fbpx

3 Hal Penting yang Dibutuhkan untuk Menjadi Product Manager Hebat

Product Manager adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam menentukan strategi produk, merencanakan produk, meluncurkan produk, serta melakukan analisis untuk memastikan produk memenuhi kebutuhan pasar dan memaksimalkan kesuksesan bisnis.

Dalam artikel Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kali ini, kami akan membahas tentang tiga hal utama yang perlu dimiliki oleh seorang Product Manager, yaitu kompetensi inti, kecerdasan emosional, dan kesesuaian dengan perusahaan. Mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

1. Kompetensi Inti

Kompetensi inti Product Manager dapat dikembangkan melalui kursus, pengalaman, maupun bimbingan. Beberapa contoh kompetensi inti tersebut antara lain:

  • Melakukan customer interview dan user testing.
  • Menjalankan design sprint.
  • Melakukan analisis pasar.
  • Membuat pricing dan revenue modeling.
  • Melacak metrik untuk mengukur keberhasilan produk.
  • Menyesuaikan pendekatan berdasarkan feedback dari pelanggan.

2. Kecerdasan Emosional

Seorang Product Manager dengan kecerdasan emosional yang tinggi cenderung memiliki hubungan personal maupun rofesional yang kuat dalam sebuah organisasi. Mereka juga memiliki pemahaman yang tajam saat mengatasi permasalahan internal maupun eksternal untuk menghasilkan produk yang hebat. Berikut ini penjelasan lebih dalam tentang 4 ciri utama kecerdasan emosional yang berkaitan dengan peran Product Manager.

Relationship Management (Manajemen Hubungan)

Salah satu karakteristik Product Manager yang hebat adalah memiliki keterampilan dalam manajemen hubungan, contohnya menjaga hubungan baik antara pihak internal dengan pihak eksternal. Keterampilan ini juga penting untuk meningkatkan keberhasilan negosiasi, menyelesaikan konflik, dan bekerja dengan tujuan bersama.

Tantangan yang mungkin muncul yakni ketika Product Manager ditugaskan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan pelanggan, keterbatasan sumber daya, dan tuntutan untuk mencapai revenue goals perusahaan. Di saat itulah keterampilan manajemen hubungan sangat diperlukan.

Self-awareness (Kesadaran Diri)

Product Manager perlu memiliki self-awareness agar tetap objektif dan tidak memproyeksikan preferensi mereka sendiri kepada pengguna produk. Jika tidak memiliki self-awareness, mereka hanya akan memprioritaskan fitur yang mereka buat, bahkan ketika hasil customer interview bertolak belakang dengan preferensi mereka.

Kurangnya self-awareness ini kemudian dapat merusak hubungan Product Manager dengan para engineer, karena engineer akan hilang jika fitur yang sudah dibuat ternyata tidak siap diadopsi oleh pengguna.

Self-management (Manajemen Diri)

Pekerjaan sebagai Product Manager bukan hal yang mudah, karena akan sangat penuh dengan tekanan. Contohnya ketika CEO menginginkan satu hal, tim engineering menginginkan hal lain, dan pelanggan memiliki pendapat mereka sendiri tentang prioritas fitur. Product Manager akan cepat kehilangan kepercayaan diri jika tidak dapat menjaga emosinya dan tidak bisa tentang di bawah tekanan.

Nah, seorang Product Manager yang hebat tahu bagaimana cara menentukan prioritas yang tepat berdasarkan urgensi tanpa rasa panik atau stres dengan mengandalkan keterampilan self-management.

Social Awareness (Kesadaran Sosial)

Kesadaran sosial sangat berkaitan erat dengan empati. Itulah sebabnya Product Manager harus dapat memahami emosi dan kekhawatiran pelanggan terhadap produk mereka.

Pemahaman yang mendalam sangat dibutuhkan oleh Product Manager, termasuk tentang bagaimana perusahaan beroperasi untuk memengaruhi kesuksesan produk mereka, mulai dari mendapatkan anggaran dan staf hingga mendapatkan engineer terbaik.

Memiliki kesadaran sosial akan membantu Product Manager dalam menciptakan produk yang mampu mengatasi permasalahan pengguna, sehingga mempercepat tercapainya Product-Market Fit.

3. Kesesuaian dengan Perusahaan

Apabila Product Manager memiliki kompetensi inti dan kecerdasan emosional yang tinggi, apakah itu berarti mereka akan sukses di mana pun mereka bekerja? Belum tentu. Pada akhirnya mereka perlu menerapkan kompetensi inti dan kecerdasan emosional mereka ke perusahaan yang tepat.

Dalam beberapa kasus, seorang Product Manager mungkin memerlukan lebih banyak pengalaman dalam hal strategi pemasaran daripada pengetahuan teknis yang mendalam jika mereka bekerja pada customer relationship management (CRM) dan software as a service (SaaS). Namun, jika produk melibatkan teknologi kompleks seperti data science dan algoritma, Product Manager sangat membutuhkan pemahaman teknis yang lebih mendalam.

Kesesuaian juga tergantung pada tahap perusahaan. Peran Product Manager di startup mungkin mengharuskan mereka bertanggung jawab atas “semua hal”, seperti penetapan harga, pemasaran, bahkan potensi penjualan produk. Namun, peran mereka akan lebih jelas di perusahaan yang matang.

Itu dia pembahasan tentang menjadi Product Manager yang hebat. Jika kamu ingin menjadi salah satunya, ingatlah bahwa keberhasilan tidak datang dengan sendirinya. Teruslah berinovasi, berkomunikasi, dan fokus pada kebutuhan pengguna. Dengan membangun fondasi yang kuat dari pengetahuan produk dan pemahaman bisnis, kamu akan mampu memimpin tim dan menghadapi tantangan dengan percaya diri.

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini