<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Storyteller Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/storyteller/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/storyteller/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Jul 2022 10:28:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Storyteller Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/storyteller/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kiat Tepat Pemimpin Menjadi Storyteller Hebat</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/kiat-tepat-pemimpin-menjadi-storyteller-hebat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2022 01:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Storyteller]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7416</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kata siapa pemimpin tidak perlu mengasah kemampuan bercerita? Ada pepatah yang mengatakan, “pemimpin yang baik adalah pencerita yang hebat”. Itu karena kemampuan untuk bercerita sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan. Tidak percaya? Ambil contoh bahwa pemimpin yang menjadi pencerita hebat, akan berhasil memenangkan hati investor untuk menyuntik dana investasi. Mau contoh lainnya? Divisi bagian penjualan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kiat-tepat-pemimpin-menjadi-storyteller-hebat/">Kiat Tepat Pemimpin Menjadi Storyteller Hebat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="85c6">Kata siapa pemimpin tidak perlu mengasah kemampuan bercerita?</p>



<p id="2eb2">Ada pepatah yang mengatakan, “pemimpin yang baik adalah pencerita yang hebat”.</p>



<p id="ee24">Itu karena kemampuan untuk bercerita sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan. Tidak percaya? Ambil contoh bahwa pemimpin yang menjadi pencerita hebat, akan berhasil memenangkan hati investor untuk menyuntik dana investasi. Mau contoh lainnya? Divisi bagian penjualan yang pandai bercerita dapat&nbsp;<em>closing&nbsp;</em>dan mendapatkan persetujuan dari klien. Rasanya semua orang (tidak hanya pemimpin saja) ternyata perlu mengasah keterampilan untuk&nbsp;<em>story telling&nbsp;</em>atau bercerita. Jadi, bagaimana caranya?</p>



<p id="6daf">Simak penjelasan yang satu ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1bbe"><strong>Membangun kerangka cerita</strong></h3>



<p id="b9d2">Dalam bercerita, kita akan lebih mudah jika punya arah yang jelas. Seperti apa alurnya, bagaimana cara bercerita, cara memulai, dan mengakhiri cerita. Ini semua disusun dalam sebuah kerangka cerita. Ada 3 hal penting yang menjadi pondasi sebuah kerangka agar cerita kita relevan dengan audiens:</p>



<p id="1493">&#8211; Kalimat pertamamu dalam mengawali cerita</p>



<p id="3b13">&#8211; Pengalaman mengajak audiens untuk ikut serta merasakan apa yang kamu ceritakan</p>



<p id="5b0c">&#8211; Momen refleksi, yaitu saat audiens berpikir bahwa ‘aku pernah mengalami momen itu’, atau ‘aku sepertinya akan mengalami hal tersebut’.</p>



<p id="9fe5">Saat menuliskan kerangka cerita, gunakan ketiga hal tersebut. Tujuannya agar kamu dapat menciptakan keintiman dan kedekatan dengan audiens. Anggap bahwa mereka menggunakan kacamata yang sama denganmu. Anggaplah bahwa mereka juga bisa berada di posisimu dalam sudut pandang yang sama.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="61be"><strong>Mengombinasikan seni persuasi dan sains</strong></h3>



<p id="6718">Dalam bercerita, tidak perlu menceritakan semua hal dari A hingga Z kepada audiens. Mereka tidak akan tertarik dengan informasi yang terlalu melebar sehingga menghilangkan fokus pada inti ceritanya. Kepemimpinan bukan tentang merancang visi secara sempurna. Apa yang orang pikir adalah visi, sebenarnya adalah persuasi.</p>



<p id="a83d">Jadi, dalam bercerita, tidak perlu berkutat dengan angka dan data yang ditampilkan ‘apa adanya’ karena itu membosankan. Yang perlu kamu lakukan adalah mengubah angka menjadi sesuatu yang bernilai dan bisa diangkat sebagai cerita. Caranya dengan meringkasnya menjadi sebuah sorotan utama.</p>



<p id="f6b9">Misalnya, kamu ingin bercerita bahwa pada tahun ini, penjualan gawai pintar untuk merek X meningkat sebanyak 35% daripada tahun sebelumnya. Agar tidak terlalu monoton dan membosankan, kamu dapat mengemasnya seperti:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Tontonan apa yang kamu lihat lewat gawai?&nbsp;<em>(mengajak audiens untuk berefleksi)</em></li><li>Permainan apa yang kamu sukai dari&nbsp;<em>smartphone</em>?</li><li>Aplikasi dari gawai apa yang digunakan ketika bekerja?</li></ul>



<p id="1202">Kita semua butuh gawai, terlebih di era pandemi karena manusia sangat bergantung pada kebutuhan untuk daring. Itulah yang menjadi penyebab dari kenaikan penjualan gawai merek X sebesar 35%.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b0d5"><strong>Berani menceritakan tentang kegagalan</strong></h3>



<p id="852b">Pemimpin yang berani adalah yang mau menceritakan tentang kegagalannya. Menceritakan tentang hal-hal yang emosional, rentan, dan rapuh, adalah hal yang paling orisinil yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin. Itu membuktikan bahwa kamu sebagai seorang pemimpin adalah ‘manusia’. Dengan ini, maka pandangan audiens terhadap kita adalah sama, karena kita sama-sama manusia (menghilangkan status sosial, jabatan, dan perbedaan level saat bercerita). Secara tidak langsung, hal tersebut dapat memupuk kepercayaan dari audiens, sehingga lebih mudah terhubung denganmu. Bercerita tentang kegagalan memberikan pemahaman bahwa kamu sebagai pemimpin mengizinkan orang lain untuk mengambil risiko dalam pekerjaan mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="84a0"><strong>Merekmu adalah ceritamu. Sampaikan ini dengan pesan yang mudah dipahami</strong></h3>



<p id="aeca">Pemimpin biasanya terjebak dan terintimidasi oleh penyampaian&nbsp;<em>branding.&nbsp;</em>Bahwa&nbsp;<em>branding&nbsp;</em>adalah sesuatu yang&nbsp;<em>textbook,&nbsp;</em>baku, dan harus dijelaskan dengan bahasa yang sulit. Nyatanya tidak seperti itu. Kamu dapat bercerita tentang kisah dalam membangun startup, mengapa kamu melakukannya, dan untuk siapa hal tersebut dilakukan. Pesan-pesan yang disampaikan dengan ‘sederhana’ ini akan lebih ‘mengena’ di hati audiens.</p>



<p id="57d0">Selanjutnya, kamu dapat mengaitkan produkmu dengan kisah pribadi dari pelangganmu. Bahwa dengan menggunakan produkmu, hidup pelanggan menjadi berubah dan merasa terbantu, apa yang pelanggan dapatkan dari produkmu, apa saja yang kamu janjikan kepada pelanggan dalam produk, bagaimana cara meningkatkan kehidupan pelanggan, serta posisimu terhadap pesaing.</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="3f51"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="f6f7"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="391d"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/kiat-tepat-pemimpin-menjadi-storyteller-hebat/">Kiat Tepat Pemimpin Menjadi Storyteller Hebat</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Asal Muasal Metode ‘Agile’? Ini Sejarah Singkatnya</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/bagaimana-asal-muasal-metode-agile-ini-sejarah-singkatnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2022 09:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Storyteller]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=7463</guid>

					<description><![CDATA[<p>‘Agile’ adalah sebuah metode yang menjadi hits di kalangan anak-anak startup dan menjadi salah satu cara yang sering digunakan karena fleksibilitasnya serta manfaat lainnya. Namun, apakah kamu pernah mendengar tentang sejarah konsep serta metode&#160;Agile? Sebagai permulaan,&#160;Agile&#160;adalah metode pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara berulang.&#160;Agile&#160;juga disebut sebagai kerangka kerja atau&#160;framework&#160;dengan beberapa metode yang bisa dimanfaatkan sesuai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-asal-muasal-metode-agile-ini-sejarah-singkatnya/">Bagaimana Asal Muasal Metode ‘Agile’? Ini Sejarah Singkatnya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="ca26">‘Agile’ adalah sebuah metode yang menjadi hits di kalangan anak-anak startup dan menjadi salah satu cara yang sering digunakan karena fleksibilitasnya serta manfaat lainnya. Namun, apakah kamu pernah mendengar tentang sejarah konsep serta metode&nbsp;<em>Agile</em>?</p>



<p id="1cd7">Sebagai permulaan,&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;adalah metode pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara berulang.&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;juga disebut sebagai kerangka kerja atau&nbsp;<em>framework</em>&nbsp;dengan beberapa metode yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.</p>



<p id="0572"><em>Agile</em>&nbsp;menjadi nge-<em>hype&nbsp;</em>karena menuntut kecepatan dalam menangani permintaan pengguna atau klien. Secara sederhananya, fokus tim bukan hanya pada pengembangan produk, melainkan sekaligus menggali masukan dari pengguna. Prinsip dari metode&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;tidak hanya dipraktikkan dalam pembuatan perangkat lunak saja. Melainkan, dapat digunakan untuk industri lain, bahkan organisasi.</p>



<p id="ba60">Lantas, seperti apa sejarah singkat tentang&nbsp;<em>Agile</em>?</p>



<p id="658c">Pada 2001, ada 17 orang pengembang (<em>developer</em>) yang menyebut dirinya sebagai anarkis organisasi, mengadakan pertemuan di Snowbird, Utah. Kelompok ini termasuk orang-orang yang setuju terhadap beberapa metode seperti XP (<em>extreme programming</em>), ASD (<em>adaptive software development</em>), FDD (<em>feature-driven development</em>), dan DSDM (<em>The Dynamic-Systems-Development Method</em>). Metode atau pendekatan ini sering dikenal sebagai&nbsp;<em>framework&nbsp;</em>yang ringan karena menggunakan aturan yang lebih sederhana sehingga lebih adaptif terhadap perubahan situasi. Setelah berdiskusi, para kelompok ini menetapkan nama baru terhadap beberapa metode di atas dengan satu nama, yaitu&nbsp;<em>Agile</em>.</p>



<p id="4750">Kata&nbsp;<em>‘Agile’</em>&nbsp;akhirnya diputuskan atas usul dari salah satu peserta yang membaca buku&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;<em>Competitors and Virtual Organizations: Strategies for Enriching the Customer.</em>&nbsp;Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut disepakati adanya “Manifesto for Agile Software Development” yang menjelaskan tentang empat prinsip, yaitu:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Memprioritaskan interaksi antar individu, daripada proses dan alat.</li><li>Memprioritaskan perangkat lunak yang berfungsi, daripada membuat dokumentasi lengkap.</li><li>Memprioritaskan kerjasama dengan pelanggan, daripada negosiasi kontrak.</li><li>Memprioritaskan menanggapi perubahan, daripada mengikuti rencana.</li></ul>



<p id="ed24">Dari empat prinsip yang berada dalam manifesto&nbsp;<em>Agile</em>, kemudian berkembang menjadi 12 prinsip yang menjadi dasar dari penerapan&nbsp;<em>Agile</em>, antara lain:</p>



<p id="2a12">1. Memprioritaskan konsumen dengan cara merilis perangkat lunak secara cepat dan rutin.</p>



<p id="af29">2. Terbuka dengan adanya perubahan kebutuhan, meskipun di akhir tahap pengembangan.</p>



<p id="ca95">3. Merilis perangkat lunak secara rutin, mulai dari waktu beberapa minggu, hingga beberapa bulan sekali.</p>



<p id="e121">4. Tim pengembang dan bisnis bekerjasama setiap hari selama proyek berlangsung.</p>



<p id="78a1">5. Menciptakan proyek dengan motivasi dan dukungan antar individu.</p>



<p id="942b">6. Mengkomunikasikan kebutuhan secara langsung agar penyampaian informasi efektif dan efisien.</p>



<p id="bf78">7. Alat untuk tolok ukur kesuksesan proyek adalah perangkat lunak yang berfungsi dengan baik.</p>



<p id="464e">8. Mendukung pengembangan secara berkelanjutan.</p>



<p id="45f6">9. Hal-hal teknis dan desain yang bagus bisa meningkatkan kelincahan.</p>



<p id="b5dc">10. Meminimalisir hal yang tidak perlu.</p>



<p id="ad4a">11. Tim yang mandiri menghasilkan kebutuhan, desain, dan segalanya dengan upaya terbaik.</p>



<p id="51e7">12. Tim secara berkala berusaha untuk bekerja dengan cara yang lebih efektif.</p>



<p id="0cc2">Setelah pertemuan tersebut berlangsung, kepopuleran&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;semakin meningkat dan terus berkembang. Pada akhir 1980 dan awal 1990-an, para peneliti dari MIT mempelajari cara kerja perusahaan manufaktur dari Jepang, terutama sistem produksi dari Toyota. Selanjutnya, mereka menciptakan istilah ‘lean’ untuk menggambarkan sistem yang berlaku yang bisa meningkatkan produktivitas dan menghilangkan pemborosan.</p>



<p id="2471">Hingga saat ini, metode&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;punya beberapa sub-bagian lagi, antara lain metode Scrum, SAFe (<em>Scaled Agile Framework</em>), LSD (<em>Lean Software Development</em>), Kanban, Metodologi Crystal, dan masih banyak lagi. Perkembangan zaman serta kemajuan teknologi turut mendukung berkembangnya metode&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;hingga saat ini. Jadi, jangan heran apabila banyak teori atau pendapat yang berbeda dari metode&nbsp;<em>Agile</em>&nbsp;karena metode ini sudah menyebar jauh dan terus ditingkatkan oleh para praktisinya di berbagai industri.</p>



<p id="3367"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="9c04"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="867c"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/bagaimana-asal-muasal-metode-agile-ini-sejarah-singkatnya/">Bagaimana Asal Muasal Metode ‘Agile’? Ini Sejarah Singkatnya</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
