<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OKR Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/okr/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/okr/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Feb 2022 12:29:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>OKR Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/okr/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Memanfaatkan OKR Sebagai Alat Pengukur Kinerja yang Efektif</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/memanfaatkan-okr-sebagai-alat-pengukur-kinerja-yang-efektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2021 05:32:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Innovation]]></category>
		<category><![CDATA[OKR]]></category>
		<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5644</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Duh, nanti gimana ya hasilnya? Apakah selama ini kinerjaku sudah sesuai standar yang ditetapkan kantor?&#8221; Kalau batinmu bisa ngomong, bisa jadi kalimat itu yang akan kamu katakan. Lalu kemudian kamu jadi penasaran, gimana caranya melakukan pengukuran kinerja yang efektif? Kali ini kita akan membedah bersama tentang sebuah alat ukur atau metode yang disebut OKR (Objective [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/memanfaatkan-okr-sebagai-alat-pengukur-kinerja-yang-efektif/">Memanfaatkan OKR Sebagai Alat Pengukur Kinerja yang Efektif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/11/Screen-Shot-2021-11-01-at-12.31.22.png" alt="" class="wp-image-6042" width="842" height="719" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/11/Screen-Shot-2021-11-01-at-12.31.22.png 585w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/11/Screen-Shot-2021-11-01-at-12.31.22-300x256.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-left is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Duh, nanti gimana ya hasilnya? Apakah selama ini kinerjaku sudah sesuai standar yang ditetapkan kantor?&#8221; Kalau batinmu bisa ngomong, bisa jadi kalimat itu yang akan kamu katakan. Lalu kemudian kamu jadi penasaran, gimana caranya melakukan pengukuran kinerja yang efektif?</p></blockquote>



<p>Kali ini kita akan membedah bersama tentang sebuah alat ukur atau metode yang disebut OKR (Objective and Key<br>Results). OKR merupakan sebuah metode untuk menetapkan prioritas yang jelas dan memisahkan apa yang benar-benar penting. Saat merancang OKR, kamu sudah harus tahu tujuanmu dan sejauh mana nantinya akan dicapai. Agar lebih kenal jauh dengan OKR, mari kita tengok sekilas sejarah tentang OKR. Dahulu di tahun 1954, Peter Drucker mengembangkan sebuah metode dengan nama management by objective (MBO). MBO ini yang menjadi cikal bakal dari OKR.</p>



<p>Kemudian OKR digunakan secara internal oleh Intel hingga akhirnyamenyebar luas setelah diperkenalkanoleh John Doerr, seorang mantankaryawan Intel yang saat itu sudahbekerja sebagai konsultan di venturecapital yang sedang berinvestasi di Google. Saat itu, di tahun 1999, John Doerr menyampaikan tentang OKR pada Larry Page dan Sergey Brin, yang menjadi founder Google. Sejak saat itu, metode OKR diterapkan di Google hingga mampu tumbuh pesat dari 40 karyawan hingga lebih dari 200.000 karyawan di masa sekarang. Wah, kalau begitu, apakah OKR hanya bisa diterapkan di perusahaan besar saja?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa saja yang bisa menggunakan OKR?</h2>



<p>OKR dapat digunakan pada semua level usaha, baik itu perusahaan besar, maupun perusahaan rintisan atau startup. OKR applicable diterapkan di semua tingkatan, baik level strategis hingga level staff. Bisa juga digunakan di semua divisi atau industri, tidak hanya startup dan teknologi saja. Beberapa perusahaan yang menggunakan OKR adalah Google, Spotify, Twitter, LinkedIn, Airbnb, Walmart, The Guardian, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Ngobrolin tentang alat untuk mengukur kinerja, di dalam perusahaan juga akrab menggunakan key performance indicator (KPI).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lalu, apa bedanya OKR dengan KPI?</h2>



<p>Agar semakin mudah dalam memahami, sekarang kita gunakan ilustrasi jika kamu ingin bepergian ke suatu tempat menggunakan mobil. Contohnya saja, kamu ingin tamasya bersama keluarga ke tempat yang sejuk, adem, bisa jalan-jalan atau melakukan kegiatan santai. Setelah memilih beberapa tempat yang memenuhi kriteria di atas,  akhirnya muncul dua pilihan: Kebun Raya Bogor atau kah Taman Safari. </p>



<p>Akhirnya setelah melalui perbincangan, keluargamu sepakat untuk memilih pilihan kedua. Menurut ayah dan ibumu, melihat fauna lebih seru daripada melihat flora. Sedangkan adikmu menyumbang suara karena ia sudah lama tidak melihat gajah dan jerapah.</p>



<p>Kemudian keluargamu berangkat ke Taman Safari menggunakan mobil dan berangkat dari daerah Kemang, Jakarta<br>Selatan pada pukul 7 pagi. Setelah masuk mobil dan mengecek maps, ternyata kamu melihat indikator bensin yang sudah menipis sehingga memutuskan untuk mampir sebentar ke pom bensin dan mengisi bensin hingga full. Karena<br>letak pom bensin tidak searah dengan perjalanan ke Taman Safari, maka kamu memilih untuk mengubah rute di GPS agar tetap bisa ke pom bensin dan melanjutkan perjalanan ke Taman Safari.</p>



<p>Dari ilustrasi ini, kita sambungkan analoginya ke arah OKR dan KPI. Perbincangan menentukan tujuan piknik disebut dengan strategi. Kamu dan keluarga memutuskan kemana akan pergi, hingga akhirnya memilih Taman Safari. Kamu bisa menyebut ini dengan strategi.</p>



<p>GPS sebagai pemandu sistem navigasi menuju pom bensin dan Taman Safari adalah OKR. Dengan adanya GPS, kamu merasa terbantu untuk melacak dan memastikan bahwa kamu sudah ada di rute dan arah yang tepat untuk menuju Taman Safari. Akan tetapi, GPS tidak membantumu menetapkan tujuan danmerumuskan strategi, tapi GPS sangat penting digunakan agar kamu bisa sampai ke Taman Safari. </p>



<p>Sedangkan indikator yang ada di dashboard mobil yang menunjukkan bahwa tangki bensin sudah hampir kosong dianalogikan seperti KPI. Indikator ini memberitahumu apakah keadaan sudah baik-baik saja, atau ada yang perlu diperbaiki.</p>



<p>Semoga dengan ilustrasi ini, kamu semakin memahami pentingnya OKR, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kemudian, setelah paham tentang OKR dari analogi tersebut, bagaimana cara merumuskannya?</h2>



<p>Pada umumnya, OKR hanya memiliki satu objective atau tujuan dalam satu kuartal (3 bulan) dan maksimal lima key results. Di dalam OKR, harus tertulis angka yang digunakan sebagai target atau patokan agar pengukurannya jelas. </p>



<p>Objective adalah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan key results adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa banyak usaha yang diperlukan untuk mencapai objective.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dua pertanyaan yang membantumu untuk merumuskan OKR adalah</h2>



<p>A. Apa tujuan yang harus dicapai?<br>B. Bagaimana cara mencapai tujuan tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Supaya lebih jelas, berikut adalah contoh rumusan OKR</strong></h2>



<p><strong>Objective:</strong> Bekerja sama dengan 30 partner dalam 1 kuartal </p>



<p><strong>Key Results:</strong><br>A. Kontak partner yang potensial sebanyak 30 partner setiap minggunya<br>B. Melakukan pitching dengan calon partner sebanyak 15 kali dalam seminggu</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh lainnya</h2>



<p><strong>Objective:</strong> Pelanggan menyukai produk rasa baru</p>



<p><strong>Key Results: </strong><br>A. 100.000 unit terjual dalam 1 bulan<br>B. 10.000 unit dikembalikan dalam 1 bulan<br>C. 40.000 rating bintang 4-5 dari ulasan di website marketplace A</p>



<p>Dengan merumuskan OKR seperti di atas, perusahaan dan karyawan sama-sama mendapatkan hal positif. Karyawan dapat lebih fokus dalam bekerja, sedangkan perusahaan akan lebih terarah dalam mencapai tujuannya. Menerapkan OKR dalam perusahaan artinya menunjukkan transparansi terhadap performa karyawan dan juga pimpinan. Sehingga nantinya akan tercipta kolaborasi yang lebih maksimal karena tiap divisi atau tiap skuad memahami secara jelas objective dan key results yang harus dicapai.<br></p>



<p>Bagi kamu yang ingin lebih tahu banyak tentang OKR, yuk, tonton video dari John Doerr sebagai praktisi OKR di perusahaan global berikut ini!</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.26.00-1024x364.png" alt="" class="wp-image-5665" width="517" height="183" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.26.00-1024x364.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.26.00-300x107.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.26.00-768x273.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-28-at-16.26.00.png 1198w" sizes="(max-width: 517px) 100vw, 517px" /></figure></div>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p>Artikel ini telah terbit pada&nbsp;<strong>Buku Saku RINTISAN Edisi 4</strong>: <strong>Leadership</strong>. Silakan&nbsp;<code><a href="https://1000startupdigital.id/rintisan/">klik link ini</a></code>&nbsp;untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/memanfaatkan-okr-sebagai-alat-pengukur-kinerja-yang-efektif/">Memanfaatkan OKR Sebagai Alat Pengukur Kinerja yang Efektif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OKR: Cara Jitu Jadi Startup Nomor Satu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/okr-cara-jitu-jadi-startup-nomor-satu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2021 09:33:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[OKR]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5029</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu pengen&#160;startup-mu nanti jadi gimana di masa depan? “Jadi startup terbaik di Indonesia!” “2020 jadi Unicorn, dong!” Ada yang nggak pengen memangnya? Tapi gimana caranya, sih, biar bisa sampai di mimpi itu? Banyak&#160;startup&#160;di dunia yang punya&#160;goal&#160;super ambisius dan idealis. Beragam rencana, strategi, atau&#160;goals&#160;sudah diciptain untuk dapetin apa yang inginnya diraih.&#160;But in the end, ambisinya yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/okr-cara-jitu-jadi-startup-nomor-satu/">OKR: Cara Jitu Jadi Startup Nomor Satu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="682" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/OKR-1024x682.png" alt="" class="wp-image-7006" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/OKR-1024x682.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/OKR-300x200.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/OKR-768x512.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/OKR.png 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" id="d890"><p>Kamu pengen&nbsp;<em>startup</em>-mu nanti jadi gimana di masa depan?</p></blockquote>



<p id="0ed2"><em>“Jadi startup terbaik di Indonesia!”</em></p>



<p id="3f74"><em>“2020 jadi Unicorn, dong!”</em></p>



<p>Ada yang nggak pengen memangnya? Tapi gimana caranya, sih, biar bisa sampai di mimpi itu?</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_lA8nfO9RJ_T2SOui.png" alt="" class="wp-image-5030" width="840" height="560" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_lA8nfO9RJ_T2SOui.png 467w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_lA8nfO9RJ_T2SOui-300x200.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<p>Banyak&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>di dunia yang punya&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>super ambisius dan idealis. Beragam rencana, strategi, atau&nbsp;<em>goals&nbsp;</em>sudah diciptain untuk dapetin apa yang inginnya diraih.&nbsp;<em>But in the end</em>, ambisinya yang buat&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>itu, ya, runtuh. Ambisi cuma sekedar ambisi.</p>



<p id="7a78">Jadi apa sebaiknya nggak perlu punya ambisi yang serius? Yang santai-santai aja? Yang aman? Sesuai zona nyaman?</p>



<p id="f5d3">Ambisi yang serius itu dibutuhin banget biar tetap semangat untuk ngembangin&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>dan sekaligus jadi alasan kenapa&nbsp;<em>startup-</em>mu harus ada. Tapi yang membuat ambisi tersebut malah jadi pisau bilah dua adalah saat ambisi yang menggebu-gebu tadi nggak bisa diukur sama sekali untuk bisa direalisasiin. Alih-alih ambisinya bawa&nbsp;<em>startup-</em>mu berlayar lebih jauh, malahan bikin&nbsp;<em>startup</em>-mu terapung tanpa arah mau ke mana.</p>



<p class="has-text-align-center">.   .   .</p>



<p id="e7f1">Sebelum&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>jadi sebuah tren di kalangan masyarakat modern sekarang, banyak perusahaan-perusahaan kecil ataupun besar yang kesulitan untuk tetap maju dengan&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>yang udah disiapin. Sampai suatu ketika muncul sebuah istilah namanya OKR.</p>



<p id="5f6b">OKR, sebuah konsep yang dibuat oleh seorang Google investor bernama John Doerr untuk memberikan tolak ukur keberhasilan suatu&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>yang sudah dibuat. Konsep itu diciptakan untuk membuat&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>yang ambisius,&nbsp;<em>challenging</em>, namun dengan hasil keberhasilan&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>tersebut<em>&nbsp;</em>bisa kita ukur. Jadi kita tahu apakah&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>tersebut tercapai tanpa harus mengira-ngira.</p>



<p id="df35">Jadi apa, sih, OKR?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_Gnuuyv4jVPUeB2t6-1024x678.png" alt="" class="wp-image-5031" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_Gnuuyv4jVPUeB2t6-1024x678.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_Gnuuyv4jVPUeB2t6-300x199.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_Gnuuyv4jVPUeB2t6-768x509.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_Gnuuyv4jVPUeB2t6.png 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="objective-key-results"><em>Objective &amp; Key Results</em></h2>



<p id="bdb0">OKR adalah singkatan untuk&nbsp;<em>Objective and Key Results</em>.&nbsp;<em>Objective&nbsp;</em>adalah apa yang ingin kamu raih di&nbsp;<em>startup-</em>mu, selayaknya&nbsp;<em>goal</em>. Sedangkan&nbsp;<em>Key Results&nbsp;</em>adalah tolak ukur untuk mengetahui&nbsp;<em>objective-</em>nya sudah terpenuhi atau belum.</p>



<p id="1d49">Jadi gimana cara buatnya? Sebentar, sebelum itu mari tahu lebih lanjut tentang&nbsp;<em>objective</em>&nbsp;dan juga&nbsp;<em>key result</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c082"><em>Objective</em></h2>



<p id="c8f1"><em>Objective&nbsp;</em>adalah apa yang mau kita raih di&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kita. Nah dalam membuat&nbsp;<em>objective</em>&nbsp;boleh-boleh aja kok ambisius, tapi juga sebaiknya simpel dan mudah dipahami. Dalam hal ini, apa yang ingin kamu raih adalah hal yang konkrit, jelas, waktu untuk tercapainya ditentukan, berorientasi pada&nbsp;<em>action</em>, dan tentu aja bisa menginspirasi kamu setiap ingat tentang&nbsp;<em>goal-</em>nya.</p>



<p id="df7c"><em>Objective</em>&nbsp;juga pastinya harus bisa bantu membuat&nbsp;<em>startup-</em>mu berkembang dan maju ke tahap-tahap selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="511d"><em>Key Result (KR)</em></h2>



<p id="916f"><em>Key Result&nbsp;</em>bisa disebut sebagai tolak ukur yang bisa kita pakai untuk tahu apakah&nbsp;<em>objective&nbsp;</em>yang kita buat terpenuhi atau tidak. Kalau&nbsp;<em>Objective&nbsp;</em>sifatnya ambisius dan kualitatif,&nbsp;<em>key result&nbsp;</em>lebih ke kuantitatif, spesifik.&nbsp;<em>Key result&nbsp;</em>sangat erat kaitannya dengan angka dan persentase. Biasanya satu&nbsp;<em>objective&nbsp;</em>punya tiga atau lima&nbsp;<em>key results.</em></p>



<p id="78d1">Selain itu,&nbsp;<em>key result&nbsp;</em>juga berpatokan pada waktu. Jadi keberhasilan dari&nbsp;<em>objective&nbsp;</em>akan dilihat dari seberapa&nbsp;<em>key result&nbsp;</em>sudah tercapai dalam rentan waktu yang sudah ditentukan. Makanya&nbsp;<em>key result&nbsp;</em>juga sebaiknya bisa diukur dan diverifikasi. Nantinya&nbsp;<em>key result&nbsp;</em>akan dievaluasi secara reguler untuk tahu tercapai atau tidaknya. Biasanya bisa&nbsp;<em>monthly&nbsp;</em>atau setiap&nbsp;<em>quarter&nbsp;</em>per tahun.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c9cd"><em>OKR Bikin Gampang Tapi Harus Susah</em></h2>



<p id="51c9">Walaupun&nbsp;<em>objective&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>key result&nbsp;</em>dibuat sebagai tolak ukur, keduanya nggak boleh gampang. Kok gitu?</p>



<p id="9617"><em>Objective&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>key result&nbsp;</em>sebaiknya dibuat agar sulit untuk dicapai. Aneh?&nbsp;<em>Not really.</em>&nbsp;Dengan buat OKR jadi sulit, timmu akan memberikan usaha dan perhatian lebih, plus meningkatkan kreatifitas yang lebih pula untuk raih&nbsp;<em>objective&nbsp;</em>yang sudah ditentukan.</p>



<p id="658c">Tapi walaupun begitu,&nbsp;<em>objective&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>key result&nbsp;</em>jangan sampai dibuat terlalu sulit atau mustahil untuk diraih. Ibaratnya kayak main&nbsp;<em>game</em>; kalau terlalu gampang, kita gampang bosen dan gampang berhenti juga; kalau terlalu sulit kita juga jadi&nbsp;<em>ogah&nbsp;</em>buat lanjutin karena&nbsp;<em>PERCUMA</em>: melelahkan, bikin timmu patah semangat, dan&nbsp;<em>PERCUMA</em>.</p>



<p id="f0f0">Terus gimana kalau ternyata yang kita buat malah gampang diraih? Tingkatkan kesulitan OKR selanjutnya. Selalu seperti itu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b4f7"><em>Mari Membuat OKR</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_R9ODscGOfkI02VpT-1.png" alt="" class="wp-image-5033" width="840" height="560" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_R9ODscGOfkI02VpT-1.png 467w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/09/0_R9ODscGOfkI02VpT-1-300x200.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<p id="b784">OKR bisa dipakai oleh siapa saja yang ada di&nbsp;<em>startup</em>, nggak cuma para founder/co-founders aja. Masing-masing individu yang bekerja di&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>juga boleh menggunakannya dan sangat disarankan untuk buat OKR mereka masing-masing. Jadi, OKR bisa dalam bentuk OKR untuk&nbsp;<em>startup</em>, OKR untuk tim atau divisi yang ada di&nbsp;<em>startup</em>, hingga OKR untuk individu.</p>



<p id="b399">Walaupun setiap masing-masing individu di&nbsp;<em>startup-mu&nbsp;</em>nantinya membuat OKR-nya sendiri, masing-masing OKR itu juga haruslah bisa menunjang keberhasilan OKR&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>satu sama lain. Pada dasarnya, OKR bekerja secara&nbsp;<em>bottom-up</em>. Dari bawah ke atas.<em>&nbsp;Just like a pyramid.&nbsp;</em>Keberhasilan OKR utama bakalan berpengaruh banget di keberhasilan OKR tim; lalu OKR tim dipengaruhi oleh OKR individu di tim itu.&nbsp;<em>Just like a pyramid.</em></p>



<p id="0643">Tapi untuk pertama, mari kita buat dulu OKR untuk&nbsp;<em>startup-</em>mu untuk mendapat gambaran besar dari apa&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>yang ingin kamu capai secara keseluruhan. Tentukan&nbsp;<em>objective-</em>nya terlebih dahulu.</p>



<p id="2432">Biasanya OKR awal dibuat oleh&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>co-founders&nbsp;</em>karena mereka yang lebih tahu ke mana arah&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>ini nantinya. Bayangkan kalau&nbsp;<em>startup-mu&nbsp;</em>adalah sebuah&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>yang bergerak di bidang agrikultur. OKR-nya akan kurang lebih seperti ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>OKR&nbsp;<em>Startup</em></strong></p><p><em>Objective: Menjadi market leader distribusi hasil perkebunan online di Indonesia</em></p><p><em>Key results: 1. Memiliki nilai valuasi 150.000.000 Dollar.</em></p><p><em>2. Tampil di 5 majalah bisnis terkenal di Indonesia dan atau luar negeri</em></p><p><em>3. Masuk top 3 startup yang bergerak di bidang agrikultur di Indonesia</em></p><p><em>4. Mendapat gelar “Editor’s Choice” di Google Play Store</em></p></blockquote>



<p>Dari OKR yang sudah ditentukan sebagai&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>utama di&nbsp;<em>startup-</em>mu, semua tim yang ada pun juga ikut ambil bagian di OKR tersebut dengan membuat OKR untuk tim mereka sendiri. Nantinya OKR yang dibuat akan menunjang kesuksesan OKR yang dimiliki oleh startup Contohnya:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>OKR Tim</strong></p><p><em>Objective</em>:&nbsp;<em>Revenue startup&nbsp;</em>meningkat</p><p><em>Key results</em>:&nbsp;<em>1. 50.000 produk berhasil terjual</em></p><p>2. Kontrak kerjasama dengan 130 kelompok tani baru</p><p>3. Adakan 4 kampanye pemasaran produk secara nasional</p></blockquote>



<p>dan</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>OKR Individu</strong></p><p><em>Objective:&nbsp;</em>Produksi meningkat 10% pada Q3</p><p><em>Key Results:&nbsp;</em>1. Mempersiapkan 10 set mesin produksi</p><p>2. Membuat sistem produk yang lebih simpel</p><p>3. Membuat 3 pelatihan&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>untuk kelompok tani</p></blockquote>



<p id="5eeb">Nah itu tadi adalah contoh gimana cara OKR bekerja. Indikator hasil (KR) akan selalu di-<em>update&nbsp;</em>setiap sebulan atau setiap seperempat tahun.&nbsp;<em>Objective</em>-nya bisa dikatakan berhasil jika 70% hingga 75% dari KR berhasil dicapai.</p>



<p id="3bfc">Lho, kenapa nggak 100% aja?</p>



<p id="c831">Nah, ini yang tadi disebutkan kalau OKR itu harus dibuat sulit. Jika persentase keberhasilan&nbsp;<em>objective-</em>nya malah menyentuh 100%, itu artinya&nbsp;<em>objective&nbsp;</em>yang dibuat kurang ambisius. Gampang diraih bukan berarti kamu&nbsp;<em>expert</em>, tapi kurang menantang aja. Nah jika ini terjadi, ayo&nbsp;<em>review&nbsp;</em>OKR-mu lagi.</p>



<p id="e826">OKR memberikan benefit yang amat sangat keren untuk&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>yang sedang merintis dan merasa punya ambisi besar. Banyak perusahaan besar seperti Google, LinkedIn, dan Twitter yang pakai OKR untuk meningkatkan kualitas perusahaan mereka.</p>



<p id="6f49">Melalui OKR, nggak akan ada yang namanya kerja sendiri-sendiri karena siapapun bisa lihat&nbsp;<em>goal&nbsp;</em>dan performa kinerja masing-masing nantinya; karena OKR itu sifatnya transparan untuk semua anggota. Dan melalui OKR, kamu sudah siap menantang dirimu sendiri untuk jadi lebih besar ke depannya.</p>



<p id="d837"><em>So, ready to be the next Unicorn&nbsp;</em>di Indonesia selanjutnya? Pakai OKR dari sekarang.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>Tulisan ini dibuat oleh Adhitya Putra.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/okr-cara-jitu-jadi-startup-nomor-satu/">OKR: Cara Jitu Jadi Startup Nomor Satu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
