<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pricing Strategy Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/pricing-strategy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/pricing-strategy/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 May 2023 02:59:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Pricing Strategy Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/pricing-strategy/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menggaet Pelanggan Baru atau Meningkatkan Pendapatan? Keduanya Bisa Dicapai Lewat G-B-B</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/menggaet-pelanggan-baru-atau-meningkatkan-pendapatan-keduanya-bisa-dicapai-lewat-g-b-b/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Mar 2023 05:35:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Pricing]]></category>
		<category><![CDATA[Pricing Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8750</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam menciptakan produk, salah satu aspek yang krusial dan mempengaruhi pendapatan perusahaan adalah tentang penetapan harga. Perusahaan yang gagal menerapkan strategi penetapan harga, akan berimbas pada kerugian karena tidak mampu mengoptimalkan pendapatan dari hasil penjualannya. Sudah hampir 100 tahun sejak Alfred Sloan memperkenalkan&#160;price ladder&#160;atau tangga harga, pendekatan ini masih kerap digunakan sampai sekarang. Dalam artikel [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menggaet-pelanggan-baru-atau-meningkatkan-pendapatan-keduanya-bisa-dicapai-lewat-g-b-b/">Menggaet Pelanggan Baru atau Meningkatkan Pendapatan? Keduanya Bisa Dicapai Lewat G-B-B</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="d0f3">Dalam menciptakan produk, salah satu aspek yang krusial dan mempengaruhi pendapatan perusahaan adalah tentang penetapan harga. Perusahaan yang gagal menerapkan strategi penetapan harga, akan berimbas pada kerugian karena tidak mampu mengoptimalkan pendapatan dari hasil penjualannya.</p>



<p id="4edf">Sudah hampir 100 tahun sejak Alfred Sloan memperkenalkan&nbsp;<em>price ladder&nbsp;</em>atau tangga harga, pendekatan ini masih kerap digunakan sampai sekarang. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang strategi tangga harga. Supaya lebih mudah, mari kita sepakati bersama istilah yang akan digunakan di artikel ini dengan G-B-B, yaitu&nbsp;<em>Good-Better-Best</em>.</p>



<p id="fceb"><em>Good&nbsp;</em>mencerminkan produk yang disederhanakan. Umumnya digunakan untuk menarik pelanggan baru.</p>



<p id="e376"><em>Better</em>&nbsp;mencerminkan produk yang sudah ada. Umumnya digunakan agar pelanggan saat ini merasa puas.</p>



<p id="0cf0"><em>Best</em>&nbsp;mencerminkan produk dengan versi premium. Umumnya digunakan agar pelanggan yang menginginkan versi terbaik dapat menggunakan produk tersebut.</p>



<p id="56ee">Contoh paling mudah dari pendekatan G-B-B adalah perbankan yang menawarkan kartu silver — gold — platinum — dan mungkin versi lain yang lebih tinggi lagi. SPBU yang menjual BBM versi reguler, plus, dan super. Penyedia TV kabel yang menawarkan paket dasar, paket lengkap, dan paket premium. Agar berhasil dalam menerapkan pendekatan G-B-B, perusahaan dapat melakukan beberapa langkah berikut:</p>



<p id="c54a">1. Bertindak ofensif</p>



<p id="df1c">Strategi ini dapat membantu perusahaan meningkatkan pendapatan dalam empat cara. Pertama, perusahaan dapat meningkatkan margin secara dramatis dengan menciptakan versi&nbsp;<em>Best</em>&nbsp;(produk dengan kategori harga tertinggi) yang membujuk pelanggan yang sudah ada untuk membelanjakan lebih banyak atau menarik kelompok baru yang berbelanja paling tinggi.</p>



<p id="ad4c">Kedua, penawaran produk yang masuk kategori&nbsp;<em>Good</em>&nbsp;(atau harga rendah) dapat membuat produk lebih mudah diakses oleh pelanggan yang sensitif akan harga.</p>



<p id="6ac3">Ketiga, dengan meluncurkan produk<em>&nbsp;Best</em>&nbsp;(produk dengan kategori harga tertinggi) yang dapat meningkatkan nilai merek secara keseluruhan. Dikutip dari artikel HBR, contohnya datang dari perusahaan Patrón Spirits yang pada tahun 2015 memulai debutnya dengan rangkaian tequilas Roca Patrón yang dibuat dengan proses tahona, yang menggunakan potongan tangan roda seberat dua ton dari batu vulkanik untuk mengekstrak jus dari agave yang dimasak. Hasilnya melampaui ekspektasi, dengan estimasi akan menjual habis 60.000 kotak pada tahun 2018, sehingga menjadikannya merek tequila premium terlaris ketujuh di dunia.</p>



<p id="6bb9">Terakhir, versi produk dengan kategori&nbsp;<em>Good</em>&nbsp;(harga paling rendah) dapat memicu pendapatan dari barang dan jasa yang ada hubungannya dengan pelengkap. Misalnya adalah iPhone Special Edition, atau iPhone SE, yang dijual lebih murah (kira-kira sepertiga harga iPhone X). Setiap iPhone SE yang terjual akan meningkatkan pendapatan tambahan lewat pembelian iTunes, AppStore, langganan, iCloud, penjualan casing, pengisi daya, dan lain-lain.</p>



<p id="c27d">2. Bertindak defensif</p>



<p id="990a">Pendekatan G-B-B tidak hanya fokus pada meningkatkan pendapatan dengan agresif. Ada hal lain yang mungkin terlupakan, yaitu tentang melindungi merek secara terbuka. Misalnya ketika ada pesaing yang meluncurkan produk dengan harga yang rendah, perusahaan lain akan secara spontan ikut menurunkan harga karena takut kalah saing. Padahal, taktik seperti itu belum tentu benar, bahkan lebih sering mengarah pada kesalahan.</p>



<p id="b127">Anggaplah seperti ini. Ketika ada pesaing dengan produk yang sangat rendah, perusahaan kita tetap setia dan bertahan dengan harga semula. Ketika bertahan, mungkin 15% dari penjualan bisa hilang karena pesaing berbiaya rendah. Namun, 85% pelanggan masih membayar dengan harga penuh. Sedangkan apabila perusahaan ‘ikut-ikutan’ untuk menurunkan harga, sebanyak 100% pelanggan akan membayar dengan biaya yang sedikit.</p>



<p id="e4ce">Dari masalah di atas, beberapa pemain besar sengaja menciptakan merek petarung, yaitu produk diskon dengan merek yang sama sekali baru. Namun, ini sudah jelas, membutuhkan biaya yang sangat besar, yang pada umumnya menjadi keterbatasan para startup. Seperti yang terjadi pada banyak kasus, cara untuk mengatasi pesaing dengan harga rendah adalah menciptakan produk baru yang baik. Perusahaan lebih baik tidak memberikan diskon pada produk lama. Justru, menciptakan produk pesaing dengan versi&nbsp;<em>Good</em>&nbsp;yang mungkin harganya bisa lebih murah dari kompetitor, atau diluncurkan dengan harga bersaing, hasilnya akan lebih menguntungkan.</p>



<p id="05e8">Sebagai penutup, perusahaan dapat mengaplikasikan beberapa bentuk pendekatan G-B-B. Umumnya perusahaan sudah menjual produk dengan kategori&nbsp;<em>Better</em>. Perusahaan juga dapat memperoleh pelanggan baru, pendapatan tambahan, dan keduanya, dengan menambahkan produk dengan kategori&nbsp;<em>Good&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>Best&nbsp;</em>di jajaran produk dalam merek mereka.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="3335"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="9123"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ff8d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menggaet-pelanggan-baru-atau-meningkatkan-pendapatan-keduanya-bisa-dicapai-lewat-g-b-b/">Menggaet Pelanggan Baru atau Meningkatkan Pendapatan? Keduanya Bisa Dicapai Lewat G-B-B</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mengatur Pricing pada MVP yang Akan Rilis?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengatur-pricing-pada-mvp-yang-akan-rilis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 06:24:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[MVP]]></category>
		<category><![CDATA[Pricing Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8610</guid>

					<description><![CDATA[<p>dan tentu saja momen pertama yang ‘cukup menegangkan’. Startup harus mendapatkan harga yang tepat ketika akan meluncurkan MVP, atau produk akan ‘mati’ ketika diluncurkan. Tantangannya, tidak ada aturan baku dalam menentukan harga produk baru. Tidak ada jawaban presisi yang mengajarkan bagaimana perusahaan bisa masuk ke pasar baru dengan sukses dan pelanggan memperoleh nilai dari produk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengatur-pricing-pada-mvp-yang-akan-rilis/">Bagaimana Mengatur Pricing pada MVP yang Akan Rilis?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="0527">dan tentu saja momen pertama yang ‘cukup menegangkan’. Startup harus mendapatkan harga yang tepat ketika akan meluncurkan MVP, atau produk akan ‘mati’ ketika diluncurkan. Tantangannya, tidak ada aturan baku dalam menentukan harga produk baru.</p>



<p id="9cad">Tidak ada jawaban presisi yang mengajarkan bagaimana perusahaan bisa masuk ke pasar baru dengan sukses dan pelanggan memperoleh nilai dari produk yang ditawarkan. Namun jangan khawatir, beberapa penjelasan di bawah ini dapat menjadi wawasan bagimu ketika akan meluncurkan MVP. Terutama saat menentukan&nbsp;<em>pricing&nbsp;</em>yang tepat, yang dikutip dari jproco.medium.com.</p>



<p id="3cc5"><strong>Tidak perlu takut membebankan biaya</strong></p>



<p id="a88d">Jika kamu merasa tidak nyaman membebankan biaya dalam jumlah penuh ketika produk muncul setelah MVP, itu artinya kamu belum siap merilis MVP. Jadi, jangan paksa untuk sesegera mungkin merilisnya tanpa persiapan yang matang.</p>



<p id="1a08">Gambarannya seperti ini, ketika MVP telah rilis, maka semua beban dianggap ditimpakan pada produsen produk, dengan sesedikit mungkin dibebankan kepada konsumen produk. Untuk itu, agar pelanggan tetap mendapatkan nilai yang mereka harapkan, kamu dapat menjalankan uji coba dengan MVP dan membebankan harga diskon untuk sementara waktu. Beri penjelasan bahwa diskon hanya tersedia selama durasi program uji coba dan setelah itu akan diterbitkan dengan harga ‘penuh’.</p>



<p id="c452"><strong>Gunakan trik psikologis dengan memanfaatkan harga penetrasi</strong></p>



<p id="5aeb">Bagaimanapun, di dunia ini tidak ada yang gratis. Ada penukar dari kata ‘gratis’. Sebagai contoh, kamu tetap harus membayar jumlah minimal Rp100 Ribu untuk bisa mendapatkan&nbsp;<em>cashback&nbsp;</em>Rp20 Ribu. Gratis tidak semata-mata gratis, karena kamu tetap harus membutuhkan kuota internet untuk memproses&nbsp;<em>cashback&nbsp;</em>melalui aplikasi. Sampai di sini, mungkin kamu sudah lebih memahami apa konteks dari ‘tidak ada yang gratis di dunia ini.’</p>



<p id="2175">Hal serupa sama seperti barang digital. Jika kamu ingin memberikan MVP secara gratis, kamu hanya boleh melakukannya sebagai program promosi. Misalnya promo harus dibatasi, untuk jenis pelanggan tertentu, untuk waktu yang singkat, dan hanya sampai kuantitas tertentu.</p>



<p id="813f">Ada hal-hal yang ‘tidak tampak’ yang perlu dibebankan dari kata ‘MVP yang gratis’. Misalnya data dari kontak pengguna dan umpan balik.</p>



<p id="caed">Jika startup punya strategi merebut pangsa pasar, kamu bisa memanfaatkan dalam penetapan harga&nbsp;<em>penetration pricing</em>. Contohnya adalah menagih pelanggan $1 untuk produk seharga $15, atau $10 untuk produk seharga $100. Kelihatannya memang ‘rugi’. Tapi, penetrasi harga memainkan beberapa hal penting.</p>



<p id="4881">Pertama, kamu mendapatkan data kontak pengguna dan informasi pembayaran yang berharga.</p>



<p id="2d56">Kedua, ini membuat trik psikologis di mata pengguna agar tidak ‘menyia-nyiakan produk’ karena mereka telah mengeluarkan sejumlah uang untuk itu. Sebab, ada kecenderungan untuk menyia-nyiakan apa yang telah kita dapatkan secara gratis. Contoh jika kamu mendapatkan tiket gratis ke konser musik, mungkin bisa dengan mudah kamu tidak menghadirinya jika memang tidak ingin datang.</p>



<p id="ec3e">Beda halnya jika kamu memberi ‘beban sedikit’ dalam bentuk harga kepada pengguna, maka mereka akan memberi perhatian yang layak untuk produk yang kamu ciptakan, dan tidak menyia-nyiakan karena mendapat produk ‘gratisan’.</p>



<p id="6f63"><strong>Jangan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>terhadap harga produk, namun lakukan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>pada harga diskon</strong></p>



<p id="0763">Melakukan&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>seperti A/B&nbsp;<em>testing&nbsp;</em>pada harga produk rasanya tidak etis. Itu dapat berakibat pada pelanggan yang kecewa (jika mereka mengetahuinya). Jika ingin melakukan&nbsp;<em>testing,&nbsp;</em>lakukanlah pada harga diskon. Atau mungkin kamu dapat menguji produk dengan titik harga yang dipilih, dan dipasarkan dengan segmen yang cukup besar untuk memberikan perbandingan hasil yang signifikan. Pada intinya, kamu dapat melakukan cara apapun asalkan etis, tidak membuat kesal pelanggan, dan kamu mendapatkan data yang valid dari hasil&nbsp;<em>testing.&nbsp;</em>Misalnya ketika kamu mulai mencari tahu tingkat konversi pada beberapa titik harga, sebut saja $1, $5, $20, dan mulai terlihat adanya penolakan, maka kamu akan lebih memahami di titik mana pelanggan menemukan nilai dari produkmu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="0954"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="eb83"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b74e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-mengatur-pricing-pada-mvp-yang-akan-rilis/">Bagaimana Mengatur Pricing pada MVP yang Akan Rilis?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
