<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surveys Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/surveys/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/surveys/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 May 2024 12:23:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Surveys Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/surveys/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapa Startup Harus Melakukan Survei Product Market Fit?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-harus-melakukan-survei-product-market-fit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2024 12:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Product-Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Product Market Fit]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Surveys]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10666</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam artikel sebelumnya, sudah dijelaskan sedikit tentang survei PMF. Di artikel ini, kita akan membahasnya lebih detail, ya. Jadi, apa sih, survei kesesuaian pasar produk (PMF&#160;survey)? Secara singkat, survei PMF memuat pertanyaan utama yaitu, “Bagaimana perasaan Anda jika Anda tidak dapat lagi menggunakan produk kami?” Bagi startup yang menjalankan survei, harus memberikan pilihan pada pengguna [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-harus-melakukan-survei-product-market-fit/">Mengapa Startup Harus Melakukan Survei Product Market Fit?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="87ef">Dalam artikel sebelumnya, sudah dijelaskan sedikit tentang survei PMF. Di artikel ini, kita akan membahasnya lebih detail, ya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="dbe4"><strong>Jadi, apa sih, survei kesesuaian pasar produk (PMF&nbsp;<em>survey</em>)?</strong></h3>



<p id="45f4">Secara singkat, survei PMF memuat pertanyaan utama yaitu, “Bagaimana perasaan Anda jika Anda tidak dapat lagi menggunakan produk kami?”</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="7ab1"><strong>Bagi startup yang menjalankan survei, harus memberikan pilihan pada pengguna untuk menjawab dengan memilih salah satu pilihan ini:</strong></h3>



<ol class="wp-block-list">
<li>Mengecewakan.</li>



<li>Agak kecewa.</li>



<li>Tidak kecewa.</li>



<li>Saya tidak menggunakan produk ini.</li>
</ol>



<p id="e5c4">Setelah survei dibagikan dan kamu sudah mengetahui hasilnya, bagaimana untuk mengetahui apakah sudah mencapai PMF atau belum? Nah, indikatornya sebanyak minimal 40% memilih jawaban ‘sangat kecewa’.</p>



<p id="9251">Kemudian, untuk mendapatkan umpan balik yang lebih dalam, kamu juga bisa menanyakan pertanyaan terbuka seperti, “Mengapa Anda memilih jawaban tersebut?”</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="eee5"><strong>Selain pertanyaan utama tadi, kamu juga dapat menambahkan beberapa pertanyaan lain, seperti:</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Apa yang akan Anda gunakan sebagai alternatif produk kami?” (Membantu memahami kesesuaian produkmu dengan pesaing).</li>



<li>“Apa manfaat terbesar yang Anda terima dari produk kami?” (Membantumu memahami nilai yang diperoleh pelanggan dari produkmu).</li>



<li>“Sudahkah Anda merekomendasikan produk kami kepada siapa pun yang Anda kenal?” (Membantu mengukur seberapa puas pelanggan dan mengidentifikasi siapa promotor terbesarmu).</li>



<li>“Menurut Anda, tipe orang seperti apa yang paling mendapat manfaat dari produk kami?” (Membantumu mengidentifikasi siapa target pasar agar memiliki PMF yang lebih baik).</li>



<li>“Bagaimana kami dapat meningkatkan produk kami untuk memberi Anda lebih banyak manfaat?” (Salah satu indikator PMF adalah orang-orang meminta fitur dan peningkatan, jadi orang yang langsung menjawab pertanyaan ini adalah pertanda baik).</li>



<li>“Bolehkah kami menghubungi Anda melalui email untuk mendapatkan klarifikasi tentang tanggapan Anda?” (Mendapatkan data pelanggan yang sudah mencoba produkmu).</li>
</ul>



<p id="31b0">Dari data yang nantinya kamu kumpulkan, itu adalah orang-orang yang bisa kamu kirimi lagi survei di masa mendatang atau melakukan wawancara pelanggan. Tujuannya untuk menggali wawasan demi pengembangan produk di masa depan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="8310"><strong>Tapi sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk melakukan survei PMF?</strong></h3>



<p id="de0b">Kamu dapat melakukannya ketika melihat tanda-tanda ini terjadi pada startup:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pertumbuhan bisnis yang lambat</li>



<li>Kamu ingin meningkatkan skala bisnis dan memperoleh wawasan pelanggan</li>



<li>Ada perubahan signifikan pada produk atau pengenalan fitur baru</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="d7c9"><strong>Selanjutnya, bagaimana cara menganalisis hasil survei PMF?</strong></h3>



<p id="a35b">Batasan atau indikator bahwa kamu sudah mencapai PMF adalah sebesar 40%. Jika kamu sudah melampaui angka itu, artinya kamu sudah mencapai PMF. Selamat, itu pertanda baik dan harus dilanjutkan dengan cara mempelajari keinginan pelanggan. Tidak hanya itu, kamu perlu melakukan eksplorasi lebih jauh untuk bisa meningkatkan kepuasan pelanggan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="c930"><strong>Jadi, bagaimana jika hasilnya kurang dari 40%?</strong></h3>



<p id="4711">Kamu perlu memperhatikan komentar pelanggan dan memposisikan produk ulang produkmu. Tujuannya untuk menjawab kekhawatiran target pasar sekaligus menciptakan permintaan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="604a"><strong>Lalu, bagaimana cara mengirim survei PMF?</strong></h3>



<p id="be38">Kamu bisa mengirimkannya pada sampel acak pengguna yang sudah menggunakan produkmu, minimal dua kali dalam dua minggu terakhir. Dengan catatan, itu berkaitan dengan seberapa banyak pengguna yang sudah ada saat ini. Bisa jadi, jika jumlah penggunanya sedikit, kamu harus mengirimkan survei ke semua pengguna yang masuk dalam kriteria.</p>



<p id="3d9f">Setelah survei dikirim, amati apa yang terjadi, catat hasilnya secara sistematis wawasan yang telah kamu dapatkan, dan rencanakan tindakan selanjutnya. Kamu juga bisa melakukan survei PMF secara berkala. Tujuannya agar bisa membandingkan hasil dari berbagai survei PMF yang ada di periode sebelumnya. Ini akan sangat bagus dalam iterasi produk.</p>



<p id="8564">Jumlah responden dalam survei ini berkisar antara 40–50 orang agar surveinya valid. Tentu saja, semakin banyak tanggapan yang masuk, hasilnya bisa semakin baik. Namun, startup yang mungkin masih memiliki pengguna dalam jumlah sedikit, bisa mengoptimalkan hasil survei dengan responden berjumlah 40–50 orang.</p>



<p id="45b1">Jadi, sudah siapkah kamu untuk melakukan survei PMF?</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="32f2"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="332d"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="8164"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----3804a96d3613--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/mengapa-startup-harus-melakukan-survei-product-market-fit/">Mengapa Startup Harus Melakukan Survei Product Market Fit?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bingung Mau Pilih No Code atau Full Code?</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bingung-mau-pilih-no-code-atau-full-code/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2024 12:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Surveys]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Platform pengembangan aplikasi tanpa&#160;code, atau dalam artikel ini akan disebut dengan&#160;no code, semakin menjamur dan berkembang pesat. Ini memberikan founder kemudahan dalam menyuguhkan produk untuk pelanggannya. Platform&#160;no code&#160;adalah versi khusus dari sistem yang memungkinkan non-teknisi bisa membangun solusi dengan cepat menggunakan pengkodean yang minimum. Tapi, apa benar, menggunakan platform&#160;no code&#160;jadi solusi yang pas untukmu? Atau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bingung-mau-pilih-no-code-atau-full-code/">Bingung Mau Pilih No Code atau Full Code?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="c341">Platform pengembangan aplikasi tanpa&nbsp;<em>code</em>, atau dalam artikel ini akan disebut dengan&nbsp;<em>no code</em>, semakin menjamur dan berkembang pesat. Ini memberikan founder kemudahan dalam menyuguhkan produk untuk pelanggannya.</p>



<p id="ffd7">Platform<em>&nbsp;no code</em>&nbsp;adalah versi khusus dari sistem yang memungkinkan non-teknisi bisa membangun solusi dengan cepat menggunakan pengkodean yang minimum.</p>



<p id="f761">Tapi, apa benar, menggunakan platform<em>&nbsp;no code</em>&nbsp;jadi solusi yang pas untukmu? Atau lebih baik menggunakan&nbsp;<em>full code</em>&nbsp;saja agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan? Lebih baik pilih yang mana?&nbsp;<em>No code</em>&nbsp;atau&nbsp;<em>full code</em>?</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2aa2"><strong>Kamu bisa menggunakan&nbsp;<em>no code</em>, apabila kamu berada dalam kondisi ini:</strong></h3>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kamu mengalami keterbatasan dana.</li>



<li>Kamu hanya memiliki tim dalam skala kecil tanpa sumber daya IT yang bisa membantumu.</li>



<li>Kamu membutuhkan modifikasi secara sederhana, ingin solusi mudah dan cepat, dalam kondisi terbatas yang berhubungan dengan transfer data dan integrasi pihak ketiga.</li>
</ol>



<p id="c43c">Jika kamu memilih&nbsp;<em>no code</em>, kamu harus bisa beradaptasi dengan platform<em>&nbsp;</em>dan menciptakan sesuatu sesuai dengan fungsinya. Kamu juga perlu paham betul tentang alur kerjanya secara detail, ketika menentukan syarat dan fitur dari spesifikasi produkmu.</p>



<p id="2052">Pada umumnya, platform<em>&nbsp;no code&nbsp;</em>menjanjikan bisa menghasilkan aplikasi dalam jangka waktu yang cepat, tetapi fase seperti desain dan perencanaan sebenarnya membutuhkan jumlah waktu yang sama dengan waktu ketika kamu mengembangkan solusi secara kustom atau personalisasi.</p>



<p id="ee61">Aplikasi yang diciptakan dengan&nbsp;<em>platform no code</em>&nbsp;juga bisa jadi memiliki masalah kinerja yang harus kamu perbaiki. Tidak hanya itu, aplikasi yang dibuat dengan sistem&nbsp;<em>no code&nbsp;</em>tidak bisa berpindah platform dengan mudah karena perlu mendesain ulang dari awal.</p>



<p id="b687">Selain itu,<em>&nbsp;</em>Platform&nbsp;<em>no code</em>&nbsp;pada umumnya memberlakukan biaya berdasarkan ruang penyimpanan yang digunakan, jumlah pengguna, halaman interaktif, kapasitas server, dan lain-lain. Maka, kamu perlu mempertimbangkan dengan matang setiap biaya yang akan dikeluarkan dan disesuaikan dengan kebutuhan startup.</p>



<p id="5946"><em>Deployment&nbsp;</em>pada cloud publik pada platform&nbsp;<em>no code</em>&nbsp;bisa membangun pengalaman pengguna (UX). Di sisi lain, d<em>ata governance&nbsp;</em>bisa jadi tantangan tersendiri yang harus mampu kamu antisipasi.</p>



<p id="fe88">Dari penjelasan itu, jika kamu sudah yakin untuk menggunakan&nbsp;<em>no code</em>, kamu harus memastikan akan memilih platform<em>&nbsp;</em>yang memenuhi kriteria, antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Antar muka yang intuitif dan tidak ‘ribet’.</li>



<li>Menyediakan berbagai macam <em>template </em>dan <em>plug in </em>dalam menyempurnakan aplikasi atau produk.</li>



<li>Dukungan cepat dari <em>customer service </em>dan layanan pemeliharaan.</li>



<li>Kredibilitas dan stabilitas vendor.</li>



<li>Ulasan dari pengguna sebelumnya dan pengalaman mereka menggunakan produk tersebut.</li>



<li>Jenis produk atau aplikasi yang dibangun pada <em>platform</em> tersebut di periode sebelumnya.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading" id="9773"><strong>Bagaimana dengan&nbsp;<em>full code</em>? Kamu bisa menggunakan untuk memilih&nbsp;<em>full code</em>, jika startupmu ada dalam kondisi ini:</strong></h3>



<ol class="wp-block-list">
<li>Produk membutuhkan kustomisasi atau personalisasi secara kompleks dari segi keamanan, fleksibilitas, dan keandalan. Ini yang menjadi fokus utama dan tidak bisa ditoleransi.</li>



<li>Kamu membutuhkan infrastruktur yang beragam dan punya banyak karyawan yang terbagi dalam beberapa bagian, departemen, geografi, dan lainnya.</li>



<li>Kamu memiliki permintaan yang tinggi untuk integrasi pihak ketiga dan migrasi membutuhkan waktu yang lama.</li>



<li>Kamu memerlukan penyelarasan tujuan bisnis dengan produk digital.</li>
</ol>



<p id="292c">Kalau kamu sudah mantap untuk menggunakan&nbsp;<em>full code</em>, sebaiknya carilah kualitas berikut dalam perusahaan yang akan kamu pilih, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Perusahaan tersebut menekankan komunikasi yang efektif. Ini penting untuk menjaga transparansi dan kemudahan dalam berkomunikasi apabila suatu hari ada masalah yang harus segera diselesaikan.</li>



<li>Sudah berpengalaman, ahli di bidangnya, dan testimoni dari klien sebelumnya.</li>



<li>Menunjukkan berbagai jenis aplikasi yang mereka kembangkan di masa lalu.</li>



<li>Perusahaan fokus pada ukuran dan budaya kerja perusahaan.</li>



<li>Perusahaan dengan layanan dan dukungan purna jual yang mumpuni.</li>



<li>Kredibilitas pasar terpercaya dan mereka ahli dalam <em>technology stack.</em></li>
</ul>



<p id="7407">Kedua pilihan di atas, baik<em> no code </em>atau <em>full code</em>, pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, pikirkanlah secara matang dan tidak perlu terburu-buru, karena kamu bertanggung jawab secara penuh terhadap startupmu. Semoga wawasan yang ditulis di artikel ini bisa membantumu dalam mengambil keputusan, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="3026"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="5210"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="c470"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----6f03ef7abed9--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bingung-mau-pilih-no-code-atau-full-code/">Bingung Mau Pilih No Code atau Full Code?</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
