<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kepemimpinan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/category/kepemimpinan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/category/kepemimpinan/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Dec 2024 04:04:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Kepemimpinan Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/category/kepemimpinan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kesalahan Saat Rekrut Eksekutif: Tidak Menilai Skill Decision-Making</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kesalahan-saat-rekrut-eksekutif-tidak-menilai-skill-decision-making/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 04:02:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Interview Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai founder, kamu akan sulit mengelola semuanya sendiri. Kamu butuh tim eksekutif yang bisa bikin keputusan cerdas dan selaras sama visi kamu. Bayangkan saat kamu sedang mencari COO untuk&#160;startup&#160;kamu yang baru saja mendapat pendanaan. Banyak kandidat keren yang datang, semua punya CV yang impresif. Tapi begitu mereka mulai kerja, kok rasanya ada aja keputusan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kesalahan-saat-rekrut-eksekutif-tidak-menilai-skill-decision-making/">Kesalahan Saat Rekrut Eksekutif: Tidak Menilai Skill Decision-Making</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="5595">Sebagai founder, kamu akan sulit mengelola semuanya sendiri. Kamu butuh tim eksekutif yang bisa bikin keputusan cerdas dan selaras sama visi kamu.</p>



<p id="d821">Bayangkan saat kamu sedang mencari COO untuk&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kamu yang baru saja mendapat pendanaan. Banyak kandidat keren yang datang, semua punya CV yang impresif. Tapi begitu mereka mulai kerja, kok rasanya ada aja keputusan yang nggak sinkron dengan visi kamu? Akhirnya, tim jadi bingung, proyek melambat, dan kamu malah sibuk membereskan keputusan yang salah.</p>



<p id="f765">Kalau situasi ini terdengar familiar, mungkin ada satu hal penting yang kamu lewatkan saat wawancara, yakni membahas kemampuan<em>&nbsp;decision-making</em>&nbsp;alias pengambilan keputusan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="f6a0">Kenapa Kemampuan Decision-Making Itu Penting?</h2>



<p id="6344">Sebagai eksekutif, hampir 40% waktu mereka dihabiskan buat bikin keputusan strategis.</p>



<p id="b1c2">Tidak heran kalau keputusan yang buruk bisa jadi bencana buat&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kamu, seperti kehilangan momentum, membuang-buang biaya pengeluaran, sampai bikin tim jadi kehilangan motivasi.</p>



<p id="1f55">Tapi, anehnya, kemampuan&nbsp;<em>decision-making</em>&nbsp;ini seringkali luput saat proses wawancara. Dalam sebuah studi, 25% eksekutif senior bilang kalau mereka tidak pernah ditanya soal ini saat wawancara untuk posisi mereka sekarang. Padahal, perusahaan yang punya eksekutif dengan kemampuan&nbsp;<em>decision-making</em>&nbsp;terbaik bisa menghasilkan keuntungan lebih besar dibanding yang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4e07">Dampak Positif Membahas Decision-Making saat Wawancara</h2>



<p id="2fbc">Coba deh, mulai diskusi soal pengambilan keputusan di wawancara. Ini bukan cuma soal ngecek kemampuan kandidat, tapi juga bantu mereka memahami lingkungan kerja di&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kamu. Kandidat yang tahu apa yang mereka hadapi cenderung lebih puas dan lebih siap buat sukses.</p>



<p id="a2bd">Sebaliknya, kalau topik ini nggak dibahas, risikonya besar. Bisa aja nanti mereka kaget sama budaya kerja kamu, merasa kurang cocok, lalu&nbsp;<em>resign&nbsp;</em>sebelum bisa bikin dampak. Bukan cuma bikin kamu rugi waktu dan biaya rekrutmen ulang, tapi juga bikin tim kehilangan arah.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d59f">Cara Melihat Kemampuan Decision-Making saat Wawancara</h2>



<p id="5290">Menguji kemampuan&nbsp;<em>decision-making</em>&nbsp;dalam wawancara bukanlah hal yang rumit, tapi seringkali terabaikan. Padahal, kemampuan ini sangat krusial untuk memastikan kandidat dapat mengelola tantangan dengan baik dan membuat keputusan strategis yang sesuai dengan visi startup kamu.</p>



<p id="d93d">Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengidentifikasi skill ini? Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba untuk menggali lebih dalam tentang kemampuan&nbsp;<em>decision-making</em>&nbsp;kandidatmu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="526d"><strong>1. Gambarkan Gaya Keputusan di&nbsp;<em>Startup&nbsp;</em>Kamu</strong></h3>



<p id="9c58">Ceritakan dengan jujur bagaimana proses pengambilan keputusan di startup kamu. Misalnya, kalau kamu sering mengambil keputusan cepat karena harus mengikuti tren pasar, sampaikan ini. Dengan begitu, kandidat bisa menilai apakah gaya kerja seperti itu sesuai sama mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1ccf"><strong>2. Tanya pengalaman kandidat saat dihadapkan dengan keputusan sulit</strong></h3>



<p id="e69a">Minta kandidat berbagi cerita tentang situasi sulit yang pernah mereka hadapi. Bagaimana cara mereka membuat keputusan, bagaimana mereka meminimalisasi risiko, dan apa hasilnya? Cara ini akan membantu kamu untuk mengetahui apakah pendekatan mereka cocok sama budaya tim kamu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2b33"><strong>3. Jujur soal tantangan yang sedang dihadapi di startup kamu</strong></h3>



<p id="411b">Kalau ada tantangan spesifik di&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kamu soal&nbsp;<em>decision-making</em>, jangan ragu buat cerita ke kandidat. Misalnya, “Kami masih sering kesulitan saat membuat keputusan, karena terlalu banyak pihak yang terlibat.” Kandidat yang benar-benar cocok akan kasih solusi, bukan kabur.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="68d4">Kesimpulan</h2>



<p id="6f00">Dengan mengutamakan kemampuan&nbsp;<em>decision-making</em>&nbsp;saat wawancara tim eksekutif, kamu tidak hanya membantu mereka lebih siap, tapi juga memastikan kamu punya&nbsp;<em>partner&nbsp;</em>yang bisa bantu bawa&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kamu ke level berikutnya.</p>



<p id="1f16">Jadi, mulai sekarang, jangan cuma fokus tanya soal strategi atau kemampuan teknis. Bahas juga soal bagaimana cara kandidat tim kamu saat membuat keputusan. Siapa tahu, ini bakal jadi langkah kecil yang bikin perubahan besar buat&nbsp;<em>startup&nbsp;</em>kamu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="8d10"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="bbea"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b671"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@yuristaandina?source=post_page---byline--d1e81842e388--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kesalahan-saat-rekrut-eksekutif-tidak-menilai-skill-decision-making/">Kesalahan Saat Rekrut Eksekutif: Tidak Menilai Skill Decision-Making</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemimpin Baru</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kesalahan-yang-sering-dilakukan-pemimpin-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 02:59:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Management and Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Reflections]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Founders]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10927</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat startup-mu mulai berkembang, mungkin ada rasa euforia. Kamu punya ide segar, tim yang penuh semangat, dan dukungan dari investor. Semuanya terlihat berjalan sesuai dengan rencana, hingga tiba-tiba masalah muncul satu per satu. Tim mulai kewalahan, produk gagal mencapai target, dan pertumbuhan pun terhenti. Kamu mulai bertanya-tanya, apa yang salah? Apakah ini sekadar masalah teknis, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kesalahan-yang-sering-dilakukan-pemimpin-baru/">Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemimpin Baru</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="533e">Saat startup-mu mulai berkembang, mungkin ada rasa euforia. Kamu punya ide segar, tim yang penuh semangat, dan dukungan dari investor. Semuanya terlihat berjalan sesuai dengan rencana, hingga tiba-tiba masalah muncul satu per satu. Tim mulai kewalahan, produk gagal mencapai target, dan pertumbuhan pun terhenti.</p>



<p id="aa7f">Kamu mulai bertanya-tanya, apa yang salah? Apakah ini sekadar masalah teknis, atau ada hal mendasar yang terlewat? Di sinilah banyak&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;startup yang terjebak, mereka lupa bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada<em>&nbsp;‘big ideas’</em>, tapi juga pada bagaimana ide tersebut dikelola dan dieksekusi dengan baik.</p>



<p id="e027">Sebagai contoh Microsoft ketika meluncurkan Windows 8. Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar, mereka ingin membuat perubahan besar. Namun karena terlalu bersemangat, mereka melupakan satu hal penting: strategi eksekusi yang matang. Hasilnya? Konsumen kecewa, dan produk itu harus diperbaiki ulang.</p>



<p id="f085">Ini mengingatkan kita bahwa ide besar saja tidak cukup. Ada perbedaan antara menciptakan perubahan dan menjalankannya dengan baik. Banyak pemimpin baru terlalu fokus pada ‘<em>big ideas</em>’ tanpa memikirkan bagaimana menjalankannya secara efektif. Padahal, di balik setiap kesuksesan, ada manajemen yang rapi dan terstruktur.</p>



<p id="5fc2">Ketika Barack Obama memperkenalkan Affordable Care Act, ia menghadapi tantangan serupa. Gagasan ini adalah salah satu reformasi kesehatan terbesar di Amerika Serikat, namun implementasinya tersandung masalah manajemen. Meskipun idenya kuat, kurangnya eksekusi yang tepat membuat program tersebut berjalan tersendat. Dari sini, jelas bahwa eksekusi yang baik sama pentingnya dengan ide besar itu sendiri.</p>



<p id="284c">Apa pelajaran yang bisa diambil oleh para founder dari cerita-cerita ini? Manajemen bukan hanya detail kecil yang bisa dikesampingkan. Kemampuan untuk mengelola tim dan mengeksekusi rencana dengan baik adalah kunci keberhasilan.</p>



<p id="d3d0">Sebagai&nbsp;<em>founder</em>, kamu mungkin lebih suka berbicara soal visi besar dan&nbsp;<em>pitching</em>&nbsp;ke investor. Tapi jangan lupa, tanpa rencana yang jelas dan eksekusi yang matang, visi besar itu bisa gagal di tengah jalan.&nbsp;<em>Founder</em>&nbsp;yang sukses bukan cuma mereka yang punya ide besar, tapi juga yang tahu cara menjalankan ide tersebut sampai berhasil.</p>



<p id="1974">Ingat, produk yang sukses butuh waktu, uji coba, dan perbaikan berdasarkan umpan balik dari pengguna. Sama halnya dengan startup. Tidak ada jalan pintas. Harus ada pengujian, perbaikan, dan iterasi sebelum kesuksesan tercapai.</p>



<p id="5045">Jadi, ketika kamu memimpin startup-mu, ingatlah: manajemen adalah jembatan yang membawa ide-idemu menjadi kenyataan. Pemimpin yang baik bukan hanya yang punya visi, tapi juga yang tahu cara memastikan idenya dieksekusi dengan baik.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="51d4"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="02ff"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="91c7"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@ristianadputri?source=post_page---byline--b28e1b67665b--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kesalahan-yang-sering-dilakukan-pemimpin-baru/">Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemimpin Baru</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Alasan Pemimpin Enggan Melakukan Perubahan</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/6-alasan-pemimpin-enggan-melakukan-perubahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 02:56:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Teamwork]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu tantangan terbesar seseorang yang memimpin sebuah tim atau perusahaan adalah menghadapi perubahan. Di dunia startup, perubahan justru jadi hal yang bisa datang kapan saja dalam bentuk apa saja. Mulai dari tren teknologi yang terus berkembang pesat, adanya perubahan regulasi, perubahan kebutuhan dan ketertarikan pasar, hingga situasi tim yang tidak bisa terduga. Untuk menghadapi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/6-alasan-pemimpin-enggan-melakukan-perubahan/">6 Alasan Pemimpin Enggan Melakukan Perubahan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu tantangan terbesar seseorang yang memimpin sebuah tim atau perusahaan adalah menghadapi perubahan. Di dunia startup, perubahan justru jadi hal yang bisa datang kapan saja dalam bentuk apa saja. Mulai dari tren teknologi yang terus berkembang pesat, adanya perubahan regulasi, perubahan kebutuhan dan ketertarikan pasar, hingga situasi tim yang tidak bisa terduga. Untuk menghadapi itu semua, kamu harus jadi pemimpin yang efektif, pemimpin yang mampu membaca situasi dan menyesuaikan cara kerja serta pendekatannya terhadap tim juga untuk bisnismu.</p>



<p id="a638">Meski begitu, kita semua paham kalau dalam kenyataannya, penyesuaian terhadap perubahan bukanlah hal yang mudah. Gak hanya buat kamu, tapi juga bagi seorang pemimpin yang telah berpengalaman dalam berbisnis. Salah satu hal yang membuat perubahan itu sulit adalah karena kamu memang enggan untuk berubah. Ada banyak alasan mengapa seseorang mungkin enggan untuk melakukan perubahan, meskipun itu diperlukan. Mari kita lihat beberapa alasan umum yang sering membuat pemimpin merasa ragu untuk melakukan penyesuaian.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7510"><strong>Kehilangan Kontrol</strong></h2>



<p id="b569">Salah satu alasan utama mengapa pemimpin enggan menghadapi perubahan adalah perasaan kehilangan kontrol. Dalam situasi yang stabil, pemimpin memiliki pemahaman mendalam tentang cara kerja tim dan proses bisnis yang sedang berjalan. Namun, ketika ada perubahan besar seperti adopsi teknologi baru, perubahan tim, atau situasi pandemi COVID 19 lalu, pemimpin mungkin merasa kendali mereka atas situasi tersebut menurun. Dalam startup, di mana dinamika pasar bisa berubah dengan sangat cepat, ketidakmampuan untuk mengendalikan semua aspek bisnis bisa terasa sangat menakutkan. Contoh sederhananya, ketika startupmu harus melakukan&nbsp;<em>remote working&nbsp;</em>atau&nbsp;<em>work from home</em>, seorang pemimpin mungkin merasa bahwa ia kehilangan kemampuan untuk mengawasi setiap detail dengan sama efektifnya seperti sebelumnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="aa05"><strong>Ketidakpastian yang Berlebihan</strong></h2>



<p id="26d1">Ketidakpastian adalah musuh utama stabilitas. Ketika pemimpin dihadapkan dengan situasi yang penuh dengan ketidakpastian, mereka cenderung merasa ragu untuk bergerak maju. Dalam berbisnis, perubahan sering kali datang dengan risiko tinggi dan hasil yang belum pasti. Misalnya, kamu harus memutuskan apakah akan menyasar target pasar baru yang potensial, meskipun belum ada data yang cukup untuk mendukung keputusan tersebut. Ketidakpastian ini bisa membuat pemimpin berpikir dua kali sebelum melakukan perubahan yang signifikan, karena takut bahwa hasil yang didapatkan tidak sesuai harapan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0691"><strong>Segalanya Akan Terlihat Berbeda</strong></h2>



<p id="b9f0">Perubahan sering kali membawa rasa asing dan ketidaknyamanan, terutama ketika semua hal yang pernah kita kenal terasa berbeda. Pemimpin yang terbiasa dengan proses yang sudah stabil mungkin merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan cara baru dalam mengelola tim atau menggunakan teknologi yang belum pernah mereka gunakan sebelumnya. Contohnya, ketika kamu sebelumnya bekerja di perusahaan yang memiliki struktur hierarkis dan kemudian memilih membangun startup yang strukturnya&nbsp;<em>flat&nbsp;</em>dan cara kerjanya lebih ke pendekatan kolaboratif, kamu mungkin merasa sulit untuk beradaptasi dengan perubahan ini karena perbedaan mendasar dalam cara kerja.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0dec"><strong>Kehilangan ‘Wajah’</strong></h2>



<p id="ed1f">Sebagai seorang pemimpin, kamu sering kali diidentifikasi dengan keputusan-keputusan yang telah kamu buat. Jika kamu harus mengubah atau membatalkan sebuah keputusan besar, kamu mungkin merasa kehilangan muka atau harga diri. Misalnya, jika sebagi founder kamu telah menghabiskan banyak dana investor dalam sebuah proyek yang akhirnya harus dibatalkan karena perubahan arah bisnis, ada rasa malu yang muncul dari keputusan tersebut. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang membuatmu mungkin enggan melakukan perubahan, karena tidak ingin terlihat “gagal” di mata tim atau investor.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="cafb"><strong>Kekhawatiran tentang Kompetensi</strong></h2>



<p id="3120">Perubahan sering kali menguji kemampuan kita sebagai pemimpin. Ketika ada perubahan besar dalam teknologi atau strategi bisnis, pemimpin mungkin merasa bahwa mereka tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan yang diperlukan untuk berhasil dalam lingkungan baru tersebut. Di ekosistem startup digital yang sangat dinamis, seorang pemimpin yang sebelumnya merasa sangat kompeten mungkin jadi merasa kurang percaya diri ketika harus mengadopsi teknologi baru atau membuat inovasi yang sebelumnya belum pernah ada. Kekhawatiran ini bisa membuat kamu ragu untuk melakukan perubahan yang sebenarnya sangat dibutuhkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="d968"><strong>Lebih Banyak Pekerjaan</strong></h2>



<p id="bd69">Tidak bisa dimungkiri bahwa perubahan sering kali berarti lebih banyak pekerjaan. Pemimpin harus mengelola transisi, melatih tim, dan mungkin juga mempelajari keterampilan baru. Dalam melakukan keseharian, tambahan beban ini bisa terasa sangat berat. Misalnya, ketika startupmu sedang ekspansi memperluas jangkauan pasarnya ke lebih banyak daerah, kamu mungkin harus menyesuaikan strategi bisnis, mencari mitra lokal, dan memahami regulasi baru, semua ini menambah beban pekerjaanmu yang sudah ada. Apakah kamu siap?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="8ce3">Meski rasanya akan berat dan membuatmu ‘deg-deg-an’, sebagai pemimpin, kamu harus selalu siap menghadapi perubahan, baik itu perubahan dalam tim, teknologi, atau strategi bisnis. Namun, kamu juga harus memahami bahwa perasaan enggan untuk melakukan perubahan adalah hal yang wajar. Dengan memahami alasan di balik ketakutanmu terhadap perubahan, kamu jadi dapat mengambil langkah yang lebih bijak dalam mengelola transisi dan memastikan bahwa perubahan yang kamu lakukan membawa dampak positif bagi startup dan tim kamu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="2f1d"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="366c"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em><a href="https://medium.com/@mayastidnastiti?source=post_page---byline--b0972fc84a14--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/6-alasan-pemimpin-enggan-melakukan-perubahan/">6 Alasan Pemimpin Enggan Melakukan Perubahan</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melatih Alam Bawah Sadar Demi Jadi Pebisnis Produktif</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/melatih-alam-bawah-sadar-demi-jadi-pebisnis-produktif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Aug 2024 04:33:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10837</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semua orang di dunia, termasuk&#160;founder&#160;dan pebisnis, pasti punya&#160;blind spot.&#160;Contohnya seperti asumsi, perasaan, hingga pikiran bawah sadar yang mendorong kebiasaan tidak efektif dan perilaku tidak produktif. Masalahnya,&#160;blind spot&#160;ini memengaruhi kehidupan pribadi dan profesional karena punya peran besar dalam keseharian. Kita bisa ‘tidak sadar’ telah melakukan hal-hal yang jauh dari produktivitas atau tidak relevan dengan tujuan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/melatih-alam-bawah-sadar-demi-jadi-pebisnis-produktif/">Melatih Alam Bawah Sadar Demi Jadi Pebisnis Produktif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="3c64">Semua orang di dunia, termasuk&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;dan pebisnis, pasti punya&nbsp;<em>blind spot.&nbsp;</em>Contohnya seperti asumsi, perasaan, hingga pikiran bawah sadar yang mendorong kebiasaan tidak efektif dan perilaku tidak produktif.</p>



<p id="2990">Masalahnya,&nbsp;<em>blind spot&nbsp;</em>ini memengaruhi kehidupan pribadi dan profesional karena punya peran besar dalam keseharian. Kita bisa ‘tidak sadar’ telah melakukan hal-hal yang jauh dari produktivitas atau tidak relevan dengan tujuan yang kita inginkan.</p>



<p id="413d">Dalam dunia bisnis,&nbsp;<em>blind spot&nbsp;</em>ini bisa menghalangi kemampuan individu untuk bekerja dengan lebih cekatan, meminimalisir usaha saat bekerja, dan beberapa hal negatif lainnya. Saat para pemimpin bisa mengenali pola perilaku bawah sadar sejak awal, maka risiko terjadinya hal buruk bisa diminimalisir. Mengembangkan kepemimpinan dapat dilakukan dengan melatih kinerja alam bawah sadar, seperti tips yang ada di bawah ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="f36a"><strong>1. Afirmasi positif</strong></h2>



<p id="11e2">Ternyata, kamu bisa melawan pikiran bawah sadar yang negatif. Pikiran yang negatif seperti “saya tidak bisa merealisasikan ide ini” awalnya muncul dari pikiran bawah sadar yang meyakinkan individu bahwa memang ia tidak akan pernah bisa merealisasikan ide tersebut.</p>



<p id="d730">Jika kamu pernah berpikir seperti itu, kamu bisa melawan negativitas bawah sadar lewat afirmasi positif.</p>



<p id="6e34">Pilihlah mantra positif yang bisa kamu gunakan setiap saat pikiran sedang kalut, atau mulai mendekati perasaan negatif. Pastikan kamu merangkai kalimat afirmasi positif dengan tepat. Misalnya:</p>



<p id="b375"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/2705.png" alt="✅" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Saya pasti bisa menyelesaikan masalah ini (kalimat afirmasi positif yang direkomendasikan)</p>



<p id="94e2"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/274c.png" alt="❌" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Saya mungkin bisa menyelesaikan masalah ini (kalimat yang kurang direkomendasikan)</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1f30"><strong>2. Visualisasi</strong></h2>



<p id="b69e">Ada satu&nbsp;<em>fun fact&nbsp;</em>tentang pikiran bawah sadar yang perlu kamu tahu. Ternyata pikiran bawah sadar belajar dari pengalaman masa lalu dan berupaya meniru pengalaman baik, serta menghindari pengalaman negatif. Tetapi, pemikiran seperti ini terkadang bisa menghalangi kita.</p>



<p id="7539">Misalnya, kamu pernah gagal saat&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>dengan investor. Maka, pengalaman negatif tersebut bisa menghalangimu untuk melakukan&nbsp;<em>pitching&nbsp;</em>yang kedua, ketiga, dan seterusnya.</p>



<p id="ad30">Jadi, supaya pikiran bawah sadarmu tidak mengganggu pengalaman lama atau pengalaman baru yang mungkin ingin dihindari, gunakan visualisasi.</p>



<p id="1940">Kamu bisa sering berlatih melakukan visualisasi positif dan mendetail tentang realita yang ingin kamu capai. Kamu bisa melatih pikiran bawah sadarmu untuk percaya bahwa hal positif bisa kamu dapatkan.</p>



<p id="7089">Semakin kuat visualisasi positif yang kamu tanamkan dalam diri, semakin mudah alam bawah sadar untuk menyelaraskan dengan tindakan untuk mencapai keinginan tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="e494"><strong>3. Meditasi</strong></h2>



<p id="8f6e">Sebagai&nbsp;<em>founder</em>, pengusaha,&nbsp;<em>leader,&nbsp;</em>atau siapa pun yang berhadapan dengan masalah dan pengambilan keputusan secara cepat setiap harinya, perlu membiasakan diri untuk melakukan meditasi. Mengapa meditasi jadi penting?</p>



<p id="be55">Meditasi bisa membantu untuk menenangkan pikiran sadar dan lebih fokus pada tugas yang perlu diselesaikan. Baik afirmasi positif, visualisasi, serta meditasi, semuanya mengharuskanmu untuk fokus mengontrol pikiran sadar untuk membuat perubahan bawah sadar.</p>



<p id="49be">Mengutip situs kompas.id, CEO Huffington Post, Arianna Huffington menyatakan bahwa meditasi memberikan peran besar dalam kesuksesan dan kepemimpinannya. Ia sudah berlatih meditasi sejak masih remaja. Menurut Ariana, “Meditasi bukan tentang menghentikan pikiran, tetapi mengakui bahwa kita lebih dari pikiran dan perasaan kita.”</p>



<p id="ef56">Sebagai penutup, alam bawah sadar bisa jadi alat ampuh yang bisa kamu program untuk mengubah hidupmu. Beberapa latihan di atas dapat kamu lakukan secara rutin agar alam bawah sadarmu bisa bekerja untukmu, bukan melawanmu.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="d408"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="0540"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="8197"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----fe7a344142b9--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/melatih-alam-bawah-sadar-demi-jadi-pebisnis-produktif/">Melatih Alam Bawah Sadar Demi Jadi Pebisnis Produktif</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Rekomendasi Buku yang Cocok untuk Founder Startup dan Pebisnis</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-rekomendasi-buku-yang-cocok-untuk-founder-startup-dan-pebisnis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2024 04:30:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Book Recomendations]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Recomendation]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10834</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu cara terbaik untuk belajar adalah berkaca dari pengalaman. Baik itu pengalaman dari diri sendiri atau orang lain yang sudah lebih dulu sukses atau pernah gagal. Maka, buku adalah salah satu referensi paling mudah untuk berbagi inspirasi, wawasan, pengalaman, dan juga pesan moral. Apa saja buku yang cocok dibaca oleh para&#160;founder&#160;dan pebisnis? Cek dulu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-rekomendasi-buku-yang-cocok-untuk-founder-startup-dan-pebisnis/">5 Rekomendasi Buku yang Cocok untuk Founder Startup dan Pebisnis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="8cf2">Salah satu cara terbaik untuk belajar adalah berkaca dari pengalaman. Baik itu pengalaman dari diri sendiri atau orang lain yang sudah lebih dulu sukses atau pernah gagal.</p>



<p id="bf17">Maka, buku adalah salah satu referensi paling mudah untuk berbagi inspirasi, wawasan, pengalaman, dan juga pesan moral. Apa saja buku yang cocok dibaca oleh para&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;dan pebisnis? Cek dulu rekomendasinya di sini, ya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="f129"><strong>1. Born to Shine</strong></h2>



<p id="ae11">Kegagalan adalah awal pahit yang sering dialami oleh pebisnis sukses. Seperti yang terjadi pada merek Kendra Scott Jewelry. Kendra Scott memulai bisnis perhiasannya yang bernilai miliaran dolar dari kegagalan. Bisnis pertamanya gagal setelah 5 tahun dan dia mulai menjual perhiasan buatan tangan dari pintu ke pintu sebagai pekerjaan sampingan.</p>



<p id="3489">Seiring berjalannya waktu, Kendra Scott Jewelry menjadi bisnis bernilai miliaran dolar. Memiliki cabang 100 lokasi ritel di seluruh AS menjadikan merek tersebut disambut hangat oleh para pelanggannya.</p>



<p id="0197">Selama proses menuju kesuksesan, Kendra Scott mengalami perjuangan, resesi, penolakan, dan banyak kisah menarik lainnya yang tersaji dalam buku ini.</p>



<p id="6bea">“Memberikan alat-alat pola pikir wirausaha bisa sangat bermanfaat,” kata Scott. “Saya pikir buku ini bukan hanya untuk pemilik bisnis atau pengusaha, tetapi juga untuk orang-orang yang sedang mengalami transisi dalam hidup mereka.”</p>



<p id="d516">Scott mengatakan bahwa kekurangan dan kegagalan itulah yang membuat kita unik. Sebagai seorang pengusaha, pemimpin bisnis, dan pribadi, menerima rasa sakit ternyata justru bisa membawa kekuatan. Kata “tidak” bisa mengarah ke jawaban “ya” di kesempatan yang akan datang.</p>



<p id="db2f">Buku ini cocok untukmu yang sedang mencari inspirasi dari kisah nyata yang sesuai dengan prinsip wirausaha.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7e86"><strong>2. Made to Stick</strong></h2>



<p id="5449">Buku ini menjelaskan seni membangun ide yang menarik. Penulisnya, yaitu Chip Heath &amp; Dan Heath, menguraikan tentang enam karakteristik yang diperlukan untuk membuat pesan semakin melekat. Apa saja itu?</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Sederhana</li>



<li>Tidak terduga</li>



<li>Dapat dipercaya</li>



<li>Konkret</li>



<li>Emosional</li>



<li>Cerita</li>
</ul>



<p id="1251">Buatmu yang sedang mencari buku yang bisa menggugah dan menginspirasimu dalam berkomunikasi, Made to Stick adalah pilihan yang tepat.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0c4d"><strong>3. Thinking, Fast, and Slow</strong></h2>



<p id="cb71">Buku ini ditulis oleh Daniel Kahneman yang menjelaskan tentang cara berpikir manusia. Dengan memahami konsep dalam buku ini dan psikologi otak manusia, kamu akan memiliki wawasan lebih tentang memahami manusia dan mempelajari lebih lanjut tentang calon pelangganmu.</p>



<p id="e33f">Menariknya, penulis bisa menjelaskan tentang teori dan logika menggunakan narasi yang menggugah hati pembacanya. Jika kamu penasaran, buku ini&nbsp;<em>recommended&nbsp;</em>untuk dibaca oleh para pebisnis dan orang-orang yang bekerja di bidang kreatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="0caf"><strong>4. The 4 Hour Workweek</strong></h2>



<p id="f343">Buku ini mendeskripsikan tentang teknik yang bisa kamu terapkan untuk bisa bekerja lebih sedikit, menghasilkan lebih banyak, dan membangun kehidupan yang kamu inginkan. Meskipun terdengar seperti klise, tetapi nyatanya tidak seperti itu.</p>



<p id="9c73">Untuk bisa berhasil, kamu perlu melakukan beberapa&nbsp;<em>hacks&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>tools&nbsp;</em>yang bisa diterapkan agar berhasil mendapatkan&nbsp;<em>output&nbsp;</em>secara maksimal dengan sedikit usaha. Misalnya cara mengotomatiskan bisnis agar bisa terus berjalan ketika&nbsp;<em>owner&nbsp;</em>sedang tidak&nbsp;<em>standby,&nbsp;</em>melakukan&nbsp;<em>outsourcing&nbsp;</em>hal-hal kecil di bisnis dengan biaya terjangkau untuk meluangkan waktu yang berharga, dan lain-lain. Jika kamu tertarik dengan&nbsp;<em>hacks&nbsp;</em>terkait produktivitas, maka buku ini cocok untukmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5dc2"><strong>5. Winners Never Cheat</strong></h2>



<p id="9943">Buku ini memberikan inspirasi menarik tentang sudut pandang bisnis secara etis. Buku ini adalah karya Jon Huntsman yang masuk daftar Forbes sebagai salah satu orang terkaya di Amerika Serikat.</p>



<p id="5067">Di dalam buku ini, banyak cerita menarik tentang bagaimana membentuk tim dengan nilai tertinggi, berbagi kesuksesan, mengambil tanggung jawab, menjalankan prinsip secara benar, kejujuran, hingga membedakan pesaing denganmu.</p>



<p id="5ff6">Winners Never Cheat sangat direkomendasikan untukmu yang menjadi pengusaha, pemimpin, atau siapa pun yang membutuhkan wawasan menarik tentang bisnis dan etika.</p>



<p id="2424">Lalu, buku mana yang akan kamu baca duluan? Semoga&nbsp;<em>list&nbsp;</em>rekomendasi ini bermanfaat untukmu menghabiskan waktu di akhir pekan, sekaligus memberikan inspirasi, ya.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="d537"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c08a"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="a0b7"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----ebf9447119c0--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-rekomendasi-buku-yang-cocok-untuk-founder-startup-dan-pebisnis/">5 Rekomendasi Buku yang Cocok untuk Founder Startup dan Pebisnis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Leader dan Manajer, Emang Boleh Disamakan?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/leader-dan-manajer-emang-boleh-disamakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 04:31:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Management & Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai&#160;founder&#160;startup, kita perlu mengenal lebih dalam tentang orang-orang yang akan membantu pekerjaan kita. Beberapa peran penting bagi startup adalah manajer dan&#160;leader. Meskipun sama-sama memimpin tim atau memegang peran sebagai pemimpin, ternyata&#160;leader&#160;dan manajer tidak bisa dilakukan oleh satu orang yang sama. Mengapa begitu? Pada intinya,&#160;leader&#160;adalah orang yang memegang kekuasaan untuk memimpin, membimbing, hingga memotivasi orang lain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/leader-dan-manajer-emang-boleh-disamakan/">Leader dan Manajer, Emang Boleh Disamakan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="3288">Sebagai&nbsp;<em>founder</em>&nbsp;startup, kita perlu mengenal lebih dalam tentang orang-orang yang akan membantu pekerjaan kita. Beberapa peran penting bagi startup adalah manajer dan&nbsp;<em>leader</em>.</p>



<p id="4a79">Meskipun sama-sama memimpin tim atau memegang peran sebagai pemimpin, ternyata&nbsp;<em>leader</em>&nbsp;dan manajer tidak bisa dilakukan oleh satu orang yang sama. Mengapa begitu?</p>



<p id="fc23">Pada intinya,&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>adalah orang yang memegang kekuasaan untuk memimpin, membimbing, hingga memotivasi orang lain untuk bekerja dalam sebuah perusahaan.</p>



<p id="f1a7">Contohnya begini, dalam struktur perusahaan, seorang&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>punya posisi di setiap struktural, mulai dari staf hingga posisi C-level. Seseorang yang berhasil mengarahkan tim untuk bekerja dan berhasil menyelesaikan pekerjaan tersebut bisa dibilang sebagai&nbsp;<em>leader.</em></p>



<p id="4c02">Jika manajer, posisinya berada di tengah dalam struktur perusahaan. Umumnya di antara&nbsp;<em>top management&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>low management.&nbsp;</em>Manajer bertanggung jawab untuk mengatur, mengawasi, serta mengendalikan anggota tim.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="976a"><strong><em>Leader</em>&nbsp;yang hebat belum tentu bisa jadi manajer yang hebat</strong></h3>



<p id="335b">Menurut buku ‘Leading From The Edge’ yang ditulis oleh Annmarie Neal, seorang pendiri Center for Leadership Innovation, yang sudah 20 tahun memiliki pengalaman global dalam memimpin organisasi, menuliskan tentang ini.</p>



<p id="235d">“Seorang&nbsp;<em>leader</em>&nbsp;adalah seseorang yang melihat peluang dan menggerakkan perubahan. Seorang manajer adalah seseorang yang mengikuti<em>&nbsp;leader&nbsp;</em>itu dan melihat bagaimana menyusun berbagai hal untuk menciptakan nilai bagi perusahaan. Pada umumnya,<em>&nbsp;leader</em>&nbsp;terbaik bukanlah manajer yang benar-benar baik.”</p>



<p id="9e03">Seorang&nbsp;<em>leader</em>&nbsp;hebat dengan karakter visioner, inovatif, dan berani mengambil risiko, terkadang tidak sejalan dengan peran manajer yang baik. Di mana manajer justru berkembang dari struktur dan konsistensi yang sesuai dengan pekerjaan dan tenggat waktunya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2b07"><strong>Tahu di mana&nbsp;<em>blindspot&nbsp;</em>milikmu</strong></h3>



<p id="1a15"><em>Blindspot&nbsp;</em>atau titik buta bisa menjadi jebakan yang menghambatmu sewaktu-waktu. Jadi, ada alasan mengapa pesawat komersial butuh dua orang pilot dalam satu penerbangan.</p>



<p id="4102">Itu sama halnya dengan perusahaan yang membutuhkan peran&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>serta manajer. Menetapkan peran bukan hanya tentang siapa yang paling hebat atau terbaik, tetapi memastikan bahwa semua orang yang ada di dalamnya selamat.</p>



<p id="7d4c">Dalam konteks di perusahaan, adanya&nbsp;<em>leader</em>&nbsp;dan manajer yang bersinergi dapat membuat semua anggota tim atau karyawan menjadi kompak dan tampil maksimal.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="882a"><strong>Menskalakan bisnis secara jangka panjang</strong></h3>



<p id="4e46"><em>Leader</em>&nbsp;yang hebat punya kecenderungan untuk fokus ke luar perusahaan. Misalnya memikirkan produk, pesaing, dan strategi apa yang harus dilakukan selanjutnya.&nbsp;<em>Leader</em>&nbsp;yang hebat juga perlu melihat proses operasional dari pesaing, menganalisis tren pasar, beradaptasi, dan berinovasi agar tidak ketinggalan.</p>



<p id="badd">Beda halnya dengan manajer hebat yang cenderung melihat ke dalam perusahaan. Contohnya fokus tentang struktur, praktik, prosedur, dan cara memanfaatkan kekuatan tim untuk berhasil mencapai tujuan perusahaan.</p>



<p id="add3">Dari penjelasan tadi, sudah jelas bahwa sebagai pemilik bisnis atau startup, kita terkadang memaksakan diri untuk menguasai keterampilan sebagai&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>sekaligus manajer.</p>



<p id="e0f0">Namun faktanya, kedua peran tersebut membutuhkan keterampilan yang sangat berbeda. <em>Leader </em>mendorong pertumbuhan, sedangkan manajer meningkatkan sistem. Dengan memahami perbedaan dari <em>leader </em>dan manajer, harapannya akan lebih mudah untuk menyelaraskan peran tersebut untuk meningkatkan kesuksesan startup.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="750f"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="965b"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="d03b"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----df282051774b--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/leader-dan-manajer-emang-boleh-disamakan/">Leader dan Manajer, Emang Boleh Disamakan?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Mendapatkan Feedback sebagai Peluang untuk Tumbuh</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/tips-mendapatkan-feedback-sebagai-peluang-untuk-tumbuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2024 10:43:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Feedback]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10572</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa yang membedakan pemimpin sukses dan pemimpin yang biasa saja? Jawabannya terletak pada bagaimana cara mereka menerika kritik dan merespon umpan balik atau&#160;feedback. Umpan balik yang pedas memang menyakitkan. Terkadang hal itu membuat kita marah, kecewa, takut, serta emosi negatif lainnya. Namun, itulah yang membedakan dan membuat pemimpin sukses menjadi spesial. Mereka berani untuk menerima [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tips-mendapatkan-feedback-sebagai-peluang-untuk-tumbuh/">Tips Mendapatkan Feedback sebagai Peluang untuk Tumbuh</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="a87f">Apa yang membedakan pemimpin sukses dan pemimpin yang biasa saja? Jawabannya terletak pada bagaimana cara mereka menerika kritik dan merespon umpan balik atau<em>&nbsp;feedback.</em></p>



<p id="1d8f">Umpan balik yang pedas memang menyakitkan. Terkadang hal itu membuat kita marah, kecewa, takut, serta emosi negatif lainnya.</p>



<p id="cecf">Namun, itulah yang membedakan dan membuat pemimpin sukses menjadi spesial. Mereka berani untuk menerima dan mendengarkan umpan balik kritis dan berhasil melangkah ke depan dengan aksi nyata.</p>



<p id="7b70">Berdasarkan buku dan penelitian yang dilakukan oleh Kim Scott, Liz Fosslien, dan Mollie West Duffy yang dipublikasikan di Harvard Business Review, berikut adalah langkah spesifik yang dapat diambil oleh pemimpin untuk meminta umpan balik.</p>



<p id="de86"><strong>1. Membiasakan emosi negatif</strong></p>



<p id="86c1">Mendengarkan kritik memang tidak menyenangkan. Namun, kamu perlu membiasakan datangnya emosi negatif dari orang lain. Selain untuk melatih mental, kritik dari orang lain adalah umpan balik yang berharga.</p>



<p id="39ce">Sebagai percobaan, kamu bisa bertanya pada diri sendiri, berapa kali dalam seminggu orang-orang yang bekerja denganmu memberi tahu hal-hal yang membuatmu cemas, kesal, atau bahkan bersikap defensif? Seberapa sering mereka memberitahumu tentang hal-hal yang membuatmu merasa luar biasa?</p>



<p id="3dce">Jika banyak ucapan dan pujian yang menyenangkan serta tidak ada kritik yang kamu dengar dari orang lain, maka kamu perlu hati-hati. Mungkin saja kamu tidak mendapatkan cerita yang sebenarnya. Bisa jadi, itu hanya cerita yang dibungkus dengan manis aja untuk menyenangkan hatimu (<em>sugar coating</em>).</p>



<p id="f50a"><strong>2. Bertanya kepada orang lain</strong></p>



<p id="d068">Mungkin di awal akan terasa aneh untuk meminta masukan dari orang lain terkait dirimu. Agar terkesan natural, kamu bisa mengajukan&nbsp;<em>go-to-question&nbsp;</em>kepada kolegamu<em>&nbsp;</em>seperti, “Hai, apa ada yang bisa aku lakukan untuk memudahkan pekerjaan yang sedang kamu lakukan?”</p>



<p id="a3b6">Dengan meminta satu hal, kamu memperbesar peluang untuk mendapatkan respon yang spesifik dan dapat ditindaklanjuti.</p>



<p id="3d2f">Pertanyaan seperti “Apa yang dapat saya lakukan atau hentikan agar kamu bisa lebih nyaman bekerja dengan saya?” juga merupakan contoh pertanyaan lainnya yang bisa kamu terapkan.</p>



<p id="d4ce">Pertimbangkan untuk menjadikan pertanyaan tersebut sebagai hal rutin saat agenda&nbsp;<em>feedback session&nbsp;</em>atau agenda meeting lainnya secara&nbsp;<em>face to face.&nbsp;</em>Jika tim-mu mengetahui apa yang akan kamu tanyakan sebelumnya, mereka akan memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan jawaban yang berguna.</p>



<p id="f934"><strong>3. Menerima ketidaknyamanan orang lain</strong></p>



<p id="bad8">Dari pertanyaan sebelumnya yang kamu ajukan, mungkin jawabannya bisa membuat mereka tidak nyaman. Bahkan, kamu sendiri yang merasa tidak nyaman. Satu-satunya solusi adalah melaluinya. Tidak ada jalan lain selain merasakan rasa tidak nyaman yang ada. Saat pertanyaan sudah disampaikan, kamu bisa mencoba untuk diam dan menerima respon mereka. Hitunglah sampai enam detik, perlahan, di kepalamu. Sangat sedikit orang yang mampu bertahan dalam keheningan selama enam detik penuh. Mereka akan memberitahumu sesuatu.</p>



<p id="8b79"><strong>4. Mendengarkan untuk memahami, bukan untuk menanggapi</strong></p>



<p id="9eb1">Ini yang biasanya menjadi tantangan bagi banyak orang. Ketika komunikasi terjadi, akan ada pesan balasan dari orang lain untuk kita. Kerap kali, kita tidak menjadi pendengar yang aktif, akan tetapi lebih memilih untuk fokus menanggapi pesan tersebut.</p>



<p id="a756">Coba bedakan kedua percakapan di bawah ini:</p>



<p id="5d1b">Percakapan A: “Saya mendengar apa yang Anda katakan, terima kasih”.</p>



<p id="6d60">Percakapan B: “Saya mendengar apa yang Anda katakan, tapi…”</p>



<p id="fc53">Percakapan A merupakan ucapan dari pendengar aktif, sedangkan percakapan B hanya fokus untuk menanggapi namun tidak memahami.</p>



<p id="8300"><strong>5. Dengarkan dan wujudkan</strong></p>



<p id="cd63">Cara terbaik agar kamu bisa menjadi penerima umpan balik adalah dengan menindaklanjuti yang telah kamu dapatkan. Kamu dapat membagikan tindakan atau langkah selanjutnya berdasarkan dari apa yang kamu dengar, lihat, dan amati.</p>



<p id="0ca9">Ketika kamu menerima umpan balik yang kritis, kamu perlu melihat itu sebagai kesempatan emas dalam bertumbuh. Segera uraikan apa yang sebaiknya kamu lakukan setelah itu. Kamu tidak perlu muluk-muluk atau berjanji berlebihan untuk melakukan perubahan besar-besaran. Contoh kalimat tanggapan dari umpan balik kritis dari orang lain adalah, “Langkah saya selanjutnya adalah berbicara dengan pemimpin lain untuk melihat kemungkinan yang ada.”</p>



<p id="5c51">Berani menjadi pemimpin artinya berani membuka ruang bagi orang lain untuk melihat pribadi kita lebih dalam. Berani menjadi pemimpin adalah sebuah langkah dalam menerima ketidakpastian, termasuk ketika menerima umpan balik berupa kritik.</p>



<p id="8374">Semoga kamu dapat menerapkan tips di artikel ini, dan menjadikannya kebiasaan menerima umpan balik, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="499a"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="679a"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="b66b"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----84da86f5fbc1--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/tips-mendapatkan-feedback-sebagai-peluang-untuk-tumbuh/">Tips Mendapatkan Feedback sebagai Peluang untuk Tumbuh</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perusahaan Bisa Sukses atau Hancur, Tergantung dari Budayanya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/perusahaan-bisa-sukses-atau-hancur-tergantung-dari-budayanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2024 10:36:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10566</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagian besar budaya ternyata berakar pada perilaku, pola pikir, dan pola sosial. Banyak pemimpin perusahaan menganggap remeh budaya atau menyerahkannya ke divisi&#160;Human Resource&#160;atau SDM. Padahal, budaya yang dikelola dengan tepat dapat membantu perusahaan mencapai perubahan dan semakin maju, bahkan di saat paling sulit. Kali ini, akan kita bahas beberapa wawasan yang menekankan pentingnya budaya dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/perusahaan-bisa-sukses-atau-hancur-tergantung-dari-budayanya/">Perusahaan Bisa Sukses atau Hancur, Tergantung dari Budayanya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="9370">Sebagian besar budaya ternyata berakar pada perilaku, pola pikir, dan pola sosial. Banyak pemimpin perusahaan menganggap remeh budaya atau menyerahkannya ke divisi&nbsp;<em>Human Resource</em>&nbsp;atau SDM. Padahal, budaya yang dikelola dengan tepat dapat membantu perusahaan mencapai perubahan dan semakin maju, bahkan di saat paling sulit.</p>



<p id="1c26">Kali ini, akan kita bahas beberapa wawasan yang menekankan pentingnya budaya dan pengaruhnya terhadap hasil di perusahaan. Tentunya, hal ini juga berlaku dalam membangun budaya di startup, ya!</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Kuatnya pengaruh budaya terhadap hasil kerja</strong></h3>



<p id="de4f">Jika diselaraskan dengan strategi dan kepemimpinan, budaya yang kuat akan mendorong hasil organisasi yang positif. Sebuah cerita datang dari perusahaan ritel terbaik di kelasnya yang mempunyai kantor pusat di Amerika Serikat. Prioritas utama dari perusahaan tersebut adalah menyediakan layanan pelanggan terbaik. Aturannya sederhana, melakukan pekerjaan dengan benar dari kacamata pelanggan.</p>



<p id="003c">Hal tersebut mendorong karyawan untuk menggunakan penilaian mereka ketika memberikan layanan pada pelanggan. Divisi SDM memberikan pelatihan agar setiap tenaga penjual melihat interaksi pelanggan sebagai peluang untuk menciptakan ‘cerita layanan yang legendaris’.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1b1e"><strong>2. Dalam lingkungan yang dinamis dan tidak menentu, perusahaan harus lebih&nbsp;<em>agile</em></strong></h3>



<p id="bf12">Menurut penulis Boris Groysberg, Jeremiah Lee, Jesse Price, dan J. Yo-Jud Cheng, tren perusahaan saat ini semakin memprioritaskan pembelajaran. Perusahaan semakin sadar tentang pentingnya pembelajaran untuk merespon lingkungan bisnis yang tidak dapat diprediksi dan semakin kompleks. Perusahaan kecil dengan jumlah karyawan kurang dari 200 orang dan industri lebih baru seperti perangkat lunak, teknologi, dan peralatan nirkabel, memberikan nilai yang tinggi tentang pentingnya pembelajaran.</p>



<p id="8350">Studi kasus datang dari perusahaan teknologi di Silicon Valley. Meskipun perusahaan tersebut sudah membangun bisnis yang kuat dan berinvestasi pada teknologi dan talenta teknik terbaik, pertumbuhan pendapatannya mulai menurun. Itu adalah dampak dari semakin banyaknya pesaing baru yang lebih gesit dalam bidang yang penuh dengan inovasi dan disrupsi model bisnis.</p>



<p id="4a70">Para pemimpin perusahaan memandang budaya sebagai pembeda bagi bisnis dan memutuskan untuk mendiagnosis, memperkuat, dan mengembangkannya. Penulis menemukan budaya yang sangat fokus pada hasil, berbasis tim (kepedulian), dan eksploratif (kombinasi kesenangan dan pembelajaran).</p>



<p id="b2d7">Setelah memeriksa strategi dan mendapatkan masukan dari karyawan, para pemimpin menciptakan budaya baru yang lebih fokus pada pembelajaran. Mereka mengadopsi kerangka kerja dan memasukkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Contohnya adalah engan dkomunikasi antara manajer dan karyawan tentang penekanan inovasi dan eksplorasi.</p>



<p id="bddd">Memang butuh waktu tidak sebentar untuk mengubah budaya. Namun, perusahaan tersebut berhasil memperoleh pendapatan signifikan dalam waktu satu tahun. Bahkan, saat perusahaan meluncurkan penjualan baru di tengah ketatnya persaingan, skor keterlibatan karyawan justru semakin meningkat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="65f7"><strong>3. Budaya dapat memberikan kerugian besar jika tidak selaras dengan strategi</strong></h3>



<p id="cab5">Contohnya adalah yang dialami oleh perusahaan bidang jasa yang basisnya di Eropa. Di mana, terjadi perubahan cepat di industri dalam hal ekspektasi pelanggan, tuntutan peraturan, dan dinamika persaingan.</p>



<p id="ae85">Strategi yang dilakukan perusahaan tersebut adalah menekankan efisiensi biaya, yang berpengaruh ke diferensiasi layanan. Namun, budaya perusahaan yang kuat justru menjadi penghalang kesuksesan. Mengapa bisa begitu?</p>



<p id="95e1">Penulis menganalisis bahwa budaya tersebut sangat berorientasi pada hasil, kepedulian, dan pencarian ketertiban, dengan penekanan dari atas ke bawah pada otoritas. Akhirnya, para pemimpin perusahaan memutuskan untuk membentuknya menjadi lebih berorientasi pada tujuan, memberdayakan, terbuka, dan berbasis tim. Strategi yang baru membutuhkan kepedulian dan pembelajaran yang kuat.</p>



<p id="b4b1">Pergeseran ini sangat menantang karena budaya saat ini telah memberikan manfaat bagi organisasi selama bertahun-tahun, sementara industri menekankan efisiensi dan hasil.</p>



<p id="c2cf">Itulah beberapa contoh kasus yang membuktikan pengaruh budaya terhadap berjalannya bisnis di perusahaan. Semoga artikel ini bisa membantumu menentukan budaya yang sesuai utnuk diterapkan di startupmu, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="9fac"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="c2d8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="620e"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----f92a7d1d03cf--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/perusahaan-bisa-sukses-atau-hancur-tergantung-dari-budayanya/">Perusahaan Bisa Sukses atau Hancur, Tergantung dari Budayanya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Perubahan yang Harus Kamu Hadapi Saat Menjadi Leader</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-perubahan-yang-harus-kamu-hadapi-saat-menjadi-leader/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2024 03:06:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Teamwork]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selamat, kamu naik jabatan menjadi Team Leader!&#160;Naik jabatan dan menjadi pemimpin sebuah tim memang jadi hal yang patut dirayakan, karena itu artinya perusahaan percaya dengan potensi dan semangat kerja yang kamu miliki. Di sisi lain, akan ada banyak perubahan dalam dunia kerja yang harus kamu hadapi. Mulai dari bertambahnya tanggung jawab, cara kerja yang tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-perubahan-yang-harus-kamu-hadapi-saat-menjadi-leader/">5 Perubahan yang Harus Kamu Hadapi Saat Menjadi Leader</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="e142">Selamat, kamu naik jabatan menjadi T<em>eam Leader!</em>&nbsp;Naik jabatan dan menjadi pemimpin sebuah tim memang jadi hal yang patut dirayakan, karena itu artinya perusahaan percaya dengan potensi dan semangat kerja yang kamu miliki.</p>



<p id="a894">Di sisi lain, akan ada banyak perubahan dalam dunia kerja yang harus kamu hadapi. Mulai dari bertambahnya tanggung jawab, cara kerja yang tidak lagi individualis, hingga bagaimana kamu dan tim saling memperlakukan satu sama lain.</p>



<p id="2037">Apa saja perubahan-perubahan tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="1878"><strong>1. Rekan satu tim bukanlah temanmu lagi.</strong></h2>



<p id="2056">Ketika masih menjadi anggota tim, mungkin kamu telah menjalin hubungan pertemanan yang erat dengan rekanmu. Mulai dari berbagi keluh kesah pekerjaan, hingga curhatan pengalaman pribadi. Namun, sebagai&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>kamu harus bersikap lebih profesional dan mampu menjaga batasan dengan anggota tim. Kamu harus dapat menilai pekerjaan anggotamu secara objektif dan tidak memihak berdasarkan hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="43e6"><strong>2. Tanggung jawab tim.</strong></h2>



<p id="0aa7">Jika sebelumnya kamu fokus dan bertanggung jawab pada pekerjaanmu saja, kini kamu juga memiliki tanggung jawab terhadap setiap anggota tim. Seperti, memastikan setiap anggota memiliki objektif kerja yang jelas, memastikan kesejahteraan fisik dan mental mereka, memberikan masukan dan saran yang diperlukan dalam pekerjaan, hingga memberikan arahan yang jelas dan terarah. Mengenali karakter setiap anggota akan sangat membantumu dalam mengemban tanggung jawab ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="775f"><strong>3. Kepercayaan untuk mengelola sumber daya.</strong></h2>



<p id="6b71">Sebagai pemimpin, kamu punya tanggung jawab untuk mengelola sumber daya yang telah dipercayakan padamu, mulai dari karyawan, uang, hingga aset-aset. Kamu harus bisa memastikan agar sumber daya yang kamu kelola dapat mendatangkan manfaat bagi perusahan. Yakinlah bahwa hal tersebut pada akhirnya juga akan mendatangkan manfaat untukmu.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="4465"><strong>4. Harus berkontribusi lebih luas.</strong></h2>



<p id="9f55"><em>Leader&nbsp;</em>yang hebat tidak hanya melaksanakan tanggung jawabnya sendiri, tetapi juga tanggung jawab tim. Kamu diharapkan untuk dapat mengoptimalkan hasil kerja tim dan harus siap mengorbankan pekerjaan individu demi keberhasilan bersama.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="b5b8"><strong>5. Suportif dengan keputusan tim eksekutif.</strong></h2>



<p id="8da9">Saat masih menjadi anggota, mungkin kamu tidak pernah berada dalam satu ruangan dengan CEO. Lain halnya ketika kamu sudah menjadi<em>&nbsp;leader,</em>&nbsp;di mana kamu bertanggung jawab untuk melaporkan perkembangan dan hasil kerja tim. Sebagai&nbsp;<em>leader,</em>&nbsp;kamu diharapkan untuk selalu mendukung keputusan dari tim eksekutif.</p>



<p id="28a9">Ini bukan berarti kamu tidak dapat bertanya “mengapa” atau “bagaimana” terkait sebuah keputusan, tetapi pada akhirnya kamu diberikan kepercayaan dan dibayar untuk melaksanakan amanat kerja sesuai dengan keputusan atasan. Kamu mungkin akan menjumpai banyak tantangan baru sebagai&nbsp;<em>leader.&nbsp;</em>Itu wajar&nbsp;<em>kok,</em>&nbsp;karena tidak mungkin menjadi sosok pemimpin yang sempurna sejak awal.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5f75"><strong>Nah, ada beberapa keterampilan yang penting untuk kamu miliki agar bisa jadi&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>yang baik.</strong></h2>



<p id="cfe3">Pertama, jadilah pemimpin yang mempunyai nilai-nilai yang sejalan dengan perusahaan. Kamu juga harus memiliki kemampuan bernegosiasi yang efektif dan tahu cara menyelesaikan konflik dengan nyaman.</p>



<p id="581a">Kamu juga akan menghadapi berbagai rintangan dan tantangan baru. Karena itu, kamu harus bisa menjadi sosok yang tahan banting dan bisa mengambil pelajaran serta berkembang dari kesulitan yang dialami. Terakhir, jadilah&nbsp;<em>decision maker</em>&nbsp;atau pengambil keputusan yang cepat dan tepat, sehingga kamu bisa mendahulukan pesaingmu.</p>



<p id="3d38">Menjadi&nbsp;<em>leader&nbsp;</em>berarti bertanggung jawab atas segala hal yang telah dilakukan oleh setiap anggota tim. Memang tidak mudah, namun percayalah dengan kemampuanmu dan teruslah belajar untuk menjadi pemimpin yang lebih baik setiap harinya.</p>



<p id="5833">Semoga artikel ini bisa membantumu untuk mempersiapkan diri menjadi <em>leader</em> yang baik, ya! Semangat terus dalam menciptakan inovasi digital dan membangun negeri. Karena Indonesia maju, mulai dari kamu!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="763a"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="5da9"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="7227"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@avifakhairunisa98?source=post_page-----b54bb25be80d--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-perubahan-yang-harus-kamu-hadapi-saat-menjadi-leader/">5 Perubahan yang Harus Kamu Hadapi Saat Menjadi Leader</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Sudut Pandang Pemimpin Hebat, Karena Mereka Nggak Bisa Menyenangkan Semua Orang</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-sudut-pandang-pemimpin-hebat-karena-mereka-nggak-bisa-menyenangkan-semua-orang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Feb 2024 02:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Teamwork]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10329</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi pemimpin ternyata belajar untuk tidak disukai oleh orang lain. Dari manajemen konflik yang terjadi, kita sudah berusaha dengan maksimal untuk memberikan kinerja yang terbaik. Banyak hal ‘dikorbankan’. Terkadang kita jadi mendadak berani mengambil hal yang bertentangan dengan naluri kita, demi kepentingan banyak orang. Kita terus-menerus mengambil risiko tidak dicintai oleh banyak orang. Hal ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-sudut-pandang-pemimpin-hebat-karena-mereka-nggak-bisa-menyenangkan-semua-orang/">5 Sudut Pandang Pemimpin Hebat, Karena Mereka Nggak Bisa Menyenangkan Semua Orang</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="99b2">Menjadi pemimpin ternyata belajar untuk tidak disukai oleh orang lain. Dari manajemen konflik yang terjadi, kita sudah berusaha dengan maksimal untuk memberikan kinerja yang terbaik.</p>



<p id="6c34">Banyak hal ‘dikorbankan’. Terkadang kita jadi mendadak berani mengambil hal yang bertentangan dengan naluri kita, demi kepentingan banyak orang. Kita terus-menerus mengambil risiko tidak dicintai oleh banyak orang. Hal ini adalah salah satu tantangan psikologis paling sulit sebagai pemimpin.</p>



<p id="b052">Namun, pada akhirnya, hasil harus diputuskan, dan kamu adalah orang yang bertanggung jawab atas hal tersebut. Mari pelajari sudut pandang seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, bahwa mereka tidak bisa menyenangkan semua orang.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="bae2"><strong>Sudut pandang pertama</strong></h2>



<p id="f9ea">Kamu punya kewajiban untuk memperhatikan anggota tim-mu. Hal ini adalah prinsip, bukan sesuatu yang bisa ditawar. Setiap anggota tim berhak mendapatkan kepemimpinan yang kompeten. Maka, sebagai pemimpin, kamu bertanggung jawab atas kesejahteraan fisik dan mental karyawanmu. Dan hal tersebut tidak bisa dibilang mudah.</p>



<p id="e238">Jika kamu mencoba untuk berempati dengan menempatkan diri pada posisi orang lain, kamu akan punya kesediaan yang lebih besar untuk memperhatikan mereka. Kamu akan lebih punya keberanian untuk mengalahkan rasa takut memberikan rasa kritis bagi mereka, jika itu perlu. Sebab, kamu yakin, anggota tim-mu akan menerima lebih banyak dampak positifnya dibandingkan negatifnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="83fe"><strong>Sudut pandang kedua</strong></h2>



<p id="e789">Kamu tidak bisa mendapatkan hasil dari tim di atas standar, jika kamu tidak melatih mereka. Pemimpin bertanggung jawab untuk membangun tim dengan kinerja maksimal yang berorientasi terhadap proses dan hasil. Itu tidak akan terjadi jika kamu tidak berani untuk menantang mereka bekerja di luar zona nyaman, melatih, hingga mengonfrontasi orang-orang untuk menghasilkan yang terbaik.</p>



<p id="aaa1">Jika kamu masih ragu untuk memberikan kritik yang membangun pada tim, ingatlah hal ini, “Pemimpin yang hebat menempatkan komitmen mereka untuk membangun kemampuan dan kinerja tim di atas segala ketakutan, kecemasan, atau ketidaknyamanan yang mungkin mereka alami.”</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="644f"><strong>Sudut pandang ketiga</strong></h2>



<p id="7755">Karyawanmu berhak mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Sebagai pemimpin, usahakan untuk tidak gatal ingin menyelesaikan tugas dari karyawanmu yang mungkin masih belum maksimal. Hal tersebut justru membiarkan mereka untuk tidak tumbuh.</p>



<p id="0444">Sebagai pemimpin, kamu perlu memilih untuk memberikan umpan balik yang membangun untuk anggota tim. Kamu mengambil risiko, misalnya mungkin menyakiti perasaan mereka, atau takut mereka tidak akan menyukaimu. Jika karyawan tidak dapat berkinerja dengan baik, itu bisa jadi masalah. Namun, jangan menambah masalah dengan membiarkan mereka hidup di bawah kesalahpahaman bahwa masalah tersebut adalah hal yang normal dan baik-baik saja.</p>



<p id="db0c">Kamu perlu berani memberikan umpan balik yang membangun yang mereka butuhkan, meski mungkin mereka kurang menyukai pada awalnya. Jelaskan bahwa hal tersebut akan terlihat hasilnya secara jangka panjang, dan minta mereka untuk berani menikmati prosesnya, meskipun mungkin sulit.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="7733"><strong>Sudut pandang keempat</strong></h2>



<p id="c180">Semua orang bisa menilai mana yang baik dan buruk. Jadi, jika kamu sebagai pemimpin membiarkan kinerja buruk sebagai suatu hal yang lumrah, kamu akan mengecewakan anggota tim-mu yang berusaha dengan maksimal dan kinerjanya mumpuni.</p>



<p id="596e">Bagaimana pun, keburukan tidak bisa ditoleransi jika kita bisa berusaha bersama untuk memperbaikinya. Tentu saja, kamu tidak ingin orang-orang baik pergi dan keadaan yang buruk dianggap sebagai budaya yang wajar. Maka, jangan jadi pemimpin yang lemah dan mengalah untuk tidak mengelola kinerja karyawan secara adil dan bijak.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="40c1"><strong>Sudut pandang kelima</strong></h2>



<p id="6509">Bagaimana jika kamu perlu melepaskannya?</p>



<p id="4687">Terkadang, saat kita sudah berusaha maksimal untuk memperbaiki keadaan, anggota tim kita ternyata memilih untuk tidak ingin berubah dan tetap pada keadaan sebelumnya. Mereka merasa, berkembang bukan merupakan kesempatan emas yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dan sudah merasa cukup dengan keadaan yang sekarang.</p>



<p id="3ee9">Jika memang itu keadaannya, kamu perlu memikirkan apakah kondisi tersebut akan merugikan pihak lain dalam tim? Jika dampaknya signifikan, kamu bisa memberikan kesempatan lagi atau mungkin melepaskan mereka. Semua keputusan ada di tanganmu.</p>



<p id="d9ec">Bagi setiap keputusan yang akan dibuat, akan ada pro kontranya. Sebagai pemimpin, tugasmu adalah mendengarkan semua orang dan beri mereka rasa hormat seperti yang ingin kamu dapatkan sebagai pemimpin. Namun, pada akhirnya, kamu perlu melakukan apa yang diyakini sudah benar, dengan segala pertimbangannya, dan berani mengambil risiko untuk tidak bisa menyenangkan semua pihak.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="954d"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="8686"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="5254"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----0885c65b9f91--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-sudut-pandang-pemimpin-hebat-karena-mereka-nggak-bisa-menyenangkan-semua-orang/">5 Sudut Pandang Pemimpin Hebat, Karena Mereka Nggak Bisa Menyenangkan Semua Orang</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
