<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keuangan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/keuangan/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Nov 2022 06:20:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Keuangan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/keuangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Burn Rate dan Batas Terbaiknya untuk Startupmu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengenal-burn-rate-dan-batas-terbaiknya-untuk-startupmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2022 06:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Burn Rate]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8512</guid>

					<description><![CDATA[<p>Founders, modal dan keuangan merupakan hal penting dalam membangun&#160;startup. Untuk memulai suatu perusahaan, tentu kamu harus tahu tingkat “burn rate” yang dapat ditoleransi perusahaanmu apabila dana tersebut hilang setiap bulan, terutama jika kebutuhannya untuk investasi (gaji para staf serta sarana dan prasarana). Oleh karena itu, berikut ini 1000s berikan informasi mengenai&#160;burn rate&#160;serta tips untuk mengetahui [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-burn-rate-dan-batas-terbaiknya-untuk-startupmu/">Mengenal Burn Rate dan Batas Terbaiknya untuk Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="bdcf"><em>Founders</em>, modal dan keuangan merupakan hal penting dalam membangun&nbsp;<em>startup</em>. Untuk memulai suatu perusahaan, tentu kamu harus tahu tingkat “<em>burn rate</em>” yang dapat ditoleransi perusahaanmu apabila dana tersebut hilang setiap bulan, terutama jika kebutuhannya untuk investasi (gaji para staf serta sarana dan prasarana).</p>



<p id="364b">Oleh karena itu, berikut ini 1000s berikan informasi mengenai&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;serta tips untuk mengetahui batasannya bagi&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kamu.</p>



<p id="597c"><strong>Pembakaran Kotor vs. Pembakaran Bersih</strong></p>



<p id="d8dc"><em>Burn rate&nbsp;</em>merupakan jumlah uang yang kamu bakar setiap bulan.&nbsp;<em>Burn rate&nbsp;</em>terbagi menjadi pembakaran kotor dan pembakaran bersih. Pembakaran kotor merupakan basis biaya kamu, sedangkan pembakaran bersih merupakan tingkat perbedaan antara pendapatan dengan biaya kamu. Penting untuk mengetahui<em>&nbsp;burn rate</em>&nbsp;adalah untuk sampai kepada perhitungan cepat mengenai berapa bulan modal yang kamu miliki sebelum kamu kehabisan modal tersebut. Biasanya investor menanyakan&nbsp;<em>burn</em>&nbsp;<em>rate&nbsp;</em>yang mengacu ke pembakaran bersih.</p>



<p id="7239"><strong>Pertumbuhan vs. Profitabilitas</strong></p>



<p id="f280">Perusahaan yang meningkatkan pendapatan dengan cepat dan dengan margin kotor yang tinggi sering kali harus menginvestasikan modal sebanyak mungkin dalam pertumbuhan yang dapat mereka kelola secara bertanggung jawab. Karena ketika kamu menemukan sebuah produk atau pasar yang sesuai dan perusahaan kamu tumbuh pada skala yang sangat cepat, kamu ingin merebut pangsa pasar tersebut sebelum persaingan dimulai. Beberapa tujuan berinvestasi seperti di bidang teknik (untuk mempertahankan keunggulan produk Anda), kantor atau lokasi baru (untuk menangkap pasar sebelum yang lain), serta pemasaran (untuk menarik perhatian konsumen sebelum orang lain melakukannya), aktivitas tersebut kebanyakan menghabiskan modal sebelum pendapatan mereka menghasilkan.</p>



<p id="4dee"><strong>Ketersediaan Modal</strong></p>



<p id="2ae3">Yang terpenting,&nbsp;<em>value creation</em>&nbsp;kamu harus setidaknya 3x jumlah modal yang kamu bakar atau kamu akan menyia-nyiakan nilai investor. Apabila memiliki hubungan yang kuat dengan investor, memiliki neraca yang kuat (banyak modal), memiliki bisnis yang tumbuh dengan baik, atau kinerja kamu sangat kuat, kamu tentu yakin dapat menaikkan modal lebih mudah dan mentolerir tingkat pembakaran yang tinggi. Hal tersebut juga bergantung dengan kepercayaan investor, sehingga semakin banyak kamu membakar, semakin tinggi&nbsp;<em>leverage investor</em>&nbsp;yang relatif terhadap kamu jika mulai kehabisan modal dan tidak memiliki pilihan.</p>



<p id="33e2"><strong>Penilaian</strong></p>



<p id="23b7">Kamu harus selalu memperhatikan keadaan pribadi dan kondisi pasar karena tidak ada jumlah&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;yang “tepat”. Berikut ini merupakan beberapa panduannya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Perhatikan baik-baik&nbsp;<em>runway&nbsp;</em>kamu</li>



<li>Pahami bagaimana utang usaha dapat memperpendek proyeksi kamu</li>



<li>Jika Pra-VC perhatikan bahwa di masa-masa sulit, modal dapat lebih lama dikumpulkan</li>



<li>Jika kamu telah meningkatkan VC, pastikan kamu juga memiliki komunikasi terbuka mengenai pendanaan serta rencanakan dengan VC tentang&nbsp;<em>burn rate</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>runway</em>&nbsp;yang tepat</li>
</ul>



<p id="7dc2">Itulah beberapa hal mengenai<em> burn rate </em>dan batasan nilai yang dapat kamu terapkan di <em>startup</em>-mu. Sebagai <em>founder</em>, kamu harus serba bisa dan tidak hanya memperhatikan satu divisi saja. Memperhatikan keuangan, <em>runway</em>, dan kas perusahaanmu merupakan hal terpenting yang bisa kamu lakukan untuk memperpanjang umur usahamu. Jangan menyerah untuk terus belajar, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="bb7b"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="08f2"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="0b88"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengenal-burn-rate-dan-batas-terbaiknya-untuk-startupmu/">Mengenal Burn Rate dan Batas Terbaiknya untuk Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Cara Menghitung Runway Startupmu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/inilah-cara-menghitung-runway-startupmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2022 05:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7353</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah burn rate dan runway mungkin sudah tidak asing bagi para penggiat startup, terutama bagi kamu saat terjun dalam dunia startup dan berkomitmen untuk memulai usahamu. Bagi kamu yang baru mendengarnya pertama kali, burn rate adalah pengukuran cash flow negatif dari sebuah perusahaan, dan runway adalah panjangnya umur startup kamu. Burn rate biasanya dihitung per [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/inilah-cara-menghitung-runway-startupmu/">Inilah Cara Menghitung Runway Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong></strong>Istilah <em>burn rate</em> dan <em>runway</em> mungkin sudah tidak asing bagi para penggiat <em>startup</em>, terutama bagi kamu saat terjun dalam dunia <em>startup</em> dan berkomitmen untuk memulai usahamu. Bagi kamu yang baru mendengarnya pertama kali, <em>burn rate</em> adalah pengukuran <em>cash flow</em> negatif dari sebuah perusahaan, dan <em>runway</em> adalah panjangnya umur <em>startup</em> kamu.</p>



<p><em>Burn rate</em> biasanya dihitung per bulan dan dapat membantu <em>founders</em> untuk menentukan <em>runway</em> mereka. Dengan keuangan yang dimiliki secara keseluruhan, seberapa lama <em>startup</em>mu bisa bertahan? Bila dapat dihitung dan diperkirakan dengan baik, maka <em>founders</em> bisa menentukan langkah berikutnya untuk memperpanjang umur <em>startup</em>nya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Menghitung </strong><strong><em>Gross Burn Rate</em></strong><strong> dan </strong><strong><em>Net Burn Rate</em></strong></h3>



<p><strong></strong><em>Gross burn rate </em>adalah total dari semua pengeluaran tunai setiap bulannya. Penting untuk mengetahui secara jelas besaran dari <em>gross burn rate </em>yang kamu butuhkan untuk memperkirakan <em>runway</em> bisnismu. Selain itu, data ini juga penting untuk dijelaskan secara transparan kepada investor, sehingga mereka bisa mengetahui nilai dari perusahaanmu, dan keuntungan sebesar apa yang bisa mereka dapatkan jika mereka berinvestasi di perusahaanmu.</p>



<p><em>Gross burn rate</em> pun punya rumusnya sendiri. Contohnya, kalau kamu memulai dengan Rp 200.000.000 tahun ini, dan tersisa Rp 50.000.000 pada akhir tahun saat menutup buku, maka <em>gross burn rate</em>mu adalah Rp. 12.500.000. Bagaimana cara mengetahuinya?</p>



<p>Formula yang digunakan adalah:<strong>&nbsp;</strong></p>



<p><strong><em>nominal tunai asli &#8211; nominal sisa : 12 bulan = gross burn rate.</em></strong></p>



<p><em></em>Bila contoh kasus di atas dijabarkan dalam bentuk rumus di atas, kira-kira akan berbentuk seperti ini:</p>



<p>(Rp 200.000.000 &#8211; Rp 50.000.000)/12 bulan = <em>gross burn rate</em></p>



<p>Rp 150.000.000/12 bulan = <em>gross burn rate</em></p>



<p>Rp 12.500.000 = <em>gross burn rate</em></p>



<p>Berbeda dengan <em>gross burn rate</em>, <em>net burn rate</em> adalah angka bersih yang membandingkan antara pendapatan dan pengeluaran perusahaanmu. Tanda bahwa perusahaanmu profitable adalah dengan timbulnya jumlah <em>net burn rate</em> yang negatif. Artinya, pendapatan kamu dapat menutupi, bahkan lebih besar dibanding pengeluaran yang dibuat.<br>Nominal dari <em>net burn rate</em> akan selalu sama dengan pendapatan bersih kamu pada laporan laba rugi (P&amp;L) dan dihitung dengan cara yang hampir sama: tambahkan semua pengeluaran untuk bulan tersebut, kemudian kurangi dengan pendapatan yang ada untuk setiap bulan.<br>Alasan mengapa perhitungan ini harus dilakukan setiap bulan karena variabilitas pendapatan perlu diperhitungkan. Sebab, kalau kamu memiliki pendapatan di bawah dari pendapatanmu di bulan sebelumnya, maka burn rate perusahaanmu akan lebih besar. Kembali lagi, kondisi itu bisa berpengaruh terhadap pandangan investor akan perusahaanmu.<br>Cara terbaik bagi sebuah startup agar memiliki <em>runway</em> yang panjang adalah menjaga <em>burn rate</em>, yaitu dengan meningkatkan <em>revenue</em>/keuntungan, dan menekan biaya operasional perusahaan. Memang bukan hal yang mudah, namun dengan teknik <em>marketing</em> yang tepat, maka umur <em>runway</em>mu akan semakin panjang.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Mulai Menghitung Panjang </strong><strong><em>Runway</em></strong><strong>mu</strong></h3>



<p>Untuk menghitung <em>runway</em>mu, kamu bisa mengetahuinya dari modal awal perusahaanmu dibagi dengan <em>net burn rate</em>mu per bulan. Dari situlah kamu bisa mengetahui akhir dari runwaymu dan mulai menyusun rencana untuk memperpanjangnya.<br>Mari kita gunakan angka Rp 200.000.000 dari contoh kasus di atas. Kemudian bagikan angka tersebut dengan jumlah <em>net burn rate</em> <em>startup</em>mu per bulannya. Angka yang muncul adalah umur dari <em>runway</em>mu; seberapa lama pola keuanganmu saat ini dapat mempertahankan <em>startup</em>mu.<br>Menurut Forbes, umur <em>startup runway</em> yang baik ada pada angka 12 sampai 15 bulan. Karena, pada periode tersebut kamu bisa memiliki ruang untuk memikirkan langkah lain untuk mempertahankan <em>startup</em>mu. Baik itu pembaruan strategi <em>marketing</em>, pembaruan kualitas produk, maupun pemotongan biaya operasional yang bisa dikurangi. Kamu pun bisa menargetkan 6 bulan untuk membuktikan kemanjuran langkah baru yang kamu pilih. Bila dalam 6 bulan tersebut tidak mendapatkan <em>net burn rate</em> di angka negatif dan tidak mendapatkan income lebih, maka kamu harus mencoba cara lain, atau semakin tegas dalam pengeluaran yang perusahaanmu buat.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Awasi Terus </strong><strong><em>Burn Rate</em></strong><strong>mu Mulai dari Sekarang</strong></h3>



<p>Cara terbaik untuk tetap<em> on track</em> dengan kondisi finansialmu adalah menggunakan <em>tools</em> sederhana seperti <em>spreadsheet</em>. Bagi dua <em>spreadsheet</em>mu untuk pengeluaran dan pemasukan, kemudian elaborasi juga apa pun yang ingin kamu masukkan ke dalam <em>spreadsheet</em> pengeluaran: apakah manfaatnya bagi kemajuan perusahaanmu ataupun kesejahteraan karyawanmu? Bila kamu tidak bisa menjawabnya, sebaiknya hindari pengeluaran tersebut hingga kondisi finansial perusahaanmu stabil kembali.</p>



<p>Tidak hanya tindakan <em>macro-management</em> dari pihak kamu saja yang harus diperhatikan, namun kamu juga bisa memaksimalkan usaha memperpanjang <em>runway startup</em>mu dengan melakukan hal yang sama di setiap divisi yang ada (<em>micro-management</em>). Gunakan kesempatan ini untuk menanamkan kesadaran finansial bersama tim kamu.</p>



<p>Dalam 6-12 bulan upayamu untuk memperpanjang <em>runway</em>, kamu juga harus memikirkan kemungkinan terbaik dan terburuk yang dapat terjadi pada perusahaanmu. Tidak hanya secara teknis dan logika, niscaya kondisi ini pun mampu mendewasakan kamu secara interpersonal.</p>



<p>Merintis sebuah <em>startup </em>memang bukanlah hal yang mudah, namun banyak penggiatnya (bahkan mungkin juga kamu) memilih menjadi seorang <em>entrepreneur</em> karena kecintaan yang tinggi dan rasa penasaran yang besar. Maka, janganlah matikan <em>passion</em>mu hanya karena sebuah ancaman menunggu di hadapanmu. Jangan berhenti berusaha untuk mencari jalan keluar dan berupaya untuk terus bertumbuh!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="69e2"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="11a5"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="81cf"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/inilah-cara-menghitung-runway-startupmu/">Inilah Cara Menghitung Runway Startupmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Cara Memperoleh Modal Untuk Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/6-cara-memperoleh-modal-untuk-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2021 08:22:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=6744</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu tantangan yang dihadapi para startup serta para pelaku usaha adalah mengenai modal. Di tahap setelah mereka membangun MVP, biasanya startup membutuhkan lebih banyak biaya dalam operasional atau pengembangan produk. Berbagai eksperimen yang dilakukan tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itu, startup harus ‘putar otak’ untuk bisa mendapatkan akses permodalan. Bagi kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/6-cara-memperoleh-modal-untuk-startup/">6 Cara Memperoleh Modal Untuk Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/6-cara-peroleh-modal-startup-1024x682.png" alt="" class="wp-image-6998" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/6-cara-peroleh-modal-startup-1024x682.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/6-cara-peroleh-modal-startup-300x200.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/6-cara-peroleh-modal-startup-768x512.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/6-cara-peroleh-modal-startup.png 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p id="d3da">Salah satu tantangan yang dihadapi para startup serta para pelaku usaha adalah mengenai modal. Di tahap setelah mereka membangun MVP, biasanya startup membutuhkan lebih banyak biaya dalam operasional atau pengembangan produk. Berbagai eksperimen yang dilakukan tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itu, startup harus ‘putar otak’ untuk bisa mendapatkan akses permodalan.</p>



<p id="a711">Bagi kamu yang sedang ada di tahapan pengembangan startup dan membutuhkan suntikan dana, maka artikel ini sangat cocok untuk kamu pelajari lebih lanjut.</p>



<p id="f663"><strong>1.&nbsp;<em>Bootstrapping</em></strong></p>



<p id="48c7">Istilah ini digunakan saat perusahaan berusaha menjalankan operasional bisnis tanpa membutuhkan bantuan pendanaan eksternal.<em>&nbsp;Bootstrapping</em>&nbsp;kerap dilakukan oleh bisnis rintisan karena lebih mudah dipilih. Lalu dari mana dananya berasal? Salah satunya dengan memanfaatkan sumber dana yang dimiliki oleh&nbsp;<em>founder</em>, misalnya saja melalui tabungan.</p>



<p id="02d2">Bagaimanapun, menjalankan sebuah bisnis pasti ada risikonya. Jika kamu menggunakan&nbsp;<em>bootstrapping</em>&nbsp;sebagai alternatif pendanaan, maka kamu harus siap untuk kehilangan dana pribadi apabila mengalami masalah atau kegagalan. Namun, jika dilihat dari sisi lainnya,&nbsp;<em>bootstrapping&nbsp;</em>tidak memberikan beban utang kepada pihak lain apabila bisnis yang dijalankan gagal.</p>



<p id="5278">Seiring pertumbuhan startup, maka ada dana yang masuk sebagai pendapatan dan menggantikan modal awal. Sebelum menggunakan dana secara&nbsp;<em>bootstrapping</em>, ada baiknya kamu melakukan penghitungan kapan akan mencapai BEP (<em>Break Event Point</em>) dan bagaimana caranya untuk mendapatkan pemasukan rutin.</p>



<p id="5840">Keuntungan lainnya dari&nbsp;<em>bootstrapping</em>&nbsp;adalah kamu bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis, seperti pengembangan kualitas produk. Selain itu, kamu punya kendali penuh atas perusahaan yang kamu jalankan. Kebijakan perusahaan dapat kamu kontrol secara pribadi tanpa adanya campur tangan pihak lain.</p>



<p id="9f88"><strong>2. Dana keluarga</strong></p>



<p id="8d41">Cara memperoleh modal startup yang kedua adalah melalui dana keluarga. Lingkungan terdekat dan jejaring internal yang kamu miliki bisa digunakan untuk menambah suntikan dana saat kamu sedang memulai startup. Yang termasuk lingkungan terdekat antara lain keluarga, sahabat, dan teman. Mereka biasanya cenderung lebih mendukung ide bisnis yang kamu miliki.</p>



<p id="8d91">Bantuan berupa pendanaan dari keluarga merupakan sebuah motivasi tersendiri bahwa kamu punya dukungan yang luar biasa. Untuk itu, berusahalah semaksimal mungkin agar keluarga yang mendukungmu juga merasakan manfaat dan dampak positif dari startup yang kamu bangun.</p>



<p id="948a">Modal dari dana keluarga pada umumnya punya syarat yang lebih mudah daripada bank atau entitas bisnis yang lain. Untuk itu, kamu harus mengantisipasi hal ini dengan membuat perjanjian peminjaman dana sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapat keuntungan. Kamu harus bisa menentukan seberapa besar peran mereka bisa turut andil dalam pengelolaan bisnismu. Karena tidak jarang hal ini bisa menjadi permasalahan apabila suatu hari nanti bisnismu sudah berkembang pesat.</p>



<p id="0fbd"><strong>3. Pinjaman usaha ke bank atau koperasi</strong></p>



<p id="c421">Mengajukan pinjaman ke pihak bank atau koperasi bisa menjadi alternatif bagi kamu yang sedang membutuhkan modal untuk startup. Untuk pengajuan kredit usaha, biasanya dari pihak bank akan meminta profil usahamu secara rinci berupa proposal atau menunjukkan data laporan keuangan perusahaan.</p>



<p id="64bb">Hal ini bertujuan untuk&nbsp;<em>feasibility study</em>&nbsp;atau meninjau apakah bisnismu layak diberikan kucuran dana atau tidak. Selain itu, pihak bank akan menilai skor kreditmu untuk mengecek kemampuan membayar pinjaman. Tanyakan secara detil mengenai persyaratan apa saja yang harus kamu penuhi, bagaimana mekanisme pembayaran, suku bunga, serta risiko apabila terjadi gagal bayar.</p>



<p id="d194">Untuk itu, kamu perlu ekstra hati-hati karena bunga dan cicilan yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi kendala. Pastikan memang kamu mampu membayar pinjaman secara berkala sesuai kesepakatan sebelum kamu menandatangani perjanjian dengan pihak bank. Biasanya pinjaman akan bisa cepat cair apabila kamu memenuhi segala persyaratan dengan lengkap.</p>



<p id="08f6"><strong>4. Inkubator dan akselerator</strong></p>



<p id="ce3f">Inkubator adalah wadah berkembangnya para startup mulai dari awal. Di inkubator, pada umumnya memiliki tahapan mulai dari pembentukan tim, menggodok ide hingga menjadi MVP, sesi hackathon, demo day, hingga graduation yakni&nbsp;<em>launching&nbsp;</em>startup ke pasar. Inkubator biasanya dimotori oleh entitas bisnis seperti perusahaan swasta, pemerintah, atau lembaga pendidikan. Lewat inkubator, modal untuk startup lebih banyak diberikan dalam bentuk non tunai, misalnya berupa materi, pelatihan atau workshop, konsultasi mentor, akses ruang kerja, hingga pendanaan.</p>



<p id="05a0">Sedangkan akselerator biasanya membantu startup dalam hal percepatan agar berkembang lebih baik daripada sebelumnya. Pada umumnya, periode di akselerator lebih singkat daripada di inkubator, yaitu dalam hitungan bulan (3 bulan, 6 bulan, dan seterusnya). Program yang diberikan lewat akselerator juga berbeda dan lebih spesifik, misalnya investasi modal awal.</p>



<p id="3c84">Tidak hanya itu saja, beberapa akselerator juga menawarkan modal berupa akses&nbsp;<em>networking&nbsp;</em>ke jaringan mentor, misalnya pemodal ventura, praktisi bisnis, investor, hingga eksekutif&nbsp;<em>startup.&nbsp;</em>Tujuan adanya akselerator lebih cenderung untuk membantu startup sehingga dapat mempersingkat waktu saat membangun bisnis. Misalnya, dari yang seharusnya sukses dalam hitungan tahun, kemudian bisa dipercepat perkembangannya dalam hitungan bulan setelah bergabung dengan akselerator.</p>



<p id="d7cc"><strong>5.&nbsp;<em>Angel investor</em></strong></p>



<p id="c9e9">Orang dengan kekayaan dalam jumlah besar dan melakukan pendanaan kepada startup disebut sebagai&nbsp;<em>angel investor</em>. Memperoleh modal startup lewat&nbsp;<em>angel investor&nbsp;</em>bisa jadi salah satu alternatif terbaik bagimu yang sedang mengawali karir dalam membangun startup.</p>



<p id="723e">Para&nbsp;<em>angel investor</em>&nbsp;menghasilkan uang dan mendonasikan melalui startup yang mereka miliki sendiri. Terkadang mereka berasal dari industri yang berbeda, atau di industri yang sama. Rata-rata golongan konglomerat yang berinvestasi di startup punya banyak sekali perusahaan lain yang juga dikelola oleh manajemennya.&nbsp;<em>Angel investor&nbsp;</em>yang ada sangat membantu para startup dalam mengurangi hambatan akses yang dihadapi oleh&nbsp;<em>founder</em>.</p>



<p id="d2e5">Sebagian dari para&nbsp;<em>angel investor&nbsp;</em>mengharapkan timbal balik yang besar dari modal yang ia tanamkan di startup. Namun sebagian lain merasa bahwa menyuntikkan dana ke startup adalah sebuah hal yang patut dibanggakan. Ini bisa disebut sebagai prestise atau membanggakan diri karena bisa berinvestasi di startup yang potensial.</p>



<p id="caca"><em>Angel investor</em>&nbsp;memberikan modal pada startup yang masih berada di tahapan&nbsp;<em>pre-seed, seed funding,&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>pre-series&nbsp;</em>A. Pada umumnya, skema modal dari&nbsp;<em>angel investor&nbsp;</em>diberikan dalam bentuk kepemilikan saham di startup melalui dana yang mereka kontribusikan. Jika startup gagal,&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;tidak perlu membayar uang kembali. Apabila berhasil,&nbsp;<em>angel investor</em>&nbsp;dapat menjual sahamnya supaya mendapatkan keuntungan atau mencari return yang tinggi dari saham yang ia miliki.</p>



<p id="4e59"><strong>6.&nbsp;<em>Venture Capital</em></strong></p>



<p id="0ad9"><em>Venture capital</em>&nbsp;(VC) atau yang biasa disebut dengan modal ventura merupakan jenis pembiayaan untuk startup dan disediakan oleh para investor. Pada umumnya, permodalan menggunakan VC diberikan pada startup kelas kecil hingga menengah.</p>



<p id="1aad">VC tidak memberikan syarat berupa agunan dan&nbsp;<em>cashflow&nbsp;</em>bagi startup, sehingga skema pembayarannya dihitung tidak berdasarkan per bulan layaknya mengambil kredit di bank. Pemberian modal oleh VC biasanya seperti menanam saham di perusahaan. Apabila startup rugi, maka VC juga ikut rugi. Apabila mendapatkan keuntungan, maka profitnya akan dibagi berdasarkan kesepakatan di awal.</p>



<p id="8c37">Sebelum mengajukan tambahan modal lewat VC, maka pelajari terlebih dahulu mengenai VC yang cocok dengan startupmu, apakah mereka akan mendanai startup di tahap&nbsp;<em>pre-seed, seed, pre-series&nbsp;</em>A,&nbsp;<em>series&nbsp;</em>A, dan seterusnya. Dari pihak VC biasanya sudah menentukan dana yang akan diberikan disetarakan dengan persen saham kepemilikan di startup.</p>



<p id="e782">Itu tadi beberapa&nbsp;<em>source&nbsp;</em>atau sumber dalam memperoleh modal bagi startup. Semoga dengan informasi ini menambah pengetahuanmu akan sumber permodalan dan membantumu untuk ‘naik kelas’, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p><em>— Tulisan ini dibuat oleh&nbsp;</em>Sofy Nito.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/6-cara-memperoleh-modal-untuk-startup/">6 Cara Memperoleh Modal Untuk Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahapan Saat Startup PDKT ke Investor</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tahapan-saat-startup-pdkt-ke-investor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2021 08:01:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Rinitisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Investor mencari startup yang tepat untuk bisa diajak kerja sama. Lantas, apakah startup yang tepat itu adalah milikmu? Berikut ini adalah tahapan yang pada umumnya dilakukan investor saat melakukan PDKT atau pendekatan ke startup. Cek terlebih dahulu agar kamu semakin siap, ya! 1. Buat daftar investor yang relevan dengan startupmu Cari tahu investor mana saja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tahapan-saat-startup-pdkt-ke-investor/">Tahapan Saat Startup PDKT ke Investor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.05.22.png" alt="" class="wp-image-5694" width="840" height="699" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.05.22.png 606w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.05.22-300x250.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Investor mencari startup yang tepat untuk bisa diajak kerja sama. Lantas, apakah startup yang tepat itu adalah milikmu?</p><p>Berikut ini adalah tahapan yang pada umumnya dilakukan investor saat melakukan PDKT atau pendekatan ke startup. Cek terlebih dahulu agar kamu semakin siap, ya!</p></blockquote>



<hr class="wp-block-separator"/>



<h2 class="wp-block-heading">1. <span style="text-decoration: underline;">Buat daftar investor yang relevan dengan startupmu</span></h2>



<p>Cari tahu investor mana saja yang memenuhi syarat untuk startupmu. Alasannya, tidak semua investor cocok untuk mendanai sebuah startup. Untuk itu, kamu harus membuat daftar investor yang sekiranya paling cocok. Mempersempit daftar investor yang relevan sama artinya dengan memperbanyak peluang kecocokan dibandingkan memasukkan semua investor ke dalam daftarmu. Sebagai contohnya, jika kamu mencari investor dari <em>venture capital</em>, kamu dapat mencari website dari <em>venture capital </em>tersebut dan pelajari jenis startup seperti apa sajakah yang mereka pernah danai.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2. <span style="text-decoration: underline;">Berkenalan lewat e-mail</span></h2>



<p>Selanjutnya, kamu bisa menghubungi investor- investor yang sudah ada dalam daftarmu melalui surat elektronik. Tantangannya adalah, kamu harus bisa membuat investor tertarik untuk mempelajari seluk beluk startupmu. Karena, jika mereka tertarik, maka pada umumnya investor akan segera menghubungimu atau meminta informasi lebih lanjut tentang startupmu. Berikut adalah tips dalam merancang surat elektronik untuk ditujukan pada investor:</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.10.45.png" alt="" class="wp-image-5696" width="839" height="540" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.10.45.png 572w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.10.45-300x193.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading">3. <span style="text-decoration: underline;">Investor mulai mengulik info</span></h2>



<p></p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.10.17.png" alt="" class="wp-image-5695" width="842" height="366" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.10.17.png 605w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.10.17-300x130.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<p>Sebelum investor menghubungimu, mereka pasti meneliti dan mencari informasi lebih jauh tentang startupmu. Maka, kamu harus menyiapkan situs perusahaan yang memuat informasi lebih lengkap tentang perusahaan, produk, atau layanan yang kamu tawarkan. Oleh karena itu, sebaiknya kamu juga memberikan tautan ke alamat situs perusahaan saat mengirimkan penawaran lewat surat elektronik. Catatan penting lainnya, rapikan</p>



<p>profil diri para <em>founder </em>di internet, seperti media sosial atau blog pribadi, karena ini juga tidak lepas dari pengamatan investor. Umumnya, dalam melihat pengalaman kerja atau bisnis seseorang, investor akan mengevaluasi profil media sosial LinkedIn orang tersebut. Jadi, pastikan kamu memiliki profil LinkedIn yang lengkap dan berkesan profesional, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">4. <span style="text-decoration: underline;">Investor menghubungimu</span></h2>



<p>Ketika investor sudah melabuhkan hatinya di daftar startup yang mereka incar, mereka tidak akan segan untuk menghubungi dan meminta info lebih lanjut. Untuk itu, sebaiknya kamu sudah menyiapkan <em>executive summary </em>dan <em>pitch deck</em>.</p>



<p>Pada intinya, apa yang ada di dalam <em>executive summary </em>dan <em>pitch deck </em>adalah sama. Bedanya, <em>executive summary </em>ditulis dalam bentuk narasi atau dokumen sepanjang 2-3 halaman yang menjelaskan tentang setiap bagian atau bab tentang startup dan produk. Sedangkan <em>pitch deck </em>ditulis dalam format yang berbeda, berupa poin-poin utama dan grafik atau ilustrasi yang menarik ke dalam halaman presentasi. Tuliskan profil singkat para <em>founder </em>dan tim, masalah yang ditemui, solusi, produk yang ditawarkan, ukuran pasar, persaingan di pasar, detail pembiayaan, strategi pemasaran, dan lain-lain secara singkat namun padat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">5. <span style="text-decoration: underline;">Investor mengatur pertemuan</span></h2>



<p>Saatnya untuk <em>pitching</em>! Di tahap ini, investor akanmenawarkanpertemuanuntukmembahas lebih lengkap dalam sesi presentasi. Mungkin hal ini adalah yang pertama kali akan kamu alami, atau bisa juga jadi kesempatan yang kesekian kalinya. Untuk itu, latihan presentasi dan melakukan simulasi sangat penting untuk mematangkan proses persiapan. Siapkan <em>pitch deck </em>secara cermat dan pastikan semua yang tertulis tidak ada yang keliru. <em>Pitch deck </em>yang baik justru memiliki konten yang tidak terlalu banyak karena presentasi hadir untuk mendorong terciptanya diskusi, bukan untuk menghabiskan waktu membaca <em>slide </em>demi <em>slide </em>di hadapan investor.</p>



<h2 class="wp-block-heading">6. <span style="text-decoration: underline;">Investor mengikat kesepakatan</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.13.21.png" alt="" class="wp-image-5697" width="842" height="277" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.13.21.png 608w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.13.21-300x98.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<p>Ini tahapan selangkah menuju proses <em>dealing</em>. Pada umumnya, mereka akan meminta rencana bisnis dengan lebih lengkap yang memuat posisi kompetitor, perincian dari strategi pemasaran, atau bagaimana rencana produk ke depannya.</p>



<p>Selain itu, kamu juga harus menyiapkan laporan keuangan yang menjelaskan penggunaan hasil dan bagaimana caramu menghasilkan uang di masa depan. Ingatlah untuk memasukkan daftar arus pendapatan (<em>revenue stream</em>) dan model bisnis yang digunakan, ya.</p>



<p>Selanjutnya, kamu juga bisa menyiapkan <em>capitalization table </em>atau tabel yang berisi persentase kepemilikan perusahaan. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan semuanya dengan cermat dan membaca dengan teliti penawaran dan kontrak dari investor sebelum kamu dan tim menandatangani persetujuan kerja sama lebih lanjut.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Itulah tadi tahapan yang pada umumnya dilakukan investor saat akan melakukan kerja sama dengan startup. Semua tahapan di atas bukan menjadi jaminan bahwa startupmu bisa <em>deal </em>dengan investor. Akan tetapi, dengan adanya persiapan yang matang dan rinci, maka kamu akan punya peluang lebih banyak untuk memenangkan hati para investor.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p>Artikel ini telah terbit pada&nbsp;<strong>Buku Saku RINTISAN Edisi 10: Ekonomi Biru</strong>. Silakan&nbsp;<a href="https://1000startupdigital.id/rintisan/"><code>klik link ini</code>&nbsp;</a> untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tahapan-saat-startup-pdkt-ke-investor/">Tahapan Saat Startup PDKT ke Investor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
