<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>startup digital Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/startup-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/startup-digital/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Jun 2024 08:07:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>startup digital Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/startup-digital/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Serunya Belajar Membuat Solusi Aplikatif di Sekolah Beta Kelas Luring X Apple Developer Academy!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/serunya-belajar-membuat-solusi-aplikatif-di-sekolah-beta-kelas-luring-x-apple-developer-academy/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2024 08:03:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sekolah Beta]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Apple Developer Academy]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[startup digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10738</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Sabtu, 22 Juni 2024 lalu, Sekolah Beta kembali berkolaborasi dengan Apple Developer Academy @ BINUS dalam Kelas Luring episode “Create &#38; Implement Your Solution!” Acara ini seru banget, loh. Para peserta mengeksplorasi cara mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengimplementasikan solusi secara lebih aplikatif lewat metode&#160;Challenge-Based Learning.&#160;Kelas ini dihadiri oleh para&#160;developer&#160;pemula hingga profesional, di mana mereka dilatih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/serunya-belajar-membuat-solusi-aplikatif-di-sekolah-beta-kelas-luring-x-apple-developer-academy/">Serunya Belajar Membuat Solusi Aplikatif di Sekolah Beta Kelas Luring X Apple Developer Academy!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="4ab9">Hari Sabtu, 22 Juni 2024 lalu, Sekolah Beta kembali berkolaborasi dengan Apple Developer Academy @ BINUS dalam Kelas Luring episode “Create &amp; Implement Your Solution!”</p>



<p id="ce92">Acara ini seru banget, loh. Para peserta mengeksplorasi cara mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengimplementasikan solusi secara lebih aplikatif lewat metode&nbsp;<em>Challenge-Based Learning.</em>&nbsp;Kelas ini dihadiri oleh para<em>&nbsp;developer&nbsp;</em>pemula hingga profesional, di mana mereka dilatih logika berpikir demi menciptakan solusi inovatif.</p>



<p id="950d">Agenda pada Kelas Luring ini terdari dari Sesi Presentasi dan Sesi Workshop. Sesi Presentasi dibawakan oleh Haryanto Salim (Coding Mentor, Apple Developer Academy @ BINUS) dengan tema “Be a World Class Developer”.</p>



<p id="36ce">Pada sesi ini, para peserta diberikan wawasan seputar teknik dan praktik terbaik untuk menjadi&nbsp;<em>developer</em>&nbsp;yang terampil dan&nbsp;<em>skillful</em>, sesuai dengan standar profesional industri terkini.</p>



<p id="7c17">Ini menjadi kedua kalinya Haryanto hadir sebagai pembicara, setelah sebelumnya ia menjadi narasumber di Sekolah Beta Kelas Luring x Apple Developer Academy episode “The Art of Apps Development” tahun lalu.</p>



<p id="910b">“Ini kedua kalinya saya jadi Coding Mentor di Sekolah Beta, dan hari ini meriah banget, kita bisa lihat antusiasme teman-teman dalam&nbsp;<em>brainstorming</em>, kolaborasi timnya luar biasa, sehingga hasilnya juga bagus-bagus,” ucap Haryanto.</p>



<p id="26ef">Selanjutnya, Sesi Workshop mengangkat tema “Critical Thinking with Challenge Based Learning.” Di sesi ini, para peserta diajak mengasah kemampuan berpikir kritis khas Apple Developer Academy, yaitu<em>&nbsp;challenge based learning</em>. Mereka dilatih untuk menyelesaikan masalah dan membuat solusi berdasarkan studi kasus nyata. Tidak hanya keterampilan analisis, para peserta juga dilatih untuk mengembangkan&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>kreativitas dalam menciptakan solusi inovatif.</p>



<p id="ebda">Salah satu mentor dari Apple Developer Acedemy, Adityo Nugroho, memberikan kesan dan pesannnya terhadap Kelas Luring ini.</p>



<p id="9d6a">“Seru banget, peserta sangat aktif, kreatif, kolaboratif, dan gak malu berpendapat. Mereka bisa berkontribusi pada saat&nbsp;<em>ideation</em>&nbsp;sampai hasil-hasil&nbsp;<em>output</em>&nbsp;yang sangat inspiratif yang mereka jelaskan di sesi workshop tadi,” ucap Adityo.</p>



<p id="8c77">Peserta Kelas Luring kali ini datang dari berbagai latar belakang, dari mahasiswa hingga profesional. Salah satunya adalah Anthony, seorang Program Management Office Department Head di perusahaan swasta.</p>



<p id="d9f6">“Kita diasah membuat solusi berdasarkan masalah yang kita temui di kehidupan sehari-hari. Saya belajar gimana<em>&nbsp;developer&nbsp;</em>di Apple menggunakan metode pembelajaran dan pembuatan aplikasi yang berbeda sekali dengan versi&nbsp;<em>tradisional thinking&nbsp;</em>yang biasa kita jumpai di korporasi,” ucap Anthony.</p>



<p id="3a83">Peserta lainnya adalah Susan, seorang System Engineer di perusahaan distributor IT. Ia memberikan kesan dan masukan untuk Kelas Luring ini.</p>



<p id="a18e">“Yang menarik adalah kita diberikan sesi untuk presentasi tiap tim. Kita saling diskusi dan memaparkan solusi yang udah kita buat. Semoga lebih banyak mahasiswa yang bisa mendapatkan memerlukan ilmu ini secara&nbsp;<em>free,</em>&nbsp;sekaligus ketemu orang-orang baru untuk menambah relasi,” ungkap Susan.</p>



<p id="9372">Terakhir, pembicara Haryanto Salim dan Adityo Nugroho memberikan pesan kepada talenta digital dan pegiat startup muda di Indonesia.</p>



<p id="4905">“Untuk talenta digital di Indonesia, kita tidak bisa dibilang sangat jauh dengan cita-cita Indonesia emas. Sangat banyak hal yang bisa teman-teman eksplorasi dan&nbsp;<em>improve.</em>&nbsp;Kontribusi kalian sangat dibutuhkan. Jadi teruslah belajar,&nbsp;<em>networking</em>&nbsp;dengan orang-orang yang punya<em>&nbsp;passion&nbsp;</em>yang sama dengan kalian, and berkontribusilah mewujudkan Indonesia emas,” tutup Haryanto.</p>



<p id="60a6">Adityo menambahkan, anak-anak muda sepatutnya jangan pernah berhenti belajar. Kita harus menjadi&nbsp;<em>long life learner,</em>&nbsp;memiliki kemauan untuk belajar hal-hal baru. Karena hal tersebut akan membuka peluang-peluang baru bisa membawa kita jadi lebih baik lagi.</p>



<p id="c9c5">Itulah rekap Sekolah Beta x Apple Developer Academy @ BINUS episode “Create &amp; Implement Your Solution!” Kamu juga ingin ikutan acara keren seperti ini? Pantengin terus media sosial&nbsp;<a href="https://www.instagram.com/1000startupdigital/?hl=en" rel="noreferrer noopener" target="_blank">@1000StartupDigital</a>&nbsp;untuk mengetahui acara-acara selanjutnya, ya!</p>



<p id="e6d4">Tonton juga Sekolah Beta Kelas Daring di YouTube @1000startupdigital untuk memperdalam ilmu startup kamu sebagai Hipster, Hustler, maupun Hacker.</p>



<p id="1640">Sampai jumpa di acara-acara berikutnya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="4cb6"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="107a"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="aeba"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----3c57f83ae2b3--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/serunya-belajar-membuat-solusi-aplikatif-di-sekolah-beta-kelas-luring-x-apple-developer-academy/">Serunya Belajar Membuat Solusi Aplikatif di Sekolah Beta Kelas Luring X Apple Developer Academy!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Cara Ampuh Mengomunikasikan Strategi Startupmu!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/3-cara-ampuh-mengomunikasikan-strategi-startupmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2024 03:21:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[startup digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Founder, coba ingat-ingat deh, seperti apa kamu bekerja ketika masih menjadi karyawan? Apakah kamu bekerja dengan mengetahui strategi dan tujuan perusahaan? Atau, langsung bekerja tanpa mengetahui tujuannya? Sering banget nih, terjadi komunikasi yang kurang lancar antara petinggi dan karyawan. Di satu sisi, karyawan merasa sungkan untuk menanyakan banyak hal, sehingga atasan harus menjelaskan strategi dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-cara-ampuh-mengomunikasikan-strategi-startupmu/">3 Cara Ampuh Mengomunikasikan Strategi Startupmu!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b3b2">Founder, coba ingat-ingat deh, seperti apa kamu bekerja ketika masih menjadi karyawan? Apakah kamu bekerja dengan mengetahui strategi dan tujuan perusahaan? Atau, langsung bekerja tanpa mengetahui tujuannya?</p>



<p id="679c">Sering banget nih, terjadi komunikasi yang kurang lancar antara petinggi dan karyawan. Di satu sisi, karyawan merasa sungkan untuk menanyakan banyak hal, sehingga atasan harus menjelaskan strategi dan visi perusahaan dengan susah payah. Tidak jarang juga terjadi miskomunikasi. Kamu maunya A, eh, tim kamu justru mengerjakan B.</p>



<p id="39d2">Terus, gimana cara agar tim kamu memahami strategi startupmu? Dilansir dari Harvard Business Review, artikel ini akan memberikan 3 tips yang mudah untuk kamu terapkan!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="89d7"><strong>1. Beri Alasan Kenapa Ide Ditolak</strong></h3>



<p id="54bd">Kita bisa jadi karyawan yang baik. Tapi, menjadi pemimpin yang baik itu cukup sulit. Seringkali kita tidak sadar kalau arahan yang kita berikan kepada tim masih belum jelas. Di lain sisi, anggota tim seringkali sungkan untuk memastikan permintaanmu. Nah, salah satu cara untuk memperbaiki komunikasi dengan tim adalah dengan menjelaskan alasan dibalik penolakan ide yang diajukan tim kamu. Ini bisa membantu tim memahami mengapa suatu strategi dipilih.</p>



<p id="5572">Sebagai contoh, perusahaan Edward Jones memilih untuk menargetkan investor individu di daerah pedesaan, bukan di kota besar, dan menawarkan produk yang aman dan transparan. Dengan menjelaskan alternatif yang ditolak, seperti tidak menjual produk derivatif yang berisiko atau tidak memiliki kantor besar di kota besar, karyawan dapat lebih memahami logika di balik keputusan strategi tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d52b"><strong>2. Hubungkan dengan Tujuan Perusahaan</strong></h3>



<p id="d107">Kamu juga bisa menjelaskan apa hubungan keputusan yang kamu buat dengan tujuan startupmu. Misalnya, DPG Media Group, perusahaan media terkemuka di Belgia dan Belanda, selalu menjelaskan keputusan strategis mereka dengan mengaitkannya dengan tujuan perusahaan untuk menyediakan jurnalisme profesional berkualitas tinggi dalam bentuk digital. Ketika mereka memutuskan untuk melakukan akuisisi atau berfokus pada pasar tertentu, keputusan tersebut selalu dikaitkan dengan tujuan utama mereka. Ini membuat karyawan lebih mudah memahami alasan di balik setiap keputusan tanpa harus mengetahui semua detail proses pengambilan keputusan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a29d"><strong>3. Libatkan Tim dalam Pengembangan Strategi</strong></h3>



<p id="0327">Melibatkan tim dalam proses pengembangan strategi dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi mereka saat menjalankan strategi tersebut. Ada berbagai cara untuk melibatkan anggota tim, misalnya dengan meminta masukan dan&nbsp;<em>feedback,&nbsp;</em>hingga partisipasi aktif dalam&nbsp;<em>workshop</em>&nbsp;dengan tema strategi.</p>



<p id="9d33">Sebagai contoh, perusahaan minuman Premium-Kollektiv di Jerman memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk membahas strategi melalui email, di mana setiap orang dapat mengajukan atau menanggapi isu-isu yang diajukan. Langkah ini menghadirkan berbagai perspektif sehingga keputusan yang diambil merupakan kesepakatan kolektif.</p>



<p id="213c">Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan peran teknologi, loh. Bridgestone, produsen ban global, melakukan survei dengan bantuan kecerdasan buatan/AI untuk mengumpulkan wawasan dari karyawan secara efisien dan dalam skala besar. Dengan begitu, karyawan merasa dilibatkan secara interaktif sehingga didapatlah wawasan berharga yang dapat digunakan untuk merencanakan strategi.</p>



<p id="4b97">Nah, itulah 3 cara ampuh mengomunikasikan strategi startupmu. Agar strategi perusahaan dapat dijalankan dengan efektif, setiap anggota tim perlu mengetahui dan memahami pilihan yang dibuat oleh startupmu. Sebagai pemimpin, kamu perlu menemukan cara-cara alternatif untuk membantu karyawan memahami dan menghargai pilihan-pilihan strategi mereka.</p>



<p id="0376">Semoga dengan menerapkan tips ini, kamu dan tim bisa sejalan dalam bekerja dan meraih tujuan bisnis bersama-sama, ya. Semangat terus, founder!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="d011"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="a436"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="0810"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----9976d26dacca--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-cara-ampuh-mengomunikasikan-strategi-startupmu/">3 Cara Ampuh Mengomunikasikan Strategi Startupmu!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Alasan Mengapa Pendapatan Startup Belum Sesuai Harapan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-alasan-mengapa-pendapatan-startup-belum-sesuai-harapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2024 10:59:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Revenue]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[startup digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10683</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi founder startup memang perjuangan yang tidak mudah, ya. Faktanya, mayoritas startup bisa bertahan hanya sekitar 2 tahun pertama, lalu gugur sebelum memasuki tahun kelima. Hanya ada 10% startup yang bisa bertahan menjadi perusahaan yang stabil. Tapi, bukan berarti kamu harus menyerah. Jika startupmu belum menunjukkan pendapatan yang baik, ada beberapa hal yang bisa kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-alasan-mengapa-pendapatan-startup-belum-sesuai-harapan/">5 Alasan Mengapa Pendapatan Startup Belum Sesuai Harapan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="4011">Menjadi founder startup memang perjuangan yang tidak mudah, ya. Faktanya, mayoritas startup bisa bertahan hanya sekitar 2 tahun pertama, lalu gugur sebelum memasuki tahun kelima. Hanya ada 10% startup yang bisa bertahan menjadi perusahaan yang stabil. Tapi, bukan berarti kamu harus menyerah. Jika startupmu belum menunjukkan pendapatan yang baik, ada beberapa hal yang bisa kamu evaluasi.</p>



<p id="677d">Dilansir dari foundr.com, artikel kali ini akan membahas 5 faktor yang perlu kamu perhatikan untuk membantumu meningkatkan pendapatan startup. Yuk, cermati dengan seksama!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="15c1"><strong>1. Tidak Ada&nbsp;<em>Product-Market Fit</em></strong></h3>



<p id="aa01">Banyak startup yang berfokus memberikan solusi menarik dibandingkan memberikan apa yang dibutuhkan pasar. Hasilnya, banyak pula yang tidak bisa bertahan. Ingatlah bahwa solusi menarik tidak selalu menghasilkan uang.</p>



<p id="79b4">Mari kita ambil contoh dari produk ‘Spectacles’ dari Snapchat. ‘Snapchat Spectacles’ adalah kacamata yang bisa merekam momen keseharian kita serta langsung terhubung dengan<em>&nbsp;smartphone</em>&nbsp;lewat aplikasi. ‘Spectacles’ memang produk yang terlihat unik dan keren, namun produk ini gagal menarik perhatian pasar. Selama ini, pengguna media sosial tidak kesulitan saat merekam video lewat&nbsp;<em>handphone.</em>&nbsp;Sehingga, mengapa harus mengeluarkan banyak uang untuk membeli ‘Spectacles’? Itulah kira-kira yang dipikirkan audiens.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="88f8"><strong>2. Ketatnya Persaingan Bisnis</strong></h3>



<p id="68fc">Persaingan bisnis akan selalu ada. Untuk itu, kamu perlu mental yang kuat serta ketangguhan untuk unggul dari kompetitor. Kamu bisa melakukan cara-cara berikut ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pivot produk untuk menyasar pasar yang tidak begitu kompetitif.</li>



<li>Identifikasi <em>Unique Selling Proposition</em> (USP) atau nilai produk yang tidak dimiliki kompetitor.</li>



<li><em>Upgrade</em> produkmu untuk mengalahkan produk pesaing.</li>
</ul>



<p id="f213">Jika pesaingmu adalah perusahaan-perusahaan besar, maka pikirkanlah poin-poin yang bisa kamu terapkan untuk memenangkan hati pelanggan. Misalnya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Fokus pada <em>niche </em>spesifik yang mungkin diabaikan oleh perusahaan besar.</li>



<li>Utamakan keunggulan produk lokal yang lebih relevan bagi target audiens di wilayahmu.</li>



<li>Berikan layanan pelanggan yang sangat responsif dan cepat untuk membangun loyalitas dan kepuasan pelanggan.</li>



<li>Bangun <em>branding</em> yang kuat untuk membedakanmu dari pesaing.</li>



<li>Membuat produk yang ramah lingkungan untuk menarik pelanggan yang peduli pada isu-isu keberlanjutan.</li>



<li>Tunjukkan komitmen startupmu terhadap kegiatan filantropi dan kontribusi sosial.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="e495"><strong>3.&nbsp;<em>Budget&nbsp;</em>Berlebihan untuk Iklan</strong></h3>



<p id="8d60">Banyak startup yang mengiklankan produk digital secara besar-besaran di berbagai kanal tanpa menganalisis mana iklan yang memilki&nbsp;<em>performance</em>&nbsp;baik dan mana yang tidak. Konsekuensinya, mereka harus menanggung biaya iklan yang membengkak tanpa pendapatan yang mengimbangi.</p>



<p id="6968">Jadi, lakukan analisis data pada setiap pemasangan iklan atau&nbsp;<em>ads</em>&nbsp;yang telah kamu lakukan. Lanjutkan iklan yang membuahkan hasil dan hentikan iklan yang hanya menguras<em>&nbsp;budget&nbsp;</em>perusahaan. Dengan rutin menganalisis hasil data, kamu pasti akan mengetahui audiens mana yang cocok dengan iklan dan produkmu. Kamu pun jadi memiliki target audiens yang lebih matang dan dapat memaksimalkan biaya akuisisi dengan efektif.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="cd02"><strong>4. Model Bisnis Tidak Sesuai</strong></h3>



<p id="d845">Bisa jadi bisnismu belum memperoleh keuntungan karena model bisnis yang belum sesuai. Merekonstruksi ulang model bisnis memang tidak mudah, tapi setidaknya kamu tidak perlu mengembangkan produk dari awal atau harus mencari&nbsp;<em>product-market fit&nbsp;</em>kembali. Lakukanlah hal-hal ini untuk membantumu mendapatkan model bisnis yang tepat:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Dapatkan perspektif baru dari rekan bisnis, sesama founder startup, atau konsultasi dengan mentor berpengalaman.</li>



<li>Identifikasi pro dan kontra bisnis model yang dimiliki oleh kompetitor.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="03f1"><strong>5. Masalah Harga</strong></h3>



<p id="32e2">Apakah harga produkmu terlalu murah hingga tidak bisa menutup biaya produksi? Atau, terlalu mahal hingga tidak bisa menarik banyak pelanggan? Coba deh, renungkan lagi kesesuaian harga produkmu. Temukanlah titik harga yang “pas” dengan mempertimbangkan harga pasar, biaya produksi, gaji karyawanmu, dan penghasilan rata-rata target audiens. Carilah cara untuk menambah nilai produkmu agar bisa menaikkan harga produk.</p>



<p id="70c5">Itulah 5 faktor yang membuat startupmu kesulitan menaikkan pendapatan. Kalau kamu ingin punya kesempatan berkonsultasi dengan mentor dari praktisi digital berpengalaman, jangan lupa untuk ikutan program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, ya! Semangat terus, founder!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="6964"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0002"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="0670"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----b61597da2998--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-alasan-mengapa-pendapatan-startup-belum-sesuai-harapan/">5 Alasan Mengapa Pendapatan Startup Belum Sesuai Harapan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Emosi Negatif Ini Bisa Diubah Jadi Positif Jika Dikelola dengan Benar</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/7-emosi-negatif-ini-bisa-diubah-jadi-positif-jika-dikelola-dengan-benar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2022 02:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[emosi diri]]></category>
		<category><![CDATA[emotional intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[startup digital]]></category>
		<category><![CDATA[stres bekerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika kamu bekerja dalam sebuah tim, ketahuilah bahawa emosi negatif akan berdampak pada produktivitas kerja dan keberhasilan tim, karena emosi tiap anggota dapat memengaruhi kualitas kerja tim secara keseluruhan. Guna mencegah hal tersebut, dibutuhkan kemampuan dalam menghadapi masalah yang berhubungan dengan perasaan dan emosi. Namun, membicarakan ‘perasaan’ di lingkungan kerja sering kali dianggap tabu, sehingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/7-emosi-negatif-ini-bisa-diubah-jadi-positif-jika-dikelola-dengan-benar/">7 Emosi Negatif Ini Bisa Diubah Jadi Positif Jika Dikelola dengan Benar</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/960/1*Wresg5oZVJWPv3aOtY0-GA.png" alt=""/></figure>



<p>Jika kamu bekerja dalam sebuah tim, ketahuilah bahawa emosi negatif akan berdampak pada produktivitas kerja dan keberhasilan tim, karena emosi tiap anggota dapat memengaruhi kualitas kerja tim secara keseluruhan.</p>



<p>Guna mencegah hal tersebut, dibutuhkan kemampuan dalam menghadapi masalah yang berhubungan dengan perasaan dan emosi. Namun, membicarakan ‘perasaan’ di lingkungan kerja sering kali dianggap tabu, sehingga kamu mungkin cenderung memendam emosi daripada harus menerima respons yang tidak diharapkan.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/960/1*ccgCltJ3ZpY4z0P5VQAr-A.jpeg" alt=""/><figcaption>Sumber: instagram.com/lizandmollie</figcaption></figure>



<p>Berikut ini kami bagikan tujuh emosi negatif yang sebetulnya bisa diubah jadi positif jika dikelola dengan benar.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1-kecemasan">1. Kecemasan</h3>



<p>Dilansir dalam STAT, kasus depresi dan kecemasan meningkat lebih dari 25% secara global pada tahun 2020. Ini merupakan salah satu dampak pandemi Covid-19 yang banyak memengaruhi kawula muda.</p>



<p>Baik di startup maupun perusahaan besar, budaya yang tidak sehat tentang permasalah emosi hanya akan menambah tingkat kecemasan dan membuat individu yang berada di sana enggan mengakui dan mengatasi kecemasan mereka.</p>



<p>Jika rekan kerjamu tampak tidak nyaman saat melihat ada yang menangis atau mencurahkan bagaimana kecemasan meliputinya, ini dapat menjadi pertanda bahwa mereka tidak terbiasa berhadapan dengan masalah emosional.</p>



<p>Apabila terus-menerus memperlakukan emosi sebagai hal yang tabu, kamu dan orang-orang di lingkungan kerjamu tidak akan pernah belajar bagaimana cara menghadapi situasi ini sepenuh hati.</p>



<p>Contoh kasus, kamu selalu khawatir apakah kamu mampu melalui minggu depan di kantor dengan baik. Kekhawatiran tersebut sudah sampai mengganggu kualitas tidurmu dan memicu stres. Sebaiknya coba utarakan perasaanmu kepada rekan kerja, siapa tahu mereka punya solusi yang bisa kamu praktikkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2-kecemburuan">2. Kecemburuan</h3>



<p>Rasa cemburu biasanya dianggap sebagai emosi negatif, karena kebanyakan orang akan langsung berusaha menampik emosi tersebut saat muncul. Kemudian mereka akan meyakinkan diri sendiri bahwa mereka tidak cemburu.</p>



<p>Apakah kamu juga seperti itu?</p>



<p>Sekarang coba pakai cara lain. Luangkan waktu untuk mengamati kecemburuan yang kamu rasakan, sehingga kamu tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan.</p>



<p>Contoh kasus, Andi menikmati kariernya sebagai<em> </em>penulis novel. Ketika Andi melihat ada penulis lain yang sukses, dia merasa baik-baik saja. Namun, ketika Andi melihat ada <em>accounting manager</em> yang sukses, dia merasa iri. Kecemburuan ini dapat menandakan bahwa sebetulnya yang Andi inginkan yaitu menjadi <em>accounting manager</em>.</p>



<p>Ketika kamu berada di situasi yang sama seperti Andi, sebaiknya jangan langsung menampik rasa kecemburuan tersebut, melainkan amati secara perlahan dan tanyakan kepada dirimu sendiri apa alasan kecemburuanmu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3-ketidakpastian">3. Ketidakpastian</h3>



<p>Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, sangat wajar jika kamu merasakan ketidakpastian. Ini termasuk rasa bingung, cemas, dan stres. Namun, mengkhawatirkan hal-hal yang belum pasti secara berlebihan malah akan berdampak buruk bagi kesehatan mentalmu, karena dapat memicu perasaan dan emosi negatif yang berisiko menular kepada orang lain.</p>



<p>Sama halnya ketika muncul rasa ketidakpastian di tempat kerja. Contoh kasus, Gading memutuskan <em>resign </em>dari kantornya karena merasa tidak dapat membangun <em>career path </em>sesuai <em>goals</em> dia di masa depan. Dia juga iri dengan nasib teman-temannya yang dia anggap lebih bagus daripada dirinya sendiri. Jadi, dia lebih memilih mencari peluang kerja di tempat lain daripada di kantor sebelumnya.</p>



<p>Lalu, setelah pindah kantor, apakah Gading sudah pasti tidak akan merasakan ketidakpastian di tempat kerja? Jawabannya tidak, karena ketakutan akan ketidakpastian adalah hal yang konstan dan bisa muncul kapan saja.</p>



<p>Dibutuhkan kemampuan untuk mengontrol pikiran dan emosi diri agar kamu lebih bijaksana dalam menentukan apa yang sebaiknya kamu pilih dan kamu coba.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="4-konflik">4. Konflik</h3>



<p>Sebagian besar dari kamu pasti pernah mengalami <em>bad day</em>, misalnya ketika pendapat kamu dan atasan bertolak belakang. Saat konflik di tempat kerja tampaknya sulit menemukan titik terang, sedangkan emosi di kepala sudah mendidih, kamu mungkin berpikir bahwa satu-satunya pilihan yang tersisa hanya <em>resign</em>.</p>



<p>Tunggu dulu! Sebaiknya jangan buru-buru, karena ada cara lain untuk melewati situasi tersebut. Salah satu caranya dengan memahami gaya kerja satu sama lain, sehingga kamu dapat mencegah kesalahpahaman dengan rekan kerjamu.</p>



<p>Jika <em>goals </em>startup kamu adalah tumbuh dan berkembang, serta menciptakan produk terbaik, mungkin kamu bisa menerapkan urgensi yang sama demi menciptakan hubungan yang baik di tempat kerja.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="5-serba-salah">5. Serba&nbsp;Salah</h3>



<p>Emosi negatif yang dibiarkan begitu saja lama-kelamaan akan menumpuk jadi gunung dan berkembang menjadi emosi yang tidak relevan. Jika dibiarkan terus-menerus, emosi negatif tersebut bisa menular ke orang lain dan memengaruhi hubungan kalian.</p>



<p>Sebaiknya kenali tanda-tanda emosi negatif sedini mungkin sebelum kamu terjebak di dalamnya. Misalnya ketika kamu berbuat salah, akuilah bahwa kamu memang salah, tapi jangan berpikir bahwa kamu selalu mengacaukan segalanya. Sebaliknya, katakan bahwa kamu akan lebih berhati-hati selanjutnya dan menggunakan masalah sebelumnya sebagai pelajaran untuk meningkatkan performa kerja di masa depan.</p>



<p>Jika kamu sedang berada di situasi mendesak, yakni ketika atasan meminta perubahan besar di detik-detik terakhir <em>deadline</em>, lakukan hal ini:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Alih-alih membentak rekan kerja dengan kesal, sebaiknya berhenti sejenak sampai kamu dapat mengendalikan emosi tersebut dan memahami apa yang sebenarnya kamu ingin sampaikan.</li><li>Kamu mungkin mengatakan “Saya merasa kesal karena dikasih tugas dadakan”, padahal maksud kamu sebenarnya adalah “Saya khawatir tidak dapat merealisasikan perubahan yang diminta karena kurangnya waktu yang tersisa”. Itulah mengapa diam sejenak menjadi kunci agar pikiran lebih jernih sebelum merespons pemicu emosi.</li></ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="6-tidak-diterima-di-lingkungan">6. Tidak Diterima di Lingkungan</h3>



<p>Pernahkan kamu merasa seperti tidak bisa diterima di lingkungan kerja? Atau mungkin kamu merasa tidak cocok untuk orang-orang di sekitarmu? Ini adalah perasaan umum yang dialami oleh orang setidaknya sekali seumur hidup.</p>



<p>Terkadang kamu mengalami masa-sama sulit saat menyelesaikan pekerjaan. Kemudian di saat bersamaan kamu merasa bahwa kamu tidak dapat berhubungan dengan siapa pun sampai kamu memilih menutup diri untuk berhubungan sosial.</p>



<p>Usahakan kamu tidak semakin terjebak dalam perasaan tersebut. Kamu dapat membicarakan unek-unekmu dengan rekan kerja yang kamu percaya atau bahkan atasanmu. Mereka akan membantumu menemukan jalan keluar agar kamu tidak merasa sendirian lagi.</p>



<p>Namun, dalam tingkatan tertentu, kamu mungkin membutuhkan bantuan profesional untuk menyelesaikan masalah perasaan tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7-penolakan">7. Penolakan</h3>



<p>Masih berkaitan dengan perasaan tidak diterima di mana pun, emosi berikutnya yang mungkin sering kamu rasakan di tempat kerja adalah penolakan.</p>



<p>Penolakan dapat terjadi dalam berbagai situasi dan kondisi. Di bidang perawatan kesehatan mental, penolakan sering kali mengacu pada perasaan malu atau sedih ketika seseorang merasa tidak diterima oleh orang lain.</p>



<p>Kamu dapat mempertimbangkan sisi lain dari penolakan. Alih-alih membiarkan rasa takut ditolak menguasaimu di tempat kerja, sebaiknya keluarlah dari belenggu ketakutan tersebut dan tempatkan dirimu di luar sana.</p>



<p>Itu dia tujuh emosi negatif yang bisa diubah jadi positif jika dikelola dengan benar. Kuncinya adalah mengubah sudut pandangmu agar tidak berputar di lingkaran yang sama.</p>



<p>Selain itu, peran founder startup atau perusahaan sangat dibutuhkan, karena bagaimana cara pandang karyawan terhadap masalah ‘perasaan’ akan berpengaruh pada <a href="https://1000startupdigital.id/founders-hati-hati-terjebak-7-kesalahan-budaya-yang-sering-dilakukan-startup/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">budaya di startup</a> ke depannya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/7-emosi-negatif-ini-bisa-diubah-jadi-positif-jika-dikelola-dengan-benar/">7 Emosi Negatif Ini Bisa Diubah Jadi Positif Jika Dikelola dengan Benar</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
