<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budaya Kerja Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/budaya-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/budaya-kerja/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Dec 2021 04:12:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Budaya Kerja Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/budaya-kerja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Founders, Hati-hati Terjebak 7 Kesalahan ‘Budaya’ yang Sering Dilakukan Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/founders-hati-hati-terjebak-7-kesalahan-budaya-yang-sering-dilakukan-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2021 07:35:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Founders]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=6384</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu kunci penentu kesuksesan startup adalah budaya perusahaan yang positif dan mengakar kuat dalam setiap anggota timnya. Seperti yang dikatakan seorang&#160;venture capitalist&#160;asal Amerika, Fred Wilson, “Jika kamu ingin berada dalam bisnismu selamanya, kamu perlu membangun budaya yang menopang bisnis”. Nah, supaya perusahaanmu memiliki budaya yang kuat dan tidak masuk ke lubang, ketahui tujuh kesalahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-hati-hati-terjebak-7-kesalahan-budaya-yang-sering-dilakukan-startup/">Founders, Hati-hati Terjebak 7 Kesalahan ‘Budaya’ yang Sering Dilakukan Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/0*2_9Ildq2lYfwfqGb" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@homajob?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Scott Graham</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Unsplash</a></figcaption></figure>



<p id="2396">Salah satu kunci penentu kesuksesan startup adalah budaya perusahaan yang positif dan mengakar kuat dalam setiap anggota timnya. Seperti yang dikatakan seorang&nbsp;<em>venture capitalist&nbsp;</em>asal Amerika, Fred Wilson, “Jika kamu ingin berada dalam bisnismu selamanya, kamu perlu membangun budaya yang menopang bisnis”. Nah, supaya perusahaanmu memiliki budaya yang kuat dan tidak masuk ke lubang, ketahui tujuh kesalahan umum yang kerap dilakukan startup ketika menciptakan budaya dan tentunya harus kamu hindari:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="279c"><strong>1. Percaya bahwa budaya terbentuk ‘begitu saja’</strong></h2>



<p id="f00d">Banyak startup menganggap sepele budaya perusahaan dan berpikir bahwa budaya tersebut dapat dengan mudah ‘terbentuk begitu saja’. Padahal, budaya perusahaan adalah salah satu ‘investasi’ terbesar di dalam startup yang perlu dibentuk sedari awal, sebab budaya perusahaan menjadi salah satu gambaran ‘ini adalah cara kerja kami’.</p>



<p id="0a1b">Di langkah awal membangun FiveStarts, sang founder Victor Ho, tidak pernah meluangkan waktu untuk mendefinisikan budaya secara resmi — dia merasa itu terlalu “murah”. Tetapi ketika mereka tumbuh dari 40 menjadi 80 karyawan, budaya perusahaan tak mengakar kuat, sehingga karyawan berselisih tentang cara menyelesaikan pekerjaan. Seperti dikutip di Fast Company, Ho menggambarkannya sebagai “salah satu periode tersulit perusahaan.”</p>



<p id="cfa9"><em>Well,&nbsp;</em>membangun budaya perusahaan tidak perlu melulu pergi retret berbiaya mahal, atau menulis dek budaya yang rumit. Ini bisa sesederhana menuliskan lima kata yang menggambarkan budaya perusahaanmu. Lalu sebulan sekali, sebagai sebuah tim, kamu dapat membuat diskusi untuk mengkaji apakah semangat tersebut masih relevan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="fb00"><strong>2. Cuma hire kalangan terbatas alias temen sendiri</strong></h2>



<p id="dc93">Enggak salah, kok. Mencari teman kerja membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi: kamu perlu tim yang mampu bekerja keras dan membuat keputusan yang tepat, lalu tim harus percaya pada kamu dan visi kamu. Jadi wajar saja jika kamu mencari orang dari jaringan kamu yang sudah ada. Ini dapat berguna pada awalnya — tim yang homogen berkomunikasi lebih baik dan menunjukkan kohesi yang lebih besar — tetapi dapat dengan cepat menyebabkan masalah, semisal permasalahan personal yang bisa terbawa ke ranah profesional.</p>



<p id="2090">Hindari persoalan ini dengan menetapkan aturan, termasuk skenario terburuk (seperti memecat teman kamu). Kamu juga harus memikirkan bagaimana kamu akan mengintegrasikan orang ke dalam budaya yang ada; tujuan kamu adalah untuk mencegah ‘<em>bubble</em>’ atau membuat orang merasa dikucilkan dari “lingkaran dalam”.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="77a0"><strong>3. Berpikir kalau hire makin banyak orang = makin sukses</strong></h2>



<p id="cb9d">Menunjukkan keberhasilan dalam membangun startup memang terasa menyenangkan. Misalnya saja, menunjukkan berapa banyak tim yang kini bergabung di startup-mu dan menceritakannya ke sekitarmu. Tetapi, jangan sampai ‘besaran tim’ membutakan matamu. Faktanya, perusahaan yang mempekerjakan terlalu banyak orang terlalu cepat cenderung terpaksa memberhentikan 11 persen dari perusahaan. Jaga semangat tim dengan menentukan ukuran kesuksesan yang lebih akurat, dan temukan cara untuk merayakan kemenangan kecil secara sederhana namun berarti.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e54a"><strong>4. Menghabiskan banyak uang untuk tunjangan demi bersaing dengan startup lain</strong></h2>



<p id="b4fb">Menjanjikan ‘tunjangan senang-senang’ adalah praktik umum di dunia startup, misalnya saja di Silicon Valley — siapa yang tak tergoda dengan makan siang sajian koki gourmet, kelas meditasi, dan layanan laundry supaya karyawan dapat bekerja lebih keras? Ingatlah bahwa tunjangan itu tidak murah: menyusutnya dana VC memaksa Dropbox untuk membatalkan tunjangan antar-jemput gratisnya dan membatasi makanan gratis.</p>



<p id="7be6">Jika kamu benar-benar ingin tim kamu melakukan pekerjaan terbaik mereka, terlepas dari anggaran kompensasi kamu, beri mereka pekerjaan yang berarti. Tunjukkan bagaimana pekerjaan mereka berdampak langsung pada organisasi, dan bagaimana organisasi membuat perbedaan di dunia. Dengan kata lain, beri mereka tujuan. Oh, dan jangan khawatir — “tujuan” tidak harus berupa produk atau layanan yang menyelamatkan dunia (walaupun itu nilai tambah); tujuan sesungguhnya berarti kamu memiliki visi dan misi yang menarik.</p>



<p id="cb82">(Ya tapi boleh juga sih kalau ada PS 5 di ruang kerja…)</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="ded1"><strong>5. Karyawan overwork, berujung burnout</strong></h2>



<p id="53da">Tentu, bekerja di sebuah startup adalah komitmen; bersiap kerja berjam-jam dan target yang ‘luar biasa’ tinggi. Masalahnya, bekerja terlalu keras pun berdampak buruk untuk performa perusahaan dan karyawan. Kerja dengan durasi terlalu lama nyatanya menyebabkan penurunan produktivitas dan minimnya perkembangan skill karyawan itu sendiri.</p>



<p id="8745">Untuk mencegah&nbsp;<em>burn out&nbsp;</em>di dalam perusahaan, lakukan check-in rutin dengan tim kamu untuk membantu mereka mengelola beban kerja dan tingkat stres. Dan jangan lupa, ya, buat kamu para founder: setidaknya 30 persen founder rentan mengalami depresi.</p>



<p id="9d4e">Dapat dipahami bahwa akan ada masa di mana kamu harus menghabiskan malam dan akhir pekan yang panjang di kantor, tetapi jangan sampai ini menjadi budaya kerja.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="39f9"><strong>6. Tidak mempertimbangkan karakter diri para karyawan</strong></h2>



<p id="5a6f">Orang pintar memang banyak, namun tak sedikit juga yang memiliki karakter diri buruk. Jangan sampai kamu mempekerjakan talenta terbaik tetapi abai jika karakter diri mereka buruk.</p>



<p id="53e0">Terlepas dari keahlian mereka yang unggul, kepribadian buruk akan menghancurkan budaya tim dan produktivitas perusahaan. Cara terbaik untuk menghindari masalah ini adalah dengan hati-hati menyaring orang-orang menyebalkan selama proses wawancara, semisal menandai kandidat dengan jawaban yang hanya mementingkan diri sendiri, atau berbicara tentang keburukan teman kerja atau timnya di kantor sebelumnya. Jika orang seperti ini telanjur masuk ke dalam startupmu, bicaralah dengan mereka dan jelaskan bagaimana kamu berharap perilaku mereka berubah. Jika tak juga berubah, mungkin ada baiknya untuk berkata,&nbsp;<em>“I am sorry, good bye….”&nbsp;</em><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f641.png" alt="🙁" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading" id="deee"><strong>7. Tidak mengindahkan peraturan yang ada di sekitarmu</strong></h2>



<p id="d5af"><em>Going extra miles&nbsp;</em>memang sebuah langkah yang bagus untuk mencapai target. Namun, jangan sampai&nbsp;<em>going extra miles&nbsp;</em>berarti menerobos aturan yang ada. Sebagai contoh, Zenefits dipuji sebagai startup penggerak di industri asuransi, dan para investornya mendorongnya untuk meningkatkan target penjualannya. Sayangnya, untuk memenuhi tujuan tersebut, perusahaan mengabaikan peraturan negara — yang akhirnya mengancam stabilitas organisasi dan memaksa CEO keluar.</p>



<p id="aaef">Sebelum melangkah, duduklah bersama founder lain dan kembali diskusikan nilai perusahaan kamu. Apa yang paling penting bagi tim kamu? Kapan kamu mungkin perlu memperdebatkan suatu tindakan sebelum bergerak maju? Diskusikan secara berkala, sehingga ketika uang dipertaruhkan dan tenggat waktu mendekat, kamu tahu apa yang kamu perjuangkan.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="930a"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b7f0"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="ff67"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p><meta charset="utf-8"><em>— Tulisan ini dibuat oleh </em>Sattwika Duhita.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/founders-hati-hati-terjebak-7-kesalahan-budaya-yang-sering-dilakukan-startup/">Founders, Hati-hati Terjebak 7 Kesalahan ‘Budaya’ yang Sering Dilakukan Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Karyawan Jadi Pengusaha? Ini 5 Pola Pikir yang Harus Kamu Tanamkan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/dari-karyawan-jadi-pengusaha-ini-5-pola-pikir-yang-harus-kamu-tanamkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2021 08:21:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5711</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu dulunya pernah menjadi karyawan dan saat ini memutuskan untuk menjadi pengusaha. Apa saja yang harus dipersiapkan? Karena kondisinya berbeda, tentu saja kamu perlu menanamkan pola pikir yang berbeda antara karyawandan pengusaha. Sayangnya, tidak semua pengusaha atau founder startup memahami hal-hal apa saja yang berubah dan pergeseran pola pikir yang harus disiapkan ketika masa transisi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/dari-karyawan-jadi-pengusaha-ini-5-pola-pikir-yang-harus-kamu-tanamkan/">Dari Karyawan Jadi Pengusaha? Ini 5 Pola Pikir yang Harus Kamu Tanamkan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.49.56.png" alt="" class="wp-image-5712" width="840" height="521" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.49.56.png 608w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.49.56-300x186.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Kamu dulunya pernah menjadi karyawan dan saat ini memutuskan untuk menjadi pengusaha. Apa saja yang harus dipersiapkan?</p></blockquote>



<p>Karena kondisinya berbeda, tentu saja kamu perlu menanamkan pola pikir yang berbeda antara karyawan<br>dan pengusaha. Sayangnya, tidak semua pengusaha atau <em>founder </em>startup memahami hal-hal apa saja yang berubah dan pergeseran pola pikir yang harus disiapkan ketika masa transisi dari karyawan menjadi pengusaha dimulai.</p>



<p>Untuk itulah, artikel ini disiapkan untukmu yang sudah mantap memutuskan memulai langkah baru menjadi pengusaha.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<h2 class="wp-block-heading">1. <span style="text-decoration: underline;">Semangat Memulai dari Nol</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.51.41.png" alt="" class="wp-image-5713" width="841" height="266" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.51.41.png 562w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.51.41-300x95.png 300w" sizes="(max-width: 841px) 100vw, 841px" /></figure>



<p>Saat kamu mulai berwirausaha, beranikan diri untuk membuat panduan sendiri. Jika dibandingkan dengan karyawan yang baru saja diterima bekerja, mungkin di hari pertama masuk, akan ada tim dari HRD yang memberi tahu aturan kerja, budaya, atau mengajakmu keliling kantor. Hal ini tidak berlaku saat kamu memutuskan untuk jadi pengusaha. Tidak akan ada orang yang menerangkan kepadamu aturan kerja yang berlaku, begitu pula dengan budaya kerja yang justru harus kamu bangun sendiri dari awal.</p>



<p>Sudah menjadi hal biasa bagi startup yang <em>bootstrapping </em>berada dalam kondisi yang kekurangan sumber daya, seperti memiliki anggaran yang kecil atau waktu yang terbatas. Usahakan setiap pengusaha hidup dan membiasakan untuk memiliki pola pikir bertumbuh (<em>growth mindset</em>). Maka, sesulit apa pun keadaannya, kamu bisa mengubah hal yang sulit menjadi peluang dengan kreativitas. Kemudian, penting juga untuk menjaga semangat tetap konsisten.</p>



<p>Realitanya, orang yang baru memulai startup, akan sangat menggebu di awal sehingga justru kehabisan energi saat fase berikutnya. Akan lebih baik jika kamu bisa mengelola energi sedari awal sehingga semangat bisa tetap dijaga.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2. <span style="text-decoration: underline;">Berada di Lingkungan yang Suportif</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.52.57.png" alt="" class="wp-image-5714" width="841" height="457" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.52.57.png 565w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.52.57-300x163.png 300w" sizes="(max-width: 841px) 100vw, 841px" /></figure>



<p>Menjadi pengusaha perlu membuka pemikiran seluas mungkin, bergaul dengan banyak orang, dan menempa diri dengan berbagai pengalaman. Mungkin bagi sebagian orang, pengusaha identik dengan kesepian dan kesendirian, meski mungkin ada benarnya juga. Namun, tidak lantas harus berada dalam situasi seperti itu.</p>



<p>Kamu bisa memilih untuk terus bergaul dan melibatkan diri di lingkungan pertemanan yang bisa mengajarimu banyak hal. Ambil dan seraplah banyak ilmu dari orang-orang yang membangun startup. Kamu bisa mulai membangun koneksi karena sebagian besar dari mereka suka berbagi pengetahuan dan pengalamannya.</p>



<p>Jika perlu, carilah mentor dan penasihat yang sekiranya dapat membantumu berbagi pengetahuan dan pengalaman, atau menjadi tempatmu mencurahkan hati ketika ada kesulitan. Jangan pernah ragu meminta bantuan atau nasihat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">3. <span style="text-decoration: underline;">Berani Mengambil Risiko</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.54.11.png" alt="" class="wp-image-5715" width="839" height="337" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.54.11.png 564w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.54.11-300x120.png 300w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure>



<p>Bersiaplah untuk menjalani kehidupan menantang layaknya kamu naik <em>roller coaster</em>. Akan selalu ada naik turunnya. Berbeda halnya saat masih menjadi karyawan, mungkin yang ada di pikiran setiap hari adalah bagaimana bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target dengan hasil yang memuaskan. Namun, menjadi pengusaha tentu saja berbeda.</p>



<p>Pola pikir secara menyeluruh harus mulai dibiasakan saat kamu menjadi <em>founder</em>. Kamu harus bisa memikirkan tentang membangun MVP, mencari kandidat untuk wawancara riset pengguna, menemukan partner kerja yang tepat, sampai mengurus tagihan internet sendiri.</p>



<p>Pola pikir fleksibel dan menjadi <em>agile </em>sangat dibutuhkan seorang <em>founder </em>untuk bisa terus mengembangkan startupnya. Seorang <em>founder </em>juga harus melatih dirinya agar selalu siap menghadapi keadaan yang tiba- tiba berubah dengan cepat. Ambil contoh yang saat ini sedang terjadi, perubahan yang mendadak dan mengharuskan pengusaha untuk mengubah strategi adalah adanya pandemi COVID-19 yang memberikan efek luar biasa bagi semua sektor, terutama sektor teknologi dan startup.</p>



<h2 class="wp-block-heading">4. <span style="text-decoration: underline;">Susun Visi Jangka Pendek dan Jangka Panjang Sekaligus</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.55.34.png" alt="" class="wp-image-5716" width="840" height="339" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.55.34.png 563w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.55.34-300x121.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<p>Membuat dan memproyeksikan rencana jangka panjang dan jangka pendek sangat penting untuk dilakukan. <em>Founder </em>juga harus bisa menilai, keadaan mana yang sekiranya bisa menimbulkan kesulitan atau jebakan, dan mana kondisi yang punya kesempatan besar untuk bisa dimanfaatkan.</p>



<p>Ketidakpastian akan selalu ada, akan tetapi kamu bisa terus mengasah ketajaman berpikir dan strategi ke depan karena hal ini akan berdampak pada startupmu beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">5. <span style="text-decoration: underline;">Kamu adalah Pengambil Keputusan</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.56.37.png" alt="" class="wp-image-5717" width="842" height="450" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.56.37.png 564w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-11.56.37-300x161.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<p>Bertanggung jawab atas semua keputusan yang terjadi di startup adalah salah satu bentuk kewajibanmu selama menjadi <em>founder</em>. Entah itu keputusan buruk atau baik, semuanya tentu punya pertimbangan dan juga dampak yang sudah dipikirkan terlebih dahulu. Jadi, usahakan untuk melihat dari sudut pandang yang luas, dengan berbagai alternatif pertimbangan, dan analisis risiko sebelum kamu mengambil keputusan.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Itu tadi 5 pola pikir yang sebaiknya mulai diresapi dan dipahami dari sekarang. Karena sejatinya, menjadi <em>founder </em>adalah sebuah keputusan yang tepat dan harus terus diupayakan. Semangat berjuang para <em>founder</em>!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p>Artikel ini telah terbit pada&nbsp;<strong>Buku Saku RINTISAN Edisi 11: Pendidikan</strong>. Silakan&nbsp;<code><a href="https://1000startupdigital.id/rintisan/">klik link ini</a></code>&nbsp;untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/dari-karyawan-jadi-pengusaha-ini-5-pola-pikir-yang-harus-kamu-tanamkan/">Dari Karyawan Jadi Pengusaha? Ini 5 Pola Pikir yang Harus Kamu Tanamkan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budaya Perusahaan Terlalu Bagus, Baik atau Tanda Bahaya?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/budaya-perusahaan-terlalu-bagus-baik-atau-tanda-bahaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2021 08:20:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5794</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber artikel dilansir dari Harvard Business Review yang ditulis oleh Timothy R. Clark. Dalam budaya kerja perusahaan, terbentuknya keselarasan seringkali menimbulkan efek samping atau risiko lainnya. Budaya kerja yang terlampau baik seringkali memang didasari oleh niat yang tulus dan percaya pada prinsip kerja dan nilai yang saling memotivasi. Akan tetapi jika budaya kerja yang baik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/budaya-perusahaan-terlalu-bagus-baik-atau-tanda-bahaya/">Budaya Perusahaan Terlalu Bagus, Baik atau Tanda Bahaya?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Sumber artikel dilansir dari <strong>Harvard Business Review </strong>yang ditulis oleh <strong>Timothy R. Clark.</strong></p></blockquote>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.05.23.png" alt="" class="wp-image-5795" width="842" height="419" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.05.23.png 594w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.05.23-300x149.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Dalam budaya kerja perusahaan, terbentuknya keselarasan seringkali menimbulkan efek samping atau risiko lainnya. Budaya kerja yang terlampau baik seringkali memang didasari oleh niat yang tulus dan percaya pada prinsip kerja dan nilai yang saling memotivasi. Akan tetapi jika budaya kerja yang baik ini disikapi secara berlebihan, efeknya justru bisa menjadi racun.</p><p>Beberapa racun yang kerap terjadi antara lain tidak adanya komunikasi yang jujur, hadirnya ungkapan “asalkan bos senang”, dan minim inovasi dan tanggung jawab. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, mari kita kenali lebih dalam tentang bahayanya dari budaya kerja yang terlalu baik ini:</p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Menghambat Inovasi</span></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.08.25.png" alt="" class="wp-image-5796" width="404" height="501" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.08.25.png 246w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.08.25-242x300.png 242w" sizes="(max-width: 404px) 100vw, 404px" /></figure></div>



<p>Inovasi bisa tercipta karena adanya pemikiran yang beragam dan terobosan yang direalisasikan. Budaya yang terlampau baik dapat menghambat munculnya inovasi. Kebaikan dapat mengubah sekumpulan tim yang memiliki kompetensi tinggi menjadi kelompok yang pasif dan minim ide. Brainstorming bahkan perdebatan tentang ide justru memicu semangat tumbuhnya inovasi. Lain halnya jika dibandingkan dengan sekelompok orang yang mengikuti meeting dan hampir semuanya memiliki pendapat serupa dan mayoritas mengikuti hasil suara terbanyak.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Terkekang dalam Status Quo</span></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.09.17.png" alt="" class="wp-image-5797" width="401" height="555" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.09.17.png 246w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.09.17-216x300.png 216w" sizes="(max-width: 401px) 100vw, 401px" /></figure></div>



<p>Status quo adalah kondisi yang ada saat ini dan sedang berjalan. Pada umumnya status quo digunakan untuk menyatakan kondisi, budaya, atau kebiasaan kerja yang sudah ada dan berjalan cukup lama. Budaya kerja yang terlalu baik bisa menjadi beracun, karena akan sulit mengenali hal yang salah dan benar, ketika di depan mata semua tampak baik-baik saja. Jika terjebak dalam status quo, maka akan lebih sulit untuk mengubah sistem, memaksakan reaksi, serta perkembangan kerja menjadi stagnan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Lama dalam Mengambil Keputusan</span></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.11.20.png" alt="" class="wp-image-5798" width="399" height="506" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.11.20.png 244w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.11.20-236x300.png 236w" sizes="(max-width: 399px) 100vw, 399px" /></figure></div>



<p>Budaya yang baik terkadang menciptakan situasi zona nyaman, di mana orang akan lebih enggan untuk berterus terang. Efeknya adalah, diskusi dan analisis yang terjadi dalam situasi kerja menjadi dangkal. Keraguan akan lebih kerap muncul dan menghambat proses pengambilan keputusan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><meta charset="utf-8"><span style="text-decoration: underline;">Merasa Tidak Berdaya</span></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.13.53.png" alt="" class="wp-image-5799" width="397" height="438"/></figure></div>



<p>Norma kebaikan yang terlalu lama diciptakan dalam budaya kerja dapat menyebabkan kepasifan dan ketidakberdayaan. Ini berdampak pada menurunnya inisiatif dan standar kinerja. Budaya kerja yang terlalu baik pada umumnya membuat orang lebih malas untuk mengambil risiko, memperbaiki situasi, dan lebih memilih untuk diam.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Agar hal-hal di atas tidak terjadi, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, alih-alih menciptakan budaya yang baik namun beracun.</h1>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Jelaskan di Awal</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.19.24.png" alt="" class="wp-image-5800" width="842" height="538" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.19.24.png 590w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.19.24-300x191.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<p>Sebelum melakukan sebuah tindakan atau keputusan, jelaskan di awal tentang sistem, risiko, manfaat, dan dampak yang akan terjadi. Baik itu akan melakukan pertemuan rutin dengan tim, perekrutan, bahkan pengambilan keputusan. Terangkan harapan, standar kinerja, dan bagaimana tanggung jawab harus dilaporkan.</p>



<p>Akan lebih baik jika ekosistem kerja dilakukan dengan intelektual yang dapat dibuktikan, misalnya berdasarkan data, hingga melakukan umpan balik secara jujur. Memang ini tidak mudah, tapi justru lebih baik daripada tercipta budaya kebaikan yang beracun dan berdampak lebih buruk di kemudian hari. Contohnya, ketika kamu ingin mengadakan pertemuan rutin, buatlah agenda secara jelas dan output atau hasil yang diharapkan bisa tercipta dengan adanya pertemuan tersebut.</p>



<p>Jika agendanya adalah pertemuan untuk eksplorasi ide dan inovasi, maka beri tahu semua orang yang akan mengikuti pertemuan, dan beri tugas mereka untuk menyumbangkan ide, misalkan minimal 3 ide untuk tiap orang.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Mulai dari Lingkungan Terkecil</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.20.24.png" alt="" class="wp-image-5801" width="840" height="317" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.20.24.png 591w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.20.24-300x113.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<p>Budaya kerja baik yang beracun pada umumnya memiliki akar. Supaya hal ini bisa hilang secara perlahan-lahan, butuh proses dan langkah mulai dari lingkungan terkecil. Kamu bisa mulai dari lingkungan tim internal terlebih dahulu, kemudian baru ke tingkat divisi, squad, atau tingkatan tim lainnya. Akan lebih maksimal hasilnya apabila ada satu penggerak atau leader yang bisa memberi contoh. Beranilah untuk tunjukkan kesalahan, berpendapat, dan menghargai adanya kejujuran.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><span style="text-decoration: underline;">Ungkapan Terima Kasih</span></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.21.19.png" alt="" class="wp-image-5802" width="840" height="317" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.21.19.png 591w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.21.19-300x113.png 300w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" /></figure>



<p>Hargai dan nilai segala masukan serta kritikan dengan rasa syukur dan terima kasih, alih-alih dihadapi dengan emosi marah atau cercaan. Adanya perbedaan pendapat dan koreksi secara bertahap akan membentuk norma dan budaya kerja yang konstruktif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lindungi Kejujuran</h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.29.21.png" alt="" class="wp-image-5803" width="842" height="374" srcset="https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.29.21.png 589w, https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/10/Screen-Shot-2021-10-29-at-17.29.21-300x133.png 300w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /></figure>



<p>Ketika ada orang yang punya keberanian untuk menyampaikan pendapatnya secara jujur, maka hargai upaya mereka. Salah satu cara terbaiknya dengan mengurangi mengkritik balik atau mencemooh. Dengan menyikapi perbedaan pendapat, maka norma dan ekspektasi budaya yang terbangun akan lebih sehat.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Sebagai rangkuman dari artikel ini, Martin Luther King Jr. pernah menulis surat yang terkenal dari penjara Birmingham, “Pertumbuhan membutuhkan ketegangan konstruktif tanpa kekerasan.”</p>



<p>Untuk itu, jangan hindari ketegangan atau konflik yang konstruktif. Sikapi hal tersebut dengan bijak. Justru hal tersebut adalah kebaikan yang nyata, bukan semu seperti budaya kerja baik yang beracun.</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p>Artikel ini telah terbit pada&nbsp;<strong>Buku Saku RINTISAN Edisi 13: Fintech</strong>. Silakan&nbsp;<code><a href="https://1000startupdigital.id/rintisan/">klik link ini</a></code>&nbsp;untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/budaya-perusahaan-terlalu-bagus-baik-atau-tanda-bahaya/">Budaya Perusahaan Terlalu Bagus, Baik atau Tanda Bahaya?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
