iterasi. Dibentuk, diedit, diperlengkap, dan dimodifikasi hingga proses akhir. Jangan pernah lelah untuk melakukan tahapan ini berulang, karena memang begitulah tahapan merealisasikan ide.</p>



<p id="a1ed">Cobalah untuk menerapkan pola pikir seperti ini. Bayangkan idemu adalah sebuah titik yang kamu pegang sedari awal. Gunakan titik ini untuk membuat pola bergulir. Jangan terlalu risau tentang seberapa dekat pola yang kamu buat dari titik pertama. Pastikan bahwa pola tersebut membentuk sebuah gambar yang akhirnya disukai oleh target audiens yang tepat.</p>



<p id="91b3">Beberapa mitos lain tentang ide yang cukup mengganggu antara lain: ide itu harus orisinal. Sebaliknya, tidak ada ide yang orisinal! Jadi, jangan takut apabila idemu kamu rasa sebagai cara lama, tidak sesuai tren, dan lain-lain. Yang terpenting adalah kamu berani dalam merealisasikan idemu sehingga terbentuk menjadi produk atau karya yang bermanfaat dan digunakan oleh target market yang kamu sasar. Jadi, sudah siapkah kamu memberanikan diri dalam meluapkan idemu, apa pun keadaannya? Dan, sudah siapkah kamu merealisasikannya?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="2cbb"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2722"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="47e9"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----47fff928d946--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/nggak-perlu-cari-ide-yang-sempurna-memangnya-kenapa/">Nggak Perlu Cari Ide yang Sempurna! Memangnya Kenapa?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Kerangka Ide untuk Mantapkan Startupmu￼</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-kerangka-ide-untuk-mantapkan-startupmu%ef%bf%bc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2022 06:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7565</guid>

					<description><![CDATA[<p>Proses pengembangan ide&#160;startup&#160;sering kali menjadi proses paling mendebarkan bagi banyak perintis&#160;startup. Di sinilah semua ide brilian,&#160;passion, impian, sampai ambisi kamu bisa dicurahkan. Nah, supaya proses penting ini tidak hanya menjadi sebuah euforia semata, mari pelajari bagaimana caranya supaya kamu bisa memantapkan idemu dengan kerangka pemikiran yang lebih apik! Jangan Takut Berpikir Jangka Panjang Founders&#160;kerap terjebak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-kerangka-ide-untuk-mantapkan-startupmu%ef%bf%bc/">5 Kerangka Ide untuk Mantapkan Startupmu￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b485">Proses pengembangan ide&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;sering kali menjadi proses paling mendebarkan bagi banyak perintis&nbsp;<em>startup</em>. Di sinilah semua ide brilian,&nbsp;<em>passion</em>, impian, sampai ambisi kamu bisa dicurahkan. Nah, supaya proses penting ini tidak hanya menjadi sebuah euforia semata, mari pelajari bagaimana caranya supaya kamu bisa memantapkan idemu dengan kerangka pemikiran yang lebih apik!</p>



<p id="9d01"><strong>Jangan Takut Berpikir Jangka Panjang</strong></p>



<p id="1158">F<em>ounders&nbsp;</em>kerap terjebak dalam perbedaan ‘berpikir futuristik’ dan ‘berpikir tidak realistis’. Berpikir jangka panjang merupakan salah satu kelebihan yang harus dimiliki seorang&nbsp;<em>founders</em>&nbsp;untuk bisa mempertahankan napas dari&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang ia miliki dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan klien.</p>



<p id="98d3">Masa depan memang sulit diprediksi. Namun, pola pikir yang terbuka dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang digunakan oleh&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;sangat penting sebagai daya pembeda&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;dengan jenis bisnis lainnya. Menurut Howard Morgan (<em>co-founder</em>&nbsp;dari First Round Capital), besar-kecilnya sebuah ide tidak dibedakan dari pendiri&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>baru ataupun lama, melainkan dari rasa berani mereka dalam proses&nbsp;<em>ideation</em>. Hindarilah rasa malu dalam berpikir futuristik.</p>



<p id="2cf5"><strong>Gunakan Jurus ‘3 Pertanyaan’</strong></p>



<p id="653c">Ada 3 pertanyaan yang bisa kamu gunakan untuk memetakan ide&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;yang ada di kepalamu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>“<em>Apa permasalahan di sekitar saya yang bisa saya pecahkan?</em>”&nbsp;</strong>— Cakupan area yang bisa kamu gunakan untuk dijadikan target bisa bervariasi. Kenali kapasitas dirimu dan tentukan cakupanmu sejak awal, sebab hal ini juga bisa berkaitan erat dengan target dari&nbsp;<em>market</em>&nbsp;pada&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu ke depannya.</li><li></li><li><strong>“<em>Apa kelebihan saya yang bisa bermanfaat bagi bisnis ini?</em>”&nbsp;</strong>— Konsep kenal diri penting bagi pengembangan karier kamu sebagai seorang&nbsp;<em>founder</em>. Kenali apa saja kelebihan kamu sebagai seorang&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;(<em>public speaking, financing, IT,&nbsp;</em>dan lainnya), dan mantapkan poin tersebut. Jika ada kelebihan yang mau kamu kuasai, jangan ragu dan menunda latihanmu. Sebab, menjadi seorang&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;yang menguasai maupun perhatian akan aspek-aspek lain dalam bisnis, akan membantu kamu semakin berkembang dan kuat.</li><li></li><li><strong>“<em>Bagaimana ide ini bisa menjadi bisnis yang berkelanjutan?</em>”&nbsp;</strong>— Sangat disayangkan bila sebuah ide luar biasa mati begitu saja karena ketidakmampuan tim maupun pendiri untuk konsisten dalam menjalankannya. Selain memiliki ide yang keren, kamu pun harus memikirkan kapasitas, sumber daya, dan kemampuan kamu serta tim kamu dalam melanjutkan bisnis tersebut sampai jangka panjang. Maka saat kamu&nbsp;<em>brainstorming</em>, jangan lupa untuk ajak rekan bisnismu mengelaborasi pertanyaan ini.</li><li></li></ul>



<p id="2d23"><strong>Cari Ide dari Tempat yang Tak Terduga</strong></p>



<p id="cb36">Mencari ide maupun hal-hal positif yang dapat dicontoh dari lini&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;lain merupakan hal yang lumrah. Meski&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu bergerak di bidang investasi, tidak ada salahnya melihat contoh-contoh baik; teknologi yang dipakai, pengelolaan&nbsp;<em>cash flow</em>, pengembangan prototipe atau proses MVT dari bidang transportasi maupun F&amp;B. Dengan cermat, kamu bisa mengadaptasi hal-hal tak terduga tersebut menjadi sebuah inovasi.</p>



<p id="91ab">Luasnya wawasan kamu akan trik dan cara&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;lain bertahan di dalam dinamika bisnis akan membuat kamu menjadi&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;yang&nbsp;<em>open-minded</em>&nbsp;dan bisa berkreasi&nbsp;<em>out of the box</em>.</p>



<p id="91c5"><strong>Gunakan ‘Jobs-to-be-Done’ Framework</strong></p>



<p id="c299">Sunita Mohandy, seorang&nbsp;<em>angel investor</em>, menggunakan JBDT (<em>jobs-to-be-done</em>)&nbsp;<em>framework</em>. Pada&nbsp;<a href="https://docs.google.com/document/d/1NmKemkMOJh4DVLmTMhVUgLjG9i0_-5mqsEdCQcYH6wI/edit" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>docs</em></a>&nbsp;ini, ia telah menjabarkan kerangka pikiran yang biasa ia pakai pasca kelulusannya dari Standford University.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1280/0*YFq2f3bvej94nTz5" alt=""/></figure>



<p id="6119">Foto di atas juga merupakan salah satu bagan yang digunakan untuk menggagas ide&nbsp;<em>startup</em>. Sebagai contoh, bagan ini bisa digunakan untuk mengetahui pekerjaan atau kesempatan apa yang sebaiknya dihindari karena tidak begitu menghasilkan dalam proses-proses awal pembentukan&nbsp;<em>startup</em>.</p>



<p id="4d88"><strong>Biarkan Idemu ‘Resting’ Sebentar</strong></p>



<p id="edcc">Dalam menggagas sebuah ide, seorang pemimpin kerap ingin segera merealisasikan idenya ke dalam bentuk yang ia inginkan. Sebaiknya, dalam tahap&nbsp;<em>ideation</em>&nbsp;ini, kamu bisa menggunakan waktu untuk beristirahat dari&nbsp;<em>euforia</em>&nbsp;dan menyempurnakan lagi idemu sesuai dengan keadaan yang ada. Gunakan juga waktu luang ini untuk memprediksikan apa yang akan terjadi pada saat kamu memulai eksekusi dari idemu.</p>



<p id="e846">Memberi ruang kepada idemu sebelum direalisasikan akan membuatmu lebih terbuka dan teliti terhadap kekurangan yang sekiranya muncul dalam idemu. Kamu bisa melihat kekurangan dari idemu dengan sudut pandang ‘orang ketiga’, terutama bila kamu membuat&nbsp;<em>framework&nbsp;</em>dalam bentuk tulisan maupun visualisasi lainnya yang bisa dijadikan acuan.</p>



<p id="dcbe">Tidak ada kata berhenti dalam menyempurnakan&nbsp;<em>startup</em>, jadi jangan menyerah ya!</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-kerangka-ide-untuk-mantapkan-startupmu%ef%bf%bc/">5 Kerangka Ide untuk Mantapkan Startupmu￼</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Asal Muasal Metode ‘Agile’? Ini Sejarah Singkatnya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-asal-muasal-metode-agile-ini-sejarah-singkatnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2022 09:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Storyteller]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7463</guid>

					<description><![CDATA[<p>‘Agile’ adalah sebuah metode yang menjadi hits di kalangan anak-anak startup dan menjadi salah satu cara yang sering digunakan karena fleksibilitasnya serta manfaat lainnya. Namun, apakah kamu pernah mendengar tentang sejarah konsep serta metode&#160;Agile? Sebagai permulaan,&#160;Agile&#160;adalah metode pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara berulang.&#160;Agile&#160;juga disebut sebagai kerangka kerja atau&#160;framework&#160;dengan beberapa metode yang bisa dimanfaatkan sesuai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-asal-muasal-metode-agile-ini-sejarah-singkatnya/">Bagaimana Asal Muasal Metode ‘Agile’? Ini Sejarah Singkatnya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="ca26">‘Agile’ adalah sebuah metode yang menjadi hits di kalangan anak-anak startup dan menjadi salah satu cara yang sering digunakan karena fleksibilitasnya serta manfaat lainnya. Namun, apakah kamu pernah mendengar tentang sejarah konsep serta metode&nbsp;<em>Agile</em>?</p>



<p id="1cd7">Sebagai permulaan,&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;adalah metode pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara berulang.&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;juga disebut sebagai kerangka kerja atau&nbsp;<em>framework</em>&nbsp;dengan beberapa metode yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.</p>



<p id="0572"><em>Agile</em>&nbsp;menjadi nge-<em>hype&nbsp;</em>karena menuntut kecepatan dalam menangani permintaan pengguna atau klien. Secara sederhananya, fokus tim bukan hanya pada pengembangan produk, melainkan sekaligus menggali masukan dari pengguna. Prinsip dari metode&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;tidak hanya dipraktikkan dalam pembuatan perangkat lunak saja. Melainkan, dapat digunakan untuk industri lain, bahkan organisasi.</p>



<p id="ba60">Lantas, seperti apa sejarah singkat tentang&nbsp;<em>Agile</em>?</p>



<p id="658c">Pada 2001, ada 17 orang pengembang (<em>developer</em>) yang menyebut dirinya sebagai anarkis organisasi, mengadakan pertemuan di Snowbird, Utah. Kelompok ini termasuk orang-orang yang setuju terhadap beberapa metode seperti XP (<em>extreme programming</em>), ASD (<em>adaptive software development</em>), FDD (<em>feature-driven development</em>), dan DSDM (<em>The Dynamic-Systems-Development Method</em>). Metode atau pendekatan ini sering dikenal sebagai&nbsp;<em>framework&nbsp;</em>yang ringan karena menggunakan aturan yang lebih sederhana sehingga lebih adaptif terhadap perubahan situasi. Setelah berdiskusi, para kelompok ini menetapkan nama baru terhadap beberapa metode di atas dengan satu nama, yaitu&nbsp;<em>Agile</em>.</p>



<p id="4750">Kata&nbsp;<em>‘Agile’</em>&nbsp;akhirnya diputuskan atas usul dari salah satu peserta yang membaca buku&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;<em>Competitors and Virtual Organizations: Strategies for Enriching the Customer.</em>&nbsp;Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut disepakati adanya “Manifesto for Agile Software Development” yang menjelaskan tentang empat prinsip, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Memprioritaskan interaksi antar individu, daripada proses dan alat.</li><li>Memprioritaskan perangkat lunak yang berfungsi, daripada membuat dokumentasi lengkap.</li><li>Memprioritaskan kerjasama dengan pelanggan, daripada negosiasi kontrak.</li><li>Memprioritaskan menanggapi perubahan, daripada mengikuti rencana.</li></ul>



<p id="ed24">Dari empat prinsip yang berada dalam manifesto&nbsp;<em>Agile</em>, kemudian berkembang menjadi 12 prinsip yang menjadi dasar dari penerapan&nbsp;<em>Agile</em>, antara lain:</p>



<p id="2a12">1. Memprioritaskan konsumen dengan cara merilis perangkat lunak secara cepat dan rutin.</p>



<p id="af29">2. Terbuka dengan adanya perubahan kebutuhan, meskipun di akhir tahap pengembangan.</p>



<p id="ca95">3. Merilis perangkat lunak secara rutin, mulai dari waktu beberapa minggu, hingga beberapa bulan sekali.</p>



<p id="e121">4. Tim pengembang dan bisnis bekerjasama setiap hari selama proyek berlangsung.</p>



<p id="78a1">5. Menciptakan proyek dengan motivasi dan dukungan antar individu.</p>



<p id="942b">6. Mengkomunikasikan kebutuhan secara langsung agar penyampaian informasi efektif dan efisien.</p>



<p id="bf78">7. Alat untuk tolok ukur kesuksesan proyek adalah perangkat lunak yang berfungsi dengan baik.</p>



<p id="464e">8. Mendukung pengembangan secara berkelanjutan.</p>



<p id="45f6">9. Hal-hal teknis dan desain yang bagus bisa meningkatkan kelincahan.</p>



<p id="b5dc">10. Meminimalisir hal yang tidak perlu.</p>



<p id="ad4a">11. Tim yang mandiri menghasilkan kebutuhan, desain, dan segalanya dengan upaya terbaik.</p>



<p id="51e7">12. Tim secara berkala berusaha untuk bekerja dengan cara yang lebih efektif.</p>



<p id="0cc2">Setelah pertemuan tersebut berlangsung, kepopuleran&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;semakin meningkat dan terus berkembang. Pada akhir 1980 dan awal 1990-an, para peneliti dari MIT mempelajari cara kerja perusahaan manufaktur dari Jepang, terutama sistem produksi dari Toyota. Selanjutnya, mereka menciptakan istilah ‘lean’ untuk menggambarkan sistem yang berlaku yang bisa meningkatkan produktivitas dan menghilangkan pemborosan.</p>



<p id="2471">Hingga saat ini, metode&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;punya beberapa sub-bagian lagi, antara lain metode Scrum, SAFe (<em>Scaled Agile Framework</em>), LSD (<em>Lean Software Development</em>), Kanban, Metodologi Crystal, dan masih banyak lagi. Perkembangan zaman serta kemajuan teknologi turut mendukung berkembangnya metode&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;hingga saat ini. Jadi, jangan heran apabila banyak teori atau pendapat yang berbeda dari metode&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;karena metode ini sudah menyebar jauh dan terus ditingkatkan oleh para praktisinya di berbagai industri.</p>



<p id="3367"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="9c04"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="867c"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-asal-muasal-metode-agile-ini-sejarah-singkatnya/">Bagaimana Asal Muasal Metode ‘Agile’? Ini Sejarah Singkatnya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
