fbpx

Mengembangkan Budaya Kepemimpinan di Startup

Pemimpin yang kuat akan menciptakan dampak yang positif bagi semua karyawannya. Untuk bisa berhasil menjadi pemimpin yang berdampak, perlu adanya lingkungan yang mendukung tentang budaya kepemimpinan di startup. Namun, kepemimpinan kerap dipersepsikan sebagai sebuah hal yang abstrak dan sulit dijelaskan secara konkret.

Maka dari itu, para pemimpin startup perlu bekerja sama untuk menjadi pioner dalam menjelaskan dan menerapkan kepemimpinan secara nyata untuk seluruh anggota timnya. Berikut adalah empat tindakan untuk memastikan budaya startup mendukung pengembangan kepemimpinan, seperti yang dikutip dari artikel yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review.

1. Mendefinisikan Kepemimpinan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendefinisikan seperti apa kepemimpinan yang ada di startup tersebut. Pemimpin senior perlu menjelaskan dan mengartikulasikan seperti apa kepemimpinan hebat yang patut dicontoh dan diterapkan. Beberapa pertanyaan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

a. Apa yang dilakukan dengan sangat baik oleh para pemimpin terbaik kita?

b. Pemimpin kita harus bisa menjadi hebat dalam bidang apa di masa depan?

c. Apa yang unik atau istimewa tentang budaya yang kita harapkan dapat dicontoh dan diperkuat oleh para pemimpin?

Selanjutnya, pemimpin dapat membangun kerangka kepemimpinan yang berisikan tiga perilaku pendukung untuk setiap kemampuan inti yang perlu dimiliki oleh pemimpin. Dalam proses menyusun kerangka kepemimpinan ini, jangan lupa untuk menerima umpan balik dari pemimpin-pemimpin lain, di mana hal tersebut akan membantu dalam memperjelas harapan mereka untuk mengatasi tantangan kepemimpinan yang nyata.

2. Model Kepemimpinan

Salah satu cara paling efektif untuk memastikan budaya startup selaras dengan ekspektasi kepemimpinan adalah, pemimpin dapat memberikan contoh secara nyata tentang keseharian mereka ketika bekerja. Tindakan akan punya pengaruh sangat besar dalam membentuk budaya, dan ini dapat dimulai dari pemimpin. Dari tindakan tersebut, pemimpin dapat menerima umpan balik dari tim dan atau manajer mereka tentang sejauh mana kerangka kepemimpinan berhasil diterapkan.

3. Mengajarkan dan Mempraktikkan Kepemimpinan

Dikutip dari artikel Harvard Business Review, dalam buku High Output Management, mantan CEO Intel Andy Grove membahas konsep “managerial leverage”, yaitu tindakan yang dapat dilakukan pemimpin untuk meningkatkan output organisasinya. Dia mengidentifikasi pelatihan sebagai “salah satu tindakan dengan pengaruh tertinggi yang dapat dilakukan seorang manajer.” Tindakan ini dapat berupa pengajaran formal, seperti merancang program pelatihan, hingga momen informal yang muncul dalam percakapan sehari-hari seorang pemimpin, pertemuan One-on-One, dan pertemuan tim.

Dengan menerapkan ketiga langkah tersebut, seorang pemimpin sudah bertindak untuk menciptakan budaya dan lingkungan kerja yang memperkuat perkembangan mereka sebagai pemimpin untuk menciptakan dampak.

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini