<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Produk Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/produk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/produk/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Dec 2024 03:43:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Produk Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/produk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rahasia di Balik Product-Market Fit: Produk Kamu Sudah Tepat Sasaran?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-product-market-fit-produk-kamu-sudah-tepat-sasaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 03:39:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10970</guid>

					<description><![CDATA[<p>Product-market fit&#160;(PMF) adalah saat di mana produk kamu benar-benar cocok dengan kebutuhan pasar. Ini adalah momen penting ketika orang-orang merasa produk kamu jadi solusi yang nggak bisa mereka lepas. Tapi, gimana caranya memastikan produk kamu sudah mencapai PMF? Nah di artikel ini kita akan bahas tanda-tandanya, cara mengukurnya, dan beberapa kerangka kerja yang bisa membantu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-product-market-fit-produk-kamu-sudah-tepat-sasaran/">Rahasia di Balik Product-Market Fit: Produk Kamu Sudah Tepat Sasaran?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="6a41"><em>Product-market fit&nbsp;</em>(PMF) adalah saat di mana produk kamu benar-benar cocok dengan kebutuhan pasar. Ini adalah momen penting ketika orang-orang merasa produk kamu jadi solusi yang nggak bisa mereka lepas. Tapi, gimana caranya memastikan produk kamu sudah mencapai PMF?</p>



<p id="4c1e">Nah di artikel ini kita akan bahas tanda-tandanya, cara mengukurnya, dan beberapa kerangka kerja yang bisa membantu kamu memahami lebih dalam.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="fc28"><strong>3 Tanda Produk Kamu Sudah&nbsp;<em>Product-Market Fit</em></strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="7620"><strong>1. Permintaan Pasar Meningkat</strong></h3>



<p id="72ec">Kalau produk kamu tiba-tiba ramai dicari tanpa perlu promosi besar-besaran, itu merupakan salah satu tanda kamu sudah mencapai PMF. Biasanya ini terjadi karena pengguna mulai merekomendasikan produk kamu ke orang-orang terdekatnya.</p>



<p id="2408">Contoh: Netflix mulai&nbsp;<em>booming</em>&nbsp;setelah menawarkan langganan tanpa denda keterlambatan. Banyak orang yang tertarik sampai mereka kewalahan memenuhi permintaan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="aec3"><strong>2. Permintaan Terus Naik Secara Konsisten</strong></h3>



<p id="e2a2">Nggak semua startup langsung viral. Kadang pertumbuhan permintaannya pelan-pelan tapi stabil, sampai akhirnya terasa kalau produk kamu benar-benar dibutuhkan.</p>



<p id="9816">Contoh: Instacart awalnya hanya berhasil di segmen kecil. Tapi berkat rekomendasi dari pengguna, layanan mereka terus berkembang.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="dbb6">3.&nbsp;<strong>Produk Mulai Digunakan Secara Nyata</strong></h3>



<p id="15f4">Kamu tahu produkmu berhasil ketika orang-orang mulai memakainya tanpa perlu kamu promosikan.</p>



<p id="60c5">Contoh: Airbnb sadar mereka berhasil ketika pendiri mereka melihat ibunya sendiri memesan penginapan lewat platform mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="231d"><strong>4 Cara Mengukur PMF</strong></h2>



<p id="2547">Untuk mengetahui apakah kamu sudah berhasil mencapai PMF, coba lakukan langkah-langkah berikut ini:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7200"><strong>1. Survei Pelanggan</strong></h3>



<p id="e630">Cara mengukur&nbsp;<em>product-market fit&nbsp;</em>yang pertama adalah dengan melakukan survei pelanggan. Tanya langsung ke pelanggan untuk tahu pendapat mereka. Ada dua cara yang sering dipakai:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Survei PMF: </strong>Coba tanya, <em>“Seberapa kecewa kamu kalau produk ini nggak ada lagi?”</em> Kalau lebih dari 40% bilang “sangat kecewa,” kemungkinan besar produk kamu sudah PMF.</li>



<li><strong>NPS (<em>Net Promoter Score</em>): </strong>Tanyakan, <em>“Seberapa besar kemungkinan kamu merekomendasikan produk ini ke orang lain?”</em> Kalau skor yang diperoleh tinggi artinya kamu sudah di jalur yang benar.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="b4a4"><strong>2. Data Penggunaan &amp; Retensi Pelanggan</strong></h3>



<p id="ed1a">Lihat apakah pengguna terus memakai produk kamu setelah mencobanya. Kalau kurva retensinya stabil atau malah naik, berarti produk kamu memberikan nilai yang konsisten.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3298"><strong>3. Rasio LTV:CAC</strong></h3>



<p id="4c03">Hitung rasio antara nilai pelanggan dalam jangka panjang (<em>Lifetime Value</em>&nbsp;atau LTV) dengan biaya untuk mendapatkannya (<em>Customer Acquisition Cost</em>&nbsp;atau CAC). Rasio 3:1 atau lebih tinggi biasanya menunjukkan bahwa produk kamu menguntungkan dan punya daya tarik pasar.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1d3b"><strong>4. Pertumbuhan Organik</strong></h3>



<p id="be4c">Kalau produk kamu tumbuh pesat hanya karena rekomendasi pengguna tanpa banyak iklan, itu tanda kuat PMF.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5c51"><strong>3 Kerangka Kerja Mengukur PMF</strong></h2>



<p id="b0ad">Nah, selanjutnya kamu bisa mengukur PMF dengan tiga jenis&nbsp;<em>framework&nbsp;</em>atau kerangka kerja berikut ini:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2c50"><strong>1. The Trifecta (Brian Balfour)</strong></h3>



<p id="0fdc">PMF terjadi saat tiga elemen ini terpenuhi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Ada pertumbuhan pengguna yang signifikan.</li>



<li>Retensi pengguna tinggi.</li>



<li>Pengguna mendapatkan manfaat nyata dari produk.<br>Contoh: Snapchat menemukan PMF saat mereka punya lebih dari 200 ribu unduhan, 50% pengguna aktif harian, dan rata-rata 10 “snap” per hari.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="3889"><strong>2. Survei PMF ala Superhuman</strong></h3>



<p id="0546"><em>Superhuman&nbsp;</em>fokus pada pengguna yang bilang mereka nggak bisa hidup tanpa produk itu. Mereka mengembangkan produk dengan mendengarkan masukan dari pengguna paling setia.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="839b"><strong>3. Pendekatan Y Combinator</strong></h3>



<p id="bede">Pendekatan ini fokus pada metrik yang membuktikan produk kamu berguna. Contohnya, Airbnb mengukur jumlah pemesanan per pengguna untuk melihat apakah layanan mereka benar-benar dibutuhkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="f294"><strong>Hindari Metrik Berikut untuk Mengukur PMF</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="e0f9"><strong>Jumlah Pengguna Terdaftar</strong></h3>



<p id="edfe">Banyak yang daftar belum tentu banyak yang pakai. Ini cuma angka kosong.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="28ab"><strong>Rasio Konversi Tinggi</strong></h3>



<p id="34cf">Konversi tinggi nggak ada gunanya kalau pengguna nggak kembali lagi setelah mencoba.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="057c"><strong>Pengguna Gratis</strong></h3>



<p id="5cf0">Kalau cuma mengandalkan pengguna gratisan, belum tentu mereka benar-benar butuh produk kamu.</p>



<p id="d6be">Mencapai&nbsp;<em>product-market fit</em>&nbsp;itu perjalanan yang nggak instan. Kalau produk kamu belum sampai di titik ini, terus dengarkan pelanggan dan kembangkan produk kamu. Dengan kombinasi tanda, cara ukur, dan kerangka di atas, kamu bisa memastikan bahwa produk kamu benar-benar menjawab kebutuhan pasar. Selamat mencoba!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="aea6"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="9129"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="be84"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@ristianadputri?source=post_page---byline--3bdbdfe4df95--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/rahasia-di-balik-product-market-fit-produk-kamu-sudah-tepat-sasaran/">Rahasia di Balik Product-Market Fit: Produk Kamu Sudah Tepat Sasaran?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masih Bingung Menampilkan Informasi Produk di Website? Tarik Pelanggan dengan Cara Ini!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/masih-bingung-menampilkan-informasi-produk-di-website-tarik-pelanggan-dengan-cara-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 03:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Customer]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10788</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai pendiri startup awal atau calon pendiri, kita mungkin pernah merasa kewalahan dengan banyaknya informasi yang harus disampaikan kepada pelanggan di&#160;website. Namun, tahukah kamu bahwa&#160;user&#160;hanya menghabiskan rata-rata 5,59 detik untuk melihat konten tertulis di sebuah&#160;website? Waktu tersebut sangat singkat untuk menarik minat&#160;user, apalagi menyampaikan informasi yang ingin dibagikan. Oleh karena itu, penting untuk tidak membanjiri&#160;user&#160;dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/masih-bingung-menampilkan-informasi-produk-di-website-tarik-pelanggan-dengan-cara-ini/">Masih Bingung Menampilkan Informasi Produk di Website? Tarik Pelanggan dengan Cara Ini!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="463e">Sebagai pendiri startup awal atau calon pendiri, kita mungkin pernah merasa kewalahan dengan banyaknya informasi yang harus disampaikan kepada pelanggan di&nbsp;<em>website</em>.</p>



<p id="a0c4">Namun, tahukah kamu bahwa&nbsp;<em>user</em>&nbsp;hanya menghabiskan rata-rata 5,59 detik untuk melihat konten tertulis di sebuah&nbsp;<em>website</em>? Waktu tersebut sangat singkat untuk menarik minat&nbsp;<em>user</em>, apalagi menyampaikan informasi yang ingin dibagikan.</p>



<p id="80e8">Oleh karena itu, penting untuk tidak membanjiri&nbsp;<em>user</em>&nbsp;dengan informasi yang berlebihan saat mereka mengunjungi&nbsp;<em>website homepage</em>.</p>



<p id="a8be">Meskipun beberapa informasi kita anggap sangat penting, tapi menempatkan semua informasi secara langsung dapat membuat&nbsp;<em>user</em>&nbsp;merasa kewalahan dan akhirnya meninggalkan&nbsp;<em>website</em>.</p>



<p id="6d53">Lantas, bagaimana solusinya?</p>



<p id="ff27">Pesan dan konten yang dirancang dengan cermat, disesuaikan dengan&nbsp;<em>customer journey</em>, dan diungkapkan secara bertahap melalui strategi yang dikenal sebagai pengungkapan progresif (<em>progressive disclosure</em>).</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="80cd"><strong>Apa itu&nbsp;<em>progressive disclosure</em>?</strong></h2>



<p id="9115"><em>Progressive disclosure</em>&nbsp;adalah pendekatan strategis untuk mengungkapkan informasi yang dibutuhkan&nbsp;<em>user&nbsp;</em>pada saat yang tepat. Dengan kata lain, informasi disajikan secara bertahap sesuai dengan perjalanan pelanggan, sehingga mereka tidak merasa kewalahan dan tetap tertarik untuk menjelajahi lebih jauh.</p>



<p id="0e96">Misalkan kamu memiliki&nbsp;<em>website</em>&nbsp;yang berfokus pada produk. Navigasi pada situs harus dirancang agar&nbsp;<em>user</em>&nbsp;dapat menemukan informasi secara bertahap. Setiap klik menjadi langkah dalam&nbsp;<em>progressive disclosure</em>, di mana&nbsp;<em>user</em>&nbsp;perlahan-lahan akan mengetahui lebih banyak tentang produk dan layanan yang ditawarkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1d53"><strong>Mengapa&nbsp;<em>progressive disclosure&nbsp;</em>penting?</strong></h2>



<p id="adcb">Pendekatan ini sangat penting karena berfokus pada kebutuhan pelanggan, bukan sekadar apa yang ingin disampaikan. Beberapa keuntungan dari&nbsp;<em>progressive disclosure</em>&nbsp;meliputi:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="4e7a"><strong>1. Mengurangi hambatan</strong></h3>



<p id="e36c"><em>Overload</em>&nbsp;informasi menyebabkan kebingungan dan membuat&nbsp;<em>user</em>&nbsp;sulit mengambil keputusan. Dengan menyajikan informasi yang relevan sesuai kebutuhan&nbsp;<em>user</em>, kita telah membantu mereka mencapai tujuan dengan lebih mudah.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="6c09"><strong>2. Meningkatkan keterlibatan</strong></h3>



<p id="a495">Rasa ingin tahu&nbsp;<em>user</em>&nbsp;akan terus tumbuh ketika ada hal-hal baru yang ditemukan. Saat&nbsp;<em>user</em>&nbsp;menemukan fitur-fitur baru, minat mereka akan tetap terjaga, sehingga mendorong eksplorasi lebih lanjut dan keterlibatan yang lebih dalam.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a051"><strong>3. Membangun kepercayaan</strong></h3>



<p id="1d1b">Ketika&nbsp;<em>user</em>&nbsp;merasa dipandu, kepercayaan mereka akan tumbuh.&nbsp;<em>Progressive disclosure</em>&nbsp;menunjukkan kita menghargai waktu dan perhatian mereka, sehingga tercipta hubungan positif antara mereka dan produk yang ditawarkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d80a"><strong>Langkah-langkah mengimplementasikan&nbsp;<em>progressive disclosure</em></strong></h2>



<p id="b806">Jika kamu ingin menerapkan&nbsp;<em>progressive disclosure</em>&nbsp;di website, berikut langkah-langkah yang dapat kamu lakukan:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="efa9"><strong>1. Petakan&nbsp;<em>customer journey</em></strong></h3>



<p id="cca4">Pahami tahapan yang dilalui&nbsp;<em>user</em>, mulai dari&nbsp;<em>awareness</em>,&nbsp;<em>consideration</em>,&nbsp;<em>purchase</em>, hingga tahap selanjutnya. Kemudian identifikasi kebutuhan dan masalah mereka di setiap tahap.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="647f"><strong>2. Prioritaskan informasi</strong></h3>



<p id="1082">Kategorikan fitur dan informasi berdasarkan kepentingan dan relevansi di setiap tahap perjalanan. Pada tahap awal, soroti fungsionalitas dan kemudian tampilkan fitur-fitur lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7b99"><strong>3. Bagikan informasi menjadi bagian kecil</strong></h3>



<p id="ebf7">Sampaikan melalui tutorial,<em>&nbsp;tooltip</em>, dan&nbsp;<em>prompt</em>&nbsp;interaktif. Ini membuat pembelajaran menjadi mudah.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7f3d"><strong>4. Manfaatkan petunjuk visual</strong></h3>



<p id="9510">Gunakan elemen desain yang jelas, seperti hierarki, ikon, dan animasi untuk mengarahkan perhatian&nbsp;<em>user&nbsp;</em>dan menyorot informasi penting.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="0bfd"><strong>5. Kumpulkan umpan balik</strong></h3>



<p id="2438">Analisis perilaku&nbsp;<em>user&nbsp;</em>di situs secara terus-menerus dan kumpulkan umpan balik untuk memahami apa yang menarik bagi mereka. Gunakan data ini untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7940"><strong>6. Gunakan beberapa titik untuk berkomunikasi</strong></h3>



<p id="ea96">Strategi ini tidak hanya berlaku untuk&nbsp;<em>website</em>, tapi juga untuk semua saluran komunikasi digital. Sebagian besar&nbsp;<em>user y</em>ang mengunjungi&nbsp;<em>website</em>&nbsp;punya alasan spesifik atau sedang mencari informasi.</p>



<p id="a7d8">Pertimbangkan menggunakan saluran digital lainnya, seperti SMS atau email untuk menyampaikan pesan penting atau mendesak secara&nbsp;<em>real-time</em>.</p>



<p id="789d">Menerapkan&nbsp;<em>progressive disclosure</em>&nbsp;bukan berarti menahan informasi, tapi menyusun narasi yang menarik dan terbuka sehingga&nbsp;<em>user</em>&nbsp;dapat berinteraksi dengan&nbsp;<em>brand</em>&nbsp;kita. Pendekatan ini dapat membangun kepercayaan, meningkatkan keterlibatan, dan pada akhirnya memuaskan pelanggan.</p>



<p id="6b66">Perlu diingat bahwa kita tidak hanya menjual produk atau layanan, tapi kita juga membimbing&nbsp;<em>user</em>&nbsp;dalam&nbsp;<em>customer journey</em>, dan setiap langkah dalam perjalanan tersebut penting.</p>



<p id="6ec5">Dengan mengungkapkan informasi yang jelas pada waktu yang tepat, kita dapat mengubah pengalaman&nbsp;<em>user&nbsp;</em>dari yang sebelumnya membingungkan menjadi memberi wawasan, sehingga membuka jalan untuk kesuksesan yang berkelanjutan.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="e9f3"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d009"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="3062"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@ristianadputri?source=post_page-----7bbe26de6b12--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/masih-bingung-menampilkan-informasi-produk-di-website-tarik-pelanggan-dengan-cara-ini/">Masih Bingung Menampilkan Informasi Produk di Website? Tarik Pelanggan dengan Cara Ini!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langkah-langkah Meluncurkan Produk di Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/langkah-langkah-meluncurkan-produk-di-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2024 04:01:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Launch]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10752</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membangun dan meluncurkan produk adalah dua hal yang sangat berbeda. Saat produk sudah akan selesai, kamu perlu sembari menyiapkan strategi dalam peluncuran produk. Untukmu yang masih bingung, apa saja yang diperlukan untuk meluncurkan produk, ikuti langkah-langkah ini, ya: Riset pasar dan pelajari target pasar Sebelum berpikir jauh tentang peluncuran produk, langkah pertama yang harus kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/langkah-langkah-meluncurkan-produk-di-startup/">Langkah-langkah Meluncurkan Produk di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="08f7">Membangun dan meluncurkan produk adalah dua hal yang sangat berbeda. Saat produk sudah akan selesai, kamu perlu sembari menyiapkan strategi dalam peluncuran produk.</p>



<p id="ad44">Untukmu yang masih bingung, apa saja yang diperlukan untuk meluncurkan produk, ikuti langkah-langkah ini, ya:</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2a24"><strong>Riset pasar dan pelajari target pasar</strong></h2>



<p id="c366">Sebelum berpikir jauh tentang peluncuran produk, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah riset pasar secara mendalami. Pelajari tantangan, peluang, mengidentifikasi pesaing, hingga target audiensmu.</p>



<p id="b0f2">Penting sekali untuk mengetahui siapa&nbsp;<em>early user&nbsp;</em>dari produkmu. Jika kamu belum punya&nbsp;<em>early user,&nbsp;</em>maka kamu harus membuat&nbsp;<em>buyer persona.&nbsp;</em>Jika sudah memiliki&nbsp;<em>early user,&nbsp;</em>pastikan mereka bisa menjadi pembeli potensial ketika kamu meluncurkan produk.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="dbfb"><strong>Tegaskan seperti apa&nbsp;<em>positioning</em>-mu</strong></h2>



<p id="02d2">Kalimat&nbsp;<em>positioning</em>&nbsp;menggambarkan produkmu, target audiens, dan menjelaskan bagaimana produk bisa memenuhi kebutuhan pasar. Jika masih bingung, kamu bisa menjawab pertanyaan ini:</p>



<p id="9df9">&#8211; Siapa target audiensmu?</p>



<p id="0bee">&#8211; Untuk siapa produk ini?</p>



<p id="e42b">&#8211; Apa fungsi produknya?</p>



<p id="9e12">&#8211; Apa bedanya dengan yang sudah ada di pasaran?</p>



<p id="e498">&#8211; Persona pembeli manakah yang paling mungkin membeli produkmu?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bdd4"><strong>Validasi<em>&nbsp;positioning</em>&nbsp;pada pemangku kepentingan</strong></h2>



<p id="8d1e">Ketika memperkuat&nbsp;<em>positioning</em>, kamu harus bisa melibatkan pemangku kepentingan, termasuk tim produk, tim pemasaran, hingga tim&nbsp;<em>customer experience.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading" id="c7c0"><strong>Penyesuaian produk berdasarkan&nbsp;<em>feedback</em></strong></h2>



<p id="ff95">Kamu perlu berdiskusi dengan seluruh pemangku kepentingan, kemudian melakukan penyesuaian terhadap produk. Ini bisa jadi mengubah tanggal peluncuran berdasarkan tren pasar, menekankan aspek tertentu dari pemasaran digital, dan lain-lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="28cc"><strong>Menentukan&nbsp;<em>go-to-market strategy</em></strong></h2>



<p id="2b86">Sekarang, kamu perlu menetapkan bagaimana kamu bisa masuk ke pasar. Ini sangat penting untuk meluncurkan dan mempromosikan produkmu. Umumnya, ada dua pendekatan yang sering digunakan.</p>



<p id="7c3d">Pertama, adalah&nbsp;<em>funnel growth model&nbsp;</em>atau model penjualan tradisional. Intinya, mengubah prospek penjualan menjadi pelanggan.</p>



<p id="ebfe">Kedua, adalah&nbsp;<em>flywheel growth model.&nbsp;</em>Model ini memperhitungkan cara pelanggan dapat membantumu dalam mengembangkan bisnis (membuat&nbsp;<em>referral</em>, media sosial, promosi dari&nbsp;<em>word of mouth</em>, ulasan, dan lain-lain).</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b49b"><strong>Menetapkan tanggal peluncuran</strong></h2>



<p id="5681">Ketika akan menetapkan tanggal peluncuran, kamu mempertimbangkan berapa banyak waktu yang kamu butuhkan dalam mengembangkan produk sekaligus membuat kampanye pemasaran yang kuat.</p>



<p id="d4a0">Kamu juga perlu mempertimbangkan&nbsp;<em>soft launch,&nbsp;</em>yaitu strategi peluncuran produk sebelum&nbsp;<em>grand launching.&nbsp;</em>Di mana&nbsp;<em>soft launching&nbsp;</em>umumnya hanya menerapakn sedikit atau tanpa pemasaran.</p>



<p id="d5c4"><em>Soft launching&nbsp;</em>jadi populer karena kamu bisa melihat reaksi pelanggan terhadap produkmu. Dalam&nbsp;<em>soft launching,&nbsp;</em>kamu juga punya kesempatan untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan, dan membuat pembaruan lebih lanjut sebelum&nbsp;<em>grand launching.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading" id="00bb"><strong>Merencanakan pemasaran peluncuran produk</strong></h2>



<p id="12e4">Kamu dapat mempertimbangkan beberapa strategi pemasaran di bawah ini:</p>



<p id="31a4"><em>Influencer marketing:&nbsp;</em>kamu bisa menentukan&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>yang tepat untuk mempromosikan produkmu, atau yang memiliki&nbsp;<em>niche&nbsp;</em>sama dengan industrimu.</p>



<p id="117f"><em>Content marketing:&nbsp;</em>lewat postingan blog, tutorial atau&nbsp;<em>how to,&nbsp;</em>video,&nbsp;<em>podcast,&nbsp;</em>dan konten lainnya.</p>



<p id="af1f"><em>Pay per Click</em>: dalam beberapa kasus, kampanye PPC dapat menjadi salah satu cara paling sukses untuk menghasilkan pendapatan.</p>



<p id="8129"><em>Budget ads:&nbsp;</em>cari tahu seberapa banyak kamu membutuhkan biaya untuk beriklan di Meta, TikTok, atau YouTube.</p>



<p id="174f"><em>Launch event</em>: apakah ada acara peluncuran yang tepat untuk bisa mengiklankan produkmu? Ini bisa berupa acara fisik, promosi silang dengan merek lain, atau acara digital.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9272"><strong>Membuat konten promosi</strong></h2>



<p id="dcaa">Selanjutnya, kamu bisa menyiapkan konten-konten yang bisa dibagikan lewat berbagai&nbsp;<em>platform.&nbsp;</em>Kamu bisa memanfaatkan email marketing, sosial media, landing page, product page,&nbsp;<em>content marketing, launching event,&nbsp;</em>kampanye PPC, dan lain-lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4933"><strong>Menyiapkan tim</strong></h2>



<p id="e401">Sebelum&nbsp;<em>launching,&nbsp;</em>kamu harus memastikan bahwa semua tim-mu siap. Jangan lupa untuk menetapkan sasaran berupa KPI (<em>Key Performance Indicator</em>) yang jelas dan pastikan semua anggota tim tahu hal ini.</p>



<p id="7d46">Selanjutnya, kamu harus bisa&nbsp;<em>checklist&nbsp;</em>bahwa informasi, alat, dan semua sumber daya yang dibutuhkan sudah siap. Saat dan setelah peluncuran berlangsung, terus pantau bagaimana perkembangannya dan ukur lewat metrik yang sudah ditentukan.</p>



<p id="9f9c">Itu tadi langkah-langkah penting yang bisa kamu lakukan. Semoga bisa diterapkan dan membantu persiapanmu dalam meluncurkan produk, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="01d3"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d9f2"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="1285"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----582d7e728dd7--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/langkah-langkah-meluncurkan-produk-di-startup/">Langkah-langkah Meluncurkan Produk di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Founder-Product Fit dari Kacamata Investor</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/melihat-founder-product-fit-dari-kacamata-investor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 03:50:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Fundraising]]></category>
		<category><![CDATA[Investors]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10743</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada satu fakta pahit yang harus diketahui semua founder, yaitu kenyataan kalau&#160;fundraising&#160;itu sangat susah. Kenapa? Menarik perhatian investor adalah salah satu tantangan besar yang harus dipecahkan oleh founder. Menurut artikel dari failory.com, faktanya, VC atau&#160;Venture Capital&#160;hanya serius terhadap 6% dari kesepakatan yang diberikan, dan kurang dari 1% startup akan didanai. Kok bisa ini bisa terjadi? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/melihat-founder-product-fit-dari-kacamata-investor/">Melihat Founder-Product Fit dari Kacamata Investor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="80f8">Ada satu fakta pahit yang harus diketahui semua founder, yaitu kenyataan kalau&nbsp;<em>fundraising&nbsp;</em>itu sangat susah. Kenapa?</p>



<p id="c655">Menarik perhatian investor adalah salah satu tantangan besar yang harus dipecahkan oleh founder. Menurut artikel dari failory.com, faktanya, VC atau&nbsp;<em>Venture Capital&nbsp;</em>hanya serius terhadap 6% dari kesepakatan yang diberikan, dan kurang dari 1% startup akan didanai.</p>



<p id="1b4e">Kok bisa ini bisa terjadi? Ternyata, banyak startup yang melewatkan&nbsp;<em>founder-product fit</em>. Mari ketahui ini lebih lanjut.</p>



<p id="5ba0">Tips pertama datang dari Slava Heretz, seorang mantan profesional keuangan strategis yang telah bekerja di lebih dari 75 startup yang didukung ventura. Heretz sudah banyak berpartisipasi dalam pertemuan investor, ditunjuk sebagai seorang penasihat terpercaya, atau sebagai founder.</p>



<p id="5507">Dilihat dari sudut pandang investor,&nbsp;<em>founder product fit&nbsp;</em>menjadi salah satu faktor kunci apakah investor setuju untuk bekerja sama dengan startup. Tim startup dapat menjelaskan&nbsp;<em>founder product fit&nbsp;</em>lewat&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>di bagian atau rubrik “<em>team</em>”.</p>



<p id="65a9">Sayangnya, tim startup seringkali hanya menjelaskan peran dari masing-masing posisi anggota tim. Padahal, ini tidak cukup untuk meyakinkan investor, loh.</p>



<p id="9ce3">Contohnya, ketika anggota tim sudah punya peran sempurna yang terdiri dari&nbsp;<em>hustler, hipster</em>, dan&nbsp;<em>hacker</em>. Peran&nbsp;<em>hipster</em>&nbsp;akan cenderung fokus pada pemasaran, desain, dan merek.&nbsp;<em>Hacker&nbsp;</em>berkutat dengan produk dan aspek teknis dari startup. Sementara,&nbsp;<em>hustler</em>&nbsp;akan banyak berurusan dengan visi, penjualan, TAM (<em>Total Addressable Market</em>), dan pertumbuhan.</p>



<p id="45d1">Di sini, tim harus bisa menjelaskan pada investor alasan mengapa harus memilih mereka. Bukan hanya sekadar menuliskan titel, peran, serta pengalaman.</p>



<p id="050f">Berikut ini beberapa pertimbangan investor ketika membaca&nbsp;<em>pitch deck&nbsp;</em>dari startup:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Apakah ada permintaan di pasar terhadap masalah yang coba dipecahkan oleh startup?</li>



<li>Apakah pasarnya besar dan berkembang?</li>



<li>Apakah tim ini bisa memberikan hasil yang maksimal?</li>
</ol>



<p id="1586">Poin-poin di atas akan membantu investor untuk memahami&nbsp;<em>founder-product fit,&nbsp;</em>yaitu kesesuaian pendiri dengan produk yang sedang dibangunnya.</p>



<p id="44a8">Untuk menganalisis tentang&nbsp;<em>founder-product fit,&nbsp;</em>kamu bisa menjawab beberapa pertanyaan ini:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Sebagai seorang founder, apakah proyek tersebut sesuai dengan tipe kepribadianmu?</li>



<li>Apakah kamu mempunyai cukup waktu untuk mendukung dan membangunnya?</li>



<li>Apakah ruang permasalahan cukup menarik untuk dikerjakan selama lebih dari 3 tahun?</li>



<li>Apakah kamu memiliki cara untuk terhubung dan menemukan pelanggan awal?</li>



<li>Apakah kamu memiliki keterampilan atau sumber daya untuk membangunnya?</li>



<li>Apakah itu sesuatu yang dapat kamu buat dan rilis dalam 3 bulan?</li>
</ol>



<p id="2984">Jika semua pertanyaan dapat dijawab dengan “ya”, maka kamu bisa optimis dan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan sejauh ini.</p>



<p id="c59f">Selanjutnya, menurut Heretz, kamu bisa menganalisis dan mempresentasikan kekuatan tim dengan menganalisis pertanyaan berikut:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Siapa yang paling mengetahui tantangan teknis? Mengapa?</li>



<li>Apakah mereka sudah menjalani masalahnya?</li>



<li>Apakah mereka mempelajarinya di universitas atau sekolah perdagangan terkenal? Apakah mereka memiliki pengalaman serupa melihat rekan kerja mengalami kesulitan, meskipun mereka sendiri tidak mengalaminya?</li>
</ol>



<p id="858c">Sebagai tambahan, kamu sebaiknya memiliki anggota tim yang mengetahui banyak hal tentang teknologi di balik penyelesaian masalah yang kamu pecahkan. Penting juga untuk memiliki seseorang yang mempunyai pengalaman menjual atau mempunyai jaringan di pemerintahan. Kamu juga bisa meminta saran kepada seseorang yang sebelumnya pernah mencoba memecahkan masalah serupa namun hasilnya kurang efektif. Dari pengalamannya, akan ada banyak masukan yang bisa kamu petik untuk memperoleh produk yang sesuai.</p>



<p id="ee39">Jika ternyata tidak ada satu orang pun di dalam tim-mu yang punya hal-hal itu, kamu perlu bekerja sangat keras untuk memikirkan kembali ide startupmu. Faktanya, founder sering melakukan sesuatu yang tidak berkaitan dengan bidang atau pengalamannya. Kuncinya adalah bisa melakukan apa yang kamu ketahui dan andal di bidang tersebut.</p>



<p id="ca49">Berikut salah satu referensi&nbsp;<em>slide</em>&nbsp;presentasi bagian ‘tim’ dari startup Slidebean yang telah mengumpulkan $1,6 juta yang bisa kamu contoh.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:700/0*v8_E_3LlC8DXU2WS" alt="" style="width:840px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sumber:&nbsp;</em><a href="https://www.failory.com/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>https://www.failory.com/</em></a></figcaption></figure>



<p id="468a">Selamat berjuang memperkuat <em>pitch deck</em>-mu, ya! Optimalkan kekuatan tim-mu dan semoga sukses meraih pendanaan pertama!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="8be0"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="b116"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="93c4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----980d02229425--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/melihat-founder-product-fit-dari-kacamata-investor/">Melihat Founder-Product Fit dari Kacamata Investor</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tips Biar Pelanggan Loyal dengan Produk Kita!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-tips-biar-pelanggan-loyal-dengan-produk-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2024 09:48:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[Customer Experiences]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di zaman sekarang, penting banget untuk mempunyai merek yang bisa&#160;self sustaining.&#160;Dengan begitu, pelanggan punya peluang besar untuk aktif dan terlibat, serta loyal terhadap merek tersebut. Zaman dulu, perusahaan sangat bergantung dengan iklan supaya audiens selalu ingat untuk beli dan berinteraksi dengan produk. Iklan sangat marak ditayangkan di televisi, surat kabar, atau spanduk-spanduk besar di tepi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-tips-biar-pelanggan-loyal-dengan-produk-kita/">Ini Tips Biar Pelanggan Loyal dengan Produk Kita!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="9dc6">Di zaman sekarang, penting banget untuk mempunyai merek yang bisa&nbsp;<em>self sustaining.&nbsp;</em>Dengan begitu, pelanggan punya peluang besar untuk aktif dan terlibat, serta loyal terhadap merek tersebut.</p>



<p id="fed1">Zaman dulu, perusahaan sangat bergantung dengan iklan supaya audiens selalu ingat untuk beli dan berinteraksi dengan produk. Iklan sangat marak ditayangkan di televisi, surat kabar, atau spanduk-spanduk besar di tepi jalan. Tapi, cara seperti itu sudah kurang efektif di zaman serba cepat seperti sekarang.</p>



<p id="a469">Perusahaan super sukses seperti Google, FB, Apple dan lain-lain paham betul tentang cara agar sukses menjadi bagian hidup dari pelanggannya. Otomatis, pelanggan bakal terus mengkonsumsi produk mereka tanpa perlu diingetin lagi. Lalu, bagaimana caranya agar bisa menjadi bagian hidup dari pelanggan? Jawabannya, lewat kebiasaan.</p>



<p id="35de">Artikel kali ini akan menjelaskan beberapa rangkuman penting dari buku Hooked karya Nir Eyal.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="5904"><strong>Apa itu kebiasaan?</strong></h3>



<p id="7a1c">Kebiasaan adalah tindakan yang bisa dilakukan dengan sangat mudah, tanpa perlu banyak berpikir, atau tanpa paksaan yang disadari.</p>



<p id="33c5">Contohnya, saat mau sikat gigi kita tidak perlu banyak mikir, kan? Ini membentuk kebiasaan untuk menyikat gigi sebelum tidur. Kebiasaan ini ternyata berkaitan erat dengan loyalitas pelanggan terhadap suatu merek.</p>



<p id="c45c">Saat pelanggan sudah terbiasa menggunakan suatu produk, mereka cenderung akan menjadi loyal terhadap merek dan produk tersebut. Nilai suatu produk ditentukan dari seberapa sering produk tersebut digunakan. Jadi, tugas dari merek adalah bagaimana agar pelanggan memakai produk mereka dan menjadikan hal itu sebagai kebiasaan.</p>



<p id="9b16">Tapi realitanya, kebiasaan itu tidak bisa diciptakan. Kebiasaan dalam menggunakan atau mengonsumsi produk perlu dibangun berdasarkan kebiasaan yang sudah ada.</p>



<p id="fbf4">Contohnya, pelanggan sering mengecek Facebook karena pelanggan butuh terkoneksi dengan teman-temannya, atau sekedar mengisi waktu ketika merasa bosan. Itu karena Facebook menyediakan&nbsp;<em>interface&nbsp;</em>yang melayani kebiasaan intrinsik dari manusia, yaitu berkomunikasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b1f0"><strong>Bagaimana cara untuk&nbsp;<em>hook&nbsp;</em>pelanggan dan membuat mereka loyal dengan produk kita?</strong></h3>



<p>1. <strong>Harus ada pemicu atau pencetus.</strong></p>



<p id="4a2d">Pemicu eksternal seringkali berawal dari sebuah langkah agar pelanggan melakukan sesuatu. Misalnya email,&nbsp;<em>push notification</em>, atau DM Instagram yang belum dibuka.</p>



<p id="c563">Ketika pemicu eksternal ini berhasil, produk akan muncul di pikiran pelanggan, perasaan, hingga rutinitas, sehingga pelanggan tidak perlu diingatkan lagi untuk menggunakan produk tersebut.</p>



<p id="7b12"><strong>2. Tiga syarat yang diperlukan pelanggan untuk bisa terus-menerus menggunakan produk: motivasi, kemampuan, dan pemicu.</strong></p>



<p id="2878">Pertama, motivasi adalah apa yang membuat mereka melakukan sesuatu. Contohnya pelanggan ingin tampil lebih langsing sehingga punya motivasi untuk bisa beli katering sehat.</p>



<p id="3afe">Kedua, kemampuan adalah upaya yang dilakukan pelanggan untuk bisa menggunakan produk tersebut. Contohnya adalah<em>&nbsp;smartwatch</em>&nbsp;yang digunakan oleh orang yang berolahraga. Jika ternyata cara penggunaannya ribet, pelanggan akan dengan mudah meninggalkan produk tersebut.</p>



<p id="e271">Ketiga, pemicu atau&nbsp;<em>trigger&nbsp;</em>adalah stimulus untuk pelanggan untuk melakukan tindakan. Misalnya, pesan yang muncul di notifikasi bahwa memori telah penuh dan harus ada beberapa file yang dihapus.</p>



<p id="a49c"><strong>3. Perlu menggambarkan betapa pentingnya pemicu internal.</strong></p>



<p id="ba43">Misalnya, mengungkap&nbsp;<em>pain points&nbsp;</em>pelanggan,&nbsp;<em>self esteem,&nbsp;</em>hingga&nbsp;<em>self development.&nbsp;</em>Selanjutnya, mudahkan tindakan agar pelanggan bisa dengan mudah menjangkau, menggunakan produk, dan menggunakannya berulang kali. Intinya, jangan membuat produk yang ‘ribet’.</p>



<p id="6800">Beberapa cara di atas dapat kamu terapkan pada produk dan merekmu, sehingga produkmu menjadi lebih bernilai di mata pelanggan dan membuat mereka loyal.</p>



<p id="4a07">Jadi, sudah siap dengan strategi <em>hook </em>versimu sendiri?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="7fd0"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="692a"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d391"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----7cbfa4f007f3--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-tips-biar-pelanggan-loyal-dengan-produk-kita/">Ini Tips Biar Pelanggan Loyal dengan Produk Kita!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Langkah Merancang Brand Voice yang Memikat Audiens</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-langkah-merancang-brand-voice-yang-memikat-audiens/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2024 11:04:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Brand Tone of Voice]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10686</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita sudah sering mendengar istilah “brand tone of voice,” yaitu cara bagaimana bisnis mengomunikasikan pesan yang dibawa&#160;brand&#160;kepada target audiens. Dengan&#160;brand voice&#160;yang tepat, tujuan baik kita untuk menyelesaikan masalah konsumen akan tersampaikan dengan baik serta menyasar audiens yang ideal. Brand voice&#160;melibatkan banyak perpaduan, seperti diksi, emosi, dan cerita penuh makna dibalik&#160;brand&#160;itu sendiri.&#160;Brand voice&#160;mencerminkan ‘kepribadian’ produk kita, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-langkah-merancang-brand-voice-yang-memikat-audiens/">5 Langkah Merancang Brand Voice yang Memikat Audiens</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b1c9">Kita sudah sering mendengar istilah “brand tone of voice,” yaitu cara bagaimana bisnis mengomunikasikan pesan yang dibawa&nbsp;<em>brand</em>&nbsp;kepada target audiens. Dengan&nbsp;<em>brand voice</em>&nbsp;yang tepat, tujuan baik kita untuk menyelesaikan masalah konsumen akan tersampaikan dengan baik serta menyasar audiens yang ideal.</p>



<p id="4668"><em>Brand voice&nbsp;</em>melibatkan banyak perpaduan, seperti diksi, emosi, dan cerita penuh makna dibalik&nbsp;<em>brand</em>&nbsp;itu sendiri.<em>&nbsp;Brand voice</em>&nbsp;mencerminkan ‘kepribadian’ produk kita, yang tercermin di segala platform komunikasi dengan audiens, termasuk media sosial, blog, hingga cara tim&nbsp;<em>customer relations</em>&nbsp;berinteraksi dengan pelanggan.</p>



<p id="12f3">Karena itulah, ketika membangun startup, kamu harus memikirkan&nbsp;<em>brand voice</em>&nbsp;yang memikat audiens dan menerapkannya secara konsisten dalam setiap strategi konten marketing.</p>



<p id="6e45">Secara garis besar,&nbsp;<strong>brand voice yang baik memiliki 5 kriteria&nbsp;</strong>berikut ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Konsistensi: Seragam di semua saluran dan interaksi.</li>



<li>Autentisitas: Mencerminkan identitas dan keunikan produkmu dibanding pesaing.</li>



<li>Transparansi: Bisa menyampaikan pesan secara jelas dan efektif.</li>



<li>Emosi: Melibatkan emosi dan empati untuk terhubung dengan audiens secara lebih dalam.</li>



<li>Relevansi: Beresonansi dengan audiens yang tepat.</li>
</ul>



<p id="5e0d">Nah, ada 5 langkah merancang&nbsp;<em>brand’s tone of voice&nbsp;</em>yang unggul, dilansir dari artikel copyblogger.com.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Tentukan Nilai Produkmu</strong></li>
</ol>



<p id="a450">Pertama-tama, kamu harus memastikan agar<em>&nbsp;brand voice</em>&nbsp;selaras dengan visi dan misi startupmu, serta&nbsp;<em>relate&nbsp;</em>dengan target audiens. Untuk memastikan nilai produkmu, kamu bisa:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Memprioritaskan nilai-nilai inti yang mewakili identitas <em>brand</em> dan apa yang kamu harap orang-orang akan pikirkan terkait produkmu.</li>



<li>Mintalah masukan dari karyawan dan pemangku kepentingan.</li>



<li>Kamu juga bisa mengadakan workshop, sesi diskusi, dan terlibat dengan komunitas untuk membantu mengidentifikasi apa nilai inti <em>brand</em>-mu.</li>
</ul>



<p id="b0ed"><strong>2. Identifikasi Target Audiens</strong></p>



<p id="97d4">Memahami audiens adalah kunci untuk merancang&nbsp;<em>brand voice</em>&nbsp;dengan efektif. Kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Lakukan riset pasar untuk mempelajari preferensi, masalah, dan kebiasaan mereka. Kamu bisa melakukannya lewat media sosial, survei, atau formulir <em>feedback</em> pelanggan.</li>



<li>Buatlah persona konsumen yang detail untuk menggambarkan seperti apa konsumen idealmu.</li>



<li>Identifikasi di mana audiens menghabiskan waktu secara <em>online</em> dan <em>offline.</em></li>
</ul>



<p id="cc1b"><strong>3. Analisis Saluran Komunikasi yang Kamu Gunakan</strong></p>



<p id="5bb3">Ini untuk mengetahui sejauh mana konten komunikasmu sudah sesuai dengan&nbsp;<em>brand voice</em>&nbsp;yang kamu inginkan. Caranya adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Tinjau ulang situs web startup atau <em>brand</em>-mu, termasuk profil media sosial, konten pemasaran, dan bagaimana <em>customer support </em>berintaksi dengan pelanggan di kanal komunikasi.</li>



<li>Identifikasi inkonsistensi dan area yang membutuhkan perbaikan.</li>



<li>Pastikan konten yang sudah ada mencerminkan nilai inti yang telah ditentukan dan <em>relate</em> dengan target audiens.</li>
</ul>



<p id="5004"><strong>4. Tentukan Kata yang Mendeskripsikan Kepribadian<em>&nbsp;Brand.</em></strong></p>



<p id="e23b">Sekarang, pilihlah serangkaian kata sifat deskriptif yang mencerminkan kepribadian dan&nbsp;<em>brand tone</em>&nbsp;kamu. Contoh kata sifat deskriptif meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>Friendly</em>:<em> </em>Ramah, kasual, akrab dengan audiens.</li>



<li><em>Professional</em>: Professional dan lebih formal.</li>



<li><em>Playful</em>: Cocok untuk target audiens anak muda.</li>



<li><em>Authoritative</em>: Berwibawa dan formal.</li>
</ul>



<p id="383a"><strong>5. Buatlah Panduan B<em>rand Voice.</em></strong></p>



<p id="5b60">Untuk menjaga konsistensi dalam&nbsp;<em>brand voice</em>, buatlah pedoman<em>&nbsp;brand voice</em>&nbsp;yang komprehensif yang mencakup:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Tentukan <em>tone, </em>gaya bahasa, dan kepribadian <em>brand.</em></li>



<li>Prinsip-prinsip pesan: Uraikan dengan rinci bagaimana <em>brand</em> dapat mengomunikasikan respon terhadap berbagai topik dan situasi.</li>



<li>Buat juga ‘Dos dan Don’ts’, atau apa saja gaya bahasa yang baik untuk diterapkan dan yang harus dihindari.</li>



<li>Berikan contoh frase dan kalimat yang mengilustrasikan <em>brand voice</em> dalam berbagai konteks.</li>
</ul>



<p id="dedf">Gimana, founder? Sudah lebih paham tentang cara membuat <em>brand voice</em> yang baik? Semoga kamu bisa menerapkan langkah-langkah ini untuk startupmu, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="cca7"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f30e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="cd04"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-langkah-merancang-brand-voice-yang-memikat-audiens/">5 Langkah Merancang Brand Voice yang Memikat Audiens</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bingung Mau Pilih No Code atau Full Code?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bingung-mau-pilih-no-code-atau-full-code/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2024 12:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Surveys]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Platform pengembangan aplikasi tanpa&#160;code, atau dalam artikel ini akan disebut dengan&#160;no code, semakin menjamur dan berkembang pesat. Ini memberikan founder kemudahan dalam menyuguhkan produk untuk pelanggannya. Platform&#160;no code&#160;adalah versi khusus dari sistem yang memungkinkan non-teknisi bisa membangun solusi dengan cepat menggunakan pengkodean yang minimum. Tapi, apa benar, menggunakan platform&#160;no code&#160;jadi solusi yang pas untukmu? Atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bingung-mau-pilih-no-code-atau-full-code/">Bingung Mau Pilih No Code atau Full Code?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="c341">Platform pengembangan aplikasi tanpa&nbsp;<em>code</em>, atau dalam artikel ini akan disebut dengan&nbsp;<em>no code</em>, semakin menjamur dan berkembang pesat. Ini memberikan founder kemudahan dalam menyuguhkan produk untuk pelanggannya.</p>



<p id="ffd7">Platform<em>&nbsp;no code</em>&nbsp;adalah versi khusus dari sistem yang memungkinkan non-teknisi bisa membangun solusi dengan cepat menggunakan pengkodean yang minimum.</p>



<p id="f761">Tapi, apa benar, menggunakan platform<em>&nbsp;no code</em>&nbsp;jadi solusi yang pas untukmu? Atau lebih baik menggunakan&nbsp;<em>full code</em>&nbsp;saja agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan? Lebih baik pilih yang mana?&nbsp;<em>No code</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>full code</em>?</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2aa2"><strong>Kamu bisa menggunakan&nbsp;<em>no code</em>, apabila kamu berada dalam kondisi ini:</strong></h3>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kamu mengalami keterbatasan dana.</li>



<li>Kamu hanya memiliki tim dalam skala kecil tanpa sumber daya IT yang bisa membantumu.</li>



<li>Kamu membutuhkan modifikasi secara sederhana, ingin solusi mudah dan cepat, dalam kondisi terbatas yang berhubungan dengan transfer data dan integrasi pihak ketiga.</li>
</ol>



<p id="c43c">Jika kamu memilih&nbsp;<em>no code</em>, kamu harus bisa beradaptasi dengan platform<em>&nbsp;</em>dan menciptakan sesuatu sesuai dengan fungsinya. Kamu juga perlu paham betul tentang alur kerjanya secara detail, ketika menentukan syarat dan fitur dari spesifikasi produkmu.</p>



<p id="2052">Pada umumnya, platform<em>&nbsp;no code&nbsp;</em>menjanjikan bisa menghasilkan aplikasi dalam jangka waktu yang cepat, tetapi fase seperti desain dan perencanaan sebenarnya membutuhkan jumlah waktu yang sama dengan waktu ketika kamu mengembangkan solusi secara kustom atau personalisasi.</p>



<p id="ee61">Aplikasi yang diciptakan dengan&nbsp;<em>platform no code</em>&nbsp;juga bisa jadi memiliki masalah kinerja yang harus kamu perbaiki. Tidak hanya itu, aplikasi yang dibuat dengan sistem&nbsp;<em>no code&nbsp;</em>tidak bisa berpindah platform dengan mudah karena perlu mendesain ulang dari awal.</p>



<p id="b687">Selain itu,<em>&nbsp;</em>Platform&nbsp;<em>no code</em>&nbsp;pada umumnya memberlakukan biaya berdasarkan ruang penyimpanan yang digunakan, jumlah pengguna, halaman interaktif, kapasitas server, dan lain-lain. Maka, kamu perlu mempertimbangkan dengan matang setiap biaya yang akan dikeluarkan dan disesuaikan dengan kebutuhan startup.</p>



<p id="5946"><em>Deployment&nbsp;</em>pada cloud publik pada platform&nbsp;<em>no code</em>&nbsp;bisa membangun pengalaman pengguna (UX). Di sisi lain, d<em>ata governance&nbsp;</em>bisa jadi tantangan tersendiri yang harus mampu kamu antisipasi.</p>



<p id="fe88">Dari penjelasan itu, jika kamu sudah yakin untuk menggunakan&nbsp;<em>no code</em>, kamu harus memastikan akan memilih platform<em>&nbsp;</em>yang memenuhi kriteria, antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Antar muka yang intuitif dan tidak ‘ribet’.</li>



<li>Menyediakan berbagai macam <em>template </em>dan <em>plug in </em>dalam menyempurnakan aplikasi atau produk.</li>



<li>Dukungan cepat dari <em>customer service </em>dan layanan pemeliharaan.</li>



<li>Kredibilitas dan stabilitas vendor.</li>



<li>Ulasan dari pengguna sebelumnya dan pengalaman mereka menggunakan produk tersebut.</li>



<li>Jenis produk atau aplikasi yang dibangun pada <em>platform</em> tersebut di periode sebelumnya.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="9773"><strong>Bagaimana dengan&nbsp;<em>full code</em>? Kamu bisa menggunakan untuk memilih&nbsp;<em>full code</em>, jika startupmu ada dalam kondisi ini:</strong></h3>



<ol class="wp-block-list">
<li>Produk membutuhkan kustomisasi atau personalisasi secara kompleks dari segi keamanan, fleksibilitas, dan keandalan. Ini yang menjadi fokus utama dan tidak bisa ditoleransi.</li>



<li>Kamu membutuhkan infrastruktur yang beragam dan punya banyak karyawan yang terbagi dalam beberapa bagian, departemen, geografi, dan lainnya.</li>



<li>Kamu memiliki permintaan yang tinggi untuk integrasi pihak ketiga dan migrasi membutuhkan waktu yang lama.</li>



<li>Kamu memerlukan penyelarasan tujuan bisnis dengan produk digital.</li>
</ol>



<p id="292c">Kalau kamu sudah mantap untuk menggunakan&nbsp;<em>full code</em>, sebaiknya carilah kualitas berikut dalam perusahaan yang akan kamu pilih, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Perusahaan tersebut menekankan komunikasi yang efektif. Ini penting untuk menjaga transparansi dan kemudahan dalam berkomunikasi apabila suatu hari ada masalah yang harus segera diselesaikan.</li>



<li>Sudah berpengalaman, ahli di bidangnya, dan testimoni dari klien sebelumnya.</li>



<li>Menunjukkan berbagai jenis aplikasi yang mereka kembangkan di masa lalu.</li>



<li>Perusahaan fokus pada ukuran dan budaya kerja perusahaan.</li>



<li>Perusahaan dengan layanan dan dukungan purna jual yang mumpuni.</li>



<li>Kredibilitas pasar terpercaya dan mereka ahli dalam <em>technology stack.</em></li>
</ul>



<p id="7407">Kedua pilihan di atas, baik<em> no code </em>atau <em>full code</em>, pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, pikirkanlah secara matang dan tidak perlu terburu-buru, karena kamu bertanggung jawab secara penuh terhadap startupmu. Semoga wawasan yang ditulis di artikel ini bisa membantumu dalam mengambil keputusan, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="3026"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="5210"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c470"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----6f03ef7abed9--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bingung-mau-pilih-no-code-atau-full-code/">Bingung Mau Pilih No Code atau Full Code?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyampaikan Pesan Produk Lebih Efektif</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/menyampaikan-pesan-produk-lebih-efektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2024 03:21:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu pesan produk? Seperti maknanya secara harfiah, sebagai produsen atau pemasar, kita akan mengkomunikasikan nilai dari produk serta bagaimana relevansinya pada pelanggan. Langkah awalnya, kamu harus fokus pada positioning produkmu, dengan cara memahami pelangganmu. Kamu harus tahu persis apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kemudian, jelaskan apa yang kamu lakukan. Misalnya kamu menawarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyampaikan-pesan-produk-lebih-efektif/">Menyampaikan Pesan Produk Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="318f">Apa itu pesan produk?</p>



<p id="08c0">Seperti maknanya secara harfiah, sebagai produsen atau pemasar, kita akan mengkomunikasikan nilai dari produk serta bagaimana relevansinya pada pelanggan.</p>



<p id="a867">Langkah awalnya, kamu harus fokus pada positioning produkmu, dengan cara memahami pelangganmu. Kamu harus tahu persis apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan.</p>



<p id="02c9">Kemudian, jelaskan apa yang kamu lakukan. Misalnya kamu menawarkan produk perangkat lunak produktivitas yang dirancang untuk manajemen proyek. Kamu dapat membuat pesan yang menjelaskan tentang bagaimana perangkat lunak milikmu mampu menyederhanakan perencanaan proyek, manajemen tugas, dan kolaborasi tim. Selain itu, penting sekali untuk memahami apa saja tantangan dan&nbsp;<em>pain points&nbsp;</em>dari pelangganmu. Dengan mengidentifikasi titik permasalahan mereka, kamu dapat menawarkan solusi untuk menyelesaikan atau meringankannya.</p>



<p id="7c72">Di bawah ini adalah tips untuk menyampaikan pesan produk secara efektif. Yuk, simak dengan seksama!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="be1b"><strong>1. Mengetahui target audiens</strong></h3>



<p id="c2ea">Ini adalah inti dari semua strategimu. Memahami target audiens dengan baik adalah kuncinya. Bagaimana caranya agar memahami mereka?</p>



<p id="efa2">Kamu dapat melakukan riset pasar untuk mengidentifikasi target audiens. Tanyakan kebutuhan, kendala, preferensi, dan keinginan mereka. Kamu dapat memanfaatkan metode survei, wawancara, dan analisis data untuk mendapatkan wawasan penting tentang target audiens.</p>



<p id="1ba3">Berikut ini contoh efektif dan kurang efektif dari contoh perpesanan, seperti yang dikutip dari getvero.com:</p>



<p id="64a5">Contoh efektif:</p>



<p id="b6ea">Riset pasar kami mengungkapkan bahwa para profesional yang sibuk kesulitan mengatur tugas dan tenggat waktu mereka. Produk kami dirancang untuk menyederhanakan manajemen proyek, membantu para profesional tetap memantau beban kerja mereka dengan mudah.</p>



<p id="a0c9">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="f36d">Produk kami diperuntukkan bagi semua orang. Sangat bagus untuk manajemen tugas dan perencanaan proyek.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b566"><strong>2. Menentukan&nbsp;<em>Unique Selling Proposition&nbsp;</em>(USP)</strong></h3>



<p id="9027">Penting sekali untuk memasukkan USP dalam pesan produk, karena ini yang membedakanmu dari pesaing. Untuk bisa menentukan USP, kamu perlu mengidentifikasi fitur dan manfaat utama yang menjadikan produkmu unik dan berharga untuk pelanggan.</p>



<p id="3ec0">“Mengapa pelanggan harus memilih produkmu dibandingkan produk pesaing?”</p>



<p id="4a0b">Nah, jawabannya adalah USP milikmu yang jelas, ringkas, mudah diingat, dan meninggalkan kesan mendalam untuk target audiens.</p>



<p id="55b9">Contoh efektif:</p>



<p id="a66d">Tidak seperti alat manajemen proyek tradisional, perangkat lunak kami menawarkan fitur prioritas tugas unik yang didukung AI yang meningkatkan produktivitas sebesar 30%.</p>



<p id="4807">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="4cb1">Perangkat lunak kami canggih dan kaya fitur.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9f60"><strong>3. Menciptakan proposisi nilai dengan jelas</strong></h3>



<p id="b20c">Proposisi nilai merupakan pernyataan singkat yang menjelaskan tentang manfaat utama produk pada pelanggan.</p>



<p id="8d8f">“Masalah apa yang ingin produkmu pecahkan, dan apa manfaatnya bagi pelanggan?”</p>



<p id="14e1">Jawaban dari pertanyaan tersebut merupakan proposisi nilai. Fokuslah pada hasil yang dapat diberikan oleh produkmu, bukan hanya pada fitur-fiturnya.</p>



<p id="5de2">Contoh efektif:</p>



<p id="99f8">Bosan menggunakan banyak alat untuk manajemen proyek? Perangkat lunak lengkap kami menyederhanakan alur kerjamu, menghemat waktu berjam-jam dan mengurangi stres.</p>



<p id="a73b">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="3185">Perangkat lunak kami komprehensif dan efisien.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="42fc"><strong>4. Menggunakan bahasa yang mengutamakan pelanggan</strong></h3>



<p id="64e2">Agar pesannya dapat diterima dengan efektif oleh pelanggan, kamu perlu menyusunnya dari sudut pandang mereka. Kamu dapat berbicara melalui kebutuhan, keinginan, dan masalah dari pelanggan. Gunakan bahasa yang relevan dengan audiens sehingga mereka merasa terhubung secara emosional. Saat pelanggan merasa bahwa pesanmu sudah relevan, kemungkinan besar mereka akan lebih mudah untuk terlibat dengan produkmu.</p>



<p id="4730">Contoh efektif:</p>



<p id="bdf2">Terorganisir dengan mudah menggunakan perangkat lunak kami yang memahami kebutuhanmu dan beradaptasi dengan alur kerjamu.</p>



<p id="5b7d">Contoh kurang efektif:</p>



<p id="3c12">Perangkat lunak kami kuat dan penuh fitur.</p>



<p id="6ea4">Semoga dari beberapa contoh yang efektif dan kurang efektif di atas, kamu bisa lebih memahami tentang cara menyampaikan pesan produk, sehingga pesan produk milikmu lebih tajam, kontekstual, dan juga tepat sasaran, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="f160"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2fb8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5134"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/tag/communication?source=post_page-----18ab25943404---------------communication-----------------"></a></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----18ab25943404--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/menyampaikan-pesan-produk-lebih-efektif/">Menyampaikan Pesan Produk Lebih Efektif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkenalan dengan Peran Product Manager di Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/berkenalan-dengan-peran-product-manager-di-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 14:05:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Manager]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Lessons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9844</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak bisnis digital dan teknologi semakin meningkat, ada satu peran yang sangat dicari di startup karena punya posisi penting. Ini adalah Product Manager (PM)! PM ternyata jadi peran yang punya banyak peminat di startup teknologi. Alasannya, startup butuh orang yang tepat dalam mengembangkan produk yang dibutuhkan dan disukai oleh penggunanya. PM punya tujuan untuk memaksimalkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berkenalan-dengan-peran-product-manager-di-startup/">Berkenalan dengan Peran Product Manager di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="b0d8">Sejak bisnis digital dan teknologi semakin meningkat, ada satu peran yang sangat dicari di startup karena punya posisi penting. Ini adalah Product Manager (PM)!</p>



<p id="1a97">PM ternyata jadi peran yang punya banyak peminat di startup teknologi. Alasannya, startup butuh orang yang tepat dalam mengembangkan produk yang dibutuhkan dan disukai oleh penggunanya.</p>



<p id="3c35">PM punya tujuan untuk memaksimalkan penjualan dan pendapatan lewat produk-produk yang dikembangkan. Tapi, nggak cuma ‘ngurus’ pengembangan produk aja, PM juga berkutat di ranah pembenahan bisnis, peluncuran produk, hingga menentukan strategi pemasaran suatu produk.</p>



<p id="b4df">Jadi, apa saja hal utama yang dilakukan oleh PM? Simak penjelasan di bawah ini biar kamu makin faham, ya!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="6099"><strong>1. Menciptakan</strong></h2>



<p id="a7cd">Peran ini melibatkan eksplorasi ide-ide dan membangun sesuatu yang baru untuk produk atau membangun produk dari awal. Lingkup pekerjaan dari ‘menciptakan’ pada umumnya adalah memahami pasar dan kesenjangannya, keluhan dan kebutuhan pelanggan, serta menciptakan solusi dengan pelanggan. Seorang PM akan banyak bekerja sama dengan divisi lain ketika menciptakan produk. Divisi ini akan dibahas di bagian berikutnya, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b859">2. Mempertahankan / <em>maintaining</em></h2>



<p id="30a2">Fokus utamanya adalah mempertahankan produk yang konsisten dan berkualitas tinggi akan memberikan nilai yang besar bagi bisnis. Misalnya, jika pelanggan yang ada saat ini kurang loyal dan lebih ketat dalam mengeluarkan uangnya untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk itu, seorang PM perlu mendapatkan data operasional (misalnya jumlah pengguna terdaftar, berapa banyak pengguna aktif saat ini, dan yang sudah berlangganan). Selanjutnya, PM dapat memantau, mendiskusikan, dan melakukan perubahan pada proses internal atau produk itu sendiri. Fase mempertahankan produk ini punya prioritas penting untuk memperbaiki masalah yang paling mengganggu dan berdampak pada sebagian besar pengguna.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5ff2">3. Pertumbuhan</h2>



<p id="f172">Pada bagian pertumbuhan, seorang PM perlu memiliki kemampuan untuk melihat tren yang sedang berlangsung, pasar, pesaing, dan mengidentifikasi peluang. Sumber peluang lain yang dapat diandalkan adalah data operasional, karena data tersebut dapat memberi informasi bagi PM tentang bidang-bidang yang memiliki skor rendah dan memerlukan perbaikan.</p>



<p id="b397">Selanjutnya, dengan siapa saja PM perlu berkoordinasi? Umumnya, sebagai PM kamu akan berkoordinasi dengan mereka ini:</p>



<p id="eb0b">1. Tim&nbsp;<em>data insights<br></em>PM perlu bekerja dengan tim wawasan untuk memahami dan menerjemahkan data ke dalam alur cerita yang ramah dan menarik untuk mempengaruhi orang lain.</p>



<p id="6c2c">2. Tim pengiriman<br>Umumnya terdiri dari pengembang, penguji, manajer proyek, pemilik produk, dan desainer. Tim akan bekerja sama untuk membangun solusi yang didorong oleh manajer produk.</p>



<p id="ae2d">3. Tim riset pelanggan<br>Tim ini adalah jembatan bagi antara produk dan pelanggan. Oleh karena itu, mereka akan fokus terutama pada riset pengguna dan menghasilkan ide.</p>



<p id="9503">4. Tim produk<br>PM dan&nbsp;<em>lead product&nbsp;</em>lainnya adalah rekan kerja yang berharga untuk memunculkan ide dan berkomunikasi.</p>



<p id="0a80">5. Tim manajemen program<br>Tim ini membantu untuk menyusun rencana, mengelola risiko, menjaga akuntabilitas orang, dan penting sekali untuk mengingat detail-detail kecil.</p>



<p id="d3d2">6. Tim dukungan layanan<br>Tim ini menangani masalah dan keluhan pelanggan.</p>



<p id="f027">Seorang PM juga membutuhkan karakter yang mengutamakan pelanggan dan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk mereka. PM yang handal akan terbiasa menjalankan banyak tantangan sehingga perlu punya rasa percaya diri dan optimis yang besar. Namun, PM juga harus punya sikap tegas untuk menentukan prioritas tugas agar semuanya dapat berjalan sesuai waktunya.</p>



<p id="0add">Itu tadi adalah sekelumit cerita tentang peran Product Manager secara lebih dalam. Di artikel berikutnya, peran penting apa yang ada di startup yang kamu ingin agar kita mengulasnya? Jangan ragu bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="a850"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8017"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="28a3"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----3ea2a40914f5--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/berkenalan-dengan-peran-product-manager-di-startup/">Berkenalan dengan Peran Product Manager di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tahapan Memprioritaskan Tugas dalam Proses Pengembangan Produk</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-tahapan-memprioritaskan-tugas-dalam-proses-pengembangan-produk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2023 14:01:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9841</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterampilan mengelola prioritas adalah&#160;skill&#160;penting yang kamu butuhkan sebagai Product Manager dalam mengkoordinasi tugas. Karena, begitu banyak ‘tanggung jawab’ yang perlu dikerjakan oleh tim pengembang produk. Mulai dari permintaan eksekutif, perbaikan&#160;bug,&#160;hingga fitur khusus hasil umpan balik pelanggan. Untuk itu, kamu bisa memetakannya dengan kisi-kisi di bawah ini agar tim-mu punya&#160;roadmap&#160;dasar untuk membantu memprioritaskan tugas dan membagi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-tahapan-memprioritaskan-tugas-dalam-proses-pengembangan-produk/">Ini Tahapan Memprioritaskan Tugas dalam Proses Pengembangan Produk</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e0c2">Keterampilan mengelola prioritas adalah&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>penting yang kamu butuhkan sebagai Product Manager dalam mengkoordinasi tugas. Karena, begitu banyak ‘tanggung jawab’ yang perlu dikerjakan oleh tim pengembang produk. Mulai dari permintaan eksekutif, perbaikan&nbsp;<em>bug,</em>&nbsp;hingga fitur khusus hasil umpan balik pelanggan. Untuk itu, kamu bisa memetakannya dengan kisi-kisi di bawah ini agar tim-mu punya&nbsp;<em>roadmap</em>&nbsp;dasar untuk membantu memprioritaskan tugas dan membagi waktu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3206"><strong>Langkah 1: Menciptakan visi produk</strong></h2>



<p id="9d38">Coba isilah bagian yang ada di dalam kurung berikut ini, ya.</p>



<p id="40f8"><strong>Saat ini, ketika</strong>&nbsp;[segmen pelanggan]&nbsp;<strong>ingin</strong>&nbsp;[aktivitas/hasil yang diinginkan],&nbsp;<strong>mereka harus</strong>&nbsp;[solusi saat ini].&nbsp;<strong>Hal ini tidak dapat diterima, karena</strong>&nbsp;[kekurangan solusi saat ini].&nbsp;<strong>Kami membayangkan sebuah dunia di mana</strong>&nbsp;[kekurangan terselesaikan].&nbsp;<strong>Kami mewujudkan dunia ini melalui</strong>&nbsp;[teknologi/pendekatan dasar].</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="3887"><strong>Langkah 2: Menghubungkan visi (yang ada pada langkah ke-1) dengan strategi produk</strong></h2>



<p id="9837">Ada 4 komponen strategi memprioritaskan produk menurut Geordie Kaytes, Radhika Dutt, dan Nidhi Aggarwal:</p>



<p id="9e45">1.&nbsp;<em>Real pain points</em>&nbsp;berarti “untuk siapa?” dan “apa kelemahan mereka?”</p>



<p id="aa27">2. Desain mengacu pada “fitur utama apa yang akan kamu desain ke dalam produk?” dan “bagaimana kamu mendeskripsikan merek dan&nbsp;<em>tone</em>?”</p>



<p id="b5b1">3. Kapabilitas menangani pertanyaan</p>



<p id="c278">“mengapa kita harus menjadi pihak yang melakukannya?” dan “apa kapabilitas unik yang kita miliki?”</p>



<p id="4035">4. Logistik membahas tentang saluran, seperti “apa strategi penetapan harga kami?” dan “media apa yang kami gunakan untuk menyampaikan hal ini?”</p>



<p id="5898">Jika itu semua digabungkan, maka tampilannya akan berbentuk tabel seperti ini:</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:1400/1*by6CZd7jB6787pl9qMITSg.png" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption"><em>Sumber:&nbsp;</em><a href="https://medium.com/agileinsider"><em>https://medium.com/agileinsider</em></a></figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="373d"><strong>Langkah 3: Menerapkan visi pada prioritas</strong></h2>



<p id="90c1">Selanjutnya, kamu dapat memanfaatkan grafik sederhana di bawah ini untuk mengevaluasi apa yang perlu mendapat perhatian tim dan apa yang bisa ditunda atau diabaikan. Dengan menggunakan visi untuk menyaring tugas atau pekerjaan, kamu dapat menentukan apa yang perlu dilakukan dan apa yang perlu dihindari.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:1400/0*ma2_xaDczjQDPhst" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">Sumber:&nbsp;<a href="https://medium.com/agileinsider">https://medium.com/agileinsider</a></figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading" id="1788"><strong>Langkah 4: Menyelaraskan analisis dengan visi produk</strong></h2>



<p id="1ff7">Setelah kamu mengetahui urutan prioritasnya, kamu dapat memperkirakan estimasi hasilnya dan bagaimana langkah eksekusinya. Kamu juga dapat meningkatkan prioritas berdasarkan metrik dan keluaran yang tepat dan dikaitkan dengan kebahagiaan serta kepuasan pelanggan.</p>



<p id="ffe8">Selamat mempraktikkan!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="f6c1"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="fa3d"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="74c4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-tahapan-memprioritaskan-tugas-dalam-proses-pengembangan-produk/">Ini Tahapan Memprioritaskan Tugas dalam Proses Pengembangan Produk</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
