<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Product Management Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/product-management/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/product-management/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Oct 2024 03:24:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Product Management Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/product-management/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Pesan untuk Founder dari Jessica Casey yang Beradaptasi dengan Situasi Dirikan Apiary Academy</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-pesan-untuk-founder-dari-jessica-casey-yang-beradaptasi-dengan-situasi-dirikan-apiary-academy/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 03:20:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cakap Startup]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Bootcamp]]></category>
		<category><![CDATA[Coworking Space]]></category>
		<category><![CDATA[Product Management]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10859</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai seorang co-founder dan CEO sebuah platform belajar khusus Manajemen Produk, Jessica Casey melalui perjalanan panjang yang membentuknya hingga saat ini. Mulai dari mengambil alih bisnis keluarga, menghadapi situasi pandemi, hingga mengubah strategi bisnis. Jauh sebelum Apiary Academy menjadi salah satu tempat belajar andalan para talenta digital, startup ini merupakan bisnis keluarga bernama Apiary. Apiary [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-pesan-untuk-founder-dari-jessica-casey-yang-beradaptasi-dengan-situasi-dirikan-apiary-academy/">5 Pesan untuk Founder dari Jessica Casey yang Beradaptasi dengan Situasi Dirikan Apiary Academy</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="2b3e"><em>Sebagai seorang co-founder dan CEO sebuah platform belajar khusus Manajemen Produk, Jessica Casey melalui perjalanan panjang yang membentuknya hingga saat ini. Mulai dari mengambil alih bisnis keluarga, menghadapi situasi pandemi, hingga mengubah strategi bisnis.</em></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Jessica Casey: Beradaptasi dengan Situasi, Dari Co-Working ke Akademi | Cakap Startup S2 Ep. 2" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/S8c6UFG6Ta8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p id="d507">Jauh sebelum Apiary Academy menjadi salah satu tempat belajar andalan para talenta digital, startup ini merupakan bisnis keluarga bernama Apiary. Apiary adalah sebuah<em>&nbsp;co-working space</em>&nbsp;yang memiliki arti peternakan lebah. Tak sekadar nama, Apiary terinspirasi dari produktivitas dan cara lebah berkolaborasi dalam memproduksi makanan atau madunya. Namun, sama halnya dengan kebanyakan bisnis, ketika pandemi tahun 2020 melanda, Jessica Casey secara sigap mengambil alih bisnis tersebut dan mengubahnya sesuai ambisi yang ia temukan ketika menghadapi permasalahannya sendiri dalam proses belajar ketika masa sekolah.</p>



<p id="2c23">Keputusan Jessica Cassey untuk mengubah Apiary menjadi ​​menjadi platform edukasi&nbsp;<em>online</em>&nbsp;didasarkan pada peluang yang ia lihat, serta keinginannya untuk membantu para profesional mengembangkan keterampilan digital yang relevan dengan kondisi pasar. Ide awal Apiary Academy berasal dari pengalaman Jessica yang tidak menyukai pembelajaran formal di sekolah. Terinspirasi dari itu, ia tergerak untuk menciptakan platform yang lebih berbasis praktik. Melalui Apiary, ia memberikan ruang bagi orang-orang seperti dirinya untuk belajar secara langsung dan berfokus pada keterampilan yang nyata.</p>



<p id="784d">Dalam perjalanannya, Jessica ingin membagikan beberapa nilai yang ia pelajari untuk para founder startup yang juga sedang berjuang mengembakan bisnisnya:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1801"><strong>Pesan #1 — Komunitas Harus Jadi Bagian Dalam Keseharian</strong></h2>



<p id="b210">Jessica membangun Apiary Academy mulai dari membentuk komunitas yang memiliki ketertarikan sama. Kemudian mengadakan acara&nbsp;<em>online</em>&nbsp;secara rutin, hingga akhirnya terbentuk akademi untuk belajar dan bertukar wawasan secara lebih sustain khususnya di bidang produk.</p>



<p id="0e12">Bagi Jessica, bergabung dalam komunitas jadi salah satu caranya menjalani dan mengisi kesehariannya dengan berbagai hal baru. Komunitas jadi penting karena ikatan yang terjalin akan membawa kita ke berbagai peluang baru yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya.</p>



<p id="c6c0">Saat ini, Apiary masih menyediakan ruang untuk berkolaborasi dan serta platform untuk edukasi. Tidak hanya menyasar individual, Apiary Academy telah dipercaya oleh 300+ perusahaan terkemuka untuk memberikan training khusus bagi karyawan agar bisa meningkatkan kinerja serta keterampilannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5a8d"><strong>Pesan #2 — Adaptif dan Fleksibel: Harus Siap Mengubah Arah Saat Dibutuhkan</strong></h2>



<p id="3854">Apiary Academy jadi pembuktian bahwa pentingnya kemampuan beradaptasi ketika pandemi melanda. Founder harus dengan cepat memindahkan fokus bisnisnya dan berstrategi sebijak mungkin agar bisa mempertahankan bisnis. Fleksibilitas jadi salah satu kunci dalam menghadapi perubahan yang tak terduga. Bagi Jessica, bersedia mengubah strategi saat keadaan berubah merupakan elemen penting dalam memimpin perusahaan agar tetap relevan dan berkembang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d6bb"><strong>Pesan #3 — Berani Mengambil Keputusan Besar</strong></h2>



<p id="063b">Hal ini harusnya jadi salah satu nilai yang sudah dimiliki tiap founder, namun ketika bisnis sudah berjalan keputusan-keputusan besar akan lebih sering dihadapi. Keputusan tersebut harus diiringi dengan kesiapan mengatasi risikonya. Seperti keputusan Jessica untuk mengubah arah Apiary adalah wujud nyata dari keberaniannya dalam mengambil risiko. Mengambil alih bisnis keluarga di masa krisis dan mengubah model bisnis secara drastis memerlukan keberanian dan keyakinan.</p>



<p id="c7c3">Bagi Jessica, keputusan besar seperti ini tidak boleh ditunda, terutama ketika masa depan bisnis dipertaruhkan. Hal ini mengajarkan bahwa pengambilan risiko yang terukur bisa menjadi titik balik menuju keberhasilan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ec9d"><strong>Pesan #4 — Kolaborasi dan Terbuka Terhadap Masukan</strong></h2>



<p id="0ba8">Keterbukaan menjadi nilai penting yang selalu dijaga oleh Jessica. Ia percaya bahwa masukan dari tim, komunitas, dan pengguna adalah bahan bakar utama untuk inovasi dan perbaikan di Apiary. Tidak ada ego dalam kepemimpinannya; setiap masukan dianggap sebagai peluang untuk berkembang. Nilai ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai kesuksesan, di mana keberhasilan tidak hanya datang dari satu individu, tetapi dari kerja tim yang solid.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3486"><strong>Pesan #5 — Pertimbangkan Keberlanjutan dan Dampak Positif</strong></h2>



<p id="ff5a">Jessica sangat percaya bahwa sebuah bisnis harus membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, dalam setiap langkah pengembangan Apiary, ia selalu mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Sebagai founder, nilai ini harus selalu masuk dalam bahan evaluasi atas apa yang bisnis sudah lakukan. Keberlanjutan yang bersifat positif sangat membantu bisnis untuk bisa terus bertahan dalam jangka waktu yang panjang.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="a24c">Kamu bisa mengetahui kisah inspiratif perjalanan dari Jessica Casey di Cakap Startup Season 2 Ep.2: “Beradaptasi dengan Situasi, Dari Co-Working ke Akademi” yang tayang eksklusif di kanal Youtube dan Forum 1000 Startup Digital.</p>



<p><a href="https://medium.com/@mayastidnastiti?source=post_page-----5fc139a06569--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-pesan-untuk-founder-dari-jessica-casey-yang-beradaptasi-dengan-situasi-dirikan-apiary-academy/">5 Pesan untuk Founder dari Jessica Casey yang Beradaptasi dengan Situasi Dirikan Apiary Academy</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manajer Produk vs Manajer Proyek, Mana yang Lebih Penting?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/manajer-produk-vs-manajer-proyek-mana-yang-lebih-penting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 02:59:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Product Management]]></category>
		<category><![CDATA[Project Management]]></category>
		<category><![CDATA[Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8604</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mengembangkan produk, ada dua peran penting yang ditilik dari namanya hampir mirip, padahal keduanya jelas berbeda. Tahukah kamu, apa saja posisi tersebut? Ya, kali ini kita akan membahas tentang manajer produk dan manajer proyek. Sekilas tampak mirip, dan masih banyak yang belum tahu tentang peran dan tanggung jawab, serta perbedaan yang mendasari pekerjaan mereka. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/manajer-produk-vs-manajer-proyek-mana-yang-lebih-penting/">Manajer Produk vs Manajer Proyek, Mana yang Lebih Penting?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="678b">Ketika mengembangkan produk, ada dua peran penting yang ditilik dari namanya hampir mirip, padahal keduanya jelas berbeda. Tahukah kamu, apa saja posisi tersebut?</p>



<p id="8ef7">Ya, kali ini kita akan membahas tentang manajer produk dan manajer proyek. Sekilas tampak mirip, dan masih banyak yang belum tahu tentang peran dan tanggung jawab, serta perbedaan yang mendasari pekerjaan mereka. Langsung saja yuk, cari tahu lewat artikel ini.</p>



<p id="42eb">Secara garis besar, manajer produk punya peran untuk menentukan hasil. Apa saja masalah yang dapat dijawab oleh produk kita? Bagaimana produk dapat digunakan oleh pelanggan? Manajer produk akan bekerja sama dengan tim untuk mengidentifikasi fitur-fitur yang dapat memecahkan masalah pengguna.</p>



<p id="9fce">Sedangkan manajer proyek berupaya dalam mengontrol alur kerja untuk dapat menghasilkan&nbsp;<em>output</em>&nbsp;yang maksimal. Manajer proyek adalah orang yang membantu mengelola proses, mengetahui output apa saja yang dibutuhkan, dan kapan tim harus mengerjakannya.</p>



<p id="ba54">Sebagai gambaran, berikut ini adalah contoh studi kasus peran manajer produk dan manajer proyek yang dilansir dari hotjar.com.</p>



<p id="f097">Misalnya dalam sebuah perusahaan&nbsp;<em>e-commerce</em>, manajer produk dan tim berfokus untuk menemukan masalah dan menyelesaikannya untuk pelanggan. Ketika riset, ternyata tim menemukan bahwa tingkat keranjang belanja yang ditinggalkan 20% lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.</p>



<p id="27f1">Manajer produk punya peran dalam melakukan riset pelanggan dan pasar serta menganalisis data perilaku pengguna. Tujuannya untuk memahami mengapa begitu banyak pembeli meninggalkan keranjang mereka pada tahun lalu dan menyusun rencana tindakan untuk mengurangi&nbsp;<em>churn&nbsp;</em>selama perjalanan belanja pelanggan.</p>



<p id="3df0">Ketika manajer produk menonton rekaman sesi pelanggan yang baru-baru ini meninggalkan keranjang mereka, hasilnya ternyata banyak penurunan di bagian ‘pilih opsi pengiriman’ dari proses&nbsp;<em>checkout</em>. Selanjutnya manajer produk melakukan pengecekan pada&nbsp;<em>heatmaps&nbsp;</em>yang menggambarkan tentang bagaimana pelanggan mengklik dan&nbsp;<em>scroll&nbsp;</em>dari situs belanja. Hasilnya pelanggan tidak lagi menemukan bagian FAQ tentang informasi pengiriman produk, yang ternyata bagian ini dipindahkan ketika desain ulang seluruh situs di awal tahun.</p>



<p id="1647">Dari data tersebut ditunjukkan bahwa keranjang yang ditinggalkan oleh pembeli mengalami peningkatkan akibat kurangnya transparansi tentang detail pengiriman. Dampaknya adalah tingkat kepercayaan pelanggan menurun dan mereka bingung selama proses&nbsp;<em>checkout</em>, yang mana keduanya sangat bertolak belakang dengan kepuasan pelanggan. Dari hasil diskusi dengan tim, manajer produk memutuskan bahwa solusi paling tepat adalah memperjelas informasi pengiriman di halaman&nbsp;<em>checkout</em>, daripada mengandalkan pelanggan untuk mengunjungi halaman FAQ secara terpisah.</p>



<p id="2eb0">Selanjutnya giliran manajer proyek. Ia harus memastikan bahwa tim produk, yang fokusnya hanya pada penerapan perubahan desain yang diperlukan di situs web, sudah berada di jalur dan alur kerja yang benar. Kemudian, manajer proyek melakukan pengawasan terhadap kemajuan proyek secara keseluruhan, mencatat risiko dan tanda bahaya dalam alur kerja produk untuk memastikan tidak ada kesulitan. Pada intinya manajer proyek memastikan bahwa setiap hal, sedetail apapun sudah berada di jalurnya.</p>



<p id="1917">Untuk itu, manajer proyek perlu berkoordinasi dengan tim lain yang terlibat untuk memastikan perubahan pada situs yang ditinjau dan disetujui oleh pemangku kepentingan sebelum ditayangkan. Analisis pemangku kepentingan ini berkaitan dengan:</p>



<p id="a51f">&#8211; Tim inventaris dan logistik, memastikan semua informasi yang ditambahkan ke situs web sudah benar.</p>



<p id="b67c">&#8211; Tim pemasaran, untuk memeriksa apakah pengiriman pesan sudah sesuai dengan merek.</p>



<p id="6cba">&#8211; Tim legal, memastikan tidak membuat klaim apapun yang menempatkan bisnis dalam posisi genting.</p>



<p id="a720">&#8211; Dan koordinasi dengan tim lainnya.</p>



<p id="380e">Tanpa adanya manajer proyek, komunikasi lintas tim akan kacau, alur kerja berantakan, yang akan berdampak pada produktivitas dan siklus hidup produk.</p>



<p id="b8e0">Kesuksesan manajer produk diukur dengan apakah inisiatif tersebut menghasilkan penurunan tingkat pengabaian keranjang belanja. Manajer produk fokus untuk memberikan nilai lebih pada pelanggan.</p>



<p id="0222">Sedangkan kesuksesan manajer proyek dihitung berdasarkan apakah situs web yang telah diperbarui sudah menyertakan waktu pengiriman dan detail yang penting di halaman<em>&nbsp;checkout</em>. Manajer proyek fokus memberikan apa yang telah disepakati (yaitu perubahan informasi detail pada proses&nbsp;<em>checkout</em>) sesuai dengan waktu dan anggaran.</p>



<p id="8ce5">Hal lain yang paling membedakan peran antara manajer produk dengan manajer proyek adalah segi&nbsp;<em>timeline.&nbsp;</em>Tanggung jawab manajer produk berkelanjutan pada suatu produk, sepanjang siklus hidup produk tersebut. Untuk itu, penting sekali bagi manajer produk untuk menetapkan visi dan tujuan produk secara jangka panjang. Proses merencanakan produk bersifat iteratif dan didasarkan pada pembelajaran berkelanjutan dari pengalaman produk (PX) serta kebutuhan pengguna yang terus berkembang.</p>



<p id="c6ae">Berbeda dengan manajer proyek yang mengelola alur kerja dalam rangka perubahan produk untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan dalam setiap jangka waktu proyek yang berbeda. Sehingga, apabila manajer produk mengemban tanggung jawab keseluruhan produk, maka manajer proyek hanya berperan ketika ditugaskan dalam proyek tertentu saja. Setelah pekerjaan tersebut selesai, maka manajer proyek sering berpindah ke proyek lainnya yang mungkin tidak terkait dengan produk sebelumnya.</p>



<p id="b61b">Nah, itu tadi penjelasan peran dan tanggung jawab dari manajer produk dan manajer proyek, serta perbedaan antara keduanya. Ternyata masing-masing punya tanggung jawab yang sama besar dalam menyumbang kesuksesan sebuah produk yang diluncurkan. Jadi, kolaborasi yang mumpuni antar lintas tim jadi kunci besar agar pengembangan produk dapat berjalan dengan lancar.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="eea1"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="60a7"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5427"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/manajer-produk-vs-manajer-proyek-mana-yang-lebih-penting/">Manajer Produk vs Manajer Proyek, Mana yang Lebih Penting?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
