<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#1000StartupDigital Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/1000startupdigital-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/1000startupdigital-2/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Feb 2022 07:29:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>#1000StartupDigital Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/1000startupdigital-2/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aruna: Bersama Bikin Nelayan Berdaya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/aruna-bersama-bikin-nelayan-berdaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2021 03:30:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Startup]]></category>
		<category><![CDATA[#1000StartupDigital]]></category>
		<category><![CDATA[#ProfilStartup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup story]]></category>
		<category><![CDATA[Tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5182</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aruna adalah startup perdagangan perikanan yang terintegrasi di Indonesia. Didirikan oleh Farid Naufal Aslam, Indraka Fadhlillah, dan Utari Octavianty pada tahun 2015, saat ini jumlah tim Aruna terdiri dari ± 180 orang dengan fase pendanaan Series&#160;B. Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang dalam membuat Aruna? Apa visi yang ingin dicapai oleh Aruna? Kali ini, Rintisan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/aruna-bersama-bikin-nelayan-berdaya/">Aruna: Bersama Bikin Nelayan Berdaya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1980/1*NSfbsWgXf1nGBjTWAO0l4Q.jpeg" alt=""/></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Aruna adalah startup perdagangan perikanan yang terintegrasi di Indonesia. Didirikan oleh Farid Naufal Aslam, Indraka Fadhlillah, dan Utari Octavianty pada tahun 2015, saat ini jumlah tim Aruna terdiri dari ± 180 orang dengan fase pendanaan Series&nbsp;B.</em></p></blockquote>



<p><strong>Pada mulanya, bagaimana cerita latar belakang dalam membuat Aruna? Apa visi yang ingin dicapai oleh Aruna?</strong></p>



<p>Kali ini, Rintisan mewawancarai Utari Octavianty, salah satu founder startup Aruna yang berkecimpung di bisnis perikanan digital di Indonesia. Aruna didirikan pada tahun 2015 oleh tiga orang, yakni saya sendiri, Farid Naufal Aslam, dan Indraka Fadhlillah. Kami bertiga merupakan teman satu universitas di kota Bandung dan kebetulan memiliki perhatian dan kekhawatiran yang sama terkait industri perikanan di Indonesia. Kami melihat bahwa Indonesia memiliki potensi kemaritiman yang sangat besar, secara 70% luas negara ini merupakan lautan. Tetapi kami kebingungan karena di kota-kota yang jauh dari pesisir, seperti Bandung, masih sulit untuk mengonsumsi seafood segar.</p>



<p>Sewaktu kami pelajari lebih jauh, kami menemukan kenyataan yang bertolak belakang. Meskipun Indonesia memiliki potensi kemaritiman yang besar, sayangnya 25% masyarakat yang tinggal di pesisir pantai berkontribusi cukup banyak terhadap angka kemiskinan di Indonesia.</p>



<p>Selain karena alasan tersebut, kami memutuskan untuk merintis startup di bidang perikanan karena dua dari tiga founder Aruna berasal dari daerah pesisir. Saya dari pesisir Balkpapan, Kalimantan Timur, sedangkan Indraka berasal dari daerah Indramayu-Karawang, Jawa Barat. Karena kami berasal dari pesisir dan belajar tentang teknologi ketika kuliah, kami jadi berpikir bagaimana memecahkan masalah di industri ini. Akhirnya, pada saat itu muncullah ide untuk menghubungkan kelompok nelayan untuk mendapatkan pembeli serta akses pasar yang lebih baik, sehingga pendapatan para nelayan meningkat dan kehidupan mereka dapat menjadi lebih sejahtera.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1980/1*-kIj1shurQDZlulzBVTFnQ.jpeg" alt=""/></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa visi yang ingin dicapai oleh&nbsp;Aruna?</strong></h4>



<p>Aruna memiliki visi ‘making the sea a better livelihood for all’, yang berarti kami ingin menjadikan laut Indonesia sebagai sumber kehidupan yang lebih baik untuk semua. Karena sebagian besar luas Indonesia adalah laut, kami ingin dengan adanya sumber daya ini, masyarakat yang hidup disekitarnya dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Maka dari itu, kami juga sering mengampanyekan bahwa laut itu ada dan diciptakan untuk semua orang. Serta untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kian berkembang karena potensi kemaritimannya.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Sebelum membuat startup, apa pekerjaan/kegiatan Anda sebelumnya? Mengapa memutuskan untuk membuat&nbsp;startup?</strong></h4>



<p>Saya belum pernah bekerja sebelum mendirikan Aruna, karena pada tahun 2015 itu kami masih duduk di bangku kuliah. Meskipun sebelum memulai Aruna kami sudah beberapa kali membangun bisnis. Ada bisnis yang dijalani bersama-sama bertiga, ada juga yang secara individual. Para founder Aruna ada yang pernah punya startup, bisnis konveksi, maupun bisnis dengan keluarga di rumah. Mungkin latar belakang kami bertiga yang cukup familiar dengan kegiatan kewirausahaan membuat kami lebih yakin dan maju terus membangun Aruna.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa tantangan terbesar yang dihadapi saat tahun pertama merintis Aruna? Apakah tantangan tersebut sudah diprediksi sebelumnya, atau di luar prediksi?</strong></h4>



<p>Sewaktu mendirikan Aruna, modal kami berasal dari ikut lomba-lomba dan kompetisi, sehingga jumlahnya pun terbatas. Sudah dari kompetisi, kami pernah kena tipu pula. Dan jika hanya terpaku dengan modal, tentu kami tidak akan punya alasan lagi untuk melanjutkan bisnis ini. Namun, saat itu kami bertiga samasama berpikir kalau bisnis ini harus tetap dilanjutkan. Karena kami yakin kalau bukan kami yang mengembangkan, siapa lagi yang mau merealisasikan? Sementara sewaktu kami ke lapangan dan mengobrol dengan para nelayan, harapan mereka sudah banyak terhadap kami. Akhirnya kami memutuskan untuk bootstrapping, semua dikerjakan demi mengumpulkan modal supaya transaksi bisnis bisa terus berjalan.</p>



<p>Ketika mulai berjalan, tantangan selanjutnya adalah mendapatkan kepercayaan orang lain. Karena kami memulai usaha ini di usia yang cukup muda dan belum lulus kuliah, tidak mudah bagi kami meyakinkan ke pihak-pihak lain, terutama para nelayan, untuk mau bergabung menjadi stakeholder Aruna. Yang kedua, pastinya ada keterbatasan dari sisi akses yang kami miliki. Akses jejaring yang masih minim, tidak adanya modal, serta harus turun ke lapangan mempromosikan Aruna juga menjadi hal yang menantang. Kami memang sudah memprediksi bahwa akan terjadi masalah-masalah seperti itu, tapi kami tetap coba jalani terlebih dahulu.</p>



<p>Selain itu, dalam bisnis ini, lebih sulit mengumpulkan dan mengedukasi nelayan untuk mau menjadi mitra Aruna daripada mencari calon konsumen. Karena para nelayan ini tersebar di berbagai pulau, pesisir, dan banyak yang berada di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan) yang infrastrukturnya saja masih minim. Jadi jumlah nelayan yang mengerti teknologi pun masih sedikit jumlahnya. Untuk hal ini, kami menggunakan skema local heroes di beberapa daerah. Local heroes ini merupakan anak muda pesisir, anak nelayan, atau anak muda yang tidak ingin bekerja di kota dan mau kembali ke desanya untuk berkontribusi. Mereka kami titipkan aplikasi Aruna untuk mengumpulkan data nelayan, mensosialisasikan perihal sustainable fishing, quality control, sekaligus menjadi group manager dari para nelayan di daerah itu.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana perkembangan Aruna saat ini? Apa yang sedang fokus dikerjakan Aruna sekarang?</strong></h4>



<p>Saat ini Aruna sedang fokus memperbanyak titik-titik suplai, atau titik-titik lokasi nelayan yang bisa diajak bergabung di Aruna. Kami sedang ekspansi ke beberapa pulau, seperti Maluku, Nusa Tenggara, dan beberapa daerah di Indonesia Timur dan pulau Jawa. Selain itu, tahun ini kami juga sedang memperluas jaringan ke beberapa konsumen dengan melakukan ekspansi ke beberapa negara, serta menambah varian produk. Sejauh ini top product Aruna adalah kepiting rajungan dan lobster, dan tahun ini kami akan menambah jenis ikan-ikan juga.</p>



<p>Kalau terkait dengan model bisnis, konsumen Aruna saat ini banyaknya masih B2B (business to business). Karena dengan skala pembelian yang besar, kami bisa mengirimkan ke pulau atau atau negara tertentu. Sedangkan untuk pembelian skala kecil, kami masih dalam percobaan selama setahun sejak pandemi COVID-19, dengan bekerjasama dengan beberapa e-commerce untuk memasarkan hasil tangkapan nelayan di cakupan daerah Jabodetabek.</p>



<p>Saingan Aruna saat ini adalah perusahaanperusahaan perikanan konvensional. Kalau di daerah kecil biasanya ada tengkulak yang mengumpulkan hasil tangkapan nelayan dan mengatur permodalan nelayan. Namun para tengkulak ini membeli hasil laut dengan harga rendah atau bahkan dihutangkan terlebih dahulu, sehingga para nelayan tidak begitu mendapat banyak keuntungan dan taraf hidupnya rata-rata masih berada di bawah garis kemiskinan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa keunikan utama yang ditawarkan Aruna bagi penggunanya?</strong></h4>



<p>Dibandingkan para kompetitornya, Aruna menawarkan para nelayan akses market yang lebih baik. Para tengkulak yang ada biasanya hanya bisa memberikan akses market lokal, atau yang paling jauh dijual ke Jakarta. Sedangkan Aruna langsung menyambungkan kelompok nelayan ini ke pembeli akhir yang lokasinya tidak terbatas di Indonesia saja, misalnya restoran di Singapura, hotel, atau pabrik di Amerika. Dampak dari hal ini, nelayan bisa mempunyai pendapatan yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga taraf hidup mereka pun dapat semakin meningkat.</p>



<p>Selain itu, Aruna juga membantu para nelayan mengetahui harga estimasi yang akan diterima, karena kami memiliki data standar harga yang diminta oleh konsumen dan informasi terkait regulasi internasional, faktor musim, dan hal lain yang mempengaruhi perubahan harga. Dari situ harga akan diolah di sistem Aruna dan diinformasikan kepada nelayan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa hal yang paling berpengaruh besar pada pertumbuhan Aruna? Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih&nbsp;Aruna?</strong></h4>



<p>Yang pasti, misi dari Aruna itu sendiri. Karena tanpa misi dan objektif yang jelas, modal yang kami miliki bisa digunakan tidak pada tempatnya dan tidak menghasilkan sesuatu yang produktif. Selanjutnya adalah anggota tim yang mengerjakan core business di Aruna. Semakin Aruna bertumbuh, kunci keberhasilan Aruna bukan lagi di founders nya saja, tapi juga semua tim yang ada di dalamnya. Oh ya, tim kami disebut dengan Nakama Aruna. Awalnya tim hanya berjumlah tiga orang, siapa lagi kalau bukan founders nya sendiri yang mulai implementasi bisnis di awal-awal, datang ke lapangan, dan mengerjakan semuanya sendiri. Sekitar 1 tahun kemudian, di 2016, beberapa mahasiswa magang yang mau turut membantu kami ajak bergabung di Aruna. Hingga tahun 2017 ketika bisnis sudah sedikit established, barulah kami punya karyawan sendiri.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa pencapaian terbesar yang pernah diraih&nbsp;Aruna?</strong></h4>



<p>Kami selalu berharap untuk dapat mencapai hal baru lagi dan lagi di setiap tahunnya. Tapi untuk saat ini, pencapaian terbesar Aruna adalah semakin banyak daerah dan nelayan yang bergabung di Aruna. Ditambah lagi ketika melihat beberapa nelayan itu taraf hidupnya menjadi lebih baik. Ada keluarga nelayan yang jadi bisa menyekolahkan anaknya, menyisihkan pendapatan untuk ditabung bahkan investasi. Hal-hal tersebut adalah salah satu parameter keberhasilan Aruna. Artinya, teknologi yang kita buat dapat bermanfaatnya bukan hanya untuk Aruna, tapi juga untuk nelayan sebagai mitra Aruna.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apa prioritas utama dari Aruna dalam 2 tahun mendatang?</strong></h4>



<p>Yang paling utama adalah ekspansi dari sisi komunitas nelayan. Saat ini, Aruna baru tersebar di 32 titik, dan dalam dua tahun kedepan kami punya target untuk menjangkau 200–300 titik. Kedua, kami ingin ekspansi dari sisi produk dan konsumen. Meskipun saat ini Aruna sudah melebarkan pasar ke berbagai negara, harapannya kami bisa memasuki lebih banyak lagi negara dengan lebih banyak varian komoditas hasil laut. Kami juga akan berusaha agar teknologi yang menunjang bisnis Aruna bisa dikembangkan lebih baik lagi.</p>



<p>Sedikit tips bagi teman-teman yang ingin memulai ekspor produk bisnisnya ke pasar internasional, kita harus mau riset sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan teknologi digital yang ada. Kita harus mengetahui negara mana yang mau kita approach dan aturan ekspor-impor di negara tersebut, karena setiap negara memiliki regulasi yang berbeda-beda. Lalu jangan malas untuk aktif berjejaring baik dengan konsumen, jaringan bisnis, maupun komunitas ekspor-impor. Karena kepercayaan dari existing customer saja tidak cukup, kita juga perlu mendapatkan kepercayaan dari negara kita sendiri. Entah mengusahakan untuk dapat endorsement dari pemerintah maupun kedutaan, agar calon konsumen dari negara lain lebih mudah percaya dengan perusahaan dan produk yang kita miliki. Tapi jangan lupa untuk selalu berhati-hati dan mengecek ulang kredibilitas calon konsumen agar kita tidak kena tipu. Andalkan semua koneksi dan komunitas yang ada, sehingga kita bisa tetap berbisnis dengan aman dan sesuai aturan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Apakah ada pesan untuk teman-teman pembaca yang sedang merintis&nbsp;startup?</strong></h4>



<p>Merintis startup itu bukanlah hal yang mudah. Sekarang, kan, istilah startup sudah semakin populer dibandingkan waktu dulu kami membangun Aruna. Teman-teman pasti lebih mudah mendapatkan referensi dan ilmunya. Tapi menurut saya, jangan sampai kita memulai startup karena ikut-ikutan tren. Merintis startup itu sama saja seperti membuat bisnis pada umumnya, dan kunci dari bisnis adalah profit. Jadi kita harus memikirkan baik-baik skala bisnis yang mau dibuat ini sebesar apa ke depannya? Rencana bisnisnya akan dieksplor seperti apa? Dan jangan memulai bisnis setengah-setengah, karena proses berbisnis itu sendiri akan memunculkan banyak masalah (seperti tidak punya modal, anggota tim, atau keterbatasan lainya). Kalau kita tidak punya niat 100% untuk bisnis, kita akan mudah menyerah ketika ditimpa masalah tersebut. Kita juga harus memikirkan apakah potensi bisnis ini bisa di scale-up? Jadi bukan hanya mengejar profit, tapi pengembangan bisnis ke depannya juga harus jelas mau seperti apa.</p>



<p>Terakhir, untuk teman-teman yang baru memulai, jangan membatasi diri. Di era ini, tidak hanya mudah mencari informasi, tapi juga lebih mudah berjejaring dan membangun koneksi secara online. Hal ini juga bisa membantu teman-teman yang baru mau memulai startup untuk bisa lebih maju lagi.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Tulisan ini juga dipublikasikan pada <a href="https://1000startupdigital.id/bukusaku-rintisan/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Buku Saku RINTISAN</a> Volume 10.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a> adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em> The Digital Energy of Asia</em> dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p>Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong <em>early-stage startup</em> pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Aulia Mahiranissa</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/aruna-bersama-bikin-nelayan-berdaya/">Aruna: Bersama Bikin Nelayan Berdaya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menemukan Product-Market Fit untuk Bisnismu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/menemukan-product-market-fit-untuk-bisnismu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2021 05:06:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[#1000StartupDigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5165</guid>

					<description><![CDATA[<p>Produk yang sempurna harus ditempatkan di pasar yang tepat. “Ide bisnis udah dibuat unik, tapi kok nggak ada yang tertarik?”“Harganya juga udah dibikin sesuai, kenapa masih sepi pembeli ya?”“Apa karena kualitas produk? Hmm, tapi bahan bakunya selalu yang terbaik.” Pernah mengalami pertanyaan-pertanyaan tersebut saat membangun bisnismu? Tenang, itu bukan salah ide, harga, atau produkmu. Nyatanya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menemukan-product-market-fit-untuk-bisnismu/">Menemukan Product-Market Fit untuk Bisnismu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>Produk yang sempurna harus ditempatkan di pasar yang tepat.</strong></p></blockquote>



<hr class="wp-block-separator"/>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1980/1*Sy_k_HhmHFOajLYzuYev1w.jpeg" alt=""/></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Ide bisnis udah dibuat unik, tapi kok nggak ada yang tertarik?”<br>“Harganya juga udah dibikin sesuai, kenapa masih sepi pembeli ya?”<br>“Apa karena kualitas produk? Hmm, tapi bahan bakunya selalu yang terbaik.”</p></blockquote>



<p>Pernah mengalami pertanyaan-pertanyaan tersebut saat membangun bisnismu? Tenang, itu bukan salah ide, harga, atau produkmu. Nyatanya, perencanaan bisnis yang matang juga bisa berujung tragis tanpa memerhatikan pasar tempatmu berjualan. Maka dari itu, kamu perlu memastikan produkmu berada di pasar yang tepat. Ini saatnya berkenalan dengan <em>product-market fit</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="apa-itu-product-market-fit"><strong>Apa itu <em>product-market fit</em>?</strong></h3>



<p>Salah satu investor terkenal asal Amerika bernama Marc Andreessen mendefinisikan</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Product-market fit </em>adalah<em> </em>sebuah keadaan di mana bisnismu berada di pasar yang tepat dengan produk yang dapat memuaskan pasar tersebut.</p></blockquote>



<p>Jadi, orang-orang pada pasar yang tepat tidak hanya membeli dan menggunakan, tapi juga akan menyebarkan informasi produkmu karena merasa puas.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="bagaimana-menemukan-product-market-fit"><strong>Bagaimana menemukan <em>product-market fit</em>?</strong></h3>



<p>Kamu perlu mencoba menjualkan produkmu ke beberapa pasar secara langsung. Untuk menemukan pasar yang nantinya cocok, akan ada proses <em>trials &amp; errors</em> pada kesesuaian produk dengan pasar. Pastikan kamu tidak putus asa untuk terus mengenal dan menemukan pasar yang sempurna bagi produk dan bisnismu.</p>



<p>Agar lebih efektif dan efisien dalam menemukan pasar yang tepat, ada banyak metode yang bisa kamu gunakan, salah satunya Product-Market Fit Pyramid. Dibuat oleh konsultan dan penulis buku The Lean Product Playbook bernama Dan Olsen, Product-Market Fit Pyramid membantu memvisualisasikan proses menemukan <em>product-market fit </em>bisnismu.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://cdn-images-1.medium.com/max/1980/1*bybXf4NH11XzQOUH5EoLfA.png" alt=""/><figcaption>Source by <a href="https://leanstartup.co/a-playbook-for-achieving-product-market-fit/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">https://leanstartup.co/a-playbook-for-achieving-product-market-fit/</a></figcaption></figure>



<p>Dalam Product-Market Fit Pyramid terlihat jelas bahwa ada lima hal yang saling berkaitan dan harus kamu cari tahu.</p>



<p>Dimulai dari bawah, kamu perlu <strong>tentukan target pelanggan</strong>. Jika jenis bisnismu B2B untuk industri tertentu, kamu bisa langsung menargetkan perusahaan-perusahaan yang ada dalam bidang bisnismu. Namun jika tidak, kamu perlu riset mendalam akan tren dan ketertarikan orang-orang. <em>Tools</em> seperti <a href="https://ads.google.com/intl/en_id/getstarted/?subid=id-en-ha-aw-bk-c-m00!o3~CjwKCAjw47eFBhA9EiwAy8kzNAsMzn9hy1NxwH-Y3x0uwyfqVmF0KX-Cihemc6Q-IyUrfjjKNZfSIxoC_6UQAvD_BwE~78597931860~kwd-140582876~6484166637~429029640140&amp;gclid=CjwKCAjw47eFBhA9EiwAy8kzNAsMzn9hy1NxwH-Y3x0uwyfqVmF0KX-Cihemc6Q-IyUrfjjKNZfSIxoC_6UQAvD_BwE&amp;gclsrc=aw.ds" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Google Analytics</a> dan <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjtiYKZ0OjwAhUa8HMBHRfQCW4QFjAAegQIBBAD&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.quantcast.com%2F&amp;usg=AOvVaw1zIgXoNG07uUykn6LKwby5" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Quantcast</a> atau media sosial bisnismu bisa jadi alat yang tepat untuk melakukan riset dalam menentukan target pelangganmu.</p>



<p>Setelah itu, <strong>cari tahu apa kebutuhan pelanggan yang kurang terlayani</strong>. Salah satu cara mudah yang bisa kita lakukan pada tahapan ini adalah menanyakan secara langsung kepada mereka. Walau riset di internet bisa jadi solusinya<em>, </em>terkadang data internet tida bisa mengungkapkan hal-hal tertentu yang keluar dari hati pelanggan. Butuh pendekatan secara langsung untuk mengetahui ketidakpuasan pelanggan tersebut. Kamu bisa mulai dari mengobrol dengan kerabat, keluarga, atau orang-orang di komunitas tertentu.</p>



<p>Kemudian <strong>pastikan produkmu punya nilai manfaat bagi pelanggan. </strong>Tentukan karakteristik yang spesifik dari produkmu, biasanya pelanggan lebih tertarik pada keunikan tertentu yang bisa didapatkan saat membeli suatu produk. Karakteristik tersebut juga harus diikuti dengan manfaat yang akan diterima pelanggan, ya.</p>



<p>Tahapan terakhir adalah <strong>rangkai fitur dan buat <em>user experience </em>yang baik</strong>. Kalau bisnis atau startupmu berbasis digital, kedua proses terakhir ini akan jadi penentu pelanggan akan terus menggunakan produkmu atau tidak.</p>



<p>Kelima hal tersebut pastinya mengarahkan kamu pada proses inovasi produk yang terdiri dari perbaikan dan pengujian secara terus menerus. Akan banyak beragam masukan negatif yang bisa menjatuhkan dari pelanggan. Walau melelahkan, setiap proses inovasi akan jadi <em>milestone </em>buat pencapaian kesempurnaan kualitas dan keandalan produkmu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="kapan-mengetahui-bisnismu-sudah-menemukan-product-market-fit">Kapan mengetahui bisnismu sudah menemukan product-market fit?</h3>



<p>Saat kamu tidak lagi menerima respon negatif dan pelanggan selalu puas dengan produkmu, pada saat itulah bisnismu sudah menemukan <em>product-market fit</em>. Setelahnya, kamu bisa fokus untuk mempertahankan produk dan pasar tersebut. Proses pencarian <em>product-market fit </em>harus kamu lakukan secara berkala, karena bisa jadi saat bisnismu mengembangkan atau menghadirkan produk baru, kamu memerlukan pasar baru lainnya yang lebih tepat.</p>



<p><em>Product-market fit</em> akan sangat mendukung pertumbuhan dan meningkatkan keuntungan bisnis atau startupmu. Jadi, selalu pastikan produkmu ada di pasar yang tepat ya!</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a> adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em> The Digital Energy of Asia</em> dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p>Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong <em>early-stage startup</em> pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Mayasti Dwidya Nastiti</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menemukan-product-market-fit-untuk-bisnismu/">Menemukan Product-Market Fit untuk Bisnismu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Best Practice Cara Menaikkan Revenue Startup-mu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/best-practice-cara-menaikkan-revenue-startup-mu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2021 05:05:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business Model]]></category>
		<category><![CDATA[#1000StartupDigital]]></category>
		<category><![CDATA[#MulaiDariKamu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=5162</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengukur skala pertumbuhan sebuah&#160;startup, ada banyak macamnya. Salah satunya diukur melalui pendapatan. Bagaimana pun, uang yang didapat, atau dalam konteks kali ini kita sebut dengan&#160;revenue, menjadi penentu apakah bisnis akan terus&#160;running, atau harus mengalami kenyataan pahit terseok-seok. Tentu opsi terakhir sangat kita hindari, bukan? Agar lebih paham bagaimana cara mendapatkan cuan dengan melipatgandakan pendapatan, di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/best-practice-cara-menaikkan-revenue-startup-mu/">Best Practice Cara Menaikkan Revenue Startup-mu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading" id="2313">Mengukur skala pertumbuhan sebuah&nbsp;<em>startup</em>, ada banyak macamnya. Salah satunya diukur melalui pendapatan.<a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----cde973c4234e--------------------------------"></a></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1400/1*1mXzqclKoUy6Vo0EEtcqXg.jpeg" alt=""/><figcaption>Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@sharonmccutcheon?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Sharon McCutcheon</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/s/photos/money?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></figcaption></figure>



<p id="708d">Bagaimana pun, uang yang didapat, atau dalam konteks kali ini kita sebut dengan&nbsp;<em>revenue</em>, menjadi penentu apakah bisnis akan terus&nbsp;<em>running</em>, atau harus mengalami kenyataan pahit terseok-seok. Tentu opsi terakhir sangat kita hindari, bukan?</p>



<p id="745c">Agar lebih paham bagaimana cara mendapatkan cuan dengan melipatgandakan pendapatan, di bawah ini adalah penjelasan berdasarkan acuan dari buku yang berjudul “The Personal MBA”, karya Josh Kaufman:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9183"><strong>1. Meningkatkan Jumlah<em>&nbsp;Customer</em></strong></h2>



<p id="3fd0">Seperti judulnya, semakin banyak jumlah&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;yang membeli produk, maka semakin besar&nbsp;<em>revenue&nbsp;</em>yang akan didapatkan. Terutama bagi<em>&nbsp;startup</em>&nbsp;yang sedang tumbuh, memperbanyak&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong kenaikan pemasukan.</p>



<p id="bbd0">Lalu, pertanyaannya, bagaimana caranya meningkatkan jumlah&nbsp;<em>customer</em>?</p>



<p id="3f00">Banyak hal yang bisa dilakukan antara lain dengan memberi layanan gratis pada awal transaksi. Misalnya,&nbsp;<em>free trial</em>, atau&nbsp;<em>free newsletter</em>&nbsp;setiap minggunya. Pemberian diskon juga termasuk strategi yang efektif untuk menarik calon&nbsp;<em>customer&nbsp;</em>melakukan transaksi.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/1733/0*uxQBjlZL5OnPYkSF" alt=""/><figcaption>Gambar: freepik.com</figcaption></figure>



<p id="4603">Yang perlu diingat, buat&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;semakin mudah berbelanja atau menggunakan layananmu dengan memberikan mereka beberapa pilihan. Contohnya seperti Freepik yang memberikan pilihan bagi&nbsp;<em>user&nbsp;</em>untuk melakukan<em>&nbsp;subscription</em>&nbsp;secara bulanan atau tahunan. Di mana, pembayaran dengan tahunan akan mendapat diskon dibandingkan pembayaran bulanan. Ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga&nbsp;<em>customer retention</em>. Karena jika user membayar secara bulanan, akan ada peluang lebih besar bagi mereka untuk tidak melanjutkan&nbsp;<em>subscription</em>&nbsp;lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="40cc"><strong>2. Meningkatkan Transaksi Rata-rata</strong></h2>



<p id="4da4">Transaksi rata-rata yang dilakukan oleh&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;bisa dilipatgandakan melalui satu teknik rahasia, yaitu dengan&nbsp;<em>upselling</em>. Sebagai&nbsp;<em>startup founder&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>business owner</em>, punya&nbsp;<em>mindset</em>&nbsp;yang tepat dan&nbsp;<em>skill</em>&nbsp;jago&nbsp;<em>upselling</em>&nbsp;sebaiknya dipraktikkan sedini mungkin. Karena, dengan menjual produk yang nilainya lebih tinggi, tentu saja akan berdampak langsung pada peningkatan jumlah&nbsp;<em>revenue</em>.</p>



<p id="6de8">Contoh praktik&nbsp;<em>upselling</em>&nbsp;adalah sebagai berikut, kamu bisa menawarkan produk dengan harga yang lebih mahal. Akan tetapi, mungkin di dalam hatimu kamu berdalih dengan alasan, “Hmm, kan harganya lebih mahal, memangnya&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;nanti mau beli?”</p>



<p id="4c62">Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa memberikan&nbsp;<em>value added</em>&nbsp;pada layananmu yang lebih&nbsp;<em>premium</em>&nbsp;dengan bonus tertentu. Misalnya, bagi kamu yang punya&nbsp;<em>startup</em>&nbsp;kursus&nbsp;<em>online</em>, maka untuk jasa layanan paket Gold,&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;akan mendapatkan banyak fasilitas kursus yang mendukung pengembangan&nbsp;<em>skill</em>. Sertakan juga bonus&nbsp;<em>template-template</em>&nbsp;presentasi yang bisa mereka gunakan dan modifikasi. Dengan ini, calon&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;akan mempertimbangkan manfaat layanan dan beralih dari layanan paket Standard ke layanan paket Gold.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="88e1"><strong>3. Meningkatkan Frekuensi Transaksi Tiap Customer</strong></h2>



<p id="c4ff">Cara ketiga yang bisa kamu tempuh untuk menaikkan&nbsp;<em>revenue&nbsp;</em>adalah dengan meningkatkan frekuensi transaksi tiap customer. Grab Rewards adalah salah satu contoh yang dapat mewakili&nbsp;<em>case</em>&nbsp;ini. Setiap&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;yang menggunakan layanan Grab, baik itu Grab Bike, Grab Car, atau yang lainnya, akan mendapatkan poin yang nanti dapat diakumulasikan ke dalam&nbsp;<em>reward</em>. Jika jumlah poinnya mencapai angka tertentu, maka&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;berhak mendapatkan voucher atau hadiah dari Grab. Misal, voucher diskon layanan Grab atau&nbsp;<em>voucher</em>&nbsp;diskon di restoran terpilih yang bekerja sama dengan Grab.</p>



<p id="de1f">Semakin banyak poin yang didapatkan&nbsp;<em>customer</em>, maka&nbsp;<em>badge user</em>&nbsp;juga akan meningkat (<em>badge</em>&nbsp;silver, gold, dan platinum, yang memiliki&nbsp;<em>benefit</em>&nbsp;masing-masing).</p>



<p id="e354">Contoh lain yang menggunakan&nbsp;<em>gamification</em>&nbsp;untuk meningkatkan frekuensi transaksi tiap&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;adalah di perusahaan Garuda Indonesia. Setiap&nbsp;<em>customer&nbsp;</em>yang terbang menggunakan Garuda dan menjadi&nbsp;<em>member</em>, akan mendapatkan tambahan&nbsp;<em>miles</em>&nbsp;yaitu GarudaMiles yang nantinya dapat dilakukan&nbsp;<em>redeem rewards</em>. GarudaMiles juga bisa ditukarkan dengan tiket penerbangan berupa destinasi tujuan atau&nbsp;<em>upgrade&nbsp;</em>kelas penerbangan dari ekonomi menjadi bisnis.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="708e"><strong>4. Menaikkan Harga</strong></h2>



<p id="3842">Poin terakhir ini sangat menentukan kenaikan&nbsp;<em>revenue&nbsp;</em>yang bisa kamu peroleh, lho. Bahkan apabila kamu tidak menambah&nbsp;<em>customer</em>, meningkatkan transaksi, dan frekuensi, kenaikan&nbsp;<em>revenue</em>&nbsp;tetap bisa kamu dapatkan jika harga layanan dinaikkan.</p>



<p id="c7b3">Memang, mungkin ada ketakutan tersendiri akan kehilangan&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;apabila harga layanan dinaikkan. Akan tetapi, kamu dapat mencoba cara yang berbeda dengan menyediakan alternatif layanan premium dengan harga yang lebih tinggi.</p>



<p id="2b04">Contohnya yang dilakukan oleh startup Mention, lewat layanan SaaS (<em>software as a service</em>)&nbsp;<em>freemium</em>&nbsp;yang berhasil mencapai Average Revenue Per Account (ARPA) sebesar 296% dengan mengalihkan&nbsp;<em>freemium</em>&nbsp;ke premium. Dengan berhenti mengiklankan paket gratisnya, Mention sukses menggaet&nbsp;<em>customer</em>&nbsp;ke opsi berbayar untuk bisa menikmati paket layanannya dengan&nbsp;<em>benefit&nbsp;</em>yang optimal.</p>



<p id="c8fe">Dari empat cara di atas untuk menaikkan&nbsp;<em>revenue</em>, cara yang mana yang akan kamu tempuh?</p>



<p id="12f0">Apa pun strategi yang akan kamu gunakan, semoga semakin memuluskan langkahmu untuk menaikkan&nbsp;<em>revenue</em>. Salam cuan!</p>



<p id="7918">[Video] Ide bentuk business model lainnya:</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/max/495/0*E3bVIpfA3qROIYZF" alt=""/><figcaption>Scan QR di atas atau&nbsp;<a href="https://www.youtube.com/watch?v=6dKIOSe2A2o">klik di sini</a>!</figcaption></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p id="e302"><a href="https://1000startupdigital.id/"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a>&nbsp;adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi<em>&nbsp;The Digital Energy of Asia</em>&nbsp;dengan mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.</p>



<p id="59cd">Diinisiasi sejak 2016, #1000StartupDigital berfokus mendorong&nbsp;<em>early-stage startup</em>&nbsp;pada sektor agrikultur, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, dan maritim.</p>



<p id="5383">Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</p>



<p class="has-text-align-center">.  .  .</p>



<p><em>— Tulisan dibuat oleh Sofy Nito</em>.</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/best-practice-cara-menaikkan-revenue-startup-mu/">Best Practice Cara Menaikkan Revenue Startup-mu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
