<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Careers Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/careers/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/careers/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Jun 2024 04:27:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Careers Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/careers/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mau Pivot Karir? Ini Strategi yang Bisa Kamu Terapkan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mau-pivot-karir-ini-strategi-yang-bisa-kamu-terapkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 04:24:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Career Advice]]></category>
		<category><![CDATA[Career Change]]></category>
		<category><![CDATA[Career Development]]></category>
		<category><![CDATA[Careers]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10758</guid>

					<description><![CDATA[<p>Disrupsi teknologi dan perubahan zaman menyumbang alasan seseorang untuk melakukan pivot karir. Misalnya, 10 tahun lalu, seorang gym trainer tidak akan terpikirkan untuk mengajar clientnya lewat video atau Zoom karena terjadinya pandemi COVID-19. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa profesi bisa saja berubah secara total. Nah. inilah yang dinamakan pivot karir. Contohnya, karena banyaknya permintaan dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-pivot-karir-ini-strategi-yang-bisa-kamu-terapkan/">Mau Pivot Karir? Ini Strategi yang Bisa Kamu Terapkan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="07c1">Disrupsi teknologi dan perubahan zaman menyumbang alasan seseorang untuk melakukan pivot karir.</p>



<p id="38f0">Misalnya, 10 tahun lalu, seorang gym trainer tidak akan terpikirkan untuk mengajar clientnya lewat video atau Zoom karena terjadinya pandemi COVID-19.</p>



<p id="b23e">Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa profesi bisa saja berubah secara total. Nah. inilah yang dinamakan pivot karir. Contohnya, karena banyaknya permintaan dalam profesi<em>&nbsp;data analyst</em>, maka seseorang yang sebelumnya bekerja di bidang keuangan bisa berpindah haluan untuk belajar ilmu&nbsp;<em>data analyst.</em>&nbsp;Contoh lain, seorang guru pivot karir menjadi pemilik usaha&nbsp;<em>event organizer</em>.</p>



<p id="a70a">Apa pun profesi yang menjadi impianmu sejak lama, atau profesi yang memang mengharuskanmu untuk mengubah karir, ada beberapa hal penting yang bisa kamu lakukan. Yuk, simak artikel ini untuk tahu jawabannya!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a70a">1. <strong>Berkomitmen dengan waktu</strong></h3>



<p id="3e2d">Jika kamu ingin pivot dalam hal karir, sadarilah bahwa waktumu akan banyak terbagi. Kamu perlu membagi waktumu untuk tiga hal.</p>



<p id="de5a">Pertama, mengerjakan pekerjaan utama, meluangkan waktu untuk mengembangkan keterampilan baru tersebut, dan tidak bisa meninggalkan kehidupan pribadimu. Artinya, kamu harus berkomitmen penuh bahwa waktumu sudah tidak bisa seperti dulu lagi.</p>



<p id="7484">Kamu tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan ketiga hal tadi. Misalnya, kamu harus membatasi diri untuk tidak mengikuti acara TV favoritmu, menghadiri konser di akhir pekan, atau mengikuti program&nbsp;<em>volunteer</em>&nbsp;yang biasanya kamu lakukan.</p>



<p id="cd2f">Contoh lain, kamu masih bisa tidur 6–8 jam per hari, tetapi tidak bisa tidur siang di akhir pekan karena mengutamakan waktu untuk belajar hal baru. Kamu juga tetap bisa menikmati<em>&nbsp;quality time</em>&nbsp;dengan keluarga, tetapi perlu menyisihkan waktu untuk belajar, misalnya setelah pekerjaan rumah telah selesai.</p>



<p id="97b8">Kamu bisa memilih untuk tidak mengikuti kegiatan tertentu, akan tetapi jangan pernah mengorbankan kesehatan atau hubungan pentingmu dalam pivot karir, ya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a304"><strong>2. Pilih apa yang menjadi fokusmu</strong></h3>



<p id="1b80">Setelah kamu mantap untuk pivot karir, selanjutnya kamu bisa memilih apa yang akan kamu lakukan agar bisa sukses.</p>



<p id="16cc">Apa yang perlu dilakukan dalam bidang baru tersebut?</p>



<p id="fb5b">Apakah ada program pendidikan khusus untuk mendapatkan lisensi atau sertifikasi formal?</p>



<p id="fa88">Apakah bisa dilakukan dengan&nbsp;<em>self-learning</em>?</p>



<p id="5f2d">Ataukah harus praktik dengan mengambil pekerjaan sampingan?</p>



<p id="c172">Apa pun yang dibutuhkan, pastikan bahwa kamu tahu bahwa waktu tersebut sangat penting. Jika ternyata perlu sertifikasi, maka kamu harus mengikuti pendidikan tambahan sebagai syarat.</p>



<p id="bbe9">Jangan korbankan waktu untuk belajar secara mandiri apabila memang bidang pekerjaan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan secara&nbsp;<em>self learning</em>.</p>



<p id="6e1b">Sebaliknya, jika memang ternyata pekerjaan tersebut tidak memerlukan program formal, maka jangan menunda kesuksesan dan membuang banyak waktu dengan mengambil program khusus. Pilihlah fokusmu dan manfaatkan waktumu dengan bijak.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9279"><strong>3.&nbsp;<em>Layer in learning</em></strong></h3>



<p id="38c8">Istilah layer in learning bisa berarti belajar sambil&nbsp;<em>multitasking</em>. Pilihlah kegiatan yang tidak terlalu membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi (<em>deep work</em>).</p>



<p id="7bb8">Misalnya, jika kamu perlu mendengarkan materi pelajaran, kamu bisa melakukannya sambil berjalan atau berkendara ke tempat kerja. Ketika perlu mengantarkan anak untuk pergi latihan sepakbola atau menunggu di ruang praktik dokter, kamu bisa membaca atau menonton materi pelajaran di<em>&nbsp;smartphone</em>. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin karena setiap hal kecil sangat berarti.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="0949"><strong>4. Menentukan waktu</strong></h3>



<p id="9dd2">Jika kamu mengambil program pendidikan formal, kamu bisa menentukan waktu dengan lebih mudah. Alasannya, jadwal sekolah/kursus biasanya sudah pasti sehingga kamu bisa lebih fleksibel dalam mengatur jadwalnya.</p>



<p id="4c1d">Contohnya, jika kamu sedang mengambil S2 selain bekerja penuh waktu, kamu bisa kuliah setiap Rabu malam. Selanjutnya, mencicil materi di akhir pekan, dan menggunakan dua jam sebelum dan satu jam setelah pekerjaan kantor selesai untuk mengerjakan tugas. Dengan menginvestasikan waktu yang telah terjadwal, keterampilanmu akan semakin berkembang.</p>



<p id="1bfb">Selanjutnya, untuk sesuatu yang dikerjakan dengan&nbsp;<em>self learning</em>, kamu perlu memperjelas waktu untuk menyelesaikannya sendiri. Misalnya, kamu bisa memilih satu atau dua malam dalam seminggu di mana mereka akan menghabiskan waktu untuk belajar dengan durasi dari 90 menit hingga dua jam. Kemudian, kamu bisa belajar lebih lama di akhir pekan, yaitu tiga hingga empat jam.</p>



<p id="cdf9">Bagaimana pun, kamu akan perlu&nbsp;<em>trial and error</em>&nbsp;karena hanya kamu yang bisa menemukan waktu yang paling sesuai. Jangan menyerah karena cara yang berhasil di orang lain, bisa jadi tidak cocok untukmu. Misalnya, temanmu meluangkan waktu satu jam di pagi hari untuk belajar, yang mana hal ini tidak cocok bagimu yang bukan&nbsp;<em>morning person.</em></p>



<p id="aad8">Pada intinya, kamu perlu banyak bereksperimen dalam membagi waktu, tugas, dan memaksimalkan fokusmu secara konsisten. Semangat berjuang bagi kamu yang ingin pivot karir, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="cf64"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="ab68"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c354"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----18e1707091c8--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-pivot-karir-ini-strategi-yang-bisa-kamu-terapkan/">Mau Pivot Karir? Ini Strategi yang Bisa Kamu Terapkan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Eksperimen untuk Pengembangan Karier Karyawanmu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/3-eksperimen-untuk-pengembangan-karier-karyawanmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2024 09:44:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Human Capital]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Career Development]]></category>
		<category><![CDATA[Careers]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10701</guid>

					<description><![CDATA[<p>Career development&#160;atau pengembangan karir bisa jadi dilema bagi para&#160;leader&#160;yang mengandalkan metode promosi jabatan untuk karyawannya. Misalnya, sebagai founder atau leader, kamu tahu karyawanmu sudah bekerja cukup lama dan pantas mendapatkan promosi jabatan. Tapi, kamu juga merasa karyawan tersebut belum siap. Daripada mengambil risiko, kamu cenderung memilih untuk tidak memberikan kenaikan jabatan. Di sisi lain, karyawan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-eksperimen-untuk-pengembangan-karier-karyawanmu/">3 Eksperimen untuk Pengembangan Karier Karyawanmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="f76e"><em>Career development&nbsp;</em>atau pengembangan karir bisa jadi dilema bagi para&nbsp;<em>leader</em>&nbsp;yang mengandalkan metode promosi jabatan untuk karyawannya. Misalnya, sebagai founder atau leader, kamu tahu karyawanmu sudah bekerja cukup lama dan pantas mendapatkan promosi jabatan. Tapi, kamu juga merasa karyawan tersebut belum siap. Daripada mengambil risiko, kamu cenderung memilih untuk tidak memberikan kenaikan jabatan.</p>



<p id="85e3">Di sisi lain, karyawan jadi merasa karirnya sia-sia, dan kamu pun akan melihat tanda bahwa para karyawan akan&nbsp;<em>resign.&nbsp;</em>Kita tidak mau memiliki akhir seperti itu untuk startup kita, kan?</p>



<p id="148d">Oleh karena itu, kamu<em>&nbsp;</em>harus punya cara baru untuk bisa mengembangkan karier karyawanmu. Kita bisa belajar dari penelitian yang dilakukan oleh Helen Tupper dan Sarah Ellis yang dipublikasikan di Harvard Business Review.</p>



<p id="876e">Para penulis tersebut bekerja dengan 15 organisasi dan lebih dari 7.000 karyawan untuk bereksperimen dan membuktikan bahwa promosi bukanlah satu-satunya cara bagi seseorang untuk maju.</p>



<p id="2435">Nah, inilah 3 eksperimen yang dilakukan:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Eksperimen mengutamakan bakat dibandingkan gelar akademis.</strong></h3>



<p id="6acf">Ini dimulai saat merekrut karyawan internal, di mana perusahaan memberi izin pada calon karyawan agar bisa melamar posisi yang memprioritaskan bakat.</p>



<p id="d9c0">Jadi, calon karyawan tidak melamar kerja sesuai dengan permintaan kebutuhan di divisi, melainkan melamar kerja dengan memprioritaskan bakat yang dan menyesuaikan dengan minat belajarnya.</p>



<p id="7266">Cara ini diterapkan oleh Specsavers, sebuah bisnis ritel optik multinasional. Mereka menambahkan keterangan pada iklan lowongan kerja internal mereka yang mendorong orang untuk mengeksplorasi peluang karir di seluruh bisnis. Perusahaan lebih menekankan pentingnya bakat dibandingkan keahlian.</p>



<p id="60e8">Hasilnya, ternyata Specsavers mengalami peningkatan aplikasi internal sebesar 35% selama periode enam bulan. Tidak hanya itu, jumlah karyawan yang menanyakan peluang lateral juga mengalami peningkatan.</p>



<p id="b82f">Kesimpulannya, pernyataan sederhana di lowongan kerja nyatanya berhasil menghilangkan kekhawatiran karyawan tentang eksplorasi kesempatan dan peluang yang berbeda. Karyawan jadi bisa mendapatkan manfaat dari pengembangan karier sesuai dengan bakatnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="8316"><strong>2. Eksperimen menggunakan cerita perjuangan.</strong></h3>



<p id="8eba">Eksperimen ini bertujuan untuk mengakui kemajuan internal sebagai kesuksesan karier. Caranya adalah dengan menceritakan kisah perjuangan dari karyawan sukses tersebut. Cerita menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian, karena calon karyawan bisa merasa lebih ‘dekat’ dan relevan dengan kisah pribadi seseorang. Contoh cerita yang menyentuh adalah tentang kesulitan yang dialami saat mengembangkan karier, dan kenyataan bahwa tidak semua hal berjalan sesuai dengan rencana. Pasti banyak yang mendapatkan&nbsp;<em>insight&nbsp;</em>dan merasa terinspirasi dari kisah karyawan sukses tersebut.</p>



<p id="e79a">Eksperimen ini dilakukan oleh Danske Bank, sebuah organisasi jasa keuangan berusia 200 tahun yang mempekerjakan lebih dari 1.400 orang. Mereka membuat acara ‘Squiggly Stories’ di mana seorang anggota dewan dan komite eksekutif berbagi kisah karier mereka yang berliku-liku kepada lebih dari 100 peserta.</p>



<p id="ce79">Setelah selesai acara tersebut, Danske Bank menyebarkan survei dan hasilnya sebanyak 97% responden mengatakan bahwa cerita tersebut mengubah perspektif mereka tentang karier yang sukses. Kemudian, 95% responden setuju bahwa mereka memiliki perspektif baru tentang bagaimana mencapai kemajuan.</p>



<p id="5cf3">Kesimpulannya, berbagi cerita bisa menantang asumsi tentang bagaimana orang dapat mencapai kemajuan. Kisahnya mungkin berat dan berliku, sehingga tidak ada kesuksesan yang bisa disamakan antara satu orang dengan orang yang lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="fadb"><strong>3. Eksperimen “safari karier”.</strong></h3>



<p id="e40e">Ini adalah eksperimen berupa proses eksplorasi dan pengembangan karier melalui berbagai pengalaman kerja, pelatihan, dan kesempatan belajar yang beragam. Ini menggambarkan perjalanan seseorang dalam mengeksplorasi berbagai bidang pekerjaan dan keterampilan. Tujuannya adalah untuk menemukan jalur karier yang paling sesuai dengan minat, bakat, dan tujuan profesional karyawan.</p>



<p id="e083">Eksperimen ini berdasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa hambatan terbesar terhadap perubahan karier adalah banyaknya karyawan yang tidak tahu harus memulai dari mana. Akibatnya, mereka cenderung bertahan terhadap apa yang sudah mereka ketahui dan enggan mengembangkan kariernya.</p>



<p id="c7b4">Eksperimen ini berhasil dijalankan oleh Welsh Water, penyedia layanan air bagi lebih dari 3 juta pelanggan dan pemberi kerja bagi 3.500 orang. Mereka menjalankan 34 safari di empat fungsi dengan durasi rata-rata lima hari. Hasilnya, sebanyak 95% karyawan merasa bahwa safari menjadikan mereka lebih siap untuk menjalani posisi baru di masa depan.</p>



<p id="48f4">Jadi, sebagai <em>leader</em> kita perlu memperluas sudut pandang bahwa karier juga bisa berkembang dengan meningkatkan bakat, belajar hal baru di peran yang berbeda, hingga mendengarkan cerita perjuangan dari karyawan senior yang berpengalaman.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="bbfc"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b3a3"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="9fa0"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----70943c296540--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-eksperimen-untuk-pengembangan-karier-karyawanmu/">3 Eksperimen untuk Pengembangan Karier Karyawanmu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Jadi Wanita Karir Sukses? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Abaikan!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mau-jadi-wanita-karir-sukses-ini-5-hal-yang-harus-kamu-abaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Mar 2024 03:51:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[Careers]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siapa bilang perempuan tidak bisa jadi&#160;founder&#160;startup? Tentu bisa,&#160;dong.&#160;Kini, semakin banyak perempuan yang menduduki jabatan tinggi di perusahaan, bahkan membangun bisnis mereka sendiri. Terlepas dari terbukanya peluang berkarir bagi wanita, kamu perlu memilih mana nasehat karir yang perlu kamu terapkan dan mana yang harus diabaikan. Karena, banyak nasehat karir yang justru memperkuat biar gender. Misalnya, dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-jadi-wanita-karir-sukses-ini-5-hal-yang-harus-kamu-abaikan/">Mau Jadi Wanita Karir Sukses? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Abaikan!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="7eda">Siapa bilang perempuan tidak bisa jadi&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;startup? Tentu bisa,<em>&nbsp;dong.</em>&nbsp;Kini, semakin banyak perempuan yang menduduki jabatan tinggi di perusahaan, bahkan membangun bisnis mereka sendiri.</p>



<p id="41c6">Terlepas dari terbukanya peluang berkarir bagi wanita, kamu perlu memilih mana nasehat karir yang perlu kamu terapkan dan mana yang harus diabaikan. Karena, banyak nasehat karir yang justru memperkuat biar gender. Misalnya, dengan melegitimasi status quo, hingga nasehat yang berusaha “memperbaiki” perempuan dibandingkan memperbaiki sistem kerja agar lebih setara.</p>



<p id="a196">Dilansir dari Harvard Business Review, berikut ini beberapa nasehat atau saran karir yang perlu kamu abaikan sebagai wanita. Artikel ini juga akan menjelaskan nasehat seperti apa yang seharusnya kamu terapkan untuk mendukung perjalanan karirmu.</p>



<p>1. <strong>Memiliki sosok mentor</strong></p>



<p id="4fcc">Kata ‘mentor’ mungkin identik dengan orang yang bisa memberikan masukan serta tempat cerita untuk menumpahkan keluh-kesahmu dalam berkarir. Dibandingkan ‘mentor,’ kamu sebaiknya berfokus mencari sosok ‘pendukung’ atau ‘champion’.</p>



<p id="1c0a"><em>Champion</em>&nbsp;adalah orang yang mampu melakukan apa pun untuk mendukungmu. Carilah sosok&nbsp;<em>champion</em>&nbsp;yang punya banyak relasi dan koneksi ke orang-orang di posisi tinggi, yang berani memanfaatkan hal tersebut untuk mendukung perkembangan karir dan bisnismu. Kata lainnya,&nbsp;<em>champion</em>&nbsp;seperti&nbsp;<em>brand ambassador&nbsp;</em>loyal yang mau mengerahkan kemampuannya untuk mendukungmu, tidak hanya sekedar tempat cerita dan meminta saran saja.</p>



<p id="c301"><strong>2. Mengubah cara berbicara</strong></p>



<p id="8f09">Perempuan seringkali disarankan untuk mengubah cara berbicaranya menjadi lebih tegas. Seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Berhenti bilang maaf setiap saat.”</li>



<li>“Tidak perlu meminta izin untuk hal sekecil itu.”</li>



<li>“Jangan gunakan kata ‘hanya’ sebagai kualifikasi.”</li>
</ul>



<p id="0def">Itu bukanlah hal yang buruk untuk dimiliki. Tapi, daripada fokus untuk memperbaiki perempuan, alangkah lebih baik untuk memperbaiki pria yang kurang pantas dan tidak kompeten di dunia kerja. Nyatanya, kebanyakan dari masalah yang ada di perusahaan seperti&nbsp;<em>bullying,&nbsp;</em>korupsi, pelecehan, dan pemimpin yang&nbsp;<em>toxic&nbsp;</em>adalah akibat dari kurangnya ‘batasan’ atas kekuasaan pemimpin pria.</p>



<p id="2479">Jadi, saran terbaik bagi para wanita adalah untuk bebas berbicara sesuai yang kita inginkan!</p>



<p id="bddc"><strong>3. Keharusan untuk percaya diri</strong></p>



<p id="5f07">Percaya diri adalah hal yang baik, tapi harus diseimbangkan dengan kemampuan yang kamu miliki. Nyatanya, hanya 9% orang dengan kepercayaan diri tinggi yang benar-benar berkompeten.</p>



<p id="db20">Wanita sering disalahkan karena kurang bersikap asertif dalam bekerja. Tapi, ketika wanita berperilaku demikian, mereka sering disalahkan karena tidak bersikap seperti stereotipe perempuan yang penurut.</p>



<p id="b123">Jadi, tidak perlu menyalahkan dirimu jika kamu merasa kurang percaya diri. Alih-alih bersikap percaya diri tanpa alasan, coba terapkan<em>&nbsp;self-awareness</em>&nbsp;yang akan menjadi aset kuat untuk kepercayaan dirimu. Artinya, ingatkanlah diri sendiri bahwa apa yang kamu kerjakan adalah hasil jerih payahmu, sehingga sudah sepantasnya kamu percaya diri. Sehingga, rasa percaya diri itu tidak hanya sekedar omong kosong tanpa hasil kinerja yang jelas.</p>



<p id="3250"><strong>4. “Fake it till you make it”</strong></p>



<p id="6dae">Maksudnya adalah, kamu tidak perlu berpura-pura untuk menyamakan kemampuan dengan rekan kerja yang lain. Sebaliknya, tanamkan niat untuk menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri. Suarakanlah pencapaianmu, niatmu, dan visimu yang dapat membuatmu diakui dan diberikan penghargaan yang pantas atas kemampuanmu dalam bekerja.</p>



<p id="0d3c"><strong>5. Jadi diri sendiri</strong></p>



<p id="d01a">Tapi, menjadi diri sendiri terutama di lingkungan kerja memang hal yang menantang. Karena kita juga harus menyesuaikan perilaku dengan ekspetasi atasan kita, hingga menyesuaikan diri dengan budaya kerja yang ada. Nah, solusinya, carilah atau buatlah lingkungan kerja yang mendukung terciptanya&nbsp;<em>high-performing teams.</em></p>



<p id="3465">Menurut Google, tim yang&nbsp;<em>high-performance&nbsp;</em>akan tercipta ketika ada&nbsp;<em>phychological safety,&nbsp;</em>yaitu rasa aman untuk berbicara secara terbuka dan apa adanya dengan tiap anggota, tanpa rasa takut dengan dampak yang akan terjadi. Itulah yang akan mendorongmu menjadi diri sendiri versi terbaik di lingkungan kerja.</p>



<p id="274e">Itulah beberapa pembenaran mengenai nasehat karir untuk wanita. Semoga, artikel ini bisa memberikan semangat untuk para wanita muda Indonesia dalam berkarir dan menciptakan solusi bagi masyarakat di Indonesia!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="416e"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="fca9"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="db77"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----085414950e3a--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mau-jadi-wanita-karir-sukses-ini-5-hal-yang-harus-kamu-abaikan/">Mau Jadi Wanita Karir Sukses? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Abaikan!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
