fbpx

Rutin Melakukan Refleksi Ternyata Menjadikanmu Pemimpin yang Lebih Baik

Menurutmu, apa yang bisa membuat pemimpin menjadi lebih mudah untuk berkembang dan terus bertumbuh menjadi sosok yang lebih baik lagi?

Ternyata, melakukan refleksi adalah jawabannya. Ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh James R. Bailey dan Scheherazade Rehman yang dipublikasikan di Harvard Business Review.

Penelitian tersebut menunjukkan tiga hal yang membentuk pemimpin menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu melalui kejutan, frustasi, dan kegagalan. Tiga hal tersebut terbukti berharga dalam membantu para pemimpin belajar dan bertumbuh dalam karirnya. Yuk, kita bahas satu persatu ketiga hal tersebut!

1. Kejutan

Rasa terkejut datang dari sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspetasi atau perkiraan kita. Misalnya, kolega yang kamu hormati ternyata punya kebiasaan membesar-besarkan masalah kecil. Atau, ide cemerlang yang kamu kira akan berhasil, nyatanya mengalami penolakan dari tim, hingga hasil penjualan produk unggulan yang tidak mencapai target.

Pada dasarnya, manusia akan berhipotesis tentang apa yang akan terjadi berdasarkan logika. Ketika hipotesis kita salah, kita akan terkejut dengan hasilnya. Nah, kekeliruan kita dalam memperkirakan sesuatu bisa dituangkan ke dalam sebuah refleksi.

2. Kegagalan

Seorang responden dari penelitian bercerita bagaimana ia terlalu terlibat dalam ‘politik organisasi’ yang menyebabkan program yang dipimpinnya gagal. Ia mengeluhkan bahwa ia membuat kesalahan besar. Terlalu fokus pada ide, bukan pada detailnya. Meski ia mengakui kesalahan itu, tapi rasanya tetap menyakitkan. Ia pun tidak akan pernah melakukan kesalahan itu lagi.

Kegagalan dan kesalahan ternyata berkesinambungan. Kegagalan berhubungan dengan perilaku, kemudian bermanifestasi sebagai kesalahan. Kesalahan lah yang menjadi bukti tentang apa yang tidak boleh kita lakukan lagi di masa depan.

3. Frustrasi

Menurut KBBI, frustrasi adalah rasa kecewa akibat kegagalan di dalam mengerjakan sesuatu atau akibat tidak berhasil mencapai suatu cita-cita. Frustrasi bisa terjadi saat pilihan terbaik kita ternyata mendapat kritik. Misalnya, ada orang lain menyerobot tempat parkir kita, penebangan yang mendadak delay, atau terjebak macet.

Contoh rasa frustrasi yang dialami oleh para responden dari penelitian adalah penundaan internal yang mengancam peluncuran produk, kesenjangan anggaran, dan kantor perusahaan yang tampaknya tidak memahami kenyataan di lapangan.

Menurut artikel dari Harvard Business Review, akar dari rasa frustrasi adalah tujuan kita, atau tujuan dari ambisi dan upaya kita. Tujuan itu menggambarkan nilai yang kita miliki. Kita akan merasa frustrasi saat tujuan gagal dan tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Untuk bisa mengatasi rasa frustrasi tersebut, kita harus mencari cara lain untuk mencapai tujuan kita sehingga kita bisa bergerak maju untuk berkembang. Di sinilah letak refleksi penting dilakukan untuk menuntun kita mengubah frustrasi menjadi solusi baru.

Bagaimana cara melakukan refleksi?

Kita harus membiasakan diri untuk melakukan refleksi. Dengan refleksi, kita bisa mendapatkan energi kembali dan tumbuh menjadi lebih kuat. Nah, kamu bisa membangun kebiasaan refleksi dengan melakukan kebiasaan ini setiap minggunya.

1. Melakukan journaling

Siapkan buku, tablet, gadget, atau buka laptopmu untuk dijadikan jurnal. Pilih yang paling mudah untuk diakses dan membuatmu nyaman. Kapan pun kamu merasa terkejut, frustrasi, atau gagal, kamu bisa mengambil jeda dan mencatat perasaan tersebut ke dalam jurnal. Catat apa yang terjadi dengan cukup detail untuk mengingat kejadian tersebut seakurat mungkin. Cobalah peka terhadap perasaan dan respon tubuh. Misalnya perut merasa tidak nyaman, kepala panas, ingin menangis, atau apa pun yang mungkin terlintas di benakmu.

Dalam refleksimu, coba cari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Kira-kira, mengapa emosi tersebut bisa terjadi?
  • Apa yang menjadi pemicunya?
  • Apakah ekspektasimu meleset?
  • Mengapa semuanya berjalan tidak sesuai dengan keinginanmu?
  • Apakah kamu melakukan kesalahan?

2. Meluangkan waktu satu jam tiap minggu untuk meninjau jurnalmu

Kamu bisa membuat time blocking di kalender digitalmu agar bisa lebih konsisten untuk melakukan hal ini. Tetapkan ekspektasi yang realistis, ya. Lakukan review ini dengan jujur. Tidak perlu membohongi perasaan atau pikiranmu tentang apa yang terjadi. Mungkin menyakitkan untuk mengetahui ada kekurangan di diri kita. Namun, bagaimana kita bisa lebih baik jika kita tidak tahu apa yang harus diperbaiki?

3. Melakukan retrospeksi

Saat meninjau jurnalmu, kamu bisa retrospeksi atau merenung tentang situasi tersebut. Apa yang bisa kamu lihat secara berbeda? Apa yang salah? Apakah pengamatan awal sudah benar, atau ada hal lain yang terungkap dan berbeda di situasi sekarang? Cobalah untuk menganggap dirimu sebagai pengamat yang netral.

Coba pikirkan bagaimana kamu bisa memastikan agar hal tersebut tidak terjadi lagi. Jika ada kegagalan, apa yang bisa kamu pelajari? Jika terjadi kejutan, kamu akan menyadari bahwa kamu perlu menetapkan dan menata ekspektasi dengan lebih realistis. Jika kamu merasa frustrasi, kamu mungkin menyadari bahwa kamu perlu lebih baik dalam beradaptasi terhadap hal-hal yang terjadi secara mendadak dan tidak terduga.

Dengan melakukan refleksi, kamu akan tahu fakta yang terjadi, hal pahit dan tidak enak yang ada, dan itu bisa melukai perasaanmu. Maka dari itu, melakukan refleksi dengan santai dan tidak terpaksa akan mempermudah prosesmu dalam bertumbuh.

Ingatlah bahwa keunggulan dan pertumbuhan dapat dicapai melalui proses yang pahit. Berjalan pelan, kemudian cepat, lalu tersandung, bangun, berdiri, membersihkan debu, tersandung lagi, begitu terus siklusnya. Jika kamu mempelajari apa yang membuatmu tersandung dan jatuh, kemungkinan untuk jatuh di masa mendatang tentu akan lebih kecil.

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini