<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Marketing Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/marketing/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Dec 2024 03:48:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Marketing Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/marketing/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Startup Gagal, Salahnya di Mana?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/startup-gagal-salahnya-di-mana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2024 03:44:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Failure]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10973</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagian sejumlah besar founders, startup gagal nyaris bisa dibilang suatu keniscayaan. Statistik pun mencerminkan realita yang cukup brutal di lapangan: Tingginya persentase kegagalan startup ini mungkin kerap bikin kamu bertanya-tanya, “Kok bisa gagal? Emang di mana salahnya?” Kamu dan tim tentu tidak ingin startup yang susah payah kalian bangun menambah daftar panjang statistik startup yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/startup-gagal-salahnya-di-mana/">Startup Gagal, Salahnya di Mana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bagian sejumlah besar founders, startup gagal nyaris bisa dibilang suatu keniscayaan. Statistik pun mencerminkan realita yang cukup brutal di lapangan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>1 dari 5 startup gagal di tahun pertama</li>



<li>30% startup gagal dalam tiga tahun</li>



<li>50% startup tidak akan bertahan sampai tahun kelima</li>



<li>70% startup tutup lapak sebelum mencapai usia 10 tahun</li>



<li>90% startup pada akhirnya akan gagal setelah 10 tahun</li>
</ul>



<p id="3ce8">Tingginya persentase kegagalan startup ini mungkin kerap bikin kamu bertanya-tanya, “Kok bisa gagal? Emang di mana salahnya?” Kamu dan tim tentu tidak ingin startup yang susah payah kalian bangun menambah daftar panjang statistik startup yang telah gagal.</p>



<p id="31d4">Supaya jangan sampai terjatuh di lubang yang sama, kamu perlu tahu nih kesalahan apa saja yang banyak melatarbelakangi kejatuhan sebuah startup, entah yang belum lama dirintis maupun yang bahkan sudah menyandang gelar&nbsp;<em>unicorn.</em>&nbsp;Yuk, pelajari satu-satu, supaya kamu dan tim bisa belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0f95">Salah Pemasaran</h2>



<p id="6e51"><em>Marketing&nbsp;</em>atau pemasaran layanan dan/atau produk bisa jadi merupakan masalah yang paling umum — dan paling fatal — bagi banyak startup.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:700/0*wCG_LLggKaVgw6V-" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@ademay?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Adem AY</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Unsplash</a></figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading" id="c4d7">Product-Market (not) Fit</h3>



<p id="ca74">Sejumlah besar startup mengalami kegagalan setelah menemukan bahwa ide mereka tidak&nbsp;<em>product-market fit,&nbsp;</em>alias tidak cocok dengan kebutuhan nyata pasar. Hal ini umumnya terjadi ketika founder tidak terlebih dulu memvalidasi pasar sebelum mulai mengerahkan waktu, tenaga, dan biaya untuk membangun startupnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="6e5c">Lemahnya Pemetaan Kompetitor</h3>



<p id="9fb4">Startup yang gagal memvalidasi pasar kerap gagal pula dalam melakukan pemetaan serta analisis kompetitor. Padahal, dengan mengetahui siapa kompetitor di pasar, sebuah startup akan mampu menajamkan proposisi nilai (<em>value proposition</em>) dan nilai tambah (<em>added value</em>) inovatif yang membedakan produk/layanan dari yang lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="841c">Ekspektasi dan Realita Pasar Tidak Sinkron</h3>



<p id="c51e">Pada akhirnya, banyak startup gagal karena tidak mampu — atau tidak&nbsp;<em>mau</em>&nbsp;— berfokus pada&nbsp;<em>niche&nbsp;</em>pasar yang paling sesuai dengan situasi kondisi mereka. Startup terkadang punya impian muluk-muluk untuk memenuhi kebutuhan beberapa pasar secara bersamaan, padahal tidak punya kapasitas maupun sumber daya yang cukup untuk itu. Nyatanya, dengan adanya internet, sebuah startup kerap masih bisa bertahan cukup dengan melayani sebuah&nbsp;<em>niche&nbsp;</em>pasar kecil.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="fc63">Salah Memilih atau Mengelola Tim</h2>



<p id="468b">Startup tidak bisa dikerjakan sendirian. Founder butuh tim yang terdiri dari orang-orang berkeahlian khusus dengan visi yang sama. Itu sebabnya, banyak startup berguguran saat timya bermasalah.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:700/0*YD-hjX5Ax2Sxjfiu" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@officestock?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Sebastian Herrmann</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Unsplash</a></figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading" id="0499">Tim Kurang Pengalaman</h3>



<p id="ab17">Masalah ini kerap ditemukan, terutama di startup baru dengan founder yang baru saja atau belum lama berkecimpung di dunia per-startup-an. Kurangnya pengalaman ini bisa dalam hal target dan teknik pemasaran, teknis bisnis dan teknologi yang digunakan, maupun keuangan dan model bisnis.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="24b1">Friksi Internal</h3>



<p id="d712">Co-founders pisah kongsi dan/atau&nbsp;<em>turnover rate&nbsp;</em>yang tinggi sangat memengaruhi kestabilan startup, apalagi di masa-masa awal pendirian. Makanya, founders perlu bijak dalam menimbang kecocokan calon partner maupun calon anggota tim, baik dengan visi startup maupun dengan karakter satu sama lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="e621">Motivasi dan Ketersediaan Waktu</h3>



<p id="1a2b">Startup sukses nggak cuma soal ide bagus, tapi juga soal semangat dan waktu yang dicurahkan. Kalau pendiri kurang termotivasi atau jadwal kerja mereka nggak sinkron, misalnya satu kerja&nbsp;<em>full-time</em>&nbsp;dan yang lain setengah hati, friksi gampang muncul. Hasilnya? Startup bisa melambat bahkan gagal. Jadi, motivasi tinggi dan komitmen waktu itu wajib.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="961d">Salah Hitung-hitungan Duit</h2>



<p id="e047">Sejatinya, duit bukanlah penentu utama kesuksesan sebuah startup, apalagi di awal pendirian saat pengguna masih relatif kecil. Namun, seiring dengan kebutuhan startup untuk berkembang dan&nbsp;<em>scale up,&nbsp;</em>kebutuhan akan cuan tentunya kian signifikan.</p>



<p id="2c0b">Menariknya, masalah finansial utama yang kerap bikin startup goyang bukan soal jumlah&nbsp;<em>funding-</em>nya, tapi manajemen uang yang ada.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://miro.medium.com/v2/resize:fit:700/0*73JtGMLYLKgC7fNf" alt=""/><figcaption class="wp-element-caption">Photo by&nbsp;<a href="https://unsplash.com/@alexandermils?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Alexander Mils</a>&nbsp;on&nbsp;<a href="https://unsplash.com/?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Unsplash</a></figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading" id="e840">Monetisasi</h3>



<p id="ce3d">Monetisasi adalah masalah finansial yang sebetulnya lebih mirip tantangan bisnis atau&nbsp;<em>marketing</em>. Gimana cara menghasilkan uang dari produk kamu? Gimana jadinya kalau nggak ada yang mau bayar? Inilah alasan kenapa bisnis B2B (<em>business-to-business</em>) dipandang lebih minim risiko dibanding B2C (<em>business-to-consumer</em>). Soalnya pelanggan B2B biasanya lebih mau bayar untuk solusi yang mereka butuhkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="0fe0">Profit Margin</h3>



<p id="2908">Tergantung jenis usaha dan tingkat kejenuhan pasar, margin keuntungan tipis bisa jadi alasan utama startup gagal. Dalam dunia kuliner, misalnya, persaingan dengan metode tradisional bikin margin keuntungan sangat sempit. Kalau inovasi kamu nggak cukup optimal, bakal sulit bersaing di pasar yang udah penuh sesak.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="59b0">Overspending dan Cashflow</h3>



<p id="973a"><em>Overspending&nbsp;</em>alias pengeluaran berlebihan dan&nbsp;<em>cashflow&nbsp;</em>adalah dua masalah finansial yang wajib diwaspadai oleh startup, terutama setelah mulai menghasilkan uang. Pada fase awal, sebaiknya kamu fokus pada biaya esensial, seperti kebutuhan hidup founder dan operasional server. Untuk hal-hal lainnya, kamu bisa menggunakan&nbsp;<em>outsource&nbsp;</em>seperti&nbsp;<em>freelancer&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>agensi.</em></p>



<p id="a086">Itu tadi beberapa masalah yang kalau nggak hati-hati bisa bikin startup kamu gagal sebelum berkembang. Belajar dari poin-poin di atas, semoga kamu dan timmu tidak bernasib sama dengan para founders yang startupnya telah gagal.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="4521"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="bd59"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em><a href="https://medium.com/@langit.rinesti?source=post_page---byline--9588cf1e2993--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/startup-gagal-salahnya-di-mana/">Startup Gagal, Salahnya di Mana?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tips Marketing Campaign yang Efektif untuk Bisnismu</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-tips-marketing-campaign-yang-efektif-untuk-bisnismu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2024 03:29:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10964</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai founder startup, kamu pasti paham pentingnya&#160;marketing campaign&#160;atau kampanye pemasaran untuk memperkenalkan&#160;brand-mu dan menarik perhatian audiens. Namun, di tengah persaingan yang semakin sengit, bagaimana caranya agar&#160;campaign&#160;kamu bisa benar-benar menonjol? Nah, artikel kali ini akan membahas langkah-langkah praktis untuk membuat&#160;marketing campaign&#160;yang tidak hanya menarik perhatian, tapi juga efektif mendukung pertumbuhan bisnismu. Yuk, simak informasi selengkapnya di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-tips-marketing-campaign-yang-efektif-untuk-bisnismu/">5 Tips Marketing Campaign yang Efektif untuk Bisnismu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e392">Sebagai founder startup, kamu pasti paham pentingnya&nbsp;<em>marketing campaign&nbsp;</em>atau kampanye pemasaran untuk memperkenalkan&nbsp;<em>brand</em>-mu dan menarik perhatian audiens. Namun, di tengah persaingan yang semakin sengit, bagaimana caranya agar&nbsp;<em>campaign&nbsp;</em>kamu bisa benar-benar menonjol?</p>



<p id="d373">Nah, artikel kali ini akan membahas langkah-langkah praktis untuk membuat&nbsp;<em>marketing campaign</em>&nbsp;yang tidak hanya menarik perhatian, tapi juga efektif mendukung pertumbuhan bisnismu. Yuk, simak informasi selengkapnya di sini!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4c18">1. Pahami Audiensmu Secara Mendalam</h2>



<p id="5182">Langkah pertama dalam membuat&nbsp;<em>campaign&nbsp;</em>yang menonjol adalah memahami audiens kamu. Siapa mereka? Apa masalah yang mereka hadapi? Dan, bagaimana produk atau layananmu bisa menjadi solusi untuk mereka? Dengan memahami kebutuhan dan preferensi mereka, kamu bisa menciptakan pesan pemasaran yang kuat dan relevan.</p>



<p id="bf0a">Selain itu, kamu juga perlu melakukan riset pasar secara mendalam. Gunakan data demografis, perilaku pembelian, hingga kebiasaan digital mereka. Dari sini, kamu bisa menemukan&nbsp;<em>insight&nbsp;</em>untuk menentukan pendekatan yang paling sesuai.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="336f">2. Tetapkan Tujuan yang Jelas dan Terukur</h2>



<p id="878c"><em>Campaign&nbsp;</em>tanpa tujuan yang jelas ibarat mendayung tanpa arah. Pastikan kamu menetapkan tujuan spesifik yang bisa diukur, seperti meningkatkan kesadaran merek, menarik&nbsp;<em>traffic&nbsp;</em>ke situs&nbsp;<em>web</em>, atau meningkatkan konversi. Gunakan&nbsp;<em>Key Performance Indicator</em>&nbsp;(KPI) yang relevan untuk memantau keberhasilan&nbsp;<em>campaign&nbsp;</em>bisnismu.</p>



<p id="8207">Misalnya, jika tujuanmu adalah meningkatkan penjualan, fokuslah pada metrik seperti tingkat konversi atau pendapatan, karena tujuan yang jelas akan membantumu merancang strategi yang lebih terarah lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="2de1">3. Tawarkan Sesuatu yang Unik</h2>



<p id="d911">Kalau mau&nbsp;<em>brand&nbsp;</em>kamu menjadi&nbsp;<em>top of mind&nbsp;</em>di benak audiens, pastikan kamu punya keunikan yang membedakan kamu dengan pesaing. Jangan hanya mengikuti tren atau meniru yang sudah ada di pasar. Sebaliknya, temukan nilai khas dari&nbsp;<em>brand</em>-mu dan tampilkan itu dalam&nbsp;<em>campaign</em>.</p>



<p id="b57a">Misalnya, jika startup kamu berfokus pada&nbsp;<em>sustainability&nbsp;</em>atau keberlanjutan, tunjukkan bagaimana produkmu benar-benar mendukung misi itu secara nyata.</p>



<p id="f0be">Orisinalitas juga tak kalah penting. Jadilah transparan tentang proses dan nilai-nilai bisnismu agar audiens lebih percaya dengan&nbsp;<em>brand</em>-mu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="208e">4. Rancang Strategi Promosi yang Efektif</h2>



<p id="947a"><em>Marketing campaign&nbsp;</em>yang menonjol memerlukan strategi promosi yang dirancang dengan cermat. Berikut ini beberapa elemen penting yang harus kamu perhatikan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>Hook </em>yang kuat: Tarik perhatian audiens sejak awal dengan <em>tagline </em>yang menarik atau visual yang mencolok.</li>



<li>Konten visual yang memikat: Gunakan desain grafis, foto, atau video yang menarik perhatian hanya dalam hitungan detik.</li>



<li>Pesan yang konsisten: Pastikan semua elemen <em>campaign </em>menyampaikan pesan yang selaras dengan tujuan <em>campaign</em>.</li>
</ul>



<p id="5aa6">Sebagai contoh,&nbsp;<em>marketing campaign “Shot on iPhone”</em>&nbsp;dari Apple berhasil menunjukkan keunggulan produk mereka dengan visual asli dari pengguna. Dengan memadukan pesan sederhana dan hasil foto yang mengesankan,&nbsp;<em>campaign&nbsp;</em>ini tidak hanya menarik perhatian, tapi juga memperkuat kepercayaan audiens terhadap kualitas produk.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b289">5. Pantau dan Evaluasi Hasilnya</h2>



<p id="bd4e">Langkah terakhir yang tak kalah penting yaitu memantau dan mengevaluasi hasil&nbsp;<em>campaign&nbsp;</em>kamu. Gunakan data untuk mengukur performa, seperti tingkat keterlibatan di media sosial, jumlah klik, atau konversi. Dari sini, kamu bisa melihat apa yang bekerja dengan baik dan apa yang perlu ditingkatkan.</p>



<p id="9997">Jangan ragu untuk mengubah strategi berdasarkan data yang ada. Fleksibilitas adalah kunci dalam menciptakan&nbsp;<em>campaign&nbsp;</em>yang terus relevan dan efektif.</p>



<p id="9889">Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa menciptakan&nbsp;<em>marketing campaign</em>&nbsp;yang tidak hanya menarik perhatian, tapi juga memberikan dampak nyata bagi bisnismu. Ingat,&nbsp;<em>campaign&nbsp;</em>yang sukses adalah hasil dari kombinasi strategi yang matang, kreativitas, dan pemahaman mendalam terhadap audiens. Jadi, apakah kamu siap untuk mencuri perhatian di pasar?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="656d"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="1366"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="efe7"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page---byline--f3c2a4d816c8--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-tips-marketing-campaign-yang-efektif-untuk-bisnismu/">5 Tips Marketing Campaign yang Efektif untuk Bisnismu</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Loyalitas Pelangganmu dengan Poin Rewards, Begini Caranya!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tingkatkan-loyalitas-pelangganmu-dengan-poin-rewards-begini-caranya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 03:11:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Customer Behavior]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat kamu menawarkan&#160;loyalty program&#160;kepada pelanggan, pernahkah kamu berpikir bagaimana mereka memutuskan kapan harus menggunakan poin&#160;reward&#160;dan kapan menggunakan uang tunai? Mungkin terkesan sederhana, tapi ternyata ada perbedaan besar dalam cara konsumen menghabiskan keduanya. Mengetahui hal ini bisa membantu kamu merancang strategi yang lebih efektif untuk bisnismu. Mengapa Poin Reward Terasa Berbeda dari Uang Tunai? Bayangkan kamu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tingkatkan-loyalitas-pelangganmu-dengan-poin-rewards-begini-caranya/">Tingkatkan Loyalitas Pelangganmu dengan Poin Rewards, Begini Caranya!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Saat kamu menawarkan&nbsp;<em>loyalty program</em>&nbsp;kepada pelanggan, pernahkah kamu berpikir bagaimana mereka memutuskan kapan harus menggunakan poin<em>&nbsp;reward</em>&nbsp;dan kapan menggunakan uang tunai? Mungkin terkesan sederhana, tapi ternyata ada perbedaan besar dalam cara konsumen menghabiskan keduanya. Mengetahui hal ini bisa membantu kamu merancang strategi yang lebih efektif untuk bisnismu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e5d2">Mengapa Poin Reward Terasa Berbeda dari Uang Tunai?</h2>



<p id="83c2">Bayangkan kamu punya 100.000 poin di&nbsp;<em>loyalty program&nbsp;</em>sebuah maskapai. Kamu bisa menukarkan poin tersebut untuk penerbangan gratis atau menyimpannya untuk kesempatan lain. Namun, kamu juga punya uang tunai yang bisa kamu gunakan kapan saja. Nah, ketika dihadapkan dengan pilihan ini, banyak orang cenderung menggunakan poin dulu sebelum uang. Mengapa? Karena secara psikologis, mengeluarkan poin tidak terasa sama seperti mengeluarkan uang.</p>



<p id="2a5b">Poin&nbsp;<em>reward</em>&nbsp;sering dianggap sebagai bonus, sesuatu yang didapat tanpa harus merogoh kocek secara langsung. Ini membuat konsumen lebih mudah menghabiskan poin dibandingkan uang tunai. Tapi, tidak semua konsumen berpikir seperti itu. Ada empat tipe cara konsumen membelanjakan poin dan uang tunai yang bisa kamu manfaatkan dalam&nbsp;<em>loyalty program&nbsp;</em>bisnismu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="abf8">Contoh Penggunaan Poin Reward</h2>



<p id="782e">Untuk memudahkan kamu membayangkan, berikut beberapa contoh bagaimana konsumen menggunakan poin&nbsp;<em>reward</em>:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="8eb3">Contoh 1: Maskapai Penerbangan</h3>



<p id="c61f">Seorang konsumen punya 50.000 poin dari&nbsp;<em>loyalty program&nbsp;</em>maskapai. Dia bisa menukar poin tersebut untuk tiket pesawat seharga 2 juta rupiah atau membayar tunai. Meskipun harga tunai dan poin setara, banyak orang memilih menggunakan poin karena mereka merasa lebih ringan dibandingkan membayar langsung dengan uang tunai.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="8b55">Contoh 2: E-commerce</h3>



<p id="d052">Di sebuah platform belanja&nbsp;<em>online</em>, konsumen dapat menggunakan poin belanja yang terkumpul dari setiap transaksi untuk mendapatkan potongan harga. Misalnya, saat kamu punya 10.000 poin, kamu bisa mendapatkan diskon 100 ribu rupiah. Beberapa pelanggan menunggu promo tertentu untuk menggunakan poin mereka agar lebih hemat, sementara yang lain segera menggunakan poin untuk diskon kecil setiap kali berbelanja.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1054">Kenali Tipe-Tipe Konsumen dalam Menggunakan Poin</h2>



<p id="10c7">Sebagai founder startup, kamu perlu memahami bahwa tidak semua pelanggan punya preferensi yang sama dalam menggunakan poin&nbsp;<em>reward</em>. Agar&nbsp;<em>loyalty program&nbsp;</em>sukses, kamu bisa menyesuaikan strategi berdasarkan tipe konsumennya. Nah, berikut ini empat tipe konsumen dan strategi yang bisa kamu terapkan!</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="8435">1. Money Advocates (Pengguna yang Mengutamakan Uang)</h3>



<p id="7958">Mereka lebih suka menyimpan uang tunai dan merasa poin&nbsp;<em>reward</em>&nbsp;kurang berharga. Jika punya pilihan, mereka lebih memilih menggunakan poin dulu, karena menghabiskan uang tunai terasa lebih berat. Untuk tipe ini, kamu bisa menawarkan opsi menukarkan poin dengan uang tunai atau hadiah nyata, agar mereka merasa poin tersebut punya nilai lebih.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="c8e2">2. Currency Impartialists (Pengguna Netral)</h3>



<p id="0fc8">Tipe ini menganggap poin dan uang tunai sama saja. Bagi mereka, poin&nbsp;<em>reward</em>&nbsp;hanyalah alat tukar lain, jadi mereka bebas menggunakan keduanya tanpa preferensi tertentu. Untuk tipe netral, pastikan sistem penggunaan poin mudah dan transparan, agar mereka merasa nyaman menggunakan poin seperti halnya uang tunai.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7645">3. Point Gamers (Pemburu Diskon)</h3>



<p id="95bf">Tipe konsumen pemburu diskon cenderung aktif mencari kesempatan terbaik untuk menukarkan poin. Mereka merasa puas jika bisa menukar poin di saat yang paling menguntungkan, misalnya saat ada promo khusus atau diskon. Nah, untuk tipe ini, kamu bisa menawarkan opsi menukarkan poin dengan uang tunai atau hadiah nyata, agar mereka merasa poin tersebut punya nilai lebih.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a603">4. Point Lovers (Pencinta Poin)</h3>



<p id="be8a">Mereka lebih menyukai poin daripada uang tunai, bahkan jika nilainya sama atau lebih rendah. Bagi mereka, menukarkan poin terasa lebih memuaskan secara emosional. Untuk tipe pencinta poin, sediakan pengalaman unik, seperti akses eksklusif ke acara tertentu atau kesempatan mendonasikan poin mereka untuk tujuan amal.</p>



<p id="7e55">Dengan memahami cara konsumen menggunakan poin dan uang, kamu bisa lebih mudah menyesuaikan<em>&nbsp;loyalty program</em>&nbsp;bisnismu. Personalisasi adalah kunci agar pelanggan merasa lebih terhubung dengan&nbsp;<em>brand</em>&nbsp;kamu, sehingga mereka semakin loyal dan terus menggunakan produk atau jasa yang kamu tawarkan.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="7031"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="313c"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page---byline--5cd7755b270b--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tingkatkan-loyalitas-pelangganmu-dengan-poin-rewards-begini-caranya/">Tingkatkan Loyalitas Pelangganmu dengan Poin Rewards, Begini Caranya!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Tahap yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Nama Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/6-tahap-yang-harus-dilakukan-sebelum-membuat-nama-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2024 03:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10883</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada awal membuat startup, kamu pasti akan mengalami momen ini:&#160;memberi nama startup. Namanya harus seperti apa, ya? Apakah nama startup ini sudah pernah dibuat oleh orang lain? Apakah nama startupku sudah cukup menjual dan mudah dibayangkan oleh orang lain? Daripada makin bingung, yuk, baca artikel ini sebagai panduan memberi nama bisnis startup! Tahap ke-1 Memahami [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/6-tahap-yang-harus-dilakukan-sebelum-membuat-nama-startup/">6 Tahap yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Nama Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="fae5">Pada awal membuat startup, kamu pasti akan mengalami momen ini:&nbsp;<strong>memberi nama startup.</strong></p>



<p id="b855">Namanya harus seperti apa, ya? Apakah nama startup ini sudah pernah dibuat oleh orang lain? Apakah nama startupku sudah cukup menjual dan mudah dibayangkan oleh orang lain?</p>



<p id="7254">Daripada makin bingung, yuk, baca artikel ini sebagai panduan memberi nama bisnis startup!</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="9ef8"><strong>Tahap ke-1</strong></h2>



<p id="961b"><strong>Memahami psikologi di balik arti nama</strong></p>



<p id="9918">Bayangkan saat kamu memberi nama startup, nama tersebut akan bisa berbicara atau bergaung tanpa kamu harus menjelaskan panjang lebar arti nama itu. Kira-kira, apa yang nanti akan orang lain pikirkan saat pertama kali mendengarkan nama startupmu?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="28ef"><strong>Tahap ke-2</strong></h2>



<p id="3b9e"><strong>Hal yang tidak boleh dilakukan saat memberi nama startup</strong></p>



<p id="cb14"><strong>1. Nama yang susah diucapkan</strong></p>



<p id="30d0">Kamu bisa menerapkan ‘<em>crowded bar theory</em>’. Jika kamu memberi tahu temanmu tentang nama startupmu di bar yang ramai dan berisik, temanmu bisa mengetahuinya.</p>



<p id="f2ff">Contoh buruk datang dari sebuah restoran bernama Salmon and Ella’s, orang bisa salah mengartikan menjadi&nbsp;<em>salmonella</em>. Tentu nama ini tidak diinginkan oleh banyak orang, kan?</p>



<p id="5840">Nama bisnis yang baik adalah nama yang mudah diucapkan dan dieja. Tujuannya untuk memperbanyak peluang pelanggan bisa mengingat nama startupmu dengan baik.</p>



<p id="73ed"><strong>2. Nama yang terlalu deskriptif</strong></p>



<p id="fb39">Nama yang terlalu deskriptif bisa menjadi membosankan. Misalnya perusahaan Certified Office Stationery Items LLC. Dari namanya saja, audiens memiliki pemahaman lengkap tentang produk yang dijual bisnis tersebut, sehingga kurang unik.</p>



<p id="c251"><strong>3. Nama yang terlalu panjang</strong></p>



<p id="3e78">Perlu diingat bahwa nantinya kamu harus memiliki media sosial untuk bisnismu. Maka, pastikan nama bisnismu layak dan cukup untuk&nbsp;<em>username&nbsp;</em>yang mudah disebutkan. Sebagai patokan,&nbsp;<em>username</em>&nbsp;di X/Twitter hanya berisi 15 karakter.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bb1b"><strong>Tahap ke-3</strong></h2>



<p id="46a6"><strong>Apa tujuanmu?</strong></p>



<p id="27e7">Salah satu cara paling bijak saat memberi nama bisnis adalah mengaitkannya dengan tujuan dan nilai-nilai yang akan diterapkan di bisnismu. Jika kamu belum menentukan tujuan startupmu, kamu perlu meluangkan waktu untuk memikirkannya.</p>



<p id="6132">Nah, Kamu bisa menggunakan&nbsp;<em>template&nbsp;</em>ini:</p>



<p id="5d1f">Kami membantu A (pelanggan) mengerjakan B (masalah) mengerjakan C (solusi). Misalnya: Kami membantu pemasar email membuat&nbsp;<em>email newsletter</em>&nbsp;mereka dengan menyediakan alat desain email yang responsif dan mudah.&#x200d;</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e605"><strong>Tahap ke-4</strong></h2>



<p id="d644"><strong>Siapa persona pelangganmu</strong></p>



<p id="7066">Sebelum memberi nama bisnismu, penting sekali untuk memahami siapa pelangganmu. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu cari untuk mengetahui karakteristik pelanggan idealmu:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kira-kira seperti apa pelangganmu?</li>



<li>Bagaimana latar belakangnya?</li>



<li>Bagaimana demografinya? (jenis kelamin, usia, peran, perusahaan &amp; pendapatan)</li>



<li>Apa hobi dan minatnya?</li>



<li>Apa saja tujuan jangka pendek, menengah, dan panjangnya?</li>



<li>Apa tantangan mereka sehari-hari?</li>



<li>Apa ketakutan terbesarnya?</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading" id="a235"><strong>Tahap ke-5</strong></h2>



<p id="c8d9"><strong>Memanfaatkan&nbsp;<em>name generator</em></strong></p>



<p id="3a0e">Kamu bisa memanfaatkan beberapa&nbsp;<em>tools&nbsp;</em>untuk membantumu saat mencari ide nama bisnis. Cobalah&nbsp;<a href="https://namelix.com/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">Namelix</a>,&nbsp;<a href="https://www.namesnack.com/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">NameSnack</a>, dan&nbsp;<a href="https://www.brandbucket.com/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">BrandBucket</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4466"><strong>Tahap ke-6</strong></h2>



<p id="8bf1"><strong>Validasi hukum</strong></p>



<p id="84ec">Kemungkinan besar, kamu akan mengembangkan startup sampai di tahap korporasi (Perseroan Terbatas), kan?</p>



<p id="fc8d">Maka, pastikan agar nama bisnismu tidak sama dengan perusahaan lain yang sudah terdaftar, ya. Jika kamu khawatir nama bisnismu mirip dengan nama perusahaan lain, kamu bisa melakukan pencarian merek dagang dengan memeriksa semua paten. Apabila kamu kebingungan tentang hal ini dan butuh bantuan, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan profesional terkait hal ini.</p>



<p id="71e3">Terakhir, kamu bisa membuat beberapa alternatif nama bisnis yang kamu rancang. Kamu juga tidak perlu ragu untuk meminta pendapat dan bertanya kepada teman, keluarga, dan orang lain tentang nama bisnismu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="89ff"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="6408"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="2a63"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----ef7e04dedab4--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/6-tahap-yang-harus-dilakukan-sebelum-membuat-nama-startup/">6 Tahap yang Harus Dilakukan Sebelum Membuat Nama Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mewujudkan Strategi Word of Mouth di Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mewujudkan-strategi-word-of-mouth-di-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 03:38:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Sales]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Strategy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10874</guid>

					<description><![CDATA[<p>Coba ingat-ingat lagi, pernahkah kamu merekomendasikan tempat makan favorit atau produk kesukaanmu pada orang lain? Jika pernah, kamu sudah menerapkan apa yang namanya&#160;word of mouth strategy. Word of mouth&#160;atau WOM bukanlah sesuatu yang bisa kamu beli, tidak dapat diramalkan, sulit diukur, dan merupakan strategi pemasaran yang paling hemat biaya. Jadi, apa upaya yang bisa kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mewujudkan-strategi-word-of-mouth-di-startup/">Mewujudkan Strategi Word of Mouth di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="6490">Coba ingat-ingat lagi, pernahkah kamu merekomendasikan tempat makan favorit atau produk kesukaanmu pada orang lain? Jika pernah, kamu sudah menerapkan apa yang namanya&nbsp;<em>word of mouth strategy.</em></p>



<p id="2763"><em>Word of mouth&nbsp;</em>atau WOM bukanlah sesuatu yang bisa kamu beli, tidak dapat diramalkan, sulit diukur, dan merupakan strategi pemasaran yang paling hemat biaya.</p>



<p id="fd99">Jadi, apa upaya yang bisa kita lakukan untuk menjadikan WOM sebagai sebuah kenyataan?</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3c77"><strong>Menjual produk berkualitas</strong></h3>



<p id="87f7">Orang-orang akan mencari produk yang dapat menyelesaikan masalah mereka. Tapi, mereka akan selalu mengingat dan kembali mencari produk yang bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang lebih baik.</p>



<p id="9463">Ini berkaitan erat dengan pengalaman pelanggan. Berikan mereka pengalaman yang penuh perhatian, pengalaman berbelanja yang mudah, dan produk yang sesuai dengan yang diiklankan. Ini adalah syarat utama untuk bisa mendapatkan WOM.</p>



<p id="e621">Jangan lupa untuk berikan pengalaman sesuai dengan&nbsp;<em>branding.&nbsp;</em>Misalnya, jika sebuah restoran mengklaim mereka sebagai tempat makan ramah keluarga yang menawarkan menu makanan sehat, maka jangan merusak pengalaman pelanggan dengan tidak memberikan ruang untuk kursi makan anak dan tempat yang ramah bagi&nbsp;<em>stroller&nbsp;</em>bayi<em>.</em></p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9739"><strong>Proses pemesanan yang lancar dan UX situs yang lancar</strong></h3>



<p id="511e">Pastikan pengalaman pengguna yang baik agar calon pelanggan tidak meninggalkan keranjang belanja. Mereka bisa saja frustrasi dengan proses pembelian yang rumit, kurangnya informasi produk, atau terbatasnya opsi pembayaran (seperti bank transfer, kartu kredit, atau&nbsp;<em>e-wallet</em>). Contohnya, jika layanan transfer bank yang mereka gunakan tidak tersedia, mereka mungkin memutuskan untuk tidak melanjutkan pembelian.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="9abd"><strong>Menjalankan proses operasional yang ketat</strong></h3>



<p id="8377">Menurut data dari Microsoft, 58% konsumen berhenti berbisnis dengan perusahaan karena satu pengalaman yang buruk.</p>



<p id="ed80">Untuk itu, jalankan proses operasional yang teliti dan ketat. Jangan sampai pesanan konsumen salah, pengiriman terlambat, atau hal-hal yang memicu pengalaman buruk lainnya. Satu pengalaman buruk saja bisa membuat pelanggan tidak segan untuk menyebarkan informasi buruk tentang bisnismu.</p>



<p id="6f7c">Agar hal itu tidak terjadi, kamu dapat memanfaatkan manajemen inventaris dengan baik, sehingga kamu tidak kekurangan atau kelebihan stok, menjalin mitra dengan&nbsp;<em>supplier,&nbsp;</em>hingga layanan purnajual yang memuaskan. Selalu buka pintu selebar mungkin bagi konsumen yang ingin menyampaikan keluhan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b473"><strong>Memberikan layanan yang terbaik bagi pelanggan</strong></h3>



<p id="9174">Meskipun ekspektasi layanan dan produk pasti berbeda-beda setiap pelanggan, kamu bisa menawarkan kebaikan dalam setiap layananmu. Misalnya sesederhana bekerja sama dengan pelanggan untuk membuat barang khusus, mengirimkan ucapan terima kasih secara personal, atau melakukan tindakan kebaikan.</p>



<p id="785c">Agar strategi&nbsp;<em>word of mouth&nbsp;</em>berhasil, bisnis harus bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang datang.&nbsp;<em>Founder&nbsp;</em>juga harus bisa mengedukasi setiap karyawan agar memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Jangan ragu untuk berikan kejutan dan hal-hal yang menyenangkan untuk pelanggan, sehingga mereka terdorong untuk memberi tahu orang lain tentang pengalaman tersebut. Pelanggan tidak akan segan untuk berbicara tentang bagaimana bisnismu memperlakukan mereka lebih dari apa yang mereka beli.</p>



<p id="9949">Strategi WOM memang unggul dari segi efisiensi biaya, tetapi hal ini tidak terjadi begitu saja. Senjata ampuh WOM adalah keterlibatan pelanggan yang tulus dengan target audiens lainnya. Ini adalah tentang komunikasi banyak arah. Koneksi yang tepat dan semakin berkembang dengan target audiens menjadikan mereka tidak segan untuk menjadi duta merek bagi bisnismu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="58bb"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="341b"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="8c33"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----e29c70e4b23b--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mewujudkan-strategi-word-of-mouth-di-startup/">Mewujudkan Strategi Word of Mouth di Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Rahasia Meningkatkan Keterlibatan Pelanggan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/3-rahasia-meningkatkan-keterlibatan-pelanggan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Aug 2024 04:26:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Content]]></category>
		<category><![CDATA[Content Creation]]></category>
		<category><![CDATA[Content Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10831</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahukah kamu, apa yang menjadi dasar dari merek untuk bisa membuat pelanggan dan pengikut mereka bertambah berkali lipat? Jawabannya adalah keterlibatan. Sebagus apa pun produknya, sebagus apa pun kontennya, jika audiens atau pelanggan tidak terlibat, artinya sia-sia. Keterlibatan pelanggan adalah kunci yang bisa menumbuhkan pengikut setia dan bermanfaat secara jangka panjang terhadap model bisnis. Seperti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-rahasia-meningkatkan-keterlibatan-pelanggan/">3 Rahasia Meningkatkan Keterlibatan Pelanggan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="9956">Tahukah kamu, apa yang menjadi dasar dari merek untuk bisa membuat pelanggan dan pengikut mereka bertambah berkali lipat?</p>



<p id="0e18">Jawabannya adalah keterlibatan.</p>



<p id="8e7a">Sebagus apa pun produknya, sebagus apa pun kontennya, jika audiens atau pelanggan tidak terlibat, artinya sia-sia.</p>



<p id="fb78">Keterlibatan pelanggan adalah kunci yang bisa menumbuhkan pengikut setia dan bermanfaat secara jangka panjang terhadap model bisnis.</p>



<p id="6664">Seperti apa cara meningkatkan keterlibatan pelanggan atau pengguna?</p>



<p id="8086">Untuk menaikkan keterlibatan pengguna, kamu bisa memprioritaskan tiga C yang membentuk&nbsp;<em>community.</em></p>



<p id="e96a">Ketiga hal ini saling memperkuat satu sama lainnya, bukan untuk saling menggantikan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="0a9d"><strong>C yang pertama adalah&nbsp;<em>content</em></strong></h3>



<p id="c8a9">Di dalam konten, penting bagimu untuk bisa menambah nilai, membangun kepercayaan, dan menginspirasi pengguna untuk bertindak.</p>



<p id="0c12">Syarat pertama, konten yang kamu buat harus ada nilai tambah bagi pengguna atau audiens yang melihat. Misalnya, memberi informasi penting, menginspirasi, atau menghibur.</p>



<p id="f643">Jika kontenmu disukai pengguna, maka peluang mereka untuk kembali melihat kontenmu dan&nbsp;<em>follow&nbsp;</em>akun akan semakin besar. Konten yang berhasil menarik banyak pengguna atau pengikut akan direkomendasikan oleh&nbsp;<em>platform&nbsp;</em>dan berpeluang untuk muncul di halaman&nbsp;<em>explore, for your page,&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>recommendation.</em></p>



<p id="d9a6">Beberapa ide konten yang menarik yang bisa kamu kembangkan adalah tentang mengikuti tren video yang sedang&nbsp;<em>hits,&nbsp;</em>memecahkan masalah pengguna,&nbsp;<em>user generated content,&nbsp;</em>menampilkan&nbsp;<em>behind the scene&nbsp;</em>atau konten di balik layar, mereplikasi suatu cara atau langkah, dan lain-lain.</p>



<p id="d3c8">Syarat kedua, yaitu membangun kepercayaan. Ini bisa menjadi tantangan terutama bagi kamu yang akunnya masih baru. Untuk itu, penting untuk punya sudut pandang sebagai pengguna baru dari produkmu, yang masih belum tahu apa-apa tentang merekmu. Selanjutnya, buatlah konten yang menanamkan kepercayaan pada merekmu, misalnya menjelaskan tentang&nbsp;<em>user value proposition&nbsp;</em>yang dikemas dengan bahasa sederhana, mudah dipahami, dan relevan dengan kegiatan sehari-hari dari penggunamu.</p>



<p id="cf6b">Syarat ketiga, kamu harus bisa mengajak audiens atau pengguna untuk bertindak setelah mereka melihat kontenmu. Setiap kamu membuat konten, tanyakan pada dirimu, tindakan apa yang kamu ingin audiens lakukan setelah melihat kontenmu?</p>



<p id="ca5e">Apakah kamu ingin agar audiensmu memberi komentar, membagikan postingan, mengklik,&nbsp;<em>follow,&nbsp;</em>mendaftar ke link, mengirim e-mail, membeli produkmu, atau yang lain?</p>



<p id="5806">Pastikan di akhir konten kamu mengajak audiens untuk fokus melakukan satu tindakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="86a3"><strong>C yang kedua adalah&nbsp;<em>collaboration</em></strong></h3>



<p id="8661">Jika kamu bisa menemukan partner kerja sama yang tepat, maka kolaborasi sangat efektif untuk melesatkan pertumbuhan dan keterlibatan.</p>



<p id="0c61">Misalnya, berkolaborasi dengan merek,&nbsp;<em>influencer</em>, atau akun lain yang punya banyak&nbsp;<em>follower&nbsp;</em>yang satu&nbsp;<em>niche&nbsp;</em>dengan industri atau kategori produkmu.</p>



<p id="246b">Seperti apa kolaborasi terkait konten yang bisa dilakukan?</p>



<p id="fe46">Misalnya memposting konten bersama, mengadakan&nbsp;<em>giveaway,&nbsp;</em>melakukan&nbsp;<em>review,&nbsp;</em>mengadakan sesi penjualan secara&nbsp;<em>live, paid ads content</em>, dan lain-lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3c1c"><strong>C yang ketiga adalah&nbsp;<em>consistency</em></strong></h3>



<p id="eeb3">Mungkin kata ‘konsistensi’ adalah hal klise jika dikaitkan dengan peningkatan atau kesuksesan, dalam hal apa pun. Tapi, mau bilang apa kalau memang itu kenyataannya? Termasuk dalam urusan konten, konsisten memang kunci.</p>



<p id="b034">Dengan memposting secara konsisten, maka merekmu akan semakin unggul. Itu akan membuat kontenmu dilihat oleh lebih banyak orang. Akun media sosial yang memposting secara konsisten dan rutin, akan mendapatkan atensi dan kepercayaan lebih dari audiensnya.</p>



<p id="f696">Jika tidak percaya, mari kita berhitung secara sederhana. Jika kamu memposting seminggu sekali dan mendapatkan 300&nbsp;<em>likes</em>, maka 300 orang telah berinteraksi dengan kontenmu. Lain halnya jika memposting setiap hari, kalikan dengan tujuh, dan dalam seminggu akan ada 2.100 orang yang menyukai kontenmu (anggaplah setiap hari ada 300 orang yang&nbsp;<em>likes&nbsp;</em>secara stabil). Itu tentu akan lebih menguntungkan dibandingkan 300 orang, bukan?</p>



<p id="ea67">Jadi, sudah siap untuk membuat pelangganmu semakin terlibat? Yuk, terapkan mulai dari sekarang!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="0f0a"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="89fe"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d3d4"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----09eebeaea693--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/3-rahasia-meningkatkan-keterlibatan-pelanggan/">3 Rahasia Meningkatkan Keterlibatan Pelanggan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Startupmu Gak Pakai Content Marketing? Rugi, Dong!</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/startupmu-gak-pakai-content-marketing-rugi-dong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2024 10:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Content Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10719</guid>

					<description><![CDATA[<p>Content marketing&#160;atau pemasaran konten adalah praktik menerapkan strategi khusus dalam merancang konsep, membuat konten, dan berbagi konten yang merepresentasikan merek. Bagi startup,&#160;content marketing&#160;mungkin bukan jadi prioritas utama ketika membangun produk dan mengembangkan merek. Tapi, setelah kamu membaca artikel ini,pasti kamu bakal berubah pikiran, deh. 1. Content marketing adalah cara tepat membangun kesadaran merek dan meningkatkan interaksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/startupmu-gak-pakai-content-marketing-rugi-dong/">Startupmu Gak Pakai Content Marketing? Rugi, Dong!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="a593"><em>Content marketing</em>&nbsp;atau pemasaran konten adalah praktik menerapkan strategi khusus dalam merancang konsep, membuat konten, dan berbagi konten yang merepresentasikan merek.</p>



<p id="34ea">Bagi startup,&nbsp;<em>content marketing</em>&nbsp;mungkin bukan jadi prioritas utama ketika membangun produk dan mengembangkan merek. Tapi, setelah kamu membaca artikel ini,pasti kamu bakal berubah pikiran, deh.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong><em>Content marketing</em> adalah cara tepat membangun kesadaran merek dan meningkatkan interaksi</strong></h3>



<p>Tahukah kamu keunggulan <em>content marketing </em>dibandingkan <em>paid ads</em>? Jawabannya adalah interaksi. Bayangkan, kamu melihat iklan yang muncul di media sosial. Melihat iklan secara pasif tidak menciptakan interaksi yang sangat mendalam dengan merekmu.</p>



<p id="77d5">Kalau kamu ingin membangun interaksi yang lebih dalam dengan audiens, manfaatkanlah&nbsp;<em>content marketing</em>. Jika pengguna menikmati kontenmu, mereka akan mengenal nilai,&nbsp;<em>tone,&nbsp;</em>dan perspektif yang ditampilkan oleh merek. Dengan kata lain,&nbsp;<em>content marketing</em>&nbsp;menghasilkan kesadaran merek.</p>



<p id="e8b8">Interaksi&nbsp;<em>content marketing</em>&nbsp;seperti membaca blog atau menonton video, jauh lebih berkesan dibandingkan iklan. Meski audiens belum siap untuk membeli produkmu, merekmu adalah yang paling pertama diingat audiens ketika suatu saat mereka membutuhkan produkmu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="a06e"><strong>2.<em>&nbsp;Content marketing</em>&nbsp;bisa membangun keterlibatan lebih dalam dengan audiens</strong></h3>



<p id="dc32">Bagaimana supaya audiensmu terlibat dengan merek? Buatlah&nbsp;<em>content marketing!&nbsp;</em>Tulis blog, buat postingan di media sosial, buat infografik, hingga podcast. Berikan nilai di setiap konten yang kamu tampilkan.</p>



<p id="6b75">Nilai ini misalnya video di media sosialmu lucu sehingga membuat audiens ingin berkomentar. Contoh lain, postingan blogmu memberikan inspirasi karena menjelaskan tentang tutorial melakukan sesuatu.</p>



<p id="74b6">Jika audiensmu sudah paham bahwa setiap&nbsp;<em>content marketing</em>&nbsp;yang kamu buat menghasilkan nilai, mereka tidak akan segan untuk berinteraksi dengan merekmu. Seiring berjalannya waktu, audiens bisa berubah menjadi&nbsp;<em>follower&nbsp;</em>yang setia dengan merekmu, jika kamu konsisten membuat konten yang berkualitas dan memberikan nilai lebih.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="252b"><strong>3. Cocok untuk strategi jangka panjang yang hemat biaya</strong></h3>



<p id="f498">Saat kita melihat iklan, dampaknya akan bisa dilihat dengan cepat. Kita bisa mengukur seberapa banyak yang melihat, bagaimana interaksinya, dan lain-lain. Namun kelemahan dari&nbsp;<em>paid ads,&nbsp;</em>jika kita menonaktifkannya, itu tidak akan menghasilkan prospek.</p>



<p id="d4ba">Berbeda halnya dengan<em>&nbsp;content marketing</em>, di mana konten yang relevan bisa tetap terlihat dampaknya meskipun sudah lama dipublikasikan. Meskipun kontennya lambat laun menunjukkan performa yang menurun, tetapi kamu masih bisa memposting ulang, memperbarui, atau<em>&nbsp;re-purpose</em>&nbsp;dengan sudut pandang penyampaian yang berbeda.</p>



<p id="8286">Jika berbicara tentang biaya, sebenarnya ungkapan&nbsp;<em>‘content marketing</em>&nbsp;itu gratis’ kurang tepat. Membuat konten yang berkualitas tetap membutuhkan biaya dan waktu. Contohnya seperti merekrut konten kreator andal, biaya operasional untuk situs, juga berlangganan aplikasi desain dan&nbsp;<em>tools&nbsp;</em>pendukung.</p>



<p id="62e6">Membuat<em>&nbsp;content marketing&nbsp;</em>membutuhkan banyak waktu dari mulai&nbsp;<em>ideation,&nbsp;</em>pembuatan,&nbsp;<em>posting,&nbsp;</em>menganalisis, mengevaluasi, dan memperbaiki kontennya. Kabar baiknya, semua proses itu akan mendapatkan&nbsp;<em>traffic&nbsp;</em>secara organik lewat postingan media sosial, blog, SEO&nbsp;<em>content,&nbsp;</em>hingga&nbsp;<em>referral.</em></p>



<p id="ac32">Begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan secara jangka panjang dari&nbsp;<em>content marketing</em>. Manfaat ini jadi sepadan dengan waktu, kemampuan, hingga biaya investasi yang sudah dikeluarkan oleh startup.</p>



<p id="2a69">Kuncinya adalah konten yang berkualitas dan konsistensi, maka startupmu akan berhasil untuk mengembangkan, membuat audiens terlibat, mempertahankan audiens loyal, hingga menjual lebih banyak produk.</p>



<p id="ab64">Jadi, kapan startupmu mau mulai membuat <em>content marketing</em>?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="f54c"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="212b"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="cfe6"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----25adc4c1902c--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/startupmu-gak-pakai-content-marketing-rugi-dong/">Startupmu Gak Pakai Content Marketing? Rugi, Dong!</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini 5 Saluran Pemasaran Efektif untuk Startup</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/ini-5-saluran-pemasaran-efektif-untuk-startup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2024 10:02:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gimana sih, supaya startup bisa menjangkau audiens yang tepat dalam jumlah besar? Kuncinya adalah dengan mengoptimalkan saluran pemasaran. Tidak semua saluran pemasaran cocok untuk startup. Bahkan, startup di industri yang sama pun belum tentu punya saluran pemasaran yang cocok satu sama lainnya. Untuk itu, kamu perlu mengetahui berbagai jenis saluran pemasaran yang populer dan efektif. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-5-saluran-pemasaran-efektif-untuk-startup/">Ini 5 Saluran Pemasaran Efektif untuk Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="1192">Gimana sih, supaya startup bisa menjangkau audiens yang tepat dalam jumlah besar? Kuncinya adalah dengan mengoptimalkan saluran pemasaran. Tidak semua saluran pemasaran cocok untuk startup. Bahkan, startup di industri yang sama pun belum tentu punya saluran pemasaran yang cocok satu sama lainnya. Untuk itu, kamu perlu mengetahui berbagai jenis saluran pemasaran yang populer dan efektif.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Pencarian organik</strong></h3>



<p id="b259"><em>Organic search</em>&nbsp;atau pencarian organik adalah hasil pencarian yang tidak berbayar melalui&nbsp;<em>search engine&nbsp;</em>atau mesin pencari.</p>



<p id="6778">Beberapa kelebihan pencarian organik diantaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>Traffic </em>bisa meningkat tanpa harus meningkatkan biaya iklan.</li>



<li><em>Compounding effects</em> atau efek akumulasi di mana konten yang unggul dapat memberikan manfaat yang berlipat ganda secara jangka panjang.</li>



<li>SEO konten dapat mempengaruhi keseluruhan saluran pemasaran.</li>



<li>Mengutamakan kualitas dan kreativitas dibandingkan anggaran.</li>
</ul>



<p id="e572">Di sisi lain, kekurangan pencarian organik diantaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Butuh waktu lama untuk bisa mendapatkan peringkat tertinggi di <em>search engine.</em></li>



<li>Banyak ketidakpastian, seperti peringkat yang berfluktuasi dan pembaruan algoritma pencarian.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="e982"><strong>2. Media sosial</strong></h3>



<p id="1f54">Media sosial bukan hanya Facebook, X (Twitter), Instagram, atau TikTok saja. Aplikasi khusus perpesanan seperti Whatsapp, Slack, dan Discord juga termasuk media sosial. Yang mengejutkan, sebanyak 90% orang di Instagram ternyata&nbsp;<em>follow&nbsp;</em>merek yang mereka sukai.</p>



<p id="4a2c">Nah, beberapa kelebihan media sosial diantaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kamu bisa berinteraksi langsung dengan audiens.</li>



<li>Mudah untuk mendapatkan audiens dalam jumlah besar, terutama memanfaatkan postingan video singkat.</li>



<li>Meningkatkan dukungan pelanggan.</li>



<li>Bisa untuk kampanye iklan dalam jumlah banyak dan tertarget.</li>



<li>Mendorong loyalitas merek.</li>
</ul>



<p id="0b11">Namun, media sosial juga punya kekurangan, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Rentan terhadap komentar negatif yang bisa mencoreng reputasi merek.</li>



<li>Mengurangi jangkauan organik pada platform media sosial populer.</li>



<li>Sangat bergantung dengan platform media sosial, misalnya saat platform sedang<em> down.</em></li>



<li>Butuh banyak sumber daya (tenaga, materi, dan waktu) untuk bisa konsisten.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="605c"><strong><em>3. Video marketing</em></strong></h3>



<p id="0b1c">Seperti namanya, ini adalah strategi pemasaran menggunakan video. Jenis&nbsp;<em>video marketing&nbsp;</em>sedang populer karena pesannya yang kuat bisa sampai ke audiens. Tampilan konten video juga lebih memanjakan mata. Menurut Google, 70% audiens membeli suatu merek setelah melihatnya di YouTube.&nbsp;<em>Video marketing&nbsp;</em>umum dijumpai pada&nbsp;<em>platform&nbsp;</em>YouTube, TikTok, dan&nbsp;<em>platform&nbsp;</em>video lainnya.</p>



<p id="5235">Kelebihan&nbsp;<em>video marketing&nbsp;</em>diantaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Audiens lebih mudah menangkap isi pesan karena ditampilkan secara visual lewat video.</li>



<li>Lebih menarik dibandingkan konten tertulis.</li>



<li>Bisa menarik perhatian audiens dalam waktu singkat.</li>



<li>Dapat di-<em>repurpose</em> atau dibuat ulang dan didistribusikan di berbagai platform.</li>
</ul>



<p id="8559">Kekurangan&nbsp;<em>video marketing&nbsp;</em>diantaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Membutuhkan banyak sumber daya untuk mengerjakannya (waktu, keterampilan, biaya).</li>



<li>Lebih sulit untuk diperbarui daripada konten tertulis.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="c5bd"><strong>4. Iklan</strong></h3>



<p id="3dc2">Jenis pemasaran ini sering dipakai untuk mempromosikan produk secara langsung. Iklan juga sering digunakan untuk mempromosikan konten. Alasannya, dilansir dari ahrefs.com, sebanyak 67% pemasar B2B dan 78% pemasar B2C memanfaatkan iklan sebagai strategi pemasarannya.</p>



<p id="9e0d">Kelebihan iklan diantaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Hasil atau dampak bisa dilihat secara cepat.</li>



<li>Sangat efektif untuk melakukan penargetan pada audiens.</li>



<li>Bisa untuk promosi apa saja, mulai dari produk, konten, hingga merek itu sendiri.</li>



<li>Mudah diukur, dikendalikan, dan ditingkatkan skalanya.</li>



<li>Banyak sekali format iklan dan platform periklanan yang bisa dimanfaatkan.</li>
</ul>



<p id="9251">Kekurangan iklan diantaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Persaingan iklan sangat ketat.</li>



<li>Meningkatnya penggunaan <em>ad blocks </em>dan pemblokiran <em>cookie</em> oleh<em> web browsers.</em></li>



<li>Iklan yang buruk berisiko negatif terhadap reputasi merek.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="2f9f"><strong>5.&nbsp;<em>Influencer marketing</em></strong></h3>



<p id="6e7a"><em>Influencer marketing&nbsp;</em>adalah cara pemasaran dengan menggaet kerja sama dengan&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>atau orang yang punya audiens aktif dan besar, terutama di media sosial.&nbsp;<em>Influencer&nbsp;</em>punya pengaruh yang kuat untuk mempromosikan merek, produk, atau suatu layanan. Sebanyak 72% Millennial dan Gen Z ternyata percaya terhadap rekomendasi dari&nbsp;<em>influencer.</em></p>



<p id="9e5b">Kelebihan&nbsp;<em>influencer marketing</em>&nbsp;diantaranya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mudah mendapatkan akses secara langsung ke audiens.</li>



<li>Promosi terlihat otentik dari tokoh yang terpercaya.</li>
</ul>



<p id="a085">Adapun kekurangan&nbsp;<em>influencer marketing&nbsp;</em>sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Dibutuhkan biaya besar untuk menjalin kerja sama dengan<em> influencer.</em></li>



<li>Risiko berhubungan dengan kesalahan yang bisa terjadi pada <em>influencer.</em></li>



<li>Tantangan mengukur ROI (<em>Return on Investment</em>/hasil investasi) dari kampanye yang dijalankan.</li>
</ul>



<p id="19e2">Nah, dari kelima saluran pemasaran di atas, kira-kira yang mana yang cocok untuk startupmu?</p>



<p id="4f40">Jangan takut untuk bereksperimen dengan mencoba berbagai saluran pemasaran yang ada, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="e576"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="69c1"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="460d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----86784d5e0b33--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/ini-5-saluran-pemasaran-efektif-untuk-startup/">Ini 5 Saluran Pemasaran Efektif untuk Startup</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlukah Startup Menerapkan Influencer Marketing?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/perlukah-startup-menerapkan-influencer-marketing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2024 09:59:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Influencer]]></category>
		<category><![CDATA[Influencer Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10713</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media sosial memang platform yang ajaib, ya. Kini, media sosial telah digunakan oleh miliaran orang, mulai dari&#160;platform&#160;X, Instagram, Facebook, dan lain-lain. Menurut McKinsey lewat survei yang dilakukan tahun 2014, media sosial telah memberikan dampak yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Di tahun 2022, analisis terhadap lebih dari 2.000 postingan&#160;influencer marketing&#160;menemukan bahwa strategi tersebut memang menghasilkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/perlukah-startup-menerapkan-influencer-marketing/">Perlukah Startup Menerapkan Influencer Marketing?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="5a09">Media sosial memang platform yang ajaib, ya. Kini, media sosial telah digunakan oleh miliaran orang, mulai dari&nbsp;<em>platform&nbsp;</em>X, Instagram, Facebook, dan lain-lain.</p>



<p id="d126">Menurut McKinsey lewat survei yang dilakukan tahun 2014, media sosial telah memberikan dampak yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Di tahun 2022, analisis terhadap lebih dari 2.000 postingan&nbsp;<em>influencer marketing</em>&nbsp;menemukan bahwa strategi tersebut memang menghasilkan ROI (hasil investasi/<em>Return on Investment</em>) yang positif untuk merek.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2d68"><strong>Jadi, apa itu&nbsp;<em>influencer marketing</em>?</strong></h3>



<p id="83ed">Ini adalah kerja sama bisnis dengan perorangan (sering disebut dengan KOL/<em>Key Opinion Leader</em>) yang punya pengaruh besar di sosial media untuk memasarkan produk atau layanan.</p>



<p id="8183">Saat ini, hampir semua orang punya minimal satu akun media sosial. Maka, ada ratusan juta orang yang menggunakan media sosial di seluruh dunia. Orang-orang saat ini lebih mempercayai&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>yang mereka&nbsp;<em>follow&nbsp;</em>ketimbang konten promosi langsung dari perusahaan atau sosok yang kurang mereka kenal.</p>



<p id="7a6f">Dampaknya,&nbsp;<em>influencer marketing&nbsp;</em>sekarang menjadi salah satu cara baru yang efektif dalam strategi pemasaran.&nbsp;<em>Influencer&nbsp;</em>ini punya banyak&nbsp;<em>followers&nbsp;</em>dan memiliki ER tinggi (<em>Engangement Rates</em>/tingkat keterlibatan). Merek yang menjalin kerja sama dengan&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>punya peluang besar untuk meningkatkan konversi produknya.</p>



<p id="18f4">Tapi, seberapa efektif&nbsp;<em>influencer marketing</em>? Meskipun hasilnya akan tergantung dari seberapa sukses kampanyemu, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan jika menggunakan strategi pemasaran ini. Menurut Influencer Marketing Hub, bisnis memperoleh rata-rata $5,78 untuk setiap dolar yang mereka habiskan dalam&nbsp;<em>influencer marketing!</em></p>



<h3 class="wp-block-heading" id="d8b6"><strong>Ini beberapa keuntungan&nbsp;<em>influencer marketing</em>:</strong></h3>



<p>1. <strong>Membangun kredibilitas dan kepercayaan</strong></p>



<p>Salah satu tantangan bisnis dalam menjual produk adalah kurangnya kredibilitas. Bekerja sama dengan <em>influencer </em>yang dipercaya audiensnya dapat meningkatkan kredibilitas produkmu dengan lebih cepat.</p>



<p id="6a29"><strong>2. Hemat biaya</strong></p>



<p id="c6d1">Bisnis dapat hemat dari segi biaya apabila dapat menemukan&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>yang tepat sehingga memperoleh hasil investasi (ROI) yang signifikan dibandingkan dengan dana yang dikeluarkan untuk kampanye.</p>



<p id="ed23"><strong>3. Menarik prospek berkualitas</strong></p>



<p id="2492"><em>Influencer marketing&nbsp;</em>bisa menjangkau orang-orang yang punya ketertarikan yang sama dengan produkmu. Itu karena setiap&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>umumnya punya audiens yang sudah tersegmentasi pada&nbsp;<em>niche&nbsp;</em>atau ceruk pasar tertentu.</p>



<p id="7e4c"><strong>4. Meningkatkan kesadaran merek</strong></p>



<p id="827d">Memilih&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>yang tepat akan menaikkan kesadaran merek, terutama bagi mereka yang punya jutaan&nbsp;<em>follower&nbsp;</em>yang loyal.</p>



<p id="f1bc">Di sisi lain,&nbsp;<strong>keterbatasan atau kelemahan dari&nbsp;<em>influencer marketing&nbsp;</em></strong>diantaranya adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>Influencer </em>adalah cerminan dari merek. Jadi, apabila salah memilih <em>influencer, </em>misalnya tidak jujur, sedang berada dalam masalah, itu akan berpengaruh juga terhadap produk yang kamu jual.</li>



<li><em>Influencer </em>yang mempromosikan produk dan layanan dapat berdampak buruk pada merek jika mereka punya later belakang dan gaya hidup yang tidak relevan dengan nilai dan visi misi dari merekmu.</li>



<li>Ada tantangan dalam mengukur ROI terutama jika kamu bekerja sama dengan banyak <em>influencer </em>yang menggunakan <em>platform </em>media sosial yang berbeda.</li>
</ul>



<p id="a44d">Jadi, apakah&nbsp;<em>influencer marketing&nbsp;</em>cocok diterapkan untuk startupmu?</p>



<p id="b812">Pada umumnya, strategi ini tidak sering diterapkan oleh perusahaan dengan model bisnis B2B. Jadi, jika ini adalah model bisnismu, kamu perlu memikirkan baik-baik bagaimana kerja sama dengan&nbsp;<em>influencer&nbsp;</em>yang tepat dapat mendongkrak penjualan produkmu.</p>



<p id="fac0">Lain halnya jika model bisnismu adalah B2C, strategi ini bisa jadi taktik yang tepat untuk bisa meningkatkan pendapatanmu. Bagian terpentingnya adalah mencari <em>influencer </em>yang tepat untuk startupmu. Misalnya, jika kamu menjual jasa layanan antar makanan, maka kamu dapat bekerja sama dengan <em>influencer </em>yang punya <em>niche </em>seperti <em>food vlogger </em>dan <em>food blogger. </em>Penting juga untuk melihat rekam jejak yang kuat dalam mempromosikan produk atau layanan serupa.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="9d9d"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="166a"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="e9d0"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----ff4fae880e5c--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/perlukah-startup-menerapkan-influencer-marketing/">Perlukah Startup Menerapkan Influencer Marketing?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Keterampilan Kunci Sebagai Digital Marketer Andal</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/4-keterampilan-kunci-sebagai-digital-marketer-andal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 09:56:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10710</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi seorang&#160;digital marketer&#160;ternyata bukan peran tunggal. Ia harus punya ‘banyak topi’ yang bisa dikenakan bergantian atau justru bersamaan. Terkadang, ia harus jadi seorang&#160;analyst,&#160;besoknya harus jadi&#160;copywriter,&#160;dan nanti sore harus menghitung&#160;budget campaign.&#160;Jadi, buat bisa jadi seorang&#160;digital marketer&#160;andal, harus menguasai&#160;skill&#160;apa aja, sih? 1. Spesialisasi Entah harus berapa peran yang perlu kamu jalankan, kamu harus punya satu peran jagoan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-keterampilan-kunci-sebagai-digital-marketer-andal/">4 Keterampilan Kunci Sebagai Digital Marketer Andal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="d0f4">Menjadi seorang&nbsp;<em>digital marketer&nbsp;</em>ternyata bukan peran tunggal. Ia harus punya ‘banyak topi’ yang bisa dikenakan bergantian atau justru bersamaan. Terkadang, ia harus jadi seorang&nbsp;<em>analyst,&nbsp;</em>besoknya harus jadi&nbsp;<em>copywriter,&nbsp;</em>dan nanti sore harus menghitung&nbsp;<em>budget campaign.&nbsp;</em>Jadi, buat bisa jadi seorang&nbsp;<em>digital marketer&nbsp;</em>andal, harus menguasai&nbsp;<em>skill&nbsp;</em>apa aja, sih?</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="29d4"><strong>1. Spesialisasi</strong></h3>



<p id="aef2">Entah harus berapa peran yang perlu kamu jalankan, kamu harus punya satu peran jagoan. Artinya, kamu benar-benar menguasai bidang itu. Alasannya, perusahaan yang&nbsp;<em>mature&nbsp;</em>akan mencari&nbsp;<em>specialist&nbsp;</em>dibandingkan dengan&nbsp;<em>generalist.&nbsp;</em>Spesialisasi adalah cara terbaik untuk bisa menjadi hebat dalam bidang tertentu dan dihargai tinggi.</p>



<p id="820c">Pernah gak, kamu mendengar&nbsp;<em>marketing skillset models</em>? Untuk menjadi&nbsp;<em>specialist,&nbsp;</em>kamu bisa mengambil inspirasi dari&nbsp;<em>marketing skillset models&nbsp;</em>yang terdiri dari:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>I-shaped marketer</em>: ahli dalam satu bidang pemasaran.</li>



<li><em>V-shaped marketer</em>: keahlian dalam satu bidang yang didukung oleh bidang yang berdekatan. Misal kamu ahli dalam <em>content marketing, </em>kemudian kamu bisa SEO, media sosial, analisis data, dan manajemen konten.</li>



<li><em>T-shaped marketer</em>: keahlian luas dan mendalam dalam dua bidang. Misalnya kamu bisa menyiapkan <em>campaign </em>dalam <em>email marketing </em>dan <em>social media marketing, </em>tetapi sebenarnya kamu ahli di SEO.</li>



<li><em>Phi-shaped marketer</em>: keahlian mendalam di beberapa bidang yang umumnya tidak berdekatan tetapi masih relevan. Misalnya ahli <em>content marketing </em>&amp; <em>growth hacking.</em></li>



<li><em>Comb-shaped marketer</em>: Keahlian mendalam pada berbagai bidang. Misal, seorang CMO yang spesialisasinya dalam <em>content marketing, growth hacking, </em>dan manajemen.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="09e8"><strong>2. Kecerdasan</strong></h3>



<p id="1c7d">Mengutip dari ahrefs.com, kecerdasan adalah keterampilan yang memungkinkan kamu untuk bisa memanfaatkan sumber daya yang terbatas semaksimal mungkin. Dalam hal pemasaran digital, itulah waktu dan uang. Dalam pemasaran digital, yang perlu dilakukan adalah melakukan pekerjaan lebih baik daripada pesaing. Ini bukan berarti perlu waktu dan uang yang lebih banyak, lebih tepatnya kamu butuh kecerdasan yang lebih maksimal.</p>



<p id="d0a6">Dalam pemasaran digital, kamu tidak selalu butuh anggaran besar untuk bisa berpromosi dengan efektif. Kecerdasan bisa diperoleh dari solusi yang sudah pernah dicoba dan diuji oleh pemasar lain yang sudah dikenal, kegigihan dalam menemukan solusi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="294a"><strong>3.&nbsp;<em>Copywriting</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>content writing</em></strong></h3>



<p id="06c5"><em>Copywriting</em>&nbsp;umumnya ditulis dengan singkat, tajam, jelas, langsung ke tujuan. Contohnya iklan&nbsp;<em>pay per click</em>&nbsp;atau deskripsi produk. Tujuannya mengajak pembaca melakukan tindakan.</p>



<p id="86a3"><em>Content writing</em>&nbsp;umumnya ditulis dengan lebih panjang, misalnya postingan blog atau&nbsp;<em>ebook</em>. Tujuannya untuk memberikan informasi, mengedukasi, atau menghibur. Di mana terkadang&nbsp;<em>content writing&nbsp;</em>mengandung penerapan SEO untuk optimasi kata kunci di artikel.</p>



<p id="49c9">Menulis bukan tentang bakat, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari. Tulisan tidak harus selalu bagus. Yang penting jelas pesannya, dapat meyakinkan pembaca, dan sesuai dengan&nbsp;<em>objective&nbsp;</em>yang sudah ditetapkan. Kamu juga bisa memanfaatkan&nbsp;<em>writing assistant&nbsp;</em>yang dapat membantumu dalam tata bahasa, menyusun kalimat, dan lain-lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="bea5"><strong>4. Lihai dalam data</strong></h3>



<p id="84b2">Untuk jadi seorang&nbsp;<em>digital marketer</em>, kamu tidak perlu jadi jenius dalam data. Yang terpenting, kamu harus mau ‘melek data’, karena semua aspek dalam&nbsp;<em>digital marketing</em>&nbsp;berkaitan dengan data.</p>



<p id="33dd">Kamu perlu mengumpulkan, membaca, dan mengkomunikasikan data. Wawasan yang didapatkan berasal dari data, keputusan berdasarkan data, hasil berupa data, dan laporan yang juga diisi dengan data.</p>



<p id="1220">Jadi, bagaimana supaya lebih baik dalam mengelola data? Jawabannya hanya satu, yaitu seringlah berurusan dengan data dan praktik. Kamu juga bisa ikut kursus dan mengambil sertifikasi.</p>



<p id="28de">Seiring dengan berkembangnya dunia digital, penting banget buat <em>digital marketer </em>untuk selalu meningkatkan keterampilan. Terus ikuti tren, merangkul perubahan yang hadir, serta mendapatkan informasi terbaru tentang <em>digital marketing </em>dan dunia seputar startup lewat blog 1000 Startup Digital!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="4261"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="2619"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="520a"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----7a9722a6af90--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/4-keterampilan-kunci-sebagai-digital-marketer-andal/">4 Keterampilan Kunci Sebagai Digital Marketer Andal</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
