<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Founder Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/founder/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/founder/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 May 2023 04:04:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Founder Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/founder/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sharing Bersama Founders di Temu Gagasan Rintisan: Growth &#038; Scale Up</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/sharing-bersama-founders-di-temu-gagasan-rintisan-growth-scale-up/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Apr 2023 07:17:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Temu Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founder]]></category>
		<category><![CDATA[Growth Scale Up]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gali-gali isi Rintisan bersama founders startup keren! Membangun perusahaan memang perjalanan yang panjang. Setelah berhasil merintis startup, tentunya kamu ingin mengembangkan startupmu ke level yang lebih tinggi. Untuk mewujudkannya, kamu memerlukan strategi bisnis yang tepat dan menanamkan&#160;founder’s mentality&#160;agar berhasil mencapai tujuan startupmu.&#160;Dengan memiliki dua hal ini, bisnismu tidak hanya dapat bertahan, namun juga berkembang pesat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/sharing-bersama-founders-di-temu-gagasan-rintisan-growth-scale-up/">Sharing Bersama Founders di Temu Gagasan Rintisan: Growth &amp; Scale Up</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="afb4">Gali-gali isi Rintisan bersama founders startup keren!</p>



<p id="ace9">Membangun perusahaan memang perjalanan yang panjang. Setelah berhasil merintis startup, tentunya kamu ingin mengembangkan startupmu ke level yang lebih tinggi. Untuk mewujudkannya, kamu memerlukan strategi bisnis yang tepat dan menanamkan&nbsp;<em>founder’s mentality&nbsp;</em>agar berhasil mencapai tujuan startupmu<em>.</em>&nbsp;Dengan memiliki dua hal ini, bisnismu tidak hanya dapat bertahan, namun juga berkembang pesat untuk bersaing di pasar yang lebih luas.</p>



<p id="ed25">Untuk terus mendukung para founders dalam mengembangkan startup, Gerakan Nasional #1000StartupDigital menyelenggarakan acara Temu Gagasan. Acara ini menjadi momen perilisan volume baru buku saku Rintisan serta menjadi ruang temu untuk berjejaring.</p>



<p id="3d92">Pada Temu Gagasan edisi&nbsp;<em>Growth &amp; Scale Up</em>&nbsp;yang diadakan pada Sabtu, 18 Maret 2023 lalu, para founders,&nbsp;<em>venture capital</em>, dan pegiat startup saling bertukar pengalaman dan wawasan selama merintis startup.</p>



<p id="911f">Dalam sesi pertama yaitu Panel&nbsp;<em>Growth</em>,&nbsp;<em>Strategic Partnership Manager</em>&nbsp;Alpha JWC Ventures, Clarissa Gunawan dan Co-Founder Evermos, Iqbal Muslimin berbagi tips seputar cara mengembangkan startup.</p>



<p id="a7cb">Clarissa dari Alpha JWC Ventures mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang membuat startup sukses<em>&nbsp;scale up.</em>&nbsp;Diantaranya adalah modal,&nbsp;<em>networking,</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>resilience</em>&nbsp;seorang founder. Menurutnya, founder harus memiliki daya tahan yang tinggi dalam menghadapi beragam tantangan, serta berani bereksperimen sesuai dengan kondisi pasar yang dinamis.</p>



<p id="25ee">Menanggapi hal tersebut, Co-Founder Evermos, Iqbal Muslimin setuju dengan pentingnya faktor&nbsp;<em>resilience</em>. Ia juga menambahkan bahwa&nbsp;<em>resilience&nbsp;</em>bukan hanya daya tahan banting atau stress, tapi juga godaan ide-ide baru di mana kita harus berkomitmen dengan target yang sudah kita tetapkan di awal. Selain itu, founder juga harus memiliki&nbsp;<em>stress management</em>&nbsp;yang baik, serta bersikap objektif demi mencapai tujuan perusahaan.</p>



<p id="f5ab">Iqbal juga menambahkan bahwa momentum adalah faktor penting yang harus dicari dan diperhatikan para founders.</p>



<p id="4547">“Kita coba&nbsp;<em>create momentum,</em>&nbsp;biasanya dengan melihat apa tren pasar yang bisa kita&nbsp;<em>tap.&nbsp;</em>Momentum harus ada, tapi coba dicocokkan dengan strategi kita.”</p>



<p id="fae2">Di tahun 2019, Iqbal memanfaatkan momentum bulan Ramadhan dan menyesuaikannya dengan strategi perusahaan. Saat itu, ia sadar bahwa ia membutuhkan modal lebih besar untuk&nbsp;<em>scale up</em>, sehingga ia menjalin kerja sama dengan&nbsp;<em>venture capital&nbsp;</em>Alpha JWC Ventures. Dengan tantangan meningkatkan reseller dari 10x menjadi 10.000 reseller, Evermos mencoba melihat kebutuhan pasar saat itu.</p>



<p id="501a">“Ngobrol sama UMKM, lakuin survei, ternyata banyak yang bilang pas pandemi yang bakal laku itu&nbsp;<em>home living</em>. Setelah kita set banyak kategori, terus yang<em>&nbsp;winning&nbsp;</em>itu kategori spray.”</p>



<p id="c7f0">Disamping memberikan modal dan target kepada startup, Clarissa menambahkan bahwa investor yang baik akan memberikan pendampingan atau&nbsp;<em>mentorship&nbsp;</em>demi mendukung startup dalam merealisasikan target. Misalnya, lewat bantuan&nbsp;<em>networking</em>&nbsp;ke supplier untuk kategori baru yang belum dieksplor oleh startup, hingga&nbsp;<em>networking</em>&nbsp;ke investor potensial ke depannya.</p>



<p id="d3e8">Dalam sesi kedua yaitu Panel Profil Startup, CEO &amp; Co-Founder UMEDS, Alif Andika Sutadi juga setuju akan pentingnya peran mentor. Menurutnya, UMEDS dapat berkembang berkat pelajaran dari mentor-mentor yang ia temui di program inkubasi yang diikutinya, salah satunya adalah program Gerakan Nasional #1000StartupDigital.</p>



<p id="8433">“Ikut program incubation dan ketemu mentor-mentor itu sangat membantu kami. Jadi banyak&nbsp;<em>point of view</em>&nbsp;yang kita sebagai entrepreneur enggak ngeliat, tapi keliat sama para mentor. Dan itu sangat&nbsp;<em>crucial</em>&nbsp;ketika kita memutuskan&nbsp;<em>decision</em>&nbsp;sebuah strategi atau ngembangin produk.”</p>



<p id="f8ef">Acara Temu Gagasan ini dihadiri oleh pembaca setia Rintisan, calon founder, hingga anak muda yang tengah merintis startup. Kamu juga bisa mengikuti acara Temu Gagasan edisi selanjutnya, loh. Pantengin terus media sosial #1000StartupDigital supaya tidak ketinggalan pendaftarannya, ya!</p>



<p id="f28f">Kami tunggu kehadiranmu untuk gali-gali inti Rintisan bareng di acara Temu Gagasan berikutnya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="9262"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="cea3"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="46be"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/sharing-bersama-founders-di-temu-gagasan-rintisan-growth-scale-up/">Sharing Bersama Founders di Temu Gagasan Rintisan: Growth &amp; Scale Up</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Jadi Founder, Harus Punya Keterampilan Apa Saja?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mau-jadi-founder-harus-punya-keterampilan-apa-saja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Personal Development]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founder]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8459</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ingin menjadi&#160;founder&#160;startup, keterampilan apa saja yang harus dipelajari dan dikuasai? Apakah menjadi&#160;founder&#160;harus jago dalam bidang teknologi? Mengapa keterampilan-keterampilan tersebut penting? Artikel ini menjawab semua pertanyaan di atas berdasarkan riset yang dilakukan oleh Tom Eisenmann, Rob Howe, dan Beth Altringer. Hasil penelitian dipublikasikan lewat artikel Harvard Business Review, di mana penulis mengajukan pertanyaan kepada&#160;founder&#160;yang merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-jadi-founder-harus-punya-keterampilan-apa-saja/">Mau Jadi Founder, Harus Punya Keterampilan Apa Saja?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="571f">Jika ingin menjadi&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;startup, keterampilan apa saja yang harus dipelajari dan dikuasai? Apakah menjadi&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;harus jago dalam bidang teknologi? Mengapa keterampilan-keterampilan tersebut penting?</p>



<p id="7b04">Artikel ini menjawab semua pertanyaan di atas berdasarkan riset yang dilakukan oleh Tom Eisenmann, Rob Howe, dan Beth Altringer. Hasil penelitian dipublikasikan lewat artikel Harvard Business Review, di mana penulis mengajukan pertanyaan kepada&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;yang merupakan alumni dari Harvard Business Review. Secara garis besar, penelitian berfokus untuk mencari jawaban atas, “Apa yang perlu diketahui oleh orang yang ingin menjadi pendiri startup?” Berikut merupakan ulasannya.</p>



<p id="0828"><strong>1. Keterampilan yang dimiliki tergantung pada tahapan startup yang sedang dijalani</strong>. Keterampilan&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;akan berubah seiring dengan skala perusahaan yang semakin besar. Contohnya adalah pada tahap&nbsp;<em>early stage,&nbsp;</em>maka fokuslah pada keterampilan desain dan pengembangan produk,&nbsp;<em>pitching,&nbsp;</em>serta formula merancang tim. Di tahapan selanjutnya, keterampilan akan punya bobot lebih besar untuk merekrut karyawan ahli, mengkomunikasikan visi pada karyawan baru, dan manajemen budaya perusahaan.</p>



<p id="46c7"><strong>2. Memilih mitra kerja seperti&nbsp;<em>co-founder&nbsp;</em>ternyata punya peran besar.</strong>&nbsp;Penting sekali belajar bagaimana membentuk tim pendiri yang saling memperkuat peran satu sama lain. Pendiri harus bisa menilai kekuatan dan kelemahan masing-masing, sehingga paham bagaimana merekrut dan memberikan motivasi untuk anggota tim pendiri yang lain. Seperti saling melengkapi.</p>



<p id="5785"><strong>3. Seorang pendiri harus memiliki pemikiran terbuka, termasuk ketika mendapatkan umpan balik.&nbsp;</strong>Bagaimana<strong>&nbsp;</strong>contohnya? Menerima pendapat orang lain dan tidak bersikap defensif, seolah dirinya sendiri yang paling benar. Jika ditilik lebih dalam, faktor ini lebih berhubungan pada mental sebagai seorang pemimpin. Selanjutnya,&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>perlu untuk memprioritaskan mana yang menjadi fokus, apa yang harus didelegasikan, serta hal apa yang harus dikerjakan seorang diri.</p>



<p id="c063"><strong>4. Saat startup ada di tahap awal,&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;harus punya pemahaman yang luas tentang kebutuhan pelanggan.</strong>&nbsp;Dilanjutkan dengan melakukan iterasi dan pengujian cepat untuk dapat membuktikan bahwa produk mereka mencapai&nbsp;<em>product-market fit.&nbsp;</em>Sebagai&nbsp;<em>founder</em>, jangan sampai terjebak teknologi adalah segalanya. Karena,&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;tetap harus berbicara dengan pelanggan dan mengutamakan kebutuhan mereka.</p>



<p id="ff2f"><strong>5. Keterampilan penjualan adalah hal yang penting ketika sudah menjadi&nbsp;<em>founder</em>.&nbsp;</strong>Apa pun latar belakang pendidikanmu, ilmu penjualan akan selalu digunakan sampai kapan pun. Yang paling sederhana, sebenarnya ketika di awal menjadi&nbsp;<em>founder</em>, kamu harus bisa ‘menjual’ keterampilanmu untuk bisa menarik minat&nbsp;<em>co-founder</em>&nbsp;dan bergabung denganmu. Kamu sebagai&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;harus bisa ‘menjual’ visi misimu dalam merekrut anggota tim. Dan proses ‘menjual’ yang lainnya.</p>



<p id="c322">Selain ilmu penjualan, ada satu keterampilan lagi yang menarik untuk diulik, yaitu&nbsp;<em>storytelling.&nbsp;</em>Ternyata&nbsp;<em>storytelling&nbsp;</em>adalah kemampuan yang mungkin dianggap remeh, namun perlu untuk dipelajari. Sebab, dengan menyusun dan mengkomunikasikan kisah menarik tentang perusahaanmu, maka orang lain (baik itu pelanggan, calon karyawan, hingga investor) dapat menerima ceritamu dan tidak segan untuk terus mengikuti perjalananmu.</p>



<p id="811f"><strong>6. Kemampuan negosiasi sering dibutuhkan ketika menjadi&nbsp;<em>founder</em>.&nbsp;</strong>Baik itu misalnya&nbsp;<em>dealing&nbsp;</em>dengan investor, atau bekerja sama dengan pihak ketiga seperti vendor. Sama seperti kemampuan penjualan, kemampuan negosiasi sering dianggap sebagai ilmu yang tidak diutamakan untuk dipelajari. Padahal bagi seorang&nbsp;<em>founder</em>, negosiasi justru sangat penting.</p>



<p id="ce13"><strong>7. Setelah memiliki bisnis sendiri, memang sebagai&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;kita bisa mempekerjakan orang lain yang lebih ahli di bidangnya.</strong>&nbsp;Namun setidaknya,&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;harus memiliki dasar ilmu tentang beberapa keterampilan, salah satunya keuangan. Bagaimana model bisnismu berjalan dan dapat menghasilkan keuangan? Seperti apa alur kerja uang yang masuk dan keluar? Bagaimana bisa startupmu mendapatkan pendanaan? Seperti apa strategi dalam penggunaan dana setelah mendapatkan fundraising? Dan lain-lainnya yang harus kamu pelajari lebih dalam. Tujuannya agar kamu tidak mudah terjebak dalam hal-hal yang tidak mengenakkan, seperti penipuan, penggelapan dana, dan ‘kamuflase’ keuangan lain yang bisa saja terjadi apabila tidak hati-hati.</p>



<p id="dac3">Kesimpulannya, hasil survei mendapati bahwa tidak ada satu keterampilan yang lebih menonjol di antara yang lainnya. Responden memberi pernyataan bahwa <em>founder</em> perlu menjadi <em>jack of all trade </em>atau orang yang serba tahu. <em>Founder</em> membutuhkan penguasaan keterampilan manajemen yang cukup luas. Jadi, ternyata fokus di satu bidang saja dan menjadi <em>expert </em>tidaklah cukup untuk bisa menjadi <em>founder</em> sukses dan berpengaruh.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="054e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="7dbb"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b6e4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-jadi-founder-harus-punya-keterampilan-apa-saja/">Mau Jadi Founder, Harus Punya Keterampilan Apa Saja?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Founder, Ini Alasan Pentingnya Meluncurkan Produk Secara Diam-Diam!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founder-ini-alasan-pentingnya-meluncurkan-produk-secara-diam-diam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2022 05:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Public Relation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founder]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=8455</guid>

					<description><![CDATA[<p>Simpan pengumuman besarmu untuk nanti. 😉 Membangun bisnis yang sukses membutuhkan daya tarik konsumen. Namun, hal tersebut tidak dapat kamu raih begitu saja dalam satu hari. Jadi, mengapa banyak perusahaan yang baru mengadakan pengumuman produk secara besar-besaran di hari peluncuran? Padahal, strategi tersebut cenderung memiliki banyak resiko, loh. Jika startupmu belum diketahui banyak orang, coba [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-ini-alasan-pentingnya-meluncurkan-produk-secara-diam-diam/">Founder, Ini Alasan Pentingnya Meluncurkan Produk Secara Diam-Diam!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading" id="35eb">Simpan pengumuman besarmu untuk nanti. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f609.png" alt="😉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></h2>



<p id="e441">Membangun bisnis yang sukses membutuhkan daya tarik konsumen. Namun, hal tersebut tidak dapat kamu raih begitu saja dalam satu hari. Jadi, mengapa banyak perusahaan yang baru mengadakan pengumuman produk secara besar-besaran di hari peluncuran? Padahal, strategi tersebut cenderung memiliki banyak resiko, loh.</p>



<p id="95f1">Jika startupmu belum diketahui banyak orang, coba terapkan ‘soft launching’ atau peluncuran secara diam-diam. Tidak perlu melakukan sesuatu yang heboh atau besar, karena memang belum waktunya kamu tiba di tahap itu.</p>



<p id="38de">Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa startup yang masih ditahap awal disarankan untuk melakukan peluncuran secara diam-diam. Simak baik-baik ya, founder!</p>



<p id="3fa5"><strong>1.</strong>&nbsp;<strong>Efek nihil dari&nbsp;<em>pre-release publicity</em></strong></p>



<p id="7086">Sebelum tanggal peluncuran, startup seringkali melakukan&nbsp;<em>pre-release publicity&nbsp;</em>yang bertujuan mempublikasikan kepada publik bahwa mereka akan meluncurkan produk baru.</p>



<p id="0dbf"><em>Pre-release publicity</em>&nbsp;umumnya diawali dengan penulisan&nbsp;<em>press release</em>&nbsp;yang diunggah lewat media sosial dan website, menggunakan&nbsp;<em>landing page</em>&nbsp;dengan&nbsp;<em>beta signup</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>email list signup.</em>&nbsp;Setelah itu, biasanya startup akan mendapatkan ucapan selamat atas peluncuran produk dari koneksi terdekatnya.</p>



<p id="d1c1">Namun kenyataannya, banyak founder yang bingung, mengapa tidak ada calon konsumen yang mendaftar ke dalam beta program atau email list mereka. Ditambah lagi, mereka gagal meraih&nbsp;<em>exposure&nbsp;</em>dari media karena peluncuran produk dianggap kurang menarik. Startup juga tetap kesulitan untuk menjadi viral meskipun koneksi mereka telah mengetahui adanya peluncuran produk.</p>



<p id="8bd8"><strong>2.</strong>&nbsp;<strong>Ucapan selamat bukan berarti kesuksesan</strong></p>



<p id="9d99">Peluncuran produk adalah langkah pertamamu dalam mengenalkan produk ke publik. Jadi, mendapatkan ucapan selamat atas peluncuran produk bukan berarti kamu telah meraih kesuksesan.</p>



<p id="84db">Sering kali, founder terbawa suasana bahagia atas peluncuran produknya sehingga lupa memprioritaskan langkah selanjutnya yang justru lebih penting.</p>



<p id="db25">Saat memulai sesuatu, kamu tidak perlu membuat seluruh dunia mengetahuinya. Kamu cukup menginformasikan orang-orang terdekat yang dapat membantumu. Tidak perlu berambisi untuk menjadi viral, karena yang kamu butuhkan hanyalah daya tarik dari target konsumen.</p>



<p id="8d2c"><strong>3.</strong>&nbsp;<strong>Risiko dari peluncuran produk besar-besaran</strong></p>



<p id="21ca">Tanpa adanya daya tarik, kamu akan kesulitan untuk membedakan apakah produk yang kamu harapkan akan disukai orang-orang, akan serupa dengan produk yang dapat membuat startup-mu sukses. Mengadakan&nbsp;<em>pre-release publicity&nbsp;</em>berisiko menawarkan calon konsumen sebuah barang ‘palsu,’ alias produk yang dapat saja kamu ubah nantinya sesuai kondisi pasar.</p>



<p id="ef81">Saat startup-mu sudah mempunyai pelanggan, dan pelanggan tersebut membeli produkmu yang menurut mereka bernilai, produkmu dapat saja terlihat berbeda dengan ide awal yang kamu tawarkan saat peluncuran produk.</p>



<p id="f4ec">Coba bayangkan, jika kamu mengundang seluruh dunia untuk melihat peluncuran produk, nantinya kamu pasti akan mendapat banyak komentar dan komplain berdasarkan ekspetasi orang-orang terhadap produkmu di awal peluncuran.</p>



<p id="befa"><strong>4. Siapa target konsumenmu yang sesungguhnya?</strong></p>



<p id="df44">Saat meluncurkan sebuah produk, yang terpenting adalah melayani calon konsumen yang akan paling berpengaruh dalam membentuk pasarmu. Temukanlah konsumen yang membutuhkan produkmu, dan fokuslah untuk menjual produkmu kepada mereka.</p>



<p id="9b00">Peluncuran besar-besaran hanya akan menimbulkan beragam risiko. Mulai dari tingginya ekspetasi, hingga konsumen yang kecewa dengan produkmu yang berubah. Tentu saja, hal ini bukan berarti kamu harus terus beroperasi tanpa publikasi. Selain memberi tahu keluarga dan teman terdekat tentang bisnismu, seluruh publikasi yang kamu lakukan harus ditargetkan sesuai target konsumenmu.</p>



<p id="876b">Setelah startup-mu tumbuh, memiliki sejumlah pelanggan loyal, barulah kamu dapat beraksi dalam skala besar. Buatlah kerja sama seperti partnership, rancang milestone/tonggak pencapaian perusahaan, promo diskon besar, dan hal lainnya sebagai validasi nilai produkmu bagi konsumen. Di tahap itulah kamu punya alasan untuk membuat orang-orang beraksi membeli produkmu.</p>



<p id="5956">Bagaimana, <em>founder</em>? Sudah mengerti cara merancang peluncuran produk yang benar? Pantau terus blog #1000StartupDigital untuk tahu lebih banyak seputar cara membangun startup, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="528d"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f907"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="f0b9"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founder-ini-alasan-pentingnya-meluncurkan-produk-secara-diam-diam/">Founder, Ini Alasan Pentingnya Meluncurkan Produk Secara Diam-Diam!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Sebaiknya Pembagian Saham untuk Founder?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-sebaiknya-pembagian-saham-untuk-founder/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2021 08:17:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Founder]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=4491</guid>

					<description><![CDATA[<p>Startup equity,&#160;atau disebut ekuitas startup adalah salah satu hal yang wajar dibicarakan para founder. Banyak orang tidak memikirkan hal ini, hingga akhirnya tersadar bahwa persoalan ini seharusnya dibicarakan sedari awal. Nah, kalau kamu mulai panik tentang pembagian ‘kue ini’, ada baiknya kamu tarik napas dalam-dalam, tenang, dan bersiaplah untuk Startup Equity 101. Sebagai permulaan, penting [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-sebaiknya-pembagian-saham-untuk-founder/">Bagaimana Sebaiknya Pembagian Saham untuk Founder?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/Bagaimana-Sebaiknya-Pembagian-Saham-untuk-Founder_-1024x682.png" alt="" class="wp-image-7012" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/Bagaimana-Sebaiknya-Pembagian-Saham-untuk-Founder_-1024x682.png 1024w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/Bagaimana-Sebaiknya-Pembagian-Saham-untuk-Founder_-300x200.png 300w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/Bagaimana-Sebaiknya-Pembagian-Saham-untuk-Founder_-768x512.png 768w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2022/02/Bagaimana-Sebaiknya-Pembagian-Saham-untuk-Founder_.png 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="has-normal-font-size" id="54a7"><em>Startup equity,&nbsp;</em>atau disebut ekuitas startup adalah salah satu hal yang wajar dibicarakan para founder. Banyak orang tidak memikirkan hal ini, hingga akhirnya tersadar bahwa persoalan ini seharusnya dibicarakan sedari awal.</p>



<p id="2eed">Nah, kalau kamu mulai panik tentang pembagian ‘kue ini’, ada baiknya kamu tarik napas dalam-dalam, tenang, dan bersiaplah untuk Startup Equity 101.</p>



<p id="8d77">Sebagai permulaan, penting untuk diingat bahwa dalam pembagian jumlah saham, beberapa faktor menjadi ‘pemain’ penting yang memengaruhi besarannya:&nbsp;<strong>modal material,&nbsp;</strong>contohnya uang tunai, dan&nbsp;<strong>modal nonmaterial,&nbsp;</strong>contohnya waktu kerja, pengalaman kerja, ide, hingga keterampilan.</p>



<p id="54f8">Lantas, bagaimana biasanya proses perhitungan tersebut dilakukan? Sebetulnya&nbsp;<strong>tidak ada&nbsp;</strong>kalkulasi yang berlaku secara universal. Perhitungan ini ditentukan oleh para founder sendiri dengan pertimbangan masing-masing yang disepakati bersama. Di beberapa startup, para founder juga mengalokasikan sebagian persenan untuk ESOP (<em>Employee Stock Option Plan</em>), yakni benefit yang ditawarkan oleh perusahaan di mana karyawan berhak untuk memperoleh saham perusahaan tersebut pada waktu yang ditentukan, tergantung dari masa kerja karyawan tersebut.</p>



<p id="4f57">Sebagai ilustrasi, Ari dan Bumi mendirikan startup dengan nilai valuasi Rp100 miliar. Sebagai CEO, Ari memegang saham dengan persentase kepemilikan saham&nbsp;<strong>50 persen</strong>. Maka, nilai saham Ari adalah Rp 50 miliar. Sementara sebagai CTO, Bumi memegang&nbsp;<strong>40 persen</strong>&nbsp;saham perusahaan. Maka, nilai saham Bumi adalah Rp 40 miliar.</p>



<p id="4bfe">Ari dan Bumi sepakat 10 persen saham dialokasikan untuk ESOP yang akan duberikan kepada Chief Marketing atau karyawan lain sesuai kebijakan perusahaan.</p>



<p id="eace">Kemudian, startup mereka membuka pendanaan berkat pertumbuhan bisnisnya yang menjanjikan. Sebuah perusahaan venture capital tertarik membeli&nbsp;<strong>10 persen</strong>&nbsp;saham startup Ari dan Bumi dengan harga Rp 1 triliun.</p>



<p id="9b6f">Dengan adanya pendanaan ini, valuasi perusahaan meningkat menjadi Rp 10 triliun. Mudahnya, karena Rp 1 triliun adalah 10 persen dari Rp 10 triliun). Dengan adanya pendanaan ini, kalkulasi kepemilikan saham berubah menjadi:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Ari kini memiliki&nbsp;<strong>45 persen</strong></li><li>Bumi memiliki&nbsp;<strong>36 persen</strong></li><li>Saham untuk ESOP kini&nbsp;<strong>9 persen</strong></li><li>VC memiliki&nbsp;<strong>10 persen</strong></li></ul>



<p id="973f">Jika dihitung lebih detail, maka seperti ini angkanya:</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*LfKGhKfTAMzVG2qyklZPjA.png" alt=""/></figure>



<p id="f078">Inilah gambaran sederhana pembagian saham untuk para founder di sebuah startup. Ingat, perhitungan ini dapat disesuaikan dengan pertimbangan dan kesepakatan para founder. Dan yang terpenting, bicarakan perhitungan ini sedini mungkin agar terhindar dari kesalahpahaman yang bisa berujung konflik. Selamat berhitung dan berbagi!</p>



<p class="has-normal-font-size" id="db2a">Referensi:<br><a href="https://www.startups.com/library/expert-advice/startup-equity-101">https://www.startups.com/library/expert-advice/startup-equity-101</a><br><a href="https://www.instagram.com/p/CQd5h4pN4nT/">https://www.instagram.com/p/CQd5h4pN4nT/</a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-sebaiknya-pembagian-saham-untuk-founder/">Bagaimana Sebaiknya Pembagian Saham untuk Founder?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Part-Time Founder</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/part-time-founder/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 11:06:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Membangun Tim]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founder]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5057</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kiat Kilat Bangun Startup Sukses, Tanpa Kerja Setengah-Setengah Izinkan saya bercerita tentang indahnya dunia&#160;startup. Bekerja di&#160;startup&#160;memberikan banyak keuntungan untuk diri sendiri. Mulai dari bisa mengerjakan sesuatu yang jadi&#160;passion&#160;kita secara profesional; kita bisa mengatur waktu kita sendiri dalam bekerja; menjadi independen; dan tentu saja finansial kita lebih bisa kita kontrol. Nggak cuma itu aja. Kerja di&#160;startup&#160;amat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/part-time-founder/">Part-Time Founder</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" id="acf8"><p>Kiat Kilat Bangun Startup Sukses, Tanpa Kerja Setengah-Setengah</p></blockquote>



<p id="f082">Izinkan saya bercerita tentang indahnya dunia&nbsp;<em>startup.</em></p>



<p id="3aa9">Bekerja di&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>memberikan banyak keuntungan untuk diri sendiri. Mulai dari bisa mengerjakan sesuatu yang jadi&nbsp;<em>passion</em>&nbsp;kita secara profesional; kita bisa mengatur waktu kita sendiri dalam bekerja; menjadi independen; dan tentu saja finansial kita lebih bisa kita kontrol.</p>



<p id="1055">Nggak cuma itu aja. Kerja di&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>amat sangat fleksibel karena bisa dikerjakan di mana saja asal fasilitas penunjangnya memadai; seperti&nbsp;<em>coworking space</em>, atau asal yang ada internetnya, deh. Jangkauan pasar dari industri&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>juga sangat luas ketimbang perusahaan biasa.</p>



<p id="2adb">Makanya nggak heran kalau banyak orang ramai terjun ke dunia&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>untuk mencoba peruntungan ini di jaman sekarang; baik langsung berhenti dari pekerjaan mereka dan&nbsp;<em>full-time&nbsp;</em>bangun&nbsp;<em>startup.&nbsp;</em>Atau malah sembari kerja&nbsp;<em>daytime job&nbsp;</em>secara bersamaan.</p>



<p id="5f89"><em>But,</em>&nbsp;<em>is it a good idea</em>&nbsp;untuk membangun&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>secara&nbsp;<em>part-time&nbsp;</em>sekaligus juga bekerja di<em>&nbsp;</em>perusahaan lain? Nah, dari sinilah cerita tentang sisi lain dari membangun sebuah&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>dimulai<em>.</em></p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*TyXILxLxW6vwLDqQ" alt=""/><figcaption>Sumber foto:&nbsp;<a href="https://www.pexels.com/photo/four-men-sitting-in-front-of-table-near-glass-window-1578604/">Pexels.com</a></figcaption></figure>



<p id="c6f2">Banyak mungkin kawan-kawan di sekitar kita yang mengajak kita untuk “udah berhenti aja kerja, ikut&nbsp;<em>gue&nbsp;</em>bikin&nbsp;<em>startup!</em>”, atau mungkin kamu sendiri pernah denger dari cerita orang lain. Bekerja di&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>nggak langsung bisa dapat&nbsp;<em>income&nbsp;</em>yang diidam-idamkan begitu aja. Ada fase yang amat sangat lama; bisa di bawah rata-rata, atau malah nggak sama sekali.</p>



<p id="4972">Sudah siap hidup nggak berpenghasilan dalam waktu lama? Apa uang kamu cukup untuk biayain&nbsp;<em>startup-</em>mu tapi juga biar perutmu nggak kosong-kosong amat?</p>



<p id="ca94">Jika jawaban kamu untuk salah satu dari dua pertanyaan di atas adalah “nggak,” jangan tinggalkan&nbsp;<em>full-time job&nbsp;</em>kamu. Bakalan sangat beresiko untuk diri sendiri.</p>



<p id="6ae0">Tapi apakah kamu cukup berani untuk bangun&nbsp;<em>startup-</em>mu secara&nbsp;<em>part-time</em>?</p>



<p id="ba1e">Ngerjain&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>secara&nbsp;<em>part-time&nbsp;</em>memang pilihan yang beresiko banget. Prosesnya yang super panjang bakalan melelahkan. Untuk bikin pekerjaan&nbsp;<em>startup</em>-mu maksimal, kamu memang diharapkan untuk habisin 24/7 hidupmu sepenuhnya untuk bangun bisnismu.</p>



<p id="a186">Bayangkan, proses bekerja di&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>nggak cuma proses yang berjalan sekali. Dalam ngembangin satu produk aja harus melampaui banyak banget proses yang berulang-ulang untuk dapetin&nbsp;<em>product market fit</em>. Terlebih lagi jika kamu pakai metode&nbsp;<em>Lean Startup&nbsp;</em>yang nggak akan stop sampai produk yang dibuat tepat dengan kebutuhan konsumen.&nbsp;<em>It will take years&nbsp;</em>untuk itu.</p>



<p id="0e01">Menjadi seorang&nbsp;<em>founder/co-founder</em>&nbsp;<em>full-time&nbsp;</em>ataupun&nbsp;<em>part-time&nbsp;</em>juga akan memberikan pengaruh kalau seandainya&nbsp;<em>startup</em>-mu juga sudah memiliki kerjasama dengan investor. Biasanya kebanyakan investor akan punya&nbsp;<em>impression&nbsp;</em>yang kurang mengenakkan dengan&nbsp;<em>founder/co-founders&nbsp;</em>yang membangun&nbsp;<em>startup-</em>nya secara&nbsp;<em>part-time</em>.</p>



<p id="611a">Gimana nggak, menjadi seorang&nbsp;<em>part-time founder&nbsp;</em>bisa buat target&nbsp;<em>startup-</em>mu berjalan pelan, kurang stabil, dan kurang maksimal.&nbsp;<em>It’s not a good thing&nbsp;</em>untuk para investor karena, hey, investor juga punya target, kan. Jadi menjaga ekspektasi dan keinginan para investor juga harus kita pikirkan.</p>



<p id="6db3">Walaupun terdengar menyeramkan bukan berarti membangun sebuah&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>secara&nbsp;<em>part-time&nbsp;</em>di awal itu hal yang nggak mungkin untuk dilakukan. Gimana, sih, caranya?</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*npKacwy-7TWZ9Ecb" alt=""/><figcaption>Sumber foto:&nbsp;<a href="https://www.pexels.com/photo/person-holding-marker-1181537/">Pexels.com</a></figcaption></figure>



<h1 class="wp-block-heading" id="b8d7"><em>Jadi Idealis tapi Juga Realistis</em></h1>



<p id="47fd">Sebelum kamu berkomitmen untuk bangun&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;sebaiknya kamu mulai mikirin ide dan masalah yang bisa kamu angkat untuk kamu bangun jadi sebuah&nbsp;<em>startup</em>. Tapi kamu masih belum mau lepas dari kerjaan&nbsp;<em>full-time</em>, itu masalahnya. Mau nggak mau kamu juga harus temui ide yang mudah untuk kamu kerjain sesuai dengan kapasitasmu sebagai&nbsp;<em>part-timer</em>.</p>



<p id="d8b0">Punya ide brilian itu oke banget. Tapi realistis juga biar kamu nggak kesulitan ke depannya. Bukannya sukses walau&nbsp;<em>part-time</em>,<em>&nbsp;</em>eh, malah gagal karena&nbsp;<em>no-time.</em></p>



<h1 class="wp-block-heading" id="b18b"><em>Cari Co-Founder dan Supporter</em></h1>



<p id="1829">Mengerjakan&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>secara&nbsp;<em>part-time&nbsp;</em>sendirian itu sudah pasti bakalan menguras kepala banget. Untuk membuat semuanya lebih efisien,&nbsp;<em>at least</em>, cari rekan yang bisa kalian ajak untuk kerja sama sebagai&nbsp;<em>co-founder&nbsp;</em>dari bisnis kalian ini.</p>



<p id="b27c"><em>Bingung cara cari co-founder yang pas untuk kamu? Baca cara untuk menemukan co-founder yang tepat!</em></p>



<p id="186a">Fungsinya nggak cuma sebagai “kepala” di&nbsp;<em>startup</em>-mu saja, tapi juga yang bantu kamu untuk&nbsp;<em>cover&nbsp;</em>bagian yang sulit kamu sentuh.&nbsp;<em>Co-founder&nbsp;</em>pun juga akan bantu kamu untuk&nbsp;<em>keep on track&nbsp;</em>proses&nbsp;<em>startup-</em>mu.</p>



<p id="9dae">Selain itu,&nbsp;<em>supporter&nbsp;</em>setia pun juga sangat dibutuhkan. Bisa sebagai&nbsp;<em>beta-tester&nbsp;</em>setiap produkmu sekaligus&nbsp;<em>cheerleaders&nbsp;</em>yang selalu tertarik dan&nbsp;<em>excited&nbsp;</em>ikutin perkembangan&nbsp;<em>startup-</em>mu juga bakalan bikin kita semangat selama ngerjain&nbsp;<em>startup</em>.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="3cdd"><em>Pasang Schedule Pasti</em></h1>



<p id="a8d1">Memang kewajiban utama dan porsi setiap harimu pasti lebih banyak untuk&nbsp;<em>daytime job-</em>mu. Ini yang banyak membuat&nbsp;<em>part-time founder/co-founders&nbsp;</em>sering kewalahan untuk hadapi&nbsp;<em>in day to day basis</em>. Maunya kerjain&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>tapi&nbsp;<em>deadline&nbsp;</em>kerjaan yang numpuk juga nggak kalah bikin ribet.&nbsp;<em>But it’s okay</em>. Bisa diatur dengan&nbsp;<em>time management&nbsp;</em>yang jelas.</p>



<p id="f904">Pilih satu atau dua hari per minggu untuk kamu bisa fokus kerja untuk&nbsp;<em>startup-</em>mu bersama&nbsp;<em>co-founders&nbsp;</em>yang lain. Ya bukan berarti di hari lain kamu nggak kerjain, tapi paling nggak ada hari di mana kamu bisa punya waktu luang yang bisa kamu dedikasiin buat urus&nbsp;<em>startup</em>. Sudah pasti kerjaanmu akan lebih stabil dan maksimal walau sebagai&nbsp;<em>part-time founder/co-founders.</em></p>



<h1 class="wp-block-heading" id="610e"><em>Be Ready</em></h1>



<p id="70b0">Di atas sudah disebutin kalau membangun&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>itu proses yang super panjang. Sebagai seorang&nbsp;<em>part-time founder/co-founders&nbsp;</em>ini bakalan jadi perjalanan yang melelahkan dan,&nbsp;<em>maybe</em>, penuh drama. Tahap awal mungkin bakalan nggak sesuai ekspektasi,&nbsp;<em>but it’s okay</em>. Persiapkan diri lebih matang lagi. Jaga emosi.</p>



<h1 class="wp-block-heading" id="a2b6"><em>Jangan. Berhenti. Belajar.</em></h1>



<p id="4602">Kamu boleh sibuk ngerjain&nbsp;<em>daytime job-</em>mu dan&nbsp;<em>startup-</em>mu menjadi yang nomor dua untuk sementara. Tapi bukan berarti apa yang kamu punya udah cukup untuk bangun&nbsp;<em>startup-</em>mu. Di luar sana banyak usaha-usaha atau&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>yang punya ide yang sama, masalah yang sama, hingga produk yang hampir sama dengan punyamu. Parahnya lagi, bisa saja mereka bekerja secara&nbsp;<em>full-time</em>, nggak seperti kamu.</p>



<p id="9ca9">Walau mungkin bakalan ketinggalan jauh karena masalah jam terbang, bukan berarti&nbsp;<em>startup</em>-mu juga boleh dibuat makin ketinggalan, dan jangan memaklumi itu. Selama meniti karir&nbsp;<em>startup</em>-mu, jangan pernah berhenti untuk belajar hal-hal baru yang bisa menunjang pengembangan&nbsp;<em>startup-</em>mu jadi lebih mumpuni dari yang lain. Gunakan waktu selagi&nbsp;<em>part-timing</em>&nbsp;untuk ikut pelatihan,&nbsp;<em>workshop</em>, atau paling nggak belajar&nbsp;<em>online</em>&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>yang kamu butuhin. Di internet banyaaaaak!</p>



<p id="f70e">Bukan buat&nbsp;<em>work your startup faster</em>, tapi buat&nbsp;<em>work your startup smarter.</em></p>



<h1 class="wp-block-heading" id="5ab0"><em>Pastikan Kamu Pemilik Startup-mu</em></h1>



<p id="52a4">Nah ini kasus yang mungkin sering terjadi buat para&nbsp;<em>founder/co-founders&nbsp;</em>yang bekerja secara&nbsp;<em>part-time&nbsp;</em>sedangkan&nbsp;<em>co-founders&nbsp;</em>lain semuanya&nbsp;<em>full-time</em>. Suatu ketika saat kamu baru aja pulang dari kerjaan&nbsp;<em>daytime-</em>mu dan kedapatan kalo&nbsp;<em>startup-</em>mu diambil alih oleh&nbsp;<em>co-founders</em>-mu. Nggak menyenangkan banget, kan? Tapi ini mungkin saja terjadi, lho. Kok bisa?</p>



<p id="77e6">Sebagai seorang&nbsp;<em>founder&nbsp;</em>yang bekerja secara&nbsp;<em>part-time&nbsp;</em>mungkin rasanya nggak adil untuk para&nbsp;<em>co-founders&nbsp;</em>yang lain karena mereka bekerja secara&nbsp;<em>full-time</em>. Tentu saja ada kesenjangan proporsi pekerjaan yang timpang. Para&nbsp;<em>co-founders&nbsp;</em>yang merasa mereka lebih banyak menghabiskan waktu dan tenaga mereka untuk&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>yang sudah sama-sama kalian kerjakan pasti akan merasa&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>ini milik mereka karena hal tersebut.</p>



<p id="6217">Nah sebelum drama ini muncul, ada baiknya dari awal sudah membuat kesepakatan dan kontrak siapa pemilik&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>tersebut.&nbsp;<em>Your IP is your own</em>. Tapi selain itu, kamu juga harus pasang target untuk para&nbsp;<em>part-time co-founders&nbsp;</em>termasuk kamu kapan untuk terjun&nbsp;<em>full-time&nbsp;</em>sepenuhnya biar semua adil porsi kerjanya.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/467/0*UpOgrxyDRUe-ixYH" alt="" width="839" height="555"/><figcaption>Sumber foto:&nbsp;<a href="https://www.pexels.com/photo/analytics-blur-business-close-up-590045">Pexels.com</a></figcaption></figure>



<p id="34ce">Setelah penjelasan panjang lebar kiat-kiat bekerja secara&nbsp;<em>part-time</em>, sebaiknya kapan, sih, kamu boleh terjun menjadi seorang&nbsp;<em>full-timer&nbsp;</em>untuk&nbsp;<em>startup-</em>mu? Mari kita&nbsp;<em>checklist!</em></p>



<ol class="wp-block-list"><li>Ide yang kamu temukan untuk&nbsp;<em>startup</em>-mu adalah ide yang bisa berkembang hingga 5–10 tahun ke depan atau lebih. Ide dan&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>nggak muncul dan bekerja dalam waktu semalam doang. Prosesnya akan super panjang dan melelahkan. Idemu haruslah ide yang akan terus berkembang juga. Kalau idemu cuma ide yang sekali jalan kelar, kamu akan kesulitan untuk maju dan malah merugi.&nbsp;<em>Checked!</em></li><li>Pastikan pendapatan&nbsp;<em>startup-</em>mu sudah berjalan dengan baik dan stabil dalam waktu 3 tahun atau lebih ke depan. Pendapatanmu mungkin akan jauh lebih sedikit daripada pekerjaanmu sebelumnya. Jadi pastikan kamu punya uang yang cukup. Uangmu juga pasti akan keluar untuk mengembangkan&nbsp;<em>startup-mu</em>&nbsp;dan gaji timmu. Jadi siapkan dengan matang-matang.&nbsp;<em>Checked!</em></li><li>Punya perencanaan bisnis yang matang. Apakah produk&nbsp;<em>startup-</em>mu<em>&nbsp;</em>sudah capai&nbsp;<em>product market fit</em>? Apakah kamu sudah mempersiapkan&nbsp;<em>marketing&nbsp;</em>dari produkmu? Pastikan semuanya sudah berjalan dengan baik dan tepat, baru mulailah untuk pindah dari&nbsp;<em>part-time&nbsp;</em>ke&nbsp;<em>full-time</em>.&nbsp;<em>Checked! Bingo!</em></li></ol>



<p id="3b78">Jadi&nbsp;<em>part-time founder/co-founders startup&nbsp;</em>memang nggak gampang. Asalkan kamu disiplin, tekun, dan selalu kreatif,&nbsp;<em>startup-</em>mu pasti bakalan nyusul Elon Musk ke Planet Mars. Atau galaksi lain mungkin.&nbsp;<em>So, get moving!</em></p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p id="7252"><em>Tulisan ini dibuat oleh Adhitya Putra.</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/part-time-founder/">Part-Time Founder</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
